The Miracle of Love Part 2

Author             : Dina Rizky

Main Cast        : Kim So Eun, Kim Bum

Cast                 : All Star

Genre              : Romantic, Friendship

Type                : Sequel

 

 

Annyeong mates..chingu..???

hmm’kebetulan lagi nggak ada kerjaan,mending lanjutin FF dulu ya,’

oh ya sblmx makasih bgt bwt tman aq Rosalina coz dia sdh bantuin aq ngedit tulisanku…

Langsung aja yaa..

Semoga suka…

 

 

 

*****

Saat itu juga yoona merasa jantungnya mulai berdegup kencang dengan kalimat yang diucapkan ki bum. Dia tidak percaya kalo ki bum menyatakan perasaannya karena akhirnya cinta yoona tidak bertepuk sebelah tangan. Yoona berhenti menatap ki bum dan menunduk lalu kembali menatap ki bum,

“Aku tak tau dengan perasaanku apakah aku menyukaimu atau tidak.”kata yoona sambil menatap ki bum.

“Tapi saat aku bertemu denganmu entah kenapa hatiku senang dan saat kau dekat dengan Kim Byul entah kenapa hatiku terasa sakit. Dan aku menyadari kalau aku juga mencintaimu ki bum.” kata yoona sambil menunduk malu.

Perlahan-lahan Ki Bum tersenyum. Yoona merasa mukanya memerah seketika dan langsung memalingkan wajahnya, menyudahi pandangannya pada ki bum. Akhirnya mereka pun jadian. Dari kejauhan tiga pasang mata memperhatikan mereka sambil tertawa bahagia.

“Huh, akhirnya mereka jadian juga.” kata min jung yang diikuti anggukan dari kim joon dan so eun.

“Iya gak nyangka mereka jadian padahal mereka saling suka tapi kenapa menyatakan perasaan aja susah banget ya.” kata so eun sambil geleng2 kepala.

“Ngomong2  Hye Sun dan Min Ho mana ya koq dikantin gak ada?” tanya so eun sambil celingak-celinguk mencari mereka berdua.

Di perpustakaan, Hye Sun membaca buku kimia. Ia dikejutkan kehadiran Min Ho.

“Min Ho, sedang apa kau disini?” tanya hye sun kesal.

“A…a…aku juga sedang membaca buku. Nie bukunya.” kata min ho sambil menunjukkan bukunya. Hye Sun hanya mengangguk kemudian ia melanjutkan membaca bukunya. Min Ho mengamatinya. Lama Min Ho mengamatinya membuat Hye Sun merasa terusik.

“Ada apa, Min Ho? Memangnya kamu gak punya kerjaan selain mengamatiku terus?” tanya hye sun kesal.

“Hah? Siapa yg lagi mengamatimu, enak saja .”kata min ho sambil memalingkan wajahnya.

“Ah.Sebentar lagi waktunya masuk kelas. Kau juga harus masuk kelas, jangan sampai telat.” kata min ho sambil meninggalkan Hye Sun. Hye Sun hanya menghela napas,

“Dasar bodoh. Pernyataan macam apa itu? Aku pikir dia mau menyatakan perasaannya.”kata hye sun.

“Aish, aku kenapa sech mikirin yang kayak gitu.” kata hye sun sambil menjitak kepalanya sendiri. Lalu Hye Sun pun meninggalkan perpustakaan.

Akhirnya bel pulang pun berbunyi dan semua anak berhamburan kelas. Di parkiran, ki bum menunggu yoona untuk pulang bareng karna mereka baru jadian. Kemudian keluarlah yoona, so eun, hye sun, min ho, min jung dan kim joon menuju di parkiran.

“Hai sayang.” kata ki bum sambil memeluk yoona.

“Ehemm…yang baru jadian. Selamat ya dan buat kamu ki bum jangan sampe kamu membuat yoona nangis dan jaga baik2 yoona.” kata so eun.

“Oke boss…” kata ki bum dengan lantang.

“Baiklah semuanya. Aku pulang duluan ya.” kata so eun sambil berlalu meninggalkan mereka.

“Kalo gitu aku juga pulang karena saudara laki-lakiku akan pulang. Jadi aku pulang duluan ya, teman2.” kata hye sun sambil berlalu meninggalkan mereka tapi dicegah oleh Min Ho.

“Tunggu Hye Sun.” kata min ho sambil memegang tangan Hye Sun.

“Ada apa Min Ho? Aku harus cepat2 pulang.”kata hye sun sambil melepaskan tangan Min Ho.

“Apa Bummie pulang ke Korea hari ini?” tanya min ho memastikan.

“Iya, dia akan pulang hari ini jadi aku akan mempersiapkan penyambutannya.” kata hye sun sambil menatap Min Ho.

“Baiklah kalo gitu.Maaf aku tidak bisa menyambutnya karena aku ada urusan.” kata min ho dengan wajah yang sedih.

“Gak apa2 koq Min Ho. Ini hanya penyambutan kecil2an dan juga mendadak sekali.” kata hye sun sambil tersenyum biar Min Ho tidak merasa bersalah.

“Sampai jumpa Min Ho.” kata hye sun sambil mencium pipi Min Ho. Sontak membuat wajah Min Ho memerah dan membuat keempat sahabatnya tertawa melihat wajah Min Ho.

“Cieeaah..cieeeaah..!! yang barusan pipinya dicium ..!!” ledek keempat sahabatnya. Lalu Min Ho pun menghampiri keempat sahabatnya.

“Apa2n sech kalian nech.”ucap min ho dengan mukanya memerah. Setelah itu mereka pulang ke rumahnya masing2.

Jam menunjukkan pukul 14.00, So Eun tiba dirumahnya dan masuk ke dalam rumah. Ia mendapati pembantunya sedang membereskan rumah.

“Aku pulang…” ucap so eun sambil menutup pintu.

“Nona sudah pulang. Kalau begitu saya akan mempersiapkan makanan untuk nona.” ucap bibi lee sambil menuju ke dapur. So eun juga ikut ke dapur untuk mengambil minum.

“Bibi, rumah koq sepi?”tanya so eun sambil meminum air putihnya dan masih menenteng tasnya.

“Hm! Nyonya sama Tuan masih kerja dan katanya mereka akan pulang larut malam jadi mereka tidak bisa makan malam di rumah. Sedangkan nona Shin Ye masih disekolah katanya ada tugas sekolah dan pulangnya telat jadi tidak bisa makan malam di rumah.” jawab bibi lee.

Seketika itu juga raut wajah So Eun menjadi sedih karena sudah beberapa minggu ini So Eun tidak bisa makan malam bersama keluarganya.

“Huh!!!Selalu saja aku makan sendirian lagi!” gumam so eun.

“Ya sudahlah, bibi siapkan makan malamnya,” pinta so eun sambil meninggalkan pelayannya dan melangkah ke kamarnya. Saat dikamarnya, So Eun langsung menaruh tasnya dimeja kemudian ia mandi. Setelah mandi, ia langsung mengerjakan tugas dari bu hye young. Dua jam kemudian, So Eun selesai mengerjakan tugasnya dan langsung tertidur dengan pulasnya.

Di Bandara Incheon, bandara Internasional Seoul. Seorang pemuda mengenakan kacamata hitam keluar dari pintu kedatangan luar negeri. Ia keluar dan mencari taksi. Namun ada mobil Limousin berhenti dihadapannya. Supir pun keluar dan membuka pintu mobilnya. Pemuda itu kaget karena tidak menyangka kalo ia akan dijemput padahal ia tidak memberitahukan kepulangannya.

“Pak Jung!Kenapa Pak Jung bisa disini?” tanya pemuda itu.

“Saya sudah diberitahu oleh presdir kalo sekarang tuan muda akan pulang jadi saya menjemput tuan muda,” kata Pak Jung sambil memasukkan koper ke dalam bagasi.

“Makasih, Pak Jung.” kata pemuda itu. Lalu pemuda itu pun masuk ke dalam mobil. Mobil itu langsung melesat cepat meninggalkan bandara.

Satu jam kemudian, mobil itu berhenti di depan sebuah rumah yang sangat besar dan mewah. Pemuda itu turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah.

“Pak Jung, tolong kopernya langsung dibawa ke kamar saya aja,” kata pemuda itu. Saat di dalam rumah, ia disambut oleh saudara perempuannya dan para pelayan.

“Selamat datang, Tuan Muda Kim Bum,” kata pelayannya sambil membungkukkan badan.

“Selamat datang Bum-ah.”sapa hye sun, saudara perempuannya sambil menghampiri dan langsung memeluk Kim Bum.

“Terima kasih semua atas penyambutannya.” kata kim bum sambil melepas pelukan hye sun.

“Aku gak menyangka akan disambut seperti ini padahal aku gak memberitau akan kepulanganku karena ingin bikin surprise pada kalian tapi ternyata sebaliknya.” kata kim bum dengan senyuman mautnya.

“Ini semua berkat ayah dan ibu karena mereka yang memberitahukan kepulanganmu.” kata hye sun.

“Baiklah,semuanya acara penyambutan kim bum sudah selesai karena kim bum pasti lelah biarkan dia istirahat dulu.” saran hye sun.

“Baiklah klo gitu. Aku ke kamar dulu mau istirahat.” ucap kim bum sambil berlalu meninggalkan mereka dan menuju kamarnya.

Di rumah So Eun…

Tak terasa aku sudah tidur selama 4 jam dan sekarang jam menunjukkan pukul 8 malam.

“Aisshhh.. aku ketiduran, jam berapa ini ?” tanyaku sambil melihat jam yang ada dihandphoneku.

“Sudah jam 8 malam rupanya” gumamku.

“Lapar.” ucapku sambil
memegang perutku . 5 menit kemudian aku sudah ada  dilantai 1. Oh iya , aku lupa kamarku dan
kamar Shin Ye ada dilantai  2.

“Nona, sudah bangun rupanya ? Kebetulan makan malamnya sudah saya siapkan.” kata bibi lee menyiapkan makan malamnya.

“iya.” ucapku sambil melahap makanan kesukaanku.

Makan malam telah usai dan waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam.

“Humph…kenyang sekali.Makasih Bibi,” kataku.

“Sama-sama, nona,” ucap bibi lee sambil membereskan meja makan.

“oh ya tadi nona shin ye menelepon kalo dia menginap di rumah temannya,” kata bibi lee sambil mencuci piring.

“ohhh” ucapku singkat.

“kalo gitu, aku ke kamar dulu mau tidur.”ucapku sambil berlalu meninggalkan ruang makan dan menuju kamarku.

“Baiklah, Nona” ucap bibi lee sambil membungkukkan badan.

Di rumah Kim Bum…

“Wah, banyak sekali makanannya? Dan sepertinya enak semua?” ucap kim bum senang dan terkejut saat tiba di ruang makan.

“Iya. karena ini semua disiapkan untukmu,” kata hye sun duduk di meja makan.

“Makasih semua,” kata kim bum sambil duduk berhadapan dengan hye sun.

“Sama-sama bum-ah,” kata hye sun diikuti anggukan dari pelayan rumah.

“Hmm…kebetulan aku kangen dengan makanan korea,” kata kim bum sambil melahap makanannya.

Makan malam telah usai dan waktu juga sudah menunjukkan pukul 9 malam.

“humph…kenyang sekali,” kata kim bum. Saat mereka berdua mengobrol tiba-tiba pak jung datang.

“Maaf. nona, tuan,” kata Pak Jung sambil mendekati mereka.

“Ada apa Pak Jung?” kata kim bum sambil meminum jus jeruknya.

“Mulai besok lusa tuan muda mulai bersekolah di SMA SHINWA,” kata pak jung.

“Wah!berarti kita satu sekolah donk bum-ah jadi berangkatnya bisa bareng.hehe,” kata hye sun berbinar2.

“Baiklah. Makasih Pak Jung,” kata kim bum.

“Sama2. Tuan Muda. Permisi,” kata pak jung sambil menunduk hormat dan langsung meninggalkan mereka.

“Oh ya, aku dengar min ho, kim joon dan ki bum juga sekolah di sana. Bagaimana kabar mereka?” kata kim bum sambil memakan buah apel.

“Kabar mereka baik2 aja dan tampan2,” kata hye sun sambil meminum jus apelnya.

“Yang tampan Min ho ato semuanya nech?”goda kim bum.

“Maksudmu apa sech bum-ah?” kata hye sun dengan wajah yang memerah.

“Kenapa wajahmu memerah unnie hye sun?” goda kim bum.

“Udah ah aku mau tidur dulu,” ucap hye sun sambil berlalu meninggalkan ruang makan dan menuju ke kamarnya yang ada di lantai 2. Melihat hye sun wajahnya yang memerah, kim bum hanya senyum2 karena dia tau kalo hye sun suka sama min ho sejak kecil. Setelah itu kim bum pun menuju ke kamarnya.

Keesokan paginya…

Kim Bum sedang melakukan lari pagi, aktivitas yang ia biasa lakukan setiap hari libur. Dia pun terus berlari di daerah taman seoul sambil mendengarkan Ipodnya dan menyetel lagu kesukaannya yang berjudul “Everything” dari Michael Bubble.

Di waktu yang sama, Kim So Eun  juga sedang melakukan lari pagi di daerah taman seoul sambil mendengarkan lagu kesukaannya yang berjudul “I LOVE YOU” yg dinyanyikan Narsha dari B.E.G feat Miryo melalui Ipodnya. Saat dia berlari, dia tidak melihat ada batu sehingga dia pun tersandung, sampai tiba-tiba.

“Bruuk”. So Eun menabrak seseorang, So Eun merasa bahwa dia jatuh, tapi tidak terasa sakit dia membuka matanya, dan ternyata ada seseorang yang menahan badannya agar tidak jatuh yaitu Kim Bum.

Kim Bum tersenyum pada So Eun,

“Hati2 dong!Kan sayang jika wanita secantik kamu harus jatuh dan terluka.”ucap kim bum seraya membantunya berdiri. So Eun hanya terdiam, terpesona melihat Kim Bum.

“Lain kali hati2 ya,” ucap kim bum dan ia pun kembali melakukan lari paginya. Sedangkan So Eun masih melamun ditempatnya.

“Wah!tampan sekali,” gumam so eun. Dan akhirnya dia sadar setelah beberapa lama. So Eun menjitak kepalanya sendiri,

“Mikirin apaan sech aku nech,” So Eun kembali berlari dan pulang.

Sesampainya dirumah…

“Aku pulang,” kataku sambil menuju dapur untuk mengambil air putih.

“Oh kakak sudah pulang dari berolahraga rupanya?” kata shin ye yang menghampiriku.

“Iya!Kau kapan pulang?” tanyaku pada shin ye.

“Tadi jam 8 saat kakak masih berolahraga,” kata shin ye sambil menyiapkan makanan.

“Bibi mana koq tidak keliatan?” tanyaku sambil meminum air putih.

“Bibi lagi dirumah saudaranya dan besok pagi akan pulang.”katanya.

“Oh” jawabku singkat.

“Kalau gitu kakak ke kamar dulu mau mandi,” kataku sambil berlalu meninggalkan dapur.

Di tempat lain…

“Aku pulang,” kata kim bum sambil menuju ke kamarnya. Saat ia melangkah menuju ke tangga tiba2 hye sun mencegahnya dan kim bum pun berhenti.

“Bummie, kau darimana saja?” Tanya hye sun sambil menhampiri kim bum.

“Kau tak liat aku pake baju apa?”kata kim bum sambil balik tanya.

“Oh,” kata hye sun meninggalkan hye sun. Lalu kim bum langsung menuju ke kamarnya. Dikamar, Kim Bum senyum-senyum sendiri sambil memikirkan peristiwa tadi pagi.

Dan juga memikirkan kejadian 3 tahun yg lalu saat ia bertemu dengan So Eun di Inggris untuk pertama kalinya. Karena saat itu So Eun sedang melakukan studi banding yang lokasinya di London Internasional School.

Malam harinya, So Eun sedang memasak makan malam karena ternyata bibi lee sedang pergi. Ia melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 20.00.

“Shin Ye. Ayah sama ibu kok jam segini belum pulang?” tanya so eun sambil memasukkan bumbu2nya. “Aku juga gak tau,” jawab shin ye sambil menyiapkan piring2nya.

“Shin Ye. Apa yg kau lakukan? Seharusnya kau tidak usah membantuku karena aku tidak ingin kau kecapekan,” saran so eun.

“Aku tidak apa-apa kok, kak. Tenang aja,” kata shin ye tenang. Melihat adiknya yg keras kepala, So Eun pun hanya bisa pasrah.

Saat mereka sedang mengobrol tiba-tiba pintu rumahnya dibuka, Kim Mi Sook sudah pulang. So Eun pun mematikan kompornya dan langsung segera menghampirinya, ia mengambil tasnya dan memapahnya menuju ke ruang keluarga. Kemudian ia memijat kaki ibunya yang tercinta.

“Ibu. Tidak bisakah ibu bekerja jangan terlalu malam. Aku jadi tidak tega melihat kondisi ibu yang begitu lelah dan ayah dimana bu?” tanya so eun penasaran.

“Oh. Ayahmu tiba2 pergi ke Amerika untuk bisnis.”jawab ibunya. So Eun pun kecewa.

“Ibu. Aku siapkan makan malamnya dulu ya,” kata so eun sambil menuju ke dapurnya. Mi Sook pun hanya tersenyum melihat putrinya. Sesampainya di ruang makan, Mi Sook kaget melihat Shin Ye karena Shin Ye seharusnya tidak melakukan banyak aktivitas malah sebaliknya dan ia pun langsung marah pada So Eun.

“So Eun. Apa yang kau lakukan pada Shin Ye?” tanya ibunya dengan emosi.

“Aku tidak melakukan apapun pada shin ye, bu. Apa ada yg salah?” jawab so eun sangat bingung.

“Kau benar-benar keterlaluan So Eun. Kau menyuruh Shin Ye melakukan ini semua. Seharusnya Shin Ye tidak boleh sampe kecapekan, kau tau itukan?” emosi ibunya setelah melihat Shin Ye melakukan aktivitas yg berat makin menjadi. Ibunya pun langsung menampar So Eun dengan keras. So Eun hanya bisa terdiam, terkejut melihatnya dan tak lama air matanya pun keluar.

“Sudahlah, Bu! Hentikan, Ibu!” Shin Ye berusaha menenangkan emosi Ibunya. Ibunya pun menghentikan tamparannya.

“Ini semua keinginanku sendiri untuk membantu kakak karena aku liat kakak kerepotan. Kakak yg masak semua ini dan malah dia yg menyuruhku untuk tidak membantunya tapi aku yg memang keras kepala sehingga kakak pun pasrah.Bu!” pinta shin ye dengan nada memohon. Tidak mau lama-lama di ruang makan, akhirnya So Eun pun berlalu meninggalkan dapur dan menuju ke kamarnya. Melihat itu, Shin Ye pun menyusul kakaknya. Diruang makan, Mi Sook pun duduk terdiam di kursi meja makan. Mi Sook mengatur napas emosinya.

“Seharusnya aku tidak menamparnya. Aku tau ini tidak sepenuh salahnya. Dia memang benar-benar tidak tau dengan kondisi Shin Ye yang sebenarnya. Seharusnya aku tidak melakukan itu,” sesal mi sook. Dia pun mengambil air putihnya yg ada dimeja makan dan meminumnya.

Di kamar, So Eun terus menangis sambil memikirkan perkataan Ibunya tadi.

“Kau benar-benar keterlaluan So Eun. Kau menyuruh Shin Ye melakukan ini semua. Seharusnya Shin Ye tidak boleh sampe kecapekan, kau tau itukan?” So Eun terus memikirkannya. Akhirnya, ia mengambil buku diary-nya didalam laci. Buku itu hadiah ulang tahun dari ibunya saat ia berumur 5 tahun. Ia mulai membuka buku itu dan membacanya halaman demi halaman. Selama beberapa menit ia hanya tertawa dan senyum-senyum sendiri membaca buku diary-nya. Sampai entah halaman berapa, tawanya terhenti dan tak terasa air matanya menetes satu per satu.

Itu adalah tulisannya saat kedua orang tuanya mulai sangat sibuk dan apalagi ibunya mulai tidak perhatian lagi padanya. So Eun membalik halaman selanjutnya dan kemudian ia menulisnya kembali. Dan ia pun tertidur.

Shin Ye telah sampai didepan kamar So Eun. Dia hendak mengetuk pintu, tapi tiba-tiba dia mendengar So Eun menangis. Akhirnya, ia mengurungkan niatnya untuk berbicara dengan kakaknya itu dan kembali ke ruang makan untuk menemui ibunya.

Di ruang makan…

Shin Ye berdiri, memandang marah ke arah ibunya.

“Kenapa Ibu tega sekali menampar Kakak? Memang apa salahnya, Bu. Apa karena aku membantu Kakak. Memangnya itu salah?” tanya shin ye penuh emosi. Mi Sook melongo tak percaya. Tapi setelah itu, Mi Sook menyuruh Shin Ye duduk.

“Shin Ye lebih baik duduk dulu dan kita bisa bicarakan ini dengan santai!” ajak ibunya.

“Baiklah” kata shin ye sambil duduk berhadapan dengan ibunya.

“Sebenarnya ibu juga menyesal melakukan itu tapi ibu tak tau kenapa saat melihatmu membantu So Eun emosi ibu tak dapat dikendalikan,” kata ibu menjelaskannya.

“Tapi kenapa. Bu?Aku sedih melihat kakak diperlakukan seperti itu. Aku gak mau karena aku sakit parah perhatian ibu ke kakak terbagi lebih perhatian ke aku,” kata shin ye.

“Sudahlah Shin Ye pasti Kakak mu itu akan mengerti karena ibu tau kalau Kakak mu itu tidak akan marah dan bisa menerimanya. Lebih baik kita makan saja kasihan Kakak mu sudah masak banyak tapi tidak di makan dan ibu juga tidak mau kalau kau sakit!” ajak ibunya sambil mengambil makanannya. Shin Ye pun hanya bisa pasrah dengan kondisi seperti ini.

“Baiklah.Bu,” kata shin ye pasrah sambil mengambil makanannya juga.

“Oh ya, Shin Ye. Ibu ingin kau bersekolah di SMA SHINWA,” kata ibu yang mengejutkan Shin Ye.

“Apa!” Shin Ye terkejut mendengarnya. Perkataan ibunya membuat Shin Ye tersedak dan ia pun batuk2. Melihat hal itu membuat Ibunya cepat2 memberikan minum air putih.

“Kau tidak apa2, Shin Ye. Ini minumnya,” suruh ibunya dengan nada khawatir. Dia pun meminumnya dan kemudian dia mengatur napasnya.

“Aku tidak apa2 kok, Bu,” kata shin ye menenangkan ibunya.

“Kenapa Ibu menyuruhku untuk sekolah di tempatnya Kakak? Aku sudah nyaman dengan sekolah yg sekarang?” tanya shin ye yg bingung dengan perkataan ibunya itu.

“Ibu hanya ingin kau ada yg menjaga dan biar Kakak mu itu yg akan menjagamu karena kalau kau bersama Kakak mu hati Ibu akan tenang. Dan SMA SHINWA juga lebih dekat dengan rumah. Kau mau kan Shin Ye!” suruh ibunya. Shin Ye pun tampak berpikir keras karena dia bingung dengan jawaban yg akan dia berikan pada ibunya.

Tak lama kemudian, dia pun menjawab pertanyaan ibunya dengan terpaksa.

“Baiklah, Bu. Tapi dengan satu syarat,” pinta shin ye. Raut wajah ibunya pun senang dengan jawaban anaknya.

“Syaratnya apa, Shin Ye?” tanya ibunya yg penasaran.

 

 

TO BE CONTINUED…

 

 

Hmm, mianhe’ klo ceritax gaje.

Hehehehe…

kritik,dan saran,ditunggu . . .

Part selanjutnya’akan cepat,tapi tergantung reader juga, ,

Gomawo yang udah baca,:-)

 

 

Buka page Question & Answer apabila ada yang ingin ditanyakan
Buka dan isi data kalian di page
Mates untuk perkenalan dan berkenalan dengan mates/reader yang lain
Lihat page
How To Join untuk mengetahui bagaimana cara mengirim ff
Buka Library (
sequel or one shoot) untuk melihat ff yang sudah dipost
Buka
BUMSSO INDONESIA untuk mengetahui news terbaru dari Kim Bum dan Kim So Eun
Follow our new twitter
@bumssoindo dan mention saja bila ada yang ingin kalian tanyakan (usahakan untuk tidak menanyakan masalah privasi Kim Bum dan Kim So Eun ^^) *fans Korea sangat menjaga privasi artis mereka*
Like Kim Bum dan Kim So Eun fanbase on facebook
BUMSSO INDONESIA

P.S.: please…… no bashing, no spaming, no hotlink !! ^^

Tags: , , , , , , , , , , , ,

About bumssoindo

We are fanbase of BUMSSO (Kim Bum and Kim So Eun) from Indonesia

15 responses to “The Miracle of Love Part 2”

  1. Anna says :

    Syaratnya adalah teng teng teng yaaah bersmbg deh pnsrn niey,,,part slnjtny cnt sgitga dimulai #haha sok tahu#next partny jgn lm2!!!!

  2. RiriAngels says :

    Aduuh belakangan ini peraan so eun di FF ko’ menderita terus ya gak sanggup bc_a T.T
    Tapi kereeeeen ko’ di TUNGGUU LANJUUUUTAN_A ..

  3. Kim so in says :

    Wah kasihan bngt onnieku ditampar…
    Part selanjut’a jgn lama” ya…😦

  4. anisa_elf says :

    yah.. pnsaran neh!!!
    bner” pnsarn pngen lyat cnta sgitga antra mreka!!!
    jg lma” yach!

  5. Afifa Tuter says :

    penasaran nich !!!!!!
    di tunggu part selanjutnya

  6. Dina Rizky says :

    @all: gomawo ya chingu…
    insya allah minggu dpan aq post…

  7. Ina BumsSo says :

    Kzihan so eun d’tmpar…………
    Next part d’tnggu

  8. aprilliani says :

    next partx jngan lama2
    soalx udah penasaran nich

  9. dini ramadhani says :

    yuhuuuu kim bum dah ketemu ma soeulmatenya nih
    hohohoho kim bum terbayang2 wajah so eun mulu
    ‘plaaakkkk’ gantiin nampar shin hye,abis dbilangin jgn bantu msh nekad kan jd so eun kena getahnya
    wah kayaknya bakal ketemuan di SMA SHINHWA semuanya nih
    part berikutnya LANJUTKAN

  10. Ai Bumsso Shawol Sone Elf says :

    lanjutkan…
    aq suka bgt…

  11. Rahmi says :

    Hem it ad yg slh, shrusnya kimbum mggl hyesun it pke noona, bukn eonni, coz kb it cwo. . .

    Crtanya seru
    oh jd kb prnh ktmu kse sblmx, tp knp kse g nydr ya. .
    Pnsrn ap syrt yg d’ajukn psh. .

  12. 라미 'Rahmi' says :

    salah tuh,,, seharusnya kimbum manggil hyesun itu pake “noona” bukan “eonni” coz kimbum itu cowo…

    penasaran nih apa syarat yg diajukan oleh shinhye…

    ayo lanjutkan

  13. Ina BeQi Soeulmates says :

    hemmmmmm kyg’a bum love at the first sight nih ma so eun..
    hahay^^
    ibu’a pilih kasih nih>,<
    makin penasaraaaaaann
    lanjutkan, hwaiting^^

  14. Yudi Solehudin says :

    nice ..
    I liked your article.
    Do not forget to stop by on my blog. ok

Trackbacks / Pingbacks

  1. Tweets that mention The Miracle of Love Part 2: -- Topsy.com - 28 December 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: