Sorry for My Love [part 4]

Author : glodzbumsso

Main cast : kim bum, kim so eun, chu ga eul

Cast : lee min ho, goo hye sun, go ara, jessica, geum jandi

Genre : romantic, death’s character, friendship

Type : sequel

 

Setelah menuntunku dan menidurkanku di kamarnya, Min Ho terpaksa turun untuk menemui para undangan dibawah untuk mewakiliku menerima ucapan selamat. Ketiga sahabatku pun juga tidak bisa menemaniku karna hari sudah terlalu gelap, meskipun aku tau mereka hendak memberikan aku dan Kim Bum waktu untuk saling berbicara tanpa gangguan siapa pun. Berbeda dengan Kim Bum yang pada kenyataannya dia menginap di rumah sepupunya yaitu Min Ho. Akhirnya Kim Bum-lah yang menemaniku di kamar.

Didalam kamar Min Ho aku dan Kim Bum hanya dapat saling terdiam. Tak terjadi percakapan. Aku yang biasanya supel terhadap siapapun jadi canggung untuk memulainya. Akhirnya aku putuskan untuk diam meskipun aku masih penasaran kenapa dia bisa tau namaku? Dan kemana dia selama ini? Sunyi. Tegang.

Kim Bum yang semula duduk di sofa dekat dengan kasur yang kutiduri berpindah tepat disebelahku. Tatapan matanya sudah tak lagi dingin, dia merubahnya dengan tatapan hangat dan seakan-akan familiar kepadaku. Dengan sabar dia mulai memeras kompresan lap yang ada di baskom-saat merasa suhu badanku mulai naik-dan memindahkannya di dahiku. Karna aktivitasnya itulah beberapa kali kulit kami saling bersentuhan, bahkan tanpa ragu-ragu dia berani meraba dahi serta pipiku untuk memeriksa suhu tubuhku dan beberapa kali dia melakukan kegiatan itu seberkas senyuman maut tertanam pada wajahnya yang ditujukan padaku. Aku benar-benar terhenyak dengan semua itu.

Aku yang semula memutuskan untuk tidur juga tak dapat tidur. Aura Kim Bum yang duduk disampingku dan menggantikan kompres pada dahiku benar-benar membuatku nervous. Jika keadaannya tetap seperti ini bisa-bisa aku mati ditempat karna nervousnya. Rasanya tinggal lima detik kesempatanku untuk hidup karna situasi ini. Untung saja Kim Bum memberanikan diri untuk memulai percakapan sebelum pada akhirnya aku benar-benar mati kutu oleh perhatiannya padaku.

“Kau ini kenapa, So Eun? Kau tak seperti So Eun yang kukenal?”, ucapnya mengawali pembicaraan kami.

“Mak… Maksudmu aku tak seperti yang kau kenal? Perasaan aku tak pernah berubah.”, jawabku berusaha mengusir rasa gugup yang mendera karna tangan Kim Bum yang masih menempel pada pipiku.

“ Aku perhatikan…. memang sejak awal kita bertemu kau tak pernah berubah secara fisik atau pun watak, kcuali sifatmu yang semakin dewasa…..”. Aku dapat merasakan pipiku yang semakin memanas karna ucapan Kim Bum. Dia memperhatikanku! Sungguh-sungguh memperhatikahku, bahkan sejak awal kami bertemu. “….Kau kenapa So Eun? Wajahmu semakin memerah? Apa kau merasa sakit?”.

“BODOH!! Wajahku memerah karnamu! Apa kau tak merasa?!”, ucapku tentu saja dalam hati. Aku menggeleng menjawab pertanyaan Kim Bum. “Lanjutkan obrolanmu tadi. Aku benar-benar tak apa.”

“Yakin kau tak apa-apa?”, ucapnya dengan pandangan menyelidik padaku.

Aku mengangguk dengan tegas. “Ayo lanjutkan. Aku tak mengerti dengan apa yang kau maksud?”.

“…EEmmmm…”. Aku senang dapat melihat sikapnya yang sedang berfikir. Sikap ketika salah satu tangannya menggaruk kepala yang tidak gatal dan satu mata tertutup menyipit. Sikap yang tidak pernah berubah dari tahun ke tahun. “…Aku dulu selalu melihatmu dalam keadaan ceria tanpa beban. Selalu terlihat senang tak pernah pucat. Binar mata yang selalu tampak indah ketika memandang benda berwarna biru atau melihat birunya langit. Aku sangat suka ekspresi itu apalagi ekspresi ketika kamu bermain ditengah derasnya hujan tampak seperti anak kecil yang tak punya dosa, meskipun pada esok harinya kamu slalu tidak masuk karna kena demam…. Tapi liat keadaanmu yang sekarang, wajahmu semakin lama semakin pucat. Aku tidak lagi melihat kegembiraan dan kecerahan pada wajahmu. Kau sebenarnya kenapa So Eun? Apa kau sakit?”

Aku menggeleng lemah pada Kim Bum. “Jadi kamu memperhatikanku hingga sedetail itu?”, tanyaku tak percaya memutus ucapan Kim Bum.

Kim Bum mengangguk dengan wajah polosnya. Aku tak tahu apa harus merasa senang apa marah? Senang karna pada akhirnya dia memperhatikanku dan marah karna mengapa tidak dari dulu aku memberanikan diri untuk menawarinya sebuah arti persahabatan?! Aku benar-benar menyesal, tapi yang jelas aku merasa rasa sakit yang menjalar keseluruh tubuh yang berpusat pada perut sebelah kanan menghilang begitu saja saat mendengar perkataanny. “Memangnya kenapa kalau aku memperhatikannmu? Tidak Boleh?”

“Bukan…Bukan begitu. Tapi… tapi kenapa tidak dari dulu kita bisa dekat seperti ini layaknya teman? Kenapa kamu selalu saja bersikap dingin pada setiap orang?”, tanyaku gugup. Kim Bum menatapku lekat. Benar-benar lekat hingga aku tak dapat berpaling darinya. Tangan hangatnya yang sedari tadi menempel di pipiku untuk mengira-ngira suhu tubuhku berubah menjadi meraba pipiku. Meraba dengan halus dan penuh kasih sayang. “Kenapa?”, kataku hampir menangis. Aku sudah tidak tahan.

“Karna aku mencintaimu, So Eun… Sangat-sangat mencintaimu…”, ucap Kim Bum lirih. Dia terus saja mendekatkan wajahnya padaku hingga akhirnya kami berciuman. Rasanya kebaikan dalam diriku sudah musnah oleh para demon yang terus saja menghasut kami untuk saling mengungkapkan perasaan ini. Aku benar-benar terlena oleh Kim Bum.

@@@

Tiba-tiba saja bayangan Min Ho terlintas dibenakku. INI SALAH!! SEMUA INI SALAH!!! “Apa yang kulakukan? Bagaimana jika Min Ho tau? Perasaannya akan benar-benar hancur! Bukan saja perasaannya, tapi juga keluarga kami! TIDAK! INI TIDAK BOLEH!”, ucapku dalam hati.

Tidak, So Eun. Kamu tidak melakukan kesalahan. Apa salahnya kamu bermesraan dengan orang yang kamu suka? Itu bukan suatu kesalahan.”

Sudah cukup, So Eun. Apa jadinya jika Min Ho tahu? Dia sudah terlalu baik pada..”

Hey, angels lebih baik kau diam! Kau tak punya hak untuk berbicara!! Aku rasa So Eun telah membalas semua kebaikan Min Ho dengan menjadi pacarnya selama ini, benar tidak?”

Jangan dengarkan demons, So Eun. Kebaikan Min Ho padamu tidak akan pernah tergantikan. Kalau kamu tidak ingin menyakiti Min Ho lebih baik kamu berterus terang padanya dan jangan dekati Kim Bum juga…”

CUKUP!!!!!”. Aku sudah tidak tahan dengat perdebatan ini! Aku dorong Kim Bum dengan sekuat tenaga. Dia tampak tersentak kaget. Aku menatapnya marah, tapi tetap tak berdaya karna aku merasa tubuhku semakin melemah. Dari sorotnya matanya aku dapat menangkap sorot penuh dengan tanda tanya..

@@@

“Kenapa, So Eun?”

“KAMU BILANG KENAPA?!! HARUSNYA AKU YANG TANYA SEPERTI ITU, BUM! HARUSNYA AKU YANG TANYA KENAPA? KENAPA KAMU BARU HADIR DISAAT YANG TIDAK TEPAT?! DISAAT AKU SUDAH JADI MILIKI ORANG LAIN?! KENAPA TIDAK DARI DULU KAU UNGKAPKAN SAJA?! ATAU JANGAN-JANGAN DARI DULU KAU SUDAH TAHU PERASAANKU PADAMU, TAPI KAU ANGGAP INI HANYA PERMAINAN HAHH?! KENAPA KAU TEGA MENGHIANATI SEPUPUMU SENDIRI?! KENAPA?! AYO JAWAB KENAPA?!”, tanyaku meledak-ledak meskipun aku tau suaraku tak cukup keras untuk membuatnya tersentak.

“Bukan seperti itu, So Eun. Bukan seperti apa yang kau ucapkan.”, jelasnya dengan memperdekat jarak antara aku dan dia.

“JANGAN SEKALI KALI KAU MENDEKAT!! AKU SUDAH MUAK DENGAN SEMUA INI! AKU SUDAH CAPEK MENAHAN SEMUA RASA YANG KUPENDAM SELAMA 6 TAHUN, BUM!! ENAM TAHUN!! DAPAT KAU BAYANGKAN,BUKAN?! Oh ya aku lupa bahwa kau seorang manusia tidak berperasaan..”, teriakku dengan tetap pada posisiku di tempat tidur. Aku dapat melihat mata Kim Bum yang memerah. Dia semakin maju mendekatiku meskipun tadi telah kuultimatum untuk tidak mendekat.

“KAU FIKIR HANYA KAU SAJA YANG MERASA MENDERITA?! AKU JUGA SO EUN! AKU MENDERITA KARNA TIDAK DAPAT MENGUTARAKAN PERASAANKU PADAMU! AKU MENDERITA KARNA TIDAK DAPAT BERSAMAMU! DAN AKU LEBIH MENDERITA LAGI KARNA AKU HARUS MELIHAT BERTUNANGAN! BUKAN BERTUNANGAN DENGAN ORANG LAIN, SO EUN! TAPI BERTUNANGAN DENGAN SEPUPUKU SENDIRI, SEPUPU YANG SUDAH KUANGGAP SEBAGAI KAKAK DAN AYAHKU!”, teriak Kim Bum dengan mencengkram bahuku keras. Dia benar-benar marah dan lepas kendali.

“ LEPASKAN! KAU MENYAKITIKU!”, ucapku meronta-ronta berharap Kim Bum melepaskan cengkramannya. Kim Bum yang sadar segera melepaskan cengkramannya “Lalu kenapa…kenapa tidak kau ungkapkan?! LEBIH baik, Bum simpan saja kata-katamu untuk para fansmu yang bertebaran di jalanan! Aku… aku sudah letih menunggumu, Bum. Benar-benar sudah letih”, isakku pada Kim Bum.

“Aku tidak bisa, So Eun. Ayahku telah lama meninggal dunia dan aku punya tanggung jawab pada ayah untuk menjadi seorang pengerajin tembikar yang hebat agar dapat membiayai ibu serta adikku. Selama ini aku berjuang seorang diri tak ada siapapun yang membantu hampir saja aku menyerah, tapi betapa beruntungnya aku karna ada Min Ho yang membantuku hingga aku menjadi seperti sekarang ini. Dan sekarang aku berniat menjemputnya, menjemput perempuan yang selama ini aku sayangi dan menjadi tujuan hidupku dari masa lalu kini dan masa yang akan datang, mungkin memang saat ini waktunya…..”, ucapnya terisak lemah dan duduk disamping ranjangku.

Melihatnya menangis membuat hatiku sakit. Semua rasa marah dan kesalku padanya menghilang seketika. Aku yang terkulai lemas berusaha bangun dan memeluknya. Aku peluk dengan penuh rasa kasih sayang. Aku benar-benar tak tau semua ini juga terjadi padanya, bukan cuma aku sendiri yang menderita tapi juga dia.

“Andai aku tau sejak awal, Bum. Aku akan menunggumu sampai kau datang, tapi sayang semua itu sudah terlambat…”, ucapku dalam hati.

“ Dia benar, So eun..”ucap seseorang yang tiba-tiba saja masuk ke kamar. Kami berdua sama-sama melepaskan pelukan dan menoleh pada asal suara itu.

“Min Ho…”, ucapku dan Kim Bum bersamaan. Sosok itu…..

 

 

 

Nah loh…. Min Ho tiba-tiba masuk! Apa dia mendengar semua pembicaraan So Eun dan Kim Bum? Lalu bagaimana kisah cinta antara Kim Bum dan So Eun? Dan bagaimana juga hubungan Min Ho dan So Eun?

BACA CHAPTER SELANJUTNYA YA…

Don’t forget to give comment…

@@@

Tags: , , , , , , ,

26 responses to “Sorry for My Love [part 4]”

  1. cIeetra says :

    kyEnd aBieez ffna ..,wAaggh q g nyangka klu kb jg mnDerita clma in ,kyyaa aq bca smbl terharu+guling+nendanging bantalguling*pPiez,klewat lebayna*,lNjtna lbh cpt y ..!

  2. Sary ajow says :

    Top mark0t0p…waiting 4 d’next…chay0o..

  3. Sary ajow says :

    Top mark0t0p..waiting 4′ d next…

  4. Anna says :

    Sbnrny sng slh phm KB n KSE udh trbuka,,tp knp ada ketidaktegaan pd posisi Minho yaa???hrs ksihan ma yg mn nieeyy,,,

  5. Glodzbumsso says :

    Buat semua yang udah baca makasi ya .. Makasi juga buat comment2 nya . Tapi mav kalo aku gak bisa bales comment satu2 . Soalnya mulai senen depan sampai slasa minggu depan nya lagi aku ada ujian , jadi mav ya ?

  6. Nitha says :

    Waduch sru nch..
    Jngan lm2 y post klnjtanx….

  7. anisa_elf says :

    hhhuuuaaaahhhh….
    hax 1 yg bsa q ktakn!
    KKKKEEERRREEENNN…

    jg lma2 y part slnjutx!!!🙂

  8. afifa tuter says :

    hmmmm penasaran ni bagaimana kelanjutannya
    semangat chingu lanjutkan ^_<

  9. ViQa "Gajeong" says :

    Q ksian
    sm bumsso,
    tp ksian jg
    sm minho,hmm
    minho utk aku
    aja y,author
    mnt plstik dong,
    wk,#plak’dihjr minsun LOV

  10. rini says :

    smakin pnasran . .
    lanjutan.a jgn lma” y . .

  11. renata says :

    Kereeeeeeeeeeen…..

  12. zumi shinigami says :

    Kereeen… lanjutanya cept yaah… ^^

  13. dini ramadhani says :

    kemarin komen di hape ternyata gak bisa jd baru bisa komen skrg nih
    kim bum suka dah lama kok gak ngomong2 sih?*jd ingat kisah bumsso”dah disamber orang baru bilang cinta HUFT
    lanjutin sai

  14. Ina BeQi Soeulmates says :

    lanjuuuutttttt lanjuuuuuuuuuttttttt…
    pnasaraaaaaaaannnnn ini..
    hoho^^

  15. ryniandicha says :

    So Eun jahad banget,,jahat pada min ho yang terlalu baik padanya,,
    tpii disisi laen,dia ingin mmperjuangkan cintanya,,
    uhm,,kasian min ho…
    penasaran sama part selanjutnya,,jgn lama”

  16. RhAa luph Bumsso says :

    aq kasihan lihat min ho… ga tega , aq tunggu lanjutannya….

  17. Ai SoEulmate Bummies says :

    lanjutkan.;…

  18. rahillah (chiaki) says :

    min ho oppa, hiks,,,TT,
    kasihan bgt sih…!!!

  19. rizkyapratiwi says :

    hahahhah … goplah so eun sm kim bum

  20. meerable says :

    uwaa..
    CTAAAARRRR… tiba2 Min Hoo datang..*ganggu aja Si Min HO, padahal so Eun lg asyik ama Kim bum**
    author…oke bgt nih karyanya,,,,🙂

  21. kyla says :

    nah lohhh..
    knpa…

  22. Juliana (@Juliana83579934) says :

    aish kasihan banget minho …andweeee..tp tetap senang bum-sso hrus bersatu

  23. Oktavia ^^ says :

    Nah loh..!!
    Minho dteng gmna tuh jadinya..??
    Ya ampun minho dteng di saat yg tepat # plaakk #
    wahh jdi tegang di gmna selanjut’a ya..??
    Hahahah ywdh ahhhh…aq mw bca lagi….coz aq pnasaran …!!

  24. Elvis says :

    Waw, makin seru nih cerita
    Gimana jadinya ya….?
    Lgsg baca part selanjutnya aja ah….

  25. DWI A says :

    Kira2 min ho mendengar nggak ya percakapan sso dengan bumppa

  26. mia says :

    min ho oppa baik bgt semiga dia rela melepaskan eonnie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: