I Just Wanna Be With You Part 2

Author: Lovely_Nindy

Main Cast: Kim Sang Bum, Kim So Eun

Cast: All Star

Genre: Friendship, Romantic, etc.

Type: sequel

 

 

Part 2

 

 

 

Aku melihat seberkas cahaya putih. Cahaya itu jauh didepanku. Aku sadar, sekarang aku berada di ruangan serba hitam. Apa itu? kenapa aku ada disini? Kuputuskan untuk terus berjalan entah kemana. Tujuanku hanyalah sampai ke cahaya itu.

Selama aku berjalan, aku seperti diperlihatkan sebuah acara layar lebar. Tapi… Ya Tuhan!! Acara Layar Lebar itu bukan Film atau apapun, tapi… memoriku sewaktu Mantan Pacarku, Key meninggal karena dibunuh secara tragis didepan mataku!

Ya! Kejadian itu masih lekat sekali di otakku. Kejadian yang sama dengan kejadian yang dialami Kim Bum.

Waktu itu, aku sedang berjalan-jalan dengan Key. Kami sampai di sebuah gang. Tiba-tiba, muncul 10 orang berandalan. Aku yang terus melawan hampir dibunuh para berandalan itu, tapi… Key melindungiku. Dengan sigap, dia memunggungiku dan… pisau cutter itu menancap di perutnya. Ironisnya, Pisau itu tertusuk tepat dibagian Vitalnya, yang menyebabkan Key meninggal. Aku terus menyalahkan diriku atas kejadian yang menimpa Key itu. Tuhan, seharusnya, aku yang meninggal, bukan Key! Perasaan bersalah itu terus menghantuiku sampai aku bertemu Kim Bum…

Tak lama, setelah ‘film’ tentang Key, film itu berganti menjadi… Kim Bum! Kejadian yang kurang lebih sama dengan kejadian yang dialami Kim Bum sekarang! Tuhan, aku tak berani melihatnya. Entahlah, apakah akhir dari kejadian Kim Bum ini juga berakhir sama dengan Kejadian Key?

“ARGHH!!!” Ada suara teriakan!! Teriakan… teriakan Kim Bum!! Tuhan, apa yang terjadi padanya?

 

End Kim So Eun P.o.V.

 

Author P.o.V.

 

Gadis berpakaian seragam pasien itu mulai membuka kedua matanya perlahan. Ya! Dia sadar!

“Appa, Omma, dia sadar!!” Teriak seorang Perempuan.

“Jeongmal?” sepasang suami istri menghampiri tempat tidur gadis itu.

“Appa? Omma? Ji Yeon-ah?” Gadis di tempat tidur itu, Kim So Eun, bersuara lemah.

“Iya, sayang. Kami sangat mengkhawatirkanmu. Kamu tidak siuman selama 10 jam. Kamu gak apa-apa, ‘kan, nak?” Omma So Eun langsung mencium kening anaknya.

“Gak apa-apa, Omma. Omma, Appa, Kim Bum mana? Apa yang terjadi dengannya? Apa dia baik-baik saja?” So Eun bertanya bertubi-tubi. Omma dan Appa So Eun berpandangan lalu menunduk.

“Dia…” Ucapan Omma So Eun terhenti.

“Dia kenapa, Omma?” So Eun mulai khawatir.

Omma So Eun menarik nafas panjang dan mulai menceritakan keadaan Kim Bum, “saat kejadian itu, Kim Bum sempat menelpon kami. Dia sempat menceritakan keadaan kalian. Tiba-tiba, Omma mendengar suara beberapa namja yang berkata, “Ya, kau berani menelpon seseorang?!” Lalu, telpon terputus. Omma bingung. Kami ingin mencari kalian, tapi, Omma tak tahu dimana kalian berada. Akhirnya, kami putuskan untuk memanggil polisi dan melacak keberadaan kalian. Polisi menemukan kalian, tapi, polisi datang terlambat. Saat para Polisi sampai, mereka telah menemukan Kim Bum yang sekarat dan kamu yang terbaring lemah dengan kepala bercucuran darah. Setelah itu, kalian berdua dibawa kesini. Hasil pemeriksaan kamu mengatakan, kalau kamu tidak apa-apa dan hanya mengalami luka dibagian kepala, tapi Kim Bum… dia… ternyata, saat diperiksa, perut Kim Bum ternyata tertusuk pisau, tusukan yang sangat dalam. Sekarang, dia ada di ruangan ICU,” Omma So Eun menceritakan panjang lebar. So Eun kaget sekaligus sedih.

“Omma, aku mau kekamarnya Kim Bum!!” Kata So Eun ketus.

“Sayang, Omma tahu perasaan kamu, tapi, pikirkanlah dirimu sendiri. Kamu baru siuman, kamu belum boleh kemana-mana!” Tolak Omma So Eun.

“Omma, tolonglah. Aku akan minta Ji Yeon-ah untuk menemaniku. Tolonglah, Omma,” pinta So Eun.

“Tapi…”

“Sudahlah. Biarkan saja dia. Kamu, ‘kan, tahu sendiri, apa arti Kim Bum bagi anak kita?” Appa So Eun menenangkan. Omma So Eun menyerah.

“Baiklah. Ji Yeon-ah, jaga kakakmu!” Pesan Omma So Eun. Ji Yeon mengangguk lalu membantu kakaknya bangun dari tempat tidur dan mulai memapah So Eun keluar ruangan sambil menggunakan tongkat berjalan So Eun.

 

ICU Room

 

“Kyaaa!! KIM SO EUN!!! PARK JI YEON!!!!!” Orang-orang dan para wartawan yang melihat kehadiran So Eun dan Ji Yeon heboh dan buru-buru memfoto-foto dua saudara itu dan berusaha menerobos masuk. Untung ada satpam dan beberapa “pengawal” yang menjaga So Eun dan Ji Yeon. So Eun dan Ji Yeon hanya tersenyum lalu terus berjalan.

Di depan ruang ICU, Ji Yeon berbicara sebentar dengan suster yang sedang mengawasi ruang ICU. Suster itu mengangguk, memperbolehkan mereka masuk, “sebaiknya, ketuk pintunya dulu. Saya takut, Tuan Kim Bum tidak menerima kedatangan kalian,” saran suster itu lalu segera beranjak pergi.

Tok, tok, tok!! Ji Yeon mengetuk pintu ruangan ICU. Tak ada jawaban. Ji Yeon mengetuk pintu lagi. Masih tak ada respon dari penghuni ruangan. Ji Yeon mengetuk pintu lagi dengan kesal. Nihil.

“Ji Yeon-ah, sudah. Kita masuk saja langsung,” So Eun menahan adiknya yang sudah pasang ancang-ancang ingin mendobrak pintu.

“’Kan, gak sopan, Unnie. Lagipula, kita harus minta izin dulu sama Kim Bum Oppa,” elak JI Yeon.

“Memangnya, sejahat apa, sih, Kim Bum itu? sampai-sampai tak menerima kita menjenguknya? Dan, apa mendobrak pintu termasuk hal yang lebih sopan?” So Eun tersenyum.

Ji Yeon tersenyum sinis sambil menggeleng. “Baiklah, memang bukan hal yang lebih sopan,” akunya. So Eun tersenyum lembut lalu membuka pintu dan masuk. Ji Yeon mengikutinya.

Di ruangan ICU, seorang namja sedang diinfus. Keadaannya sangat memprihatinkan bagi seorang artis besar seperti Kim Bum. Kondisi Kim Bum sangat kritis. Dia koma. So Eun terhenyak. Dia terjatuh dan terduduk lunglai di lantai ICU Room. Keadaannya begitu mengenaskan di mata So Eun. Ji Yeon hanya memandang adiknya miris. Dia membantu So Eun berdiri kembali.

“Unnie, sabar, ya,” Ji Yeon menenangkan So Eun yang bercucuran air mata.

So Eun menoleh ke arah adiknya sambil berusaha tersenyum lalu menghapus air matanya perlahan, “kata-kata itu, harusnya kau berikan pada Kim Bum, supaya dia tetap sabar, tabah, dan kuat dalam menghadapi masa-masa kritis-nya,” katanya. Dia kembali berdiri menatap Kim Bum yang terbaring lemah tanpa daya itu. So Eun menatap sahabatnya pilu. “Bum, kamu kenapa? Kenapa kamu bisa kayak gini? Bum, kamu bisa denger aku, ‘kan? Bum, jawab, dong!! Kamu harus tetap bertahan! Kamu gak boleh pergi! Bum, buka mata kamu, Bum! Sadar! Bum, mianhe, jeongmal mianhe. Gara-gara aku, kamu jadi gini. Gomawo sudah menolongku. Bum…” So Eun menghampiri tempat tidur Kim Bum dan menggenggam erat tangan Kim Bum.

Ji Yeon yang tahu diri segera pergi dari ICU Room dan membiarkan kakaknya bersama Kim Bum.

Tiba-tiba, tangan Kim Bum bergerak, membalas genggaman So Eun. “Kim Bum?!” Kaget So Eun. Perlahan, mata sipit Kim Bum terbuka. Omo! Dia sadar! “Kim Bumm!!!!!” Wajah khawatir So Eun berubah senang. Dia segera memeluk Kim Bum.

“Arghh!!” Kim Bum merintih kesakitan.

“Hah!!” So Eun segera melepaskan pelukannya. “Mianhe. Tubuhmu pasti masih sakit. Bum! Kamu sudah sadar! Kamu benaran sudah sadar!! Kyaa!!”

“Ne. Eun, kamu gak apa? Kepalamu itu…” Kim Bum melirik kepala So Eun yang diperban.

“Gak, gak apa, kok. Aku Cuma luka kecil. Bum, kamu…” Perkataan So Eun terpotong karena tiba-tiba, Kim Bum menyentuh kepala So Eun lembut. Dia membelai rambut So Eun perlahan. Dan… Kim Bum mendekatkan wajahnya kewajah So Eun. Semakin dekat dan… Cup!! Kim Bum mencium lembut Pipi *hehe… Cuma PIPI, lho! Ngeres semua, nih, otaknya! :P* So Eun, membuat So Eun terdiam kaget. “Kim Bum?”

“Pipimu lembut,” kata Kim Bum tanpa ekspresi.

“Kamu…”

Lagi-lagi, perkataan So Eun terpotong, “Kamu cantik. Aku suka padamu,” kata Kim Bum tiba-tiba. “Saat terluka pun, kamu masih tetap cantik,” lanjutnya sambil memandang So Eun dalam.

“Apa maksudmu?” So Eun bingung. Perasaan bingung, kaget, penasaran, dan senang bercampur jadi satu.

“Kamu benar-benar tidak peka. Maksudku, jadilah pacarku. Lagipula, aku bosan sendiri terus,” jawab Kim Bum polos. So Eun kaget. Baru sekali itu dia mendengar Kim Bum sangat serius.

“Kau… mau menjadikan pacarku karena aku cantik, seorang aktris, dan karena kamu gak mau sendiri terus?” Tanya So Eun.

“Ne,” jawab Kim Bum

“Tak ada perasaan suka?” Tanya So Eun lagi. Berharap Kim Bum akan menjawab “iya”.

“Aku suka padamu. Tak ada perasaan yang berubah semenjak kita sahabatan. Aku masih tetap suka padamu seperti aku menyukaimu sebagai sahabatku,” jawab Kim Bum lagi. Betapa sakitnya hati So Eun mendengar itu semua.

“Bum, mianhe. Aku tidak bisa. Kita… tetap sahabat saja, ya?” So Eun berusaha tersenyum. Dalam hatinya, dia sangat menyesal. Tapi, toh, untuk apa dia pacaran dengan orang yang sangat disukainya lebih dari sahabat kalau orang itu tidak menyukainya sebagai kekasih? Seharusnya, kekasih itu, harus sedikit dibedakan “martabat”-nya dengan sahabat atau teman biasa. Kalau semuanya dianggap sama, ‘kan sama saja bohong.

“Wae? Kamu mencintaiku, ‘kan?” Tanya Kim Bum heran.

“Itu memang benar. Aku suka padamu. Tapi, kau tidak menyukaiku. Bum, begini, ya. Eem… kau mencintai seseorang, tapi orang itu tak suka padamu. Dia hanya menganggapmu sebagai sahabatnya, tak lebih dari itu. tapi tiba-tiba, orang itu “menembak”-mu. Kau akan jawab apa?” Tanya So Eun, memberi contoh.

“Tentu saja aku tidak akan menerimanya! Itu sama saja, dia mempermainkan perasaan sukaku padanya!” Jawab Kim Bum ketus.

“Nah, itu yang kau lakukan padaku! Kau tak menyukaiku, tapi, kau malah mempermainkan perasaanku dengan cara seperti ini!” So Eun tersenyum getir. Kim Bum terdiam.

“Eun…”            Kim Bum menarik wajah So Eun dan mencium bibir So Eun secara paksa. So Eun terhenyak. Dia melepaskan ciuman Kim Bum dan menampar pipi Kim Bum sekuat tenaga. Air matanya berlinang. Dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya sambil menangis.

“Aku sangat menyesal menyukai Namja Babo sepertimu!!” Teriak So Eun. Kim Bum terkejut. “Aku memang sangat menyukaimu! Lebih dari apapun! Tapi apa? Kau mempermainkanku!! Aku kecewa, Bum! Kamsahamnida sudah melindungiku dan menyelamatkanku! Tapi, aku sangat menyesal!! Bum, lupakan semuanya! Lupakan semua tentang kita!! Mulai sekarang, kau bukan lagi sahabatku! Kau bukan lagi temanku! Kau musuhku!!! Jauhi aku!! Aku menyesal telah menciummu. Aku menyesal menyukaimu! Seharusnya, kau tak pernah ada dalam otak maupun hatiku!! Silakan cari dan kejar YoonA!! Dia Cinta Sejati-mu, ‘kan? Kudo’akan kalian bahagia! Permisi!” So Eun pamit dengan kesal. Hatinya kacau! Dia patah hati. Dia kecewa sekali dengan kelakuan Kim Bum.

“Kim So Eun!!” Kim Bum berusaha memanggil So Eun. Dia sangat merasa bersalah. “Aish! Apa yang kulakukan tadi? Aku seharusnya tidak menciumnya!! Aish! Aku memang Babo!!” Maki Kim Bum pada dirinya sendiri.

 

Di Luar

 

“So Eun!” Ji Yeon kaget melihat kakaknya keluar dengan mata sembab. Dia segera memapah So Eun. “Kenapa? Apa yang terjadi? Siapa yang membuatmu menangis?” Tanya Ji Yeon sambil menyeka air mata So Eun.

“Ji Yeon-ah… Hiks… hiks…” So Eun menangis sejadi-jadinya di dada adiknya. Ji Yeon membelai lembut rambut panjang kakaknya.

“Unnie, cerita sama aku. Unnie kenapa?” Tanya Ji Yeon.

“Kim Bum… dia… Hiks…” So Eun menceritakan kejadian tadi sambil menangis sesenggukan.

“Ya ampun, Unnie!! Dia tega banget! Sini, biar aku kasih pelajaran ke dia!! Biar tambah mampus, tuh Orang!!” Ji Yeon emosi dan marah.

“Ji Yeon-ah!! Jangan!! Sudah biarkan saja! Dia akan dapat balasannya suatu hari nanti!” So Eun menahan kakaknya.

“Tapi, Unnie…”

“Sudahlah, Ji Yeon. Kita, ke kamar saja, yuk,” So Eun tetap melarang adikknya sambil memaksa Ji Yeon pergi dari tempat itu. Jii Yeon pasrah. Akhirnya, dia hanya bisa menurut saja dan segera pergi bersama kakaknya.

“Unnie, jangan sedih, ya. Aku yakin, Unnie bakalan dapat pacar yang lebih baik selain Kim Bum. Unnie, ‘kan, cantik, kaya, manis, baik, artis, lagi. Siapa coba, yang gak mau sama Unnie? Huh, dasar si Kim Bum itu Babo banget, ya? kok, dia mau, sih, nyia-nyiain Unnie-ku yang begitu sempurna ini? Unnie, aku janji, deh, kalau nanti aku dapat teman cowok yang pas buat Unnie, langsung aku kenalin, ya? Sudah, Unnie jangan nangis gitu, dong. Ayo senyum!!” Ji Yeon mencoba menghibur So Eun. So Eun tersenyum. “Nah, gitu, ‘kan, cantik, tuh. Kim So Eun yang tersenyum, itulah kakak kebanggaanku!” Ji Yeon tersenyum sambil mengacak pelan rambut So Eun (ini sudah jadi kebiasaan Ji Yeon ke kakaknya meski dia adik So Eun).

“Gomawo, Ji Yeon-ah. Tapi, kata-katamu aku pegang, lho! Kalau ada teman cowok yang baik, langsung kenalin ke aku, ya!? syaratnya, mesti tinggi, keren, cakep, hmm… gak boleh lebih muda dari aku!” So Eun berusaha kembali ceria untuk menutupi sakit hatinya yang begitu mendalam karena Kim Bum.

“Apa aja, deh, asal, kakakku yang cantik ini ceria seperti semula kembali,” Ji Yeon tersenyum lalu embali mengacak rambut So Eun.

“Ne. Sudah, ah! Jangan mengacak-acak rambutku! Nanti jadi kusut, dan kakakmu yang cantik ini jadi berkurang kecantikannya,” kata So Eun narsis.

“Dasar Unnie!” Ji Yeon mengacak rambut kakaknya, kali ini lebih keras sehingga rambut So Eun jadi benar-benar berantakan.

“Ji Yeon!!” So Eun melotot. Ji Yeon tertawa.

“~~~~” Handphone Ji Yeon berbunyi.

“Yoboseyo?” Ji Yeon mengangkat ponselnya. “Apa?” “Tapi, Omma, aku juga harus sekolah lagi,” “Apa gak apa-apa, Omma? Unnie baru sadar,” “Ya, sudah. Annyong!” Ji Yeonmemutuskan sambungan telponnya dengan sedikit kesal.

“Wae, Ji Yeon-ah?” Tanya So Eun.

“Omma. Dasar Ibu yang aneh. Dia katanya mau kerja lagi karena dia lupa ada meeting yang penting banget dan gak bisa ditinggalin. Dasar! Apa anak yang sedang sakit itu gak penting? Bisa ditinggalin gitu aja? Huh!” Rutuk Ji Yeon.

“Yah, bukan Omma dan Appa namanya kalau tidak ada kerja setiap hari. Benar-benar Workaholic,” kata So Eun tersenyum.

“Oh iya, kata Omma, dia takut Unnie sendirian disini, jadi, dia menyuruhku untuk ikut membawa Unnie ke sekolahku. Bagaimana?” Ujar Ji Yeon.

“Ji Yeon-ah, aku, sih, terserah saja,” kata So Eun.

“Baiklah, sekarang, segeralah ganti baju. Aku sudah membawa baju ganti Unnie di kamar. Yuk!” Kata Ji Yeon. So Eun mengangguk lalu segera berjalan mengikuti Ji Yeon.

 

*Penyakit malas author kumat lagi. Di skip aja, lah, bagian di rumah sakitnya. Bayangin aja sendiri. Jadi, ceritanya langsung nyambung di sekolahnya Ji Yeon. Oke?! J*.

 

Shinwa High School *minjem sekolah di BOF*.

 

“Unnie, karena aku gak mungkin ngajak Unnie kekelas, jadi, aku terpaksa nitip Unnie dulu. Nah, sekarang, baiknya, Unnie mau nunggu aku dimana? Taman belakang sekolah? Ruang Kesehatan? Atau Unnie aku titipin di Ruang OSIS aja, deh, aku gini-gini, juga, anak OSIS!” Ji Yeon membanggakan dirinya sendiri.

“Emm… terserah, ah!” Jawab So Eun.

“Unnie dari tadi jawabnya terserah, terserah, melulu, deh! Nanti aku titipin sama setan baru tau rasa!” Ji Yeon jengkel.

“Hehe… iya, deh! Okelah, aku mau nunggu di Taman belakang sekolah aja. Kamu, ‘kan, juga tahu, kakakmu ini paling suka sama yang namanya “TAMAN”? So, aku mau disitu aja!” Kata So Eun mantap.

“Hmm… yakin?” Ji Yeon memastikan.

“Yup!” So Eun mengacungkan 2 jempolnya.

“Ya sudah! Tapi, Unnie, aku tetap aja khawatir. Gimana pun juga, Unnie baru sadar, dan aku yakin Unnie pasti truma berat sama kejadian itu, jadi, aku akan mengirim pengawal buat Unnie! Aku punya 2 pengawal paling hebat disekolah ini! Oke?” Ji Yeon mengerlingkan sebelah matanya.

“Duh, Ji Yeon-ah! Gak perlu segitunya, kali! 1 aja udah cukup, kok!” Elak So Eun.

“Unnie… ayolah??” Ji Yeon tetap memaksa kakaknya.

“Hmm… ya sudahlah,” So Eun menyerah daripada harus membuat keributan disekolah Ji Yeon.

“Ok! Kalau gitu, aku pergi dulu! Dadah!” Pamit Ji Yeon. So Eun hanya melambaikan tangannya sambil tersenyum.

Setelah Ji Yeon benar-benar sudah pergi, So Eun menghela nafas panjang sambil berjalan ke taman belakang sekolah Shinwa.

“Ji Yeon itu aneh-aneh aja,” katanya. Dia pun mulai melamun. Tiba-tiba, bruk!! So Eun menabrak seseorang.

“AWW!!” So Eun dan orang itu berteriak bersamaan.

“Heh! Kamu punya mata?! Lihat-lihat, dong, kalau jalan! Lihat, nih! Semuanya berantakan!” Kata orang itu sambil marah-marah.

“Ya! kamu itu bukannya nolongin, malah marahin! Dasar!” Gerutu So Eun sambil berusaha berdiri. Ketika keduanya sudah kembali berdiri tegak, keduanya saling bertatapan.

“Apa lihat-lihat?!” Orang itu, yang ternyata berjenis kelamin lelaki, memperhatikan So Eun.

“Hmm… nggak, kayaknya… aku… pernah, deh, liat kamu, dimana, ya?” So Eun terus memperhatikan namja itu sambil berusaha mengingat sesuatu. Tak lama, So Eun tersenyum lebar. “Aha! Kamu itu Kim Kibum yang anggotanya super Junior itu, ‘kan? Ya! kamu pernah main iklan juga sama si Kim Bum!”

“Kau mengenalku juga. Ya, itu benar aku Artis Kim Kibum yang sangat terkenal!” Kata Kibum narsis.

“Hah! Dasar! Ya sudahlah, bersamamu lebih lama lagi, hanya membuang-buang waktuku!” Kata SoEun lalu segera berpaling menjauh dari Kibum.

“Ya! kau seenaknya saja pergi! Kau membuat tugasku jadi berantakan! Bantu aku membereskannya!” Kibum memanggil So Eun sambil membereskan buku-bukunya yang berantakan akibat tabrakan tadi.

“Kibum, begini, ya, kau, ‘kan, artis terkenal, jadi, dengan membereskan buku itu sendiri, pamormu akan naik dan kau akan dicap sebagai “Artis Paling Rajin se-Korea”. Kau mau, ‘kan, mendapatkan gelar itu?” So Eun menatap Kibum seperti menatap seorang anak TK. Dan ajaibnya, Kibum seperti tersihir oleh tatapan “innocent” So Eun. Terbukti, setelah So Eun berkata begitu, Kibum langsung membereskan buu-bukunya sambil tersenyum lebar. “Pintar… lain kali, jangan kasar sama yeoja, ya?” So Eun tertawa cekikikan sambil mengelus rambut Kibum dan langsung pergi sebelum “kekuatan sihirnya” habis.

 

Di Taman Belakang Sekolah Shinwa

 

So Eun tampak duduk tenang dibawah kerindangan pohon sambil menatap langit yang penuh awan. Dia sendiri? Tidak. 2 namja sedang berada disisinya. Namja sebelah kanannya? Seorang namja dengan perawakan gagah dan tinggi sibuk dengan bukunya. Namja sebelah kirinya? Seorang namja yang terlihat sangat berkebalikan dengan namja sebelah kanan So Eun. Siapa namanya? Yup! Kim Kibum, artis “rese” yang menabrak So Eun, dan Jung Yong Hwa, artis anggota CN Blue yang periang. Gimana bisa Kibum dan So Eun bertemu lagi? Begini ceritanya…

 

Flashback

 

So Eun sampai di Taman Belakang Shinwa High School. Senyum manis terukir di bibir mungilnya ketika mendapati angin yang menerpa rambut panjangnya.

“Inilah Surgaku!” Katanya sambil merentangkan dua tangannya dan merasakan angin menerpa tubuhnya. Kebetulan, di taman itu, sedang kosong. Tak ada seorang pun kecuali… hey! Ada 2 orang namja sedang bermain-main disitu! “Mereka siapa? Shinwa High School, ‘kan, lagi jam pelajaran. Seharusnya, semua siswa ada dikelas, dong. Eh, tapi, mereka gak pakai seragam sekolah Shinwa. Dengan kata lain, mereka bukan siswa Shinwa. Lalu? Siapa mereka?” Batin So Eun sambil memicingkan matanya sambil berusaha melihat lebih jelas 2 namja itu. akhirnya, So Eun datang ke tempat dua namja itu berada. Tapi, keanehan terjadi. “Lah? Kok, Cuma ada 1 namja? Bukannya tadi ada 2?” Hati So Eun bertanya-tanya. Memang, sekarang, hanya tersisa 1 namja yang sedang asyik membaca buku tebal. “Kemana Namja yang satunya?” Tiba-tiba…

“BAAA!!!!” Seseorang mengagetkan So Eun dari belakang.

Sontak, So Eun berteriak, ”KYAAA!!!!” Teriaknya, lebih keras dari teriakannya saat berteriak karena dikejutkan Kim Bum dulu.

“Ya! jangan berteriak terlalu nyaring begitu! Kau tahu, gendang telingaku, sangat mahal, dan tak bisa digantikan oleh apapun!” Kata namja itu. “Hi!” Lanjutnya ketika So Eun berbalik menatap dirinya.

“Kamu siapa?” So Eun bertanya was-was.

“Jangan takut, adikmu sudah menceritakan semua padaku, dan, aku akan menjadi bodyguard-mu! Choneun Jung Yong Hwa-imnida! Aku biasa dipanggil Yong atau Yong Hwa!” Kata namja itu sambil mengulurkan tanggannya. So Eun balas menjabat tangan Yong Hwa.

“Kim So Eun-imnida. Hmm… mana bodyguard yang satu lagi? Ji Yeon bilang dia akan mengirim 2 bodyguard,” So Eun celingukan.

“Kau buta? Dia ada di depanmu sekarang,” seorang namja lain, yang tak lain tak bukan adalah namja yang asyik membaca buku tebal tadi alias si rese Kibum berdiri menatap So Eun dengan tatapan datar, kembali mengatai So Eun.

“Kau?” So Eun terkejut saat menatap si pemilik suara.

“Akulah!”

“Iya aku tahu, Kamu!” So Eun menatap kesal Kibum.

“Kalau bukan karena adikmu yang meminta, aku tak akan disini sekarang!” Kibum mendengus kesal.

“Ya! kalau kau tidak rela, Sana pergi! Aku cukup ditemani Yong Hwa saja!” So Eun berbalik ke arah Yong Hwa.

“Kau mau aman atau tidak? Kau tahu, Yong Hwa saja, tak akan cukup melindungimu!” Kibum gusar.

“Hh! Ok, tapi, kau jangan rese, dong! Sudahlah! Kembali ke kegiatan masing-masing!” So Eun akhirnya mengambil keputusan. Lalu, semua berjalan normal.

 

Flashback End

 

“Ya! So Eun! Kau melamun, ya?” Yong Hwa membuyarkan lamunan So Eun.

“Apa? Aku? Tidak!” So Eun salting.

“Ok. Oh iya, So Eun, apa kau punya masalah?” Tanya Yong Hwa.

“Eh? Kenapa?”

“Iya. Dari tadi, kau terlihat murung dan wajahmu menyiratkan ada sesuatu yang membebani pikiranmu. Apa kau ada masalah? Apa masalah dengan pacarmu?” Tebak Yong Hwa.

“Eh? Emm… ya… begitulah,” kata So Eun.

“Kalu begitu, berceritalah padaku. Siapa tahu, aku bisa membantu permasalahanmu,” Yong Hwa menawarkan diri.

“Emm… kau yakin?”

“Iya! Percaya padaku!” Yong Hwa tersenyum memastikan.

“Hmm… baiklah. Begini, Yong Hwa-ssi. Aku… punya masalah dengan pacarku. Dia mempermainkan perasaan sukaku padanya, dia menciumku paksa dan berharap mau jadi pacarnya, tapi, dia talk punya perasaan apapun padaku,” kata So Eun.

“Hah? Namja seperi apa dia? Kurang ajar sekali! So Eun! Seharusnya, kau tinggalkan namja brengsek seperti dia! Lupakan dia!” Yong Hwa langsung berapi-api.

“Tapi, masalahnya, aku masih menyukainya,” kata So Eun akhirnya.

“Kau benar-benar menyukainya, maka, jangan tinggalkan dia. Pertahankan cintamu,” tiba-tiba, Kibum nyeletuk.

“Eh?” So Eun dan Yong Hwa menoleh ke arah Kibum.

“Ya. kau, ‘kan, suka padanya, masa’, hanya karena dia mempermainkanmu dengan cara seperti itu, lalu kau meninggalkannya dan membiarkan perasaan cintamu itu? kalau memang begitu mudahnya kau melupakannya, itu berarti, kau tidak benar-benar mencintainya, Kim So Eun!” Lanjut Kibum. So Eun terdiam. Apa yang dikatakan Kibum ada benarnya juga, sih. Hanya saja… “Aku pernah mengalami itu, bahkan lebih parah. Yeoja itu, yeoja yang sudah lama kusukai. Secara tiba-tiba, dia menjadikanku pacarnya. Tapi, setelah aku jadi pacarnya, dia hanya menghambur-hamburkan hartaku, memanfaatkan ketenaranku untuk dirinya sendiri, dan hal munafik lainnya! Dia tak punya perasaan cinta sedikitpun padaku. Didepanku, dia bermanis-manis, tapi dibelakangku? Sudah segudang lelaki yang dipacarinya. Malahan, mantannya itu, semuanya adalah sahabatku! Bisa kau bayangkan betapa sakit hatiku saat itu? tapi, aku tak menyerah. Aku berpikir, aku sangat menyukainya, aku tak bisa membuang perasaan sukaku yang sudah lama ada dalam hatiku begitu saja ke tong sampah. Yang aku perlukan hanyalah perjuangan. Perjuangan keras demi cintanya! Hasilnya? Dia berubah, dan benar-benar jadi pacarku sekarang. Karena itu, jangan pernah menyerah untuk cinta, Kim So Eun,” Kibum bercerita panjang lebar. So Eun tertegun. Entah kenapa, dia melihat Kibum berbeda dari biasanya. Kibum yang sekarang, terlihat lembut dan sangat keren dimata So Eun. Dan… Kibum memberikan sensasi aneh dihati So Eun.

”Ya tuhan! Apa yang terjadi  padaku?” So Eun tersadar. Ini perasaan yang dirasakannya saat melihat Kim Bum pertama kali dulu. Mungkinkah dia…

 

 

 

To Be Continued

 


Hehe… maaf, ya, pendek, bikinnya mlem-malem, nih! Oh iya, aku juga ada FF baru *padahalini sendiri baru nyampe part 2*. Gaktau dipostnya barengan ma yg ni ato gk. Pkokny, dtuggu, deh!

 

 

Buka page Question & Answer apabila ada yang ingin ditanyakan
Buka dan isi data kalian di page Mates untuk perkenalan dan berkenalan dengan mates/reader yang lain
Lihat page How To Join untuk mengetahui bagaimana cara mengirim ff
Buka Library (sequel or one shoot) untuk melihat ff yang sudah dipost
Buka http://bumssoindo.wordpress.com untuk mengetahui news terbaru dari Kim Bum dan Kim So Eun
Follow our new twitter @bumssoindo dan mention saja bila ada yang ingin kalian tanyakan (usahakan untuk tidak menanyakan masalah privasi Kim Bum dan Kim So Eun ^^) *fans Korea sangat menjaga privasi artis mereka*
Like Kim Bum dan Kim So Eun fanbase on facebook BUMSSO INDONESIA

 

P.S.: please…… no bashing, no spaming, no hotlink !! ^^

NB: JANGAN COPY-PASTE FF YANG ADA DI SINI TANPA SEIZIN AUTHOR DAN ADMIN DI SINI… APALAGI SAMPAI TIDAK MENCANTUMKAN NAMA AUTHOR DAN SUMBERNYA

Tags: ,

About bumssoindo

We are fanbase of BUMSSO (Kim Bum and Kim So Eun) from Indonesia

14 responses to “I Just Wanna Be With You Part 2”

  1. Mii-kun says :

    Hmmmmmm……akhirnya di posting juga……. ~~
    Aihhhh……aihhhhh…..ji yeon bawel yaa………..-_-” kaya emak-emak…………..
    Tp lucu siiiiihhh………. ^^
    Itu oppa Bum Bum babo akut yaah…….masa bilang kayak gitu ma eunnie……yaa iaaa lahh ditabok……… -_-” kaga ada romantis-romantisnya,,,,
    Semoga oppa Bum Bum cepet sadar laa ga boleh gituin cewek……..dan jatuh cinta beneran sama Eunnie……^^
    Ki Bum & Yong Hwa jgn macem” yaa…….Eunnie itu udah ditakdirkan dari sono nya sama oppa Kim Bum,,,

    *mianhe kepanjangan comment nya*
    Saiia tunggu part selanjutnya Eonnie….. ~~

  2. Anna says :

    Hohoho jgn2 soeun mulai jth cnt jg ma ki bum nieyyy heeemm ga papa deh bt mengobati luka hati ttpi sesaat aja ya kshn kimbum nnti!!!

  3. Yunie sipenyuka hijau says :

    Wuih jd tambh penasaran tp ki bum kog gak bgtu knal so eun ya pdahal mrka kan pernah iklan brg d CF KTF

  4. puput bumso says :

    yh soeun jngn smpe jtuh cinta ma ki bum….
    gie mn nasib kimbum yh….

  5. owni says :

    pertama baca aku masih bingung, ini ff yg mana, hheee
    tpi kren kok, kim bum oppa jhat bnget ya, masa nembak so eun onny tanpa punya perasaan, jdi pnsaran gmana klanjutannya, aplagi onny ini kya’a jtuh cntrong ma ki bum*sok tau
    lanjutkan ya

  6. Amalia'SoEul'Lova says :

    Mau dunk punya Bodyguard kayak Yong Hwa n KiBum,. Hhahahaha..
    I Like it,, I Like it,.
    Lanjoottt..

  7. enn0bum says :

    jiah . . .kimbum gy skarad gt msh aja smpet nembak n nyium paksa kse -,-
    owalah . . .yg jd bodyguardna kse tu c kibum n yonghwa tow,dh gak laku jd pnyanyi ta mrk??hahayy . . .
    Wah kibum ebat yak bisa menyadarkan pcrna yg gak bnr ntu.

  8. merli bumssoeul says :

    tidaaakkk soeun mulai suka sama ki bum , wah yang kibum bilang bener banget ..

    Kim bum kau membuat eonnieku menangis #plak , ayo soeun rebut hati kim bum .

  9. dini ramadhani says :

    hohohoho so eun mule da rasa nih ma ki bum wkwkwkk
    jiahhhhh kim bum emang babo,masa cwek secantik so eun disia2in
    2 bodyguard,1 yong hwa 1 lg ki bum yaelah enak bner si so eun punya bodyguard2 ganteng
    part selanjutnya dtunggu

  10. 라미 'Rahmi' says :

    haahaahahahaha mantep ye… baru siuman udah seheboh itu… g ketahuan sakitnya… /plakkkk

    wew.. knp soeun g dititip di rumah aku aja….

    kim bum… babo… dasar napeun namja *digebuin soeun*

    lanjut

    • 라미 'Rahmi' says :

      oh ya author… kelanjutannya kirim bulan maret aja ya.. coz mau post ff vals day dulu selama februari

  11. Viqa "yEoja Joo won" says :

    Hyaaa tega
    skli sibumpa
    pd eonnie,ckck
    so eun sm kibum
    aja klw gitu,tp
    kibum udh pux
    pacr ya,hmmm
    lanjut sj lah, ,hhe

  12. Ina BeQi Soeulmates says :

    mungkinkah diaaaaaa….. jatuh cinta lagiiiii?????
    woooowww…..
    OMOOO jangan donk,, kim bum mau dikemanain soeun??
    ckckck..
    kim bum jg nih,, klo mau nyium izin dlu,, pasti soeun ngasih..
    hahaha..
    lanjuuuuuuuutt^^

  13. rizkyapratiwi says :

    HYAAAAA….. d tunggu part selanjutnya …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: