My Cardiac Make My Heart was Broken part 4

Author : Chandra Syifa W

Main Cast : So Yi Jeong, Chu Ga Eul

Cast : Dokter Fisya, Dokter Diana

Genre : Romantic, Sad

Type : Sequel

 

 

Annyeong for all readers !!!

Akhirnya keluarlah part 4 dari ff yang bikin orang stress karena jelek… *rendah diri nii yee…*

Part 4 ini juga keluar kan karena permintaan para readers semua, jadi aku lanjutkan deh.

Mianhae ya karena udah lama aku ga post ff ini…

Karena aku lagi sibuk ngurusin blog ku… *liat ya ???*

Baiklah, mari yuk kita baca yang satu ini…

 

 


Ga Eul POV

Akhirnya aku dan Yi jeong sunbae benar – benar cek kesehatan di rumah sakit tempat aku kontrol keadaan jantungku.  Aku berusaha menampilkan wajahku yang tenang – tenang saja. Aku memang mencoba, tapi jujur. Aku tidak bisa tenang sama sekali. Ingin rasanya aku menelfon atau mengirim sms kepada dokter fisya untuk meminta informasi mengenai hal ini. Tapi, aku sudah terlambat. Aku dan yi jeong-sunbae sudah sampai di rumah sakit.

 

Yi jeong-sunbae merangkul pinggangku dengan erat di sampingnya. Aku senang dia seperti ini. Kadang aku mengingat waktu sunbae masih playboy dulu. Hobinya mabuk, kencan dengan gadis – gadis aneh, dan senang menggoda wanita cantik. Aku sampai bingung mengapa aku bisa menyukainya. Ku lihat wajah sunbae, dan ku sadari kalau sunbae memang sudah jadi milikku seutuhnya, tanpa ada sifat buruknya dahulu. Aku tersenyum sendiri mengingatnya.

 

“ Kau kenapa Ga eul ? Apa ada hal yang lucu ? “ Tanya sunbae heran. Aku jadi tersenyum lagi melihatnya keheranan begitu.

“ Tidak ada apa – apa kok. Aku hanya tersenyum melihat wajah sunbae… “ kataku.

“ Ku kira ada apa. Ayo kita jalan. Kata temanku, tempat cek kesehatannya ada di dekat sini “ kata sunbae sambil mencari – cari tempat itu.

 

Aku mencoba membantu yi jeong-sunbae untuk mencari tempat itu. Dan ku lihat ruang bernama “ ruang pengecekkan kesehatan “ dekat lift nomor 2. Dan langsung saja aku beri tau sunbae.

 

“ Apakah, ruangannya yang itu sunbae ? “ tanyaku.

“ Iya, itu ruangannya. Ayo kita masuk ke dalam “ kata sunbae sambil menarik tanganku.

 

 

Yi Jeong POV

Aku jadi merasa bodoh sekali. Mencari ruang cek kesehatan saja, aku kalah dari Ga eul. Dia memang gadis yang teliti dan peka terhadap sesuatu. Aku masih ingat waktu tanganku tidak bisa di sembuhkan dan dia bilang kalau dia akan menemukannya caranya. Dia tau kalau sebenarnya aku bersedih bukan karena keadaan tanganku, tapi keadaan perasaanku waktu itu. Dan dia benar – benar membuatku bertekuk lutut di hadapannya saat dia menemukan sesuatu yang membuatku sadar. Aku tidak akan pernah melupakan hal itu.

 

Aku dan Ga eul sudah berada di depan pintu ruangan itu. Ku buka pintunya, dan ku tarik tangan Ga eul untuk ikut masuk ke dalam. Di dalam ruangan itu, ternyata telah ada seorang dokter yang sepertinya memang sedang menunggu kami.

 

“ Apakah anda tuan So Yi Jeong beserta calon istri anda ? “ Tanya dokter itu padaku.

“ De, aku So Yi Jeong. Dan ini adalah calon istriku, Chu Ga Eul “ jawab ku.

“ Perkenalkan, nama saya dokter Diana. Saya bekerja di bidang spesialis pengecekan kesehatan. Saya di beri tau oleh salah satu teman anda kalau anda beserta calon istri anda ingin menjalani cek kesehatan sebelum melaksanakan pernikahan. Apa itu benar ? “

“ Itu benar. Karena kami baru mengingat hal ini “

“ Baiklah, kita akan mulai cek kesehatannya. Cek kesehatan ini di mulai dari pengecekan tubuh bagian luar, dan pengecekan tubuh bagian dalam. Dan cek kesehatan ini akan di akhiri dengan pengecekan keadaan jantung yang akan di periksa oleh dokter spesialis jantungnya langsung. Apa ada yang tidak di mengerti ? “

“ Siapa dokter spesialis jantung untuk hari ini ? “ Tanya ga eul yang membuatku heran dengan pertanyaannya itu.

“ Seharusnya teman saya, tapi dia bilang kalau dia ada janji bertemu dengan kliennya sebentar. Jadi, saya belum tau secara pasti “ jawab dokter itu.

 

Akhirnya aku dan Ga eul memulai cek kesehatan itu. Aku yang di periksa terlebih dahulu, baru kemudian Ga eul. Kami begitu banyak melewati proses, dari pengecekan, ronsen, hingga di beri suntik vaksinasi. Sampai akhirnya cek kesehatan dasar ini selesai.

 

“ Cek kesehatan dasar kali ini sudah selesai. Tinggal pengecekan Jantung saja. Kalian bisa langsung ke ruang spesialis jantung yang berada di lantai satu juga “ kata dokter itu memberi pengarahan.

“ Baik, khamsahamnida atas bantuannya “ kataku.

“ Khamsahamnida.. “ kata Ga eul juga.

 

Kemudian aku dan ga eul keluar dari ruangan itu, dan mencari ruang spesialis jantung. Aku merasa suasana di antara aku dan Ga eul jadi agak kaku. Padahal tidak ada apa – apa. Karena itu, aku mencoba untuk mengajak dia lebih santai.

 

“ Aku punya tebak – tebakkan. Tapi kau harus jawab. Berani ? “ kataku sambil melihatnya.

“ Tebak – tebakkan ? Memang ada apa sih ? “ Tanya nya.

“ Tidak ada apa – apa. Aku hanya ingin kau menjawab tebak – tebakkanku saja. Mau kan ? “

“ Baiklah, apa tebak – tebakkannya ? “

“ Begini, sarang apa yang biasa di katakan orang – orang dalam menyatakan cinta ? “ tanyaku sambil tersenyum.

“ Sarang ? Masa iya sarang di katakan waktu menyatakan cinta ? Ga cocok amat “ kata Ga eul.

“ Ini kan tebak – tebakan. Ayo, kau bisa jawab tidak ??? “

“ Apa ya ??? Tidak biasanya sunbae membuat tebak – tebakan sesulit ini… “ kata ga eul sambil menggerutu.

“ Makanya, sekali kali aku ingin membuatmu merasa kesulitan dalam menebak tebak – tebakan… “

“ Aku tidak tau jawabannya. Aku menyerah saja deh… “

“ Aku tidak mau mendengar kata menyerah dari mulutmu. Begini, kau akan ku beri waktu untuk menjawab sampai kita selesai cek kesehatan nanti. Kalau kamu tidak bisa menjawab, maka kau harus mendapat balasannya. Gimana ? “ kataku.

 

Baru saja aku selesai bicara, ternyata aku dan Ga eul sudah sampai di depan ruang spesialis jantung. Spesialis jantung. Kenapa tiba – tiba aku merasa janggal lagi dengan nama itu ? Kejadian ini terjadi untuk kedua kalinya. Aku langsung menatap Ga eul yang masih ku rangkul pinggangnya. Aneh sekali.

 

 

Author POV

Mereka pun sampai di ruangan itu. Sebelum mereka masuk, tiba – tiba Ga eul jadi terlihat murung. Yi jeong masih belum peka terhadap apa yang di alami Ga eul selama 4 setengah tahun ini. Namun, bagaimanapun juga ga eul harus menjalani tes ini.

 

“ Di mana ya dokternya ? Aku harap, yang mengecek kita adalah temanku “ kata yi jeong berharap.

“ Kenapa sunbae berharap sekali ? “ Tanya ga eul.

“ Kalau temanku yang cek, aku fikir dia akan memberi banyak masukan yang lebih untuk kita. Dan dia bisa membahas keadaan jantung kita dengan baik. Menurutmu ? “

“ Hmm, iya. Sunbae benar… “

 

Tak lama, dokter itu pun datang memasuki ruangan spesialis jantung itu.

 

“ Mianhe sudah membuat kalian menunggu… “ kata dokter itu.

“ Fisya ! Syukurlah kau yang bertugas kali ini “ kata yi jeong sambil bersalaman dengan dokter fisya.

 

“ Dokter fisya ??? Ya ampun, aku harus bagaimana sekarang ??? Hal yang aku takuti sekarang ini malah terjadi…. “ ucap ga eul dalam hati.

 

“ Aku memaksakan diri untuk bertugas sekarang. Karena aku penasaran sekali dengan calon istrimu. Di mana dia ? “ Tanya dokter fisya.

“ Itu, yang duduk di pinggir “ kata yi jeong sambil menunjuk ga eul.

 

Sejenak dokter fisya terdiam. Dia tidak menyangka ternyata pasiennya sendiri yang akan dia periksa keadaan jantungnya. Terlebih lagi dia akan menikah. Dokter fisya belum di beri tahu sama sekali oleh ga eul tentang hal ini. Ga eul sendiri hanya bisa tersenyum polos sambil menghampiri dokter fisya, kemudian mereka bersalaman.

 

“ Naneun chu ga eul imnida… “ kata ga eul tersenyum. Seakan – akan mereka belum pernah bertemu sebelumnya.

“ Naneun fisya imnida.. “ kata dokter fisya sambil tersenyum. Sepertinya, dokter fisya bisa mengerti keadaan apa yang sedang ga eul kembangkan di depan yi jeong.

“ Ini calon istriku. Dia yang setia sekali padaku sampai – sampai menungguku hingga 4 tahun “ kata yi jeong bercerita.

“ Wah, aku yakin kalau anda pasti sangat menyayangi yi jeong. Iya kan ? “

“ Iya “ ucap ga eul singkat sambil tersenyum lagi.

“ Baiklah, ayo kita mulai “ kata yi jeong.

“ Baik. Siapa yang akan menjalani tes terlebih dahulu ? “

“ Bagaimana kalau sunbae duluan ? Aku ingin ngobrol dulu dengan dokter fisya “ kata ga eul meminta.

“ Ya sudah kalau itu maumu. Aku akan jalani tes duluan “ kata yi jeong.

“ Kalau begitu, sekarang kau ganti baju saja di ruang yang di sana . Setelah itu, kita akan mulai tesnya di ruang 1-A “ kata dokter mengarahkan.

“ Baik. Ga eul, aku pergi dulu ya ? Nanti aku akan kembali lagi “ kata yi jeong.

“ Iya… “

 

Yi jeong pun mencium kening ga eul. Dokter fisya hanya tersenyum melihat mereka. Kemudian yi jeong pergi ke ruang ganti, dan dokter fisya akan bergegas menuju ruang tes.

 

“ Dokter… “ kata ga eul yang menahan dokter fisya.

“ Ya ga eul ? “

“ Bolehkah aku meminta pertolongan dokter lagi ? “

“ Ya, akan ku usahakan untuk dapat membantumu. Apa yang bisa ku lakukan ga eul ? “

“ Aku mohon, tolong jangan ceritakan sedikitpun mengenai penyakitku padanya… Kalau aku sudah siap, akan ku katakan semua paa yi jeong-sunbae… Bisakah dokter ? “

“ Aku mengerti keadaanmu ga eul. Aku akan menolongmu. Nanti kita akan bicarakan lagi saat yi jeong menjalani tes radiologi ya ? “

“ Baik dokter. Khamsahamnida atas bantuannya “

“ De, cheonmaneyo. Aku pergi dulu “

 

Dokter fisya akhirnya bergegas pergi menuju ruang tes. Ga eul yang sendirian pun akhirnya hanya duduk termenung. Perlahan, masalahnya mulai berkurang satu – persatu. Dia sangat bersyukur bahwa dokter fisya dapat mengerti keadaannya.

 

Yi jeong memulai tes jantung itu. Dia di ronsen, di cek tekanan darah, pemeriksaan menggunakan x-ray, dll. Ga eul hanya terdiam melihat yi jeong yang berada di ruang tersendiri itu. Dokter fisya terlihat sangat serius Tanpa sadar, ga eul menitikkan air matanya.

 

“Ya tuhan…

Apakah aku sanggup menghadapi semua ini ???

Apakah ini balasanmu setelah sekian lama aku menunggunya ???

Apakah aku tidak bisa mengakhiri kisah hidupku dengan happy ending ???

Apakah aku begitu buruk sehingga aku di beri penyakit seperti ini ???

Apakah aku tidak pantas untuk hidup selamanya dengan orang – orang yg kusayangi ??? “

Dokter fisya pun keluar dari ruang tes kesehatan itu. Dia melihat ga eul yang sedang menangis. Kemudian dia menghampiri ga eul, dan mencoba untuk menenangkan diri ga eul.

 

“ Tidak ada yang perlu kau sesali ga eul. Dan tidak ada yang perlu kau pertanyakan tentang jalan hidupmu yang memang harus seperti ini… “ kata dokter fisya.

“ Lalu apa yang harus aku lakukan ??? Apa aku hanya bisa terdiam melihat keadaanku yang rapuh seperti ini ??? “ Tanya ga eul yang masih menangis.

“ Dengar aku baik – baik. Aku ingin meralat semua perkataan yang ku katakan padamu waktu itu, bahwa hanya tinggal 1 cara untuk menyembuhkan penyakitmu ga eul “

“ Maksud dokter ? “

“ Tinggal 2 cara untuk menyembuhkan penyakitmu. Yang pertama, menjalani ttransplantasi jantung. Dan yang kedua, meyakini bahwa dirimu bisa sembuh total seperti 5 tahun yang lalu,,, “

“ Yakin ? Bahwa aku bisa sembuh ? “

“ Iya. Aku mengerti sekali perasaanmu, apalagi kita seumuran. Aku sangat merasakan penderitaan yang kau rasakan. Kau merasa rapuh, dan setiap detik yang berjalan bisa saja membawa mu ke alam lain. Tapi tidak ada yang tidak mungkin kan ? “

“ Ya… tidak ada yang tidak mungkin… tapi mungkin saja kalau kemungkinan itu tidak akan terjadi padaku kan ? “

“ Percayalah, kau pasti bisa sembuh, dan kau akan menjadi pasien pertamaku yang bisa sembuh total… “ kata dokter fisya yang tersenyum optimis.

“ Khamsahamnida atas dukunganmu dokter. Aku berharap banyak sekali setelah mendengar perkataanmu tadi… “ kata ga eul yang akhirnya tersenyum sambil mengusap – usap matanya.

“ Sama – sama ga eul. Semoga semua yang terbaik selalu berada di tanganmu “ kata dokter lagi sambil mengenggam tangan ga eul.

 

Suster yang sedari tadi berada di ruang tes itu keluar dari ruangan, dan memanggil dokter fisya untuk masuk ke dalam lagi. Setelah yi jeong selesai, kini giliran ga eul yang menjalani tesnya. Dia tau kalau tidak ada gunanya menjalankan tes itu. Tapi dia melakukannya demi yi jeong, orang yang dia cintai.

 

Sekitar 2 jam setengah mereka menjalani tes itu. Hingga tak terasa sekarang sudah jam setengah 3 sore. Ga eul sendiri sudah menjalani tesnya. Kini mereka sedang menunggu hasil tes jantung mereka. Sambil menunggu, mereka berbincang – bincang berdua.

 

“ Kau masih ingat perjanjian kita ga eul ? “ kata yi jeong yang memulai perbincangan.

“ Perjanjian ? Perjanjian apa ? Aku merasa tidak membuat perjanjian apapun dengan kakak “ kata ga eul yang heran.

“ Tebak – tebakan. Kau ingat ? “

“ Oh, itu. Iya, aku ingat. Lalu kenapa ? “

“ Kau harus menjawabnya sekarang. Ayo, apa jawabanmu ? “

“ Sarang apa ya ??? Sarang lebah, bukan. Sarang burung, ga masuk akal. Sarang semut, apa lagi. Lalu sarang apa dong ? “

“ Jawabannya adalah…. “

 

Dengan tiba – tiba yi jeong pun mencium bibir ga eul. Ga eul langsung kaget dan wajahnya pun menjadi merah.

 

“ Saranghaeyo Chu Ga Eul… “ kata yi jeong dengan senyumannya yang begitu mempesona.

“ Yi jeong-sunbae…. “ kata ga eul sambil tersenyum polos.

“ Maaf, tuan dan nyonya di persilakan untuk masuk ke dalam sekarang. Hasil tesnya sudah ada “ kata suster memanggil mereka.

“ Iya, gomawo sudah memberi tau kami “ kata yi jeong.

 

Mereka pun masuk ke ruang spesialis jantung lagi. Jantung ga eul tiba – tiba berkontraksi, sontak ga eul langsung menyentuh dada sebelah kirinya. Karena yi jeong berjalan di depan ga eul, jadi yi jeong tidak melihat ga eul. Ga eul semakin menjadi, rasa sakitnya menjadi lebih terasa. Ini membuat ga eul tidak mampu menahan rasa sakitnya. Ga eul mencoba untuk bertahan lagi. Dia tidak mampu untuk berdiri lagi. Ia menyenderkkan dirinya di tembok.

 

“ Ya tuhan… tolong jangan sekarang… aku belum mengatakan semuanya pada sunbae… berikan aku kesempatan yang lebih panjang lagi… biarkan aku bertahan sebentar saja, hanya untuk membuat sunbae bahagia… “

 

Perlahan rasa sakit pada jantung ga eul mulai berkurang. Dia pun merasa lega. Dan akhirnya dia menyusul yi jeong ke dalam ruangan.

 

“ Kau dari mana saja ? Kenapa tadi tidak langsung masuk ke dalam ? “ Tanya yi jeong.

“ Mianhe, tadi aku ke kamar mandi sebentar… “ kata ga eul berbohong lagi.

“ Oh, ku kira kau ada apa – apa. Tiba – tiba saja aku merasa khawatir padamu tapi syukurlah kalau itu hanya perasaan yang tidak jelas “ kata yi jeong.

 

Dokter fisya pun datang sambil membawa beberapa berkas hasil tes jantung mereka berdua. Dan pembicaraan yang serius itu pun di mulai.

 

“ Baiklah, apakah kalian siap untuk mendengarkan hasilnya ? “ Tanya dokter fisya.

“ Siap “ kata yi jeong singkat.

“ Akan aku bacakan hasilnya. Kita akan mulai dari hasil pemeriksaan yi jeong “ kata dokter fisya menjelaskan. Dan dokter fisya pun melanjutkan pembicaraannya.

“ Yi jeong, hasil pemeriksaan jantung yang baru saja kau lakukan sudah ada di tanganku. Dan keadaan jantungmu dalam keadaan….

 

Suasana tiba – tiba menjadi hening. Yi jeong dan ga eul sangat serius mendengarkan hasil tes jantung itu.

 

“ Normal “

 

Yi jeong pun menghela nafas setelah mendengar hasil tes itu. Dia terlihat lega.

 

“ Syukurlah, aku sangat senang sekali. Lalu, bagaimana dengan hasil tes milik ga eul ? “ tanya yi jeong.

“ Sunbae, biarkan dokter sendiri yang membacakannya “ kata ga eul.

“ Mian.. “ kata yi jeong tersenyum pada ga eul.

“  Dan sekarang aku akan membacakan hasil tes jantung milik ga eul. Berdasarkan tes yang di jalani oleh ga eul sendiri, dapat di ambil kesimpulan bahwa…. “

 

Suasana mulai hening lagi. Ga eul tidak mampu menatap dokter dan yi jeong. Dia sudah tau dan menyadari bagaimana keaaan jantungnya. Tapi seperti yang dokter fisya bilang, tidak ada yang tidak mungkin…

“ Jantung ga eul… dalam keadaan…. “

 

 

 

 

Bersambung ke part selanjutnya….

 

 


Bagaimana mates ? Ceritanya jadi ngegantung ga sih ?

Aku jadi kurang pede karena udah lama ga ngetik ff ini

Jeongmal mianhe ya kalau kesalahannya jadi tambah banyak ?

O iya, kritik dan saran sangat ku tunggu lho !!!

Karena dengan kalian memberi kritik maupun saran, aku jadi bersemangat ngetik ceritanya…

Jangan lupa ya ???

Tunggu lanjutan ceritanya !!!

FB ku : Chandra Syifa Widyaindiastuti

Twitter ku : @ChandraSyifaW ( kalau mau di follback, mention aja ya ! )

Website : Http://fortheupdateteenager.blogspot.com ( ff ku juga ada di sini lho ! )

Syifa selalu suka KS2BE !!!

Kim Sang Bum & Kim So Eun !!!

 

 

Buka page Question & Answer apabila ada yang ingin ditanyakan
Buka dan isi data kalian di page Mates untuk perkenalan dan berkenalan dengan mates/reader yang lain
Lihat page How To Join untuk mengetahui bagaimana cara mengirim ff
Buka Library (sequel or one shoot) untuk melihat ff yang sudah dipost
Buka http://bumssoindo.wordpress.com untuk mengetahui news terbaru dari Kim Bum dan Kim So Eun
Follow our new twitter @bumssoindo dan mention saja bila ada yang ingin kalian tanyakan (usahakan untuk tidak menanyakan masalah privasi Kim Bum dan Kim So Eun ^^) *fans Korea sangat menjaga privasi artis mereka*
Like Kim Bum dan Kim So Eun fanbase on facebook BUMSSO INDONESIA

 

P.S.: please…… no bashing, no spaming, no hotlink !! ^^

NB: JANGAN COPY-PASTE FF YANG ADA DI SINI TANPA SEIZIN AUTHOR DAN ADMIN DI SINI… APALAGI SAMPAI TIDAK MENCANTUMKAN NAMA AUTHOR DAN SUMBERNYA

Tags: ,

About bumssoindo

We are fanbase of BUMSSO (Kim Bum and Kim So Eun) from Indonesia

13 responses to “My Cardiac Make My Heart was Broken part 4”

  1. Yunie sipenyuka hijau says :

    Ouwh keren lanjutkan jd penasaran kaya’a ga eul jantunb’a berangsur pulih ni apapun bisa terjadi #sotoy crita’a,,
    Keren loh chingu ga eul and so yi jeong soeulmate 4ever

  2. Rahmi says :

    Dlm k’adaan? . . . *brb nyuri2 ksmptn buat bc part slnjtx d email* wkwkwk
    g deng. . Ahaha

    sarang oh sarang
    sarang it artinya udh ‘cinta’
    wkwkwk

    penasaran de lnjutnx. .

  3. Anna says :

    Huwaaaa soeun kshn ayo donk ada yg transplatasi jtg,,,aduuh ga sbr pengen thu reaksi kimbum klo thu penyakitny mrah,sedih,kesel cmpur aduk tuu haduuuh2 g tega euy!!

  4. Merli Bumssoeul says :

    Hahahaha Dag dig der , kalo jadi gaeul .
    Kim bum nakal curi-curi kesempatan cium gaeul !
    Huhuhu romantis membayangkan kim bum merangkul pinggang gaeul .

  5. dini ramadhani says :

    yaaah knp gaeul g jujur aja,kasian kan yi jeongnya*reader cerewet*
    sedih bgd baca ni ff,tp ttp penasaran ma part selanjutnya

  6. Chandra Syifa W says :

    Gomawo utk semua yg sudah mmbaca ! O iya,bsk jgn lupa baca two shoot ku ya. Skali lgi gomawo…
    #bow

  7. puchaabyzone says :

    annyong author…

    wuaaaa akhirnya ada juga lanjutannya hehehe

    haduw baca ff ini juga membuat my cardiac cenat cenut setiap ada cast yang ceritanya punya penyakit kronis…berharap moga2 ajah endingnya ngk sad ending hiks,,,hiks T_T

    ayo2 lanjutkan ASAP…ngk sabar pengen liat reaksi yijung pas tahu keadaan gaeul..

    gomawo
    _bow_

  8. Ina BeQi Soeulmates says :

    lanjuuutt lanjuuutt..
    saya ikut deg”an,,,,
    hayaaaaaaaahhhh..
    lanjuttt

  9. ViQa "buMsO & Jo WOn" says :

    Halo-halo
    haha,wah2
    kok sdh amat
    critanya ya !!!

    Yasdhlah
    next tak tunggu
    ya !

  10. rini says :

    coba ga eul jujur aj
    ksiand yi jung.a
    d.tunggu part slnjut.a!!

  11. RiriAngels says :

    AAAAAAAAAA
    KEREEEEN
    Ahahaha
    Di Tunggu Part Selanjuut_a xD

  12. Moza Ajjah says :

    Aw!! Suasana yg tidak menguntungkan bagi so eun.. *so eun FIGHTING!*
    Hajeduh,, bkin pnasarant dueh…
    Saya tunggu next part…
    Jgn lma2 yah..🙂

  13. SintiaBumsso/@SintiaBumsso17 says :

    Keren uah gmmn nih sama hasil gaeul yg dibacain dr? Lanjut baca .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: