Love From Spring and Winter Part 3

Author : phoelfish n adelia maris

Main Cast: Kim Bum , So Eun

Cast: Kim Hyunjoong

Genre: Romantic, Family

Type: Sequel

Soeun tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya, yang jelas jantungnya selalu berdetak dua kali lebih cepat saat ia melihat Kimbum. Apa ini gara-gara kejadian malam minggu kemarin?

Soeun menggeleng cepat saat kata cinta mulai terlintas di benaknya.

“Ini tidak mungkin.” Racau Soeun sambil memegangi kepalanya.

“Apa yang tidak mungkin?”

DEG! Jantung Soeun kembali berpacu melebihi normal.

“Kimbum-ssi?” ia cukup tersentak melihat Kimbum sudah duduk di sebelahnya dan tersenyum memandangnya. Soeun melihat berkeliling. Untung perpustakaan ini sepi.

“Kenapa kau selalu diam di sini?” Kimbum bertanya sambil iseng menyambar majalah di rak sebelahnya.

“Tidak ada.” Entah kenapa Soeun berubah gugup.

Kimbum hanya menganggukkan kepalanya, membuat suasana menjadi canggung.

“Apakah kemarin kau dimarahi?” Kimbum bertanya setelah berpikir agak lama.

Soeun mengerutkan keningnya, “Karena apa?”

“Malam minggu kemarin kita pulang agak telat.”

“Aniyo, gwaenchanha.” Orang tua Soeun malah heran karena baru jam sembilan mereka sudah pulang.

Kimbum hanya menggumam. “Kurasa sebaiknya aku pergi.”

“Ah, ya! Aku juga mau pergi.”

Soeun dan Kimbum berjalan beriringan keluar dari perpustakaan. Sebenarnya mereka punya urusan masing-masing, tapi sampai sekarang mereka masih berjalan bersama.

Setelah agak lama, Soeun meyadari tatapan sengit dari beberapa yeoja yang mengarah padanya. Ya, ampun. Kenapa mereka pencemburu sekali? Ini kan bukan Hyunjoong. Walaupun Kimbum sama populernya dengan Hyunjoong.

“Aku mau mengambil sesuatu di sana.” Soeun berhenti dan menunjuk ruang loker.

“Oh, ya silakan saja.” Kimbum membiarkan Soeun pergi, tapi masih tetap mengikutinya. Ia berdiri di depan lokernya sendiri, berusaha keras membukanya karena lubang kuncinya ngadat.

Soeun memasukkan kuncinya dan memutarnya perlahan. Jantungnya masih berpacu melebihi normal karena menyadari Kimbum masih satu ruangan dengannya. Mereka hanya terpisah sekitar sepuluh meter.

Soeun sempat melirik Kimbum sebelum sebuah cairan kental menerpa wajahnya tepat pada saat ia membuka lokernya. Cairan itu menyembur seperti air ledeng yang bocor. Menyeruak tanpa diduga sama sekali.

Cairan itu menghantam wajah Soeun dan muncrat kemana-mana.

“AAARGH!!” Soeun menutupi wajahnya walaupun hal itu sia-sia.

“Kim Soeun!” Kimbum berlari menghampiri Soeun yang berlutut sambil menyeka cairan merah berbau amis itu.

“Aigooo…”

“Mataku perih.”

Kimbum membantu Soeun berdiri. Ia melongok ke dalam loker Soeun. Memastikan benda apa yang ada di sana sampai membuat Soeun seperti ini.

Kimbum tidak menemukan apapun, hanya kotak terbungkus kertas kado berwarna pink. Kimbum membuka kotak itu dengan kasar.

“Apa itu-KYAAAA!!!”

Soeun langsung menjerit histeris saat melihat isinya. Spontan Kimbum melempar ‘hadiah’ tersebut dari tangannya. Ia menatap kepala kelinci yang menggelinding keluar begitu kotak itu ia lempar dengan pandangan ngeri.

Kimbum menyingkirkan semua itu ke tempat sampah dan menarik Soeun ke kamar mandi. Membuat mereka menjadi tontonan semua orang yang ada di sana.

 

~@.@~

 

Kimbum sudah tidak peduli lagi walaupun itu toilet wanita. Ia membantu Soeun membersihkan dirinya yang sekarang berbau sangat amis.

“Gwaechanhayo?” Kimbum memastikan keadaan Soeun yang penampilannya sangat berantakan.

Soeun hanya mengangguk dan terus membersihkan wajahnya yang sudah bersih dari cairan tadi.

“Dasar orang iseng! Jangan bilang ini darah kelinci itu.” Kimbum membersihkan noda merah di kerah Soeun dengan tisu toilet.

“Kelinci malang, aku lebih malang lagi.”

Kimbum memperhatikan Soeun dari ujung rambut sampai ujung kaki. Pakaian gadis itu penuh bercak merah tua yang baunya menyengat. Rambutnya lepek dan terlihat kotor. Mana bisa gadis itu berkeliaran di kampus dengan keadaan seperti ini?

“Kau harus pulang dan mandi.” Nasihat Kimbum.

Soeun menggeleng, “Tapi, sebentar lagi aku ada ujian di kelas kalkulus.”

“Kau tidak lihat dirimu acak-acakan begini?”

“Kalau tidak ikut ujian, aku bisa tidak lulus.”

Kimbum mendengus pasrah. Ia membuka kemejanya dan menyerahkannya pada Soeun. “Cepat ganti!”

Soeun menerima kemeja itu, tapi masih menatap Kimbum dengan pandangan ragu. Ia merasa tidak enak hati memakai kemejanya.

“Lalu kau bagaimana?”

“Aku kan masih ada ini!” Kimbum menarik ujung t-shirtnya.

“Aku bisa dapat kepala kelinci lagi.” Soeun menyerahkan kembali kemeja itu pada Kimbum, tapi sudah jelas ditolak.

“Mana bisa kau ujian dengan pakaian seperti ini? Songsaenim pasti mengusirmu. Sudah pakai saja! Setelah itu kau kuantar pulang.”

Soeun menuruti semua perintah Kimbum karena pria itu sudah mendorongnya masuk salah satu bilik toilet.

“Gomawo!” ucap Soeun setelah ia selesai ganti pakaian.

Kimbum menjawab dengan anggukan. Mereka kembali berjalan berdampingan menuju kelas Soeun. Sebenarnya Soeun ingin menolak, tapi Kimbum memaksa. Ia takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan lagi.

“Masuklah! Aku akan menjemputmu sejam lagi.”

“Jeongmal gomawoyo, Kimbum-ssi.” Soeun membungkukkan tubuhnya sembilan puluh derajat. Ia benar-benar bersyukur dengan bantuan Kimbum. Jadwal kuliah Hyunjoong sedang kosong hari ini. Jadi, tidak ada yang melindunginya.

Kimbum tersenyum dan mendorong Soeun masuk karena songsaenimnya sudah membagikan soal.

 

~@.@~

 

“Kenapa sih mereka melakukan itu padamu?” tanya Kimbum dalam perjalanan mengantar Soeun pulang.

Soeun mengangkat bahu, “Entahlah. Seharusnya aku bisa menyadarinya. Beberapa minggu lalu aku sudah dapat surat ancaman.”

“Aigo, siapa yang tega melakukan hal keji begitu?”

“Kalau bukan fans Hyunjoong oppa, pasti fansmu.”

Kimbum terkekeh, “Fans apa? Aku tidak punya fans. Aku baru dua minggu lebih di Korea.”

“Aish, kau tidak tahu bagaimana yeoja Korea.”

“Sekarang aku mulai tahu. Mereka sangat mengerikan.”

Soeun terkekeh mendengar komentar Kimbum. Ia setuju kalau pernyataan tersebut ditujukan pada fans-fans Hyunjoong dan Kimbum di kampus.

“Apa mereka sering melakukan hal seperti ini padamu?”

Soeun tidak menjawab. Ia menatap ke lurus ke jalanan kemudian mengangguk.

“Karena kau adik Hyunjoong?”

“Nde, mereka itu pencemburu sekali. Jelas-jelas aku ini adiknya, masih saja mereka seperti itu.”

“Kau baik-baik saja kan Soeun-ah?” tanya Kimbum begitu melihat mimik Soeun yang berubah cemberut.

“Nde.” Kimbum semakin khawatir karena Soeun menjawab dengan suara kaku.

“Kenapa kau tidak melawan ?”

“Yak! Kau babo apa? Mana sanggup aku yang lemah ini melawan mereka yang jumlahnya tidak mungkin sedikit?”

Kimbum terkekeh. “Kalau aku jadi kau, aku pasti sudah melaporkan mereka ke polisi. Mereka itu keterlaluan sekali.”

“Kau berlebihan. Tapi, tidak heran kau akan melakukannya. Kau pasti tega menghancurkan kameraku karena masalah sepele. Apalagi perkara begini.”

Kimbum terkekeh lagi. Gadis di sebelahnya ini terlalu baik dan polos. Bagaimana mungkin anak seorang agen pertahanan Korea bisa bersikap seperti ini?

 

~@.@~

 

“Aku pulang!”

Seisi rumah langsung menyambut kedatangan Soeun dengan heboh karena ia kembali dengan keadaan yang super berantakan.

“Kau kenapa?” eomma bertanya dengan nada khawatir.

“Apa yang terjadi padamu?” Hyunjoong bertanya pada Soeun, tapi matanya menatap tajam ke arah Kimbum yang berdiri di belakang Soeun.

“Aku tidak apa-apa. Hanya kejutan kecil. Biarkan aku mandi dulu. Badanku tidak enak sekali.”

Soeun masuk ke dalam rumah diikuti oleh Hyunjoong sementara eomma menyuruh Kimbum masuk dan menyuruh pemuda itu menceritakan apa yang terjadi.

“Kau kenapa? Siapa yang melakukan ini padamu?” tanya Hyunjoong sambil menghalangi Soeun yang akan masuk kamar mandi.

“Ceritanya nanti saja oppa. Sekarang aku mau mandi.”

“Satu pertanyaan dulu!”

Soeun mendengus dan menatap mata Hyunjoong dengan tatapan sebal.

“Bagaimana bisa kau bersama Kimbum? Apa ia yang melakukan ini padamu?”

“Oppa, kalau ia yang melakukan ini padaku, tidak mungkin ia membantuku membersihkan diri, meminjami bajunya, menungguku selama ujian dan mengantarku pulang.”

Soeun menjawab dengan berapi-api kemudian mendorong tubuh Hyunjoong menyingkir dan masuk ke kamar mandi. Hyunjoong menarik napas dan meninggalkan kamar Soeun.

“Benar semuanya baik-baik saja?” entah sudah berapa kali eomma Soeun menanyakan hal yang sama pada Kimbum.

“Ne, ahjumma. Semua itu hanya iseng. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.” Kimbum menjawab dengan tenang diselingi oleh senyum manisnya. Membuat eomma Soeun merasa lega.

“Kau mau minum?” tawar eomma Soeun.

Kimbum menggeleng. “Aniyo, jangan repot-repot.”

“Tidak merepotkan. Hanya secangkir teh saja.”

Kimbum tidak bisa menolak lagi karena eomma Soeun sudah meninggalkannya untuk pergi ke dapur. Tidak mungkin ia pergi sekarang juga. Itu sangat tidak sopan.

Karena merasa sedikit bosan menunggu eomma Soeun kembali dengan secangkir teh, foto-foto yang terpajang di rak buffet menjadi begitu menarik baginya. Kimbum mendekati belasan bingkai foto yang terpajang di sana. Memperhatikan foto itu satu persatu.

Rata-rata semua foto keluarga. Bibirnya mengulas senyum kecil saat menemukan foto Soeun yang baru masuk SMP. Masih bocah saja gadis itu sudah cantik.

Dahi Kimbum bertaut saat melihat foto berukuran post card berbingkai cokelat yang terlihat kuno. Diraihnya foto itu dan diperhatikannya lekat-lekat. Memang tidak ada sesuatu yang menarik pada foto itu, hanya dua orang lelaki muda yang saling merangkul bahu.

“Itu foto suamiku dan teman kuliahnya.”

Kaget dengan suara eomma Soeun, Kimbum langsung meletakkan foto itu kembali ke buffet tanpa memperhatikan letaknya seperti semula.

“Mianhae, ahjumma.” Kimbum kembali ke tempat duduknya dengan kikuk.

“Gwaenchanha. Minumlah!”

Kimbum menyeruput teh buatan eomma Soeun tanpa peduli kalau teh tersebut masih panas dan terasa membakar lidahnya. Ia meminumnya sedikit dan meletakkan kembali cangkirnya ke atas meja.

“Kurasa, aku harus pamit.”

“Wae? Tidak menunggu Soeun dulu?”

“Aniyo. Permisi!”

Kimbum membungkukkan badannya sedikit dan pergi meninggalkan rumah Soeun dengan tergesa-gesa. Eomma Soeun hanya menatapnya heran dan tampak was-was saat melihat Kimbum menghidupkan mobilnya dengan kasar dan melesat dengan cepat. Sepertinya ada sesuatu yang sangat penting.

 

~@.@~

 

Berkali-kali Soeun berusaha menghilangkan kata cinta saat ia memikirkan Kimbum. Tapi, ternyata hal itu sulit sekali. Kata cinta itu datang begitu saja. Sampai-sampai Soeun merasa kalau dirinya ini sudah tidak waras.

“Hey!”

Soeun tersentak dan refleks menyimpan kamera digitalnya ke laci meja belajarnya. Entah kenapa ia menjadi takut ada orang lain yang memergoki dirinya sedang mengamati foto Kimbum yang ia ambil malam minggu kemarin.

“Oppa, kau selalu lupa mengetuk pintu.” Gerutu Soeun dengan nada gugup.

“Dan kau selalu lupa menutup pintu kamarmu.”

Soeun meringis. Ternyata ini kesalahannya. Ia memang hanya akan menutup pintu kalau akan pergi tidur atau mandi saja. Selain itu, ia akan membuka pintu kamarnya lebar-lebar.

“Ada apa?” Soeun bertanya langsung ke pokok pembicaraan. Dengan harapan Hyunjoong cepat pergi dari sini.

“Mulai besok dan seterusnya, kau berangkat dan pulang kuliah bersamaku. Aku akan terus menjaga dan mengawasimu selama kau ada di kampus.”

“Wae?”

“Aku tidak mau kau terkena cairan aneh lagi.”

“Aku akan kena cairan aneh lagi kalau oppa bersamaku.”

“Tidak, tidak. Buktinya, apa yang terjadi hari ini? Apa aku terlihat sedang bersamamu saat kejadian? Kau bersama Kimbum.”

Soeun mendengus kesal. Oppanya ini benar-benar tidak mengerti.

“Tapi, kita kan tidak mungkin terus-terusan bersama oppa. Kau juga punya urusan sendiri. Tahun depan kau masuk semester akhir.”

“Tidak masalah.”

“Kalau kau sedang tidak ada jadwal kuliah?”

“Aku akan tetap ke kampus untuk mengawasimu.”

“Oppa, aku bukan anak kecil. Aku bisa menjaga diriku sendiri.”

“Aku tidak peduli dan jangan membantah lagi.”

Soeun menggembungkan pipinya kesal. Tidak terima dengan keputusan sepihak Hyunjoong. Soeun tahu kalau sikap protektif Hyunjoong lebih parah dari Appanya. Tapi, tidakkah ini semua berlebihan?

Dan lagi, Soeun akan susah bertemu Kimbum kalau begini. Hyunjoong menunjukkan gelagat kalau ia tidak menyukai Kimbum. Apa yang bisa Soeun lakukan?

 

~@.@~

 

Kimbum memarkirkan mobilnya di parkiran apartemen dengan menimbulkan bunyi ban yang berdecit sangat keras. Ia menyandarkan kepalanya ke atas setir. Napasnya memburu panjang pendek. Sepertinya, ini efek karena ia melajukan mobilnya dengan spidometer yang melebihi angka seratus.

Setelah deru napasnya mulai normal, Kimbum turun dari mobilnya. Ia berjalan dengan langkah lebar dan cepat diseratai tatapan tajam namun kosong.

Kimbum melempar konci mobil ke meja ruang tamu dan berlalu masuk kamarnya. Membanting pintu saat menutupnya dan menghempaskan dirinya ke tempat tidur.

Tiba-tiba saja ia merasa lelah. Napasnya menjadi berat dan kepalanya agak pening. Apa ini gara-gara keluarga Kim itu?

 

~@.@~

 

 

 

 

continued

Tags: , ,

20 responses to “Love From Spring and Winter Part 3”

  1. Rara bumssoeul says :

    Kyaaa
    seneng na pagi2 ud.dc bca ff bumssoeul.

    Cerita na makin seruuuu
    wuahhh kasian bgt sie so’eun dpt kejutan kyak gitu. Iiii merinding sendiri..
    . O.ya bumpa knp??

    Lanjutttttttttttt.
    Ayo.ayo.ayo ngebutttttttt😀

  2. Yunie sipenyuka hijau says :

    Wah makin seru aza. Ada apa dgn foto ayah.a so eun ya? Jgn jgn, jgn jgn
    Wah HJL kaya.a jatuh cinta ma adik.a ndiri..dtggu ya ASAP

  3. rini says :

    wahh senang,a soeun dilindungin kimbum,,
    pi bntar ge hyunjoon yg bklan jgain soeun jd susah deh bumsso ketemu,,
    sebenar,a kimbum knpa ya??
    penasarann,, d,tunggu kelanjutan,a

  4. Ina BeQi Soeulmates says :

    waaaaaahh waaaaahhh kim bum knp esmosi gt….
    kasian so eun kena airan amis gt..
    ahaha
    makin seru makin seru…
    ap yg bakal trjadi nih?? *harap” cemas*
    hoho
    lanjuuuuuutt^^

  5. alika says :

    kimbum knp????

  6. dini ramadhani says :

    hadoh bum knp tuh?
    wah hyun joong over protective bgd
    walah remaja korea ngeri jg ya
    next part dtunggu

  7. rosiyani 'oci' says :

    wahhh kenapa bum jadi berubah drastis setelah melihat foto dirumah so eun ??? pasti ada hubungannya nih bum ma orang yang difoto itu ??? aishhhh… moga ga ada sangkut paut ma hubungan so eun ma bum.. hho…
    itu hyunjung protektif amat ma adenya dahhh.. haha..
    padahal dampak dia jg eunnie dapet ancaman.. susah emang kalo deket2 ma orang yg populer dikampus.. hhi..
    ayoo lanjut part berikutnya🙂

  8. Meika says :

    Kli ne aq jd bner2 pnsran….
    Ayo lnjtanx jgn klmaan

  9. farah dhila says :

    lohloh kenapa tuu kimbumnya? aaaa penasaraaan~ lanjutannya yang cepet ya chinguu🙂 keren.

  10. Atin says :

    Eh jangan2 ayah kim bum dulu sahabatnya ayah so eun,tp terus d masalah? *nebak2* hehe
    Waduh hyun joong maq z ga usah ngurusin so eun,biar dy ma kb z,,hihi
    Makin penasaran nee..

  11. RiriAngels says :

    Si mbum napa itu?
    Jht bgt sih org yg ngejailin eunnie >,<
    NEXT PART DI TUNGGUUU
    Jgn lamalama ya haha

  12. ashillach says :

    kim bum knp? trus, klo soeun dijagain terus sm KHJ, gmana dia bisa ketemu kim bum?
    pertanyaan ini cmn bisa dijawab di next part. makanya -utk author- cepetan bwt lanjutannyaaaaa!
    -maksa!- ud penasaran!

  13. hian says :

    kerennn…..
    g’ sbar nich nunggu kelanjutannya…

  14. adelia maris says :

    gomawo dah bca part yg k3…
    mohon kritik n saranny y….

  15. rizkyapratiwi says :

    yaaaaaaaaahhh …. ceritanya semakin seruuuu

    lanjutkaannnn

    penasaran gdn masa lalunya kim bum

  16. Viqa_BumsSoeulindo says :

    woaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa kurang asem tuhh si fans yang gak suka kehadiran soeun eonnie, , ,

    pakai siram cairan amis lagiiiiiiiii , , ,BOSAN HIDUP KALIAN !!!!!!!!!!!!!!!!

    hah emosi, , , , , , q jadi ingat ma anti kim so eun eonnie di FB, , ,~curcol~

    ______________________________________________________________________

    hah ada apa dengan bumppa ???

    sepertinya bakal ada konflik lagiii, , ,hmm
    q tunggu next nya, ,

    keep fighting !!!!!!

  17. eva says :

    ingin rasanya lihat sikap hyunjoong yang sangat perhatian dan peduli sama soeon, ………
    tapi kim bum kenapa ya…………

  18. eva says :

    ingin lihat hyunjoong benar” bisa berektik sangat perhatian sama soeon sebagai adik…………
    tapi kim bum kenapa?????????

  19. SintiaBumsso/@SintiaBumsso17 says :

    Uahh kira2 ada apa yaa sama Bum dan kluarga Kim? Penasaran lnjut baca🙂

  20. iswarii says :

    hiiiii.. gak mao macem2 ah sama fans2 di korea sana..
    horo banget teror nya..
    -____-
    Lanjuuuuuuuut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: