Sorry for My Love [part 5]

Author : glodzbumsso

Main cast : kim bum, kim so eun, chu ga eul

Cast : lee min ho, goo hye sun, go ara, jessica, geum jandi

Genre : romantic, death’s character, friendship

Type : sequel

 

“Andai aku tau sejak awal, Bum. Aku akan menunggumu sampai kau datang, tapi sayang semua itu sudah terlambat…”, ucapku dalam hati.

“ Dia benar, So eun..”ucap seseorang yang tiba-tiba saja masuk ke kamar. Kami berdua sama-sama melepaskan pelukan dan menoleh pada asal suara itu.

“Min Ho…”, ucapku dan Kim Bum bersamaan. Sosok itu…..

“Semua yang diucapakan Kim Bum benar”, ucap Min Ho berjalan kearah kami dan duduk tepat disofa yang tadi telah diduduki Kim Bum. Mengetahui Min Ho yang masuk secara tiba-tiba membuatku gugup. Aku tak peduli aku hatiku akan terluka seperti apa, tapi yang penting jangan sampai orang-orang yang kusayangi menderita karna aku. Keadaan yang kualami sekarang ini berbeda dengan Kim Bum. Aku melirik padanya. Dia tampak tenang seolah tak terjadi apa-apa, seakan-akan dia mengerti apa yang akan terjadi selanjutnya. Aku berusaha untuk setenang Kim Bum, tapi tak bisa keringatku terus saja mengucur.

“Jadi…Jadi kau… kau mendengar semua yang kami bicarakan, Min Ho?”, tanyaku gelagapan.

“Iya. Aku dengar dia bercerita kepadamu tentang cinta pertamanya dan pengalamannya hingga menjadi pengerajin tembikar yang terkenal, bukankah begitu Kim Bum?” Kim Bum yang ditanyai oleh Min Ho hanya bisa mengangguk dan tersenyum.

“Hanya itu saja?”

“Hanya itu saja? Apa maksudnya dengan hanya itu saja, So Eun?”

“Mak…maksudku….hanya itu saja yang kau dengar?”

“Iya Cuma itu saja. Memangnya kenapa? Ada yang kau sembunyikan dengan Kim Bum, So Eun?”

“Eh….”, jawabku bingung. Aku menoleh pada Kim Bum, Kim Bum yang tanpa melihatku langsung mengerti keadaan.

“Kau ini apa-apaan. Tidak ada yang kami sembunyikan. So Eun hanya sedang bercerita tentangmu padaku…..”

“Hehhehe….. i…iya…”, jawabku gugup. Butiran keringat sebesar jagung mengalir didahiku hingga aku tampak seperti pucat.

“Kau kenapa So Eun? Apa panasmu semakin naik?”,tanya Min Ho yang menyadari keanehanku sembari menatap padaku. Aku melirik pada Kim Bum dan berusaha meminta pertolongannya, tapi dia tak menoleh. Aku…Aku bingung mau menjawab apa? Tiba-tiba aku merasa suara Kim Bum tiba ditelingaku dan berbisik,

“Tenang, So Eun. Tenang. Semua akan baik-baik saja asalkan kamu tenang…”

“Ah.. Tidak, Min Ho. Aku tidak tahu kenapa karna tiba-tiba saja semua terasa panas?”, jawabku asal. Kim Bum tertawa mendengar jawabanku begitu juga Min Ho. Aku kesal, aku paling tidak suka dipermainkan.

“Sudah cukup jangan tertawa! Ya sudah kalau tidak percaya. Kalau keperluan kalian disini telah selesai lebih baik cepat keluar karna aku sangat lelah!”,ucapku kesal dengan menarik bedcover Min Ho warna biru muda. Min Ho yang merasakan kekesalanku seketika berhenti tertawa lalu mendekatiku, sedang Kim Bum masih saja terus tertawa meskipun telah diperingatkan Min Ho dengan menepuk punggung Kim Bum.

“Sudah jangan kesal lagi. Tidurlah yang pulas. Aku akan tidur diluar dan mengantar Kim Bum kekamarnya…”, ucap Min Ho sabar dan menaikkan bedcover kebadanku. Dia selalu saja sabar menghadapiku. Aku benar-benar merasa bersalah atas kejadian tadi. Min Ho mengajak Kim Bum untuk keluar kamar dan memberikan waktu istirahat kepadaku. Saat melihat Min Ho diujung pintu, aku tergerak untuk menghampirinya…

“Min Ho, maafkan aku karna selalu menyusahkanmu…”, ucapku terisak. Min Ho memelukku dan berkata,

“Sudah jangan menangis lagi. Aku tak apa-apa. Berkorban demi wanita yang kucintai itu tak masalah bagiku. Kau selalu saja gampang untuk mengeluarkan air mata, DASAR CENGENG!! Sudah tidur sana. Good night…”, ucap Min Ho dengan diakhiri kecupan didahiku. Aku sempat melirik pada Kim Bum. Tak dapat dipungkiri bahwa dia juga merasa cemburu. Aku senang melihatnya, jadi ternyata dia benar-benar menyukaiku menyukai Kim So Eun. Saat Min Ho melepaskan pelukannya tiba-tiba saja Kim Bum berkata…

“Kau tidak berniat memelukku juga, Eun?”

“Hahh!! Apa maksudmu?”, tanyaku gugup sekaligus marah padanya. Min Ho pun juga ikut menoleh pada Kim Bum bukan dengan tatapan marah, tapi penasaran! PENASARAN! Min Ho memang pria yang baik. Sangat-sangat baik dan harus kuakui itu.

Belum sempat Kim Bum menjawab pertanyaanku dengan sesegera dia menarikku dalam perkataannya dan berkata,”Bukankah aku tadi telah menolongmu. Jadi berhakkan aku mendapat pelukan dari seorang gadis cantik nan baik sepertimu. Hahhahah…”, ucap Kim Bum diiringi derai tawa Min Ho. Ucapan Kim Bum memang simple, tapi dalam ucapannya itu penuh penekanan padaku.

Disela-sela derai tawa mereka berdua, Kim Bum membisikkan sesuatu padaku. Sesuatu yang membuatku kaget, senang, dan amat sangat ketakutan.“Biarpun kamu Kim So Eun adalah tunangan dari sepupuku Lee Min Ho, tapi aku tidak akan segan-segan untuk merebut hati yang sudah seharusnya dari dulu jadi milikku. Akan kutebus waktu kita yang tlah hilang dan akan kuukir kenangan yang seharusnya hanya ada dua nama didalamnya, yaitu KIM BUM dan KIM SO EUN. Dan sebentar lagi waktunya akan tiba. Ingat itu!”, bisiknya sembari melepaskan pelukan itu dan tersenyum penuh arti padaku.

Harus kuakui aku senang mendengar ucapan Kim Bum. Hal ini membuat aku dapat kembali menuju tempat tidur tanpa beban setelah sekian lama aku merindukannya. Aku tau apa yang kulakukan ini salah, tapi aku juga seorang manusia yang mempunyai sisi manusiawi dan nafsu. Sempat terbesit dihatiku untuk mengikuti arus cinta Kim Bum, tapi lagi-lagi bayangan Min Ho terbersit dalam benakku.

“Ah..sudahlah. Kita liat saja apa yang terjadi nanti.”, ucapku pada diriku sendiri sembari menutup pintu kamar.

@@@

Saat ku bangun aku melihat Kim Bum dengan pakaian rapinya sudah berdiri disamping tempat tidurku. Aku kaget dan menutupi piamaku dengan bedcover yang sedari tadi menutupi setengah tubuhku.

“A…apa yang kau lakukan dikamarku?”, tanyaku gugup. Aku benar-benar tak siap untuk bertemu Kim Bum setelah kejadian kemarin. Aku benar-benar malu. Aku rasa Kim Bum menyadari betapa aku malu untuk menghadapinya.

“Bukan kamarmu, So Eun. Tapi kamar Min Ho…”, jawabnya sembari memberikan senyuman khasnya. Senyuman yang dapat menaklukkan hati wanita siapa pun.

“Ah sudahlah! La..lalu mau apa kamu ada disini?”, ucapku berusaha menutupi rasa gugupku. Kim Bum mendekatiku dengan gaya khasnya. “Apa dia akan …akan menciumku?”, ucapku dalam hati. Kim Bum semakin mendekatiku, bukan mendekati wajahku tapi semakin mendekati telingaku lalu dia berbisik…

“Di tunggu Min Ho dibawah. Cepatlah dia akan segera berangkat”, bisiknya lirih membuat bulu kudukku berdiri.

“Hah! Ber…berangkat? Berangkat kemana?!”, teriakku.

“Bisakah kau untuk tidak teriak seperti itu, So Eun?”, ucapnya sembari mengorek salah satu kupingnya. “Kalau kau mau tahu cepatlah turun kebawah….HEY!!”, ucap Kim Bum teriak memanggilku ketika aku berlari ke tempat makan mencari Lee Min Ho dan tanpa aku sadari aku berlari dengan masih menggunakan piama biru mudaku. Akhirnya Kim Bum berlari mengejarku.

“Min Ho….hosh..hosh.. kau hendak pergi kemana?”, tanyaku setengah membungkuk mengatur nafasku.

“Jangan lari-lari seperti itu. Ingat keadaanmu….”, ucap Min Ho memegang bahuku.

Aku menepis bahu Min Ho aku menatapnya marah. “Kenapa tidak bilang kalau kau mau pergi? Kau mau kemana?”

“Aku ada urusan keluar negri. Aku pergi bersama orang tua kita untuk menghadiri seminar selama 3 bulan…”

“Lalu aku dengan sapa? Aku ikut ya?”, ucapku manja.

“Aku khawatir akan kesehatanmu. Lebih baik kau di Korea bersama….”

“Bersama siapa?”

“Bersama Kim Bum.”

“Kim Bum? Kenapa harus dia?!”, tanyaku kesal menghadap Kim Bum. Kim Bum menoleh padaku dengan tersenyum penuh kemenangan. Melihat senyumannya aku jadi tau apa yang dia maksud ‘saatnya akan tiba’.

“Bukankah kalian sudah saling kenal dan dekat..? sudah ya, So Eun aku harus berangkat. Bye-bye”, ucap Min Ho mencium keningku.

Aku menemaninya keluar rumah. Aku merasa aneh kenapa semua orang menatapku dan seolah-olah menyembunyikan senyumannya? Tapi aku tak peduli. Aku bingung kenapa aku merasa berat melepas Min Ho? “Kapan kau akan kembali ke Seoul?”

“Khan sudah kubilang tiga bulan lagi. Jangan cengeng ya…. Jaga dirimu baik-baik aku tak mau mendengar sesuatu yang buruk terjadi padamu. Bye-bye”, ucap Min Ho sekali lagi mengecup dahiku. Sebelum dia benar-benar pergi aku mendengarnya membisikkan sesuatu sembari memelukku untuk terakhir kalinya….”Aku percaya padamu, So Eun. aku percaya dengan semua keputusanmu. Keputusanmu pasti akan menjadi jalan yang terbaik bagimu dan bagiku…”

“hah! Apa yang kau maksud?”, ucapku pada Lee Min Ho membalas pelukkannya. Min Ho hanya tersenyum. Senyum penuh arti. Senyumannya membuatku bingung. Belum sempat Min Ho menjawab pertanyaanku dia masuk kedalam mobil dan mengendarai mobilnya melesat menjauhiku.

“Apa maksudnya?”, batinku….

 

 

Min Ho terpaksa harus pergi meninggalkan So Eun bersama Kim Bum. Lalu bagaimana hubungan Kim Bum dan So Eun? Dapatkah mereka mewujudkan kisah cinta mereka berdua yang telah lama tertunda? Dan apa maksud perkataan Min Ho?

Nantikan Chapter selanjutnya…

Jangan lupa komennya ya?

@@@

Tags: , , , , , , ,

28 responses to “Sorry for My Love [part 5]”

  1. Nia says :

    Huwaaahh kereeeenn b^^d
    Minho baik bgt ya..
    3 bulan? Wah kesempatan besar tuh buat bumso
    Kekeke
    Penasaran lanjutannya jgn lamalama yaa

  2. ViQa "Gajeong" says :

    Eonnnie SO
    SWEETT, , ,
    Hmm 3 bulan
    wah ngpain
    ya mereka, , ,
    next part
    ditunggu’jngn
    lama2,okok

  3. Ina BeQi Soeulmates says :

    huwaaaaaaaaaahh itu si minho baiiiiiiiiikk bangeeeeeeeddd,,,,
    ckckck… senyumnya kim bum emang nisa membunuh semua wanita termasuk saya,,
    *plaaaaakkk*
    haha…
    apa yg akan nterjadi pada bumsso????
    ummmmmmm………. d’tgg next part’a,,^^

  4. rini says :

    ya ampun min ho baek bgt se . .
    makin penasaran aj ne . .
    d.tungggu klanjutan.a

  5. dini ramadhani says :

    uhuhuhuuhu gak tau musti sedih,kecewa ato seneng
    sedihnya karena so eun dah tunangan ma min ho tp malah ketemu ma bum yg notabene sepupu min ho
    kecewa karena ternyata kim bum jg suka ma so eun dan menyatakan cinta di saat yg kurang tepat,pdhal min ho udh baik bgd ma so eun
    seneng karena kim bum berniat memperjuangkan cintanya lg
    tp salut jg ma kim bum yg pantang menyerah,andaikan di real life jg demikian
    10 jempol untuk author,keren

  6. ryniandicha says :

    hmmm,,ada teka-teki disinii…
    buat penasaraaaan SUMPAH !!!
    penasaran apakah min ho hanya berbohong dan telah mengetahui semuanya,,,,
    penasaran dengan maksud kata-kata min ho terakir..huhuhuhuh

  7. Ai SoEulmate Bummies says :

    minho baik bangett…
    lanjutkan onnie…😀

  8. Anna says :

    Maf ikt bc n komen y,,,minho kykny sngja prgi y bt ngasih ksmptn soeun m kimbum brduaan n bs bt plihan yg tpat nntiny kan?#haha sok thu niey tlg abaikan#next partny dtggu sgra thanks

    • glodzbumsso says :

      gak perlu minta maaf . justru aku swnwng kalo kamu ikut baca🙂

      makasi ya ..
      tungguin aja next part nya..

  9. kim dinni says :

    onnie …lanjutkan yaaaa…

  10. Moza SoEulmates says :

    Walah2!!!
    Kanapa so eun malah bingung mndengar min ho,, klo dya bkal tinggal serumah sma bummie..??!
    Sharusnya seneng dong..

    >>>Hm,, mnurut Q senyum min ho menandakan bahwa dya sanggup melepas so eun,, meski hti’y hncur ato apalah.. *sotoy’y kumat lgi..*

    Hadoh!! Pkok’y buruan d post in ajja next part’y…
    aQ tunggu next part’y…!!!!😀 😀 😀

  11. citra anisa aprilia says :

    wihiiiiiiiii seruuuuuu

    “Kau tidak berniat memelukku juga, Eun?” —> maunya sih gitu bum, tapi ada min ho. gimana dong? wkwk (yg ditanya so eun yg jawab saya. yah mewakili so eun dlm hati)

    “Biarpun kamu Kim So Eun adalah tunangan dari sepupuku Lee Min Ho, tapi aku tidak akan segan-segan untuk merebut hati yang sudah seharusnya dari dulu jadi milikku. Akan kutebus waktu kita yang tlah hilang dan akan kuukir kenangan yang seharusnya hanya ada dua nama didalamnya, yaitu KIM BUM dan KIM SO EUN. Dan sebentar lagi waktunya akan tiba. Ingat itu! —> wihiiiiiiiiii reader ijin dulu mau guling” kesenengan. uh so sweet banget deh si kim bum😀

    ah keren, mau lanjut baca yang ke 6 ah hehe

  12. rahillah (chiaki) says :

    uuugh,,,,,, min ho oppa bnar2 tulus, tpi eunnie jga gak bisa di salahin, hati kan gak bisa berbohong T^T hiks, sedih sedih sedih

  13. rizkyapratiwi says :

    kim bum benar2 sangat mengerikan … so eun kn dah jdi milik mon ho

  14. rizkyapratiwi says :

    haduuuhhh … ceritanya sedih bngt
    gk tahan tuk gk nangis

    hiks… hiks

    penyakit keturunan emang bahaya ya

  15. kyla says :

    mmm..
    minho benar org yg baik…

  16. man says :

    apa kah minho mengadakan perpisahan terakhir nya kepada so… n semua orang menatap sedih dengan yang terjadi sementara so karna binggung tidak mengerti maksud dari semua ini

  17. DWI A says :

    Wah min ho pergi selama 3 bulan kayakny waktu it akan d manfaatin deh sma bumppa

  18. mia says :

    kasian min ho oppa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: