MEMORIES IN CRHISTMAS EVE (Story 1)

Author: ashillach

Cast: Kim So Eun, Kim Bum

Other Cast: Im Yoona, Jung Il Woo, Park Shin Hye

Genre: friendship, family, romantic

Type: sequel

 

 

Disini masih banyak cast lain yang belum kusebutin soalnya, masih pengen ngebuatnya agak misterius –haha- mohon maklum sebelumnya kalau misalkan ada beberapa kata yang salah tulis

Enjoy This Story!!! ^^

 


 

############

Dinginnya malam itu adalah hal yang mengerikan apabila kau berada di luar rumah. Satu-satunya hal terbaik yang bisa kau lakukan malam itu adalah berada di dalam rumah yang hangat, memakai sweater dan bersembunyi di balik pelukan hangat orang tuamu sambil menikmati indahnya malam natal.

Tapi itu berbeda denganku. Malam ini terlalu mengerikan untuk berada di dalam rumah besar yang kosong tanpa penghuni. Di dalam rumah itu hanya membawa mimpi buruk bagiku. Karena itu mengingatkanku pada upacara pemakaman orang tuaku yang baru saja selsesai. Ya, hari ini tepat tanggal 25 Desember, hari di mana semua orang bisa berkumpul bersama keluarga mereka, adalah kutukan untukku.

Aku terus berjalan menyusuri tepi Sungai Han yang tenang sambil memasukkan tanganku ke dalam saku sweaterku dengan melamun. Dinginnya malam itu tak bisa kurasakan lagi. Karena rasa pedih yang kurasakan dalam hatiku, itu jauh lebih menyakitkan dibanding merasakan dinginnya malam itu.

Aku terus berjalan sampai akhirnya aku memutuskan untuk berjongkok  di tepinya dan mengambil ranting yang ada di situ. Tiba-tiba ada salju yang turun dan jatuh tepat di atas hidungku. Saat itu juga air mataku meleleh. Aku mencoba menahannya hingga akhirnya, air mataku tak bisa kutahan lebih lama lagi dan aku menangis dengan terisak

Pada saat itulah pria itu datang, tapi pada saat itu aku tidak terlalu memperhatikannya karena aku terlalu sibuk menangis. Dia pun ikut berjongkok di sampingku dan menyentuh pundakku “ Hei, kau kenapa?” tanyanya

Aku pun menoleh melihatnya dan hal pertama yang kulihat dan kuingat adalah senyumannya. Ya, senyumannya. Hangat dan tulus. Sesuatu yang sangat kubutuhkan saat itu. Dilihat dari penampilannya tampaknya dia tidak jauh lebih tua dariku, mungkin sekitar 2 tahun atau 3 tahun lebih tua dariku.

Pria itu terkejut melihatku menangis. Tapi kemudian dia menyibak poniku, dan mengecup keningku. Hangat dan lembut. Seketika itu juga tangisanku terhenti. Lalu ia menghapus bekas air matakku

Ia tersenyum lagi “ Kau jauh lebih baik sekarang” dia berkata dengan lembut dan kembali tersenyum padaku. Aku diam tapi  lama kelamaan aku pun ikut tersenyum

Senyuman pria itu yang selalu kuingat sampai hari ini, yang tidak pernah kusangka, membawaku ke dunia yang baru dan membuatku tak bisa kembali ke duniaku yang lama………

###############

 

“ Eunnie, kita sudah sampai” sahut Yoona sambil menggoyangkan tubuhku, membuyarkan lamunanku. Aku hanya tersenyum melihatnya. Kami sudah sampai di Seoul sekarang. Jujur saja perjalanan dari Busan ke Seoul itu melelahkan. Meskipun hanya sekedar naik bus, tapi ini adalah pertama kalinya aku dan Yoona melakukan perjalanan sejauh ini.

 

“Hei, hei, kau tahu tidak kita akan bersekolah di mana? “ Tanya Yoona

 

“ tidak, aku tidak tahu. Memangnya di mana? “

 

Yoona menyeringai, aku heran. Ada apa dengan anak ini? “ Kita akan bersekolah di……… SEOUL STAR HIGH SCHOOL! “ teriaknya dengan heboh

 

Hening. Yoona pun merengut melihatku tak berekspressi sama sekali “ YA! Kenapa kau diam?” tanyanya dengan kesal

 

“Seoul Star High School itu apa? “ Tanya ku dengan bingung

 

Yoona menggeleng-gelengkan kepalanya “ Kau tidak tahu apa itu Seoul Star High School? “ aku menggeleng. Yoona mendekatkan mukanya dan melihatku dengan tatapan menyelidik “ dari semua buku yang pernah kau baca, apa kau pernah sekali saja membaca tabloid? “ tanyanya dengan heran

 

Aku tersenyum malu. Sifat ku dan sifat Yoona itu sungguh bertolak belakang. Yoona termaasuk anak yang hiperaktif. Dia suka menari, menyanyi, bergaul dengan banyak orang dan sangat up to date karena sering membaca tabloid dan menonton tv. Berbeda denganku, aku lebih banyak diam, membaca buku, mendengarkan musik dan melakukan hal-hal lain yang bisa membuat pikiran tenang. Aku tidak terlalu suka keramaian dan lebih memilih untuk menyendiri tanpa perlu menjadi pusat perhatian. Sedangkan Yoona, di acara apa pun dia pasti selalu bersinar dan menjadi pusat perhatian karena sangat up to date dalam berbagai hal. Aku menjawabnya “ Maaf, ya Yoona, aku tidak terlalu suka membaca tabloid, jadi…..”

 

Yoona langsung memotong perkataanku “ ya sudahlah, aku jelaskan saja. Seoul Star High School itu salah satu sekolah terfavorit di Seoul. Kau tahu kenapa? Karena di situ ada banyak artis yang juga bersekolah di sana. Misalkan saja, Kim Joon, Ki Bum, Lee Young Ah atau yang lainnya. Sekolah itu sangat terkenal. Dan kita sangat beruntung bisa menjadi salah satu siswa di situ, karena kabarnya, penyeleksiannnya ketat sekali lo! Kita beruntung sudah bisa masuk ke sekolah seperti itu, otomatis kita di sana pasti juga bisa bertemu dengan banyak artis “jelasnya panjang lebar sambil menyeringai di akhir penjelasannya

 

Aku hanya diam. Kalau di sekolah itu banyak artis, pasti ada kan yang beberapa di antaranya penyanyi, mungkin saja……….

 

##############

 

Tanpa terasa aku dan Yoona kini sudah sampai di rumah kami yang berada di Seoul. Di situ orang tua Yoona sedang menunggu sambil duduk di sofa ruang tamu. Ketika kami berdua masuk, mereka langsung berdiri menyambut kami.

 

“ Wah, kalian berdua sudah sampai “ sambut ayah

 

“Ibu!” teriak Yoona sambil berlari dan memeluk ibunya

 

Ibu membelai rambut anak perempuannya itu dan bertanya padaku “ Apakah perjalanannya jauh, So Eun?” tanyanya dengan lembut

 

Aku tersenyum dan menjawab dengan sopan “Cukup jauh “ tiba-tiba Yoona langsung menyahut “ Sangat jauh ibu! Dan itu adalah perjalanan yang sangat melelahkan!” potongnya sambil cemberut

 

Ibu hanya tersenyum melihat tingkah manja Yoona. Lalu ayah mendekat padaku dan mengusap kepalaku “ Kalian berdua harus sekolah baik-baik di sini” ujarnya sambil tersenyum dengan lembut. Aku mengangguk kikuk  dan balas tersenyum

 

“ Karena kalian kelelahan sebaiknya kalian istirahat saja di kamar, nanti begitu makan malam, keluar ya!” kata Ibu dan melepasakan pelukan Yoona dan tersenyum

 

 

##############

 

Tak terasa sudah 1 minggu berlalu dan mulai hari ini aku dan Yoona akan mulai bersekolah di Seoul Star High School. Sekolah yang Yoona bilang LUAR BIASA itu. Selama 1 minggu ini aku mencoba menyelidikinya, hal-hal tentang sekolah itu. Secara fasilitas sekolah itu memang benar-benar lengkap sih, tapi kalau murid2nya aku tidak tahu. Aku tidak mengerti masalah artis atau semacamnya. Aku mencoba membaca segala bio tentang mereka, tapi aku tidak tertarik sama sekali. Apa yang membuat Yoona begitu heboh tentang para artis itu?

 

Karena penasaran, akhirnya dalam perjalanan ke sekolah, aku menanyakan hal itu pada Yoona “ Hei, Yoona, apa sih yang menarik dari para artis itu? Bukannya itu hal yg wajar kalau di Seoul kita bisa bertemu banyak idola, artis atau semacamnya, tapi kenapa kau begitu heboh soal itu? “ tanyaku

 

Yoona langsung menjitak kepalaku “ Ya! Babo! Aku juga tdk akan seheboh ini, aku juga tahu di Seoul byk artis dan idola, tp yang menarik dari sekolah itu adalah……” dia mengeluarkan dompetnya dan menarik selembar foto “ DIA! Di situ ada Ki Bum oppa! Kau tidak tahu dia juga? Dia adalah salah satu anggota Super Junior, grup yang sedang naik daun, kalau kau sampai tidak tahu mereka juga kau benar-benar keterlaluan! “ lanjutnya

 

Aku meringis mendengarnya. Aku mengambil foto yang dipegang oleh Yoona dan mengamatinya baik2. astaga, hanya untuk pria ini dia menjitakku, sahabat sekaligus saudara angkatnya selama 10 tahun ini. Benar-benar……….

 

#################

 

Aku dan Yoona sekelas. Kami sama-sama di kelas 10-B. Tapi kami tidak duduk bersebelahan, wali kelas kami mengacak teman duduk kami agar kami bisa saling bersosialisasi satu sama lain. Teman sebangku Yoona adalah seorang pria bernama Yoo Seung Ho, sedangkan aku sebangku dengan Park Shin Hye. Dia terlihat seperti anak yang baik dan dia juga cantik. Kalau Yoona sih, hanya senyum-senyum saja sebangku dengan Yoo Seung Ho, anak itu memang keren sih.

 

Ketika jam istirahat, Yoona langsung menarikku keluar kelas. “ Ya! Yoona, apa yang kau lakukan? Aku hampir mati kelaparan nih menunggu jam istirahat, sekarang kau mau mengajakku ke mana? “ omelku

“Kau diam saja, aku akan membawamu kelas 12-A sampai 12-B “ jawabnya dengan terburu-buru

 

“ itu kelas siapa?” tanyaku dengan lugu

 

Yoona  berhenti dan menatapku dengan tatapan yang aneh, “inilah sebabnya aku mengajakmmu ke sana, kau terlalu lugu dan polos tanpa mengetahui apapun “ ia mengambil sesuatu dari saku jasnya “ Kelas 12-A dan 12-B adalah kelas tempat berkumpulnya para artis dan idola, sebetulnya bukan hanya di 2 kelas itu saja, ada juga yang di kelas 12-C, 12-D, atau di mana pun, tapi sebagian besar dari mereka berkumpul di 2 kelas tersebut. Ini data yang kukumpulkan tentang data-data murid2 di 2 kelas itu, asal kau tahu saja, catatan ini penting selama kau sekolah di sini. Yah, setidaknya kalau kau tidak mau dikucilkan dan di jauhi karena dianggap tidak tahu apa-apa” jelaasnya panjang lebar.

 

Aku mengambil catatan dari Yoona itu dengan setengah hati “ kalau hanya untuk itu sih, aku juga sudah menyelidikinya seminggu ini” jawabku tak ikhlas sambil membolak-balik catatan. Lalu secara tiba-tiba lagi, Yoona menjitak kepalaku “ Ya! Kau bodoh! Seperti aku tidak tahu tabiatmu saja, yang kau perhatikan hanya bio-nya Kangta kan? Sampai sekarang kau masih saja menyukainya “

 

Aku ppun hanya meringis ‘lagi’ dan membaca catatan yang diberikan Yoona. Mataku terus menelaah sampai akhirnya aku terhenti di satu nama “ Kim Bum? Kim Bum Soo? Setahuku dia sudah berumur 32 tahun kan? Apa dia masih sekolah di sini? “ tanyaku dengan polos dan seketika itu juga Yoona langsung membekap mulutku dan membisikkanku “ Ya! Kau kelihatan dusun sekali, sebaiknya kau tutup mulut sebelum kau jadi bahan perbincangan 1 sekolah ini karena tidak mengetahui Kim Bum. Di sekolah ini sangat banyak fans-nya “ omelnya

 

Aku mengangguk mengerti, lalu Yoona membawaku ke lorong yang cukup sepi “ Kim Bum Soo dan Kim Bum yang bersekolah di sini berbeda tahu! Yang ini Kim Sang Bum, dia juga penyanyi dan sedang popular saat ini, yang benar saja klau 1 sekolah ini tahu kau tidak mengetahui orang itu, apa kata mereka? Mereka pasti akan selalu membicarakanmu”

 

Aku hanya mengangguk mengerti ‘lagi’ dan lalu aku tiba-tiba teringat akan 1 hal “ oh, Kim Bum ini, laki-laki yang fotonya ada di dompetmu itu ya? Yang anggota Super Junior itu? “ tanyaku, ia langsung menatapku dengan sinis dan berkata “ yang di dompetku itu Ki Bum bukan Kim Bum dan Sebaiknya kau juga tidak membiarkan orang lain tahu tentang hal itu kalau kau masih ingin berteman denganku “

 

Aku menatapnya heran “Memangnya kenapa kalau orang lain tahu? “ tanyaku

 

Yoona lalu menutup muka dan berkata dengan histeris “ Aku malu! “ jawabnya

 

Aku menatapnya jauh lebih heran, anak ini benar-benar……. Lalu aku memasukkan catatan yang Yoona berikan padaku ke saku jasku dan berkata” terserah kau saja, tapi terima ksih atas catatannya, sekarang aku mau ke kantin dulu” ujarku lalu berbalik dan berjalan sambil memeriksa sakuku, apa aku sudah membawa uang atau belum

 

Yoona mengangguk dan tiba-tiba dia berteriak “Ya! So Eun!” teriaknya, aku menoleh melihatnya dan JDUK!!! Aku terbentur sesuatu yang, yah… lumayanlah. Yoona hanya menutup mulut dengan mata terbelalak. Ada apa lagi dengan anak itu? Bukannya menolong, malah hanya bengong di situ Aku memegangi kepalaku dan ternyata aku hanya menabrak seorang pria yang mungkin seniorku

 

“ Kau tidak apa-apa?” tanyanya dan mengulurkan tangannya. Aku melihatnya, dan, waw… aku terdiam. Aku tidak tahu dia siapa tapi yang pasti dari wajahnya yang tampan itu, aku yakin dia juga salah satu dari sekian banyak seniorku yang artis dan idola yg mungkin pernah ku lihat entah di mana. Aku menepis tangannya dengan halus dan berkata “ tidak apa-apa, terima kasih dan maafkan aku Sonbae! Aku benar-benar tidak sengaja” ujarku dan membungkuk hormat setelah aku berhasil berdiri

 

Ia tersenyum lagi dan menjawab “ Gwenchana! Aku juga minta maaf” jawabnya dengan senyuman lagi. Benar- benar tampan dan terlihat dewasa. Aku baru menyadari di samping pria itu ada pria lagi, dan pria itu hanya menatapku dengan sinis dan membalikkan pandangannya. Sebetulnya dia juga cukup tampan, tapi aku tidak senang tatapannya, angkuh sekali dan sangat sombong. Lalu mereka berdua pun berlalu.

 

 

###############

 

Kau tahu apa yang terjadi padaku setelah bertemu dengan dua pria itu saat jam istirahat? Ternyata, saat itu aku tidak membawa dompet atau uang sama sekali dan terpaksa aku kembali ke kelas. Dan tepat saat akku sampai di kelas, jam istirahat telah selesai. Menyenangkan bukan? Dan sekarang saat jam pulang aku memutuskan untuk mencari kantin, tapi aku tersesat. Wah, 1 hari yang benar- benar istimewa.

 

Aku akhirnya sampai di perpustakaan, jauh dari yang namannya makanan. Tapi karena aku sudah terlalu lemas untuk berjalan, akhirnya aku memutuskan untuk masuk ke situ. Ternyata buku di sini lengkap sekali. Seketika itu juga aku lupa dengan perutku. Buku selalu menjadi favoritku dan dengan buku aku bisa melupakan segalanya.

 

Aku merogoh tasku dan mengambil sebuah kacamata. Karena sudah terlalu sering membaca, akhirnya mataku minus dan terpaksa memakai kacamata. Aku menelaah satu- persatu buku tersebut dgn jariku sampai akhirnya aku berhenti di salah satu buku. Buku yang langka dan sangat suliit ku cari, buku yang sudah lebih dari 3 tahun aku mencarinya. Ternyata bisa kutemukan dengan sekali melihat di sini. Buku itu adalah “ Snowing at Christmas “ karangan siapa entah aku lupa. Pokoknya saking senangnya aku langsung mengambil buku itu, dan meminjamnnya

 

Akhirnya rencanaku ke kantin batal, aku tersenyum senang sambil membekap buku itu dan membawanya keluar perpustakaan. Aku ingin cepat-cepat pulang dan membacanya. Saking girangnya aku tidak sadar dan JDUK! ‘lagi’ dan kali ini jauh lebih keras, mungkin karena aku sedang benar-benar terburu-buru, jadi yang ini jauh lebih mengejutkan daripada yang tadi. Kali ini tanpa menoleh lagi aku langsung berdiri dan, kali ini, AW! Aku menyentuh dagunya dengan keras.

 

“ Kau lagi! Kau benar-benar ceroboh ya? “ Tanya pria itu dengan sinis.

 

Aku sempat melihatnya dan, oow! Ternyata dia adalah si sinis yang ada di samping pria yang kutabrak pertama tadi. Lalu aku pun membungkuk dalam-dalam dan meminta maaf padanya “ Jeongmal miyanhe, Sonbae! Aku benar-benar tidak sengaja. Sonbae tidak apa-apa? “ aku lalu mendekatinya dan ingin menyentuh dagunya tapi dia langsung menepisnya dengan kasar. Apa-apaan coba maksudnya? Dia pikir aku mau macam-macam? Benar- benar…..

 

Lalu tiba-tiba pandangannya tertuju pada buku yang aku pegang yang kebetulan sampulnya kuperlihatkan dan ia langsung terbelalak dan menatapku dengan tajam. Ia pun langsung berlari ke perpustakaan tanpa memperdulikan teriakan AW!ku karena dia menabrakku.

 

Aku hanya menatap kepergiannya dengan heran dan menggerutu  Benar-benar orang yang tidak tahu sopan santun dan tidak tahu aturan! Sombong sekali dia!

 

#####################

 

Setelah sampai di rumah, ibu menyuruhku makan terlebih dahulu sebelum membaca buku. Itu sudah suatu kebiasaan yang lazim untukku, begitu pulang sekolah, berganti baju, mandi dan langsung membaca buku sambil mendengarkan musik dari Ipad-ku.

 

“ Bagaimana hari pertama kalian? “ Tanya ayah di meja makan

 

“ Menarik, buku-buku di sekolah itu sangat lengkap, fasilitasnya juga bagus, berbeda jauh dengan sekolah di Busan” jawabku. Yoona melihatku dengan tatapan iri “ ya, dan di hari pertamanya, So Eun benar-benar beruntung” ujarnya

 

Aku menatapnya heran. Maksudnya? “ sudah-sudah sekarang kan sedang makan, nanti saja ceritanya” ujar ibu menghentikan pembicaraan

 

Setelah selesai makan malam, aku langsung masuk ke kamarku, mengerjakan pr-ku dan setelah selesai, aku mengambil buku ‘Snowing at Christmas’ dari tasku dan juga mengambil Ipad beserta headphone-ku dan merebahkan diri ke kasur –tidak lupa dengan kacamata-. Tiba-tiba pintu kamarku terbuka dan Yoona masuk.

 

“ Kau beruntung sekali sih hari ini!” ujarnya sambil naik ke kasurku. Aku langsung terduduk dan menatapnya heran “ apa sih maksudmu dari tadi? Beruntung di bagian mana?” tanyaku

 

Ia langsung menatapku, tepat ke mataku “ Kau tahu siapa dua orang yang kau temui saat istirahat tadi? “ aku menggeleng, Yoona mendesah “ Yang kau tabrak tadi itu, Jung Il Woo, dia juga salah satu artis, tapi yang lebih mengejutkan, yang ada di sampinya itu….. KIM BUM!” Yoona mengakhiri penjelasannya dengan histeris. Jadi si sinis itu yang namanya Kim Bum? Yang benar saja, orang seperti dia? Ujarku dalam hati

 

“ Mereka berteman?” tanyaku. “ Bukan hanya berteman, mereka juga bersahabat dan ada satu lagi sahabat mereka Lee Min Ho, dia juga artis dan dia juga tampan.” Tambah Yoona

 

“Tapi aku tidak percaya kalau si Kim Bum itu banyak penggemarnya” ujarku. Yoona menatapku heran “ Dia sinis begitu, waktu tadi aku bertabrakan dengan dia…..” kata-kata ku terpotong oleh jeritan histeris Yoona

 

“ Astaga kau juga bertabrakan dengan dia? Wah, hari ini kau benar-benar beruntung!” ujarnya. Aku memutuskan tidak melanjutkan ceritaku. Kemungkinan Yoona akan jauh lebih histeris itu adalah 80%. Dan kemungkinan dia akan mengacaukan acara membacaku adalah 100% karena pasti kami akan memperdebatkan masalah kesinisannya yang mungkin akan diakhiri dengan kekalahanku karena tidak tahu apa-apa.

 

Aku melihat buku novel yang sedang kupegang itu. Kenapa ya si Kim Bum itu sampai kaget mengetahui bahwa aku meminjam buku ini? Apa dia ingin meminjamnnya juga? Entahlah.

 

Aku membolak-balik halaman novel itu untuk memastikan berapa jumlah halamannya dan kira-kira berapa waktu yang kubutuhkan untuk membacanya. Tiba-tiba aku melihat ada sesuatu terselip di salah satu halaman di buku itu. Kertas? Apa tulisannya? Aku mengambilnya dan melihatnya.  Aku tidak bisa membacanya sama sekali. Sepertinya ini bukan huruf Hangeul atau Hanja sama sekali.

 

Lalu aku memutuskan untuk menanyakannya pada Yoona yang sedang asik mengotak-atik Ipad-ku. “ Hei, Yoona kau tahu ini huruf apa?” tanyaku sambil menyodorkan kertas itu

 

Yoona melihatnya dan menatapnya “ Aku tidak tahu. Tapi sepertinya ini huruf Jepang, tapi aku tidak tahu apakah huruf Kanji, Katakana, Hiragana atau apapun itu” jawabnya “ Kau dapat dari mana kertas ini? “ tanyanya

 

Aku menunjuk novel yang sedang ku pegang “ Sebaiknya kau taruh lagi saja, di buku itu. Mungkin ini sejenis catatan atau sesuatu hal yang lain, tapi kalau ini adalah hal yang penting kau bisa mampus kan?” usulnya. Aku menurutinya dan menaruhnya lagi di halaman tempat terselipnya kertas itu. Aku pun membuka halaman pertama dan mulai membacanya pelan-pelan.

 

################

 

‘Snowing at Christmas’ benar-benar tidak mengecewakanku. Karena terlalu asyik membaca, aku baru menghentikan bacaan ku untuk malam itu pada jam 1. dan Yoona pun akhirnya tertidur di kamarku setelah lelah mengotak-atik Ipad-ku. Alhasil, malam itu kami tidur berdua di kamarku.

 

Pada jam istirahat, aku memutuskan untuk membaca lagi novel itu yang tadi pagi kuletakan di lokerku. Tapi sebelum membacanya, aku memutuskan untuk membeli jus terlebih dahulu. Tenang saja, kali ini aku tak akan tersesat. Tadi pagi aku sudah meminta Yoona untuk menunjukkan jalan ke kantin.

 

Sampai di kantin, aku langsung memutuskan untuk membeli jus wortel. Setidaknya, itu bisa membantu untuk mataku yang minus. Ketika aku berbalik untuk keluar kantin, aku terhalang oleh segerombolan anak-anak yang sedang mengobrol dan menghalangi jalan. Karena mereka terlihat seperti seniorku, aku tdk ingin mencari masalah dengan mereka. Dan aku berputar untuk mencari jalan keluar lain.

 

Aku tak tahu kalau di belakangku ada orang. Jadi ketika aku berputar, aku menyenggol orang itu dan menumpahkan jusku pada barang bawaannya, buku catatan. Aku ingin minta maaf tapi begitu aku melihat siapa orang yang sial itu, ternyata, si sinis, Kim Bum ‘lagi’. Ia melihatku dengan tatapan marah sekaligus benci dan aku langsung berlari melewati segerombolan anak yang sedang mengobrol di tengah jalan tersebut tanpa teriakan ‘minggir’ atau apapun dan tanpa memperdulikan teriakan “YA!”-nya. Aku sempat menoleh dan melihat si Jung Il Woo dan salah satu temannya yang lain memanggilnya. Bagus, itu bisa memperlambatnya.

 

Aku berlari sekuat tenaga, sekencang, dan secepat mungkin menuju kelas dan mencari Yoona. Kulihat dia sedang mengobrol dengan salah satu siswa, tapi aku tidak perduli siapa. Aku langsung menyentuh pundaknya dan berkata dengannnya sambil ngos-ngosan “ Yoona, tolong bantu aku, sembunyikan aku!” pintaku

 

Ia menatapku heran “ Kau habis olahraga ya? Memangnya ada apa? Apa maksudmu?” tanyanya beruntun. Aku mendesah “ sudahlah, tidak ada waktu. Pokoknya, kalau ada yang mencariku, bilang saja aku tidak a…..” kata-kataku terputus

 

Tiba-tiba aku mendengar suara gebrakan pintu dan seseorang berteriak “KIM SO EUN!” selluruh murid di kelasku terdiam dan menghentikan aktivitasnya. Karena orang itu menyebutkan namaku, aku secara refleks menjawabnya

 

“ Ya!” jawabku sambil berbalik dan mengangkat tanganku. Saat itu juga aku menyesali tindakan refleksku.

 

Orang itu yang berdiri di depan kelasku sambil ngos-ngosan, sama sepertiku –sepertinya ia habis mengejarku- dengan tatapan tajam menatap tepat ke arahku. Ia pun langsung masuk kelas dan berjalan ke arahku. Aku mendesis “ Mampus” saat semua itu terjadi.

 

Ia ingin menarik tanganku tapi aku sempat menghindar, hingga akhirnya dia dengan gusar menarik paksa tanganku dengan kasar dan menyeretku keluar kelas diikuti sorakan teman-teman sekelasku, termasuk Yoona

 

“ So..sonbae, tolong lepaskan” pintaku dengan ketakutan. Ini adalah pertama kalinya aku beruurusan langsung dengan senior. Ia menjawabnya dengan dingin tanpa menatapku “ kau diam saja dan ikuti aku!” perintahnya. Aku pun tak bisa melakukan hal lain lagi kecuali diam.

 

#################

 

Ia terus menyeretku sampai ke halaman sekolah. Dan ia membawaku ke samping lapangan basket, di mana di situ terdapat banyak sekali rimbunan pohon. Kalau situasinya sedang tidak gawat dan aku tidak sedang ditarik ke sini, aku yakin tempat ini akan jadi cukup menarik untuk jadi tempatku bersantai dan menyendiri di mana di balik rimbunnya pohon itu yang seperti hutan adalah tempat yang sepi dan di bagian dalamnya terdapat sungai yang indah. Aku sempat terpesona melihatnya, tapi keterpesonaanku terhadap tempat itu berakhir ketika Kim Bum mendorongku ke sebuah pohon dan menghalangiku untuk keluar dengan satu tangannya, sedangkan di sampingku sungai, pemilihan latar yang sangat bagus untuk tempat penyiksaan. #kira-kira ngerti kan gimana posisinya? Sebetulnya, author juga agak bingung ngejelasinnya ~_~ #

 

Ia terdiam sebentar menatapku dengan jarak yang cukup untuk…… yah membuatku kepanasan. “ Kau, anak dari mana? “tanyanya yang membuatku cukup bingung. Kenapa dia menanyakan itu?

 

“Busan “ jawabku pelan, ia tersenyum meremehkan dan mendengus “ Oh, jangan-jangan kau ya, anak kampung yang tidak tahu apa-apa tentangku?” tanyanya

 

Aku tertegun, yang benar saja, yang tahu soal keluguanku kan hanya Yoona. Aku tidak akan percaya kalau Yoona yang mengatakannya.

 

Ia pun melanjutkan “ Kudengar keluargamu cukup berada, tidak mungkin kan di rumahmu tidak ada televisi atau komputer dengan internet. Kau benar-benar tidak tahu apa-apa tentang hal itu? Atau sekedar mencari tahu  pun tidak? Lagi pula, bukannya saudaramu cukup banyak mengetahui tentang artis? Kenapa kau tidak bertanya padanya? Apa mungkin dia juga kurang meng-update beritanya? Apa kau benar-benar tidak tahu tentangku? Kim Sang Bum? “ tanyanya beruntun. Aku mengigit bibirku, menahan tumpahnya emosi yang ada agar aku tidak mengeluarkan kata-kata yang sembarangan.

 

Aku tetap diam “ Kupikir kau harus tahu sedikit tentangku di sini.” Ia melemparkan buku-bukunya yang terkena jus yang kutumpahkan ke samping pohon “ lihat itu” ia menunjuk buku-buku itu.

 

“ Apa menurutmu mudah bagiku untuk membelinya? Kau harus tahu buku-buku yang kubaca hanyalah buku2 yang berkelas dan langka juga dijual terbatas. Dan sekarang, kau merusaknya, beberapa dari koleksi buku terbaikku” ia berkata dengan nada sehalus mungkin tapi bagiku, dia sama saja menyindir.

 

Aku mengigit bibirku lagi dan berkata dengan cukup kasar “ Aku akan menggantinya Sonbae, jadi tolong sekarang kau biarkan aku pergi “ aku tidak perduli aku sudah bicara kasar atau tidak, menurut ukuranku, itu adalah nada bicara terbaik yang bisa kugunakan untuknya

 

“ Sombong sekali kau. Menurutmu hanya dengan meminta uangnya dengan orang tuamu semuanya akan selesai kan?……….. Semua anak perempuan sama, hanya bisa meminta “  ujarnya meremehkan, sekilas ada tatapan gelap di matany ketika selesai mengucapkan kalimat pertama dan setelah itu berjeda, aku tidak tahu apa arti tatapan itu. Sedih? Untuk apa?

 

“ Tapi terserah, kalau kau benar-benar bisa menemukan buku itu dan menggantinya, aku akan memaafkanmu. Untuk sekarang, di mana ‘itu’? yang kau bawa dari perpustakaan kemarin? “ tanyanya

 

Aku heran, katanya dia hanya membaca buku yang berkelas, tapi kenapa ngotot sekali ingin membaca novel itu? Aku mengingat-ingat lalu menjawab “ Lo….”

 

Belum selesai satu kata yang ingin kuucapkan, dia langsung menarik jasku dan memeriksa kantung bagian dalam, benar-benar tak tahu malu! Apa dia tidak melihat mukaku yang sudah memerah seperti udang rebus karena dia seenaknya seperti itu?

Dia terus mencari sampai akhirnya, dia mengambil sebuah kunci lengkap dengan gantungan pohonnya dari saku kiri jasku.

 

“ Aku akan mengambilnya “ dia baru ingin beranjak pergi, tapi kemudian dia berbalik dan mendekatkan wajahnya. Aku menutup mata dan berpaling, aku bersumpah aku tidak berharap dia menciumku #So Eun pede amat! Haha –gubrak!-#

 

tapi dia malah mendekatkan mulutnya ke telingaku dan membisikkanku “ Menurutku, setelah ini kau tahu kan seperti apa aku? Kuharap kau tidak akan muncul lagi di hadapanku kecuali kalau kau ingin mengembalikan bukuku, dan ini” dia memperlihatkan kunci lokerku “ tak akan kukembalikan sampai kau mengganti buku-buku itu” dia menunjuk buku-buku yang dia lempar tadi. Hembusan nafasnya benar-benar terasa, aku tidak tahu lagi semerah apa mukaku apalagi ketika dia lebih mendekatkan mulutnya ke telingaku dan mengigitnya –aku meringis pelan-. Argh, apa- apaan dia?!

 

Setelah suara langkahnya terdengar cukup jauh, barulah aku bisa membuka mataku dan bernafas lega. “Benar-benar…. Orang yang tidak tahu malu. GILA! TIDAK WARAS! Aku baru tahu ada artis sesombong itu. Jangan2 selama ini di depan kamera dia bersikap sok baik? huh, benar-benar! Apa jadinya coba kalau wartawan tahu soal ini? Ah, aku bodoh, seharusnya aku tadi merekam aksinya dan suarany yang kasar itu. Kalau sampai ketahuan wartawan kan bisa mampus dia! Aigo, benar-benar, ah Kim So Eun kau juga bodoh, kenapa tdi pakai acara beli jus? Kenapa aku tidak langsung ke loker saja mengambil bukuku? …..” aku terus berceloteh mengutuk diriku sendiri atas semua tindakanku tadi. Sampai akhirnya aku lelah dan terduduk

 

Aku melihat jam tanganku “Ah, aku sudah telat 30 menit, tidak mungkin aku masuk sekarang, aku pasti akan dihukum dan kena marah. Lebih baik aku bolos saja” aku merebahkan diriku ke tanah dan melihat buku-buku yang dilempar oleh Kim Bum tadi. Aku mengambil salah satuny “ Heh, dasar berlebihan! Dikeringkan saja masih bisa dibaca kok! Dasar, apa dia sengaja ya? “ tanyaku membolak-balik buku-buku itu. Buku yang dilemparkannya ada 3, dan semuany tentang musik. Musik klasik, jazz, orkestra. apa dia ingin jadi komposer?

Aku mengeluarkan Ipadku dan memutar lagu favoritku, Confession-nya Kang Ta. Aku selalu tenang mendengarkan lagu itu. Aku mengeluarkan sebuah kalung yang kukenakan. Kalung berbandul pohon natal yang terbuat dari perak. Di rantainya ada sedikit karatan. Terakhir kali aku mengganti rantainya tahun lalu. Kupikir aku harus menggantiny lagi

 

Aku pun mengingat kejadian 10 tahu yang lalu, hari di mana aku mendapatkan kalung ini…..

 

Aku terus berjalan menyusuri tepi Sungai Han yang tenang sambil memasukkan tanganku ke dalam saku sweaterku dengan melamun. Dinginnya malam itu tak bisa kurasakan lagi. Karena rasa pedih yang kurasakan dalam hatiku, itu jauh lebih menyakitkan dibanding merasakan dinginnya malam itu.

Aku terus berjalan sampai akhirnya aku memutuskan untuk berjongkok  di tepinya dan mengambil ranting yang ada di situ. Tiba-tiba ada salju yang turun dan jatuh tepat di atas hidungku. Saat itu juga air mataku meleleh. Aku mencoba menahannya hingga akhirnya, air mataku tak bisa kutahan lebih lama lagi dan aku menangis dengan terisak

 

Pada saat itulah pria itu datang, tapi pada saat itu aku tidak terlalu memperhatikannya karena aku terlalu sibuk menangis. Dia pun ikut berjongkok di sampingku dan menyentuh pundakku “ Hei, kau kenapa?” tanyanya

Aku pun menoleh melihatnya dan hal pertama yang kulihat dan kuingat adalah senyumannya. Ya, senyumannya. Hangat dan tulus. Sesuatu yang sangat kubutuhkan saat itu. Dilihat dari penampilannya tampaknya dia tidak jauh lebih tua dariku, mungkin sekitar 2 tahun atau 3 tahun lebih tua dariku.

Pria itu terkejut melihatku menangis. Tapi kemudian dia menyibak poniku, dan mengecup keningku. Hangat dan lembut. Seketika itu juga tangisanku terhenti. Lalu ia menghapus bekas air matakku

Ia tersenyum lagi “ Kau jauh lebih baik sekarang” dia berkata dengan lembut dan kembali tersenyum padaku. Aku diam tapi  lama kelamaan aku pun ikut tersenyum

Dia kemudian bertanya padaku “ kenapa kau menangis? “ aku menceritakan semuanya padanya. Setelah mendengarkan ceritaku dia kembali tersenyum “ Kau benar-benar kasihan karena harus merasaakan dinginnya malam natal ini sendirian “ aku sempat kecewa karena dia kasihan padaku, aku benci dikasihani orang lain

Ia kemudian mengulurkan tangannya “ Pegang tanganku “ aku menyambut uluran tangannya. Dia kemudian berdiri dan memaksaku untuk berdiri. Dia menari-nari sambil menyanyikan lagu natal. Tingkah lakunya sangat aneh dan lucu. Aku tersenyum melihatnya. Lama-kelamaan aku tertawa dan ikut menari bersamanya. Dia terlihat bangga melihatku tersenyum karenanya

“ hehe, kau ikut menari karena suaraku merdu ya? “ tanyanya dengan jahil

“ tidak, suaramu tidak merdu “ dia merengut “ tapi suaramu menenangkan” dia nyengir lagi. Manis sekali.

Dia pun mengajakku duduk lagi “ Ketika besar nanti aku ingin menjdi penyanyi, aku ingin membuat semua orang bahagia karena suaraku” dia melihatku “ dan nanti aku ingin membuatkan suatu lagu untukmu” lanjutnya

Aku tersipu. Aku baru pertama kali bertemu dengannya, tapi rasanya sangat nyaman. Dia mengeluarkan sebuah kalung dengan bandul pohon natal

“ ini untukmu” dia memberikannya. Aku menatap kalung itu dengan heran “ malam ini aku mendapat suatu kebahagiaan, dan aku tidak ingin kebahagiaan itu menjadi milikku sendiri, aku ingin membagikannya kepada semua orang tentang perasaanku lewat sebuah lagu, tapi aku tidak tahu dengan lagu apa, dan tidak ada orang yang mau mendengar suaraku karena aku masih kecil, “ dia menatapku “ tapi karena kau sudah memujiku dan mendengarkanku bahkan ikut bernyanyi denganku, kunobatkan kau sebagai fans-ku yang paling pertama dan ketua fans club-ku. Dan kalung ini sebagai tanda buktinya” dia memakaikan kalung itu di leherku dan nyengir lagi dengan bangga, aku baru menyadari kalau salah satu giginya ompong tapi, dia tetap terlihat manis kok.

“ Apa sekarang aku harus memanggilmu oppa? “ tanyaku, dia dengan bangga menjawab “ tentu saja, mulai sekarang aku oppa-mu!”

aku hanya tersenyum. “ aku ingin jadi penulis lagu” ujarku tiba-tiba “ jadi kalau oppa akan jadi penyanyi aku ingin menuliskan lagunya “ dia menatapku heran “ apakah aku tidak boleh?” tanyaku dengan ragu

sedetik kemudian dia hanya tersenyum dengan lembut “ tentu saja boleh. Aku hanya heran, ini benar-benar persis dengan salah satu novel yang pernah diceritakan ibuku” dia menjawab dengan cukup sedih

“ novel? Novel ap…” kata-kataku terputus. Dia tiba- tiba berdiri dan melihat jam tangannya “ wah, maaf ya aku harus pergi. Kupikir fansmeeting kita yang pertam cukup sampai di sini” dia berdiri dan kembali mencium keningku. Dia kemudian berlari dan sempat menoleh untuk melambaikan tanggannya…………………

aku menangis sendiri mengingat kejadian itu. Sangat llucu dan konyol memang tapi bagiku, itu adalah kenangan manis.

 

Aku menunduk membiarkan air mataku mengalir, sampai akhirnya, aku tidak menyadari kehadiran seorang pria.

 

Dia ikut duduk di sampingku dan memegang pundakku “ Hei, kau kenapa? “……….

 

TO BE CONTINUED

Wah, agak panjang ya? Maaf, lagi semangat soalnya. Hehehehe..

Makasih banyak buat yang udah mau repot-repot baca, semoga gk kecewa sama ceritanya yang aneh. Hehehehe

Kalau ada yang kurang dan salah, mohon dikasih kritik dan saran. Jangan lupa untuk ninggalin komentar ya!

Gomawo All! ^^

 

 

Buka page Question & Answer apabila ada yang ingin ditanyakan
Buka dan isi data kalian di page Mates untuk perkenalan dan berkenalan dengan mates/reader yang lain
Lihat page How To Join untuk mengetahui bagaimana cara mengirim ff
Buka Library (sequel or one shoot) untuk melihat ff yang sudah dipost
Buka http://bumssoindo.wordpress.com untuk mengetahui news terbaru dari Kim Bum dan Kim So Eun
Follow our new twitter @bumssoindo dan mention saja bila ada yang ingin kalian tanyakan (usahakan untuk tidak menanyakan masalah privasi Kim Bum dan Kim So Eun ^^) *fans Korea sangat menjaga privasi artis mereka*
Like Kim Bum dan Kim So Eun fanbase on facebook BUMSSO INDONESIA

 

P.S.: please…… no bashing, no spaming, no hotlink !! ^^

NB: JANGAN COPY-PASTE FF YANG ADA DI SINI TANPA SEIZIN AUTHOR DAN ADMIN DI SINI… APALAGI SAMPAI TIDAK MENCANTUMKAN NAMA AUTHOR DAN SUMBERNYA

Tags: , , , ,

26 responses to “MEMORIES IN CRHISTMAS EVE (Story 1)”

  1. chby says :

    di pnjangin lagi jga gag pa2 chingu. . . sukaaaa. . .

  2. rosiyani 'oci' says :

    huaaaa… eunnie kasian ditinggal ma orang tuanya tetap di hari berkumpulnya smua keluarga..
    tapi kan sekarang udah dapet keluarga yg sayang ma dia plus dapet sodara perempuan cantik kaya yoona. hhi…
    itu cowo yg ketemu di sungai han jangan2 bum… hhi menerka2 tp moga aja iya.. #BERHARAP.
    tapi kalo iti bnr bum cowo di sungai han, knp dia sekarang jd sinis gt??!!! hmmm. pasti ada sebabnya…
    part pertama baguuuus cukup buat penasaran.. huaaaa ayo lanjutlah part selanjutnya. dtungguin cepet ya… hhe🙂

  3. Ameliana Paisley says :

    Huaa .. Seru crita.a ..
    Aku suka .. Aku suka
    Gg kpanjangan ko .. Malah klo bsa crta.a pnjangin lg .. Hehe

    penasaran . Gg sbar tgu kelajutan.a ..
    part slanjut.a jant lama2 yh ..😀

  4. Sary aj0w says :

    Waaaaa..DAEBAX…CRITA’y mengged0r-ged0r hatiQ..brasa liad drama sumpe,part 2 dst pnjaaaangkan slalu tak ape..kalu perlu cetak n0vel bumsso psti aQ pmbeli prtama di gramed..(plaaak,reader yg ng0t0t!haha).kritikQ mgkn wkt kisah msa kcil’y,.’pria’ yg dtgin s0eun kcil mgkn sbaik’y ditulis ‘anak lelaki’ c0z pria kn bwt org dwasa,tp dimfkan dgn adegan wkt s0eun anggap kimbum=kim bum so,wakaka katr0x amad si eunie..

  5. Atin says :

    Confession?Familiar sekali lagu itu.hahaha
    Aq jd nebak kl cow mlm natal itu kim bum..
    Huaaaaa jung il woo dy memang baik sekali,aq mau dech kl tabrakan ma dy.hihihhi
    Panjangin gpp,seru baca-nya..adain moon chae won/song ji hyo donk *reader maruk* hihi
    Dtunggu lanjutannya..🙂

  6. Kim So In says :

    Kereeeen…
    Cerita’a bgus memuaskan & klo mw dblang panjang & ga…
    Aku pikir cukup…
    Btw syp sih yg dtng & duduk d smping KSE?
    KSB kha? ?
    Part selanjut’a jgn lama” ya chingu…

  7. Niiz says :

    Panjangin aja kyk sungai amazon😀

    Aku suka, ngebut ya next partnya >.<

  8. intan bumsso says :

    wah kereeeeeeeeeeen
    aku suka aku suka………….
    next part jangan lama lama ya penasran nih sama cowok yang ada disamping so eun
    semoga itu bummie
    Yeah Author SEMANGAAAAAT

  9. Rara bumssoeul says :

    Tue knp ud.dc keliatan dari synopsis na..
    Kerend, seruuu
    aku suka,suka banget lanjutin ya..
    Dan,, jgn lama2

    ===

    panjang??
    di panjangin aj.jha lgie..
    N’gk pp kok biar puassss. Harus ttp semangat yo.
    hha.hha.hha

  10. irene says :

    wihhh bagus ceritanyaaa … sangat di tunggu kelanjutannyaa yaa :0

  11. vanka says :

    daebak author…dtnggu part slnjutnya…tpi jngn lma2 ea…

  12. Mii-kun says :

    Kyaaaaa~ suka ^^

    Banyakin lagi dong author~😄

    Saiia tunggu part 2 nya

  13. rini says :

    kereeennn,, gpp panjang” ceritanya biar puass hehehe,,
    penasaran kira” siapa ya yg dtang??
    part selanjut,a jgn lma” ya,,

  14. Rara says :

    Ceritanya baguus..
    Ayo cepat dilanjutin!hehe
    Oh iya aku hny mau benerin,kalo yoona itu bukan hiperaktif kalo diliat dr ciri” yg km sebutin itu.😉

  15. ashillach says :

    mksih bwt semua saran, usul,komentar dan kritiknya…
    hehhe, kyknya msh ada beberapa kesalahan ya..
    okelah, diusahain ngebut buatnya…

    makasih banyak!!! ^^

  16. Hian says :

    Bgs bgt crta na…
    part brkutnya jgn lma2 y, udh g’ sbr ma klnjtan crta na nich!!! hehe…:)

  17. Ina BeQi Soeulmates says :

    waaaaaaaaaaaaaaaa KEREEEEEEEENNNNNNNNN..
    kasian kse ud ga pnya ortu…..
    hayoooooo siapakah cow kecil ituuuuuu????

    aaaaaaaaa aaaaaaaaa ada suami saya nih..*Ilwoo*
    oppa emank baik hati tp lain kali jgn nabrak lg ya eun..
    hehe^^
    kb jgn ngrjain kse lg ya ya ya…
    hoho
    lanjuuuuuuutttt^^

  18. rizkyapratiwi says :

    kkkkkkeeerrrreeeeennnnn ….

    lanjut kan … d tunggu selajutnya

  19. Meika says :

    Bneran dch kren bngett ffx,aq ska.
    Untk part 2x jgn lma donk,aq mw tw klnjtanx..pkokx ff u ne krreennn!!!

  20. Viqa_BumsSoeulindo says :

    huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa sukaaaaaaaaaa !!!!!!!!!!!

    keren sangatttttttttttttttttttttttt, , hehe

    wah jangan2 yang ngasih kalung itu bumppa lagii, , ,

    huhu so sweet yang bagian terakhirr ??????

    q nggak ada kritik,saranku cuma cepat2 update aja ya, , ,kekekekekkeke

    keep fighting !!!!!!!!!

  21. rachimasofiani says :

    KEEERRRRRRRRRREEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEENNNNNNNNNNNNNN !!!!!!!!!!!
    Omigooootttt
    siapa yah cowo it? <<<
    semoga kim bum oppa😀
    lanjuuuuuuut🙂

  22. minorkie says :

    Kalo kata Rianti ‘I like it’ dan aku bener2 suka kak😀

  23. Reina Cho says :

    Annyeong Unnie .
    Ak reader baru d sni .
    Kenalin ak Reina .
    Salam kenal ya .

    Bagus bgt Unnie critany .
    Lanjut trus bcany .
    Yah emng sih aku agak telat bacany .
    Khekhekhe🙂

  24. Reina Cho says :

    Annyeong Unnie .
    Ak reader baru d sni .
    Kenalin ak Reina .
    Salam kenal ya .

    Bagus bgt Unnie critany .
    Part 1 ud ckup buat ak pnasaran .
    Yah emng sih aku agak telat bacany .
    Khekhekhe🙂

  25. kim sohyun says :

    wah…keren banget cerita’a..

    lanjuuuttt!!!!!!!!!!!

  26. SintiaBumsso/@SintiaBumsso17 says :

    Anyeong aku reader baru karyanya ashilla🙂 maaf baru bisa baca skrg hehe, kren banget keren author sukaaaa hehe lanjut baca:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: