Cinta Di Bawah Lampu Merah [os]

Author : Sweety Qliquers

Main Cast : Kim Bum, Kim So Eun

Cast: Yunho DBSK

Genre : Romantic

Type: one shoot

 

 

kim bum
* Menaruh hati pada kim so eun tetangga baru kim bum
* Tak pernah lelah melakukan pendekatan dengan kim so eun dengan segala cara
* Jiwa pejantan kim bum kembali bangkit, ketika ia tahu tak ada satu cowok pun yang berhasil mendekati kim so eun

kim so eun
* Menurutnya kim bum terlalu gampang untuk menyatakan rasa suka pada seorang gadis
* Gadis yang entah kesekian kalinya diincar dan diburu kim bum, yang kebetulan tetangga baru kim bum

Yunho`DBSK
* Teman sekelas kim bum di kampus
* Teman curhat Curhat kim bum

 


Sudah sebulan kim bum mencoba mendekatikim so eun. Segala usaha dan jerih payah telah dilakukannya. Namun, tetap saja, so eun tak bergeming, membungkam bahasa dalam kebisuannya.

Sementara kim bum terus menggencarkan serangan-serangannya. Kadang kim bum sengaja menjauh sebentar, lalu kembali menebarkan pesonanya. Menurutkim bum, biasanya cewek pura-pura cuek. Padahal, sebenarnya mereka mengharapkan cowok untuk terus mengejarnya. Tapi, jauh dari perkiraan, so eun malah bersikap masa bodoh dan makin tak menggubrisnya.

so eun adalah gadis yang entah kesekian kalinya diincar dan diburukim bum. Awalnya kim bum cuek-cuek saja dengan so eun yang kebetulan tetangga barunya itu. Tapi, lama-kelamaan ia merasa tertantang juga untuk mendekatiso eun. Jiwa pejantannya kembali bangkit, ketika tak ada satu cowok pun yang berhasil mendekati so eun.

Selama ini kim bum sudah mencoba mendekati so eun lewat teman-teman di sekolahnya. Bahkan, sampai ke tetangganya.

so eun yang sehari-harinya lewat di depan rumahkim bum, selalu saja membuat hati kim bum berdesir tak karuan. Bukan karena cinta yang menggebu, melainkan hanya karena penasaran saja.

“Aneh! Kenapa dia semakin cuek padaku?” tanya kim bum pada yunho, teman sekelasnya di kampus. “Padahal kau kan tau sendiri, kalau aku termasuk cowok yang sering digandrungi cewek? Kenapa so eun seolah tak mempan oleh umpanku?”

“Mungkin so eun ingin menguji sebarapa besar usahamu,” yunho mencoba menerka. “so eun mungkin senang melihatmu terus mengejarnya,”

kim bum hanya geleng-geleng kepala. Sesekali mengangguk-angukkan kepalanya.

***

Pagi hari, matahari menyerobot masuk ke dalam kamarkim bum. Jam di meja kamarnya sudah menunjukan pukul 7.00. Biasanya, jam-jam segini so eun berangkat sekolah lewat depan rumahnya. Kim bum segera mandi dan memakai pakaiannya. Tak lama, ia sudah siap ke kampus. Di depan rumah, kim bum tampak gelisah. Sesekali menatap ke arah jalanan, mencoba memastikan, so eun sudah lewat atau belum. Sambil menunggu, ia memanaskan Motor Sport kuningnya. Ia pura-pura mengelap body motornya sambil sesekali memelintir gasnya. Suara mesin pun menderu-deru.

Tak lama, dari kejauhan sang pujaan hati sedang menuju ke arahnya. Kim bum segera merapihkan diri. Mematut diri di depan kaca depan rumah. Ia pun sudah siap bekerja keras hari ini. Menebar jaring-jaring cinta.

so eun semakin dekat dengan rumahkim bum. Dekat, dan semakin dekat.

kim bum membuka pagar rumahnya, sambil menuntun motornya. Derap langkah so eun sudah terdengar jelas di daun telinganya. Sebuah derap yang terdengar dari kaki indahnyaso eun.

“Selamat pagi,” sapa kim bum ramah. “Baru mau berangkat?”

so eun tak menjawab. Ia hanya tersenyum sambil mengangguk.

“Berangkat denganku saja! Aku juga sekalian ke kampus. Sekolahmu kan searah dengan kampusku? Bareng saja, yuk!” ajak kim bum.

“Terima kasih. Aku lebih asyik jalan. Sekalian olahraga,” so eun segera bergegas meninggalkan kim bum yang sudah siap dengan motornya.

“T-t-tunggu…!” pinta kim bum setengah berteriak.

“ Ada apa lagi?”

Sejenak kim bum terdiam. Sesekali menggaruk-garuk kepalanya. “Boleh tidak aku main ke rumahmu nanti malam?” sambil cengar-cengir.

“Untuk apa?” so eun ketus.

“Ya, ingin main saja. Ada yang ingin aku katakan padamu,”

Sesaat so eun tertegun, seolah ada sesuatu yang dipikirkannya.

“Bagaimana? Boleh?”

“Memangnya apa yang mau dibicarakan? Kenapa harus dibicarakan dirumahku!” tanya so eun setengah sewot.

“Yaa… kalau tidak mau di rumah, di mana saja boleh,”

“Ya sudah, di sini saja. Apa yang mau kau katakan!” pinta so eun sambil sesekali menengok ke arah arloji yang membelit pergelangannya yang kuning langsat.

kim bum tersenyum. “Kau sudah punya pacar belum?”

so eun tak langsung menjawab. Ia pura-pura kaget. Tak lama ia kembali bersikap seperti biasa. “Kalau sudah, kenapa? Kalau belum mau apa?” pancing so eun.

“Jangan galak seperti itu!” rayu kim bum. “Kalau sudah, kenapa aku tidak pernah melihatmu jalan bareng dengan pacarmu. Kalau belum…”

“Kalau belum, mau apa?”

“Mau tidak kau jadi pacarku?” pinta kim bum mantap.

Mata so eun terbelalak. Namun lagi-lagi so eun  mampu menyembunyikan perasaannya. Sebenarnya ia sudah bisa menebak apa yang akan dikatakan oleh kim bum. Pasti nembak!

“Bagaimana? Mau tidak?”

“Mudah sekali kau untuk mengatakan cinta! Murahan!” so eun bergegas lebih cepat meninggalkan kim bum.

kim bum hanya terperangah. Dadanya seolah ada yang menohok keras. Baru pertama kali ia dianggap murahan. Tiba-tiba kim bum seolah tak ada harganya sama sekali di depan so eun.

***

Gelap malam tak mampu membias kata-kata so eun pagi tadi.

Murahan! kata itulah yang kembali terngiang-ngiang di daun telinga kim bum.

Di dalam kamar ia hanya menatap langit-langit berwarna putih. Di sana ia melihat wajah oval so eun sambil tertawa mengejeknya. Rupanya kali ini ia benar-benar dibuat penasaran oleh gadis itu. Buktinya saat ini ia selalu memikirkannya. Tak siang, tak juga malam. Yang ada hanya wajahso eun,so eun dan so eun. Terus dan terus. Semakin penasaran.

Namun kata murahan yang keluar dari mulut manis so eun akhirnya menyadarkan kim bum. Ia baru sadar kalau selama ini ia telah melakukan hal yang belum pernah, bahkan pantang ia lakukan. Ia telah menjadi pengemis cinta. Ia telah menghinakan dirinya dengan merendahkan diri di hadapan seorang so eun. Kim bum lupa, kalau selama ini ia telah kebablasan melakukan pendekatan.

“Kenapa aku sampai begini yah? benar juga kata so eun,” tanya kim bum dalam hati.

kim bum bingung. Sesekali ia bangkit dari kasurnya. Memandang jendela dan menatap ke luar. Ia hanya menatap genteng rumah so eun yang lebih tinggi daripada rumahnya. Kim bum menggaruk-garuk kepalanya. Sesekali matanya diarahkan pada sebuah jam yang tergeletak di meja. Di sana jam menunjukan pukul 8 malam. Saatnya datang ke rumah so eun untuk meminta kepastian atas ungkapan cintanya tadi pagi. Namun, lagi-lagi kim bum teringat kata murahan dari mulut so eun. Rasanya harga diri kim bum terinjak-injak. Tapi betapa terinjak-injaknya harga dirinya di depan teman-temannya, kalau tak bisa mendapatkan so eun. Bagaimana reputasi si penjinak cewek yang alang kepalang disandangnya.

Akhirnya ia mengurungkan niatnya. Ia memilih mematikan lampu dan menyalakan MP3. Dalam gelap, kim bum menikmati lagu-lagu kesukaannya. Lama-kelamaan suara musik perlahan mengecil. Lalu semuanya menjadi gelap dan hening. Kim bum terlelap dalam tidurnya malam itu.

***

Pagi hari kim bum berangkat agak siang. Ia sudah tak berhasrat mengejar so eun. Ia hanya santai-santai saja. Sementara jam sudah menunjukan pukul 07.30. Sambil malas-malasan.kim bum pun segera bersiap-siap. Seperti biasa, kim bum memanaskan mesin motor sportnya.

Setelah semuanya beres, ia pun segera mengeluarkan Motor ke luar rumah. Tak lama, pintu pagar sudah di kuncinya. Kim bum siap menaiki sadel motornya.

“Tunggu! Aku ikut!” sebuah suara memanggilnya dari kejauhan. Suara itu sangatlah akrab dengan telinganya.

kim bum menengok. Dilihatnya so eun  berlari mengejarnya sambil menenteng tas selempangnya. Kim bum  tak peduli. Ia malah menstater motornya. Sesaat suara mesin menderu-deru. Suara derap langkah pacu so eun hampir tak terdengar.

“Tunggu! Aku ikut!” pinta so eun dengan wajah memelas dan napas tersengal-sengal.

“Tumben baru berangkat,” sindir kim bum, sinis.

“Boleh tidak? Aku sudah kesiangan!”

“Tumben kau kesiangan,” celetuk kim bum. Masih sinis.

so eun diam.

kim bum juga terdiam. “Sudah ayo cepat naik!”

so eun  ragu-ragu. Ia tahu kalau kim bum sedang marah padanya.

Akhirnya so eun naik juga. Sepanjang jalan kim bum memacu motor dengan seenaknya. So eun  hanya bisa mendekapnya.

Di perempatan lampu merah, sambil menunggu lampu hijau, kim bum  membuka pembicaraan.

“Kenapa sampai kesiangan?”

so eun  tersenyum. “Gara-gara kau!”

“Maksudmu?”

“Iya. Gara-gara semalaman aku menunggumu! Kau tahu kim bum, Sebenarnya aku juga menyukaimu,” ketus so eun.

Mendengar kata-kata so eun, kim bum tersenyum. “Apa? Aku tidak mendengarnya!” teriak kim bum pura-pura tuli.

so eun geram sambil memukul-mukul punggung kim bum. Mulut so eun mendekat ke telinga kim bum. “Dengarakan aku baik-baik! AKU… JUGA… MENYUKAIMU!!!” teriak so eun sekuat mungkin, berbarengan dengan suara klakson yang bersahutan di belakang mereka. Di atas, lampu sudah menyala hijau.

 

 

TAMAT

 

 

Buka page Question & Answer apabila ada yang ingin ditanyakan
Buka dan isi data kalian di page Mates untuk perkenalan dan berkenalan dengan mates/reader yang lain
Lihat page How To Join untuk mengetahui bagaimana cara mengirim ff
Buka Library (sequel or one shoot) untuk melihat ff yang sudah dipost
Buka http://bumssoindo.wordpress.com untuk mengetahui news terbaru dari Kim Bum dan Kim So Eun
Follow our new twitter @bumssoindo dan mention saja bila ada yang ingin kalian tanyakan (usahakan untuk tidak menanyakan masalah privasi Kim Bum dan Kim So Eun ^^) *fans Korea sangat menjaga privasi artis mereka*
Like Kim Bum dan Kim So Eun fanbase on facebook BUMSSO INDONESIA

 

P.S.: please…… no bashing, no spaming, no hotlink !! ^^

NB: JANGAN COPY-PASTE FF YANG ADA DI SINI TANPA SEIZIN AUTHOR DAN ADMIN DI SINI… APALAGI SAMPAI TIDAK MENCANTUMKAN NAMA AUTHOR DAN SUMBERNYA

Tags: , ,

About bumssoindo

We are fanbase of BUMSSO (Kim Bum and Kim So Eun) from Indonesia

17 responses to “Cinta Di Bawah Lampu Merah [os]”

  1. hanie_kim says :

    .owh…
    .so sweet..

  2. Rahmi says :

    Hahaha
    trnyta . . . Soeun suka jg. . Smpe tengah mlm nggu kb, tp kb trnyta g dtg

  3. Anna says :

    Hahaha soeun sok jual mahal cieyyy jd gntian dicuekin untg akhirny berduaan ciey ciey,,,!!!

  4. Chandra Syifa W says :

    Lucu bner cnta kim bum ngedptin so eun. Tp ending’a romance bgt..
    So eun jual mahal lgi..
    *pdhl cinta mati tu*
    Bgs !

  5. Bella says :

    Critanya mnarik, gak nyangka so eun lgsung nrma kim bum pdhl awlnya sgt jual mhl..

  6. dini ramadhani says :

    yaelah sama2 suka toh,ah so eun suka pura2 sih

  7. ViQa "buMsO & JoO WOn" says :

    Haha aku sm
    kyk so eun,
    aku jg prnh
    blng ama s’orng
    cwo,klw dia it
    trlalu gmpang
    bilang cinta sm
    semua cwe,SO
    PERFECT. . .

  8. Afrida says :

    Wah, kren banget
    prtma kli, aku jtuh cnta tuh sma jdul’a, kren n unik, pas bca, trnyata lcu jga

  9. Indah says :

    Cinta dibawah lampu merah unik banget nama’a

    baguus banget kak cerita’a

  10. dae says :

    seru
    lucu lucu aku sampe senyum-senyum ga jelas

  11. puput bumso says :

    owhhhhh ….
    verry so sweat…

  12. Merli Bumssoeul says :

    Lucu , So Sweet .
    Hahaha ternyata soeun juga suka ga sia-sia usaha kim bum !

    Wow kamu rajin banget buat OS Daebak

  13. rini says :

    hahaha ternyata so eun juga ska ma kim bum . .

  14. puchaabyzone says :

    annyoooonggggggg authorrrrrrr

    wuaaaaaa saya mau minta tanggung jawab sama authornya karena membuat saya menjadi senyum2 gaje pas baca OSnya

    kyaaaaaaaaaa so sweeeeeeeet bgt….
    hadew ternyata soeun juga udah suka sama kim bum…sampe2 beneran di tungguin ^^

    ayo2 di tunggu karya2 yang lain…OS ato FF author yg satu ini emang beda..

    gomawo
    _bow_

  15. Ina BeQi Soeulmates says :

    cieeeeee cieeeee yg blg cinta d’lampu merah..
    haha,,
    sweet laaaaaahhh^^
    eheme ehem..
    haha

  16. chandra bulan says :

    hahaa….ternyata kimbum emg penakluk wanita,,,kejerat jg tuh so eun yg spr cuek
    Seru,,,seruuu,,,sngkat dan padat hehe

  17. Mia says :

    Singkat bgt kurang panjang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: