Forget-The Love-Not part 2

Author       : Farah Dhila

Main Cast  : Kim Bum and Kim So Eun

Cast           : Kang Min Kyung(Davichi), Seo Woo, Lee Jong Hyun(CNBlue), Yoo Seung Ho, and Park Eun Bin.

Genre        : Romantic, Friendship

Type          : Sequel

 

 

Anyeong chinguJ Masih inget ceritanya Forget-The Love-Not Part 1 ga? Hehe buat yang lupa atau ketinggalan silakan liat di library – sequel. Nanti selesai baca, tolong komen saran atau kritik yaaa~ Oke, ENJOY READING ♥♥♥

 

 

Part  2

 


Kim Bum sedikit terkejut menjadi orang pertama yang hadir di ruang rapat itu. Yah, karena biasanya ia bukan tipe orang yang tepat waktu. Ia langsung duduk dan menyibukkan diri dengan ponselnya.

So Eun menekan tombol lift dan melihat jam tangannya. Jam 9 kurang 10 menit. Ia lega tidak harus malu karena terlambat. Pintu lift terbuka, So Eun masuk ke dalamnya.Gerakan naik lift membuat kepala So Eun berputar-putar—pusing. Kurang dari semenit pintu lift sudah terbuka lagi. So Eun berjalan keluar lift dan setelah berbelok beberapa kali ia sampai di depan ruangan rapat hari ini. Tanpa berpikir ia membuka pintu di depannya. Dan terkejutlah ia, mendapati bahwa Kim Bum sudah duduk di kursi beberapa meter dari tempatnya berdiri terpaku.

“Anyeonghaseo”sapa Kim Bum ramah setelah menyadari kehadiran So Eun di ruangan itu.

So Eun dengan senyum setengah-setengah membungkukkan badannya,”Anyeonghaseo”

“Kita terlalu rajin atau apa ya?”canda Kim Bum sambil memasukkan ponselnya ke dalam saku. Ia senang mendapat teman mengobrol setelah beberapa menit sendiri di ruangan rapat itu.

So Eun tersenyum lagi. Ia mengambil tempat agak jauh dari tempat Kim Bum duduk.

“Bagaimana novel keempatmu? Sudah selesai?”

Oh, ternyata dia tau juga. “Sedikit lagi. Masih ada beberapa bagian yang harus diperbaiki.”

“Kudengar, novel itu adalah cerita hidupmu sendiri. Benar begitu?”

Dia, detektif atau apa? “Mm, memang. Tapi tidak benar-benar sama, ada beberapa bagian yang kukarang sendiri.”

Kim Bum tertawa pelan.

“Kenapa?”

“Aku jadi ingin tau ceritanya seperti apa.”

Kali ini So Eun yang tertawa—pelan “Tunggu saja tahun depan”

“Mm, tentu saja akan kutunggu.”

Dada So Eun bergemuruh. Ia pernah mendengar kata-kata ini sebelumnya, dari orang yang sama. Mm, tentu saja akan kutunggu. Sebelum sakit kepalanya kambuh lagi, So Eun mengalihkan pembicaraan ke masalah pekerjaan.

 

“Apa?”tanya So Eun galak karena tingkah laku Min Kyung yang jadi menggodanya sejak rapat berakhir tadi.

“Jadi selama 10 menit kau hanya berdua dengannya di ruangan rapat?”

“Iya. Memangnya kenapa?”suara So Eun kembali ke nada asal. Melembut.

“Waaah. Kalian bicara apa saja?”

“Mmm, banyak.”

“Lalu?”

“Itu waktu yang singkat Min Kyung-ah. Hanya 10 menit.”

“Tapi kau menikmatinya bukan?”

So Eun menoleh ke arah Min Kyung sambil melotot dan berkacak pinggang.

“Ah ya ya, baiklah. Aku akan diam.”Min Kyung mengalihkan pandangannya kembali pada laptop. Ia merengut pelan,”Ah Eun. Kau ini memang. Kim Bum kan tampan. Mengapa reaksimu begitu datar.”

So Eun melirik galak ke arah Min Kyung,”Kau bilang apa?”

Min Kyung yang ketahuan didengar hanya tersenyum menyeringai,”Sudah, teruskan saja pekerjaanmu.”katanya sambil mengibas-ibaskan tangannya mengusir.

 

So Eun pulang ke rumah saat matahari hampir terbenam. Nenek sedang tidak ada di rumah. Tadi, sudah menelfon. Menemui teman lama katanya. So Eun langsung naik tangga dan masuk kamarnya. Ia merebahkan dirinya begitu saja di ranjang. Kepalanya masih berputar-putar. So Eun memejamkan matanya. Berusaha mengusir pikiran-pikiran yang membuat kepalanya semakin sakit. Tapi tidak berhasil. So Eun membuka matanya kembali. Dengan gerakan pelan ia membuka laci meja di samping tempat tidurnya. So Eun mengeluarkan sebuah kotak merah marun berukuran sedang dan membuka penutupnya dengan hati-hati. Sebuah foto, beberapa kartu ucapan, sebuah boneka beruang berukuran kecil, dan sebuah gelang berlonceng yang berkilau. So Eun mengambil foto yang sama sekali belum berubah itu. Di sana ada gambarnya dan seorang laki-laki yang melingkarkan tangan di bahu kanannya. Mereka berdua memakai seragam sekolah menengah dan sama-sama tersenyum. Lama ia memandangi foto itu dan tiba-tiba air matanya jatuh.

Kenapa kau kembali? Kenapa aku harus bertemu denganmu lagi? Kau tau apa. Pertemuan ini membuatku kembali mengingat rasa sakitku dulu. Rasa sakit yang begitu menyiksa. Dulu aku hanya bisa menangis. Sekarang aku harus bagaimana?

Dan So Eun terus menangis. Ia menangis lama sekali. Sampai dadanya terasa sangat sesak dan sakit. So Eun mendekap foto di tangannya. Ia mendekap erat foto itu sambil terus menangis. Aku rindu padamu Bummie.

 

Matahari belum sempurna muncul, tapi So Eun sudah bangun dari tidurnya. Matanya masih sembab karena semalaman menangis, tapi badannya segar. Pagi ini tidak ada jadwal rapat, pertemuan dengan editor, atau sekedar mondar-mandir di kantor tanpa mengerjakan apa-apa. Jadi, sepertinya jika pagi ini dihabiskan untuk menari akan sangat menyenangkan.

So Eun menari balet sejak usianya masih 7 tahun. Dulu waktu ibunya masih hidup ia pernah kursus balet di dekat sekolahnya. Tapi kemudian kursus itu berhenti saat ibunya meninggal. Lalu So Eun memulai kursusnya lagi pada saat duduk di sekolah menengah dan ia menari sampai sekarang. Neneknya pernah menginginkan agar ia serius sekolah menari dan kemudian menjadi penari balet profesional. Tapi menulis lebih menarik perhatiannya sehingga ia memilih jurusan sastra saat duduk di bangku universitas dan menjadi penulis seperti sekarang.

Musik Mozart mengalun pelan di kamar So Eun yang luas. So Eun memulai gerakannya. Berjinjit, memainkan kedua tangan, dan berputar. Dengan pelan namun anggun So Eun terus menari mengelilingi kamarnya. Nenek So Eun yang mendengar samar-samar musik dari kamar cucu kesayangannya hanya tersenyum.Tumben anak itu mau menari.

 

“So Eun-ah, ayo turun. Ada Min Kyung datang.”teriak nenek dari bawah.

So Eun yang sedang duduk-duduk menghilangkan rasa lelahnya bergerak melepas sepatunya dan berdiri bangkit berjalan ke arah pintu kamar. Ia menggerak-gerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan menghilangkan rasa pegal sambil menuruni tangga. Di ruang tengah terlihat Min Kyung yang sudah rapi sambil tersenyum manis ke arahnya.

Mereka bertiga sudah duduk dengan manis mengelilingi meja makan. Nenek So Eun, Min Kyung, dan So Eun.

“Ada apa kau datang kemari?”tanya So Eun pada Min Kyungsambil mengambil sepotong roti di hadapannya.

“Kau punya kopian naskah film? Sutradara baru kita menanyakan”

“Harusnya dia kan sudah punya. Iya kan?”

Min Kyung mengangkat kedua bahunya,”Mana ku tau. Dia hanya berpesan agar aku menanyakannya padamu”

“Mm, atau mungkin ia mau naskah yang sudah kuperbaiki. Aku sudah janji pada Hae Ri untuk memperbaiki naskahnya. Mungkin Kim Bum sudah bertanya pada Hae Ri soal naskah itu.”

Min Kyung mengangguk-angguk mengerti,”Ya, mungkin seperti itu.”

“Bilang padanya besok. Aku belum selesai memperbaikinya.”

“Oh, baiklah kalau begitu.”Min Kyung tersenyum ke arah nenek So Eun dan ikut mengambil sepotong roti di hadapannya. Kenapa aku merasa jadi perantara pembawa pesan seperti ini ya? Ah orang-orang ini, kenapa mereka tidak bicara sendiri saja. Aneh.

 

“Jadi naskahnya belum selesai?”

“Mungkin. So Eun hanya bilang, besok ia akan mengantarkannya padamu”kataMin Kyungsambil sibuk berpikir sendiri. So Eun bilang begitu tidak ya?Ia lalu menggeleng pelan. Ah, kira-kira kan seperti itu.

“Mm, baiklah.”

Min Kyung baru saja akan keluar dari ruangan itu saat Kim Bum menahannya dengan bertanya,”Apa So Eun masuk hari ini?”

“Tidak. Biasanya kalau tidak ada keperluan seperti rapat atau pertemuan penting lainnya, So Eun tidak akan masuk kantor. Ia kan penulis novel, jadi lebih banyak menghabiskan waktunya di luar.”

Kim Bum mengangguk-angguk mengerti. Ia lalu kembali menatap Min Kyung dengan pandangan oh-baiklah-kau-boleh-pergi. Min Kyung membalasnya dengan senyum dan melanjutkan langkahnya yang terhenti tadi.

 

Hari ini langit sangat mendung. Padahal masih pagi. So Eun tidak suka mendung, karena itu berarti akan turun hujan dan ia tidak akan bebas pergi kemana-mana. Tapi tetap saja pagi ini ia harus  ke kantor. Mengantarkan naskah film untuk Kim Bum. Sebenarnya tadi ia ingin menitipkan naskah itu saja pada Min Kyung, tapi ternyata pagi ini Min Kyung harus survey lokasi syuting film. Jadi, ia terpaksa mengantarkannya sendiri.

So Eun berjalan masuk ke gedung berlantai enam itu. Seperti biasa masuk lift dan merasa pusing—karena gerakan naik lift. Beberapa menit kemudian ia sudah sampai di depan ruangan Kim Bum. Setelah mengetuk pintunya, So Eun langsung masuk.

“Pagi”sapa So Eun sambil tersenyum ramah—sedikit dipaksakan.

“Oh, pagi. Kau kemari mengantar naskah kan?”

“Mm, ini”

Kim Bum menerima naskah itu dengan tangan kanannya. Lalu memperhatikan So Eun yang masih saja berdiri di sampingnya. Ia tersenyum,”Duduk saja”

Dengan sedikit canggung, So Eun berjalan beberapa langkah lalu duduk di kursi yang membuatnya berhadap-hadapan dengan Kim Bum.

“Naskahnya bagus. Kau sepertinya sangat mengerti tentang naskah film.”

So Eun mengangguk,”Dulu aku pernah mempelajarinya waktu kuliah.”

“Aku sangat suka cara kerjamu. Kupikir penulis novel hanya akan sebatas menulis novel saja.”

So Eun tersenyum menanggapi,”Tapi ternyata tidak seperti itu kan?”

Kim Bum tertawa pelan“Iya iya. Kau sudah tau hasil casting pemeran-pemeran film ini?”

So Eun menggeleng pelan. Kim Bum menyodorkan sebuah map sambil tersenyum. So Eun menerimanya dengan bingung. Ia membuka map itu, membacanya saksama dan bergumam mengerti.

“Jadi, Yoo Seung Ho dan Park Eun Bin akan jadi pemeran utamanya. Setahuku mereka masih sangat muda. Apa alasanmu memilih mereka?”tanya So Eun dengan pandangan yang masih tertuju pada map di tangannya.

Kim Bum meletakkan naskah yang dibacanya. Ia terlihat serius menanggapi pertanyaan So Eun. “Sederhana saja. Karena menurutku mereka berbakat dan cocok. Usia bukan masalah besar. Menurutku mereka malah terlihat lebih dewasa dari usia mereka yang sebenarnya.”

“Mm”

“Bukan hanya aku yang berpendapat seperti itu. Tapi yang lain juga. Jadi aku berani menyarakankan kedua orang itu sebagai pemeran utama yang kusetujui pada casting director.”

So Eun mengalihkan pandangannya ke arah Kim Bum dan tersenyum.

“Aku yakin film ini akan jadi film yang menarik”kata So Eun sambil masih tersenyum.

“Mm. Percayakan saja padaku.”

Obrolan pun berlanjut ke tempat-tempat di mana adegan-adegan akan diambil dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan persiapan pembuatan film itu. Kim Bum tidak tau pasti siapa sebenarnya Kim So Eun, tapi entah kenapa ia merasa pernah mengenal gadis ini sebelumnya. Mengenal yang sepertinya tidak hanya sekedar kenal. Karena hanya mengobrol dengan gadis di hadapannya itu bisa membuatnya nyaman dan … bahagia?

Sudah hampir dua jam ternyata mereka berdua mengobrol. Kim Bum menyadari itu saat melihat jam tangannya.

“Sudah waktunya makan siang”kata Kim Bum sambil membereskan map-map yang berserakan di atas mejanya.

So Eun ikut-ikutan melihat jam tangannya,”Ah iya”

“Setelah makan siang kita ada rapat lagi kan?”tanya Kim Bum sambil mengenakan jaketnya.

So Eun mengangguk.

“Kalau begitu, makan siang denganku saja”

“Ah?”So Eun mengerutkan keningnya. Ia berada di antara bingung dan ragu.

“Iya, makan siang denganku. Toh nanti kau akan ke kantor lagi kan?”

Ayolah jawab Eun, iya atau tidak. Astaga, harus jawab apa ini. So Eun masih terus diam sambil menimbang-nimbang.

“Naik mobilku. Jadi kau bisa hemat bensin. Bagaimana?”

Setelah perdebatan sengit yang terjadi di pikirannya antara kata iya dan tidak, So Eun mengangguk. Sebenarnya bukan karena ia ingin menghemat bensin, tapi memang ia sedang sangat lapar. So Eun bangkit dari tempat duduknya dan berjalan keluar ruangan bersama Kim Bum.

 

So Eun memandangi hujan yang terus turun dari jendela mobil. Ia melihat orang-orang berlalu lalang dengan cepat. Tapi lama kelamaan pemandangan itu jadi lain di matanya. Ia melihat seorang gadis dan seorang laki-laki berseragam sekolah sedang berlari bersama menerobos hujan. Mereka berpegangan tangan sambil tertawa-tawa. So Eun mengalihkan pandangannya lurus ke depan. Ia meremas kedua tangannya. Kilas balik kenangan masa lalunya berlalu lalang di pikirannya. Kepalanya mulai terasa sakit. Astaga, ia benci keadaan ini.

Kim Bum yang merasa bingung dengan sikap So Eun akhirnya bertanya,”Kau tidak apa-apa kan?”

So Eun menoleh cepat,”Oh .. aku .. aku tidak apa-apa.”

Kim Bum tersenyum menanggapi. Ia lalu kembali berkonsentrasi pada jalanan di depannya.

So Eun belum mengalihkan pandangannya dari laki-laki di sampingnya. Ia hanya terus memandangi tanpa bisa menoleh. Lihatlah, kau bahkan tidak berubah sama sekali di mataku. Lihatlah, betapa bodohnya aku tidak bisa mengalihkan pandangan darimu. Lihatlah, betapa aku akan dengan bodohnya jatuh lagi seperti dulu.

So Eun berusaha sekuat tenaga untuk mengalihkan pandangannya. Ia kembali menatap kedua tangannya yang meremas dengan kuat satu sama lain. Air matanya mulai menggenang. Kepalanya semakin berputar-putar. Ia kemudian memutuskan untuk kembali menatap jendela, setidaknya air mata itu tidak jadi terjatuh.

 

Min Kyung kembali heboh menganggu So Eun. So Eun sendiri jadi menyesali tindakannya yang menyanggupi makan siangnya bersama Kim Bum. Kalau tadi ia menolak, mungkin ia tidak akan sakit kepala  seperti ini dan juga tentu Min Kyung tidak akan menambah penat sakit kepalanya.

“Ayolah Eun ceritakan padaku”

Min Kyung memergokinya saat ia turun dari mobil bersama Kim Bum setelah kembali ke kantor dari makan siang tadi.

So Eun menghela nafas,“Itu hanya makan siang biasa. Tidak ada yang istimewa. Kami hanya makan siang sambil mengobrol sedikit, lalu pulang.”

Min Kyung yang tadi antusias berubah raut menjadi seperti sedang berpikir keras.

“Apa?”

“Sutradara kita itu tampan Eun.”

“Lalu?”

“Dia juga ramah dan sopan.”

“Memangnya kenapa?”

“Tapi kenapa sikapmu selalu datar seperti ini?”

“Memang harusnya bagaimana?”

“Kalau itu aku, atau gadis-gadis lainnya, pasti lain.”

“Lain bagaimana? Kau ini, aku jadi tidak mengerti.”

“Hah, ya sudah. Percuma aku menjelaskan sampai berapi-api. Kau juga tidak akan mengerti.”

Ya, itu lebih baik. Kalau kau tidak berbicara lebih lama lagi, sakit kepalaku tidak akan semakin menjadi-jadi.

“Aku pulang duluan ya. Ibuku memintaku megantarkannya ke salon. Kau, tidak apa-apa kan kalau kutinggal?”

“Aku baik-baik saja”

“Jangan lupa minum obat. Wajahmu terlihat pucat, kau tau”

So Eun mengangguk. Ia lalu mengibas-ibaskan tangannya mengusir.

“Iya, aku pergi.”kata Min Kyung sambil mengambil tasnya dan berjalan keluar ruangan.

 

 

Penasaran cerita selanjutnya kaya apa? Tunggu aja lanjutannya di Forget-The Love-Not Part 3J Gomawoyooo buat yang uda baca dan terus ngikutin

 

Buka page Question & Answer apabila ada yang ingin ditanyakan
Buka dan isi data kalian di page Mates untuk perkenalan dan berkenalan dengan mates/reader yang lain
Lihat page How To Join untuk mengetahui bagaimana cara mengirim ff
Buka Library (sequel or one shoot) untuk melihat ff yang sudah dipost
Buka http://bumssoindo.wordpress.com untuk mengetahui news terbaru dari Kim Bum dan Kim So Eun
Follow our new twitter @bumssoindo dan mention saja bila ada yang ingin kalian tanyakan (usahakan untuk tidak menanyakan masalah privasi Kim Bum dan Kim So Eun ^^) *fans Korea sangat menjaga privasi artis mereka*
Like Kim Bum dan Kim So Eun fanbase on facebook BUMSSO INDONESIA

 

P.S.: please…… no bashing, no spaming, no hotlink !! ^^

NB: JANGAN COPY-PASTE FF YANG ADA DI SINI TANPA SEIZIN AUTHOR DAN ADMIN DI SINI… APALAGI SAMPAI TIDAK MENCANTUMKAN NAMA AUTHOR DAN SUMBERNYA

Tags: , , , , , ,

About bumssoindo

We are fanbase of BUMSSO (Kim Bum and Kim So Eun) from Indonesia

17 responses to “Forget-The Love-Not part 2”

  1. alika says :

    sebenernya kim so eun dan kimbum itu dulu ada hubungan apa siiii penasaran ?..
    ceritanya keren. hehehehe

  2. qieqi_bumsso says :

    bener bgt ntu,,,
    q jd penasaran bgt nue,,,
    sebenerny so eun and kim bum dluny pnya hbngn pa sue,,,
    trus knp so eun ja yg ingat ???
    knp kim bum gag ingat ???
    jd bngung sndr nue,,,

    tp ceritany bgus kok,,,
    d’tnggu ych part selanjutny…

  3. Mii-kun says :

    Ga sabar nunggu lanjutannya ~_~……

    Jadi penasaran…….

    Cepet yaa author…… ^^

  4. dini ramadhani says :

    ada hubungan apa ya bumsso di masa lalu?jd penasaran
    oh ya so eun kok sering sakit kepala ,ada apa?
    ditunggu lanjutannya chingu

  5. rini says :

    makin penasaran aj neh,
    sbenar,a soeun m a kimbum tu ad hubungan apaan se?
    ap mereka dulu,a pacaran,,pi knpa cuma soeun yg ingat se?? trus kimbum,a gk ingat lge??
    taw kimbum,a lupa ingatan lge.
    lanjutan,a jgan lma” ya,,

  6. rosiyani 'oci' says :

    woaaa cepet jg nihhh dah part selanjutnya kayanya br ngpost 2haru yang lalu.. hhe, ,, tapi gapapa bagus malah jd bisa cepet tau cerita selanjutnya..
    hmm makin seru nih.. jadi bum ma eunnie pernah pacaran nihh waktu sma trus eunnie ditinggal ma bum ke amerika… haha..
    tapi kenapa bum lupa ya ?? apa dia amnesia gt ??? adohhhh ayo dong bum inget2 itu eunnie,, haha…
    ayoo deh ditunggu part selanjutnya, jgn lama2 ya🙂
    fightingggggg !!!!

  7. farah dhila says :

    waaah gomawoo yaa uda baca + komen🙂
    ada apa di masa lalunya bumsso? hahaaa, tunggu aja deeh~ ntar juga ketauan ada apa. terus ikutin ya chinguu ♥

  8. enno bumsso says :

    wuih . . .mqn pnasaran nui crita masa lalu na bumsso.
    Asyiiik . . .bumsso mule deket. Ayo dunt kb inget ma kse. Hohoho

  9. owni says :

    penasaran jdi’a, lgi asyik2’a baca twu’a tbc
    iya, pnsaran, sbnar’a ada apa dngan kb dan kse? kok kse knal, tpi kb’a gak knal ya?
    penasaran sma klnjutan’a, jgn lama2 ya

  10. Atin says :

    Kb amnesia kah?Ato dy lp gr2 pindah ke luar negeri *masa gt z lp?* hehe
    Dtunggu part selanjutnya.,

  11. Indah says :

    Penasaran sebenarnya kim bum sama so eun punya hubungan apa yaa
    d’tungu part selanjutnya …

  12. farah dhila says :

    part selanjutnya uda di kirim kok, tinggal tunggu admin-nya ngepost aja. baca yaaah🙂 gomawo~

  13. Ina BeQi Soeulmates says :

    makin seruuuuuuu
    makin penasaran
    lanjuuuuuutttttttt

  14. rizkyapratiwi says :

    penasaran dengan part selanjutnya

    emang da pa sich?

  15. SintiaBumsso/@SintiaBumsso17 says :

    Keren banget kak author sukaa alurnya apa mungkin dlu Bumsso prnah pacaran yaa wkt SMA ? Tp kok Bum ky g inget gitu? Ahh penasaran lanjut baca🙂

  16. Queenella says :

    Penasaran nih
    Kayaknya kim bum sama so eun dulu ada hubungan khusus
    Lanjut part berikutnya deh😀

  17. Rahmie mamierizky says :

    Amnesia kah???? Ko kim bum bener2 lupa, kasian eunnie sedih terus kalo dkt2 bummie…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: