Memories In Christmas Eve (Story 4)

Author: ashillach

Main Cast: Kim So Eun, Kim Bum

Other Cast: Kim Joon, Im Yoona

Genre: friendship, family, romantic

Type: sequel

 

 

Hai!! Ud story 4, berarti ud mulai masuk ke klimaksnya nih…yg lain2nya di bawah aj ya, laangsung aj:

Just enjoy the story, Chingu! I hope you like it   ^^

###################

 

 

Saat itu aku terbangun karena mendengar suara petikan gitar. Perlahan-lahan aku membuka mataku dan menyadari aku berada di sebuah ruangan yang asing bagiku. Aku memegang kepalaku, ada sebuah handuk basah. Aku pun langsung terduduk dan memperhatikan sekitarku “ Di mana ini?” gumamku

Aku mendengar suara pintu terbuka dan seorang pria datang menghampiriku “ Kau sudah bangun ?” tanyanya, aku menoleh ke belakang dan terkejut melihat  pria itu

“ Kim Bum…” aku langsung menggeleng “ Ah, aniyo.. maksudku, Sonbae. Kenapa Sonbae bisa ada di sini?” tanyaku padanya.

“ Itu pertanyaanku, lebih tepatnya, kenapa aku bisa membawamu ke sini” jawabnya dan memberikan sebungkus roti padaku.

Aku menerimanya dan mengingat kejadian beberapa jam yang lalu. Aku berada di café, ya, lalu aku menjatuhkan nampan dan seorang tamu laki-laki datang dan aku terjatuh pingsan. Sehabis itu apalagi? Tanyaku dalam hati

“ Laki2 yang datang saat itu aku, babo! Aku membawamu ke sini karena aku tidak tahu di mana rumahmu, dan teman2 kerjamu juga tidak tahu di mana kau tinggal “ dia menjawabnya seolah-olah bisa membaca pikiranku.

Lalu di mana ini? Tanyaku lagi dan masih menatapnya dan sekelilingku dengan heran

“ Ini di sekolah, di ruangan Ketua Osis. Dan karena ketuanya Min Ho, aku bisa meminjamnya” jawabnya lagi.

Aku menatapnya dengan heran, apa dia bisa membaca pikiranku?

“ Tentu saja bisa terbaca, itu terlihat dari matamu!” jawabnya.

Aku berhenti memikirkan macam2. takut kalau dia mengetahuinya lagi. Aku menatap roti di tanganku.

“ Makanlah! Kau lapar kan?” ucapnya dengan nada memerintah dan mengambil handuk di kepalaku.

Aku mencibir “ Apa Sonbae yang mengompresku dengan handuk itu?” tanyaku dengan polos

“ Berisik, diam dan makan saja!” katanya lgi, wajahnya terlihat sedikit memerah. Aku tersenyum simpul melihatnya. Haha, lucu juga.

Dia keluar sebentar dan masuk lagi membawa gitar dan sebuah buku. Tapi aku tidak peduli, aku terus saja makan. Aku memang lapar sih. “ Kau sudah lebih baik sekarang?” tanyanya

Aku mengangguk malu “ Sonbae sendiri sudah makan?” tanyaku. Dia menunjuk ke meja yang ada di depanku “Mana mungkin aku memikirkan orang lain kalau kebutuhanku sendiri belum terpenuhi” jawabnya. Di meja itu juga terdapat bungkusan roti yang sama dengan yang sedang kumakan

“ Jadi 2 minggu ini kau bolos karena kerja di sana? Bukannya kau anak orang kaya? Kenapa masih harus bekerja?” tanyanya dan memulai memetik gitar dengan pelan

Aku masih diam. Bingung harus berkata apa “ Apa karena kau ingin membayar hutang pada seseorang?” aku terkejut mendengar perkataanya, apa dia sudah tahu?

Dia berhenti memainka gitarnya “ Apa selama 2 minggu ini uang untuk bukuku sudah terkumpul? “ ah, ya sudahlah aku jujur saja “ Sonbae sudah tahu ya?” tanyaku. Dia mengangguk “ Dari temanmu yang juga bekerja di sana. Go Ara” jawabnya. Aku mengepalkan tanganku. Awas kau, Go Ara!

“ Kenapa tidak minta pada orang tuamu saja? Aneh sekali kalau kau malu dengan orang tuamu sendiri”

Aku terdiam sejenak, “ Sebetulnya aku bukan anak kandung, aku anak angkat, dan tentu saja aku tidak bisa mengatakannya karena ini adalah perbuatanku sendiri, dan lagi mereka sudah baik padaku, aku tidak mau lebih merepotkan lagi” jawabku pelan

“ Orang tua kandungmu ke mana memangnya sampai kau bisa jadi anak angkat orang tuamu?” dia bertanya lagi

“ Orang tuaku meninggal di malam natal 10 tahun lalu karena sebuah kebakaran, aku bisa diangkat menjadi anak karena orang tuaku yang sekarang pernah ditolong oleh orang tua kandungku, aku tidak tahu bagaimana persisnya, yang pasti orang tua angkatku ingin membalas budi baik orang tuaku, itu saja. Karena itu aku diangkat menjadi anak mereka” jelasku panjang lebar

Dia sempat terdiam sebentar dengan tatapan sendu “ Jadi, saudaramu itu bukan saudara kandung?” dia bertanya lagi

“ Maksud Sonbae Yoona? Bukan, tapi sebelumnya kami sudah akrab” aku menggeleng dan menjelaskan padanya

“ Apa teman-temanmu tahu soal itu?”

Aku menggeleng lagi “ Di sekolah ini baru 2 orang yang tahu”

“ Siapa?”

“ Sonbae dan Kim Joon Sonbae” jawabku. Ia langsung diam dan kembali melanjutkan kegiatannya tadi. Aku menatapnya dengan ragu, sebelum akhirnya aku memberanikan diri untuk bertanya “ Apa Sonbae benci dengan Kim Joon Sonbae?” tanyaku pelan

“ Memangnya kenapa?” tanyanya.

“ Ah, aniyo, hanya…..” kata-kataku terputus, karena dia langsung memtongnya

“ Aku yakin kau sudah tahu darinya, kami saudara tiri. Aku selama ini bersikap dingin padanya bukan berarti membencinya, hanya saja, seperti yang terjadi pada semua saudara tiri lainnya, aku hanya tidak bisa sepenuhnya menerimanya “ jawabnya seadanya

“ Kenapa Sonbae tidak bisa menerimanya sepenuhnya?” tanyaku lagi

“ Kenapa aku harus bisa sepenuhnya menerima? “ dia membalikan pertanyaannya. Aku hanya bisa –lagi2- mencibir melihatnya “ Kalau tidak mau menjawabnya bilang saja “ gumamku pelan

Kim Bum Sonbae menatapku dengan tatapan aneh (sama seperti cara Yoona menatapku setiap dia bertanya tentang dunia hiburan, dan aku tidak bisa menjawabnya -_-) “ Aku mengerti kenapa fansku suka sekali mengerjaimu meskipun ini bukan masalah mereka “ ucapnya

“ Maksud Sonbae?”

“ Karena kau juga suka ikut campur” jawabnya, aku masih menatapnya tidak mengerti “ Bukannya ada pepatah yang mengatakan bahwa burung hanya akan berkumpul dengan jenisnya? #dapet dari adegan SoEul di BOF waktu Yi Jeong sedang latihan renang# Orang yang suka ikut campur pasti akan dekat dengan orang yang suka ikut campur, dan aku benci dengan orang-orang seperti itu”

Memangnya ada pepatah seperti itu? #aku juga gk tahu, ak aja dpt dari BOF, hehe ^_*# tanyaku dalam hati. Dasar orang aneh.

“ Kau dan Joon suka bercerita tentang apa saja?” kini giliran dia yang bertanya. Dasar sama saja. suka mencampuri urusan orang lain

“ Apa Sonbae harus mengetahuinya?” jawabku balas bertanya. Dia menatapku dengan tatapan kesal, aku membalasnya dengan menjulurkan lidahku

“ Apa susahnya sih menjawabnya” katanya

“ Bukannya Sonbae sendiri yang mulai mengatakan Sonbae benci dengan orang yang suka ikut campur?”

“ Itu kan prinsipku!”

“ Apa itu prinsip? Kalau begitu seharusnya Sonbae juga tidak mencampuri urusan orang lain”

“ Ya, menurutku itu prinsip, dan terserah aku ingin mencampuri urusan orang lain atau tidak”

“ Tidak bisa seenaknya begitu! Kalau begitu Sonbae sama saja membenci diri Sonbae sendiri, “

“ Bisa saja, terserah padaku!”

“ Tidak bisa”

“ Bisa”

“ Tidak”

“Bisa”

“Tidak”

“Bisa”

“ Tidak”

“ Ah, terserah” dia mengakhiri perdebatan tidak jelas kami (?). jujur saja, baru sekali ini aku mengobrol panjang lebar dengannya, kupikir dia orang yang membosankan, tapi sepertinya dugaanku yang ini salah.

“ Kau sepertinya sudah baikan, pulanglah, ini sudah jam 10.07 malam, bagaimana kalau keluargamu mencarimu?” aku terkejut mendengarnya, jam 10?

“ EH? Sekarang sudah jam 10 Sonbae? Sebetulnya sudah berapa lama aku pingsan?” tanyaku dengan nada shock

“ Hitung saja dari jam 05.00 sore tadi, sampai jam 09.45” dia menjawabnya dan berdiri mengambil tasnya.

Aku menghitungnya dengan jariku, 4 jam lebih! Dan sekarang sudah jam 10 lebih, apa yang harus kukatakan pada ayah? Dia pasti marah!

Aku masih memasang tampang shock, Kim Bum Sonbae melihatku dan berkata “ Salahmu sendiri, siapa suruh bekerja sekeras itu. Sudahlah lebih kau pulang saja, aku juga mau pulang” Kim Bum Sonbae melemparkan tasku

Aku menangkapnya. Ini juga salahmu, babo! Orang yang suka membesar-besarkan masalah! Ingin aku berkata seperti itu padanya, tapi kutahan.

Dia keluar ruangan osis terlebih dahulu, aku masih menyusun barangku setelah itu aku juga keluar dari ruang osis. Aku tidak melihatnya lagi, ke mana dia? Ah, sudahlah.

Sampai di gerbang sekolah, aku memperlambat langkahku. Aku bingung kalau pulang ke rumah harus mengatakan apa. Alasan2ku yang lama pasti tidak akan berguna lagi. Aish, apa aku harus jujur?

Aku terus saja berjalan dengan termenung. Sampai di persimpangan aku melihat ada 2 pria aneh menatapku. Aku mempercepat langkahku, mereka mengikutiku. Gawat! Aku sudah sangat cemas sebelum akhirnya kudengar bunyi sebuah klakson motor berhenti tepat di sampingku.

“ Kenapa kau keluar duluan? Maksudku kan kau menunggu di depan gerbang” si pemilik motor itu membuka helmnya, aku melihat wajahnya, dia lagi.

Aku mendesah “ Kan, Sonbae tidak berkata apa2, kupikir Sonbae sudah pulang, jadi aku pulang saja”

“ Babo!” dia menjitak kepalaku ” Apakah masuk akal kalau seorang pria yang masih waras membiarkan seorang wanita untuk pulang sendirian di malam hari?” dia memberikan salah satu helmnya padaku “ Lihat, belum jauh dari sekolah saja, sudah ada yang begitu” dia menoleh ke belakang dan menatap sangar kepada 2 orang aneh yang tadi berusaha mengikutiku.

Kau kan tidak waras, makanya aku tidak berpikir seperti itu. Kataku dalam hati sambil memakai helm dan naik ke boncengan motornya.

Kim Bum Sonbae pun mengantarkanku ke rumahku atas petunjuk dariku, sampai di depan rumah aku langsung turun dari motornya. Aku menatap ragu rumahku sendiri. Aku masih belum memikirkan alasan apa kalau ditanya kenapa pulang semalam ini.

“ Kau kenapa lagi?” tanyanya

“ Ah, tidak Sonbae, hanya,…”

“ Aku akan memberikanmu waktu 3 detik sebelum aku mengubah pikiranku untuk membantu, 1….2….” hitungnya. Aku langsung membekap mulutnya “ Eh, yah, eng, anu, begini Sonbae…” aku menceritakannya

Dia mendesah dengan keras “ Ah, kau ini merepotkan sekali sih!” jawabnya. Dia turun dari motornya dan menarik tanganku “ Eh, eh Sonbae….” Kataku

“ Tenanglah, malam ini dengan pasti, aku akan membuatmu dimarahi..” jawabnya dan memencet bel rumahku sambil terus memegang tanganku.

Ah… seharusnya aku tidak menceritakannya….

 

########################

 

Aku masih tegang menunggu pintu rumahku dibuka. Sedangkan Kim Bum Sonbae santai saja, dia bahkan sempat menoleh ke arahku dan tersenyum tipis. Menurutku itu adalah senyuman menyindirnya

Aku mendengar suara pintu rumah terbuka. Aku langsung bersembunyi di balik punggung  Kim Bum Sonbae. Dia hanya menoleh dengan heran akan sikapku

Ternyata yang membukakan pintunya adalah ibuku “ Annyeonghaseyo, Ahujuma” Sonbae memberi salam kepada ibuku. Aku melihat ibuku sempat terpaku sebentar melihatnya lalu bertanya pada Kim Bum Sonbae “ Ah, ne…. mencari siapa malam2 begini?” Tanya ibu

“ Ah, tidak sebetulnya…”  dia menoleh ke belakang melihatku dan berkata tanpa suara ‘jangan sembunyi’ aku membalasnya dengan menggeleng, dia menatapku dengan tajam. Kami terus saja berdebat melaui mata, sampai akhirnya dia menarikku, aku sempat menarik nya balik, tapi dia jauh lebbih kuat dariku dan mengeluarkanku dari balik punggungnya.

Ibuku langsung terkejut melihatku “ So Eun-ah…”

Aku tersenyum tidak jelas “ Aku pulang…. Ibu” kataku.

Ibu langsung menghampiriku “ Kau dari mana saja? Kenapa pulangnya malam sekali? Hari rabu kemarin kau juga pulang telat, sebetulnya ada apa sih?” dia memegang mukaku dengan raut muka cemas “Ibu dengar dari Yoona, sudh 2 hari ini kau sakit ya? Kenapa tidak memberitahu ibu?”

Aku baru saja mau menjawab, tiba-tiba ayah keluar “ So Eun, kenapa baru pulang?” tanyanya dengan tajam

Aku langsung melihatnya dan berkata dengan nada bersalah “ Miyanh, ayah, aku…” ayah langsung memotongku dan berjalan menuju Kim Bum Sonbae yang dari tadi hanya diam memperhatikan “ Kau siapa? Kenapa bisa bersama anakku malam2 begini? “ tanyanya dengan tajam

Ibu langsung menghampiri ayah “ Sudahlah, biarkan mereka masuk dulu, biar mereka menjelaskannya di dalam saja, ayo So Eun masuklah, dan em… kau juga masuklah “ ibu menyuruhku dan Kim Bum Sonbae masuk, aku pun langsung melangkahkan kakiku masuk ke dalam rumah disusul dengannya.

Di dalam Yoona langsung menghampiriku dan terkejut melihat ada Kim Bum, dengan gaya hebohnya, dia bertanya padaku “ Ya, Eunnie apa yang terjadi, kenapa ada dia? “

Aku menjitaknya, “ Kau ini bukannya bertanya padaku apa aku sudah baikan atau belum, malah langsung bertanya tentang orang itu” aku menggerutu, sedangkan Yoona hanya cengar-cengir tidak jelas

Ayah langsung menyuruhku dan Kim Bum Sonbae duduk di ruang tamu, kami diinterogasi olehnya, mungkin lebih tepatnya Kim Bum Sonbae yang diinterogasi, karena ayah lebih banyak bertanya padanya dan setiap Kim Bum Sonbae selesai menjawab pertanyaanya ayah selalu bertanya padaku “ Benarkah itu So Eun?” Tanya ayah, yang hanya kujawab dengan anggukan lemas.

Ayah bertanya macam2 hal pada Kim Bum Sonbae, mulai dari kenapa aku bisa pulang bersamanya yang pada ujungnya merembet ke pertanyaan, kenapa aku bisa bekerja di café milik Ara. Kim bum Sonbae hanya menjawabnya dengan jujur, aku menggerutu, dia benar-benar serius ingin membuatku kena marah malam ini?

Sedangkan Yoona dan ibu hanya melihat dan sesekali ibu menenangkan ayah ketika dia sudah mulai memakai nada yang cukup tinggi. Alih-alih memarahiku, ayah malah memarahi Kim Bum Sonbae karena menyuruhku mengganti bukunya. Aku sebetulnya senang juga sih melihat dia dimarahi, tapi ada tidak teganya juga.

Ayah terus saja mengomel, sampai jam 12.00 malam! Yoona sudah berkali-kali menguap sedangkan aku hanya bisa menahannya. Tapi anehnya Kim Bum Sonbae tidak terlihat mengantuk atau lelah sedikitpun, dia terus saja memasang raut wajah tenang. Aku heran melihatnya, kalau aku jadi dia pasti sudah lelah emosi dll.

Ibu langsung menghentikan ayah “ Yeobo, lihatlah, sudah jam 12, kasihan temannya So Eun, dia juga harus pulang” ayah menarik nafas dan langsung meminta maaf pada Kim Bum Sonbae karena dari tadi sudah marah2 tidak jelas. Dia hany menjawabnya dengan tersenyum dan kemudian pamit untuk pulang.

 

Setelah Kim Bum Sonbae pulang tadi malam, aku langsung ke kamarku dan tidur. Dan paginya aku dibangunkan dengan cara yang heboh oleh Yoona dan ibu. “KIM SO EUN!” teriak mereka di masing2 telingaku. Teriakan mereka bunyinya jauh lebih berisik daripada alarmku yang juga ikut berbunyi.

“ Aih, Yoona, ibu kalau mau marah soal tadi malam nanti saja, aku masih ngantuk” jawabku dengan malas. Tapi kedua orang itu tidak peduli dan langsung menarikku berdiri.

“ So Eun, kau hebat bisa punyaa teman laki2 setampan itu. Ah, pdhl kupikir kau lugu dan tidak mengerti apa-apa soal pria, tapi ternyata kau pintar juga ya. Temanmu tadi malam tampan sekali lo… kata Yoona dia juga penyanyi. Ah, kau hebat sekali” ibu langsung mencubit pipiku. Aku hanya bisa meng-aduh kesakitan

Yoona langsung menarik tangan ibu “ Kan sudah kubilang ibu, itu tidak sengaja. Lebih hebat aku, bisa berkencan dengan artis…” dia langsung menoleh melihatku “ Sso-ah, ceritakan apa saja yang kalian lakukan sampai malam begitu?” Tanya Yoona

Aku menjelaskannya diiringi beberapa kali kucek mata dan menguap karena aku masih nagntuk. Di akhir penjelasanku ibu mendesah dan berkata “Ah, 2 anakku hebat sekali ya…yang satu bisa kencan sama penyanyi yang satu diantar pulang oleh artis..” ibu dan Yoona langsung berpelukan dan lompat2 tidak jelas.

 

Aku hanya bisa geleng2 kepala mengingat kejadian tadi pagi, bagaimana meriahnya aku dibangunkan secepat itu oleh Yoona dan ibu. Sekarang sudah jam pulang sekolah, dan hari ini aku tdk pulang dengan Yoona karena Ki Bum mengajaknya pergi entah kemana.

Sebetulnya aku cukup was-was juga hari ini. Takut kejadian kemarin tersebar, tapi tampaknya tidak, karena sampai jam pulang sekolah, hidupku masih aman dan tentram.

Aku terus saja berjalan menyusuri koridor sekolah, tidak ada gangguan sama sekali. Baguslah, aku bisa pergi ke perpustakaan dengan tenang kali ini. Ini kan hari sabtu, aku bisa sedikit bebas karena tidak ada tugas dan bisa membaca buku sepuasnya! Oh, iya, sejak tadi malam badanku sudah tidak panas lagi dan pusingku juga hilanng.

Sampai di perpustakaan, aku lgsg mengambil buku yang kusenangi dan meminjamnya. Aku sedang malas membaca di perpus, dan gara2 tadi malam juga, ayah menghukumku tidak boleh pulang telat selama 2 minggu -_-“

Keluar perpustakaan, ada yang memanggilku dari jauh “ So Eun-ah” aku menoleh melihat orang itu dan tersenyum sumringah “Sonbae” jawabku

Kim Joon Sonbae melambai dan berjalan mendekatiku “Tumben tidak baca di perpus, kenapa?”tanyanya

Aku tersenyum tipis dan mulai berjalan diikuti olehnya “Aku dapat hukuman dari ayahku karena belakangan ini sering pulang telat, dia bilang 2 minggu ini aku tidak boleh lagi pulang telat kecuali untuk ikut kelas tambahan” jawabku dengan lesu

Kim Joon Sonbae mengacak-acak rambutku “Dasar badung, sampai dihukum begitu” dia berkata dengan tersenyum. Aku jadi canggung dibuatnya. Kurasa ada yang salah denganku, karena sekarang hatiku berdebar-debar tidak jelas.

Aku terus saja diam sampai dia heran melihatku “Kau kenapa? Masih sakit?” tanyanya lagi. Aku kaget dan menjawabnya dengan tergagap “Ah, ani, aniyo.. a..aku sudah sembuh kok sonbae. Sonbae tidak perlu cemas”

Dia menatapku curiga lalu lgsg menghentikan langkahnya di depanku. Dan yang lebih mengejutkan, dia menempelkan dahinya ke dahiku dan memegang kepalaku “Apa benar sudah tidak apa-apa?” tanyanya

Aku yakin mukaku merah. Aku tidak tahu lagi harus berkata apa dan untunglah, sebelum aku jatuh pingsan karena kelewat gugup dia segera melepaskannya.

Dia tersenyum melihatku gugup dan mencubit pipiku “Hei, kenapa mukamu merah? Lucu sekali, tahu” dia terkekeh. Ah, rasanya jantungku makin tidak karuan.

“ Kim Bum Sonbae sampai di rumah jam berapa semalam?” tanyaku mengalihkan pembicaraan.

“ Kim Bum? Aku tidak tahu. Memangnya kenapa? Kenapa tiba-tiba membicarakannya?” tanya Kim Joon Sonbae dengan heran. Biasanya kalau kami mengobrol, topik tentang orang itu hampir tidak pernah kami bicarakan.

Baru saja aku mau menjawabnya, tiba-tiba orang yang dibicarakan lgsg datang “ Tentu saja dia tidak tahu, orang yang sudah merusak keluarga orang lain tidak mungkin akan peduli dengan orang sepertiku yang dianggapnya sudah menghancurkan keluarga impiannya. Iya bukan? “ tanyanya dengan sinis dan menatap tajam ke arah Kim Joon Sonbae.

Aku melihat raut wajah Kim Joon Sonbae langsung mengeras. Aku bergantian menatap kedua orang itu yang kini saling menatap tajam satu sama lain. Apa sih maksudnya?

Kim Bum Sonbae mengalihkan pandangannya ke arahku  “ Ikut aku” dia menarik tangan kananku, tapi kemudian Kim Joon Sonbae langsung menarik tangan kiriku, mencegahnya membawaku pergi

“ Mau kau apakan lagi dia, Bum? “ tanya Kim Joon Sonbae dengan nada halus, tapi terlihat dari sorot matanya, ada tatapan marah.

“ Bukan urusanmu “ balas Kim Bum Sonbae

“ Kenapa kau suka sekali mengganggunya?”

Kim Bum Sonbae langsung melepas tanganku, dan berjalan mendekati Kim Joon Sonbae dan menarik kerah bajunya “ Apa kau tidak sadar, kaulah yang selama ini menggangguku, menghancurkan keluargaku….” Kata-kata terakhirnya menggantung, tenggorokannya seperti tercekat. Aku heran dengannya, kenapa datang-datang langsung marah-marah tidak jelas?

“Sonbae, apa yang kau bicarakan dari tadi? Kenapa kau tiba-tiba marah? Sebetulnya ada apa sih dengan kalian?”tanyaku dengan heran. Aku sudah sering melihatnya mengatakan hal yang terdengar kasar pada Kim Joon Sonbae. Tapi melihatnya begitu berapi-api seperti hari ini, belum pernah.

Dia menoleh melihatku “Apa urusanmu?”

Kim Joon Sonbae berkata dengan tenang “Ya, dongsaeng……”

Kim Bum Sonbae langsung memotongnya “Aku bukan adikmu, dan kau bukan kakakku. Berhentilah menganggapku keluargamu karena aku tidak pernah menganggapmu keluargaku “dia melepaskan kerah baju Kim Joon Sonbae dan mengambil tanganku “Ikut aku”

Aku menoleh melihat Kim Joon Sonbae dan menatapnya dengan tatapan ‘tidak akan terjadi apa-apa, Sonbae tidak perlu cemas’ dan seolah mengerti maksudku dia mengangguk pelan dan tersenyum tipis.

 

Ketika sudah cukup jauh, aku berkata padanya “Sonbae, lepaskanlah tanganku, aku mengikutimu kok, aku tidak akan kabur” pintaku

Dia melepaskannya, aku menatapnya “Sonbae kenapa tadi marah-marah begitu?” tanyaku

“Tidak ada apa-apa” jawabnya tanpa menatapku

“Bukannya Sonbae sendiri yg bilang, Sonbae tidak membenciya, tapi kenapa berkata seperti itu?” tanyaku lagi

“Tidak ada apa-apa” jawabnya dengan jawaban yg sama

aku memutuskan untuk berhenti bertanya. Mungkin kalau aku bertanya lagi dia akan menjawab dengan jawaban yang sama, membosankan.

Aku terus saja mengikutinya. Dianya juga diam dari tadi. Mulutku gatal ingin bicara, tapi tidak tahu mau membicarakan tentang apa jadi ya sudah, diam saja -_-

Dia ternyata membawaku ke ruang musik. Sampai kami masuk ke ruang musik pun, dia masih saja diam, ada apa sih dengan orang ini?

“Untuk apa kau membawaku ke sini, Sonbae?” tanyaku yang mulai bosan dengan keheningan yang diciptakan olehnya.

Dia masih tidak menjawab dan justru melemparkan buku ke arahku. Hampir saja buku itu mengenai mukaku kalau refleksku tidak cepat menanggapinya dan menangkapnya

“Ya! Hati-hati sedikit, kenapa sih kau ini suka sekali melempar barang, sudah seenaknya membawa orang!” aku cukup kesal dibuat olehnya

dia tidak menggubrisku sama sekali yang justru membuatku tambah kesal, dia malah mengambil gitar dan duduk di salah satu bangku. Dia melihatku dan berkata “Kau berisik sekali sih dari tadi, diamlah, moodku sedang jelek sekarang. Kalau bukan karena aku sekelompok denganmu, aku juga tidak akan mau menarik tanganmu dan membawaku ke sini”jawabnya dengan malas

dasar suka seenaknya. Aku menarik nafas dalam-dalam untuk mengendalikan emosiku, lalu bertanya padanya dengan nada yang lebih pelan “Ini buku apa?”

“Duduklah dulu” dia menyuruhku duduk di kursi yang berhadapan dengannya. Aku duduk di sana dan barulah dia menjawabnya “Itu lagu yg sdh kubuat untuk tugas si Ji Hyo, kau tinggal menyanyikannya, cord gitar dan pianonya juga sudah ada” dia memainkan gitarnya dengan pelan.

Aku menatap buku yang di lemparnya tadi dan membukanya “Judul lagunya..” aku menggumam sendiri dan membuka halamannya

“ My Nightmare” dia menjawabnya.

Aku membaca liriknya

 

You’re a country girl
who do not know anything
which is always silent
That’s my first impression about you

yes, you’re quiet
and secretly ruining my life

stop disturbing my life
disappeared from me, from my dreams
you are my worst dreams until now
my nightmare

you make me rush
but such was not aware
things you do that
you just kept do it

yes, you’re quiet
and secretly ruining my life

stop disturbing my life
disappeared from me, from my dreams
you are my worst dreams until now
my nightmare

Aku shock setengah mati membaca liriknya. Sepertinya dia ingin menyindirku secara tidak langsung. Wah, apa-apaan ini maksudnya?

Aku menatapnya. Yang ditatap, masih saja santai memainkan gitarnya “Apa-apaan maksudmu Sonbae?” tanyaku tajam

“ Apanya? Jelas saja untuk tugas” jawabnya santai

Aku kesal melihatnya yang dari tadi hanya menjawab semua pertanyaanku dengan singkat “ Sonbae ingin menyindirku?”

Akhirnya, dia menatapku juga, tapi jawabannya setelah itu sangat mengecewakan “Tidak” dia hanya menjawab sesingkat itu? GUBRAK! Kepalaku seperti tertimpa besi 5 ton! Kupikir dia mulai serius tadi.

Aku meletakan buku itu dan mengambil tasku “Kau mau ke mana?” tanyanya tapi perhatiannya masih saja terpusat pada gitarnya

“ Ke mana lagi? Tentu saja pulang! Kau dengar sendiri kan tadi malam? Aku tidak boleh pulang telat” kataku dengan ketus. Aku benar2 kesal sekarang

“Oh” dia hanya menjawab begitu. Haha, lucu sekali. Aku melangkahkan kakiku ke pintu ruang musik. Aku membukanya, tapi tidak terbuka. Aku terus saja membukanya dan menggedor-gedornya. Kim Bum Sonbae tidak peduli dan terus saja memaikan gitarnya

aku melihatnya “Ini ulahmu ya???” tanyaku

“Ya” dia menjawab santai.

“Sonbae!” teriakku dan berjalan ke arahnya “Apa maksudmu?”

“Tidak ada”

“ Kalau begitu kenapa pintunya dikunci?”

“Mana kutahu”

“Kau bilang ini ulahmu?”

“Ya, memang”

Aku menghembuskan nafas dengan keras “Tolong serius Sonbae. Apa maksudnya ini?” tanyaku kali ini aku meninggikan suaraku.

Syukurlah tuhan, dia kali ini menjawabnya dengan cukup serius “ Kita belum latiha sekalipun karena kau, dan bahkan kau belum melihat liriknya sama sekali, aku tidak peduli kau akan kena marah atau tidak. Karena aku sudah dimarahi 2 kali oleh Ji Hyo”

“ Tapi Sonbae dengar kan yang tadi malam? Aku tidak boleh pulang telat 2 minggu karena seseorang” jawabku  sambil melipat tanganku

“Aku tidak peduli” dia berdiri dan mendorongku untuk duduk di kursi yang tadi kududuki.

“ Kau juga harus bertanggung jawab untuk yang kali ini” gumamku

“ Aku. Tidak. Mau” dia mengatakan kalimat itu dengan setiap penekanan di kata-katanya

Aku memajukan bibirku “Kau tambah jelek” dia bilang begitu. Ah, orang ini!!!

“Kau bisa main gitar atau piano kan?” tanyanya

“ Sonbae, kau serius ingin aku menyanyikan lagu ini? Aku tidak mau” tolakku

“Boleh saja, kau buat sendiri lagunya tapi aku akan tetap mengatakan kalau kau tak latihan sama sekali dan aku yang mengerjakan semuanya, bagaimana?” dia bertanya padaku

“Licik” ucapku, dia menjulurkan lidahnya. Argh, aku tambah jengkel.

“Kau bisa main gitar atau piano?” tanyanya lagi.

“ Piano” jawabku

“ Kalau begitu coba kau mainkan, sambil bernyanyi, aku akan memainkan gitarnya”

aku berjalan menuju piano yang tersedia di situ sambil membawa buku catatan. Aku mulai memainkannya sambil bernyanyi dan diiringi oleh gitarnya Kim Bum Sonbae. Beberapa kali dia berteriak memarahiku karena salah nada dan apapun itu. Aku diam saja, aku hanya ingin cepat pulang dan supaya dia bisa mengizinkanku untuk pulang cepat, kuikuti sajalah maunya…..

 

##################

 

Hari ini hari Senin. Aku tak tahu kenapa hari ini aku bersemangat sekali. Mungkin karena hari ini ada pelajaran olahraga, pelajaran favoritku. Dan hari ini, kami akan main basket. Yey!

Jam pertama adalah olahraga. Benar-benar bagus! Masih pagi dan sejuk. Aku dan Shin Hye berjalan bersama ke ruang ganti. Sedangkan Yoona dengan Seohyun. Beberapa minggu ini mereka makin akrab, mungkin karena mereka sama-sama di kelas menari.

Selesai berganti baju, kami langsung ke lapangan. Yang pertama main adalah putra. Yang putrinya pemanasan dulu. Aku pemanasan sendirian karena Shin Hye dipanggil Chae Won Sonbae. Aku baru tahu lo, kalau mereka itu sepupuan.

Setelah selesai pemanasan dengan berjogging mengitari lapangan 3 kali dan senam aku duduk di pinggir lapangan karena cukup lelah. Aku memperhatikan sekeliling lapangan. Selain kelas kami ada kelas 11-C dan juga kelas 12-A, kelasnya Kim Joon Sonbae yang berolahraga.

Aku melihat ke arah tempat anak kelas 12 berolahraga. Mereka sedang pemansan, mataku berputar memperhatikannya, mencari sosok Kim Joon Sonbae. Di mana dia?

Tiba-tiba aku merasa di atas kepalaku ada sesuatu yang dingin. Aku mlihatnya, Kim Joon Sonbae menempelkan sebotol minuman di atas kepalaku “Sedang mencariku?” tanyanya jahil

Aku mencibir dan tersenyum. Dia duduk di sampingku dan menyodorkan botol minuman dingin yang tadi “Haus?” tanyanya. Aku mengangguk dan mengambil botol yang disodorkannya

“Apa saja yang kau lakukan dengan Kim Bum hari sabtu kemarin?” tanyanya

“Dia memaksaku untuk latihan vokal atau apapun itu di ruang musik” jawabku dengan malas “Ada apa dengannya kemarin Sonbae? Knp tiba-tiba dia marah begitu?” tanyaku

“ Sebentar lagi anniversary pernikahan orang tua kami, dan rencananya ayahnya mau mengajak ibuku untuk berlibur ke Jeju untuk merayakannya secara pribadi, sepertinya dia marah karena itu, karena waktu ayahnya dengan ibunya dulu, mereka tidak pernah merayakan anniversary dengan berlibur” Kim Joon Sonbae menjelaskannya dengan tersenyum getir.

“ Kalau boleh tahu sonbae, kemana ibu kandung Kim Bum Sonbae?”

“ Meninggal karena kecelakaan, aku tidak tahu bagaimana persisnya, tapi kecelakaannya terjadi tanggal 27 Desember. Cukup tragis ya? Berdekatan dengan hari natal. Sekalipun tidak setragismu, So Eun” jawabnya

Aku terdiam, karena itukah ketika aku menjelaskan orang tuaku meninggal di hari natal tatapannya terlihat sedih?

“So Eun-ah, maaf ya menungguku dari tadi” Shin Hye tampak berlari ke arahku

“ Temanmu sudah datang, aku pergi dulu ya So Eun.” Kim Joon Sonbae tersenyum dan berdiri meninggalkanku

Shin Hye terlihat heran “Kim Joon Sonbae? Kenapa dia ada di sini?” tanya Shin Hye

“ tidak ada apa-apa, sudah selesai urusanmu?”

Shin Hye mengangguk “Ayo, kita ke lapangan, giliran putri sudah mau mulai” ajak Shin Hye. Aku mengangguk mengiyakan

 

Akhirnya selesai juga pelajaran olahraga hari ini, timku dikalahkan tim Yoona. Aku kesal dengannya sedangkan Yoona hanya cengar-cengir bangga.

Di ruang ganti, aku mengambil bajuku dari lokerku, loker nomor 23. ketika aku mau membuka bajuku, aku menyentuh leherku dan terkejut. Di mana kalungku? Kalung pemberian bocah malam natal itu. Aku memeriksa bajuku tidak ada. Aku ingat sampai ganti baju tadi pagi, aku masih memakainya. Jangan-jangan terjatuh di lapangan.

Aku takut kalau terjatuh di lapangan, nanti sullit ditemukan. Lapangan kan luas. Yoona menghampiriku “Kenapa Sso-ah?” tanyanya

“Yoona, ottoke? Kalungku hilang?” rengeku, dia terbelalak mendengarnya

“ya, kalung yang itu?” aku mengangguk.” Cepatlah cari di lapangan siapa tahu ada di sana, sekarang mungkin masih sempat sana pergilah” dia mendorongku ke pintu ruang ganti dan aku segera berlari ke lapangan. Aku harus menemukannya, aku tidak ingin benda itu hilang. Tuhan, kumohon, jangan sampai kalung itu hilang, pintaku dalam hati.

 

 

 

TO BE CONTINUED

 


Akhirnya, ini part 4 selesai juga. Seminggu ini ideku seret banget, dikit bnget, jadi maklumilah kalau yang ini rada-rada kacau. Mohon dimaklumi ^^. Untuk lagunya, itu aku bikin sendiri, miyanhe kalau gaje dan itu aku terjemahin di google translate sebagian. Maklum, bahasa inggrisnya author agak kacau.haha  Kayaknya di part ini gk ada lagi yang mau kuomongin. ya sudahlah, langsung aja kayak biasa : Please leave a comment,critical etc.

See you next Story! Gomawo all!!!! ><

Tags: , , ,

About bumssoindo

We are fanbase of BUMSSO (Kim Bum and Kim So Eun) from Indonesia

30 responses to “Memories In Christmas Eve (Story 4)”

  1. Atin says :

    Eh kb dmarahin ayah kse,knp ga dnkhin z mereka berdua.hihihi
    Enak bgt so eun deket ma 2cow cakep,mau mau mau..hehehe.,eh aq agak lupa,kunci loker kse dah dibalikin tu crtnya?
    Chae won sepupuan ma park shin hye..kacian bgt chae won,lho?Hehe
    Kurang pnjg author,dipanjangin y crtanya,munculin ilwo jg donk *reader maruk*😀
    Dtunggu part berikutnya🙂

    • ashillach says :

      haha, masih sma, masa ud nikah???
      kunci lokernya soeun kan disita??? jadi gk dibalikin..
      aduh… author bikin yg ini aja ud pegel, mw dipanjangin segimana lagi??? haha
      gomawo for reading and comment🙂

      • Atin says :

        Ne., masama..
        Gpp sma nkh,diem2.haha *reader sarap*
        Eh tu so eun buka loker hbs olahraga pake kunci p? P aq yg ga gt paham? *maaf y author,reader nee cerewet bgt & bnyk nanya * hehe

  2. Putri says :

    AkhIr’a aq bsa k0men jga. .
    Cz waktU itwh aq gx tw gmana cra k0men d blog. .
    Mian ru k0ment pas bgIan ini. . .
    ChIngu crita’a makin serUuU. . . . . .><
    aq slalu menungGu ff ini datang. . . .
    Rasa'a smingGu itwh lama. . .
    Hehehe. . . .
    Aq pengen cpet bCa lanjutan'a nie cZ penasaran bngetz. . .
    M0ga ajj kalung'a s0eun ktemu. . .
    Kimbum juTek bnget ea. . .
    Masa lw s0eun ng0m0ng jwb'a singkat,padat, dan jelas bngetz. .
    Hahaha
    aq tUngGu parT selanjuT'a cHingu. . .

  3. Rara bumssoeul says :

    PAS TAU ini part di post. Aku girang minta ampun jingkrak2 senyam senyum gaje😀
    Wahh
    tambah seru aj.jha eon.
    Lanjut nya cepet ya AKU MOHONNN

    penasaran
    iya eon aku do’a in semoga
    kalung mu masih ada dan n’gk ilang ^__^

    • ashillach says :

      hehe, iya.. maaf nulisnya agak lambet.. lagi males sih ceritanya kemarin, haha..
      aku usahain deh, part selanjutnya ngebut…
      gomawo for reading and comment ^^

  4. Rara bumssoeul says :

    PAS TAU ini part di post. Aku girang minta ampun jingkrak2 senyam senyum gaje😀
    Wahh
    tambah seru aj.jha eon.
    Lanjut nya cepet ya AKU MOHONNN

    penasaran
    iya eunnie aku do’a in semoga
    kalung mu masih ada dan n’gk ilang ^__^

  5. vanqueen says :

    wach..kmna tu klung so eun??????????
    jdi pnasran crita slanjutnya…dtunggu ea…🙂

  6. krista says :

    aikhhh makin seru ffnyaa !!! part selanjutnyaa di tunggguuuuuu skaliii !!
    smoga cepat n gag lama2 yaaaaa😀

  7. Anjany Bumsso says :

    wiiiiiiisssssssssss………. keren bo !!!
    apa??? kalungnya so eun ilang ??? mudah-mudahan kim bum yg nemuin !!!
    oh iya authot ff ini sampai part brp ???
    lanjutannya jgn lama2 ya !!!😀

    • ashillach says :

      annyeong alll!!!!!!!!!!!!!!!! ><
      miyanh author cuman bisa bales 3 komen terawal, miyanh ya….
      ada bebrapa pertanyaan, jawabnya disini aja y…
      1 ada yg nanya ini sampe part berapa?
      belum tahu, sih… hehehe… tapi ada kemungkinan habis part akhir ak bakal bwt part spesialnya😉
      2. ada yg nanya, itu soeun buka loker yg di ruang ganti gimana? kunci kan belum dibalikin?
      loker yg ada di ruang ganti itu beda sama loker yang kuncinya diambil kimbum, loker di ruang ganti itu bukan bener2 dikasih satu2 sama masing2 anak kyk loker umum -yg kuncinya disita- itu gk ada kunci, cuman bwt naruh baju olahraga selama pelajarannya -ngerti gk????-
      pokoknya makasih banyak bwt yg ud baca ini ff…. insya Allah next part kupercepat..
      gomawo for reading and comment all ^^

  8. ophie says :

    unnie ..
    cepet y ..
    akk udah pnasaran nie ..
    kira2 ketemu gagh y ..
    tu kalung berharga ,,.
    smoga yg nemuain bumppa .,
    hohooh

  9. qinqin says :

    gomawo ya thor,ff ini udah kayak obat buat aku yang lagi sedih karena laptopku rusak(maaf thor jadi curhat nih),semangat ya author yang baik. . .
    Ditunggu part selanjutnya!
    Mudah-mudahan kalung so eun ditemuin sama orang baik

  10. rosiyani 'oci' says :

    aishhhh bum kok sinis aja ma eunnie sih.. haha…
    wahhhh kalung itu ilang. moga yg nemuin bum. haha..
    penasaran nih , lanjut ppart berikutnya ayoo author🙂

  11. Danish Ashley Eun says :

    hahahahah ….. ada bagian yg lucu
    da bagian yg rasanya bkin kesel jg … pa lgi liat kim bum yg cuek banget ..

    wah .. pokonya bagus dech semua bercampu aduk

    keerreeennn … di tunggu part selanjutnya …
    jangan lama2 y ….

    semoga kalung so eun gk hilang …. ayooo
    cepatan carii *author bantu so eun cari y… maksa * … abaikan

  12. dini ramadhani says :

    bumsso tambah dket meski kim bum msh jg dingin dan kasar
    waduh kalungnya hilang kmna tuh
    next part dtunggu

  13. Rara says :

    Makin penasaraan..
    Ayo,ditunggu part berikutnya. Jangan lama”. *gak tau diri*😉

  14. Ina BeQi Soeulmates says :

    uwaaaaaaaaaa dimana kalung so eun?????
    ayo qt bntu cari……

    itu mbum,,bikin kesel jg klo d.tnya jwb.a secuil….
    sabar eun,,,,,,
    waaaaaaaaaaaa makin serrruuuuuuuu
    gak sabar nunggu lanjutan.a

  15. Elza says :

    Aku masih tegang menunggu pintu rumahku dibuka. Sedangkan Kim Bum Sonbae santai saja, dia bahkan sempat menoleh ke arahku dan tersenyum tipis. Menurutku itu adalah senyuman menyindirnya

    Aku mendengar suara pintu rumah terbuka. Aku langsung bersembunyi di balik punggung Kim Bum Sonbae. Dia hanya menoleh dengan heran akan sikapku

    Ternyata yang membukakan pintunya adalah ibuku “ Annyeonghaseyo, Ahujuma” Sonbae memberi salam kepada ibuku. Aku melihat ibuku sempat terpaku sebentar melihatnya lalu bertanya pada Kim Bum Sonbae “ Ah, ne…. mencari siapa malam2 begini?” Tanya ibu

    “ Ah, tidak sebetulnya…” dia menoleh ke belakang melihatku dan berkata tanpa suara ‘jangan sembunyi’ aku membalasnya dengan menggeleng, dia menatapku dengan tajam. Kami terus saja berdebat melaui mata, sampai akhirnya dia menarikku, aku sempat menarik nya balik, tapi dia jauh lebbih kuat dariku dan mengeluarkanku dari balik punggungnya.

    #kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa~~~~~~~~~~~~~~~~~~~!!
    paling suka bayangin adegan ini. \(^o^)/
    author, lanjutannya jangan lama2 yua…..!! ^__^

  16. adelia yeobonya uyong donghae says :

    author….
    jgn lma2 updateny…😦
    klo bsa bsok udd update lg🙂 *maksa*
    critany kren!!!!
    author daebak!!!!

  17. RiriAngels says :

    Yaaah mudah2an kalg so eun eonnie ktm ^^
    Hehe
    Bumsso Seru ya Ribut mulu kerja.a kekeke
    CERITAAAAA.a MAKIN SERU NEXT PART DITUNGGU ^^
    Jgn lamalama ya hehe

  18. Sary aj0w says :

    Huwahaha..gaya sengak tp c0ol t0tal tingkah bum..aaah namja idaman,plaaaak!!wew wew kalung l0st kmane?..hm.hm..m0m bummie die tgl 27 des,,mncurigakan..Q rasa ada bnang merah ma si anak lelaki 0mp0ng..(PD Bgt gua c0ment!haha),yup mkin byk tanda tanya mkin suka mkin gak nahan..s0 gesit yaw th0r..(Kesimpulan’y itu!haha)

  19. Indah_ELF says :

    Seruuu …
    Kalung’a so eun ilang ? “GawaT”
    kira2 kim bum udh ada Rasa blum sma so eun pNasaRaan cpat lnjutkan …

  20. bismania luph bumsso says :

    waduhhh,kse nemuin kalungx gk y??????
    kok bsa lokerx kse kbuka????emank kuncix udah d kmbliin ma ksb????
    next partx cpetan y, penasaran bgetezzzzzzzzz!!!!1
    ok !!!!!
    ~ _ ^
    BN~

  21. rachimasofiani says :

    sumpaaaaaaaaaaahh!!!! seru!!
    kereeeeeeeeeeeeeen!!
    aaaaaaaaaaaaaaa *speechless*
    next part jangan lama-lama ya chinu!!!

  22. ashillach says :

    annyeong alll!!!!!!!!!!!!!!!! ><
    miyanh author cuman bisa bales 3 komen terawal, miyanh ya….
    ada bebrapa pertanyaan, jawabnya disini aja y…
    1 ada yg nanya ini sampe part berapa?
    belum tahu, sih… hehehe… tapi ada kemungkinan habis part akhir ak bakal bwt part spesialnya😉
    2. ada yg nanya, itu soeun buka loker yg di ruang ganti gimana? kunci kan belum dibalikin?
    loker yg ada di ruang ganti itu beda sama loker yang kuncinya diambil kimbum, loker di ruang ganti itu bukan bener2 dikasih satu2 sama masing2 anak kyk loker umum -yg kuncinya disita- itu gk ada kunci, cuman bwt naruh baju olahraga selama pelajarannya -ngerti gk????-
    pokoknya makasih banyak bwt yg ud baca ini ff…. insya Allah next part kupercepat..
    gomawo for reading and comment all ^^

  23. dhia says :

    aaahhhh…
    aku curiga bocah itu Kim Bum…
    ya kan??? ya kan???
    aku hebat juga! ^_^
    sukaaa…. sekali ceritanya,,, cepat ya nulis capter berikutnya??? udah nggak sabar baget nunggunya…
    tetap seru ya cerita nya…

  24. SintiaBumsso/@SintiaBumsso17 says :

    Kereeennn bangett kimbum diintrogasi kekeke uah kalungnya kmana? Lanjut baca🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: