[one shoot] LOVELYCIOUS

Author: Lulu_seungho

Main cast: Kim Bum dan Kim So Eun

Cast: Goo Hye Sun

Genre: Romantic, Friendship

Type: One Shoot

 

 

ff ini dipersembahkan sebagai hadiah ulang tahun buat ENNO D.H. Maaf ya No, telat ngasihnya… hehehehhe

 

 

 

Cinta adalah sebagian mozaik dalam hidupku,

dan itu adalah kamu

 

 

Kutatap bintang dilangit malam berharap mereka kan mampu tenangkan hati ini. Apa yang harus kulakukan ketika ku dihadapkan pada realita dimAana kuharus memilih cinta atau persahabatan. Cinta yang baru saja kumulai bersama seseorang yang untuk pertama kalinya mampu menundukkan keangkuhanku ataukah persahabatan yang selama ini menjadi hari – hariku? Aku hanya termenung dalam rengkuhan dilema yang kian larut makin menusuk.

Kuhela nafas sekuat mungkin dan menghempaskannya berharap semua keresahan ini kan hilang. Kuretas kembali kenangan hari kemarin dimana seseorang yang selama ini aku cintai berikut sahabatku sejak kecil menyatakan perasaannya padaku sekaligus menginginkanku untuk menjadi pendamping hidupnya untuk selamanya. Juga kenangan hari kemarin yang berhasil membunuh harapanku saat aku baru saja berani bermimpi.

 

Flashback

Tak seperti biasanya kimbum mengajakku untuk bertemu hanya berdua saja tanpa ditemani Goo hye sun. Aku kim so eun, kimbum dan goo hye sun memang bersahabat sejak kecil. Hal itu karena memang tempat tinggal kami berada di komplek yang sama dan kebetulan pula kami satu sekolah. Kami selalu melakukan kegiatan bersama dan tempat persinggahan kami bertiga adalah taman kunang – kunang.

Aku dan kimbum berjanji bertemu di taman kunang – kunang malam ini. aku pun segera bergegas menuju taman kunang – kunang, beberapa menit kemudian aku tiba disana namun tak juga kutemukan sosok kimbum disana. Namun yang kudapati adalah  barisan lilin – lilin berwarna merah yang membentuk kata I LOVE YOU. Tiba – tiba sepasang tangan menutup mataku dan membisikkan sebuah kalimat “Saranghae yongwonhi” . aku penasaran siapa yang melakukan ini padaku, maka kutarik tangan tersebut dari mataku dan kubalikkan tubuhku kebelakang “bumm-ah” ujarku pelan. Dia tersenyum.

Kimbum meraih tanganku dan menaruhnya didadanya seakan menginginkan aku untuk merasakan  juga detak jantungnya“aku mencintaimu seperti langit mencintai bintang, aku membutuhkanmu seperti bulan membutuhkan matahari. Aku membutuhkanmu karena aku mencintaimu. Maukah kau menjadi seseorang yang terakhir dihati ini?”ujar kimbum dengan tatapan lembut padaku seakan menunjukkan karya surga dari mata seorang Adam. Aku tetap diam, ini terlalu membahagiakan bagiku, sejak dulu aku menyukainya, hingga aku tak mampu menyerahkan hatiku selain padanya. Namun, tentu saja karena hubungan kami yang diawali persahabatan aku berusaha memendamnya.

“sso-ah mengapa kau diam? Apa kau hanya menganggapku sebagai sahabat saja?”ujar kimbum yang mampu menyadarkanku. “hmm … aku hanya berfikir adakah alasan yang tepat untuk aku menolakmu, tapi ternyata tak dapat kutemukan.”ujarku diiringi senyum simpul. “apakah ini artinya kau mau?”ujar kimbum. “siapapun pasti tidak akan mampu untuk menolak seorang eksekutif muda berbakat sepertimu terlebih ….. “ ujar ku menggantung kalimatku. “terlebih apa?”tanya kimbum penasaran. “terlebih hanya kau lah yang paling mengerti aku dan yang selama ini aku harapkan” ujarku mengakui perasaanku.

Setelah beberapa lama kami bersama, aku teringat pada hye sun. Ingin rasanya kuberitahukan tentang ini padanya. Aku pun mengajak kimbum untuk kerumah hye sun walau ini telah larut. Aku ingin hye sun  menjadi orang yang pertama tahu bahwa kami telah bersama.

Aku dan kimbum tiba didepan rumah hyesun. Rumahnya memang selalu terlihat sepi, hal ini karena hye sun hanya tinggal sendiri. Kedua orang tuanya bertugas di Rusia. Kulihat cahaya temaram dari kamar hye sun. Aku pun mengirim pesan padanya bahwa kami berada didepan gerbang pintu rumahnya.

Beberapa saat kemudian, hye sun membukakan pintu gerbang rumahnya. Hye sun langsung memelukku sambil terisak. Aku khawatir dengan keadaannya begitu pula dengan kimbum. Kami pun sepakat untuk membawanya masuk kerumah.

“hye sun .. mengapa kau menangis?”tanyaku setelah ia mulai terlihat tenang. “ceritakanlah pada kami, apa yang membuatmu seperti ini.”tambah kimbum dengan raut wajah yang cemas. Hye sun tak bersuara, ia pun mengambil sesuatu dari kantung baju tidurnya. Sebuah test pack.

Kuraih benda kecil itu, dan kulihat ada 2 garis merah. Positif. “milik siapa ini?”tanyaku berharap ini bukan milik hye sun. Hye sun menunduk seakan ia merasa malu dan berdosa. “siapa yang melakukan ini?”tanya kimbum dengan nada yang kesal. “Dia … Yoon Sang Hyun. “jawab hye sun lemah. “apa?!! Apakah dia sudah mengetahui ini?”tanyaku. hye sun mengangguk. “lalu apa jawabannya?”tanya kimbum. “hiks … hiks … dia menolak untuk mengakuinya. Bahkan dia telah pergi entah kemana.”ujar hye sun sambil tersedu sedan. “Aish …. sejak kapan dia pergi?”tanya kimbum. “2 minggu yang lalu. Saat aku baru saja tau bahwa aku hamil aku langsung menemuinya. Dia mengusirku dan saat itu pula ia pergi. Aku sudah mencarinya kemana – mana tapi tak juga kutemukan “tukas hye sun. “mengapa kau tak mengatakannya sejak kemarin pada kami?”ujarku . “ini terlalu berat untukku, aku pun panik saat itu.”ujar hye sun. “lalu bagaimana dengan orang tua mu?”tanya kimbum. “itulah yang sekarang ku khawatirkan. Aku tak peduli bila aku diusir dari rumah, tapi apa kata orang tentang ayahku bila mereka tahu anaknya memiliki anak tanpa ayah?”ujar hye sun yang masih diiringi tangisan.

Kami saling diam, semuanya terlalu sulit. Kami seperti terperangkap dalam labirin. “bumm-ah bisakah kau membantuku?”tanya hye sun dengan suara yang hampir habis. “apapun itu.”jawab kimbum. “bisakah kau menikahiku?!”ujar hye sun penuh harap. Aku terkesiap mendengar permintaan hye sun, begitu pula dengan kimbum. Ia hanya bisa diam kulihat kekagetan yang sangat terlihat dari gurat wajahnya.

End Of Flashback

 

Setelah beberapa lama aku berfikir, aku pun mengambil keputusan yang cukup menguras air mataku. Aku meraih handphoneku untuk menghubungi kimbum.

“yoboseyo” sapa kimbum

“aku menunggumu dirumah pohon taman kunang – kunang sekarang” ujarku dan langsung mematikan sambungan teleponnya.

Beberapa waktu kemudian kimbum telah datang dan duduk disampingku. Kami saling diam. “bumm-ah kumohon nikahilah hye sun” ujarku dengan pasti walau berat. “mengapa kau begitu? Lalu bagaimana dengan hubungan kita?”ujar kimbum

“kita baru saja memulainya bukan? Jadi cukup mudah bagi kita untuk saling melupakan perasaan ini. “ujarku “apakah sedangkal itu kau mencintaiku? Bukankah kukatakan hanya kau yang menjadi wanita terakhirku.” Ujar kimbum berusaha mempertahankan cintanya. “egois bilaku terus mempertahankanmu sedangkan ada yang lebih membutuhkanmu, terlebih dia adalah hye sun. Sahabat kita. Kumohon mengertilah. “ujarku terus membujuknya. “aku tak ingin menikah tanpa cinta. “jawab kimbum “bukankah mudah bagimu untuk mencintai hye sun karena ia telah lama mengenalmu seperti kau mengenalku? Bila kau dapat mencintaiku maka kau pun dapat mencintai hye sun.” Ujarku “apa ini benar – benar keinginanmu?”tanya kimbum

“ya.”jawabku sekenanya. “baiklah, aku akan menikahi hye sun.”jawab kimbum.

Ingin rasanya kumenangis saat itu juga, namun masih kucoba tegarkan hati ini setidaknya dihadapan kimbum.

“sso-ah apakah kau mencintaiku?”tanya kimbum tiba – tiba. “aku …. aku …..” gumamku yang bingung harus kujawab apa. “tetaplah bersamaku walau kelak aku akan menikah dengan hye sun. Tetaplah disisiku karena tak mudah bagiku untuk mengabaikan perasaanku.”ujar kimbum. “hei .. apa kau memintaku untuk menjadi simpanan suami sahabatku?”ujarku berusaha sedikit bercanda. “tidak. Aku hanya merasa tak mampu melalui hidup bila tanpamu. Akan kutepati janjiku untuk menikahi hye sun asalkan kau tak meninggalkanku.”ujar kimbum sambil menatap dalam kedalam mataku seakan ia berusaha memasuki relung hatiku untuk sekedar mencari tahu bagaimana keadaanku. “bukankah sejak dulu kita sudah bersama? Lalu untuk apa aku harus meninggalkanmu hanya karena kau menikah dengan hye sun. Aku akan tetap bersamamu walau tak kan sama seperti dulu” Ujarku .

Kupegang dadaku rasanya sakit ketika kulihat ada bulir – bulir cahaya dari sudut mata kimbum. Ia tampaknya menangis. Kupegang tangannya dan kusandarkan kepalaku dipundaknya. “kita lewati fase tiap fase bersama walau sangat sulit.” Gumamku.

Dalam hati kuberharap semoga waktu berhenti, biarkan aku untuk selalu seperti ini. Hanya berdua dengan orang yang benar – benar aku cintai. Kumohon janganlah berakhir malam ini karena aku takut esok tak kan dapat lagi memegang tangannya, merasakan hangat peluknya dan bersandar dibahunya. Namun tak mungkin, aku tak dapat menyakiti lebih banyak hatiku dan hatinya. Semakin aku mencintainya, semakin aku harus melepasnya. Sesulit inikah ikhlas?!

 

Beberapa minggu kemudian

Hari ini adalah hari yang paling kutakutkan. Hari ini kimbum dan hye sun menikah. Aku berada di kamar hotel bersama hye sun yang masih menatap dirinya didepan cermin. Kudekati hye sun dan menepuk bahunya. “kau tampak cantik sekali.”ujarku memujinya yang memang adalah benar. “sso-ah apakah ini benar?”tanya hye sun. “apa maksudmu?”tanyaku “benarkah aku yang pantas untuk menikah dengan kimbum? Apakah pantas kimbum yang harus kubebani karena kesalahanku sendiri?” ujar hye sun yang hampir saja menangis. Kupeluk hye sun erat. “sso-ah apakah kimbum akan mencintaiku?”tanya hye sun tiba – tiba. Aku terdiam, “ya” jawabku pelan. Aku pun melepaskan pelukanku dan menatap wajah hye sun “mulai hari ini kau harus ceria kembali seperti dulu. Lupakanlah masa lalu dan jalanilah hari barumu dengan cinta yang baru.”ujarku mencoba menguatkannya, walau aku pun butuh dikuatkan.

Aku berjalan sambil membawa bunga, kulihat kimbum telah berdiri gagah dan tampan didepan altar. Inginku pun berdiri disampingnya, namun kenyataan hanya mengizinkanku untuk menjadi pengiring pengantin saja. Kusaksikan mereka mengucap sumpah janji setia. Andaikan pengantin wanita itu adalah aku. Rasanya hatiku teriris – iris tapi kuyakinkan hatiku bahwa inilah yang terbaik.

Hye sun dan kimbum mendekatiku. Kutarik nafas dan kuhempaskan kuharap aku masih terlihat tegar. “sso-ah maukah kau menyanyikan sebuah lagu untukku?”pinta hye sun. “aku …” ujarku menggantung. “kumohon!!!!”ujar hye sun memaksa, kimbum pun ikut memohon, ia terlihat bahagia walau kutahu hatinya pun rapuh sama sepertiku. Aku tak mampu menolak keinginannya.

Kutaruh jari jemariku diatas tuts- tuts piano. Mencoba mengatur nafasku. Kututup mataku dan mulai kumainkan denting dari hati.

Aku melukis wajahmu diatas senja

Inginkan kau tahu bahwa rasa ini kan tetap sama

Kuuraikan rindu – rindu ini yang hinggapkan sepi

Inginkan kau tahu bahwa kata  cintamu masih berbisik merdu ditelingaku

Seandainya kau tahu betapa aku menginginkanmu

Walau ku tlah melepaskanmu

Seandainya kau tahu betapa aku mencintaimu

Walau kini telah berbeda

Tuhan dapatkah kucurangi waktu

Hanya sekedar inginkan ia tetap menggenggam tanganku

Kupanggil namanya hingga suaraku kan parau

Cinta ini takkan berubah dihati

Kubuka mataku beriringan dengan riuh suara tepukan tangan dari para tamu begitu pula dengan hye sun, namun kulihat kimbum hanya menatapku nanar. Hatiku lebam. Aku beranjak dari kursi “hye sun aku pamit dulu.”ujarku dan langsung berlari mencari tempat untukku biarkan air mata ini terjatuh semaunya.

Kumenutup pintu kamar hotel yang tadi menjadi tempat hye sun berdandan. Aku terkulai lemas dan kurengkuh badanku. Aku menangis seorang diri menumpahkan segala kesedihanku, seluruh air mata yang sedari awal kutahan. Ternyata rasanya lebih sakit dari yang kubayangkan. Tak pernah kurasakan hal yang sesakit ini, aku bertanya – tanya adakah salahku bila kumencintai seseorang yang kini menjadi suami sahabatku? Adakah salahku bila kulepaskan satu – satunya pria yang kucintai untuk sahabatku?!

 

Beberapa bulan kemudian .

Kuputuskan untuk mencoba melupakan kimbum walau sulit. Terlebih sekarang jarak rumahku dan rumah hye sun serta kimbum sangat dekat. Setiap hari harus kulihat hye sun bersama dengan kimbum. Rasanya sangat sulit untuk kuungkapkan namun yang pasti hatiku masih mencintainya walau tak mungkin bagiku untuk bersamanya.

Dering handphone berbunyi, kulihat layar hp. Ternyata kimbum yang menelponku. Aku mengangkatnya.

“Yoboseyo “ ujarku

“sso-ah, hye sun akan melahirkan. Kumohon bantu aku!!!” ujar kimbum dengan nada cemas dan panik

“baiklah aku segera kesana”jawabku dan segera mungkin menuju rumah mereka.

 

Dirumah sakit.

Kimbum terus mondar – mandir didepan ruang operasi, ia terlihat begitu mencemaskan keadaan hye sun berikut anak yang dikandungnya. Sejujurnya aku cemburu melihatnya, karena aku takut kimbum telah mulai mencintai hye sun, dan ia mulai dapat melupakanku. Egoiskah aku?

Kimbum pun duduk disebelahku, ia diam. Kuberanikan diriku untuk menggenggam tangannya, kuharap aku mampu tenangkannya. “Jangan seperti itu” gumamku. “sso-ah masihkah kau mencintaiku?”tanya kimbum. Sebuah pertanyaan yang tak pernah kusangka sebelumnya. Aku hanya terdiam dan kemudian menatapnya “tak pernah berubah. “jawabku. “maukah kau kembali padaku?”ujar kimbum. “tidak, telah banyak waktu kulalui untuk dapat melupakanmu dan merelakanmu untuk hye sun. Sekuat tenaga aku menekan perasaanku hanya untuk hye sun dan terus bertahan untuk kebahagiaan hye sun, lalu bagaimana mungkin sekarang harus kusia – siakan perjuanganku?”tukasku . kimbum pun menghela nafasnya “mungkin kau memang bukan milikku tapi asal kau tahu kau tetap ada disini.”ujar kimbum sambil memegangi dadanya.

Tiba – tiba dokter yang menangani persalinan hye sun pun keluar dari ruang operasi. Aku dan kimbum segera bangkit dari tempat duduk untuk dapat segera mengetahui keadaan hye sun. “ny. Hye sun telah melahirkan dan anaknya perempuan. “tukas sang dokter. “ahh… syukurlah. Lalu bagaimana keadaan ibunya dok?”tanyaku. “beliau baik – baik saja, sebentar lagi ia akan dipindahkan ke ruang rawat.”ujar dokter.

 

Keesokan harinya.

Pagi – pagi sekali aku telah sampai di rumah sakit untuk menjenguk sahabatku hye sun. Aku membuka pintu kamar, kulihat kimbum tengah menggendong bayi. Kulihat kimbum sangat senang bahkan ia tertawa bersama dengan hye sun. Kupegangi dadaku, sepertinya rasa cemburu mulai menusuk dadaku.

Kuberanikan diri untuk masuk kekamar. “annyeong …”sapaku ramah dan seceria mungkin. “sso-ah … “ujar hye sun sambil tersenyum senang. “bagaimana keadaanmu?”tanya ku. “bisa kau lihat kan aku baik – baik saja. “ujar hye sun. Aku pun mendekati kimbum yang tengah menggendong bayi, kemudian kimbum menyerahkan bayinya padaku. Kutatap wajahnya, tak ada dosa dimatanya. Sungguh malaikat kecil yang lucu.

“siapa namanya?”tanyaku pada hye sun. “lovelycious”ujar hye sun. “unik sekali namanya. Mengapa kau namai itu?”tanyaku lagi. “karena aku berharap ia bisa menjadi seorang pecinta yang mencintai dengan benar, sepertimu soeun.”ujar hye sun. “sepertiku? Maksudmu?”tanyaku penasaran. “aku tahu selama ini kau berpura – pura tidak mencintai kimbum untukku. Kau korbankan perasaanmu demi kebahagiaanku.”ujar hye sun. “hye sun …”gumam kimbum. “maaf, bila selama ini aku berpura – pura tidak mengetahuinya dan aku menjadi seorang sahabat yang tak tahu malu. Aku adalah alasan bagi kalian untuk tidak bahagia. Maafkan aku …. huhuhu “ujar hye sun sambil menangis. Aku pun mendekati hye sun dan kuseka air matanya. “jangan menangis lagi. Aku baik – baik saja.”ujarku mencoba menenangkannya. “bagaimana mungkin kau baik – baik saja bila hatimu terluka?”ujar hye sun . “mungkin ini adalah yang terbaik.”jawabku. “hye sun izinkan aku menebus kesalahanku.”ujar hye sun. Kimbum masih diam, hye sun pun meraih lengan kimbum dan menaruhnya ditanganku. “kumohon kalian harus kembali bersama, sudah kuputuskan untuk bercerai dengan  kimbum setelah aku melahirkan.”ujar hye sun.

Aku dan kimbum kaget dengan keputusan hye sun. “lalu bagaimana dengan anakmu? “ujar kimbum. “sudah seharusnya ini menjadi tanggung jawabku karena ini adalah kesalahanku. Lagipula anak ini tidak berdosa, kedua orang tuanya lah yang berdosa. “ujar hye sun. “kami tak akan meninggalkanmu dan membiarkanmu sendiri hye sun.”ujarku. “kalian akan menjadi orang tua angkat bagi anakku. “ujar hye sun pasti.

 

Beberapa waktu kemudian

Hari yang cerah menyelimuti kota seoul. Awan tampak beriringan seakan ikut riang dengan hari ini. Burung – burung pun bernyanyi menyanyikan denting cinta berharap kebahagiaan ini tak berkesudahan. Ya, hari ini hari pernikahanku dengan kimbum. Sesuatu yang tak pernah aku sangka sebelumnya, mungkin inilah kado manis karena ketulusanku untuk sahabatku.

Aku menaiki altar dengan digandeng ayah kimbum. Aku melihat sosok kimbum yang tengah berdiri didepan ia benar – benar tampak lebih tampan dari sebelumnya. Ya Tuhan inikah yang akan menjadi suamiku? Seseorang yang akan mendampingiku dan kuharapkan sampai akhir hayatku?

Sumpah sehidup semati telah kami ucap, kini kimbum pun mengecup keningku. Kurasakan seluruh kasih saying terasa kedalam jiwaku. Tuhan izinkan aku hidup bersama dengannya selamanya dikehidupan dulu, sekarang dan masa yag akan dating. Amin.

 

 

 

Dedicated for : Enno D. Harianty. Semoga segala keinginanmu tercapai dan Tuhan memudahkan segala urusanmu. Gomawo ^^vs

 

Buka page Question & Answer apabila ada yang ingin ditanyakan
Buka dan isi data kalian di page
Mates untuk perkenalan dan berkenalan dengan mates/reader yang lain
Lihat page
How To Join untuk mengetahui bagaimana cara mengirim ff
Buka Library (
sequel or one shoot) untuk melihat ff yang sudah dipost
Buka
BUMSSO INDONESIA untuk mengetahui news terbaru dari Kim Bum dan Kim So Eun
Follow our new twitter
@bumssoindo dan mention saja bila ada yang ingin kalian tanyakan (usahakan untuk tidak menanyakan masalah privasi Kim Bum dan Kim So Eun ^^) *fans Korea sangat menjaga privasi artis mereka*
Like Kim Bum dan Kim So Eun fanbase on facebook
BUMSSO INDONESIA

P.S.: please…… no bashing, no spaming, no hotlink !! ^^


NB: JANGAN COPY-PASTE FF YANG ADA DI SINI TANPA SEIZIN AUTHOR DAN ADMIN DI SINI… APALAGI SAMPAI TIDAK MENCANTUMKAN NAMA AUTHOR DAN SUMBERNYA

About these ads

Tags: , ,

About bumssoindo

We are fanbase of BUMSSO (Kim Bum and Kim So Eun) from Indonesia

18 responses to “[one shoot] LOVELYCIOUS”

  1. Chandra Syifa W says :

    Terharu bgt..
    Rasanya jd pgn nangis deh. Apa lg wkt baca ending’a.. ;)

    Smg ending crita ini bisa trjdi beneran ya ?

  2. Ina BumsSo says :

    Kreen,,,
    q smpe terharu bca nie ff….
    Buat karya yang baru y….

  3. Anna says :

    So sweettt,,solidaritas persahabatan&percintaanny bnr2 mengharu biru ckckck bgus2 :-)

  4. Amalia'SoEul'Lova says :

    So Sweettt…
    I Like it, I Like it, I Like it *upin ipin mode on
    Aku suka ending.a ..
    Pengorbanan So Eun gak sia” klo akhir.a dy Married ma Mbum :-P

  5. Ina BeQi Soeulmates says :

    luluuuuu luluuuuu luluuuuuu…
    cuma mau blg ini OS DAEBAAAAAKKK^^
    ya Alla itu so eun hebat banget yaahh gmn kim bum gak makin cinta coba..
    #plaaaakk
    sebuah pengorbanan yg tulus akhir’a dpt hasil yg manis.. huhu..
    keeeerrrrreeeeeeeeennnn…
    d’tgg karya selanjut’a yaaaaahhh^^

  6. 라미 'Rahmi' says :

    huaaaaaaaaaaaaaaaaaaa luluuuuuuuuuuuu
    saya terharu………………… huhuhuhuhuhu

  7. nishaa says :

    huaaaaa……so sweeeeeeet bgt
    pengorbanan pasti berbuah kebahagiaan….^_^
    q mpe nangis waktu baca….

  8. dini ramadhani says :

    wow sedih plus terharu sama pengorbanan so eun dan kim bum
    akhirnya hye sun mau mengerti jg tentang perasaan so eun
    jempol untuk authornya,for Enno met ultah ya telat gpp donk

  9. negista says :

    keren keren
    lulu aku tak sanggup berkata2 lagi
    hua DAEBAK
    jadi ini maksud sms mu itu??
    cinta dan persahabatan emang sulit
    kim bum awalnya ma hye sun.. so eun relain
    tapi akhirnya kim bum ma so eun, hye sun yang relain
    kekekekeke

    lanjutkan dengan karyamu yang lain

  10. merli bumssosangeun says :

    hwaaa sedih banget awalnya bener-bener bikin mewek .
    ngebayangin kalo jadi soeun dan kim bum gmana !

    Ditunggu karya selanjutnya

  11. Enno BumSSo says :

    waaaahhhh . . .. mba lulu . . . .makasih banyak yaaaa. Q suka kadona ;) jd terharu saya :’)

    Q gak bisa coment byk nui mba . . .sudah tak bisa berkata-kata agy mbacana, ceritana sedih bgd . . . . .mpe aer mataQ kluar. habat bgd yak KSE bisa ngikhlasin Kb buat GHS.
    btw, pas kse nyanyi ntu, itu lagu apa ya mb??? ato mb lulu yg ngarang?

    owalah . . ..ternyata lovelycius ntu artina ntu toh . . . ..wuidiw dalem jg artina.

    terakhirna bener2 bikin terharu dah

  12. puchaabyzone says :

    annyoooooooonggggggggg authorrrrrr luluuuuuuuuuuu……

    wuaaaaaaa bener2 cemburu menguras hati buat soeun,,
    ckckckck sabar banget yah soeun liat kb ma hye sun..
    tapi akhirnya kesabarannya berbuah hasil yang manisssssssss….. :D ;D

  13. dae says :

    Bahasanya puitis banget, baguuuuus.
    aaaaa struggle so eun keren banget!

  14. monica says :

    bagus..^^
    d tunggu cerita baru lgi ya^^

  15. Afia says :

    Keren…

  16. purna says :

    akhirnya bersatu juga bumsso
    gra” hye sun jadi bumppa harus nikahin dia
    kasihan eunnie saat itu
    maun nangis deh jadinya
    tapi akhirnya ttp happy ending deh
    i like it….

  17. chandra bulan says :

    achhhh,,,,terharu bgt
    Akhirnya pengorbanan bumssoe berbuah manis,,,so sweet’lah
    LIKE IT!!!!!

  18. anes tia says :

    so sweet ndak nyangka kim so eun mempunyai jiwa yang begitu besar !!!!!
    klo boleh sy mau dong minta sedikit jiwanya soeun biar sy jdi orng sabar dan rela mengalah !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: