Love Like Wine part 4

Author : Widie Fransisca

Main Cast: Kim Bum, Kim So Eun

Cast: Jung Yong Hwa, Cho Kyu Hyun

Genre: Romantic, Family, Friendship

Type: Sequel

 

Previous Part….

“Mobilku…dimana mobilku?”Kim Bum terus memperhatikan sekelilinga.

“Dari tadi aku datang aku tidak melihat mobilmu…”

“Benarkah?”Kim Bum terlihat mengingat ingat. “ah…aku kesini dengan Kyu tadi, aku memakai mobil kyu…aish..”Kim Bum menepuk dahinya

“Uh…kau ini kan masih ada bus, kita pergi dengan bus saja ya?”ucap So Eun sambil tersenyum

“Apapun asal kau senang..”Kim Bum menggandeng tangan So Eun menuju halte bis terdekat. Pemandangan itu membuat orang orang iri. Banyak para gadis yang memarahi kekasihnya karena iri melihat mereka berdua.

 

 

 

Di Bus….

Kim Bum menatap keluar jendela, ia terus saja tersenyum. Hal itu membuat Kim So Eun bertanya tanya, apa yang salah dengan sahabatnya itu.

“Gwencana?”Tanya So Eun sedikit khawatir.

“Mwo?”Kim Bum bingung dengan pertanyaan So Eun

“Apa kau sakit?”tanya So Eun lagi.

“Tidak…Kenapa?”singkat Kim Bum

“Lalu kenapa tersenyum sendiri?”tanya So Eun

“Tidak…ah kau saja yang terlalu memperhatikanku”Goda Kim Bum, seketika pipi So Eun memerah.

“A..Aniyo…”So Eun memukul lengan Kim Bum pelan

“Wah lihat pipimu memerah…”ucap Kim Bum sambil tertawa

“aish kau ini…”So Eun berusaha menyembunyikan wajahnya

 

 

Kim Bum POV

“Gwencana?”Tanya So Eun membuyarkan lamunan ku, dari nada bicaranya sepertinya ia khawatir.

“Mwo?”tiba tiba hanya kata itu yan keluar dari bibirku.

“Apa kau sakit?”tanya So Eun lagi.

“Tidak…Kenapa?”jawabku sambil terus memperhatikan wajahnya yang penuh kekhawatiran. Apa dia mengawatirkan ku?

“Lalu kenapa tersenyum sendiri?”tanya So Eun

“Tidak…ah kau saja yang terlalu memperhatikanku” Aku menggodanya, tak lama pipinya bersemu merah. Wah, ia terlihat sangat manis.

“A..Aniyo…”jawab  So Eun gugup lalu ia memukul lengan ku pelan

“Wah lihat pipimu memerah…”ucapku sambil tertawa

“aish kau ini…”So Eun berusaha menyembunyikan wajahnya. Ia sangat manis. Sepertinya aku harus berterima kasih pada dua sahabat bodohku itu, Kyu dan Yong Hwa karena mereka jadi aku bisa menghabiskan seharian penuh bersama So Eun. Hm..salah aku harus berterima kasih pada ibunya Kyu Hyun dan urusan mendadak Yong Hwa hahahhha. Aku harap matahari tidak buru buru tenggelam hari ini hahaha.

Perjalanan ini tidak terasa melelahkan, karena ada So Eun. Walaupun tidak terlalu berbicara panjang lebar, dengan kehadirannya saja itu sudah cukup bagiku. Aku memandang seluruh bus. Lumayan padat, mungkin karena ini akhir pekan jadi banyak yang pergi berlibur. Pandanganku tertuju pada pria yang duduk di sebrang tempat duduk kami. Ia terus tersenyum pada So Eun. Kemudian aku memalingkan wajahku pada So Eun, So Eun hanya menanggapi pria itu dengan senyum, kemudian ia kembali sibuk degan ponselnya. Aku lihat pria itu lagi, dia terus memandang So Eun. Ini tidak bisa di biarkan. Enak saja dia terus memandang So Eun ku.

“hm..So Eun…kita bertukar tempat duduk ya?”tanyaku

“Kenapa?Bukannya kau sendiri yang ingin duduk di situ?” ujar So Eun

“Uhm…tiba tiba aku merasa mual sepertinya aku mabuk, kau tahu sendiri aku jarang naik bus….”ucap ku memelas sambil memegang perut ku

“Kau ini…ayo cepat pindah…”ucap So Eun cemas. Akupun menuruti perintahnya, sambil tersenyum penuh kemenangan tentunya. Kemudian ia mengambil minyak kayu putih dari tasnya. “Ini…”ucapnya sambil menyodorkan minyak itu padaku.

“gomawo..”ucap ku singkat.

“iya…lebih baik kau tidur saja, daripada mabuk mu itu makin parah…”ucapnya, aku hanya mengangguk. Sekilas aku menoleh pada pria tadi. Ia berusaha memandang So Eun tapi terhalangi oleh ku. Aku tersenyum bangga, Kim Sang Bum kau memang pintar hahaaa. Entah mengapa aku serasa seperti anak kecil yang tidak ingin kehilangan mainannya, tapi apa aku salah jika aku tidak mau kehilanganmu Kim So Eun? Aku baru menyadari aku sangat takut kehilangannya. Aku memejamkan mataku berpura pura tidur, kemudian aku menyandarkan kepalaku dibahunya, sangat nyaman. Tidak lama aku pun terlelap.

Kim Bum POV end

 


So Eun POV

Tiba tiba Kim Bum merasa tidak enak badan, aku tahu ia tidak terbiasa naik bus. Kalau tahu ini akan membuatnya menderita seperti ini aku tidak akan mengajaknya naik bus. Aku merasa bersalah. Setelah bertukar tempat duduk, aku memberikan botol kecil minyak kayu putih, mungkin bisa membuatnya lebih nyaman.

Aku memandang keluar jendela sambil terus mendengarkan ipod-ku. Tiba tiba aku merasa seseorang menyandar di bahuku. Ku lihat Kim Bum sudah terlelap dibahuku. Dia terlihat manis meskipun saat tidur, terlihat polos dan tanpa dosa. Hmm mungkin ini berlebihan. Tapi itu menurutku, tidak salah kan? Jantungku terus berdegup kencang, semoga saja tidak membangunkannya. Kim Sang Bum, kenapa kau mencuri hatiku? Karena mu aku menyakiti banyak lelaki yang menyatakan cintanya padaku. Karena mu aku terus saja sakit hati. Karena mu aku menjadi gadis yang feminim, membuang ke-Tomboy-an ku. Karena mu aku jadi mempunyai semangat lagi, walaupun keadaanku seperti ini. Tanpa terasa air mataku meleleh dan menetes di wajahnya. Cepat cepat aku menyekanya. Kemudian menyandarkan kepalaku pada kepalanya.

“Saranghae..”gumamku tanpa sadar. Kemudian aku pun ikut terlelap. Tuhan terima kasih Kau menghadirkan Kim Bum dalam hidupku.

So Eun POV end

 


Kim Bum POV

Aku terus dalam kepura puraanku. Rasanya sangat nyaman berada di dekatnya. Kenapa aku jadi seperti ini? Apa mungkin aku telah jatuh cinta pada Kim So Eun?

Tiba tiba aku merasakan setetes air membasahi wajahku. Apa dia menangis? Kenapa? Apa aku menyakitinya? Akhir akhir ini aku merasa So Eun menjadi pemurung, sering melamun, tapi dia terus terlihat tegar. Sedangkan aku tidak tahu apa apa. Sepertinya Kyu dan Yong Hwa mengetahui sesuatu, tapi mereka juga menyembunyikannya dari ku, tapi aku yakin jika saatnya tepat, mereka mengatakanya. Tangan halus So Eun menyentuh wajahku, jantungku kembali berdengup tak menentu. Tidak berhenti sampai disitu, So Eun menyandarkan kepalanya. Jantung ku mau copot karenanya.

“Saranghae..”kemudian So Eun bergumam, sangat pelan. Dia mengatakannya pada siapa? Padaku kah? Hey Kim Sang Bum jangan terlalu percaya diri. Tapi pada siapa?

AkU membuka mataku perlahan, ku lihat ia tertidur sangat pulas. Ia secantik bidadari. Tidak..bahkan bidadari pun iri karena kecantikanya. Aku menegakkan badanku dan menyandarkan Kepala So Eun di bahuku. Kim So Eun kenapa aku baru menyadarinya sekarang? Aku benar benar menyukaimu. Aku merogoh kantong ku kemudian mengambil ponsel, aku pun mengambil gambar kami, ini pertama kalinya aku dan So Eun naik Bus bersama tanpa pengahalang dan pengganggu, Yong Hwa dan Kyu Hyun. Kalau di ingat lagi, persahabatan kami sebenarnya sangat konyol, kami mulai bersahabat karena berawal dari hukuman, konyol. Setelah masa orientasi, kami melakukan kenakalan kenakalan yang membuat kami bertemu. Yong Hwa, walaupun ia terlihat pendiam, tapi banyak kekonyolan yang ia perbuat. Ia menyatakan cinta di depan kelas saat guru memberikan pelajaran, bukankah itu cari mati namanya. Lalu Kyu Hyun dan So Eun, mereka memang sudah saling mengenal sebelumnya, mereka datang terlambat, atas usul So Eun mereka pun memanjat pagar sekolah setinggi tiga meter. Mereka sukses melakukan misi itu, mungkin sudah kebiasaan, walaupun rok So Eun sobek. Tapi konyolnya walaupun mereka lolos memanjat pagar dan masuk kedalam sekolah, yang membuat mereka dihukum adalah saat sampai di depan kelas Kyu Hyun tiba tiba ingin membolos sebab ia belum mengerjakan tugas, karena setia kawan atau bodoh So Eun setuju dan menemani kyu untuk membolos, agar tidak mencurigakan, Kyu dan So Eun pun melemparkan tasnya ke bawah dari depan kelasnya yang berada di lantai tiga. Dan dengan santainya berjalan kebawah, jika ada guru yang berpapasan dengan mereka dan bertanya mengapa mereka tidak belajar di kelas, mereka menjawab ‘kami harus segera ke ruang osis ada yang harus kami kerjakan’ atau ‘kami di panggil ke ruang BP untuk mengambil data untuk kelas’ dengan sukses sampai di lantai satu, saat akan mengambil tas, sudah berdiri guru paling killer di sekolah, ternyata mereka melemparkan tas tepat megenai kepala guru itu. Dan aku..sebenarnya tidak terlalu konyol aku mengajak son son, hewan peliharaanku di dalam tas, sebenarnya aman aman saja sebelumnya, tapi karena son son bosan didalam tas terus, ia pun keluar dari tas. Son son sangat pintar, ia tahu mana yang cantik, dia melilit kaki teman ku. Kelas pun heboh karena ada seekor ulas didalam kelas. Aku dengan santai mengambilnya dan memasukannya kembali dalam tas. Dan akhirnya kami di hukum untuk membersihkan ruang osis selama satu bulan dan membersihkan toilet sekolah selama dua minggu. Dan tas milik So Eun dan Kyu, seratus tangkai mawar Yong Hwa dan Son son ku di sita. Tapi saat pengembalian barang sitaan Son son ku tidak di kembalikan. Itu tidak adil. Sejak saat itu kami mulai akrab. Banyak kenakalan kenakaan yang kami lakukan bersama. Guru guru pun sampai kewalahan menghadapi kenakalan kami, tetapi walaupun kami menyandang predikat siswa ternakal, kami juga menyandang predikat sebagai siswa berprestasi.

“Kenapa kau senyum senyum sendiri?”suara itu membuyarkan lamunanku. Ia sudah terbangun, ia menatapmu dengan wajah polosnya.

“Tidak..aku hanya ingat saat kita pertama bertemu dulu, konyol sekali”ucapku sambil tersenyum lucu.

“hhum? Iya konyol sekali, kau bodoh, membawa son son ke sekolah, Yong Hwa juga kenapa menyatakan cinta di saat pelajaran berlangsung?hahaa”So Eun tertawa lepas aku sangat menyukai seyum dan tawanya, dadaku terasa hangat melihatnya.

“Hey…kau juga konyol, melempar tas pada guru itu…”sahutku

“Aish kau ini, kyu yang bodoh, dia yang melemparnya…”ucapnya membela diri

“Dan rok mu yang sobek itu…membuat hukuman menjadi semakin berat…”kataku lagi

“Aku tidak suka rok waktu itu…Kyu saja yang bodoh ia tidak mau meminjamkan celananya padaku..”So Eun memanyun, itu membuatku gemas.

“Kau bodoh…lalu Kyu kau suruh pakai apa?”kataku tertawa

“Dia kan pakai boxer, jadi dia tidak perlu malu kan?”sahutnya

“Memangnya kau tahu dia memakai boxer?”tanya ku

“iya…Kyu dan aku sudah sejak lama berteman, sejak bayi mungkin, kedua orang tua kami berteman. Ibu Kyu sudah seperti ibuku, saat ibuku tiada, ibu kyu yang menemaniku. Aku tahu kyu luar dalam…”ucap So Eun

“kau ini…”aku mengacak acak rabutnya.

Setelah beberapa jam perjalanan kami pun sampai di Bussan. Kemudian berganti bus untuk menuju makam ibu So Eun.

So Eun meletakkan bucket bunga yang dibawanya di atas makam ibunya. Ia terus menatap makam itu. Kemudian ia tersenyum.

“Bu…aku datang…”ucap So Eun sambil terus tersenyum “Sayang sekali kali ini aku datang sendiri, tidak bersama ayah. Apa yang harus ku lakukan bu? Ayah terlalu sibuk dengan pekerjaannya, tidak pernah ada waktu buatku. Aku sendirian di rumah, karena bibi Jang keluar, ia sudah sering sakit sakitan, anak anaknya tidak memperbolehkanya bekerja. Aku sendirian ibu…andai saja ibu ada di sampingku…”Aku menatap So Eun haru. Ternyata dibalik semangat dan senyumnya ia begitu rapuh. Itu membuatku lebih ingin melindunginya.

“Oh iya bu…aku kesini bersama Kim Bum…”So Eun berbalik dan mengajakku mendekat. “Ibu…karena sudah terlalu sore, kami pulang dulu ya…aku harap ibu bahagia disana…tenang saja puterimu ini sangat tangguh. Hahha”ucapnya sumringah. “Kim Bum, ayo kita pulang..”ujar So Eun sambil berjalan mendahuluiku.

“ahjuma…tenang saja aku akan menjaga So Eun…”gumamku lalu menyusul So Eun

Kim Bum POV end

 


So Eun POV

Perasaanku menjadi lega setelah mengunjungi makan ibu. Walaupun hanya sebentar. Aku merindukan ibu.

“Kita mau kemana?”tanya Kim Bum dengan wajah lelahnya

“Maaf ya karena aku kau jadi kelelahan. Uhm bagaimana kalau kita ke rumah nenekku, aku sudah lama tidak kesana..”usulku

“uhm..kedengarannya menyenangkan..”ujar Kim Bum setuju “Tapi sepertinya kau jarang mengunjungi nenekmu di busan?”

“Karena nenek sudah meninggal saat aku masih kecil, jadi aku jarang kemari, hanya sesekali saja untuk liburan atau istirahat saja. Tapi tenang saja rumahnya tetap terawat, karena ada pengurus Nam yang membersihkannya setiap hari.”jelasku

Kami pun naik taksi, hanya memakan waktu sekitar setengah jam. Sesampainya di sana Kim Bum sepertinya menyukai suasananya. Rumah mungil dengan halaman yang luas, ada ayunan di sudut halaman yang di penuhi dengan bunga dan pepohonan yang rindang.

“Ayo masuk..”ajakku sambil membukakan pintu. Kami duduk di ruang tamu.

“Bagaimana?”tanyaku

“Nyaman…suasananya menyenangkan…aku suka..”ucap kim bum sambil tersenyum

“Sudah ku duga…kita istirahat sebentar di sini dulu, setelah itu baru pulang…”ujarku sambil menyandarkan punggungku,rasanya nyaman sekali.

“Rumah ini tidak di tempati?”tanya Kim Bum lagi

“Sebenarnya rumah ini di sewakan, tapi beberapa hari yang lalu orang itu tidak menyewa lagi karena ia berpindah tugas.”jelas ku, Kim Bu hanya mengangguk anguk menanggapinya.

“Ada berapa kamar?”tanyanya lagi, sepertinya ia ingin banyak mengetahui tentang rumah ini..

“Kenapa?kau ingin menyewanya?”candaku

“Aniyo..hanya basa basi saja. Daripada hanya dalam kebisuan.”

“kau ini…ada dua kamar, tapi sepertinya penyewa menggunakan kama yang satu sebagai gudang. Entah lah aku tidak tahu…Apa kau tidak lapar?”tanya ku

“tentu saja lapar…bagaimana kalau ka memasak untukku…”ucap kim bum sambil memegang perutnya

“baiklah…tapi tidak ada yang gratis di dunia ini Tuan Kim…”godaku

“Apa?kau meminta bayaran?enak saja aku mengantarmu saja tidak meminta bayaran, hanya kau memasak kenapa meminta bayaran?”protesnya, ia terlihat lucu.

“Aish…itu bukan seperti yang ada di pikiranmu. Kau harus membayarnya dengan belanja untuk makan siang kita, bagaimana? setuju”ucapaku sambil mengulurkan tanganku untuk berjabat tangan.

“setuju..”kata kim bum sambil menyambut uluran tanganku “Tapi…kau harus ikut berbelanja denganku…”kata kim Bum lagi sambil menarikku menuju keluar.

“Omo…aku tidak suka berbelanja di pasar. Tidak…tidak…aku tunggu di rumah kau yang berbelanja..aku memasak saja…”ucap ku meronta

“Kau ini…”kesal Kim Bum ia melepaskan tangan ku, tapi kemudian ia tersenyum licik, hah aku tidak suka senyumannya. “Baiklah kalau begitu…Nona Kim So Eun…sepertinya harus dengan cara paksa…”

“MWO??!!!!!!!”Teriakku tiba tiba Kim Bum menggendongku. Dan berjalan menuju pasar terdekat “Omo….Kim Bum turunkan aku…”aku terus berteriak, ia hanya tersenyum, aku terus meronta sambil memukul dadanya. Banyak yang melihat kearah kami. Ini benar benar memalukan.

“Wah…lihat pasangan itu, sepertinya pengantin baru..mesra sekali..”komentar seorang ibu yang sedang berkumpul dengan ibu ibu lain, sepertinya ia baru saja beberbelanja. Aku terus menyembunyikan wajahku. Ini memalukan, umpatku.

“Sepertinya kau menikmatinya ya..”ucap Kim Bum tanpa rasa bersalah

“Aish..kau membuatku malu tahu…!! Turunkan aku, aku akan berbelanja dengan mu…”ujarku menyerah. Kim Bum menurunkanku dengan wajah penuh kemenangan karena berhasil memaksaku untuk berbelanja dengannya. Kami pun berbelanja. Pasar terlihat sedikit lengang, mungkin karena hari sudah hampir sore. Sudah hampir setengah jam kami menjelajahi pasar itu, dan ini persinggahan terakhir kami, dan akhir penderitaan ‘berbelanja’ bagi ku.

“bibi, kami beli ini..”kataku sambil memperlihatkan sayuran yang telah kami pilih.

“Iya…”singkat bibi penjual itu “Wah kalian orang baru ya?aku belum pernah melihat kalian..”ujarnya, memang desa ini kecil, jadi mudah mengenali orang baru atau pendatang, juga mungkin karena pakaian kami mencolok. Itu karena aku tidak berencana untuk berbelanja seperti ini. aku hanya bisa menangis dalam hati saat ini, melakukan ha yang sangat aku benci, dari luar memang aku terlihat feminim, tapi sisi ke-tomboy-an ku juga masih ada.

“Ne…kami baru tiba tadi siang bi..”jawab Kim Bum ramah

“Wah…pasangan muda, kalian baru saja menikah?”ujar bibi penjual itu

“Mwo??!!!”teriak ku dan Kim Bum kompak. Kami pun saling berpandangan, kemudian tertawa.

“Aniyo..kami hanya teman bi, kami hanya berkunjung ke sini, nanti kami akan kembali lagi ke seoul.”jelasku

“oh begitu…Kalian terlihat begitu serasi…cocok sekali…”kata bibi itu “Apa?Kalian akan kembali ke Seoul nanti?”

“Ne…ada apa bi?kenapa kaget seperti itu?”tanya Kim Bum

“Sebaiknya kalian urungkan niat kalian untuk kembali ke Seoul hari ini, lebih baik besok baru kalian kembali ke Seoul…”nasehat bibi itu.

“Waeyo?”tanya ku bingung

“Aku dengar nanti akan ada hutan lebat di sertai angin kencang, lebih baik kalian pulang besok saja demi keselamatan kalian, kalian lihat sekeliling kalian, biasanya pasar ini tutup saat matahari terbenam, tapi karena ada kabar itu maka sebagian pemilik kios menutup kiosnya.”jelas bibi itu. Memang benar sebagian besar pedagang sedang menutup kiosnya. “Sebentar lagi aku juga akan tutup,ini belanjaan kalian..”

Kim Bum menyerahkan uang pada bibi itu dan kami bergegas kembali kerumah.

So Eun POV end

 


Kim Bum POV

Saat berbelanja tadi seorang pedagang mengatakan pada kami akan ada hujan lebat disertai angin kencang. Ia menyarankan agar kami tidak kembali ke Seoul sore ini. Tapi menurutku itu adalah kabar burung.

Tiba tiba turun hujan, untung saja jarak rumah sudah tidak terlalu jauh. Aku melepas jaket ku untuk melindungi kami dari hujan. Kami berlari menuju rumah.

“Aish…kenapa bisa hujan, padahal tadi langit begitu cerah..”gerutuku sambil meletakkan jaketku di meja ruang tamu.

“Mana aku tahu, tapi yang pasti aku tidak percaya akan terjadi seperti yang dikatakan bibi itu…”ucap So Eun santai sambil berjalan menuju dapur. Kemudian mengambil ponsel dan menelepon seseorang.

“Yoboseyo…Pengurus Nam, bolehkan aku meminjam baju? Tiba tiba turun hujan, jadi baju kami basah. Ne…mungkin aku bisa meminjam baju istrimu, dan temanku bisa meminjam baju mu….Ne…maaf merepotkan mu…Ne…Kamsahamnida”So Eun memutus sambungan teleponnya.

“Menelpon siapa?”tanyaku sambil melahap buah apel yang tadi kami beli.

“Pengurus nam, dia akan mengantarkan pakaian kering kemari…apa kau mau bertahan dengan pakaian basahmu itu?”ucap So Eun sambil menyiapkan bahan bahan untuk memasak.

“sudah…jangan cerewet kerjakan saja tugas memasakmu itu…aku sudah lapar…”keluhku

“Aish…kau ini bertanya dijawab, protes..kalau tidak ku jawab juga protes…membuatku pusing saja…”keluhnya memanyun. Terlihat lucu. “Cepatlah bantu aku memotong sayuran itu..”

“Ne….”singkatku. Kami seperti pasangan suami istri. Lucu sekali. Tapi aku bisa gila jika menikah dengan gadis seperti ini, terlihat feminim, tapi…cerewet sekali. Tapi aku lebih gila jika dia tidak mengisi hariku. Kim So Eun, kenapa kau membuatku seperti ini?

“Ting Tong…..Ting Tong…”bel rumah berbunyi. Kami segera bergegas membukakan pintu, dan tepat seperti dugaanku, pengurus Nam datang membawakan pakaian kering untuk kami.

“Mianhae nona, pakaian kami hanya seperti ini…”ucapnya sambil menyerahkan bungkusan plastik pada So Eun.

“Tidak apa pengurus nam, ini lebih baik dari pada baju basah kami. Maaf merepotkan mu.”Ucap So Eun Sopan

“Ne…Nona, sebaiknya kalian pulang esok pagi, karena hari ini akan ada hujan badai, sebaiknya kalian tetap disini demi keselamatan kalian. Ini saya bawakan peralatan mandi dan makanan ringan seadanya. Maaf saya hanya bisa memberikan ini saja..”ujar pengurus Nam. “Saya permisi Nona..”ucapnya sambil membungkukan badan kemudian meninggalkan kami yang masih bengong.

“Mwo?!!!!”teriak kami saling berpandangan.

 

 

 

To Be Continued

 

 


Maaf yah kalau kebanyakan….

N’ Thx wat saran sarannya…^^

Sebisa mungkin saia lakuakan….hahahaaa….

Oh iya…seperti biasa..kepada reader….mohon mengisi daftar hadir dengan saran n’ kritik tentang FF saia yang g jelas ini…..

Gomawo…

Tags: , , ,

23 responses to “Love Like Wine part 4”

  1. Sunny says :

    Sru sru!!!
    Jd gk sbar nunggu part slanjutx…

  2. Sunny says :

    “ada berapa kamar?”tanyanya lagi.sepetinya ia ingin banyak mengetahuh tentang rumah ini..
    “kenapa?kau ingin menyewanya?”candaku
    “aniyo..hanya basa basi saja,daripada dalam kebisuan”
    “kau ini…ada dua kamar.tapi sepertinya penyewa menggunakan kamar yang satu untuk gudang.entah lah aku tidak tau…
    Psti nti kim bum ma so eun 1 kmar…
    Waahhh…dtnggu y next partx!!!

  3. Yhuian meiiyy says :

    Ckckckck…
    “ada berapa kamar?”tanyanya lagi.sepetinya ia ingin banyak mengetahuh tentang rumah ini..
    “kenapa?kau ingin menyewanya?”candaku
    “aniyo..hanya basa basi saja,daripada dalam kebisuan”
    “kau ini…ada dua kamar.tapi sepertinya penyewa menggunakan kamar yang satu untuk gudang.entah lah aku tidak tau…
    Psti nti kim bum ma so eun 1 kmar…
    Waahhh…dtnggu y next partx!!!

  4. Meikha says :

    Kok sunny ma yhuian samaan???
    Aneh!!!
    O y untk part slanjutx ngan lma2 y???

  5. merli Bumssoeul says :

    Seru , aku suka banget ceritanya .

    tapi menurutku sih kurang panjang , panjangin lagi dong bahkan sekali post 2 part juga aku baca wkwkwk

  6. Sary ajow says :

    Kyak crita shin-chae kyung princes h0urs ma m0ng ry0ng- chunhyang sassy girl..tp justru ituw keren bgt busyet…waiting 4 d’next…chay0o0

  7. Amalia'SoEul'Lova says :

    Makin Seruu sist,..
    Ayoo Lanjutkaannn…

  8. citra anisa aprilia says :

    haha seru banget.
    mwo? kepanjangan? kurang panjang malah heeeee

    “Saranghae..”kemudian So Eun bergumam, sangat pelan. Dia mengatakannya pada siapa? Padaku kah? Hey Kim Sang Bum jangan terlalu percaya diri. Tapi pada siapa? —> yah sama situ lah bum. masa sama om om yg tadi ngeliatin? jadi kau tidak kepedean kok heeee

    “Wah…pasangan muda, kalian baru saja menikah?”ujar bibi penjual itu
    “Mwo??!!!”teriak ku dan Kim Bum kompak. Kami pun saling berpandangan, kemudian tertawa. —> pengennya sih gitu bi, tapi kami belum menikah. secepatnya, doakan saja *wink* *lahyangditanyasiapayangjawabsaya huahahaha

    ah di tunggu lanjutannya ASAP hehe

  9. zumi shinigami says :

    hweee,,,,,,,,,, semakin seruu aja…….. next part lebih cepat ya.. hhheheheheheheh

  10. 라미 'Rahmi' says :

    Kami seperti pasangan suami istri. Lucu sekali. Tapi aku bisa gila jika menikah dengan gadis seperti ini, terlihat feminim, tapi…cerewet sekali. Tapi aku lebih gila jika dia tidak mengisi hariku. Kim So Eun, kenapa kau membuatku seperti ini?

    KIMBUM GO CRAZY BECAUSE OF SOEUN…. kyaahaahahahahaahhahahahaha *ngakak guling2*

    lanjutkan
    lanjutkan
    *demo sambil bawa poster bumsso*

    saya senyum2 baca part ini xixixixixixixixi

  11. Aya BumsSoEul says :

    kyaaa . tambah seru.!

    ntar kya gmna yaa.? tnggal s’rumah ma So Eun ..
    aaaa . penasaraaan ..

    lanjut kaak.! hwaiting .!

  12. decha cayang bumso says :

    keren…
    q pgn tau ap yg akn trjd ma kb n kse nanti…
    q tunggu part slnjtx…

  13. Ina BeQi SoEulmates says :

    ‘Aku lihat pria itu lagi, dia terus memandang So Eun. Ini tidak bisa di biarkan. Enak saja dia terus memandang So Eun ku.” iya deh iya so eun cm pnya kim bum.. haha..
    ” Ku lihat Kim Bum sudah terlelap dibahuku. Dia terlihat manis meskipun saat tidur, terlihat polos dan tanpa dosa. Hmm mungkin ini berlebihan. Tapi itu menurutku, tidak salah kan? Jantungku terus berdegup kencang, semoga saja tidak membangunkannya. Kim Sang Bum, kenapa kau mencuri hatiku? Karena mu aku menyakiti banyak lelaki yang menyatakan cintanya padaku. Karena mu aku terus saja sakit hati. Karena mu aku menjadi gadis yang feminim, membuang ke-Tomboy-an ku. Karena mu aku jadi mempunyai semangat lagi, walaupun keadaanku seperti ini. Tanpa terasa air mataku meleleh dan menetes di wajahnya. Cepat cepat aku menyekanya. Kemudian menyandarkan kepalaku pada kepalanya. Saranghae..”gumamku tanpa sadar. Kemudian aku pun ikut terlelap. Tuhan terima kasih Kau menghadirkan Kim Bum dalam hidupku.” so swiiiittt pasti’a,,,,,,,
    ” Kami seperti pasangan suami istri. Lucu sekali. Tapi aku bisa gila jika menikah dengan gadis seperti ini, terlihat feminim, tapi…cerewet sekali. Tapi aku lebih gila jika dia tidak mengisi hariku. Kim So Eun, kenapa kau membuatku seperti ini?” kyaaaaaaa kim bum ud cimat ma so eun,,
    kereeeeeeenn kereeeeeeeennn,,,
    lanjutkaannnn chingu^^

  14. ViQa "Gajeong" says :

    Wah . . .~?

    benAr2 niE ff kereN Ban9et’sUmpAh dEh. ,akU SaLut ban9et sAma AUthorNya nIe,#9eleng2 kepala

    UDah dEh pkokx LNjuTkan sAja kAk’kLw bs nexT ParT LEbih pAnjan9 La9i,La9i,Dan La9i dari sEbeLumx,xixi

    diLihat sO Swetx mEreka di pArt ini,jadi peNgen meMbunuh penyakiTnyA EoNnie ‘sO eUn’ ni #meNgasAh-n9asah pisaU,

    hah’,n9gk jELas,

    kAkakkkk . . .
    FIGHTIN9 !!!

  15. Tie yeobonya kyuhyun oppa says :

    Wew, cman br2, qra2 ap yg mrk lakukan y???
    Ayo lnjtin admin. . . .
    D tnggu lnjtanx. . .
    Asap y. . .

  16. eka caiiank bumsso says :

    uhhuyyy prikitiewwwww,
    k’ren bnget Ff nee!!!qu sngat sngat sngat skaaaaaaaaa!!!
    KSB N KSE satu rumah*cihuy senangnya dlm hati*
    lnjutkan chinggu!!! qu mendukung nee Ff!!! hahihuheho*ketawa gaje*
    jgn lma-lma yach lnjutinnya🙂 qu sngat penasaran!

  17. Moza Desy says :

    ayayayayayay…..
    aQ ska aQ ska….

    tp ending bwt part ini, bkin pnasaran bgt….
    wah.. jdi pnasaran gmana next part’y…..

  18. Ina BumsSo says :

    Kreeennn,.,.,.,
    d’tnggu pArt slAnjUtnya,,,,,

  19. RiriAngels says :

    Riri Datang .. Riri Datang ..
    Riri Datang #plaaaak
    *gak penting*
    Ahahahaha kakak kuuu..
    Ceritaaaaaaaa
    KEREEEEEEEEEEN XDD
    Hahaha Aduuh BUMSSO XAN SO SWEEEEEEEET B.G.T SIIIIIH hahaha
    Si kakak kenapa Brsambung Bikn Penasaaaaraaaan xD
    Haha
    Kakak DITUNGGUUUU PART SELAANJUUUUT_a jgn Lamalama ya hahaha

  20. Widie Fransisca says :

    Anyeong…..
    mianhae…….karena kesalahan teknis Love like wine harus tertunda…….tapi pasti saia lanjutkan kok….tenang aja…
    heheheheh
    semoga minggu ini bissa saia kirim ke BSI…
    doakan saja…hehehehhe

  21. rizkyapratiwi says :

    oooopppsss…… keeeeerrrreeeeeeeennnn ceritanya

  22. Dela safitri says :

    Cie cie bumppa lg senang2nya bs berduan dgn sso kkk^_
    Sukaaaa kurang pjng malah thor . Scene romantisnya kuraaang thor😦
    Next next..
    Jgn buat aku penasaran lebih lamaaaa thor🙂 ehehe… maaf thor lebay

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: