Kabut Obsesi Cinta (one shoot)

Author : Sweety Qliquers

Genre : Romantic, Friendship

Main Cast : kim so eun, kim bum

Cast: park shin hye (jang geun seok’s Girlfriend), jang geun seok (kim bum’s Best Friend)

 

Kabut Obsesi Cinta

Created By Sweety Qliquers




Hai, namaku kim san bum. Aku mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Seoul. Aku memiliki history cinta yang ingin kusampaikan kepada sahabat semua. Well, mungkin ini cuma roman picisan. Maybe, kisah cinta klise. Entahlah. Namun aku merasa perlu menceritakannya sebab aku tidak ingin sahabat semua terpuruk di dalam ‘kasus’ cintaku yang miris. Ya, miris. Sebab selama ini, aku sudah dibutakan oleh obsesi cinta sehingga tak mampu melihat arti cinta yang sesungguhnya itu sendiri. Aku terkungkung dan terpenjara oleh obsesi meski di lain pihak, ada cinta lain yang justru merupakan cinta yang nyata dan sejati.

Cinta itu bernama kim so uen. Dia adalah teman sekampusku. Dia telah lama mencintaiku dengan sepenuh hati. Namun aku dibius oleh obsesi dan kecantikan park shin hye sehingga melalaikan kim so eun. Aku terus ingin menggapai gadis obsesiku, meski ia serupa gemintang yang tak terjamah. Hei, betapa bodohnya aku, mengharap gemintang penerang temaram hatiku sementara ada pijar kecil yang senantiasa bersinar untukku lewat pelita cinta kim so eun.

Betapa naifnya aku. Seharusnya aku sudah diganjar karma dari obsesiku sendiri. Namun cinta sejati kim so eun yang kutampik justru mengulurkan tangannya. Diberikannya aku bahunya untuk bersandar dan menangis. Dan diberikannya satu tempat yang paling istimewa di hatinya. Selamanya. Ya, selamanya.

***


Kabut tipis mulai menyelimuti hutan-hutan kecil di lereng bukit. Angin dingin menusuk tulang hingga ke ulu hati. Pohon-pohon pinus masih basah dan lembab. Api unggun mulai meninggalkan bara berwarna kemerahan. Dengan asap menjulang tinggi.

Di gasebo kecil kim bum termangu. Memperhatikan siluet pinus yang berjejer rapi. Bak raksasa yang sangat menakutkan. Sesekali ia mendekap jaket parasutnya. Sambil teringat dengan seorang gadis yang pernah mencuri perhatiannya.park shin hye, nama gadis itu. Mahasiswi ekonomi di sebuah universitas swasta.

Pertemuan itu memang begitu singkat. Di sebuah toko buku. Saat kim bum menabraknya tanpa sengaja, dan gadis itu memaki-maki kim bum seenak hatinya. kim bum pun berang dan membalas makian kecil itu. Dan ternyata mereka bertemu lagi di salah satu universitas di Seoul. Pertemuan itu membuat kim bum terbayang-bayang dengan gadis judes yang menghardiknya. Kebencian itu pun timbul dengan sendiri. kim bum mengolok-olok si Gadis di depan umum. Bahkan di depan mahasiswa lainnya.

Namun kebencian itu mendadak berubah menjadi sebuah kerinduan di hati kim bum. kim bum berkali-kali mencoba merayunya. Meminta maaf kepada si Gadis. Tapi si Gadis menolaknya mentah-mentah. Ia sama sekali tidak mempedulikan kim bum. Meski kim bum sangat mengharapkan cinta sang Gadis, namun tetap saja ditolak.

Hal itu membuat kim bum sakit hati. Perih rasanya. Terasa kabut-kabut tipis menyelubungi relung hatinya. Entah mengapa kabut-kabut itu semakin menebal, rasanya.

kim bum mendesah pelan. Desahan angin menghapus tubuhnya yang beku. Gesekan angin membuat dahan-dahan pinus bergoyang dan riuh dengan suara yang syahdu. Saat menikmati semilir angin, sebuah tangan tiba-tiba saja menutup mata kim bum dari belakang.kim bum tercekat merasakan tangan dingin yang menutup kedua matanya.

“jang geun seok!” tebaknya asal.

Namun si pemilik tangan diam saja.

kim bum berusaha menebaknya lagi. Mungkin hal ini keisengan teman-temannya. “Jung Yong Hwa! Lepaskan tanganmu,” tebak kim bum lagi.

Namun lagi-lagi orang di belakangnya itu diam saja. kim bum mengulurkan tangannya dan menebak lagi. Namun tidak ketebak.

“Sorry, aku sedang tidak ingin bercanda,” seru kim bum menyerah.

Kemudian tangan itu pun membuka matanya dengan perlahan.

“Hei! Kenapa kau melamun terus,” sapa seseorang padanya.

kim bum mengucek-ucek matanya. Melihat seseorang di depannya dengan terpana.

“kim so eun?” gumamnya.

Gadis itu tersenyum. Duduk di depannya kemudian.

“Ada apa denganmu akhir-akhir ini, kim bum. Aku lihat, kau selalu Melamun. Apa kau sedang kasmaran?” selidikkim so eun.

“Ah, tidak. Aku tidak melamum.”

“Sudah, jangan bohongi aku. Buktinya, dari tadi aku perhatikan, kau selalu bengong. Aku tahu ada seorang gadis yang mencuri perhatianmu. Siapa dia,kim bum ?”

kim bum terbelalak sambil menelan air liurnya.

“Melamun? Melamunkan siapa?”

“Sudahlah, tidak usah bohong lagi.”

kim bum mengerinyitkan keningnya. “Kau tahu dari mana?”

“Aku sudah membaca semua buku catatan harianmu. Maaf, kalau aku lancang.”

“kim so eun…! Ja-jadi… kau…. ” kim bum menatap wajah kim so eun dengan lekat, seperti tidak percaya atas pendengarannya sendiri.

“Maaf, aku tidak sengaja, kim bum. Kau marah?”

kim bum diam. Hening. Namun hanya sesaat.

“Siapa park shin hye? Kau mengenalnya?” tanya kim so eun memecahkan keheningan

“Hm, dia anak ekonomi.”

Bibir kim so eun membulat. “Oo.”

Hening lagi. Perasaan kim so eun tercabik-cabik. Sesungguhnya dia sangat mengharapkan kim bum menjadi kekasihnya. Namun kim bum tidak pernah menggubris perasaan itu. Meski perhatian yang diberikan kim so eun sangat lebih untuk kim bum,kim bum seakan tidak peduli.

Tak berapa lama kim bum beringsut dari duduknya. Angin dingin semakin menggila seakan menghunus jantungnya.

“Aku pergi dulu, kim so eun. Aku mengantuk,” ucap kim bum sambil berlalu meninggalkan kim so eun yang terpaku.

“Tapi, Tunggu… jangan tinggalkan aku sendiri disini kim bum.”

“Sudahlah, besok saja mengobrolnya,” tolak kim bum apatis (tanpa perasaan).

kim so eun terpaku. Kali ini hatinya seolah terhempas ke dalam cadas-cadas yang tajam. Namun kim so eun dengan sabar hati menunggu kepastian yang tak pasti. Meski berkali-kali hatinya tersayat pedih karena kim bum memikirkan gadis lain, kim so eun tetap saja memberi perhatian penuh terhadap kim bum.

kim so eun terpaku memperhatikan kim bum yang meninggalkannya begitu saja. Malam seakan menghadirkan giris sunyi yang luar biasa. Tak terasa airmatanya menitik. Dan setiap begitu, maka ia hanya dapat menuangkan baur perasaannya lewat lembar-lembar buku diarinya. Di sana, ia menaburkan kalimat dalam bentuk puisi. Puisi cinta buat kim bum.

Ketika hasrat hatiku
mendambakan dirimu
namun bayanganmu
hanya terlintas dalam angan dan mimpiku

Aku begitu mendambakanmu
mengharap kau merajut benang cintaku
agar menjadi sebuah sutra
yang indah dalam hatiku
dan terlukis sejuta namamu
(Di sudut kamar- kim so eun)

kim so eun meremas buku diari yang senantiasa menyertainya kemana pun ia pergi. Hatinya masih berdarah dalam penantian. Pemuda itu terlalu angkuh di dalam obesesinya. Dipandanginya jelaga langit. Gemintang bermain mata dalam kerlap-kerlip abadinya. Mereka indah namun tak tergapai tangan. Seperti itulah kim bum sekarang. Ia gemintang yang tak terjamah!

***


Terlihat kim bum mengibaskan kotoran yang menempel di celana jinsnya. Membetulkan kancing jaket parasutnya hingga menutupi lehernya yang jenjang. Memakaikan penutup kepalanya. Entah mengapa bayangan-bayagan park shin hye bermain-main lagi di benaknya. Bayangan itu seakan tidak mau pergi.

‘Mengapa kim so eun menolak cintaku?’ batinnya lagi. ‘Aku harus mendapatkannya. Harus!’

kim bum menuruni anak tangga gasebo dan berjalan melewati semak belukar. Langkah terhenti oleh suara canda seseorang yang telah mencuri perhatiannya. kim bum berusaha mempertajam pendengaranya. Sepertinya ia kenal betul dengan suara itu. Ya, tidak salah lagi!

kim bum berjalan menghampiri sebuah gasebo lain didepannya. Dengan lampu remang dan redup. Ia melihat dua orang anak manusia sedang memadu kasih.

“park shin hye?” jeritnya, mengerutkan dahi.

“jang geun seok?” lanjutnya terbelalak tak percaya.

jang geun seok terbelalak kaget melihat kehadiran kim bum.

“kim bum….”

“Kalian sedang apa di sini?” tanya kim bum menahan gejolak cemburu yang telah membakar di hatinya.

Ternyata park shin hye mencintai jang geun seok, sahabatnya. Pantas saja park shin hye menolak cintanya.

“Kau keterlaluan,jang geun seok! Kau keterlaluan!” sergah kim bum emosi.

“kim bum! Apa maksudmu!”

kim bum menarik bajujang geun seok dengan kasar. Matanya melotot tajam menahan kemarahan. Melirik ke arah park shin hye dengan tatapan mata tajam pula. Sedangkan park shin hye hanya tertunduk melihat kim bum yang tengah kalut. park shin hye meringkuk ketakutan di tempat duduknya. Matanya hanya sesekali memicing memperhatikan  kim bum dan jang geun seok.

“Kau pagar makan tanaman. Kau tahu kan kalau selama ini aku sangat mencintai park shin hye.”

“Sudahlah, kim bum!” tepis jang geun seok. ” park shin hye tidak mencintaimu.”

“Hei, kau pikir kau hebat?! Sahabat macam apa kau?!” kim bum mempererat tarikan pada kerah baju jang geun seok. Dan dengan kasar dihentaknya tubuh tegap itu hingga terjerembab di atas rerumputan.

Tak lama kemudian jang geun seok bangkit dengan emosi yang membara. “Kau mau apa, kim bum?! Seharusnya Kau tahu diri sedikit. park shin hye itu tidak mencintaimu! Tapi mencintaiku!”

“Hei, kurang ajar!” kim bum mendorong tubuh jang geun seok. “Yang pertama kali mengenal park shin hye itu aku! Bukan kau!”

“Hm… apa kau lupa, kau itu tidak pantas mendapatkan park shin hye. Kau itu pecundang!”

“Arrghhh….”

Buuuk! Braakkk. Duuk….

kim bum memukul tubuh jang geun seok berkali-kali. Dan menghajarnya tanpa ampun. Jang Geun Suk dan Kim Bum terus berkelahi. Saling baku hantam memperebutkan seorang gadis yang sama-sama mereka cintai.

jang geun seok balik memukul kim bum dengan keras. Beberapa kali Jang Geun Suk tersungkur dan bangkit dengan tertatih. Dengan terhuyung Jang Geun Suk menghantam wajah Kim Bum. Dan Kim Bum yang sudah kalap juga memukul tubuh Jang Geun Suk dengan kuat hingga ia terpelanting jauh di rerumputan.

“Sudahlah jang geun seok! Sudah…! Jangan berkelahi lagi!” Suara park shin hye terdengar menengahi kegaduhan mereka.

kim bum bangkit dengan sakit di sekujur tubuhnya. Semakin terasa sakit saat melihat park shin hye lebih memperhatikan jang geun seok. Ternyata benar, park shin hye sama sekali tidak mencintainya.

kim bum beringsut dengan mata memar. Hidungnya berdarah dan pelipisnya sobek. Ia sempoyongan di antara semak belukar. Berjalan tertatih dengan langkah yang tidak teratur. Dan mendadak saja ia tergelincir di bebatuan. Terperosok jatuh di dasar bukit. Terguling hingga terpental dan akhirnya terlentang tak sadarkan diri. Ranting-ranting kecil dan berduri menyayat jaket parasutnya.

Jeritan keras kim bum membelah sunyi malam di hutan pinus. kim so eun tercengang di depan unggun yang masih berkobar. Ia bangkit berdiri dan segera mencari asal suara yang telah mengisi hatinya sekian lama.

***


kim bum membuka matanya dengan perlahan. Melihat seisi ruangan dengan mata nanar. Putih, semua serba putih.

‘Apa aku sudah mati?’ batinnya. Pandangannya buram, dan masih sangat buram.

“kim bum…? Kau sudah sadar?” Suara seseorang menghentakkan hatinya.

“kim so eun….” gumamnya parau.

“Sudah dua hari kau tidak sadarkan diri. Kata dokter, kau gegar otak ringan. Kau harus banyak istirahat.”

kim bum tersenyum tipis. Menggenggam jemari tangan kim so eun yang semula beku. Kini hangat bagaikan matahari yang menyinari lubuk hatinya. Mengapa ia harus mengejar gadis yang tidak mencintainya sama sekali. Ia merasa berdosa telah membiarkan kim so eun diselimuti kabut tebal. Kini ia berusaha menepis kabut-kabut itu dari kehidupannya.

“Jangan tinggalkan aku, kim so eun?” ujar kim bum sendu. Suaranya masih terdengar parau.

kim so eun tersenyum tipis dengan mata penuh airmata.

“Aku tidak akan meninggalkanmu, kim bum. Selamanya. Percayalah.”

kim bum tersenyum. Diciuminya jemari kim so eun dengan lembut.

“Aku menyayangimu, kim so eun,” ujarnya lirih dan pelan.

kim so eun tersipu bahagia dengan pipi merona merah.

Kini kabut cinta tersebut tak lagi menutupi hati mereka. Kabut telah berlalu. Terhembus angin yang sepoi nan semilir.

Keduanya tersenyum bahagia. Terlebih kim so eun, yang kini mendapatkan kembali hati pujaannya.

 

TAMAT

 

 

 

Buka page Question & Answer apabila ada yang ingin ditanyakan
Buka dan isi data kalian di page
Mates untuk perkenalan dan berkenalan dengan mates/reader yang lain
Lihat page
How To Join untuk mengetahui bagaimana cara mengirim ff
Buka Library (
sequel or one shoot) untuk melihat ff yang sudah dipost
Buka
BUMSSO INDONESIA untuk mengetahui news terbaru dari Kim Bum dan Kim So Eun
Follow our new twitter
@bumssoindo dan mention saja bila ada yang ingin kalian tanyakan (usahakan untuk tidak menanyakan masalah privasi Kim Bum dan Kim So Eun ^^) *fans Korea sangat menjaga privasi artis mereka*
Like Kim Bum dan Kim So Eun fanbase on facebook
BUMSSO INDONESIA

P.S.: please…… no bashing, no spaming, no hotlink !! ^^


NB: JANGAN COPY-PASTE FF YANG ADA DI SINI TANPA SEIZIN AUTHOR DAN ADMIN DI SINI… APALAGI SAMPAI TIDAK MENCANTUMKAN NAMA AUTHOR DAN SUMBERNYA

Tags: , , ,

About bumssoindo

We are fanbase of BUMSSO (Kim Bum and Kim So Eun) from Indonesia

14 responses to “Kabut Obsesi Cinta (one shoot)”

  1. Ina BeQi Soeulmates says :

    kyaaa kyaaaaaaaaa so sweeeeeettt kata”a,,,
    kim bum ingatlah cintamu adalah so eun..
    jadi jangan sia”kan yaaaaa…….. *kim bum ngangguk*
    haha….

    LIKE THIS>>>>>>>

  2. Amalia'SoEul'Lova says :

    So Sweet…
    Akhir.a Mbum sadar juga kloo sbny So Eun mencintai.a dg tulus..😎

  3. Chiby says :

    Awale kasian bgt kim so eun. . .
    Tp kLo emg jdoh gag bkal kmana. . .
    Bagos. . .

  4. Dina Rizky says :

    huh awalx aq sebel kb gak peduli ma kse yg begitu perhatian tp akhirx happy ending.
    I like it…
    mkx bum lbh baik kau cpt bertindak ntar kse direbut ma lmh…
    hehehe

  5. choi min young says :

    kykx qw prnh bca dech

    tpi castx park shin hye ma jang geun suk
    trz nain castx kim bum n kim so eun

  6. merli bumssosangeun says :

    hwaa awalnya bener-bener kasian sama soeun yang kim bum acuh banget sama dia tapi kim bum akhirnya sadar .

  7. dini ramadhani says :

    sukur deh kalo kim bum dah nyadar
    ceritanya sederhana namun romantis,keren

  8. Angel says :

    Hy unnie salam kenal : )
    Ceritanya bikin aku terharu tpi tetep bagus kok.. Unnie di tunggu ff selanjutnya : )

  9. puchaabyzone says :

    wuaaaaaaaaaaaa ceritanya baguuuuuuuuuusssssssss😀
    menarik…

    akhirnya kim bum sadar juga kalo ada soeun yang selalu setia menantinya,,,,tapi kok berasa cepet banget yah perubahan sikap kim bum ke soeun dari yang awalnya cuek langsung tiba2 suka…

    ayo di tunggu lagi karya2nya lainnya
    gomawo
    _bow_

  10. 라미 'Rahmi' says :

    akhirnya………. kesetiaan soeun terbayarkan

    bagus
    daebak

  11. eliza says :

    hmmm_ cerita na menarik ..!
    bagus bagus bagus
    i like it

  12. chandra bulan says :

    bwt kim bum siapapun gadis yg kau kejar tp jodohmu tetaplah kim so eun,,,hehehe

  13. Ambar tasra says :

    Wawwww l like it

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: