The Kiss Again [You Kiss Me, again?]

Author             : hanie_kim

Main cast         : kim bum, kim so eun

Cast                 : Seo Hyun SNSD, Yesung SUJU, Kim Hyun Joong, Jang Geun Suk, Park Shin Hye, Yoo Seung Ho

Genre              : romance, friendship

Type                : one shoot

Rating             : 15+ (mungkin????)

 

 

Annyeong haseyo….

Kali ini author datang dengan sebuah OS.

Mianhae, kalau di OS ini kiss-nya agak banyak. Hehehe… sesuai dengan title-nya The kiss again[you kiss me, again?]

Jangan lupa setelah baca tinggalkan jejak ya…

 

Happy reading……

 

 

 

 

Bermula dari suatu pertemuan yang tak sengaja. Saat penerimaan siswa baru di sebuah SMA di Seoul. Sekitar pukul 07.30 waktu seoul, seorang gadis tengah berlari menuju ke sekolahnya. Hari ini adalah hari pertama ia masuk SMA. Sayang sekali di hari pertama masuk ia sudah terlambat. Untungnya satpam sekolahnya masih bisa mentolerir keterlambatan itu*satpam yang baik…next..*. Dengan terburu-buru ia ke lapangan untuk mengikuti MOS*emang di seoul ada mos jg ga ya?? Tau ah! Gelap!*. Dia masuk ke dalam gerombolan siswa disitu. Tiba-tiba ada seorang anggota OSIS menghampirinya.

 

“hei kau!” gadis itu menoleh ke kanan dan kirinya. Lalu ia menunjuk dirinya sendiri dan menatap orang itu.

 

“iya kau! Kemari…” dengan perasaan yang agak takut, ia menghampiri sang kakak kelas.

 

“kau terlambat?” tanyanya.

 

“iya!”

 

“kenapa bisa terlambat?”

 

“telat bangun” jawabnya singkat.

 

“kalau begitu kau akan dihukum”

 

“mwo? Dihukum?”

 

“ya. Kau harus menyanyi sambil joget di depan anak-anak lain. Setelah itu jika acara MOS hari ini sudah selesai, kau harus membersihkan ruangan OSIS!”

 

“tega sekali!” gerutunya.

 

“mwo? Kau bilang apa?”

 

“tidak ada, sunbae!”

 

Gadis itu yang tak lain adalah kim so eun, menjalankan hukumannya dengan amat terpaksa. So eun menyanyi sambil berjoget di depan teman-teman barunya itu. Tak jarang banyak mengundang tawa dari teman-temannya. Awalnya so eun sangat malu, tapi kemudian ia tersenyum. “aku senang melihat orang lain bisa tertawa senang karena aku! Hehehe…” batinnya. Setelah selesai, ia kembali bergabung dengan teman-temannya.

 

“hai… kenalkan aku Park shin hye. Kau bisa memangggilku shin hye” kata seseorang yang bernama shin hye sambil mengulurkan tangannya pada so eun.

 

“aku kim so eun. Kau bisa memanggilku so eun.” So eun menyambut tangan shin hye dan tersenyum.

 

“kau sungguh lucu. Terimakasih, tadi kau telah menghiburku” kata shin hye. So eun malah tidak mengerti dan bingung.

 

“hah???”

 

“kau sudah membuatku tertawa hari ini”

 

“owh… hehehe… kalau boleh tau, sunbae yang tadi menghukumku itu siapa?”

 

“ah… dia itu pacarku. Jang geun suk namanya”

 

“pacarmu? Sunbae yang galak itu??” kata so eun.

 

“apa? Galak katamu?” kata seseorang yang tak lain adalah jang geun suk tiba-tiba. So eun jadi kikuk.

 

“karena kau mengataiku, jadi hukumanmu ku tambah. Nanti di ruang OSIS sekalian kau bereskan kertas-kertas yang ada disana” kata geun suk lalu pergi.

 

“mwo??? Sunbae!!!!”

 

****

 

Seperti yang sudah dikatakan oleh geun suk, so eun harus membersihkan ruang OSIS. Pukul 17.00 waktu seoul, dia masih di ruang OSIS menata kertas-kertas yang sungguh berantakan. Setelah itu, dia menyapu lantai dan mengepelnya. 2 jam berlalu, so eun sudah selesai. Sayang sekali, gelang yang dipakainya jatuh di bawah meja. So eun masuk ke bawah meja. Dan tiba-tiba…

 

Ceklekkk…ceklekkk…*author bingung bikin suara pintu…*

 

So eun menoleh ke asal suara yaitu pintu. Segera ia berlari ke arah pintu. Klek… pintunya terkunci. So eun menelan ludahnya. “bagaimana ini?” batinnya. Dia mendengar sebuah suara dari ruang ketua OSIS yang tak jauh darinya. Lampu ruang OSIS sudah dimatikan, suasananya sangat gelap.  Ada suara langkah kaki yang mendekati so eun. Suasana makin mencekam. Dan ada yang memegang pundak so eun

 

“kyaaaaaa!!!!” so eun teriak sambil menutup mata. Mulutnya dibungkam tangan seseorang.

 

“kau jangan teriak. Berisik tau!” kata orang itu. Lalu ia menyalakan handphonenya. So eun sempat kaget. Dia seorang namja.

 

“kau siapa? Kenapa bisa disini? Apa kau hantu?” tanya so eun.

 

“aku kim bum, ketua OSIS di sekolah ini. Dan tadi aku mengambil handphoneku ini yang ketinggalan. Juga ku tegaskan padamu kalau aku bukanlah HANTU!” kata kim bum sambil menekankan kata ‘hantu’.

 

“owh…” so eun mengangguk. Tapi ia cemberut.

 

“lalu kau?” tanya kim bum balik.

 

“aku kim so eun. Tadi aku dihukum geun suk sunbae untuk membersihkan ruang OSIS karena terlambat.” Jawab so eun. “bagaimana caranya kita keluar dari sini?” tanya so eun lagi.

 

“tunggu saja sampai besok pagi jam 6. Baru ruang ini dibuka!” jawab kim bum santai.

 

“mwo??? Kalau nanti aku dicari oppaku bagaimana?”

 

“pakai saja hp ku untuk menghubunginya” kata kim bum sambil menyerahkan hp nya pada so eun.

 

“hp mu mati!” seru so eun.

 

“jeongmal?” kim bum mengambil hp nya dari tangan so eun. “kau benar, so eun. Terpaksa kita harus bermalam disini” kata kim bum lagi.

 

“aku takut…” kata so eun pelan, lalu menggandeng lengan kim bum.

 

“sudah, tak apa. Kan ada aku” kata kim bum menenangkan.

 

****

 

Keesokan harinya…

 

Kim bum membuka matanya. Ia melihat so eun yang masih tertidur dan bersandar pada pundaknya. Kim bum membelai wajah so eun lembut. Entah apa yang ia pikirkan. Kim bum mendekatkan wajahnya dan mencium bibir so eun. Itu membuat so eun terbangun sambil mengucek matanya. “apa sudah pagi?” tanya so eun. “sudah pukul 06.45” jawab kim bum sambil sedikit salting karena insiden tadi.

 

“aduh! Bisa-bisa aku terlambat lagi hari ini. Perjalanan kerumah dari sekolah bisa sampai 30 menit. Juga nanti kalau macet, bisa lebih lama lagi” gumam so eun.

 

“kau ke rumahku saja” kata kim bum yang tak sengaja mendengar.

 

“mwo???”

 

***

 

Di rumah kim bum…

 

“bagaimana? Baju adikku muatkan?” Tanya kim bum saat melihat so eun keluar dari kamar adiknya.

 

“ya, pas sekali. Tapi apa ini tidak dipakai oleh adikmu?” Tanya so eun ragu.

 

“tidak akan. Adikku kan sudah meninggal.” Jawab kim bum santai. So eun jadi merasa bersalah. Tapi kim bum tak mempersoalkan itu. Kemudian, ia mengajak so eun sarapan bersama lalu berangkat sekolah bersama juga.

 

****

 

Di sekolah

 

So eun masih enggan turun dari mobil kim bum padahal sudah sampai. Kim bum yang melihat jadi heran. Saat ditanya oleh kim bum, so eun menunjuk seorang namja yang sedang duduk di kap mobil sport putihnya. Kim bum mengikuti arah yang ditunjukkan so eun.

 

“kenapa memang dengan namja itu?” Tanya kim bum heran.

 

“dia itu Kim Hyun Joong oppaku. Dia pasti mencariku karena tidak pulang seharian tanpa kabar kemarin” jelas so eun.

 

“kalau begitu biar aku yang bilang padanya” kata kim bum lalu keluar mobil diikuti so eun.

 

“pasti oppa akan marah padaku” gumam so eun.

 

Kim bum dan so eun menemui hyun joong, oppanya so eun. Tangan so eun berkeringat dingin karena dia sangat takut pada oppanya itu. Setelah dekat kim bum menyapa hyun joong ramah. Awalnya hyun joong masih belum tau kalau ada so eun, karena so eun bersembunyi dibalik punggung kim bum.

 

“apa hyung benar oppanya kim so eun?” Tanya kim bum.

 

“oh, ne. apa kau tau dimana so eun?”

 

“begini hyung sebenarnya…” belum sempat kim bum melanjutkan perkataannya so eun langsung menyela.

 

“jeongmal mianhaeyo, oppa. Aku tidak memberitaumu kemarin” ucap so eun sambil menunduk di hadapan oppanya.

 

“so…so eun??? Sebenarnya kau dari mana saja kemarin?! Kau tau? Aku sangat mengkhawatirkanmu.?! Aku takut kau kenapa-napa! Sekarng jelaskan kenapa kau kemarin tidak pulang!” tegas hyun joong.

 

“mianhae oppa. Kemarin aku dihukum membersihkan ruang OSIS karena terlambat ikut MOS. Pas sudah selesai, ternyata aku terkunci di ruang OSIS. Dan tadi pagi ruangannya baru dibuka. Jadi…ya… begitulah oppa” jelas so eun.

 

“kenapa tidak mengabari oppa? Kau ingin oppa mati karena mengkhawatirkanmu hah?!!!” hyun joong setengah berteriak.

 

“mianhae hyung. Sebenarnya aku juga ikut terkunci dengan so eun. Waktu so eun ingin menghubungimu ternyata dia tidak membawa handphonenya dan handphone ku juga mati. Tadi pagi aku mengajak so eun ke rumahku karena rumah so eun jauh jadi takut terlambat seperti kemarin lagi. Jadi jeongmal mianhaeyo hyung…” kim bum ikut menjelaskan. Nampaknya hyun joong menerima penjelasan dari kim bum.

 

“baiklah, tidak apa-apa. Aku bisa mengerti” kata hyun joong sambik tersenyum. So eun lega melihat oppanya sudah bias tersenyum. Itu artinya oppanya tidak marah lagi. Setelah urusannya selesai hyun joong pun langsung pergi menuju kampusnya. Sebelumnya ia sempat mengatakan sesuatu.

 

“so eun… aku suka kekasihmu ini!!!” kata hyun joong lalu berlalu dengan mobilnya. So eun jadi merasa tidak enak dengan kim bum. Ia menatap kim bum.

 

“sudah, tidak apa. Ayo kita masuk…” ajak kim bum.

 

****

 

So eun sedang mondar-mandir tidak jelas di taman. Saat ini adalah istirahat makan siang. Bibirnya berkomat-kamit tidak jelas. Ya dia baru ingat kalau gelangnya masih tertinggal di ruang OSIS. Dan sekarang ia bingung bagaimana untuk mengambilnya. Gelang itu adalah pemberian eonnie-nya yang sudah meninggal. So eun adalah anak terakhir dari 3 bersaudara. Anak pertama yaitu Park Jin Hye eonnienya*author tidak rela*. Eonnie-nya itu meninggal beberapa tahun lalu karena kecelakaan kapal*mampus dah tuh tante-tante…author kejam..next,..*. yang kedua yaitu kim hyun joong, oppa so eun tadi. Dia masih kuliah di jurusan kedokteran.

 

“ehem…ehem..” so eun menoleh ke asal suara.

 

“kim bum sunbae?” kim bum menghampiri so eun yang terlihat bingung itu.

 

“kau sedang apa disini?” Tanya kim bum.

 

“tidak ada” jawab so eun singkat.

 

“lalu? Kenapa kau mondar-mandir tidak jelas? Seperti cacing kepanasan saja kau ini”

 

“cacing? Iiiihhhh… aku benci cacing. Aku sedang bingung, sunbae”

 

“bingung? Kenapa memangnya?”

 

“omo?! Bagaimana kalau benda itu hilang? Itu satu-satunya benda dari eonnieku. Sunbae, kau harus membantuku!”

 

“apa yang harus ku lakukan memang?”

 

“sunbae, kau ketua OSIS kn? Maukah kau mencarikan gelangku yang terjauh di ruang OSIS kemarin? Ayolah sunbae… mau ya??? Jebal…”

 

“gelang? Hmm…baiklah. Tapi ada syaratnya”

 

“apa?”

 

“kau harus menciumku setelah mendapatkan gelang itu!”

 

“mwo? Andwae. Aku tidak mau”

 

“ya sudah kalau begitu. Aku tidak mau membantumu”

 

“sunbae! Ayolah…bantu aku”

 

“kan sudah ku bilang tadi kau harus menciumku syaratnya”

 

“baiklah…tapi kau janji membantuku ya???”

 

“ne, janji”

 

So eun tersenyum senang. Tapi koq kim bum masih tetap di taman ya? Katanya mau membantu so eun? Ada apakah gerangan?*widiiiihhh bahasanya si author euy…*. Kim bum merogoh sakunya dan..

 

“ini yang kau cari?” kata kim bum sambil menunjukkan sebuah gelang pada so eun.

 

“itu gelangku!” so eun akan mengambil gelang itu tapi kim bum menghindar.

 

“kau masih ingat syaratnya kan?” kata kim bum

 

“ne, ne. sunbae tutup mata dulu” kata so eun.

 

Kim bum menutup matanya. So eun perlahan mendekatkan wajahnya ke kim bum. Dan… HAP! So eun mengambil gelang yang dibawa kim bum lalu berlari menjauh. Kim bum membuka matanya dan terlihat kesal karena dibohongi oleh so eun.

 

“sunbae!!! Gomawo sudah mengambilkan gelangku!!!” teriak so eun dari kejauhan.

 

“hey! Kau masih punya hutang ciuman padaku!!!” balas kim bum.

 

****

 

beberapa hari kemudian…

 

kim so eun dan park shin hye kebetulan satu kelas setelah MOS berakhir. Mereka menjadi teman dekat. Tak jarang shin hye sering curhat pada so eun tentang kekasihnya, geun suk. Seperti hari ini, shin hye bilang dia bertengkar dengan geun suk kemarin malam. Masalahnya, shin hye lupa kalau mereka akan kencan*pacar yang tidak baik*. Pas sudah ingat ternyata dia sudah terlambat 3 jam dari waktu janjian.

 

“so eun, bagaimana ini? Aku sangat menyesal sekali. Seharusnya aku juga tidak berteriak pada oppa kemarin. Aduh… aku jadi makin merasa bersalah padanya” curhat shin hye. Tak ada respon dari so eun. Saat shin hye melihat so eun ternyata so eun malah asyik makan mie yang dipesan.

 

“hyaa! Kim so eun! Apa kau tak mendengar curhatanku?!!!”

 

“aku dengar kok. Tapi aku makan dulu. Lapar tau! Memangnya kau tak lapar dari tadi ngoceh mulu” kata so eun dengan mulut penuh mie. Shin hye kesal dan mengambil mangkuk mie so eun, lalu memakannya.

 

“ya! Shin hye! Itu mie ku!” ucap so eun ikutan kesal.

 

“nih!” shin hye menyodorkan mengkuk mie yang direbutnya ke so eun. Tapi…

 

“mie nya mana?” Tanya so eun.

 

“mie nya sudah di perutku. Hehehe” shin hye malah cengengesan setelah makan mie punya so eun.

 

“mwo?! Aish!!! Dasar kau itu. Aku kan masih lapar” gerutu so eun.

 

So eun akan beranjak ingin pesan mie lagi. Tapi shin hye langsung menariknya ke suatu tempat. Saat ditanya so eun, shin hye hanya bilang ingin mencari maaf pada seseorang. Awalnya so eun menurut saja. Namun setelah ingat, shin hye pasti akan mengajak so eun ke ruang OSIS untuk menemui geun suk -secara geun suk kan sekretaris OSIS- so eun jadi panic sendiri. Itu tandanya dia juga bisa saja bertemu dengan kim bum. Sampai di depan ruang OSIS, shin hye mengajak so eun untuk masuk. Tapi so eun tetap keukeuh tidak mau masuk. Sampai akhirnya ada salah satu anggota OSIS yang keluar dari ruangan itu.

 

“seung ho sunbae, tunggu sebentar!” kata shin hye yang mengenal anggota OSIS itu.

 

“ada yang bisa ku bantu?”  Tanya seung ho ramah.

 

“apa geun suk oppa ada di dalam?” Tanya shin hye berharap.

 

“tentu. Dia ada di dalam dengan kim bum. Kalian masuk saja. Lagipula hanya ada mereka berdua di dalam”

 

“oh begitu. Gomawo sunbae!

 

“ne, cheonmaneyo. Aku pergi dulu ya”

 

Shin hye terlihat senang. Beda dengan so eun yang terlihat agak panic. Shin hye mengajak so eun  masuk. Tapi so eun tidak mau. Akhirnya terjadilah perdebatan. Sampai-sampai itu terdengar dari dalam ruang OSIS. Geun suk dan kim bum keluar dari ruangan dan sedikit terkejut melihat shin hye dan so eun.

 

“shin hye???” gumam geun suk.

 

“so eun???” gumam kim bum.

 

“oppa, ada yang aku ingin katakan padamu” kata shin ye pada geun suk. Sementara so eun  dan kim bum masih terdiam menyaksikan mereka berdua.

 

“labih baik kita bicara di tempat lain”

 

Geun suk mengajak shin hye pergi. Tinggal kim bum dan so eun di tempat itu. Saat so eun ingin beranjak, kim bum menarik so eun masuk ke ruang OSIS. Kim bum langsung mennutup pintunya setelah di dalam. Kim bum menyilangkan kedua tangannya di dada dan menatap so eun tajam.

 

“kau mau kabur lagi?” Tanya kim bum.

 

“kabur? Untuk apa?” so eun balik bertanya.

 

“hutangmu padaku belum lunas”

 

“hutang apa?” kim bum mendekati so eun. Hingga mereka sangat dekat. So eun merasa jantungnya berdebar-debar.

 

“ciuman itu!”

 

“jadi kau serius dengan  syarat itu?”

 

“tentu saja!”

 

So eun menelan ludah. Ia kira kim bum tidak serius dengan syarat itu. Bagaimana ini? Pikirnya. Kali ini kim bum tidak akan tertipu lagi oleh so eun. Dia tidak minta so eun menciumnya. Tapi dia yang akan mencium so eun. Jelas so eun makin panic saja. Maklum, so eun belum pernah ciuman dengan seseorang –kecuali ia saat tidur-. Tanpa mengatakan sesuatu, kim bum langsung mencium bibir so eun*LOL*. Sepertinya dua orang ini menikmati ciuman mereka meski so eun tidak membalas ciuman kim bum. Tapi sayang sekali ciuman mereka terhenti karena tiba-tiba pintu ruang OSIS ada yang membuka.

 

“apa yang kalian lakukan?!!!!”

 

****

 

Para siswa di sekolah so eun sudah pulang sejak 15 menit yang lalu. Tapi so eun dan kim bum malah berkutat dengan alat kbersihan seperti sapu, alat pel dll. Sebenarnya apa yang sedang mereka lakukan?

 

“huft. Seandainya sunbae tidak menciumku pasti kita tidak akan dihukum seperti ini” gerutu so eun.

 

“kau menyalahkanku?” ucap kim bum yang tiba-tiba datang.

 

“kan memang sunbae yang salah. Masa’ aku?”

 

“aish! Kau juga salah. Kenapa gelangmu bisa tertinggal? Kalau saja kau tidak ceroboh, mungkin aku tidak harus membantumu”

 

“salah sunbae sendiri, kenapa mau membantuku?’

 

“bukankah kau yang merengek minta aku membantumu?” so en terdiam. Memang benar, dia yang meminta kim bum untuk membantunya.

 

“sudahlah. Kita kerjakan hukumannya saja. Pak suk hwan kan hanya menyuruh kita membersihkan seluruh ruang di lantai 2 kan?”

 

“tapi 1 minggu , sunbae!”

 

“hanya 1 minggu”

 

“kalau saja ciuman itu tidak terjadi”

 

“ya!! Kau bahas itu lagi. Biarpun kau menolak, tapi kau menikmati juga kan?” jail kim bum.

 

Akhirnya mereka menjalani hukuman mereka selama 1 minggu penuh. Tapi selalu saja diawali dengan sedikit perdebatan dan diakhiri dengan perdamaian keduanya. Gara-gara itu kim bum dan so eun jadi semakin dekat saja.

 

****

 

1 minggu kemudian…

 

So eun berjalan menuju kelasnya dengan ceria. Apa yang membuatnya begitu? Karena hukumannya telah usai jadi so eun tidak harus memebersihkan ruang kelas lagi sepulang juga. Juga yang paling membuat dia senang adalah, dia tidak harus bertemu dengan kim bum. Sampai di kelas, so eun melihat shin hye yang sedang asyik makan roti. Terlintas ide untuk mengageti shin hye.

 

“shin hye-ah!!!!” panggil so eun sambil menepuk bahu shin hye. Sontak, shin hye sangat terkejut sampai-sampai roti yang dipegangnya jatuh.

 

“ya!! So eun!! Kau mau membuatku mati ha???” kesal shin hye. So eun yang melihat malah tersenyum geli. Lalu ia duduk disebelah shin hye.

 

“kau kenapa?” Tanya shin hye.

 

“memangnya aku kenapa?” so eun malah balik nanya.

 

“aish!! Kau ditanya malah bertanya. Hari ini kau terlihat senang. Ada berita aapa memang?”

 

“aku senang karena  aku sudah selesai menjalani hukuman. Ah… rasanya lega sekali. Jadi aku tidak harus bertemu dengan kim bum sunbae lagi”

 

“memangnya kau tidak merasa kehilangan?”

 

“maksudmu?”

 

“bukankah kau menyukainya, so eun? Dia kan tampan, pintar, baik , ramah, ketua OSIS pula”

 

“ya!! Ku adukan pada geun suk sunbae tau rasa kau”

 

“yayaya, jangan dong… aku kan Cuma berpendapat saja. Memangnya tidak boleh apa?”

 

“huuuuu….”

 

*****

 

3 hari kemudian…

 

Saat jam istirahat makan siang, so eun pergi ke taman dan duduk di salah satu bangku taman itu. So eun tidak ditemani oleh shin hye karena shin hye sedang ada janji dengan geun suk. Akhir-akhir ini dia merasa kesepian. Entah kenapa so eun merasa ingin sekali bertemu dengan kim bum. Atau hanya melihatnya pun tidak apa-apa. Ia duduk termenung mengingat kejadian-kejadian lucu dirinya dan kim bum saat dihukum beberapa hari yang lalu.

 

Sementara di ruang OSIS, kim bum tampak bosan. Sama halnya dengan so eun, dia juga merasa kesepian. Ia rindu dengan so eun. Entah kapan perasaan itu muncul. Tapi rupanya kim bum menyukai so eun. Lalu dia putuskan untuk pergi ke taman. Saat di taman, ia melihat yeoja yang sedang sendirian duduk di bangku taman. Tak lama kemudian kim bum tersenyum. Ia mengenali yeoja itu.

 

Kim bum menghampiri so eun. Namun kelihatannya so eun tidak menyadari kehadiran kim bum. Buktinya, ia masih tetap diam saja saat kim bum sudah berada di belakangnya. Kim bum merangkul pundak so eun dari belakang. So eun terkejut. Kim bum berniat melihat ekspresi so eun yang kaget. Ia mengedepankan kepalanya di sebelah kiri kepala so eun. Namun saat itu so eun juga menoleh ke arah kiri sehingga bibir mereka bersentuhan*ouch…termasuk kiss kah ini??…*. so eun yang awalnya sudah terkejut jadi makin terkejutlah ia. Beberapa saat mereka masih bertahan dengan posisi seperti itu. Sampai akhirnya so eun melepaskan rangkulan kim bum.

 

“ya, sunbae!!! Apa yang kau lakukan??” Tanya so eun gugup. Kim bum hanya tersenyum. Ia ikut duduk di samping so eun.

 

“huft…lagi-lagi aku harus berciuman denganmu” gerutu so eun kesal.

 

“apa kau ingin aku mengembalikan ciuman itu?” jail kim bum sambil mendekatkan wajahnya ke so eun. So eun jadi termundur dan mendorong tubuh kim bum agar menjauh darinya.

 

“aish!!! Sunbae, kau memang menyebalkan!” kesal so eun lalu pergi meninggalkan kim bum sendiri. Kim bum yang melihat so eun jadi tertawa geli. Sudah 3 kali ia mencium gadis itu.

 

“aku menyukainya” gumamnya.

 

****

 

Kebiasaan so eun, jika istirahat kalau tidak ke kantin dengan shin hye, ia akan di taman sendirian. Seperti kali ini. So eun sendiri di taman. Niat awal sih ingin tidur karena semalaman begadang nemenin oppanya nonton bola. Dengan mata yang setengah terpejam, ia masih mencoba untuk tetap terjaga. Tiba-tiba dari arah belakang ada yang memberikan bunga dan coklat. So eun melihat ke belakang dan melihat siapa yang memberinya bunga serta coklat.

 

“kim bum sunbae?” gumam so eun pelan. Kim bum tersenyum.

 

“ada apa ini?” Tanya so eun.

 

“so eun-ah, aku menyukaimu. Maukah kau jadi kekasihku?” so eun tidak menyangka kim bum akan menembaknya. So eun jadi gugup, tidak tahu harus menerima atau menolak. Setelah berpikir sejenak, so eun menjawab.

 

“mianhae, sunbae. Aku tidak dapat menjadi kekasihmu” kim bum kaget dengan jawaban so eun.

 

“ummm, bunga dan coklat ini untukku kan? Gomawo. Aku mau ke kelas dulu” lanjut so eun. Ia pergi dari tempat kim bum sambil membawa coklat dan bunga pemberian kim bum. Sebenarnya so eun juga senang kim bum menembaknya, tapi dia terlalu gengsi mengakui itu. Lagipula so eun ingin jaim sedikitlah dan ingin tau kim bum benar-benar serius atau tidak.

 

“So Eun!!!! Aku akan selalu mengikuti kemana pun kau pergi sampai kau mau menerimaku!!!!!” teriak kim bum.

 

Jadilah kim bum mengikuti so eun terus. Mulai dari ke kantin, ke perpustakaan juga ke kelas. Untung bel masuk berbunyi, jadi kim bum terpaksa kembali ke kelasnya. Pulang sekolah, so eun langsung pulang naik bis. Untungnya kim bum tidak tau kalau so eun sudah pulang duluan. Tapi kasihan juga karena kim bum terus menunggu so eun jika shin hye tidak memberitahunya. Itu berlangsung selama 3 hari. Biarpun hanya 3 hari tapi sudah cukup membuat keduanya lelah.

 

“sudahlah, sunbae. Jangan mengikutiku terus” ucap so eun yang kini sedang berjalan menuju ke perpustakaan ditemani kim bum tentu saja.

 

“tidak mau” singkat kim bum. So euun menghentikan langkahnya dan menatap kim bum kesal.

 

“lalu apa ada cara agar sunbae tidak mengikutiku terus?”

 

“ada. Jadilah kekasihku. Dengan begitu aku bias lebih tenang”

 

“jangan mengharap jadi kekasihku. Aku tak mau”

 

“kalau begitu aku akan mengikutimu terus”

 

“ya! Kau sudah gila?”

 

“gila karenamu”

 

“Aish!! Ok, ok. Terserah apa kata sunbae” so eun kembali berjalan. Kim bum tersenyum.

 

“jadi kau mau jadi kekasihku?”

 

“hmmm” kim bum menarik so eun dan memeluknya*cieee…bumppa….*. tak berapa lama kim bum mencium bibir so eun sekilas*ciuman keberapakah ini? Mari kita hitung bersama. 1..2..3..#plakkk author kumat* lalu pergi dengan wajah yang terlihat bahagia. *Eits! Ini masih belum ending lowh…

 

*****

 

Sudah 3 bulan kim bum dan kim so eun menjadi sepasang kekasih. Tapi mereka masih tetap seperti itu. Bertengkar meributkan hal-hal kecil. Tenang saja, mereka selalu berdamai setelah bertengkar. Anehnya, meski 3 bulan berlalu, so eun masih sedikit gengsi mengungkapkan perasaannya. Tapi kim bum tak mempersoalkan itu. Menurut kim bum, jika so eun jadi kekasihnya berarti so eun juga menyukainya*prinsip yang bagus…#nepuk bahu bumppa*. Kali ini, cinta mereka akan diuji oleh author#plakk.

 

Keluarlah seorang yeoja yang anggun dan cantik dari bandara. Yeoja itu langsung naik taksi dan menuju ke suatu tempat. “aku merindukannya..” gumam yeoja itu sambil melepas kacamata hitam yang sedari tadi ia kenakan. Taksi yang ia tumpangi berhenti di sekolahnya kim bum dan so eun.

 

“seung ho-ssi, tunggu!!!” yeoja tadi menghampiri seung ho yang sepertinya terkejut dengan kehadirannya.

 

“seo…seo hyun-yang?! Annyeong haseyo?” seung ho menunduk hormat.

 

“tidak perlu terlalu formal begitu” ucap seo hyun tersenyum.

 

“seo hyun-yang kan putri pemilik sekolah ini, jadi rasanya kurang sopan jika…”

 

“sudahlah tidak apa. Aku ingin bertanya, kau tahu kim bum dimana?”

 

“sepertinya kim bum sedang ada di taman dengan so eun”

 

“so eun? Apakah dia seorang yeoja?”

 

“ne. So eun itu yeojachingu kim bum” raut wajah seo hyun langsung berubah. Segera ia pergi ke taman. Dilihatnya kim bum dan so eun sedang duduk di bawah pohon. Kim bum yang sedang merangkul so eun membuat seo hyun jadi cemburu.

 

“kim bum-ah!” panggil seo hyun. Kim bum melepaskan rangkulannya dan terkejut melihat seo hyun di dekatnya.

 

“seo hyun? Kapan kau kembali? Bukankah kau ada di Jepang?” Tanya kim bum sambil berdiri. So eun masih diam melihat dua orang ini. Tapi ia terkejut saat seo hyun langsung memeluk kim bum.

 

“aku sangat merindukanmu kim bum” ucap seo hyun.

 

“aku juga merindukanmu” balas kim bum.

 

So eun merasa tidak dianggap sama sekali. Tapi ia masih diam di tempat tak beranjak sedikit pun. Sekedar memeluk mungkin so eun masih bisa mentolerir. Tapi rupanya benar-benar merasa cemburu dan kesal saat seo hyun ternyata mencium kim bum*author kabuuuuurrrr…readers esmosi*. So eun yang tidak suka melihat pemandangan itu langsung pergi ke kelasnya.

 

****

 

Keesokan harinya…

 

So eun masih ingat kejadian kemarin saat seo hyun mencium kim bum. Ada rasa sakit yang ia rasakan. So eun ingin marah tapi sulit untuk mengungkapkan. Jadi untuk menekan amarahnya, so eun tidak mau berhubungan dengan kim bum dulu. Kim bum mengiriminya pesan dan meneleponnya berkali-kali kemarin, tapi so eun tidak menanggapi sama sekali. Handphone so eun malah diletakkan di dalam lemari yang dikuncinya.

 

“so eun, sudah sampai” ucap hyun joong menyadarkan so eun dari lamunannya. Pagi ini so eun berangkat lebih pagi diantar oppanya.

 

“gomawo, oppa” ucap so eun lemas.

 

“kau ada masalah?” Tanya hyun joong.

 

“ani. Aku baik-baik saja” jawab so eun.

 

“nanti pulang sekolah aku akan menjemputmu. Jadi jangan pulang duluan, tunggu aku”

 

“ne, oppa”

 

Kim so eun berjalan menuju kelasnya sambil menunduk. “aduh?! Kenapa aku jadi seperti ini sih? So eun, kau harus bisa melupakan kejadian kemarin” batin so eun. Wajarlah, bagaimana pun juga siapa yang tidak cemburu jika kekasihnya dicium yeoja lain*author aja juga cemburu*.

 

“kim so eun??!!!” panggil sesorang dari belakang. So eun menoleh dan ternyata itu shin hye dan geun suk.

 

“so eun kau kenapa? Sepertinya sedang ada masalah” ucap shin hye.

 

“ani. Mungkin karena lelah saja” so eun berusaha tersenyum sambil menanggapi ucapan shin hye.

 

“oh, iya. Kata seung ho, anak pemilik sekolah kita sekarang ada di korea. Namanya seo hyun” ucap geun suk.

 

“seo hyun?!!” so eun seperti ingat nama itu.

 

“kau kenal dengannya so eun?” Tanya geun suk.

 

“apa dia ke korea kemarin?” so eun malah balik nanya.

 

“ku dengar seperti itu” geun suk jadi bingung dengan so eun.

 

“memangnya kenapa? Kau mengenalnya, so eun?” giiran shin hye yang bertanya. So eun tidak menjawab dan sibuk dengan pikirannya.

 

****

 

Pulang sekolah, seperti kata hyun joong bahwa ia akan menjemput so eun. Tapi sudah 15 menit so eun menunggu oppanya itu tidak datang juga. Akhirnya karena lelah menunggu so eun menelepon hyun joong. Parahnya, ternyata hyun joong lupa dan sekarang ia sedang kencan dengan Goo Hye Sun. So eun sungguh kesal dibuatnya. karena takut so eun akan lebih marah, hyun joong menyuruh so eun menunggu karena temannya yang akan menjemput so eun pulang sekolah. “lagi-lagi harus menunggu” gerutu so eun. Dari jauh terlihat shin hye dan geun suk yang mesra sekali. So eun jadi ingat kim bum. Seandainya aku tak terlalu cemburu, pikir so eun.

 

“hai, so eun!” panggil namja yang tak lain adalah kim bum. Kim bum menghampiri so eun dengan motornya.

 

“sunbae?” bisik so eun pelan nyaris tak terdengar. *manggilnya koq tetep sunbae sih eonnie???…eonnie menjawab : suka-suka saya dong..#author mulai gila*

 

“kau belum pulang?” Tanya kim bum lembut. So eun hanya menggeleng. Tiba-tiba kim bum memegang tangan so eun.

 

“mianhae, so eun..” ucapnya.

 

“huh?”

 

“aku…” belum sempat kim bum menyelesaikan ucapannya, seo hyun datang dan langsung menggandeng lengan kim bum. So eun yang awalnya senang kim bum mau minta maaf jadi kembali dibuat cemburu.

 

“kim bum, ayo kita jalan-jalan” ajak seo hyun manja. So eun menghela nafas menahan rasa kesalnya.

 

“tapi…”

 

Tiinnnn…tiiinnnnn….

 

Ternyata so eun sudah dijemput oleh temannya hyun joong. So eun tidak menghiraukan kim bum dan seo hyun. Dia langsung masuk ke mobil teman oppanya itu. Kim bum makin merasa bersalah dengan so eun. Masalah yang lalu saja belum selesai tuntas, juga belum tentu kalau so eun mau memaafkan kim bum.

 

“kim bum, ayo…” ajak seo hyun lagi. Kim bum hanya tersenyum paksa.

 

*****

 

Sudah sampai di depan rumah so eun. Tapi so eun rupanya melamun makanya dia belum sadar juga kalau sudah sampai di depan rumahnya. Sampai akhirnya teman hyun joong yang akrab disapa Yesung itu menyadarkan so eun.

 

“so eun?!!!”

 

“oh. Sudah sampai ya?”

 

“ya, sejak 10 menit lalu”

 

“mianhaeyo, oppa. Gomawo yesung oppa sudah mau mengantarku pulang”

 

“cheonmaneyo, so eun. Apakah kau ada masalah?”

 

“ani. Aku tak ada masalah”

 

“jangan bohong. Dari sorot matamu saja sudah menandakan kalau kau ada masalah. Apa dengan namja tadi?”

 

Akhirnya so eun bercerita tentang masalahnya pada yesung. Yesung membuat so eun nyaman di dekatnya. Lama-lama so eun menyukai teman oppanya ini. Hanya suka sebatas adik dengan kakaknya, itu saja. Bukan suka antara yeoja dengan namja.

 

*****

 

Sudah satu bulan lebih so eun harus menjalani kesehariannya dengan rasa cemburu. So eun dan kim bum memang sudah baikan. Tapi kemana pun, kapan pun, dan dimana pun kim bum ada, pasti seo hyun juga ada. Seo hyun selalu bersama kim bum. Sampai-sampai so eun dibuat kesal. Pernah saat so eun kencan dengan kim bum, seo hyun juga ikut. Acara kencan yang seharusnya dinikmati oleh so eun dan kim bum rasanya bagai di neraka. Apalagi setelah so eun tahu jika kim bum dan seo hyun pernah ada hubungan khusus sebelum seo hyun melanjutkan sekolahnya ke Jepang. Ia khawatir jika kim bum masih menyimpan perasaan untuk seo hyun. Meski kim bum terus meyakinkan so eun agar percaya padanya tapi tetap saja rasa khawatir itu ada.

 

*****

 

“yesung oppa, kenapa mengajakku kemari?” Tanya so eun bingung saat yesung mengajaknya ke suatu taman yang sudah dihias dengan lampu jadi terlihat sangat indah. *bayangkan taman yang sudah dihias junpyo buat jandi di BOF gtw episode brp author lupa*. Yesung mempersilahkan so eun duduk di salah satu bangku taman itu. Lalu ia ikut duduk di samping so eun.

 

“ada yang ingin aku katakan, so eun” ucap yesung sambil menatap dalam mata so eun. So eun jadi gugup dibuatnya.

 

“ada apa memang?” yesung memegang tangan so eun lembut. So eun merasakan kehangatan dibalik genggaman itu.

 

“so eun saranghae” so eun terkejut, ia langsung melepaskan tangannya dari genggaman.

 

“mwo? Apa yang barusan oppa katakan? Jangan becanda oppa. Ini sungguh tidak lucu”

 

“aku tidak becanda. Aku sangat mencintaimu. Bahkan sebelum aku mengenalmu”

 

“maksudmu?”

 

“kita pernah bertemu. Apa kau masih ingat 6 tahun lalu? Namja yang menyelamatkanmu saat kau hampir saja tertabrak mobil. Namja itu adalah aku. Apa kau benar tidak ingat, so eun?”

 

“6 tahun lalu… berarti aku masih belum SMP. Tunggu! Jadi… oppa adalah my hero?”

 

“apa maksudmu?”

 

“saat itu aku sedang bermain dengan hyun joong oppa. Aku berlarian dengan oppaku. Karena terlalu asyik aku tidak sadar jika sudah ada di jalan raya. Tepat saat itu ada mobil yang melaju kencang ke arahku. Aku bingung harus bagaimana. Saat mobil itu sudah dekat ada yang mendorongku menjauh dari jalan itu. Namun orang yang mendorongku itu malah yang tertabrak mobil. Dia dilarikan ke rumah sakit. Kakinya patah dan mengalami pendarahan di otaknya. Apa orang itu benar kau orangnya yesung oppa?”

 

“itu benar aku. Bekas luka itu masih ada so eun” yesung menggulung celana yang ia pakai. Sehingga so eun bisa melihat bekas luka kecelakaan di bawah lutut yesung. So eun menutup mulutnya tidak percaya.

 

“jadi… jadi benar? Kau?” so eun menangis membuat yesung jadi bingung. Yesung memeluk so eun erat agar so eun tenang.

 

“apa yang membuatmu menangis? Apa perkataanku menyakitimu?” yesung bertanya setelah so eun berhenti menangis.

 

“apa oppa sudah tau sejak lama jika aku adalah yeoja yang oppa selamatkan itu?” so eun balik bertanya.

 

“kurang lebih setahun lalu. Aku mengetahuinya lewat hyun joong temanku yang ternyata adalah oppamu”

 

“kenapa baru sekarang oppa bilang?!!! Kenapa baru sekarang?!!” so eun setengah berteriak mengatakannya.

 

“mianhae so eun”

 

“oppa ingin tau kan kenapa aku menyebutmu my hero? Karena oppa memang pahlawanku. Oppa menyelamatkanku dari kecelakaan itu. Oppa rela tertabrak mobil demi aku. Padahal saat itu kita tidak mengenal satu sama lain. Aku sungguh ingin bertemu dengan oppa dan berterimakasih dengan oppa. Tapi oppa pergi ke Jepang untuk melakukan pengobatan lebih lanjut. Rasa inginku untuk bertemu dengan oppa semakin besar. Saat itu aku menyadari bahwa sebenarnya aku menyukaimu. Kita memang bertemu sesaat. Tapi dulu aku masih sempat melihat wajah oppa. Setiap malam aku berdoa agar aku bisa bertemu denganmu. Aku ingin mengucapkan terimakasih juga bilang kalau aku…”

 

“aku apa?”

 

“kalau aku…aku…menyukaimu. Bahkan mungkin aku mencintaimu. Mungkin terlihat aneh jika dulu gadis kecil sepertiku berbicara tentang cinta. Tapi aku benar-benar merasakan perasaan yang berbeda tiap aku mengingatmu, oppa. Pertemuan yang sesaat itu memberi kesan yang dalam untukku” yesung sungguh tidak mennyangka so eun ternyata telah mencintainya sejak dulu.

 

“begitupun denganku, so eun. Aku minta kepada orangtuaku untuk pengobatan di Jepang karena di sana fasilitasnya lebih memadai. Tapi bukan itu alasanku sebenarnya. Aku ingin segera sembuh agar dapat bertemu denganmu. Tapi waktu 3 tahun di Jepang itu sangat lama bagiku. Aku kembali ke Korea dengan perasaan ragu. Apakah kau masih ingat padaku? Apa mungkin kau menungguku? Jika pun iya, kau pasti telah lelah menungguku yang tidak pasti”

 

“Aku tak pernah lelah menunggumu meski bertahun-tahun, oppa. Tapi aku sadar jika bertemu denganmu lagi rasanya mimpi saja. Aku membuka hatiku untuk orang lain. Dan sekarang hatiku telah ditempati oleh kekasihku, oppa. Jeongmal mianhae” yesung membelai kepala so eun lembut.

 

“ini salahku. Seandainya aku bilang padamu sejak awal mungkin saat ini aku bisa bersama denganmu. Aku yang terlalu pengecut. Aku yang tidak punya keberanian untuk bilang. Aku yang terlalu takut jika kau tidak menyukaiku juga. Kebodohanku membuat kita berdua tersiksa. Aku bilang mencintaimu bukan karena ingin memilikimu so eun. Tapi karena aku ingin kau tau tentang perasaanku. Melihatmu bahagia itu sudah cukup bagiku. Meskipun kau bahagia bukan di sisiku”

 

So eun terdiam. Ia menyesali waktu. Ia marah pada dirinya sendiri. Kalau saja aku dapat menjaga hatiku, pikir so eun. Yesung juga berkutat dengan pikirannya sendiri. Kalau saja dia mempunyai keberanian untuk bilang pada so eun yang sebenarnya. Untuk menumpahkan segala perasaannya saat ini, tiba-tiba yesung mencium bibir so eun. Ciuman itu dalam dan sangat lembut sampai keduanya sama-sama meneteskan airmata. So eun pun tak kuasa menolak ciuman itu. Perasaan mereka tumpah lewat airmata dan ciuman itu. Ciuman pertama untuk mereka yang didiringi rasa sakit.

 

*****

 

Kim bum berangkat sekolah seperti biasa. Sebelum masuk, ia menunggu so eun di gerbang. Pandangannya terkejut melihat so eun diantar oleh seorang namja yang bukan oppanya so eun. Dalam pandangan kim bum, so eun dan namja yang tak bukan adalah yesung terlihat sangat mesra. Padahal aslinya biasa saja. Kim bum merasa sangat cemburu.

 

“kau diantar siapa?” Tanya kim bum ketus. So eun jadi merasa aneh dengan sikap kim bum yang tiba-tiba begini.

 

“itu tadi yesung oppa, teman oppaku” so eun menjawab santai.

 

“kenapa bukan hyung yang mengantar?”

 

“oppa sedang tidak enak badan. Jadi dia meminta yesung oppa mengantarku. Lagipula tadi pagi kebetulan yesung oppa sedang ada di rumahku”

 

“kenapa tidak meneleponku? Aku kan dapat menjemputmu. Kita dapat berangkat bersama ke sekolah”

 

“aku tidak mau merepotkanmu, sunbae”

 

“tapi apa pantas kau bersama dengan namja lain sedangkan kau sudah punya kekasih? Bahkan mungkin kau tidak pernah menganggapku sebagai kekasihmu. Memanggilku pun kau masih dengan sebutan ‘sunbae’. Apa itu tidak aneh?”

 

“sunbae menyalahkanku terus. Bukankah kita sudah pernah membicarakan tentang panggilan itu? Kenapa sekarang jadi persoalan?”

 

“persoalannya itu kau dan yesung oppamu itu!”

 

“jangan kaitkan dengan yesung oppa. Masalahnya itu ada pada dirimu, kim bum sunbae!”

 

“apa maksudmu? Kenapa malah menyalahkanku?!”

 

Shin hye dan geun suk baru datang dan melihat so eun dan kim bum sedang bertengkar. Mereka menghampiri so eun dan kim bum yang rupanya masih antusias untuk terus melanjutkan pertengkaran. Geun suk berusaha menenangkan kim bum tapi kim bum masih tetap saja melanjutkan aksi bertengkarnya dengan so eun*author sarap*. So eun menghentikan pertengkarannya dengan satu kalimat.

 

“pantaskah sunbae berciuman dengan yeoja lain di depanku?!!” so eun berkata tepat saat seo hyun baru tiba di tempat itu. So eun langsung pergi sambil menghapus airmata yang sedari tadi ia tahan di pelupuk matanya. Shin hye dan geun suk langsung menyusul so eun. Sementara kim bum masih mematung. Dia pernah dicium oleh seo hyun –yang hobi nyium bumppa- di depan so eun lebih dari sekali.

 

*****

 

3 hari kemudian…

 

Shin hye masuk ke kelas diikuti geun suk. Ia melihat so eun yang sedang asyik memebaca buku. Geun suk memberi saran agar shin hye menemani so eun saat ini. Setelah kejadian 3 hari lalu yang membuat so eun dan kim bum tidak berhubungan sama sekali. Namun jauh dari perkiraan geun suk. Yang terlihat lebih menderita itu kim bum bukan so eun. So eun masih bisa menjalankan aktifitasnya dengan lancer dan baik-baik saja seperti tidak ada masalah apa pun. Ia juga kembali ceria dengan mudah. Sedangkan kim bum menjadi tidak focus mengerjakan sesuatu. Ia tidak seceria biasanya. Geun suk jadi prihatin pada kim bum. Pernah saat geun suk bertanya kim bum kenapa menjadi seperti ini, kim bum menjawab kalau dia merindukan so eun. Ingin menghubungi so eun tapi takut kalau so eun masih marah.

 

“hai so eun!!!” sapa geun suk dan shin hye.

 

“hai juga. Kalian tidak ke kantin?” Tanya so eun.

 

“tidak” jawab shin hye.

 

“tumben sekali. Biasanya kalau jam istirahat kalian akan ke kantin berdua atau sekedar yah…” geun suk memotong.

 

“kim bum merindukanmu so eun…” so eun terdiam cukup lama. Akhirnya dia tersenyum penuh arti.

 

“aku akan menemuinya” ucap so eun lalu pergi dari kelas.

 

So eun mencari kim bum di taman tapi tidak ada. Lalu ia ke ruang OSIS tapi di sana hanya ada seung ho. “kemana sih dia?” gumam so eun. Karena lelah mencari kim bum, so eun pergi kea tap sekolah. Ia tak pernah pergi ke tempat itu sebelumnya. Sampai di atap so eun berdiri di dekat pembatas sehingga dapat melihat dengan jelas sekolahnya dari ketinggian. Ia memejamkan matanya. “aku merindukanmu, sunbae. Aku tidak bisa terus seperti ini. Aku tidak ingin sendiri. 3 hari tanpa berhubungan denganmu membuatku merasa kesepian. Aku mau kita seperti dulu lagi. Seperti sebelum seo hyun datang” lirih so eun. Tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang yaitu kim bum.

 

“aku juga sangat merindukanmu, so eun” bisik kim bum. Tanpa kim bum dan so eun sadari, ternyata seo hyun mendengar semua itu. Ia tersenyum sinis.

 

****

 

So eun sedang bersiap-siap akan pergi ke rumah kim bum. Ia diantar oleh yesung tentunya atas seizin kim bum dan hyun joong. Kim bum tidak menjemputnya karena dia sedang sakit flu. Orangtua kim bum sedang keluar kota jadi tidak ada yang merawat kim bum. So eun membawa makanan juga kue untuk dibawa ke rumah kim bum. Sebenarnya hyun joong melarang so eun ke rumah kim bum karena sudah malam apalagi hyun joong juga sedang malas mengantarnya. Kebetulan yesung sedang ada di rumah so eun, maka akhirnya yesung yang mengantar so eun.

 

“oppa mau menungguku sebentar kan? Aku tidak akan lama koq” ucap so eun pada yesung.

 

“ne. aku pasti akan menunggumu”

 

So eun memasuki halaman rumah kim bum. Ia melihat ada mobilnya seo hyun yang terparkir. So eun mencoba berpikir positif. Mungkin seo hyun ingin menjenguk kim bum, pikirnya. Pintu rumah kim bum terbuka sedikit. So eun melihat ternyata kim bum sedang berpelukan dengan seo hyun. So eun tetap diam melihat. Ia bertahan dalam rasa sakit hati yang ia rasakan. So eun tidak ingin berburuk sangka dulu. Ia mendengarkan apa yang seo hyun dan kim bum bicarakan.

 

“kau tidak dapat menghindar dariku lagi, bum” ucap seo hyun.

 

“seharusnya kau sadar. Aku sudah punya kekasih. Tak sepatutnya kau menganggu hubunganku” balas kim bum.

 

“aku tidak peduli. Bukankah kita belum putus?”

 

“dulu kau meninggalkanku. Bagiku sejak saat itu kita sudah tidak ada hubungan”

 

“tapi kau juga tidak dapat bohong. Kau masih menyimpan rasa padaku kan?”

 

“tidak. Hatiku hanya milik so eun”

 

“tapi aku mencintaimu”

 

“jika kau mencintaiku seharusnya kau tidak meninggalkan aku. Sekarang jika aku punya kekasih itu bukan urusanmu lagi”

 

“lupakan aku, seo hyun!”

 

“jujurlah padaku bum. Kau tidak mencintainya kan?” kim bum lama terdiam.

 

“jawablah…”

 

“itu bukan urusanmu. Aku mencintainya atau tidak itu urusanku” so eun yang mendengar kecewa pada kim bum. Kenapa kim bum tidak bilang saja kalau memang mencintai so eun?!*iya nih bumppa..*

 

“kau masih mencintaiku, bum”

 

“memang dulu aku bersama dengan so eun karena ingin melupakanmu. Bersamanya bisa membuatku lupa akan cintaku padamu. Aku menyukainya. Dia mengingatkanku pada adikku Kim Sang Joo. Dia begitu manis seperti Sang Joo. Dia sangat mirip. Bersama so eun, aku seperti bersama dengan sang joo. Setiap aku merindukan sang joo, aku akan bersama dengan so eun. Itu mengobati rinduku pada sang joo” so eun meneteskan airmatanya mendengar penjelasan kim bum.

 

“aku tahu sekarang. Kau hanya menganggap so eun sebagai adik bukan? Berarti masih ada tempat di hatimu untukku”

 

“aku…” ucapan kim bum terpotong saat melihat kea rah pintu yang ternyata ada so eun. Kim bum terkejut dan langsung melepaskan pelukan seo hyun. So eun menjatuhkan makanan yang dibawanya lalu berlari pergi menjauh dari tempat itu. Yesung yang melihat so eun keluar dari rumah kim bum sambil menangis membuatnya heran. Terlebih saat so eun melewati mobilnya.

 

“so eun?!!” panggil yesung. Tapi so eun tak menghiraukannya dan terus berlari. Sementara itu kim bum mengejar so eun diikutu seo hyun dibelakangnya. Yesung menarik tangan seo hyun agar tidak mengejar kim bum.

 

“kau siapa? Beraninya menarik tanganku!!!” bentak seo hyun.

 

“apa kau yang membuat mereka seperti itu?” Tanya yesung sambil menatap seo hyun tajam.

 

“bukan urusanmu! Sekarang lepaskan aku!” seo hyun berontak tapi yesung tetap memegangnnya dengan kuat.

 

“jika kau memang mencintai kim bum, seharusnya kau membiarkannya bahagia bersama orang yang dicintainya”

 

“aku dapat membuat kim bum bahagia”

 

“apa kau yakin? Bukankah kau akan membuat kim bum menderita jika kau menjauhkannya dari orang yang ia cintai? Kau hanya akan membuat perasaannya hancur” seo hyun terdiam, mencerna perkataan yesung.

 

“aku tau yang ku maksud. Tapi sulit menghapus perasaan ini untuk kim bum”

 

“carilah penggantinya”

 

“lalu? Maukah kau menggantikan posisi kim bum di hatiku?” yesung menatap dalam mata seo hyun.

 

“asalkan kita sama-sama belajar untuk saling mencintai. Juga membiarkan mereka berdua bahagia dengan jalan yang mereka pilih” seo hyun mengangguk dan tersenyum.

 

****

 

Kim bum menarik tangan so eun agar mau berhadapan dengannya. Dilihatnya airmata mengalir dari mata indah milik so eun.

 

“so eun…”

 

“apa yang ingin sunbae katakan? Tidak ada yang perlu dijelaskan  bukan. Aku begitu sakit mendengar pengakuan sunbae tadi. Aku kira sunbae benar-benar mencintaiku. Tapi tetnyata… aku sungguh bodoh. Aku benar-benar bodoh. Seharusnya aku sadar. Selama ini sunbae hanya bilang bahwa sunbae menyukaiku bukan mencintaiku” so eun terisak. Kim bum memeluknya namun so eun menolak. Tapi kim bum tetap memeluk so eun meski so eun berontak dalam pelukannya.

 

“lepaskan aku!!!” teriak so eun.

 

“tidak akan. Aku tidak akan melepaskanmu” balas kim bum. Beberapa menit kemudian, hanya terdengar suara isak tangis so eun.

 

“dengarkan aku..” ucap kim bum lembut. “mianhae. Jeongmal mianhae so eun. Aku tak ada niatan sedikit pun untuk menyakitimu. Memang aku menyukaimu karena kau mirip dengan adikku, tapi..” so eun memotong.

 

“aku minta kita putus, sunbae” sontak kim bum melepaskan pelukannya dan menatap so eun dalam.

 

“ap…apa maksudmu? Putus? Aku tidak mau kita putus”

 

“aku lelah berhubungan dengan dasar kebohongan. Aku ingin hidup seperti dulu lagi. Aku ingin hidup seperti sebelum aku mengenalmu, sunbae”

 

“tidak. Kau milikku. Kau tidak boleh meninggalkanku” kim bum memegang pipi so eun yang dingin itu lalu ia mencium bibir so eun. Ciuman yang dalam dan lembut. Sangat lembut. Ia terus melumat bibir so eun. Sampai akhirnya…PLAKKK..sebuah tamparan mendarat di pipi kim bum dari so eun.

 

“kau egois!” ucap so eun setengah bereteriak.

 

“biar! Aku tidak mau berpisah denganmu, so eun”

 

“tidak ada jalan lain selain putus. Aku tidak ingin terlalu sakit jika sunbae terus menganggapku sebagai sang joo adikmu. Perlu aku tegaskan. Aku bukanlah Kim Sang Joo! Aku kim so eun”

 

“so eun…”

 

“aku mohon sunbae. Mengertilah. Ini juga sangat berat untukku. Aku sangat mencintaimu. Dan akan tetap seperti itu. biarkan aku pergi dari kehidupanmu”

 

So eun melangkahkan kakinya menjauh dari kim bum. Dengan perlahan kakinya melangkah. Airmata mengalir mengiringi langkah kakinya. So eun tak menduga jika harus berakhir seperti ini. Lagi-lagi untuk kedua kali ia harus melepaskan cintanya. “aku mencintaimu, sunbae. Tapi aku tidak mau jika kau terus menganggapku sebagai adikmu. Itu menyakitiku” batin so eun.

 

“so eun!!!!” panggil kim bum dari kejauhan. Ia tetap berjalan tidak ingin melihat oarng yang dicintainya itu.

 

“ku rasa ini sudah berakhir. Aku akan menjalani hidupku sendiri tanpa dia” gumam so eun.

 

Cinta…

Sebagaimana pun kita menolaknya

Cinta itu akan tetap datang

 

Cinta…

Sebagaimana pun kita menahannya

Cinta itu akan tetap pergi

 

Jagalah cinta saat ia ada

Cintailah cinta saat ia hadir

Karena…

Jika cinta itu pergi

Airmata pun tak sanggup membuatnya kembali

 

 

-THE END-

 


Huaaahh….

Akhirnya selesai juga OS ini.

Mianhae kalau sad ending dan ceritanya ancur+gaje.

Padahal awalnya udah direncana happy ending.

Semoga para reader suka ya…

Kalau tidak suka ya… tidak apa-apa

 

Jangan lupa tinggalkan jejak ya..

 

Readers yang baik menghargai authornya dengan selalu meninggalkan jejak selesai membaca.

 

-Kritik dan saran selalu diterima author untuk memperbaiki karya-karya selanjutnya-

 

Gamsahamnida..

 

 

Buka page Question & Answer apabila ada yang ingin ditanyakan
Buka dan isi data kalian di page Mates untuk perkenalan dan berkenalan dengan mates/reader yang lain
Lihat page How To Join untuk mengetahui bagaimana cara mengirim ff
Buka Library (sequel or one shoot) untuk melihat ff yang sudah dipost
Buka http://bumssoindo.wordpress.com untuk mengetahui news terbaru dari Kim Bum dan Kim So Eun
Follow our new twitter @bumssoindo dan mention saja bila ada yang ingin kalian tanyakan (usahakan untuk tidak menanyakan masalah privasi Kim Bum dan Kim So Eun ^^) *fans Korea sangat menjaga privasi artis mereka*
Like Kim Bum dan Kim So Eun fanbase on facebook BUMSSO INDONESIA

 

P.S.: please…… no bashing, no spaming, no hotlink !! ^^

NB: JANGAN COPY-PASTE FF YANG ADA DI SINI TANPA SEIZIN AUTHOR DAN ADMIN DI SINI… APALAGI SAMPAI TIDAK MENCANTUMKAN NAMA AUTHOR DAN SUMBERNYA

 

buat author, maaf admin g bisa postingin gambarnya, gambarnya g bisa dibuka, dan juga g ada keterangan foto 1 dan yg lainnya yg mana di foto itu, makasih

Tags: , , , , , , ,

36 responses to “The Kiss Again [You Kiss Me, again?]”

  1. vanka says :

    emmh…ok…ditnggu krya slnjutnya.
    …hwaiting…

  2. alika says :

    ceritanya menarik gregetnya jga ada aku suka tapi ini ini saat hati kb n kse di uji aku ggg sukaaaaaaaaaa .. rasanya sakitt bgt pas tau kalau kse cuman di anggap ade ma kb.. trus paling nyucuk ni ya pas seohyun tu cium kb gimana gg sakit cba hati orang.. tapi sunguh di sayang kan kl ini bukan sequel karna menurut ku ceritanya singkat aja bukan singkat sii cman kecepetan.. gimana ya kak aku masih penasaran ma lanjutannya soeun .. jadi menurut ku ni cerita kyk TBC aku pingin nunggu kelanjutannya .. aku pingin tau gimana nasib kse di kemudian harinya.. emm kl kaka bikin happy anding pasti ceritanya keren abisss .. and kalau ni cerita mau di lanjutin aku bakal seneng bgt apalagi ceritanya happy ending wah aku pasti bakal meluk kaka hehehehe.. end menurut ku ya kaka berbakat menulis hehehe.. di tunggu karya selanjutanya..
    hwating🙂🙂
    oh ya kak emmmm kalau bikin ff selanjutnya kalau bisa kimbum itu BAD BOY ya kak sementara kalau kse di bikin yg feminimmmmmmmmm bgt.. hehehehe tapi siii aku gg tau permintaan ku terwujud atau gg kan tu terserah author mau nulis apa hehehehe..
    di tunggu karya karya selanjutnya🙂🙂🙂

  3. Sary aj0w says :

    AQ sukaaa..tp ending nya k0k janggal gtu y0w?haha..

  4. Nhaa Joonie says :

    hehe.. sad ending..
    aku suka.. suka..
    cerita’y seru, bikin sekuel’y dong !!
    abis ending’y kya ngegantung gitu, jadi penasaran ma lanjutan’y..
    okk.. ditunggu karya’y yg lain..

  5. Rara bumssoeul says :

    Setuju ama ALIKA
    . Walaupun nie os tpi bikin ff aj.jha
    aku mau yg HAPPY ENDING
    yayaya . Reader yg lain pasti pd setuju ya n’gk * butuh dukungan. Ayo dukung *

    . Seruuuu cerita na..
    Pokokna semua koment ngena bgt di koment na ALIKA.🙂

    hwaiting
    buat bikin karya2 yg lain..

  6. Bummies says :

    keren

  7. rizkyapratiwi says :

    waaaaaaaaahhh …. baru kali ne jumpa FF yg ending nya tuh mereka pisah

    sedih bgts …. biasnanya knselalu happy ending atau pun da sdkt unsr pemaksaan

  8. rini says :

    keren,, pi ending,a sedih,,
    d.tunggu karya selanjut,a..

  9. Viqa_BumsSoeulindo says :

    OMO TUHAN !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    MANA AUTHORNYAAAAAAAAAAAAAAAAA ???????????????????

    AUTHORRRRRRRRRRRRRRRRRRRR !!!!! KAU DIMANA ??????????? *SaMBIL teriak DITENGAH HUJAN*

    HUAAAAAAA,AQ NANGISSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS, , ,

    PLEASE BUAT AUTHOR BUAT SEQUELNYA DONGGGGGGGGG, , ,HELP ME

    KAU MEMBUATKU DOWN, , ,
    Q SESAKKKK BANGETTTT, , ,HUHU

    hiks,hiks,hiks *tega sekali*

  10. Lovalovato says :

    Huaaaaaaaaa…
    Ne author jahat bgt sehh…
    Maka dri td qu uda ngbayangin happy ending…
    Lah kok jdnya malah sad ending…
    Seohyun jg tuh, kcentilan bgt!!
    Ahh, gak mw tau… Pkoknya harus ada sequelnya…
    Gilakk…sesak napas aq bcanya

  11. Ina BeQi Soeulmates says :

    waaaaaaaaaaa sad ending…….
    kasian jg so eun disamain ma adek.a kb,, ga adil oppaaaaaaaaaaa……
    adeeeeeeeehhhhh kiss mulu ini anak 2
    *sok tua*
    haha
    KEREEEEEENNNNNNNNN^^

  12. renitas25 says :

    Hmmm kok sad ending? Malah Yesung – Seohyun yg Happy ending kekekk x(

  13. Rifaumi says :

    Hmmmmm.,,,,,,,,,,,,,Sedih aqw bcaX smpe nanggis aqw.,,,,,,,,,,,,,,,,,,

  14. puspa says :

    Author………
    aku suka banget crita sad ending…..
    tp,knp gantung???????……..:(

  15. charlotte says :

    aaahh, keren banget kak!! bener” suka ! KEREEN!

  16. almightyAYU says :

    huaaa … daebakk ^^

  17. poethri chinapha says :

    Mianhe Thor…
    Jeongmal mianhe…
    Ending nya g’ bagus, masa Yesung dg Seo Hyun jadian sedangkan Kim Bum dan Kim So Eun bertengkar mulu….

  18. poethri chinapha says :

    Mianhe Thor…
    Jeongmal mianhe…
    Ending nya g’ bagus, masa Yesung dg Seo Hyun jadian sedangkan Kim Bum dan Kim So Eun bertengkar mulu….
    Aku g’ rela klu mereka putus…

  19. purna says :

    yahhh….
    apa akhirnya mereka nggak nyatu
    bkn lanjutannya kekk..
    pliss… satuin bumsso

  20. Aved says :

    Baguus bgt thorr , waktu baca ff ini feel Nya dapet bgt , terharu😥

  21. moveontime says :

    udh ending ya???

    protes!!!
    minta ff sambungan,,nggak rela jadi sad ending gini..hiks22

    ditunggu next ff
    ^_^

  22. cucancie says :

    Whuaaa…ga rela klo bumsso akhirnya putus,

  23. nindhya says :

    aku kira kim bum ama so eun balikan ternyataa … gagal😦 haduh .
    jadi sedih .

  24. JungRaeRi7 says :

    Whaa.. Klimaksnya 3 kali.. Sad ending lagi -,- tapi gpp thor.. Fighting!

  25. sitinurasiah says :

    yah sad ending.

  26. Rahmie mamierizky says :

    Walaupun G’ happy ending tapi bener2 “DAEBAKKKKKKK” jujur saya setuju sekali dengan yesung oppa, andai saya d kasih 1 kali lagi kesempatan dw penegen banget melakukan apa yang d lakukan yesung oppa, tapi G’ mungkin kan, andai saja ada kesempatan buat ketemu lagi dw cuma mau bilang “ma’af” duh jd ngelantur mianhae,,,,, SUKSES terus bt Autor

  27. Zaily says :

    Dsar seo hyun maen nysor aja sbel, KB khand hny mlik SE . . .
    Knp hrus sad ending thor, ksh cnta yg bgtu mnykitkan:-(
    Dtnggu krya2ny yg lain thor:-)

  28. Kim ary says :

    Dbaca brkali2 pun airmata ini kluar trz hik hikz ;-(

  29. hanjire says :

    Kya sad ending andwe………

  30. Dwi_park@yahoo.com says :

    aku ngga suka ending nya, kasian bum oppa tapi semangat terus buat autor🙂 fighting..

  31. Mia says :

    Ko’ sad ending sih pokok xa aku mau minta ganti rugi dengan yg happy ending

  32. qrheni3 says :

    sad ending
    tp yg kim bum plin plan… Hahahahaha

  33. adeworo01 says :

    yah..sad ending…

  34. rohma says :

    wah keren unni walaupun sad ending
    teruslah berkarya unni

  35. misz love says :

    kok gak happy ending..gak seru deh kalau mereka berpisah..aku gak suka tamat yang menyedih kan…

  36. dela safitri says :

    Yaaah sediih😦 oppa sih jahat ga bisa jaga sso menyesalkan jadinya ?
    Apa hubungnnya berakhir sampai di sini?
    Nextnya bgmn thor?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: