One In A Million part 4

Author : AndinaDes

Main Cast : Kim Bum, Kim So Eun

Cast : Kim Ki Bum, Im Yoona, Jang Geun Suk, Park Sin Hye, Lee Min Ho, Lee Min Jung, Kim hyun Joong, Yoon Eun Hye.

Genre : Romantic, Friends

Type : Sequel

 

Annyeong, wuih udah nyampe part 4 aja. Gimana readers makin berhasrat buat bacanya kah??

 

 

PART 4

 

 

Kim Bum memakirkan mobilnya. Ia sudah sampai di apartemen teman Ki Bum. Langsung saja ke roof top, begitu pesan Ki Bum. Kim Bum langsung pergi keatap. Disitu Ki Bum sedang berdiam diri di sofa. Padahal cuaca sedang panas.

“aku sudah sampai, apa yang ingin kau lakukan dengan ku?” Kata Kim Bum, langsung nyerocos.

“santai lah dulu disini. Ini, temanku mengirimkan hasil fotonya ke hapeku. Kau pasti suka jika melihatnya.”kata Ki Bum sambil memberikan handphonenya ke Kim Bum.

Kim Bum langsung duduk di sofa dan melihat – lihat foto yang ditujukan kakanya.

“wah, sial dia bisa mengambil gambar ini dengan bagus sekali” kata Kim Bum. Ia tersenyum, entah mengapa ia langsung bersemangat.

“nah, lihat. Kau tersenyum kan? Beda dengan mukamu saat baru datang tadi… kau hanya perlu menambah kegiatan untuk melupakan dia bum.” Jelas Ki Bum.

“iya, benar. Aku jadi semangat. Wanita seperti dia tidak bisa membatasi kehidupanku.” Ujar Kim Bum sambil tersenyum semangat.

“lalu, sudah ada ide untuk melupakan dia? Kau tidak boleh terpaku dengan wanita seperti dia. Bukan berarti kau harus mencari penggantinya sekarang. Hanya saja, kau harus, harus melupakan wanita sial itu dan mencari yang jauh lebih baik…” Ki Bum memberi nasihat.

“entahlah, aku bisa melakukan banyak kegiatan. Tapi jika untuk mencari penggantinya… aku tak tau, mungkin aku akan mencoba mengerti wanita, atau mencoba mencari wanita yang lebih baik dari Min Jung..” jelas Kim Bum.

“haha untuk apa kau membuat rencana seperti itu. Untuk apa kau mencari wanita yang jauh atau apalah, sedangkan ada seseorang yang aku yakin dia jauh lebih baik dari Min Jung. Dan dia berada di dekatmu…” ujar Ki Bum.

“ha? Apa maksudmu….?” Tanya Kim Bum.

Ki Bum hanya diam, “ah aku lupa, temanku menitipkan jemuran ini. Akan aku angkat sekarang saja…” Ki Bum pun mengangkat jemuran baju temannya itu.

Seseorang yang ada di dekat ku… apa sih maksud Ki Bum, siapa yang berada di dekatku…

“Tak usah kau pikirkan, nanti juga kau akan merasakannya….”ujar Ki Bum yang masih menurunkan jemuran.

Kim Bum hanya tersenyum simpul. Siapa sih yang dimaksud Ki Bum. So Eun kah? Hah kenapa tiba – tiba aku memikirkan dia….

“hey, ayo kita berlari… berlari menuju bukit itu. Untuk melepas penat dan sekalian olahraga. Aku juga ingin tau kekuatan lariku batasnya seberapa. Aku sudah lama tidak lari…” ajak Ki Bum.

“apa? Lari.. hem boleh juga. Aku juga ingin mengeluarkan keringat..” kata Kim Bum.

Dan jadilah mereka berdua berlari, mereka saling mengejar. Tidak ada tampang lelah dari muka mereka. Justru mereka berdua saling tertawa.

 

***

“aku tak menyangka, akan seperti ini kejadiannya So Eun. Terakhir kau cerita kepadaku. Kau bilang kalian sudah membicarakan tentang pernikahan…” kata Yoona setelah mendengar yang dikatakan So Eun.

So Eun diam. Ingin menangis namun di tahannya. Ia tidak ingin terisak lagi. Sekilas ia kembali ke masa lalunya. Ia kembali ke masa ketika ia mengantar Lee Min Ho ke airport untuk keberangkatannya ke Amerika.

FLASH BACK

Frankfurt Airport, German.

So Eun hanya diam. Sepanjang perjalanan ia menyetir dengan pikiran kemana – mana. Apa yang sedang di katakana kekasihnya pun tidak ia dengar sepenuhnya. Sampai mereka sampai dan sudah berada di Airport pun So Eun hanya diam.

“kau, kau khawatir ya dengan kepergian ku ini?” Tanya Min Ho kepada So Eun. Ia sadar dengan diamnya So Eun sepanjang perjalanan. Namun ia belum mau menanyakannya saat dimobil tadi.

So Eun hanya diam. Tersenyum simpul.

Melihat gelagat So Eun, Lee Min Ho pun memeluknya erat.

“jangan takut So Eun-ku. Dimana pun aku berada, tidak perduli seberapa jauh jarak tempat kita. Kau, akan selalu di hatiku. Saranghaeyo, So Eun-ku…”ucap Min Ho dengan nada penuh arti.

Mendengar ini So Eun senang namun hatinya juga terluka.

“2 tahun Min Ho, 2 tahun kita berpisah, dalam 2 tahun bisa terjadi apa saja. Apa saja…”ucap So Eun dengan nada menahan tangis.

“dan dalam 2 tahun itu pun aku bisa memastikan. Kita akan baik – baik saja…. So Eun-ku…”

FLASH BACK END.

“ya? Ya? So Eun? Ya? Kim So Eun?” Yoona melambai – lambaikan tangannya di depan muka So Eun.

So Eun yang baru kembali ke alam sadarnya hanya melongo.

“ya So Eun kau melamunkan apa? sudah jangan melamun. Hey aku pulang dengan Ki Bum ya. Kami berjanji untuk bertemu di Maxim Coffee Shop. Kau tak apa kan pulang sendiri?” Tanya Yoona.

“mwo? Kenapa” Tanya So Eun kaget.

“aish kau ini melamun ya tadi, tidak lihat Ki Bum menelfon ku untuk mengajak bertemu?”

“oh, begitu. Hem yasudah…. Aku bisa kok sendiri…” ujar So Eun.

“kau benar – benar tak apa  – apa kan? Jangn lupa untuk mengambil handphone mu ya… sampai ketemu lagi….” Salam Yoona sambil beranjak dari kursinya.

Tak lama So Eun pun membayar bill restoran, namun ada yang aneh dalam benaknya.

Sial Yoona tidak membayar makanannya, aku kan yang membayarnya….

So Eun pun langsung menuju ke toko hape untuk mengambil hapenya. Sehabis itu ia langsung menuju parkiran mengambil mobilnya. Ia menyetir dengan banyak pikiran di benaknya. Tetapi hanya 1 orang penyebabnya.

FLASH BACK

So Eun baru pulang dari kampusnya, ia berjalan kaki menuju apartemennya. Saat ia sedang jalan ia tertarik dengan 1 buah majalah. Saat ia membelinya dan membuka halaman pertama. Ia shock. Ia tak tau lagi apa yang harus ia lakukan saat membaca judul suatu berita di majalah tersebut..

So Eun diam. Susah payah ia menahan tangisnya. Dengan cepat ia membayar majalah itu dan berlari menuju apartemennya. Sampai apartemen pun ia tidak memberi salam kepada Ibunya yang sedang menelfon diruang tengah. Ia langsung masuk ke kamarnya, mengunci diri. Ibunya sempat mengetuk pintu kamarnya menanyakan ada apa dengannya. So Eun hanya menjawab ia sedang tidak enak badan.

So Eun duduk di tepi kasurnya, sekali lagi dengan perlahan ia menatap majalah yang baru ia beli. Dengan takut dan tangan gemetar ia ingin membuka majalahnya lagi. Ingin membuat kesempatan kalau apa yang ia lihat tidaklah benar. Apa yang ia liat salah, atau mungkin matanya sudah terkena silinder atau minus mungkin.

Namun, ia tidak bisa merubah keadaan. Apa yang telah ia lihat memang benar adanya. Ia jatuh dari kasurnya. Tak sanggup menerima keadaan seperti secara mendadak. Dadanya bagaikan teriris. Ia tak tau harus apa. Dengan gemetaran ia mendial sebuah nomor.

“hallo, dayua.bitte People-Magazin sehen Sie heute.” (hallo, dayua. Tolong kau lihat majalah PEOPLE sekarang). Kata So Eun dirinya masih terisak.

Dayua, sahabat baik So Eun dari di Jerman karena kaget mendengar suara So Eun langsung mengambil sebuah majalah dan membuka halaman pertamanya. Ia kaget bukan kepalang saat ia membaca judul sebuah berita utama majalah itu.

“So Eun…. Ini….” Dayua tak bisa berkata apa – apa. Dirinya masih terpaku saat membaca judulnya.

EKSEKUTIF MUDA LEE MIN HO TERTANGKAP TIDUR DENGAN PUTRI DUBES KOREA DI AMERIKA, YOON EUN HYE. DI LOS ANGELES, AMERICA.

FLASH BACK END.

So Eun merasakan sesak di dadanya ketika mengingat kejadian itu. Sakit sekali.

Ah sial mengapa dada ku sakit, sudah – sudah… Min Ho tolong pergi dari kehidupanku..

Tak terasa So Eun sudah sampai gedung parkir apartemennya. Tiba – tiba…

TINNNNNNNNNN

Suara klakson sebuah mobil berbunyi. So Eun kaget dengan reflex ia menginjak pedal rem-nya. Ternyata saat So Eun melamun, dan tidak melihat ada mobil yang ingin keluar. Kepala So Eun terhantuk ke setir mobil. Namun So Eun sadar mobilnya sudah terlanjur “mencium” mobil di depannya. So Eun kaget dan merasa bersalah.

“aish, bodohnya aku ini, mengapa melamun…” kata So Eun sambil mengelus kepalanya yang kesakitan.

Tak lama pintu mobilnya ada yang mengetuk dan saat So Eun menoleh ia sangat kaget. Ternyata mobil yang ia tabrak adalah mobil……

***

Sementara itu di sebuah kantor di kota Frankfurt. Seorang pria sedang memaki kepada seseorang.

“was? Ich könnte noch weitere 2 Monate?.” (apa? Aku baru bisa pergi 2 bulan lagi?) Min Ho kaget dengan pernyataan Maria sekertaris –nya bahwa Min Ho dilarang oleh atasannya untuk pergi keluar Jerman.

“Ja, Sir. Direktur mengatakan bahwa anda tidak boleh pergi keluar Jerman. Peresmian proyek akan berlangsung sekitar 1 setengah bulan lagi. Jadi anda harus berada di Jerman selama 2 bulan.” Terang Maria. Ia sedikir ngeri dengan mimik muka bosnya itu.

“tapi aku sudah menyelesaikan proyek yang di Amerika kan. Atasanku yang di Amerika mengatakan aku bebas dari proyek apapun jika mau menyelesaikan proyek disana” Min Ho masih tidak bisa menahan emosinya.

“benar tuan. Tapi, anda seharusnya masih 8 bulan lagi di Amerika. Alasan anda di pulangkan dari Amerika itu karena anda diperlukan untuk mengerjakan proyek di sini.” Terang Maria dengan sabar. Ia sudah hafal bagaimana tabiat atasannya ini jika sedang emosi.

“apa – apaan ini. Tidak ada konfirmasi sebelumnya…” kata Min Ho. Ia sangat benci dengan sesuatau yang dijalankan seenaknya.

“maaf tuan. Masuknya tuan di proyek ini sangat tiba – tiba. Proyek ini sangat bagus. Jika tuan berhasil menjalankannya. Saya yakin tuan akan mendapatkan promosi yang lebih tinggi lagi.” Jelas Maria.

“tiba – tiba bagaimana? Aku tertarik untuk menjalani ini pun tidak…” jelas Min Ho. Ia muak dengan semuanya.

“kata Direktur, Putri Dubes Korea di Amerika yang meminta agar tuan di libatkan dalam proyek ini.    Nona Yoon Eun Hye, tuan.” Kata Maria.

“APA? YOON EUN HYE?”

***

“OMO?!” So Eun kaget bukan main ketika tau mobil siapa yang ia tabrak. Dengan cepat ia turun dari mobil. Ia benar – benar tak menyangka. Hari ini ia akan sangat sial. Ia menabrak mobil tetangganya sendiri. Ia menabrak mobil Kim Bum.

Kim Bum langsung marah ketika tau mobilnya ditabrak. Dan ia juga kaget ketika tau dengan siapa mobilnya “dicium”.

“YA?! Aish kau ini ada – ada saja. Kau ini bisa bawa mobil tidak?! Aku sudah mengklakson mu dari jauh. Aish benar – benar amatiran….” Kim Bum nyerocos tanpa ampun. Ia kesal, benar – benar kesal.

So Eun yang awalnya ingin minta maaf, mengurungkan niatnya. Ia jadi kesal karena orang ini mengatainya amatiran. Dia tidak suka dibilang begitu, ia sudah bisa menyetir sejak SMP, enak saja dibilang amatiran.

“kau ini kasar sekali. Aku tau aku salah, aku berniat minta maaf tadi. Tapi kelakuanmu itu, cih tidak pantas aku minta maaf…..” So Eun juga kesal.

“hey dasar, kau ini bukannya minta… aish, itu kepala mu mengeluarkan darah…” sahut Kim Bum panic.

“hah? Oh, ini…. Mungkin karena tadi kepalaku menghantuk ke setir… “ ujar So Eun datar.

“aish benar – benar kan kau ini..” dengan reflex Kim Bum ingin mengusap kepala So Eun namun tidak jadi karena So Eun menghindar. Suasana menjadi canggung. Mereka terdiam.

“mianhe.. aku reflex…” kata Kim Bum  malu.

“ mianhe, tentang mobilmu kau bawa ke bengkel saja. Nanti kwitansinya kau beri padaku..” ujar So Eun sambil meringis. Ia baru merasa kesakitan.

“ah sudahlah, tak usah kau pikirkan. Lebih baik kau pulang dan obati luka di kepalamu…”kata Kim Bum dingin. Lalu ia kembali masuk ke mobilnya dan pergi meninggalkan So Eun.

“aish dasar orang itu…” So Eun menggerutu.

***

Di Maxim Coffee Ki Bum dan Yoona sedang membicarakan sesuatu. Dan tiba – tiba Ki Bum merasa canggung ia ingin membicarakan suatu hal namun seperti malu mengungkapkannya.

“ya, Ki Bum? Kau baik – baik saja?” Tanya Yoona.

“aku baik – baik saja, namun, emh… Yoona. Ingat ketika aku menyinggungmu tentang pertunangan?” Tanya Ki Bum ragu.

“oh, hmm ya aku ingat.” Yoona jadi ikut canggung.

“hem, Yoona, aku serius dengan itu. Aku ingin kita lebih serius lagi. Ayo, kita bertunangan, ya?” ajak Ki Bum sambil menggenggam tangan Yoona.

“Ki Bum, ehm aku takut…” ujar Yoona lemas.

“takut, takut apa?” Tanya Ki Bum mukanya penasaran.

“aku taku. Bagaimana jika kita sudah tunangan namun kita putus di tengah jalan. Aku takut dengan reaksi orang nanti. Bagaiman dengan keluargamu dan keluargaku. Aku malu…” ujar Yoona kepada Ki Bum.

Mendengar itu Ki Bum tersenyum dan mukanya langsung terlihat serius.

“Yoona, dengar aku. Lihat mataku… kita sudah menjalani ini selama 3 tahun. Pertunangan ini untuk membantu kita ke jalan yang lebih serius lagi. Ingat dulu aku janji akan menikahimu? Dan tidak akan berpaling ke wanita lain. Aku serius… aku tidak akan melakukan itu karena… karena aku cinta padamu…” jelas Ki Bum.

Keduanya malu, namun muka mereka terlihat cerah dan merona.

“Yoona, kita bertunangan ya?” ujar Ki Bum. Mukanya yakin dan ia menggenggam tangan Yoona dengan sangat erat.

“baiklah, Ki Bum…” ujar Yoona sambil tersenyum.

Tak lama setelah itu mereka melanjutkan perbincangan mereka yang lain dan tiba – tiba Ki Bum..

“So Eun temanmu, apakah dia sudah punya kekasih?” Tanya Ki Bum tiba – tiba.

“tidak untuk saat ini, memang kenapa?” Tanya Yoona sambil menikmati vanilla latte-nya.

“entah kenapa aku merasa, dia adalah pasangan sejati Kim Bum…” ujar Ki Bum dengan santainya.

“hah? APA?!”

***

“Maria, bisakah kau membantuku mencari tau dimana Yoon Eun Hye sekarang?” Min Ho masih panas suasana hatinya.

Setelah ia mendapatkan alamatnya, Lee Min Ho langsung menuju tempat dimana Eun Hye berada. Diskotik, foya – foya. Memang cocok untuk tempat wanita licik sepertimu Eun Hye.

Tak lama setelah Min Ho sampai, ia langsung dapat menemukan Eun Hye. Ia sedang berjoget dengan mesra bersama dengan lelaki yang entah ia kenal atau tidak.

Dengan cepat Min Ho menarik tangan Eun Hye. Dengan kasar.

“apa – apaan kau ini?” Eun Hye marah, tidak terima dirinya di perlakukan seperti itu.

“kau yang apa – apaan! Apa maksudmu meminta ku untuk terlibat dalam proyek yang dikerjakkan oleh ayahmu dan perusahaanku?!” Min Ho setengah berteriak.

“ha, justru kau mestinya berterima kasih padaku. Kau bisa mendapat promosi yang tinggi dengan ikut proyek ini…” Eun Hye mencibir.

“kau tau? Aku tidak butuh bantuan apa pun dari mu. Kau… pergi jauh – jauh dari kehidupanku. Dan satu lagi, bilang ayahmu untuk mengeluarkan ku dari proyek ini…” ujar Min Ho benci.

“kenapa? Kau tidak bisa menyusul gadismu itu ya di Korea? Haha” Eun Hye tersenyum licik.

“kau?! KAU TAU APA TENTANG SO EUN?!” Min Ho mendorong Eun Hye ke tembok.

“jangan pura – pura bodoh, aku bisa tau apa pun Min Ho. Sudahlah lupakan gadis itu dank au punya aku sekarang….” Ujar Eun Hye sambil mendekatkan bibirnya ke bibir Min Ho.

“kau, cih gadis murahan…” Min Ho menjauhkan dirinya dari Eun Hye tiba – tiba ada seseorang memanggil Min Ho.

“Lee Min Ho….” Ujar seseorang.

“ Dayua…. Dayua! Aku perlu bicara dengan mu sekarang…” ujar Min Ho kepada Dayua.

“cih, tidak sudi aku berbicara padamu…” ujar Dayua sambil pergi.

“dayua… dayua….” Ujar Min Ho sambil mengejar Dayua.

Eun Hye yang ditinggal sendiri hanya tersenyum licik.

“Lee Min Ho, tinggal tunggu waktu hingga kau bertekuk lutut kepadaku…”

***

TING TONG TING TONG

Bel apartemen So Eun berbunyi. Ketika So Eun melihat layar ternyata itu adalah Shin Hye.

“So Eun, omo? Kau kenapa?” Tanya Shin Hye kaget melihat kepala So Eun yang di plester.

“tidak apa – apa, terjedut saja…” ujar So Eun.

“kau yakin baik – baik saja? Tidak mau aku antar ke rumah sakit?” Tanya Shin Hye.

“ tidak apa – apa Shin Hye, ngomong – ngomong ada apa kemari?’ Tanya So Eun sambil duduk di sofa. Shin Hye pun mengikuti.

“ini, aku ingin memberikan jadwal kelas kita selama 6 bulan. Sebenernya bisa melalui internet tapi aku pikir kau belum mempunyai modem atau hal semacamnya di Korea. Pasti semua masih murni untuk Jerman.” Jelas Shin Hye.

“ah Shin Hye kau benar. Gomawo… kau baik sekali” ujar So Eun kepada Shin Hye.

“baiklah kalau begitu… aku pamit dulu ya…” ujar Shin Hye.

“buru – buru sekali, kau ada perlu ya?” Tanya So Eun padahal ia ingin berkenalan lebih jauh dengan Shin Hye.

“iya, mianhe. Padahal aku ingin berbincang lebih lama dengan mu. Kapan – kapan kalau kita ada waktu ya…” ujar Shin Hye lagi.

“ne, baiklah kalau begitu. Hati – hati ya….” Kata So Eun.

***

“Dayua, dengarkan aku dulu…” ujar Min Ho ia berhasil menangkap gadis campuran Jepang-Jerman ini.

“baiklah, apa lagi yang ingin kau katakana? Aku melihatmu dengan putri dubes itu. Sedang apa ia di Jerman? Ayahnya kan di Amerika.” Dayua muak melihat laki – laki yang sudah menghancurkan hati So Eun, sahabatnya.

“ah tidak penting apa yang ia lakukan disini. Kau harus tau, apa yang telah terjadi itu bohong semua. Dia wanita licik dan…”

“bohong? Bohong bagaimana? Kau tau betapa sakitnya hati So Eun saat tau kau telah tidur dengan wanita itu. Dan sekarang aku melihatmu bermesraan dengannya di diskotik..” tegas Dayua mukanya memerah karena marah dan dinginnya Jerman.

“aku tidak bermesraan… APA? Berita itu? So Eun tau? So Eun tau tentang berita itu?” Min Ho kaget. Tidak ia duga berita ia di Amerika itu bisa sampai ke So Eun.

“haha kau pikir? Kau lupa kau eksekutif terkenal ha? Semua beritamu pasti ter ekspos di media. Sudah, aku muak melihatmu…” kata Dayua ia ingin meninggalkan Min Ho namun sebelum itu ia memberikan sebuah kotak berisi cincin kepada Min Ho.

“ini, So Eun menitipkannya padaku, mungkin ini akan kau pasangkan ke jari putri dubes itu” ujar Dayua lalu pergi.

Min Ho memerah mukanya dan menahan tangis. Dirinya bagai ditampar dengan godam.

“ dayua tunggu…” kata Min Ho, Dayua pun berhenti sejenak.

“apakah So Eun ke Korea karena ingin meninggalkanku? Melupakanku? Iyakah?” Tanya Min Ho sesak.

“menurutmu…” kata Dayua singkat dan pergi meninggalkan Min Ho sendiri.

Min Ho sesak, ia tak tau harus apa. Ia ingin mati rasanya. Menyesal ia menyetujui pergi ke Amerika. Dan sangat menyesal ia mengikuti pesta pembukaan proyek di Hilton dan ia juga menyesal mengapa ia minum saat itu.

FLASH BACK

Min Ho sangat berat membuka matanya. Namun ia paksakan. Ia tak kuat dengan cahaya lampu yang menyilaukan matanya. Namun ia merasa ada yang salah dengan dirinya. Mengapa ia tidak memakai atasan. Mengapa ia bisa tidur disini. Dan tiba – tiba…

“Min Ho sayang, kau sudah bangun? Kau sangat mabuk tadi malam. Tidakkah ingat kau tentang tadi malam? Ahahah sangat menyenangkan…” kata seorang gadis.

Min Ho kaget mendengar suara wanita yang tidak asing. Ia langsung berdiri dan marah.

“YOON EUN HYE?! APA YANG KAU LAKUKAN?! APA YANG TELAH TERJADI?!” Min Ho marah dan dengan sigap ia mengambil bajunya yang ada di sofa di kamar hotel itu.

“kau sangat mabuk tadi malam dan…” Eun Hye tersenyum licik.

“TIDAK, TIDAK TERJADI APA – APA TADI MALAM. AKU TAU ITU…!!!” bentak Min Ho kepada Eun Hye.

“ya, memang tidak terjadi apa – apa. Tapi, apa yang wartawan pikirkan diliar ya? Ah aku rasa kita akan menjadi terkenal, oh tidak sangat terkenal besok…”ujar Eun Hye dengan senyum manis.

“wartawan? Kau? BEDEBAH…”

FLASH BACK END

Min Ho sesak, dan semakin sesak. Apa yang telah terjadi tidak bisa ia perbaiki.

***

So Eun merasa bosan dan ingin keluar. Ia pun membawa Ipodnya dan berjalan keluar. Namun ia kaget saat menutup pintu. Ia melihat Geun Suk dan Shin Hye berciuman.

Dengan canggung So Eun menunduk dan memutar balik arahnya. Ia keluar apartemen dan menuju ke taman yang ada di sekitar apartemennya. So Eun langsung duduk di ayunan yang ada di taman itu. So Eun merasa tenang disitu, ia mendengarkan lagu – lagu kesukaanya. Walaupun ia masih mengingat Min Ho namun ia bisa lebih semangat sekarang. Tiba – tiba ada yang menghampirinya dan duduk di ayunan satunya lagi. Dia adalah Geun Suk.

“sedang apa kau disini sendirian?” Tanya Geun Suk.

“tidak apa – apa. Aku hanya sedang bosan.” Jawab So Eun sambil mencopot earphonenya.

“hem, aku melihatmu tadi. Untuk yang tadi, aku mohon jangan beri tau siapa – siapa ya. Terutama Kyuhyun kaka Shin Hye.” Ujar Geun Suk kepada So Eun.

“ne, tenang saja. Hem kalau boleh tau. Kalian pacaran ya? Diam – diam?” Tanya So Eun kepada Geun Suk.

“iya, kakak Shin Hye tidak akan setuju dengan kami. Dia tidak ingin adiknya menjalin hubungan dengan temannya sendiri.” Ujar Geun Suk.

“tapi aku rasa, jika diberi tau pelan – pelan. Pasti dia akan menerimanya.” Ujar So Eun.

“ya, suatu saat kami akan memberitahunya. Kau dari Jerman kan? Sudah berapa lama disana?” Tanya Geun Suk sambil mengayunkan ayunannya sedikit.

“kurang lebih 10 tahun. Mengapa memangnya?”

“ah tidak apa – apa. Ada 2 orang diantara kami, dulu tinggal di gedung apartemen ini juga. Mereka berdua pindah ke Jerman. Mereka 4 tahun di atas ku. Seumuran dengan Hyun Joong dan Kyuhyun juga Ki Bum.” Jelas Geun Suk.

“oh ya, jadi kalian bukan hanya berlima ya. Siapa mereka?” Tanya So Eun.

“iya, kami semua sudah sahabat dari kecil. Aku, Ki Bum, Kim Bum, Kyuhyun, Hyun Joong dan mereka adalah Kim Joon dan Lee…” drrt drrt handphone Geun Suk bergetar.

“nah ini dia, baru kita bicarakan. Aku angkat dulu ya…” ujar Geun sambil berdiri dan menjauh sedikit.

So Eun langsung memasang kembali earphone ipodnya. Ia menyetel lagu dengan volume yang kencang. Memang kebiasaannya.

“yoboseyo… Kim Joon, apa kabar? Aish aku kangen. Apa kau akan pulang bulan depan? Ah bagus akan ku tunggu kau. Apa? Kemungkinan bersama Lee Min Ho? Baguslah. Hey tapi gedung apartemen kalian sudah dijual kan? Ah baiklah itu urusan gampang. Hubungi lagi aku nanti ya….”

 

 

CONTINUED…

 

 

Haaa readers sudah mulai terasa kan konfliknya??!!! Maaf ya rada molor hehe aku abis sakit *curcol. Oke deh tetep komen abis baca cerita ini ya harus! Vote juga eheheh. Dan yang penting lagi, HARUS TUNGGU PART SELANJUTNYA oke???

 

LOVE YOU READERS, XOXO

Tags: , , , , , , , , ,

About bumssoindo

We are fanbase of BUMSSO (Kim Bum and Kim So Eun) from Indonesia

34 responses to “One In A Million part 4”

  1. hanadiah says :

    wah, konfliknya ribet ya. salut sama author. part selanjutnya jangan lama2 ya. hehe

  2. Mii-kun says :

    Ga sabar nunggu part selanjutnya !

    ASAP yaa author ^^

    Ceritanya bagus ! Konfliknya juga mulai ribet…..

  3. anya love bumsso says :

    bagussssss
    good job
    ditunggu part selanjutnya🙂

  4. wie says :

    keren!!! ^_^

  5. ashillach says :

    yey, ud keluar part ini, dan ud diceritain knp so eun jd benci sm min ho..
    bagus, dan keren!
    cpt2 bwt part selanjutnya ya, kutunggu lo..!

  6. rosiyani 'oci' says :

    wetsss ternyata satu sma lain saling berhubungan nih… hmmm.. makin seru nih…
    ais ki bum bisa yakin gt kalo cinta sejati bum itu so eun.. hhui.
    tapi moga aja bener. yoona ma ki bum ayo comblangin dong bum ma so eun.
    itu lee min ho ternyata sahabatan jg ma genk apartemen itu.. hmmm…
    ahhhh makin penasaran. lanjut ayo author part selanjutnya😀

    • AndinaDes says :

      iya ^_^ biar kerasa kan konfliknya. udh mulai kecium kan ? kan? hehe

      makasih ya udh bca dan ngasih komen, tunggu part selanjutnya oke?😀

  7. Niiz says :

    Ceritanya makin mantap, banyak knflik, salut ma authornya, ga kebyang gmana mikirin bkin crtanya >.<

  8. vanka says :

    seru…seru…dtnggu part slnjutnya n jgn lma2..he..he

  9. Danish Ashley Eun says :

    yaaaahhhh …… keerrreeenn

    amkin dingin aja ne cerita nya *mksudnya so eun sm kim bum …*

    hahahaha … di tunggu part selanjutnya
    jangan lama2 ya

  10. Vie2 bumsso says :

    Yeahhh…. Akhirx di post jg…. Keren…keren di tunggu lanjutannya🙂

  11. laras says :

    wowow, kerenn
    wah, ternyata si lmh itu sahabatan jg sama kb dkk.
    aduh semoga kb sama kse semakin deket
    udah si lmh ama eun hye aja, yaya
    kelanjutannya jangan lama lama yah author🙂

  12. Kiki says :

    Lee min ho – kim so eun…cocok jg ya…
    *langsungdigamparsamafansbumsso

  13. rini says :

    makin seru aj ne , ,
    wah bkalan ad cinta segitiga ne , ,
    lanjutan,a jgn lma” ya,

  14. Yova says :

    Aku ngebut ni bcnya dr part 1
    ceritanya sangat keren, feelnya dpt bgt… Salut sm author i like it
    tp dcrita in knapa ak lbih dukung kim so eun dg lee min ho ( so sweet couple ).. ????
    Okey ta tggu next part..
    HWAItInG

  15. pucha says :

    annyyeeeeeooongggg author………
    jongmal mianhe baru sempet komen di part ini *bow

    wuaaaaaaa ceritanya bener2 seru,,bikin penasaran,,,

    ngk tau knapa,,gw suka banget sama karakter2 di sini,,kim bum dan soeun sama2 patah hati gara2 ditinggal sama pacarnya *yah walaupun minho di jebak sama shin hye #lagi2 shinhye jadi karakter antagonis kekekkee

    huaaaaaaaa sesuju sama kibum,,jodoh kim bum ada di dekatnya (bc : saya ) —->> reader minta dikebiri hahaha

    wah- wah minho mo ngejar soeun,,go minho..go monho..!!! —->>dziiinnngggg di tendang mates hahha
    ngk nyangka ternyata minho tmn2 kibum,,geunsuk,,kim bum jg,,dunia ternyata tak selebar daun kelor hahahaha

    ayo2 author di update ASAP,,*mijitin authornya biar cepet nulisnya
    gomawo
    _bow_

    • AndinaDes says :

      Eun Hye kali bukan Shin Hye😀
      Shin Hye malah temen baiknya hehe

      oke makasih ya, tunggu part selanjutnya :D:D

  16. dini ramadhani says :

    wohohoho tampaknya kim bum dah mule ada rasa ma soeun buktinya dya mikirin so eun
    wah,eun hye jd org ke3 diantara min ho ma so eun ya?yo wes gpp ntar so eun sama kim bum aja
    geun seuk ma shin hye backstreet?ya ampun miris bgd
    yoona ma ki bum,wewewew mau tunangan rupanya,wahaaah harusnya bumsso bisa lbh deket
    next part ditunggu

  17. Viqa_BumsSoeulindo says :

    wahhhhhhhhhhh aku sukaaaaaaaaaaaaaaaa, , ,

    ini nih konflik yang q suka, ,hehe

    wahhh jann minho-eun hye donkkkk, , nggak cocok2’hiks

    nggak rela !!!

    wah bumsso masih dingin-dingin gitu ya, keke

    aku suka-aku suka, , ,

    LANJUTTTTTTTTTTTTTTTTT

  18. Ina BeQi Soeulmates says :

    huwaaaaaaahhh makin seruu,,,
    hadeehhh itu apartemen isi.a namja ganteng semua,,
    pasti betah tinggal disana..
    hahhaaaaaa
    hayooooo lanjuuuutt

  19. Jung Hye Rim says :

    keren.. aku belum baca part sebelumnya sih. tapi aku udh ngerti jalan ceritanya

  20. SintiaBumsso/@SintiaBumsso17 says :

    Uah uah uah makin penasaran sama Bumssonya lgsg baca lagi🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: