Sorry for My Love [part 6]

Author : glodzbumsso

Main cast : kim bum, kim so eun, chu ga eul

Cast : lee min ho, goo hye sun, go ara, jessica, geum jandi

Genre : romantic, death’s character, friendship

Type : sequel 

 

 

“Khan sudah kubilang tiga bulan lagi. Jangan cengeng ya…. Jaga dirimu baik-baik aku tak mau mendengar sesuatu yang buruk terjadi padamu. Bye-bye”, ucap Min Ho sekali lagi mengecup dahiku. Sebelum dia benar-benar pergi aku mendengarnya membisikkan sesuatu sembari memelukku untuk terakhir kalinya….”Aku percaya padamu, So Eun. aku percaya dengan semua keputusanmu. Keputusanmu pasti akan menjadi jalan yang terbaik bagimu dan bagiku…”

“Hah! Apa yang kau maksud?”, ucapku pada Lee Min Ho membalas pelukkannya. Min Ho hanya tersenyum. Senyum penuh arti. Senyumannya membuatku bingung. Belum sempat Min Ho menjawab pertanyaanku dia masuk kedalam mobil dan mengendarai mobilnya melesat menjauhiku.

“Apa maksudnya?”, batinku….

“Hey, Eun!”, teriak seseorang yang telah berdiri disampingku sejak tadi.

“Apa-apaan sih kau itu, Bum?!”, ucapku kesal meninggalkan Kim Bum kedalam rumah.

“Hey! Apakah kau akan tetap berpakaian seperti itu?”, ucap Kim Bum mensejajari langkahku.

“Apa maksudmu? Berpakaian seperti apa?”. Kim Bum hanya memandangiku dari ujung kaki hingga ujung kepala dengan pandangan setengah menahan geli. Aku mengikuti arah pandangannya dan saat itu aku baru menyadari bahwa aku hanya memakai PIAMA TRANSPARAN BIRU MUDA FAVORITKU!!!!

“AAAAA…!!!!!!!!!!!!!!!!” Aku berlari menuju kamar Min Ho . aku juga sempat mendengar tawa Kim Bum dan para pegawai di rumah Min Ho tertawa melihatku.

“Hahahaha!!!”

“Tertawalah sepuas kalian!”, teriakku dari kamar Min Ho.

Aku segera mandi dan berpakaian. Kukenakan kaos dan rokku yang saling senada lagi-lagi berwarna biru langit dan untuk rambut kubiarkan terurai, aku ingat perkataan Min Ho..“Aku lebih suka rambutmu tergurai” . “Kenapa lagi-lagi aku teringat Min Ho ya? Apa aku merindukannya? AH….!”, ucapku setengah teriak pada diriku sendiri.

Kau mulai menyukainya So Eun… Kau mulai menyukainya, kau harus lihat kedalam hatimu lebih jauh lagi..”, ucap salah seorang bagian dari diriku

Tidak mungkin aku menyukainya, Angels..!!!! Itu tudak mungkin..”

Kita lihat saja nanti, tapi yang jelas jangan pernah kau mengingkarinya SO Eun..”, ucapnya sembari menghilang dari pikiranku.

“ARGHHHHH!!!!!!!!!!!”

@@@

“Ayo ikut aku”, ucap Kim Bum sambil menarik pergelangan tanganku saat aku sedang sarapan.

“Apa-apaan sih kau itu, Bum?!”, ucapku menepis cengkraman Kim Bum yang sangat keras.

“Sudah ikut saja! Oh ya jangan panggil aku Kim Bum atau Bum lagi.”, ucapnya menarikku bukan-bukan menarikku lagi tapi menyeretku keluar rumah menuju mobil sport hitamnya.

“Kau ini?! Apa kau tak tahu aku sedang sarapan?! Lalu aku harus memanggilmu siapa? Kimi persis dengan nama kucingku, Hah? Kita ini mau kemana sih…? ”, ocehku dalam mobil Kim Bum.

“Bisakah kau untuk diam, Eun?! Panggil aku Bummie.”, ucapnya tetap focus untuk menyetir. Aku pun diam menyimpan seluruh pertanyaanku sampai nanti kami tiba ditempat tujuan. Diam-diam aku memperhatikan Kim Bum yang sedang menyetir. Raut wajahnya yang serius tak pernah berubah dari dulu, hanya saja kali ini dia tampak lebih tampan dan dewasa. “Jangan bilang kau jatuh cinta padaku untuk kedua kalinya karna melihat wajahku yang tampan ini, Eun…”, ucapnya tiba-tiba membuatku mengalihkan pandanganku dari wajahnya dengan pipi yang memerah karna malu.

“Apa-apaan sih kau itu? Bisakah kau untuk tidak ge-er?”

“Bukannya aku ge-er, tapi kau dan aku sama-sama harus mengakui bahwa aku memang tampan, benar tidak?”

“Hah?! Aku tidak mengira bahwa seorang Kim Bum bisa senarsis ini..”, sindirku.

Kim Bum menoleh padaku dan tersenyum, senyumannya yang selalu unik. “ HAhaha… kenapa kau baru tau kalau aku ini narsis? Sepertinya kamu harus meluangkan waktu untuk memahamiku, Eun?”

“Kenapa aku ? harus selalu aku? Kenapa kau tidak meluangkan waktu bagiku juga?”, tanyaku polos dan menoleh pada Kim Bum.

“Aku tidak perlu waktu lebih untuk mengenalmu secara dalam Kim So Eun. I know everything about you. About yourself. Tapi jika kamu mau aku lebih meluangkan waktuku aku bersedia..”, ucapnya saat kami telah tiba disebuah tempat yang sangat indah nan eksotis dengan nada menggoda. Aku terkejut mendengar jawaban Kim Bum, ternyata dia mempunyai kepribadian yang sangat agresif berbeda sekali dengan dulu yang kukira dia orang yang cool dan pemarah. Aku merasa dijunjung kelangit tujuh oleh Kim Bum saat mendengar perkataannya, tapi aku sadar bahwa perasaan ini tak boleh tumbuh lebih besar lagi cukup sampai disini batasnya. “Ayo turun.”

“Heh turun?”

“Kenapa aku harus selalu mengulangi perkataanku sih…?” ucap Kim Bum tidak sabaran menarikku.

“Kau itu kenapa harus selalu menarik tangannku sih?!! Apa tidak ada cara yang lebih bagus sedikit?!”, ucapku dengan tergesa-gesa mengikuti langkah cepat Kim Bum. Kami berdua berjalan menuruni batuan yang sangat terjal. Saat kami menuruninya Kim Bum sudah tidak lagi menarikku, tapi dengan sabarnya dia menuntunku perlahan dan membantuku berjalan. Dan akhirnya kami tiba di suatu tempat yang dapat dikatakan padang bunga yang sangat luas….. aku tercengang melihatnya, tapi juga kebingungan. Kenapa Kim Bum membawa aku kesini?

“Hey Bummie, kenapa kau membawaku kemari?”, tanyaku saat kami telah tiba ditaman bunga itu dan duduk tepat disebelahnya dibawah rindangnya pohon.

“Haruskah pertanyaanmu kujawab?”, jawabnya menoleh dengan seberkas senyuman di wajahnya. Aku mengangguk. “Bukankah kau tau sendiri jawabannya, So Eun?”. Aku hanya menggeleng. “Kau itu bisa tidak sih menjawab dengan perkataan?!! Jangan Cuma menggerakkan kepala seperti robot?! Cih..”, ucapnya kesal padaku. Dan aku sekali lagi hanya bisa menggeleng dengan wajah polos. “SO EUN!!!!!!!!!!”, teriaknya tepat ditelingaku.

“Apa sih?!! Jangan teriak-teriak seperti itu!!”, ucapku kesal menjauhi wajah Kim Bum.

“So Eun?”

“Hem…”

“Kau itu masih tetap mengesalkan dan telmi seperti dulu ya?!”

“Hey ya sudah kalau kau tak mau menjawab pertanyaanku, tapi jangan menghinaku dong..!!!”, jawabku kesal dengan wajah yang cemberut.

“Iya. Iya. Iya.. Rasa-rasanya Min Ho harus sabar menghadapimu ya?”, godanya.

“Jangan sangkut pautkan dia! Dia jauh lebih baik, lebih sabar, dan gentleman dari…..”

“So Eun…”, ucap Kim Bum memotong ucapanku. Dari ucapanya memanggil namaku tampak sekali dia sangat marah dan kesal. “Aku tidak suka kau membanding-bandingkanku dengan Min Ho. Meskipun dia jauh segala dari pada aku, tapi aku yang pertama mencintaimu dan menantimu. Jadi….”

“Jadi apa? Jadi dia tidak berhak memilikiku?”, tanyaku memotong perkataan Kim Bum. Kim Bum mengangguk. “Hey Bummie, egois sekali kau ini. Tak turut menyatakan cinta, tapi malah ingin memiliki. Sungguh tak adil dan benar-benar egois”, ucapku memandang Kim Bum.

“Tentu saja aku harus egois dengan dengan apa yang sudah kuanggap milikku.”, ucapnya yang berganti menoleh dan tersenyum padaku.

“Hah! Mak..maksudmu aku ini milikmu?”, tanyaku semakin bingung. Kim Bum mengangguk mantap. “Tidak! Aku tidak mau!”

“Benar kau tidak mau?”, ucapnya menggodaku sekali lagi hingga membuat rona merah dipipiku tampak dengan jelas. Melihat rona merah itu Kim Bum hanya tersenyum simpul.

Cih dia benar-benar keterlaluan!” , ucapku dalam hati.

“Dari pada dengan pria yang tidak gentle sepertimu lebih baik aku bersama….”

“Bersama siapa? Min Ho? sudah jangan bahas dia lagi!”, ucapnya kesal. Aku tersenyum melihat wajah dan tingkahnya yang kesal karna aku membanding-bandingkannya dengan Min Ho. Perilakunya masih saja seperti anak-anak yang marah ketika tak dibelikan permen.

“Bukankah kau yang memulai duluan?”

@@@

“Bummie…”, ucapku memecah keheningan diantara kami.

“Hem.”

“Kau belum jawab pertanyaanku yang tadi? Ayo jawab..”

“Yang mana?”

“Yang tadi itu…”

“Oh…”

“Kok cuman ‘oh’? Ah.. kau itu sungguh mengesalkan. Kalau kau tak mau menjawab pertanyaanku, lebih baik aku pulang saja!”, ucapku kesal dan hendak berdiri kalau tidak dicegah oleh Kim Bum.

“Duduklah…. Aku mengajakmu kemari karna aku ingin kita punya waktu dan tempat kenangan bersama tanpa ada keterlibatan orang lain. Aku mau kau lebih mengenalku dan aku mau kita membuat kenangan yang setidaknya jika kau benar-benar tak dapat jadi milikku kau bisa selalu mengingatku.”, ucapnya. Kali ini entah kenapa aku merasa Kim Bum lebih menerima keadaan. Sikap Kim Bum yang seperti ini malah membuatku sakit, meskipun seharusnya aku merasa senang.

“Jadi kau menyerah?”. Dulu aku mengira jika sikap Kim Bum yang seakan-akan hendak menyerahkanku begitu saja pada Min Ho membuat hatiku sedikit lega meskipun disisi lain aku merasa jauh lebi sakit untuk menerima sikap ini. Tapi sekarang aku menginginkan Kim Bum dapat berjuang untuk mempertahankan cintanya padaku dan merebutku dari Min Ho.

“Tidak. Aku tidak akan pernah menyerah untuk merebut kembali dirimu dari Min Ho. bukankah semalam aku mengatakannya padamu. Aku mengatakan seperti ini adalah bukan karna aku hendak mengalah pada Min Ho, tapi aku kadang harus mengalah pada kehendak Tuhan untuk mendapatkanmu. Jujur So Eun aku tak mau kehilanganmu untuk kedua kalinya karna itu sama saja dengan membunuhku untuk kedua kalinya, tapi aku juga tak bisa memaksakan kehendak Tuhan untuk sama denganku. Kau mengerti khan?”, ucapnya menerawang kelangit. Aku benar-benar takjub atas apa yang dikatakan oleh Kim Bum. Kini Kim Bum benar-benar telah dewasa aku saja tak pernah berfikiran seperti itu. Aku merasa meskipun kini umurku telah menginjak 22 tahun, tapi pemikiranku masih saja seperti anak yang baru lulus sekolah dasar yang sangat-sangat egois. “So Eun, ada pepatah yang mengatakan bahwa nasib seseorang berada pada tangannya. Itu berarti kita hanya dapat merubah nasib kita, tapi untuk takdir hanya tuhan yang dapat menentukannya.”, ucap Kim Bum tersenyum padaku. Senyum yang sangat tulus, hangat dan dalam hingga membuat hatiku terenyuh.

“Terima kasih, Bummie…”

“Terima kasih untuk apa?”

“Terima kasih karna kamu telah menyadarkanku dan terima kasih karna kamu telah membantuku untuk meringankan sedikit beban di hatiku”, ucapku memeluk Kim Bum.

“Aku juga mau ngucapin makasih So Eun…”, ucapnya lirih.

“Untuk?”

“Untuk 22 tahun yang terindah ini. Terima kasih karna meskipun selama 22 tahun kau tidak berada disampingku bayang-bayangmu masih setia menemaniku.” Aku menangis mendengarnya. Menangis dalam pelukan Kim Bum. Aku ingin waktu berhenti, aku tidak ingin berpisah dengannya.

Tuhan.. maafkan So Eun. Maafkan bila aku terlalu egois karna menginginka keduanya. Aku mencintai Kim Bum, tapi disisi lain aku juga sangat menyayangi Min Ho. Aku tidak ingin berpisah dari keduany. Aku ingin memiliki keduanya. Maafkan atas keegoisanku ini Tuhan…”

Tuhan maaf bila aku harus menyakiti orang-orang disekitarku karna besarnya rasa cintaku padanya. Aku sangat mencintai So Eun, Tuhan… Aku ingin memilikinya, tapi bila seandainya dia memang bukan untukku buatlah dia berbahagia bersama laki-laki yang telah kau pilihkan. Aku percaya padamu. Aku percaya kau akan berikan yang terbaik pada So Eun”

@@@

“Sudah kenapa kita berdua jadi sentimentil seperti ini. Aku mengajakmu kesini untuk bermain bukan untuk menangis..”, ucap Kim Bum melepas pelukannya. Aku tertawa.

“So Eun, kenapa kau tertawa?”

“Aku senang karna baru kali ini aku dapat melihatmu menangis. Itu berarti kamu telah menunjukkan kepadaku bagaimana perasaanmu yang sesungguhnya..”

Kim Bum yang tersadar oleh ucapanku langsung menghapus air matanya. “Aku bukan menangis tapi karna mataku kemasukkan sesuatu..” Mendengar Kim Bum berusaha mengalihkan perhatian aku hanya tersenyum.

“Sudah ayo kita main…”, ajaknya menarik tanganku. Dengan senang hati aku mengikuti Kim Bum, tapi ditengah-tengah aku merasakan rasa sakit yang menyerang perut bagian kananku tepat dibawah diafragma akhir-akhir ini muncul kembali. Sangat-sangat sakit. Rasa sakit itu menjalar keseluruh tubuhku. Karna sakitnya yang teramat sangat aku sampai tidak sadar menggenggam erat tangan Kim Bum dan mengeluarkan keringat dingin.

“Kau kenapa So Eun? Kenapa kau menggenggam tanganku erat? Aku tahu kau tidak mau kehilanganku, tapi jangan terlalu menggenggamku erat nanti bisa-bisa kau susah untuk melepasnya. Hehhehe…”

 

 

Apa yang terjadi dengan So Eun ya? Apa dia sakit? Lalu apa reaksi Kim Bum dan Min Ho yang menyadari kondisi tubuh dari So Eun?

Baca Chapter berikutnya..

Dan jangan bosan-bosannya beri saran dan kritik ya? Agar author bisa terus memperbaiki kesalahannya….. ^@^

Tags: , , , , , , ,

14 responses to “Sorry for My Love [part 6]”

  1. Tie yeobonya kyuhyun oppa says :

    Lanjut. . .
    Bumssoeul couple the best. . .

  2. Echa says :

    Aduhhh pnasan kse sakitt apaa,,,
    dtnggu part slnjtny….

  3. decha cayang bumssoeul says :

    wah ad ap dgn kse …
    kok tiba2 jd sakit kayak gini…
    jgn2 rencana jln2x ga2l coz kse skhit tiba2…
    we tunggu next partx…

  4. dini ramadhani says :

    aduh,ada apa dgn so eun?=>sakit parahkah?
    kim bum bener2 gentleman bgd udh gitu bijak lg
    min ho tau yg terjadi antara so eun dan kim bum tidak ya?
    part selanjutnya jgn lama2 ya

  5. Nia says :

    Hmmm penasaran so eun sakit apa
    Kereeeenn
    Lanjutannya jgn lamalama yaa

  6. Anna says :

    Izin bc dn komen,,,waduuuhhh,,,jgn2 soeun skt parah yaa trus akhirnya sad ending deh??#heee sok thu niey#

  7. RhAa luph Bumsso says :

    So eun mghadi dilema ni antra kim bum n min ho , jd pnasaran ni aq tunggu part slanjutNya….

  8. ryniandicha says :

    hm,,,ada yg aneh disini…
    hm,,lanjutkan !

  9. adelia yeobonya donghae says :

    keren,
    so sweet…
    sgt sgt sgt bgus….

  10. Ai SoEulmate Bummies says :

    lanjutkan…

  11. rini says :

    sedih bgt cerita.a . .
    kim bum hrus relain so eun bwt min ho pi q gk rela . .
    q mw.a kim bum ma so eun . .
    kra” so eun skit ap y??
    makin pnasrn ne
    d.tunggu kelanjutan.a kakk!!!

  12. ViQa "Gajeong" says :

    Eonnnnie
    keren . . .
    Hmm jngn sad
    ending ya,”
    mg aja happy
    ending,amin
    Lanjutkan

  13. citra anisa aprilia says :

    wuaaaaaaaaaaaaaaaa kereeeeeeeeennnnnnnn
    sedih dan terbawa suasana
    aish kim bum narsis sekali, tapi aku suka😀
    nmm, genrenya death character? siapakah yang meninggal? penasaran sumpah
    author author, good job, ku tunggu lanjutanya yaaa

  14. mia says :

    so eon eonie sebenarnya sakit apa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: