My Memories Are Falls Down (Episode 12)

Author: Rainbow D (X)
Main Cast: Kim So eun as Cha Ga eul, Kim Bum as Kim Yi Jung
Cast: All Star
Genre: Romantic/ Family/ Friendship
Type: Sequel

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita


“Jadi, kamu pacar oppaku?”tanya Ga eul.
“Dan kamu adik dari Donghae?”tanya Sae byeok. “Dunia benar-benar sempit ya!”
“Wah, aku senang sekali punya kakak ipar yang merupakan sahabatku sendiri!”seru Ga eul.
“Kamu pacar adikku?”tanya Donghae pada Yi Jung.
“Nee.”jawab Yi Jung.
“Tidak kusangka setelah tiga tahun yang lalu kau menjadi pacar adikku.”ucap Donghae.
“Tiga tahun yang lalu? Aku pernah bertemu denganmu ya?”tanya Yi Jung.
“Lho, kamu tidak mengingatnya? Tiga tahun yang lalu..” sebelum Donghae melanjutkan perkataannya, Ga eul menariknya.
“Apa yang terjadi padanya? Mengapa dia tidak mengingatku?”tanya Donghae begitu mereka berada di tempat yang sepi.
“Sebetulnya, dia..” Ga eul menceritakan semuanya.
“Jadi, dia hilang ingatan? Pantas. Ga eul, sejak bertemu lagi dengannya, kau sudah mengingat masa lalu lagi?”tanya Donghae.
“Aniyo, aku baru mengingatnya baru-baru ini, oppa jangan cerita soal kejadian tiga tahun yang lalu ya. Ayo, kita kembali ke meja.”ajak Ga eul. Kemudian ia dan Donghae pun menghampiri Yi Jung, Kang Jin, Sae byeok dan Hyemi yang sedang asyik mengobrol.
“Eonni dari mana saja?”tanya Hyemi.
“Aku sedang mendiskusikan sesuatu sama Donghae oppa.”jawab Ga eul. Kemudian, ia pun mengobrol dengan Sae byeok. Begitu juga dengan Donghae dan Yi Jung yang juga asyik mendiskusikan sesuatu karena mereka seumuran.
“Kang Jin, jadi pacar Ga eul eonnimu yang kau ceritakan itu dia?”bisik Hyemi.
“Nee, hebat kan?”
“Tapi, bukankah kabarnya dia kabur dari rumah ya?”bisik Hyemi lagi. “Kabarnya, dia memiliki Taeul Textile warisan eommanya kan?”
“Nee.”jawab Kang Jin.

***

Malamnya, di apartemen Ga eul..

“Bagaimana, asyik tidak hari ini??”tanya Donghae.
“Asyiikk!!”seru Ga eul dan Kang Jin bersamaan.
“Pasti asyik ya, kalau kita bisa memperkenalkan pacar kita pada eomma. Atau membawanya ke makam appa.”ucap Donghae.
“Betul juga, tapi aku belum siap.”jawab Kang Jin.
“Kalau aku sudah pernah mengajak Yi Jung ke makam appa.”ucap Ga eul.
“Jeongmall??”tanya Donghae.
“Nee. Dia yang ingin menemaniku, sebetulnya aku juga mengunjungi makam eommanya.”jelas Ga eul.
“Wah, aku bangga punya calon kakak ipar seperti dia. Tapi noona, waktu itu aku melihatnya bersama seorang anak kecil. Itu siapanya?”tanya Kang Jin.
“Itu adiknya yang berselisih lima belas tahun dengannya.”jawab Ga eul. “Nah, aku mau tidur dulu ya. Ngantuk.”
Ga eul pun masuk ke kamarnya. Donghae dan Kang Jin saling berpandangan.
“Hyung, kadang-kadang aku merasa noona hebat sekali punya pacar konglomerat besar. Tapi, bukankah itu akan menyulitkan? Bukankah banyak sekali wanita yang suka pada Yi Jung sunbae?”tanya Kang Jin.
“Betul, tapi aku yakin yang Yi Jung suka dari dulu adalah Ga eul. Tidak akan ada yang berubah sejak tiga tahun yang lalu.”ucap Donghae sambil tersenyum.

Sementara itu, di apartemen Yi Jung..

“Hyung, aku mau jalan-jalan sama Ga eul noona.”rengek Xia Tian.
“Waeyo?”
“Habis, saat bersama Ga eul noona aku merasa seperti bersama eomma. Boleh ya, hyung?”bujuk Xia Tian.
“Baiklah, hyung telepon Ga eul dulu ya.”ucap Yi Jung sambil mengambil HP-nya.
“Yoboseyo, Ga eul?”
“Nee, ada apa Yi Jung?”
“Besok kau ada kuliah?”
“Aniyo, waeyo?”
“Xia Tian ingin jalan-jalan bersamamu, tapi besok aku ada rapat di Taeul Textile. Ku bisa menjaganya?”
“Bisa dong! Wah, nggak sabar nih. Ketemuan dimana?”
“Di halte bus dekat rumahmu saja ya?”
“Siip, jam berapa?”
“Jam delapan pagi.”
“Oke.”
“Ya sudah, sudah dulu ya.”
“Nee.”
Yi Jung mematikan HP-nya lalu menatap Xia Tian. “Dia bilang dia bisa.”
“Horeee!!! Gomawo hyung, hyung memang yang terbaik di duniiaa!!”seru Xia Tian sambil memeluk Yi Jung. Yi Jung balas memeluknya dengan lembut.

***

Besoknya, di apartemen Ga eul..

“Ga eul, kau mau kemana?”tanya Donghae.
“Mau jalan-jalan sama adiknya Yi Jung, oppa.”jawab Ga eul.
“Yi Jung tidak ikut?”
“Aniyo, dia ada rapat.”jawab Ga eul.
“Wah, sepertinya calon kakak iparku sudah sibuk nih,”celetuk Kang Jin.
“Hush! Oppa, sepertinya aku akan pulang pada sore hari. Kalian ada rencana?”tanya Ga eul.
“Aku ada latihan hari ini. Minggu depan harus ikut olimpiade.”jawab Donghae.
“Kalau aku ada latihan drum.”jawab Kang Jin. “Malas banget!”
“Nggak boleh gitu dong! Itu kan impian appa untuk melihatmu menjadi pemain drum. Kau tidak jadi penyanyi lagi?”tanya Ga eul.
“Aku yang tidak mau.”
“Kalau Hyemi yang meminta?”goda Ga eul.
“Aku pasti mau!”seru Kang Jin. Donghae dan Ga eul tertawa.
“Ya sudah, oppa, Kang Jin, aku berangkat dulu ya.”ucap Ga eul sambil keluar dari apartemen.
Di halte bus..
“Ga eul noona!”seru Xia Tian yang sedang duduk di halte bus.
“Xia Tian, hyungmu sudah berangkat?”tanya Ga eul.
“Sudah, dia sangat terburu-buru. Ayo!”seru Xia Tian. “Kita ke taman, aku mau ngobrol sama noona.”
“Ayo!”seru Ga eul.
Di taman..
Ga eul dan Xia Tian duduk di salah satu bangku. Lalu, Ga eul memulai obrolannya.
“Xia Tian, kamu hanya tinggal berdua dengan hyungmu?”tanya Ga eul.
“Nee.”
“Waeyo? Kamu tidak ingin tinggal dengan appamu?”
“Habis, appa tinggal sama kakek. Kakek kan jahat sama hyung dan eomma, makanya aku minta sama hyung untuk tinggal bersamanya.”jelas Xia Tian.
“Hyungmu hebat ya?”
“Sangat. Dia sangat sabar mengurusku yang bandel ini. Hyung juga selalu bilang padaku agar aku selalu tegar. Padahal dia menderita.”
“Mengapa dia menderita? Aku kira dia sangat bahagia.”ucap Ga eul heran.
“Noona tidak tahu ya, hyungku kan kena amnesia tiga tahun yang lalu. Sejak itu, bila berusaha mengingat dia pasti akan sakit kepala dan harus minum obat.”jelas Xia Tian.
“Benarkah? Xia Tian, hyungmu tidak pernah berkata sesuatu tentang eommamu?”
“Pernah, bila aku menangis dan ingin melihat eomma, hyung bilang padaku kalau eomma itu ada di tempat tuhan yang indah sekali. Dan bila eomma melihatku menangis dia juga pasti sedih. Padahal aku tahu kalau hyung yang paling merindukan eomma. Sejak dulu, dia dekat sekali dengan eomma.”jelas Xia Tian.
“Kamu sangat menyayangi hyungmu ya?”
“Ya, aku menyayanginya lebih dari apapun. Aku selalu berdo’a agar dia bahagia. Tapi aku rasa do’aku sudah terkabul.”
“Apa maksudmu?”tanya Ga eul heran.
“Karena dia bertemu noona dan itu membuatnya sangat bahagia.”jawab Xia Tian sambil tersenyum. Ga eul pun tersenyum mendengarnya.

***

“Sae byeok, kita akan kemana hari ini?”tanya Donghae sambil menyetir mobilnya.
“Rahasia.”ucap Sae byeok.
“Hei, aku masih harus memenuhi utangku? Bukankah kita pacaran?”tanya Donghae.
“Pacaran bukan berarti mengubah segalanya kan?”goda Sae byeok. “Wah, sudah sampai.”
“Tunggu dulu, ini TK?”tanya Donghae
“Memang, masa’ SMA? Lihat saja, banyak anak kecil disana.”ucap Sae byeok. “Ayo kita turun!”
Donghae dan Sae byeok pun turun dan menghampiri seorang wanita yang tak lain adalah kepala sekolahnya.
“Selamat pagi, Ny. Kang,”sapa Sae byeok.
“Selamat pagi. Wah, kau mau menemani anak-anak bermain lagi?”tanya Ny. Kang. “Siapa pria di sebelahmu ini?”
“Ini Cha Donghae, pacarku. Donghae, ini Ny. Kang, kepala sekolah TK ini.”ucap Sae byeok. Donghae dan Ny. Kang berjabat tangan.
“Nah, sekarang kita main yuk! Ny. Kang, kami bermain dulu ya.”lanjut Sae byeok. Ny. Kang mengangguk.
“Anak-anak, ayo kumpul disini!”seru Sae byeok. Anak-anak TK itu berkumpul. “Masih ingat janji kakak kemarin? O ya, kenalkan, ini Kak Donghae, yang akan menemani kita bermain hari ini. Kalian pasti mengenalnya bukan??”
“Ya, ini Kak Donghae atlit itu kan??”tanya seorang anak.
“Bagus! Pintar sekali! Nah, sekarang kakak bagikan mainannya ya, ini gelembung sabun!”seru Sae byeok sambil membagikan satu botol gelembung sabun kae masing-masing anak. “Nah, sekarang kita tiup sama-sama ya! Satu, dua, tiga!”
Gelembung sabun pun ditiup. Donghae menatapnya, begitu indah. Gelembung-gelembung berterbangan.
“Hei, apa yang kau lakukan? Ayo tiup!”seru Sae byeok. “Nah, anak-anak, ketika gelembung ditiup kalian berputar ya. Sambil meniup sambil berputar, okee??”
“Okee!!”
Semuanya pun meniup gelembung lagi sambil berputar. Gelembung-gelembung pun ikut berputar dan terbang tinggi ke langit seakan-akan menggambarkan orang untuk meraih impian setinggi-tingginya.
“Kalian sudah siap?”tanya Sae byeok.
“Siap kak!”
Mereka pun membuka gulungan spanduk. Donghae menatapnya. Isi spanduk itu adalah: ‘Selamat Ulang Tahun Donghae’
“Bagaimana keren kan?”tanya Sae byeok. Dia memperhatikan mata Donghae yang berkaca-kaca. “Kamu kenapa?”
“Sudah lama sekali aku tidak merasa sebahagia ini sejak appaku meninggal. Gomawo.” Donghae memeluk Sae byeok. Anak-anak TK itu bersorak melihatnya.

***

Kang Jin dan Hyemi bergandengan tangan menuju ke sekolah. Banyak siswi yang iri pada Hyemi. Bagaimana tidak, Kang Jin adalah cowok populer yang terkenal tampan, keren, dan pintar bermain drum.

“Hai, Kang Jin.”sapa Baekhee (Eun Jung), teman kecil Kang Jin yang juga menyukainya. Ia melirik Hyemi. “Wah, ada murid yang tidak tahu sopan santun juga.”
“Apa katamu?!”seru Hyemi. “Masih mending dari pada murid genit sepertimu!”
“Mowago?!! Kau ini minta dihajar ya?!!”balas Baekhee.
“Sudah, sudah, kalian jangan bertengkar! Baekhee, kau jangan mencari masalah! Ayo Hyemi!”seru Kang Jin sambil menarik tangan Hyemi.
“Apa sih bagusnya cewek itu???”seru Baekhee.
“Bagusnya karena aku mencintainya.”jawab Kang Jin tanpa menoleh ke belakang. Baekhee menatapnya dengan kesal.
Di kelas..
“Hai Kang Jin! Aku dengar kau bertengkar dengan Baekhee ya?”tanya Jason.
“Sudah jangan dibahas.”ketus Kang Jin.
“Wah, ini Hyemi ya? Annyeong, Jason imnida.” Jason mengulurkan tangannya. Hyemi membalasnya. “O ya, sebaiknya aku kenalkan kau dengan pacarku ya! Pilsook sini!”
Pilsook (IU) menghampiri mereka. “Ada apa?”
“Kenalkan, ini Ko Hyemi. Hyemi, ini Kim Pilsook.”ucap Jason. Hyemi dan Pilsook pun berjabat tangan.
Pada saat istirahat..
Kang Jin dan Jason sedang latihan di ruang musik sementara Hyemi dan Pilsook makan siang di kelas.
“Kamu hebat ya,”ucap Pilsook.
“Apanya?”tanya Hyemi.
“Kamu dapat meluluhkan hati Kang Jin. Habisnya, belum ada cewek yang bisa meluluhkan hatinya.”
“Biasa saja, Pilsook, mengapa kau mau berteman denganku?”tanya Hyemi. “Aku kira aku dibenci karena berpacaran dengan Kang Jin.”
“Karena kita sama. Aku juga dibenci karena berpacaran dengan Jason. Jason kan juga populer.”jawab Pilsook. “O ya, kau tahu mengapa Kang Jin populer?”
“Belum.”
“Dia itu, selain cool pernah menjuarai lomba main drum lima kali. Kau kenal kedua kakak Kang Jin?”
“Iya.”
“Kakaknya yang pertama, Cha Donghae kan atlit olahraga yang berkali-kali menang dalam olimpiade. Kakaknya yang kedua, Cha Ga eul kan berkali-kali menjuarai lomba memasak bahkan selama sebulan mendapat beasiswa kuliah di Paris. Benar-benar keluarga yang berbakat ya?”
“Nee. Aku juga berkenalan dengan pacar-pacar kakaknya.”ucap Hyemi.
“Siapa, siapa?!!”seru Pilsook.
“Pelan-pelan dong. Pacar-pacar mereka orang-orang yang terkenal.”
“Siapa namanya?”tanya Pilsook.
“Jaga rahasia ya?”
“Nee.”
“Pacar kakak laki-lakinya, Jang Sae byeok pewaris SK group. Pacar kakak perempuannya, Kim Yi Jung, anggota F4. Kau pasti sudah tahu kan?”
“Ya tuhan, Kang Jin beruntung sekali. Kakak iparnya keren-keren!”seru Pilsook.
“Pilsook, pelan-pelan dong!”
“Hyemi, kau beruntung ya, bisa sekeluarga dengan orang-orang yang terkenal. Kamu jangan melepaskan Kang Jin ya.”pesan Pilsook.
“Ya, aku akan terus bersamanya, apapun yang terjadi.”ucap Hyemi sambil tersenyum.

***

“Noona, sebentar lagi hari valentine ya?”tanya Xia Tian.
“Sepertinya, memang kenapa?”tanya Ga eul.
“Asyyiik, aku suka hari valentine!”seru Xia Tian. “Bisa dapat cokelat!”
“Ha..ha..ha, kamu ini,”ucap Ga eul sambil tertawa. “Hyungmu akan menjemputmu?”
“Nee, itu dia hyung!!”seru Xia Tian sambil berlari kearah Yi Jung yang sudah ada di tempat parkir. Ga eul mengikutinya.
“Hyung, kok lama sekali? Aku sebel nih,”ucap Xia Tian dengan muka cemberut.
“Kamu sudah lama menunggu ya?”tanya Yi Jung.
“Sangat, ya kan Ga eul noona?”tanya Xia Tian pada Ga eul.
“Betul! Kau ini lama sekali!”seru Ga eul.
“Wah, noona mirip sama eomma ya, kompak sama aku.”celetuk Xia Tian. Yi Jung terdiam. Ga eul berusaha mencairkan suasana.
“Xia Tian, disana ada yang jual teddy bear tuh, kamu nggak mau?”tawar Ga eul.
“Teddy bear? Mauuu!!!”teriak Xia Tian sambil berlari ke arah penjual teddy bear.
“Kau tidak apa-apa?”tanya Ga eul pada Yi Jung.
“Aku tidak tahu, aku merasa sedih saat Xia Tian mengungkit soal eomma. Tapi bagaimanapun juga dia juga masih kecil. Sudah pasti dia menanyakan eomma.”jawab Yi Jung.
“Kalau dia menanyakan tentang eommanya apa yang kau jawab?”tanya Ga eul.
“Aku bilang kalau eomma berada di tempat yang sangat indah. Dia selalu tersenyum sekarang. Jawabanku tidak sepenuhnya bohong kan?”tanya Yi Jung.
“Nee, aku rasa eommamu sedang melihatmu sekarang.”ucap Ga eul.
“Dia pasti senang melihatmu bersamaku. Ayo, itu Xia Tian sudah memanggil!”seru Yi Jung sambil menarik tangan Ga eul.
Di mobil..
Xia Tian tertidur di bangku belakang sambil memeluk teddy bearnya. Yi Jung tersenyum melihatnya.
“Sejak kapan kau mengurus adikmu?”tanya Ga eul.
“Sejak aku berumur tujuh belas tahun, waeyo?”tanya Yi Jung.
“Aniyo, mengapa kau tidak tinggal bersama appamu saja?”tanya Ga eul. “Jadi kau bisa bebas kan?”

“Bebas sih bebas, tapi appaku tinggal bersama kakek. Kakek terlalu sering menghina aku, eomma dan bahkan Xia Tian. Mending bersihin ompolnya Xia Tian dibanding tinggal sama kakek.”
“Tapi, sebenarnya kau ingin tinggal bersama appamu kan?”tanya Ga eul.
“Sebenarnya iya, tapi masa’ aku harus ngajak appa ikut-ikutan kabur dari rumah? Nggak lucu dong ceritanya.”ucap Yi Jung sambil tertawa.
Ga eul menatapnya. “Kau pura-pura kuat kan?”tanyanya. Yi Jung terdiam.
“Benar dugaanku kan? Aku yakin kau tidak mungkin tidak merasa menderita.”lanjut Ga eul.
“Buat apa aku menderita kalau disampingku sudah ada kamu, Ga eul-yang?’ujar Yi Jung.
Ga eul terdiam. Hatinya terasa sakit bila Yi Jung memanggilnya seperti itu. Persis seperti tiga tahun lalu. Sama sekali tidak ada yang berubah.
“Yi Jung, aku mampir ke mini market sebentar ya.”ucap Ga eul. Yi Jung menghentikan mobilnya. Ga eul langsung keluar dari mobil Yi Jung.
“Aduh, bagaimana ini aku tidak sanggup menatap matanya sekarang.”gumam Ga eul. Tiba-tiba, ia menabrak seseorang.
“Mian,”ucapnya.
“Lho, kamu Ga eul kan?”tanya orang itu. Ga eul menatap orang itu.
“Woo bin sunbae?”

Di kafe…

“Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu lagi.”ucap Woo bin sambil meminum jusnya.
“Aku juga.”jawab Ga eul.
“Ga eul, aku masih belum mengerti kenapa waktu itu kau meninggalkan aku?”tanya Woo bin.
Karena Yi Jung. Batin Ga eul dalam hati.
“Mengapa kau tidak menjawabnya? Jangan bilang kalau kau mempunyai cinta yang baru. Ga eul, aku masih sangat mencintaimu.”ucap Woo bin.
“Memang karena itu, aku sudah punya pacar sekarang.”jawab Ga eul. “Jadi sebaiknya sunbae juga mencari pacar baru sekarang.”
“Siapa namanya? Apa dia lebih baik dariku?”tanya Woo bin.
“Aku tidak tahu. Mungkin tidak, tapi aku mencintainya.”jawab Ga eul.
“Tak dapatkah kau membuka hatimu untukku? Aku masih sangat mencintaimu Ga eul.”ucap Woo bin.
“Mian, tapi kalau kita berpacaran kita berdua yang akan sakit.”jawab Ga eul. “Karena itu sebaiknya sunbae melupakanku. Itulah yang terbaik.”
“Aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan cintamu Ga eul! Ingat itu!”seru Woo bin sambil beranjak pergi dari kafe itu. Ga eul hanya menatapnya.
Tuhan, mengapa perasaanku tidak enak saat ini?Mengapa aku merasa Woo bin sunbae serius akan ucapannya? Batin Ga eul.

***

“Ga eul kemana sih? Setengah jam ditungguin malah nggak balik-balik. Padahal Xia Tian ngompol nih,”keluh Yi Jung sambil melirik kea rah jam tangannya.
“Yi Jung!”
Yi Jung menoleh dan tersenyum. “Woo bin!”
Woo bin menepuk pundak Yi Jung. “Sedang apa kau disini?”
“Aku sedang menunggu pacarku. Dia sedang ke mini market. Tapi sudah setengah jam dia tidak kembali.”
“Jeongmal? Tadi aku juga bertemu dengan pacarku dulu.”ucap Woo bin. Raut wajahnya terlihat murung. “Dia bilang dia sudah punya pacar. Tapi aku akan berusaha mendapatkan hatinya lagi.”
“Semoga berhasil kawan.”ucap Yi Jung sambil tersenyum.
“Siip, aku duluan ya.”ucap Woo bin sambil beranjak pergi.
“Ya sampai nanti.”ucap Yi Jung.
Lima menit kemudian..
“Yi Jung! Mian, kelamaan nunggu ya?”tanya Ga eul.
“Ya iyalah, kamu ngapain saja sih? Xia Tian ngompol tuh, mobilku jadi bau pesing.”keluh Yi Jung.
“Terus apa hubungannya denganku?”tanya Ga eul polos.
“Gara-gara kamu aku jadi harus menunggu!”seru Yi Jung kesal.
“Mian.”ucap Ga eul dengan nada menyesal.
“Aku maafkan, tapi dengan satu syarat.”
“Apa?”
“Cium aku.”ucap Yi Jung sambil menunjuk kea rah bibirnya. “Sejak pertama kali pacaran sampai sekarang kau belum pernah menciumku.”
“Tapi masa’ di depan umum seperti ini?”tanya Ga eul.
“Aniyo, di mobil saja.”
“Tapi kan ada Xia Tian?”
“Xia Tian lagi tidur. Ayo!” Yi Jung menarik tangan Ga eul.

Di mobil,

“Sudah siap?”tanya Yi Jung. Ga eul mengangguk. Yi Jung mencium bibirnya. Mereka berciuman.
Beberapa menit kemudian..
“Ah, aku baru ingat sesuatu! Yi Jung bisakah aku minta bantuanmu?”pinta Ga eul.
“Apa?”tanya Yi Jung. Ga eul membisikkan sesuatu di telinganya. “Aku setuju! Kau tidak telpon Kang Jin?”
“Betul juga!”seru Ga eul sambil mengambil HP-nya lalu menelepon Kang Jin. “Yoboseyo Kang Jin, bagaimana kalau kita..”

***

“Sae byeok, gomawo.”ucap Donghae ketika mereka dalam perjalanan pulang.
“Dalam hal apa?”
“Kejutan yang kau berikan.”
“Donghae, kau sudah mengatakannya sepuluh kali.”keluh Sae byeok.
“Habis, baru kali ini ada yang memberikan kejutan seindah itu padaku.”
“Memangnya Ga eul dan Kang Jin tidak pernah memberi kejutan padamu?”tanya Sae byeok. Dia tahu persis Ga eul sangat suka memberi kejutan.
“Sering, tapi menurutku ini yang terindah karena aku merayakannya bersama orang yang kucintai.”ucap Donghae.
“Gombal!”ucap Sae byeok dengan muka tersipu.
“Kenapa kau tidak menyalakan lagu? Aku nyalakan ya!” Donghae menyalakan radio di mobil itu.

Hari ini adalah hari ulang tahun oppaku, namanya.. Cha Donghae!! Kalian pada tahu kan? Itu lho atlit olahraga yang keren banget! Karena itu, hari ini saya, Cha Ga eul dan adik saya, Cha Kang Jin, akan memberikan hadiah untuknya.
Selamat Ulang Tahun, kami ucapkan.
Selamat panjang umur kita kan doakan.
Selamat sejahtera sehat sentosa
Selamat panjang umur dan bahagia

Bagaimana hyung menyukainya tidak? Gomawo telah sabar merawat aku dan noona. Kami tahu kalau kami ini bandel dan menyusahkan. Kami bangga punya hyung yang sehebat itu.

Iya oppa, nanti tiup lilin dan potong kuenya di rumah saja ya? Oppa pulang cepat. Ok?? Baiklah para pemirsa, mian sudah mengganggu bagi kalian yang ingin mendengar lagu. Ayo, lagunya diputar lagi!

“Lho, ini kan suara Ga eul dan Kang Jin?”tanya Sae byeok, ia memperhatikan mata Donghae yang berkaca-kaca. “Kau terharu ya, beruntung sekali punya adik-adik seperti mereka. Selalu banyak ide!”
“Ini benar-benar ultahku yang terindah. Aku mendapat dua kejutan yang tak terduga!”seru Donghae. “Ingin rasanya aku berteriak dan berharap semua kebahagiaan ini tidak akan pernah berakhir!”
“Tentu saja ini tidak akan berakhir! Orang baik sepertimu sudah sepantasnya mendapatkan kebahagiaan seperti ini!”ucap Sae byeok sambil tersenyum.

***

Malamnya..

“Selamat ulang tahun, oppa!!”seru Ga eul.
“Selamat ulang tahun, hyung!!”seru Kang Jin. Kang Jin dan Ga eul memeluk Donghae.
“Gomawo.”ucap Donghae sambil memeluk mereka.
“O ya, masih ada satu kejutan lagi! Ayo oppa!”seru Ga eul sambil menarik Donghae ke dapur.
Di dapur, ada kue ultah rasa cokelat dengan lilin 20.
“Wah, kelihatannya enak sekali..”ucap Donghae. “Siapa yang membuatnya?”
“Tentu saja aku, Cha Ga eul!!”seru Ga eul sambil menepuk dadanya.
“Hei, jangan lupa aku. Seharian ini aku disuruh noona untuk membeli ini itu.”gerutu Kang Jin.
“Ha..ha, ayo kita makan bersama!”ajak Donghae. Mereka bertiga pun makan bersama. “Ngomong-ngomong, bagaimana kalian bisa menumpang ke saluran radio itu?”
“Siapa lagi kalau bukan karena pacar noona. Ya kan?” Kang Jin menyikut lengan Ga eul.
“Iya, penyiar yang lain terkejut melihat Yi Jung yang tak lain adalah anggota F4 dan pewaris Kim’s Group. Setelah itu dia menjelaskan tentang hal itu dengan killer smilenya. Selesai deh!”jawab Ga eul.
“Ha..ha.., tapi kamu tidak cemburu Ga eul? Kan banyak wanita yang suka pada Yi Jung?”tanya Donghae.
“Aniyo, aku kan tahu Yi Jung hanya menyukaiku.”jawab Ga eul sambil nyengir.
“Ciee.. romantis banget nih, noona!”goda Kang Jin. “O ya hyung, Sae byeok noona memberimu kejutan tidak?”
Donghae malah senyum-senyum sendiri mengingat kejadian tadi.
“Hyung?”panggil Kang Jin. “Kok melamun? Wah, ada SMS dari Hyemi.”
Kang Jin asyik membaca pesan dari Hyemi sementara Donghae masih mengingat momennya tadi bersama Sae byeok.
“Waaa!! Ada ulaarrr!!”seru Ga eul tiba-tiba.
“Waaa!!!”seru Donghae dan Kang Jin.
“Kalian kenapa?”tanya Ga eul sambil mengambil air putih.
“Kata noona ada ular..”ucap Kang Jin masih ketakutan.
“Iya, sekarang dimana ularnya?”tanya Donghae berusaha mengatur napasnya.
“K-e-t-i-p-u, ketipu! Kalian sih, asyik sama gadisnya masing-masing! Ha..ha..” Ga eul tertawa. “Kita semua kan takut ular. Kalau beneran ada ular aku pasti udah lompat ke meja!”
Kang Jin dan Donghae menatap kesal kea rah Ga eul.
“Awas kau ya!!”seru mereka sambil mengelitiki Ga eul.
“Ha..ha.. ha, udah, udah, aku nggak bisa napas!” Ga eul berlari ke kamarnya. Sementara Kang Jin dan Donghae tertawa melihatnya.

Di kamar Ga eul..

“Wah, wah, kelitikan mereka bikin aku merinding!”ucap Ga eul lalu duduk di atas meja belajarnya. Dia melirik kea rah jam beker di samping deretan buku. “Wah, sejak tiga tahun yang lalu tidak pernah berubah ya!”
Ga eul mengingat masa saat dia mendapat jam beker itu.

FLASHBACK

“Ya sudah, eh, ada yang ingin kuberikan padamu! Sebentar ya,”ucap Yi Jung. Kemudian, ia mengambil sesuatu dari tasnya. Ga eul memperhatikannya.
“Nah, ini dia! Coba dibuka!”seru Yi Jung sambil menyodorkan sebuah kotak. Ga eul pun membukanya.
“Jam beker?”tanya Ga eul.
“Supaya kau tidak terlambat lagi! Aku bosan melihatmu dihukum mengepel terus!”
“Gomawo!”seru Ga eul, sambil memeluk Yi Jung.

END OF FLASBACK

“Kapan kau akan ingat Yi Jung, masa tiga tahun yang lalu, bagaimana bisa kau lupakan kenangan indah itu? Tahukah kau, melihatmu yang tidak tahu apa-apa seperti itu membuatku sakit?”gumam Ga eul sambil memeluk jam beker itu.
***
“Xia Tian, bagaimana, tadi asyik nggak main sama Ga eul noona?”tanya Yi Jung.
“Asyik bangeett!! Tapi hyung, melihat wajah Ga eul noona sepertinya tidak asing ya? Pernahkah aku menemuinya dulu?”tanya Xia Tian.
“Aniyo, seingatku kamu baru pertama kali bertemu dengannya tahun ini.”jawab Yi Jung.
“Hyung, sebentar lagi valentine ya, hyung dapat berapa puluh cokelat ya tahun ini??”tanya Xia Tian.
“Memangnya kenapa?”tanya Yi Jung sambil mengelus rambut Xia Tian.
“Kemarin kan aku yang habisin cokelatnya hyung ya??”tanya Xia Tian. “Kayaknya tahun ini ada satu cokelat yang nggak boleh kumakan nih.”
“Cokelat apa?”
“Cokelat dari Ga eul noona! Pasti hyung langsung jitak aku, iya kan!” Xia Tian tertawa lalu berlari ke kamarnya. “Sang jagoan mau tidur dulu! Supaya besok bisa melindungi sesama!”
Yi Jung tertawa melihatnya. Tuhan, aku harap kebahagiaan ini tidak akan berakhir. Aku rela untuk melepaskan kekuasaanku demi Xia Tian dan Ga eul. Jangan biarkan aku kehilangan kedua orang yang sangat berarti untukku setelah aku kehilangan eommaku. Batin Yi Jung dalam hati.

***

Besoknya, di apartemen Ga eul..

“Selamat pagi semuanya!!”sapa Ga eul sambil menyiapkan roti panggang untuk sarapan.
“Pagi..”sapa Donghae dan Kang Jin sambil menguap.
“Kok pada nggak ceria hari ini?”tanya Ga eul.
“Bukannya nggak ceria, kami nonton bola sampai malam..”jawab Donghae. “Ga eul, ini kan hari Minggu, bolehkan kita tidur lagi?”
“Tapi sarapan dulu! Nanti makanannya sayang kalau nggak dimakan!”seru Ga eul. Donghae dan Kang Jin pun menyantap makanan mereka dengan malas-malasan.

KRIINGG!!

“Aduh, siapa ya yang menelepon pagi-pagi begini?”gumam Ga eul sambil berlari untuk mengangkat telepon.
“Yoboseyo..”
“Yoboseyo, apa ini rumah keluarga Kang Young Ae?”
“Betul, ini dengan siapa ya?”
“Anda sendiri siapanya?”
“Saya Cha Ga eul, putrinya, mian, ini dengan siapa ya?”
“Ini dengan pengurus rumah sakit jiwa, ingin memberitahukan. Eomma anda sudah sembuh dan bisa dibawa pulang hari ini juga.”

“Apa?!”

TBC

Wah, eomma Ga eul sudah sembuh!
Kira-kira bagaimana kelanjutannya ya??
Saksikan saja di, My Memories Are Falls Down Episode 13!

About these ads

Tags: ,

7 responses to “My Memories Are Falls Down (Episode 12)”

  1. amniminry says :

    wah, akhirnya, eommanya sembuh
    wo bin bakal ngelakuin apa ya? gimana reaksi dia stlh tau, yi jeong pacar ga eul? next part ditunggu

  2. SaRy aj0w says :

    Mian nie b4,aQ yg salah ato gmna yaw?td bca part awal aQ dah bingung,tb2 yijung+gaeul dah pcaran..setauQ part sblum’y blum de..tyta wkt 0pen arsip ff nie yg trakhr part 9 loh..yg 10+11 mana th0r??ahahaha mf ye aQ reader bumss0 sjati,jd aQ pgen yg full st0ry..tq

    • Rainbow D(x) says :

      Aku juga ya.. mungkin lupa ngepost yang ke-10 dan ke-11. Tapi udah kukirim kok. Mian kalau bingung ya! Buat semua mates.. maaf kalau pada bingung ya1

  3. bumssoindo says :

    all mian untuk part 10 dan 11 sudah d post besok,,happy reading

  4. JOannnnnnna says :

    lanjutan nya kapan nih ? kya XD

  5. kim sohyun says :

    wah…wah…wah…

    baru nyadar kok gaeul ga prnah jenguk omma’a di RSJ ya?? tba2 dpet tlpon ud smbuh..

  6. SintiaBumsso/@SintiaBumsso17 says :

    Uahh keereeeenn banget lanjut baca :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: