Sorry for My Love [part 7]

Author : glodzbumsso

Main cast : kim bum, kim so eun, chu ga eul

Cast : lee min ho, goo hye sun, go ara, jessica, geum jandi

Genre : romantic, death’s character, friendship

Type : sequel

“Kau kenapa So Eun? Kenapa kau menggenggam tanganku erat? Aku tahu kau tidak mau kehilanganku, tapi jangan terlalu menggenggamku erat nanti bisa-bisa kau susah untuk melepasnya. Hehhehe…”, ujar Kim Bum tanpa menoleh kepadaku dan melihat keadaanku yang sudah tidak kuat lagi berjalan. Tapi aku sungguh aku sangat-sangat bersyukur dia tak melihat keadaanku yang seperti ini.

“Bum…?”, panggilku lirih

“Ya…”

“Bisakah kita istirahat terlebih dahulu?”, pintaku lirih sangat-sangat lirih bahkan. Kim Bum yang menyadari keanehan padaku langsung menoleh. Dia menuntunku untuk duduk disebuah batu.

“So Eun, kau kenapa? Kau terlihat sangat pucat?”, tanya Kim Bum khawatir. Lagi-lagi gurat kekhawatiran diwajah Kim Bum nampak dengan amat jelas. Ini adalah kedua kalinya aku melihat Kim Bum tampak khawatir karnaku.

“Tidak. Aku tak apa. Aku hanya lelah…”, jawabku berusaha menyembunyikan rasa sakit yang teramat sangat.

“Apa lebih baik kita pulang saja. Aku akan….”

“Tidak-tidak. Percayalah aku hanya lelah.” Aku tak mau mengecewakan Kim Bum. Aku ingin menemaninya mengukir kenangan tentang kami. Entah kenapa aku punya firasat bahwa ini yang terakhir. Kesempatan terakhir aku dapat mengukir kenangan bersamanya.

“Kau yakin? Percayalah padaku So Eun… Kau benar-benar tampak sangat pucat”

“Kau yang harus percaya padaku, Bummie. Aku hanya lelah. Sudah ayo kita lanjutkan perjalanan.”, ujarku berusaha untuk berdiri.

“Tidak lebih baik kita istirahat dulu….”. Kim Bum menahanku untuk berdiri. Dia yang semula berdiri malah ikut duduk disebelahku, aku tersenyum melihatnya.

@@@

Setelah berhenti selama 15 menit akhirnya kami –aku dan Kim Bum- melanjutkan perjalanan. Kim Bum menuntunku ke sebuah tempat yang jauh lebih indah dari tempat awal kami masuk tadi. Tempat ini dipenuhi dengan pohon-pohon yang berdiri kokoh berjajar mengapit jalanan setapak didua sisi, seakan-akan menyambut para tamu yang ingin masuk jauh kedalam. Aku tetap berjalan dalam rangkulan Kim Bum sambil terus menahan rasa sakit yang semakin lama semakin parah. Kami terus menyusuri jalanan setapak hingga tiba di suatu padang. Padang yang dipenuhi akan anak-anak kecil yang bermain layangan, dipenuhi akan rumput dan ilalang yang tersusun rapi, dan dipenuhi dengan bunga lili.

“Kau tahu dari mana tempat seindah ini, Bummie?”, tanyaku lirih tetap berada dalam pelukannya.

Dia memandangku dan tersenyum. “Bukankah ini dibelakang sekolah kita?”, ujarnya dengan menunjuk gedung biru yang kokoh nan tinggi. Ternyata ucapan Kim Bum benar. Padang ini memang terletak dibelakang sekolah kami dulu.

“Tapi kenapa aku tak pernah menyadari ya?”

“Karna yang ada dipikiranmu adalah bagaimana cara menjahili seseorang dan bermain kasti di lapangan di tengah-tengah hujan hingga membuat baju-baju teman kita kotor oleh noda…”ujarnya menggodaku. Aku tersenyum malu mendengarnya.

Andai Min Ho juga berada di sini… Pasti dia juga dapat merasakan suasana padang yang sejuk seperti ini. Suasana yang lama dia rindukan. Suasana yang dapat menghiburnya dari rasa letih akan beratnya tanggung jawab yang dia emban. Lho… kok aku jadi kepikiran Min Ho? Ah!!! Aku ini kenapa sih? Aku khan sedang bersama Kim Bum, kenapa bisa memikirkan Min Ho?”,gumanku dalam hati.

“Aku mau main itu..” tunjukku mengarah pada sebuah laying-layang raksasa. Kim Bum mengikuti arah jari telunjukku. Dia tertegun.

“Tidak.”,ucapnya dengan menggelengkan kepala.

“Kenapa tidak?”

“Lihat keadaanmu..”

“Aku tidak apa-apa kok. Aku sehat. Sangat-sangat sehat bahkan.”, ucapku melepaskan rangkulan Kim Bum yang begitu erat dari tadi. Tapi memang entah kenapa tiba-tiba rasa sakit yang menggerogotiku berangsur-angsur hilang.

“Dasar kau ini!”,ucap Kim Bum menyusulku berlari.

Aku meyakinkannya dengan berlari kearah anak yang mempunyai layang-layang raksasa itu. “Dik, namamu siapa? Boleh tidak kalau unnie pinjam layangannya? Sebentar saja….?”,pintaku pada anak laki-laki yang sekarang dihadapanku.

“Namaku Kang San, Noona. Silahkan kalau mau ini aku berikan….”,ucap anak laki-laki itu dengan menyerahkan layangannya padaku.

“Benarkah, Kang San?”, ujar Kim Bum menyerobot pembicaraanku dengan Kang San.

“Kim Bum hyung? Lama tak berjumpa…”, ucap Kang San menyapa Kim Bum. Tampaknya mereka sudah saling kenal, bukankenal lagi tapi akrab.

“Iya lama tak berjumpa. Oh ya So Eun, ini Kang San.. Dia yang selalu menemaniku bila aku malas masuk sekolah.”, ucap Kim Bum mengenalkan Kang San padaku.

“Oh… hay Kang San…”

“Oh jadi ini So Eun noona yang sering kakak ceritakan?”, ucap Kang San menunjukku.

“Hah?! Dia sering bercerita tentangku padamu?”, tanyaku pada Kang San dengan sedikit bingung.

Kang San mengangguk. “Tapi tenang saja Noona.. Hyung tidak bercerita mengenai hal burukmu padaku..”, lanjut Kang San meninggalkan aku dan Kim Bum usai memberikan layang-layangnya.

“Terima kasih Kang San!!”, teriak Kim Bum saat melihat Kang San berlari dan Kang San member respon hanya dengan mengangkat satu jempolnya tanpa menoleh pada Kim Bum.

“Kau menceritakan tentang apa Bum pada Kang San?”, tanyaku pada Kim Bum dengan tetap memainkan layang-layang kami.

“Hah cerita? Cerita apa?”, ucap Kim Bum balik bertanya padaku dengan menarik ulur benang layangan.

“Aku yang tanya kok malah kamu balik tanya sih?! Kau benar-benar tidak tahu apa pura-pura bodoh?!”, ujarku kesal setengah berteriak pada Kim Bum.

“Aku benar-benar tidak mengerti maksudmu….?”

“Kau bercerita apa pada Kang San tentangku…?”

“Oh….”

“Kok Cuman ‘Oh’ sih…?”

“Rahasia dong..”, ucap Kim Bum menggodaku dengan mengedipkan matanya yang indah lalu berlari menjauhiku.

“Kau itu!!!!!”,ujarku mengejar Kim Bum dan melepaskan benang layangan yangsedari tadi kami pegang.

@@@

Kami berlari saling mengejar mengitari padang itu. Aku merasa kembali seperti anak kecil yang dapat berlari bermain dengan sepuas hati tanpa ada rasa beban yang harus dipikul. Aku merasa sangat senang, tapi kesenanganku tiba-tiba direnggut oleh rasa sakit yang lagi-lagi menderaku. Rasa sakit yang bersumber masih pada tempat yang sama.

So Eun… Kau ini sebenarnya kenapa sih? Apa benar aku menderita penyakit itu? Penyakit yang mengakibatkan ayahku turut pergi ke surga menyusul arwah kakek?”, gumanku dalam hati dengan terisak. Aku menghentikan kegiatanku berlari mengejar Kim Bum. Badanku yang lagi-lagi merasa lemas membuatku tak sanggup menopang tubuhku hingga aku terjatuh terduduk lemas, Kim Bum yang memperhatikanku dari jauh segera berlari kearahku dan berteriak keras hingga membuat orang-orang disekitar memperhatikan kami.

“SO EUN!!!!!!!!!!”

“SO EUN?!!! Kau tak apa?!”, tanya Kim Bum panik merangkulku.

Aku menggeleng lemah. Kukuatkan diriku untuk berkata,”Tidak aku hanya lelah…” meskipun lirih.

“Apanya yang hanya lelah? Sudah kuperhatikan beberapa kali kau seperti ini. Ayo kita pulang?!”, ucap Kim Bum terlihat agak emosi.

“Tidak Bummie.. Aku mau kita disini. Aku ingi …n membuat kena…ngan seper…ti katamu…” ucapku lirih dalam pelukannya. “Aku takut… kit…ta tak punya ba..nyak waktu la…lagi untuk membuat ke..nangan itu… Entah ke…napa aku me…rasa i..ni yang tera…khir kali…nya ak..aku bersama..mu… jad…Jadi aku mohon tetaplah disin…sini bersamaku…” Kali ini aku benar-benar menangis. Aku dapat merasakan rasa sakit ini. Rasa sakit yang pernah dideskripsikan oleh ayah padaku ketika beliau dirawat dirumah sakit.

Kim Bum yang mendengarnya menangis dia memelukku semakin erat. “Aku mohon So Eun jangan berkata seperti itu. Kau benar-benar akan membunuhku untuk kedua kalinya. Aku rela bilatidak dapat memilikimu asal aku dapat melihatmu hidup bahagia, bukan dengan cara seperti ini…”isaknya.

Kusandarkan kepalaku pada pundak Kim Bum, aku berharap paling tidak rasa sakit yang menjalar ini sedikit berkurang. Aku menikmatinya. Menikmati waktu ini bersamanya meskipun hanya dapar dihabiskan dengan cara seperti ini, tapi disisi lain kenapa aku selalu memikirkan Min Ho? “Aku merindukannya. Apa benar aku mulai jatuh cinta padanya? Apa benar ketulusan hatinya telah melunturkan dinding yang ada dihatiku? Iya aku mulai sadar aku mencintainnya. Mencintai Min Ho. Lalu bagaimana perasaanku dengan Kim Bum? Apa dia hadir dalam perasaanku sebagai nafsu cinta pertama yang tak dapat terbalas? Kalau memang seperti itu kenapa aku tak bisa melupakannya? Aku tak bisa melupakannya atau aku tak sengaja melupakannya? Benar apa kata angels… Kim Bum maafkan aku. Min Ho maafkan aku. Tuhan perjelaslah perasaanku ini. Aku juga memohon padamu jangan ambil nyawaku sebelum aku dapat mengutarakan perasaanku dan rasa terima kasihku pada Min Ho, jika memang benar aku tlah mencintainya.. Aku mohon Tuhan…”, ucapku dalam hati .

“Kim Bum?… Min Ho… Min Ho.., Kim Bum. Maafkan aku?”, ucapku pada Kim Bum

“Iya Min Ho kenapa? Dan maaf untuk apa?”, tanyanya masih terisak.

“Maaf karna… kar…na.. aku be..lum belum bis…bisa tegas pada perasaanku…”,ucapku tersengal-sengal.

“Tidak, So Eun! Itu bukan salahmu. Dari awal aku telah tau bahwa hatimu telah berpindah pada Min Ho..”

“Kau tahu?” Kim Bum mengangguk. “Lalu kenapa kau melakukan…melakukan ini?”

“Aku tak mau kehilanganmu, So Eun. maka dari itu aku berusaha merebut hati yang telah hilang untukku, tapi…tapi kini aku sadar…”,isaknya. Aku tersenyum mendengar pengakuan Kim Bum. Kini kami terduduk diantara ratusan lili putih. Aku bahagia.

“Terima kasih Bummie… Terima kasih karna kau telah membawaku ketempat ini dan terima kasih karna sempat memdamaikan dan menyadarakan hatiku..”

“Sudah So Eun, jangan banyak bicara. Istirahatlah. Aku akan menemanimu selalu…”,ucap Kim Bum merengkuhku seakan-akan ikut menopang rasa sakit yang menjalar pada tubuhku. Aku memandang langit yang begitu indah. Langit itu membawa angan-anganku bersamanya. Tiba-tiba rasa kantuk menyergapku, aku tertidur di pundak Kim Bum.

@@@

Aku percaya padamu, So Eun. aku percaya dengan semua keputusanmu. Keputusanmu pasti akan menjadi jalan yang terbaik bagimu dan bagiku…”,bisik Min Ho ditelingaku ketika aku memeluknya, saat aku menjemputnya di Bandara Incheon.

Aku tak mengerti dengan maksudmu?”, ucapku masih dalam pelukannya.

Aku tau apa yang terjadi antara kau dan Kim Bum… Aku mendengar semuanya saat malam pertunangan kita.”, ucapnya melepas pelukan yang mengikat kami.

MAa….maaf….”, ujarku terisak.

Hey.. tidak-tidak. Jangan menangis. Aku paling tidak bisa melihatmu menangis…”, ucapnya menghapus air mata yang menetes dipipiku. Aku memegang pipinya…

Maafkan kesa…kesalahanku Min Ho….”

Sudah kubilang ini bukan kesalahanmu.. Aku yang terlalu memaksa. Aku akan batalkan pertunangan kita, So Eun. Dengan begitu kau bisa bersama dengan Kim Bum..”, ujarnya menggandengku menuju parkiran Bandara Incheon,

Aku terhenti. “Tidak. Aku tidak mau menyakitimu, Min Ho.. Jangan lakukan itu. Kau sudah terlalu baik padaku. Sangat-sangat baik. Selain tak ingin menyakitimu aku juga tak ingin menyakiti hati orang tua kita.. hiks..hiks..”, ucapku terisak.

So Eun listen me. Mungkin bukan-bukan mungkin, tapi keputusan yang aku ambil ini pasti akan menyakitiku dan mengecewakan kedua orang tua kita. Aku ingin melihatmu bahagia So Eun karna dengan begitu semua rasa sakit didada ini akan terobati”, ucap Min Ho menyentuh pipiku dan memelukku.

Aku Mo…Mohon.. jangan…jangan laku…jangan lakukan itu….”, pintaku lirih. Badanku terasa ringan. Aku tak kuat menopang berat badanku hingga akhirnya aku terjatuh dipelukan Min Ho.

Kau kenapa So Eun?”, tanyanya khawatir menggedongku menuju mobil.

Rasa sakit ini menyerangku lagi…”, ucapku lirih sebelum mataku benar-benar tertutup sembari menyentuh perut sebelah kananku yang tepat dibawah diafragma.

SO EUN?! SO EUN!! SO EUN BANGUN!!! BERTAHANLAH!! AKU MOHON… AKAN KULAKUKAN APAPUN ASALKAN KAU BERTAHAN!!! AKU JANJI…”, ucap Min Ho terisak dengan memelukku didalam mobil.

Aku berusaha kuat membuka kelopak mataku yang sebenarnya sudah tak kuat aku buka. Aku keluarkan suaraku meskipun lirih dan mengucapkan permohonanku pada Min Ho, dimana aku merasa ini permohonanku yang terakhir. “Jangan lakukan itu Min Ho…. Sejujur…sejujurnya aku sangat menyayangimu, Min Ho. Maaf..maaf kalau rasa ini baru aku sadari disaat terakhirku…”

Sudah…Sudah, So Eun jangan bicara lagi.. bertahanlah..”, ucap Min Ho memutus ucapanku.

Aku mohon… aku mohon percepatlah upacara pernikahan kita… I feel no have long time again..”, ucapku lemah dan akhirnya kututup mataku dalam pelukan Min Ho.

SO EUN! SO EUN!! AKU MOHON SADARLAH…!!! SO EUN!!!!!!”


Benarkah Min Ho mengetahui hubungan So Eun dan Kim Bum? Dapatkah So Eun mengutarakan perasaanya pada Min Ho sebelum ajalnya tiba? Bagaimana hubungan antara Min Ho-Kim So Eun-Kim Bum selanjutnya? Apakah yang terjadi selanjutnya?

SAMPAI JUMPA PADA CHAPTER SELANJUTNYA!~!!

[~.^]

SARAN KALIAN AKAN SELALU DINANTIKAN AUTHOR!!!

@@@

Tags: , , , , , , ,

14 responses to “Sorry for My Love [part 7]”

  1. Ina BumsSo says :

    Hixz,,,
    hixz,,,
    ap so eun akn mninggal,,
    sbner’x so eun kna pnyakit ap sch…..

  2. Anna says :

    Brharap smoga ada keajaiban ato stidakny soeun diberi wkt untk mrasakan kbahagian dgn org yg bnr2 dia syg,,mski ana sk bumsso tp dicrita ini ana ridho deh klo soeun ma minho no problem,,,

  3. ryniandicha says :

    OH,,SO SWEET….
    seneng akhirnaa so eun bisa utarain perasaannya sendiri..HIKS,,sempat nagis bacanya T.T

  4. dini ramadhani says :

    hiks hiks sedih bgd bacanya
    minho kayaknya emang tau hubungan so eun ma kim bum
    so eun jatu cinta ma min ho?TIDAAAAAAAAKKKK
    10 jempol untk athor,chapter selanjutnya saiia tunggu

  5. rini says :

    hikshikshiks npa so eun hrus skit ampe meninggal . .
    npa so eun ska.a ma min ho??
    bgmna ma kim bum??
    ahhhhh makin penasaran aj
    lanjutan.a jgn lma” y . .

  6. Ai SoEulmate Bummies says :

    pnasaran…
    smoga aja soeun baik” ja…

  7. citra anisa aprilia says :

    so eun mau meninggal? andweeeeeeeeeeee😦
    so eun sama min ho? andweeeeeeeeeeeeeeeeeee😦
    mian reader lebay, huhu jangan dong. sama kim bum aja, saya lebih tak tega melihat kim bum sedih huhuhuhuhu, min ho mah biarin aja *reader jahat
    ah lanjutkannnnn😀

  8. enno bumsso says :

    part ini . . . . ,q kira kse meninggal d part ini😥
    tp untung gak jd. Uyyee
    tp malah mao nikahna ma minho, hufft . . .

  9. cynthia says :

    penasaran bgtz nie …
    next part.x cpt ya …*maksa*
    hemm
    jangan ambil nyawaku kyk jdl bku fav qw dech….

  10. RhAa luph Bumsso says :

    Wah ni ff benar2 dalam banget prasaannya..
    jgn sad ending yach… ga apa2 so eun ma min ho tuk kali ini diridhoin deh asal jgn aja mninggal
    okey ditunggu part slanjutnya..

  11. glodzbumsso says :

    maaf kalo gak bisa tak bales satu2 ..

    pookok nya ikutin terus ya ..

    dijamin bakal beda dewch ..

  12. Ina BeQi Soeulmates says :

    huwaaaaaaaaa sediiiiiihhhh
    jgn sampe so eun meninggal,,, jgn ma min ho jg deh,, buat hye sun aj yg msh nganggur,,
    hhehe,,,
    ttp bumsso..
    haha
    lanjuuuuuuuutttttt

  13. rizkyapratiwi says :

    hanya mimpi …. mungkin

  14. mia says :

    benar” rumit kisah cinta nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: