아직도 그 사람 미워요? (ajigdo geu saram miweoyo?) masihkah kau membencinya? part 2

Author : Kim Elza^ ^ a.k.a Han Seul Ra ;p

Main Cast: Kim Bum, Kim So Eun

Cast: Lee Taemin (SHINee), Choi Si Won (SuJu)

Genre: Romantic, Family, Friendship

Type: Sequel

 

_oOo_

So Eun duduk di tempat biasanya membaca buku di perpustakaan, di temani buku yang setia diam terbuka diatas meja. Tapi rupanya So Eun tak sedang membacanya. Matanya mengamati keluar jendela, ia sedang memperhatikan pria yang sedang lincah bermain basket bersama tema-temannya. Ya, pria itu adalah Kim Bum. Entah sadar atau tidak, So Eun tersenyum simpul melihatnya.

”permainannya bagus sekali.. Kim Bum, kau sungguh lucu. Tapi aku takut mimpi buruk itu terulang lagi, aku tak mau hal itu terjadi. Tak bisakah kau tak selalu mendekatiku lagi?”kata So Eun dalam hati. Kini pandangannya kembali sedih menyaksikan Kim Bum yang tengah asyik.

Seperti mendengar namanya di panggil, Kim Bum berhenti mendribel bolanya. Ia lempar bola itu pada temannya lalu melihat ke arah So Eun berada, tak disangka So Eun juga menatapnya. Kim Bum semakin yakin bahwa So Eun sebenarnya juga menyukainya. Tapi kenapa ia selalu menghindar?

Kim Bum tersenyum melambai-lambaikan tangannya pada So Eun, melihat itu So Eun berpaling ke buku yang dari tadi belum sempat dibacanya karena mengamati Kim Bum. “dasar bodoh!”So Eun pura-pura tak perduli.

Kini Kim Bum duduk di pinggir lapangan, ia tak lagi bermain basket dengan teman-temannya yang masih asyik rebutan bola yang hanya diam pasrah diperebutkan itu. Kim Bum terdiam mengamati So Eun dari tempatnya. Ia mengingat cerita gadis yang mengaku teman So Eun sejak SMP.

Flashback

“dulu So Eun adalah anak yang ceria, mudah bergaul dan juga banyak teman. Ia juga sangat pandai, karena itulah ia diterima di SMA Shinwa. Hidupnya makin sempurna saat Choi Si Won, pria yang sangat tampan, kaya, pntar dan berkepribadian baik juga sangat popular dkalangan gadis-gadis itu memilih So Eun untuk menjadi kekasihnya. Mereka sungguh pasangan yang ideal dan sempurna. Hidupnya jadi lebih bahagia apalagi dengan kedekatan kedua belah pihak keluarga mereka,sepertinya keduanya sudah sama-sama saling menyetujui satu sama lain.” Gadis itu bercerita panjang lebar.

“kau bilang, Chi Si Won?” Kim Bum memastikan, takut ia salah menyebutkan nama.

Gadis itu menganguk sebelum melanjutkan ceritanya.”setahun yang lalu, entah apa penyebabnya mereka putus. Dan sejak itulah aku tak lagi berhubungan dekat dengan So Eun. Sikapnya juga berubah, menjadi penyendiri. Hingga suatu hari ia pindah kesini beberapa bulan yang lalu. Awalnya aku tak percaya dengn cerita teman-temanku disana, namun saat aku melihatnya sendiri aku jadi prihatin melihat keadaanya sekarang.”

“kau tidak tahu alasan kandasnya hubungan mereka?”tanya Kim Bum ketika gadis itu menyelesaikan ceritanya. Gadis yang ditanya hanya menggeleng.

End flashback

“besok, aku akan mencari tahu sendiri”gumam Kim Bum dalam hati.

oOo

So Eun masih terjaga di malam yang dingin itu. Ia memikirkan pria yang beberapa minggu terakhir ini selalu mengisi hari-hari sunyinya. Tak perduli So Eun mengusirnya, mendiamkannya, bahkan membentaknya saat So Eun mulai kesal di buatnya.

“Kim Bum~a, tolong biarkan aku dalam kesendirianku.. aku tak ingin kecewa lagi..” gumam So Eun menitikan air mata saat lagi-lagi mengingat kejadian buruk yang menimpanya setahun yang lalu.

Tiba-tiba seseorang membuka pintu kamarnya. So Eun segera menghapus air matanya dan memejamkannya.

Orang itu masuk tanpa ijin ke kamar So Eun. Ia mengira kalau So Eun sudah tidur, karena memang ini sudah larut malam.

Orang yang ternyata ibu So Eun itu pun berlahan mendekati anaknya yang terlihat lelap dalam tidur, ibui tu menaikkan selimut So Eun, membelai rambut dan pipinya lalu terakhir mencium keningnya. Saat mencium kening So Eun, ibunya menitikan air mata.

“So Eun~a, eomma sangat merindukanmu.. maafkan eomma, nak..” ibu itu kembali membelai lembut rambut anaknya sebelum keluar kembali dengan terisak.

So Eun mendengar pintu kamarnya telah tertutup kembali itu, perlahan membuka matanya. Hatinya makin sakit, rasanya bagai di tusuk dengan pisau yang tajam dan seseorang mencabutnya kembali dengan paksa menjadikan rasa sakit yang tak kunjung reda. Ia~pun ikut menangis larut dengan kesedihan dan rasa sakitnya.

oOo

Di rumah Kim Bum, ia sedang asyik bermain game sendirian. Malam ini ia tak bermaksud keluar untuk nongkrong bersama temannya seperti biasa dikarenakan hujan turun dengan sangat deras. Kim Bum yang merasa resah karena sampai saat ini ibunya belum juga sampai kerumah menghentikan kegiatan bermain gamenya.

“apa seperti ini rasanya  jika eomma sedang menunggu menghawatirkan aku yang sering pulang larut malam?”gumam Kim Bum sadar akan kesalahannya. “kenapa perasaanku jadi tidak enak..”

“aku pulang..”tak lama bu Kim Bum~pun tiba di rumah.

“eomma, kenapa kau hujan-hujanan seperti ini?”tanya Kim Bum memperhatikan ibunya dari atas ke bawah.

“oh, Kim Bum.. kau di rumah? Hujan di luar sangat lebat, meski aku memakai payung tetap saja aku basah kuyub”jelas ibu Kim Bum sambil meletakkan payungnya.

“eomma, ada kelopak bunga tersangkut di lengnmu.” Kim Bum memungutnya dan curiga tentang suatu hal yang sangat ia benci.”eomma, apa kau mengunjunginya lagi?”

Ibu Kim Bum tersenyum dan mengangguk.

“eomma, sudah kukatakan berapa kali kalau aku tak suka eomma mengunjunginya. Dia telah menyakitimu, dan juga aku. Apa eomma sudah lupa akan penghianatan itu?”Kim Bum langsung meluapkan emosinya.

“eomma memang tidak bisa melupakan begitu saja, Kim Bum.. tapi eomma sudah menerimanya. Mungkun inilah jalan takdir kita dari-Nya.”jawab sang ibu penuh kelembutan.”Kim Bum, maafkanlah appamu. Biarkan ia tenang di alam sana, jangan terus-terusan membencinya seperti itu.”

“apa?! Eomma bilang memaafkannya?! Laki-laki tak punya hati itu?! Jangan harap!” geram Kim Bum. Kini matanya merah membara, ada kemarahan yang sangat besar disana. “jika saja saat ini ia masih hidup, maka akulah yang akan membunuhnya dengan tanganku sendiri.”

“Kim Bum, jaga kata-katamu..! plaaakk…”ibu Kim Bum menampar pipi kiri Kim Bum dengan tangan kanannya kuat-kuat. Ia tak menyangka anaknya akan berkata seperti seorang pembunuh, padahal ia tak pernah mengajarinya seperti itu.

Kim Bum yang shock dengan tamparan ibunya itu menatap tajam ibunya. Matanya kini menahan tangis yang tak bisa ia tumpahkan. Tangannya masih memegangi pipi yang telah ditampar ibunya.

“eomma, kau menamparku demi dia?”kalimat yang diucapkan Kim Bum terdengar bergetar.

“mianhe, Kim Bum..eomma tak bermaksud begitu, tapi sungguh kata-katamu itu sudah sangat keterlaluan”jelas ibu Kim Bum yang merasa bersalah atas tamparannya pada Kim Bum. Namun ia tak menyesal karena ini juga demi kebaikan Kim Bum.

“Dulu, pada awalnya ibu juga sepertimu yang sangat membenci appamu. Tidak bisa menerima kenyataan pahit yang menimpa eomma. Eomma ingin sekali marah, ingin sekali membalas perbuatan appamu. Tapi suatu ketika aku melihatmu, eomma langsung tersadar. Bahwa eomma tidak sendiri. Eomma masih mempunyaimu, Kim Bum.”ibu Kim Bum tersenyum sambil membelai kepala Kim Bum dengan penuh kasih sayang.

Kim Bum menatap dalam eommanya itu.

“kaulah sumber kekuatan eomma. Yang menyadarkan eomma bahwa aku harus tetap tegar untuk merawatmu meski hanya seorang diri.”kini air mata ibu Kim Bum menetes.”saat itu juga eomma memutuskan untuk memaafkan appamu dan kembali menjalani hidup dengan baik hingga kau benar-benar menjadi pria dewasa dan mandiri.”

“eomma..”Kim Bum yang tak tega melihat ibunya menangis, ia menghapus air mata di pipi ibunya dengan kedua telapak tangannya. Ibu Kim Bum tersenyum walau dalam tangis. Di genggamnya kedua tangan anaknya itu dengan erat.

“apa kau tahu, selama bertahun-tahun eomma bekerja keras untuk menghidupi kita hingga kita bisa sampai seperti ini. Selama kau hidup dengan eomma, apa pernah kau merasa kekurangan sesuatu?” tanya ibu Kim Bum dan Kim Bum menggeleng.

“itulah, Kim Bum.. jika eomma hidup terus dalam kebencian, mana mungkin kita bisa seperti ini? Kita hanya akan membuang-buang waktu kita, perasaan kita, pikiran kita juga tenaga kita hanya untuk membenci orang tersebut. Bukan orang lain yang akan rugi, nak.. tapi kita sendirilah yang akan rugi.” Ibu Kim Bum memeluk anak yang sangat ia sayangi itu.

“maaf, jika eomma belum bisa mebahagiakanmu..”kata ibu Kim Bum masih memeluk Kim Bum.

“aniyo, eomma.. aku sangat bahagia punya eomma sepertimu” Kim Bum membalas pelukan ibunya.

“ya sudah, ini malam sudah larut. Sebaiknya kau tidur. Besok kan kau harus sekolah..” Ibu Kim Bum melepaskan pelukannya. Kim Bum mengangguk menurutinya.

Di dalam kamar, Kim Bum memikirkan lagi kata-kata ibunya. Memang benar, Kim Bum mengakui ketangguhan ibunya. Jika ia terpuruk terus dalam masalalunya, ia tak akan sesuksess ini. Mampu memberi apapun yang Kim Bum butuhkan. Tapi Kim Bum tetap belum bisa semudah itu memaafkan ayahnya. Luka di hatinya terlalu dalam untuk bisa sembuh secepat itu.

Kemudian Kim Bum~pun mulai memejamkan matanya dan terlelap.

oOo

Seperti biasa, So Eun membaca buku di perpustakaan pada jam istirahat. Kim Bum sedang tak bersemangat untuk bermain basket, jadi ia putuskan untuk menemani So Eun membaca di perpustakaan. So Eun serius membaca bukunya, dan Kim Bum juga serius membaca komiknya. Namun So Eun merasa acara membacanya ini tidak nyaman karena dari tadi ia terus melirik ke arah Kim Bum. Kini So Eun terganggu bukan karena ulah jail Kim Bum atau keributan yang ditimbulkannya. Tapi karena ketenangan Kim Bum. Merasa janggal, So Eun kini benar-benar memandang Kim Bum yang duduk di depannya dan mulai bertanya, “tumben kau tidak berisik? Ada apa denganmu? Apa kali ini kau tidak lupa meminum obatmu?”

Mendengar pertanyaan So Eun, Kim Bum langsung memandang balik So Eun dengan senyum cerah mengembang dan mata berbinar-binar. “tumben kau mengajakku bicara duluan? Ada apa denganmu? Apakah sekarang kau yang lupa meminum obatmu?”

“jadi, dari tadi kau hanya beracting?” So Eun kesal dengn jawaban Kim Bum yang membalikkan pertanyaanya.

“kepancing deh, tahu gitu aku diemin aja dari tadi” batin So Eun menyesali diri. So Eun melanjutkan bacaanya, kali ini dia tak akan mau terkecoh oleh sikap Kim Bum.

Sebenarnya Kim Bum agak diam hari ini karena masih memikirkan kata-kata ibunya semalam. Tapi Kim Bum tidak ingin So Eun mengasihaninya saat tahu masalahnya. Namun ketika So Eun menyadari sikapnya dan bertanya, dia jadi senang karena So Eun mulai memperhatikannya. Dan dia menutupi kesedihannya ‘lagi’.

“So Eun~a, kenapa kita tidak pacaran saja?” tanya Kim Bum tiba-tiba membuat mata So Eun membelalak terkejut.”kau kan tahu, sudah lama aku menyukaimu. Dan aku~pun juga sudah tahu kalau kau menyukaiku. Jadi apa salahnya?”

“aku tak pernah menyukaimu”jawab So Eun singkat setelah kembali tertunduk membaca bukunya berusaha tak meladeni Kim Bum yang kini kumat dengan sikap biasanya. Dan ini membuat So Eun tambah menyesal memulai percakapan tadi.

“sudahlah, mengaku saja.. jangan tutup-tutupi lagi, aku sudah bisa melihatnya..”bujuk Kim Bum dengan PD~nya.

Melihat So Eun yang tak menghiraukannya , Kim Bum jadi kesal. Tanpa pikir panjang, ia melontarkan pertanyaan yang membuat So Eun shock, ”apa jangan-jangan kau takut untuk menjalin hubungan? Apa kau sedang trauma dengan sesuatu?”

“eh…”

So Eun langsung memandang Kim Bum tak percaya, lagi-lagi So Eun hanya diam dan meninggalkan Kim Bum.

Kali ini Kim Bum tidak diam saja melongo, tapi dia bergegas menyusul So Eun karena sadar atas kalimatnya yang ia rasa menyinggung perasaan So Eun.

“So Eun~a, mianhe.. jeongmal mianhe jika aku salah bicara.”

“sudahlah, Kim Bum. Tolong, tinggalkan aku sendiri!”

Kim Bum akhirnya berhenti mengejar So Eun dan hanya memandang punggung So Eun yang makin menjauh.

“Choi Si Won,”gumam Kim Bum lirih

“bagaimana aku menemukan pria itu, apa aku harus…”Kim Bum tak melanjutkan kata-katanya dan bergegas mengambil tasnya dari kelas dan lari ke belakang gedung sekolah. Lalu ia melompat pagar setelah dirasa ia yakin tak ada yang melihatnya.

oOo

Di SMA Shinwa,

“boss, kapan kita menyelesaikan urusan dengan Kim Bum?” tanya salah seorang pria kurus berkulit putih dan punya tindik di lidah itu dengan berapi-api.

“kau tunggu saja hingga saatnya telah tiba.” Jawab Taemin dengan senyum sinisnya.

Tiba-tiba, seorang pria berambut cepak masuk ruangan Taemin dengan nafas tersengal-sengal. “hosh, hosh….. boss, Kim Bum ada disini!”

“apa?! Disini?! Di sekolah ini?!” Taemin menatap pria itu tak percaya. Pria itu mengangguk mantap.”dia membawa berapa anak?”

“sepertinya dia sendirian, boss.”

Taemin makin tak percaya, “kau yakin? Untuk apa dia kemari sendirian?”

Namun yang ditanya hanya menggeleng tidak tahu.

“kau mau bunuh diri, Kim Sang Bum?”gumam Taemin dengan senyum sinisnya.

oOo

Kim Bum terpaksa mencari pria bernama Si Won itu ke sekolahnya. Karena ia tak tahu lagi bisa mencarinya dimana. Ia sengaja tak memberi tahu siapapun temanya di SMA BumSo perihal kedatanganya ke SMA Shinwa. Selain agar ia bisa bebas menyelinap seorang diri, ia juga tak mau melibatkan teman-temannya dalam urusan pribadinya dengan So Eun.

Kim Bum sadar bahwa dirinya kini bagai anak ayam yang masuk ke kandang ular, namun sebahaya apapun dirinya sudah bertekat untuk membuat So Eun, gadis yang dicintainya itu dapat tersenyum bahagia kembali. Tak perduli dengan arang yang melintang.

Kim Bum bertanya pada seorang pria yang jika sekali melihatnya, kita akan tahu bahwa dia seorang yang pintar karena melihat tebal kaca mata dan buku yang ia baca bertuliskan ‘Ilmu Fisika’.

“hey, apa kau tahu dimana Si Won?”tanya Kim Bum pada pria itu.

“dia disana..” pria itu menunjukkan arah yang dimana seorang pria berbadan tegap atletis, berseragam rapi dan berparas tampan sedang duduk sendirian di taman yang sepi. Terlihat sekali ia dari keluarga kalangan atas, dan berkepribadian baik.

Itu penilaian pertama yang orang lain rasa saat pertama kali melihat Si Won.

“jadi pria seperti itu yang digilai So Eun,” ucap Kim Bum dalam hati. Ada nada kecemburuan disana.

Kim Bum membenarkan letak topi hitam yang ia gunakan untuk sedikit menyamarkan wajahnya. Ia juga tak melepaskan jaket hitamnya untuk menutupi sragam yang dikenakannya. Berharap jangan sampai ada siswa Shinwa yang tahu ia berasal dari SMA Bumso. Terutama musuh sekaligus adik tirinya Lee Taemin beserta kawan-kawannya.

“gumawo,” Kim Bum langsung menuju di mana Si Won sedang duduk di taman SMA Shinwa dengan gaya yang elegan sambil membaca bukunya sendirian.

Tanpa ia sadari, ada salah seorang anak buah Taemin yang melihatnya dan mengenali penyamaran Kim Bum. Ia langsung berlari untuk lapor pada pemimpinnya.

Sesampainya di taman,

“apa benar kau yang bernama Choi Si Won?” tanya Kim Bum setelah berdiri tepat di depan Si Won yang tengah duduk.

Si Won~pun mendongakkan kepalanya. “apa aku mengenalmu?”

Kim Bum tersenyum getir mengingat perkenalannya dengan So Eun,”dua orang yang sama” Kim Bum membatin.

”kita tidak saling mengenal, tapi tepatnya kita sama-sama mengenal seseorang.” Jawab Kim Bum dengan suara lantangnya.

Si Won mengangkat alis tebalnya tanda ia tak mengerti.”maksudmu?”

“apa yang dulu kau lakukan pada So Eun hingga dia menjadi seorang penyendiri seperti itu?”tanya Kim Bum tanpa basa basi, memang inilah cara dia.

Mata Si Won membelalak ketika Kim Bum menyebut nama So Eun.

“a..aku, tak melakukan apapun padanya. Bahkan dia yang memutuskan hubungan antara kami.” Jawaban Si Won yang agak gagap membuat Kim Bum tak mempercayai kata-katanya.

“tak usah mengelak, cepat katakana dengan jujur. Apa yang membuat So Eun memutuskanmu?” tanya Kim Bum mulai geram.

“hey, siapa kau ini? Untuk apa kau mencampuri urusan pribadi kami?” Si Won berdiri mensejajarkan dirinya dengan Kim Bum.

“aku Kim Bum, dan aku mencintai So Eun” jawab Kim Bum tegas.

Si Won terkejut mendengar jawaban Kim Bum,”Kim Bum, apa kau benar-benar mencintainya?” kini malah Si Won yang bertanya.

“tentu saja” Kim Bum berkata dengan mantab.

“kalau begitu, jagalah ia baik-baik dan jangan sampai kau menyakitinya..” pesan Si Won pada Kim Bum lalu menepuk sebelah pudaknya. Kim Bum heran di buatnya, ia terdiam. Tak mau menunggu Kim Bum sadar dan melanjutkan introgasinya, Si Won buru-buru mengahirinya.

“maaf, aku harus segera masuk kelas.” Pamit Si Won seraya meninggalkan Kim Bum berdiri mematung.

Kim Bum berbalik memandang punggung Si Won yang sedetik kemudian menghilang di balik pintu.

“aku merasa ada yang disembunyikan olehnya, tapi entah apa aku tak bisa menebaknya.” Kim Bum membatin.

“aish, apa yang aku lakukan disini? Sama sekali tak membuahkan hasil. Hanya dapat nasehat dari pria munafik tadi. Bilangnya jangan menyakiti So Eun tapi buktinya apa yang dia sendiri lakukan..” Kim Bum menggerutu pada dirinya sendiri dan terus-terusan menggaruk kepalanya yang tak gatal. Kim Bum kini berjalan gontai untuk kembali pulang.

Tiba-tiba, “bbuuaaaakkkk!!” Kim Bum merasakan sesuatu yang sangat keras membentur tengkuknya, seketika ia merasa pusing dan oleng. Tak sanggup lagi berdiri. Iapun tersungkur di lantai. Ia merasakan ada yang menyeretnya sampai ke tempat yang sangat pengap dan penuh barang. Tempat yang seperti sudah lama tak di tempati. Kim Bum masih dalam keadaan terpejam. Namun ia bisa merasakan beberapa orang, lebih dari tiga orang sedang menyiksanya. Menghantamkan benda-benda keras berkali-kali di seluruh anggota badannya. Kim Bum merasa sangat kesakitan namun ia tak bisa berteriak minta tolong. Bahkan, membuka mata saja Kim Bum tak sanggup. Dalam rasa sakitnya, Kim Bum mendengar suara tawa yang sangat familiar di tangkap oleh telinganya. Ya, dia adik tiri Kim Bum yaitu Lee Taemin. Semakin lama suara itu semakin kecil dan menghilang. Bersamaan dengan rasa sakit yang juga makin tak ia rasa.

oOo

Si Won pulang paling ahir hari ini, karena ia ketua OSIS ada suatu hal yang harus ia selesaikan terlebih dahulu. Sore itu sudah tak ada siapa-siapa lagi selain Si Won yang akan pulang dan penjaga sekolahan yang memang tinggal di kompleks gedung sekolahan itu.

Sedang Kim Bum mulai tersadar dari pingsannya, ia merasa seluruh badannya sakit dan tak mampu bergerak. Saat ia mencoba untuk berdiri, ia malah membuat tumpukan kardus-kardus bekas di sampingnya tejatuh.

Si Won yang saat itu berjalan melewati gudang sekolahnya itu mendengar sesuatu dari dalam gudang. Seperti benda-benda yang terjatuh. Si Won yang penasaran itu membuka pintu gudang yang tidak terkunci. Si Won kaget saat melihat seseorang didalamnya dengan keadaan babak belur seperti itu.

“Kim Bum?!” Si Won langsung menggendong Kim Bum dan membawanya ke Rumah Sakit terdekat.

oOo

4 hari kemudian..

Kim Bum merasa kaku di sekujur badannya. Satu-satunya yang bisa ia gerakkan adalah mata. Bibirnya saja masih berat untuk mengucap walau hanya satu huruf .

“Kim Bum~a, kau sudah sadar nak?” ibu Kim Bum sangat senang melihat anaknya itu membuka matanya, ia lau mendekati ranjang Kim Bum mengelap halus pipinya yang tak kotor.

“eom~ma, ke~na~pa~a~ku~bis~a~dis~in~i?!” tanya Kim Bum pada ibunya dengan suara berat dan susah payah.

“kata temanmu yang bersekolah di Shinwa, kau di keroyok oleh berandalan sekolah. Temanmu itulah yang membawamu kesini 4 hari yang lalu, lukamu sungguh sangat parah. Eomma tak habis pikir, untuk apa kau datang ke SMA Shinwa?”

Kim Bum tak menanggapi pertanyaan ibunya, ia mengingat-ingat sempat melihat Si Won yang menggendongnya masuk ke dalam mobil.

Apa dia yang memmbawaku kemari?”batin Kim Bum. Lalu seseorang membuka pintu..

“ajuma, ini sarapan unt…” kalimat So Eun tepotong melihat Kim Bum yang telah sadarkan diri. Ia tersenyum lega dan menitikan air mata harunya, ”Kim Bum kau ahirnya sudah sadar..”

Kim Bum tersenyum bahagia melihat So Eun tersenyum meskipun hanya sesaat.

“So Eun~a, kemarilah nak”panggil ibu Kim Bum memberi isyarat pada So Eun untuk mendekat. So Eun~pun menghampiri ibu dan anak itu.

Kim Bum menatap ibunya heran, “eomma, kau sudah mengenalnya?” tanya Kim Bum mulai lancar berbicara.

“tentu saja, selama kau dirawat disini eomma dan So Eun bergantian menjagamu disini..”

Kim Bum kembali menatap So Eun, seakan bertanya melalui matanya ‘apakah itu benar?’

Seperti tahu arti pandangan Kim Bum, So Eun mengangguk dengan senyumannya yang tak pernah Kim Bum lihat sebelumnya. Kim Bum semakin merasa bahagia dan ingin segera bangkit memeluk So Eun, namun tak bisa.

oOo

Beberapa hari berikutnya, keadaan Kim Bum berangsur pulih. Hanya tinggal tangan kanannya yang patah masih di gips dan dadanya yang di perban karena ada sedikit retakan pada tulang rusuknya.

Hari ini So Eun yang menjaga Kim Bum sepulang sekolah karena ibu Kim Bum sedang berada di kantor.

“apa kau begitu mencintaiku?” tanya Kim Bum dengan nada menggoda pada So Eun yang sedang menyuapinya makan karena tidak bisa makan sendiri. So Eun diam saja tak menanggapi.

“So Eun~a, jawab pertanyaanku.. benarkah kau begitu mencintaiku?”

“apa yang sedang kau bicarakan dari tadi, cepat selesaikan makanmu.” So Eun kembali pada sikap dinginnya.

“ayolah jawab ‘iya’, So Eun~a.. aku sudah dengar dari eommaku kalau setiap malam saat aku belum sadarkan diri kau terus-terusan menangis disampingku dan memohon pada Tuhan untuk membuatku bangun. Benar kan, apa begitu merasa kehilanganku~kah?” desak Kim Bum dengan nada menggoda yang makin menjadi.

So Eun yang kesal dan juga malu atas pertanyaan memojokkan Kim Bum yang di tujukan padanya itu meletakkan piring di meja dan meminta ijin untuk ke toilet, menghindari arah pembicaraan Kim Bum.

Ketika So Eun keluar, segerombol anak-anak lelaki yang masih memakai seragam dari SMA BumSo itu masuk di ruang rawat Kim Bum.

“boss, gimana keadaanmu sekarang?” tanya salah satu dari mereka

“yah, beginilah.. seperti yang kalian lihat.” Jawab Kim Bum sambil terus menyunggingkan tawa.

“apa benar yang aku dengar, kalau boss pergi ke SMA terkutuk itu demi seorang gadis?”

“…” Kim Bum terdiam.

Saat itu tanpa sengaja So Eun  hendak kembali ke kamar Kim Bum, namun tak jadi masuk saat mendengar pembicaran serius diantara Kim Bum dan temannya. So Eun berdiri di balik ambang pintu.

“apa demi gadis yang bernama Kim So Eun itu?” lanjut teman Kim Bum karena tak mendapat jawaban dari Kim Bum.”ku dengar kau kesana untuk menemui pria yang bernama Choi Si Won, benarkah?”

Mata So Eun memelalak mendengar nama orang yang sangat ia benci itu. Namun So Eun menyadari hal lain bahwa yang menyebabkan Kim Bum seperti ini adalah dirinya. So Eun tak tahan lagi untuk tidak menangis ia membekap mulutnya dan berlari menjauhi ruangan itu. Di tempat sepi, ia terisak sendiri.

oOo

Kim Bum sangat gelisah menunggu So Eun yang belum juga kembali ke kamar rawat Kim Bum. Teman-temannya semua sudah pulang.

“kemana dia, apa dia marah padaku?” gumam Kim Bum yang sangat cemas.”atau dia malah pulang?”

“maaf, aku lama..” So Eun masuk ke kamar Kim Bum. Kim Bum lega melihatnya.

“kau dari mana saja, hey.. kenapa mukamu sembab begitu? Apa kau habis menangis?” tanya Kim Bum bingung melihat So Eun seprti itu.

“Kim Bum, apa yang sedang kau lakukan? Bukankah aku sudah pernah bilang jangan mengurusi masalah orang lain…” So Eun kembali menitikan air mata.

Kim Bum semakin tak mengerti.”apa maksudmu, SoEun?”

“untuk apa kau menemui pria menjijikkan itu? Untuk apa kau ke SMA Shinwa, apa kau mau mati dengan menyerahkan dirimu pada musuh-musuhmu?”kini So Eun terisak di kursi samping kiri tempat tidur Kim Bum. Kedua tangannya dilipat kedepan untuk mmbenamkan wajahnya.

Kim Bum mengerti maksud So Eun, ia membelai rambut So Eun dengan tangan kirinya.”mianhe So Eun~a, membuatmu khawatir.. aku hanya ingin tahu alasan kesedihanmu selama ini hingga membuat senyumanmu hilang, aku ingin mengembalikan senyum itu ke wajahmu, karna aku… “ Kim Bum berhenti sejenak.”karena aku sangat mencintaimu.”

Mendengar alasan Kim Bum, So Eun menegakkan kepalanya kembali dan memandang Kim Bum lembut.

“sungguh, aku tak tahu.. aku masih takut, Kim Bum.. kejadian waktu itu terus menghantuiku. Waktu itu…” Su Eun mulai bercerita, Kim Bum mendengarkan dengan seksama.

Flashback

Si Won dan So Eun adalah sepasang kekasih yang sempurna. Mereka berdua sama-sama bahagia memiliki satu sama lain. Si Won yang berasal dari keluarga terpandang itu mempunyai kepribadian yang sangat baik, selain ia tampan dan juga pandai. Tak ada wanita manapun yang akan menolak pesonanya. Begitu pula dengan So Eun yang juga anak dari orang tua yang kaya raya sama pandainya dengan Si Won dan juga berparas cantik. Senyumnya yang menawan juga sikap cerianya membuatnya banyak teman dan di gandrungi kaum adam.

Kedua belah pihak keluarga juga sudah saling dekat, hingga sempat merencanakan pertunangan So Eun dan Si Won. Sampai suatu hari, saat So Eun pulang dari les pianonya ia sangat senang mendapati mobil Si Won parkir di depan rumahnya. Ia pikir, Si Won sedang memberi kejutan untuknya. So Eun~pun berjalan senang memasuki rumahnya. Saat itu, ayah So Eun sedang ada dinas ke luar negri.

“eomma, aku pulang…… Si Won…” So Eun memanggil ibunya dan Si Won bergantian. Tapi

ia heran, tak ada jawaban dari keduanya.

“kemana mereka?” batin So Eun melihat rumah besarnya itu sepi. Bahkan satu pelayanpun tak nampak.

Merasa bosan mencari keberadaan mereka, ia naik menuju kamarnya. Tak ada kecurigaan karena memang keluarga mereka sudah terjalinan dekat. Namun saat So Eun hendak memasuki kamarnya, ada suara aneh yang berasal dari kamar di sebelahnya. So Eun mendekati kamar di sebelah kamarnya. Itu adalah kamar orang tuanya, tapi kenapa ada suara Si Won di dalam? So Eun yang curiga langsung membuka paksa pintu kamar tersebut. Ternyata tidak terkunci. So Eun shock mendapati pemandangan yang tak pantas dilihatnya. Antara Si Won kekasihnya dengan ibunya sendiri, hanya berdua di tempat tidur dalam keadaan yang sangat-sangat memalukan.

“eomma, Si Won.. apa kalian……” So Eun tak sanggup melanjutkan kata-katanya. Ia hanya menangis tak percaya, dua orang yang sangat dicintainya telah tega menghianatinya.

“So Eun?!” ibu So Eun tak kalah kaget melihat kedatangan anaknya yang tidak disangka-sangka

Si Won hanya diam membisu, ia pasrah karena semuanya telah terlanjur So Eun lihat.

oOo

Pasca kejadian itu, So Eun mengurung dirinya di kamar selama 3 hari. Sampai ayahnya kembali dari dinasnya.

“So Eun, buka pintunya nak.. ini appa, tadakkah kau merindukan appa?” sepulangnya ke rumah, ayah So Eun langsung menuju kamar anak tersayangnya itu. Ia sudah dengar perihal anaknya yang mengurung diri di kamar beberapa hari ini. Namun saat di tanya, semua tidak ada yang menjawab. Tak terkecuali sang pelaku yang adalah ibu So Eun.

“appa,” So Eun berlari membuka pintu kamarnya. Ia langsung memeluk appanya. Saat ini hanya ayahnya lah yang ia percaya.

“ada apa, So Eun? Ayo ceritakan pada appa!” tanya ayah So Eun, namun So Eun menggeleng enggan untuk menceritakannya. Karena tak ada yang mau memberi tahu kejadian sebenarnya, ayah So Eun memutuskan akan mencari tahu sendiri

oOo

Hari ke-4 pasca peristiwa laknat itu, So Eun sudah menguatkan dirinya pergi ke sekolah.

“sayang, syukurlah kau kembali sehat. Aku tak semangat sekolah jika kau tidak ada.”

So Eun menatap tak percaya dengan apa yang dikatakan Si Won padanya, seperti tak terjadi apa-apa. “sayang kau bilang?! Setelah apa yang kau lakukan padaku kau masih berani memanggilku sayang… denger baik-baik ya,’ kulit landak’. It’s over! Mulai sekarang, aku menganggap tak pernah mengenalmu.”

Detik itu juga, mereka berdua jadi pusat perhatian anak-anak sekelas. Mereka bertanya-tanya, ‘ada apa dengan pasangan idaman mereka?’

Si Won langsung menarik tangan So Eun dan di gelandangnya ke tempat sepi tak perduli So Eun yang terus berontak.

“denger ya, kau tidak boleh putus denganku!” gertak Si Won menatap So Eun nanar.

“kau harus tetap menjadi kekasihku setidaknya sampai kita lulus dari SMA. Aku gak mau nama baikku tercemar jika kejadian itu tercium oleh awak media. Susah payah aku membangun image, aku tak mau semua rusak gara-gara hal sepele seperti ini. Apa kau sengaja membuat malu aku dan keluargaku?”lanjut Si Won membuat So Eun menyesal pernah mencintai pria tak waras ini.

“mworaguyo?! Sebenarnya siapa yang berbuat memalukan diantara kita?! kau ingin aku berpura-pura  menjadi kekasihmu untuk menjaga imagemu? Sedang kau berkencan dengan eommaku?! Atau berapa banyak lagi tante-tante di luaran yang kau kencani tanpa sepengetahuanku.. Heh…?!” So Eun tersenyum getir tak menyangka Si Won bisa sebejat itu terhadapnya.”Kau gila Si Won…”

So Eun pergi meninggalkan Si Won yang tetap memanggil namanya, tapi So Eun sudah benar-benar muak dengan Si Won. Sejak saat itulah, So Eun terlihat murung di sekolahannya. Banyak pertanyaan yang terlontar padanya ‘kenapa So Eun putus dengan Si Won?’ namun dari keduanya selalu tak mendapatkan jawaban.

Semakin bosan So Eun mendengar pertanyaan-pertanyaan itu hingga benar-benar membuatnya tak betah lagi di sekolahnya. Kemudian ia memutuskan untuk pindah ke SMA BumSo.

oOo

Suatu hari di rumahnya, sepulangnya So Eun dari sekolah. So Eun mendapati kedua orang tuanya bertengkar sangat hebat. Rupanya ayah So Eun telah mengetehui penyebab So Eun mengurung diri di kamar beberapa hari lalu. Dan itulah mengapa sejak kejadian terkutuk itu So Eun sama sekali tidak berbicara dengan ibunya. Apalagi dengan tambahnya kejadian ini. So Eun menyaksikan ibunya memohon ampun pada ayahnya. Sedangkan ayahnya sama sekali tak menghiraukan ibunya. Pertengkaran itu usai dengan sepeninggal ayah So Eun dari rumahnya. So Eun sangat sedih. So Eum semakin membenci ibunya, karena telah membuat ayahnya pergi dari rumah. So Eun makin marah dan tidak bisa menerima ibunya sendiri.

Sampai sekarang, So Eun tidak bisa memaafkan ibunya itu walau ibunya sering meminta maaf pada So Eun.

End flashback

Kim Bum kini mengerti mengapa So Eun jadi penyendiri seperti ini. Sungguh tidak menyangka, Si Won mantan kekasih So Eun yang membantu Kim Bum ke rumah sakit telah menghianati So Eun dengan menjalin hubungan diam-diam dengan ibu kandungnya sendiri. Selain itu, So Eun juga tertekan karena menyimpan aib keluarganya.

So Eun merasa sesak di dadanya sedikit berkurang setelah menceritakan masalahnya pada Kim Bum. Selama ini, masalahnya hanya ia pendam sendiri. Ia malu dan kecewa mempunyai ibu seperti itu. Karena itulah ia tidak menceritakan pada siapapun termasuk teman terdekatnya sekalipun. Sejak saat itu pula ia tak percaya pada siapapun, karena ibu kandungnya saja tega menghianatinya apa lagi orang lain. Ia memilih untuk sendiri.

oOo

Beberapa hari berikutnya, Kim Bum sudah dinyatakan pulih. Sekarang ia diijinkan untuk pulang,  So Eun mengantar sampai rumah Kim Bum.

“So Eun~a, gomawo.. kau telah menghabiskan waktumu hanya untuk membantuku menjaga anak bandel ini..” ucap ibu Kim Bum ramah kemudian mencium kening So Eun.

“ah, ajuma.. anda berlebihan, saya hanya membantu semampuku. Lagi pula ini karena saya juga, Kim Bum jadi begini.” Jawab So Eun merasa tak enak dengan kebaikan ibu Kim Bum yang dirasa berlebihan itu padanya.

“eomma, yang di katakana So Eun itu benar..” Kim Bum mulai angkat bicara.”aku seperti ini itu gara-gara dia, jadi sudah sepantasnya dia yang merawatku.”

“So Eun, kau tidak usah dengarkan dia ya.. dia memang suka bicara sembarangan.” Ibu Kim Bum membesarkan hati So Eun sambil mencubit pipi Kim Bum gemas.

“eomma, hentikan! Jangan lakukan itu lagi! Apa lagi di depan So Eun.”Kim Bum malu deperlakukan seperti anak kecil oleh ibunya di hadapan So Eun.

So Eun dan ibu Kim Bum tersenyum lucu dan kini Kim Bum yang di tertawakan malah manyun.

“baiklah, So Eun.. sebelum pulang, kau harus mau makan dulu disini. Aku akan menyiapkannya dulu. Kalian tunggu disini ya.” Ibu Kim Bum meninggalkan Kim Bum dan So Eun di ruang tengah.

“biar aku bantu, ajuma” So Eun menawarkan diri tak enak merepotkan ibu Kim Bum, tapi di tolak halus oleh ibu Kim Bum.

“jangan, So Eun.. kau temani saja anak nakal ini, nanti dia berulah lagi” cegah ibu Kim Bum dengan senyuman yang penuh kehangatan.”dan satu lagi, panggil saja aku eomma. Aku akan senang mempunyai putrid yang manis sepertimu.”

“de, eom~ma..” rasanya lama So Eun tak menyebut kata ‘eomma’. Ia merasa senang dekat dengn ibu Kim Bum yang penuh kasih sayang, sebenarnya ia sangat merindukan sosok ibu. Namun ia masih belum bisa memaafkan ibunya sendiri.

Kim Bum melihat So Eun melamun dengan mata sedihnya ‘lagi’, tiba-tiba ia mendapatkan ide jail. “CUP” Kim Bum mencuri ciuman di pipi So Eun.

So Eun yang tepat duduk di samping Kim Bum terkejut dirinya di cium Kim Bum.”apa yang sedang kau lakukan?” tanya So Eun memandang Kim Bum yang memasang tampang tak berdosanya itu.

“gumawo,” jawab Kim Bum setengah berbisik diiringi smile killer~nya.

“hanya untuk mengatakan terimakasih kau tak perlu menciumku kan?” So Eun menghapus ciuman Kim Bum dipipinya dengan tisu. Melihat itu Kim Bum jadi marah.

“hey, kenapa kau menghapusnya?!” Kim Bum menghentikan tangan So Eun dan merebut tisu yang di pegang So Eun lalu membuangnya.”waktu eommaku berterimakasih dan menciummu kau diam saja. Kenapa giliran aku malah kau menolaknya?!”

“itu beda bodoh!!” jawab So Eun .

“apanya yang beda?! Sama aja kan… Kau yang bodoh!!” Kim Bum tak mau kalah

oOo

So Eun merasa  hari ini pertama kalinya bisa tersenyum lepas tanpa beban mengingat masalahnya, ia mengingat kejadian-kejadian lucunya bersama Kim Bum sejak awal perkenalan sampai detik ini, ia baru menyadari bahwa banyak hal yang membuatnya tertawa karena ulah jail Kim Bum. Mengingat kegigihan Kim Bum hingga berhasil jadi sedekat ini denganya, di SMA BumSo, hanya Kim Bum satu-satunya teman So Eun. Mengingat pula sikap ibu Kim Bum yang sangat penyayang dan masih memanjakan Kim Bum itu, tak terasa senyuman kembali terukir di wajah So Eun.

Ibunya yang mmperhatikan So Eun dari jauh itu heran melihat So Eun akhirnya bisa tersenyum kembali. Ibu So Eun~-pun ikut tersenyum.

oOo

Kim Bum telah kembali  sekolah setelah hampir sebulan ia absen. Hari demi hari ia lewatkan di perpustakaan bersama So Eun. Karena tangan kanannya yang baru pulih, ia di anjurkan untuk mengistirahatkan tangannya. Ia di larang bermain basket untuk sementara waktu.

“So Eun~a, apa kau tidak bosan terus-menerus disini?” tanya Kim Bum  yang mulai bosan berada di surga buku itu.

“kalau kau bosan mengikutiku, bukankah aku sudah memperingatkanmu untuk berhenti mengikutiku..” jawab So Eun yang tetap tenggelam dalam bacaanya.

“aish, bukan itu.. mana mungkin aku bosan mengikutimu.. aku hanya bosan melihat timpukan buku-buku itu..” jelas Kim Bum menunjukkan rak-rak buku di sekitar mereka.

So Eun hanya geleng-geleng kepala.

”sekarang kau yang ikut aku!” Kim Bum menarik paksa tangan So Eun.

“kau mau membawaku kemana?” So Eun mulai kebingungan dengan sikap Kim Bum.

 

 

To be continue..

 


Wah, kira-kira Kim Bum mau membawa So Eun kemana ya..?!

Reader, adakah yang mau ikut author untuk membuntuti mereka berdua?!hehe #plakk *apaan sich, nie authornya GaJe abiz.. o,O’

Terima kasih ya, reader yang sudah berbaik hati membaca ff aneh saya. Semoga gak bosen dan mau lanjut baca ke part 3.. kalau ceritanya gak nyambung, author minta maaf sebesar-besarnya. Mungkin kegaringan author dalam bercerita disebabkan karena sering bergaul dengan suami saya yang sangtae yaitu Onew.hehe  -_____^’

Tolong coment dan vote ya, cingu..^___^

Khamsa Hamida..

Tags: , , ,

About bumssoindo

We are fanbase of BUMSSO (Kim Bum and Kim So Eun) from Indonesia

46 responses to “아직도 그 사람 미워요? (ajigdo geu saram miweoyo?) masihkah kau membencinya? part 2”

  1. Rara says :

    Ayo buruan di lianjutin..hehe
    Ya ampun oppa siwon tega bgt sama onnie so eun.😦 kasian onnie..
    Ibunya onnie jg..ckckck *geleng”*

    • Elza says :

      iya, author jg g tega bikin cerita eonie.. tp gmn lg y, udh nasib…hehe
      makasih udah baca, jangan bosen ya..^___^

  2. Anjany Bumsso says :

    ayoooo buruan dilanjutin …….hihihihih
    gila,,, siwon oppa tega bgt sm so eun onnie!!! dasar siwon oppa !!! pake selingkuh sm mama so eul lagi !!!! aku tunggu part 3nya!!!hahahahahah

    • Elza says :

      terima kasih udah baca n coment..
      moga gak bosen ma ceritanya.hehe ^___^

      • Anjany Bumsso says :

        tentu aja aku gak bosa !!! ceritanya menarik kok !!!! mudah-mudahan kalo udah ending author bkin ff/os yg lebih menarik lg hihihihihih!!!!
        oh iya author punya fb gak ???

      • Elza says :

        trimakasih, tapi authornya mendadak khawatir reader pada kabur baca cerita selanjutnya.hehe *author curhat
        iya lupa di part ini gak author gak nyelipin almt twtt ato fb yak?! #plaak.. pdhl part1’na ada.hehe :p
        silakan add: Elza Uswatun Khasanah n foll jg: @emerald_elz
        ^___^

      • Anjany Bumsso says :

        hahahahaha………….kayaknya enggak dech !!!! kan cerita author banyak yg baca !!!!! hihihihihih!!!!! aku jg nangis loch gara2 baca cerita ini !!!! kan pertama aku bacanya lewat hp dikiraiin aku nangis gara2 di putusin sm pacar *Curhat mode on*!!! author ff nya gak di post di fb ya ??? ternya eh ternyata fb kita udah temenana !!! hahahaah !!!!! sorry ya author aku gak bisa follow soalnya twiter aku tuch diganti pass nya sm orang lain *curhat *lagi* mode on*

      • Elza says :

        iya, gak d post d fb soal’na dkit banget tmen mates author d fb. ntr klo udh bnyk tmen mates insyAllah..🙂

        weleh, ampe nangis juga toh..?!
        padahal author’na ketawa mulu pas bikin cerita gaje ini. blm bisa menggambarkan cerita lewat tulisan.hehe :p

        jd maklum aja kalimat’na ancur gt. ^_______~’

  3. Sary aj0w says :

    0w get0 critanya…hmm ‘plaak.bag.big.bug’ hajar siw0n..smbrangan aja dia..huf!!..bumss0 brsatulah..hahaha..lanjud th0r..

  4. vankyuushin says :

    jdi pnsran kra2 KB mw bw KsE kmn ea?
    lanjuuttt…

  5. Elza says :

    ayow ikut author mbuntutin mereka….!!
    hehe😀
    thankz udah baca ^___^

  6. Atin says :

    Heh author sarap *sambil nunjuk2 muka author* enak z suami saya siwon dibilang selingkuh,dy mah setia ma saya..😀
    Kim bum bilang ” jd lelaki ini yg digilai so eun” (kurang lbh gt y ngmngnya.hehe) y iyalah,siwon gt *senyum sambil gandeng tangan siwon oppa.haha*
    Jitak so eun,enak z bilang oppa menjijikan,,iya kan oppa *meluk siwon lagi* haha (saya ini mates bukan cih?drtd mrhin bumsso.hihi)
    Part2 lbh bgs klmtnya drpd part1 mnrtq ndul,lbh enak dibaca..fighting buat ff berikutnya,yg hebring y.haha

    • Elza says :

      haha, gak sopan ma author pke’ nunjuk2 muka segala. *gak nyadar pa dr tadi d pelototin suami saya Onew ^__~’
      (saya mates bukan cih? drtd mrahin bumso.hihi) —>> penghianat..!! #plaaakk…!!
      makasih buat masukannya, insyAllah abiz UTS da gmbaran baru. *jiaaaahh…
      do’ain UTS’q lancar y.. ^___^

  7. bismania luph bumsso says :

    wooooooooooowwwwwwwwwwwwwwww,…………..
    snang bgetzz bcax,………….seru, apa lge ne hari yg membahagiakan,!!!!
    lanjutin author !!! Fighting,!!!!
    cpetan y, next part di tunggu,……………
    ~ _ ^

  8. dhiyah says :

    ta d sNka t.nYta oPpa Si won jhat bgt , , sma kya ibu y So eun . . .mrka b.2 sMa” p.Hianat !!!!!!
    bNer tu Onnie So eun , , Diemin z mrka g sah d ksih maaf !!!! JANGAN PERNAH !!!!!
    *maaf emosi , , bis Bnci bgt rang” kya mrka/pLetak/ g da yg nYa*

    • Elza says :

      bener banget, author juga gak mav’in yang namanya penghianatan!! *ikutan emosi ma reader
      tapi gak taw tuch eonnie’na gmn, tungguin aja y..hehe *author angkat turunin bahu #jiaah..
      jgn bosen baca cerita gaje saya. makasih atas comen’na.. ^____^

  9. rosiyani 'oci' says :

    ahhhhh seruuuuu…
    salut liat kegigihan bum hanya buat so eun seorang.. hhe…
    itu siwon kok tega bgt dahhhh, ibunya so eun jg genit ihhhh udah pny anak kok malah ambil pacar anaknya sendiri… gilaaaaaa…
    nahhhh masa lalu so eun dah terungkap nih.. sekarang penasaran ma masa lalu kim bum yang bisa musuhan ma taemin.. hmmmmm…. ditunggu nih…
    ya author , lanjutlah part berikutnya, penasaran so eun mau dibawa kemana itu… hhi🙂

  10. Elza says :

    tungguin aja ya.. moga gak bosen n gak kecewa juga pada cerita selanjutnya.. *tiba-tiba author khawatir dalam hati kalo2 bikin kecewa reader *curcol #pllaaakkk…!!
    makasih udah baca n coment.. ^____^

  11. ninda says :

    wahh,,, kereenn BGT!!!
    si won oppa kok mw ama tnte2 ya??lbih baik ma aq ajah,,#plaakkk digampar#
    10 jmpol buat author crtianya mnarik!!,:DD
    part 3 lanjuuuttt!!!:p
    aq tggu ya!!^_^

    • Elza says :

      wah, reader pnjem jempol siapa aja tuch..?!hehe
      makasih udah baca n coment ya,author berharap semoga reader berlapang dada dengan ending’na..
      *kyaaa…~~~!! author tambah gaje nie, :p
      tunggu yak..^________^

  12. krista says :

    ceritanya bagus !! wuihhh seru .. siwon gag bgt sie … minta di geplakkk ..
    ditunggu kelanjutannya .. hihihihi . gag sabar !

  13. dini ramadhani says :

    kyaaaaa….. bumsso mkin deket aje nie
    waduh,si won kok gitu ya?tega bener ma so eun
    next part jgn lama2

  14. ashillach says :

    ih keren deh, si won ternyata kejam sangat, haha
    pdhl awalnya kupikir taemin mantannya so eun, ternyata salah -sotoy sih, hihi-
    ya, ud ditunggu lanjutannya aj y!

    • Elza says :

      yeee….~~~~~~!! author bisa ngecoh reader… :p *jingkrak2 gaje
      makasih udah baca n coment ^______^

  15. rini says :

    ahhhhhh kereennnnn
    ternyta soeun dihianati ma siwon , ,
    untunglah kimbum udh bisa ngerebut hati soeun n bwt soeun senyum lgi , ,
    kimbum ngajakin soeun kmna ya??
    penasarannnnnnn,, lanjutan,a jgan lma” ya,,

  16. ophie says :

    makien pnasaran eon ..
    ayoo .. lanjutin cepetan y ..!!!

  17. evi says :

    keren..
    d tunggu part selanjutnya…..

  18. Ecung says :

    Uwa . . .
    seru,,cengar cengir sendiri aku bca nie ff. Hahaha
    lanjutkan . . . . !

  19. Viqa_BumsSoeulindo says :

    astagfirulloh al~azimmmmmmm. , , , ,~numpang istigfar~

    ckckckck SUKSES buat aku nangis 2 KALI dalam satu part ini, , , ,

    fiuhhhhhhh ~buang nafas~

    1 . . . .2. . . . .3. . . .

    huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa !!!!!!!!!!!!!!!!!! ajibbbb sakit hati banget q baca ini ff, ,bnar2 mnyayat hatiku, ,

    remuk tak trsisah lagi sudah, , huhuhuhuhu ~agak lebai tp ini NYATA AUTHOR~ hiks

    pertama aq nangis waktu dialog kim bum ama eommanya, ,yg bumppa ditampar. . . ckckck

    TERUS yg paling ajib meweknya pas flashbackk ?????????????

    ya allah sumpah ilfil aku ma tuh 2 orang, , ,

    busett seorang ibu tega ngelakuin seprti itu pada anaknya sendri, , ,hahhhhhhhhhhhhh. . .

    udahlah author q nggk bisa ngomong apa2 lagi, ,yg pasti kalw aq jadi eonnie ~baca:so eun~ sulit untuk memaafkan sang eomma, , butuh proses panjang. . .

    udahlah part 3nya q tunggu ya. .

    semangattttt !!!!!!!!!!!!!

    • Elza says :

      hehe terimakasih banyak nie coment’na.
      author gak nyangka da reader ampe segitu’na baca ff saya😛
      tp author jd t’haru TT,TT *ikutan mewek bareng reader

      jangan bosen baca’na ya… makasih ^____~’

  20. Atin says :

    Elzaaaaaaaaaaa *lempar granat ke arah onew & u *
    Saya coment lagi mo marah ma author..gr2 author nee siwon oppa jd dimrhin ma bnyk reader., *nyium siwon oppa,oppa senyum2 z* hahaha
    Sukses y ndul *sambil jitak kepala u* :p
    Eonie maafin siwon oppa y kan dah d kim bum,ibu kamu tu yg jebak dy..hihi
    Bumsso ayo kalian nikah!!! *teriak2 di atap masjid bawa speaker* *reader semakin ngaco dech*😀

    • Elza says :

      sory, ntek..^___~’
      sekali2 gt si won u gk di gilai ce’, cerita ini.. :p

      eh, apa’na yg senyum2..?! si won kabur tuch s’blm u smpet nyium… hahahay..:D

      tenang ntek, sebesar dan seberat apapun rintangan yg dialami bumso, mereka akn tetep bersatu selamanya.. soeulmates happy ending gt loch.. ^____~’

      ngmeng2 jg nich, kn kmren q da ff yg si won’na bneran jd ank baek2. cm blm jd aj.hehe
      *author ngasih bocoran

  21. RiriAngels says :

    Hyaa Author ff mu KEREEEEEEN SEKALEEEE😄
    Huhuhu riri g nyangka trnyata mslh eunnie splk itu hiks jd sdh😥 *ngs dplkn Yoochun*
    Eomma.a eunnie n si won jht bgt ><
    Haha Saya suka bgt kish.a bumsso LUCUUU haha
    Next Part ditgg thor jgn lamalama ya 😀

  22. Ina BeQi Soeulmates says :

    aaaaaaaaaaaaaa uda mulai tmbuh rasa antara bumsso…..
    waaaaa makin kereeeeeeennnnnnnnn^^

  23. rachimasofiani says :

    SERUUUUU!!
    aku baca part selanjutnya yaaa~

  24. tyas27 says :

    ibunya soeun sama siwon??? omona~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: