Love in Music

Author : Naomi-chan^Tika^

Main Cast: Kim Bum, Kim So Eun

 

Cast : Lee Taemin, Go Ara, BoA

Genre : Romance

Type : One Shoot

 

 

 

“Kim Bum, bisakah kau beri aku kesempatan satu kali lagi? Aku masih suka denganmu,” aku Ara.

“Tidak. Ada wanita lain di hatiku,” tukas Kim Bum.

“Siapa? Dulu, kau mati-matian untuk mendapatkanku, tapi sekarang?”

“Sekarang beda dengan yang dulu. Kau sudah telat. Aku sudah berpindah hati.”

“Siapa wanita beruntung itu?” tanya Ara lagi.

“Kau akan mengetahuinya. Dia orang yang dekat denganmu…”

***

“So Eun!”

Gadis yang dipanggil itu menoleh. “Ada apa, Taemin-ssi?”

Taemin berlari menghampiri So Eun sambil memegang bola basketnya. “Hosh, hosh… Nanti malam, kamu ada rencana, nggak?”

So Eun tampak berpikir-pikir lalu menggeleng. “Nggak ada. Emang kenapa?”

“Aku mau ngajakin kamu makan malam. Kamu bisa, kan?” tanya Taemin. Matanya menatap So Eun penuh harap.

“Mungkin,” jawab So Eun. “Soalnya aku mau belajar musik…”

“Musik?” Taemin terkejut. “Aku baru tahu kamu suka musik!”

“Baru-baru aja kok, sukanya…”

“Suka main piano, atau yang lainnya?”

“Piano… Aku suka main piano, karena bisa membuat hatiku tenang ketika gelisah,” sahut So Eun.

“Oh,” Taemin manggut-manggut.

“Hoi, Taemin! Ayo main lagi!!!” seru sebuah suara di belakang.

“Eh, iyaa!!! So Eun, kalau bisa, aku tunggu di café Delicious jam 7 malam. Kutunggu!” Taemin tersenyum lalu pergi meninggalkan So Eun.

Tiba-tiba, seseorang menepuk pundak So Eun keras. “So Eun-ah! Sedang apa?”

“Eh… Ara… nggak ngapa-ngapain…” ujar So Eun. Ara mengajaknya duduk lalu memberikannya segelas limun.

“Gomawo,” kata So Eun.

Ara tersenyum. Mereka terdiam cukup lama. Ara memandang So Eun yang sedang menatap sesuatu lalu mengikuti arah mata So Eun dan bertumpu pada satu titik.

“Cieee… Kau menatap Taemin terus dari tadi… Suka, yaa??” tebak Ara, membuat So Eun terlonjak kaget.

“Nggak kok,” So Eun menggeleng cepat. “Aku ngeliatin dia karena kagum akan kemampuan berolahraganya. Tapi aku tidak suka dengan cowok atlet kok… aku lebih suka sama cowok yang ahli di bidang musik,” jelas So Eun.

Ara tertegun. “Kriteria cowok idamanmu apa?” tanyanya.

“Mmm… baik, ahli musik, setia, dan bisa menyayangiku apa adanya…” jawab So Eun. “Dan kalau bisa, dia imut, hehehe…”

DHEG! Kenapa kriterianya sama persis dengan Kim Bum?, batin Ara di dalam hati.

“Oh… hehehe… kok kita sama, ya?”

“Ne? Kamu juga suka cowok seperti itu? Wah, jangan sampai kita rebutan, yaa…” So Eun tersenyum.

Apa jangan-jangan, So Eun wanita beruntung itu?!, Ara menjerit di dalam hati.

***

So Eun melangkahkan kaki menuju tempat les musiknya. Angin malam berhembus menusuk-nusuk kulitnya tetapi So Eun tetap gentar. Ia berusaha menangkal dinginnya angin malam, demi mengikuti les musik pertamanya.

Entah kenapa, So Eun begitu bersemangat. Tidak biasanya ia bersemangat begini.

“Annyeonghasey…” Kata-kata So Eun terputus begitu melihat hanya ada dua orang disitu.

“Annyeong…” balas seorang perempuan. “Kau anggota les musik yang baru, ya?”

So Eun mengangguk. “Perkenalkan, aku Kim So Eun. Salam kenal!” So Eun menunduk.

Perempuan itu tersenyum. “BoA imnida. Ini rekanku, Kim Bum…”

So Eun menatap lelaki di samping BoA eonnie. “Salam kenal.” Sebentar ia terpaku. Pria itu menatapnya gugup lalu tersenyum. “Ne.”

Ah, hatiku kenapa berdebar begini, kata So Eun di dalam hati.

“Mianhae sebelumnya. Les sudah selesai. Kau telat, ya? Kan mulai pukul 5 sore,” ujar BoA.

“Hah?!” So Eun mengambil brosur les musik itu dari dalam tasnya lalu membacanya. “Ya ampuuunn!! Kenapa aku bisa salah tangkap, sih?! Aah, jeongmal mianhae, eonnie… oppa…” So Eun menunduk lagi.

“Gwaenchana, besok jangan telat, ya,” sahut BoA. Ia menoleh pada Kim Bum. “Aku harus pulang, suamiku sudah menjemput. Berikan gadis ini buku musiknya dulu,” perintah BoA.

“Hm?” Kim Bum sedikit linglung. “Baiklah, hati-hati.”

Setelah BoA pergi, mereka berdua terdiam. Suara deheman Kim Bum kemudian memecah suara.

“Kau So Eun, anak kelas 3 SMS Incheon’s Big School, kan?”

Mata So Eun seolah-olah hampir terloncat keluar. “Darimana kau tahu?”

“Aku selalu memperhatikanmu saat sedang di ruang musik sekolah. Aku kan, panitia musiknya.”

“ Tapi kok, aku tak pernah melihatmu?”

“Masa? Mungkin aku terlalu sibuk jadi panitia musik, sehingga kau tidak pernah menyadari aku ada di ruangan yang sama denganmu,” ungkap Kim Bum.

“Panitia musik?” Entah kenapa setelah mendengar kata-kata itu, So Eun jadi simpatik. “Kau sangat suka musik, ya, sehingga kau juga membuka les musik ini? Kerja bagus, oppa!”

“Ahaha, gomawo…” kata Kim Bum. “Kau juga suka musik?”

So Eun mengangguk. “Untuk apa aku mengikuti les ekskul musik di sekolah dan les musik disini jika aku tak suka musik?”

Kim Bum tertawa. “Oh iya, ini bukumu,” ia menyerahkan sebuah buku bertuliskan “Music for Teens.”

“Gomawo,” ucap So Eun.

Mereka terdiam lagi, cukup lama.

“Eh, oppa, kau kenal… Go Ara?”

“Eeh,” Kim Bum hampir terlonjak karena Ara adalah mantannya. “Ken… kenal. Memangnya kenapa?”

“Aku kira, dia suka denganmu, karena kamu sangat mirip kriterianya,” mendadak wajah So Eun tersipu.

“Kriteria?” Kim Bum mengernyitkan kening. “Mmm… sebenarnya… kami sudah berpacaran dan… baru putus kemarin,” aku Kim Bum.

So Eun melotot. “Apa?! Tapi… Ara tak pernah cerita padaku bahwa ia sudah punya pacar…”

“Yah, ceritanya cukup panjang. Ah, lupakan. Yang jelas sekarang, kami sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi.”

“Ooh,” gumam So Eun. “Pantas wajah Ara tampak murung…”

“So Eun…”

“Heh?”

“Kau sudah punya pacar?”

“Eh…” Dengan malu, So Eun menggeleng. “Aku masih mau fokus ke karir.”

“Sama,” sahut Kim Bum. “Tapi… kurasa, aku sedang jatuh hati.”

“Hah?” So Eun menoleh.

Cowok yang imut itu menampilkan lesung pipitnya. “Ada sesuatu disini,” ia menepuk-nepuk dadanya.

“Ya… ada hati disitu. Ada jantung, dan paru-paru,” ujar So Eun polos.

Kim Bum tertawa. “Ya, tapi di dalam hati itu, ada seseorang.”

“Benarkah? Siapa?”

“Ada, deh.”

***

Setelah berbincang-bincang bersama, So Eun memutuskan untuk pulang.

“Mau kuantar?” Kim Bum menawarkan diri.

“Ah, tidak usah.”

“Sudah. Ini, pakai helmnya. Tidak baik perempuan pulang sendiri, sudah malam pula,” Kim Bum menyalakan motornya.

So Eun menunduk lalu tersenyum.

Tanpa mereka sadari, seorang lelaki mengintip dari balik semak.

“Jadi… So Eun berpacaran dengan kakakku?!”

 

“Gomawo ya, sudah mengantarku ke rumah…” ucap So Eun.

“Cheonma… sudah ya, aku pulang,” Kim Bum pamit lalu menyalakan motornya. So Eun tersenyum-senyum sendiri sebelum masuk ke rumah.

***

“Kim Bum-ah, boleh bicara sebentar?” tanya Taemin dingin ketika dia sedang bermain basket. Kim Bum yang hendak menuju ke perpustakaan menghentikan langkahnya lalu mengikuti Taemin ke belakang sekolah.

Belum sempat Kim Bum berbicara, Taemin sudah mengarahkan pukulannya ke pipi Kim Bum.

“Aakhh!”

“Dengar, kak, jangan karena kau lebih pintar dariku, kau juga mengambil dia!” bentak Taemin.

“Siapa?!” tanya Kim Bum seraya memegangi pipinya yang lebam.

“So Eun! Aku mencintainya! Tapi kenapa kau ambil dia dariku?!”

“So Eun?” Kim Bum berdiri perlahan. “Haha, jadi kau melihat kami berdua kemarin malam?”

Taemin menggeram.

“Hahaha,” Kim Bum tertawa. “Dia itu muridku. Dan kemarin, aku mengantarnya ke rumah karena takut dia kenapa-napa kalau pulang sendiri. Dia hanya muridku!” jelas Kim Bum.

Emosi Taemin mereda begitu mengetahui bahwa So Eun hanya murid Kim Bum di les musik. “Benar begitu?”

Kim Bum mengangguk mantap. “Penggal aku kalau aku bohong!”

Tiba-tiba saja, Taemin tersenyum. “Syukurlah, aku jadi punya peluang yang lebih besar untuk mendapatkannya. Mianhae, kak, aku telah salah paham,” Taemin menepuk pundak Kim Bum lalu pergi meninggalkannya.

Raut wajah Kim Bum mendadak berubah ketika Taemin sudah pergi. Ia terduduk lalu bergumam di dalam hati, Taemin juga menyukai So Eun… Aku harus mengalah… Tapi apa aku harus membiarkan So Eun menjadi milik Taemin? Aku telah lama memendam suka pada So Eun…

Kim Bum menghela napas panjang. Berusaha mendapatkan perempuan yang disukainya itu atau membiarkannya menjadi milik adiknya? Ah, tentu saja, dia sudah mendapatkan jawabannya…

***

“Oppa! Oppa! Ajari aku bermain piano!!!” teriak So Eun saat koridor mulai sepi. Kim Bum menoleh dan melihat gadis itu terengah-engah di sampingnya.

“Bermain piano?” Kim Bum tampak berpikir-pikir.

“Yaa!”

“Hm…”

“Ayolah, kumoohoonn!”

“Tapi…”

“Sudah! Ayo!” So Eun menarik tangan Kim Bum menuju ruang musik. Ia segera berlari ke arah piano di pojok. So Eun memberi aba-aba pada Kim Bum ‘sini!’.

Kim Bum menurut lalu duduk di samping So Eun. Mereka mulai bermain piano bersama.

“So Eun…”

“Hm?”

“Aku ingin… berkata sesuatu…”

“Apa?”

Kim Bum menelan ludah. “Aku…”

“Ya?”

“Aku… suka…”

“…”

“Aku suka menjadi gurumu!” Kim Bum tersenyum. So Eun tertawa lalu mengangguk, “Aku juga senang menjadi muridmu!”

Sebentar hening. “Hh, Taemin… dia suka padamu…” ujar Kim Bum.

“Oh ya?” Reaksi So Eun biasa-biasa saja.

“Kau sudah tahu, ya? Kok tidak kaget?”

“Hehe,” So Eun menggumam. “Aku sudah tahu kalau dia suka padaku, dari gerak-geriknya, perhatiannya yang lebih padaku, dan kebaikannya…”

“Lalu? Kau juga suka padanya?” tanya Kim Bum. Entah kenapa saat mengucapkan itu, hatinya terasa beku.

So Eun terdiam lalu menggeleng. “Aku hanya ingin menjadi sahabar terdekatnya… itu saja… tolong katakan hal ini padanya, ya,” pinta So Eun.

“Ooh…” Kim Bum manggut-manggut. “Kalau begitu, kau suka dengan siapa?”

Pertanyaan itu langsung terlontar dari mulut Kim Bum tanpa ia sadari. So Eun tersenyum malu lalu menghela napas pelan,

“Kau.”

“Mwo?” Kim Bum terkejut. Pipinya memerah. “Apa?”

“Kau… aku suka kau…”

Kim Bum terdiam, menatap So Eun tak percaya.

“Sejak pertama kali aku melihatmu, aku suka penampilanmu, terutama, kemampuanmu dalam musik,” aku So Eun. “Dan… aku tak dapat membohongi hatiku sendiri bahwa aku suka kau.”

Kim Bum tersipu. “Aku juga begitu.”

“Betulkah?” So Eun menatapnya tak percaya.

“Tadinya, aku mau melepasmu karena tahu, adikku juga suka kau. Tapi aku sadar, aku tak bisa.”

“Gomawo…”

“Gomawo juga…”

KREK! Pintu ruang musik terbuka dan membuat mereka terkejut.

“Taemin?!” seru mereka berdua kompak.

Taemin melangkah pelan menuju mereka. Tatapannya sinis.

Keringat mulai bercucuran dari pelipis Kim Bum. Apa yang mau ia lakukan?

Tiba-tiba saja, Taemin mengulurkan tangannya. “Chukkae.”

“Hah?” Kim Bum terkaget-kaget.

“Untuk apa?” tanya So Eun.

“Selamat karena kalian telah mengaku, kalau kalian saling suka,” jelas Taemin. “Maafkan aku, gara-gara aku, hubungan kalian jadi rumit begini. Aku tidak apa-apa kok, Bum-ah. Mengaku saja soal perasaanmu itu! Jangan dipendam-pendam!” lanjutnya lalu tersenyum.

Kim Bum menyambut uluran tangan adiknya itu. “Gamsahamnida, Taemin! Kau adikku yang terbaik!”

Mereka berpelukan. So Eun ikut tersenyum. Ia pun memainkan piano dengan nada lagu In My Room

 

 

THE END

 

 

Buka page Question & Answer apabila ada yang ingin ditanyakan
Buka dan isi data kalian di page Mates untuk perkenalan dan berkenalan dengan mates/reader yang lain
Lihat page How To Join untuk mengetahui bagaimana cara mengirim ff
Buka Library (sequel or one shoot) untuk melihat ff yang sudah dipost
Buka http://bumssoindo.wordpress.com untuk mengetahui news terbaru dari Kim Bum dan Kim So Eun
Follow our new twitter @bumssoindo dan mention saja bila ada yang ingin kalian tanyakan (usahakan untuk tidak menanyakan masalah privasi Kim Bum dan Kim So Eun ^^) *fans Korea sangat menjaga privasi artis mereka*
Like Kim Bum dan Kim So Eun fanbase on facebook BUMSSO INDONESIA

 

P.S.: please…… no bashing, no spaming, no hotlink !! ^^

NB: JANGAN COPY-PASTE FF YANG ADA DI SINI TANPA SEIZIN AUTHOR DAN ADMIN DI SINI… APALAGI SAMPAI TIDAK MENCANTUMKAN NAMA AUTHOR DAN SUMBERNYA

Tags: , , , ,

About bumssoindo

We are fanbase of BUMSSO (Kim Bum and Kim So Eun) from Indonesia

7 responses to “Love in Music”

  1. Chandra Syifa W says :

    Klo g slah ni dh prnh di post di blog lain y ?
    Tp ttp kren koq,bumsso emg g bsa trpshkn..
    Bwt taemin,ma aq aja..
    Hhe

  2. Anna says :

    Wooooo kereen soeun blak2an bgt salut deh lgsg pd sa2rany,,untungny taemin bs welcome tpiii go aranya kmn??

  3. Ina BeQi Soeulmates says :

    kekeke.. saya uda baca d’blog dan ud comen jg.. *sapa yg nanya*
    finally.. baguuuuuuuusssss^^
    syukur lah taemin terima knytaan,, klo gt taemin sama noona aj yuk *saya*
    haha..
    baguuuuss^^

  4. dini ramadhani says :

    sama kayak @ina dah bc 2 kali tp ttp aja msh suka ma ceritanya
    ternyata oh ternyata kim bum dah ngincer so eun sblm dia kenal ma so eun
    kasian taemin hiks hiks

  5. charlotte says :

    keren banget ceritanya, aku suka😀 author nya pinter deh bikin FF haha

  6. Mia says :

    Ada cinta di dlm musik nih

  7. dela safitri says :

    Ternyata saling menyukai kkk^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: