Love Never End – part 1

Author: Amelchun

Main cast: Kim Bum dan Kim So Eun

Cast: Wu Chun dan Lee Dong Hae

Genre: Romantic, Friendship, Drama, Angst, dan Hurt

Type: Sequel

Warning : Sedikit GHEJE dan Lebai kayanya deh -_-” miss typho(s) dan di chappie 1 ini.. Isi cerita, sedikit-atau banyak-membosankan .__.

Disclaimer :
Empat nama diatas, jelas bukan punya gw. Mereka cuman idola, yang namanya gw pakai atas kepentingan gw buat bikin Fanfics.

Summary :
Semua ini bermula dari perasaan dan ikatan. Bila kalian percaya dengan ikatan cinta? Maka, apa yang kau rasakan, belahan hatimu akan tau itu.

—–

Jika ku dapat meminta.
Aku kan meminta hatimu.
Jika ku dapat memilih.
Aku kan memilih dirimu.
Jika ku dapat memohon.
Aku pasti akan memohon, agar dapat bersama denganmu, selamanya.

“Kim Bum…” Kim So Eun-atau akrab dipanggil So Eun-tersenyum ketika membaca pesan yang masuk kedalam ponselnya. Sudah kesekian kalinya dia membaca. Yang mengirim pesan adalah, Kim Bum, kekasihnya. Memang sudah empat tahun mereka berhubungan. Tapi, keharmonisan yang mereka jaga, tidak kalah dengan orang yang baru berhubungan. Karena itu, banyak orang yang mencibir tentang hubungan mereka. Jelas saja.. Siapa yang tak kenal dengan sosok Kim Bum? Seorang lelaki kaya dan tampan-yang sekali tersenyum, wanita-wanita lain akan langsung jatuh hati. Sedangkan wanitanya? So Eun jelas sangat berbeda. Dia hidup bersama dengan ibunya disebuah rumah mungil peninggalan sang ayah yang telah lama meninggal, memiliki paras wajah standart-dibanding sahabat wanita Kim Bum, yang rela menghabiskan beberapa juta won untuk tampil sempurna-ditambah So Eun memiliki kekurangan lebih, yaitu cacat ditangan bagian kirinya. Panjang tangan kiri dengan tangan kanannya tidaklah sama.
Jadi lengkap sudah penderitaan So Eun..

“Huft….” So Eun menarik nafas panjang ketika mengingat kembali kekurangan yang dimilikinya. Ditatapnya wallpaper fotonya bersama Kim Bum saat mereka diam-diam berkencan di suatu tempat hiburan di Seoul. Beberapa saat dia terasadar, mungkin akan terlihat aneh kalau orang lain melihatnya tersenyum sendirian dibawah halte. Beberapa kali dia melihat jam ditangannya yang sudah menunjukkan pukuL empat sore. Berarti sudah hampir satu jam dia duduk dihate yang mulai penuh dengan orang-orang yang ingin berteduh dari derasnya hujan. Tiba-tiba saja, potongan lagu ‘Touch Your Heart’ mengalun lembut dari ponsel lipatnya. So Eun pun kembali mngeluarkan ponsel dari dalam tasnya. Sebuah pesan, tapi kali ini bukan dari Kim Bum.

“Tahukah kau, kalau selama ini, ada orang lain yang juga peduli dan menaruh hati padamu?”
“….” So Eun terdiam ketika membaca pesan singkat tanpa identitas tersebut. Dia melihat nomor baru yang belum ada dalam daftar phonebooknya. “Pasti salah nomor.” So Eun memutuskan berpikir demikian, karna dia memang termasuk tipikal wanita yang tidak mau ambil pusing hanya karna masalah sms. Kalaupun benar, toh dia sudah memiliki Kim Bum. Tak ada lelaki lain yang bisa mengisi hatinya selain Kim Bum. Yah, tak ada yang lain.

Kembali disimpan ponselnya itu kedalam tas. Kali ini suasana disekitar halte mulai terlihat sepi. Mungkin karna hari sudah mulai sore, melihat hujan yang belum reda juga membuat beberapa orang disekitarnya berpikir ‘akan lama menunggu langit mengubah pikirannya’ sehingga orang-orang disekitarnya berhamburan keluar halte. Sekarang hanya tinggal So Eun seorang, yang siap kembali kerumah mungilnya tercinta. Dari kejauhan dia melihat sebuah bis datang. Namun ternyata bukan bis yang diharapkannya yang datang. So Eun pun mendesah pelan.

CKIIIIITTTTT!
Bis itu berhenti tepat dihadapan So Eun. Sehngga air kotor bekas genangan hujan terciprat kecelana panjang yang dipakainya. So Eun menutup mulutnya secara reflek. Sedangkan di pintu belakang keluar seorang lelaki-yang mungkin sepantaran dengannya-memandang So Eun dengan aneh.

So Eun lalu membersihkan celana panjangnya sambil terus mengumpat kesal pada bis sialan-yang-langsung-pergi-setelah-sukses-menurunkan-penumpangnya. Dan tanpa dia sadari, seorang lelaki telah berdiri disampingnya dan memandanginya dengan tajam.

“Kau tidak apa-apa?” tanya lelaki itu sopan.
So Eun hanya diam, dia enggan menjawab pertanyaannya yang berkesan ‘bodoh’ menurutnya. Diusapnya terus bekas kotoran air itu dengan tangannya kuat-kuat.
“Pakai ini.” tahu-tahu lelaki itu telah menyodorkan sebuah sapu tangan miliknya kearah So Eun.
So Eun otomatis menengadahkan kepalanya hanya untuk mengetahui wajah lelaki yang telah berbaik hati  menawarkan sapu tangannya pada dirinya. Seorang lelaki berkaos, dengan postur tinggi mirip dengan Kim Bum tersenyum kearahnya.
“Gomawo.” So Eun menolak pemberiannya dengan lembut. Dia lebih memilih kembali mengacuhkannya dan kembali pada ‘aktivitas’ sebelumnya. Beberapa saat kemudian dia terlihat bingung, karna tangan yang digunakannya untuk mengusap celana panjangnya jadi ikutan kotor.
“Makanya pakai ini.” lelaki itu kembali menawarinya sapu tangan. Dan kali ini, mau tak mau, So Eun menerimanya dengan malu-malu. Setelah merasa cukup bersih, lalu So Eun merobek selembar kertas dari dalam tasnya dan mengambil bolpoin dari kemejanya.
“Aku minta alamatmu.” ujar So Eun datar.
“Untuk apa?” tanya lelaki itu heran.
“Buat kukembalikan.” jawab So Eun polos.
“Apanya?” lelaki itu masih terlihat bingung.
“Ini.” So Eun mengacungkan sapu tangan kotor itu kearahnya.
Lelaki itu kontan tertawa mendengar jawaban So Eun yang terdengar sangat polos, “Tak usah repot-repot. Kau tidak usah mengembalikannya. Aku jyga sudah tak membutuhkan sapu tangan itu lagi.”
So Eun terdiam lagi. Disimpannya kembali bolpoin dan kertas itu kedalam tas. Kembali dia menunggu bisnya dengan sabar.
“Kau So Eun yah?” tiba-tiba lelaki itu menebak namanya.
DEG!
So Eun merasa jantungnya berdetak cepat saat lelaki itu menebak namanya-dan tepat.
‘Bagaimana dia tiba-tiba tahu namaku?’ tanya So Eun dalam hati. So Eun memilih untuk diam.
Berpura-pura tidak mendengar, itu lebih baik. Yah, begitu saja.
“Ehh.. Kau bener So Eun kan?” si lelaki itu kembali menebak.
So Eun cuman meliriknya. Sedikit kesal sebenarnya. Dia tak mau terlibat hal-hal aneh lagi untuk hari ini. Dia takut, kalau lelaki disampingnya itu kurang waras. Satu pemikiran yang muncul dikepalanya saat ini, seseorang yang di atas sana pasti tengah membencinya.
“Kau, Kim So Eun kekasihnya Kim Bum, kan?” tebakan lelaki itu berhasil membuat So Eun berpaling dan menatapnya ketika nama kekasihnya dan marganya disebut-sebut.
“Kau siapa?” tanya So Eun curiga.
“Kau lupa padaku yah? Aku Dong Hae, sahabat Kim Bum. Aku pernah melihatmu waktu Kim Bum membawamu ke acara perpisahan sekolah Shinhwa. Kau ingat kan?!” Dong Hae langsung menarik tangan So Eun untuk menjabat tangannya.
Sejenak So Eun terdiam. Dia berpikir untuk beberapa waktu. Dan kemudian akhrnya ia sadar dan mengingatnya. So Eun kenal dengan lelaki tampan ini. Senyum yang sedaritadi enggan keluar akhirnya merekah ketika Dong Hae tersenyum padanya.

——

Sore telah berganti malam. So Eun yang saat ini tengah bersantai sambil memandang kearah langit gelap dikejuti dengan bunyi ponselnya. Dengan malas ia mengambil ponselnya yang tergeletak rapi diatas tumpukan novel romantisnya. Keningnya berkerut ketika mendapati sebuah pesan singkat dengan nomor yang sama seperti sebelumnya. Tapi dengan isi pesan yang berbeda, kali ini lebih singkat, namun justru lebih membuatnya bingung.
“Saranghaeyo.”
So Eun bingung. Jelas dia bingung. Karna orang itu mengirimnya pesan dengan isi yang sama lebih dari sepuluh kali.
“Pasti salah kirim lagi.” gumam So Eun sambil memutar-mutar ujung gantungan ponselnya itu. Selagi dia berpikir demikian, tahu-tahu ponselnya kembali berbunyi. Dilihatnya nama ‘Kim Bum’ tertera dilayar ponselnya. So Eun pun tersenyum lebar dan dengan cepat diangkatnya panggilan tersebut.
“Yoboseyo. ”
“So Eun.” Suara Kim Bum dari seberang.
“Kenapa?”
“Kok kenapa?” terdengar suara Kim Bum protes. Lalu suaranya berubah pelan. ” Aku rindu padamu.. Coba kau lihat didepan kamarmu.”
So Eun langsung menyibak tirai jendela dikamarnya dan kemudian tersenyum begitu melihat lelaki-nya sudah berdiri diluar rumah smbil melambaikan tangannya. Dia tertawa melihat semua ulah Kim Bum. Dengan buru-buru dia keluar dari kamar dan segera turun untuk menyambut kekasihnya.

So Eun tersenyum lebar melihat Kim Bum yang sudah berdiri tepat dihadapannya. So Eun tahu, kalau dia mencintai lelaki ini. Lelaki yang dengan tulus menjaga dan menerima semua kekurangnya. Entah apa jadinya kalau suatu saat nanti, dia dan Kim Bum berpisah.
“Hei..” Kim Bum mengusap rambut panjang So Eun lembut. “Kau kenapa? Apa ada masalah?” tanya Kim Bum perhatian.
So Eun menggeleng pelan. Dia tidak mau berpikir macam-macam tentang Kim Bum. So Eun tak mau mengganggu acara kencannya hari ini dengan pikirannya yang bisa mengganggu moodnya. Dirangkulnya lengan Kim Bum manja. Kim Bum meliriknya, lalu dia menggenggam tangan kiri So Eun yang cacat, berjalan menuju taman dekat dengan rumah So Eun..

“Ada apa?” tanya So Eun pada akhirnya.
Kim Bum memandangnya tanpa ada perasaan bosan. Kemudian dia menggeleng.
“Jangan Bohong! Ayo cepat katakan.” desak So Eun.
“Tidak ada. Aku hanya ingin bertemu denganmu.. Apa itu salah?” Kim Bum menatapnya kesal.
So Eun terdiam. Lalu dia pun beranjak dari duduknya pergi meninggalkan Kim Bum sendirian. Kim Bum yang tahu kebiasaan So Eun tengah kesal cuman menggeleng.
“Hei! Jangan ngambek dong.. aku kesini ingin bertemu denganmu, bukan untuk bertengkar!” teriak Kim Bum sambil mengejar So Eun.

—-

Malam pun semakin larut, Kim Bum pun akhirnya mengantar So Eun sampai didepan rumahnya.
“Mbum ah~” panggil So Eun pelan.
Dan Kim Bum yang mendengarnya pun langsung mendekatkan wajahnya kearah So Eun. Sangat dekat-bahkan terlalu dekat-hingga deru nafas teratur kekasihnya bisa ia rasakan. Yah, So Eun tahu, mungkin merah diwajahnya sama persis dengan warna tomat di lemari pendinginnya.
“Ada apa?” tanya Kim Bum lembut.
So Eun yang jantungnya berdetak sangat cepat, secara reflek langsung mendorong tubuh Kim Bum agar tidak terlalu dekat dengannya.
Kim Bum menyeringai saat menyadari rona merah diwajah So Eun.
“Ada Apa?” ulang Kim Bum.
“Tadi aku bertemu dengan Dong Hae.”
Kim Bum terdiam begitu mendengar nama Dong Hae. Tapi dia tetap membiarkan wanita dihadapannya itu bercerita.
“Saat aku tengah menunggu bis di halte, aku bertemu dengannya. Kau tahu Mbum? Dia sudah balik dari Jepang! Kata dia, ada yang mau dia kerjakan di Korea.”
So Eun melirik Kim Bum. namun yang dilirik cuman melihatnya. So Eun lalu menyikut lengan Kim Bum. “Mbum a~ Aku bicara padamu, bukan memintamu untuk melihatku seperti itu! Apa ada yang aneh diwajahku?”
Kim Bum kembali tertawa, dia mengusap pucuk kepala So Eun dengan lembut. “Bukan. Aku sudah tahu, Dong Hae sudah kembali. Dan aku juga sudah bertemu dan bicara banyak padanya kemarin lusa.” wajah Kim Bum tiba-tiba berubah serius. “Sudah malam, tidurlah. Oh yah, apa besok kau ada wktu?”
So Eun berpikir sebentar. ” Ada. Kenapa?”
“Aku ingin memperkenalkanmu sekali lagi pada ibuku.”
Gantian wajah So Eun yang berubah serius. Setahu dirinya, sejak awal ibu Kim Bum tidak pernah menyukai hubungan mereka berdua. Dan, So Eun juga masih ingat dengan jelas saat Kim Bum pertama kali memperkenalkan dirinya dengan sang ibu. Nyoya besar itu dengan lantangnya langsung mengusir So Eun begitu tahu kalo anak satu-satunya itu menjalin hubungan dengan orang seperti dirinya, yang dianggapnya hanya sebagai parasit.
Kim Bum sepertinya tahu apa yang sedang dipikirkan So Eun. Dirangkulnya pundak So Eun untuk sekedar menyemangatinya. “Ada aku.” bisik Kim Bum pelan.
Lama So Eun menjawab. Lalu dia menatap wajah kekasihnya lekat, dan tak lama kemudian dia tersenyum. Kim Bum yang melihatnya ikut tersenyum dan kemudian mengecup pucuk kepala So Eun dengan lembut.

TBC!

Mianhae.. Kalau ini terkesan error -___-“

Tags: , , ,

23 responses to “Love Never End – part 1”

  1. 라흐미 'Rahmi' says :

    romantis…
    tp pendek….

    hmhmhm
    lagi2 ditentang hubungannya… -__-

    lanjut

  2. Amalia'SoEul'Lova says :

    Ouw.. Seru , Romantis + Misterius ,…
    Jadi penasaran sama org yg suka sms So Eun …
    Pokok.a LIKE bgt dah,. Hhoho

  3. astri says :

    lanjutkan..!

  4. Dina says :

    LIKE THIS…
    seru n romantis tp syg kependekan btw part 2 pnjangin ya.heehe

  5. Rizki Amalia says :

    Wu Chun itu personil Fahrenheit yah? Orang Taiwan kan?
    Jadi penasaran nih…

  6. Amelz says :

    ^
    Yesh!! Hahahaaa..
    Wu Chun is my hubby! LOL
    Dari Taiwan, Fahrenheit band.
    Kalo ada Ɣªήğ gak tau, itu lho! Lawan maennya Hye Sun onnie di ‘Absolute Darling’ LOL

    Maap -___-”
    Ide lagi buruk~
    Jadinya yah, soal pertentangan gitu deh ceritanya. Rofl

    Thanks for komen🙂

  7. andri susi says :

    Keren.landjutkan.
    Q menunggu.
    Hehehehe.

  8. loly says :

    bguz koq ff nya, btw panjangin lgi yg next prt nya.

  9. Melisa luv Bumsso says :

    so sweet….

  10. dini ramadhani says :

    walah kok dah tbc?kurang panjang mel,part 2nya jgn lama2 ya?

  11. Amelz says :

    ^
    Sipp din!🙂
    Ehehehehee..

    Makasih yang dah komen🙂

  12. RiriAngels says :

    Saya suka saya suka xD❤
    LANJUTANNYA JANGAN LAMALAMA YAAAAAAAAA XDD
    HEHEHE

  13. viona says :

    Bguss…bguss
    Lntin y…
    Gomawo!!!!

  14. citra anisa aprilia says :

    terlalu singkat, tapi lanjutkan😀

  15. shelin says :

    Smoga bsok dah da part slnjtx y!!!
    Ok!!!
    Gomaw!!!!!!

  16. jelita says :

    Smoga bsok dah da part slnjtx y!!!
    Ok!!!
    Gomawo!!!!!!

  17. fitri says :

    Dtnggu y….

  18. Rhiia says :

    Wah, wah..!!
    Spasang kekasiih yg romantiis..!! =)
    BTW siapa tugh yg ngirim pesan brkali-kali k So Eun..??
    Part 2 jngan lama” iia kak soalnya pnsaran mha orank yg ngrim psan..!!

  19. puchaabyzone says :

    hellooooo helloooo *dengan gaya lagu shinee hehehe

    wuaaa ceritanya keren,,so eunnya punya kekurangan fisik,,tapi ada kb yang ada disampingnya,,romantis ^_^

    “Tahukah kau, kalau selama ini, ada orang lain yang juga peduli dan menaruh hati padamu?”—->>>wuaaa so eun ada secret admirer ney,,hm,,sapa yah???

    “Kau lupa padaku yah? Aku Dong Hae, sahabat Kim Bum. Aku pernah melihatmu waktu Kim Bum membawamu ke acara perpisahan sekolah Shinhwa. Kau ingat kan?!” Dong Hae langsung menarik tangan So Eun untuk menjabat tangannya.—->>>>kyaaaaa ada donghae,,,* jingkrak2 kesenengan hehehe

    “Aku ingin memperkenalkanmu sekali lagi pada ibuku.”
    Gantian wajah So Eun yang berubah serius. Setahu dirinya, sejak awal ibu Kim Bum tidak pernah menyukai hubungan mereka berdua.—–>>>jiaaaa kyk jun pyo ma jandi nieh,,hubnya di tentang ma ibunya..tp tnang aja so eun, saya dukung kalian lahir batin hehehehe

    ayooo authornya cepet2 di update yah next partnya,,,udah ngk sabar ney,,,

    #kamsahamnida…..bow…

  20. intan says :

    ayo…lanjutkan
    keren

  21. Amelz says :

    Sippoooo~
    Chapter dua lagi dalam masa pengetikan😀
    Gomawo yang uda komen yah🙂

  22. Citra Septi says :

    serruuu FFnya!
    huaaaa ada suamiii aku lagi,, si Mr. Fishy — > donghae!!!!!!
    haha lanjuttt teruuuuus!

  23. djkyussoloverz says :

    kapan dilanjut pkease baguuuuuuuuuuuuuuuuuuuuz bgt………..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: