My Lovely Junior (My Lovely Senior)

Author : Rachima Sofiani

Main Cast: Kim Bum ,Kim So Eun

Cast: Kim Joon

Genre: Romantic, Study (?)

Type: One shoot

~^^~

Annyeong haseyo mates ^^
ini OS pertama ku yang dikirim ke BSI. aku harap banyak yang suka😀
maklum ya kalau jelek n gaje. authornya masih belajar. kekeke~

langsung sajalah.. nyook di baca…!

~^^~

 

Kim Bum POV

Aku Kim Sang Bum seorang lelaki tampan, pintar dan kaya, selain itu aku juga disukai oleh banyak wanita. Aku juga seorang playboy kelas ulung. Namun dari sekian wanita yang aku pacari, tak ada seorang pun yang mampu menyentuh hatiku.

Aku berkuliah di Chung Ang Univercity. Sebagai senior yang berpredikat pintar, aku berkewajiban untuk membimbing junior yang otaknya….. mmm bodoh.. kau tau siapa yang ku bimbing? Dia wanita paling menyebalkan yang pernah aku temui, namanya Kim So Eun.

~^^~

Author POV

“Sunbae~ aku benar-benar belum mengerti. Bisa kau jelaskan sekali lagi?” ucap So Eun sambil menunjukkan puppy face-nya.

“Mwo? Hya! So Eun-ah, aku sudah menjelaskan 3 kali. Kau masih belum mengerti?” bentak Kim Bum. Ia benar-benar tak percaya ada wanita sebodoh juniornya ini.

“Sunbae terlalu cepat menjelaskannya, aku tak mengerti.. sekali lagi, jebal~” bujuk So Eun lagi.

“Aish! Sekarang sudah jam 3, sebentar lagi aku ada kencan dengan Jin Hee. Kita lanjutkan besok saja!” seru Kim Bum sambil beranjak.

“M-mwo? Jin Hee onni? 2 hari lalu kau kan baru berkencan dengan Dam Bi onni. Bagaimana bisa? Sunbae selingkuh?” kaget So Eun.

“Aniyo.. aku sudah putus dengan Dam Bi.” Jelas Kim Bum. “ Sudahlah, aku pergi dulu. Kita lanjutkan besok saja. Bye~” sambungnya sambil pergi meninggalkan So Eun.

So Eun menatap Kim Bum yang meninggalkannya. Ia hanya cemberut kecewa. So Eun lalu merapikan buku dan meninggalkan perpustakaan juga.

~^^~

“Sunbae~ ini…. Makanlah yang banyak.” Ucap So Eun sembari menyodorkan kotak makannya pada Kim Bum.

“Aish! So Eun-ah, sudah ku bilang berkali-kali, tak usah bawa bekal untukku. Arraso?!” Protes Kim Bum.

“Aniyo… pokoknya setiap hari aku akan membawakan bekal untukmu dan sunbae harus memakannya. Arraso?!” balas So Eun.

“Mwo? Kenapa kau jadi mengaturku, hah? Kau itu juniorku, adik didikku!” seru Kim Bum.

“Ne, untuk itu aku ingin membalas budi dengan membawakan bekal untukmu setiap hari. Kau tak boleh menolaknya, sunbae.” Ujar So Eun. “Aku ke kelasku dulu, sunbae. Kita bertemu lagi jam 1. jangan lupa makan bekal dariku. Annyeong~” pamit So Eun.

Kim Bum memandang So Eun yang menjauh. Ia hanya menyesali, bagaimana bisa ia mendapatkan adik didik semenyebalkan So Eun? Ckckckck. Sedetik kemudian Kim Bum memandang bekal So Eun, hmm… tak ada salahnya juga memakannya. Toh, bekalnya memang selalu enak. Entah kenapa sebenarnya Kim Bum juga tergiur dengan bekal yang di bawakan So Eun. Akhirnya, Kim Bum menyantap bekal So Eun. *Ah, oppa malu-malu kucing. Kkk~*

Baru selesai memakan bekal dari So Eun, datanglah Park Jin Hee.

“Chagi~ aku bawa bekal untukmu.” Ujar Jin Hee pada Kim Bum.

“Aish! Aku baru saja memakan bekal So Eun, masa sekarang makan bekal Jin Hee juga? Perutku bisa-bisa meledak.” Batin Kim Bum.

“Chagi~ kenapa kau diam saja? Kau tak suka bekalku, ya? Kau jahat sekali…” ucap Jin Hee (sok) manja.

“Aniyo~ hanya saja…. Perutku masih sangat kenyang.” Kim Bum beralasan.

“Kalau begitu, simpan dulu saja ini. Kau bisa memakannya ketika kau lapar nanti.” Ucap Jin Hee.

Kim Bum terlihat berfikir, lalu.. “Ne, baiklah ku simpan bekalmu dulu ya..”

“Ne, chagi~ aku ke kelas dulu, yaa… bye..” pamit Jin Hee sambil mencium pipi kiri Kim Bum. *ANDWAE! >,<*

Kim Bum hanya tersenyum kecut. Ia hanya menatap bekal Jin Hee. Lalu geleng-geleng kepala.

“Hi bro!” Sapa Kim Joon yang baru datang. Kim Bum hanya tersenyum.

“Wahwahwah, bekal lagi ya… Aku tebak, pasti dari adik didikmu?” ucap Kim Joon.

“Kau salah, yang ini dari Jin Hee.” Ujar Kim Bum.

“Mwo? Kau menggaet Jin Hee noona?” kaget Kim Joon, Kim Bum mengangguk pelan.

“Kau mau?” tawar Kim Bum sambil menyodorkan bekal yang dibawa Jin Hee tadi.

“Untukku? Ini kan untukmu?” kata Kim Joon bingung.

“Perutku kenyang karena memakan bekal dari So Eun.” Ucap Kim Bum santai.

“Ckckckck, enak sekali jadi pria populer sepertimu. Kalau begitu aku makan bekalmu yaa.. hahaha. Entah bagaimana reaksi Jin Hee jika ia tahu bahwa yang memakan bekalnya adalah aku. Kkekeke~” Komentar Kim Joon, lalu dengan segera ia menyantap bekal Jin Hee dengan sangat lahap. *oppa kelaparan, ya? #plak! abaikan*

~^^~

“So Eun-ah! Ini mudah sekali. Pokoknya kau haru bisa! Cepat kerjakan!!” seru Kim Bum kesal.

“Sunbae~ aku benar-benar tak bisa… aigoo~ apa otakku sangat bodoh?” keluh So Eun.

“Kau baru sadar, hah? Aku saja heran bagaimana bisa kau masuk Chung Ang?” omel Kim Bum tidak jelas, So Eun hanya mencurutkan bibirnya.

“Kau tau? Kau telah mebuang waktuku yang berharga. Kalau saja ini bukan ketentuan sekolah, aku tak mau mengajarimu. Aku lebih baik mengajari anak TK sekalian.. blablabla~~~~” Kim Bum berkicau tak jelas. Kim Bum memang sudah sangat kesal. Baru kali ini ia secerewet ini.

So Eun hanya memndangi kekesalan Kim Bum, terkadang ia tersenyum melihat ekspresi Kim Bum yang sedang kesal. Benar-benar lucu.

“Hya! Kenapa memandangku seperti itu?” protes Kim Bum. So Eun menggeleng.

“Sudah selesai ngomelnya? Sekarang ajari aku lagi!!” ucap So Eun santai.

GUBRAK!!

~^^~

3 bulan sudah Kim Bum menjadi pengajar So Eun. So Eun mengalami sedikit kemajuan dalam prestasinya, namun memang bodohnya sering kali kumat.

“Sunbae~ besok aku ada ulangan. Kau harus mengajariku ekstra hari ini!!” seru So Eun.

“Tidak bisa, jam 3 nanti aku ada kencan dengan Shin Hye.” Ucap Kim Bum.

“Jebal~ bagaimana jika nanti nilai ulanganku kecil? Aku yakin, kau kena getahnya juga.. atau aku bisa saja memberitahu Shin Hye kalau kemarin kau baru saja berkencan dengan Dae Hee onni?” ucap So Eun.

“Kau mengancamku, hah?” seru kim Bum.

“Maka dari itu kau harus mengajariku sampai jam 5 sore!”

“Aish! Kau!!… aku punya penawaran untukmu!” ucap Kim Bum tiba-tiba.

“Mwo?”

“Aku akan mengajarimu hari ini sampai sore.. dan besok kita bertaruh nilai!” ucap Kim Bum sambil tersenyum. “Kalau besok nilaimu tidak mencapai 90. aku bebas untuk tidak mengajarmu selama 2 minggu penuh, dan jika nilaimu lebih dari 90 maka aku akan menuruti permintaanmu.” Sambungnya.

So Eun menatap Kim Bum dengan ragu.. “Baiklah, aku setuju!” ucap So Eun.

Kim Bum tersenyum senang, ia yakin kalau dirinya akan menang telak!

~^^~

Kim Bum menunggu So Eun di taman kampus. Ia tak sabar melihat nilai So Eun, paling-paling nilainya tak lebih dari tujuh.

“Aish! Mana wanita menyebalkan itu? Hahaha mungkin dia masih shock dengan kekalahannya.” Ucap Kim Bum terkekeh.

“Kim Bum sunbae!” terdengar seruan So Eun dari jauh, Kim Bum menoleh ke sumber suara seketika senyumnya mengembang.

“Bagaimana nilainya?” Tanya Kim Bum ketika So Eun sudah berada di hadapannya.

So Eun menggingit bibirnya lalu menyerahkan secarik kertas pada Kim Bum. Ia melihat ekspresi Kim Bum ketika melihat kertas yang baru ia berikan.

“Nilaimu 85, bagus juga. Aku kira kau akan mendapat 70 lagi. Well, mulai hari ini sampai 2 minggu kedepan kau jangan menemuiku lagi. Arraso?” ucap Kim Bum.

“Padahal aku sudah beusaha untuk mendapat nilai seratus…” gumam So Eun sambil menunduk. Kim Bum menatap bingung.

“Aish! Jangan menangis di depanku! Kau tau? Nilai 85 itu sudah kemajun pesat.” Hibur Kim Bum. “2 minggu kedepan kau belajar tanpa aku dan ulangan berikutnya kau harus mendapat nilai seratus. Kalau kau mendapatkan nilai seratus aku berjanji akan menuruti permintaanmu.” Ucap Kim Bum walau sedikit ragu.

So Eun menatap Kim Bum. “Baiklah! Aku akan berusaha… aku akan mendapat nilai seratus.” Ucap So Eun bersemangat.

“Bagus..” ucap Kim Bum sambil mengacak rambut So Eun.

~^^~

So Eun POV

Aku harus berusaha belajar sendiri. Tapi… bagaimna bisa? Aish! Seharusnya kemarin aku lebih berusaha agar nilaiku 90. Kim Bum sunbae, bagaimana akau bisa belajar tanpamu? Ditambah lagi aku belajar tanpamu selama 2 minggu.

Aha! Aku cari saja senior yang lain agar bisa mengajariku. Kekeke~~

~^^~

Author POV

“Kim Joon sunbae!” seru So Eun ketika melihat Kim Joon yang tak jauh darinya. Kim Joon menoleh ke arah So Eun.

“Kau Kim So Eun, kan?” Tanya Kim Joon. So Eun mengangguk. “Ada apa?” sambungnya.

“Eum.. sunbae.. apa kau mau membantuku?” Tanya So Eun.

“Membantu apa?

“Selama 2 minggu, mau kah kau menjadikanku adik didikmu?” Tanya So Eun lagi.

“M-mwo? Kan sudah ada Kim Bum?”

“Kim Bum sunbae… dia tak bisa mengajarku selama 2 minggu. Jadi aku minta bantuanmu, maukah?”

Kim Joon terlihat berfikir… “Baiklah, aku akan coba. Tapi dengan satu syarat.”

“Syarat apa?”

“Kau membawakanku bekal setiap hari seperti yang kau lakukan pada Kim Bum.” Ujar Kim Joon.

“Siap!! Gomawo sunbae~”

Senyum So Eun merekah saat itu juga, dia tak perlu khawatir lagi untuk belajar sendiri.

~^^~

Esoknya..

Kim Bum sedang iseng membaca buku di kelasnya, ia merasa sangat bosan hari ini. Sesekali ia melirik jam tangan, entah kenapa dia sedang merasa menunggu seseorang yang biasanya sudah datang.

“Annyeong Bum-ah!” sapa Kim Joon.

“Annyeong Joon-ah!” balas Kim Bum sambil melirik Kim Joon. Sedetik kemudian ia terkejut melihat orang di belakang Kim Joon. Terlihat So Eun yang sedang membawa tumpukkn buku milik Kim Joon.

“Annyeong Kim Bum sunbae.” Sapa So Eun.

“An-nyeong…” balas Kim Bum ragu.

“So Eun-ah letakkan saja di mejaku. Aku tau itu berat.” Ujar Kim Joon.

“Ah~ ne sunbae… aku letakkan bekalnya disini juga, ya!” ucap So Eun sambil menaruh buku di bangku Kim Joon yang tepat di belakang Kim Bum.

“Ne, gomawo So Eun-ah!” ucap Kim Joon tersenyum.

“Aku pergi dulu… annyeong~!” pamit So Eun.

“Joon-ah… bagaimana bisa?” Tanya Kim Bum setelah So Eun benar-benar pergi.

Kim Joon menatap heran namun kemudian ia mengerti, “ So Eun bilang 2 minggu kedepan kau tak bisa mengajarkan So Eun. Makanya dia memintaku untuk mengajarinya, dan aku menyanggupi.”

“Lalu kau menjadikannya budak sebagai balasan?” Tanya Kim Bum sinis.

“Budak? Kau kira aku sekejam itu? Dia yang menawarkan diri untuk membantuku tadi, aku juga sudah menolak tapi dia bersikukuh untuk membawa buku-bukuku.” Ucap kim Joon. “Yah tapi kalau bekal, itu memang aku yang memintanya.” Sambungnya.

“Heh, kukira dia benar-benar akan belajar sendiri…” gumam Kim Bum pelan. “Dia membawakan bekal untuk Kim Joon. Kenapa aku tidak dibawakan? Mentang-mentang aku tak mengajarnya…” batin Kim Bum.

“Wuaa… tidak salah aku memintanya untuk membuatkan bekal.. ckckck, pasti enak sekali.. euummm…” gumam Kim Joon sambil melihat isi bekal yang di buatkan So Eun. “Kau mau Bum-ah?” tawar Kim Joon.

“Aniyo! Makan saja sendiri!! Aku mau keluar!” ucap Kim Bum kesal. Entah kenapa ia merasa sangat kesal.

~^^~

5 hari sudah So Eun belajar dengan Kim Joon. Belajar dengan Kim Joon memang menyenangkan. Tapi jujur, rasanya dengan Kim Bum lebih menyenangkan. Walaupun Kim Bum lebih banyak mengeluh, mengomel, meledek. Tapi….

“Aku rindu Kim Bum sunbae..” batin So Eun.

So Eun sering menanyakan kabar Kim Bum pada Kim Joon disela belajar mereka. Selama 5 hari ini sudah 2 wanita yang di kecani oleh Kim Bum. So Eun hanya manyun mendengarnya.

~^^~

Seminggu berlalu…

Biasanya jam 3 sore Kim Bum sudah stay di perpustakaan, di rumahnya, atau di rumah So Eun untuk mengajari So Eun. Tapi seminggu ini beda, kadang ia berkencan atau hanya menganggur dirumah. Membosankan. Entah kenapa Kim Bum rindu bekal yang biasanya So Eun buat untuknya. Sekarang bekal itu untuk Kim Joon. Entah kenapa hatinya serasa terbakar ketika melihat kedekatan Kim Joon dengan So Eun.

Kim Bum merindukan wanita paling menyebalkan baginya. Seminggu ini serasa sepi tanpa wanita menyebalkan itu. Rasa gengsi yang teramat menahan Kim Bum untuk mengakui itu. Namun jauh di hatinya ia sangat merindukan Kim So Eun.

~^^~

Beep beep ..  handphone Kim Bum berbunyi.

Sunbae, ayo bertemu di taman nanti sore. Ada sesuatu yang ingin ku beri tahu.

From : Kim So Eun

Senyum Kim Bum merekah ketika membaca pesan singkat dari So Eun.

Jam 5 sore di taman. Jangan telat! Aku tak punya banyak waktu.

To : Kim So Eun.

~^^~

“Aish! Mana dia? Menyuruhku tidak telat tapi dia sendiri telat.” rutuk So Eun sambil mondar-mandir.

“Kau membicarakanku?” ucap Kim Bum yang sudah ada di belakang So Eun.

“Su-sunbae.. sejak kapan disini?” ujar So Eun terkejut.

“Sejak kau mondar-mandir tidak jelas..” balas Kim Bum. “Ada apa kau menyuruhku ke sini?” sambungnya.

“Ikut aku!” ucap So Eun sambil menarik tangan Kim Bum. Sedangkan Kim Bum hanya mengikuti.

Tidak lama, mereka pun berhenti di sebuah bangku di taman. So Eun mengambil sesuatu dari kertasnya. Ia mengambil kertas disertai pulpennya.

“Tanda tangani ini! Kita buat perjanjian lagi.” Ujar So Eun. Kim Bum menaikkan alis kanannya.

“Kau menyuruhku kesini hanya untuk ini?”

“Jangan banyak tanya. Sunbae sendiri kan yang bilang kalau di ulangan berikutnya aku mendapat nilai seratus, kau akan memenuhi keinginanku.”

Kim bum berusaha mengingat-ingat, “Memang sih.. tapi… tapi itu kan tidak serius.” Ucap Kim Bum.

“Janji adalah janji. Kata ayahku, seorang lelaki sejati akan menepati janjinya apapun yang terjadi.*halah ngarang!* Sunbae lelaki sejati, kan?” pancing So Eun.

“Tentu saja! Kau kira aku seorang lelaki pengecut?” Kim Bum mulai terpancing.

“Kalau begitu tanda tangani ini. Kertas ini adalah bukti kalau kau menepati janjimu nanti.”

“Yaaah, sekalipun aku menandatangi ini. Aku tak yakin kalau kau akan mendapatkan nilai seratus.” Ucap Kim Bum merendahkan.

“Lihat saja nanti. Kelasku ulangan tiga hari lagi, tepat 2 minggu sunbae tak mengajarku. Aku yakin dengan bimbingan Kim Joon sunbae aku bisa dapat nilai seratus!” ucap So Eun yakin.

DASH! Tanpa diduga, perkataan So Eun barusan tepat mengenai jantung Kim Bum. “Apakah itu artinya So Eun lebih nyaman bersama Kim Joon dari pada bersamaku?” Kim Bum membatin. Namun sedetik kemudian ia berusaha mengingkari perasaannya yang kacau balau, perlahan ia merebut kertas perjanjian itu dari tangan So Eun lalu menandatanganinya.

~^^~

Tiga hari menjelangnya ulangan, So Eun belajar intensif.  So Eun rajin mengunjungi kelas Kim Joon untuk sekedar menanyakan pelajaran yang tidak ia mengerti. Tentu saja So Eun sering bertemu dengan Kim Bum. Namun entah kenapa Kim Bum merasa tidak senang bila So Eun datang ke kelasnya untuk menemui Kim Joon. Hatinya terasa terbakar jika melihat kedekatan mereka. Terlebih, sepertinya So Eun senang jika berada didekat Kim Joon.

~^^~

Sunbae, dosen bilang nilai ulangannya diberikan besok. Aku menunggumu di tempat biasa besok jam 5. See you tomorrow ^^

To : Kim Bum sunbe

~^^~

Jam lima sore, So Eun sudah siap menemui Kim Bum. So Eun membawa tas selempang berwarna merah muda, dengan semangat dan senyum mengembang ia melangkahkan kakinya menuju taman dekat rumahnya.

So Eun celingukan mencari sosok yang ia cari. Mungkinkah Kim Bum belum datang? Namun tak lama ia melihat seorang pria dengan t-shirt berwarna biru muda di kedua telinganya terpasang earphone. So Eun yakin kalau itu adalah Kim Bum.

“Sunbae!” sapa So Eun sambil menyentuh bahu Kim Bum. Kim Bum menoleh lalu melepaskan earphone-nya. “Sudah lama?” Tanya So Eun. Kim Bum menggeleng pelan,

“Bagaimana hasilnya?” Tanya Kim Bum penasaran.

“Tadaaa~~!!!” seru So Eun sambil menunjukkan kertas ulangannya. Di kertas itu tertera jelas angka 100.

“Ba-bagaimana bisa?” Tanya Kim Bum tak percaya. Ia merebut kertas itu dari tangan So Eun, meneliti setiap jawaban So Eun. Semua jawabannya memang tepat!

“Tentu saja bisa! Sekarang sudah kubuktikan. Tak ada lagi babo So Eun. Jangan merendahkanku lagi, arra?!” ucap So Eun penuh percaya diri.

“Begini saja sudah sombong!” cibir Kim Bum. “Kau tak menyontek kan?” sambungnya.

“Mwo? Sebodohnya aku, aku tak akan menyontek. Aish! Jangan bicara sembarangan. Ini semua karena aku dibimbing oleh….”

“Kim Joon. Yayaya, aku tau pasti Kim Joon yang membuatmu jadi pintar begini. Terus saja kau banggakan dia! Sekarang kau sudah tak membutuhkanku!” potong Kim Bum dengan nada kesal. Kemudian Kim Bum berbalik dan meninggalkan So Eun dengan perasaan tak menentu.

“Memotong pembicaraanku dan meninggalkanku seenaknya. Apa ini benar-benar sifat seorang Kim Sang Bum?” seru So Eun.

Kim Bum menghentikan langkahnya, “Sifatku lebih buruk dari ini. Asal kau tau itu.” Ucapnya.

“Kim Joon sunbae memang mengambil andil untuk mendidikku. Tapi.. tapi kau mengambil andil lebih besar!”Ucap So Eun tanpa memedulikan ucapan Kim Bum sebelumnya. Kim Bum menatap So Eun datar. “Sunbae… meskipun kau menyebalkan, mengesalkan, sulit ditebak, tapi kau selalu sabar menghadapi kebodohanku. Entah kau sadar atau tidak, tapi kau sudah membangkitkan semangat belajarku. Bagaimanapun, aku ingin membanggakanmu yang sudah membimbingku dalam belajar. Maka dari itu aku berusaha belajar sekeras mungkin demi mendapat nilai sempurna. Semuanya aku lakukan untukmu…” So Eun mengambil kertas dari dalam tasnya. “Sekarang, aku tak peduli lagi dengan perjanjian ini. Begini saja sudah cukup.” Ucap So Eun sambil merobek kertas perjanjiannya dengan Kim Bum. “Maaf kalau ternyata semua ini tak dapat membanggakanmu. Sekarang… jika kau benar-benar tak mau lagi mengajarku juga tidak apa.” Ucap So Eun, cairan bening keluar dari matanya yang indah. Sedangkan Kim Bum masih mematung. “Dan.. asal kau tau. Dua minggu ini aku…. Aku merindukanmu, sunbae.” Ungkap So Eun. Cairan bening itu keluar semakin banyak.

Dengan langkah gontai, So Eun meninggalkan Kim Bum yang masih saja mematung.

HUP ! Kim Bum menahan tangan So Eun. Lalu dengan cepat merengkuh tubuh mungil So Eun kedalam pelukannya.

“Jangan merasa paling menderita! Kau fikir kau saja yang merindukanku? Aku juga merindukanmu, babo!! Hatiku terasa terbakar jika melihatmu dengan Kim Joon, membawakan Kim Joon bekal yang seharusnya bekal itu untukku!! Mendengarmu yang membanggakan pria lain. Kau tidak tau bagaimana perasaanku saat itu!” ucap Kim Bum lirih namun penuh penekanan.

“Biarkan aku mengungkapkan perasaanku…” sambungnya. Kemudian Kim Bum melepaskan pelukannya, ia memegang bahu So Eun sambil menatapnya.

“Dari sekian banyak wanita yang berada didekatku, kau satu-satunya wanita yang mampu membuat hatiku terbakar ketika melihatmu dengan pria lain. Dengarkan baik-baik, karena aku hanya akan mengatakan ini sekali saja.” Kim Bum menarik nafas dalam. “Aku Kim Sang Bum seorang playboy kelas atas, menyatakan bahwa…. Aku mencintai seorang Kim So Eun. So.. Would you be my girl?” ucapnya serius.

So Eun menghapus airmata di pipinya lalu mengangguk mantap. “Asal kau rela mencopot gelar playboy mu dan menerimaku apa adanya, I do~” ucap So Eun sambil tersenyum.

“Ne… aku akan mencopot gelar playboy-ku. Sebisa mungkin aku juga akan menerimamu apa adanya. Yaaah, walau aku tau kalau otakmu dibawah rata-rata, kau cerewet, terkadang susah diatur, menyeb…”

“YA!!!! KIM SANG BUM!! KAU CARI MATI, HAH?!!” geram So Eun tanpa memakai abal-abal ‘sunbae’ sambil menatap tajam.

“Ooops, apa aku keceplosan?” ucap Kim Bum pura-pura bego. Sedetik kemudian ia berlari menjauhi So Eun yang sudah ingin memangsanya.

“Yaaaa!!!!!! Jangan kabur!” seru So Eun.

“Chagiya~ panggil aku Kim Bum oppa, arraso?!” teriak Kim Bum sambil terus berlari pada So Eun yang masih mengejar di belakangnya.

 

-The End-

 

 

Ini happy ending apa nggak ya? O.o
Oiya, Karena saat ini aku belum kuliah jadi kesannya kayak di sekolah. Maaf yaa *bow*

Thanks for read

Tags: , ,

About bumssoindo

We are fanbase of BUMSSO (Kim Bum and Kim So Eun) from Indonesia

28 responses to “My Lovely Junior (My Lovely Senior)”

  1. wie says :

    haha…
    seru n lucu…
    aku suka!!!^_^

  2. chellaa says :

    POV itu point of view ya?

  3. Ina BumsSo says :

    I like it….!
    Ku tunggu ff / os slanjtx..!

  4. AndinaDes says :

    Good good.

    Ditunggu another storynya ya. Baca FF aku juga ya udh ada part 2 nya hehe.

  5. Viqa_BumsSoeulindo says :

    huhuhuuhuhuh unyu-unyu !!!!!!!

    so sweet,, ,alurnya ngalir’dan nggak ada unsur pemaksaan, ,(?) kekekekekeek

    ihhh q ampe gigit-gigit botol kiranti saking senyum1 gaje, , hahahahahahahah

    2 thumbs, , ,

    GOOD JOB ^_^

  6. Niiz says :

    Hahahaha aku udah pernah baca ceritanya emang keren sekeren yg baca😀 *narsis*

    Ga ngebosenin sma juga kyag zg koment😀 *narsis lg*

    Bkin yg lain lgi kak hah faighting *_*

  7. Amalia'SoEul'Lova says :

    Huahh:mrgreen:

    So Sweet ..
    Dpt bgt Feel-nya…

  8. Rachima Sofiani says :

    @wie : makasih ^^

    @chellaa : iya chingu🙂

    @Ina Bumsso : gomawo😀

    @makasih hahaha…
    gigit-gigit botol? o.O

  9. Rachima Sofiani says :

    @AndinaDes : gomawo ^^ . aku udah baca kok🙂

    @Viqa :makasih hahaha…
    gigit-gigit botol? o.O

    @Niiz onni : gomawo😀 narsis sekali nih .. hahaha

    @amalia : makasssih😄

  10. eli says :

    keren, keren banget so uen yang pabo bisa nalukin si playboy kekekeke

  11. Queena FZ says :

    mantab… sukaaaa bgt dech apalagi waktu So eun nangis trus menjauh dari Kim bum trus di peluk dech… berasa bgt dech romantisnya…
    terharu…..
    top buat author….

  12. Rara bumssoeul says :

    Mantappppppppppp
    bikin os/ff lgi ya..

    . Keren watt authorna ^^

  13. rosiyani 'oci' says :

    wah seruuuu ..
    bagussss kok.. aku suka..
    eunniee rela belajar keras cuma tuk buktiin ke bummie kalo dia itu bisa.. ahhhhh
    suka suka suka…

  14. bummiesonelf says :

    so sweeeeeeeeeeeeet, aku bacanya sambil cengar cengir😀😀 .
    lanjutkan chinguuu!!

  15. Lovalovato says :

    Lucu bgt deh, aq byangin ekspresinya kimbum yg jealous sma kim joon xD
    Smpe dikira kyak orang gila aq gra2 bca ff smbil snyum2 sndiri xD

  16. Mii-kun says :

    Kyaaaaaaaaaaa >_< ….. Suka bgt ma nie OS …..

    Tuh jan jd speechless mo ngomong apa ==" …..

    Saiia tunggu low karya-karya selanjutnya~

  17. Ina BeQi Soeulmates says :

    hayaaaaaaaaaahhhh so eun pabo jg yaaaa,,,, sabar bum,,,
    hoho kim bum jealous…… aye aye aye
    kerreeeeennnnnn
    happy ending^^
    horeeeeeeeeeeee

  18. purna says :

    hahahawkwkw…
    kocakkk bnget
    tpi seru kok
    like it thorrr….

  19. cucancie says :

    Ff nya kerennnn….

  20. serly says :

    Hha dasar kim bum..
    Jd + ska deh am bumsso..hahay

  21. retret says :

    aaw…aaaww…lutunaaa hubungan mereka…
    Daebaaaak😀

  22. Mia says :

    Bisa di bilang cinlok tuh

  23. Marthatina vita vienna says :

    Wua seru bngd,aku suka ceritanya seru

  24. mia says :

    hahahhh baru aja jadian udah gitu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: