Sorry for My Love [part 8]

Author : glodzbumsso

Main cast : kim bum, kim so eun, chu ga eul

Cast : lee min ho, goo hye sun, go ara, jessica, geum jandi

Genre : romantic, death’s character, friendship

Type : sequel

 

Aku berusaha kuat membuka kelopak mataku yang sebenarnya sudah tak kuat aku buka. Aku keluarkan suaraku meskipun lirih dan mengucapkan permohonanku pada Min Ho, dimana aku merasa ini permohonanku yang terakhir. “Jangan lakukan itu Min Ho…. Sejujur…sejujurnya aku sangat menyayangimu, Min Ho. Maaf..maaf kalau rasa ini baru aku sadari disaat terakhirku…”

Sudah…Sudah, So Eun jangan bicara lagi.. bertahanlah..”, ucap Min Ho memutus ucapanku.

Aku mohon… aku mohon percepatlah upacara pernikahan kita… I feel no have long time again..”, ucapku lemah dan akhirnya kututup mataku dalam pelukan Min Ho.

SO EUN! SO EUN!! AKU MOHON SADARLAH…!!! SO EUN!!!!!!”

@@@

“ SO EUN!! SO EUN BANGUN!!!”.

“ SO EUN!! SO EUN BANGUN!!! aku mohon bangunlah…”.

Suara itu? Aku sangat familiar dengan suara-suara yang memanggilku. Semua yang terasa gelap kini berubah terang. Perlahan kubuka mataku yang sangat lelah ini. Aku dapat melihat mereka. Dua orang yang paling kusayangi berada di sampingku dan berlari mendorongku ke suatu lorong. Min Ho.Kim Bum. Aku dapat wajah mereka yang tampak lega saat mata ini terbuka. Aku juga dapat melihat butiran tetes air mata mereka. Aku tersenyum..

“Apa kali ini juga mimpi? Sama seperti mimpi yang kualami tadi?”, tanyaku lirih. Aku melihat mereka menggelengkan kepala menjawab pertanyaanku. Aku yang tak kuasa menahan rasa kantuk dan lelah menyerang tubuhku karna pertarungan yang kualami dengan tubuhku ini, akhirnya aku menyerah. Aku tutup mataku….

“SO EUN!!! BUKA MATAMU!! AKU MOHON…..”

@@@

Perlahan kubuka mataku. Semua terlihat terang. “Di Busan?”, gumanku dalam hati. “Ah.. Aku tahu semua ini lambat laun akan terjadi. Aku tahu saat ini pasti akan datang. Dimana aku tak dapat berbuat apa-apa dan hanya bisa membuat orang disampingku menderita”. Dibalik sikap pasrah yang sekarang aku rasakan aku tiba-tiba merasa kuat. Aku merasa kuat karna kehadiran mereka. Kehadiran yang membuatku selalu merasa aman berada disamping mereka. Aku melihat dua sosok itu masih berada disampingku. Min Ho. Kim Bum.

@@@

Dok, sebenarnya saya sakit apa? Kenapa saya selalu merasakan nyari pada daerah diafragma?”

So Eun, berapa lama kamu telah merasakan rasa sakit ini?”

Sekitar 6 bulan lalu, Dok. Saya kira ini hanya sakit perut biasa, tapi entah mengapa dari waktu kewaktu seakan-akan penyakit ini menggerogoti tubuh saya. Memangnya saya sakit apa, Dok? Apakah sangat parah?”

Apakah dikeluarga anda sebelumnya ada yang pernah mengidap kanker Hati?”

DEG…!

Dok… Apakah saya juga mengidap penyakit tersebut?”, tanyaku lirih hampir menangis.

Saya belum tau pasti karna kita belum mengadakan pemeriksaan lebih lanjut… Kalau anda mau besok kita bisa mengadakan janji untuk pemeriksaan tersebut…”

Tidak, Dok.. Bukannya saya tidak menghargai diri saya sendiri, tapi…”

Tapi apa nona So Eun?”

Besok saya akan melaksanakan upacara kelulusan dan pesta pertunangan saya. Jadi saya rasa, besok saya akan sangat sibuk..”

Oh.. untuk itu tak ada masalah. Kapanpun anda mau kita dapat membuat janji untuk melakukan pemeriksaan. Tapi saya harap jangan terlalu lama karna saya takut penyakit anda akan semakin parah…”

@@@

Aku tersenyum melihat mereka dan berkata,“Terima kasih…” dengan lirih. Meskipun aku mengucapkan dengan lirih dan nyaris tak terdengar, tapi mereka dapat mendengarku. Mereka yang semula duduk bersebrangan, masing-masing dari mereka menggenggam tanganku dengan Min Ho disebelah kananku dan Kim Bum disebelah kiriku dengan sigap langsung berdiri dan memandangaku dengan senyuman yang dipaksakan.

“Terima kasih untuk apa?”, tanya Min Ho lirih.

“Terima kasih karna kalian selalu ada di sampingku dan menemaniku.. dan maafkan bila aku membuat kalian kece-”

“Sssttt… Kami tak ingin dengar kau mengucapkan terima kasih ataupun maaf. Kami hanya ingin kau sembuh, So Eun.”, ucap Kim Bum kali ini.

“Tolong.. kalian berdua dengarkan aku… biarkan aku selesai mengucapkan perkataanku in-”, tiba-tiba ucapanku terputus ketika melihat Min Ho melepaskan genggaman tangannya dan pergi meninggalkanku keluar kamar.

“Min Ho…”, ucapku dan Kim Bum lirih memandang kearah Min Ho. Meskipun aku hanya dapat melihatnya pergi dengan memandang punggungnya, tapi aku dapat merasakan kesedihannya. Kesedihannya karnaku.

Maafkan aku Min Ho. Aku selalu saja merepotkanmu dan membuatmu susah…”, ucapku dalam hati.

“So Eun…?”, ucap Kim Bum memecah keheningan diantara kami.

Aku menoleh pada Kim Bum dan memberikan senyuman terindahku berharap dia tak terlalu khawatir dengan keadaanku.

“Kim Bum, aku mohon dengarkan aku….”, ucapku berusaha untuk duduk diatas tempat tidur rumah sakit Busan. Kim Bum yang melihatku, dia berusaha membantuku.

“Hati-hati”

“Ah.. aku tak apa-apa…” “Bum, sekali lagi maafkan aku… maaf karna aku selalu membuatmu kesusahan dan berada dalam kebimbangan. Maaf karna aku sendiri tak dapat meyakinkan hatiku. Maaf karna aku juga tak dapat menjaga cinta ini untukmu… sekali lagi maaf…”, ucapku terisak. Kim Bum langsung berdiri dan duduk tepat berada disebelahku dan memelukku. Kami berdua sama-sama menangis, menyesali semuanya..

“Sebenarnya apa yang terjadi padamu, Eun? Kenapa kau bisa sampai seperti ini?”, tanya Kim Bum padaku setelah aku tenang.

“Bum, aku akan menceritakan padamu tentang semuanya… tapi aku harap kau mau berjanji untuk tidak memberi tahu pada Min Ho tentang apa yang sebenarnya terjadi…”. Kim Bum mengangguk mantap padaku. Aku tau dia dapat dipercaya dan aku rasa mungkin ini sudah saatnya untuk aku saling berbagi padanya.

@@@

“Kenapa kau tak pernah menceritakan padaku?”, ujar Kim Bum dengan nada emosi padaku setelah aku menceritakan penyakit yang turun menurun selalu merenggut korban di keluargaku dan kini korban itu adalah aku….

Aku tersenyum menanggapi ucapannya. “Bagaimana aku bisa bercerita atau share padamu kalau dari sejak SMA saja kau tak pernah baik dan dekat padaku? Kau ini aneh sekali…”

“Ma…maaf…”, ucap Kim Bum membuatku menyesal tentang apa yang barusan aku katakan. Aku dapat melihat sorot matanya yang sangat berbeda. Sorot mata kecewa dan menyesal akan dirinya sendiri.

“Hey.. kau itu kenapa sih…? Sudahlah ucapanku yang tadi jangan dimasukkan kehati. Toh, semua sudah terjadi..”, ucapku menghibur Kim Bum.

Iya semua memang telah terjadi. Aku juga tak dapat berbuat apa-apa. Mungkin ini telah menjadi takdir bagiku.”

Untuk beberapa saat kami saling terdiam. Tak mengucapkan sepatah katapun.

“Bum..?”, ucapku memecah kebisuan diantara kami.

“Hmmm…?”

“Bisakah aku meminta bantuanmu?”

“Masih adakah yang dapat kubantu untuk menolongmu?”, tanya Kim Bum yang tiba-tiba berubah ceria.

Ah Bum, kau masih tampak seperti anak kecil…”

“Tentu saja ada…”

“Apa itu?” tanyanya antusias. Kudekatkan bibirku pada telinganya dan membisikkan sesuatu.

“APA KAU GILA, EUN?! TIDAK AKU TIDAK AKAN MELAKUKANNYA.. KAU BERKATA SEAKAN-AKAN KAU TAU TAKDIR DAN NASIBMU TIDAK AKAN LAMA LAGI?! AKU TAK MAU MELAKUKANNYA!!!”,ucap Kim Bum marah padaku.

“Tapi Bum,, aku ingin sekali berguna bagi orang lain…?”

“TAPI MASIH ada jalan lain khan? Tidak perlu sampai seperti itu??”, ujar Kim Bum dengan suara melunak.

“Aku mohon..? aku ingin sekali berguna bagi orang lain disaat-saat terakhirku. Aku mohon…? aku hanya dapat meminta bantuanmu. Jika Min Ho tau…..”, ucapku dengan menunduk lemah.

“Tentu saja dia tidak akan menyetujuinya. Begitu pula denganku”, sambar Kim Bum cepat.

“Bum….??? aku mohon kau mau menurusnya ya….?”, ucapku pada Kim Bum dengan wajah minta dikasihani.. Kim Bum memalingkan wajahnya menghindari tatapanku. Aku tau jika Kim Bum melakukan hal itu berarti dia tak kuasa menolak permintaanku.

“AISH..Baiklah…” ucapnya dengan tetap memalingkan wajah.

“Terima kasih…”,ucapku dengan mencium pipi Kim Bum. Ciuman ini bukan hasrat seorang wanita pada lelakinya, tetapi ciuman persahabatan. Entah kenapa dari dulu aku selalu merasa dia orang yang sangat baik meskipun kadang banyak teman-teman SMA kami yang membenci sikap Kim Bum yang amat teramat sangat cuek..

@@@

KIM BUM’S POINT OF VIEW

Untuk pertama kalinya dia menciumku. Meskipun itu bukan dibibir atau pertama kalinya, tapi ciumannya alhasil membuatku memerah dan malu. Dia terkikik melihat wajahku yang tiba-tiba memanas. Tapi disisi lain, aku memikirkan keinginan So Eun yang dia pinta padaku.

Apakah aku harus mengabulkannya? Apakah secepat ini jalan baginya?”, ucapku pada diriku sendiri.

“Bum? Kau memikirkan apa?”, ujar So Eun padaku membuyarkan lamunanku.

“Ah tidak..”

“Berarti kau dapat mengurusnya sekarang khan?”

“Mengurus apa?”

“Kau pura-pura lupa?”

Aku menggeleng. Aku benar-benar tidak tahu apa yang dia maksud.

“Permintaanku yang tadi?”, ucapnya dengan wajah polos..

“Haruskah sekarang?”

Dia mengangguk dan memberikan senyuman yang layaknya senyuman bidadari. Aku berdiri berjalan gontai menuju pintu kluar kamar rumah sakit. Tiba-tiba So Eun memanggilku.

“Bum-ah, dapatkan kau panggilkan Min Ho? Aku ingin berbicaranya padanya..”

“De…” Saat So Eun memintaku untuk mengabulkan permohonannya hatiku terasa sakit dan sekarang saat dia menginginkan aku untuk memanggilkan Min Ho, hatiku lebih sakit lagi.

Aku keluar kamar rumah sakit menemui Min Ho sebelum aku mengurusi permintaan terakhir So Eun.. “Tidak! Tidak! Ini bukan permintaan terakhir dari So Eun. Tapi mengapa aku merasa demikian? Tidak!!! So Eun pasti akan sembuh”, ucapku dalam hati meyakinkan diriku sendiri. Aku melihat Min Ho terduduk lemas dan lesu. Dia tampak acak-acakkan dan tak lagi berkarisma seperti biasanya. Dia tampak sangat khawatir dan ini adalah hal luar biasa yang mengingat dia adalah tipe orang sepertiku yang tidak memperdulikan orang lain, kcuali kami mencintainya dan kami akan melakukan apapun untuk melindunginya.

@@@

“Min Ho.. kau tak apa-apa?”, tanyaku duduk disebelahnya.

Dia mengangguk lemah.

“Aku rasa kau berbohong…”

Dia tersenyum lemah padaku. Senyuman yang mengisyaratkan kegetiran dan kekhawatiran.

“Min Ho, aku disuruh So Eun untuk memanggilmu..”,

“Iya aku akan segera menemuinya.” Aku melihatnya berdiri dengan lesu. Sekali lagi hatiku pecah berkrping-keping melihat Min Ho dan So Eun.

Kenapa harus kau yang dicintainya, Min Ho? Kenapa bukan aku? Apa yang aku pikirkan sih?! Kim Bum asal kau tau, Min Ho jauh lebih bisa melindungi So Eun daripada dirimu. Kau harus merelakannya… Ini semua demi kebaikan dua orang yang kau cintai dan sayangi. KIM SO EUN. LEE MIN HO”,kataku dalam hati dengan memandang Min Ho pergi menuju kamar So Eun.

“Bum?” Min Ho menghentikan langkahnya dan berjalan kearahku. “Apa kau mencintai So Eun?”, tanyanya tiba-tiba membuatku kehilangan kata-kata. “Aku mohon kau jangan hanya berdiam diri. Aku dengar semua yang kau bicarakan dengan So Eun saat dikamar ketika pesta pertunangan kami, tapi aku berusaha tutup mata dan telinga terhadap semuanya. Aku sungguh-sungguh menyesal…”

“Tapi Min Ho… bukankah kau hanya mendengar…”

“Aku tak sengaja mendengarnya Bum hatiku sakit maka dari itu aku berusaha tutup mata dan telinga. Aku tak mau kehilangan So Eun. Aku tau aku sangat egois, tapi demi saat terakhirnya aku rela melepaskannya bersamamu. Buatlah dia bahagia.”, ucap Min Ho berjalan menjauhiku.

“Tunggu Min Ho… apa maksudmu saat terakhirnya?”, tanyaku bingung. Min Ho menatapku.

“Dia…. dia menderita kanker hati stadium akhir..”

“Dia sapa?!!!” ucapku berlari menuju Min Ho dan mencengkram kerahnya.

“So eun…” Mendengar ucapan Min Ho membuat tubuh, hati, serta pikiranku jadi lelah. Aku melepaskan cengkramannya aku melihatnya tertunduk lesu berjalan menuju kamar wanita yang sama-sama kami cintai.

Aku tersenyum menyadari satu hal,”Ini semua demi kebaikan So Eun”, gumanku. “Min Ho tunggu…” Min Ho menoleh padaku. “Kau memang benar. Aku sangat mencintai So Eun. Sangat-sangat mencintainya lebih dari yang kau kira, tapi untuk apa bila cinta itu datang hanya dari pihakku. Kau-lah yang harus berjuang…” ucapku meninggalkannya sendiri.

“Apa maksudmu?”

“Kau akan tau sendiri nanti. So Eun yang akan menjelaskannya…” Aku merasakan sesuatu yang sebelumnya belum pernah kurasa. Aku lega, bukan sakit hati.”Terima kasih Tuhan, akhirnya kau beri aku kesempatan untuk membahagiakannya meskipun aku tak bisa memilikinya. Tapi apakah aku harus memenuhi permohonannya? Aku tau aku memang bukan orang yang pantas untuk meminta sesuatu yang berlebih padaMu. Tapi aku mohon berikanlah So Eun agar aku dapat melihatnya bahagianya paling tidak hingga dia mengenakan gaun pengantinnya. ”, ucapku dalam hati.

So Eun, I love you but I can’t even let you know. Isn’t it the most senseless thing you have ever heard? Isn’t it the dumbest thing you’ve ever heard? And I want to say sorry for my love if it hurt you so much……..”

 

 


HY MATES…

GIMANA CHAPTER YANG KALI INI? INI BELUM SEPENUHNYA SELESAI LHO… MASIH ADA KISAH SO EUN DAN PENYAKITNYA, WHO IS MIN HO’S TRUE LOVE? AND WHO IS KIM BUM’S TRUE LOVE?

YANG PASTI AKU TEKANKAN SEKALI LAGI BAHWA CERITA INI AKAN BERBEDA.

ADA SESEORANG YANG PERNAH MENGATAKAN PADAKU BAHWA KADANG CINTA SEJATI TAK HARUS DITEMUKAN PADA CINTA YANG PERTAMA KALI DATANG, TAPI JUSTRU CINTA YANG DATANG UNTUK SELANJUTNYA-LAH YANG MENUNJUKKAN PADA KITA APA ITU CINTA SEJATI.

 


NANTIKAN CHAPTER SELANJUTNYA!!!

DON’T FORGET TO GIVE COMMENT!!!!

@@@

Tags: , , , , , , ,

About bumssoindo

We are fanbase of BUMSSO (Kim Bum and Kim So Eun) from Indonesia

14 responses to “Sorry for My Love [part 8]”

  1. eka caiiank Bumsso says :

    yang jdi milik So Eun thu Kim Bum apa Lee Min Ho sich???
    lanjutin.a jgn lma2, penasaran…

  2. dini ramadhani says :

    hiks hiks huwaaa….sedih bgd
    kim bum?min ho?mana yg untuk soeun?
    ditunggu chapter berikutnya

  3. Echa says :

    Huhuhhu crtny sedih…
    Jd pnsran siapa yg bakal dipilih so eun,, kim bum or min ho…
    Crtny kereennn,, dtnggu klnjtanny…

  4. anisa_elf says :

    aduch . . .
    pnsran cp yg jd sma so eun??
    lee min hoo?? apa kimbum???
    aduch… q bner” pnsran . . .
    jg lma” yach!!!!
    q tunggu critx!

  5. Anna says :

    Izin bc dn komen,,pnsrn bgt kimbum disuruh ngurus apa ma soeun smg dbalik ksedihan tersimpan kbhagian yg tiada tara nntiny,part slnjtny jgn lm2 ya #pliss#!

  6. ryniandicha says :

    HM,,,keren bgt ceritanya…ini antara 3 sahabat yg saling cinta dan menyayangi..so sweet…
    keren lah..
    aku suka ceritanyaa..😀

  7. rini says :

    sedihhhhh bgt. .
    knp so eun ska.a ma min ho bkn kim bum???

  8. citra anisa aprilia says :

    huaaaaaaa kata kata terakhirnya dalam banget hiks…hikss…
    saya sedih liat kondisi so eun, ngebayanginnya ngga tega ngelihat dia pucat
    min ho atau kim bum? atau ada yang lain?
    ku tunggu lanjutannya.. hwaiting ! ^^

  9. hanahanun says :

    aduh, penasarang tingkat dewa ni aku. lanjutannya jgn lama2 ya.

  10. puchaabyzone says :

    annyongggggg author….

    hua..huaaaaa…..nangis guling2….walaupun dulu pernah baca di forum sebelumnya tapi tetep ajah berasa sedihnya…
    hm,,,kayaknya buat part selanjutnya harus siap2 ember ney buat nampung air mata…
    penasaran permintaan terakhir soeun apa yah???

    kamsahamnida
    _BOW_

  11. Ina BeQi Soeulmates says :

    howaaaaaaaaa sediiiiiihhhhhh,,,,,, so eun d’cintai dua pria yg ganteng dan baik,
    b’untung’a so eun,,, jgn sampe dy meninggal.. masih muda gt, hikz hikz
    baguuuuuzz cerita’a,, makin penasaran ma p’mintaan so eun ke kim bum,,,
    lanjuuuuutt^^

  12. rizkyapratiwi says :

    hhhhhiiiiiiiiiiiiiyyyyyyyyyyyyyyyaaaaaaaa….. keeerrrreeennn
    tapi sedih bgt

    kog akhir2 ne FF yg saya bca selalu berakhir dng sedih

    misalnya kyk kim bum yg mati atau so eun

  13. mia says :

    kisah yang sangat mengharukan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: