Love Takes Patience part 1

Author              : Nuri “Bumsso”

Main cast         : Kim So Eun, Kim Bum

Other Cast       : Jun Kwang Ryul as Kim bum Father, Jun In Hwa as Kim bum mother, Lee young Ah as Kim bum younger sister

Genre               : Romantic, Family, Sad

Type                : two shoot/sequel

Annyeong Haseyo Chingudeul…eonniedeul..dan semua mates… kali ini sy  membawa os bumsso yang terinspirasi dari kisah nyata… dimana perjalanan hidup ini ditulis oleh seorang istri dalam sebuah laptopnya.

Bacalah, semoga kisah nyata ini menjadi pelajaran bagi kita semua…!!!

Enjoy reading..!!

Cinta itu butuh kesabaran…?

Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita???

So Eun POV

———————–

Hari itu.. aku dengannya berkomitmen untuk menjaga cinta kita… Aku menjadi perempuan yg paling bahagia…

Pernikahan kami sederhana namun meriah… Ia menjadi pria yang sangat romantis pada waktu itu.

Aku bersyukur menikah dengan seorang pria yang taat pada agamanya , pintar, tampan, & mapan pula.

Ketika kami berpacaran dia sudah sukses dalam karirnya. Kami akan berbulan madu di pulau jeju, itu janjinya ketika kami berpacaran dulu…

Aku sangat bahagia dengannya, dan dianya juga sangat memanjakan aku… sangat terlihat dari rasa cinta dan rasa sayangnya pada ku.

Banyak orang yang bilang kami adalah pasangan yang serasi. Sangat terlihat sekali bagaimana Kim bum suamiku memanjakanku. Dan aku bahagia menikah dengannya.

***

Lima tahun berlalu sudah kami menjadi suami istri, sangat tak terasa waktu begitu cepat berjalan walaupun kami hanya hidup berdua saja karena sampai saat ini aku belum bisa memberikannya seorang malaikat kecil (bayi) di tengah keharmonisan rumah tangga kami.

Karena Kim bum anak lelaki satu-satunya dalam keluarganya, jadi aku harus berusaha untuk mendapatkan penerus generasi baginya. Aku bersyukur saat itu Bummie mendukungku…

Ia mengaggap Tuhan belum mempercayai kami untuk menjaga titipan-NYA.

Tapi keluarganya mulai resah. Dari awal kami menikah, ibu & adiknya tidak menyukaiku. Aku sering mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari mereka, namun aku selalu berusaha menutupi hal itu dari Bummie.

Didepan Kim bum mereka berlaku sangat baik padaku, tapi dibelakangnya, aku dihina-hina oleh mereka…

Pernah suatu ketika satu tahun usia pernikahan kami, Kim bum mengalami kecelakaan, mobilnya hancur. Aku berterimakasih pada Tuhan, karena Kim bum selamat dari maut yang hampir membuat ku menjadi seorang janda.

Ia dirawat dirumah sakit pada saat dia belum sadarkan diri setelah kecelakaan. Aku selalu menemaninya siang & malam sambil berdoa agar dia cepat sadar. Aku sibuk bolak-balik dari rumah sakit dan dari tempat aku melakukan aktivitas sosial ku, aku sibuk mengurus Kim bum yang sakit karena kecelakaan.

Namun saat ketika aku kembali ke rumah sakit setelah dari rumah kami, aku melihat di dalam kamarnya ada ibu, adik-adiknya dan teman-teman Kim bum, dan disaat itu juga.. aku melihat ada seorang wanita yang sangat akrab mengobrol dengan ibu mertuaku. Mereka tertawa menghibur suamiku.

Untunglah Kim bum ternyata sudah sadar, aku menangis ketika melihat kim bum sudah sadar, tapi aku tak boleh sedih di hadapannya.

Kubuka pintu yang tertutup rapat itu sambil mengatakan, “Annyeong haseyo” dan mereka menjawab ku. Aku berdiam sejenak di depan pintu dan mereka semua melihatku. Kim bum menatapku penuh manja, mungkin ia kangen padaku karena sudah 5 hari mata nya selalu tertutup.

Tangannya melambai, mengisyaratkan aku untuk memegang tangannya erat. Setelah aku menghampirinya, kucium tangannya sambil menanyakan keadaannya, ia pun menjawab “aku sudah baik” dengan suaranya yg lirih namun penuh dengan cinta. Aku pun senyum melihat wajahnya.

Lalu.. Ibu nya berbicara denganku …

“Eun, kenalkan ini ShinYe teman kim bum”.

Aku teringat cerita dari kim bum bahwa teman baiknya pernah mencintainya, perempuan itu bernama Park Shin Ye dan dia sangat akrab dengan keluarganya . Hingga akhirnya aku bertemu dengan orangnya juga. Aku pun langsung berjabat tangan dengannya, tak banyak aku bicara di dalam ruangan tersebut,aku tak mengerti apa yg mereka bicarakan.

Aku sibuk membersihkan & mengobati luka-luka di kepala kim bum, baru sebentar aku membersihkan mukanya, tiba-tiba adik ipar ku yang bernama Young Ah mengajakku keluar, ia minta ditemani ke kantin. Dan kim bum pun mengijinkannya. Kemudian aku pun menemaninya.

Tapi ketika di luar adik ipar ku berkata, “lebih baik kau pulang saja, ada kami yg menjaga oppa disini. Kau istirahat saja. ”

Anehnya, aku tak diperbolehkan berpamitan dengan kim bum dengan alasan kim bum harus banyak beristirahat dan karena psikologisnya masih labil. Aku berdebat dengannya mempertanyakan mengapa aku tidak diizinkan berpamitan dengan suami ku sendiri. Tapi tiba-tiba ibu mertuaku datang menghampiriku dan ia juga mengatakan hal yang sama. Nantinya dia akan memberi alasan pada kim bum mengapa aku pulang tak berpamitan padanya, toh kim bum selalu menurut apa kata ibunya, baik ibunya salah ataupun tidak, kim bum tetap saja membenarkannya. Akhirnya aku pun pergi meninggalkan rumah sakit itu dengan linangan air mata.

Sejak saat itu aku tidak pernah diijinkan menjenguk kim bum sampai ia kembali dari rumah sakit. Dan aku hanya bisa menangis dalam kesendirianku. Menangis mengapa mereka sangat membenciku.

***

Hari itu.. aku menangis tanpa sebab, yang ada di benakku aku takut kehilangannya, aku takut cintanya dibagi dengan yang lain.

Pagi itu, pada saat aku membersihkan pekarangan rumah kami, bummie memanggil ku ke taman belakang, ia baru aja selesai sarapan, ia mengajakku duduk di ayunan favorit kami sambil melihat ikan-ikan yang bertaburan di kolam air mancur itu.

Aku bertanya, “Ada apa kau memanggilku?”

Ia berkata, “Besok aku akan menjenguk keluargaku di Bussan”

Aku menjawab, “ne yeobo.. aku tahu, aku sudah mengemasi barang-barang mu di travel bag dan kamu sudah memegang tiket bukan?”

“Ya tapi aku tak akan lama disana, cuma 3 minggu aku disana, aku juga sudah lama tidak bertemu dengan keluarga besarku sejak kita menikah dan aku akan pulang dengan ibu ku”, jawabnya tegas.

“Mengapa baru sekarang bicara, aku pikir hanya seminggu saja kamu disana?”, tanya ku balik kepadanya penuh dengan rasa penasaran dan sedikit rasa kecewa karena ia baru memberitahukan rencana kepulanggannya itu, padahal aku telah bersusah payah mencarikan tiket pesawat untuknya.

“Eomma minta aku yang menemaninya saat pulang nanti”, jawab kim bum tegas.

“Sekarang aku ingin seharian dengan kamu karena nanti kita 3 minggu tidak bertemu, ya kan?”, lanjut nya lagi sambil memelukku dan mencium keningku. Hatiku sedih dengan keputusannya, tapi tak boleh aku tunjukkan pada nya.

Bahagianya aku dimanja dengan suami yang penuh dengan rasa sayang & cintanya walau terkadang ia bersikap kurang adil terhadapku.

Aku hanya bisa tersenyum saja, padahal aku ingin bersama suamiku, tapi karena keluarganya tidak menyukaiku hanya karena mereka cemburu padaku karena bummie sangat sayang padaku.

Kemudian aku memutuskan agar ia saja yg pergi dan kami juga harus berhemat dalam pengeluaran anggaran rumah tangga kami.

Karena ini acara sakral bagi keluarganya, jadi seluruh keluarganya harus komplit. Walaupun begitu, aku pun tetap tak akan diperdulikan oleh keluarganya harus datang ataupun tidak. Tidak hadir  justru membuat mereka sangat senang dan aku pun tak mau membuat riuh keluarga ini.

—————–

Malam sebelum kepergiannya, aku menangis sambil membereskan keperluan yang akan dibawanya ke Bussan, ia menatapku dan menghapus airmata yang jatuh dipipiku, lalu aku peluk erat dirinya. Hati ini bergumam tak merelakan dia pergi seakan terjadi sesuatu, tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Aku hanya bisa menangis karena akan ditinggal pergi olehnya.

Aku tidak pernah ditinggal pergi selama ini oleh kim bum, karena kami selalu bersama-sama kemana pun ia pergi.

Apa mungkin aku sedih karena aku sendirian dan tidak memiliki teman, karena biasanya hanya pembantu sajalah teman mengobrolku.

Hati ini sedih akan di tinggal pergi olehnya.

Sampai keesokan harinya, aku terus menangis.. menangisi kepergiannya. Aku tak tahu mengapa sesedih ini, perasaanku tak enak, tapi aku tak boleh berburuk sangka. Aku harus percaya apada bummie ku. Dia pasti akan selalu menelponku.

***

Berjauhan dengan kim bum, aku merasa sangat tidak nyaman, aku merasa sendiri. Untunglah aku mempunyai kesibukan sebagai seorang aktivis, jadinya aku tak terlalu kesepian ditinggal pergi ke Bussan. Saat kami berhubungan jarak jauh, komunikasi kami memburuk dan aku pun jatuh sakit. Rahimku terasa sakit sekali seperti di lilit oleh tali. Tak tahan aku menahan rasa sakit dirahimku ini, sampai-sampai aku mengalami pendarahan. Aku dilarikan ke rumah sakit oleh adik laki-lakiku Seung Ho yang kebetulan menemaniku disana. Dokter memvonis aku terkena kanker mulut rahim stadium 3.

Aku menangis.. apa yang bisa aku banggakan lagi..

Mertuaku akan semakin menghinaku, suamiku yang malang yang selalu berharap akan punya keturunan dari rahimku.. namun aku tak bisa memberikannya keturunan. Dan kemudian aku hanya bisa memeluk adikku.

Aku kangen pada kim bum, aku selalu menunggu ia pulang dan bertanya-tanya, “kapankah ia segera pulang?” aku tak tahu..

Sementara kim bum disana, aku tidak tahu mengapa ia selalu marah-marah jika menelponku. Bagaimana aku akan menceritakan kondisiku jika ia selalu marah-marah terhadapku..

Lebih baik aku tutupi dulu tetang hal ini dan aku juga tak mau membuatnya khawatir selama ia berada di Bussan. Lebih baik nanti saja ketika ia sudah pulang dari Bussan, aku akan cerita padanya.

——–

Setiap hari aku menanti kim bum pulang, hari demi hari aku hitung…

Sudah 3 minggu kim bum di Bussan, malam itu ketika aku sedang melihat foto-foto kami, ponselku berbunyi menandakan ada sms yang masuk.

Kubuka di inbox ponselku, ternyata dari kim bum yang sms.

Ia menulis, “aku sudah beli tiket untuk pulang, aku pulangnya satu hari lagi, aku akan kabarin lagi”.

Hanya itu saja yang diinfokannya. Aku ingin marah, tapi aku pendam saja ego yang tidak baik ini. Hari yg aku tunggu pun tiba, aku menantinya di rumah.

Sebagai seorang istri, aku pun berdandan yang cantik dan memakai parfum kesukaannya untuk menyambut suamiku pulang, dan nantinya aku juga akan menyelesaikan masalah komunikasi kami yg buruk akhir-akhir ini.

Bel pun berbunyi, kubukakan pintu untuknya. Sebelum masuk, aku pegang tangannya kedepan teras namun ia tetap berdiri, aku membungkuk untuk melepaskan sepatu, kaos kaki dan kucuci kedua kakinya, aku tak mau ada syaithan yang masuk ke dalam rumah kami.

Setelah itu akupun berdiri langsung mencium tangannya tapi apa reaksinya..

Ya Tuhan.. ia tidak mencium keningku, ia hanya diam dan langsung naik keruangan atas, kemudian mandi dan tidur tanpa bertanya kabarku..

Aku hanya berpikir, mungkin dia capek. Aku pun segera merapikan bawaan nya sampai aku pun tertidur. Malam menunjukkan 1/3 malam, aku terbangun dari tidurku.

Aku melihat nya tidur sangat pulas, aku tak tega membangunkannya. Aku hanya mengelus wajahnya dan aku cium keningnya.

***

Aku mendengar suara mobil kim bum, aku terbangun lalu aku melihat dirinya dari balkon kamar kami yang bersiap-siap untuk pergi. Lalu aku memanggilnya tapi ia tak mendengar. Kemudian aku ambil jaket ku dan aku berlari dari atas ke bawah tanpa memperdulikan darah yg bercecer dari rahimku untuk mengejarnya tapi ia begitu cepat pergi.

Aku merasa ada yang aneh dengan Kim bum. Ada apa dengan nya? Mengapa ia bersikap tidak biasa terhadapku? Aku bertanya pada diriku sendiri

Aku tidak bisa diam begitu saja, firasatku mengatakan ada sesuatu.

Saat itu juga aku langsung menelpon kerumah mertuaku dan kebetulan Young Ah lah yang mengangkat telponnya, aku bercerita dan aku bertanya apa yang sedang terjadi dengan kim bum. Dengan enteng ia menjawab, “ Kau pikir aja sendiri!!!”. Telpon pun langsung terputus.

Ada apa ini? Tanya hatiku penuh dalam kecemasan. Mengapa kim bum ku berubah setelah ia kembali dari kota kelahirannya. Mengapa ia tak mau berbicara padaku, apalagi memanjakan aku.

Semakin hari ia menjadi orang yang pendiam, seakan ia telah melepas tanggung jawabnya sebagai seorang suami. Kami hanya berbicara seperlunya saja, aku selalu diintrogasinya. Selalu bertanya aku dari mana dan mengapa pulang terlambat dan ia bertanya dengan nada yg keras. Kim bum ku telah berubah.

Bahkan yang membuat ku kaget, aku pernah dituduhnya selingkuh dengan mantan pacarku. Ingin rasanya aku menamparnya yang telah menuduhku serendah itu, tapi aku selalu ingat.. sebagaimana pun salahnya seorang suami, status suami tetap di atas para istri, itu pedoman yang aku pegang.

Aku hanya berdo’a semoga Kim bum sadar akan prilakunya.

***

Dua tahun berlalu, Kim bum tak kunjung berubah juga. Aku menangis setiap malam, lelah menanti seperti ini, kami seperti orang asing yang baru saja berkenalan.

Kemesraan yang kami ciptakan dulu telah sirna. Walaupun kondisinya tetap seperti itu, aku tetap merawatnya & menyiapkan segala yang ia perlukan. Penyakitkupun masih aku simpan dengan baik dan sekalipun ia tak pernah bertanya perihal obat apa yang aku minum. Kebahagiaan ku telah sirna, harapan menjadi ibu pun telah aku pendam. Aku tak tahu kapan ini semua akan berakhir.

Bersyukurlah.. aku punya penghasilan sendiri dari aktifitasku sebagai seorang guru TK, jadi aku tak perlu meminta uang padanya hanya untuk pengobatan kankerku. Aku pun hanya berobat semampuku.

Sungguh.. suami yang dulu aku puja dan aku banggakan, sekarang telah menjadi orang asing bagiku, setiap aku bertanya ia selalu menyuruhku untuk berpikir sendiri. Tiba-tiba saja malam itu setelah makan malam usai, Kim bum memanggilku.

“De, ada apa bum!” sahutku dengan memanggil nama kesayangannya “Bummie”.

“Lusa kita siap-siap ke Bussan ya.” Jawabnya tegas.

“Ada apa? Mengapa?”, sahutku penuh dengan keheranan.

Aku terkejut, Kim bum yang dulunya lembut tiba-tiba saja menjadi kasar, dia membentakku. Sehingga tak ada lagi kelanjutan diskusi antara kami.

Dia mengatakan “Kau ikut saja jangan banyak tanya!!”

Lalu aku pun bersegera mengemasi barang-barang yang akan dibawa ke Bussan sambil menangis, sedih karena Kim bum kini tak ku kenal lagi.

Dua tahun pacaran, lima tahun kami menikah dan sudah 2 tahun pula ia menjadi orang asing buatku. Ku lihat kamar kami yg dulu hangat penuh cinta yang dihiasi foto pernikahan kami, sekarang menjadi dingin.. sangat dingin dari batu es. Aku menangis dengan kebingungan ini. Ingin rasanya aku berontak berteriak, tapi aku tak bisa.

Kim bum tak suka dengan wanita yang kasar, ngomong dengan nada tinggi, suka membanting barang-barang. Dia bilang perbuatan itu menunjukkan sikap ketidakhormatan kepadanya. Aku hanya bisa bersabar menantinya bicara dan sabar mengobati penyakitku ini, dalam kesendirianku..

TBC…!!!!!!!

Hahahaha,,,, gimana mates..?? pada penasaran kah,, kenapa kok bisa ya kim bum berubah drastis jadi kasar sama so eun..?? tunggu jha ya lanjutan ceritanya..!!! tpi itu semua tergantung kalau chingudeul semua pada suka ma ceritanya aku bakalan lanjut..!! Di tunggu comentnya..!!!

_KAMSAHAMNIDA_

Tags: ,

34 responses to “Love Takes Patience part 1”

  1. hanadiah says :

    kyaaa, kirain os.
    bagus bagus, penasaran saya.

  2. zi_aza says :

    hemmh….ditunggu klanjutannya…

  3. Yunie sipenyuka hijau says :

    Ouw this is real story nury?
    Sdih bca’a bruntglah wanita itu a.k.a kim so eun dberika kesbran. Can’t wait 4 the next part ! Seperti.a crita ini akan jd crita yg mengharu biru .Ditggu🙂

  4. laras says :

    hiks hiks sedih banget ceritanya,
    kim bum tega banget si cuekin so eun kaya gitu
    apalagi so eun lg sakit, kasian banget so eun.

    ditunggu kelanjutannya ya, jangan lama lama, okok ;p

  5. krista says :

    wuihh , ini knp kimbum jd jahat gituu .. kgn2 ada org ke 3 yaa ??
    sangat dinanti kelanutannyaa .. smoga cepat🙂

  6. Rara bumssoeul says :

    Lanjutttttttttttt

  7. ismijb says :

    anyyeong😀

    ini kisah nyata ya?
    cerita-nya sedih😥

    lanjutkan ya😀

  8. Kim So In says :

    Berhasil menguras emosi & air mataku…
    Kyk’a KB mw disuru nikah sm KSE deh spy punya anak…
    Buat author awas ya klo sad ending *bakal ku kejar author & ku jambak” rambutmu>kejam bngt*

  9. Anaya says :

    Hiks…hiks….sedih banget, ini berdasarkan kisah nyata ya…..aq pernah baca sepertinya. Tapi aq suka dibuat versi BUMSSO nya…keren meskipun sedih ngebayanginnya. Lanjutkan ya……..

  10. Anjany Bumsso says :

    hiks….hiks…. membacanya hampir aja bikin aku nangis !!!!!
    KB……….. knp sich marahin so eun ????
    emg so eun salah apa km hah????
    gak isah basa-basi lansung aja dech LLLAAANNNJJJUUUTTT……….

  11. Ina BeQi Soeulmates says :

    kisah nyata????????
    ya allah menyedihkan..
    huwaaaaaa
    kim bum knpa????? kasar sama so eun…..
    makin pnasaran ini..
    hayo lanjutkaaaaaaaannnn^^

  12. pucha says :

    annyeeeeeeeooooonggggggg authorr……

    sebelumnya mo numpang meres handuk dulu yang basah gara nangis baca ff ini *buru2 cari ember buat nampung biar ngk banjirrr
    hm,,,ceritanya beda,,
    cinta yang dewasa menurut gw😀

    hah,,,ini true story chingu????subhanallah sabar banget yah yang jadi soeun TT____TT
    kalo gw sieh,,udah gw tendang tuh kim bum sampai ke segitiga bermuda —>> reader brutal
    huaaaaaa ngk sabar buat baca lanjutannya,,,
    hadew itu kim bum jahat banget yah??knp bisa berubah 360 derajat gitu *jungkir balik gitu sifatnya..

    ayo2 update ASAP
    gomawo
    _bow_

  13. Eun Reyy says :

    haha.. iya aku ga terlalu kaget sih ma crita ini, soalnya aq udah pernah baca cerita aslinya…
    Tapi bagus juga ide author buat bkin versi bummie eunnie….
    lanjuuuuutttt dooooonnnkkkkk…..
    Jangan sampai bagian terserunya kelewatan…
    itu loh pas bummie tau pnyakit eunnie.. aq nangis kalo inget itu…

  14. Dina Rizky says :

    bagus chingu ceritax dah bwt aq mw mewek btw lnjtnkan…
    oh ya mankx klo nyari ceritax ndek mn yg bkan versi bumsso???

  15. rosiyani 'oci' says :

    iya ini kisah nyata , aku dah baca di salah satu situs internet dah lama waktu iyu aja dah nangis bacanya… hiks.. kasiannnnn…
    ini ceritanya bum ma eunnie yang meranin jd ngebayanginnya tambah sedihhh… hhu😦
    lanjut ayo part berikutnya !!!!

  16. ashillach says :

    waaaaa… keren baget >_<
    cpt2 bwt lanjutannya dong! penasaran!

  17. enno bumsso says :

    huaaaa . . .
    Lanjudkan . . . . . Lanjudkan . . . .
    Q nangiz mbacana😦

  18. rini says :

    baagus cerita,a,,,
    penasrann”
    lanjutkann!!

  19. 라미 'Rahmi' says :

    huaaaaaaaaaaaaaaaaa
    ini ff keren bgt

    baca duluan sambil ngepost ehehehehehe…. eh komen telat.. maaf gara2 wp error…

    keren

    bahasanya mantap…

    • Nuri Bumsso says :

      okelah loq gitu,, lanjutannya udah selese tinggal di kirim jha…. Insya Allah nnti sy kirim ke bumssoeulindo lanjutannya..!!
      Gomawo yha udah mw bca..!!

  20. rizkyapratiwi says :

    kasian bgt so eun …. sedihhh
    tapi yg sabar y

    so uen gk bsa pnya anak lagi …. yack tidak

  21. Viqa_BumsSoeulindo says :

    lanjuuuuuuuuuuuuut *sambil berurai air mata* huhu

    keep fighting !!!!!!!!!

  22. nola says :

    kim bum jahat y…????
    msak istri sndiri di jdikn org asing dlm sekejap….???
    kasihan so uen…..

  23. jun rae says :

    aku terharu dengan ceritanya, kasihan soeun diperlakukan seperti itu……..

  24. nissa says :

    iihhhkkkk kaasiiannn bangettt so eun nyaa …
    ko kim bum kasar gtuuu sihhh ….

  25. fionapurple2012 says :

    bagus min..

  26. Cindy Seomates says :

    wahh daebak lanjut ya min
    oh ya mau promote sebentar
    bagi yang suka baca FF SoEul di sini ada wordpress baru, mungkin masih dikit ceritanya tapi moga moga seru silahkan kalo mau baca:
    http://bumssoeulmates.wordpress.com/

  27. evhy ndutz says :

    saya tau kelanjutan cerita itu krn saya sdh pernah baca
    so eun sakit dan akhirnya meninggal
    kim bun pun menyesal krn tidak pernah tau keberadaan sakit so eun krn so eun tdk pernah cerita sama dia

  28. Zaily says :

    Crta yg mnyesakkan:-(
    Malang skli nsb so eun, n sbel bngetz saat kim bum brubah
    Tp knp kim bum bsa brubah ya?!?
    Pnsaran,, lnjut bca:-)

  29. widya says :

    -huh, sungguh malang nasibnya-

  30. Elvis says :

    G kuat bacanya…
    Apalagi part 2 nya
    Benar2 nguras air mata
    Aku udah baca beberapa kali n tetap bikin perasaanku campur aduk bacanya
    Palagi ni ff kisah nyata
    G kebayang gmn sedihnya perempuan itu…

  31. citra says :

    Kasiann sso harus menghadapi sikap bummie *panggilan kesayangann* yg berubah 360 derajat tanpa mengetahi alasan yang jelas. Blm lagi penyakit sso yg parah.

  32. nanda says :

    ko bummpa brbah dlm wkt 3mggu? npa? ap yg tjd? bummpa jd ksar n dngin g2 eoh?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: