Love From Spring and Winter Part 1

Author : phoelfish n adelia maris

Main Cast: Kim Bum , So Eun

Cast: Kim Hyunjoong

Genre: Romantic, Family

Type: Sequel

 

“Kim Soeun! Soeun! Ireona! Ini sudah pagi!”

Jauh di dalam kamar bernuansa hijau pupus di lantai dua, seorang gadis sedang menggeliat di balik selimut tebalnya. Ia masih mengantuk, tetapi suara melengking khas wanita paruh baya tadi benar-benar tidak bisa diabaikan kecuali kalau ia ingin pintu kamarnya dijebol.

“Ye, eomma!” teriak Soeun keras-keras masih dari balik selimutnya.

Soeun mengerjapkan matanya beberapa kali. Mencoba mengumpulkan kesadarannya secara utuh. Ia berhenti mengerjap saat matanya menangkap kalender digital berbentuk ikan nemo yang terletak di meja sebelahnya.

Tanggal sepuluh Januari. Sudah sepuluh hari lewat sejak hari terakhir bulan Desember. Musim semi?

Mendengar kata musim semi, semangat Soeun mulai bangkit. Ia turun dari tempat tidur dan membuka jendela kamarnya.

Bagus! Semuanya hijau dan diselingi berbagai warna bebungaan khas musim semi. Hari pertama musim semi. Benar-benar indah.

Soeun menghirup udara dalam-dalam. Paru-parunya terasa sejuk dan aroma pepohonan juga bunga mawar ibunya yang mulai merekah merangsek masuk melewati hidungnya. Akhirnya musim semi datang juga, musim favorite Soeun.

 

~@.@~

 

“Selamat pagi!” sapa Soeun yang sudah rapi dan siap berangkat ke kampus. Ia mencium pipi ayahnya yang sibuk dengan secangkir kopi dan koran pagi lalu duduk di samping oppanya.

“Selamat pagi!” jawab oppa Soeun sementara ayahnya tetap tak bergeming dari surat kabar. Pekerjaannya sebagai agen pertahanan Korea membuat sifatnya sedikit kaku.

“Hyunjoong oppa, tumben kau sudah rapi?” gumam Soeun sambil memperhatikan Hyunjoong. Tidak biasanya Hyunjoong rapi pagi-pagi karena ia kuliah siang.

“Hari ini kelas fotografi akan study tour ke Namsan, bukan?”

“Ye, oppa ikut juga?”

“Tentu saja.”

“Ohh, kupikir hanya angkatanku saja.”

“Aku ini panitia.”

“Omo! Bagaimana aku bisa lupa kalau oppa panitia?”

“Dasar kau!” Hyunjoong mencoba mengacak rambut Soeun, tapi dengan cepat Soeun mengelak.

“Ayo sarapan!” tegur eomma yang kembali dari dapur sambil membawa empat piring nasi goreng kimchi. “Habiskan Soeun-ah!”

“Pasti, eomma.” Ujar Soeun sambil menyuapkan sesendok nasi ke mulutnya.

Sebenarnya ia tidak begitu menyukai nasi goreng saat sarapan, tapi ia tidak mau mengecewakan eommanya. Keluarga Kim sudah sangat baik terhadap Soeun. Soeun memang bagian dari keluarga Kim. Tapi, itu baru sepuluh tahun yang lalu.

Mereka-keluarga Kim-mengadopsi Soeun dari panti asuhan. Walaupun tidak secara langsung berasal dari keluarga ini, Soeun diterima dengan sangat baik karena keluarga ini sangat mengharapkan kehadiran anak perempuan. Dari situlah Soeun suka musim semi. Di musim semi, ia mendapatkan sebuah keluarga yang selalu diimpikannya.

“Soeun-ah, cepat habiskan makananmu! Kau mau ikut denganku atau tidak?” ujar Hyunjoong yang sudah siap berangkat.

“Ne, ne. Aku berangkat denganmu.” Soeun menghabiskan susu cokelatnya sekali teguk. Ia mencium pipi eomma dan Appanya kemudian melesat menyusul Hyunjoong.

“Aku berangkat!” teriak Soeun sambil berlari mengejar Hyunjoong.

“Hati-hati!” pesan eomma yang entah didengar atau tidak.

Soeun melingkarkan tangannya erat-erat ke pinggang Hyunjoong. Ia tidak ingin jatuh saat dibonceng Hyunjoong. Lelaki ini suka sekali ngebut kalau naik motor.

 

~@.@~

 

Soeun mengatur napasnya yang panjang-pendek dan memegangi dadanya yang berdebar kencang. Dibonceng Hyunjoong selalu membuatnya sport jantung.

“Kau kenapa?” tanya Hyunjoong sambil mengambil helm dari tangan Soeun dan meletakkannya di jok.

“Oppa, kau ingin aku mati muda?” geram Soeun yang badannya masih gemetar.

Hyunjoong terkekeh pelan, ia tidak menanggapi gerutuan Soeun malah menggandengnya berjalan meninggalkan parkiran.

“Oppa, bisa lepaskan tanganmu?” pinta Soeun sambil menatap tangan kanannya yang digenggam Hyunjoong, was-was.

“Wae?”

“Kau tidak lihat tatapan membunuh ke arahku?” Bisik Soeun yang bergidik ngeri. Hampir semua orang yang mereka temui, khususnya para yeoja, memang sedang mendelik melihat Soeun dan Hyunjoong sekarang. Mana rela mereka melihat Hyunjoong-The Perfect Prince-berjalan dan menggandeng tangan seorang yeoja?

“Sudahlah, abaikan saja!” nasehat Hyunjoong cuek.

“Aku bisa dapat surat ancaman lagi.” Soeun masih tidak berhenti mengeluh.

“Mereka mengancammu?” seru Hyunjoong kaget. Tidak menyangka ternyata adiknya menjadi korban teror.

“Makanya, lepaskan tanganmu ini!” pinta Soeun.

Hyunjoong malah semakin mempererat gandengannya dan menghampiri sekelompok yeoja yang menatap tidak suka ke arah mereka. Soeun hanya menunduk.

“Hya! Apa yang kalian lihat? Tidak suka?” omel Hyunjoong sambil mendelik marah dan mengacungkan tangannya yang bertautan dengan jemari Soeun.

Para yeoja itu menggeleng takut, sementara Soeun sudah pasrah menyerahkan nasibnya pada Dewa Kematian.

“Dia ini yeodongsaengku tahu! Jangan ada yang berani macam-macam padanya!” ancam Hyunjoong sengit, membuat semua orang yang memperhatikannya mundur selangkah.

“Oppa, ayo pergi!” bisik Soeun. Ia tidak mau mendapat yang lebih dari surat ancaman. Jangan sampai besok pagi di mejanya terdapat kado yang ternyata isinya boneka berlumuran darah yang kepalanya putus.

Hyunjoong menurut. Ia menarik Soeun menuju auditorium universitas. Para peserta study tour kelas fotografi memang berkumpul di sana. Sesekali Hyunjoong balik menatap sinis atau menyentak orang-orang yang melihat ke arah mereka. Membuat Soeun risih dan akhirnya malah ia yang menyeret Hyunjoong supaya berjalan cepat ke auditorium.

 

~@.@~

 

“Soeun-ah, kau tidak lupa perlengkapanmu kan?” tanya Hyunjoong begitu mereka turun dari bus.

“Tidak. Semuanya sudah utuh.” Jawab Soeun sambil menunjukkan tas ranselnya yang berisi kamera.

“Jangan lupa membawa minum. Perjalanan ke puncak Namsan cukup melelahkan.”

“Tenang saja oppa!” ucap Soeun sambil mengacungkan jempolnya.

Selanjutnya mereka berpisah karena ketua panitia akan menyampaikan pidato singkatnya dan membuka study tour ini. Kemudian para mahasiswa mulai berpencar dan berjalan menuju puncak Namsan. Selama perjalanan mereka diwajibkan mengambil gambar yang sekiranya indah dan menarik. Gambar itu nantinya akan dipajang di forum kelas fotografi dan menjadi nilai tugas mereka.

Soeun menyiapkan kamera DSLR-nya, yang ia beli dengan susah payah, dan mulai memasang lensa. Soeun harus rela tidak jajan setahun dua bulan untuk membeli kamera ini.

Ia memang suka sekali pada hal yang berbau fotografi. Ia suka mengabadikan momen-momen indah walaupun hanya berlangsung sedetik. Karena momen itu tidak akan pernah kembali lagi. Dengan mengabadikannya melalui kamera membuat kita masih bisa menikmatinya walaupun waktu terus berjalan.

Soeun mulai membidikkan lensanya ke berbagai arah. Pemandangan di sekitar gunung Namsan ini memang indah dan ia harus berjuang mencari gambar terbaik supaya bisa mendapat nilai A dalam tugasnya dan award dari universitas.

Sesekali Soeun iseng membidik Hyunjoong yang sedang bertugas dengan teman-teman panitianya. Wajah oppanya itu memang sangat tampan dan camera face. Tidak heran banyak yeoja yang mengaguminya.

“Kalau aku menjual foto ini ke para fans oppa aku akan kaya raya.” Gumam Soeun sambil memandangi hasil jepretannya dan tertawa licik. Bukan tidak mungkin ia bisa membeli kamera model terbaru.

Soeun mulai membidikkan kameranya lagi. Kali ini ia mencari objek baru. Bosan juga kalau terus-terusan menjadikan Hyunjoong sebagai model. Pose Hyunjoong yang sedang tidur pulas mungkin akan jauh lebih mahal daripada pose reguler begini.

“Wow! Great!” seru Soeun saat menemukan objek yang benar-benar bagus. Ia tidak henti-hentinya mengarahkan kameranya ke arah objek itu. Mencari pose yang benar-benar tepat.

Wajah lelaki itu menjadi sangat menarik bagi Soeun. Wajahnya yang menampakkan guratan campuran antara kesedihan dan kegelisahan terpancar dengan begitu jelas. Kontras dengan bunga-bunga musim semi yang bermekaran di sampingnya. Terlebih lagi, Soeun cukup tersihir dengan wajahnya yang tampan.

“Kyeopta!” puji Soeun. Tiba-tiba saja orang itu tersenyum sambil meletakkan tangannya di belakang kepala. Soeun semakin semangat membidikkan kameranya.

“YAK!”

Soeun masih terus membidikkan kameranya ke objek yang sama. Orang itu tiba-tiba saja berubah marah. Well, sepertinya orang itu moody. Dasar Mr. Moody. Moodnya cepat sekali berubah-ubah.

Melalui lensa kameranya Soeun bisa melihat orang itu berjalan semakin mendekat. Untungnya ia cepat tanggap saat wajah penuh amarah itu menyambarkan tangannya ke arah kamera Soeun. Soeun menyembunyikan kameranya ke belakang punggung. Takut orang itu merusaknya. Ini kamera mahal!

“Hapus!” perintah orang itu sinis.

“Mwo?” tanya Soeun dengan sikap defensif.

“Cepat hapus foto-fotoku!”

“Shireo!” tolak Soeun dengan sikap defensif dua kali lipat.

“YAK! Kau! Kau sudah mengambil gambarku tanpa izin.”

“Aku minta maaf, tapi ini kan tidak melanggar hukum.”

“Tapi, kau sudah menganggu privasiku dan itu termasuk perbuatan melanggar hukum. Serahkan kameramu!”

“Andwae!” Soeun mundur tiga langkah.

“Cepat serahkan!” orang itu berjalan semakin dekat.

“ANDWAE!” jerit Soeun yang langsung berlari menjauh.

“NEO! Jangan lari!”

Soeun mempercepat langkah kakinya, ia tahu orang tadi mengejar. Ia harus selamat. Jangan sampai ada orang yang berani menyentuh kameranya.

Soeun berlari dan masuk ke dalam bus. Ia menutup pintu dan segera menundukkan kepala untuk sembunyi. Ia menutup semua tirai jendela dan meringkuk di bangkunya yang tadi ia duduki bersama Hyunjoong. Jangan sampai Mr. Moody itu menemukannya!

 

~@.@~

 

Soeun membuka komputernya untuk menganalisa hasil fotonya hari ini. Ia memilih dua foto terbaik. Satu untuk dikumpulkan sebagai tugas dan satu foto lainnya untuk dipajang di forum universitas dan akan dipilih menjadi best photo. Best photo akan mendapatkan award.

Hasil bidikannya ternyata tidak terlalu banyak. Dan yang paling dominan adalah foto namja tidak dikenalnya tadi. Ia tidak sempat berburu gambar yang lain karena terlalu lama bersembunyi takut namja tadi merebut kameranya.

Soeun memperhatikan gambar-gambar itu dengan teliti. Ia harus mendapat gambar yang terbaik untuk nilai A dan yang paling penting award-nya.

Akhirnya Soeun memilih gambar pemandangan berlatar taman Deungsan dan Hyunjoong yang menjadi objeknya sebagai gambar yang akan dikumpulkan sebagai tugas. Wajah damai Hyunjoong dan hamparan bunga yang indah tampak begitu serasi. Dan mengumpulkan sebagai tugas tidak mengambil resiko ia akan dibunuh fans-fans Hyunjoong.

Untuk gambar yang akan diupload ke forum universitas Soeun memilih gambar namja tadi, Mr. Moody itu. Ia begitu terkesan dengan gambar ini. Dua ekspresi berbeda yang begitu menarik. Kesedihan di tengah para bunga yang ceria.

Soeun menarik napas dan menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi. Hari ini cukup melelahkan. Soeun benar-benar butuh istirahat.

Soeun mematikan komputernya dan naik ke tempat tidur. Anehnya ia sempat mengambil kameranya yang memandangi foto Mr. Moody tadi. Dia sangat tampan dan manis. Pasti banyak yeoja yang menyukainya.

Bagaimana ya reaksi pemuda ini jika mereka bertemu lagi? Pasti ia akan langsung marah-marah. Bisa-bisa ia membanting kamera Soeun saking sebalnya. Kalau begitu, mulai saat ini Soeun harus lebih berhati-hati.

 

~@.@~

 

Soeun menyerahkan CD berisi gambarnya pada dosennya siang ini ketika mereka ada kelas. Sementara untuk forum universitas, ia sudah menguploadnya sendiri tadi pagi di perpustakaan.

“Soeun-ah!”

Soeun mendadak gugup ketika suara orang yang begitu akrab di telinganya ini memanggilnya. Ia bukan takut pada orang itu, tapi pada aura membunuh di sekelilingnya yang mulai mencuat.

“Hyunjoong oppa,” balas Soeun lirih.

Hyunjoong tersenyum sumringah yang berhasil membuat para yeoja serasa meleleh, sebagian memekik tertahan. Soeun mengumpat dalam hati. Oppanya ini benar-benar tidak peka. Ia bersikap sangat biasa saja dan kembali menggandeng Soeun.

“Kita ke kantin. Aku lapar.” Ajak Hyunjoong sambil mengayunkan gandengan tangannya dengan Soeun.

Soeun menunduk takut. Ia ingin menjelaskan kepada semua orang supaya mereka tidak cemburu padanya. Kim Hyunjoong ini kan oppanya. Jadi, mereka tidak perlu cemburu berlebihan karena Soeun tidak akan merebut Hyunjoong dari mereka.

“Oppa, sudah kubilang kan agar tidak menggandengku lagi?” gerutu Soeun yang segera melepaskan tangannya begitu mereka tiba di kantin.

“Wae? Kau tidak suka? Memang apa yang salah?”

“Tidak ada yang salah, tapi oppa tahu sendiri kan?”

“Mereka menerormu lagi?”

“Tidak, tapi….” Soeun berhenti bicara karena tidak menemukan kata yang tepat untuk menjelaskan kegelisahannya pada Hyunjoong. Akhirnya Hyunjoong memilih memesan makanan.

Soeun melengos kecewa. Kadang ia benci sifat oppanya yang terlalu cuek itu. Soeun tidak memesan makanan. Ia hanya mengeluarkan uang receh dan berjalan ke mesin minuman.

Ia mengambil dua kaleng softdrink. Satu yang sudah terbuka untuknya dan yang masih tersegel untuk Hyunjoong.

Kantin cukup ramai hari ini sampai-sampai suara orang yang saling berbicara berubah menjadi dengungan yang riuh rendah.

Soeun sudah akan menghempaskan dirinya ke tempat duduk ketika seseorang yang tampak buru-buru menabraknya.

“KIM BUM!” teriak orang itu tepat di samping telinga Soeun. Bukannya meminta maaf, dia malah berteriak dan melambaikan tangannya pada orang lain, tidak peduli pada softdrink Soeun yang tumpah.

“HYA!” Soeun sudah akan mengamuk, tapi ia malah tersedak melihat orang yang mendekat ke arahnya, yang dipanggil orang menyebalkan ini.

“Uhuk…uhuk….”

Soeun mengedipkan mata tidak percaya. Orang itu….Mr. Moody?! Gawat! Soeun bisa habis saat ini juga. Soeun bergegas kabur meninggalkan kantin. Ia tidak memerdulikan jeritan Hyunjoong yang memanggilnya.

Soeun memegangi tasnya yang berisi kamera dengan sikap super defensif. DSLR-nya dalam keadaan bahaya. Kenapa Soeun bisa bertemu lagi dengan pemuda itu? Di kampusnya pula. Itu artinya mereka pasti akan bertemu lagi. Kalau begini apa yang harus ia lakukan?

Soeun berjalan ke kelas IT yang menjadi kelas terakhirnya hari ini. Walaupun baru akan dimulai setengah jam lagi, kelas ini sudah cukup ramai.

Biasanya Soeun akan masuk paling akhir, bersamaan dengan dosennya. Ia bisa mati kalau masuk di saat seperti ini. Kelas IT adalah basis fanbase Hyunjoong. Di kelas inilah Soeun mendapat surat ancaman.

Untungnya mereka bersikap biasa saja saat Soeun masuk. Tidak tercium bau kemarahan dan balas dendam.

“Apa mereka semua sudah amnesia?” gumam Soeun sambil memilih tempat duduk paling depan di samping jendela.

Mereka seakan tidak bisa melihat kehadiran Soeun. Tidak juga terdengar nama Hyunjoong disebut-sebut. Biasanya mereka akan terus menggosip tentang Hyunjoong meskipun pelajaran sedang berlangsung. Apa mereka punya idola baru? Batin Soeun.

“Kimbum itu benar-benar manis.”

Soeun mengerutkan dahinya saat mendengar suara salah satu yeoja di kelasnya. Dari nada suara itu yang pengucapannya penuh dengan pemujaan, Soeun bisa mengambil kesimpulan kalau Kimbum adalah idola baru mereka.

Siapa Kimbum? Setahu Soeun tidak ada yang bernama Kimbum di kampus ini. Tapi, kenapa nama itu begitu familiar ya?

Soeun memutar otaknya. Berharap nama Kimbum bisa muncul dan tidak membuat Soeun penasaran.

“Kimbum…Kimbum…Kimbum….” gumam Soeun sambil terus berpikir. Ia yakin sudah bisa mengingatnya barusan, tapi bayangan itu menghilang secepat kedatangannya.

“Kimbum….AH! Bukankah yang di kantin tadi? Dan aigo….”

Soeun menutup mulutnya dengan kedua tangan tidak percaya. Saat penabrak menyebalkan itu memanggil seseorang bernama Kimbum, yang datang adalah Mr. Moody yang tidak terima gambarnya diambil. Dan faktanya Mr. Moody itu memang manis dan tampan. Soeun punya sendiri buktinya.

Sekarang orang-orang sedang membicarakan Kimbum yang manis dan dengan cepat menjadi idola. Soeun jadi ingat ucapannya sendiri semalam, kalau Mr. Moody ini pasti disukai banyak yeoja. Kesimpulannya adalah Kimbum merupakan Mr. Moody yang akan menghancurkan kamera Soeun jika mereka bertemu!

“ANDWAE!” pekik Soeun yang membuat semua orang menoleh padanya.

 

~@.@~

 

ff pertama castnya bumsso. . mohon komennya

 

Continued

Tags: , ,

23 responses to “Love From Spring and Winter Part 1”

  1. alika says :

    kerennnnnnnnnnnnnnnnnnnnn lanjutkan……………:)🙂

  2. dian says :

    aihai…………………..
    hwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…………………
    hehehe, Lanjut…………………………..

  3. laras says :

    wahh, seru nih,
    ditunggu kelanjutannya ya, jangan lama lama , okok ;p

  4. Anjany Bumsso says :

    woooooooowwwwwww..keren !!!!!!!!!!!!! BAGUS 3

  5. Adelia maris says :

    gomawo bwt comment2Ny :^)
    mohon kritik n saranNy :^)

  6. zi_aza says :

    critanya bgus…lanjuuuttt………

  7. Rara bumssoeul says :

    Go go go..
    Ayo..
    Lanjutttttttttttt
    jgn lama2
    . Aku sdh mulai terhipnotis dgn nui ff
    kuerennnnnn😀

  8. Kim So In says :

    Keren”…
    Part 2’a jgn lama” ya…

  9. krista says :

    wuihhh , bagus ceritanyaa …
    smoga ceritany bsk uda di posting ..🙂

  10. rosiyani 'oci' says :

    lucuuuu.. haha..
    masa ga ada yang tau kalo hyun joong itu oppanya eunnie…
    aishhh bumternyta temen kuliahnya eunnie jg.. asikkkkk nih pasti🙂
    lanjutkan ayooo part berukutnya,,, jgn lama2 ya ,, hhe🙂

  11. Atin says :

    Wah bgs,lanjutkan..diperpanjang y,kurang banyak.,hihihi *reader ngatur2 nee,sarap*

  12. farah dhila says :

    kereeeen chinguu. two tumbs up deh pokoknyaa~ lanjutkaan🙂

  13. Ina BeQi Soeulmates says :

    waaaaaaaahh waaaaaaahhh
    gaswaaatt gaswaatt
    so eun ktmu lg ma Mr.Moody,,
    apa yg bakal trjadi ya?????
    lanjuuuuuuuuuuttt

  14. hanadiah says :

    chingu, jangan lamaya part duanya. hehe

  15. RiriAngels says :

    AAAA KEREEEEEEN😄

  16. adelia maris says :

    gomawo chingudeul…..
    jgn bosen2 bca+komen y…

  17. rizkyapratiwi says :

    hyaaaaaaaaaa….. keren

  18. Viqa_BumsSoeulindo says :

    huaaaaaaaaaaaa bagusssssssssss !!!!!!!!!!!

    ff nya punya alur yang menarikkkk,, ,

    hah lanjuttttttttt

    keep fighting !!!!!

  19. eva says :

    wah…………..bagus…………….!!!!!
    good job……….., kretive…..
    sayang bru bsa baca skrg…..:D

  20. eva luthfi says :

    bagusssssssss sekali,,,,,,,,,,!!!!
    sayang baru bisa bc sekarang……………..
    :D!!!!!

  21. Junre says :

    lucu2 ffny, akan kah kim bum du2k di sebelah soe un?

  22. SintiaBumsso/@SintiaBumsso17 says :

    Keren banget :):) lanjuta baca🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: