I Just Wanna Be With You part 1

Author: Lovely_Nindy

Main Cast: Kim Sang Bum, Kim So Eun

Cast: All Star

Genre: Friendship, Romantic, etc.

Type: sequel



Part 1


Author P.o.V

 

“Kim Sang Bum!! Banguun!! Lihat, sudah jam berapa ini!! Hari ini, kamu semester 3, ‘kan? Memangnya mau, telat di hari pertama?” Omma Kim Sang Bum berteriak membangunkan anak lelakinya yang… tampan, sih, tapi… malas banguun…!!

“Omma berisik! Kalau kuliah itu, datang semaunya juga boleh, kok, kalau memang gak jadwal kuliah! Sudah, mendingan, Omma tuh, diam kayak Appa! ‘Kan enak, tuh!” Kim Bum menjawab tanpa rasa berdosa secuilpun.

“Kim Sang Bummm!! Dasar anak kurang ajar!! Kesini, kau!!”

“Gak mau! Aku mau mandi lalu kuliah. Omma sendiri, ‘kan, yang suruh aku bangun! Week!!” Kim Bum menjulurkan lidahnya.

“Kim Sang Bummmm!!!”

 

Di belahan dunia lain…

 

“So Eun, temanmu sudah menjemput! Oh! Lihat, itu sunbae-mu, ‘kan? Goo Hye Sun (26)?” Seorang Ahjumma, Omma Kim So Eun memanggil anaknya.

“Hye Sun Unnie sudah jemput, ya? Omma, apa ada namja bersama Hye Sun Unnie?” Tanya So Eun dari lantai atas.

“Hmm… ada, Lee Min Ho (23)! Lho? Jarang-jarang mereka berdua yang menjemputmu,” Omma So Eun segera berlari keluar menyambut teman-teman, lebih tepatnya, senior-senior (diantara ke-4 orang yang sama-sama main di Kkotboda Namja alias Boys Over Flowers alias B.O.F. itu, hanya Kim Bum dan So Eun yang paling muda (21 tahun) yang berperan sebagai soulmate alias sepasang kekasih. Ciee…) So Eun itu. Hanya Kim Bum yang tak datang.

“Omma, apa Kim Bum tak datang?” Tanya So Eun yang sudah mulai turun. Omma-nya hanya menggeleng sedih. Dia tahu, putrinya itu menyukai Kim Bum bukan hanya sekedar sebagai sahabat atau lawan main di Dramanya, tapi, sama seperti perasaan Chu Ga Eul kepada So Yi Jeong, ya, So Eun mencintai Kim Bum! “Begitu? Ya sudah, tak apa-apa,” So Eun berusaha tersenyum, walau hatinya sangat kecewa dan sedih.

“Tapi, kau mau naik motor siapa?” Omma So Eun bingung. Biasanya, So Eun dan Kim Bum pergi ke kampus naik motor berdua. Tapi, sekarang tidak ada Kim Bum.

“Tak apa, Ahjumma. So Eun ikut naik motor kami saja. Motornya, ‘kan, besar, jadi muat bertiga,” Hye Sun menarik So Eun ke motor Min Ho dan menyuruhnya naik, dan ternyata, memang muat.

“Hmm… baiklah. Min Ho, Hye Sun, titip So Eun, ya? Kalian berhati-hatilah dijalan!” Pesan Omma So Eun. Ketiganya mengangguk

Sebelum pergi, So Eun berpamitan dulu dengan Omma-nya. “Omma, aku pergi, ya? Sampai jumpa!” Pamitnya sambil melambaikan tangan seraya keluar dari pekarangan rumahnya.

“Ne. Hati-hati, ya! Salam untuk Kim Bum dan Ibunya!” Balas Omma So Eun sambil tersenyum. Omma So Eun dan Omma Kim Bum memang dekat.

 

Chung-Ang University

 

“Sampai!!” Min Ho memarkir motor besarnya di tempat parkir khusus kendaraan artis. So Eun segera turun dari motor Min Ho, sementara Min Ho dan Hye Sun tetap stand by di motor (jelaslah, mereka, ‘kan, tidak satu kampus. Min Ho dan Hye Sun berbeda kampus).

“Dadah!! Kami pergi, ya!!” Hye Sun berteriak dari kejauhan. So Eun mengangguk.

Akhirnya, So Eun pergi kekelasnya. So Eun merasa sangat kesepian. Biasanya, Kim Bum ada disisinya, menemaninya pergi kekelas sambil tertawa dan bercanda ria. Tapi sekarang? Boro-boro ada yang ngajak ketawa, yang nemenin aja, gak ada. Ditengah lamunan So Eun mengingat masa-masa indahnya bersama Kim Bum, dia dikejutkan karena ada yang menutup penutup kepala dijaketnya.

“Kyaa!!” Teriakan So Eun tertahan. Sepasang tangan kekar membekapnya kuat. “Hmmpp…” So Eun meronta. Akhirnya, dia menggigit tangan itu, membuat si pelaku melepaskan bekapannya sambil mengerang kesakitan. “Penculik!!” Teriak So Eun yang masih ketakutan. Tapi, dia terkejut seketika mendengar suara si ‘Penculik’-nya tadi. “Eh?” So Eun sadar dan menatap si pemilik tangan kekar itu. “Kim Bum?!”

“Gigimu kuat sekali! Kau seperti Paus yang sedang merobek-robek mangsanya! Tega! Kau tidak tahu, betapa tangan ini sangat berharga di mata para fans?” Gerutu orang itu yang tak lain tak bukan adalah Kim Bum, sambil mengelus-elus tangannya yang seperti barang paling berharga di matanya.

“Salah kau sendiri. Pakai membekap orang segala, lagi! Gimana orang tidak takut kalau begitu caranya?” So Eun balas protes. Tapi ternyata, Kim Bum tidak melanjutkan marahnya. Dia malah tertawa terbahak-bahak.

“Kim Eun, kau itu lucuuuu… banget!! Hahaha…” Kim Bum mencubit gemas pipi chubby So Eun. Tingkahnya itu membuat So Eun aneh, bingung, plus kesakitan karena kuatnya cubitan Kim Bum.

“Ya! Lepaskan aku! Kenapa kau selalu memanggilku Kim Eun? Nama itu agak terdengar asing ditelingaku. Kau boleh saja memanggilku Kim Eun, tapi aku masih belum terbiasa dengan nama itu!” Protes So Eun setelah Kim Bum melepaskan cubitannya.

“Mian, mianhe… Ehm… Aku suka memanggilmu Kim Eun, ya? Kenapa, ya? Karena aku suka nama itu. Coba kamu lebih dikenal sebagai Kim Eun saja. ‘Kan jadinya sama dengan nama panggilanku! Hehe…” Kim Bum mengedipkan sebelah matanya. “Sudah, ah! Lebih baik, kita langsung ke kelas aja, deh! Yuk!” Kim Bum langsung menarik tangan So Eun menuju ke kelas mereka.

 

End Author P.o.V

 

Kim Sang Bum P.o.V.

 

Aku segera mandi dan bersiap ke sekolah. Aku melihat jam dikamarku. 6.30? Gawat! Aku telat jemput teman-temanku!! Tidak!! Aku harus lebih cepat! Aku pun langsung ngebut makan sambil mengikat tali sepatu, lalu pergi ke rumah So Eun sambil menaiki Motor warna biru milikku.

Aku pun sampai di rumah So Eun. Aku memencet bel rumahnya sambil berdo’a semoga dia belum pergi sekolah. Tapi, takdir mengatakan sebaliknya. Tak lama, terdengar suara seorang Ahjumma. Suara Ahjumma itu sangat kental di telingaku. Suara Ibunya So Eun!

“Ne, sebentar!! Siapa?” Tanyanya lewat pengeras suara di bawah bel itu.

“Jangan berpura-pura, ini aku, Kim Bum, Ahjumma!” Jawabku sambil tertawa kecil.

“Oh. Baiklah, akan kubukakan pintu untukmu,” katanya sambil tertawa kecil juga. Aku menunggu. Tak lama, seorang Ahjumma cantik muncul dari depan pintu.

“Ahjumma!” Kataku sambil menunduk hormat.

“Ne. Kau kesini kenapa?” Tanyanya.

“Menjemput So Eun. Apa dia sudah pergi?” Aku balik bertanya.

“Oh. Ne, baru saja pergi. Kenapa kau terlambat?” Omma So Eun bertanya menyelidik.

“Aku bangun kesiangan. Ah, baiklah. Kalau begitu, aku pergi dulu, Ahjumma! Terimakasih atas informasinya. Sampai jumpa lagi, Ahjumma!” Pamitku. Ada rasa kecewa sedikit. “Huh! Dasar! Sudah capek-capek kesini, eh, malah ditinggalin! Curang!” Batinku jengkel. aku pun pergi meninggalkan rumah So Eun dengan perasaan kesal.

Di jalan, aku terus memikirkan So Eun. Dia adalah gadis 21 tahun yang polos. Dia selalu bisa menyaingi aku dalam bidang pelajaran apapun kecuali sepak bola, bisa disimpulkan, dia adalah gadis yang pintar dan aktif di sekolah. Dia adalah tipe cewek yang selalu marah dan kesal kalau ada orang yang mengabaikan perintahnya atau tak mematuhi aturannya. Aku dan So Eun telah bersahabat sejak kecil dan mulai bersahabat dengan Min Ho Hyung dan Hye Sun Noona sejak dimulainya film Kkotboda Namja alias Boys Over Flowers/Boys Before Flowers yang bisa diartikan “Lelaki Cantik/Lelaki Tampan”. Aku tahu, So Eun menyukaiku bukan hanya sekedar sahabat. Tapi, aku hanya menganggapnya sebagai sahabatku. Aku tahu, meski pun So Eun adalah gadis yang kuat dan tegar, tetap saja, perasaan seorang yeoja itu pasti sangat sensitif, terutama jika yeoja itu mengetahui namja yang disukainya tidak menyukainya, dia pasti akan sangat sakit hati. Karena itu, aku berusaha untuk bersikap baik padanya, karena, kata Min Ho Hyung, “Jika kau tak menyukainya, jagalah dia dengan penuh kasih.”. Tapi, anehnya, Min Ho Hyung juga berkata, “Tapi, jika kau menyukainya, kalau dia menyukaimu juga, maka, jangan sia-siakan perasaannya padamu, kalau dia tak menyukaimu, kejarlah dia, dapatkan cintanya,” begitu katanya. Tapi, hingga saat ini, aku masih belum bisa melupakannya, cinta pertamaku, Im YoonA (cerita tentang YoonA-nya, nanti ajalah, maklum, Author lagi males mau ngetiknya).

Tak terasa, aku sudah sampai di Universitasku, Chung-Ang University. Aku memarkirkan motorku di Area Parkir Khusus Kendaraan Artis. Aku cepat-cepat menaruh helm-ku dan masuk ke sekolah dengan sangat tergesa-gesa, mencari seseorang. Akhirnya, aku menemukan orang itu, Kim So Eun, tengah berjalan sendirian. Aku tersenyum lebar dan segera menghampirinya. Kututup penutup kepala di jaketnya. Karena terkejut, dia pun berteriak.

“Kyaa!!” Teriaknya. Aku buru-buru membekap mulutnya sebelum dia melanjutkan teriakannya. Gila! Teriakan yeoja memang mampu membuat seluruh orang disekitarnya menutup telinga mereka. “Hmmpp…”, So Eun mencoba melepaskan tanganku, tapi, aku tetap membekapnya kuat. Tanpa kusangka-sangka, dia menggigitku! Sontak, aku melepaskan bekapanku sambil merintih kesakitan. Gigitannya kuat sekali!! “Penculik!!” Teriaknya, ketakutan. Teriakannya itu membuat semua orang disekitar kami melihat dengan tatapan yang aneh ke arah kami. “Eh?” So Eun terkejut dan memandang ke arahku. Sepertinya, dia baru tahu siapa ‘Penculik’-nya ini. “Kim Bum?!” Dia menyadari sesuatu dan memandangku tak percaya.

“Gigimu kuat sekali! Kau seperti Paus yang sedang merobek-robek mangsanya! Tega! Kau tidak tahu, betapa tangan ini sangat berharga di mata para fans?” Aku pura-pura ngambek sambil meggerutu dan mengelus-elus ‘Tangan Berharga’-ku dengan hati-hati.

“Salah kau sendiri. Pakai membekap orang segala, lagi! Gimana orang tidak takut kalau begitu caranya?” So Eun balas protes. Melihat wajah cemberutnya itu, aku jadi tertawa terbahak-bahak.

“Kim Eun, kau itu lucuuuu… banget!! Hahaha…” Kataku sambil mencubit pipi chubby So Eun dengan perasaan gemas. Panggilan Kim Eun sering kuberikan pada So Eun. Entah kenapa, aku begitu suka nama itu.

“Ya! Lepaskan aku! Kenapa kau selalu memanggilku Kim Eun? Nama itu agak terdengar asing ditelingaku. Kau boleh saja memanggilku Kim Eun, tapi aku masih belum terbiasa dengan nama itu!” Protes So Eun setelah aku melepaskan cubitanku.

“Mian, mianhe… Ehm… Aku suka memanggilmu Kim Eun, ya? Kenapa, ya? Karena aku suka nama itu. Coba kamu lebih dikenal sebagai Kim Eun saja. ‘Kan jadinya sama dengan nama panggilanku! Hehe…” Jawabku sejujur-jujurnya. “Sudah, ah! Lebih baik, kita langsung ke kelas aja, deh! Yuk!” Aku mengalihkan pembicaraan dan langsung menarik tangannya ke kelas.

 

Kelas

 

Sampai di kelas, sudah banyak yang datang. Seperti biasa, kami disambut “Sangat Hangat”, malah kelewat hangat sambutannya. Semua yeoja menatapku dengan tatapan kagum yang berlebihan, sementara semua namja melihat So Eun dengan tatapan yang tak jauh berbeda dengan tatapan para yeoja. Tatapan-tatapan mereka kepada kami terlihat campur aduk. Mungkin, mereka iri juga melihat kami, tetapi juga merestui dan memaklumi hubungan kami. Please, deh, siapa, sih, yang tak tahu hubungan pesahabatan kami? Di Sekolah ini, aku, So Eun, Ara, dan Shin Hye sangat lengket. Kami berempat selalu bersama kemanapun kami pergi. Bedanya, Ara dan Shin Hye masih 20 tahun, itu artinya, mereka 1 tahun dibawah kami (aku dan So Eun sudah 21 tahun), dan kami adalah senior mereka di kehidupan sekolah, sementara di kehidupan pribadi maupun artis, kami adalah sahabat lengket.

“Pagi semuanya!” Sapaku.

“Pagi!!” Jawab yang lain.

Aku dan So Eun tersenyum. Lalu, kami pergi ke tempat duduk kami masing-masing. Tapi… eh? Apa ini? Kenapa semua kursi di kelas ini sudah terisi penuh termasuk tempat dudukku dan So Eun? Dan anehnya lagi, kursi yang tersisa hanya Couple Chairs. Kenapa dibilang Couple Chairs? Karena kursi ini memang sudah disiapkan sekolah untuk tiap kelasnya untuk tempat duduk para pasangan di kelas. Kursi ini terdiri dari 1 bangku panjang dan 1 meja panjang dengan lokasi yang paling strategis di kelas, sangat cocok untuk para pasangan merekatkan hubungan mereka. Kursi ini hanya ada 1 di setiap kelas, dan memakainya pun bergantian setiap harinya.

Aku dan So Eun hanya berpandangan bingung sambil menatap curiga teman-teman sekelas kami yang hanya tertawa cekikikan, ada beberapa diantara mereka, tersenyum dan memandang penuh arti padaku dan So Eun.

“Waw! 2 artis sedang beruntung hari ini!” Celetuk salah satu teman kami, Baek Seung Jo.

“Kalian sebaiknya duduk aja disitu, ‘kan, capek kalau berdiri terus,” Kwon Yu Ri, aktris yang kebetulan sekelas dengan kami tersenyum ramah, tetapi senyumnya itu mempunyai arti yang sulit diartikan.

“Bener, tuh! Ayo, duduk aja. Kalian beruntung banget, lho! Hari ini, semua murid pada gak mau duduk disitu, jadi, yang tersisa hanya kalian, dan, kalian harus duduk disitu, karena semua bangku sudah terisi penuh,” sahut Lee Shin Young. Aku tersipu malu, tapi, kuusahakan untuk tetap bersikap biasa.

“Ke… kenapa begitu? Seharusnya, kau dan kau yang duduk disini, karena itu adalah tempat duduk yang aku dan So Eun duduki biasanya,” elakku sambil menunjuk ke arah 2 orang namja yang menduduki tempat dudukku.

“Wah, itu gak bisa. Kami ini sama-sama namja, gak mungkin duduk di Couple Chairs. Nanti, kami disangka gak normal, lagi. Sudah, kalian saja yang duduk disitu,” kata Jeremy, namja yang menduduki bangkuku itu sambil tersenyum simpul.

Tiba-tiba, Jin Hee Songsaenim masuk ke kelas. Dosen sekaligus aktris 32 tahun itu menatapku dan So Eun aneh. Refleks, aku dan So Eun segera duduk di bangku terdekat sekitar kami.

“Ya ampun, malu-malu tapi mau,” ledek Yu Ri. Aku menyadari “kesalahan”-ku itu.

“Hah?!” Aku tersadar bahwa sekarang, aku sudah terduduk di Couple Chairs. Parahnya, So Eun juga duduk disitu. Kali ini, aku benar-benar tak mampu menahan salting-ku, begitu pula So Eun.

“Makanya, kalau mau, gak usah ditahan,” ledek Seung Jo. Aku dan So Eun tambah memerah malu.

“Ada apa ini?” Jin He Songsaenim memandang kami semua bingung.

“Kim Bum dan Kim So Eun mau PDKT, Bu!” Jeremy berteriak, membuat seisi kelas senyum-senyum.

“Eh?” Jin Hee Songsaenim melihat kami berdua. Dia pun tertawa cekikikan melihatku dan So Eun yang duduk di bangku Couple Chairs. Wajah kami yang memerah saking malunya membuat Jin Hee Songsaenim tertawa terbahak-bahak. Sumpah, harga diriku sebagai “Cool Boy Ever” sekarang sudah dipermalukan! Apa kata fans-fansku jika mengetahui ini semua? Mungkin, besok pagi, akan muncul Hot Topic di Internet dengan Title “Kim Bum, seorang cool aktor yang terkenal di Korea, Salah Tingkah dan wajahnya memerah seperti Kepiting Rebus ketika duduk bersama dengan Kim So Eun!” Ah!! Betapa malunya aku nanti!

“Bu… bukan begitu maksud kami, Bu. Cuma…” Aku mencoba menjelaskan.

“Cuma?” Jin Hee Songsaenim mengulang perkataanku.

“Cuma… hemm… gak sengaja, Bu!” Kataku.

“Gak sengaja, ya? Okelah, kalau gitu. Tapi, kenapa bisa gak sengaja duduk disitu? Bukankah tempat duduk kalian berjauhan?” Pancing Jin Hee Songsaenim.

“It… itu… tempat duduk kami udah diduduki, Bu!” Jawabku jujur.

“Ya sudah. Kalian baik-baik disitu,” Jin Hee Songsaenim masih senyum-senyum gak jelas. Akhirnya, pelajaran dimulai seperti biasa.

 

End Kim Sang Bum P.o.V.

 

Author P.o.V.

 

Istirahat

 

“Kim Eun!” Panggil Kim Bum pada So Eun yang tengah asyik membereskan buku pelajarannya.

“Iya?” So Eun menghentikan aktivitasnya dan menoleh ke arah Kim Bum sambil tersenyum ramah.

“Makan bareng di taman sekolah, yuk? Kamu bawa bekal, ‘kan?” Ajak Kim Bum. So Eun mengangguk.

“Ayo. Sebentar, ya, aku ambil bekal dulu,” kata So Eun. Dia mulai mengaduk-aduk isi tasnya, mencari kotak makannya. Setelah ketemu, dia mengambilnya dan segera berjalan ke arah Kim Bum. “Kajja!” So Eun berlari-lari kecil mendahului Kim Bum. Kim Bum hanya tertawa kecil sambil mengejar So Eun.

Ditengah asyiknya mereka ngobrol sambil berjalan ke taman sekolah, seseorang menghampiri mereka. “Kim Bum Oppa? So Eun Unnie?” Orang itu memegang pundak Kim Bum dan So Eun, membuat keduanya terkejut.

“Shin Hye-ah?” So Eun terkejut melihat rupa orang itu. Sesosok perempuan cantik berambut panjang dengan senyum yang khas diwajahnya.

“Tak usah tekejut seperti itu. Unnie seperti sudah bertahun-tahun tak melihatku, padahal kita hanya tak bertemu selama 2 hari. Hehe… oh iya, kalian berdua mau kemana? Jahat banget, sih, gak ngajak-ngajak aku,” Shin Hye cemberut.

“Iya. Kami mau makan bareng di taman belakang sekolah. Kamu mau ikut?” Ajak So Eun.

“Mau, dong! Sebentar, ya, aku panggil Ara-ah dulu. Dia tadi beli makanan di kantin,” Shin Hye mangangguk senang lalu beranjak pergi, meninggalkan So Eun dan Kim Bum.

“Ya, Kim Bum, apa kau merasa ada yang aneh dari Shin Hye-ah?” So Eun bertanya pada Kim Bum setelah Shin Hye pergi.

“Hmm… aku pikir juga begitu. Dia terlihat lebih ramah dari biasanya. Dia, ‘kan, orangnya ketus dan judes banget sebagai cewek, mirip YoonA-ah. Tapi kok, dia berubah 180 derajat gini, ya?” Kim Bum garuk-garuk kepala.

“Ya. Mirip YoonA,” raut muka So Eun berubah sedih saat Kim Bum menyebut nama YoonA. “Ternyata, dia masih mengingat YoonA,” batin So Eun sedih. So Eun mengingat masa-masa saat dia, Kim Bum, Shin Hye, Ara, dan YoonA masih bersahabat akrab. Tapi, karena YoonA mengalami kecelakaan tragis, itu menyebabkan YoonA mesti pindah keluar negri untuk menjalani perawatan yang sangat intensif.

“Kau kenapa malah melamun? Kim Eun?” Kim Bum membuyarkan lamunan So Eun.

“Ah? Gak, gak apa-apa, kok. Aku Cuma sedih aja, mengingat YoonA-ah. Hah… gimana kabar dia sekarang, ya? Dia tak pernah menghubungi kita lagi, kita juga tak tahu kabarnya bagaimana. Apa dia sudah sembuh, atau… sebaliknya?” So Eun bertanya pada diri sendiri. Kim Bum yang mendengarnya langsung memasang wajah sedih. “Kim Bum, apa kau masih mencintai YoonA-ah? Apa kau masih belum bisa melupakannya?” So Eun memberanikan diri bertanya.

“Eh? Aku… yah, kau tahulah, YoonA itu cinta pertamaku, dan mungkin, dia juga akan menjadi cinta terakhirku. Sedetik pun, bayangannya tak bisa lepas dari benakku. Aku sangat menyesal karena aku tak sempat mengungkapkan perasaanku padanya waktu itu, tapi… apa boleh buat. Lagipula, kalau memang dia jodohku, dia tak akan pergi kemana-mana, kok. Sudahlah, membicarakan dia membuatku semakin merindukannya,” Kim Bum tertawa sedih. So Eun juga tampak sedih mendengarnya.

“Begitu? Baiklah,” So Eun mencoba tersenyum.

“Kim Bum Unnie, So Eun Unnie!!” Panggil seseorang.

“Ara-ah, Shin Hye-ah!”

“Kami sudah siap! Yuk!” 2 yeoja itu tersenyum lebar. Lalu, 4 sekawan itu langsung pergi ke taman belakang sekolah.

 

Taman

 

Sesampainya di taman belakang sekolah, keempatnya langsung memilih tempat yang enak untuk mengobrol, dibawah pohon tentunya.

“Ah… enaknya!” Desah Kim Bum pelan. Dia mengambil bekal makanannya dan membukanya, begitu pula ketiga sahabatnya.

“Ara-ah, So Eun Unnie, Kim Bum Oppa, aku punya berita bagus!” Kata Shin Hye riang.

“Hm? Apa itu?” Tanya So Eun.

“Aku kayaknya jatuh cinta sama Geun Suk Oppa, deh, dan tahu apa? Aku hari ini janjian dengannya untuk pulang sama-sama!” Ujar Shin Hye dengan wajah berseri-seri.

“MWO??!!!” So Eun, Kim Bum, dan Ara terkejut.

“Jeongmal?!” Kim Bum terkejut.

“Jinca?!” So Eun juga.

“Apa wajahku terlihat seperti sedang berbohong? Tatap mataku yang indah ini!” Shin Hye mengedip-kedipkan matanya.

“Sulit dipercaya! Ah, aku tahu sesuatu! Ha! Karena ini kau jadi ramah dan baik hari ini! Hmm… penyakit cinta memang hebat! Ckckck…” Kim Bum geleng-geleng kepala.

“Eh, ngomong-ngomong, gimana ceritanya, tuh, kamu bisa suka sama Cowok Super Duper Mega Sinis, Nyebelin, dan Sok itu?” So Eun mengingatkan Shin Hye pada julukan yang pernah diberikan Shin Hye pada Geun Suk.

“Hehe… ternyata, kalau sudah mengenalnya dengan sangat baik, dia gak gitu-gitu juga, kok,” Shin Hye cengar-cengir gak jelas.

“Dasar cewek! Geun Suk Hyung juga hebat. Dia bisa menaklukan kamu yang Anti Cowok itu,” Kim Bum berbicara dengan mulut penuh nasi.

“Habisin dulu makanan kamu yang dimulut itu, baru ngomong! Aku heran, deh. Kok bisa, sih, cowok kayak kamu itu bisa jadi Cool Boy Ever? Dengar, ya, Bum, kalau kamu kayak gini terus, para fans kamu bisa nangis darah ngeliatnya!” So Eun kesal.

“Kim Bum Oppa, So Eun Unnie, kami pergi sebentar, ya? Mau pipis!” Ara dan Shin Hye tiba-tiba pergi meninggalkan Kim Bum dan So Eun berdua.

“Sebodo! Lagian, mereka juga tahu, kok, aku itu sangat mementingkan kebersihan. Mereka gak mungkin percaya! Lagian, apa darah bisa keluar dari mata?” Kim Bum tetap berbicara walau dengan mulut penuh.

“Ukhh! Kau mau aku membunuhmu?!” So Eun mengerang kesal. Dia mengambil ancang-ancag, lalu, dengan kasar, dia memasukkan bekal makanannya ke mulut Kim Bum, hingga mulut kecil nan seksi itu kepenuhan makanan. “Makan, nih! Makan semuanya! Biar tau rasa! Sosisnya juga! Makan semua sampai habis! Ekhh…” Dengan penuh nafsu, So Eun memasukkan semua bekal makanannya ke mulut Kim Bum.

“Hmmp… s…  So…” Kim Bum gelagapan. Rasanya dia ingin muntah!

“Apa?!” So Eun tetap dengan ‘aksi’-nya.

“Mi…”

“’Mi’ apa?”

“Ak… aku… MAU MUNTAH!!” Kim Bum yang tak tahan lagi segera melepaskan tangan So Eun dari mulutnya dan segera berlari ke tong sampah terdekat. “Hueekk!!! Huekkk!! Uhuk… Uhkk…!!”

“Kim Bum?!” So Eun kaget. Dia segera menghampiri Kim Bum. “Kau tidak apa?” So Eun membantu Kim Bum mengeluarkan muntahnya.

“Huek!! Uhuk, uhuk, uhukk!!!” Kim Bum yang sudah puas muntah, terduduk lemas di rumput hijau.

“Kau tidak apa-apa?” So Eun cemas.

“Aku benci muntah! Ini semua…” Kata-kata Kim Bum tertahan. Entah kenapa, walau rasanya kesal sekali dengan So Eun, melihat tatapan dan wajahnya yang terlihat cemas, Kim Bum jadi tidak bisa marah pada So Eun. Apalagi, mengingat So Eun itu suka padanya, dan perasaan sensitif So Eun kepada cowok.

“Mi… mian… mianhe. Habis, aku kesal karena kau tidak mematuhiku. Itu memang terlihat egois, tapi, ini demi kebaikanmu,” ujar So Eun lirih.

“Tidak apa-apa,” Kim Bum mengelus pelan kepala So Eun. Tangan Kim Bum yang besar terasa hangat di kepala So Eun. Tanpa sadar, So Eun memegang pergelangan tangan Kim Bum sambil memejamkan mata dan tersenyum, menikmati elusan tangan Kim Bum dikepalanya. “Eh?” Kim Bum gugup melihat perlakuan So Eun.

“Lakukan lagi, sekali lagi,” pinta So Eun. Kim Bum terdiam sambil kembali mengelus kepala So Eun. Dia ikut tersenyum. So Eun yang begitu terlena dengan Tangan Kim Bum, tanpa sadar telah tertidur pulas, begitu pula Kim Bum.

 

End Author P.o.V.

 

Kim So Eun P.o.V.

 

Tempat ini indah sekali! Ini musim semi! Musim dimana para bunga bermekaran, para burung bernyanyi dengan indahnya. Aku berjalan diantara Padang Bunga Rumput Indah itu. Mencium aroma bunga-bunga yang sedang mekar. Harum! Aku memetik sekuntum mawar merah yang benar-benar merah itu.

Tiba-tiba, aku melihat seseorang, namja. Namja yang sangat tampan memakai tuxedo putih, sangat serasi dengan aku yang sudah tampak seperti Bidadari dengan gaun putih panjangku yang berhiaskan bunga putih pula. Namja yang bernama Kim Sang Bum. Aku mendekatinya, dia pun mendekatiku. Sambil tersenyum, dia memberikanku… Omo! Buket Mawar Merah!

“Terimalah,” pintanya. Dengan malu-malu, aku menerima Buket Mawar Merah itu. Aku menciumnya. Omo! Wanginya seribu kali lipat lebih harum dibanding bunga-bunga disini! Tiba-tiba, Kim Bum mendekatiku, dia membisikkanku sesuatu, “Saranghae, Kim Eun,” ujarnya. Omo!! Betapa bahagianya aku sekarang!!

Dengan antusias, aku pun menjawab, “Nado Saranghaeyo, Kim Bum,” kataku. Kim Bum tersenyum lebar. Aku teringat sesuatu. Kuberikan sekuntum Mawar Merah yang kupetik tadi sambil berkata, “Mungkin, ini hanya sekuntum Mawar Merah, tapi, perasaan cintaku padamu melebihi 1 Mawar Merah ini. Perasaan Cintaku padamu adalah semua bunga di Padang Bunga ini,” kataku tulus. Kim Bum menerima Mawar dariku sambil terus tersenyum. Dia mendekati bibirku, dan bibir mungilnya mendarat dibibir kecilku. Aku memejamkan mata, membalas ciumannya.

“Kim So Eun!!” Aku terkaget dengan teriakan itu. Itu adalah suara Kim Bum. Hah! Aku terbangun dari tidurku! Ya ampun! Ini disekolah! Aku tertidur! Yaah… padahal, tadi aku mimpi indah, indah banget!

“Kim Bum?”

“Iya! Kim Eun, gawat!” Kim Bum terlihat sangat panik.

“Gawat? Gawat apa?” Aku bingung.

“Kita ketahuan!!” Kim Bum setengah berteriak.

“Ketahuan apa?” Aku masih bingung.

“Ketahuan kalau aku… ah! Sebaiknya jangan disini!” Kim Bum menarikku. Omo! Aku baru sadar! Banyak sekali orang disekitar kami! Mereka menatap kami dengan pandangan tak percaya. Omo! Apa mungkin kami ketahuan tidur di sekolah?! Aku juga mulai panik. Kim Bum terus menarik tanganku dengan kuat.

Kami sampai di sebuah gang kecil dekat sekolah.

“Kim Bum, sebenarnya ada apa?” Tanyaku khawatir.

“So Eun, dengar, ya. Em… kamu mungkin akan marah mendengarnya, tapi, apa boleh buat. Aku sudah berani ‘melakukannya’, jadi aku juga harus berani bertanggung jawab,” Kim Bum berkata perlahan.

“Eh? Melakukan apa maksud kamu? Ah! Jangan-jangan… jangan-jangan kamu memperkosaku, ya?!” Tebakku polos.

Bletakk!! Kim Bum menjitak kepalaku pelan. “Bodoh! Kau pikir aku ini namja rendahan?! Tidak mungkin artis besar seperti aku ini melakukan hal itu!!”

“Aduh! Jadinya, melakukan apa?” Tanyaku penasaran sambil mengelus-elus kepalaku yang dijitak Kim Bum.

“Ehm… So Eun, apa kau pernah ciuman?” Pertanyaan Kim Bum itu membuatku kaget.

“Jelas tak pernah! Memangnya kenapa?” Tanyaku gugup.

“Anu… eng… aku… tadi… aku… Kim So Eun, tadi aku mencium bibirmu!” Kim Bum menunduk.

“MWO!!??” Kim Bum membuatku hampir pingsan! Apa katanya? Dia menciumku? Kapan? Dimana? Gimana bisa?

“Mianhe. Melihat wajah tidurmu yang begitu polos itu… aku benar-benar tak sengaja dan aku benar-benar tidak bermaksud melakukannya!” Jawab Kim Bum jujur.

“Tapi… jadi… mimpi itu…” Aku bergumam kecil. “Kim Bum, maukah kau menciumku sekali lagi?” Pintaku serius.

“Eh?” Kim Bum bingung sekaligus terkejut.

“Iya. Menciumku sekali lagi. Aku ingin memastikan! Tolong…” Pintaku.

“Tapi…” tanpa menunggu jawabannya, aku menarik kepalanya dan menciumnya paksa. Kim Bum terlihat sangat kaget. Aku yang tersadar akan perbuatan gilaku itu langsung melepaskan ciumanku. Aku memegang bibirku! Aku… menciumnya!!

“Mianhe, Kim Bum! Aku…” Aku meminta maaf. Kim Bum masih Shock. “Maafkan aku!” Kataku lagi.

“Kita seri,” Kim Bum bersuara. Aku memandangnya.

“Maksudmu?” Aku bingung.

“Aku menciummu, kau menciumku. Jadi 1 sama,” katanya polos.

Tiba-tiba, terdengar suara berat dari arah samping. “Wah, wah, masih siang sudah ada adegan cinta. Romantis sekali,” kata suara berat itu. Aku dan Kim Bum kaget dan menoleh ke si pemilik suara tersebut. Oh tidak! Itu berandalan!

“Ma… mau apa kalian?” Aku memberanikan diri melawan mereka yang ternyata berjumlah 5 orang itu.

“Mau kami? Kami hanya ingin memiliki Nona Kim So Eun saja,” kata salah satu dari mereka dengan mimik wajah yang memuakkan!

“Wow Aktris Kim So Eun dan Aktor Kim Sang Bum! Hehe… Tuan Kim Bum, saya minta izin untuk memiliki Nona Kim So Eun. Boleh, ‘kan?” Yang lainnya juga menghampiri Kim Bum. Kami terpojok! Mereka berlima mulai mendekatiku, meraba-raba wajahku dengan tangan kotor mereka!

“Jangan sentuh dia!” Bentak Kim Bum sambil berusaha melawan mereka. Aku yang sudah kelewat takut mulai menangis sesenggukkan.

“Jangan menyentuh? Oh, sayang sekali jika kesempatan emas ini dilewatkan,” seorang pria berkulit hitam legam itu mulai menggerayangi tubuhku. Aku menghindar sebisaku, tapi, salah satu dari mereka ternyata membawa senjata pisau! Pisau itu diacung-acungkan di mukaku. Aku mulai berkeringat pasrah. Ingin sekali rasanya aku melawan mereka, tapi, kali ini, aku benar-benar tak punya kekuatan! Semua keberanianku hilang entah kemana.

“Ja… jangan… jangan sentuh…” Kataku lemah. Tapi, mereka tetap tak mengindahkanku.

“Ya!! Kubilang JANGAN MENYENTUHNYA!!!” Kim Bum mulai naik darah dia berusaha melepaskan dirinya yang sudah diikat oleh berandalan-berandalan itu.

“Kim… Kim Bum… aku… aku takut… tolong… tolong aku…” aku meminta tolong. Ya Tuhan!! Aku benar-benar ketakutan sekarang! Belum pernah aku merasa setakut ini pada cowok sebelumnya! Kejadian tragis yang merenggut mantan pacarku di masa lalu itu membuatku trauma pada keadaan-keadaan seperti ini. Tuhan, tolong, kau sudah mengambil Key, tolong jangan ambil Kim Bum!! Do’aku dalam hati. Orang-orang itu mulai mengikatku dan berusaha merobek baju terusanku. Aku tak kuat, pandanganku gelap. Kuputuskan untuk menyerahkan semuanya pada Yang Maha Kuasa…

 

 

 

To Be Continued

 

 


Gimana, jadinya, tuh? Apa yang terjadi selanjutnya? Apa kejadian ini menyebabkan kematian? Penasarankah? Ditunggu, ya, Mates, Reader, Chingu, siapa pun dirimu, tetap baca, ya?!!

 

 

Buka page Question & Answer apabila ada yang ingin ditanyakan
Buka dan isi data kalian di page Mates untuk perkenalan dan berkenalan dengan mates/reader yang lain
Lihat page How To Join untuk mengetahui bagaimana cara mengirim ff
Buka Library (sequel or one shoot) untuk melihat ff yang sudah dipost
Buka http://bumssoindo.wordpress.com untuk mengetahui news terbaru dari Kim Bum dan Kim So Eun
Follow our new twitter @bumssoindo dan mention saja bila ada yang ingin kalian tanyakan (usahakan untuk tidak menanyakan masalah privasi Kim Bum dan Kim So Eun ^^) *fans Korea sangat menjaga privasi artis mereka*
Like Kim Bum dan Kim So Eun fanbase on facebook BUMSSO INDONESIA

 

P.S.: please…… no bashing, no spaming, no hotlink !! ^^

NB: JANGAN COPY-PASTE FF YANG ADA DI SINI TANPA SEIZIN AUTHOR DAN ADMIN DI SINI… APALAGI SAMPAI TIDAK MENCANTUMKAN NAMA AUTHOR DAN SUMBERNYA

Tags: ,

39 responses to “I Just Wanna Be With You part 1”

  1. Chandra Syifa W says :

    Waw, FF baru nii…
    Keren eunnie. Lucu lho critanya, apa lg wkt kim bum muntah gra” so eun…

    Eh kim bum, lu co’ atau bukan ??? Klo lu co’, tolongin so eun dong !!!

    So eun, tenang aja ya ? Superman kim bum akan menolongmu koq… *kekeke*

  2. Sary aj0w says :

    Just wanna say..’ai laik it’ wehehe,lanjud chui..

    • Lovely_Nindy says :

      Just Wanna Say..’tenkyu’.
      Hehe… iy, psti klnjutin, kok. tpi gk tau lma ato nggak.
      klo lma, jgn mrah, ya!!

  3. rini says :

    ff.a keren . .
    d.tunggu kelanjutan.a ..

    • Lovely_Nindy says :

      mksih mau nunggu ampe 1000 taon *bcnda, ding!* and tenkyu, mksih, gomawo, kamsahamnida *author gila*!!!!

  4. Anna says :

    Jgn smpe trjd hal bruk ya sm soeun n kimbum,,ga rela n tega aplgi klo soeun mndrita haduuh2 stress dluan!!

  5. merli bumssoeul says :

    aku suka sama ffnya walaupn awalnya membingungkan , tapi lucu wow couple chair hohoho daebak author .

  6. namel says :

    wahh .. jdi saya yg deg deg kan .. hha
    ayo dong kim bum ngapain kek .. hhe

    seru ff.a ..
    d tunggu yah kelanjutan.a ..
    jant lama” .. hhe😀

    • Lovely_Nindy says :

      sya sdah mngtkan sblumny, sya tk brani ngepost cpet2 *halah, blg aj, ngetikny rda2 mles. hehe,,,*… wokelah, tenkyu, ya!!!

  7. Rara bumssoeul says :

    Part selanjutnya jgn lama.lama ya..
    . Coz penasaran bgt, ff na seru!!
    HWAITING !!

  8. Atin says :

    Seru jg nee,aneh tp y masa d cew mnta dcium,,Tp gpp,bagus itu.hihihi
    Jngn mati donk,jngn trjdi ap2 dech,,dbkin z berandalannya tiba2 pingsan *ngasal bgt*🙂

  9. w@w@ says :

    like this ff!~

  10. dini ramadhani says :

    adoh,so eun agresif bgd siiih
    tp gpp lah sekali2
    ok,dtungu part selanjutnya

  11. Aryanti says :

    Yah kim bum kok ga suka so eun?
    o ya jgn sampe kim bum n kim eun knp2 ya…

  12. Lovely_Nindy says :

    Thanks, ya, yg udh nymptin bca and cment ff gaje ni…
    Sya snang skli!
    Klnjutannya msih dlm proses, nih *gk jnji cpet, lho*! Pkokny di tnggu ja, deh!
    Mian, klo dlam ntu ff ad kta2 korea yg slah *maklum author bkan org korea* dan kta2 yg krang “sreg” di hti.
    Dah, sgtu ja! Smpai jmpa di part 2!!

    Author

  13. 라미 'Rahmi' says :

    keren

    wuih.. itu chungang university.. kampus kok jadi sekolah???? ada juga ya anak kul bawa bekal… ehehheehhee
    ada ya di chungang t4 parkir khusus artis??? ahahhahhha ada2 aja nih author…. wkwkwkwwkwkkwkwkwk
    wow itu minho m kimbum, artis pke motor… g takut dikeroyok ma fans?? hehehheheheeh

    kkotboda namja itu artinya pria mempesona, sayang….

    seru lah,… panjang….

  14. Lovely_Nindy says :

    @Rahmi Unnie: iy, nih!! Maklum, laa… Sya blum kliah, jdi nybutny skolah2 doank, hehe.., yah, nmnya jga fntsi…
    Oya, ttg arti BOF it, maaf, ya, klo ad kslhan, abis sya gk trllu ngumbar ttg ntu… Hehe… Mian, ya!!

  15. anisa_fk says :

    wuih keren sangat ceritanya nindy..!!!
    ku tunnggu selanjutny y….ocre

  16. BINIASLIMINHO! says :

    annyeong readers baru🙂
    ficnya keren tapi pertama kali masih bingung-bingung gimana gitu hehe
    penulisannya juga rapi banget dua jempol deh😀

  17. pucha says :

    annyyyooooonngggg authoorrrrrrrr

    wuaaaa ffnya seru,,,,

    wuaaaa soeun ke sekolahnya naik motor bertiga ma minsun,,,hahahhaah kagak kena tilang tuh di jalan

    hah soeun mimpi di cium kim bum dan ternyata bener kim bum nyium soeun *berarti tiap hari gw di cium tesung oppa dunk coz tiap hari gw mimpi di cium yesung hahahaha *gubrak..

    hahahaha soeun agresif,,,dia ngk percaya kalo abus dicium kim bum,,,eh minta di cium lagi,,

    ngk tau kenapa pas part ada preman2 muncul kok gw ngebayanginnya preman2 yang model di CF anycallbodyguard yah hahahah

    ayo2 di update ASAP..disini saya siap menanti *siap2 gelar tiker…

    gomawo
    _bow_

  18. Lovely_Nindy says :

    gOMAWO!!!!!!!!!!
    Aduh, mksih buat kmentny!!!!!!!
    tpi, mian, ya, ff-ny gk pke gmbar *Authormales*…
    hehe… pkokny bca trus, deh!!

  19. 라미 'Rahmi' says :

    hahahaahahha santai.. g pp kok.. aku juga arti kkotnam itu dikasih tau temenku yg tinggal di korea

  20. Ina BeQi Soeulmates says :

    kereeeeenn euy,,,,, mulailah buka hatimu buat soeun, bum..
    hehehe…
    kyaaaaaa,,, ayo donk tolongin soeun,, *harap” cemas*
    cieeeeee 1 sama tuh kiss’a,, hahay^^
    lanjuuuuuutt lanjuuuutt^^

  21. puput bumso says :

    kok aq bcany sambil deg degan gini yh pdhlkn cma crita…
    wahh bgs lanjutin chingu,janagn lama-lama yh…

  22. rosiyani 'oci' says :

    huaaaa soeun mu diapain itu ???? ayooo bum tunjukan kejantananmu itu tuk menolong so eun.. haha…
    suka suka suka … ayoo lanjutkan part selanjutnya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: