One In A Million part 5

Author : AndinaDes

Main Cast : Kim Bum, Kim So Eun

Cast : Kim Ki Bum, Im Yoona, Jang Geun Suk, Park Sin Hye, Lee Min Ho, Lee Min Jung, Kim hyun Joong, Kim Hyung Joon, Yoon Eun Hye.

Genre : Romantic, Friends

Type : Sequel

 

 

Wow here we are. Di part 5. Semoga menambah passion readers buat baca part selanjutnya yah😉

 

 

PART 5

 

 

STARBUCKS COFFEE. FRANKFURT, GERMAN.

“Jadi kau sudah menghubungi Geun Suk? Ah aku kan belum pasti bisa ke Korea bulan depan. Kejadian sial ini..” gerutu Min Ho kepada temannya, Kim Joon.

“aku ke Korea karena memang di pindah tugas. Kau ini bukannya senang.Ku dengar proyek mu ini sangatlah bagus.Apalagi ada campur tangan Dubes disini. Namun…” Kim Joon menyeruput kopinya.

“Namun kau tau kalau sudah seperti ini kejadiannya, pasti ada cara kotor dibelakangkan? Tenang saja aku tidak akan korupsi. Biar atasanku saja yang menikmati itu” jelas Min Ho kepada Kim Joon.Kim Joon hanya tersenyum mendengarnya.

“kau.. kau benar – benar ingin kembali ke Korea ya?” Tanya Kim Joon kepada Min Ho yang sedang menikmati cakenya.

“ya, dan aku harus kesana. Aku harus menyusul So Eun” jelas Min Ho lagi.

“So Eun?Pacarmu?Dia ke Korea? Sejak kapan?” Tanya Kim Joon kaget.

“beberapa minggu yang lalu. Ah sial, aku murka jika mengingat semua ini.”Min Ho menggerutu hingga tidak jadi meminum kopinya.

“ tunggu, apa So Eun tau? Dia tau tentang kau dan Eun Hye?”Kim Joon kaget.

“kau pikir? Berita ini masuk ke majalah PEOPLE disini.Sial, wartawan sial.”Min Ho mencibir.Matanya menandakan rasa benci.

“aku tidak menyangka akan masuk majalah disini. Aku mengetahuinya dari internet.Aku benar – benar ketinggalan berita. Lalu apa rencanamu? Ada yang bisa aku bantu? Jangan segan – segan untuk meminta..” ujar Kim Joon.

“mungkin aku akan mengundurkan diri dari proyek ini. Kau yakin? Bukan tak mungkin kau akan di pecat nantinya..” ujar Kim Joon.

“aku tidak perduli! Aku harus ke Korea, aku harus bertemu So Eun, aku harus menjelaskan ini semua. Tunggu, aku butuh bantuan mu Joon..” ujar Min Ho mukanya tegas, tanda sangat berharap dengan temannya ini.

“sebutkan? Apa itu. Akan ku usahakan semampuku…” jawab Kim Joon.

“bantu aku agar bisa bekerja di perusahaan yang sama dengan mu di Korea, ini bisa menjadi salah satu alasan ku untuk keluar dari proyek ini. Dan aku tak perlu memikirkan pekerjaan lagi.Bagaimana?” jelas Min Ho setengah memohon kepada temannya ini.

“apa? Ini masalah gampang.Kau pintar dan berpendidikan tinggi.Mudah memasukanmu ke perusahaan ini.Tapi kau tidak sayang meninggalkan pekerjaan mu disini? Kau yakin?” Tanya Kim Joon.

“aku sangat yakin. Percuma aku disini, tapi milikku yang berharga jauh disana.Aku tidak perduli dengan pekerjaan, jabatan atau apalah. Aku ingin… So Eun ku kembali…” Min Ho emosi.

“easy boy easy… masalah pekerjaan di Korea serahkan padaku. Tapi, kau yakin hanya dengan bilang kau ada pekerjaan lain di Korea kau bisa dipersilahkan keluar begitu saja?Aku tau karakter perusahaanmu.Tidak akan semudah itu…” jelas Kim Joon sambil menyeruput minumnya lagi.

“aku tidak terlalu yakin sebenarnya…, ah kontrak sial” gerutu Min Ho.

“bilang kau tidak ingin masuk ke perusahaan yang proyeknya memakai cara kotor.” Ujar Kim Joon dengan santai.Masalah seperti ini Kim Joon memang jagonya.Ia bisa berfikir cepat, lugas namun tenang.

“apa? Bagaimana jika direkturku marah nanti?Dan dia malah memintaku melakukan sesuatu yang macam – macam?”Min Ho lumayan panik.

“haha tenang saja. Aku yakin untuk urusan ini, kau tidak akan berurusan banyak dengan direktur mu..” ujar Kim Joon lagi.

“apa maksudmu?” Min Ho tidak mengerti apa yang di maksud dengan temannya ini.

Dengan tenang Kim Joon menjelaskan.

“percaya padaku, untuk mengutarakan kau akan mundur dari proyek ini. Kau akan berurusan langsung dengan otaknya. DUBES KOREA, ayah Yoon Eun Hye. Percaya padaku…” jelas Kim Joon.

“apa? Jadi begitu. Hem aku rasa aku bisa mengatasinya. Ayah Yoon Eun Hye, aku hanya bertemu sekali di Hilton waktu itu. Tapi, apa aku harus ke Amerika dulu? Ah buang – buang waktu..” cibir Min Ho.

“tidak perlu, aku yakin sebentar lagi ia akan datang ke Korea. Tidak mungkin ia bisa menyerahkan proyek besar sementara dirinya tidak ada di tempat proyek itu berjalan” jelas Kim Joon lagi. Kali ini ia tersenyum sangat yakin.

“betul juga, baiklah kini tinggal menunggu waktu” ujar Min Ho sambil berdiri dan merenung di tepi kaca. Pikirannya jauh tentang seseorang.

“Kim So Eun, tunggu aku. Akankah kau? Percaya padaku, bahwa kemarin itu tidak terjadi apa – apa….” Ujar Min Ho dalam hatinya.

***

“tidak terjadi apa – apa bagaimana? Aish kau ini lelaki tidak bertanggung jawab” Ki Bum kesal saat tau insiden tentang mobil Kim Bum dan So Eun.

“mengapa aku yang harus bertanggung jawab? Dia yang salah.Dia yang menabrak mobilku. Kau ini sembarangan saja..”Kim Bum menyesal menceritakan ini ke kakaknya.Bukannya membela adiknya malah membela So Eun.

“dasar kau laki – laki terlalu dingin. Kepalanya berdarah, apakah kau tidak merasa bersalah atau kasihan kepadanya?Bukannya membantunya mengobati lukanya malah meninggalkannya pergi begitu saja. Laki – laki macam apa kau ini..” sahut Ki Bum lagi.

“ya?! Kau ini menyebalkan sekali.Ah aku tidak peduli…” ujar Kim Bum sambil masuk ke kamarnya.Ia tak habis pikir, apa – apaan sih kakaknya ini. Sebegitu kesalnya ia ketika tau kepala So Eun berdarah.

“ya, Kim Bum, tak usah kesal kepadaku. Aku seperti ini karena ingin kau menjadi lelaki yang bertanggung jawab.Apa kau tidak merasa bersalah melihat kepalanya berdarah ha?” ujar Ki Bum dari luar pintu.

Kim Bum hanya diam saja.Bukankah ia yang seharusnya tanggung jawab. Kan dia yang menabrak mobilku.Aish kepalanya berdarah seperti itu saja. Tapi apa benar dia baik – baik saja. Kalau ternyata dia kenapa – kenapa bagaimana. Aish kenapa jadi memikirkan dia. Sial..pikir Kim Bum dalam hati. Entah mengapa hati Kim Bum semakin gelisah, ia semakin merasa bersalah. Ia sebenarnya paling tidak bisa mendiamkan wanita, apa lagi yang sedang terluka. Ia jadi kesal sendiri, mengapa ia selalu bersikap dingin terhadap wanita. Dari awal bertemu So Eun pun ia sudah membuat kesan yang tidak bagus terhadap So Eun. Entah kenapa Kim Bum sangat gelisah dan merasa dirinya harus meminta maafkepada So Eun.

“aish ada apa dengan ku ini…” ujar Kim Bum sambil berbaring ke kasurnya. Ia mencoba untuk tidur membuyarkan pikirannya tentang So Eun namun apa daya. Ia tidak bisa. Ia merasa gelisah dan merasa harus meminta maaf, juga harus memeriksa apakah So Eun baik – baik saja.

“aish, yang benar saja…” namun dengan reflex Kim Bum keluar dari kamarnya menuju pintu keluar apartemennya. Pertanyaanya kakaknya yang menanyakan akan kemana dirinya pun tidak dihiraukan. Ki Bum hanya tersenyum, sebenarnya ia sudah menebak akan kemana Kim Bum pergi.

Ketika Kim Bum sudah mau sampai ke apartemen So Eun tiba – tiba langkahnya menjadi berat, ia menjadi ragu. Jantungnya entah mengapa berdetak sangat cepat.

“aish ada apa denganku ini, aku kan hanya akan mengecek keadaan saja. Ah apa tak usah ya. Aku yakin dia tidak apa – apa. Ah tapi… aish ada apa dengan ku ini.” Namun karena perasaan gelisahnya.Kim Bum pun memencet bel apartemen So Eun.Tak lama So Eun pun membuka pintunya.Awalnya So Eun kaget dengan siapa yang datang. Namun ia tetap menyapanya.

“annyeong haseyo.. Kim Bum, ada apa? Ayo masuk…” kata So Eun canggung. Kim Bum juga dengan canggungnya ia masuk ke apartemen So Eun. Apartemen yang bagus, pikir Kim Bum.

“a… aku kesini hanya ingin mengecek keadaan mu saja. Aku takut kau kenapa – kenapa..” ujar Kim Bum dengan gugup. Ia kesal sendiri. Tidak tau ada apa dengan dirinya, mengapa ia jadi seperti orang bodoh begini.

“oh, gomawo, aku tidak apa – apa. Lukanya sudah mongering. Hanya luka kecil kok..” ujar So Eun lagi.

“bersyukurlah kau karena kejadian kemarin kau menabrak mobilku, bukan mobil orang lain. Aku masih baik tidak membawa urusan ini ke polisi, kau ini lain kali harus hati – hati jangan ceroboh saat menyetir…” Kim Bum judes, sebenarnya ia tidak ingin berkata seperti itu namun karena ia gelisah dan tidak tau harus bilang apa. Kata – kata itulah yang keluar.

So Eun yang tadinya simpati dengan kedatangan Kim Bum pun jadi kesal juga.

“ya, kau ini memang dingin atau bagaimana. Dari kemarin kau hanya bisa mengomel padaku..kalau kau kesini hanya untuk mengomeliku lebih baik kau kembali ke apartemen mu..” ujar So Eun sambil berdiri ingin masuk ke kamarnya.

Dengan reflex Kim Bum menahan tangan So Eun agar tidak pergi.

“tunggu… eh, mianhae…” ujar Kim Bum kaget dengan apa yang dilakukannya. Dengan canggung melepas tangannya.So Eun juga duduk dengan hati yang gugup.

“mianhae, maaf atas perkataanku aku tidak bermaksud seperti itu sebenarnya tapi… aish, aigoo itu luka mu masih mengeluarkan darah, kau ini bagaimana…” dengan reflex Kim Bum memegang kepala So Eun.

“ah? Omo?!Aku rasa ini masih perlu di obati saja…” ujar So Eun sambil memegang kepalanya.

“dimana kotak obat? Sini aku obati. Kau tidak becus mengobatinya…” Tanya Kim Bum sambil melihat sekitar mencoba mencari kotak obat.

“ah, itu ada di kamarku biar aku saja yang mengambilnya..” kata So Eun. Setelah balik badan dan menuju kamarnya dia mencibir.

“apa sih cowok itu, tadi galak, lalu minta maaf lalu mengomeliku lagi dasar… AAARRGGH..”So Eun kesakitan.Ia tertiban kotak obatnya sendiri yang ada di atas lemari pakaiannya.

“aw, aigoo sakit sekali mengapa aku sial sekali…” ujar So Eun sambil memegang dengkulnya yang sakit akibat menahan tubuhnya saat jatuh tertimpa kotak obat.

Tak berapa lama Kim Bum sudah ada di kamar So Eun.

“ya ada apa? Aish kau ini mengapa terjatuh? Benar kan, kau ini memang ceroboh..” ujar Kim Bum sambil membantu So Eun bangun, lalu duduk di kasur. Kim Bum pun mengobati luka So Eun dengan lembut dan hati – hati.

Dia ini. Aku rasa dia sangat baik, terlihat dari caranya mengobatiku, sikap dinginnya mungkin memang sudah bawaan sejak lahir atau memang dia yang menutup diri..

Sesaat So Eun memperhatikan Kim Bum.Tampan juga..pikir So Eun dan tak lama mata mereka bertemu, saling bertatap. Deg! Jantung Kim Bum dan So Eun menjadi berdetak cepat, menjadi makin canggung satu sama lain. Namun tak lama Kim Bum tetap menyelesaikan mengobati So Eun.

“selesai, lain kali kau harus lebih hati – hati. Kau ini, sudah perempuan, tinggal sendiri seperti ini.Tapi jika kau butuh bantuan tinggal hubungi aku, kakakku, Hyun Joong atau Kyuhyun ya. Jangan segan meminta bantuan kepada kami..” ujar Kim Bum sambil merapikan isi kotak obat.

Sesaat So Eun tersenyum.

“kau kenapa?”Tanya Kim Bum.

“tidak apa – apa. Aku hanya memikirkan, mungkin seperti ini rasanya punya kakak.Dari kecil aku sangat iri dengan temanku yang mempunyai kakak laki. Sepertinya punya kakak akan merasa aman, akan merasa selalu ada yang melindungi…” Ujar So Eun, matanya seperti membayangkan sesuatu.

Entah mengapa Kim Bum tersentuh dengan perasaan So Eun.Dia ini, sepertinya perasaanya sangatlah halus.

“punya kakak memang enak, walaupun kadang kita selalu berselisih. Tapi, aku sangat senang menjadi adik Ki Bum, dia orang yang sangat bijak. Kau… kau kesepian ya?” Tanya Kim Bum. Sejenak ia kaget. Ini pertama kalinya ia nyaman berbincang dengan seseorang, apa lagi wanita. Saat dulu ia dengan Min Jung, mereka jarang berbicara. Kim Bum merasa jauh lebih nyaman dengan So Eun, jauh lebih nyaman.

So Eun tersenyum simpul.

“mungkin, saat di Jerman ayah dan ibu lebih sering keluar kota. Sendiri di apartemen. Aku lebih sering menghabiskan waktuku bersama teman – teman dan…” Lee Min Ho ucap So Eun dalam hati.

“dan siapa?” Tanya Kim Bum penasaran.Pacarkah?

“kucingku, hewan peliharaanku. Namun sekarang ia sudah mati…” ujar So Eun. Entah mengapa ia tidak mau bilang kalau yang dia maksud adalah Min Ho.

“oh..” Kim Bum tersenyum simpul. Entah mengapa, dadanya seperti berat namun ia ingin sekali mengucapkan ini.

“ayo kita berteman dekat, anggap aku sebagai kakakmu atau apa saja yang bisa membuatmu tidak kesepian lagi. Bagaimana?” hah?Apa yang aku lakukan? Gila kah aku? Kim Bum reflex mengucapkan itu semua. Tapi ajuh didalam hatinya ia sangat ingin melindungi gadis ini.

“hah? Apa? Kau serius?”So Eun kaget.Ia tak percaya. Lelaki yang selalu bersikap dingin inimengucapkan kalimat itu. Benarkah?.

“ehm, tentu saja… kau sudah lama tidak keliling Korea kan? Kau belum mulai kuliah kan? Ayo besok, aku akan ajak kau ke tempat yang bagus di Korea..”hah? Kau gila Kim Bum? Kau sadarkah dengan apa yang kau bicarakan? Kim Bum tidak tau ada apa dengan dirinya. Namun, ia benar – benar sangat ingin bisa dekat dengan So Eun.

“benarkah? Kau serius?Mmh tapi ada satu syarat untukmu jika ingin aku anggap orang yang special.Bagaimana?” ujar So Eun.

“Syarat? Syarat apa?” Tanya Kim Bum.

“kau tidak boleh bersikap dingin kepadaku dan…. Kau harus menjaga ku layaknya seorang kakak. Bagaimana?” Tanya So Eun.Kali ini dengan nada yang bersemangat.

“hah? Apa – apaan. Untuk syarat kedua aku bisa pastikan aku akan melakukannya. Tapi untuk syarat yang pertama..”Kim Bum mukanya ragu.

“ah payah sekali…” So Eun mencibir.

“ah baiklah akan kucoba, tapi aku tidak janji ya..” ujar Kim Bum.

“baiklah.” So Eun tersenyum bahagia, entah mengapa dirinya sangat senang.

“berteman!” ujar Kim Bum kepada So Eun.

“berteman!” jawab So Eun juga lalu mereka tertawa bersama.

***

Sementara itu dirumah Kim Bum dan Ki Bum, Kyuhyun, Geun Suk, dan Hyun Joong sedang berkumpul.Dan tentu saja mereka kaget dengan pernyataan Kim Bum.

“OMO?!” ucap Kyuhyun.

“kau gila atau kau mengkonsumsi obat ha?” kata Geun Suk.

“aku rasa kau mulai luluh dengan wanita…” ucap Hyun Joong.

“ya. Kim Bum, kau tidak boleh menyakiti perasaan wanita. Kau sudah tau rasanya di khianati Min Jung. Maka jangan kau sakiti So Eun atau aku yang akan menghajarmu..” ucap Ki Bum.

Mendengar ini Kim Bum kesal, ia kesal dengan komentar teman – temannya yang aneh – aneh.

“ya, aku ini tidak ingin menyakitinya atau apa. Tadi aku berbincang dengannya dan dia itu  merasa kesepian. Dia itu ingin seseorang berada disampingnya.Aku rasa dia berperasaan halus. Maka dari itu, aku ingin menjaganya entah mengapa, aku ingin melindunginya.” Jelas Kim Bum sambil meneguk air putihnya.

Mendengar itu, Hyun Joong, Kyuhyun, Geun Suk dan Ki Bum hanya diam dan… tertawa bersama.

“ya, Ki Bum. Tidak salah lagi.Adikmu jatuh cinta dengan So Eun” ujar Kyuhyun.

“ya, Kyuhyun aku tidak jatuh cinta dengannya…” ujar Kim Bum kesal.

“kau belum merasakannya, tapi bisa dipastikan kau jatuh cinta dengan So Eun..” ujar Hyun Joong.

Mendengar itu Ki Bum hanya tersenyum.Ia senang, apa yang dia pikirkan benar. So Eun adalah cinta sejati Kim Bum. Persis apa yang dikatakan Hyun Joong, Kim Bum tanpa sadar jatuh cinta dengan So Eun. Ini hanya masalah waktu saja.

“oh iya, hey kemarin Kim Joon menelfon ku. Katanya sekitar 1 atau 2 bulan lagi dia akan kembali ke Korea dan kemungkinan besar Lee Min Ho akan ikut..” ujar Geun Suk.

“benar kah? Wah asik, kita semua akan berkumpul kembali…” ujar Ki Bum.

“ngomong – ngomong tentang Min Ho, dia itu paling jarang memberi kabar kepada kita.” Ujar Kim Bum.

“hey, kau tau di internet Min Ho dikabarkan tertangkap keluar hotel pagi – pagi dengan putri Dubes Korea di Amerika.” Kata Kyuhyun.

“ya aku tau itu, tapi kita kan tau Min Ho, aku rasa itu salah paham. Dan kau tau kan, putri Dubes itu terkenal licik dan ambisius” kata Ki Bum.

“ya, Yoon Eun Hye, banyak orang yang tidak suka dengannya” kata Hyun Joong.

“hey, bukannya Min Ho sudah punya kekasih ya? Dulu dia pernah bilang padaku mereka sudah berpacaran 2 tahun. Tapi aku tidak tau namanya..” kata Kim Bum.

“wah. Siapa ya wanita ini. Min Ho dari dulu sangat susah dekat dengan wanita. Wanita ini pasti akan dicintai mati – matian oleh Min Ho. Aku tau sekali wataknya” ujar Kyuhyun.

“entah mengapa aku penasaran dengan kekasih Min Ho…” ujar Kim Bum.

Hyun Joong dari tadi hanya diam. Entah mengapa seperti ada sesuatu dibenaknya.Kekasih Min Ho? Sepertinya dulu Min Ho pernah menyebutkan namanya padaku saat kita chat dulu.Siapa ya dia? Ah mengapa aku jadi penasaran seperti ini.

***

Malam harinya Ki Bum sedang menelfon Yoona.Ingin membicarakan lebih lanjut tentang pertunangan mereka.

“ ya Yoona, kau tau? Kim Bum dan So Eun sudah mulai dekat sekarang. Bahkan Kim Bum bilang ia sangat  ingin melindungi So Eun.” Ujar Kim Bum.

“omo? Kim Bum? Apakah mereka pacaran?” Tanya Yoona.

“annyi, mereka tidak pacaran. Tapi aku rasa hubungan mereka hanya tinggal tunggu waktu saja.” Uajr Ki Bum.

“ya, Ki Bum, ku beri tahu ya. So Eun baru saja di khianati oleh kekasihnya..” kata Yoona.

“apa? Jadi So Eun sudah punya kekasih???”Ki Bum kaget.

“tidak, hubungan mereka sudah berakhir. Kekasihnya mengkhianati So Eun.Kasihan So Eun. Padahal hubungan mereka sudah berjalan sekitar 2 tahun..” kata Yoona lagi.

“kasihan sekali dia. Padahal dia gadis yang baik. Kau tau siapa nama kekasihnya…?” Tanya Ki Bum.

“hem namanya.. kok aku lupa ya, oh namanya…” KLIK.Telfon terputus.

“aish, kenapa hape ku mati ketika pembicaraan sedang seru – serunya” gerutu Ki Bum.

“ya, Ki Bum, kau tadi menelfon Yoona? Membicarakan So Eun ya?” Tanya Kim Bum yang tiba – tiba sudah ada di kamar Ki Bum.

“kau menguping ya?” Tanya Ki Bum.

“tidak, kau saja yang bicaranya keras dan pintu kamarmu terbuka. Hey, sepertinya kalian menyinggung So Eun tadi. Apa yang kau bicarakan?” Tanya Kim Bum penasaran lalu ia duduk di sofa tepat di sebelah kakaknya.

“ya, kau ingin tau tentang So Eun lebih banyak ya? Hahaha” ejek Ki Bum.

“aish, aku hanya ingin tau. Ayo ceritakan..” bujuk Kim Bum.

Ki Bum hanya tersenyum melihat tingkah adiknya ini. Pertama kalinya ia melihat adiknya seperti ini.

“Yoona menceritakan padaku.So Eun baru saja dikhianati oleh kekasihnya.Mereka sudah berpacaran sekitar 2 tahun lamanya.Kasihan So Eun padahal dia gadis yang lembut. Kata Yoona kekasihnya mengkhianati dia dengan wanita lain dan hubungan mereka sudah berakhir sekarang.” Jelas Ki Bum.

Kim Bum hanya diam mendengarnya. Entah kenapa ia sakit hatinya, mengetahui So Eun sudah pernah mempunyai kekasih. Dan lebih parahnya lagi, ia di khianati. Gadis sebaik itu.Mereka memang belum terlalu dekat, tapi Kim Bum bisa merasakan kalau So Eun adalah gadis yang sangat baik dan lembut juga berperasaan halus.

“ya? Kau kenapa hanya diam saja?Kalian berdua lucu ya. Sama – sama pernah di khianati kekasih..” ejek Ki Bum.

Kim Bum hanya diam. Dia melihat kakaknya.Ia ingin mengatakan sesuatu. Tapi ragu, dan malu untuk menyampaikan hal ini kepada kakaknya.Namun, kakaknya yang sudah melihat gelagatnya.Memberikan tanda bahwa Kim Bum harus mengatakannya.

“ya, Ki Bum. Wanita yang kau maksud berada di dekatku. So Eun kah?” Tanya Kim Bum malu – malu.

“hahaha, menurutmu? Hah syukurlah perasaan adik ku ini peka….” Ujar Ki Bum sambil tersenyum.Benar – benar pikirnya.So Eun merubah Kim Bum.

“ya, Ki Bum. Apa yang aku katakana serius. Entah mengapa, saat berbincang dengannya tadi.Aku merasa ingin mengetahuinya lebih dalam, ingin mengenal dia lebih dekat.Ya Ki Bum, terlalu cepatkah untukku?Bagaimana kalau ini hanya perasaan sesaat saja. Bagaimana kalau Min Jung…” ujar Kim Bum dan dipotong oleh Ki Bum.

“ya Kim Bum, kau tau mana yang baik mana yang buruk. Kau tau Min Jung seperti apa. Aku memang tidak begitu mengenal So Eun tapi, mendengar cerita Yoona tadi, aku tau So Eun jauh berbeda dan jauh lebih baik dari Min Jung. Masalah waktu, kau ikuti saja  alurnya. Asal kau percaya dengan apa yang kau inginkan.” Ujar Ki Bum sambil tersenyum.

Kim Bum hanya terdiam mendengarnya.Ia tidak mau menyangkalnya lagi. Ia baru sekali berbincang dengan So Eun, namun rasanya ia sangat ingin mengenal So Eun lebih dekat. Ia ingin selalu berada di samping So Eun. Apa lagi setelah tau So Eun pernah disakiti, ia ingin menjaganya dan memastikan tidak ada yang bisa menyakiti So Eun.

Aku pasti gila, aku baru mengenalnya beberapa hari. Baru sekali berbincang dengannya, tapi sangat ingin dekat dengannya seperti ini…

Kim Bum tersenyum mendapati dirinya seperti ini.

***

Ke esokan paginya.So Eun mendapati hapenya terdapat 1 sms.

Siapkah engkau untuk pergi hari ini? Bersiaplah dalam 30 menit

-kim bum-

So Eun hanya bisa tersenyum melihat sms ini. Dengan sigap ia langsung bersiap – siap. Entah mengapa ia langsung bersemangat untuk menjalani hari ini.

Sementara itu di apartemen Kim Bum, ia sendiri tidak sabar. Entah mengapa ini pertama kali baginya sangat bersemangat ingin bertemu dengan seorang wanita dan pergi entah kemana.Ia ingat ketika masih bersama Lee Min Jung, ia hanya ingin pergi ke restoran mewah dan tidak mau makan di restoran pinggiran, ia juga selalu pergi ke pusat perbelanjaan. Kim Bum sangat bosan dengan kegiatan itu. Dulu ia sangat terpukau dengan pesona Min Jung, sensual. Kata yang pantas untuk Min Jung.

Kim Bum tersenyum.Ia sadar, kini dirinya tidak lagi emosi jika mengingat wanita gila itu. Ia tersenyum dan mengucapkan dalam hati. So Eun, takdirkah kau datang ke gedung apartemen ini?Takdirkah kita berdua pernah di khianati?Takdirkah aku menjadi seperti ini karena mu?

***

So Eun dan Kim Bum sudah berada di mobil Kim Bum sekarang.Keduanya tampak malu – malu. Karena baru beberapa hari mereka kenal, apa lagi dengan adanya insiden “ciuman” mobil waktu itu membuat mereka geli sendiri bisa menjadi seperti ini.

“So Eun, kau mau kemana?” Tanya Kim Bum.

“mmh, tidak tau, kau tunjukan kepadaku. Kita akan kemana?” ujar So Eun.

“kau mau ke mall? Makan di restoran di Plaza Hotel atau…”

“apa – apaan itu. Membosankan sekali. Aku ingin ke tempat yang menghibur.” Ujar So Eun lagi.

Aish bodoh sekali aku, dia kan bukan Min Jung. Pikir Kim Bum dalam hati.

“kalau begitu, kau mau ke taman Bunga? Disana sangat bagus pemandangannya.Bagaimana?” ujar Kim Bum lagi.

“hem kelihatannya menarik… ayo!” ujar So Eun semangat.

“baiklah, tapi sebelumnya pasang dulu seatbelt mu…” ujar Kim Bum sambil memasangkan seatbelt So Eun. Keduanya terlihat malu – malu.

***

Sementara itu Lee Min Jung, memakirkan mobilnya di gedung parkir apartemen Kim Bum.Ia ingin menemui pangerannya itu.

“Kim Bum, akan ku buat kau kembali kepadaku…” kata Min Jung dengan penuh yakin.

Min Jung memncet bel apartemen Kim Bum, tidak ada yang menanggapi.Sepertinya sedang tidak ada orang di apartemennya.

“sedang apa kau disini…” ujar Seseorang tiba – tiba.

“Hyun Joong, apa kabar? Ah kita sudah lama tidak bertemu…” Ujar Min Jung dengan penuh senyum.

“iya, sudah lama semenjak aku dan Kim Bum memergoki kau dengan pria entah siapa di dalam kamar hotel… mengesankan” ujar Hyun Joong. Ia masih heran wanita ini masih berani kesini.

Mendengar itu Min Jung hanya tersenyum.

“kira – kira kau tau kemana Kim Bum pergi? Ia pergi bersama Ki Bum kah?” Tanya Min Jung kepada Hyun Joong.Ia tidak peduli walaupun Hyun Joong membecinya, ia ingin bertemu dengan pangerannya.

“bukan urusanmu…” ucap Hyun Joong tegas.

“kau ini… dengar Hyun Joong, aku tidak perduli kau atau yang lainnya akan membenciku atau bagaimana. Tapi., aku akan tetap membuat Kim Bum ku kembali.” Ujar Min Jung dengan tatapan mata sengit melihat Hyun Joong.

Mendengar itu Hyun Joong berjalan mendekati Min Jung.Tatapannya tidak kalah sengit.

“justru kau yang dengar ini baik – baik Lee Min Jung. Justru karena kami semua membenci mu, Kim Bum tidak akan, tidak akan pernah mempunyai pikiran kembali padamu. Kau tau kenapa? Karena baginya kau adalah wanita yang paling rendah yang pernah ia ketahui…” ujar Hyun Joong sengit. Ia muak dengan kelakuan gadis ini.

Min Jung melotot diri nya di perlakukan seperti ini. Saat Hyun Joong membalikan badan Min Jung menangis benci dan berkata,

“AKU TIDAK PEDULI?!DENGAR?! Aku tidak perduli seberapa besar kau dan yang lainnya membenci ku, aku akan tetap membuat KIM BUM KU KEMBALI! DENGAR ITU..” ucap Min Jung terisak.

Mendengar ini, Hyun Joong semakin memuncak emosinya.Ia pun mendorong Min Jung ke tembok, matanya menandakan kebencian dan marah yang campur aduk.

“KAU?! Kau sadar dengan apa yang telah kau lakukan? Selingkuh dengan pria lain? Masih bisa berani muncul di hadapan kami?Kau sadar kami menemukanmu dimana?DI HOTEL DENGAN SEORANG PRIA?!Kau sadar ha?” Hyun Joong emosi ia susah payah mengendalikan emosinya, ia tetap ingat didepannya adalah seorang perempuan.

Min Jung hanya bisa diam mendengar perkataan Hyun Joong, ia tidak bisa membela diri.

“dengar wanita gila, jangan PERNAH MUNCUL dihadapan Kim Bum lagi, dia akan menemukan wanita yang jauh lebih pantas dari dirimu. Jika kau masih nekat muncul, kau bukan hanya mengajak perang aku, tapi yang lain akan turun tangan menangani dirimu yang gila ini. Dari awal pun kami tau, kau dengan Kim Bum itu…. Hanya mengincar harta saja.Jadi, jaga kelakuan mu. Mulai dari sekarang…” Ujar Hyun Joong lalu pergi meninggalkan Min Jung yang masih kaget diperlakukan seperti itu oleh Hyun Joong.

Setelah Hyun Joong menghilang, Min Jung menenangkan dirinya.

“menemukan wanita lain? Tidak bisa, tidak akan, TIDAK BOLEH!!!” ujar Min Joong.

***

“Wah cantiknya….!!!”Seru So Eun ketika melihat hamparan bunga berwarna kuning ini.

“kau suka?” Tanya Kim Bum, tak menyesal ia mengajak So Eun kesini.

So Eun mengangguk mantap. “sangat suka! Ah sayang aku tidak membawa kamera ku..” ujarnya.

“kau? Hobi foto juga? Dengan DSLR?” Tanya Kim Bum.

“iya. Kau juga ya?” Tanya So Eun kepada Kim Bum.

Kim Bum tersenyum dan mengangguk mantap. Entah mengapa ia senang mempunyai hobi yang sama dengan So Eun.

“aku membawa kamera, ayo aku akan mengambil gambar kau…” kata Kim Bum. Lalu ia mengambil kameranya dan So Eun awalnya malu – malu untuk mengambil pose. Tapi karena dia senang dengan indahnya bunga  – bunga disana. Kim Bum berhasil mengambil gambar So Eun dengan senyum yang alami yang lepas.

“cantik..” gumam Kim Bum sambil tersenyum.

“hey aku juga ingin mengambil gambarmu…” ujar So Eun.

“ah aku tidak terlalu bagus untuk di foto..” jelas Kim Bum.

“aku tidak perduli..” kata So Eun sambil menghampiri Kim Bum lalu mengambil kamera Kim Bum dan mengambil jarak. “ayo tersenyum…..” jadilah So Eun mengambil gambar Kim Bum.

“senyum mu manis juga..” ujar So Eun kepada Kim Bum sambil mengembalikan kameranya, Kim Bum pun memasukannya lagi kedalam mobil.

Kim Bum hanya tersenyum di puji seperti itu.

So Eun berjalan menyusuri hamparan bunga – bunga yang sangat indah itu.Di ikuti Kim Bum dibelakangnya.

Setelah So Eun puas menikmati bunga – bunga yang indah itu ia dan Kim Bum pun kembali ke mobil. Mereka duduk di cap mesin mobil. Masih menikmati pemandangan yang indah.

“gomawoyo… hari ini kau membuatku senang…” ucap So Eun kepada Kim Bum. Melihat tatapannya Kim Bum tau kalau apa yang di ucapkan So Eun ialah tulus.

“kau juga membuat ku senang hari ini…” ujar Kim Bum.

“boleh Tanya?” ucap So Eun.

“apa?” ujar Kim Bum.

“mengapa kau mengajaku ke tempat seperti ini, bukannya aku gr tapi, kau sepertinya memang berniat membuatku tersenyum hari ini…” ucap So Eun malu – malu.

“mworago? Kau tidak suka kah?” Tanya Kim Bum.

“annyi, tapi pertama bertemu dengan mu aku kira kau benci dengan ku…”ujar So Eun.

“mianhae soal yang itu, aku memang kadang dingin dengan wanita, ditambah kemarin itu…” Kim Bum terdiam.

“ah, kau habis patah hati kah?” tebak So Eun.

Mendengar itu Kim Bum tersenyum. “dulu, sekarang sudah tidak. Aku sepertinya sudah menemukan wanita yang jauh lebih baik hatinya dan tidak akan menyakitiku…” ujar Kim Bum.

“oh ya? Siapa?” Tanya So Eun kepada Kim Bum muka So Eun terlihat penasaran.

Kim Bum tersenyum jahil. “bagaimana jika wanita itu adalah kau…?” kata Kim Bum.

“Kim Bum….” So Eun hanya bisa terdiam dan tertunduk.Ia bukannya tidak senang, tapi ia masih sakit hati, masih juga teringat dengan Min Ho.

“ah, aku tau. Kau juga patah hati kan? Di khianati kah?” tebak Kim Bum sambil melihat ke langit.

“bagaimana kau tau?” So Eun kaget.

“melihat mimik mukamu… sepertinya kau masih mengingat seseorang di dalam hatimu…” ujar Kim Bum.

So Eum tertunduk.Ia diam. Matanya sedikit berkaca.

“2 tahun… 2 tahun lebih aku dan dia menjalani hubungan. Dia berjanji akan semuanya, berjanji hubungan kita akan baik – baik saja. Tapi… tapi aku mendapatinya tidur dengan wanita lain…” ujar So Eun. Dirinya tersenyum pahit namun tidak menangis.Ia sudah letih untuk mengeluarkan air mata lagi.

Kim Bum terdiam mendengarnya.Ia tak menyangka, wanita secantik, baik dan selembut So Eun bisa diperlakukan seperti ini. Ingin rasanya ia meninju lelaki brengsek itu.

“So Eun…..” Kim Bum refleks memegang tangan So Eun.

“aku sudah tidak apa – apa. Aku akan melupakannya…” ujar So Eun sambil melihat kelangit.

Entah mengapa Kim Bum sakit melihat So Eun berkaca – kaca matanya. Entah apa yang dia lakukan sadar atau tidak. Kim Bum ingin sekali merengkuh So Eun.Kim Bum memegang pundak So Eun dan membuat mereka saling berhadapan.

“So Eun, aku tau kita baru kenal.Aku tau mungkin aku tidak seromantis pria mu dulu.Tapi, mulai sekarang aku akan terus mencoba membuat dirimu tersenyum bahkan tertawa, aku akan menjagamu So Eun…” kata Kim Bum.So Eun terdiam.Ia teringat dengan Min Ho.

FLASH BACK

Lee Min Ho telah memesan tempat di restoran yang tidak terlalu mewah namun sangat romantic. Pemandangan malam hari kota Frankfurt menjadi saksi 2 sejoli ini.

“So Eun, ini hari jadi kita yang ke 2 tahun… sayangku bertambah banyak padamu…” ujar Min Ho.

“Min Ho……” So Eun malu mendengar itu.Jantungnya berdetak cepat.Ia tak biasa mendapat perlakuan seperti ini. Tapi ia sayang, sayang sekali dengan Min Ho.

Min Ho memegang tangan So Eun erat, matanya menatap So Eun tajam.

“So Eun, mungkin aku bukan pria yang paling romantic di dunia ini. Aku juga bukan pria sempurna tapi..aku tidak perduli dengan apapun kecuali kau. Aku akan terus membuatmu tersenyum, membuatmu bahagia selama kau ada di sisiku, bersamaku. Membuat kau nyaman dan aman. Tidak akan ku biarkan kau terluka, tidak akan….” Ucap Min Ho dengan muka tegas tanda ia tidak main – main dengan perkatannya.

FLASH BACK END

So Eun menitikan air mata. Ia trauma dengan kata – kata seperti itu. Tak mau ia sakit hati lagi, tak mau ia terbuai lagi dengan kata – kata seperti itu.

“So Eun, kau kenapa?” Tanya Kim Bum panik melihat So Eun menangis.

“tidak apa – apa, aku letih sekarang. Mau kah kau jika kita pulang sekarang?” Tanya So Eun.

Kim Bum hanya mengangguk.Tanda setuju.Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil.Selama perjalanan pulang hingga sampai ke gedung apartemen pun mereka berdua hanya diam. So Eun melamun, ia tak bisa berpikir apa – apa.

Saat mereka berdua masuk ke gedung apartemen.Kim Bum mengantar So Eun dulu ke apartemennya.Sebelum masuk, So Eun mengucapkan terima kasih.

“terima kasih banyak Kim Bum, aku sangat menghargai apa yang telah kau lakukan hari ini…” ujar So Eun.

“aku juga berterima kasih, karena sudah tersenyum hari ini…” ujar Kim Bum.

So Eun terdiam.

“Kim Bum, wanita yang kau maksud tadi. Yang kau bilang jauh lebih baik dan tidak akan menyakitimu. Apa benar itu aku?” Tanya So Eun kepada Kim Bum.

Kim Bum hanya tersenyum mendengar itu. “masuklah, kau letih kan? Istirahat yang cukup ya.Siapa tau besok aku akan mengajakmu ke suatu tempat lagi…” ujar Kim Bum.

Mendengar itu, So Eun hanya diam dan masuk ke apartemennya. Saat masuk, ia langsung menyender di pintunya. Menangis terisak, sangat sakit jika mengingat kisahnya dengan Min Ho. Susah payah ia menahan isak tangisnya dari tadi. Sekarang ia ingin mengeluarkannya, mengeluarkan semua.

Tanpa sepengetahuan So Eun. Kim Bum masih berdiri di depan pintu apartemen So Eun. Ia mendengarkan isak tangis So Eun. Ia ingin menunggu, menemaninya walau So Eun tidak tau. Ia ingin menemani So Eun disaat So Eun terisak. Ia tidak ingin wanita ini, terisak sendiri.

 

 

CONTINUED…

 

 

Yaiyaiiii part 5 sudah selesai?Gimana?Gimana?Bagus ga? Hehhe

Kalau udah baca jangan lupa komen ya dannnnn HARUS TUNGGU PART SELANJUTNYA OKE???

LOVE YOU READERS, XOXO

Tags: , , , , , , , , ,

About bumssoindo

We are fanbase of BUMSSO (Kim Bum and Kim So Eun) from Indonesia

36 responses to “One In A Million part 5”

  1. Farrah says :

    seruuuuu
    puas bcanya, pnjang n aq sukaaaaa bgt. hehehe… *lebay, abaikn*
    dtnggu part slanjutnya chingu.
    ga da kritik cma ksih sran jngan lma2 y! lbih pnjang jga ga pa2 chingu…. *banyak p’mintaan, abaikn lgi*.🙂

    • AndinaDes says :

      hehe makasihhh ^^

      ga papa kritik dan saran sangat dibutuhkan😀
      tunggu part selanjutnya ya ^-^

  2. anastasia erna says :

    bagus ceritanya…jd terhanyut..hehehe
    di tunggu ya lanjutannya….

  3. nia says :

    wahh,……………….
    seru, seru,…………mga” min ho gak balikan ma so eun,………….
    amin,………..d tunggu part selanjutnya y, !!! :-p

    • AndinaDes says :

      wah tapi min ho gamau ngelepas so eun gitu aja dong, gmn? hehe
      makasih udah baca. tunggu part selanjutnya yah😀

  4. vanka says :

    wah….crtnya keren…abis… dtnggu part slnjutnya
    klo bsa jngn lm2…ngbut ea thor..he..he…🙂

  5. chella says :

    bagus..bagus…keren…ditunggu lg lanjutannya ya….hehehehe…jangan lama ye…hehe…g sabar soalnya..author! FIGHTING!

  6. niiz says :

    So eun emg takdir kim bum >..<

  7. eli says :

    cie… romantis bener kim bum nguin so eun nangis.
    di tgu lanjutannya…….

  8. Danish Ashley Eun says :

    ooouuhh… keereeenn …
    yeah … di tunggu part selanjutnya

    makin penasaran ne?..

    kapan min ho pulang ??? mw tw kyk mn reaksi kim bum , so eun, sm min ho

    penasaran bangeeeetttt…..

  9. Yova says :

    Puass bner bacanya makin seru ni,
    min ho nekat jg i like it,
    ayo ayo min ho kamu harus smangat n berjuang buat dapatin so eun ( di pelototin mates** ha..ha……)
    aku kasih saran ni thor blh kn jgn buat min ho nyerah gitu aja yach + buang jauh2 si eun hye* author : byk bacot ni reader uhuy*
    okey kukan slalu setia menanti lanjutannya * lebay* FIGHTING….

    • AndinaDes says :

      BOLEH BANGET😀
      kritik dan saran itu ngebantu banget buat aku jadi jangan segan – segan mengeluarkan wejangan wejangan yah:D

      tenangggg, min ho itu tidak pantang menyerah. seperti yg teman – teman bilang, karakter min ho itu kalo udh jatuh cinta sma cwe ga bakal ngelepasin gtu aja ihiyyy

  10. Yunie sipenyuka hijau says :

    Unyu unyu keren beud..oh kimbum dah mulai suka nich.oh co cwit nemenin so eun yg lg nangis dkejauhan .asli sumpah keren ni ff bkin dag dig dug bca.a gak bisa dtebak

  11. rosiyani 'oci' says :

    ahhhh makin bagus chingu.
    kok aku jadi ikutan nangis baca kisah se eun ini. haha…
    dan mereka semua saling berhubungan gini. aishhh ga tau gmn tar kalo minho dah dateng ke seoul dan ketemu ma semua itu,, pasti makin rumit nih… hhu..
    aishhhh bum berubah dan sekarang makin unyuuuu bgt lebih merhatiin so eun. dan moga aja bumbisa buat soo eun ketawa lg dan ga ingat2 minho lg. hhi.. ayooo bum semangat..🙂

    author yang makin hebat , aku sukaaaa.. dan lanjut ayo part berikutnya. jgn lama2 ya. hhe , penasaran soalnya🙂

    • AndinaDes says :

      iya ociiiii makasih ya udh baca dan komen ihiy ^^

      iya nih aku juga rumit ngetiknya (?) hehehe

      TUNGGU PART SELANJUTNYA DAN SEMANGAT YA BACANYA YEAHHH (Y)

  12. dini ramadhani says :

    ouwh so sweet,bumsso romantis abis di padang bunga walo ada sedih2 dikit
    ehem ehem kim bum penasaran bgd ma so eun,udh mo ngebet nie PDKTnya hahahah
    next part dtunggu

  13. AndinaDes says :

    iya ociiiii makasih ya udh baca dan komen ihiy ^^

    iya nih aku juga rumit ngetiknya (?) hehehe

    TUNGGU PART SELANJUTNYA DAN SEMANGAT YA BACANYA YEAHHH (Y)

    mkasih bgt buat pujiannya hehehehe

  14. Mii-kun says :

    Author ! NGEBUT yee bikin part selanjutnya ! ^o^

    Ga sabar pengen baca……

    Part yg ini puas bgt,,,,dipanjangin lagi juga ga pp koq author………aq setia membaca ~_~

  15. Viqa_BumsSoeulindo says :

    authorrr aku sukaaaaa. . .

    mantap,hehe

    hmm tambah konfliknya ya, , #busetttt nie ja udah bnyak# hehe

    fighting !!!!!!!!!!!

    • AndinaDes says :

      MAKASIHHH ^^

      hehe wah mau konflik kaya gimana lagi?
      tunggu part selanjutnya yah!!!

      yeay FIGHTING!!!

  16. Lovalovato says :

    Astaga…. Bgus bgt dahh…..
    Noh Si minjung sumpah dah kga punya muka en kaga tau malu.
    Tp bneran ni konfliknya bgus bgt.
    Sbenarnya klo dipikir ksian jg si min ho dia kn jg ga salah.
    Gak bsa byangin deh gmana ntar reaksi minho.
    Uda difitnah, ditinggal pcar, eh skalinya nyusul so eun, malah uda dkat ma bum.
    Parahnya si bum ttu sahabatnya pula😦
    Yaelah bener2 miriss.
    Tp bum sma so eun tu uda jodoh.
    Jd gak bsa dipisahin.
    Huhuhu….
    Authornya ko bsa sih bkin crita seruwet ini.
    Bca ff uda brasa nntn filmnya aja aq xD
    Good job thor xD
    Oiy, mau kasih saran thor.
    Ntar endingnya si kim hyun joong sma kyuhyun di kasi pasangan jga donk.
    Jd biar happy ending smua xD
    Hehehe.

    *mian yak thor aq banyak bacot, maklum, reader gak tw diri xD*
    En salam knal dri aq yak thor xD

    1 lagi xD
    Lanjutannya jgn lama2 ya xD
    *bow*

    Ehh, 1 lagi….
    10 thumbs buadt author xD

    • AndinaDes says :

      HEY HEY KAMU KAMU HEHE:D

      makasih makasih banget udah kasih komentar, kalo kmu mau ngasih saran juga jangan segan2. justru itu ngebantu aku banget buat part selanjutnya hehhe

      salam kenal juga ya🙂

      oke dehhh, ada usulan ga pasangannya siapa???? hayo hayo….

      okelah, nanti harus happy ending, ga boleh sad ending hehehehe

      TUNGGU PART SELANJUTNYA YAH!
      MAKASIH UDH BACA DAN KOMEN ::) *capslock jebol hehe

  17. Atin says :

    Bagus,aq sk.,apalagi ga semua psangan bbf kaya hye sun ma minho,bosen.. Maaf buat fansnya minsun🙂 bumsso harus bersatu,min ho ma min jung ato cp gt,chae won, ato cp gt yg ga bs ditebak pemainnya hehehe.,terserah dech., dtunggu lanjutannya.,

  18. Atin says :

    1. Kim joon & seo woo (karakter kj di bbf & seo woo di cinderella ss si gentle & si manja)lumayan jg..
    2. Hyun joong & song ji hyo (aq selalu mkr karakter mereka d 2sisi kl liat foto mereka sama2 kadang ceria & pendiam)
    3. Kyuhyun & lee shi young bgs jg mngkin y..
    Maaf author,saya seenak jidat pasangin mereka,cm saran z.hehehe

  19. Ina BeQi Soeulmates says :

    DAEBAAAAAAAAKKKK
    kim bum mulai suka ma so eun,,,,,
    kasian nasib cinta mereka sama….
    lanjuuuutttt
    bakal seruuu ini

  20. Jung Hye Rim says :

    kerennn.. lanjutkann

  21. SintiaBumsso/@SintiaBumsso17 says :

    Kasian ssonya😥 huhuhu Bum pesan kami lidungi sso selamaanyaaaaa :’) ,, keren kak author lnjut baca🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: