[FF Special Project] I’ll Be Your Husband

Author               : Sasqia Maulidta ‘Aya’

Main Cast         : Kim Bum, Kim So Eun

Other Cast        : Ibu Kim So Eun

Genre               : Romantic

Type                 : One Shoot

 

 

 

Malam ini, berbeda dari malam sebelumnya.Tak ada lagi  yang menemaniku, sekarang aku hanya terduduk sendiri. Mengingat-ingat ucapan terakhirnya padaku

 

Flashback..

“Mianhae, Bum-ah..,aku tidak bisa bersamamu lagi” ucapnya tertunduk, entah ia tengah bersedih atau tersenyum bahagia, aku hanya bisa terdiam kaku menatapnya.

“waeyo?” tanyaku terbata.

“aku sudah tak menyukaimu lagi, jeongmal mianhaeyo Kim Bum-ah, kau tidak perlu menelephoneku lagi..” ujarnya datar, tak seperti hatiku yang terasa panas dan perih.

Aku tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan untuk berucap saja aku tak sanggup. Aku hanya bisa terpaku menatap wajahnya yang tertekuk menatap lantai apartemenku. Aku terlalu sakit untuk mengucapkan sepatah kata. Aku takut kalau aku berucap maka air mataku akan terjatuh.

“aku pergi, annyeong..” ucapnya tanpa menatapku ataupun sekedar tersenyum walau sesaat. Ia pergi meninggalkan pintu apartemenku yang kini terasa neraka bagiku.

Dan sejak itulah, aku tak bisa mendengar suara indahnya yang biasa membangunkanku disaat aku terjatuh, yang biasa menemaniku disaat aku merasa senang.

End of Flashback…

 

Sudah sebulan sejak kejadian itu, aku berusaha untuk tegar dan berusaha kuat. Tapi kini aku sudah tak tahan lagi, tak ada orang disekelilingku yang mampu membuatku bertahan.

Aku hanya bisa menundukkan kepalaku dan menangis tanpa ada seorangpun tau, aku hanya bisa menangisi wanita itu, wanita yang pernah mengisi hatiku.

Balkon  apartemen menjadi tempat terbaikku untuk menangis, meluapkan perasaan sakitku tanpa perlu diketahui siapapun.

Kulihat kalender yang tersimpan disamping televisi ku, terlihat sebuah tanda berbentuk lingkaran merah pada tanggal 8 Juli, saat dimana rasa cintaku pada dirinya tersampaikan.

Tapi kini tak ada lagi perayaan, tak ada lagi kejutan istimewa. Hanya bisa teringat memori akan kenangan saat bersama dirinya.

“dasar laki-laki cengeng, bisanya hanya menangis saja..” ujar seseorang tiba-tiba. Ku tatap orang yang sudah menggangu malamku. Seorang yeoja..

“kau itu laki-laki tapi kerjaanmu hanya menangis saja tiap malam, memangnya tidak cape?” tanyanya dari seberang balkon.

“bukan urusanmu!” jawabku ketus, kubuang tatapanku dari dirinya.

“aku So Eun, Kim So Eun, tetangga barumu! Sebenarnya sudah seminggu yang lalu.” jelasnya tiba-tiba, aku tak menghiraukannya, aku hanya menatap langit malam yang gelap.

“kau Kim Bum kan? annyeong oppa..” ujarnya lagi tersenyum, aku tau ia tersenyum walau aku tak melihatnya, suaranya yang mengisyaratkannya padaku.

Aku beranjak dari posisiku, dan berjalan kedalam apartemen, terdengar suaranya berteriak padaku.

“besok aku datang kesana ya oppa..” teriaknya dari luar, aku tak memperdulikannya dan berjalan gontai kekamarku, mencoba menutup mataku yang lelah menangis terlalu lama.

 

***

 

“oppa! Kim Bum oppa!” teriak seseorang dari luar, kulangkahkan kakiku dengan malas kearah pintu sambil mengacak-acak rambutku yang berantakan.

“kenapa lama sekali..” ucap perempuan itu mendorongku dan masuk kedalam apartemenku.

“ya! Kau mau apa?” bentakku saat melihatnya melangkah sembari membawa sekotak makanan.

“oppa mandi saja, biar kubuatkan sarapan untukmu, cepat sana!” ujarnya mendorong tubuhku.

 

***

 

Kucium wangi masakan yang sudah lama tak kurasakan, kulangkahkan kakiku menuju dapur, kulihat perempuan itu tengah menyiapkan meja makan dengan rapi dan semangat.

“kau sedang apa?” tanyaku mendekatinya

“main football! Tentu saja menyiapkan sarapan. ayo duduk, oppa…” ujarnya menarikku dan mendudukan ku disalah satu kursi.

“ayo dimakan, ini buatanku sendiri lho! Khusus untuk oppa!” ujarnya tersenyum sembari memberikan sepiring nasi goreng yang memang terlihat enak padaku.

“ayo dimakan..” ujarnya saat melihatku hanya menatapi nasi goreng yang ada dihadapanku.

Kuambil sendok dan garpu yang terletak disamping piringnya dan menyuapi nasi itu kemulutku, dan ternyata benar, rasanya memang enak, tanpa sadar dalam waktu singkat aku sudah menghabiskan sepiring nasi goreng itu.

“haha.. sudah kuduga oppa akan suka! Pasti oppa sangat lapar, sampai-sampai makanannya tak bersisa, haha..” ujarnya tertawa melihatku. Aku hanya menatapnya datar dan meminum segelas air putih disampingku.

“gomawo atas nasi gorengnya,” ucapku pelan. Ia hanya tersenyum dan mengangguk.

“aku pulang dulu ya, besok aku datang lagi..” ujarnya tersenyum dan melambaikan tangannya padaku

“annyeong..” ucapnya melangkah meninggalkan apartemenku.

 

***

 

Sudah sebulan aku mengenalnya tanpa ada percakapan lebih, ia hanya datang saat pagi hari dan malam hari. Setiap pagi ia selalu datang ke apartemenku dan membuatkan sarapan, sedangkan malamnya, ia selalu mengajakku mengobrol dari balkonnya tanpa kuperdulikan, tapi ia tetap saja selalu ada setiap malamnya.

Tapi lama kelamaan aku mulai dekat dengannya, sesekali ia mengajakku pergi bermain atau sekedar berjalan-jalan sekitar apartemen, ia berbicara banyak hal padaku dengan semangat, walaupun aku tak membalas ucapannya, ia tetap semangat bercerita padaku. Ada satu cerita yang paling kusuka darinya.

 

***

 

“ oppa, apa kau tahu? Saat aku kecil dulu, aku pernah bercerita pada eomma-ku tentang calon suamiku..” ujarnya saat kami tengah terduduk ditaman.

“aku ingin punya suami yang sangat menyayangiku dan keluargaku. Aku tidak mau laki-laki yang cengeng. Menangis hanya karena ditinggalkan kekasihnya yang dulu dan tak memperdulikan dirinya sendiri atau lingkungannya..” ujarnya lagi tanpa kupinta. Ia terus bercerita padaku sambil sesekali memainkan kakinya.

“Pasti menangis itu menyakitkan, melelahkan lagi. Rasanya mata kita terasa bengkak dan berat, warnanya hitam dan berubah menakutkan. Aku saja sampai takut pada diriku sendiri kalau melihatku sehabis menangis..” jelasnya sedikit terkekeh mengingat masa lalunya.

Aku hanya bisa memandanginya selama ia bercerita, mengamati wajah mungilnya, hidungnya yang memerah karna kedinginan, uap yang keluar dari mulutnya tiap ia berucap.

 

***

 

Pagi ini aku terbangun lebih awal, entah kenapa tapi rasanya aku ingin bangun pagi. Kunyalakan TV sembari menunggu So Eun mengetuk pintu, tapi tak ada tanda-tanda kedatangannya. Padahal sudah jam 10, biasanya ia datang jam 8 sebelum pergi ke kampusnya.

“Sepertinya ia harus pergi pagi ke kampusnya, yasudahlah, aku masak ramyeon saja..” ujarku setelah lama menunggu.

Malampun tiba, seperti biasa, aku duduk di balkon apartemen ku. Lama kuterdiam, teringat akan So Eun yang biasanya mengacaukan suasana malamku, tapi malam ini ia tak ada, kulihat lampu kamarnya pun mati.

“Kemana dia, tak biasanya ia diam saja..” gumamku dalam hati.

 

***

 

Ini hari ke-15 ia tak datang ke apartemenku, entah kenapa hatiku merasa gusar ia tak datang lagi. Sudah lama ia tak datang kesini lagi. Aku sendiri tidak pernah menanyakannya pada keluarganya. Banyak pertanyaan yang muncul dalam benakku.

Kemana So Eun, kenapa dia tak pernah datang lagi?

Apa yang terjadi pada So Eun? Apakah ia baik-baik saja?

Aku terus berjalan mundar-mandir didepan TV, perasaan tak tenang dan gusar tengah melandaku. Kubuka pintu balkon dan mencoba melihat tanda-tanda keberadaan So Eun, namun tak ada.

Akhirnya kuputuskan menanyakannya pada keluarganya.

“annyeong.. joneun Kim Bum-imnida, apa So Eun ada?” tanyaku pada seorang wanita berumur 40-an, sepertinya ia eomma So Eun.

“aah.. jadi kau yang bernama Kim Bum, ayo masuk..” ujar perempuan itu ramah, aku masuk kedalam dan duduk disebuah ruang tengah yang terlihat manis dengan dekorasi sederhana.

“So Eun sering menceritakan tentangmu, setiap menceritakanmu ia selalu tersenyum lebar dan sangat ceria. Bahkan ia pernah mengatakan sesuatu tentangmu..” ujar ahjumma setelah menghidangkan segelas teh hangat padaku.

“mengatakan apa ahjumma?” tanyaku penasaran.

“ia bilang ia sudah menemukan suaminya, bahkan ia sudah memasakan sarapan tiap pagi seperti yang sering kulakukan untuk appa-nya..” ujar ahjumma malu-malu. “maafkan anak ku ya Kim Bum, ia sudah lancang menganggapmu sebagai suaminya..” tambah ahjumma lagi penuh penyesalan.

“aniyo ahjumma, gwaenchana, aku tidak apa-apa..” jawabku segera. Aku tak menyangka ahjumma akan mengatakan hal ini, apa benar apa yang dikatakan ahjumma.

Aku hanya bisa terpaku menatap segelas air teh hangat yang berada digenggamanku, merasa menyesali apa yang terjadi selama ini.

“ahjumma, kalau boleh aku tau, So Eun ada tidak?” tanyaku.

“dia tidak ada dirumah, dia pergi sejak seminggu yang lalu, ia pergi ke Pusan.” jawab ahjumma.

“Pusan? baiklah, terimakasih ahjumma atas teh nya, lain kali aku akan mampir lagi.. annyeong” jawabku.

Dengan segera aku melesat menuju pusan, aku menaiki subway menuju pusan.

“aiish! babo! Pusan itu kan besar, aku harus cari ke mana?!” gerutuku pada diri sendiri saat diperjalanan.

“Ah! Sudahlah, apapun akan kulakukan asalkan bisa bertemu So Eun! Aku harus bertemu dengannya!” gumamku semangat.

Ketika sampai di Pusan dengan segera aku mencari So Eun, aku mencoba mencarinya diantara kerumunan orang-orang. Sesekali aku terjatuh dan kembali bangkit meneruskan langkahku..

Sudah 5 jam aku berlari mencari So Eun, menjelajah jalan-jalan Pusan mencoba menemukan So Eun, tapi hasilnya percuma. Aku tetap tak bisa menemukannya, napasku kini sudah terengah-engah, celanaku pun robek dibagian lutut akibat terjatuh, tapi aku tak boleh menyerah. Aku harus menemukan So Eun.

Kembali ku lanjutkan pencarianku, berjalan menuju sebuah pusat pertokoan mengira So Eun ada disana.

“ya! Kau! Dasar orang miskin! Mau apa kau kemari!” bentak seorang satpam dari pintu masuk pertokoan. Aku tak mempedulikannya, aku terus melanjutkan langkahku.

Kini satpam itu berjalan mendekatiku, ia menarik lenganku dan menyeretku keluar pertokoan.

“lepaskan! Aku harus mencari seseorang!” bentakku mencoba melepaskan diri.

“diam! Tidak usah berbohong! Cepat keluar dari sini!” bentaknya semakin mempererat pegangannya, aku terseret keluar pertokoan, dan ia menghempaskan tubuhku ketanah.

“aww..!” teriak seseorang dari belakangku. Sepertinya ia tertubruk badanku yang dihempaskan oleh satpam barusan.

Aku dan orang tadi terduduk dijalan, segera kulihat orang itu.

”So Eun..” panggilku tak percaya saat melihat So Eun yang tengah memegangi lengannya yang kesakitan.

“oppa..” jawabnya tak kalah kaget, aku segera memeluknya, tanpa pikir panjang dan tak peduli dengan sekitar.

 

“oppa! Apa yang kau lakukan?! Ini tempat umum!” ujarnya sembari mencoba melepaskan pelukanku, tapi aku tak bergeming.

“bogoshipo.. aku sangat merindukanmu” ujarku lembut, tak terasa aku sudah menitikan air mata.

“mwo? kau bilang apa?” tanyanya tak percaya, kulepaskan pelukanku dan memegang kedua pipinya dengan lenganku.

“aku benar-benar merindukanmu.. Kim So Eun! Kau tidak pernah datang ke apartemenku lagi..” jelasku terbata menahan air mata.

“oppa..” gumamnya tersenyum manis, kembali aku menarik kepalanya kedalam dekapanku.

Air mataku mengalir semakin deras, tak peduli dengan orang-orang yang menatap kami berdua.

 

***

 

“jadi kau merawat bibimu yang sakit?” tanyaku saat kami tengah makan disebuah restoran kecil. Ia mengangguk pelan sembari sibuk memakan ramyeon nya, pipinya yang chubby pun terlihat menggembung terisi dengan ramyeon. “kenapa tidak mengabariku?” tanyaku lagi merubah posisi lenganku menjadi terlipat diatas meja.

“oppa kan biasanya tidak menggubris ucapanku, jadi kukira oppa tak akan mencariku..” jelasnya setelah menghabiskan ramyeon.

“sekarang jangan lakukan itu lagi! Kukira kau diculik..” ujarku asal dengan wajah yang memerah.

“oppa juga harus menganggapku kalau aku berbicara” timpalnya dengan wajah lucunya

“araseo..” jawabku singkat.

Setelah selesai makan, aku mengajaknya berjalan kesebuah jalan yang penuh dengan toko-toko yang berjajar dengan lampu yang terang disana-sini.

Aku berjalan disampingnya sembari menikmati pemandangan yang sudah lama tak kurasakan. So Eun berjalan disampingku sembari sesekali menggosok-gosok kedua tangannya kedinginan.

“So Eun-ah..” ujarku menarik tangannya.

“mwo?” tanya So Eun.

“mungkin ini terdengar aneh, tapi aku sendiri tidak tau harus bagaimana..” ucapku.

“maksud oppa apa?” tanyanya tak mengerti, rambutnya yang sebahu sesekali tersibak oleh angin malam.

“aku.. aku.. aku tidak mau terus-terusan menjadi bahan kebohonganmu..” ujarku menunduk.

“maksud oppa?” ucap So Eun bingung.

“aku ingin menjadi suamimu yang sesungguhnya, bukan hanya suami dipagi hari saja, tapi jadi suamimu setiap saat..” jelasku malu.

“mwo? kenapa oppa bisa tau?” tanya So Eun. Ku lihat wajahnya sudah memerah sekarang.

“dari eomma-mu..” jawabku singkat.

“tapi aku masih muda oppa, masih ingin menyelesaikan kuliahku..” gumamnya dengan polos, aku hampir saja tertawa lebar mendengarnya.

“aish! Dasar baboyeoja! Tentu saja kutunggu kau sampai nanti kau siap! Karena aku yakin, kau juga akan setia padaku..” jelasku mencoba bersabar

“hehe.. kukira oppa mau langsung menikahiku, aku kan takut..” jawabnya tersenyum kecil.

“jadi bagaimana?” tanyaku mengembalikan topik,

“karna oppa mau menungguku, jadi aku berjanji akan setia pada oppa sampai nanti saatnya oppa akan jadi suamiku..” ucapnya tersenyum manis.

Aku menariknya ke dalam pelukanku, membelai rambut hitamnya dengan lembut

“Kim So Eun, saranghaeyo..” gumamku pada telinganya

“na do.. oppa” jawabnya dengan lembut.

 

 

 

THE END

 

 

Buka page Question & Answer apabila ada yang ingin ditanyakan
Buka dan isi data kalian di page Mates untuk perkenalan dan berkenalan dengan mates/reader yang lain
Lihat page How To Join untuk mengetahui bagaimana cara mengirim ff
Buka Library (sequel or one shoot) untuk melihat ff yang sudah dipost
Buka http://bumssoindo.wordpress.com untuk mengetahui news terbaru dari Kim Bum dan Kim So Eun
Follow our new twitter @bumssoindo dan mention saja bila ada yang ingin kalian tanyakan (usahakan untuk tidak menanyakan masalah privasi Kim Bum dan Kim So Eun ^^) *fans Korea sangat menjaga privasi artis mereka*
Like Kim Bum dan Kim So Eun fanbase on facebook BUMSSO INDONESIA

 

P.S.: please…… no bashing, no spaming, no hotlink !! ^^

NB: JANGAN COPY-PASTE FF YANG ADA DI SINI TANPA SEIZIN AUTHOR DAN ADMIN DI SINI… APALAGI SAMPAI TIDAK MENCANTUMKAN NAMA AUTHOR DAN SUMBERNYA

Tags: ,

About bumssoindo

We are fanbase of BUMSSO (Kim Bum and Kim So Eun) from Indonesia

21 responses to “[FF Special Project] I’ll Be Your Husband”

  1. zumi shinigami says :

    waaah pertamax………….

    romantis dehceritanya…. tp kurang panjang dikit..heheheheh

  2. Niiz says :

    Huaaaaa daebak, kebayang samaa mukaa poloosnyaa onnie n mukaa datarnya oppa >.<

  3. merli bumssoeul says :

    Romantis ..
    Tingkah soeun lucu kekeke , tapi kurang panjang

  4. dini ramadhani says :

    huhuhu idem ma komen2 diatas,kurang panjang chingu*reader maruk*
    tp ehem2 keren plus romantis

  5. rosiyani 'oci' says :

    wuaaaaa so eun yang dah buat bum keluar dari keterpurukannya,, haha…
    memang eunnie baik hati dan tidak sonmbong.. dah punya firasat aja gt kalo bum yang akn jadi suaminya, hahaha…. dan untungnya ga bertepuk sebelah tangan..
    bagus onnie ffnyaaaaaaa🙂

  6. biniminhoaja says :

    annyeong😀
    keren, romantis banget keep writing yah🙂

  7. ENNObumsso says :

    waah . . .karakter kse lucu . . . tp diam2 bisa mencuri hati bum. hohohoh

    y ampuunn . .. .perjuangan kb di busan bnr2 jempol dah, demi menemukan cintana.
    keeeerrrreeeennnn . .. .😉

  8. pucha says :

    annyeeeoooooongggggg authorrrr……..

    huaaaaaaa OSnya singkat,,padat dan berisi…
    saya suka OS anda q^_^p
    hahaha kim bum malu- malu tapi mau,,,giliran soeun pergi di bela2in nyariin

    gomawo
    _bow_

  9. Mii-kun says :

    Romantis abis ceritanya………….~_~

    Suka~suka~suka………….^^

    Tp kurang panjang……hehehehe *maruk*

    Good job author ^o^

  10. RiriAngels says :

    AAAAA KEREEEEN
    HAHAHA
    SO SWEEEEEEEET😄

  11. puput bumsso says :

    baguss saeng..
    Good Job….
    agak panjang dikit crtany pst tmbh bgs,tp nh dh bgs kok ;D

  12. Ina BeQi Soeulmates says :

    uwaaaaaaa uwaaaaa
    romantiiiiiiiiissss….
    kb said i’ll be u’r husband to kse..
    smga nyata smga nyata…
    kereeeeennn^^

  13. Viqa_BumsSoeulindo says :

    huaaaaaaaaaaaaaaaaa so sweettt, ,salut saya ma bumppa,kekekeke

    “ya! Kau! Dasar orang miskin! Mau apa kau kemari!” bentak seorang satpam dari pintu masuk pertokoan. Aku tak mempedulikannya, aku terus melanjutkan langkahku
    =>> waduh parah, ,emang ada gembel wajahnya kayak bumppa ya ?? haha aya-aya, , ,

    “tapi aku masih muda oppa, masih ingin menyelesaikan kuliahku..” gumamnya dengan polos, aku hampir saja tertawa lebar mendengarnya.
    =>>> haha yoo wes sini tak gantikan dulu yo,tunggu sampai so eun eonnie lulusss, , bolehkan ??? hahha

    pokoke daebak !!!

  14. meilani says :

    wah ……………. kok kimbum nya cengeng……..
    gara-gara cuma di tinggalkn sama ceweknya biasanyakan
    dia nya sok cool
    tapi ceritanya menarik……..

  15. cucancie says :

    Kenapa tiap baca ff bumsso feel nya selalu dapet…huuuaaa… Jd makin suka bumsso

  16. anizza says :

    Kurang panjang thor tp bagus og .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: