Lovely Cat part 1

Author : Rachima Sofiani

Main Cast: Kim Bum ,Kim So Eun, Kooni (?)

Cast: Go Ara, Jung Il Woo, Moon Chae Won

Genre: Romance, Friendship (maybe?), animal o.O

Type: sequel

~^^~

annyeong lagi mates…
kemaren-kemaren aku ngirim OS, sekarang aku kirim sequel. kekekkee~ *gak ada yang nannya ==’*
aku harap banyak yang suka FF-ku walalupun gaje . hehehehe
mungkin udah ada yang baca di blog aku. baca lagi gapapa kali.. wkwkwkw😄 *maksa*

happy reading aja deh …

~^^~

 

 

Hari Minggu tiba~~ !! waktunya untuk bermalas-malasan, kalau bisa tidur satu hari penuh!

Ooops, tapi tidak berlaku untuk gadis cantik bernama Kim So Eun. Hari minggu begini dipakainya untuk membantu toko bubur milik orang tuanya, atau berdiam dirumah sambil mengerjakan tugas kuliahnya. Sibuk? Memang! Tapi gadis imut itu sangat menyukainya.

~^^~

“So Eun-aa, belikan ayah rokok~!” teriak ayah So Eun dari dapur toko. So Eun menghampiri ayahnya itu.

“Ayah, sudah kubilang berhenti merokok! Rokok tidak baik untuk ayah.” Ucap So Eun. Sedangkan sang ayah hanya tersenyum mendengar nasihat anaknya.

“Sekali ini saja So Eun. Belikan, ya?” ucap ayahnya.

“Dari dulu yah selalu bilang sekali ini, sekali ini. Ini sudah berkali-kali ayah~” So Eun tak mau kalah.

“Baiklah, baiklah. Ayah menyerah. Sekarang kau beli saja bahan untuk kita makan malam nanti.” Ujar ayah.

“Loh? Kan tadi ibu sudah belanja?”

“Ibumu belanja untuk toko.”

So Eun mengangguk, lalu menerima uang dari ayahnya dan pergi ke supermarket. So Eun memutuskan untuk berjalan kaki.

~^^~

“Semuanya sudah lengkap!” ucap So Eun setelah selesai mengecek belanjaannya. Setelah itu So Eun menuju kasir, lalu membayar semuanya.

So Eun POV

Aish! So Eun babo! Kenapa tadi aku tidak pakai sepeda saja? Tahu panas begini lebih baik aku pakai sepeda tadi.

Akupun mengambil susu yang tadi ku beli di supermarket. Aku memutuskan untuk istirahat di taman di dekat supermarket. Setelah menemukan sebuah kursi untuk duduk, akhirnya aku meminum susu itu.

“Meong~” kudengar suara kucing. Waduh, berisik! ><

“Kyaaaaaaa~!” teriakku spontan ketika kurasakan ada yang bergerak-gerak menyentuh kakiku.

Ah~ ternyata kucing! “Meong~ meong~” kucing itu mengeong lagi. Ku perhatikan mata kucing itu tertuju pada kotak susu yang kupegang.

Aku pun berjongkok. “Kau mau, ya?” tanyaku, tak peduli ia kucing.

“Meong~ meong~” kucing itu mengeong lgi.

“Baguslah, untung kau tidak terlambat, tadinya mau kuhabiskan.” Ucapku lagi.

“Meong~ meong~” lagi-lagi mengeong.

“Yayaya, baiklah aku mengerti kau haus. Aku tidak akan bicara lagi.” Ucapku seolah mengerti apa yang dibicarakannya. Padahal tidak sama sekali. Kekeke~ XP

Lalu kusobek setengah kotak itu. Kuberikan pada kucing cerewet (?) ini, dan dia meminumnya dengan lahap(?)

Kuperhatikan si kucing, sepertinya kucing ini bukan kucing liar. Melainkan kucing rumahan, peliharaan tepatnya. Bulunya putih, lebat, terawat pula. *silahkan bayangin si Kooni (kucing So Eun onni)*. Tapi kenapa kucing ini berkeliaran? Apa kucing ini kabur? Atau dibuang? Padahal sayang kalau dibuang. Kan bisa dijual, pasti mahal😄

Kenapa aku jadi keasyikan lihat kucing ini? Lebih baik aku pulang.

“Aku pulang, bye, kucing mahal.” Pamitku sambil mengelus bulunya yang halus. Kurasakan ada yang menggantung dilehernya ketika ku elus bulunya. Lalu kulihat ada inisial ‘KSH’, mungkinkah nama pemiliknya? ‘KSH’? siapa, ya?

Sudahlah, lebih baik aku pulang. Lalu kulangkahkan kakiku menuju rumah. *yaiyalah, masa menuju kandang? #plak*

Hoaaaaa~ rasanya lelah sekali, padahal aku tadi masih haus ><. Stop! Aku harus ikhlas. Yahahaha~ So Eun kan baik dan selalu ikhlas dalam memberi, pada kucing sekalipun😄.

Rumahku sudah di depan mata. Hwaiting So Eun! Sedikit lagi…..

“Meong~ meong~” samar-samar kudengar suara kucing lagi. Kenapa hari ini penuh dengan kucing? Apa hari ini hari kucing sedunia? *ngarang bebas eh ngarang abis ><*

“Kyaaaaa~!!” teriakku (lagi). Ketika kurasakan bulu-bulu halus menyentuh kakiku yang tak kalah halus. *onni PD, eh tapi bener sih :p*

Huwaaaaa!!! Kucing itu lagi?

“Yaa!! Kau mengikutiku?” tuduhku asal.

“Meong~ meong~” mengeong lagi. Tak adakah jawaban lain selain ‘meong’?

“Kau masih haus? Sebaiknya kau pulang kerumah majikanmu! Dia pasti mencarimu.” Saranku.

“Meong~” Yayaya, sekarang aku harus sadar kalau didepanku itu kucing!

Lalu aku menggendong kucing itu, kubawa ia semakin menjauh dari rumahku. Setelah cukup jauh, aku melepaskannya, dan dengan kecepatan maksimal yang aku miliki, aku berlari secepat mungkin. Takut kalau kucing yang harganya mahal tadi mengikutiku terus.

“Ayah~ aku pulang.” Kataku.

“Simpan didapur So Eun-aa!” perintah ayah.

“Ne.” Lalu ku taruh belanjaan di dapur. “Hauuuussss~~” keluhku. Setelah itu aku melesat menuju kulkas, mengambil minuman dan tentu saja aku minum. Kekeke~ #garing

Waktu menunjukkan jam dua siang. Aku ingin tidur siang. Kurenggangkan otot-ototku. Hoaaaahmmm~~ lalu aku pergi menuju kamarku. Sedetik kemudian mataku terpejam.

2 jam kemudian…

Gluduuuk~~!!! Jgeeeerrrr~~!!!!!!! *suara petir*

Dengan malas, kubuka mataku. Hujan… petirnya juga besar sekali. ==’

JGEEERRRR~~!!!!!

Aku terperanjat, hampir saja aku berteriak, mengagetkan sekali petir itu.

Aku pergi ke toko bubur yang tepat didepan rumahku, sepertinya ibu butuh bantuan. Karena biasanya hujan-hujan begini banyak pengunjung yang datang. Sepertinya niatnya ingin berteduh, tapi sekalian beli bubur.

“So Eun-ah, sebaiknya kau cuci muka dulu. Wajahmu kusut.”

“Ah~ ne.” Aku mencuci mukaku, lalu mengelapnya. Setelah itu, aku siap membantu ibu. Aku mengambil baju pegawai yang menggantung didekat kamar mandi.

“Biar kubantu, Ara-aa.” Ucapku pada pegawai di toko itu, yang sebenarnya temanku juga. Ara hanya tersenyum.

Lalu aku membantunya mengangkat mangkuk-mangkuk kotor. Sedangkan Ara sibuk mencatat pesanan pengunjung.

Hujan kini mereda dan tokoku tutup.

“Kau tidak lelah?” tanyaku pada Ara. Sekarang kami sedang mencuci piring bersama.

“Menurutmu?” tanyanya balik.

“Huh, jawaban macam apa itu?” ujarku sambil mencipratkan air padanya.

“Yaah~! lihat, bajuku basah.” Protes Ara.

“Aku tidak peduli. Weeeeek!” ucapku sambil memeletkan lidah padanya.

Lalu Ara mencipratkan air padaku. Sialnya, sabun ditangannya ikut melayang ke wajahku.

“Lihat wajahmu, So Eun-aa. Hahaha,” tawanya puas.

Jelas saja aku tak terima. Dalam sekejap, kegiatan cuci mencuci berganti jadi bermain air. Aku dan Ara saling mencipratkan air.

Setelah selesai ganti baju, aku berniat untuk mengantar Ara pulang. Hitung-hitung berjalan-jalan sedikit, karena rumah Ara memang tak jauh dari rumahku.

“So Eun-ah!! Cepat kesini!” teriak Ara dari depan rumahku.

Akupun berlari menghampirinya, takut terjadi sesuatu.

“Ada apa?” tanyaku.

“Lihat!” ucap Ara sambil menunjuk kebawah.

Kucing itu? “Mwo?” ucapku tak percaya. Sejak kapan? Bagaimana bisa? Jangan-jangan itu kucing jadi-jadian?

“Kau tau? Kucing ini sudah berada disini sejak dua jam lalu! Ketika aku buang sampah tadi, dia sudah disini. Ini kucingmu?” Tanya Ara.

Aku menggeleng cepat.

“Dia kebasahan,” ucap Ara sambil menggendong kucing itu.

“Meong~” tiba-tiba kucing itu melompat dari gendongan Ara, lalu berlari ke arahku. “Meong~ meong~ meong~ meong~~~” kucing itu terus mengeong sambil mengelilingi kakiku.

“Kucing itu sepertinya ingin di gendong olehmu.” Ucap Ara.

Aku mengernyitkan dahiku, “Ara-aa, sepertinya aku tak bisa mengantarmu pulang. Mianhae,”

“Mengantar? Memangnya kau pengawalku? Sudahlah, tidak apa-apa kau juga tak perlu minta maaf. Aku kan tak memintamu untuk mengantarku. Aku pulang, ya. Bye~~ annyeong juga kucing~” pamit Ara padaku dan pada… kucing ini?

Kucing ini masih mengelilingi kakiku, terasa dingin karena bulunya basah.

“Bagaimana kau bisa tau rumahku?” tanyaku sambil mengangkatnya.

“Meong~” Yaaaa yaaa, aku tau kau kucing.

“Baiklah, kau terlanjur basah dan masuk rumahku. Aku akan memandikanmu.” Ucapku. Tak ada salahnya kan mengurus kucing ini? Tiba-tiba saja aku ingin punya hewan peliharaan. Hehehe

Aku memandikan kucing ini. Dia terlihat senang bermain air. Bukankah kucing tidak suka air?

“Ya! Kucing mahal, kenapa kau mengikutiku? Jangan-jangan kau kucing jantan, ya? Lalu kau suka padaku?” ucapku melantur.

“Kau itu kucing dan aku manusia. Jangan sekali-kali berharap, oke?” kataku sambil mengeringkan bulu-bulu kucing ini dengan handuk.

“Sampai ada yang mencarimu, aku akan jadi majikanmu sementara. Kau mengerti?”

“Meong~ meong~” kurasa kucing ini mengerti.

“Aku akan memberi nama. Apa yaaa?”

“Meong~”

“Jangan ‘meong’, itu terlalu pasaran.” *author sok tau XD*

Berfikirlah So Eun, mana jiwa kreatifmu? “Aha! Bagaimana kalau Kooni?”

“Meong~ meong~”

“Kau mengeong dua kali, berarti kau setuju.” Ucapku mengambil kesimpulan. Walaupun sebernarnya agak maksa. Kekeke~

“So Eun-aa, dari mana kau dapat kucing sebagus ini?” ucap ibuku ketika melihat Kooni.

“Aku menemukannya di taman, bu. Kooni mengikutiku terus.” Jawabku.

“Kooni? Nama kucing ini kooni?” Tanya ibu. Aku mengangguk.

“Aku boleh memeliharanya ya, bu? Untuk sementara saja. Sampai aku menemukan majikannya.” Pintaku.

“Asal jangan mengotori rumah.” Ucap ibu.

“Siap bu!!”

Ibu pun meninggalkan kami (?).

“Kau dengar? Kau boleh tinggal disini untuk sementara. Tapi kau jangan mengotori rumahku. Arraso?”

“Meong~ meong~”

~^^~

Esoknya~

Ku rasakan silauan matahari kearah mataku. Perlahan kubuka mataku.

“Hoaaaaaahm~” erangku.

Tiba-tiba aku tersenyum melihat Kooni yang masih tidur di atas selimutku.

Kulirik jam disamping tempat tidurku. Masih terlalu pagi, tapi aku harus cepat-cepat mandi.

Pelan-pelan aku turun dari tempat tidurku. Lalu menuju kamar mandi setelah sebelumnya ku sambar handukku.

Kring kriing~~ Pasti itu Ara! Ternyata bel sepedanya masih enggan dicopot.

Kulirik kucing mahal itu masih asyik menyantap susu yang kuberi. Aku mengusapnya pelan.

“Ayah, ibu.. aku berangkat~!” pamitku.

Aku pun menaiki sepedaku.

“Bagaimana kucing itu?” Tanya Ara ketika kakiku baru saja mengayuh.

“Kenapa kau menanyakan kucing itu?”

“Memangnya tidak boleh?”

“Boleh sih… kucing itu…” kuceritakan semuanya pada Ara.

“Waaah, kau beruntung. Kucing itu kan bagus sekali. Aku juga suka.”

“Yaaa, semoga saja aku memang beruntung.”

Tanpa terasa kami sudah sampai di kampus. Ku parkirkan sepedaku di tempat khusus sepeda. Bagi sebagian orang pasti bingung kenapa masih ada mahasiswa yang menggunakan sepeda ke kampus? Kalau aku dan Ara pasti menjawab, karena kami tak punya kendaraan lain dan irit. Kami tak mau buang uang untuk naik bus, jadi kami naik sepeda. Untungnya tim peduli lingkungan secara tidak langsung menolong kami dari rasa gengsi. Karena semua anggota tim peduli lingkungan di universitasku menggunakan kendaraan sepeda. Kekeke~

Sebenarnya aku punya mobil, tapi itu mobil yang khusus dibeli ayahku untuk mengantar pesanan bubur. Lebih baik aku naik sepeda, kan?

“Ku dengar di kelas kita akan ada mahasiswa baru.” Ucap Ara.

“Siapa?”

Ara mengangkat bahu, “Yang jelas ia seorang wanita.” Ucapnya.

~^^~

Nama murid baru itu Moon Chae Won. Dia pindahan dari Aussie, tapi dia asli Korea. Sekarang dia duduk tepat di sampingku. Teman baru, lumayan, dari luar negri pula. Kekeke~

~^^~

“So Eun-ssi, Ara-ssi, boleh aku bergabung dengan kalian?” Tanya Chae Won ketika ku keluarkan bekalku. Rupanya dia juga bawa bekal.

“Ne, boleh saja.” Ucap Ara sambil tersenyum. Aku hanya tersenyum.

“Kita makan di kelas?” Tanya Chae Won.

“Dimana lagi? Kau ada ide?”

“Aku ikut kalian saja. Aku kan belum tau universitas ini.”

Akhirnya, kami pun makan. Tiba-tiba ada dua orang namja menghampiri kami, eh bukan, tepatnya menghampiri Chae Won. Kau tau siapa satu diantara dua namja itu? Dia adalah Jung Il Woo. Namja yang ku sukai😄. Dia datang bersama sahabatnya, kalau tidak salah namanya Kim Bum. wow~ dua namja tampan ini mau apa menghampiri Chae Won? Apa Chae Won mengenal mereka? Beruntung sekali.

“Bagaimana? Kau suka kampus barumu?” Tanya Il Woo. Sepertinya mereka dekat sekali.

“Yah~ lumayan, tidak lebih buruk. Oiya, kenalkan, mereka teman baruku. Yang ini Kim So Eun dan yang ini Go Ara.” Ucap Chae Won sambil memperkenalkan kami.

“Annyeong~” sapaku dan Ara. Kami canggung, tepatnya grogi.

“Annyeong, aku Jung Il Woo dan ini temanku Kim Sang Bum,” balas Il Woo. Dia ramah sekali😄.

“Kau masih bawa bekal, Chae Won?” Tanya Kim Bum yang kelihatannya tak peduli dengan perkenalan diantara kami.

“Memangnya kenapa?”

“Tidak apa-apa sih, yah untungnya kau ada teman untuk kebiasaan anehmu ini.” Ucapnya lagi, kulihat Il Woo menyikutnya. Aku dan Ara jelas saja kaget. Kebiasaan aneh katanya?? Aku tersingguuuuuuuuuung ><, memangnya aku orang aneh? Tidak sopan sekali dia, *author juga kadang suka bawa bekal ke sekolah😄 #gak ada yang nanya ><*

“Tak usah mempedulikan Kim Bum, dia sedang kesal. Kalau kesal, bicaranya memang melantur. Hehehe,” ujar Il Woo mencairkan suasana.

“Mwo? Hmmmp,” ucap Kim Bum, tapi mulutnya keburu di bekap oleh Il Woo.

“Sebaiknya kami pergi saja. Maaf mengganggu makan kalian.” Ucap Il Woo sambil menarik Kim Bum.

“Yayaya, sebaiknya kalian pergi!” usir Chae Won.

“Kau mengenal mereka?” Tanya Ara.

“Mereka temanku dari kecil.”

“Benarkah?”

Chae Won mengangguk, lalu kami meneruskan kegiatan makan kami.

~^^~

“Ayah, ibu~ aku pulaaaang~~”

“Meong~ meong~” Kooni datang menghampiriku. Ku elus-elus bulunya, lalu ku gendong.

“Kau tidak nakal, kan?”

“Meong~ meong~”

“Kucing itu penurut sekali, dia tidak mengacau di rumah ini. Dia juga tidak mencuri ikan.” Ucap ibu. Aku tersenyum.

“Ini, beri dia ini.” Ucap ibu lagi sembari memberikan sepotong ikan segar padaku.

Aku pun menurunkan kucing ini dan memberinya ikan tadi. Semoga saja kucing mahal ini suka, jadi aku tidak harus memberi sereal untuk kucing yang harganya pasti mahal.

Kooni mulai menciumi ikan itu. Lalu dia memakannya! Fiuuuh~ untung saja dia mau memakannya.

~^^~

Tidak terasa aku Kooni sudah tiga hari tinggal di rumahku. Kooni selalu memakan apapun yang kuberi. Dia juga tidak pernah buang air di sebarang tempat. Dia sangat menyenangkan. Rasanya aku tidak ingin mengembalikan Kooni kepemiliknya.

Tapi….. tidak boleh, tidak boleh. Pemiliknya bisa saja sedih, kan?

“So Eun-aa!!” teriak seseorang dari depan kamarku. Sepertinya itu Ara.

“Masuk saja, tidak di kunci.”

Lalu Ara memasuki kamarku. “Kooni annyeong~”

“Ya! Seharusnya kau sapa aku!” protesku.

“Aku bosan menyapamu terus. Hehehe,” Ara lalu merebut Kooni dari tanganku.

“Masih belum menemukan pemiliknya?”

Aku menggeleng, “Besok aku akan ke kantor polisi, semoga saja polisi bisa membantuku.”

Ara mengangguk-angguk. “Sayang sekali, kau bukan punyaku atau So Eun. Padahal aku sudah menyukaimu.” Ucap Ara pada Kooni.

“Meong~”

~^^~

“Nanti, kau mau kuantar?” Tanya Ara. Aku dan Ara sedang pergi ke kampus, seperti biasanya.

“Kemana?”

“Kantor polisi,”

“Yaa, boleh, boleh. Tapi rasanya aku sedikit tidak rela,”

“Aku mengerti. Kau pasti sudah menyayangi kucing itu,”

Aku parkirkan sepedaku di tempat biasa.

“So Eun-ah! Lihaaaat!” pekik Ara.

“Mwo? Kooni?” kucing mahal bin ajaib itu ada di universitasku. Kooni berlari ke arahku. Aku pun menangkap, lalu menggendongnya.

“Bagaimana bisa kau sampai sini? Kau mengikutiku?”

“Meong~ meong~”

“Kucing nekat! Bagaimana kalau terjadi apa-apa denganmu?” ucapku khawatir.

“Ckck, sepertinya kucing ini tau kalau kau kalian kan berpisah,” ucap Ara asal.

“Sekarang bagaimana? kita kan mau masuk kelas.” Tanyaku bingung.

“Kau masukkan saja Kooni ke dalam tas gendongmu itu.” Usul Ara.

Tak ada pilihan lain. “Kau nanti jangan berisik, ya? Hanya dua jam.”

Dua jam kemuadian, tak ada kelas. Akupun keluar kelas. Sedangkan Ara dan Chae Won tetap di dalam kelas. Baik sekali kucing ini, sejak tadi tidak berisik. Aku pun berhenti dan duduk di bangku taman kampusku. Ku keluarkan Kooni beserta bekalku.

“Maaf ya..” ucapku sambil mengelus Kooni.

“Meong~ meong~”

Aku pun memberi Kooni susu kotak yang kubawa. Aku memperhatikan Kooni yang meminum susu itu.

“Kau haus sekali, ya?” tanyaku. Tapi Kooni tak mengeong kali ini. Mungkin saking khusyuknya dia minum. xp

“Kucingku!!!!” pekik seseorang.

 

TO BE CONTINUED

Boong deh nggak😄 *author jail* kekeke~

Lanjut yuuuukkk~~~~~ *Sebelum ditabok reader*

 

“Kucingku!!!!” pekik seseorang. Aku menoleh. Laki-laki itu?

“Mwo?” tanyaku kaget.

“Ya!! Ternyata kau yang mencuri kucingku?!! Hah?” tuduhnya asal.

“Mwo?? Aku tidak mencuri!!!” ucapku tegas. Kulihat Kooni masih asik minum susu. *wedew, Kooni liat situasi dong ><*

“Lalu kenapa kucingku ada padamu?”

“Itu….. ituuu….” Ucapku tiba-tiba gagu.

“Kenapa? Kau pencuri masih mau mengelak? Tunggu! Aku ingat, aku ingat…. Kau teman Chae Won kan?”

“Ya! Kim Bum –ssi!! Jangan menyebutku pencuri!!! Kooni memang bukan kucingku, tapi dia sendiri yang datang padaku! Aku melihatnya di taman dekat rumahku, lalu dia mengikutiku. Kau kira aku tega membiarkannya di luar? Sedangkan saat itu dia kehujanan?” teriakku. Sekarang aku yakin, semua mata tertuju padaku. *wew, kayaknya kenal sama kata-kata itu*

“Aku juga berniat mencari pemiliknya. Jadi jangan menyebutku pencuri! Hiks… hiks…” tiba-tiba airmataku meleleh. Cepat-cepat ku hapus air mataku.

“Bum-ah! Ada apa ini?” Tanya Il Woo yang baru datang. Kim Bum bungkam. Sedangkan aku sibuk menghapus air mataku yang tak mau berhenti mengalir.

“Meong~” aku melihat Kooni, susunya sudah habis. Aku pun menggendong Kooni.

“Ya! Aku sudah menemukan pemilikmu. Kau jangan hilang lagi, ya.” Ucapku sambil mengelus-elus bulunya. Lalu kuberikan Kooni pada Kim Bum. Wajahnya terlihat masih kaget, mungkin karena tangisanku yang tiba-tiba tadi. Kulirik sebentar Il Woo, dia diam melihat apa yang terjadi. Tapi wajahnya terlihat penuh tanda tanya. *gimana tuh wajah penuh tanda tanya? #abaikan*

Aku pergi tanpa mengucapkan apa-apa lagi. Airmataku terus mengalir.

Tiba-tiba kurasakan ada yang berputar di kakiku. Kuhentikan langkahku

“Meong~ meong~ meong~ meong~” Kooni terus mengeong sambil mengelilingi kakiku.

“Yah! Kenapa kau mengikutiku lagi? Cepat kembali kepemilikmu!!” ucapku tegas.

“Meong~”

Aku menoleh kebelakang. Kim Bum dan Il Woo menuju ke arahku.

Aku menggendong Kooni lagi dan membawanya pada Kim Bum.

“Jangan dilepaskan! Nanti bisa hilang lagi,” ucapku pada Kim Bum.

“Meong~”

“Kooni sendiri yang melepaskan diri dan menghampirimu.” Celetuk Il Woo. Aku menoleh pada Il Woo.

“Huweeeeeeee… hiks hiks.. huhuhu~~” tiba-tiba saja tangisku membludak. Il Woo terlihat terkejut dan panic. Kim Bum juga.

“Ke-kenapa tangismu jadi tambah besar? A-aku… bicaraku salah, ya?” ucapnya panic.

“Yaaah! Berhentilah menngis.” Ucap Kim Bum tak kalah panic.

“Kooni!! Saranghae..!!!” tariakku. Setelah itu aku lari secepat mungkin.

“Meong~ meong~ meong~” samar-samar aku  masih mendengar suaranya.

~^^~

Aku memutuskan untuk membolos dan pulang. Tanpa diketahui oleh ibu dan ayahku, aku masuk rumah dan mengunci diri di kamar.

Airmataku masih tidak mau berhenti mengalir. Aku benar-benar sudah menyayangi Kooni.

Seharusnya aku tidak berhenti ditaman ketika itu, jadi aku tak bertemu dengan kucing itu. Seharusnya Kooni tak mengikutiku. Dasar kucing mahal menyebalkan!! Sekarang semuanya sudah terjadi. Kooni pasti senang karena sudah bertemu dengan majikannya. Setidaknya aku tidak usah lagi mencari orang berinisial ‘KSH’ itu.

Eh, tunggu.. tunggu..KSH? nama Kim Bum kan Kim Sang Bum, jadi seharusnya KSB. Lalu KSH? Jangan-jangan Kim Bum hanya mengaku-aku?

Aaaarrrgh!! Tapi mana mungkin? Sudahlah, aku tak mau memikirkannya lagi. Aku mau tidur!! Zzzzzz…….

 

 

-to be continued-

 

 

*Yang ini beneran TBC . kekekeke~*

Akhirnya So Eun onni pisah sama Kooni

KSH? KSH? Sebenarnya siapakah ituuuuuuu? Kenapa bukan KSB? >>> Jawabannya ada di part selanjutnya. Kekeke~ #basi ah ><

Oiya, author butuh bantuan, ada yang mau ngasih usul buat nama asli Kooni? Si pemilik asli kan gak mungkin sama-sama ngasih nama Kooni. Jadi author butuh pencerah (?)

Maaf ya kalau FF nya jelek dan gaje. Maklum, author masih belajar. Gomawo yang udah mau baca😄

Numpang promosi yaaa..😄

TWITTER : @ima_rachima

Facebook : Rachima Sofiani

Jangan lupa di follow and add . yaaa wkwk😄

Tags: , , , , ,

About bumssoindo

We are fanbase of BUMSSO (Kim Bum and Kim So Eun) from Indonesia

14 responses to “Lovely Cat part 1”

  1. laras says :

    wah ternyata kooni punyanya si kb, ahaha tapi kok namanya ksh ? hmm penasaran
    minta usul ya, aku si ada tp aku bingung kooni itu jantan apa betina ?!
    tp si kayaknya jantan ,ahaha😛
    oya, ditunggu loh kelanjutannya jangan lama lama . okok

  2. Sary aj0w says :

    Ahahaha,fun st0ry…kalo cwex tu k0oni diksh nama..’puspita’ aja..pgilannya..’puuuus’..ehehe mian yaw yg pnya name puspita..just kidding..

  3. krista says :

    bagus ffnya .. kooni mau menjodohkn kb sm kse tuh hahahahhaa
    ditunggu kelanjutannya yaa … smoga cepat🙂

  4. rosiyani 'oci' says :

    siapaitu KSH ??? hmm,, berpikir keras… hhi
    seruuuuuuuuuuuu ,,, jadi kasian ma eunnie😦
    ni kim bum jg napa jd marah2 ma eunnie.. ohh iya so eun sukanya ma il woo ya disini (inget bagian il woo pas dateng nemuin cae woon)
    wahhhh tidak bisa itu…

    wahhh lanjutlah part selanjutnya hayoooo🙂

  5. Niiz says :

    Wew kooni jd pemeran utama hahaha

    Authornya jahil >.< pengen ku ketok😀

    Tp asli ceritanya uniq lo aku suka !

    Next partnya ngebut ya chingu ^^

  6. Atin says :

    Huaaaa ada 2couple fav-q kim bum – so eun & ilwoo – chae won., hehe
    Ksh…?Kim seung ho?Kim so hyun?Haha,ngawur.,Ah author suka bikin penasaran dech..
    Nama kucingnya beomta z gmn *nama yg aneh* haha
    Ayo dtunggu part selanjutnya..

  7. AndinaDes says :

    Ditunggu banget next part nya ya ^^

  8. Rara bumssoeul says :

    Huahahahah😀
    sempet mau protes kok tiba2 TBC
    .e.e.e ternyata bo’ongan. Kena dech para readers nya..!!
    Kekekekek

    . Tetap lanjut ya,.. sumpah seru dan bikin penasaran ” ap sich maksud drI KSH???? ”

    . O.YA lanjutan nya ngebut yo..

  9. rizkyapratiwi says :

    huaaaaaaa…… bagus banget ceritanya

    lanjutkaann…

  10. Viqa_BumsSoeulindo says :

    hahahaha sehatinie ma authornya, , ,

    ff pemerannya ada kooni, , ,hah tapi tidak sebagus anda ceritanya, ,~dihjar~

    hmm lucu & kocak, ,

    aduhhh kurang ngerti mksud prtanyaanya, , ,

    langsung saja lah, , keke

  11. Mii-kun says :

    Huahahahah……… Authornya jail bgt sii,,,tau” udah TBC eh ga jadi…….. >.< Asli geregetan pengen Q getok…….

    Sumpah,,,ceritanya keren,,,lucu abiss….. ^^
    Ga sabar bgt nunggu lanjutannya……..

    ASAP yaa author~

  12. Ina BeQi Soeulmates says :

    waaaaaaaahahaaa si kucing syg bgt kyg.a am soeun,,,,
    soeun jg ud syg tuh…..
    lanjuuuttttt

  13. Kim Ra rA says :

    Hahaha lucu lucu, ngebayangin mukanya il woo saa im bum panic waktu so eun nangis pasti lucu kekekke

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: