Memories In Christmas Eve (Story 3)

Author: ashillach

Cast: Kim So Eun, Kim Bum

Other Cast:Im Yoona, Park Shin Hye, Kim Joon, Lee Min Ho, Jung Il Woo, Moon Chae Won, Song Ji Hyo, Go Ara, Jung Yong Hwa, Jang Geun Suk, Park Ji Yeon, Yoo Seung Ho

Genre: friendship, family, romantic

Type: sequel

 

Enjoy reading, chingu! ^^

####################

 

Author POV

Ia melihatnya lagi. Sudah untuk yang ke-5 kalinya dia melihat hal yang sama selama 1 minggu ini. Tiap melihat itu dia tidak bereaksi sama sekali. Setiap mendapat kabar bahwa Kim So Eun diganggu oleh fansnya, dia hanya diam dan terkadang memperhatikannya dari jauh

“ Ya, Bum! Apa kau tidak merasa kasihan sama sekali? Dia hanya sekedar menumpahkan jus wortel di bukumu sudah diperlakukan sekasar itu! Bukannya itu sudah cukup keterlaluan?” Tanya Lee Min Ho tiap melihat reaksi Kim Bum menanggapi masalah ini

“ Ya, Min Ho benar. Dia kan tidak mempunyai kesalahan yang begitu besar padamu. Kenapa kau tidak memperingatkan fans-fansmu itu?” Il Woo ikut menimpali

“ Lagipula sepertinya mereka sudah bertindak di luar kendali. Bahkan mereka tidak menghiraukan kata2 Shin Hye sm sekali utk menghentikan tingkah mereka” Chae Woon tiba-tiba datang dan ikut memperingatkan

Il Woo yang melihat Chae Woon datang menatapnya dengan heran “ Ada apa?” tanyanya

Chae Woon menyerahkan sebuah buku kepada Il Woo “ Ini catatan fisika yang kubuat untukmu selama kau sedang tidak masuk untuk pemotretanmu di Taiwan #author ngarang :P# “ dia menyerahkan catatan itu dengan tersenyum dan Il Woo membalas senyuman itu dan mencium pipi Chae Woon “ Gomawo, Jagiya” dia berkata dengan lembut #author sirik ~haha~#

Min Ho yang melihatnya hanya terkekeh pelan “ Ya, kalian berdua ini, pacaran jangan di depan orang yang sedang sendiri dong, bikin iri saja!” ujar Min Ho

Kim Bum mengacuhkan sahabat2-nya. Dia memakai headphone-nya dan membaca buku yang dirampasnya dari So Eun, ‘Snowing at Christmas’

 

Bukan berarti selama ini dia tidak peduli, tentu saja dia merasa sedkit tidak adil. Ini masalahnya, bukan masalah mereka –para fansnya- dan sejujurnya dia benci orang lain mencampuri urusannya. Tapi untuk menghindari bertambahnya masalah, lebih baik dia diam saja

Sampai akhirnya, hari ini, ketika melewati koridor kelas 11, dekat ruang musik, dia melihatnya lagi. Tapi, tampaknya yang ini cukup terisolasi.  Karena biasanya, kejadian seperti ini selalu ramai dan mengundanng banyak siswa untuk menontonnya. Pemilihan timing penyiksaan untuk anak itu kali ini juga sangat bagus, menurut Kim Bum.

ketika pulang sekolah di hari Rabu, di mana hari itu Kim Joon yang membela So Eun sedang latihan bersama band-nya, T-Max. Hari itu juga Yoona, saudara So Eun ada kelas tambahan menari dan jam segini mereka sudah masuk kelas. Ji Yeon, si ketua anti fans Kim Bum sedang ada kursus dan Shin Hye sudah masuk kelas duluan. Tak akan ada yg mengganggu aktivitas mereka kali ini untuk mengerjai anak ceroboh itu

Kim Bum memperhatikan hal itu dan mendesah.. “Merepotkan…” desisnya sambil menggaruk kepalanya. Dia pun berjalan menuju gerombolan siswi yang sedang mengintimidasi So Eun itu……

 

End Author POV

Teriakanku benar2 membuat gerombolan itu terkejut. Mungkin mereka tidak menyangka aku yang biasanya diam kalau mereka ganggu, kali ini berteriak. Salah seorang dari mereka maju dan balas berteriak “ masih untung ada yang menahannya menjambak rambutmu, tapi kau benar-benar……” dia melayangkan tangannya untuk menamparku

Aku memejamkan mataku, kutunggu tamparan itu mendarat di pipiku, pukulan itu tidak datang, aku menoleh dan aku melihat Kim Bum menahan tangannnya. Aku tercengang melihatnya. Tapi tampaknya anak-anak itu lebih tercengang daripada aku.

“Keren sekali…” desis salah seorang dari mereka yang masih cukup terdengar olehku. Ya, keren, bagus sekali. Kenapa selalu ada orang yang mengganggu tiap aku mulai menunjukan keberanianku? Gerutuku dalam hati

Si tengah yang tadi mau menamparku tercengang, ekspresinya kelihatan campur aduk. Senang karena tangannya dipegang oleh Kim Bum, kaget karena Kim Bum terlihat membelaku, dan kesal karena Kim Bum mengganggu. Itu semua tergambar jelas di matanya “ O..op..oppa “ ucapnya bergetar

Kim Bum terus menatapnya dengan dingin. Jauh lebih dingin daripada saat dia mengintimidasiku. “ Apa yang menurut kalian sedang kalian lakukan?” tanyanya datar dengan menatap tajam sekeliling fans2nya itu.

Mereka hanya diam. Balas menatapnya saja tidak berani. Kim Bum pun melanjutkan “ Aku tidak pernah menyuruh kalian melakukan ini. Ini urusan pribadiku, dan tidak ada hubungannya dengan kalian. Apa menurut kalian, karena kalian penggemarku, kalian mengerti semua tentangku dan menganggap tidak masalah kalau kalian yang membalaskan dendamku? Kalian tidak pantas menyukai aku kalau kalian seperti itu. Hal paling dasar tentangku saja kalian tidak tahu “ jelasnya masih dengan nada datar

Salah seorang dari mereka menjawab “ Aniyo, Oppa, kami hanya ingin membuat anak ini jera dan….” Kata-katanya terputus karena Kim Bum segera melanjutkan “ Kalaupun aku mengizinkan kalian, menurutku ini berlebihan” dia melepasakn tangan si tengah dengan kasar “ Kuharap, mulai sekarang kalian berhenti menjadi penggemarku dan jangan pernah menampakan diri di hadapanku lagi” semua gerombolan itu pergi, tampak ketakutan, sedih tapi ada juga yang bahagia –yang tadi mendesis keren- “ Ah, ini pertama kalinya aku melihat Kim Bum Oppa marah, keren sekali “ dasar gila, pikirku

Hanya tinggal kami berdua di koridor itu. Aku terdiam tidak tahu mau berkata apa. Terima kasih? Untuk apa, itu memang sudah sewajarnya kan dia memperingatkan fansnya untuk tidak mengganggu yang lain? Maaf? Hei, aku tidak punya salah apa pun padanya. Seharusnya dia yang minta maaf padaku mewakili fansnya yang mengganggu

Tapi, yang membuatku kaget, dia membuka tangannya seolah meminta sesuatu dariku “ di mana bukuku?” tanyanya. Dasar, dia membelaku ada maksudnya toh, pikirku

“ Belum ada”  jawabku ketus. Dia mengeluarkan kunci lokerku dari sakunya “Apa kau sudah tidak mau ini lagi? “ dia mengacungkan kunci itu seolah-olah itu miliknya

Aku berusaha merebut kunci itu tapi dia langsung memasukkan kuncinya ke saku “ Aku sudah bilang kan, kalau mau kunci ini kembali, kembalikan dulu bukuku. Sekarang kau belum mempunyai bukunya, itu terserah padaku. Lokermu kuambil sampai aku keluar dari sekolah ini. Tapi kau masih harus tetap mengganti buku2 itu. Harga lokermu saja tidak sebanding dengan harga buku2 itu “ jelasnya, aku tercengang mendengarnya

“Ya! Kau tidak adil sekali! Dalam perang pun tindakan itu tidak diperbolehkan!” jawabku

“ Sejak kapan aku bilang kita berperang sehingga harus mematuhi peraturan perang? Lagipula, tidak ada peraturan seperti itu. Sekarang peraturannya sesuai dengan keinginanku sebagai pihak yang dirugikan” balasnya

“hei, aku jauh lebih rugi darimu. Apa-apaan maksudmu itu, hah?” kataku dengan nada tinggi, tidak adil sekali sih, orang ini. “ Terserah, mulai sekarang lokermu milikku “ ia berjalan meninggalkanku.

Aku baru mau berteriak, dia tiba-tiba menoleh melihatku lagi dan melemparkanku sesuatu padaku “ Aku tidak ingin ada barang aneh di lokerku, jadi ambil ini “ ujarnya. Aku menangkapnya dan melihat benda itu. Pembalut wanitaku. Aku melihatnya, dia hanya tersenyum mengejekku. Arghhhhh….. benar2 menyebalkan!

 

################

 

Gara-gara tindakan si fans Kim Bum yang menjambak rambutku, sekarang rambutku jadi berantakan. Aku pergi ke toilet dulu sebelum masuk kelas, apalagi coba yang akan dikatakan orang kalau melihatku dalam keadaan kacau? Mungkin mereka akan berpikir kalau aku habis bergadang semalaman untuk meneliti tentang artis2 sialan itu #haha# supaya tidak dikatai lagi

Aku berjalan ke wc dengan sembunyi2, takut kalau bertemu dengan fans2 sialan itu lagi. Aish, aku kan ke sini untuk belajar, kenapa untuk berkeliaran di sekolah saja repot sekali sih?

Aku membenarkan rambutku dengan terburu-buru, takut kalau Bu Ji Hyo #yah, setelah beberapa hari bertapa, akhirnya telah diputuskan kalau Song Ji Hyo kujadikan guru kelas tambahan So Eun# marah karena aku terlambat masuk kelasnya. Sekalipun sebenarnya sedikit mustahil kalau  guru itu akan marah. Selama 2 minggu ikut kelasnya, belum pernah sekalipun dia marah, walau kelasnya sering ribut setiap Kim Bum masuk kelas atau mendapat giliran membaca #tahu kan karena siapa? Fansnya Kim Bum#

Aku keluar dari toilet lalu berlari terburu-buru. Sampai di belokan koridor, seorang pria tiba-tiba berdiri di depanku “ Hei” ujarnya

Aku yang saat itu sedang berlari, langsung mengerem mendadak dan tersentak “ Wa..” jeritku pelan. Hampir saja aku terjatuh kalau dia tidak menahan bahuku

Aku menatapnya dengan marah “Ya! Kenapa kau datang tiba2 di depanku?” ujarku dan menunjuk tepat ke depan matanya

Dia melotot dan terkejut, dia menyingkirkan tanganku, dan mengulurkan tangannya untuk mengajak bersalaman“ Jang Geun Suk” katanya

“ Eh?” aku heran karena tiba-tiba dia seperti itu

“ Aku seniormu. Leader band A.N.Jell. dan temanmu, Park Shin Hye, ketua fans club-ku. Aku SENIOR-mu” lanjutnya

aku menyambut uluran tangannya dan dia mengayun-ayunkannya dengan raut wajah kaku. Sebetulnya aku ingin tertawa melihat ekspresinya, tapi aku berusaha menahannya.

“ Ada apa Sonbae?” kali ini aku menghaluskan nada bicaraku, mengetahui kalau dia seniorku, aku takut kena masalah lagi

“ Di mana Shin Hye?” tanyanya

“ Dia sedang di kelas Bu Ji Hyo, ada apa Sonbae?” ulangku

Dia tidak menjawabnya. Lalu dia mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Cokelat. Dia menatap cokelat di tangannya dengan tatapan kecewa lalu berbalik pergi meninggalkanku. Aku bingung melihatnya.

Seolah baru menyadari sesuatu dia tersentak dan berbalik melihatku “ Gomawo” ucapnya datar.

Dia berbalik lagi dan sekali ini benar2 pergi. Aku memperhatikan punggungnya sampai akhirnya dia menghilang dari pandangan. Setelah dia menghilang dari pandanganku, tawaku meledak. Aku benar2 geli melihat ekspresi wajah Geun Suk Sonbae tadi. Datar tapi lucu. Ah, imut sekali! >v<

Tapi tunggu! Shin Hye ketua fans clubnya? Bukannya Shin Hye ketua fans club Kim Bum? Ah, masa bodoh! Aku tidak peduli

Aku melihat jamku, dan terkejut. Aku telat sampai 45 menit! Sebentar lagi kelas Bu Ji Hyo akan habis. Aish, apa-apaan ini? Aku langsung berlari sekencang, sekuat dan secepat mungkin ke kelas Bu Ji Hyo.

 

Aku hampir sampai. Suara Bu Ji Hyo mulai terdengar. Dia sepertinya sedang menyebutkan nama siswa satu persatu (?)

“…… Chae Won dengan Park Shin Hye, lalu..” kira2 itulah suaranya yang terdengar olehku.

Aku langsung membuka pintu dengan tiba-tiba “ Maaf, saya telat” teriakku dengan terengah-engah. Semua mata langsung menatap tajam ke arahku. Sebetulnya ini hal yang biasa, dan dari auranya aku tahu pasti ini berasal dari fansnya Kim Bum. Tapi kali ini ada yang aneh. Ada aura lain sekarang yang lebih mengerikan tercampur di situ. Aura membunuh

“ Ah, pas sekali. Untung kau datang, jadi skrg ssemuanya sudah dapat pasangan. Kim Bum dengan Kim So Eun” ujar Bu Ji Hyo tersenyum dengan sumringah

“ EH?!” jeritku. Aku tahu akhirnya apa maksud dari aura membunuh itu. Tapi apa maksudnya? Pasangan? Dan aku dengan Kim Bum? YANG BENAR SAJA! Jeritku dalam hati

Saat itulah aku baru menyadari bahwa Kim Bum juga berdiri di depan kelas, di sampingku. Dia sempat menatapku sekilas lalu berkata “ Terserah” aku hampir mati mendengarnya. Argh, aku tidak mau dengannya! #klo gtu ak aj yg gantiin, aku mau lo.. berpasangan sm Kim Bum Oppa, hehehe –gubrak!-#

Aku menatap bu Ji Hyo penuh dengan tanda Tanya dan  meminta penjelasan. Tapi tampaknya Chae Won Sonbae yang duduk di barisan depan lebih cepat menangkap maksudku dan dia menjawab tatapan penuh tanda tanyaku.

“ Setelah 2 minggu belajar teori, menurut Bu Ji Hyo sudah saatnya kita untuk mempraktekannya. Jadi dibentuklah grup secara berpasangan antara Senior dan Junior. Senior membuatkan lagu utk junior dan nanti si Junior harus bisa menyanyikan lagunya dengan sempurna. Tidak fals, dan menghayati lagu tersebut, intinya harus benar-benar sempurna. Bukan begitu Bu Ji Hyo?” Tanya Chae Won Sonbae

Bu Ji Hyo mengangguk tanda setuju.” Dan tadi setelah dibagi ada yang tidak mendapatkan pasangan yaitu Kim Bum karena dia baru datang. Untunglah kau datang, So Eun. jadi semuanya pas” lanjutnya.

Aku lebih terkejut lagi mendengarnya. Sedangkan Kim Bum tampak tak peduli. Dia langsung berjalan menuju bangku yang kosong. Akhirnya aku pun berjalan menuju bangku kosong di sebelah Shin Hye. Kami selalu janjian untuk saling menempati tempat duduk siapa yang cepat datang dan harus selalu bersebelahan.

Shin Hye menatapku dengan tatapan yang tidak jelas. Prihatin, senang, sedih dll. Aku langsung terduduk di bangku itu dengan lemas.

“ Chukae Eunnie, sekali pun kau harus berjuang lebih keras lagi mulai sekarang” ujarnya

“ Seharusnya kau menyemangatiku Shin Hye-ah, ini benar2 mimpi buruk untukku. Ah, ibuku mengidam apa sih ketika aku di perutnya? Sampai nasibku separah ini. Kau berpasangan dengan siapa Shin Hye? “ tanyaku

“ Chae Won Sonbae” jawabnya

“ Enak sekali…” ujarku

Dia hanya tersenyum “Sudahlah, tenang saja So Eun-ah, kalau ada apa-apa aku pasti akan membantumu. Sekarang kau tidak boleh seperti ini, harus tetap semangat. Aja, aja, Fighting!” dia menyemangatiku sambil mengepalkan tangan

“ Fighting….” Ujarku lemas sambil ikut mengepalkan tangan dengan malas. Shin Hye hanya membalasnya dengan tersenyum

“ Nah, kelas kita sampai di sini hari ini. Tugas itu akan mulai kutagih bulan depan, kalian masih punya waktu 1 bulan. Selama 1 bulan itu pergunakanlah waktunya dengan baik dan aku minta untuk setiap kelompok berlatih bersama. Ciptakan chemistry di antara kalian. “ Bu Ji Hyo berkata seperti itu dan segera keluar dari kelas

Aku buru-buru membereskan barangku “ Shin Hye aku duluan ya!” ujarku pelan dan tanpa menunggu jawaban Shin Hye, aku mengambil langkah seribu berlari keluar kelas, menghindari tatapan membunuh yang mencekam dari fans Kim Bum.

 

#######################

 

Aku terus saja berlari tanpa memperdulikan orang di depanku. Hingga akhirnya aku menabrak seseorang dan terjatuh

“ Kenapa kau buru2 So Eun-ah?” Tanya orang itu. Aku mengenalinya. Kim Joon Sonbae.

“ Sonbae!” teriakku girang. Dia tersenyum. Aku langsung berdiri.

“ Gwenchana?” tanyanya. Aku mengangguk dan tersenyum.

“ Kau mau menemaniku tidak?” tanyanya lagi

“ Ke mana?” aku balik bertanya sambil mengikuti langkahnya.

“ TKP insiden jus wortel” jawabnya. Aku tersenyum mendengarnya. Sejak bolos bersama waktu itu, aku dan Kim Joon Sonbae sering datang ke hutan di samping lapangan basket itu dan bercerita tentang banyak hal. Kami menyebut tempat itu TKP insiden jus wortel.

Dari situlah aku tahu penyebab Kim Joon Sonbae tahu soal kunci lokerku yang diambil oleh Kim Bum. Ternyata saat kejadian itu, Kim Joon Sonbae melihatku diseret oleh Kim Bum, karena pnsrn dia mengikuti aku dan Kim Bum ke tempat itu. Setelah Kim Bum pergi, dia tetap di situ. Ketika akhirnya ingin berbalik pergi, dia melihatku menangis. Jadi dia datang ke tempatku.

Kami sampai di tepi sungai yang membagi hutan itu. Aku dan Kim Joon Sonbae duduk di tepinya. Dia mengeluarkan 2 kaleng minuman dari sakunya “ Untuk persiapan kalau2 kau haus” dia memberikan salah satu kaleng itu padaku

Aku menerimanya “ Gomawo, Sonbae”

“ Sekarang bisa kau ceritakan penyebab kau berlari2 di koridor tadi?” tanyanya

Aku menceritakan semuanya, mulai dari serangan fans Kim Bum sampai kejadian di kelas Bu Ji Hyo “ Entah nasib sial apa yang sudah menimpaku, tapi hari ini benar2 buruk” kataku di akhir cerita

“ Sial! Aku kan sudah memperingatkan mereka kemarin supaya tidak mengganggumu lagi” ujarnya dengan kesal sambil mengepalkan tangan

“Ya, sudahlah Sonbae, lagipula mungkin ini memang salahku yang masuk kelas tambahan yang sama dengannya” ujarku

Kim Joon Sonbae hanya menatapku dengan kasihan. Aku benci dilihat seperti itu. Tapi, tunggu, rasanya aku pernah melihat tatapan seperti itu…..

Aku tersentak karena tiba-tiba hp-ku bergetar. Aku melihatnya, sebuah pesan masuk. Aku membacanya dan memeriksa jamku. Gawat, aku bisa telat.

“ Sonbae, aku pergi dulu ya. Gomawo untuk minumannya “ aku berdiri dan hampir beranajak pergi “ Oh, iya, terima kasih Sonbae sudah menemaniku dan mau mendengarkan ceritaku” lanjutku

Kim Joon Sonbae tersenyum “ Tidak apa-apa So Eun-ah, aku senang mendengar ceritamu “

Aku pun berlari meninggalkannya.

 

##################

 

Untunglah kali ini aku tidak telat sampai di tempat kerjaku. Aku bekerja di sebuah café tidak jauh dari rumahku. Aku sudah mulai bekerja sekitar 2 minggu yang lalu. Tidak ada yang tahu tentang hal ini, bahkan Yoona sekalipun. Aku hanya sekedar bekerja paruh waktu di sini. Setidaknya sampai aku mendapat uang yang cukup untuk mengganti buku2nya Kim Bum. Aku sempat memeriksanya di internet, buku2 itu benar2 mahal. Dan tentu saja aku tak mau merepotkan orang tuaku. Sekalipun mereka sangat baik padaku, tidak sopan bukan aku meminta sesuatu pada mereka yang sudah sangat baik padaku hanya untuk menutupi kesalahan yang kubuat sendiri?

Sebetulnya, ini bukan pertama kalinya aku kerja paruh waktu seperti ini. Aku sudah mulai bekerja paruh waktu seperti ini sejak aku SMP. Setiap aku ingin membeli sesuatu, aku selalu bekerja paruh waktu, jadi ini hal biasa buatku.

Kalau mereka bertanya kenapa aku pulang telat? Mudah, cukup bilang saja kalau aku berlatih membuat lagu di sekolah sampai malam atau keasikan membaca di perpustakaan. Hehe, karena itulah aku mengambil kelas tambahan mengarang lagu, sebetulnya sebagian alasa yang membuatku tetap bertahan di kelas itu hanyalah untuk menutupi waktu kerjaku ini. Dan supaya tidak terlihat terlalu mencurigakan, aku hanya bekerja di hari kelas tambahanku. Senin, Rabu dan Jum’at. Aku cukup cerdas bukan?

 

Begitu aku masuk ke café itu, seorang wanita datang menghampiriku “ So Eun-ah, kau datang juga, kupikir kali ini kau tidak akan masuk lagi “ sambut Go Ara. Go Ara adalah temanku di sini. Dia anak pemilik café ini, tapi dia juga ikut bekerja di sini. Anaknya sangat baik dan tidak sombong sekalipun dia anak pemilik café ini. Dia seangkatan denganku, sama2 kelas 10, tapi dia beda sekolah denganku. Dia bersekolah di South Art High School. Sekolah seni yang juga menjadi salah satu  sekolah favorit di Seoul. Karena, di sekolah itu juga ada banyak artis. Sama seperti di sekolahku, Seoul Star High School.

Aku langsung masuk ke dalam dan mengganti pakaianku. Setelah itu, Ara langsung menarikku ke salah satu meja di dekat jendela. Dia mengajakku duduk di sana. Berhubung café masih cukup sepi.

“ Aku yakin alasanmu datang telat lagi pasti karena hal yang sama dengan hari Senin kemarin. Iya kan?” tanyanya. Aku sudah menceritakan masalahku kepada Ara. Dan setiap mendengar ceritaku, dia selalu antusias dan selalu dengan berapi-api ikut memanas-manasiku untuk melawan fans Kim Bum. Dia hampir sama seperti Yoona, tapi bedanya dia tidak sefanatik Yoona masalah artis dan idola.

Ketika sedang asik bercerita, seorang pria datang membawakan dua cangkir cokelat “ Ini untuk 2 pelanggan setia yang manis “ ujarnya

“ Yong Hwa Oppa, kau kelewat romantis. Gomawoyo..” kata Ara dengan senyum manja. Jung Yong Hwa adalah sepupu Ara, dan sebelum bekerja di sini aku sudah mengenalnya setelah diberitahu oleh Yoona, kalau dia pacar teman sekelasku, Seohyun. Dia juga bekerja di sini dan bersekolah di sekolah yang sama dengan Ara, South Art High School. Dia punya sebuah band namanya C.N. Blue, tapi masih dalam tahap memulai debut.

Aku tersenyum dan menerima cokelat darinya “ Gomawo, Oppa” aku ikut mengatakan hal yang sama dengan Ara.

Yong Hwa Oppa membalas senyuman kami “ Baiklah, karena aku sudah berbaik hati membuatkan cokelat untuk kalian, aku ikut obrolan kalian ya. “ dia langsung menarik kursi di sebelah Ara. Kami pun asik mengobrol di sana

 

###################

 

Aku hanya bekerja sampai jam 7, setelah itu aku pulang. Biasanya aku sampai di rumah sekitar pukul  07.15, karena café milik Ara itu memang cukup dekat dari rumahku.

Orang rumah tidak heran melihatku pulang telat, mereka menyangka aku habis membuat lagu habis-habisan atau kelewat asik membaca buku di perpustakaan. Jadi santai saja.

Aku masuk ke kamarku. Kulihat Yoona sedang berbaring di atas kasurku sambil bertelponan dengan seseorang.

“ Ahaha, Oppa lucu sekali…” ujarnya sebelum menyadari aku sudah berada di kamar, ketika melihatku dia langsung menutup teleponnya “ Oppa, sudah dulu ya. Ya, ya nanti kutelepon lagi. Annyeong”

Aku tentu saja tidak perlu bertanya padanya siapa yang menelepon, pasti Kim Ki Bum. “ Ada apa lagi dengan pria itu?” tanyaku dan ikut berbaring di sebelahnya.

Aku melihat wajah Yoona memerah, dia langsung terduduk dan memaksaku untuk ikut duduk juga “ Eunnie, kupikir akhirnya dewi cinta yang paling beruntung sedang berada di pihakku” katanya

“ Memangnya kenapa?” tanyaku bingung

Dia memelukku dengan erat “ Hari minggu 1minggu lagi dia mengajakku kencan “ jeritnya.

“ Wah, Chukae Yoona, kau beruntung sekali, tapi kenapa harus menunggu 1 minggu lagi?” aku menepuk2 punggungnya

“ Kalau hari minggu ini dia latihan jadi tidak bisa” dia melepaskan pelukannya “ Aku sudah dengar tentangmu dari Shin Hye. Parah sekali nasibmu hari ini..” lanjutnya

Aku hanya cengar-cengir tidak jelas “ Tapi kalau aku jadi fansnya Kim Bum juga aku pasti akan marah sih” ujarnya

“ Ya, Im Yoona! Jadi kau juga ingin ikut mengintimidasi saudaramu yang manis ini?” tanyaku #So Eun kepedean, haha#

“ Tak apa kan? Aku ingin melihatmu terlihat bodoh saat ku intimidasi” jawabnya sambil menjulurkan lidah

Aku hanya mencibir “ Kenapa kau tiba-tiba ada di kamarku?” tanyaku untuk mengalihkan pembicaraan

“ Seperti yang kukatakan tadi, aku sdh tahu tentangmu dari Shin Hye yang tadi menelponku. Kau berpasangan dengan Kim Bum, dan aku yakin ada satu hal yang membuatmu tidak enak, yaitu buku2 Kim Bum yang belum kau ganti kan?” tanyanya.

“ Aku bisa mengurus itu sendiri. Kau tidak perlu khawatir” jawabku datar. Yoona hanya diam melihatku.

Benar apa yang dikatakan Yoona. Aku memang sedikit tidak nyaman sih karena hal itu. Tapi masalahnya, karena jam kerjaku sebentar dan hanya 3 hari dalam seminggu, uangnya baru terkumpul ¼-nya saja, dan kalau ditambah dengan tabunganku, itu baru memenuhi ½ nya saja. Ottoke? Apa aku harus mengambil jam kerja tambahan?

 

#################

 

2 minggu sudah aku membolos kelas tambahan. Waktu kelas tambahan kupakai untuk bekerja. Itu juga berguna untuk menghindari fans Kim Bum dan orangnya sendiri. Dan sudah 2 minggu ini juga akhirnya aku bisa merasakan kehidupan SMA yang cukup normal.

Pagi ini aku terbangun lebih pagi dari biasanya. Tapi entah kenapa kepalaku pusing sekali. Tubuhku juga terasa lemas. Apa mungkin aku kurang tidur? Sebetulnya tadi malam aku bekerja lembur dan pulang sampai jam 08.00 malam karena ada sebuah acara pesta ulang tahu yang diadakan di café Ara dan salah satu pegawai yang lain sedang sakit jadi aku menggantikannya. Pulangnya Yoona menyambutku dengan cemas karena dia baru saja diberi tahu Seung Ho kalau hari ini ada ulangan fisika dan ada tugas bahasa tambahan. Akhirnya terpaksalah aku mengerjakan tugas itu dan belajar untuk ulangan hari ini sampai jam 01.30 malam dan aku baru bisa tidur pukul 02.00 malam

 

Aku bercermin melihat diriku sendiri. Mukaku pucat. Ah, mana mungkin aku sakit. Aku sudah sering mengalami hal ini, pulang malam dan tidur malam. Mungkin hanya sekedar kurang tidur saja. Ya, pasti (?)

 

Aku bertahan selama kurang lebih 7,5 jam dari jam 07.00 pagi sampai 02.30 siang. Ya, aku masih mampu bertahan sekalipun aku hanya bisa terduduk dengan lemas di bangkuku sepanjang hari itu.

Saat jam pulang sekolah, Yoona dipanggil seniornya untuk membahas masalah kelas menari. Aku masih saja terduduk dengan lemas di bangkuku. Shin Hye yang duduk di sampingku melihatku dengan cemas “ So Eun-ah, kau tak apa? Mukamu makin pucat. Kau pulang duluan saja, nanti aku yang bilang pada Yoona kau pulang duluan, sebelum kau pingsan, lebih baik pulang saja, ya?” bujuk Shin Hye

Aku mengangguk lemas dan mengambil tasku. Ketika aku berjalan menuju pintu kelas, 3 orang senior perempuan datang masuk ke kelasku. Aku sudah tahu mereka, fans Kim Bum.

“Ya, Kim So Eun. Kenapa kau bolos kelas tambahan 2 minggu ini?” tanya salah seorang dari mereka yang begitu masuk ke kelasku hanya berjalan tepat ke arahku.

“ Apa kau takut? Atau sudah merasa hebat?” tanya yang lain

“ Kau tahu tidak? Kau sudah membuat Oppa kami kerepotan. Sudah 2 kali dia dimarahi Bu Ji Hyo terus karena tidak ada kelompok. Kenapa kau tidak masuk 2 minggu ini?”

Aku tetap diam. Aku benar-benar tidak punya tenaga untuk melawan kata-kata mereka. Lalu Shin Hye langsung maju ke depan dan berdiri di antara aku dan senior2 itu “ Miyanh, Sonbae, tapi bukankah tidak sopan mencari ribut di kelas lain?” tanyanya

“ Hei, kau Shin Hye, kau merasa hebat hanya karena kau ketua fans club Kim Bum dan Geun Suk? Kau itu masih bocah, masih junior, harusnya kau hormat kepada kami seniormu” balas mereka

tiba-tiba Ji Yeon langsung masuk ke kelasku diikuti oleh Seung Ho “ Kalau sikap kalian terus seperti ini, kalian sama saja dengan kami yang junior sikap kalian sudah kekanak-kanakan untuk ukuran senior dan penggemar” ujarnya langsung berdiri di samping Shin Hye

“ Ya, Park Ji Yeon! Sudah cukup! Lebih baik kita pulang saja, tidak usah lagi mencari masalah” bujuk Seung Ho. Sebulan sekelas bersamanya sudah cukup untukku mengetahui kalau dia cinta damai, itu terbukti saat kelas kami berkelahi dengan kelas 11 karena masalah perebutan lapangan bola saat jam olahraga, Seung Ho tidak ikut dan dia justru mendamaikan kelas kami dan kelas 11. setiap ada yang bertengkar juga pasti selalu dia yang terlihat paling risih tapi tidak mau ikut campur.

“ Kau diam saja Seung Ho, mulai sekarang So Eun adalah anti fans Kim Bum dan berada di bawah pemerintahanku, tidak akan kubiarkan orang2 seperti mereka mengganggu rakyatku (?)” jawab Ji Yeon. Ya, Park Ji Yeon, sejak kapan aku bergabung dengan klub anti fansmu? Tanyaku dalam hati

Setelah itu Ji Yeon dan Shin Hye sibuk berdebat dengan ke-3 senior itu. Sedangkan Seung Ho berusaha melerai mereka. Suara2 mereka yang berisik membuatku tambah pusing dan lama kelamaan suara mereka terdengar seperti dengungan yang tidak jelas.

Aku kesal dengan suasana ini. Sampai akhirnya aku tak tahan dan aku menggebrak meja

“ CUKUP!” teriakku dengan seluruh tenagaku yang hampir habis, tanpa menyadari kehadiran seorang pria di depan pintu kelasku.

 

Kim Bum POV

Sudah 2 minggu gadis itu tidak terlihat. Ah, tidak dia bukan gadis, dia setan. Selalu saja membuatku kerepotan. 2 kali aku dimarahi oleh Bu Ji Hyo hanya karena ketidak hadirannya yang tidak penting itu. Aish, padahal sebetulnya tugas ini bisa saja kukerjakan sendiri, tapi hal ini juga gara2 guru sialan itu. Kenapa harus kerja secara berpasangan dan kenapa aku harus berpasangan dengan si setan itu?

“ Sudahlah, Bum, daripada kau terus menggerutu tidak jelas seperti itu, cari saja dia ke kelasnya.” Saran Min Ho. Tidak ada salahnya, aku pun langsung berjalan menuju ke kelasnya.

Sampai di depan kelasnya, aku baru saja mau berteriak memanggilnya, tapi aku mendengar suara yang sudah tidak asing bagiku berteriak “CUKUP” diikuti gebrakan meja yang cukup keras bunyinya.

Aku kaget melihat si pemilik suara yang juga menggebrak meja itu ternyata adlah si setan yang kucari. Sebetulnya aku sudah pernah melihatnya berteriak, tapi yang membuatku kaget adalah, keadaannya. Wajahnya putih pucat dan dia terlihat sangat lemas. Apa dia sakit?

Aku melihat di situ juga ada Shin Hye, Ji Yeon dan teman prianya dan 3 anak kelas 12-D. mereka hanya terdiam dan hanya memperhatikan Kim So Eun dengan terkejut. Aku melihatnya hampir jatuh, buru2 aku berjalan ke arahnya –tapi tetap dengan raut muka tenang- dan menangkap tangannya

“ Kim So Eun” ujarku berusaha bersuara sedatar mungkin. Yang lain hanya tercengang melihatku berada di sini. Sedangkan setan itu hanyaa menatapku dengan tatapna biasa, tidak terkejut sama sekali.

Aku menariknya, membawanya keluar kelas. Dia hanya mengikutiku dengan lemas. Aku tidak mengambil langkah terburu-buru seperti saat dia menumpahkan jus wortel ke bukuku. Aku takut kalau dia pingsan. Sekali pun sebetulnya aku sangat ingin memarahinya saat itu, tapi kutahan. Aku tidak tega juga melihatnya pucat seperti itu.

Tiba-tiba dia langsung memberontak dan menghentika langkahnya, aku berhenti dan berbalik menatapnya “ Kau diam dan ikut saja” ucapku dingin dan menariknya lagi

Tapi dia segera menghentikan langkahnya lagi, tidak mau mengikutiku “ Menurutmu kau siapa bisa menarikku ke mana pun sesuka hatimu?” tanyanya

“ Kau bersalah karena…..” belum sempat aku melanjutkan kata-kataku, dia langsung memotongnya dengan berteriak “BERSALAH? APA MENURUTMU SELALU AKU YANG SALAH?! HANYA KARENA AKU MENUMPAHKAN JUS DI BUKUMU DAN BELUM MENGGANTINYA SAMPAI SEKRANG, HARUS AKU YANG SELALU BERSALAH? 2 MINGGU AKU TIDAK MASUK PUN AKU YANG BERSALAH, MENURUTMU BEGITU?” teriaknya. Aku sangat bersyukur kami berada di koridor sepi. Setelah itu aku melihatnya terengah-engah seolah telah menggunakan seluruh tenaganya dan kulihat wajahnya bertambah pucat

Dia melepaskan tanganku dengan kasar dan berjalan meninggalkanku. Aku hanya diam melihatnya.

Aku terus memperhatikannya tanpa menyadari Kim Joon kini sudah berada di sampingku “ Ya! Apa lagi yang kau lakukan padanya?” bentaknya.

Aku kesal. Jauh lebih kesal dibanding sebelumnya. Aku pun balas berteriak “ MANA KU TAHU!” dan berjalan meninggalkan Kim Joon

Sial. Di saat begini, kenapa harus ada 2 setan di dekatku?

 

End Kim Bum POV

Kalau kalian jadi aku, apa yang akan kalian rasakan setelah meneriaki orang yang kalian benci? Senang, lega, aku yakin. Tapi tidak denganku. Kepalaku tambah pusing dan berat. Keadaanku hari ini sedang tidak sehat, dan aku berteriak 2 kali dan menggebrak meja sekali, padahal sejujurnya untuk mengatakan sepatah kata saja sudah sangat sulit untukku. Aku berjalan pulang ke rumah pun dengan susah payah. Sekalipun Kim Joon Sonbae menemaniku pulang sampai ke rumah, dia sebetulnya memaksaku untuk diantarnya menggunakan motornya, tapi aku tidak mau. Akhirnya dia memaksaku untuk membiarkannya menemaniku pulang. Aku tidak punya tenaga lagi untuk melawan, jadi kubiarkan saja.

“ Sampai di sini saja Sonbae, rumahku sudah dekat, tinggal 3 rumah lagi, Sonbae tidak perlu cemas” kataku ketika kami sampai di belokan menuju ke rumahku.

“ Kau benar tidak apa-apa kalau tidak kuantarkan? Aku takut kalau kau tiba-tiba pingsan” jawabnya dengan raut wajah khawatir.

Aku tersenyum lemah “ Tidak akan, rumahku kan sudah dekat, Gomawo Sonbae, sudah mengantarku” aku pun berjalan meninggalkannya

Aku berusaha jalan lurus dan tidak oleng. Aku tahu Kim Joon Sonbae belum pergi dari belokan itu, mungkin ingin memastikan kebenaran kata-kataku yang berjanji padanya untuk tidak pingsan. Aku tidak ingin membuatnya khawatir. Dia sudah sering menolongku, itu sudah cukup, jangan sampai aku merepotkannya.

Aku berhasil sampai di rumah. Ternyata sedang tidak ada orang di rumah. Aku langsung naik ke kamarku. Aku melemparkan tasku dan langsung merebahkan diri di tempat tidurku dan tertidur.

 

Aku terus saja tertidur sampai jam 10.00 malam aku terbangun. Aku baru sadar masih mengenakan baju sekolah, jadi aku ganti baju dulu. Setelah itu aku tidur lagi. Sekalipun tidur selama itu, aku melakukan 1 kesalahan fatal. Aku sedang sakit tapi tidak makan malam sama sekali. Alhasil, ketika pagi harinya aku bangun, keadaanku sama saja dengan kemarin. Justru kali ini tambah pusing. Dan untuk yang pagi ini, aku yakin kepalaku tambah pusing karena kebanyakan tidur (?) # susah amat ya, kemarin kurang tidur, hari ini kebanyakan tidur, kasian Onni… =_= #

Tapi tetap saja dengan nekad, aku sekolah hari ini. Ini hari Jum’at dan hari kerjaku, aku tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini. Ini hari terakhirku bekerja, karena uangnya sudah terkumpul dan sudah cukup jika ditambah dengan hasil kerja hari ini. Ya, Kim So Eun, kau harus berusaha sedikit lagi. FIGHTING! Ucapku dalam hati untuk menyemangati diriku.

Yoona yang melihat keadaanku sebetulnya sudah memaksaku untuk tidak sekolah hari  ini, tapi aku yakin hari ini saja, pasti aku sanggup, karena hari ini pulang sedikit lebih cepat daripada kemarin. Hari ini pulang jam 01.00 siang, kemarin yang pulangnya saja jam 02.30 siang aku bisa tahan, jadi pasti hari ini aku bisa lebih bertahan (?)

Kata-kataku terbukti benar. Aku bertahan sampai jam 01.00 siang #HORE! Onni hebat!# dan langsung pergi ke tempat kerjaku. Sekali lagi, aku membolos kelas tambahanku. Aku cukup yakin, kali ini pasti akan ada masalah lagi. Tapi, terserah, aku tidak peduli. Aku sedang malas  berpikir sekarang.

Karena ini hari Jum’at, hari di mana pelanggan tidak terlalu ramai, kupikir akan aman2 saja. Berarti hari ini aku tidak akan terlalu kelelahan. Tapi, yang benar saja, apa semua orang di dunia ini sangat suka menyiksaku? #aku sbtlnya enggak tega juga sih, nyiksa So Eun Onni, tapi emang hobiku untuk nyiksa orang –diiringi ketawa kayak kuntilanak- jadi aku sih seneng2 aj bisa nyiksa So Eun Onni, kan jarang2 bisa nyiksa artis? Hehehe –just kidding, piisss ^_^ -# kenapa harus ramai waktu aku sedang sakit sih? Dengan amat sangat terpaksa,  akhirnya aku harus bekerja ekstra keras.

Sampai akhirnya jam 05.00 sore, ketika aku sedang mengantarkan pesanan, pandanganku mulai kabur dan aku menjatuhkan nampan yang sedang kubawa. Alhasil, nampan yang ada piringnya itu jatuh dan pecah membuat seisi café itu kaget. Ara langsung datang menghampiriku.

“ Ya, So Eun, kau tidak apa-apa?” dia memegang dahiku “ Astaga, badanmu panas sekali, kenapa tidak bilang saja sih kalau kau sedanng sakit? Kau harus istirahat” Ara mulai mengomel sementara Yong Hwa Oppa langsung datang menghampiri kami dan membereskan pecahan piring yang tadi kujatuhkan.

Saat itu, pintu café terbuka dan seorang pria masuk ke dalam, dia hanya menatap tepat ke arahku dengan seribu ekspresi. Marah, khawatir, cemas, lega dll. “ Kim So Eun” ucapnya dengan nada yang sama setiap dia memanggilku, datar.

Pandanganku langsung menghitam dan aku terjatuh. Hal terakhir yang kudengar hanyalah teriakan orang2 dan teriakan Ara dan orang itu memanggil namaku.

 

 

TO BE CONTINUED

 


Haha, halo! (melambai-lambai kayak orang mabuk)

Sebelumnya aku mau minta maaf, cerita ini telat ku kirim. Sebetulnya udah selesai dari 2 hari yang lalu, tapi baru inget hari ini ngirimnya. Makanya di awal tadi gk ada kata sapaan yang hangat dari author yang manis ini –tersipu- gila mode on- biar langsung to the point aja, sebelum readers ngamuk-hwehehe-. Di Story 3 aku nambahin 2 cast tambahan lagi, Go Ara dan Jung Yong Hwa. Maaf ya kalau ada yang bosen karena cerita ini kebanyakan cast. Soalnya aku seneng sih banyak pemain, jadi rame kayak pasar gitu. Kan asik, hehehe……tapi akhrinya semua cast yang kusebutin di Synopsisnya keluar semua. HORE! –nari-nari gaje bareng bocah malam natal (?) –

Dan seperti biasanya, tolong tinggalin komentar, kritik dan saran ya..!! makasih banyak buat yang mau nungguin ini ff gaje beserta authornya yg gk waras. ~haha~

See you next Story! Gomawo All! ^^

Tags: , , , , , , , , , , , , ,

About bumssoindo

We are fanbase of BUMSSO (Kim Bum and Kim So Eun) from Indonesia

25 responses to “Memories In Christmas Eve (Story 3)”

  1. wie says :

    ah seru2…
    siapa yang manggil so eun???

    kayany kim bum ya???

    ah…. lanjutannya jgn lama2 ya…😀
    ya ya…

  2. RiriAngels says :

    Akhir.a Bisa comment (n.n) *coz di part 1-2 g bs*
    Ahhhh sumpah
    Ni FF kereeeeeen bgt Cerita.a Baguus xD
    Next part.a jgn lamalama ya hehe
    Ngomg2 thor jgn sering2 nyiksa eonnie saya nnt author saya siksa mau?
    #plak haha

  3. dhiyah says :

    Siapa yg mNggil q ???!!! *d pLototin 5 author y* ehm , , mksud y kim so eun . . .
    hehehehe

    cpet d post part sLnjut y , , & jngan smpai Lpa Lgi OK !!!

  4. krista says :

    seru seru seruuuu .. di tunggu kelanjutannyaa !!
    penasaraann bgt .. jgn2 lama2 ya !🙂

  5. Danish Ashley Eun says :

    hahahahahahaah ……. seeeeennaaaagg

    akhirnya keluar jg part 4 nya ……. keeerreeennn
    makin penasaran ne ,,, makin panas aja ceritanya

    yaaaahhhh ….. d tunggu part selanjutnya author
    jangan lama2 …. gomaw

  6. Niiz says :

    Cerita yang rumit.
    Jangan.jngan cowok mlam natal itu kim joon*sotoy* smoga bukan >..<

  7. hanadiah says :

    haha, author seneng main dipasar ya? *plak
    aku juga seneng kalo castnya banyak, lebih berasa gitu (?)
    part selanjutnya jangan lama lama ya ya ya ya
    *ditimpuk author sama mates se wordpress krn bawel*

  8. Chiby says :

    Wow. . . Mkin seru. . . N makin panas antara kimbum n so eun na. . . . . . . . . Lanjut chinggu. . . . Q tnggu. . .

  9. vanka says :

    dtnggu next part nya.. GPL…

  10. rosiyani 'oci' says :

    seruuuu aishhh.. suka suka.. hhi…
    aishhh bum tuh kenapa sih ga bisa sopan dikit ma eunnie. hhu…
    awas aja kalo dia ampe masi marah2 tar kalo eunnie bisa balikin bukunya lg… ikut marah aku tar..
    tambah kesel lagi ma fansnya bummie. parah yg punya urusan eunnie ma bummie napa yg lbh sewot itu fans2nya. hufffttt… fans aneh ini mah.

    wahhh author keren dah. ayo ditunggu lanjutannya. jgn lama2 ya🙂

  11. eli says :

    seru, seru… salut ma euni,kim bum jgn marah2 mulu dong.
    tgu part sljtnya

  12. Putri says :

    Chingu makin seru ajj crita’a. . .
    Kasian s0eun d siksa trus . . .
    Gx sbr bwat bCa lanjuTan’a. .
    Jngan lma” ea cHingu lanjuTan’a. . . .

  13. Sary aj0w says :

    Huwahaha…dikaw mang auth0r brbakat..(auth0r salting dah!)..hmm aQ YAKIN Ank lelaki 0mp0ng mlm natal bkan ‘pria’ itu adalah Bummie..aQ akan tgu smpe bum liad kalung s0 eun,wekeke..(kalu dugaanQ salah,hrap auth0r gnti critanya,hahaha..plaaakk)

  14. Rara says :

    Ceritanya bagus dan seru..
    Ayo aouthor,lanjutannya jangan lama”! Fighting! ^^

  15. rini says :

    wah tambah seru neh ,,
    siapa ya yg dtang?? pasti kimbum
    kasian bngt soeun kerja keras bwt gantiin bku,a kimbum.
    mudah”an aj kimbum,a sadar tu n gk mrah” ge ma soeun,,
    lanjutan,a jgn lma” ya,,

  16. pucha says :

    annyeeeoonggggg author…..
    sebelumnya mau minta maaf dulu ah,,udh lama ngk main ke blog ini,,trnyata udh byk bgt ffnya dan saya baru comment di part ini hehehe *bow

    wuaaaaaaa makin seru ceritanya…
    hadew kim bum tega amat yah sama soeun,,udah kyk renternir ajah minta bukunya,,pake acara sandera loker soeun lagi,,tapi berarti kim bum buka2 loker soeun dunk kok sampe tau ada pembalut di loker dan di balikin ke soeun lagi wkwkwkwk..

    tapi akhirnya kim bum bertindak juga liat soeun di siksa ma fans2nya *go bummie..!!!
    eh tapi knp gw ngerasa bocah di masa lalunya soeun itu kim joon yah??*bener ngk author??noel2 authornya hehhe

    ayo2 cepet2 di update yah,,kl perlu ngetiknya lgsg pk gigi 5 *tancap gas,,* biar cpt di post heheh
    gomawo
    _bow_

  17. Mii-kun says :

    Seru bgt deh FF nya author ^^…..

    Kasian bgt SoEun mesti kerja keras buat ganti bukunya KimBum….. (-‘_’-) KimBum kayak rentenir, nagih mulu……*plakkk*

    Pasti yg manggil SoEun itu KimBum…….wkakakak *sok tau*

    ASAP yaa author part selanjutnya~

  18. dini ramadhani says :

    waduh kasian bgd so eun digangguin trs ma fans2 kim bum
    haiyyah so eun menghilang kim bumnya kangen tp berusaha bo’ong ma dirinya sendiri hahahahh
    wah siapa ya yg tiba2 datang waktu so eun pingsan?hohohoho
    ditungu part berikutnya

  19. Viqa_BumsSoeulindo says :

    wah seru !!!!!!!!!!!!!!!!

    ku suka, ,hahahaha

    wah yang jadi memory so eun tntang cowo di malam natal itu kim bum oppa kan, ,haha

    namanya aja bumppa ~sotoy~

    haha banyk bacot,LANJUTTTTTTTTTTTTTT ??????????

  20. Atin says :

    Aq baru bs ol langsung nyari nee ff,authornya ramah cih mo nerima saran jd seneng dech.sk liat chae won ma ilwoo..pngen adegan romantis mereka.,lho??Hehe ah ada song ji hyo jg,keren.
    So eun kacian bgt..authornya jngn kejam2 donk,kacian tu kembaran saya *reader ga tau diri* haha
    Kim bum ayo tolong eonie.. *heboh ndiri teriak2*

  21. Indah_ELF says :

    So eun pingsan ky’y ntu yg d’dpan pntu cafe kim bum dech .penasaran d’tungu part selanjutnya

  22. Ina BeQi Soeulmates says :

    waaaaaaaawwwwww waaaaaaww
    soeun sakit???? huwaaaaaa maksain diri bner dah so eun,, istirahat dlu atuh..
    yg manggil pasti mbum nih..hehehe
    lanjuuuttttt
    makin seruuuu

  23. SintiaBumsso/@SintiaBumsso17 says :

    Kereeen bangett thor hehe😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: