[FF Special Project] Ring Ding D♥ng, My Heart Is Ringing and Wished Upon A Star

Author: Dae

Main Cast: Kim Bum, So Eun

Cast: Park Min Young, Kim Ki Bum, Kim Jae Wook

Genre: Romantic, Comedy, Family

Type: One shoot

 

 

Didalam sebuah kamar di sebuah Istana Kerajaan. Seorang wanita masih terlelap di kamarnya. Wajahnya anggun dan cantik namun tidak diikuti oleh gaya tidurnya. Betapa buruk gaya tidurnya itu, bantal dimana-mana, selimut yang tadinya menutupi badannya kini telah entah berada. Di dekat bibirnya terdapat air liur yang menempel.
“Tuk Tuk Tuk, Nona, Nona.” Seorang perempuan paruh baya mengetuk pintu kamar. Tetapi tak ada respon dari pemilik kamar.
“Maaf nona, saya akan membuka pintu kamar anda ” ucap perempuan paruh baya. ‘Sreeeek’
Perempuan paruh baya itu hanya mengeleng-geleng kepalanya setelah membuka pintu kamar itu.
“Nona, Nona, Nona Kim So eun. Ayo bangun. Hari ini  notaris akan datang. ” ucap perempuan paruh baya mencoba membangunkan so eun.
“Hoaaaaaaam 5 menit lagi . Pasti aku akan bangun bi” ucap so eun setengah sadar sambil menarik selimutnya.
“Baik nona”
Perempuan tengah baya itu, berdiri dan mulai merapihkan kamar So Eun. Dia mulai mengelap debu yang menempel diatas meja. Perempuan paruh baya mengambil sebuah foto keluarga So  Eun yang menghalangi acara bersih-bersihnya. Setelah bersih ia menaruh kembali foto keluarga so eun dan menatapi foto itu sedih.
“Baru 2 tahun nona kim so eun ditemukan dan merasakan dunia kerajaan. Betapa malangnya nona, raja dan ratu telah pergi ke Surga. Padahal kasih sayang dari raja dan ratu baru sebentar dirasakanya.” batin perempuan paruh baya itu.
♥♥♥
So eun telah duduk rapih dengan hanbok pinknya.
Sambil menunggu notaris datang, so eun mengobrol dengan para pelayanya. Sesekali para pelayan tertawa dengan tingkah laku majikannya itu.
“mengapa dunia kerajaan membuatku sangat bosan yah? Padahal dulu aku sangat mengimpikan menjadi putri” keluh so eun.
” mungkin karena raja dan ratu sudah tidak ada nona ” ucap salah satu pelayan so eun dan diikuti anggukkan dari pelayan lainnya.
“atau mungkin nona perlu pendamping hidup” celetuk salah satu pelayan. So eun hanya tertawa mendengarnya.
“NOTARIS TELAH DATANG, NOTARIS TELAH DATANG” ucap para pengawal di depan pintu gerbang dengan suara lantang.
Kim So Eun menata gaya duduknya supaya terlihat baik didepan notaris.
“Selamat Pagi, Kim so eun bagaimana kabarmu?” tanya notaris ramah.
” baik paman” ucap so eun tersenyum.
“Baiklah kalau begitu, saya akan membacakan wasiat mendiang ayahmu. Kepada anakku tercinta, kim so eun kau akan menjadi seorang ratu baru di kerajaan ini. Kau akan mewarisi seluruh kerajaan beserta isinya. Namun kau harus mau mengikuti wamil (wajib militer) karena untuk mengantisipasi serangan dari kerajaan timur yang membenci kita. Selama kau mengikuti wamil, kerajaan ini akan kupercayakan kepada sahabatku Kim Min Suk yang mungkin kini berada di America. Tapi tenang saja aku telah memberitahukan ini sebelumnya padanya. Dan terakhir ayah sangat mencintaimu putriku, kim so eun. Ayah yakin putriku ini tidak akan membuat ayah kecewa di alam sana. Kenapa ayah berkata begitu? karena kau adalah putriku. Putriku yang ceria,baik hati, dan cantik. Dan terakhir janganlah kau menjadi anak yang pendedam. Dendam hanya kesenangan sesaat, namun pada akhirnya dendamlah yang membawa pertikaian tiada akhir. Terima kasih kau telah lahir di dunia ini untukku.
South Korea, 29- December-2008
Kim Jeong Woon.
” jelas notaris. So eun tak dapat membendung airmatanya. Bahkan para pelayan yang mendengar wasiat raja menjadi terharu menangis tersedu-sedu.
“bagaimana kim so eun, apakah kau akan mengikuti wamil?” tanya notaris serius. So eun mengangguk mantap.
“aku ingin membuat ayah tersenyum di alam sana dan aku tidak ingin mengecewakanya” ucap so eun tersenyum sembari airmata yang mengalir.
“baiklah, besok aku akan mendaftarkanmu. Dan mungkin minggu depan kau sudah mengikuti wamil” terang notaris. So eun hanya tersenyum mendengarnya sambil menghapus airmatanya.
♥♥♥
2 mobil mewah berwarna hitam berhenti di depan Istana kerajaan. Para pengawal istana dengan sigap membuka pintu mobil . Dari salah satu mobil itu,turun seorang pria paruh baya . Dan yang satunya, pria muda  berjas hitam.
Kedua pria itu dan beberapa bodyguardnya mulai memasuki ruangan istana.
“Selamat datang, paman Kim Min Suk.” sambut so eun ramah. Ya, pria paruh baya tadi adalah Kim Min Suk. Min suk  tersenyum mendengar sambutan so eun.
“Kau sudah besar yah so eun, dulu terakhir kita bertemu kau masih berumur 6 tahun. Kau tau waktu kau hilang ayahmu menyuruhku mencarimu ke seluruh belahan Amerika.hahahaha” ucap kim min suk.
“dan pada akhirnya 8 tahun kemudian, kau ditemukan di pelosok desa di pulau jeju.” celetuk pria muda berjas hitam. So eun merasa familiar dengan wajah pria itu. So eun mulai mencoba mengingatnya.
“so eun, apakah kau mengingat anakku?” tanya min suk
“ayah, mungkin dia sudah lupa denganku. Bagaimana dia bisa ingat, setelah 13 tahun tidak bertemu.” ucap pria muda berjas hitam itu.
“Tunggu, kau Kim Ki Bum kan? Mana mungkin aku lupa denganmu setelah aku tinggal setahun lamanya bersama kalian di Amerika. Yah walaupun ingatanku masih samar-samar.” jelas so eun.
Ki bum dan Min suk bertatapan tidak percaya.
“Ingatanmu sungguh luar biasa, kim so eun” puji min suk.
“ah tidak juga paman” ucap so eun.
“oh iya, ki bum juga masuk wamil bulan ini.” ucap paman.
“benarkah? Tapi bukankah kau masih 23 tahun ki bum ?” tanya so eun.
“iya, tapi aku ingin melakukan wajib militerku tahun ini, agar tidak menganggu karirku nantinya”jelas ki bum sambil tersenyum ke arah so eun. So eun hanya mengangguk mengerti.
♥♥♥
Setelah makan malam, ki bum dan kim so eun mengobrol di taman bunga istana.
“Ki bum, sekarang kau banyak berubah yah. Dulu aku lebih tinggi darimu. Ah menyebalkan!” ucap so eun mendengus kesal. Ki bum tersenyum mendengarnya.
“oh iya, so eun apakah kau siap mengikuti wamil? Kau harus memotong rambut panjangmu. Bukankah sekarang bulan februari? Biasanya wanita sangat sibuk dibulan ini hanya untuk mencari resep coklat atau les memasak dan kau malah mengikuti wamil.” ucap ki bum.
“aku sudah menyiapkan strategi khusus untuk mengikuti wamil. Aku tidak peduli dengan valentine day” ujar so eun. Ki bum hanya mengangguk mengerti.
“Kau tau waktu aku tinggal dipelosok pulau jeju, ketika aku mengingatmu pasti aku akan tersenyum bahkan tertawa terbahak-bahak”ungkap so eun.
Ki bum mulai kebingungan membalas ucapan so eun tadi.
“so eun jangan pergi, so eun tetaplah disisiku. Aku mohon,ucapmu padaku. Pada saat itu kau sedang flu sehingga ketika kau memohon padaku kau seperti anak ingusan. Hahaha” timpal so eun.
Ki bum menjadi salah tingkah. Dia hanya memain-mainkan poninya.
“Apakah sekarang kau menyukaiku?” tanya ki bum.
“molla, hatiku tidak ber-ring ding dong didekatmu” jawab so eun santai.
♥♥♥

Didepan sebuah gerbang besar bertuliskan “KOMANDO WAJIB MILITER KOREA SELATAN”, terlihat banyak sekali laki-laki dan nampak terlihat satu perempuan disitu.
“So eun-ssi sepertinya kau satu-satunya perempuan disini” ucap min suk. So eun mulai menerawang sekitarnya. Mencari sesosok yang bergender sama denganya. So eun tersenyum karena ia menemukan apa yang dicarinya.
” tenang paman, sepertinya dia perempuan. Namun rambutnya dipotong seperti laki-laki” ujar so eun sambil menunjuk sosok itu. Min suk tidak melihat sosok yang dikatakan so eun. Namun min suk tersenyum seolah melihat sosok itu. Seorang laki-laki menepuk bahu so eun. So eun menoleh dan……… ia tertawa terbahak-bahak sampai airmatanya keluar.
“ki bum? Kau seperti boboho versi kurus, ah tidak, kau lebih terlihat seperti tuyul” hina so eun.
Ki bum hanya tersenyum kecut mendengarnya. Ki bum melihat rambut baru so eun. Kini rambut so eun tinggal sebahu.
“hahaha, so eun-ssi rambutmu terlihat seperti temanya boboho yang ingusan itu. Hahaha.”  ledek ki bum.
“mwo?? Apakah kau balas dendam karena aku meledekmu. Cih” ucap so eun. Min suk mengeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan anaknya dan so eun.
“mereka ini sungguh kekanak-kanakkan” batin min suk.
” sepertinya kalian sudah harus masuk kedalam sana. Ki bum So eun jaga diri kalian baik-baik yah.” ucap min suk. So eun dan Ki bum tersenyum dan mengangguk bersamaan.
♥♥♥

(backsound: Younha-can’t believe it)
Ki bum dan So eun mulai memasuki gerbang itu. Halaman yang sangat luas. Pohon-pohon besar yang membuat halaman terlihat sejuk. Beberapa warga wamil yang sedang merangkak diatas tanah.
So eun tersenyum sembari melihat suasana baru yang akan ia lewati. So eun menghirup udara dalam-dalam dan melepaskanya perlahan. So eun menatap ki bum yang berada disamping
” ki bum, ayo kita berjuang sampai akhir. Fighting! aaaaah aku seperti menghirup kebebasan disini” ujar so eun sambil merenggangkan kedua tangan keatas. Ki bum menjitak kepala so eun. So eun merintih kesakitan.
“Ya! Kenapa kau menjitak kepalaku?” tanya so eun.
“Ya, kau lebih muda 2 tahun dariku. Panggil aku oppa.” ucap ki bum sambil berlari meninggalkan so eun. So eun mendumel kesal lalu mulai mengejar ki bum.
♥♥♥

Disebuah kerajaan terlihat seorang raja sedang berbincang dengan seketarisnya.
” Apakah tuan tetap bersikukuh membenci kerajaan barat?” tanya sang seketaris.
” tentu, aku tidak akan memaafkan perlakuan mereka. Aku dengar calon ratu mereka mengikuti wamil, apakah itu benar?” tanya raja.
” benar tuanku. Berarti tuan muda akan seangkatan dengan calon ratu kerajaan barat” ujar sang sekertaris.
“kebetulan sekali. Kapan mereka akan kembali?” tanya raja lagi.
“tanggal 14 februari tuanku. Karena tanggal 14 februari adalah hari kasih sayang komando wamil memberi libur 2 hari ” jelas sekertaris.
“Kalau begitu, aku tetapkan tanggal 14, kita akan menyerang kerajaan barat. Aku ingin lihat seberapa besar kekuatan kerajaan barat sekarang”ujar raja tersenyum penuh arti.
♥♥♥

Seluruh warga baru wajib militer mulai berbaris. So eun mulai mencari sesosok yang bergender sama denganya. So eun menemukan sosok yang dicari-carinya itu. So eun mulai berbaris disampingnya.
” anyeong” sapa so eun sambil memegang bahunya. Tidak ada tanggapan darinya. So eun tersenyum kecut.
” Kau tinggi sekali yah, jarang ada perempuan tinggi sepertimu dan badanmu seperti pria. Wah, rambutmu kau pangkas habis, aku takjub padamu. Aku saja hanya mengikat setengah dari rambutku dan menggulungnya kedalam sehingga terlihat seperti dipotong” ujar so eun pelan kepadanya. Orang tadi mengangkat tanganya sehingga menarik perhatian Kepala tentara yang sedang meberikan arahan.
” Iya kau yang disana. Ada apa?” tanya pemimpin tentara dari atas podiumnya
” Wanita disebelahku ini sangat berisik pak! dan juga ia belum memotong rambutnya. Ia hanya  mengikat setengah dari rambutnya dan menggulungnya kedalam sehingga terlihat seperti dipotong pak!” ujar orang tadi. So eun kaget mendengar ucapan orang yang berada disampingnya itu.
” bagaimana bisa dia berkata seperti itu? Ah dia jahat sekali. Wanita yang jahat” batin so eun.  Seperti tau apa yang dipikirkan so eun saat ini orang tadi berkata
” oh iya, aku ini seorang PRIA bukan WANITA , NYONYA” ujar orang tadi.
Lengan kanan dan kiri so eun didekap erat oleh 2 tentara besar dan so eun
diarahkan pergi menuju suatu tempat. Ki bum yang melihat kejadian itu hanya mengeleng-gelengkan kepalanya. Senyumnya mulai mengembang . Ki bum melambai-lambaikan tanganya pada so eun dan berteriak
” dongsaeng-ah fighting!”
♥♥♥

Dari kejauhan terlihat para anggota wajib militer sedang latihan menembak. Seorang pria mencetuskan tembakanya tetapi selalu gagal. Lelaki berbadan besar berjalan bolak-balik mengawasi. Matanya berdelik ke arah pria tadi.
“Apa kau tidak bisa menembak,Kim sang bum? Ingat jika kau kehabisan peluru dan belum ada satupun yang menancap ke pohon itu, bersiaplah dengan hukumanku” terang lelaki berbadan besar. Kim bum hanya menelan ludah menahan ketakutanya. Peluru ditangan kim bum tinggal satu. Kim bum menatap ragu pelurunya dan menutup matanya. Kim bum mengenggam perlurunya erat. Namun ia merasakan keganjalan. Kim bum perlahan membuka matanya. Dilihatnya tanganya memegang 8 peluru. Gadis berambut sebahu yang berada didepanya menatap bingung.
“Apakah kau tidak pernah melihat peluru? Ambilah peluru milikku itu, jangan sampai kau dihukum. Daadah ” ucap gadis berambut sebahu itu seraya meninggalkan kim bum. Kim bum dibuat terpaku olehnya. Pandangan kim bum belum lepas dari gadis itu.
“Apakah dia tidak dendam padaku setelah aku membuat rambutnya menjadi pendek? wanita aneh” gumam kim bum sambil tersenyum.
♥♥♥

“Baiklah bagi nama-nama yang saya panggil harap maju ke depan” ucap pemimpin komando ditengah-tengah lapangan. Mimik anggota wamil terlihat gugup. Badan mereka terlihat gemetar.
“Kim Sang Bum, Kim So eun, Kim Ki Bum. Silahkan maju kedepan dan selamat kalian mendapatkan hukuman dari kami” terang pemimpin komando. Merasa namanya disebut so eun, ki bum, kim bum maju ke depan. Mereka saling berpandangan satu sama lain.
“Ya! Bagaimana bisa salah satu dari 17 pelurumu tidak ada yang menancap dipohon? Kalau begitu aku menyesal memberikan peluruku padamu” bisik so eun pada kim bum
“Kau sendiri sok memberi peluru padaku. Nyatanya kau tidak bisa menembak” balas kim bum
“karena aku kira memanah dan menembak sama saja ternyata berbeda.” jelas so eun. Kim bum mencerna ucapan so eun tadi.
“memanah? bukankah zaman sekarang tidak ada pembelajaran untuk memanah kecuali di kalangan kerajaan? Apakah dia seorang putri? ” gumam kim bum. Ki bum berdeham ia merasa seperti kambing congek. So eun menoleh kepada pria disampingnya itu. So eun merasa tidak enak pada ki bum dia mulai membuka pembicaraan.
“Ya oppa! Mengapa kau disini bukankah kau pandai menembak?” tanya so eun pelan.
” semua peluruku hilang  padahal aku hanya sebentar meninggalkanya  dibawah pohon” jawab ki bum
“babo” ucap so eun datar. Kim bum cekikan sendiri mendengar percakapan so eun dan ki bum tadi.
“Baik, kalian bertiga saya hukum berlari mengitari bukit itu 3x dan jam 5 sore harus kembali kemari. Kalau kalian belum kembali bersiaplah menerima hukuman tambahan” ucap pemimpin komando lantang. Ki bum, So eun, Kim bum mengangguk mengerti.
♥♥♥

“aah lelah sekali. Ya! Kalian tunggu aku” ucap so eun sambil mencoba mengejar kedua pria yang ada didedapanya.
“dongsaeng-ah kau payah sekali ” ucap ki bum  menghiraukan so eun yang berada jauh dibelakangnya. So eun telah mengeluarkan semua tenaganya untuk berlari namun apa daya dia tidak dapat mengejar ki bum dan kim bum. Tanpa disadari ada batu besar didepanya. Dan bruuk so eun terjatuh. Lutut dan jidatnya mengeluarkan darah segar. Ki bum dan kim bum berlari panik mendekati so eun.
“Auuw” rintih so eun.
(backsound: 4men – love is)
Ki bum memetik beberapa daun dan mulai mengelap darah so eun. Dengan cekatan ki bum mengelap darah so eun. Setelah darah so eun dibungkus oleh beberapa daun, kim bum menjongkok dihadapan so eun.
“kemari, tidak mungkin kan kau berlari dengan keadaanmu sekarang?” ucap kim bum meyakinkan. So eun menurut.
Ring ding dong hati so eun bergeming. Begitupun dengan kim bum.
(backsound: co-ed i love you a thousand miles)
Ki bum melihat ekspresi so eun yang mulai kegalapan dan senyum kim bum yang mengembang dengan sendirinya. Hati ki bum seperti tertusuk tombak bertubi-tubi. Tanpa so eun dan kim bum sadari ki bum mengeluarkan air matanya. Dengan cepat, ki bum mengelap air matanya dan mulai berlari kencang.
“Hey kau, ayo cepat berlari. Aku tidak ingin dihukum” ucap ki bum berteriak tanpa menoleh kim bum.
“ada apa denganya?” batin so eun. Kim bumpun mulai mempercepat langkahnya. Takut terjatuh , so eun memeluk pundak kim bum erat.
“mian ne” ucap so eun.
” aku hanya ingin membalas budi. Lebih baik kau tutup mulutmu karena itu mengangguku” ucap kim bum datar. So eun mengangguk kecewa. Ki bum menyenderkan badanya ke sebuah pohon. Air matanya mengalir kembali.
“ada apa dengan hatiku? Aku tidak boleh begini.” batin ki bum. Tak lama kemudian dia melihat so eun dan kim bum mendekat ke arahnya.
“oppa” teriak so eun. Ki bum membalas dengan senyumnya. Kim bum menurukan so eun perlahan di atas dedaunan.
“aaaah punggungku” rintih kim bum sembari merenggangkan tubuhnya.
“oh ya, kau belum mengenal kita bukan? Aku kim so eun dan dia kim ki bum. Dan kau?” tanya so eun.
“apakah namaku begitu penting?” tanya kim bum
“tentu, nama adalah identitas yang paling penting. Apa kau mau kupanggil gisaeng (jablay)” ucap so eun
“lebih baik kau memanggilku kim bum” ucap kim bum
“oh jadi namamu kim bum. Wah nama kalian serupa tapi tak sama” ucap so eun. Ki bum dan kim bum hanya menatap heran so eun.
(backsound: 4men love is)
Setelah cukup berduduk duduk santai. Mereka melanjutkan perjalanan. Namun sekarang so eun berada dipunggung ki bum.
“lagi-lagi hati ini berdetak cepat, mengapa tidak menuruti perintahku untuk melupakanya”gumam ki bum. So eun memangku kepalanya di pundak ki bum  sehingga mukanya berdekatan dengan ki bum. Hati ki bum terasa ingin keluar dan masuk ke dalam tubuh so eun agar dapat memeluk hati so eun erat.  Kim bum terdiam, fokus dalam mengerakkan kakinya.
“oppa, kau wangi sekali” ucap so eun. Kim bum menoleh .
“mengapa dia tidak berkata seperti itu padaku?” gumam kim bum.
” dari dulu aku memang selalu wangi, kau saja yang bau” ucap ki bum sambil tersenyum.
“mwo???” So eun merengek sambil memukul pundak ki bum dan mengerak-gerakan tubuhnya. Ki bum menjadi kehilangan keseimbangannya. Dan hampir saja so eun terguling kebelakang namun kim bum menahannya dari belakang.
“gomawo” ucap so eun.
Kim bum hanya mengangguk. Kim bum mulai mempercepat langkahnya. Merasa jaraknya lumayan jauh dengan ki bum dan so eun, kim bum mengelus-ngelus dadanya menenangkan hatinya.
♥♥♥

Kini sinar matahari sudah tidak tampak di bagian bumi Asia Timur. Bulan mulai menunjukan pesonanya bersama bintang-bintang.
“Apakah mereka belum datang, jung in?” tanya pemimpin komando militer kepada salah satu anggota wamil.
“belum, pak!” jawab jung in.
“baiklah kalau begitu, cepat kau kembali ke kamarmu”
“baik, pak!”.
Jung In pun kembali ke kamarnya. Seorang pria berbaju tentara menghampiri pemimpin komando.
“Lapor komandan! ada telfon dari orangtua kim sang bum ” ucap pria itu.
“baiklah” ucap pemimpin komando. Lalu mereka berdua pergi ke sebuah ruangan .
“Yobseyo, ada yang bisa saya bantu?” ucap pemimpin komando mengawali pembicaraan.
“besok ehm.. bisakah anak saya pulang ? Ada urusan keluarga kerajaan yang sangat penting. Lagipula seminggu lagi anggota wamil diliburkan bukan? Saya mohon” jelas ayah kim bum
“bagaimana yah? Ehm baiklah saya izinkan. Besok siang anda bisa menjemput anak anda” jawab pemimpin komando.
“kamsahamnida” ucap ayah kim bum mengakhiri pembicaraan.
♥♥♥

“oppa aku lapar. Bisakah kita mencari sebuah kedai?” tanya so eun.
“nado, ah sudah lama aku tidak minum soju” ucap ki bum.
“aaaaah aku juga ingin minum.” rengek so eun.
“memangnya bocah ingusan sepertimu bisa minum?” ledek ki bum
“oppaaaaa, kau lupa? Aku kim so eun. Dulu aku tinggal dirumah kakek dan nenek pemilik kedai mana mungkin aku tidak bisa minum” jelas so eun
“cih kekanak-kanakan” ucap kim bum pelan. Namun so eun dapat mendengarnya. So eun menatap kim bum tajam.
“Ya! Apa yang kau katakan?” ucap so eun ketus. Kim bum menatap so eun sebentar dan mengalihkan pandanganya. So eun memanyunkan mulutnya dan mulai mendumel sendiri. Mereka bertiga terus berjalan mencari sebuah kedai.
“ah itu, itu kedainya” ucap ki bum sumringah.
“dimana? Aku tidak melihatnya” ujar so eun.
“diatas sana” tunjuk ki bum.
“ah iya benar. Ayo kita keatas sana. Let’s gooo” ucap so eun.
Langkah demi langkah akhirnya mereka sampai di kedai itu. Ki bum masuk kedalam kedai dan memesan beberapa makanan dan soju. Sedangkan kim bum dan so eun mencari tempat duduk.
“kita duduk diluar saja yah, aku ingin menatap bintang” pinta so eun.
“ide yang bagus. Ternyata kau memiliki sisi kepintaran juga” ledek kim bum sembari mengacak-ngacak rambut so eun. So eun merapihkan rambutnya kembali. Kim bum dan so eun beranjak keluar kedai dan duduk ditepian. Tak lama kemudian, ki bum membawa beberapa soju.
“chaa, mari kita minum” tawar ki bum. So eun merasa kesulitan membuka tutup botol soju. Tiba-tiba ki bum dan kim bum sama-sama memegang botol soju so eun dengan maksud membantu.
Dan terjadi aksi rebut-rebutan botol antara ki bum dan kim bum. So eun menjadi linglung dan mengambil botol soju yang lain.
“jika kalian ingin soju ku ambilah” ucap so eun polus. Ki bum dan kim bum bertatatapan tajam. Beberapa saat kemudian….
Botol-botol soju yang tadinya penuh kini tinggal beberapa tetes. Ki bum, So eun dan Kim bum telah berada dibawah alam sadar mereka. Mereka mendumel tak karuan, tertawa tanpa sebab dan senyum merekah dengan sendirinya. Tiba-tiba wajah ki bum berubah menjadi serius dan menatap so eun tajam.
” Ya! Dongsaeng-ah, jika aku dan dia menyukaimu bahkan sangat mencintaiiiimu, siapa yang akan kau pilih?” tanya ki bum. Kim bum yang mendengarnya tersenyum
“pasti aku kan? Hahaha” ucap kim bum tak sadar. Setelah berkata seperti itu,kim bum terlelap sendirinya dengan posisi duduk.
So eun senyum-senyum tak jelas dan berkata
“seandainya manusia bisa mencintai lebih dari satu orang agar pihak lainnya tidak terluka pasti aku akan mencintai kalian berdua tapi apa daya manusia telah ditakdirkan memiliki 1 belahan jiwa. Oleh karena itu, aku kim so eun akan menjadi belahan jiwa yang akan menutupi semua kekuranganya, yang akan membuat hatinya berdebar ketika berada di sampingku. Dan aku memilih ….. ” terang so eun panjang lebar dibawah alam sadarnya dengan mata menutup membuka dan … “BRUUK”. Kepala so eun terjatuh dipangkuan kim bum. Tepat saat so eun berkata dan memilih kim bum diatas langit, sebuah bintang jatuh dengan indahnya.
“ah bintang jatuh. Dongsaeng-ah chukkae ucapanmu tadi akan terkabul. Sayangnya bukan aku yang kau pilih. Aku akan mencoba melupakanmu, bintang ayo kabulkan permintaanku, lelah sekali rasanya menahan rasa sakit ini” ucap ki bum dengan deraian air mata. Walaupun dia mabuk tapi alam sadarnya masih dapat terkontrol. Ki bum mulai membaringkan badannya dan mengikuti jejak so eun dan kim bum yang telah terlelap.
♥♥♥

Kini sang surya mulai menunjukan kehebatanya kepada dunia. Sinar keemasan  yang dikeluarkanya tidak mengusik Ki bum, So eun, dan Kim Bum untuk membuka mata. Ibu tua pemilik kedai mendekati mereka dan mencoba membangunkan mereka. Merasa ada yang mengoyang-goyangkan kakinya, Kim bum mulai membuka matanya.  Dilihatnya seorang wanita yang masih terlelap yang terbaring disampingnya.Tiba-tiba mata so eun sedikit demi sedikit  terbuka. Terjadilah adu mata antara kim bum dan so eun sesaat. Hati mereka saling berdebar. Berdebar sangat cepat. So eun mulai beranjak dari posisinya. Begitupun kim bum. Tanpa sadar mereka sama-sama memegang dada. Kim bum menoleh so eun.
“perasaan apa ini? Sangat menganggu tapi, inilah perasaan yang telah aku tunggu” batin kim bum
“apa yang terjadi denganku? Mengapa hati ini … Hati ini berdebar cepat sekali. Apakah aku sakit liver? ” gumam so eun. Ki bum memperhatikkan sikap so eun dan kim bum yang aneh.
“maaf, apakah saya bisa meminta bayaran untuk soju yang kalian minum?” pinta ibu tua itu. Ki bum dan kim bum mengocek kantung celana mereka, sedangkan so eun menepuk jidatnya.
“Ya! Aku lupa membawa uang. Apakah kalian membawa uang? Nanti akan kuganti” ucap so eun pelan.
“Dompetku sepertinya tertinggal di saku baju yang lain” jelas ki bum. Harapan satu-satunya tinggal kim bum. So eun dan ki bum berdelik ke arah kim bum yang masih mengocek saku baju dan celananya. Namun hasilnya mengecewakan, kim bum menggeleng menyesal.
“ah eottoke, eottoke?” ucap so eun panik.
“maaf kami tidak memiliki uang dompet saya tertinggal, bagaimana ini bu?” tanya ki bum.
“ibu bisa mengambil jam tanganku, kalau dijual harganya dapat membuat 10 kios baru” tawar ki bum sembari melepas jam tangannya.
“baik akan kuambil ini, tapi karena aku sudah tua bisakah kalian membantuku?” pinta ibu tua. Ki bum, kim bum, dan so eun saling bertatapan penuh tanya.
♥♥♥

“wuaaah, piring-piringnya banyak sekali. Kapan kita akan selesai mengerjakanya?” keluh so eun. Ki bum mencipratkan air ke muka so eun.
“Ya, tuan putri jangan menjadi pemalas seperti itu. Pantas pipimu seperti bakpao ternyata kau tidak pernah bekerja” hina ki bum. So eun tidak menerima hinaan ki bum tadi. So eun membalas mencipratkan air ke ki bum. Ki bum membalas lagi namun ternyata mengenai muka kim bum. Kim bum menatap tajam so eun. So eun menggeleng-gelengkan kepalanya mengisyaratkan bahwa bukan dia yang melakukanya. Kim bum mendekap so eun dari belakang dan mengoles-ngoleskan muka so eun dengan spon bekas mengosok panci. Alhasil, muka so eun menjadi hitam. Ki bum tertawa terpingkal-pingkal. Ki bum menepuk bahu kim bum dan berkata
“kerja yang bagus, bum-ah”
“mwoo???” ucap so eun. So eun mulai membalas perbuatan duo bum itu. Suasana yang tadinya canggung kini menjadi ceria. Kim bum dapat beradaptasi dengan teman-teman barunya itu. Tapi tetap saja hatinya berdebar sangat cepat saat melihat dan dekat dengan so eun.
♥♥♥

Terlihat para anggota wajib militer berlari-lari mengitari lapangan.
“apakah mereka bertiga telah kembali?” tanya pemimpin komando kepada asistennya.
“belum pak! ” jawab sang asisten. Tampak seperti orang yang dicari pemimpin komando, mulai mendekati lapangan utama.
“Pak, itu mereka” ucap sang asisten. Pemimpin komando hanya merespon dengan anggukkan. Tangan dilipat didepan dada, muka masam bercampur marah itulah penyambutan yang dilakukan pemimpin komando.
“bravo, bravo. Aku menyuruh kalian untuk kembali pukul 5 sore dan sekarang pukul 11 siang. Bukit itu kan tidak terjal” ironi komandan sambil menunjuk bukit yang tepat berada dibelakangnya. So eun menjadi bingung.
“kami mendaki bukit kiri bukan kanan” terang so eun.
“astaga, bukit kiri itu sangat terjal dan untuk mencapai puncaknya saja perlu waktu 4,5 jam. Baiklah bersihkan dulu badan kalian. Oh ya kim bum siapkan barang-barangmu, ayahmu akan menjemputmu” jelas pemimpin komando. So eun menatap kim bum yang berada disampingnya. Raut muka antara sedih dan kecewa tampak di wajah kim bum.
♥♥♥

Seminggu berlalu dengan cepat. So eun melewatinya dengan berlatih keras dalam berperang. Mulai dari memainkan senjata, P3K dalam perang dan bahkan strategi perang. So eun telah mendapatkan strategi perang untuk melawan kerajaan timur. Begitupun dengan kim bum, di istananya dia mengatur siasat untuk menyerang kerajaan barat tanpa terjadi pertumpahan darah. Sejak mereka tidak melihat satu sama lain,gejolak perasaan yang aneh datang dari hati so eun dan kim bum. Lebih tepatnya mereka saling merindukan. Ketika mengingat kejadian di bukit kiri, so eun yang mengira dirinya wanita, dan so eun yang memberikan pelurunya, kim bum pasti tersenyum. Perasaan Ki bum terhadap so eun mulai berkurang, sejak kedatangan anggota wajib militer yang baru, Park Min Young.
♥♥♥

Para anggota wajib militer tengah bersiap untuk pulang ke rumahnya masing-masing.
“ki bum, ini ” ucap min young seraya memberikan coklat.
“happy valentine day. aku akan kembali ke Amerika. Kau akan menungguku ?” tanya min young. Ki bum mengangguk mantap.

“Bukankah kita hidup di jaman modern. Jika aku kangen padamu kita tinggal menggunakan skype atau YM bukan?” ucap ki bum menenangkan min young yang mulai menangis. So eun melihat semua kejadian itu dari kejauhan. So eun mulai mendekati TKP.
“oppa, aku tidak menyangka kau begitu romantis. Ah ini seperti di drama-drama saja” puji so eun. Ki bum menjitak kepala so eun.
“aw sakit. Onnie chukkae. Oppa untung kau sedang tidak flu dan kau sudah menjadi seorang pria” ucap so eun sembari memperatikkan ketika dulu ki bum menembaknya. Dan aksi kejar-kejaran tidak dapat dihindari. Min young tersenyum melihat tingkah kekasihnya itu.
“oppa, aku tunggu dimobil. Paman telah menunggu” terang so eun sembari berlari. Ki bum kembali ke tempat Min Young.
“aku belum mengatakan ini padamu” ucap ki bum. Ki bum mendekatkan bibirnya ke kuping Min young “saranghae~”. Ki bum berlari menjauh dari min young menuju ke mobilnya untuk menutupi rasa malunya. Muka min young menjadi merah. Senyum merekah di wajah cantiknya.
♥♥♥

Pintu gerbang istana kerajaan barat terbuka. Dari dalam mobil,so eun melihat pasukan perang kerajaan barat tengah bersiap. So eun merasa ada yang tidak beres, ia langsung turun dari mobil dan mendekati pasukan perang.
“ada apa ini?” tanya so eun penasaran.
“kerajaan timur akan menyerang kita tuan putri.” jelas salah satu anggota pasukan perang.
“SRUUUUT ” sebuah anak panah terkena lengan so eun. Pasukan tentara kerajaan barat langsung membentuk formasi. Walaupun perang dibatasi benteng kerajaan barat, tapi tetap saja kekuatan kerajaan timur sangat kuat. Ki bum membuka kemejanya dan menggulungnya ke lengan so eun.
“so eun masuklah kau ke dalam, biar aku yang mengurus ini” saran ki bum.
“tidak. Aku harus menyelesaikan ini semua. Saat yang tepat untuk melancarkan strategiku” ucap so eun. Panah demi panah saling beradu.
“ahjuhsi buka pintu gerbang kerajaan sekarang” pinta so eun pada min suk
“terlalu berbahaya so eun”jelas min suk
“paman percayalah padaku. Tidak akan terjadi apapun semuanya akan menjadi lebih baik” ucap so eun meyakinkan. Akhirnya min suk membuka pintu gerbang istana. So eun keluar seorang diri dan berhadapan dengan pasukan tentara kerajaan timur. So eun menundukan badannya 90 derajat.
“Anyyeong hashimnika. Naneun kim so eun imnida. Saya putri kerajaan barat dan saya ingin hubungan antara kerajaan barat dan kerajaan timur menjadi lebih baik” ucap so eun.
“Itu tidak mungkin terjadi. Aku telah terlalu sakit hati kepada Jeong Won.” ucap raja kerajaan barat
“Maafkanlah perbuatan ayahku yang membuatmu sakit. Aku rela melakukan apa saja asal dendam kalian hilang. Aku rela menjadi budak kalian, aku rela kau menghinaku setiap hari, bahkan aku rela mati demi melenyapkan dendammu itu” ucap so eun setelah itu ia bersujud dihadapan raja kerajaan timur.
Seorang pria tiba-tiba datang disamping so eun dan ikut juga bersujud. Lalu pria itu mengakat badanya, tapi so eun masih dalam posisi sujud.
“aboji, bukankah hari ini adalah hari kasih sayang? Apakah aboji tidak akan memaafkan kerajaan barat? Menurutku kita seimbang, kerajaan barat menuduh kita yang menculik putri mereka begitupun kita yang telah menuduh mereka yang membunuh ibu. Sebenarnya aku yakin dibalik ini ada satu orang yang mengadu domba kita untuk saling membenci satu sama lain. Bukankah begitu Lee Gi Gwang atau kerajaan barat lebih mengenalnya dengan Lee Man So” jelas pria itu. So eun merasa mengenal suara pria itu. Suara yang ia ingin dengar setiap harinya, suara yang jarang terdengar tapi jika telah terdengar akan menyejukan hati. So eun menoleh ke arah sumber suara yang berada disampingnya itu. Benar dugaan so eun, pria itu adalah kim bum.
“jika di kerajaan timur kau menggunakan kumis tebalmu itu, dan jika di kerajaan barat kau melepas atributmu itu. Tangkap dia pengawal hukum mati saja dia ” lanjut kim bum. So eun langsung beranjak.
“Tunggu, jangan main hakim seenaknya. Lebih baik penjarakan saja dia sampai dia bertaubat. Jika dia mati siapa yang akan memberikan nafkah untuk keluarganya? Bukankah itu akan menimbulkan dendam di keluarga lee man so terhadap kita?” ujar so eun. Kim bum terkesima dengan ucapan so eun.
“tidak salah aku jatuh cinta padanya” batin kim bum. Raja kerajaan timur memberikan tepuk tangan yang meriah. Raja kerajaan timur turun dari kudanya dan mendekati so eun.
“sungguh baik hatimu, aku meminta maaf dan memaafkanmu, nak” ucap kerajaan timur dan memeluk so eun. Ki bum dan Min Suk tersenyum lega melihat aksi so eun yang begitu berani.
“ki bum, sepertinya tugas kita sudah selesai disini. Besok kita akan kembali ke Amerika” bisik min suk.
“baik aboji. Oh ya aku akan mengenalkan calon istriku padamu disana” terang ki bum
“jincaaa?” ucap min suk shock
♥♥♥

Disebuah ruangan salah satu tempat kerajaan barat, para pelayan sibuk mengurusi lengan so eun yang terkena panah. Seorang pria terus memandangi so eun.
“so eun-ssi apakah luka seminggu yang lalu sudah membaik?” tanya pria itu.
“Ya! Mengapa kau berbicara formal ? Luka ini? Sudah membaik” jawab so eun.
“mian-ne karena aku kau mendapatkan luka lagi” ucap kim bum
“gwencana” ucap so eun sambil memperhatikkan perban baru dilenganya.
“nyonya, kami permisi keluar” pamit para pelayan so eun. So eun menganggukkan kepalanya.
“so eun, apakah di wamil ada anggota baru?” tanya kim bum
“ada, dia lebih tua dariku 3 tahun. ” jawab so eun datar
“apakah dia tampan?” tanya kim bum lagi
“ehm…. He’eh dia tampan (dalam hati so eun: jika dipotong pendek seperti laki-laki” jawab so eun sambil cekikikan.
“Ya-! Kenapa kau cekikikan seperti itu? Apakah kau menyukainya?” ucap kim bum setengah lantang.
“ani, aku suka pria cantik sepertimu” ucap so eun. Kim bum langsung memeluk so eun.
“so eun, aku memiliki satu permintaan” ucap kim bum
“mwo?”
“berhentilah kau menjadi anggota wajib militer” ucap kim bum
“waeyo?” , so eun shock
” apakah kau ingin melihat aku sebagai idiot yang setiap hari melihat wanita yang disukainya dikelilingi oleh para pria?” jelas kim bum. So eun menjadi terharu mendengar ucapan kim bum. Baru saja so eun ingin mengecup bibir kim bum, namun kim bum telah mengambil startnya.
Kim bum melepaskan ciumanya.
“bagaimana so eun apakah kau akan menuruti keingananku?” tanya kim bum penasaran
” baiklah. Ya~! Kenapa kau masih berbicara formal padaku. Oh ya panggil aku yeobo atau jagiya. Araci?” ungkap so eun. Kim bum keluar dari ruangan itu. So eun mulai kebingungan diapun mengejar kim bum.
“jagiya, gidarilgeh. Wae irae?” teriak so eun

 

 

 

~ The End~

 

 

Buka page Question & Answer apabila ada yang ingin ditanyakan
Buka dan isi data kalian di page Mates untuk perkenalan dan berkenalan dengan mates/reader yang lain
Lihat page How To Join untuk mengetahui bagaimana cara mengirim ff
Buka Library (sequel or one shoot) untuk melihat ff yang sudah dipost
Buka http://bumssoindo.wordpress.com untuk mengetahui news terbaru dari Kim Bum dan Kim So Eun
Follow our new twitter @bumssoindo dan mention saja bila ada yang ingin kalian tanyakan (usahakan untuk tidak menanyakan masalah privasi Kim Bum dan Kim So Eun ^^) *fans Korea sangat menjaga privasi artis mereka*
Like Kim Bum dan Kim So Eun fanbase on facebook BUMSSO INDONESIA

 

P.S.: please…… no bashing, no spaming, no hotlink !! ^^

NB: JANGAN COPY-PASTE FF YANG ADA DI SINI TANPA SEIZIN AUTHOR DAN ADMIN DI SINI… APALAGI SAMPAI TIDAK MENCANTUMKAN NAMA AUTHOR DAN SUMBERNYA

Tags: , , , ,

About bumssoindo

We are fanbase of BUMSSO (Kim Bum and Kim So Eun) from Indonesia

25 responses to “[FF Special Project] Ring Ding D♥ng, My Heart Is Ringing and Wished Upon A Star”

  1. Mii-kun says :

    Ceritanya bagusss ^^
    So Eun ikut wamil,,,kekeke :p
    Kim Bum dikira So Eun cewe…….>.<
    Kayaknya ada beberapa yg typo deh…. *sok tau*
    Araci –» bukannya Araso yaa seharusnya….
    Mian-ne –» seharusnya Mianhe kan……

    But overall bagus koq ceritanya…… ~~

  2. laras says :

    baguss ,keren :p
    haha masa so eun tidurnya ileran si ? :p
    so eun baik banget ya hatinya, ga salah tuh kim bum sama ki bum suka ama dia
    author keren :p

  3. enno bumsso says :

    kyaaaa . . .serrrruuu critana . . .keren . . .😀
    wah kse hatina mulia bgt yaaa . . .
    Bumsso bisa menyatukan 2 negara yg slama ni brtikai, hwhwhwh daebak dah😉

  4. vanessa putri says :

    .bguss plus keren bngt cerita’a bumsso hebatt euyy ikutt wamil.. hahahaha

  5. merli bumssoeul says :

    Hahaha Ceritanya Bagus , Seru ..
    YAAAAAAAAA perkataan kim bum yang bilang ga mau soeun ikut wamil karena ga mau soeun dikelilingi laki-laki .
    cinta bisa menyatukan dendam wiss KEREN

  6. RiriAngels says :

    howahahaha ngakak saya bc_a xD
    aaaaaaaa BUMSSO SO SWEET HAHA
    AHAHA EONNIE SAYA LUCU BGT😄
    agakagak bocor gimana gitu *dijitak so eun*
    ahaha aduh ngebaya Ki Bum nmbk so eun lg flu
    ahaha
    kim bum di kira cewe lg #plak
    haha KEREEEEEEEN LAH POKOK_a haha

  7. eha love eun bum says :

    wah keren-keren…
    2 jempol deh buat author yang bikin..

  8. Tamie says :

    gak Bosen untuk ngebaca ceritanya, soalnya ceritanya itu Seru & Keren abies!! :))
    4 Jempol buat Authornya!😀

  9. rosiyani 'oci' says :

    haha… ada juga wamil untuk perempuan.. lucu lucu lucu.. haha🙂
    akhirnya du kerajaan bersatu nihhh…
    bagus ceritanya onnie🙂

  10. Ina BeQi Soeulmates says :

    ahahahay..
    cerita’a baguuuuusss..
    bumsso ikut wamil..
    gak kebayang kimso jadi wanita perkasa..
    akhir’a kerajaan barat dan timur damai juga…
    chukkae bumsso..
    hoho..
    keren keren keren^^

  11. puput bumso says :

    waahh bagusss critany..
    haaa lucu pd mabok…
    haaaaa….

  12. dini ramadhani says :

    uhuhuuhu 2 kerajaan yg bertikai akhirnya berdamai jg,bumsso patut dpt nobel perdamaian nih hehehee
    awalnya,kasian ma ki bum coz cintanya tak terbalaskan tp untung ada min young yg siap jd pengganti so eun
    hahaha ngakak waktu soeun ngira kim bum cwek,yaelah segitu cantiknya kah kim bum ampe soeun ngira dya cwek
    ada lg yg lcu,ternyata peluru yg dksh soeun ke kim bum itu abis nyolong punyanya ki bum toh,kekekekkkk
    4 author dtunggu karya berikutnya

  13. rizkyapratiwi says :

    kereeennn …..

    i like it ………

  14. Maria Sativa says :

    aaaaaaa…..
    ada park min young???
    selain ngefanz ma bumsso aq jg ngefanz ama park min yong

  15. meilani says :

    wah coba ada kelanjuan cerita nya pasti seru…..

  16. zira says :

    HOW SWEET!!!!!!!!!!!!!!!!! I LIKE IT THE BUMSSO FANFIC (HOPE IT’S REAL)
    EVER!!!!!!!! 5 STARS FOR YOU! GOOD JOB….GREAT STORY EVER!!!!!

  17. dila cevoly says :

    baguuus,,,,cba lebih panjang, psti lbh seru deh

  18. edogawa kim suju says :

    waah..kim bum kereeen..pangeraaaann..>o<
    so eun jga cool..karakternya kuat ! i like it !

  19. cucancie says :

    Anyeong sy reader baru,seneng baca ceritanya…berkat bumsso jd suka baca ff…

  20. anes tia says :

    bagus sekali apalagi putrinya kyaknya berjiwa besar banget pantes aj kimbum langsung jatuh cinta !!!!!!!!!!
    ditunggu karya selanjutnya !!!!!!!!!!1

  21. vonnysumali says :

    lucu ya, tdk buat ff lagi??? utk seusiaku ff nya terlalu abg sih… karena suka bumsso, lucu juga… ditunggu ff barunya ya, boleh kirim ke emailkulangsung?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: