Say OK, Baby part 1

Author : Lovely_Nindy

Main Cast: Kim Bum , Kim So Eun

Cast: All Stars

Genre: Romantic, Friendship

Type: Sequel

 

 

Part 1

 


 

Author P.o.V.

 

Malam itu, seorang yeoja cantik sedang uring-uringan sendiri di kamar rumahnya. Dia memikirkan kejadian yang baru saja dilihatnya siang tadi di Chung-Ang University , universitas tempat Kim So Eun, yeoja cantik dan pintar itu kuliah. Mau tahu apa yang dilihat So Eun tadi siang? Ayo kita flashback dulu…

 

Flashback

 

Kim So Eun atau biasa dipanggil Eunnie, yeoja pujaan para lelaki berumur 21 tahun itu sedang berjalan-jalan di koridor universitasnya bersama adik kelasnya, Go Ara. Saat mereka melewati taman sekolah, pandangan Eunnie terhenti pada wajah seorang namja tampan yang sedang duduk sendirian… bukan, ternyata ada seorang yeoja yang sedang duduk disamping namja itu.

“So Eun Unnie? Lagi lihat apa, sih?” Tanya Go Ara, namun, Eunnie tak menjawab. “Ah! Unnie lagi melihat namja… oh! Itu, ‘ kan Kim Bum Oppa! Hei! Bukankah itu Park Jin Hee? Kenapa dia ada di sini?” Go Ara menyadari sesuatu yang membuat Unnie-nya itu bengong.

“Tunggu. Siapa? Kim Bum… Oppa? Ya! Sejak kapan kau memanggil Kim Sang Bum dengan embel-embel Oppa?” Eunnie kaget.

“Hehehe… aniyo. Aku lupa cerita sama Unnie. Jadi, Kim Bum Oppa adalah anak teman Appa dan Omma. Aku sudah mengenal Kim Bum Oppa sejak bulan lalu,” kata Go Ara sambil cangar-cengir.

“MWO?! 1 BULAN, GO ARA?? OMO!! Kenapa kau gak cerita sama Unnie?!”  Eunnie makin kaget.

“Aniyo, Unnie. Mianhe. Hehe…”

“Aish! Kau ini! Eh, ngomong-ngomong, siapa yeoja yang duduk disebelah Kim Sang Bum itu? Yeojachingu-nya?” Tanya Eunnie.

“Em… mungkin. Tapi, seingatku, Kim Bum Oppa tak punya pacar,” Go Ara memegang dagunya sambil berusaha mengingat sesuatu.

“Begitu? Tapi mereka terlihat mesra sekali, ya? Seperti sepasang kekasih,”  Eunnie bergumam.

“Ya! So Eun Unnie suka Kim Bum Oppa!” Celetuk Go Ara tanpa pikir panjang lagi.

“Aish! Go Ara!” Eunnie buru-buru membekap mulut Go Ara.

“Ups! Mianhe, Unnie…”

“Go Ara!” Panggil seorang namja.

“Jagi…” Jawab Go Ara.

“Hmm? Jagi? Hah! Go Ara?! JAGI??? Go Ara, Namjachingu-mu?” Eunnie kaget.

“Ehh… nanti kujelaskan Unnie! Dadah!” Go Ara bingung dan langsung pergi meninggalkan Eunnie.

“Ya! Go Ara!” Eunnie berusaha memanggil Go Ara, tapi sia-sia. “Aish! Anak itu! Tapi, ya biarlah. Setidaknya Go Ara sudah dapat pacar pertamanya. Dia lebih baik dari aku yang sampai sekarang belum pernah berpacaran sekalipun…” Eunnie meratapi nasibnya. Karena merasa tak ada yang bisa dilakukan lagi, akhirnya dia berjalan ke kelasnya dengan langkah gontai.

 

Flashback End

 

“Ahh!! Kenapa bayangan Kim Sang Bum dan Park Jin Hee belum juga hilang dari benakku?? Aduuh!!” Eunnie mengacak-acak rambutnya.

“~~~~~” Nada Dering dari Handphone Eunnie berbunyi. Eunnie mengambil HP-nya.

“Yoboseo?” Sapanya.

“Ah. Yoboseo! So Eun Unnie? Ini aku, Go Ara! Unnie, bisa tidak keluar sebentar? Aku ada di Love Life Caffe. Ada yang mau aku bicarakan. Bisa, ‘ kan , Unnie? Pleasee…??” Suara Imut Go Ara terdengar dari HP Eunnie. Dia terdengar sangat buru-buru.

“Ha? Kok tiba-tiba? Memangnya ada apa, Go Ara?”Tanya Eunnie

“Oh, kalau itu, sih, nanti sajalah. Pokoknya Unnie kesini dulu, ya? Yaa??” Pinta Go Ara.

“Ne. Aku kesana, deh. Tunggu, mungkin 30 menit lagi aku sudah sampai. Ok, Dadah!” Pamit Eunnie.

“Hm… ada apa, ya? Ah! Mending aku langsung ke sana !” Batin Eunnie.

 

Di Love Life Caffe

 

“So Eun Unnie!! Sini, sini!!” Panggil Go Ara dari tempat duduknya.

“Go Ara!”

“Iya! Sini, deh!” Go Ara menarik tangan Eunnie. Sepertinya dia sangat tidak sabar.

“Aduh! Go Ara! Jangan menarik-narik tanganku! Ada apa, sih?” Eunnie mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Go Ara karena cengkraman Go Ara sangatlah kuat dan mematikan! Hehe… enggak, maksudnya menyakitkan.

“Ta-da!!” Go Ara mendudukkan Eunnie di tempat duduk yang telah disiapkannya dan memperlihatkan “sesuatu” di depan tempat duduk Eunnie. Seorang namja yang sudah tak asing lagi di mata Eunnie, Kim Sang Bum alias Bummie…

“Mwo??” Bummie dan Eunnie berkata berbarengan saat mereka saling melihat 1 sama lain.

“Ah, kau…” mereka kembali berkata berbarengan sambil menunjuk satu sama lain.

“Go Ara, apa maksudnya ini??” Dan ini sudah yang ketiga kalinya mereka berkata berbarengan.

“Wah, wah. Sudah kuduga, kalian ini memang cocok. Nah, Kim Bum Oppa, dia Kim So Eun Unnie yang tadi pagi Oppa lihat. So Eun Unnie, dia Kim Sang Bum Oppa yang tadi siang kita lihat. Gimana??” Go Ara tersenyum nakal.

Eunnie yang mendengarnya langsung berdiri dan berbisik di telinga Go Ara. “Go Ara! Kamu ini! Tapi, gomawo. Kamu mau mendekatkan aku dengan Kim Bum,” katanya malu-malu.

“Hahaha… sama-sama. Oh iya, aku juga ajak My Sweetheart. Jadi, bisa disimpulkan, kita ini sedang Double Date, ya? Ok, deh. Aku mau memanjakan My Sweetheart dulu. Kalian, nikmatilah momen-momen indah ini,” Go Ara menunjuk seorang namja lain. Itu adalah namja yang tadi memanggilnya di koridor. Namja itu sedang duduk di sebuah meja yang letaknya agak jauh dari meja Bummie dan Eunnie. Setelah itu, Go Ara pun pergi

“Mwo?? Double date? Ih, Go Ara apaan, sih? Bisa-bisanya dia merencanakan ini semua dengan sangat sempurna! Memangnya, aku dan Kim Bum pacaran? Tapi, kalau dilihat dari dekat, charisma Kim Bum lebih terlihat. Oh, tampannya namja ini… andaikan dia diciptakan untukku…” Batin Eunnie sambil melihat Bummie, terpesona.

“Go Ara! Kubalas kau nanti! Huh! Tapi, So Eun yang ini jauh lebih cantik dari So Eun yang sering kulihat setiap pagi. Apa benar dia So Eun yang itu? Tapi, dia seperti Bidadari Dewi yang turun dari Khayangan ke Bumi. Tuhan… terimakasih karena kau telah menciptakan yeoja secantik ini untukku…” Batin Bummie sambil terus melihat Eunnie yang tampak gelisah. Dan… mata mereka bertemu pandang!

“Ahh… hehehe… A… Annyong… aku Kim So Eun,” Eunnie mengulurkan tangannya, lalu, Bummie menjabat tangan So Eun.

“OMO!! Lembutnya tangan ini!! Aku… aku baru tahu rasanya menjabat tangan seorang yeoja cantik. Oh, sayang rasanya jika melepas tangan ini,” batin Bummie.

“Ahh!! Sulit dipercaya aku bisa menjabat tangan Kim Sang Bum yang selama ini hanya bisa kulihat dari jauh! Go Ara! Tolong akuu!!” Batin Eunnie.

“Ne, aku tahu. Kamu yeoja yang bulan lalu menang olimpiade MiPa, ‘ kan ?” Terka Bummie.

“Ah, dia mengingatku… senangnya!!” Eunnie senyum sendiri.

“Ah, iya. Em… mianhe, tapi… apa benar kamu berpacaran dengan Park Jin Hee?” Eunnie mencoba bertanya dengan sangat hati-hati karena takut dimarahi Bummie. Walau bagaimana pun juga, Bummie itu tetap saja cowok dan cowok pasti akan marah jika ada cewek yang bahkan bukan siapa-siapa dan baru dikenalnya mencampuri urusan pribadinya!

“Ah… emm… kenapa tiba-tiba bertanya?”

“Ah… a… ani, aku tak bermaksud…” Eunnie berkata terbata-bata. Matanya memerah. Dia paling takut jika dimarahin cowok.

“A… So Eun! Ja… jangan menangis! Aduh, So Eun! Bukan begitu… aku… aduuh!!” Bummie jadi bingung. Ternyata, dia juga paling takut jika melihat cewek menangis… karenanya!!

“A… mianhe. Aku gak menangis. Gak apa, kok, kalau kamu gak mau jawab.” Eunnie menghapus air matanya yang mau tumpah.

“Ne. aku akan jawab. Ya, maksudku, yang benar saja. Jin Hee Noona itu kakak kelasku dan dia lebih tua dariku. Aku tidak mungkin berpacaran dengan yeoja yang lebih tua dariku. Aku dan Jin Hee Noona itu hanya teman. Kami memang sering makan bareng kalau sedang tak ada jadwal kuliah,” jelas Bummie.

“Benarkah? Ah… untunglah…” Kata Eunnie sambil mengelus-elus dadanya.

“Eh? Waeyo?” Bummie menatap heran Eunnie.

“Hah? Oh, ani… hanya saja… entah kenapa, aku merasa lega begitu tahu kamu dan Jin Hee Sunbae tak ada hubungan macam-macam. Ah! Maaf, padahal aku ‘ kan bukan siapa-siapa kamu. Mian…” Ujar Eunnie.

“Itu tandanya, kamu menyukaiku…” Bummie tersenyum.

“Eh??”

“Haha… kamu itu lucu sekali. Polos banget! Aku suka yeoja seperti kamu!” Bummie tertawa terbahak-bahak.

“Eh? Wae? Kok kamu malah tertawa? Apanya yang lucu??” Eunnie memasang tampang lugu.

“Hahaha!!” Tingkah Eunnie itu malah semakin membuat Bummie tertawa keras.

“Kim Sang Bum!!”

“Haha… Mian… oh iya. So Eun, aku, ‘ kan , lebih tua darimu. Kau panggil aku Kim Bum Oppa, ya?!” Pinta Bummie.

“Mwo?” Eunnie kaget. “Andwe! Aku gak mau! Kesannya jadi kayak kamu lebih tua bertahun-tahun dariku. Hmm… ah! Gimana kalau Kim Bum Sunbae?” Usul Eunnie.

“Andwe!! Umur kita, ‘ kan , sama, Cuma berbeda bulan. Lagipula, aku bukan seniormu. Hmm… oh! bagaimana jika kau panggil aku Bummie? Bagus juga, ‘ kan ? Yah, walaupun kesannya kayak baru pertama kali, gitu. Tapi, gak apa-apa, ‘ kan ?” Bummie meminta pendapat Eunnie.

“Ne! bagus juga, Bummie! Ah, tapi… aku gak mau hanya aku saja yang memanggilmu Bummie, biar impas, kamu juga panggil aku Eunnie, ya?” Eunnie yang tak mau kalah juga meminta Bummie memanggilnya Eunnie.

“Lah? Kok gitu, sih? Memangnya, kau lebih tua dariku?” Bummie seperti tak setuju.

“Aniyo. Ok, kalau kau tak mau, otomatis, aku juga gak mau dan gak akan memanggilmu Bummie. Araso?” Ancam Eunnie sambil memalingkan wajah tanda ngambek.

“Ya, kau jangan ngambek! Ya, deh! Aku menyerah! Aku panggil kau Eunnie asalkan kau juga panggil aku Bummie! Deal?” Bummie mengulurkan tangannya, meminta persetujuan.

Eunnie langsung berbalik tersenyum, lalu menjabat  tangan Bummie, “Deal, Bummie!”

Bummie tersenyum, “Deal juga, Eunnie!” Balasnya. ”Eh, Si Go Ara lagi asyik sendiri sama Sweetheart-nya itu! Lihat!” Bummie menunjuk kea rah Go Ara yang juga sedang tertawa-tawa dengan pacarnya.

“Wah! Mereka mesra sekali!! Pasangan yang lucu!” Komentar Eunnie.

“Kita juga bisa seperti mereka,” ujar Bummie tiba-tiba. Ucapannya itu membuat Jantung dan hati Eunnie berdegup kencang! Kira-kira, seperti ini, nih bunyi detak jantungnya; Dag, Dig, Dug, DEEERRR!!

“Mwo? Maksudnya?” Eunnie menoleh kea rah Bummie.

“Eunnie, ikut aku sebentar!” Bummie menarik tangan Eunnie.

“Eh? Kemana?” Tanya Eunnie kebingungan.

“Ke atap!” Jawab Bummie singkat.

 

Di Atap

 

“Waa!! Aku tak pernah tahu ada tempat seindah ini di Korea !! Ah, Bummie! Gomawo! Waa! Bintang-bintangnya cantik sekali!” Eunnie terkaget-kaget ketika sampai di atap kafe.

“Eunnie, aku mau bicara serius dengan kamu,” kata Bummie.

“Eh? Bicara apa?”

“Eunnie…” Bummie memegang kedua tangan Eunnie lalu meletakkannya di dada Bummie sehingga Eunnie bisa merasakan detak jantung Bummie.

“Eh… Bu… Bummie…?” Eunnie salting.

“Kamu rasakan ini? Ini… inilah hatiku, ini detak jantungku yang aku rasakan saat bersamamu,” ungkap Bummie sambil menatap tajam mata Eunnie.

“Bummie…” Eunnie tidak mengerti.

“Eunnie, kamu sudah tahu apa yang akan aku katakan?” Tanya Bummie.

“Kamu… menyukaiku?” Eunnie menerka dengan sangat hati-hati. Salah-salah, nanti dia dikira ke-GR-an, lagi.

“Benar. Aku menyukaimu sejak pertama kali kita bertemu. Kamu tahu itu kapan?” Tanya Bummie sambil menatap dalam mata Eunnie.

“1 jam yang lalu?” Tebak Eunnie, dia juga balik menatap mata Eunnie. “Mata itu… kenapa aku merasa kenal dengan mata itu?” Batinnya. Semakin dilihatnya mata sipit Bummie. “Ah! Apa mungkin Bummie… gak mungkin!” Eunnie buru-buru menggeleng-gelengkan kepalanya. “Gak mungkin dia… tapi… matanya memang sangat mirip…” Pikir Eunnie lagi.

“Kamu salah. Kamu ingat? Pohon, buku, lukisan? Namja?” Bummie berusaha mengingatkan Eunnie pada sesuatu.

“A… ah!! Ternyata memang kamu! Jadi… jadi kamu namja itu? Kamu namja yang waktu itu menabrakku di dekat pohon yang sempat menjadi pembicaraan kita dan kamu tertidur lalu dengan diam-diam aku melukismu dan… lukisan itu kujadikan jimatku dan aku memfoto copy-kannya dan kutaruh di buku note-mu? Itu kamu??!!”

“Yup! Itulah aku! Kamu mungkin tak mengenalku karena aku sangat berbeda dari yang waktu kita pertama bertemu, ‘ kan ?” Terka Bummie.

“Siapa bilang?” Bummie menatap dalam mata Bummie.

“Eh? Jadi kau mengenalku?” Bummie kaget.

“E-heh… matamu… mata indah yang membuatku tergila-gila padamu,” Eunnie menarik wajah Bummie hingga jarak wajahnya dan Sang Bum hanya berjarak sekitar 5 cm. Lalu… mereka berciuman… berciuman di tengah indahnya bintang-bintang…

Setelah selesai berciuman, Bummie mengatakan “kata-kata” yang sedari tadi ditunggu Eunnie, “Would you be my girl?” Tanyanya. “Say OK, Baby…”

Eunnie tersenyum, “OK,” jawabnya. Mereka pun berpelukan dan kembali berciuman.

 

 

Keesokan harinya…

 

“Huahhmm!! Ahh… tidurku enak sekali!! Ah!” Eunnie melihat keluar kamarnya, ke balkon kamarnya dengan mata yang masih setengah terpejam. Betapa terkejutnya dia melihat sesosok namja yang sedang berdiri di depan rumahnya bukanlah Go Ara tapi…

“Jagiya!! Cepatlah turun! Aku sudah lama berdiri disini!!” Sapa namja itu yang tak lain tak bukan adalah… Kim Sang Bum!!

“Hah? Jagi? Jadi… pertemuan itu, pernyataan cinta itu, ciuman itu!! Jadi semua itu kenyataan?? Aaahhh!! Seseorang… cubit aku! Bangunkan aku dari mimpi ini… ah, tidak! Jika ini mimpi, biarkanlah aku tetap tertidur dan terus berada dalam dunia mimpi ini! Eh, tapi… perasaan, kemarin malam aku sudah bermimpi. Berarti… ini semua bukan mimpi, dong??!! Aduuh!!” Eunnie mengusap matanya, mungkin, dia salah lihat, atau itu hanya halusinasi karena terlalu banyak memikirkan Bummie, tapi, penglihatannya tetap sama, Eunnie pun menjedukkan kepalanya sendiri di dinding. Tapi, dia sadar bahwa ini hanya perbuatan bodoh, akhirnya, dia pun segera mandi dan bersiap ke sekolah.

“Jagi! Kau ini lama sekali! Aku sudah ada disini sejak jam enam tadi, tahu!” Bummie menjitak kepala Eunnie.

“Ah, Mian… ehm… jagi??” Eunnie mengulang perkataan Bummie sambil mengusap-usap kepalanya yang dijitak Bummie.

“Loh? Kamu ini gimana? Kita sekarang adalah sepasang kekasih! Wajar, dong, kalau kamu aku panggil jagi? Yah, aku akan tetap memanggil namamu Eunnie dan kau juga akan tetap memanggilku dengan nama Bummie,” Bummie berkata tanpa perasaan aneh secuil pun.

“Ah, tapi… ini bukan mimpi, ‘ kan ? Maksudku… pertemuan semalam itu, lalu pernyataan suka, dan… kiss…” Eunnie mencoba menyadarkan dirinya.

“Apa perlu bukti?” Bummie dengan cepat mengecup bibir tipis Eunnie yang membuat Eunnie bengong. “Apakah rasanya sama?” Tanya Bummie setelah mencium Eunnie.

Eunnie mengangguk. “Sama! Sama sekali! Jadi… kau dan aku…” Eunnie menyentuh bibirnya pelan. Dia merasakan bibirnya basah karena ciumannya dengan Bummie.

“Pacaran. Kau adalah yeojachingu-ku dan aku adalah namjachingu-mu. Araso?” Bummie mengacak pelan rambut Eunnie yang sekarang telah jadi kekasihnya itu.

Eunnie mengangguk cepat. Dia masih belum mempercayai apa telah terjadi! “Ne. Tapi…”

“Tak ada tapi-tapian. Sekarang, ayo masuk mobil!” Perintah Bummie dan langsung menarik paksa tangan Eunnie.

“Hei! Hentikan kebiasaanmu menarik tangan yeoja sembarangan!” Eunnie melepaskan tangannya.

“Ah, oh, Mian. Ya sudah, sekarang, cepat naik! Kalau tidak, kutarik lagi tanganmu!” Ancam Bummie sambil membukakan pintu untuk Eunnie.

“Huh!” Dengan perasaan jengkel, akhirnya Eunnie menurut.

 

Di mobil

 

“Bummie, anu… apa “Bumers”-mu tidak akan marah kalau tahu kau dan aku pacaran?” Tanya Eunnie ragu. “Bumers” adalah sebuah fans klub yang terdiri dari fans-fans Bummie di Universitasnya.

“Bumers? Oh, itu, sih, gampang. Tenang aja, sebagai pacar, aku akan melindungimu sekuat tenaga,” kata Bummie sambil tersenyum.

“Gomawo,” Eunnie berkata pelan.

 

Di Chung-Ang University

 

“Eunnie, aku pergi, ya? Kamu hati-hati!” Pamit Eunnie pada Bummie. Sebelum pergi, Bummie mengecup pelan dahi Eunnie mesra. Lalu, mereka pun berpisah.

Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang sedari tadi mengawasi tingkah laku Eunnie dan Bummie, Park Jin Hee…

“So Eun Unnie!” Panggil seseorang.

“Hei! Go Ara!” Eunnie balik menyapa orang itu yang ternyata adalah Go Ara.

“Ah, So Eun Unnie, aku lihat, lho!”

“Mwo? Lihat apa?” Eunnie bingung.

“Alah! Jangan pura-pura gak tahu, deh! “Would you be my girl? Say OK, Baby,” dan juga… kiss… owhh… so sweet…” Go Ara memasang gaya lebay.

“Mwo?? Go Ara! Jadi… kamu lihat?” Eunnie kaget.

“Ne. aku lihat semuanya. Selamat, ya, Unnie! Sekarang sudah jadi pacar Kim Sang Bum, namja paling popular di sekolah! Ah, kalian itu memang perfect couple. Namja-nya cakep, pintar, popular, yeoja-nya juga sama! Aduuh!! Aku iri deh, sama kalian! Ah! Unnie, mau lihat, tidak?” Go Ara mengambil kamera digitalnya dari dalam tas sekolahnya. Dia sengaja membawanya hari ini.

“Lihat apa lagi?” Eunnie bingung.

“Itu, tuh… foto kalian berdua… kiss??” Go Ara membentuk jarinya menjadi seperti 2 orang yang sedang berciuman sambil tersenyum jahil.

“Aish! Kau ini. Ternyata kau memfotonya? Aduh… gimana kalau fotonya tersebar ke orang lain? Bisa-bisa, aku mati karena dihajar para Bumers!” Eunnie memasang tampang panik.

“Annyong haseyo, So Eun-ah!” Sapa seseorang dari belakang Go Ara dan Eunnie.

“A… ah! A… annyeong! Engg… Park Jin Hee Sunbae! W… waeyo?” Eunnie gugup.

“Kenapa? Kau gugup begitu? Tidak, aku hanya kebetulan melihatmu dan Kim Bum-ah tadi. Oh iya… kau dan Kim Bum-ah ada hubungan apa?” Tanya Jin Hee sambil terus tersenyum ramah yang agak dibuat-buat.

“Ah, nng… ka… kami…” Eunnie tambah gugup.

“Kami sekarang pacaran, Jin Hee Noona! Benar, ‘ kan , jagi?” Tiba-tiba, seorang namja memeluk Eunnie dari belakang dan itu adalah… Kim Sang Bum…

“Bummie!”

“Kim Bum-ah!”

“Kim Bum Oppa!”

Ketiganya berkata dengan panggilan yang berbeda.

“Hi!” Sapa ramah Bummie.

“Tunggu, Kim Bum-ah! Kamu bilang tadi apa? Kamu dan dia… pacaran? Benar? Atau… aku Cuma salah dengar?” Jin Hee mulai khawatir. Dia berharap, pendengarannya memang salah.

“Ne. Noona tak salah dengar, kok. Aku dan Eunnie sekarang resmi berpacaran! Berita bagus, ‘ kan ?!” Bummie berkata tanpa menyadari wajah marah Jin Hee.

“W… MWO??” Jin Hee sangat terkejut.

Suara Bummie yang terlalu besar ternyata didengar oleh para mahasiswa di situ.

“BERITA BESAR!! KIM SANG BUM, NAMJA PALING POPULER TERNYATA TELAH RESMI BERPACARAN DENGAN KIM SO EUN, SEORANG YEOJA YANG JUGA SANGAT POPLER DI CHUNG-AH UNIVERSITY!!!” Teriak seseorang yang disambut dengan teriakan histeris yeoja-yeoja tepatnya para Bumers disekitar mereka.

“Kyaa!! My Kim Bum!!!”

“Aku tidak rela!!”

“So Eun, kembalikan Kim Sang Bum kami!!” Teriak beberapa anak disitu.

“Aduuh… bagaimana ini?? Bummie, kamu sih, pakai teriak-teriak segala! ‘ Kan , gini, nih, akibatnya!” Eunnie mendengus kesal.

“Mianhe, Jagi… refleks…” Bummie hanya bersiul tanpa merasa bersalah secuilpun.

“Ka… kapan kalian mulai jadi sepasang kekasih?” Jin Hee belum puas.

“Kemarin malam,” Jawab Bummie santai.

“Se… secepat itukah?” Jin Hee sudah mulai memerah saking marahnya.

“Yup!” Bummie mengacungkan kedua jempolnya sambil tersenyum, senyum percaya diri.

“Ouwh…” Jin Hee shock dan… pingsan!!

“Jin Hee Noona!” Bummie terkejut.

“Jin Hee Sunbae!” Eunnie juga.

“Jin Hee-ah!” Teriak beberapa teman sekelasnya.

“Park Jin Hee pingsan! Panggil Tim Dokter!!” Go Ara panic.

Akhirnya, Jin Hee dibawa ke ruang kesehatan sambil menunggu ambulans dan tim dokter.

 

Di Ruang Kesehatan

 

“Bummie… bagaimana ini? Ini semua gara-gara kita juga. Dia, ‘ kan , pingsan karena tau kita pacaran,” Eunnie terlihat sangat khawatir.

“Jagi? Maksudmu, lebih baik kita… putus?” Bummie bertanya ragu.

“Hhhh… mungkin sebaiknya begitu…” Eunnie menghela nafas panjang.

“Nggak!! Jagi, kamu pacar pertamaku, cinta pertamaku. Aku sangat menyayangi kamu! Lebih dari apapun, jagi!! Pokoknya, aku gak akan melepas kamu, aku gak akan membiarkan hubungan kita rusak!! Aku sudah terlanjur suka sama kamu sejak pertemuan pertama kita, gak mudah untuk menghapusnya lagi!! kamu harus mengerti itu, jagi! Aku akan tetap bersamamu bagaimanapun keadaannya!! aku akan tetap jadi pendampingmu hingga kita berdua gak ada lagi di dunia ini. Itulah janjiku. Aku ingin kamu tahu, seberapa besar cinta aku sama kamu, jagi. Jadi, tolong, jangan hapus cinta aku sama kamu. Pokoknya, aku gak mau dan gak akan memutuskan hubungan kita! Araso?” Bummie memegang erat kedua tangan Eunnie sambil berkata tulus, sangat tulus.

“Ah… berhenti berkata seindah itu didepanku. Kau tahu, aku yang seperti ini sangatlah tak pantas untukmu. Kurasa, kau memang lebih cocok bersama Jin Hee Sunbae. Dia sangat cantik dan pintar. Dia juga…”

“Shh… Berhenti memuji wanita lain didepanku selain kamu. Jagi, jangan menutupi perasaanmu. Kamu sebetulnya tak mau hubungan kita berakhir hanya sampai disini, ‘ kan ? Sebetulnya, kamu mencintaiku, dan kamu pun tak rela jika aku dengan Jin Hee Noona, ‘ kan ?” Bummie menutup mulut Eunnie dengan telunjuknya sebelum Eunnie melanjutkan perkataannya.

“Aku… aku tidak apa-apa jika kau mau bersama Jin Hee Sunbae. S… silakan saja,” Eunnie berkata ragu.

“Kiss…” Bummie berkata perlahan.

“Mwo?” Eunnie bingung.

“Jika kau memang tidak apa-apa aku bersama Jin Hee Noona, aku akan mencium Jin Hee Noona,” Katanya.

“Wae? Kenapa pakai kiss segala?” Eunnie semakin bingung sekaligus kaget.

“Waeyo? Cemburu? Bukankah, kau tadi bilang tak apa-apa? Kau mau tahu alasannya? Karena, legenda berkata, jika seorang pangeran mencium putri yang sedang pingsan, maka putri itu akan bangun. Lagipula… dari dulu aku juga ingin sekali merasakan bibir lembut dan sexy milik Jin Hee Noona. So, gak masalah, ‘ kan ? Aku toh, sudah dapat izin dari kamu,” Bummie mulai memancing Eunnie dan memulai aktingnya.

“Ta… tapi, aku ‘ kan belum bilang kamu boleh mencium Jin Hee Sunbae? Kita juga belum putus, ‘ kan ? Lagipula itu hanya legenda,” Eunnie khawatir, dikiranya, Bummie memang benar-benar akan mencium Jin Hee.

“Wae?? Kamu benar-benar cemburu? Kamu benar-benar tidak rela kalau aku mencium Jin Hee Noona? Iya?” Bummie tersenyum jahil.

Eunnie merasa dipermainkan, “Ti… tidak. Ya… silakan, silakan saja kamu mencium Jin Hee Sunbae. Aku mau keluar! Permisi!” Katanya dengan nada kesal, tapi… sebetulnya, dia sangat-sangat khawatir. Maka, diputuskannya untuk berpura-pura keluar dan mengintip dari balik pintu saja.

Tapi, ternyata, pikiran Eunnie telah jelas terbaca oleh Bummie. Dia merasa, Eunnie masih ada di sekitarnya. Maka, Bummie pun merencanakan untuk berpura-pura mencium Jin Hee saja.

Eunnie terkesiap ketika dia melihat Bummie benar-benar akan mencium Jin Hee. Akhirnya, tanpa dia sadari… “Jangann!!” Teriaknya. Bummie menoleh.

“Eh?? Kamu belum keluar? Huh, mengganggu saja! Padahal, tadi sedikit lagi, bibirku akan menyatu dengan…” Belum sempat Bummie menyelesaikan omongannya, Eunnie sudah duluan memeluknya, memeluknya dengan sangat erat!

“Jangan! Jangan lakukan itu selain denganku! Kamu gak boleh mencium wanita lain selain aku! Aku sangat menyukaimu! Aku gak rela dan aku gak mau kamu berciuman dan bermesraan dengan wanita lain selain aku! Tetaplah bersamaku,” katanya sambil terisak.

Bummie tersenyum dan balas memeluk Eunnie, “Tentu saja. Aku gak akan melakukan itu selain padamu, Jagi,” katanya mesra sambil mencoba mencium bibir Eunnie.

Tanpa mereka sadari, Jin Hee yang ternyata telah terbangun sedari tadi, mendengar semuanya dan mulai memendam rasa benci pada Eunnie karena sebetulnya, dia juga sangatlah mencintai Bummie sejak dia mulai mengenal Bummie (karena takut cintanya tak terbalas, dia selalu memendam perasaannya tanpa berani mengatakannya).

“Ehem… Permisi, Tim Dokter sudah datang!” Sapa seseorang dari luar pintu. Ternyata dia melihat adegan pelukan itu.

“Ah, iya!” Sahut Bummie yang tadi ingin mencium Eunnie. Dia buru-buru membuka pintu Ruang Kesehatan dengan wajah merah merona karena kesal ada yang mengganggu adegan romantisnya sekaligus malu pada Eunnie juga orang dan Dokter Lee yang kebetulan melihat (salting ceritanya).

“Annyong Haseyo!” Sapa Dokter Lee ramah. Dia cekikikan kecil melihat wajah Bummie yang merah padam.

“Annyong. Ah, ini pasiennya!” Bummie buru-buru membawa Dokter Lee kea rah Jin Hee yang terbaring lemah di kasur sekolah.

“Siapa namanya?” Tanya Dokter Lee sambil memeriksa keadaan tubuh Jin Hee yang kembali pingsan lagi.

“Park Jin Hee,” jawab Bummie.

“Kenapa dia pingsan?” Tanya Dokter Lee lagi. Bummie dan Eunnie saling berpandangan, bingung. Bagaimana menjawabnya? Apakah harus bilang bahwa Jin Hee pingsan setelah mendengar Bummie dan Eunnie pacaran?

“Ah… itu…” Eunnie berusaha membantu, tapi yang ada, dia malah gelagapan sendiri.

“Tak apa, kalau kau tak mau jawab. Dia sepertinya agak sedikit bermasalah di batinnya. Saya takut, otaknya akan terganggu juga. Saya sarankan, Nona Jin Hee dirawat inap saja di rumah sakit,” kata Dokter Lee setelah selesai memeriksa keadaan tubuh Jin Hee.

“Ah, bagaimana baiknya saja. Tapi… saya belum meminta persetujuan dari keluarganya,” Bummie berkata perlahan.

“Lho? Jadi anda bukan keluarganya?” Dokter Lee bingung.

“Aniyo. Saya hanya sahabat dan adik kelasnya saja,” Bummie terlihat sangat menyesal.

“Apakah anda mengenal salah satu keluarganya?” Tanya Dokter Lee lagi. Bummie hanya menggeleng sedih.

“Ah! Saya kenal adik perempuannya yang juga sekolah disini! Akan segera saya hubungi!” Celetuk Eunnie tiba-tiba. Dokter Lee dan Bummie menoleh kea rah Eunnie.

“Jeongmal?” Bummie memastikan. Mungkin dia salah dengar.

“ Ne. Namanya Park Shin Hye. Dia satu kelas dengan Go Ara, adik kelasku,” Eunnie mengiyakan dengan pasti.

“Bagus! Segera hubungi dia!” Perintah Dokter Lee.

“Baik!” Dengan cepat, Eunnie mengambil tasnya dan mengaduk-aduk isinya, mencari Handphone-nya. Setelah menemukan Handphone-nya, dia mulai mengutak-atik handphone itu, mencari nomor Shin Hye. “Dapat!” Katanya girang setelah menemukan nama “Park Shin Hye” di Handphone bagian kontaknya. Dia langsung memencet tombol “Call” di Handphone-nya dan mengarahkan Handphone itu ke telinganya.

“Tuut… tuut… tuut…” Suara sambungan terdengar.

“Nyambung!” Eunnie berteriak kegirangan sambil tersenyum lebar.

“Yoboseo?” Sapa seorang perempuan di seberang sana .

“Yoboseo! Park Shin Hye?” Eunnie memastikan bahwa yang ditelponnya itu benar Shin Hye.

“Ne. ini dengan siapa, ya?” Shin Hye mengiyakan sambil bertanya karena tidak mengenal nomor yang memanggilnya.

“Kim So Eun! Aish! Kau tidak ingat suaraku?” Eunnie terlihat kesal.

“Ah! So Eun Unnie! Mianhe, Unnie. Ada apa, Unnie? Tumben Unnie menelponku,” Shin Hye mulai tersenyum saat mengetahui siapa orang yang menelponnya.

“Anu, kau ini adiknya Park Jin Hee Sunbae, iya, ‘ kan ?” Eunnie juga memastikan apakah data yang diterimanya benar.

“Ne. Lho? Bagaimana Unnie tahu?” Shin Hye bingung.

“Itu tak penting sekarang. Yang penting, kau memang benar-benar adiknya Jin Hee Sunbae. Shin Hye, kau dimana sekarang?” Tanya Eunnie.

“Di Kampus, lah! Memang kenapa, sih, Unnie? Ada masalah apa?” Shin Hye penasaran.

“Bagus! Shin Hye, cepatlah kau pergi ke Ruang Kesehatan Kampus! Dongsaeng-mu, Jin Hee Sunbae pingsan!” Eunnie mengabarkan peristiwa pingsannya Jin Hee.

“MWO?!!” Shin Hye shock. “Ne… ne… aku akan segera kesana! Tunggu aku!” Kata Shin Hye panic.

“Pasti! Kuharap kau cepat! Annyong!!” Pamit Eunnie.

“Annyong!” Jawab Shin Hye. Sesudah itu, telpon terputus.

“Apa katanya?” Bummie penasaran.

“Dia akan segera kesini secepat mungkin,” Jelas Eunnie sambil mengatupkan kedua tangannya, berdo’a.

“Begitukah? Baguslah,” Dokter Lee mengelus dadanya lega.

 

5 menit kemudian

 

BRAKK!! Pintu Ruang Kesehatan dibuka keras.

“Unnie!!” Seseorang berteriak di depan pintu lalu langsung berlari menuju ranjang tempat tidur sambil memeluk Jin Hee, Park Shin Hye.

“Shin Hye!” Eunnie terkesiap.

“Eh?” Bummie bingung sambil menatap aneh Shin Hye. Meskipun dia telah lama kenal dengan Jin Hee, dikarenakan Jin Hee sangat tertutup, Bummie jadi tak tahu-menahu tentang keluarga Jin Hee termasuk adik Jin Hee sendiri yang ternyata sangat dekat dengan Jin Hee dan bersekolah di Universitas yang sama seperti Bummie dan Eunnie!

“Dia Park Shin Hye, adik Jin Hee Unnie. Dia lebih muda dari kita, seumuran juga sama Go Ara,” jelas Eunnie yang melihat wajah bingung kekasihnya sambil tersenyum.

“Oh…” Bummie hanya ber-o panjang.

“Dokter, kakak saya kenapa? Kok bisa gini keadaannya?” Shin Hye begitu panic dan khawatir sampai menangis terisak.

“Dia hanya mengalami shock ringan dan pingsan. Tapi, ada sedikit masalah dengan batinnya, terutama hatinya. Saya menyarankan, agar Nona Jin Hee dirawat inap di rumah sakit, karena sakit hatinya itu terlihat sangat dalam dan bisa saja mempengaruhi otaknya. Jadi, untuk beberapa hari ini. Dia terpaksa harus di-opname di rumah sakit. Saya hanya meminta persetujuan anda saja,” terang Dokter Lee.

“Baik! Lakukan saja yang terbaik Dokter!” Shin Hye mengangguk mantap.

“Baik. Saya akan segera memanggil tim ambulans. Jika anda ingin menungguinya di ambulans, tidak apa, tapi, hanya satu orang saja. Baiklah, tunggu sebentar,” Dokter Lee keluar dari Ruang Kesehatan.

“Shin Hye!” Eunnie langsung menghampiri Shin Hye dan mengusap bahunya, menenangkan Shin Hye. “Dia hanya pingsan. Kau tak perlu sepanik itu. Dia pasti akan baik-baik saja,” Eunnie terus menenangkan Shin Hye, tapi, Shin Hye tetap menangis.

“Mana bisa aku tenang! Jin Hee Unnie itu…” Perkataan Shin Hye tertahan.

“Jin Hee Noona kenapa?” Ulang Bummie.

“Jin Hee Unnie itu…” Shin Hye terlihat agak ragu untuk mengatakan perkataan selanjutnya.

“Jin Hee Sunbae kenapa memangnya, Shin Hye? Kamu mau, ‘ kan , cerita sama kita?” Bujuk Eunnie.

“Baiklah. Tapi… sebaiknya jangan disini,” Shin Hye mengangguk dan mengajak Eunnie dan Bummie ke belakang Ruang Kesehatan.

“ Ada apa dengan Jin Hee Unnie, Shin Hye?” Ulang Bummie, penasaran.

“Iya. Kenapa? Sepertinya serius sekali,” Eunnie pun ikut penasaran.

“So Eun Unnie, Kim Bum Oppa, Jin Hee Unnie itu… dari kecil…” Perkataan Shin Hye terputus. Dia menarik nafas panjang sebentar.

“ Ada apa?” Bummie dan Eunnie berkata bersamaan saking tak sabarnya.

“Dia mempunyai penyakit kanker darah alias Leukimia sejak berumur 30 tahun. Hanya aku, Omma, dan Appa yang tahu tentang ini,” Shin Hye mengecilkan suaranya saat menyebutkan kata “Leukimia”. Shin Hye kembali menangis mengingat hal itu. Dia tahu, kakaknya akan meninggal dalam waktu dekat ini.

“OMO!!! MWO??!!!” Eunnie nyaris pingsan saat mengetahuinya, sementara Bummie shock dan hampir ingin menangis, tapi, ditahannya sekuat tenaga agar tak menangis.

“Tapi… dia… Jin Hee… Jin Hee Noona… dia selalu ceria, dia… tak pernah… aku… Jin Hee… Argghh!!” Bummie mengacak rambutnya. Dia sama sekali tak menyangka, dibalik semua keceriaan dan ketenangan Jin Hee, dia bisa memiliki penyakit Leukimia.

“Jin Hee Sunbae…” Eunnie mematung. Ternyata, dibalik kesempurnaan Jin Hee, dia memiliki penyakit Leukimia.

“Aku… sangat sedih mengingat saudaraku satu-satunya itu akan pergi. Dia masih bertahan hidup selama 2 tahun ini saja, aku sangat bersyukur. Itu adalah sebuah keajaiban!! Tapi… aku tahu, batas hidupnya mungkin memang hanya 2 tahun ini. Dan lagi, Jin Hee Noona… Tuhan, apa Leukimia saja belum cukup untuk kakakku?” Shin Hye menangis. Air matanya bercucuran deras.

“Apa maksudmu, Penyakit Leukimia saja belum cukup untuk Jin Hee Noona?” Tanya Bummie.

“Jin Hee Unnie juga memiliki penyakit Jantung. Dan dia juga tak tahu tentang ini,” jawab Shin Hye sedih. Eunnie benar-benar pingsan kali ini, dan Bummie benar-benar menangis shock mendengarnya.

“Kenapa kau tak memberitahunya?! Mungkin itu akan lebih baik daripada melihatnya menderita seperti ini!!” Bummie marah besar. Dia sudah tak dapat algi menahan dan membendung amarah dan kesedihannya.

“Kami ingin memberitahunya. Kami Cuma takut, Jin Hee Unnie akan tambah parah setelahnya. Itu sebabnya, kami menyerahkan Jin Hee Unnie pada Kim Bum Oppa dengan tujuan menjaganya. Jin Hee Unnie… dia tak tahu tentang 2 penyakit berbahaya ini saja, dia tetap berusaha semangat. Setiap malam, dia menangis. Saat menyisir rambut, rambutnya pun banyak sekali yang rontok. Saat makan, dia tak mau dan malah sering muntah. Wajah kulitnya pun tambah pucat seiring berjalannya waktu. Bisa, ‘ kan , kalian ngebayangin? Apa dampaknya jika kami beritahu dia tentang penyakit ini! Dia akan tambah parah dan… aku tak mau dia pergi meninggalkanku! Dengan tujuan itulah, kami berusaha menjaga tentang 2 penyakit ini dari Jin Hee Unnie!! Aku sangat menyayanginya!! Perasaan sayang seorang adik pada kakak satu-satunya yang paling disayanginya. Kalian bisa ngerti itu, ‘ kan ?! Sudahlah, apa guna aku berbicara tentang ini pada kalian. Toh, kalian juga pasti tak akan memahami dan mengerti bagaimana peraaanku saat melihat Jin Hee Unnie terbaring lemah di kasur tanpa bisa berbuat apa-apa, berusaha melawan penyakit-penyakitnya itu! Kalian tahu, kenapa aku begitu panic dan khawatir pada kakakku sehingga aku diejek “Orang yang mencintai kakaknya sendiri yang juga sesama perempuan!”? Tahu? Karena aku sayang kakakku! Aku gak akan ngebiarin kakakku pergi! Sekali pingsan, dia bisa saja tak bisa membuka matanya kembali untuk selamanya!! Karena itulah, aku berusaha menjaga Jin Hee Unnie!!” Perasaan Shin Hye meluap. Matanya berkaca-kaca. Bummie terenyak. Dia sangat tersentuh dengan kasih sayang yang diberikan Shin Hye kepada kakaknya.

“Aku… sangat terharu, Shin Hye…” Suara lemah seorang perempuan terdengar. Shin Hye terkejut ketika mengetahui siapa orang itu… Park Jin Hee…

 

 

 

To Be Continued…

 

 

 

Nah, bagaimana kelanjutannya? Apa reaksi Jin Hee setelah mengetahui penyakitnya? Bagaimana hubungan Eunnie dan Bummie? Apakah mereka bakal break karena Jin Hee suka Bummie dan berusaha menghalangi cinta mereka ataukah malah sebaliknya? Apakah yang harus dilakukan Bummie? Memilih Eunnie atau Jin Hee? Hmm… karena author-nya baik, dikasih bocoran tentang pemunculan karakter lain di part 2, deh. Jadi, di part 2 nanti, akan muncul tokoh lain, yaitu, seorang yeoja yang menyukai Bummie bernama YoonA (tahu, ‘ kan , yang salah satu personil SNSD?) juga  seorang namja yang juga menyukai Eunnie bernama Kim Kibum (yang ini, siapa yang tak tahu. Salah satu namja popular dan terkenal anggota SuJu). Dan, karakter seorang namja 32 tahun yang menyukai Jin Hee bernama Jin Yi Han. Penasaran? Baca ceritanya sampai habis! Part 2-nya gak kalah seru, lho! Ditunggu, ya!!

 

 

Buka page Question & Answer apabila ada yang ingin ditanyakan
Buka dan isi data kalian di page Mates untuk perkenalan dan berkenalan dengan mates/reader yang lain
Lihat page How To Join untuk mengetahui bagaimana cara mengirim ff
Buka Library (sequel or one shoot) untuk melihat ff yang sudah dipost
Buka http://bumssoindo.wordpress.com untuk mengetahui news terbaru dari Kim Bum dan Kim So Eun
Follow our new twitter @bumssoindo dan mention saja bila ada yang ingin kalian tanyakan (usahakan untuk tidak menanyakan masalah privasi Kim Bum dan Kim So Eun ^^) *fans Korea sangat menjaga privasi artis mereka*
Like Kim Bum dan Kim So Eun fanbase on facebook BUMSSO INDONESIA

 

P.S.: please…… no bashing, no spaming, no hotlink !! ^^

NB: JANGAN COPY-PASTE FF YANG ADA DI SINI TANPA SEIZIN AUTHOR DAN ADMIN DI SINI… APALAGI SAMPAI TIDAK MENCANTUMKAN NAMA AUTHOR DAN SUMBERNYA

Tags: ,

About bumssoindo

We are fanbase of BUMSSO (Kim Bum and Kim So Eun) from Indonesia

22 responses to “Say OK, Baby part 1”

  1. laras says :

    Keren bgt crita nya..
    bummie ttp ama eunni dong..
    jgn ama tante jin hee…
    yaya :p

  2. Mii-kun says :

    Aihhhhh……aihhhh…..seruuuuu……… ~~
    Semoga tente Jin Hee sama om Jin Yi Han aja……..hohoho……cucok tuhhh…….
    Jgn ada yg berani ganggu Bummie & Eunnie,,,!!
    Langkahi dulu mayat saiia *kekeke lebay*

    Part selanjutnya cepat yaaa……..banyakin jugaaa……hohoho…….*reader maksa, maruk lagiii*
    Gamsahamnida~

  3. amel says :

    huuaa .. seru bgt ..
    tapi kim bum jgn sma jin hee yhh ..
    ttep ama kse ajh . hhe
    d.tunggu part selanjutnya yh ..
    jant lama” .. hhe😀

  4. dini ramadhani says :

    adoooohhh getok2 jin hee,napa coba pake ngiri ma hubungan bumsso
    yaaahhh mending jin hee ma yi han aja kan seumuran
    moga aja bumsso ttp bertahan
    dtungg part selanjutnya

  5. Anna says :

    Waaahh br part awal udh disuguhi adegan romantic bumsso bcnya smgt 45 nieyyy heee,,smg bkn krn jinhe skt itu jd alasan perpisahan mrk,,ana tak terima !!!!

  6. rini says :

    seru seru
    ksian bgt bumsso bru aj jdian udh ad yg hlangan . .
    npa jg se jin hee tu pu.a penyakit
    pkok.a q gk rela law kim bum ma jin hee.

  7. Atin says :

    Lanjut,banyakin adegan romantis bumsso y.hehe

  8. Viqa "yEoja Joo won" says :

    Wah,br part 1
    udh mguras
    emosiku yg
    sngat dlm,hehe
    Bumsso “SO
    SWEET”,hyaa
    bkl ada konflik
    nie,hehe
    part 2 jngn
    lm2 ya,ok

  9. 라미 'Rahmi' says :

    aduh kasian ya. sama tante jin.. penyakitnya kompleks bgt gitu… bersabarlah ahjumma…. *ngelus2 punggung tante jin*

    wew gimana hub. bumsso ntar??? penasaran

  10. 라미 'Rahmi' says :

    mesti nunggu lanjutannya bulan maret…

    coz selama feb, mau post ff special dulu

  11. merli bumssoeul says :

    OMO romantis , sedih ..
    kim bum dan soeun pacaranya simple banget ya pas jadian tapi romantis , aaaaa soeun genit cium-cium kim bum duluan .
    Cocok tu jin he bareng yi han

  12. rosiyani 'oci' says :

    huaaaa… kasian tante jin hee sakit parahh. hhu..
    biarin ajalah itu si tante mu asal jangan mengganggu hubungan bum ma eunnie ya… haha
    ayo lanjutkan part selanjutnya:)

  13. puput bumso says :

    aaah sie tnteh grirang jinheee pake sakit segla nhh…
    kn hbungan bum n unie jd terganggu…

  14. Ina BeQi Soeulmates says :

    cieeee cieeee bummie ma eunnie jaian..
    HOREEEEEEEEEEEE
    *keprok-keprok*

    lhoohh….. bibi jin sakit????? komplikasi yaaa kyg’a,, mndrita bner dah itu idup’a,,
    ikut prihatin..
    lanjuuuuuuuuutttttttt^^

  15. biniminhoaja says :

    “Dia mempunyai penyakit kanker darah alias Leukimia sejak berumur 30 tahun.”
    TUA AMAT SI JIN HEE!!! #capslock jebol
    seruuu…update😀
    keep writing

  16. Vally says :

    Keren onnie, lanjutin lagi ya di tunggu loh。 ^_^。

  17. SintiaBumsso/@SintiaBumsso17 says :

    Keren thor🙂 bumssonya lgsg dpt jatah kiss hehe . Moga dokter itu jin yin han ! Jadi Jin hee sama yin han ajaaa :p jggn ganggu bumsso hehe😀
    pasrt 2 ada dmn ya ?

  18. puti andini says :

    author part 2 dan selnjutnya donk,ceritanya ciamikk banget.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: