Your Soul is My Soul [1 to 2]

Author             : Retno Myaniezasia

Main Cast        : Kim So Eun, Kim Bum

Cast                 : Min Ho Shinee, Key Shinee

Genre              : Horor

Type                : Sequel (Two Shoot)

 

NB: Cerita ini awalnya mau aku buat one shoot tapi karena kepanjangan akhirnya aku buat jadi two shoot aja. So silakan menikmati bacaan horror pertamaku ini dan jangan lupa dikomen ya ^ – ^;

 

*****

 

 

Hari ini adalah hari yang sangat penting. Hari ini adalah hari yang benar-benar pernah terjadi tragedi mengerikan. Seorang gadis berdiri didepan altar makam. Dia begitu menghayati melihatnya, sesekali dia merenung masa lalunya. Masa-masa indahnya saat bersama dengan kekasihnya dulu sebelum dibunuh. Kini mata indah milik gadis itu pun mengeluarkan air matanya. Sudah satu tahun mantan kekasihnya, Min Ho dimakamkan. Gadis yang bernama Kim So Eun itu pun meletakkan buket bunganya di atas makamnya. Dia sungguh tidak bisa membayangkan bahkan tidak ingin mengingatnya lagi saat Min Ho dibunuh tepat dihadapannya. Disaksikannya dengan mata kepalanya sendiri. Sungguh tidak mengerti apa maksud pelaku itu menikam kekasihnya begitu kejam. Terakhir kalinya yang dia ingat adalah perut Min Ho ditikam begitu dalam hingga mengeluarkan seisi perutnya. So Eun yang begitu ketakutan melihat kondisi Min Ho yang begitu mengenaskan hanya bisa terdengar kata-kata terakhir dari Min Ho, ”Jangan kau dekati dia lagi. Jauhi dia……”

So Eun kembali tersadar dari lamunannya. Sementara pikirannya terus bertanya-tanya tentang kalimat terakhirnya.

”Siapakah ’dia’ yang dimaksud?”gumam So Eun heran. Namun lamunannya kembali terbuyar setelah mendengar klakson mobil dan suara yang memanggilnya.

”Hei, So Eun! Sampai kapan kau akan berdiri disitu? Nanti kita akan terlambat masuk sekolah.”teriak salah satu temannya yang bertubuh tambun itu. So Eun melirik makam Min Ho lagi. Tidak lama, So Eun menyunggingkan senyumannya.

”Semoga kau bisa tenang di Surga, Min Ho. Aku sangat mencintaimu.”ucap So Eun sambil berbalik dan berlari menuju ke mobil. Kemudian mobil itu pun berangkat meninggalkan pemakaman. Seseorang lelaki pun berhenti jalan tepat didepan makam Min Ho. Lelaki yang berpakaian serba hitam itu menunduk mengambil bunga yang baru saja So Eun letakkan di makam Min Ho. Lelaki itu mencium bunganya yang harum dan dia pun tersenyum. Kemudian lelaki itu pergi meninggalkan makam Min Ho dengan membawa bunga dari So Eun.

*****

So Eun membuka loker miliknya. Dia pun tersenyum melihat foto Min Ho. Sungguh dia sangat rindu dengan sosok ceria Min Ho. Namun apa daya, kini Min Ho tak ada di dunia lagi. So Eun mengambil beberapa buku lalu dimasukkannya ke dalam tas yang dirangkulnya. Lalu dia kembali menutup loker. Namun saat dia menoleh tepat disamping lokernya, dia begitu terkejut.

”Kim Bum! Sedang apa kau berdiri disitu?”seru So Eun kesal.

Kim Bum malah tersenyum lucu melihat ekspresi So Eun yang malah memerah.

“Hei! Kenapa kau malah tertawa lagi?”tanya So Eun tambah kesal. Kim Bum masih saja tertawa. Sungguh, kelakuan Kim Bum begitu mirip dengan Min Ho. Sama-sama suka jahil. Apa lagi melihat So Eun marah atau kesal. Bukannya minta maaf malah tertawa. Apalagi Kim Bum adalah sahabatnya sejak kecil. Walaupun So Eun sudah lama mengenal Kim Bum namun hanya satu yang tidak diketahuinya yaitu tentang keluarganya bahkan dia belum tahu bagaimana rupa orang tua Kim Bum. Pernah So Eun bertanya, namun Kim Bum hanya tersenyum dan mengatakan kalau orang tua mereka ada di luar negeri. Selanjutnya, So Eun tidak bertanya lagi karena dia tahu Kim Bum selalu kesepian di rumahnya.

Cubitan pipi menyadarkan So Eun kembali ke alam nyata. So Eun meringkih kesakitan saat pipi kanannya dicubitnya.

”Aaarrgghh…. Kim Bum! Sakit!?”teriak So Eun sambil memukul tangan Kim Bum. Lagi-lagi Kim Bum tersenyum, dia pun melepaskan cubitannya lalu dia merangkulnya. Sungguh ini kebiasaannya kalau sesudah menjahilinya pasti mencubit pipinya terdahulu lalu seperti yang diduga So Eun.

”Maaf. Aku tidak sengaja melakukannya. Habisnya kau ini imut sekali!”ucap Kim Bum sambil mencubit pipinya lagi. So Eun berusaha mengelaknya agar tidak dicubit lagi.

”Sudahlah, Kim Bum! Jangan kau cubit aku lagi. Sakit!”kesal So Eun.

”Oh iya, So Eun. Tadi pagi kau kemana? Tadi aku ke apartemenmu, kau malah sudah pergi.”tanya Kim Bum masih dalam posisi merangkulnya.

“Maaf. Tadi aku begitu buru-buru pergi ke pemakaman. Kau yang sebagai sahabat pastinya tidak lupa kan dengan hari kematian Min Ho. Kekasihku yang dulu.”jawab So Eun. Kim Bum hanya mengangguk. So Eun begitu ingat pertemuan pertamanya di sebuah kafe, dia dikenalin oleh Kim Bum.

Sejak itu, Min Ho selalu menjahilinya. So Eun mengira Min Ho sedang membencinya. Tetapi siapa disangka kalau kejahilannya itu ternyata karena dia menyukai So Eun. Tepat di hari valentine, Min Ho menyatakan perasaannya. So Eun yang begitu terkejut sekaligus terharu tentunya langsung menerima cintanya. Mereka pun resmi jadi kekasih. Namun hubungan mereka yang baru berjalan 6 bulan pun terpaksa kandas, karena Min Ho sudah meninggalkannya duluan dengan mati dibunuh secara mengenaskan. So Eun benar-benar tidak mengerti kenapa pelaku itu tega membunuh Min Ho yang diyakininya walaupun jahil namun tidak sampai membuat masalah. Min Ho adalah lelaki yang baik. Tidak pantas dia dibunuh dengan sadis.

”Hei! Kau melamun lagi?”ucap Kim Bum sambil mengetok kepala So Eun. So Eun hanya terdiam kesal sambil mengelus kepalanya.

”Maaf, Kim So Eun.” Terdengar suara dibelakangnya, So Eun dan Kim Bum pun membalikkan badannya sambil melepaskan rangkulannya. Seorang lelaki tampan berdiri dengan sedikit gugup dihadapan mereka.

”Iya? Ada apa, Key?”tanya So Eun bingung. Key tidak langsung menjawabnya. Dia menyodorkan sebuah surat berwarna biru kepada So Eun. So Eun pun menerimanya dan hendak membuka isi surat. Namun Key menghalanginya.

”Jangan dibuka dulu! Kau boleh buka setelah aku pergi. Aku tunggu jawabanmu sepulang sekolah nanti.”ucap Key sambil berbalik pergi meninggalkan So Eun dan Kim Bum. So Eun dan Kim Bum saling berpandangan dengan heran.

”So Eun! Ayo cepat baca isi suratnya. Aku penasaran.”desak Kim Bum penasaran. So Eun hendak membuka amplop berwarna biru namun tiba-tiba lonceng berbunyi pertanda istirahat telah habis.

”Mungkin nanti saja. Sepertinya ini benar-benar rahasia. Maaf, Kim Bum. Aku masuk duluan ya!”teriak So Eun sambil berlari menuju kekelasnya. Sudah tentu terpancar wajahnya yang penuh kecewa karena So Eun tidak mau membaca surat disampingnya. Namun sesaat dia menoleh ke samping. Ke arah Key berlari tadi. Dengan pemikiran yang misterius.

 

*****

 

So Eun berjalan menuju ke gerbang sekolah. Dia berhenti sejenak saat dia melihat Key sedang berdiri di depan gerbang sekolah. Sepertinya memang sedang menunggu So Eun. So Eun menghembuskan nafasnya. Dia sudah membaca isi surat dari Key. Sungguh diluar dugaan. Ternyata Key menyatakan cintanya kepada So Eun. Pasca ditinggal Min Ho 3 tahun yang lalu membuat So Eun ragu untuk menjawabnya. Key memang sama tampannya dengan Min Ho. Sama baiknya seperti Min Ho. Namun dia tidak yakin dengan hatinya untuk membuka lembaran cinta baru. So Eun terus berjalan dengan pelan sehingga Key menghalanginya. Alhasil, So Eun menabrak tubuhnya tanpa disadarinya.

”So Eun. Kau tidak apa-apa?”tanya Key. So Eun yang baru sadar dari lamunannya pun langsung mengangguk.

”Maaf. Aku tidak melihatmu tadi.”

”Kenapa kau melamun lagi?” Pertanyaan Key tadi membuat So Eun tercengang.

”Hah? Ah tidak. Aku tidak melamun.”bantah So Eun. Key hanya tersenyum. So Eun begitu terpana melihat senyumannya yang begitu mirip dengan senyuman Min Ho.

“Bagaimana dengan jawabanmu?”

“Hah? Jawaban apa?” So Eun kembali ke alam nyata.

“Jawaban dari surat yang aku berikan tadi.”ucap Key lagi.

“Oh… itu…. Aku….. masih membutuhkan waktu untuk memikirkannya.”jawab So Eun membuat Key sedikit kecewa.

“Mungkin memang mendadak. Secara kita yang hanya berteman biasa, tidak terlalu akrab. Tiba-tiba menyatakan cinta kepadamu. Aku memakluminya.”ujar Key. So Eun hanya terdiam.

”Kalau boleh aku tahu, selama itukah kau memendam perasaanmu? Selama 3 tahun?”tanya So Eun.

”Iya. Sejak aku bertemu denganmu di pertemuan siswa baru. Aku langsung jatuh cinta denganmu. Bagaimana? Apakah kau tidak bisa menjawab sekarang?”tanya Key sedikit memaksa. So Eun menunduk. Memikirkan masa lalunya. Haruskah dia siap melupakan Min Ho? Walaupun ada Kim Bum yang selalu menghiburnya tetapi dia ingin sekali diperhatikan lebih khusus sebagai kekasih. So Eun pun tersenyum seakan menemukan jawabannya dan dia pun yakin Min Ho akan mendukungnya. Key masih memperhatikan So Eun. So Eun mengangguk.

”Apa?”tanya Key tidak mengerti dengan anggukan So Eun. So Eun mengangkat kepalanya sambil tersenyum.

”Iya. Aku mau jadi kekasihmu.”jawab So Eun yakin.

”Sungguh? Terima kasih, So Eun!”seru Key sambil menggenggam tangan So Eun. So Eun hanya tersenyum lucu melihat tingkah Key. Kim Bum yang menyaksikannya dari jauh pun hanya terdiam. Terdiam tanpa ekspresi.

*****

 

Pada malam hari, So Eun telah sampai di depan apartemennya setelah pulang dari bioskop bersama Key. Key terus menggenggam tangan So Eun.

“Key. Sampai kapan kau terus memegang tanganku?”ucap So Eun menyadarkan Key. Dengan malu-malunya dia melepaskan tangan So Eun.

“Aku sungguh tidak percaya. Aku berpikir….. apakah aku mimpi…. Melihatmu menjadi kekasihku.”

”Key…. kau terlalu berlebihan.”

”Tapi… tetap saja….” Key langsung memeluk So Eun dengan eratnya.

”Key!”seru So Eun yang terkejut dengan tingkah Key begitu aktifnya.

“So Eun.”bisik Key.

“Ya?”

“Boleh aku menciummu?”Tanya Key. So Eun tersenyum lucu mendengarnya.

“Iya.”

Key melepaskan pelukannya. Dia menatap wajah So Eun dengan dalam. Tidak butuh waktu lama, Key pun langsung mencium bibir So Eun dengan lembut. Dan So Eun pun membalasnya.

“Terima kasih.”ucap Key setelah menciumnya. So Eun hanya mengangguk sambil tersenyum.

“Aku pulang dulu ya.”pamit Key sambil berbalik.

“Iya. Hati-hati dijalan!”teriak So Eun. Key hanya mengangkat tangannya lalu berlari menghilang dari pandangan So Eun. So Eun pun berbalik sambil menyentuh bibirnya yang baru saja dicium Key. Saat dia merogoh tasnya bermaksud mengambil kunci apartemennya. Dia baru sadar bahwa ponsel Key dititipkan ke tasnya.

”Ini kan ponsel Key. Aku harus mengembalikannya.”ujar So Eun sambil berbalik mengejar Key.

 

*****

 

Key tersenyum sendiri sambil membayangi saat dia berciuman dengan So Eun tadi. Saat dia membelok melewati sebuah toko, dia terus berjalan menuju ke sebuah gang sepi. Baru beberapa langkah tiba-tiba seorang berkostum serba hitam muncul di hadapan Key dan langsung menikam perut Key berkali-kali hingga keluar isi perutnya. Key pun tidak berdaya melawannya karena penikamannya yang begitu mendadak hingga tenaganya hilang.

”KKYYAAAAAAAAAAA!!!!” Teriak So Eun yang kebetulan sedang mengejar Key pun menyaksikan pembunuhan terhadap Key. Pelaku itu pun menoleh mendengar teriakan So Eun. Pelaku yang memakai kostum serba hitam dan memakai topeng seperti phantom opera. So Eun langsung mendekati Key yang sudah tidak berdaya di tanah. So Eun pun menaruhkan kepalanya di paha So Eun sambil menepuk pipi Key. Berusaha menyadarkan Key yang tidak bergerak.

”Key! Bangunlah!?”

Pelaku itu hanya tersenyum melihat kepanikan dan tangisan So Eun lalu pelaku itu berlari menghilangkan diri. Sementara So Eun terus berusaha menyadarkan Key dan menahan pendarahan yang keluar dari perut Key bahkan berusaha memasukkan kembali usus-usus yang terlanjur keluar dari perut yang tersobek.

”So Eun!?”teriak Kim Bum terkejut yang baru saja melewati gang sepi saat melihat So Eun sedang menangis kebingungan. Kim Bum pun turun dari mobilnya dan langsung menghampiri So Eun.

”So Eun! Kenapa kau menangis dan dia…….. Key, Kenapa dengan Key, So Eun!?”seru Kim Bum terkejut menyadari ada Key di pelukan So Eun dengan bersimbah darah.

”Dia…. Hiks.. hiks…. Dia membunuhnya lagi! Setelah membunuh Min Ho kini dia membunuh Key!?”seru So Eun mulai emosi dalam tangisannya yang begitu tidak tega melihat Key.

“Kim Bum! Bawa Key ke rumah sakit! Aku tidak mau dia bernasib sama seperti Min Ho!”pinta So Eun. Kim Bum pun menyetujuinya. Dia pun menggendong Key dan memasukkannya ke dalam mobilnya bersama So Eun disampingnya. Lalu mereka pun pergi ke rumah sakit.

 

*****

 

Sekuat apa pun dalam usaha dokter. Sekuat apa pun dalam doa dan harapan So Eun untuk Key tetap hidup memang mustahil. Jika memang sudah kehendaknya dan dilukainya begitu mengenaskan. Memang sulit untuk merelakan kepergiannya. Key. Yang baru saja dijalin hubungannya selama beberapa hari kini sudah harus mengikuti jejak Min Ho, mantan kekasihnya yang bernasib sama. So Eun benar-benar tidak mengerti dengan pikiran pelaku itu. Apa keinginan pelaku terhadap dirinya? Apa salah dirinya terhadap pelaku itu sehingga Key dan Min Ho harus dibunuh? So Eun terus menangis terisak di depan altar makam Key. Dia bisa melihat secara jelas, keluarganya yang begitu terpukul melihat kepergian Key apalagi kematiannya yang begitu mengenaskan. So Eun terus menangis dipelukan Kim Bum. Kini dia pun menyadarinya. Seharusnya dia tidak menerima cinta Key. Seharusnya dia tidak jadi kekasih Key sehingga Key tidak perlu bernasib sama dengan Min Ho.

”Maafkan aku, Key.”hanya itu yang bisa diucapkan So Eun secara samar karena dia masih terus menangis di pelukan Kim Bum.

 

*****

 

Sudah 3 bulan setelah kematian Key berlalu. So Eun kembali menjalani aktivitas sehari-harinya sebagai siswi kelas 3. Namun kehidupannya kini sungguh berbeda. Dia sudah tidak seceria dulu.

Sejak dia menyaksikan pembunuhan Key dihadapannya, dia begitu trauma. Bahkan walaupun teman-temannya termasuk Kim Bum berusaha menghiburnya. So Eun hanya bisa tersenyum paksa. So Eun selalu menangis di apartemennya sambil melihat foto Min Ho dan Key yang telah dibunuh oleh pelaku yang sama. So Eun selalu menyesal telah melibatkan Key. Andaikan dia tahu pikiran pelaku yang kejam itu, mungkin So Eun bisa menolak cinta Key dengan tegas. Dia begitu penasaran dengan motif pelaku itu yang selalu meneror dirinya. Namun beberapa hari kemudian, dia menemukan jawaban yang tidak terduga.

 

*****

 

Cklek! Bunyi pintu mewah pun dibuka oleh pelayannya. Dia pernah mendengar rumah Kim Bum yang begitu mewah karena keluarganya memiliki perusahaan terkenal. Namun terkadang So Eun bikin heran, rumah mewah itu diletakkan jauh dari kota bahkan terletak di sebuah hutan yang dekat dengan sebuah danau. So Eun tersenyum melihat pelayan yang membuka pintunya.

”Maaf, apakah Kim Bum ada?”tanya So Eun sambil mengeratkan pegangan plastik yang berisi buah. Dia mendengar dari teman sekelasnya kalau sudah seminggu Kim Bum tidak masuk sekolah karena sakit.

”Anda temannya tuan Kim Bum? Tuan Kim Bum ada di kamar atas. Mari saya antar.”ucap pelayan itu dengan ramahnya. So Eun pun langsung mengikutinya hingga di depan kamar Kim Bum. Pelayan itu pun langsung meninggalkan So Eun sendirian di depan kamar Kim Bum. Dengan ragu, So Eun mengetok pintu kamar Kim Bum dengan pelan. Tidak lama, pintunya pun terbuka.

“Kim So Eun!”seru Kim Bum sedikit terkejut dengan kehadirannya. So Eun tersenyum melihat penampilan Kim Bum yang sedikit berantakan.

”Aku dengar kau tidak masuk sekolah karena sakit. Makanya aku datang menjengukmu. Nih, aku juga membawa buah untukmu.”ujar So Eun sambil menunjukkan buah yang dibawanya. Kim Bum pun menerima buah dari So Eun.

”Terima kasih, So Eun. Kau masuk saja ke dalam kamarku. Biar aku menyuruh pelayanku membuatkan minuman untukmu.”ucap Kim Bum sambil mendorong So Eun masuk ke dalam kamarnya.

”Eh…. tapi Kim Bum…. tidak usah repot-repot….” Namun terlambat. Kim Bum sudah menutup pintunya dan pasti pergi menuju ke pelayannya. So Eun yang ada didalamnya hanya bisa menunggu kemunculan Kim Bum. Untuk menghindari kebosanannya, dia pun melihat-lihat seisi kamarnya.

”Uhm… mungkinkah ini foto keluarganya?”gumam So Eun saat melihat foto seorang Ayah dan Ibu bersama anak kecil yang diyakininya itu adalah Kim Bum. Terdengar decitan bunyi pintu lain dikamar Kim Bum. So Eun segera menoleh. Mencari sumber bunyi decitan pintu itu. Dia melihat sebuah pintu yang ternyata tidak ditutup rapat. Dengan perlahan, dia pun mencoba masuk ke dalam ruang rahasia itu. So Eun pun menutup mulutnya saking tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Beribu-ribu foto terpampang di tembok. Sebuah ruangan rahasia yang penuh dengan foto So Eun!

So Eun melihat foto itu satu per satu. Terlihat foto dimulai dari pertemuannya dengan Kim Bum saat kecil hingga sekarang. Sejak kapan Kim Bum jadi hobi memotret dirinya dan menempel di tembok sebanyak itu. So Eun langsung keluar dari ruangan rahasia itu.

”Kenapa Kim Bum begitu banyak memotretku?”heran So Eun perlahan mundur hingga tidak sengaja menjatuhkan sebuah kotak besar yang terletak di atas lemari. Kotak itu pun terbuka sehingga isinya pun keluar. So Eun berjongkok sambil memunguti isi kotak itu. Dia pun makin terkejut mendapati beberapa foto Min Ho dan Key!

”Apa maksudnya ini?” So Eun makin tidak mengerti. Dia pun memungut semua foto-foto  kemudian memasukkan kembali ke dalam kotak besar. Namun dia menyadari masih ada isi lagi di dalam kotak besar itu. Perlahan dia mengeluarkan isi terakhirnya. Tiba-tiba Kim Bum datang sambil membawa minumannya di kedua tangannya.

”So Eun. Maaf, membuatmu lama menunggu.”ucap Kim Bum. Alhasil, kotak yang semula dipegang So Eun pun terjatuh lagi sehingga semua isi pun keluar. So Eun tercengang melihat isi terakhirnya. Sebuah kostum serba hitam dan topeng phantom yang pernah dilihatnya saat pelaku itu membunuh Min Ho dan Key! So Eun langsung memandang tajam Kim Bum dengan tidak percayanya. Kim Bum yang semulanya tersenyum kini hanya terdiam.

”Kim Bum! Jadi kau…….” So Eun tidak sanggup meneruskan kata-katanya.

 

Tags: , , ,

45 responses to “Your Soul is My Soul [1 to 2]”

  1. 라미 'Rahmi' says :

    ouuuuuuuuuuu soeun m kimbum kenal sejak kecil… *angguk2*
    cinta monyet donk *reader ngomong g jelas* #abaikan

    Key melepaskan pelukannya. Dia menatap wajah So Eun dengan dalam. Tidak butuh waktu lama, Key pun langsung mencium bibir So Eun dengan lembut. Dan So Eun pun membalasnya. ==> reader pingsan karena envy berat……………..

    wahhhhhhhh kimbum!!!!!!!!!!!! *shock sambil menutup mulut*

    ayo retno,,, cepet endingnya dipost… haauhhhahahah

    • RetnoMyaniezasia says :

      hohohoho……
      sabar ya rahmi……
      ntar di posting endingnya tapi diketik dulu ya coz masih dalam otakku :p

      • 라미 'Rahmi' says :

        *liatin isi otaknya retno* LOL #abaikan

      • RetnoMyaniezasia says :

        Rahmi: Oh iya,,, kayaknya ni ga da NC deh…. coz saiia terlalu malu tuk nuangin ke tulisan ini.
        Gak berani. Takut. Lagi pula gak cocok KB dan KSE diumbar NCnya :p

      • 라미 'Rahmi' says :

        heh?? padahal saya g nanya soal NC… hahahaahha *retno yg mancing duluan* padahal aku g kepikiran lagi… huhahaahahhaha

        iya juga,,, utk NC bumsso sebaiknya jgn diumbar… hanya utk privasi mereka saja… *loh?*
        LOL
        ahhhaahahhah

  2. Afrida says :

    Ayo dong kak, lnjutkan, pnsran!

  3. erna says :

    seru…seru….!!!!p’ngen tau lnjtnx p’ngen bng’t… g sbr nih…p’nsrn,klo bs cepatan ya endingx. SEMANGAT!!!!

  4. Niiaraven says :

    Waaw keren. . .
    Trnyta dugaan aq wkt bc ff nieh bner. Klo’ kb yg bnuh min ho n key *sok tau* . Bner g eon ?
    Kb sma so eun tmenan dr kecil ? Wah kyk’y ce kb ska sma so eun, tp so eun g m’nydri’y .

    “maaf. Aq tdk sngja m’lkukan’y. Hbs’y kau lucu si” ucap kim bum *gomawo oppa, blang aq lucu. . .wkwk*

    wkt so eun krmh kb, dya k kmr rahasia’y jb yg isi’y fto so eun smua’y *yah kok g da fto aq ce ?🙂 *
    kmr rhsia’y kyk drama’y ‘princess hours’ *nbak*
    bner g eon ?

    Lnjtin ya eon. . .
    Gomawo🙂

  5. astri says :

    ayoo!
    cepet dipost final episodenya!
    penasaran!!
    *readers treak g jelas*

  6. Yunie says :

    Hoho retno…kayak.a jdi q panggil detektif conan tuk menyelesaikan misteri pembunuhan ini. Q kash jmpol bwt ff thriller mu ini

  7. Nden BumSsoeulSangEun says :

    wawa keren……….
    haduhhhhhhhhhhh
    pertama di buka dengan kematian min ho
    di lanjuta dengan kematian key
    dan di tutup denga kemisteriusan Kim Bum.
    ya ampun apa kim bum si pembunuh misterius itu???

    hohoh itu key yang nyium so eun]
    aku ngakak banget, kebayang key kan emak2 banget gayanya
    haduh *plaaaaaaaaaaakkkk*
    tapi iri juga saiia

    lanjutkan kak

  8. sarah says :

    Keren aku Penasaran ka selanjtnya ! huhu serem kimbum nya misterius dh !
    Apa yg terjadi ya selanjtnya !

  9. citra anisa aprilia says :

    waaaaaaaaaa. apa kim bum pelaku pembunuhan min ho dan key?
    waduh baca ff ini buat aku deg”an. apalagi pas ngelirik jam yg udah nunjuk ke angka 12.34 hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
    tp penasaran. lanjutannya di tunggu hehe

  10. Amalia'SoEul'Lova says :

    Wuaaa,.
    Tragis bgt nasib Cinta So Eun,. T_T …
    Mmm,. Bener gak ya KB pelaku p.bunuhan Minho ma Key,..
    Ckckck,.
    Keren ka…
    Lanjutkan…

  11. Meika says :

    Kcian bnget dch so eun…
    Dtnggu next partx y

  12. rini says :

    gk nyangka law kim bum jd pembunuh.a
    jd gk sbar nunggu
    ayo kak cpat lanjutkannnnnnnnnn

  13. dini ramadhani says :

    kim bm pembnuh?ah bukan kali*ngedem hati* mngkin tu kostum milik pelayannya ato sp gitu heheheeh biasanya serial2 detektif kan gitu
    retno,lanjtkan!

  14. an99iiee says :

    knp kim bum ngebunuh suami saya hah ? ha ? *gk nyante* *sotoy*
    ahaahaa . lanjutkan xD

  15. Widie Fransisca says :

    Huah……
    kerenn…….

    ff horor pertama yah kak??

    hehehe

    gag sabar pengen baca lanjutannya kak….
    hwaiting^^

  16. Meika says :

    Cpat post part finalx donk
    ok!!

  17. ryniandicha says :

    onde mande* Lebai
    kim bum ?!!!!! jangan bilang kalau kim bum yang bunuh Min Ho KU !!!
    kau akan ku bunuh kembali kim bum *Plak ! dibunuh duluan sama fansnya kim bum
    ahahahahahhaa
    g nyangka ceritanya bagus,bahkan g bisa dtebak.aku tunggu part selanjutnya..
    “HUAAAAAAAAAAA,,tapi kenapa Min Ho ku matiiiiiiiii T_T

  18. puchaabyzone says :

    annyoghaseyo author retnooooooooooooo * triak pake toa

    suka….suka…sukaaaaaaaaa………ceritanya tentang misteri…

    kyaaaaaaaaa minho di bunuh….trs key juga di bunuh,,,,,,sapa sieh pembunuhnya * noel2 bahu authornya,,,sambil2 ngasah golok hahahahaha

    ”So Eun. Maaf, membuatmu lama menunggu.”ucap Kim Bum. Alhasil, kotak yang semula dipegang So Eun pun terjatuh lagi sehingga semua isi pun keluar. So Eun tercengang melihat isi terakhirnya. Sebuah kostum serba hitam dan topeng phantom yang pernah dilihatnya saat pelaku itu membunuh Min Ho dan Key! So Eun langsung memandang tajam Kim Bum dengan tidak percayanya. Kim Bum yang semulanya tersenyum kini hanya terdiam.”Kim Bum! Jadi kau…….” So Eun tidak sanggup meneruskan kata-katanya.————->>>>kyaaaaaaaaaa jangan bilang kalo kim bum yang bunuh,,,tidaaaaaaaakkkkkk, sambil lari kepelukan yesung * ngarep hahahha

    tapi ngk tau kenapa, menurut aq setiap kalo kl liat kim bum dipoto atau dimanapun itu, berasa dia punya aura misterius banget..kyknya dia emang punya sisi yang gelap * sok kyk pernah liat KB langsung ajah. plaaaaaaaakkk..#langsung di gantung ma bummiies sedunia aq hehehe

    ayo,,ayo,,lanjutkan. penasaran kelas berat
    kamsahamnida
    _bow_

  19. RhAa luph Bumsso says :

    Critanya seruu….. suka… suka… suka…. ditunggu lanjutannya..

  20. heldajungsoo says :

    Mwo? ternyta yg mlakukan it kimbum tak di sangka, keren bgt thor.

  21. Cindy Seomates says :

    wahh daebak lanjut ya min
    oh ya mau promote sebentar
    bagi yang suka baca FF SoEul di sini ada wordpress baru, mungkin masih dikit ceritanya tapi moga moga seru silahkan kalo mau baca:
    http://bumssoeulmates.wordpress.com/

  22. Endang widiyati says :

    Waaaahhh….Kok kim bum oppa jadi antagonis seeehhh…Mana yg dibunuh ganteng2.Jadi penasaran….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: