Sepenggal Masa Lalu

Author : Sweety Qliquers

Cast : kim bum, kim so eun

Genre : Romantic

type: one shoot

 

 

Pesawat mendarat pukul empat sore di Kangsan Airport. Kim so eun bergegas menghadang sebuah taksi yang bertengger di parkiran bandara. Beberapa saat kemudian kim so eun membuka pintu taksi dan masuk kedalam. Menjatuhkan pantatnya di jok empuk.

kim so eun duduk termenung. Setelah lima tahun kepergiannya untuk melanjutkan studi di Seoul kini ia kembali ke Busan. Banyak kenangan manis yang masih tersisa. Terlebih terhadap seseorang yang selama ini ia mimpikan. Orang itu adalah kim bum, sahabat kim so eun sejak kecil. Di saat mereka masih bersama di sebuah perumahan di Busan Residence. Masa kanak-kanak yang sangat menyenangkan. Dan betapa kerinduan itu telah menggerogoti hatinya. Diam-diam ia juga mencintai kim bum.

Sore itu kim so eun tiba di rumah. Rumah model mediterania yang dibangun Papanya masih berdiri kokoh dengan tembok bercat putih. Bunga-bunga kecil yang tumbuh di halaman masih subur, meski letaknya tidak sesuai dengan lima tahun lalu. Pekarangan rumahnya tertata rapi dan asri. Mama memang selalu membersihkannya.

Sesaat kim so eun terkenang dengan Papa tercinta. Matanya merebak basah. Kini Papa telah tiada. Papa telah pergi dan takkan pernah kembali. Kim so eun terisak, kala sekelibat kenangan indah bersama Papa melintas kembali di benaknya. Kenangan yang tidak dapat dilupakannya.

Beberapa tahun yang lalu Papa dihantarkan ke tempat peristirahatan yang kekal dan abadi, menghadap Ilahi. Sudah menjadi hukum alam dan dunia. Tak seorang pun yang dapat menghalanginya. Semua pasti bermuara kepada-Nya. Ada virus yang menggerogoti otak Papa. Papa terserang kanker otak. Dan di ruang Gawat Darurat rumah sakit Papa menghembuskan napas yang terakhir kalinya.

Rasa sesak di hati kim so eun masih menjadi belenggu, kian hari mengusik dan masih bergelut menghadapi cobaan yang mahaberat tersebut.

“Ya, Allah, aku sudah ikhlas. Walau Papa adalah orang yang paling aku sayangi, namun ia adalah titipan-Mu. Engkau lebih menyayanginya. Tempatkanlah ia di sisi-Mu ya, Allah….” tutur kim so eun dalam hati.

Beribu kali kata itu terucap dalam kalbunya, namun beribu kali pula bayangan Papanya menggodanya.

Perlahan kim so eun membuka pintu gerbang rumahnya. Kemudian menekan bel yang terletak di samping rumahnya. Bel itu masih seperti lima tahun yang lalu. Tak berapa lama, seorang pembantu separuh baya pun membukakan pintu. Menyambut kedatangan kim so eun yang dianggap sangat mengejutkan. Kim so eun hanya tersenyum memperhatikan Bibi Kim Young Ok yang sudah mulai keriput. Wanita tua itu sudah bekerja belasan tahun bersama keluarganya.

Setelah berkangen-kangenan dan peluk-pelukan, kim so eun pun menghampiri kamarnya. Pelan ia membuka pintu kamarnya. Masih seperti lima tahun lalu. Bersih dan terawat rapi. Bibi Kim Young Ok selalu membersihkannya. Di sana , ia menemukan boneka kesayangannya. Boneka itu hadiah dari kim bum saat mereka duduk di bangku SMP.

***
Uh, kim so eun teringat lagi dengan wajah kim bum. Wajah itu diam-diam mencuri hatinya.

kim so eun menemukan sepucuk surat berwarna merah muda yang terselip di buku diarinya. Surat itu sudah kelihatan buram. Sejak kepergian kim so eun meninggalkan kota Busan. Kim bum mengembalikan buku diari kim so eun yang dipinjamnya.

kim so eun,
Mungkin aku sangat merindukanmu. Aku pasti sangat kesepian, dan sendiri. Dan mungkin kepergianmu akan menambah luka di hatiku. Betapa aku sangat menyayangimu. Aku sangat mengaggumimu. Tahukah kau… aku sangat mencintaimu!
kim bum

kim so eun mendekap surat itu sambil menerawang jauh. Benarkah kim bum mencintainya? Kim so eun tersenyum sambil terus terlayang pada lamunan yang jauh. Hatinya berbunga-bunga. Kim so eun membuka gorden merah muda berbunga indah. Ia membuka sedikit jendela kamarnya. Dimana dulu ia sering mengintai kim bum dari ventalasi itu. Memperhatikan kim bum tak jemu-jemu. Dan kini ia ingin melihat sosok kim bum yang tumbuh dewasa. Mungkin kim bum begitu tampan dan berwibawa. Dengan bentuk tubuh yang porposional serta otot yang kuat. Belum lagi wajahnya yang sangat menggemaskan kaum hawa.

Hm, kim so eun tersenyum tipis. Kemudian senyum itu berubah kecut. Rumah kim bum kelihatan sepi. “Kemana kim bum?” batinnya.

“kim so eun …” Sebuah suara menyapanya. Membuyarkan lamunannya untuk sesaat. Kim so eun berpaling dengan perlahan. Menoleh ke arah suara yang memanggilnya.

“Mama….” serunya sambil beringsut memeluk Mama. “Aku sangat merindukanmu, Ma”

“Kenapa kau tidak menelpon Mama dulu, biar nanti dijemput.”

“Aku mau membuat kejutan untuk Mama.”

“Mm, dasar kau. Yah, sudah, kau mandi dulu. Mama tunggu di ruang tamu, ya?”

kim so eun mengangguk seraya melepaskan rengkuhannya. Kemudian meraih handuk di gantungan. Dan menuju kamar mandi.
Sudah dua hari kim so eun tidak menemukan sosokkim bum. Kemana gerangan sang pujaan hati? Kim so eun kembali membuka jendela kamarnya, dan melihat rumah mewah milik keluargakim bum. Memperhatikan balkon kamar kim bum yang seperti tidak terurus. Mendadak saja ia terkejut melihat sosokkim bum. Dan segera keluar dari kamarnya menuju balkon. Dengan antusias ia memanggil nama kim bum dari jauh.

“kim bum…!” teriaknya. “kim bum! Ini aku,kim so eun!” panggilnya lagi. Namun kim bum tidak bergeming barang sedikit pun. Acuh tak acuh, cuek dan sombong.

“Sombong sekali dia!” rutuk kim so eun kesal. Dari jauh kim so eun melihat seorang gadis menghampiri kim bum sambil membawakan segelas jus buah. Terlihat mesra seperti sepasang kekasih. Kim so eun terlihat cemburu. Wajahnya berubah cemberut.

“Siapa dia?” tanya kim so eun dalam hati. “Ugh! Itu pasti kekasihkim bum!” sewotnya dengan hati belah. “Dasar buaya!”

kim so eun bergegas saja meraih ponsel di meja belajarnya. Kemudian menekan nomor teleponkim bum. tersambung….

“Halo….” sapa kim bum berat. Suara itu mengingatkan kim so eun pada sebuah kenangan manis yang pernah mereka rasakan. Tapi kini kim so eun berusaha untuk melupakannya.

“Kau egois,kim bum. Kau keterlaluan!” suara kim so eun mendadak saja meninggi. Kim bum yang tidak tahu menahu masalahnya mendadak saja menjadi heran.

“Halo, ini siapa ya?” tanya kim bum lagi dengan suara berat.

“Tidak perlu basa-basi,kim bum! Aku sangat kecewa padamu. Tahukah kau, betapa hancur hatiku mengharapkan dirimu. Tapi kau begitu apatis. Kau buaya,kim bum. Aku benci melihatmu! Dan aku tidak ingin melihatmu lagi!” sergah kim so eun, semakin ketus.

kim bum yang di seberang sana mendengarkan makian itu dengan pilu. Berusaha mengingat kembali sebuah suara yang dulu sangat dikaguminya.

“kim so eun… kaukah itu?” gumam kim bum dengan suara serak. Matanya mulai merebak. Berkaca-kaca dan menetes tanpa sengaja.

“Hm, ternyata ingatanmu masih tajam juga,kim bum!” tukas kim so eun lagi.

“kim so eun, maafkan aku. Aku tidak bermaksud….”

“Sudahlah,kim bum. Aku kecewa padamu! Nikmati saja hari-harimu. Mungkin kau lebih baik begitu.”

Hati kim bum seakan teriris pedih. Ia menelan air liurnya dengan pahit.

“kim so eun, dengar dulu penjelasanku….”

“Tidak perlu,kim bum. Aku tidak butuh penjelasanmu. Sekian lama aku memendam rasa cintaku padamu, dan ternyata kau sama saja seperti pria-pria lain. Kau menghianatiku. Aku sudah cukup jelas melihatnya!” Suara kim so eun masih tidak bersahabat.

“Jadi kau sudah mengetahuinya?” tanya kim bum sendu.

“Aku tahu semuanya,kim bum!” ucap kim so eun sambil menutup ponselnya.

“kim so eun …kim so eun … dengar dulu,kim so eun….”

kim so eun mematikan ponselnya dengan sikap sarkastis.

kim bum tertunduk sambil terpaku. Kini gadis pujaannya pun juga tidak dapat menerima kehadirannya. Terlebih, dunia yang begitu angkuh!

***

kim so eun mengepak semua barang-barangnya. Kekecewaan di hatinya tak terobati. Mungkin lebih baik ia kembali ke Seoul dan melupakan kota kelahirannya. Terlebih ia akan melupakan sosok kim bum yang sangat dikaguminya.

“kim so eun….” sapa Mama seraya masuk ke kamarkim so eun. Kim so eun menoleh sejenak. “Apa kau tidak terburu-buru meninggalkan kota kelahiranmu?”

“Aku harus pergi, Ma. Aku tidak mau berlama-lama tinggal di kota ini. Kota ini membuatku sakit hati, Ma. Sakit hati….”

“kim so eun … tenanglah. Mama tahu bagaimana perasaanmu.”

“Mama tahu bagaimana perasaanku sekarang, Ma. Sekarang Hatiku sudah hancur.”

“kim so eun , Mama tahu tetang permasalahanmu. Tapi kau jangan egois seperti itu,kim so eun!”

“Egois? Mama bilang aku egois?” kim so eun menghentikan kegiatannya. “kim bum  sudah melupakanku, Ma. Dan kini dia sudah punya pilihan lain.”

Mama menghela berat.

“kim bum sudah tidak mencintaiku lagi, Ma. Kim bum sudah punya kekasih.”

“Dari mana kau tahu?”

“Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri, Ma.“

Mama terdiam. Memperhatikan wajah kim so eun yang sangat membenci sosokkim bum. Tapi apakah kim so eun tahu bagaimana perasaan kim bum terhadap dirinya?

“Apakah kau benar-benar mencintainya?” tanya Mama serius. Kim so eun masih terdiam. Dan beberapa saat kemudian mengangguk pelan.

“Aku sangat mencintainya, Ma….” ucap kim so eun sendu sambil merengkuh tubuh Mama. Terisak dengan berat.

“Apakah kau akan menerima kim bum apa adanya?”

kim so eun melepaskan rengkuhannya. Menghapus airmatanya dengan tisu.

“Maksud, Mama?”

“kim so eun, ketahuilah. Sejak kepergianmu, kim bum sangat merindukanmu. Kim bum ingin sekali bertemu denganmu. Namun hal itu belum terwujud sampai kejadian naas itu menimpa keluarganya.”

kim so eun terpaku, terperangah memperhatikan wajah Mama.

“Sebuah truk besar menabrak mobil yang dikendarai Papa kim bum dan keluarganya hingga hancur. Papa dan Mama kim bum tewas dalam kecelekaan itu. Dankim bum ….” Mama menelan air liurnya. Menghapus pipinya yang mulai membasah.

“Kenapa dengan kim bum, Ma?” tanya kim so eun penasaran.

“kim bum lumpuh,dan buta .”

“Lumpuh? Buta?” kim so eun seakan tidak percaya atas keterangan Mama.

“Apakah kau masih mencintainya?”

kim so eun menangis sejadi-jadinya. Mengapa hal itu harus terjadi padakim bum, pemuda yang sangat ia cintai. Mama beringsut sambil menggamit tangankim so eun. Berjalan menemui kim bum di kediamannya. Sendiri dalam lamunan sepi. Kim bum duduk di kursi roda. Pandangannya hampa, sehampa hatinya.

kim so eun terpaku di ambang pintu. Melihat sosok kim bum yang tak berdaya.

“kim bum….” pekiknya dengan suara parau, isaknya menjelma airmata. “Maafkan aku….”

Dengan perlahan kim so eun menghampiri kursi roda milikkim bum. Kemudian menggenggam erat jemari tangan kim bum. Mencium keningnya dengan penuh kasih.

“Aku mencintaimukim bum….” gumam kim so eun sambil terus terisak. Kim bum yang terduduk tidak dapat berkata apa-apa. Hanya airmata yang membanjiri pelupuk matanya. Betapa ia ingin melihat sosok kim so eun. Sosok yang dulu sangat dicintainya. Namun sebuah kenangan pahit telah merentangkan hubungan mereka. Sejarak telaga yang tak bertepi.

“kim so eun….”

TAMAT

 

Buka page Question & Answer apabila ada yang ingin ditanyakan
Buka dan isi data kalian di page
Mates untuk perkenalan dan berkenalan dengan mates/reader yang lain
Lihat page
How To Join untuk mengetahui bagaimana cara mengirim ff
Buka Library (
sequel or one shoot) untuk melihat ff yang sudah dipost
Buka
BUMSSO INDONESIA untuk mengetahui news terbaru dari Kim Bum dan Kim So Eun
Follow our new twitter
@bumssoindo dan mention saja bila ada yang ingin kalian tanyakan (usahakan untuk tidak menanyakan masalah privasi Kim Bum dan Kim So Eun ^^) *fans Korea sangat menjaga privasi artis mereka*
Like Kim Bum dan Kim So Eun fanbase on facebook
BUMSSO INDONESIA

P.S.: please…… no bashing, no spaming, no hotlink !! ^^

NB: JANGAN COPY-PASTE FF YANG ADA DI SINI TANPA SEIZIN AUTHOR DAN ADMIN DI SINI… APALAGI SAMPAI TIDAK MENCANTUMKAN NAMA AUTHOR DAN SUMBERNYA

Tags: ,

About bumssoindo

We are fanbase of BUMSSO (Kim Bum and Kim So Eun) from Indonesia

16 responses to “Sepenggal Masa Lalu”

  1. Chandra Syifa W says :

    Terharu !!
    Knp kim bum keadaan’a kya gtu sii ? kan so eun jd sedih bgt.. T_T

    Di tunggu OS’a. Klo perlu FF’a skalian!

  2. Reina says :

    Duh napa jadi begini akhirnya tapi gg pa”lah yg penting kimbum masih hidup..
    Tpi siapa cewe yg ada di dekat kimbum itu apa pembantunya??
    Kasian soeun melihat kimbum keadaanx jadi begini tapi aku terharu pas baca yg terakhirnya aku pingin nangis,,
    Kim so eun begitu baik masih mau menerima kimbum apa adanya huaaaa aku pingin nangis sambil rambut ku di belai oppa seung hoo*mau.a*
    Kak bikin ff terus ya atau engga sekalian bikin ff sequel aja ok ok
    : )

  3. Indah says :

    Sedih cerita’a

  4. 라미 'Rahmi' says :

    sedihhhhhhhhhhhhhhh
    mengharukan

  5. Ina BumsSo says :

    q jdi terharu bca nie 0S,,,,

  6. ViQa "buMssOeuLindo" says :

    KEREN

    buat sequel
    dong,haha

  7. Merli Bumssoeul says :

    hwaaa terharu , soeun mau terima kim bum apa adanya wow so sweet

  8. Chiby says :

    . . . (T_T) tp keren. .

  9. Anna says :

    Ya ampuunn mengharukan kshn kimbum!!bgus2 soeun trima apa adanya bkan ada apanya hee dtggu kry slnjtny thanks!!!

  10. Ina BeQi Soeulmates says :

    huwaaaaaahhhh saya terharu…..
    hikz hikz T.T
    kasian kim bum,, untung so eun setia menerima’a,,,
    baguuusss^^

  11. puput bumso says :

    uhhh sedihh….😦

  12. vigrx plus pills says :

    I enjoyed your professional manner of writing the post. Thanks, you have made it easy for me to understand.

  13. annisa says :

    hiks hiks….

  14. Margaretha says :

    Ceritanya bagus tp menggantung . Kenapa ga di terusin min buat mereka menikah or ??🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: