[OS] Happy Ending

Author: Amelchun

Main cast: So Yi Jeong, Chu Ga Eul

Genre: Romantic, Angst, Tragedy, Hurt (???)

Type: One Shoot

Warning: Karakter KAMU disini tertuju pada sosok Ga Eul.

Disclaimer: So Yi Jeong dan Chu Ga Eul bukan punya gw. Mereka karakter murni di BBF. Gw cuman pinjam nama mereka karna gw suka mereka.


Waktu terus berlalu. Semilir angin malam berhembus menerpa rambut coklatmu yang panjang. Saat ini, kau tengah berada dalam sebuah ruangan sempit yang itu adalah kamarmu. Duduk menyepi dengan di temani suara jangkrik yang bernyanyi. Hati dan perasaanmu tengah di landa rasa kalut yang menyebabkan airmata mu menumpah. Dalam hati kau bertanya, “Kapan saat ini akan berakhir?” dan angin pun kembali menerpa wajahmu, seakan menjawab pertanyaanmu yang tak berujung dengan kebahagiaan.

——

“Bila di kehidupan ini kita tak bisa bersama, aku yakin.. Di kehidupan mendatang, kita akan selalu bersama,” ujarnya yang bernama So Yi Jeong, kekasih hatimu.
Buliran menyerupai kristal bening baru saja jatuh turun mengenai kulit pipimu yang halus. Di hadapanmu berdiri sesosok pemuda jangkung bermata hitam yang tengah menatap lembut kedalam sepasang mata gelapmu. Hatimu sakit mendapati sosok pemuda-yang kau claim adalah milikmu-baru saja mengatakan suatu kata yang mengibaratkan perpisahan.
“Jangan sedih, kau tampak buruk saat kau menangis,” katanya setengah bercanda, sembari menghapus sisa airmata yang menggantung di pelupuk matamu.
Dan kau hanya terdiam. Matamu terus mengawasi pergerakan yang dilakukannya. Saat tanpa sengaja kulit tangan kalian bersentuhan, di saat itu pula, kau merasakan dalam hatimu berteriak marah. Kau mencintainya, dan ia pun mencintaimu. Namun takdir telah mempermainkan kalian.
[U]So Yi Jeong menderita suatu penyakit yang mematikan, kanker hati stadium lanjut. Dan waktu kehidupannya hanyalah tiga bulan.[/u]
Begitu kiranya ucapan yang keluar dari bibir sang dokter saat itu. Dan kau yang mendengarnya tertunduk lemas. Sedangkan sosok pemuda yang duduk disebelahmu, hanya tersenyum tipis. Lalu mengeratkan genggaman tangannya di jemari tanganmu yang mendingin.

.

Hari-hari kau lewati dengan senyuman yang kau paksakan. Melihat sosok yang kau cintai semakin mengurus, membuat ulu hatimu terluka. Warna kulitnya yang putih pun semakin memucat. Ia tahu perasaanmu, meski kau tak mengatakannya. Maka ia berkata untuk menenangkanmu, “Ga Eul-yang, aku tidak apa-apa,” dan kau terdiam, berusaha mempercayai perkataannya.

.

Hari yang cerah telah membawa kalian berada di suatu taman dibelakang bukit. Piknik di alam terbuka memang salah satu tempat favourite kalian untuk berkencan. Sambil memperhatikan kumpulan bocah-bocah yang berlarian mengejar kupu-kupu bersayap cantik. Sesekali kalian tertawa. Sudah cukup lama kalian tidak merasa sebahagia ini. Ia yang adalah milikmu, merebahkan tubuhnya di atas selembar tikar dengan berbantalkan paha mulusmu yang adalah cintanya. Dengkuran halus yang begitu tenang, membuatmu tak sanggup untuk ikut terlelap. Begitu mendebarkan sekaligus membahagiakan. Mengusap-usap dengan lembut dan penuh kasih sayang rambut hitam yang ada di pangkuanmu. Wajahmu bersemu merah begitu mengingat perkataannya barusan, “Akan sangat menyenangkan bila melihat anak-anak kita berlarian di taman, Ga Eul-yang,”

.

Rasa kekhawatiranmu menghilang sudah. Karna apa yang kau lihat, bisa dikatakan cukup untuk kau ketahui. Dari hari ke hari, kesehatannya cukup membuatmu menarik kesimpulan, bahwa ia yang kau cintai-lebih dari apapun-tampak lebih membaik. Menyampingkan fakta yang berbanding terbaik dari ucapan sang dokter, “Kecil harapan Yi Jeong untuk bertahan hidup, karna penyakitnya sudah menyebar ke organ tubuhnya yang lain,”

.

Sampai disuatu hari kau menemukan ia tengah memuntahkan sesuatu berupa gumpalan darah dari mulutnya. Kau berteriak panik meminta pertolongan. Namun ia dengan lembutnya berkata, “Aku baik-baik saja. Jangan khawatir,” Kau merasa tampak bodoh saat itu. Kau begitu mencintainya. Namun, kau tak bisa menolongnya. Maka kau hanya bisa menangis dalam diam, ketika ia menarikmu kedalam dekapannya.

.

Waktu bergulir dengan cepat. Sehelai daun ginko kecoklatan melayang jatuh dari tangkainya, lalu mendarat tepat di atas rambut yang berwarna senada. Bergoyang sejenak mengikuti semilir angin yang menyusul kemudian, namun tidak beranjak jatuh ke tanah. Tapi sepertinya kau tidak menyadari ada daun di rambutmu. Kau hanya terus menatap benda yang kau pegang di kedua tanganmu. Sebuah cincin perak dimana inisial namamu dengan kekasihmu terukir di baliknya. Setelah memandanginya sekian lama, ekspresimu berubah. Kau meremas tas pinggangmu kuat-kuat. Kemudian kau pejamkan matamu, lalu menarik nafas panjang. “Aku kuat.. Aku harus kuat.. Aku kuat.. Setidaknya, untukmu..” seperti mantra kau terus melafalkan kalimat itu tanpa bosan. Berharap ditiap kalimat yang kau ucapkan dapat memberikan perubahan dalam hidupmu. Kau cukup merana saat melihat kekasihmu berjuang menahan sakit yang di deritanya. Pedih yang kau rasa. Namun apa daya, kau tak bisa berbuat banyak.

.

Suara mesin penopang nyawa terdengar memenuhi ruang steril nan dingin tempat dimana kau berpijak sekarang. Selang-selang bantuan pun tampak menghiasi seorang pasien yang tengah tertidur di dalamnya. Kau menatapnya yang tertidur, dengan segala keheningan dan kesendirian. Kau terisak dalam kesunyian. Besar tangannya yang kau kasihi, teramat kurus untuk kau genggam. “Tuhan, begitu bencinya kah Kau kepada kami? Hingga memberikan penderitaan yang tak berujung untuk kami rasakan,” rutukmu dalam doa. Tak pernah bosan kau panjatkan doa mu pada Yang Maha Kuasa. Berharap mukjizat nyata dalam hidupmu.
Di tengah kelelahan dan ketakutan yang amat sangat, samar-samar kau mendengar suara yang memanggil namamu. Suara yang nyaris tak terdengar tapi tetap terasa resonansinya dalam ruangan, suara kekasihmu yang rupanya telah bangun dari tidurnya. Dengan cepat, kau bergerak. Segera kau raih tangan kekasihmu lalu menggenggamnya erat.
“..Ga.. Eul.. Yang”
“Ya, aku disini,” dengan susah payah kau menahan agar airmatamu tidak jatuh saat ia memanggilmu.
“..Sa.. Rang.. Hae.. Yo..” kata kekasihmu terbata. Ia memang sudah sulit untuk berkata dalam satu nafas. Suaranya pun serak bagai habis berteriak ditengah lapangan yang luas.
Kau terhenyak mendengar perkataan kekasihmu. Ucapan cinta memang tak pernah bosan di ucapkannya yang mencintaimu. Dengan penuh perasaan kau mengangguk dan menciumi punggung tangannya perlahan. Sungguh kau ingin menangis saat ini. Satu pikiran yang berkecamuk di kepalamu, ‘Bagaimana bisa bila nantinya aku hidup tanpa kamu di sisiku?’

.

Sore yang kelabu, hujan gerimis turun perlahan bagai embun, seolah tak ada niat untuk membuat bumi menjadi basah. Ufuk barat masih memancarkan sinar merah yang berakibat tujuh warna berbentuk memberai indah di atas awan. Keindahan yang terpancar tak berimbang dengan apa yang di rasakanmu sekarang. Pemuda yang kau cintai telah pergi meninggalkanmu selamanya. Meninggalkan potongan kenangan indah yang tak mampu untuk kau lupakan.
Maka di sinilah kau sekarang. Berdiri di bawah pohon maple merah yang merupakan awal cerita cinta kalian bersemi. Masih membekas di ingatanmu, saat ia dengan tenangnya berkata, “Untuk selamanya, di mataku.. semuanya berwarna hijau,,” kau pun terkikik geli mendengar gombalannya yang kuno. Namun wajahmu kontan bersemu ketika ia mengecup bibirmu sembari berkata, “Jangan pernah meragu, karna hatiku hanyalah milikmu,” dan kau hanya mengangguk dalam dekapannya yang hangat.
Masih banyak potongan kenangan lainnya yang tak mau kau ingat lagi saat ini. Airmata telah menumpuk di pelupuk matamu, yang siap jatuh ketika kau mengedipkannya. Ia yang begitu kau cintai sangatlah penting untukmu. Namun kebersamaan kalian telah menjadi potongan kenangan yang kelabu. Seperti yang di katakan So Yi Jeong kepadamu sebelum ia pergi, “Kenanglah aku di hatimu, karna dengan itu, aku akan selalu hidup bersamamu,” maka kau memutuskan untuk hidup. Karna kau percaya, pemuda-mu akan menjadi malaikat penjagamu yang abadi.

FIN.

Tags: ,

20 responses to “[OS] Happy Ending”

  1. 라흐미 'Rahmi' says :

    hiks hiks hiks……………. *beneran nangis nih*
    apalagi pas baca ==> Seperti yang di katakan So Yi Jeong kepadamu sebelum ia pergi, “Kenanglah aku di hatimu, karna dengan itu, aku akan selalu hidup bersamamu,” maka kau memutuskan untuk hidup. Karna kau percaya, pemuda-mu akan menjadi malaikat penjagamu yang abadi.

    *basah pipi saya… basah nih kaca mata saya* huaaaaaaaaaaaaaaaaaa huaaaaaaaaaaaaaa

    kerennnnnnnnnnnnn

  2. Amalia'SoEul'Lova says :

    hhuaaa…
    Q nangis di Skul , gara” baca ne OS ,..
    Hiks,. Hiks,.
    Kata”-nya KEREN,..

  3. dini ramadhani says :

    airmata jatuh mengalir deras di pipiku*lebay, terpengaruh ma kata2 author*
    knp yi jeong harus meninggal,ntar gaeul ma sp?
    terharu ma yijeong yg trs nyemangatin gaeul meski tahu kondisinya sendiri memprihatinkan
    suka bgt ma pemilihan kata2 author
    n de last coment tooop dah,bikin lg yg lebih miris

  4. citra anisa aprilia says :

    huaaaaaaaaa. ngebayangin kim bum terkapar di depan saya (ceritanya jadi so eun aka gaeul) basah nih mata huhu keren! thumb up! :’)

  5. alinda says :

    nangissssssssssss .. bombay ..
    smphhh nc ff . bkin aku nangis ..
    tisu aja mpe beli lagi ..
    *lebay* ..
    hehe ..
    knpa ji yung sunbe pnya pnykit c??
    gha eul d’tnggal sndrian ..:(
    tng eoonnn dah aku yg sllu nemenin eonnn .
    gubrakkkk ^^

  6. Rahma'Ama'Maulani says :

    Huaaaa….😥
    Sedih sekali Eon..
    tapi keren asli na…🙂
    Makasih udah buat os ini buat Ama *lebay!!😛 *

    Ama tunggu OS Eonni yang lain ya??🙂

  7. RiriAngels says :

    Howaaaaa
    Tertipu Oleh Juduul xD
    Kereeeeeeeeeeeeeeeen B.G.T smpi Nih Mata Basah T.T
    Bgs , bgs , bgs!!
    Ditunggu karya2 berikut_a xD hahaha

  8. Amelz says :

    Gomawo Ɣªήğ uda komen~
    Pada keluar airmata yah?
    Eheheheee..
    Emang lg pengen bikin Ɣªήğ miris2 sih soal soeul :Ρ
    Jadinya yah OS gheje ini deh😄
    Makasih yah, tunggu OS/FF gw laennya🙂

  9. zumishinigami says :

    Hiks….. hiks…. T.T

  10. defy apriani says :

    … kerenn banget ceritanya ????????
    mpe basah pipi aku …
    T.T

  11. Moza Desy says :

    huhuhu..😦
    so sweet bner….
    ksihan deh…
    air mta Q hmpir terkuras abezz nih (hhe lebay…)
    tpi bner ugh, crita’y mnyentuh bgt…..

  12. Arwaka says :

    .i love ga eul and yi jeong!

  13. Riefchiea says :

    hWa AiR MaTaQ tRcuCuR DraZ,,, SiaP SeDia PayunG “LeBay Ahh,,,”
    BguZ BGT NicH aMpE’ aKhiR BaCa MasiH aJa NangIs,,, Hiks…

  14. Niiz says :

    Dan aku pun beruarai air mataa

  15. annisa hourai says :

    nangis, walo udah 2x baca, sad ending… but i like it

  16. chandra bulan says :

    ya happy ending’nya nama????
    G relaaaaaaa,,,,so yi jeong koq hrs pergi u/k slama’nya

  17. vonnysumali says :

    buatlah os bumsso yang happy ending boleh request? saya penggemar bumsso… ditunggu karyanya ya….

  18. Mia says :

    Pengen nangis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: