Flower Language

Author : Amel Chun

Main Cast: So Yi Jeong, Chu Ga Eul

Genre: Romantic

Type: One shoot

WARNING : ini kisah lain akan hubungan So Yi Jeong dengan Chu Ga Eul. Jangan berharap readers akan menemukan kelanjutan BBF atau inti cerita dari drama mereka yang dahulu. Karna dari awal udah beda kan? Ekekeke.. Hanya memakai nama mereka disana. Ok! Cukup capcipcus’nya. Happy Reading gals~

Jalanan pertokoan pinggir kota yang asri ini masih seramai biasanya dengan para pejalan kaki yang entah berjalan dengan hewan peliharaan nya, pulang dari kerja, atau sekedar berjalan santai sore biasa. Nampak dari kejauhan seorang pemuda berjalan tenang menapaki kaki nya melewati rentetan toko setelah berlari kecil menyebrangi zebra cross dari sisi jalan lain. Sore yang hampir menjelang menuntut sebagian pemilik toko mengemas diri untuk pulang dan kembali lagi esok hari. Misalnya salah seorang pegawai Caffee Perancis yang baru saja dilewati sang pemuda telah memutar notice ‘open’ menjadi ‘close’ yang tersemat di pintu kaca depan caffee tersebut. Kini pemuda itu sedikit mengeratkan blazzer hitam yang ia kenakan. Sebuah blazzer hitam dengan badge tersemat disana. Entahlah, sebatang rokok yang terselip di ujung bibirnya tak terlalu menandakan kalau dia pemuda ‘biasa’.

“Khikhikhi..” tak jarang beberapa gadis yang berpapasan dengan nya menggumamkan cekikian kecil untuk memuji pesona yang terkuar dari diri sang pemuda. Alhasil sekilas senyum pemuda itu berikan sebagai balasan nya, cukup untuk membuat sang gadis terlena. Ia tetap melanjutkan langkah panjangnya. Namun ia berhenti sejenak di depan sebuah toko cukur rambut saat suara tawa khas yang tak asing ditelinganya menginterupsi.

“Yohohoho, apa kau ingin mencukur rambut, So Yi Jeong?” seorang kakek-kakek bergaya nyentrik dengan rambut nyaris putih melambaikan tangan kepada sang pemuda dari dalam toko miliknya tersebut.

“Tidak untuk kali ini, kakek!” pemuda bernama Yi Jeong hanya menanggapi ringan dan melambaikan tangan kembali. Dibenarkan sejenak tas yang terselempang di bahu kanan pemuda tersebut. Mata pemuda itu kini melirik sebuah toko disebelahnya. Sebuah toko yang terlihat teduh. Aroma berbagai bunga mulai menguar sejak dia berhenti disitu. Terlihat beberapa deluxe table flower dan flowers in vase yang terjajar apik di sepanjang pintu masuk toko. Yi Jeong mulai melangkahkan kaki nya kembali. Tujuan nya sudah jelas, toko langganan yang jadi favorit sang pemuda, Hana Florist.

—————–

‘Kring..’ sebuah bunyi nyaring terdengar saat sang pemuda memasuki toko. Mungkin bel kecil di atas pintu penyebabnya.

“Sepertinya aku tak perlu mengucapkan selamat datang”, terlihat seorang wanita berambut hitam panjang terurai sedang berdiri membelakangi pintu masuk. Sejenak terlihat sekilas wanita tersebut sedang merangkai bunga kering yang tersebar di meja panjang yang biasanya digunakan untuk mengajar kursus merangkai bunga setiap pagi di toko tersebut.

“Apa kau tak suka kedatangan pelanggan tampan?” Yi Jeong mulai masuk lebih dalam dan mengedarkan pandangan nya menjejali isi toko. Sang wanita berbalik, wajah ayu nya tersenyum hangat melihat sosok pemuda yang sangat ia kenal itu baru saja menghembuskan asap rokok yang ia hisap.

“Namun sepertinya bukan untuk pengunjung pembawa asap rokok yang tidak terlalu sehat untuk tanaman tentunya!” Yi Jeong hanya terkekeh pelan dan mematikan puntung rokok nya lalu membuang nya ke ranjang sampah dekat meja kasir, “Baiklah, tidak lagi kan?”

Wanita itu hanya kembali tersenyum dan melanjutkan kegiatan nya yang tertunda. “Lusa kau baru saja membeli setangkai Michaelmas Daisy dan kemarin kau membeli beberapa bucket Rose Thornless. Entah apa yang akan kau beli sekarang..” wanita yang mengenakan baju terusan sederhana berwarna ungu lavender dengan cardigan violet tersebut mulai membuka obrolan kembali. “Coba aku terka berapa perempuan yang telah mabuk kepayang dan sakit hati karenamu. Hmm… Lebih dari lima kurasa dengan survey pembelian kedua bunga itu minggu ini”.

“Tenang saja Ga Eul-yang, kau tak perlu khawatir tentang hal itu..” Yi Jeong membalas singkat, matanya terus mencari –mengelilingi jajaran bunga di florist ternama tersebut.

“Memang apa yang harus aku khawatirkan? Tak ada yang harus aku khawatirkan dari pemuda SMA seperti mu!” kikih merdu wanita yang memiliki panggilan Ga Eul tersebut. Yi Jeong hanya menghela nafas dan ikut tertawa pelan, “Tak salah kalau kau begitu banyak menyimpan Yellow Tulip untuk memberikan nya padaku sebagai perlambang cinta yang bertepuk sebelah tangan”.

Ga Eul kini tak terlalu mengindahkan ungkapan sang pemuda tampan, jemari lentik nya kini telah selesai membuat sebuah bucket bunga meja yang cantik. Ia angkat perlahan hasil karya nya itu dan meletakan nya di jajaran rak wadah kreasi merangkai bunga nya.

“Aku sepertinya sekarang sudah lumayan mengerti tentang bahasa bunga..” Yi Jeong mulai menceletuk kembali setelah sekian menit berlalu. “Benarkah ?” Ga Eul masih saja membenahi rak merangkai bunga miliknya.

“Bagaimana kalau aku memberikan setangkai bunga Mignionette ini untuk mu?” Ga Eul menatap Yi Jeong yang kini berhadapan dengannya dan membawa sebuah tangkai bunga Mignionette. Mungkin bunga inilah yang sedari tadi dicari sang pemuda dari awal ia melangkahkan kaki masuk ke toko ini.

“Kemampuanku melebihi pesonaku?” Yi Jeong hanya mengangkat alis nya sambil tersenyum seperti mengisyaratkan ‘seperti itulah mungkin’. Ga Eul menarik garis bibirnya kembali menjadi lengkungan senyum. “Tunggu!” langkah jenjang nya berjalan cepat menuju meja kasir. Disentuhnya sebuah vas kaca bening sebagai wadah beberapa tangkai bunga dengan media tumbuh air di samping mesin kasir. Ga Eul melihatnya sebentar sembari tersenyum –menggeser sedikit kedepan vas tersebut dari posisi awal. Yi Jeong mengangkat alisnya kembali, pertanda dia sedikit memproses arti tindakan wanita berparas ayu tersebut.

“Balasan bahasa bunga untukku?” Ga Eul hanya tersenyum kembali sebagai tanda meng-iya-kan pernyataan Yi Jeong.

“Ah, kalau begitu aku tahu artinya!” Mata pemuda itu berbinar-binar seakan membuat bentuk hati menatap tanaman dengan tangkai hijau kecil dan kelopak bunga tipis berwarna ungu dalam vas tersebut. “Pasti artinya kau sangat mencintaiku kan, Ga Eul-yang?”

Ga Eul hanya menggeleng pelan dengan kelakuan pemuda yang lebih muda 5 tahun darinya tersebut, “Kemampuan bahasa bunga mu sepertinya masih kurang”.

“Tapi artinya pasti menunjukan kurang lebih seperti itu kan, Ga Eul-yang?” Yi Jeong masih saja berharap wanita tersebut mengatakan ‘iya’ untuk harapan sekilasnya tadi. Benar saja, sebenarnya Yi Jeong masih belum mengerti berbagai macam arti bunga. Maka dari itu ia ada di sini. Selain dapat menemui wanita yang sudah dikenalnya dari kecil itu, juga untuk sedikit mengerti lebih jauh tentang toko bunga ini. Tentu termasuk mempelajari bahasa bunga.

“Pelajaran untukmu, Delphinium, kau tak boleh mempermainkan perasaan wanita…” Ga Eul mengembalikan vas bunga itu kembali ke tempatnya semula.

“Eh? Aku selalu bersungguh-sungguh mencintai ladies di dunia ini.” Yi Jeong mulai membara-bara. Dia kini berpose layaknya pangeran gagah apalagi setelah ia mengambil asal bunga mawar yang ada di sebelahnya dan menggigitnya hati-hati di mulut pemuda itu, sempurna. Tangannya terangkat bagaikan para pujangga dan matanya ia pejamkan, “Oh ladies. Aku hidup untuk melindungimu. Aku hidup untuk menjadi penja-“. ‘TUK!’

Ga Eul memukul singkat kepala Yi Jeong dengan seikat tusuk lidi kecil yang ia ambil dari meja kreasi bunganya. “Kau masih sekolah, jangan berpikir hal yang tidak-tidak. Belajarlah yang rajin!” Yi Jeong hanya mencibir sejenak sembari mengusap bagian kepalanya yang menjadi korban pemukulan, walau nyatanya tak sakit sama sekali.

“Kau memang tak pernah berubah dari kecil dengan sifat womanizer mu..” Ga Eul melirik sejenak alat penunjuk waktu yang tersemat manis di pergelangan tangan kirinya. “Sudah hampir setengah enam lebih. Ayo bantu aku berkemas untuk menutup toko ini!” dengan arahan singkat Ga Eul, Yi Jeong langsung bergegas untuk membantu merapikan alat dan bahan merangkai bunga kering yang berserakan di atas meja. “Apapun untukmu, Mademoiselle”.

Menit-menit selanjutnya diwarnai dengan kikikan tawa diantara mereka. Mereka sudah cukup lama mengenal untuk menciptakan suasana akrab diselingi candaan ringan tersebut. Sampai akhirnya sebuah bel sepeda dari luar menginterupsi kegiatan mereka.

‘Kring..Kring’ Yi Jeong dan Ga Eul langsung menoleh ke arah luar pintu masuk yang terbuka sehingga menampilkan sosok yang mengenakan sepeda sedang berhenti di depan toko tersebut. Yi Jeong terdiam.

“Ga Eul onnieeeee~!” gadis berambut hitam dengan perawakan bertubuh kecil itu tersenyum riang sambil melambaikan tangannya dengan penuh semangat. Yi Jeong terdiam.

“Terima kasih untuk pot tanaman jeruk kecil pemberianmu ini!” Gadis itu masih tersenyum lebar sambil menunjuk pot kecil yang ada di keranjang depan sepeda. Yi Jeong terdiam.

Ga Eul hanya tersenyum sekilas menanggapi luapan semangat dari gadis manis itu, “Tak masalah, So Eun.” Yi Jeong masih dan tetap terus terdiam.

“Baiklah kalau begitu aku pulang dulu. Bye, So Eun onnieeee~” setelah melambaikan tangan nya lagi gadis tersebut langsung bergegas mengayun sepedanya menghilang dari depan toko tersebut. Ga Eul melirik sekilas pemuda disebelahnya. Dia masih terdiam sejak dari tadi. Sudahlah, Ga Eul sudah dapat menerka apa yang akan terjadi selanjutnya dengan pemuda yang memiliki paras tampan tersebut.

“HUWOOOOOOOOGH! Siapa itu Ga Eul yang?” Ga Eul hanya menghela nafas mendapati perubahan kelakuan yang cukup signifikan ditunjukan oleh pemuda tersebut, sesuai praduganya. Kemudian wanita itu hanya tersenyum dan menggeleng pelan melihat Love Hurricane khas sang pemuda. “Dia So Eun. Pegawai baru toko buku ‘Bellemere’, dua toko setelah toko ini”

“Ga Eul-yang! Aku butuh bunga yang menandakan ‘cinta pada pandangan pertama’ yang sangat membara untuknya saat ini!” Yi Jeong tak henti-hentinya meluapkan perasaan nya yang membuncah melihat sosok gadis tadi. Ga Eul kembali tersenyum dan mengambil pot bunga kecil di rak tanaman hiasnya. Entah bagaimana senyum itu terlihat berbeda kali itu. Akhirnya dia memberikan pot bunga dengan tanaman kecil berdaun menyirip panjang tipis dan bunga hampir menyerupai Kamboja berwarna putih semu merah muda kepada Yi Jeong.

“Tunggu pangeranmu ini, So Eun-ku sayaaaaaang!” dengan secepat kilat Yi Jeong bergegas mengejar gadis manis yang sepertinya sudah pergi jauh itu. Ga Eul tersenyum penuh arti, ‘Seharusnya dia tahu kalau yang dibawanya tadi adalah Oleander’. Senyuman itu perlahan jadi kikikan pelan, ‘Tak apalah, setidaknya aku bisa memperingatkan So Eun akan ‘keberadaan’ pemuda yang akan terus mengejarnya itu’.

Ga Eul kembali melanjutkan acara membenahi tokonya tersebut untuk segera menutupnya. Suasana di luar kini juga sudah mulai meredup. Tangan terampilnya mulai bergerak cepat menandakan ia sudah biasa sendiri mengurus toko ini. Sepuluh menit berlalu dan Ga Eul siap untuk menutup toko bunganya. Ia berjalan mendekati meja kasir sejenak, ingin mengambil mantel di rak bawah meja kasir. Wanita berusia 28 tahun tersebut menjongkokan dirinya sejenak mencari mantelnya.

Dia terdiam seperkian detik, sepertinya dia tak meletakan mantelnya disitu hari ini. Ia kemudian berdiri dan berjalan melewati jejeran rak dengan berbagai label menuju bagian belakang. Matanya mengkilat seakan benar dugaan nya. Mantelnya ia letakan di meja kecil di bagian belakang pojok toko. Tangan nya dengan cepat meraih mantel coklat tersebut sampai akhirnya ia terhenti sejenak menatap sesuatu yang menemani mantelnya terletak di atas meja.

Ia tetap mengambil mantelnya dan melipatnya di lengan bawah tangan kirinya sembari melihat benda lain yang terletak di meja itu. Sedetik kemudian dia menarik sebuah garis lengkung pada bibir ranum wanita tersebut, pandangan nya mulai melembut menatap pot bunga yang terbuat dari bahan anyaman bercat putih itu. Pot yang memuat dua tangkai tanaman menyurupai bentuk bunga Matahari. Ia masih teringat benar bagaimana ia mendapatkan tanaman itu.

Flashback

“Ga Eul-yang mau jadi pacal Yi Jeong? Yi Jeong janji akan melindungi Ga Eul-yang lho, cueelll!” anak kecil berumur lima tahun merengek menarik seragam sekolah gadis muda yang duduk menemaninya makan es krim.

Siang menjelang sore melatari taman di pusat kota tersebut. Banyak anak kecil berlari kesana kemari gembira ditemani oleh keluarganya. Terlihat seorang gadis SMA dengan anak TK duduk di kursi taman dekat ayunan. Gadis berambut hitam itu hanya tersenyum geli mendengar pernyataan sang anak kecil yang sering ditemuinya di taman ini setiap ia pulang sekolah.

“Yi Jeong, sudah lebih dari puluhan kali setiap kakak menemui mu di sini kau merajuk supaya kakak menjadi pacar mu. Apa kau tidak lelah? Lagian kakak kan lebih tua dari Yi Jeong. Coba lihat teman-teman sepantaranmu, mungkin mereka mau jadi pacar Yi Jeong. Namun dari mana kau mengerti kata pacaran?” Ga Eul membersihkan sejenak es krim yang belepotan di mulut anak berambut yang sama dengannya tersebut dengan kertas tisu yang dibawanya.

“Uhm, Yi Jeong cuma pingin ngelindungi Ga Eul-yang. Abisnya Ga Eul-yang celing nangis mulu di cini!” Ga Eul sedikit tersentak mendengar celotehan anak lima tahun tersebut. Pandangannya menyendu, benar saja, hanya anak ini yang bagaikan mampu mengerti betapa pelik masalah keluarganya. Anak ini bagaikan sudah mengerti dia yang menderita menjadi seorang gadis ‘broken home’. Anak yang pandai.. atau terlewat polos? Ga Eul mengelus rambut anak itu sejenak, dia tersenyum lembut.

“Oh iya, aku punya cecuatu buwat Ga Eul-yang..” Yi Jeong kecil segera mengaduk-aduk isi tasnya yang berwarna biru tua.

“Talaaaat, Yi Jeong ambil ini di taman depan luang bu gulu..” sebuah pot bunga dari anyaman bercat putih dengan bunga menyurupai bunga matahari diberikan Yi Jeong kecil. Mata gadis tersebut membulat sekilas mendapati tanaman pot yang ada di pangkuan tangannya sekarang. Seharusnya dia mengajari Yi Jeong bahwa tindakannya itu salah, mengambil tanpa izin adalah mencuri. Tapi kini lidahnya kelu untuk sekedar berkata.

“Cimpan baik-baik ya Ga Eul-yang. Ah, cudah waktunya Yi Jeong pulang. Ga Eul-yang gak pellu ngantel Yi Jeong, Yi Jeong mau belajal belani, kan lumah ku deket..” Yi Jeong kecil dengan sigap berdiri loncat dari bangku taman akibat kaki kecilnya belum bisa menggapai tanah. “Da, Ga Eul-yang!” anak kecil berambut hitam tersebut langsung lari meninggalkan Ga Eul yang masih terpaku. Sejenak ia alihkan pandangan nya ke pot yang ia genggam. Matanya mulai berkaca-kaca. Dia tak menyangka dikelamnya hidupnya sekarang masih ada yang bisa menghiburnya, memperhatikannya.. menyayanginya..

End of Flashback

Tangan panjangnya ia ulurkan untuk mengambil pot tersebut. Dia sudah tak menyesali keluarganya yang hancur di masa lalu. Kini ia sudah sanggup berdiri sendiri, dia juga sudah menemukan jati dirinya. Dia tersenyum, entah Yi Jeong mengerti akan semua perlakuan gadis itu dulu kepadanya atau tidak. Pemuda itu menyadari dampak akan pemberiaan bunga ini kepadanya atau tidak. Ia tak terlalu peduli, ia sangat beruntung mengenal pemuda itu. Anak kecil yang dulu selalu dapat mengobati luka hatinya. Ia tak pernah menganggap Yi Jeong sebagai sosok yang biasa. Asalkan pemuda itu tersenyum, dia sudah senang.. Seperti yang ia lakukan dulu padanya -sampai sekarang juga.

Bagaikan bunga, mereka pasti selalu dapat menunjukan pesonanya sendiri tanpa perlu penerjemah keelokan mereka. Yi Jeong juga punya arti tersendiri dalam hidup wanita tersebut. Walau hanya arti adik yang sangat ia kasihi, keberadaan pemuda tersebut selalu menentramkan hatinya.

Ga Eul tersenyum melembut sejenak, merasa aneh dengan apa yang selalu ia pikirkan. Memang sangat tak pantas untuk dirinya mungkin. Tapi ia tahu, dia sebenarnya menyayangi sosok pemuda itu sebagai lelaki yang telah membawa kembali kegembiraannya.

Calendula- “Bergembiralah selalu, Ga Eul-yang ku..”

..

..

..

“Terima kasih untuk segalanya, Yi Jeong..”

Fin

—-

Tags: ,

21 responses to “Flower Language”

  1. ryniandicha says :

    argh,,akhirnya gantung,,huaaaahuaaaaa,,

  2. 라흐미 'Rahmi' says :

    agak g ngerti sih ceritanya… tp keren kok

    btw, syj m cge beda 5 tahun….
    tp kok pas syj TK, masa cge SMA….

  3. diann says :

    critanya gantung.. Tp gpp lah, kren bhasanya.

  4. NdenSangEun says :

    Mskipun gantung tp keren,
    q suka bahasa bunga xa, widiw
    semangat buat kerja

  5. dita says :

    huah keren sie ceritanya manteb
    ahahahhaha
    romantis gt ahahahha
    cuma rada ngegantung
    tp tetep suka sama OSnya ahahhahahahha
    ayo buat OS lagi yah🙂

  6. Amelz says :

    Ekekekeke~
    Thx for komen all🙂
    Yes! Emang ngegantung dan emang gheje ceritanya xD
    Buatnya cmn 3 jam jadi gak sempet diedit n dibaca ulang zzzzz
    Itu ada Ɣªήğ sma yah?
    Itu typho berarti 8DDDD

    ‎​•°•♡ⓣⓗⓐⓝⓚⓢ‎​♡ •°•
    For komen🙂

  7. andria_shappirebluelf says :

    Huah.kerennnnnn
    tp gantung?
    Hahahahaha.saiia masih penasaran.
    Brharap ad lanjutandny.kekeke.

  8. Shien 'Bummie' says :

    huaaa.. ceritanya gantung deh.. ='( pdhl bgs sbnrnya.. hehehe.. to be continued aja crtanya.. =D

  9. 3anavia says :

    Keren Amel ceritanya. bahasa bunga nya itu lho.
    Pokoknya romantis abis😀.

    Dtunggu ya karya2 berikutnya. Fighting

  10. astri says :

    kereen.,tp kok nggantung y?

  11. Rizki Amalia says :

    Yey…!!! Bahasanya bahasa penulis profesional, beda banget sama os dan ff yang laen… Kalo gini terus ga brenti2 deh bacanya… Ceritanya juga keren banget!

  12. dini ramadhani says :

    walo nggantung tp bagus sih ceritanya
    but yg agak rancu mungkin umurnya ya,
    pertama,yijeong itu anak SMA trs beda 5 taun ma gaeul trus gaeul umurnya dsebutin 28 taon berarti yi jeong umurnya 23 taon jd anakSMA????!!!
    kedua,yijeong TK gaeul SMA???!!!!
    mian,bukan maksudnya ngejelekin osnya,ini cuma kritik n saran supaya selanjutnya bisa bikin yg lbh baik
    terlepas dr kekurangan diatas,bahasa yg kamu pake dah bagus kok
    jgn patah semangat wat bikin os ato ff ya?

  13. Merli Beomsoeul says :

    Ceritanya Romantis , tapi aku agak ga ngerti ..

  14. Amelz says :

    Gpp kok😀
    Menerima segala kritik pedas dan maut lainnya (?)
    Emang kalo dipikir2 agak ngacau disana -___-
    Makasih dah komen😀

  15. Ina BeQi Soeulmates says :

    baguz kog,,
    tetep keren^^

  16. VayTeuKey says :

    gantung
    kurang ngerti jaln crta x
    larut dg kata2 x
    bda 5 thun? anakTK sm nak SMA bda x kan sktar 12 thun. TK sm nak SMA bda x kan sktar 12 thun.

  17. purna says :

    bkn kelanjutannya
    please…

  18. edogawa kim suju says :

    waaaaaaa…..10 jempol untuk ceritanya!!
    sumpah ! yi jeong kecil lucu bangeeeet… aku sukaaa… saranghae..

  19. moveontime says :

    cerita ttg cinta masa kecil ya?
    hmm,,telat bgt ya qu bacanya tpi tetep ok kok.

    bayangin tiap hari yi jeong dateng nyamperin trus ngerayu,hhehehe

  20. man says :

    ceritanya gantung ..

  21. chandra bulan says :

    ya ko ending’nya gantung sih?
    Trus hbngan’nya ma soeun apa?apa cuma numpang lewat?…sorry y byk nanya!!!bis’nya aq rada g ngerti….hehee
    But intinya sih seru…
    ditunggu crt lain’nya y…fightiiiing!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: