Believe In Love part 2 – end

Author : Dea

Main Cast: Kim Bum , So Eun

Cast: Kim Ki Bum , Jin Yin Han, Lee Min Ho

Genre: Romantic, Family, Tragedy  *mungkin*

Type: Sequel (TS)

 

 

Hallo”
saya datang membawa lanjutan TS saya yg kemarin hehe
makasih yah yg udh mau baca sma comment
langsung aja deh ni lanjutannya
ak juga mau bilang d sni park shin hye ga jadi muncul d sni hehe
mian yah hehe
happy reading :DD

 

 

BELIEVE IN LOVE

 

 

 

So eun yang tidak konsen menyetir terus saja melihat ke arah sepion, ia tidak sadar ada sebuah mobil dari arah yang berlawanan yang berjalan menuju kearahnya. Ketika so eun sadar ia berusaha menghindari mobil itu dengan membanting setir, namun mobil kim bum menabrak pohon di pinggir jalan. BRUG….!!!!!!! terdengar bunyi mobil kim bum yang menabrak pohon . kim bum segera berlari menuju tempat kecelakaan karena memang kejadian itu tidak jauh dari pemakaman yoona.“so eun!” teriak kim bum sambil berlari.

 

Satu bulan bukan waktu yang cepat untuk so eun bangun dari koma akibat kecelakaan mobilnya. Kim bum mendapatkan kabar bahwa so eun sudah bangun dari komanya, ia tidak samabar untuk kembali ke Seoul. Memang 1 minggu ini kim bum tidak dapat berada di sisi so eun karena tuntutan pekerjaan, ia harus menanggani kasus di daerah Incheon.

“paman , bibi bisakah aku menjenguk so eun? ,kenapa kalian berada di luar?” tanya kim bum  .
”maaf kim bum kau belum boleh masuk. So eun sedang dalam perawatan.” Jawab ayah so eun.
” Oh baiklah” ucap kim bum.

“argh!!!!!!!!!, keluar dari sini!!!!!!!, siapa kalian” teriak so eun dari dalam ruang inapnya. Mendengar suara so eun ia berjalan menuju depan pintu ruang inap so eun, ia mengintip so eun dari kaca pintu kamar itu.
“keluar!!!, keluar!!!! Tinggalkan aku!!!!!!!!!!!” kata so eun berontak pada perawat yang berniat untuk memberikan suntikan penenang pada so eun. So eun terus berontak hingga petugas hampir kualahan menanggani so eun, ahirnya petugas mengambil sebuah tali pengikat khusus untuk mengikat tangan dan kaki so eun. Saat kim bum ingin memasuki ruang inap so eun , ia di hentikan oleh ayah so eun.
“ kim bum jangan sekarang, so eun mengalami depresi berat. Ia tertekan, entah apa yang membuat so eun tertekan, mungkin salah satunya akibat ia melihat tragedi pembunuhan yoona. Untuk hari ini biarkan dia istirahat , kau bisa menjenguknya besok kim bum” ucap ayah so eun panjang lebar.

Kim bum kembali mengintip kamar so eun , ia melihat so eun dengan tatapan tidak tega. So eun mulai tenang akibat suntikan dari perawat . kim bum yang melihat hal itu semakin sedih hingga ia meneteskan air mata.

Keesokan harinya kim bum berniat menjenguk so eun di rumah sakit, kim bum membawa bunga lily sesayangan so eun dan buah-buah kesukaan so eun. Ketika sudah berada di dalam ruang inap so eun kim bum mendekat dengan perlahan. So eun masih belum menyadari keberadaan kimbum.
“ so eun..” ucap kim bum.
So eun yang masih dalam keadaan depresi tiba-tiba bangkit dari tidurnya dan duduk di atas kasur. Ketika kim bum mendekat so eun dengan perlahan menggeser posisi duduknya menjauh dari kim bum.
“pergi!!!!!!!!!!! Pergi!!!!!!!!! Jangan dekati aku!!!!!!! Argh!!!!!!!” teriak so eun yang mulai histeris.
” So eun ini aku kim bum, kau ingat aku?”tanya kim bum sambil mendekat pada so eun.
” Keluar!!!!!!!!!!!!! Keluar!!!!!!!” tangan kim bum memegang bahu so eun namun so eun menyingkirkan tangan kim bum dengan kasar.
“tinggalkan aku sendiri!!!!! Pergi dari sini!!!! Agrh!!!!!!! Jangan dekati aku!!!!!!” so eun mulai memberontak, ia menjambak rambutnya dan mulai menyakiti dirinya sendiri. Kim bum takut so eun semakin menyakiti dirinya sendiri , ia memutuskan untuk memeluk so eun dengan erat. So eun berontak dengan berusaha melepaskan pelukan kim bum , hingga so eun memukuli badan kim bum namun kim bum enggan melepaskan pelukannya.

Mendengar teriakan so eun para perawat dan orangtua so eun masuk ke dalam kamar so eun, ketika para perawat hendak menangani so eun , mereka di hentikan oleh ayah so eun. Entah mengapa ayah so eun percaya pada kim bum.

So eun sudah mulai lelah memberontak di pelukan Kim bum , ia hanya bisa menangis.
“ so eun kau kenapa? , kau tau? Dadaku sesak ketika melihatmu seperi ini . kau ingat aku? Dulu kau dan aku menghabiskan waktu bersama. Aku tau kau takut dengan kejadian ahir-ahir ini , aku akan menjagamu so eun, kau bisa mengandalkanku” kim bum mulai berkaca-kaca.
Ketika air mata kim bum menetes di pipi so eun , so eun mulai bisa mengingat sosok kim bum yang hangat. Perlahan so eun menggerakan tangannya untuk membalas pelukan kim bum.
“ kim bum….”ucap so eun . mendengar kata-kata so eun kim bum semakin memeluk so eun dengan erat . ia tersenyum mendengar so eun mengucapkan namanya.

Setelah kejadian itu so eun mulai bisa tenang jika kim bum ada didekatnya. Ia sangat tergantung dengan kim bum. Namun jika orang lain mencoba untuk mendekati so eun ia kembali histeris dan memberontak hingga ia harus di beri suntikan penenang.

“so eun , makan ini . Aaaaaaaa…” kata kim bum sambil memperaktekan membuka mulut. So eun membuka mulutnya dan memakan apple yang di kupas oleh kim bum.
“mau jalan-jalan?? Aku tau kau bosan berada di rumah sakit , ayo kita jalan-jalan” ucap kim bum semangat.
So eun hanya bisa diam dengan tatapan kosong . tanpa menunggu jawaban dari so eun kim bum segera mencari kursi roda . kim bum menggendong so eun dan di dududkkannya ke dalam kursi roda. Kim bum mendorong kursi roda itu menyusuri taman rumah sakit. Ia juga bercerita tentang kenangan-kenangan mereka selama mereka pacaran . kim bum berhenti di depan danau dekat rumah sakit, ia memeluk so eun dari belakang lalu ia mencium kepala so eun dan kembali memeluk so eun . beberapa saat kemudian ia duduk di tempat duduk sebelah kursi roda so eun.

“aku janji so eun jika semua ini berahir aku akan melepas profesiku ini, kita akan menjalani hidup yang lebih bahagia. Kau senang???”tanya kim bum.
“bibirmu kering, kau ingin minum?, ah…….. baiklah aku akan ambilkan minum untukmu. Tunggu aku di sini yah” kim bum berlari menuju kedai dekat rumah sakit untuk membeli air mineral untuk so eun.

Saat kim bum membeli minum untuk so eun seseorang mengenakan jaket hitam mendekat ke arah so eun. Orang itu adalah orang misterius yang selama ini meneror kim bum dan so eun. Ia mendorong kursi roda so eun dan membawanya menjauh dari danau.

“so eun aku mendapatkanmu” ucap orang itu mengecup kepala so eun ,orang misterius itu mengikat tangan dan kaki so eun . tak puas dengan mengikat tubuh so eun orang itu mengambil suntikan penenang , orang itu menyuntik so eun yang berusaha melawan ,tapi tetap saja gagal so eun tersuntik obat penenang dan ia tidak sadarkan diri.

Kim bum hendak kembali ke tempat so eun, melihat seseorang yang tidak ia kenal menggendong so eun memasuki sebuah mobil. Kim bum panik lalu melepaskan air mineral sehingga air mineral itu jatuh.
“hey kau!” teriak kim bum yang berhasil membuat orang itu menoleh ke arah kim bum. Orang itu dengan segera masuk ke dalam mobil dan menghidupkan mesin mobil . kim bum terus berlari hingga ia sejajar dengan mobil orang misterius itu.
” Buka , lepaskan so eun!!!!!!!!!! Keluar kau!” kata kim bum sembari  memukul-mukul kaca mobil.

Kim bum melihat so eun tergolek lemas di dalam mobil, kim bum tau so eun sedang dalam keadaan tidak sadarkan diri.Mobil itu berjalan semakin cepat kim bum tidak bisa mengimbangi jalan mobil , hingga kim bum terjatuh . ia segera bangkit dan segera berlari mengejar mobil itu, namun sayang kim bum kembali terjatuh. Kali ini ia terjatuh cukup parah sehingga banyak luka di sekujur tubuh kim bum, kim bum kehilangan jejak so eun seiring mobil itu hilang dari pandangan kim bum.
“sial!!” ucapnya dengan sisa tenaga yang ia punya.

“paman dan bibi percaya kau bisa membawa kembali so eun ,huaaaaaaa ayah!!!!!!!!!“ kata ibu so eun yang terisak memikirkan nasib putri satu-satunya itu.
kim bum berada di rumah sakit untuk mengobati lukanya saat mengejar so eun, ia melirik handphonenya. Dengan segera ia memencet nomor seseorang.
“hallo inspektur min hoo ,bisa kau bantu aku?”tanya kim bum.
”aku akan bantu semampuku detektif kim bum, ada apa?”.
”tolong kau cari tau bsiapa nama pemilik mobil bernomor seri H2-01J ???”.
”baiklah aku akan menghubungimu jika sudah berhasil menemukan pemilik mobil itu”jawab min ho .
”terimakasih” kim bum memutuskan sambungan telefonnya. Ia memejamkan matanya dan mendesah memikirkan kejadian tadi siang.

Pagi ini kim bum memiliki janji bertemu dengan inspektur min ho di sebuah cafe . min ho sudah mendapatkan beberapa info yang di butuhkan oleh kim bum untuk menemukan so eun kembali, semalaman kim bum tidak tidur hanya untuk mencari keberadaan so eun dan menunggu kabar dari inspektur min ho.
“bagaimana?”tanya kim bum.
” Ternyata mobil itu bukan milik orang misterius itu”.
”apa?! “kaget kim bum.
”mobil itu adalah salah satu mobil yang di sewakan di daerah daegu
” kim bum mulai putus asa setelah mendengar pernyataan dari inspektur min ho.”tetapi, kau bisa melihat mobil itu di sewakan atas nama ki bum, KIM KI BUM”ucap min ho.
“apa? KIM KI BUM?”kaget kim bum.

Dilain tempat………….

“so eun masih ingat padaku?, apakah masih membekas di memorimu ketika kau pergi bersama kim bum melarikan dari dari pesta pertunangan kita?”tanya ki bum, orang misterius yang selama ini meneror kim bum.

Flash back

“kim bum kau tau ku akan bertunangan”kata ki bum semangat
“benarkah?”tanya kim bum tidak semangat,
”ya aku akan bertunangan dengan so eun, aku rasa setelah berpacaran selama 1 tahun , kami sudah saling mengerti satu sama lain”.
”kalian sudah tentukan tanggal pertunangan kalian?”.
”uhmmmmm ah keluarga kami akan bertemu ahir pekan ini, kau sebagai sahabtku, akan ku tunjukan sesuatu padamu” ki bum merogoh saru jaket yang ia kenakan, ia mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna merah. Ki bum pun membukanya , di dalam kotak itu terdapat sepasang cincin berinisial K&K yang berartikan Kim Ki Bum & Kim So Eun.
“bagaimana?” tanya ki bum,
”lumayan” kata kim bum cuek, kim bumpun pergi meninggalkan Ki bum yang sedang berangan-angan. Ia meninggalkan tempat itu sambil mengepalkan tangannya.

So eun menangis di balik pintu kamarnya, ia tidak menyangka bahwa orang tuanya menerima pinangan ki bum tanpa persetujuan dirinya . so eun tau orang tuanya menerima lamaran itu untuk membantu usaha keluarga so eun yang sedang dalam masa keritis.
“so eun buka pintu “ucap ibunya so eun. So eun mengusap airmatanya dan membuka pintu,
“ibu ? ada apa?”tanya so eun dengan senyuman palsu ,
”ahir pekan keluarga ki bum kekasihmu itu dan keluarga kita akan bertemu untuk membicarakan tanggal pertunangan kalian”.
”benarkah?”tanyanya lagi-lagi dengan senyum yang di paksakan.
“so eun , ibu tau ini terlalu cepat . tapi bantulah keluarga , kami yakin kau akan bahagia hidup dengan ki bum dan lagi bukankah ia adalah kekasihmu selama satu tahun ini nak”.
”kau tidak salah memiliki pacar seorang pewaris perusahaan terbesar di korea ahahahhaha,anak ibu memang pintar dan cantik” ibu so eun mengelus pipi so eun , kemudian pergi meninggalkan so eun sendiri di dalam kamar.
“kekasihku? ”gumam so eun dengan mata berkaca-kaca.

Sore hari so eun sudah mengenakan dress putih dengan rambut di ikat di samping, ia terlihat begitu sempurnya. Namun ada yang hilang dari diri so eun, yaitu senyumnya yang biasa mengembang kini hilang. Hari ini memang hari pertemuan keluarga so eun dengan keluarga ki bum, so eun hanya diam , sedari tadi hanya bisa melamun .
“maaf kami terlambat , jalan sangat macet”ucap ayah ki bum.
”ah tidak apa-apa, ok jadi kita langsung bicara tanggal pertunangannya?” dan pembicaraan itu berlanjut hingga mereka sepakat menentukan tanggal pertunangan.
“kalau begitu pertunangan akan di lakukan minggu depan , semoga saja semua berajalan dengan lancar” ibu so eun semangat dengan menggoyangkan kipas ke arahnya . So eun sedari tadi hanya bisa diam memandang ke arah ki bum yang berseri-seri.

***

“malam ini aku ada janji , aku tidak bisa pulang bersama ayah dan ibu” ucap so eun pada orangtuanya saat hendak pulang.
”kau ingin ku antar?”tawar ki bum.
”ah, tidak ini urusan wanita ki bum”so eun tersenyum palsu.
”ahahhahah, yasudahlah kau hati-hati di jalan” ki bum mengecup kening so eun.
Ayah so eun dan orangtua ki bum hanya bisa tersenyum melihat tingkah laku anak mereka. Sedangkan ibu so eun tertawa puas setelah membicarakan tanggal pertunangan mereka.

So eun segera berlari mencari taksi, ia menuju sebuah bukit . bukit yang hanya bisa di tempuh dengan berjalan kaki. Ia menghentikan taksi itu di pinggir jalan dan berjalan menuju ke arah bukit. So eun terlihat sangat semangat selama perjalanan, berbeda ketika ia berada bersama ki bum. Setelah ia sampai di tempat tujuan matanya menerawang mencari sosok lelaki yang ia cintai, ketika so eun sudah menemukan sosok yang ia cari. So eun berlari ke arahnya dan memeluknya erat.

“kim bum…………”ucap so eun.
”aku sudah tau semuanya so eun, kau akan segera bertunangan dengan ki bum”.
”tapi aku….”belum sempat so eun melanjutkan kata-katanya. Kim bum mencium bibir so eun dengan lembut.
” Aku tau so eun , salah kita telah menyembunyikan hubungan kita selama setengah tahun “ .
”aku takut, ibu marah padaku karena orangtua ki bum mencabut semua bantuan pada keluargaku. Aku juga merasa bersalah pada ki bum dan  keluarganya yang terlalu baik pada keluargaku” kata so eun.
Kim bum terdiam , ia memikirkan nasib cintanya dengan so eun. Selama ini memang mereka menyembunyikan hubungan mereka karena so eun merupakan kekasih ki bum , sahabat dekat kim bum.

Kim bum masih ingat dengan kebodohannya ketika ia mendekati so eun hanya untuk membantu ki bum mendapatkan so eun. Kim bum di minta untuk mendekatkannya pada so eun, kim bum sebagai seorang sahabat berusaha mendekati so eun , hampir setiap hari kim bum mendekati so eun dengan maksud mengetahui kesukaan so eun. Di sisi lain ki bum menunggu kabar dari kim bum dan juga mendekati so eun . so eun sempat bercerita pada kim bum bahwa ia kagum pada ki bum karena ki bum bisa mengetahui semua yang ia sukai dan banyak kesamaan antara dirinya dan ki bum. Mendengar hal itu kim bum merasa dadanya sesak dan ingin sekali ia berteriak, kim bum merasa bahwa so eun juga mencintai ki bum, hingga suatu saat ki bum meminta so eun menjadi kekasihnya. So eun binggung karena hatinya ada laki-laki lain yang ia cintai. Ketika ia mencari sosok yang ia cintai ia tidak sengaja mendengar pembicaraan kim bum dan ki bum. Ki bum berterima kasih pada kim bum yang mau mendekati so eun untuk membantunya. So eun merasa kaget karena selama ini ia mencintai kim bum, ia berfikir selama ini kim bum mendekatinya karena kim bum juga menyukainya. Ia merasa sakit hati, ketika kim bum keluar dari ruangan itu. Kim bum melihat so eun menangis. So eun berterimakasih karea kim bum telah mendekatkan dirinya pada ki bum. Ia memastikan akan menerima cinta ki bum namun hati dan perasaan so eun tetap di miliki kim bum, kim bum yang mendengar pernyataan bahwa so eun mencintainya hanya bisa kaget dan memandang kepergian so eun .

“kim bum? Kau sedang memikirkan apa?”tanya so eun .
”aku memikirkan kejadian ketika aku menjodohkan antara kau dan ki bum, memikirkan betapa bodohnya diriku melepaskanmu waktu itu” .
”setelah beberapa bulan aku berpacaran dengan ki bum, ahirnya kau berani untuk menyatakan cintamu padaku. Di bukit ini, kita sama-sama takut untuk memberi tahukan kebenarannya pada ki bum. Hingga tidak terasa setengah tahun sudah kita menyembunyikan hubungan kita ” jelas so eun.
“ahahhhahahhaahha, kau benar. Hingga kini ki bum melamarmu” suasana menjadi hening, tidak ada percakapan antara so eun dan kim bum . Mereka hanya saling memeluk satu sama lain.

Satu minggu kemudian adalah hari pertunangan ki bum dan so eun. So eun berada di kamar untuk merias dirinya, semua orang menunggunya untuk turun dan segera bertukar cincin. Wajah so eun terlihat pucat dan gelisah, ia ingin menghentikan acara perunangan ini .
“ibu aku tidak siap…”ucapnya manja pada sang ibu.
”so eun inikan hanya pertunangan bukan pernikahan,jangan buat ibu dan keluarga ki bum malu. Apa kau ingin ayahmu memulai usahanya dari 0 lagi?” ancam ibu so eun.
So eun tidak bisa berbuat apa-apa lagi ia hanya bisa mengikuti kemauan ibunya. So eun turun ke ruangan utama untuk memulai acara tukar cincin. Ia melihat sosok kim bum , ia ingin sekali kim bum menarik dan membawanya pergi dari acara ini.
“apa kau sudah siap?”tanya ki bum pada so eun, so eun hanya diam .ia melirik ke arah kim bum. Saat ki bum membuka cincin tiba-tiba so eun menolak ki bum menyematkan cincin pertunangannya itu.
“maaf ki bum aku tidak bisa, aku tidak bisa membohongimu lebih lama. Aku mencintai orang lain” kim bum yang sedari tadi berada di belakang so eun , melangkah maju dan menggenggam tangan so eun.
”aku, aku orang yang di cintai so eun” semua orang yang berada di ruangan itupun ricuh, semua mata tertuju ke arah so eun dan kim bum yang sedang melakukan pengakuan.
Kim bum dan so eunpun menceritakan semuanya pada seluruh orang yang hadir pada malam itu.
”maafkan kami ki bum, kami tidak ingin menyakitimu. Namun jika pertunangan ini di lanjutkan maka sama saja kau membunuhku secara perlahan” so eun menjelaskan pada ki bum.
“hentikan!, aku sudah tahu semua itu”ucap ki bum mengagetkan kim bum dan so eun.
“so eun tetap menjadi milikku , tidak ada yang bisa merebutnya dariku “ kata ki bum menarik tangan so eun kearahnya.
So eun melepaskan genggaman ki bum.
“maaf ki bum aku tidak mencintaimu” so eun kembali mengenggam tangan kim bum dan menarik kim bum untuk pergi dari tempat itu.
Ki bum hanya bisa melihat kepergian mereka berdua. Ia mengepalkan tangannya dan salah satu tangannya meeremas cincin yang hampir saja di sematkan ke jari manis so eun.
“aku akan merebutmu kembali kepelukanku so eun , aku pastikan itu”gumam ki bum.

End of flashback
“ aku sudah berjanji pada mendiang ibuku , aku akan kembali bangkit dari keterpurukanku dan merebutmu kembali” so eun menjauh ketika ki bum mendekat ke arahnya.
“argh!!!!!!!!!! Siapa kau!!!!!!, tinggalkan aku!!!!!!!!!!” teriak so eun.
“kau kenapa so eun?, apa kau masih shock ketika aku membunuh yoona di depan matamu?, yoona yang bodoh. Dia diam-diam membantu kim bum mencariku orang yang mengirimmu cincin pertunangan . Aku yakin ketika yoona melihat cincin itu dia sudah tau orang itu aku. Karena dia yang membantuku memilih cincin pertunangan itu” beberpa saat terjadi keheningan di ruangan yang terlihat pengap itu, ruangan itu terlihat gelap namun tetap bisa jelas melihat terdapat foto-foto so eun yang terpampang di dinding kamar. Kepala so eun serasa di hantam dengan sebuah palu besar, ia  menjambak-jambak rambutnya sembari menjauh dari ki bum yang mendekat ke arah so eun.

“apakah kau suka dengan hadiah pemberianku?, kenapa cincin itu kau berikan pada kim bum?. Aku yang akan menjadi tuanganmu so eun, bukan kim bum” ki bum menyentak so eun.
So eun kini terpojok , ia sudah tidak bisa mendur lagi.
“hentikan…..hentikan”gumam so eun.
Ki bum memegang bahu so eun, ia mendekatkan wajahnya pada so eun. So eun memberontak namun tetap saja ki bum memaksa so eun untuk memberikan kecupan di bibir mungil so eun. Ki bum semakin mencengkram bahu so eun ketika so eun memberontak, saat jarak antara bibir so eun dan ki bum sudah semakin dekat . so eun mendorong ki bum dengan kuat, ia menghempaskan ki bum hingga kepala ki bum menatap meja. So eun berdiri dan mencoba untuk melepaskan diri dari ki bum. Ki bum berdiri dan mengejar so eun, ketika so eun membuka pintu dengan tiba-tiba ki bum menarik tangan so eun dengan sangat kuat, so eun terjatuh dan kepalanya membentur tembok hingga memar. So eun jatuh pingsan , ki bum menggendongnya dan menidurkan tubuh so eun di ruangan itu.
” Jangan harap kau bisa melarikan diri dariku” ki bum memegang kepalanya yang berdarah akibat terbentur meja. Ia meninggalkan so eun di ruangan pengap itu sendiri.

***

Kim bum dan inspektur min ho menuju ke daerah Daegu mereka berniat untuk mendatangi tempat penyewaan mobil dengan nomor polisi H2-01J . kim bum menancapkan gas mobil dengan sangat tinggi. Setelah sampai , ia langsung bertemu dengan pemilik dari tempat penyewaan mobil itu, ia ingin memastikan siapakah yang berada di balik semua ini , ketika ia bertemu dengan pemilik mobil..
”yin han?  ” gumam kim bum.
”kim bum” .
”apakah kau juga di balik semua ini?, jawab aku !” teriak kim bum kakak ki bum, yi han itu langsung melarikan diri.
Ia berhasil di cegat oleh kim bum ,kim bum menarik kerah yin han dan mendesak untuk menjelaskan semuanya pda kim bum. Yin han menyerah, ia mulai untuk bercerita.
”hah!, setelah hari pertunangan yang kau gagalkan, ibu mengalami serangan jantung. Ki bum mengalami keterpurukan, bahkan perusahaan kami bangkrut. Kini ki bum mulai bangkit karena wanita bodoh itu, dia ingin merampas wanita itu darimu. Sudah kukatakan wanita mendapatkan wanita itu tidak ada gunanya, namun ketika aku tau jika ki bum juga akan membalas kematian ibu , aku sebagai kakaknya mendukung, sangat mendukung! ” papar kakak ki bum itu. Kim bum memukul yin han ki bum, ia sudah tidak bisa berkata-kata lagi. Ia ingin sekali menghajar ayah ki bum itu, namun ia dihentikan oleh min ho. Setelah kim bum tenang min ho melangkah menuju ke arah kakak ki bum. “dimana ki bum sekarang”ucapnya tenang sambil menodongkan sebuah pistol ke arah kepala ayah ki bum.

“Kim bum!!!!!!!!!!” teriak so  eun bangun dari keadaan pingsan, kesadarannya sekarang sudah pulih ia kini bisa mengontrol dirinya lagi.
Ia sudah terlepas dari rasa depresinya , kepala so eun masih terasa pusing akibat benturan di kepalanya. Ia menggingat kejadian saat ia bersama ki bum, ia segera bangkit dari tempat tidurnya. Ia membuka pintu kamar dan mengintip melihat keadaan rumah ki bum. Ia berusaha untuk kabur dari rumah ki bum. Ketika ia membuka pintu sedikit lebih lebar, so eun mendengar suara jejak kaki seseorang menuju ke arahnya. Segera so eun menutup pintu dan kembali berbaring di tempat tidur,ia menutup matanya dan berpura-pura belum sadar dari pingsannya.
pintu kamar terbuka, suara jejak kaki semakin terdengar jelas di telinga so eun, tiba-tiba ia merasakan seseorang duduk di kasur tempat ia berbaring. So eun merasa takut, ia terus memejamkan matanya dengan menebak-nebak apa yang akan di lakukan oleh ki bum padanya. Ia merasakan hembusan nafas dari hidung ki bum.
”aku tau kau sudah bangun so eun” bisiknya di telinga so eun.
So eun berkeringat dingin, keringatnya muncul dengan derasnya. Tak lama setelah itu , ia merasakan tangan ki bum menyentuh wajah so eun dan mengusap keringat so eun. Ki bum hendak mencium kening so eun . Ting tong ……… terdengar sebuah bel rumah . ki bum mengendus kesal dan ki bum berjalan ke keluar dari ruangan so eun dan berjalan ke arah pintu depan.

“tunggu seben…..” omongan ki bum terputus ketika ki bum seseorang saat ki bum membuka pintu rumah ki bum.
“ hai kim ki bum lama tidak berjumpa..” ucap lelaki itu dengan senyum sinis yang ternyata lelaki itu adalah kim bum. Tak berapa lama kim bum melayangkan tinjunya kearah muka ki bum hingga ki bum jatuh tersungkur ke lantai. Perkelahian pun tidak dapat dihindarkan . ki bum dan kim bum terus berkelahi. Hingga badan kim bum menindih badan ki bum yang babak belur.
“ apa yang kau lakukan pada so eun hah! ” ucap kim bum sembari mencengkram kerah baju ki bum.
“ apa yang kulakukan pada so eun itu bukan urusanmu bum”
“ aku calon suami so eun! Jadi urusan so eun urusanku juga! Kau mengerti!” tariak kim bum
“ calon suami ?, apa kau ingat ketika kau merebut calon tunanganku hah!” ujar ki bum penuh dengan emosi dan membalikan keadaan dirinya yang menindih kim bum.
“ kau tidak tahu betapa aku tersiksa ketika kau merebut so eun di hari pertunanganku!, hingga ibuku terkena serangan jantung dan meninggal!!! Seharusnya kau juga merasakan itu” . ki bum memukuli kim bum secara membabibuta *bahasa apaan lagi ni -__- , sabar yah * .
dalam keadaan terpojok kim bum melihat sebuah balok kayu besar. Ia berusaha mengambil balok itu dan memukulkannya ke punggung ki bum hingga ki bum jatuh tak tersadarkan diri.

SOEUN POV

Aku sangat ketakutan untuk membuka mataku, aku takut tiba-tiba ki bum berada  di sini dan aku tak tau apa yang akan dilakukannya padaku. Aku terus menutup mataku dan memfikirkan cara untuk bisa lepas dari ki bum. Jujur saja , kali ini aku merasakan ketakutan yang sangat mendalam. Rasanya tidak ada lagi harapanku untuk lepas dari genggaman ki bum yang gila itu.
“ aku calon suami so eun! Jadi urusan so eun urusanku juga! Kau mengerti!”
suara itu!, aku mengenal suara itu. Itubukanlah suara ki bum , itu suara kim bum. Entah mendapat keberanian dari mana , aku membuka mataku dan melihat ke arah sekitarku. Beruntung ki bum memang tidak ada di sini. sejenak aku meyakinkan diriku bahwa suara itu memang suara kim bum bukan hanya ilusiku saja. Aku mencoba mengumpulkan tenagaku untuk berdiri dan berjalan menuju ke arah pintu. Dengan perlahan namun pasti ku buka pintu dan betapa beruntungnya aku, pintunya tidak terkunci seperti yang aku pikirkan sebelumnya. Dengan perlahan aku berjalan keluar menyusuri lorong rumah yang di tempati ki bum ini. Aku berjalan perlahan sambil memegangi kepalaku yang memang masih terasa sakit dan juga mataku terus saja melihat ke sekitar, aku takut jika ki bum tiba-tiba datang .

 

“ argh!” pekik kim bum ketika tubuh ki bum menjatuhi badannya. Dengan segera kim bum menyingkirkan tubuh ki bum dan berdiri sambil memegangi pelipisnya yang sobek akibat pukulan ki bum. Kim bum mengambil sebuah pistol dari sakunya , ia menarik pelatuknya untuk berjaga-jaga jika suatu saat ada yang menyerangnya.  Ia masuk ke dalam rumah ki bum dan menerawang kesekeliling ruangan dengan sesekali melihat kembali tubuh ki bum hanya sekedar memastikan ki bum masih dalam keadaan pingsan.

Kim bum berjalan memasuki rumah ki bum dan mulai membuka satu persatu ruangan, berharap ia dapat menemukan so eun. Setelah ia membuka semua ruangan ia pun tidak menemukan so eun dimanapun, namun kim bum melihat sebuah lorong . dengan ragu kim bum menyusuri lorong itu hingga terdapat sebuah belokan lorong ia melihat seorang wanita yang jatuh terduduki sambil memegangi kepala.

“so eun?” gumam kim bum
merasa ada yg memanggil namanya , so eun mengalihkan pandangannya menuju ke arah sumber suara.
“ kim bum!” ucap so eun
kim bum berlari menuju kearah so eun dan memeluk so eun, tiba-tiba tubuh so eun melemas . pandangannya buram.
“so eun? , bertahanlah so eun” kim bum meletakkan pistolnya dan memeluk so eun.
“kim bum…..” ujarnya
ketika tubuh so eun benar-benar lemas ia melihat ki bum berada di belakang kim bum sambil menodongkan sebuah pistol kearah kepala kim bum dengan sempoyongan. Kim bum yang memeluk so eun tidak sadar jika ki bum sedang berusaha menembaknya. Dengan sisa tenaga yang dimiliki oleh so eun, ia mengambil pistol milik kim bum dan secara bersama-sama so eun dan ki bum menembakkan pelurunya dan DORRRRRRR…………………….

So eun pingsan dalam pelukan kim bum sebelum ia menembak ki bum , bersamaan ketika kim bum berbalik ke arah sumber suara tembakan pistol, ki bum tertembak . ia menjatuhkan pistolnya dan membalikkan tubuhnya. Terlihat minho masih mengarahkan pistolnya ke arah ki bum. Min ho lah yang telah menembak ki bum dari belakang sebelum ki bum sempat menembak ke arah kim bum dan so eun . kim bum terdiam sesaat melihat nyawanya dan so eun hampir saja melayang.

Kim bum dengan segera mengendong so eun , kim bum melangkah kan kakinya dengan perlahan melewati tubuh ki bum yang sudah sekarat . saat kim bum melangkahkan kakinya , tiba” ada sebuah tangan yang memegang kaki kim bum. Seketika kim bum yang sedang terburu-buru melihat ke arah kakinya. Ki bum memegang kaki kim bum dengan tangannya yang sudah bersimbah darah segar .

“ kali ini kim bum, kali ini aku melepaskan so eun. tapi tidak untuk di kehidupan selanjutnya” ki bum terbata menahan sakit.
kim bum hanya menatap ki bum dengan iba , perlahan ki bum melepaskan pegangan di kaki kim bum dan menutup matanya. Segerombolan polisi  langsung mendekat ke arah tubuh ki bum, sesaat kim bum termenung melihat ki bum namun  dengan segera ia menggendong so eun menuju ambulance.

 

“ kim bum, istirahatlah. Biar bibi yang menjaga so eun” ucap ibu so eun
“tidak usah , bibi saja yang istirahat. Bibi pulanglah, jika terjadi sesuatu pada so eun aku akan segera mengabari bibi” jelas kim bum meyakinkan ibu so eun
“baiklah, jika terjadi sesuatu kabari bibi…. bibi dan paman pulang dulu kim bum”
setelah itu kini hanya ada kim bum yang menemani so eun di ruang inapnya. Kim bum menggenggam tangan so eun dengan erat, kim bum mulai terlelap di samping so eun. ketika kim bum memejamkan tangannya, ia merasakan tangan so eun menggenggam tangannya dengan erat. Kim bum membuka matanya dan melihat ke arah so eun yang sudah mulai membuka matanya.

“so eun? kau sudah sadar?”
so eun hanya menjawab dengan anggukan dan menyunggingkan senyuman.
“aku akan panggilkan doker”

Dokter datang memeriksa keadaan so eun, kim bum tetap berada di samping so eun dan memegang tangan so eun.
“so eun kau sudah mulai membaik, hanya mungkin akan sedikit sakit di bagian kepala karena benturan . selebihnya hanya perlu pemulihan saja”
“kapan saya bisa pulang dokter?” tanya so eun lemah
“ kau ini, belum apa-apa sudah minta pulang” sewot kim bum
“kita lihat kondisi nona so eun dulu, jika tubuh nona so eun sudah sehat maka nona bisa pulang” jawab dokter yang bernama song joong ki itu
“terimakasih dokter”

Kim bum kembali duduk di samping so eun, ia membelai rambut so eun dan memegang pipi mulus so eun.
“kim bum kemarilah, tidur di sampingku ” pinta so eun, memang ruang inap yang so eun tempati saat ini adalah salah satu kamar pasien VIP sehingga tempat tidurnya lumayan besar untuk digunakan dua orang
“tidak, tidurlah so eun. kau terlihat lelah, aku akan menjagamu “
“aku tidak akan tidur sebelum kau tidur di sebelahku, lihatlah kantung matamu itu. Aku tidak mau punya pacar yang mukanya seperti muka panda” so eun nyengir
“aish kau ini” kesal kim bum.

–O—

“ kim bum , apa yang terjadi saat aku pingsan?, beruntung kau tidak tertembak” ujarnya dengan posisi tidur dalam pelukan kim bum.
“ ki bum tertembak oleh min ho, dan ia meninggal saat perjalanan menuju rumah sakit” terang kim bum
“ kim bum ,apakah kita salah? Entah mengapa aku merasa bersalah pada ki bum”
“entahlah , jika mencari orang yang bersalah mungkin itu adalah aku. Karena aku telah merebutmu dari ki bum”
“apakah kau menyesal karena telah memilihku?” tanya kim bum
so eun melihat melihat kearah kim bum, dan memukul dada kim bum.
“aw, sakit “ teriak kim bum
“ hehe maaf “ so eu menjulurkan lidahnya
“salahmu membuat pertanyaan konyol seperti itu, jika aku menyesal memilihmu . aku akan membiarkanmu tertembak oleh ki bum”
“so eun , kau kejam sekali” cemberut kim bum.
“ hehe aku hanya bercanda, aku tidak akan pernah menyesal karena telah memilihmu”
kim bum menatap so eun , wajah kim bum mendekat ke arah so eun. semakin lama semakin dekat.so eun menutup matanya dan meraasakan bibirnya bersentuhan dengan bibir kim bum. *udh” jangan ganggu -__-*

 

“ayah!!!!!!!!! Ayo main pasir ” ucap seorang gadi kecil berumur 3 tahun , menarik ayahnya menuju ke pantai .
“sabar sayang” jawab ayahnya yang bernama kim bum itu. Kim bum langsung mengangkat tubuh gadis kecil itu dan berlari ke arah pantai.
“huaaaaaaaaaaa ahahhaha” teriak gadis itu senang dalam dekapan ayahnya.
merekapun bermain-main di pantai,sesaat kim bum dan gadis kecil itu melambaikan tangannya ke arah seorang wanita.
“ibu!” gadis itu melambaikan tangannya dengan semangat
“ yu bin hati-hati” ucap so eun itu sambil mengelus perutnya yang tengah hamil 4 bulan . *tau yu bin kan? Anak kecil yang main drama bareng siwon*

So eun berjalan ke arah kim bum dan yu bin yang sedang bermain pasir. Kini kim bum dan so eun sudah menikah dan memiliki seorang malaikat cantik yang di beri nama yu bin . kim bum berhenti dari pekerjaannya dan meneruskan perusahaan milik keluarganya.

Kim bum dan so eun berjalan menyusuri pantai menikmati semilir angin sore itu setelah lelah bermain bersama yu bin
“ yu bin tertidur?” tanya so eun
“ iya ia lelah bermain “ jawab kim bum yang sedang mengendong yu bin.
“terimakasih so eun, kau telah menjadi pendamping dan sudah memberikan kebahagiaan padaku” lanjutnya
so eun tersenyum dan membelai rambut putri kecilnya
“saranghae so eun” ucap kim bum
“ nado saranghae “ jawab so eun
“anakku cepat lahir, kim bum kau ingin laki laki atau perempuan?” tanya so eun
“aku ingin laki laki agar bisa ku ajak bermain bola , tapi…… perempuan juga boleh teman bermain yu bin nantinya” cerewet kim bum

 

 

end

 

 

Gimana”???????

Maaf klo gajenya nambah lagi hehe
perlu commentnya J
hehe
gomawo *narik min hwan pergi*

Tags: , , , ,

About bumssoindo

We are fanbase of BUMSSO (Kim Bum and Kim So Eun) from Indonesia

25 responses to “Believe In Love part 2 – end”

  1. rosiyani 'oci' says :

    huaaaa seru jg. haha…
    banyak kejadian yg ga disangka2 nih. dari munculnya ki bum yg ternyata yg jd peneror itu dan ternyata ki bum itu masa lalunya so eun dan bum.. huaaa itu serem bgt… huhu…
    tapi sukaaaaa bgt ternyata bum ma so eun bisa kembali bersama bahagia. happy ending dehhh🙂
    bagus author aku kasi jempol nih hhe🙂

  2. alika says :

    hahahaha keren bgtttttttttttttttttt
    wah andai aku yang ada di kandungan soeun *plak.
    ya dah author di tunggu karya selanjutnya🙂

  3. larasrahmaa says :

    seru seruuu,
    kirain diakhirnya si ki bum dtng lagi gitu, haha kayak setan
    wah, kb ama kse udh pnya anak, perempuan lagi, pasti cantik tuh kayak so eun
    kan yu bin itu aku haha /plak
    keren keren,
    author ditunggu karya selanjutnya yaaaa😀

  4. niiz says :

    Huaaa kereeen *_* keren gilak *_* author daebak ^_^/ tunggu ya next ff.nya \>o</

  5. Danish Ashley Eun says :

    huuuuaaa…. Sseerrruuu
    Bagus banget ceritanya, menegangkan, bkin penasarn,
    Syang cma d bkin 2 shoot aja
    Hhhmmm … Ki bum possesiv bgt, tp q ska

    Kim bum sm so eun gk mngkin bsa d psah
    Hahahahahaha

    Oooouuuuhhh ….. keeerrreeennn
    Di tunggu cerita lainnya author

  6. Kim So In says :

    Waah…
    Sempat menguras emosi pas KSE ditinggalkan sama KB dan d Culik Ki Bum…
    Tp ending’a keren bngt…
    Btw apa judul drama yg diperankan ma Siwon dan anak kecil yg nama Yu Bin i2?

  7. bismania luph bumsso says :

    bner” aq gk bsa nbak jln ceritax,…..
    pnuh misteri n menegangkan bgeeeeeetsssssss !!!!!
    seruuuuuuuuu dewhhhh,…………
    ~ _ ^
    BN~

  8. Anjany Bumsso says :

    hahahahah…… kim bum cerewet…..
    hhhhhhhmmmmmmm….. author pendek bgt…. udahlah gag papa yg penting ffnya bagus

  9. vanqueen says :

    serru…kerren…endingnya bgus… dtnggu krya slnjtnya…🙂

  10. Ichaal says :

    Waah, bagus chingu , ,
    aq pkir bkal sad ending trxta ndak, , puas dech ma akhirx!!
    Smpet tkut tdi bumpa bklan npa”,
    unt ad min ho oppa mkci oppa!!:)
    bca lgi ach , , ,

  11. Reny Bumsso says :

    halo…halo…lam kenal,*lambai-lambai gajje*

    mu ikutan coment’ nieehh..

    huuuuuuuaaaaaaaa..cerita’y seruuuu abiiizzz keren nieehh author’y,,salutt bgdt dechh!

    btw kim bum ma so eun pas di rmh skt ko’ tdur br2 sechh..?!!(ajak2 aq donkk..kan aq jg mau,hhehhe*gajje*)#abaikan#

  12. anggit says :

    huaaa author
    seru juga ceritanyaaa,,
    maaf ya , di part awal ga komen. abis bacanya nelat si,
    jadi baru bsa komen di part 2 deh.hehe.
    dtunggu karya selanjutnya ya, hehehe

  13. meerable says :

    ya ampun…ki bum sungguh psiko…
    bikin takut aja…
    end partnya KSE and KimBum punya anak…. *moga bisa jdi knyataan*…
    amin…

  14. Ina BeQi Soeulmates says :

    aaaaaaaaa seruuuuuuu seruuuuuuu
    akhir.a bumsso hdp bhgia yaaaa,,,,, stlh bnyk rintangan gt,,
    fiuh,,
    kereeeeeeeeeennnnnn

  15. VayTeuKey says :

    deg2an wakt so eun d culik. keren bgt crta x. tp msh bnyak typo.

  16. Novelia Sweet says :

    TOP deckh…wlwpun pendek tapi mengharukan,i like it hehehe..di tnggu ya crita brikutna!!!makaci…

  17. Kim Ni Sha says :

    Bagussss

  18. poethri chinapha says :

    sangat menegangkan…
    To cerita nya bagus kok….
    Aku suka banget stiap konflik yg ada diantara Kim Bum, Kim So Eun dan Kim Ki Bum…
    Buat Author top banget dach…

    ^_*

  19. cucancie says :

    Whuaaa…seruu…authornya kerenn nih ..

  20. vonnysumali says :

    memuaskan ceritanya, terimakasih reader sangat menikmati, salam kenal, saya seorang ibu rt anak 2 usia masuk 40 tahun, penggemar bumsso, only bumsso…. aneh kan???? hopefuly author menulis ff baru tentang bumsso…. oya kalo benar bisa dikirim ke emailku…. thanks

  21. pradythara says :

    cerita ny keren eonnie,, emang sih bummpa salah, udah ngerebut sso dari ki bum, tapi namanya juga cinta, ya harus di pertahanin dong, lagian sso nya juga ngga suka sam ki bum. nahh.. gutu dong, keluar dari kerjaan nya aja, biar tenang, ngga ada yang neror lagi+ngancam-ngancam lagi. seneng deh kalo akhir nya bum bisa nikah sama sso dan punya anak🙂 seneng seneng seneng🙂🙂😀

    NB :
    1. action nya keren (y) suka kalo cerita ada action nya
    2. karakter bum+sso nya baguss🙂
    3. perjuangan nya menarik + mengharukan
    4. berakhir dengan happy ending, suka kalo cerita berakhir dengan happy ending..🙂

    lanjut yaa thorr🙂, makin banyakin OS + TS + FF nya, jangan lupa ada action nya ya..🙂😀
    * maaf yahh kalo aku terlalu cerewet.* hehehe

  22. Mia says :

    Ujian dlm sebuah hubungan tuh

  23. Mia says :

    Ujian dlm sebuah hubungan tuh,berat bgt

  24. Aini says :

    Diluar dugaan… Daebakkk

  25. Endang widiyati says :

    Yaaaa…..Kasihan kim kibum deh…Sbnrnya kan dia cinta mati m so eun.Kalau cinta segitiga mmg begini yaaa.Sadis nih,doorr,dorr:::::::muluuuu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: