Memories In Christmas Eve (Story 5)

Author: ashillach

Main Cast: Kim So Eun, Kim Bum

Other Cast: Kim Joon, Im Yoona, Lee Min Ho, Jung Il Woo, Kim Hyun Joong, Jung So Min

Genre: friendship, family, romantic

Type: sequel

 

 

Annyeong!!!! ^^

Apakah ada yg bosan membaca ini ff gaje???? Moga aja enggak ya!! –ngarep ><-

Ok, enjoy this story and I hope you like it! Here we go >>>>>>>>>>>>>>>>

################

 

 

Author POV

“ Hei, Joon, latihanmu kemarin bagaimana?” sapa Hyun Joong pada sahabatnya, Kim Joon

Kim Joon tersenyum mendapati sahaabatnya kini sudah masuk sekolah “Aih, anak ini… kenapa baru masuk sekarang, hah?? Bagaimana dengan fans meetingmu?” Tanya Kim Joon sambil menarik kepala Hyun joong dan mengacak rambutnya. Yang diacak rambutnya hanya tertawa saja. Lalu Kim Joon melepaskannya dan memeluknya. “Ah, kau tahu? Sekolah ini sepi kalau kau tidak ada” lanjut Kim joon

“Ya, ya lepaskanlah aku.. aku tahu kau merindukanku sangat banyak, tapi aku tidak mau ditengah promo albumku dengan SS501 ada skandal yang mengatakan kalau aku gay melihat adegan ini” sindir Hyun Joong

seketika itu juga Kim Joon langsung memukul perut sahabatnya, Hyun Joong merintih kesakitan dan Joon melepaskan pelukannya

“Ya, kau ini…” Hyun Joong baru saja ingin membalasnya, tiba-tiba ada seorang junior datang menghampiri mereka dan memberikan sebuah bungkusan kepada Hyun Joong.

“Ah, Sonbae, em..ini, baju olahraga yang kemarin..” junior itu menyodorkan sebuah bungkusan kepada Hyun Joong. Hyun Joong menerimanya dengan gugup “Ah, eh iya, gomawo” junior itu membungkuk dan segera pergi.

Kim Joon langsung menepuk punggung sahabatnya  itu “Waw, uri chingu benar-benar hebat. Yo, Yo man.. dia model itu kan? Jung So Min? kalau tidak salah kelas 11-C? dari mana kau mengenalnya?” Tanya Kim Joon beruntun

Yang ditanya -Hyun Joong- hanya diam, dia kemudian bertanya “Hei, Joon, menurutmu dia bagaimana?” tanyanya datar.

“Cantik dan sepertinya gadis yang baik, memangnya kenapa?”

“ Aku akan bermain satu drama dengannya…” Hyun Joong menggantungkan kata-katanya

“Lalu?”

“Kupikir aku tertarik dengannnya” jawab Hyun joong

“Terus?” Kim Joon masih penasaran

“Aku ingin ‘menembak’nya”

Kim Joon terkekeh “ Berarti sebentar lagi aku akan bisa makan gratis ya???” Tanya Kim Joon jahil

Hyun Joong mencibir “Lalu kau? Kudengar beberapa minggu ini kau juga akrab dengan anak kelas 10-B, hm.. kalau tidak salah namanya…..” Hyun Joong berusaha mengingatnya.

“ Kim So Eun” Joon memotong perkataan Hyun Joong

“Ah, iya itu dia! Kudengar kalian sangat akrab… bahkan kulihat tadi kau memberikan minuman untuknya… he….Chingu, apakah kau menyukainya???” Tanya Hyun Joong jahil dan terkekeh.

Kim Joon hanya tersenyum tipis “Entahlah”, tiba-tiba dari arah lapangan basket anak kelas 10 terdengar suara seseorang berteriak memanggil So Eun

“ SO EUN, TANGKAP” teriak Shin Hye dan melemparkan bola kepada So Eun, yang langsung ditangkapnya dengan baik. So Eun lalu berlari dan menshootnya ke ring lawan.

Hyun Joong dan Kim Joon menoleh kea rah teriakan itu dan memperhatikannya “ Itu ya?” Tanya Hyun Joong yang diikuti anggukan kecil Kim Joon “Manis juga..” lanjutnya.

Tiba-tiba Hyun Joong merasa ada yang ikut memperhatikan arah yang sama dengan yang sedang ia dan Kim joon lihat. Dia menoleh ke arah orang itu dan dilihatnya Kim Bum juga memperhatikan objek yang sama. Hyun Joong terkekeh sendiri melihatnya.

“Kau kenapa?” Tanya Kim Joon yang heran melihatnya, Hyun Joong tersenyum “Aku? Aniyo, geunyang….” Dia memegang kedua bahu Kim Joon “Ya, chingu, kalau kau memang menyukainya, sebaiknya kau segera ‘menembak’nya” nasihat Hyun Joong

Kim Joon masih tidak mengerti, Hyun Joong memegang dagu Kim Joon dan menggerakkannya ke arah Kim Bum “Karena saudara ‘tercinta’mu sepertinya juga menyukainya, ya.. kau harus berusaha, Chingu” Hyun Joong menepuk pelan bahu Kim Joon. Lalu dia langsung pergi dengan masih terkekeh

Kim Joon terus saja melihat Kim Bum yang sejak tadi masih memperhatikan So Eun, tiba-tiba Kim Bum menoleh, dan sekilas tatapan mereka bertemu. Kim Bum langsung membuang muka dan berjalan pergi. Kim Joon menatapnya heran. Mana mungkin? Pikirnya.

Selesailah pelajaran olahraga hari ini. Lapangan sudah kosong akan tetapi Kim Joon masih tinggal di lapangan. Dia menghampiri lapangan tempat anak-anak kelas 10 –kelasnya So Eun- tadi bermain basket. Kim Joon mengambil salah satu bola, bola yang tadi dimainkan oleh murid putri kelas 10. dia menatap bola yang kini sudah ada di tangannya itu dan kembali membayangkan saat-saat So Eun memainkannya. Dia tersenyum kecil. Dia mulai mendrible bola itu dan menshootnya. Dia terus melakukannya berulang kali.

Ternyata masih ada seorang lagi di lapangan itu, Kim Bum. Kim Bum terus saja menatapnya dan memperhatikan Kim Joon  yang masih saja sibuk bermain. Kim Joon mengetahui hal itu, tapi dia diam. Jadi dia terus saja bermain.

“Bodoh” gumam Kim Bum masih dalam jarak suara yang bisa didengar Kim Joon dan seketika itu juga Kim Joon menjawabnya “Bukannya itu kau?” Kim Bum terkejut dan segera pergi dari situ. Kim Joon menghentikan permainannya dan menatap Kim Bum dari jauh “Munafik” gumamnya pelan.

Dia pun berjalan ke pinggir lapangan dan tiba-tiba dia melihat sesuatu benda yang berkilauan dan memungutnya, bersamaan dengan itu, seorang siswi berlari masuk ke lapangan dengan raut wajah panik…..

 

End Author POV

 

 

Aku terus berlari sampai akhirnya aku sampai di lapangan. Belum ada satupun anak lain yang bermain di situ karena ini masih jam pergantian pelajaran, kemungkinan yang akan olahraga masih berganti baju.

Aku segera berlari mengelilingi lapangan basket tempat kami bermain tadi. Aku juga mengitari tempat aku  jogging dan pemanasan tadi. Tapi tetap saja tidak kutemukan. Aih, kenapa aku bisa seceroboh ini.

Aku menunduk melihat kea rah rerumputan sambil memukul kepalaku “Aish, So Eun kau ini bodoh sekali sih, babo, babo…” kutukku pada diri sendiri. Perlahan tapi pasti, air mataku turun. Aku benar-benar takut kalau benda itu hilang.

Aku terus mengelilingi lapangan mencarinya sambil menangis. Kulihat sudah ada beberapa murid masuk ke lapangan, sebentar lagi pelajaran olahraga akan dimulai. Aku harus cepat mencarinya, kalau tidak….

“So Eun?” seseorang memegang bahuku. Aku terkejut dan menoleh “So Eun, kau menangis?” Tanya Kim Joon Sonbae dan menghapus bekas air mataku.

Aku masih diam. Menatapnya saja tidak. Aku hanya menunduk ke bawah. Sekalipun dia menghapus air mataku berkali-kali, tapi masih saja air mata bodoh ini tak mau berhenti mengalir.

Lalu, sesuatu membuat jantungku hampir meledak saat itu. Kim Joon Sonbae langsung menarikku dan memelukku. Aku terkejut –jelas- “Menangis saja, sampai kau tenang….” Ucapnya lembut. Aku sungguh bingung mau melakukan apa. Jadi, kulakukan 1 hal yang masuk akal: aku menangis di pelukannya

 

Ini benar-benar rekor. Untuk kedua kalinya aku bolos pelajaran dalam hidupku. Kim Joon Sonbae mengajakku ke tempat itu –TKP- dan seperti biasa, kami duduk di pinggir sungai yang membelah hutan. Kim Joon Sonbae sempat meninggalkanku sebentar dan kembali lagi sambil membawa 2 botol minuman.

“Gomawo Sonbae…” kataku ketika dia menyodorkan sebotol minuman padaku. Dia tersenyum dengan senyuman yang sudah ratusan kali dia perlihatkan padaku, senyum yang lembut dan ramah.

“Sekarang, maukah kau cerita padaku, apa yang membuatmu menangis tadi?”  tanyanya pelan setelah melihatku membalas senyumannya.

“Aku, hanya sedang menangisi kebodohanku sendiri” jawabku pelan, dia masih menatapku, menunggu penjelasan yang lebih rinci “Aku sudah pernah ceritakan, dengan Sonbae soal orang tuaku?” –dia mengangguk- “Ya, mereka meninggal di hari natal karena kebakaran di sebuah restoran saat mereka sedang menyiapkan sebuah kejutan untukku. Saat aku datang ke sana, restoran itu sudah terbakar habis. Dan aku langsung dibawa ke tempat pemakaman orang tuaku. Sebetulnya, masih ada 1 hal lagi yang terjadi hari itu.

Setelah semua orang pergi dari rumah setelah upacara pemakaman selesai, aku bingung. Jujur saja, aku takut. Sendirian di sebuah rumah besar yang hanya dihuni olehku dan seorang pengasuh. Ketika pengasuhku keluar membuang sampah, aku pergi dari rumah dan pergi ke sungai Han. Aku berjalan di tepinya dan hampir saja aku melakukan sesuatu yang sangat masuk akal untuk orang sepertiku saat itu……” aku menggantungankannya, Kim Joon Sonbae tampaknya sudah menebak apa yang akan kukatakan selanjutnya

“Jangan-jangan…” gumamnya

“ Ya, jujur aku ingin bunuh diri saat itu. Tapi, tidak jadi. Karena aku bertemu seorang anak laki-laki yang menghampiriku ketika aku menangis. Dia menghiburku, dan memberikan sebuah kalung. Kalung itu selalu kupakai kemana pun… tapi, aku menghilangkannya. Aku bodoh ya Sonbae?” tanyaku padanya dengan tatapan lurus ke depan

Dia tidak memberi respon apapun padaku, aku sempat heran melihatnya. Lalu, dia mengeluarkan suatu benda dari sakunya. Sesuatu  yang benar-benar bisa membuatku jungkir balik karena senangnya “Maksudmu, kalung ini?” dia mengacungkan sebuah rantai perak lengkap dengan bandul pohon natalnya

Tenggorokanku tercekat, rasanya aku ingin berteriak saat itu juga, tapi kutahan. Aku menutup mulutku dan kakiku bergerak-gerak tidak jelas. Dia tertawa melihatku “Hei, benar bukan?” tanyanya.

Aku langsung mengambil kalung itu dari tangannya, secara refleks (sebelumnya akan kujelaskan, aku melakukan ini tanpa sengaja, bukan keinginanku, tapi badankulah yang melakukan itu, BUKAN AKU. camkan itu!) aku memeluknya “Ah, Sonbae gomawo,gomawo,gomawo… aku benar-benar tidak tahu apalagi yang harus kulakukan, kukatakan. Aaaa….gomawo Sonbae “ jeritku pelan.

Aku tidak bisa melihat apa reaksinya, dan aku pun tersadar. Cepat-cepat aku menarik diri darinya “Ah, miyanh Sonbae.. aku tidak bermaksud….” Aku bingung sekarang harus mengatakan apa. Itu secara tanpa sengaja terjadi, jadi aku tidak yakin apa yang harus kukatakan. Kulihat dia sedikit merona. Aish, aku malu sekali //>_<\\

“Em, ya… tidak apa-apa. Ya, sama-sama” jawabnya dgn gugup dan seketika itu juga suasana jadi canggung. Tapi, aku tetap senang… akhirnya aku bisa menemukan kalung ini.

Dia menatapku yang tersenyum-senyum sendiri. Dia pun ikut tersenyum –akhirnya-

“Yang penting kau tidak menganggap dirimu bodoh lagi” gumamnya, tapi masih bisa kudengar dengan jelas.

Kini giliranku yang diam, tidak tahu harus berkata apa. Aku mengangkat tanganku perlahan ke tempat jantungku berada. Dan aku merasakan sesuatu yang seperti akan meledak.

Akhirnya, sisa waktu itu, kami habiskan dengan terdiam dalam kesunyian masing-masing.

 

Kim Bum POV

Aku heran, kenapa rasanya aku ingin sekali memukul seseorang, atau bahkan membunuh sekarang.

Aku berjalan dengan gusar memasuki gedung sekolah. Aku tidak memperdulikan semua yang kutabrak. Yang kutahu sekarang adalah, aku membutuhkan ketenangan.

Aku berpapasan dengan Il Woo dan Min Ho

“Hei, Bum, kau habis dari mana? Kemana saja kau pelajaran sejarah hari ini? Hei, kau bahkan belum mengganti bajumu” Tanya Il Woo

Aku tidak memperdulikannya, aku terus saja berjalan

“Ya, ada apa dengan anak itu? Kenapa mukanya merah begitu? Sakitkah? Atau jangan2 bermasalah lagi dengan Joon? Dia juga bolos pelajaran sejarah ini…” Min Ho ikut-ikutan heran. Il Woo hanya menjawabnya dengan mengangkat bahu.

Sekarang sudah jam istirahat… dan memang, kuakui, aku belum berganti baju sama sekali setelah pelajaran olahraga. Tapi aku tidak peduli. Aku terus saja berjalan dengan langkah cepat menuju loteng sekolah. Satu-satunya tempat yang sedang kosong sekarang. Tempat di mana aku bisa berteriak frustasi sepuasnya setelah melihat kejadian ‘biasa’ itu

 

#adakah yang tahu, kenapa Kim Bum jadi marah-marah gk jelas gitu??? Orang aneh! ~_~ #

 

End Kim Bum POV

Aku berjalan linglung ke kelasku setelah berganti baju. Aku masih merasakannya. Detak jantungku yang sekarang berdetak lebih cepat, aku heran, ada apa denganku? Apakah aku ada kelainan jantung? Tapi kenapa itu Cuma terjadi saat aku bersama Kim Joon Sonbae? Aneh….

Sebentar lagi jam istirahat akan habis. Tapi aku tampaknya tidak terlalu peduli, sampai-sampai, ketika aku berada di belokan menuju lorong kelasku, aku tidak menyadari ada seorang pria yang melipat tangannya dan menatapku.

Aku berjalan perlahan, tidak memperdulikannya. Ketika aku ingin berbelok, orang itu langsung menarik tanganku, yang menyentakanku dari lamunanku. Dia menarikku kea rah berlawanan dari kelasku. Aku melihatnya dan menyadari itu siapa “Kim Bum Sonbae, apa-apaan ini?” tanyaku tajam.

“Kau HARUS bolos sekarang” perintahnya. Aku benci ini, seenaknya memerintah orang. Dia pikir dia siapa?!

“Aku tidak mau Sonbae..” kataku dengan keras, tapi tampaknya dia tidak peduli sama sekali.

Dia menarikku ke ruang musik lagi. Dan ‘lagi-lagi’ mengunci pintunya. “Sonbae” teriakku.

“Kenapa?! Apa hanya Joon yang bisa mengajakmu bolos?!” teriaknya, aku kaget. Darimana dia tahu, Kim Joon Sonbae yang mengajakku bolos?

Dia langsung masuk ke dalam, aku mengikutinya dengan pelan “Tapi, Sonbae, aku tidak bisa bolos sekarang… pelajaran ke 2 tadi aku sudah bolos kalau aku bolos lagi…” dia langsung memotong kata-kataku

“Aku tidak peduli, aku juga bolos tadi. Terserah…”  semburnya.

Ingin rasanya aku memukulnya sekarang juga, atau melakukan hal apa pun untuk menyakitinya, atau membuatnya kesal atau apa punlah! Yang penting membuatnya tidak enak.

“Kau ada disini saja aku sudah tidak enak, jadi menurutku tidak ada lagi yang perlu kau lakukan” dia menjawabnya! Padahal aku tidak mengatakannya! Wah, jeongmal… orang ini benar-benar pintar membuatku takut!

“Semua bisa terbaca dari ekspresi mukamu, terbiasalah. Atau kau harus membuat ekspresimu sedatar mungkin sehingga orang susah menebak apa yang kau pikirkan” dia menjawabnya lagi?! Terpikirkan olehku saja tidak.

Dia sedang berjongkok di dekat lemari buku ruang musik, aku tidak tahu apa yang dicarinya dan aku tidak peduli. Berada di dekatnya selalu sukses membuatku malas berpikir.

Aku melihat sebuah buku terlantar di atas meja dan mengambilnya dan duduk membacanya. Tanpa memperdulikan Kim Bum Sonbae yang masih saja sibuk berkutat di dekat lemari buku yang bermandikan debu. Dia melihatku dan berkata dengan kesal “Ya! Kau ini peduli atau tidak sih?! Cepat Bantu!” Perintahnya

“Tidak” jawabku datar

dia tak bereaksi, hanya mendengus dan kembali berkutat dengan kegiatannya. Sedangkan aku masih saja santai membaca buku.

“Ah, ini dia” dia menemukan yang dicarinya, tapi aku tidak peduli. Aku sudah larut dalam bacaanku

dia sepertinya cukup kesal dengan sikapku yang kini cuek. “Hei, ke sini, ada yang mau kujelaskan padamu” suruhnya

Aku berdiri dan berjalan mendekatiya tanpa melepaskan pandangan dari buku.

Aku duduk di salah satu kursi yang ada di hadapannya –dengan masih membaca- “aku ingin bertanya padamu, kau sebetulnya bisa bermain piano atau tidak?” tanyanya memulai pembicaraan.

“Bisa”

“Apa kau tahu, caramu meletakan jari di tuts-nya saja kemarin salah?”

“tidak”

“lalu kenapa kau bilang kau bisa bermain piano?”

“oh, ya?”

Dia kelihatan lelah dengan tingkahku, dan meninggikan suaranya “ Aku mohon serius So Eun-ssi! Kau bisa bermain piano atau tidak?”

Aku mendesah pelan dan menyingkirkan buku yang sedang kubaca yang sejak tadi berada di depan mukaku “Aku bisa memainkannya, tapi jujur saja, aku terakhir kali memainkannya ketika kelas 6 SD di acara perpisahan, jadi… ya, mungkin bisa dibilang aku lupa atau mungkin aku memang sekarang tidak bisa memainkannya lagi” aku kembali melanjutkan kegiatanku > membaca

“Lalu kenapa kau tidak bilang kau lupa?” tanyanya lagi

“ aku lupa mengatakannya, miyanh” ujarku asal jawab

Aku sempat melihat sekilas wajahnya. Tampaknya dia sudah berada di puncak kekesalannya. Aku tertawa dalam hati. Aku bisa membalas perbuatannya hari Sabtu kemarin dengan cara yang sama. YEY! Aku bersorak girang dalam hatiku. 1 sama Sonbae, aku menahan tawa.

Dia menatapku curiga “ apa yang sedang kau lakukan sekarang?”

“ membaca”

“ kenapa kau membaca?”

“ aku suka”

“bukan”

“ lalu?”

dia menarik buku itu dari tanganku “Kau ingin balas dendam ya?”

“Aku tidak tahu” aku masih berusaha bersikap cuek

dia melemparkan buku itu “Aku punya cara lebih bagus, supaya kau bisa terus mendiamiku “ ujarnya. Aku bingung

dia langsung mendekatkan wajahnya ke wajahku. Aku mundur, tapi dia terus mendekatkannya sampai wajah kami hanya berjarak 3 cm. apa maksudnya ini?!

“Kau tidak akan berani berkata lagi kan? Kau bisa mendiamiku sepuasnya” lanjutnya sambil tersenyum

aku menggigit bibirku dan memalingkan wajahku. Kalau begini caranya, apanya yang 1 sama? Yang ada sekarang 2-0. argh!!!!!!!!! ><

 

####################

 

Aku termenung di meja belajarku malam ini. Aku sudah selesai mengerjakan pr-ku dan sedang ‘berusaha’ membaca buku pelajaran. Tapi hasilnya aku tidak membacanya sedikit pun. Aku hanya membiarkannya terbuka di hadapanku. Aku termenung memandangi keluar jendela. Meja belajarku memang terletak di depan jendela. Jadi, kalau aku kepanasan, aku bisa saja membukanya dan mendapatkan angina sejuk ketika sedang duduk di situ. Ibu-kandung-ku bilang, melihat langit malam juga bisa membuat kita berpikir tanpa beban. Melihat jutaan bintang. Menurutku –mungkin- langit malam mempunyai misteri tersendiri.

Aku menarik kalungku. Kalung dari bocah itu yang sudah di temukan Kim Joon Sonbae. Setelah bolos tadi, aku tidak melihatnya lagi. Dan hasilnya, aku seharian harus puas melihat wajah ‘tampan’-nya Kim Bum Sonbae. Dia terus mendatangiku seperti hantu. Dia memaksaku untuk bolos sampai jam ke 5. dan aku baru dibebaskannya saat jam pelajaran terakhir, jam ke-6. orang itu, benar-benar….

Aku menatap langit malam dan mengangkat kalungku. Aku akui, aku lugu bukan Cuma masalah dunia hiburan, aku juga polos mengenai masalah ‘cinta’. Aku sering merasakan perasaan ‘suka’ pada temanku, tapi hanya sekedar…yah ‘wah, dia tampan’ atau ‘mungkin aku akan beruntung jika berpacaran dengannya’ atau bla bla bla.  Jadi, aku tidak yakin dengan diriku yang sekarang. Yah, maksudku…. Aku sedang memikirkan perasaanku yang sesungguhnya kepada …. Kim Joon Sonbae. Aku nyaman berada di dekatnya, tapi… rasanya ada yang salah atau mungkin lebih tepatnya kurang (?).  Aku merasa wajar akan perasaan itu. Aku bahagia tapi tidak merasa senang. Ya, mungkin kurang lebih begitulah menjelaskannya (?)

Aku kesal, kenapa hal ini saja aku bingung? Aish, aku ini lugu sekali. Dan juga bodoh, karena aku menanyakan masalah ini pertama kali kepada orang yang –sdh pasti- 100% salah: Kim Bum Sonbae -_-“

 

FLASHBACK

“kau menyukainya” jawab Kim Bum Sonbae asal setelah aku menjelaskan masalahku

“Sonbae, serius sedikit. Aku bertanya pada Sonbae bukan dengan maksud apa-apa. Karena menurutku Sonbae kan saudaranya dan juga –mungkin- lebih senior dariku masalah ini, makanya aku menanyakan hal ini pada Sonbae. Sonbae bodoh juga ya!” cibirku

“Aish, kau yang bodoh! Kau dengar sendiri kan hari Sabtu kemarin, dia bukan saudaraku dan aku tidak menganggapnya keluarga. Kau menyukainya, sudah! Kaunya saja yang berlebihan mengibaratkannnya seperti itu” jawabnya dengan malas.

Dia memang pintar membuatku kesal. Menurutku dia tidak tampak memberi saran atau menjawab. Dia lebih kedengaran memarahiku “Ya, sudah Sonbae tidak usah marah begitu” gumamku

“Ya! Aku tidak marah. Masih untung aku mau menjawabmu. Lagipula siapa suruh kau bertanya padaku? Aku juga tidak berpengalaman soal ini”

“Sonbae belum pernah berpacaran?” tanyaku kaget

dia menggeleng. Aku heran  juga. Orang setenar dia belum pacaran? Aku hanya mengangguk dan menggumam “Ya, setenar apapun orangnya, kalau sifatnya seperti ini..”-aku menatapnya dengan tatapan aneh-“…pasti tidak ada yang mau berpacaran dengannya”

dia langsung melotot melihatku. Aku hanya menjulurkan lidah “Ya! Kau ini! Siapa yang menyuruhmu bicara seenaknya begitu? Sudah, cepat latihan lagi! “ bentaknya dengan wajah merona. Aku terkekeh melihatnya…

END FLASHBACK

Aku bodoh ya? – -“ memang –mungkin-. Aku menatap lagi kalungku, kupikir ada orang yang kemungkinan meyakinkannya ada 70% dibandingkan Kim Bum Sonbae…..

 

Aku mengetuk pintu kamar Yoona. Aku hanya bisa mendengarnya bernyanyi-nyanyi tidak jelas, aku tidak tahu dia sedang apa, jadi aku langsung membuka pintu kamarnya “Yoona, aku masuk ya…”  gumamku

Dia langsung menoleh melihatku dan berlari memelukku “Ah, aku tahu dewi penyelamat pasti akan datang” jeritnya ketika dia memelukku

Aku sudah tahu apa tabiatnya. Mencontek pr. Sudah pasti “Kau tidak bisa mengerjakan yang mana? Matematika? Bahasa? Atau Sosial?” tanyaku

Dia cengar-cengir menatapku “Hehe, matematika… boleh ya Sso-ah? Ya? Yayayayya?” pintanya dengan memelas.

Aku kembali ke kamarku dan mengambilkan buku matematikaku. Ketika aku masuk lagi ke kamarnya dia langsung merebut buku itu dari tanganku “Gomawo Sso-ah!” tanpa memperdulikan aku, dia langsung dengan asik mencontek prku

Aku meminjamkannya bukan karena aku ingin menjerumuskannya. Tapi karena aku juga pernah meminjam prnya #haha -_-# jadi untuk balas budi, aku mau meminjamkan prku. Tenang saja, ini hal yang biasa. Tak perlu dianggap besar.

“Bagaimana kelas tambahanmu?” tanyaku memulai pembicaraan

“Lancar-lancar saja. Aku sudah banyak berlatih dan kata Taeyoon Onni #dia jadi guru kelas nari, miyanh ya.. aku bingung mau pake siapa -_-“# mungkin aku dan Seohyun bisa ikut lomba bulan depan” jawabnya sambil menyalin prku

“Wah, chukae” gumamku dan berjalan ke lemari komiknya, mencari-cari buku yang menarik untuk dibaca

“Kau sendiri? Kau bolos lagi ya tadi?” kini giliran Yoona yang bertanya

“ Ani, aku tidak bolos lagi tadi, Bu Ji Hyo sedang tidak masuk, jadi hari ini tidak ada kelas” aku mengambil salah satu komik Yoona dan berbaring di kasurnya sambil membaca

Lama kami terdiam, Yoona sibuk menyalin prku dan aku pun sibuk membaca komik.

“Aih, akhirnya selesai juga…” dia meregangkan badannya. Aku mengangguk-ngangguk

dia berbalik dari kursinya untuk melihatku “So Eun, kalungmu sudah ketemu?” tanyanya

Aku mengeluarkannya dan mengacungkannya “Sudah, dan Kim Joon Sonbae yang menemukannya” jawabku

“Wah, orang itu keren juga ya! Dia baik  dan tampan, ah, kau beruntung So Eun! Lagipula, kudengar fans-nya ramah-ramah dan mereka tidak terlalu mencampuri urusan pribadi idolanya, jadi pasti kau bakal aman dengannya. Oh, iya, kau tadi ke mana saja? Bolosnya lama sekali! Kau juga tak mengajakku! Kejam sekali” Yoona cemberut menatapku. Yoona sebetulnya termasuk anak yg disiplin menaati peraturan dan bla bla bla. Tapi tidak untuk membolos, dia pasti bakal jadi orang pertama yang setuju jika kelasku mengusulkan untuk bolos bersama.

“aku bukan bolos karena sengaja. Pelajaran ke 2 aku bolos dengan Kim Joon Sonbae, sisanya aku disandera orang itu”

“orang itu? Maksudmu …..”

“ya, si ‘killer smile’ aneh itu! Kim Bum!” lanjutku dengan kesal

“Hei, kenapa dia mengajakmu bolos? Aneh, bukannya kau tidak akur dengannya?” Yoona menatapku heran

“Kau sudah tahu kan, masalah kelas tambahan? Gara-gara itu”

“Fansnya tidak menganggumu lagi?”

aku mengangkat bahuku “Mana ku tahu, mungkin mereka bosan, tapi baguslah. Tidak menyusahkan lagi”

Yoona mengangguk-ngangguk. Aku mulai memperhatikan tiap sudut kecil di kamarnya. Aku bingung sebetulnya, mau bertanya atau tidak. Aku mau bertanya, tapi aku malu. Aku memukul kepalaku sendiri. Aih, aku bodoh sekali. Sia-sia saja aku ke kamar Yoona dan membiarkannya mencontek pr-ku malam ini.

Aku menimbang untuk yang terakhir kalinya dan kuputuskan untuk bertanya padanya “Yoona, aku mau bertanya padamu…..” kataku

Yoona langsung menghampiriku dan ikut berbaring di sebelahku, menopangkan dagunya dan bertanya dengan nada sok imut “Kenapa????” tanyanya mengerlingkan mata.

Aku mendorong kepalanya “Ih, tak usah sok imut.” Lanjutku. Dia mendengus.

“ya iya. Kenapa, yeobo?” aih, sama menjijikkannya dengan yang tadi. Dia hanya cengar-cengir. Ya, sudahlah. Tak usah kupedulikan lagi.

“Yoona, wajar tidak sih kalau kita menyukai orang?” tanyaku

bukannya menjawab, dia malah menjitakku “Babo, ya wajar saja…. Memangnya kita tidak boleh menyukai seseorang? Kita ini bukan anak SD lagi Yang begituan saja ditanya! Memangnya siapa yang kau sukai?” tanyanya penasaran

“Em… itu.” Yoona memotong kata-kataku

“Kim Bum Sonbae?” tanyanya jahil

Kini giliranku yang menjitaknya “Darimana bisa terlintas nama itu di kepalamu, hah?!” bentakku

Yoona cengengesan, “hehe, ya, ya. Miyanh, jadi siapa? Kim Joon Sonbae?” kali ini dia bertanya dengan serius

“Tapi aku tidak yakin…” secara tidak langsung aku sudah menjawab pertanyaannya, ya.

“Kenapa?”

“Entahlah, aku merasa ada yang aneh. Aku merasa ada yang salah. Sebetulnya seperti yang kau bilang tadi, tidak ada yang salah  dan aku merasa wajar. Tapi…” aku berpikir sejenak, bingung menjelaskannya “mungkin bisa dibilang, aku bahagia tapi tidak senang..” jelasku tidak yakin

Yoona tampak seperti merenungkan kata-kataku, dan aku masih menunggu jawabannya. Sampai akhirnya dia menarik kalung dari leherku “Mungkin karena ini” jawabnya

“Gara-gara kalung? Kalung ini kan tidak salah” tanyaku heran

Yoona mencibir “Bukan kalungnya, tapi orang yang memberinya. Jujurlah, So Eun, kau menyukai bocah itu kan?”

Aku ragu dengan pertanyaannya, berjuta kali aku memikirkannya, menurutku –secara logis- tidak mungkin anak berusia 7 tahun saat itu bisa merasakan rasa ‘suka’. Ya, aku sering membaca novel yang menceritakan cinta masa kecil atau apapunlah! Tapi, menurutku secara nyata, aku tidak yakin 100% anak berusia 7 tahun bisa merasakan hal seperti itu. Mungkin keyakinanku bisa dibilang hanya sekitar…. Berapa? 30% (?)

“Em, sejujurnya aku tidak yakin Yoona jadi….”

Yoona langsung memotongku dengan tidak sabar “aish, kau menyukainya. Itu sudah pasti. Jangan membantah” –dia mengacungkan telunjuknya tepat ke depan mataku-“ masalahnya sekarang, kau merasa seperti itu, mungkin karena kau masih menunggu bocah itu, mencarinya. Berharap menemukannya atau apapunlah! Intinya kau masih mengharapkan bocah itu, tapi menurutmu tidak masuk akal kan, kalau setelah sekian tahun ini yang ada di pikiranmu itu hanya si bocah itu tiba-tiba datang Kim joon Sonbae dan mungkin bisa dibilang mengubah perasaanmu sekarang. Bisa saja kan?” jawabnya santai seolah itu adalah pertanyaan paling mudah, lebih mudah dari pelajaran geometri dan kawan-kawannya yang jadi pr kami malam ini.

Terkadang aku takjub melihatnya, darimana datangnya kata-kata itu? Sejujurnya Yoona –bukan menghina- bukanlah anak yang cukup pintar di pelajaran bahasa. Nilainya selalu pas-pasan. Tapi kalau membahas masalah ini, bahasanya 100% puitis dengan ejaan yang 100% benar dan memenuhi etika. Mengaggumkan!

Kusadari ‘mungkin’ ada benarnya juga kata-kata Yoona. Mungkin aku memang belum bisa melepaskan perasaanku pada bocah malam natal. Walau aku tidak sepenuhnya 100% percaya akan hal itu, jawabannya masih jauh lebih baik daripada jawaban Kim Bum Sonbae yang 100% asal -_-“

“Ya,mungkin akan kupikir lagi soal itu. Gomawo Yoona” kataku akhirnya dan tersenyum

Yoona membalas senyumanku dan merebahkan dirinya di kasur “Tapi, andaikan saja bocah itu Kim Joon Sonbae, mungkin kau tidak akan sepusing ini memikirkannya. Dan itu akan sangat pas sekali bukan? Orang yang kau sukai adalah orang yang kau tunggu selama 10 tahun ini? Persis seperti drama!” soraknya sambil tepuk tangan sendiri

Ha-ha. Menuruttku itu adalah harapan putus asa. Hei, ini dunia nyata! Meskipun kemungkinan kisah di suatu drama itu bisa menyerupai kehidupan kita, tapi mungkin hanya segelintir orang yang ‘beruntung’ bisa membuat kehidupan mereka menyerupai drama. Dan kalau kulihat kehidupanku, aku tidak termasuk segelintir orang ‘beruntung’ itu.

Aku ikut merebahkan diri di kasur dan tiba-tiba aku mengingat 1 kalimat bocah waktu itu padaku :

“Aku hanya heran, ini benar-benar persis dengan salah satu novel yang pernah diceritakan ibuku”

aku sampai sekarang tidak tahu, novel apa yang dia maksud. Sebetulnya aku punya satu dugaan ‘novel’ apa itu: ‘Snowing at Christmas’, tapi sayangnya buku itu sedang dipinjam si orang sialan itu: Kim Bum Sonbae!

Aku baca prolognya, cerita si anak perempuan itu sama sepertiku : orangtuanya meninggal di malam natal. Tapi bukan karena kebakaran, karena kecelakaan. Aku belum sempat membaca yang selanjutnya, karena sudah keburu disita Kim Bum Sonbae. Aih, kira-kira kapan ya, aku bisa membaca buku itu lagi?

 

####################

 

Hari ini orang itu menculikku seenaknya lagi. Kali ini tidak terlalu membebaniku, karena dia mengajakku bolos saat pelajaran ke 3, pelajaran Sosial, dan saat itu gurunya sedang pergi. Jadi, ya tak apalah untuk yang ini dia kumaafkan –cuman untuk yang INI-

“Kupikir kita sudah bisa masuk part terakhir, permainan pianomu sudah ‘cukup’ memenuhi standar. Meski masih banyak bagian yang tidak rapi, tapi itu masih bisa ditutupi dengan gitarku, pokoknya sekarang kita mulai coba part terakhirnya. Coba kau mainkan dulu” ujar Kim Bum Sonbae ketika kami sudah berada di ruang musik.

Aku mulai bernyanyi dan bermain piano. Ketika aku sudah menyelsaikan bait terakhir lagunya, aku heran. Liriknya sudah habis, tapi masih ada cord yang lain. Dan kulihat dari tandanya itu belum bagian closing. Aku mau melanjutkan, tapi bingung.

“Hei, kenapa berhenti?” tanyanya heran melihatku berhenti menyanyi

“Sonbae, ada lirik yang hilang ya?”

“Hilang? Itu sudah lengkap, menurutku ini yang paling mudah untuk ukuran anak ingusan sepertimu. Jadi sudah kubuat sesingkat mungkin tanpa ada yang hilang dan ketinggalan. Aku tidak ceroboh dan teledor seperti seseorang”  dia melirikku di kata terakhirnya. Aku mendelik kesal. Dia membalasnya dengan menjulurkan lidahnya

sudahlah, dia memang gila! “Lalu kenapa di bagian ini tidak ada lirik lagi? Ini belum masuk bagian closing kan?” aku menyodorkan kertas yang berisi not balok itu.

Dia melihatnya sejenak dan diam. Ada apa dengannya?

“Yang bagian ini hilangkan saja.” Jawabnya. Tiba-tiba hpnya berbunyi, dia keluar sebentar dan memberikan kertas itu lagi padaku.

Aku menerimanya dan kulihat. Hm.. aku penasaran nadanya seperti apa. Jadi aku coba memainkannya. Aku tercengang sendiri mendengarnya. Lagu ini –‘My Nightmare ‘buatannya- bisa dibilang adalah lagu sindiran untukku, jadi semua nadanya kedengaran, hm… bisa dibilang mungkin ceria tapi tajam. Ada beberapa bagian liriknya yang benar-benar menyindir itu nadanya tajam. Tapi nada ini, 100% berbeda dengan lagunya, nada yang terdengar lembut bahkan aku merasa ini seperti lagu balada-balada romantis. Dan anehnya, jika disambungkan dengan lagunya yang bernada tajam sangat cocok. Aku penasaran, lirik apa yang bisa masuk di situ?

Aku benar-benar kagum sekarang kalau benar-benar dia sendiri yang membuat keseluruhan lagu ini. Menurutku jenius. Benar-benar beda.

Tanpa sadar pikiranku memujinya, cepat-cepat kuhentikan. Aku putuskan nanti ketika pulang aku harus mengcopy-nya, aku benar-benar ingin meneliti seperti apa lagunya dan kira-kira bisa tidak ya, dari cord yang sedikit itu, aku mulai menciptakan 1 lagu baru?

Aku masih saja sibuk menghayal sampai tidak sadar dia sudah masuk ruang musik lagi dan berjalan mendekatiku “Kita mulai lagi” katanya yang kuikuti dengan anggukan kecil.

 

“So Eun” panggil seseorang di koridor menuju kantin

aku menoleh dan senang mengetahui asal suara itu. Kim Joon Sonbae, kemarin aku tidak bertemu dengannya sama sekali “Annyeong Sonbae” jawabku

dia kini sudah berada di sampingku “Mau ke kantin kan? Boleh ikut kan?” tanyanya

aku mengangguk dan tersenyum. Seperti biasa, jantungku mau meledak melihatnya tersenyum.

Kami bercerita banyak hal selagi menuju kantin, sampai di depan pintu kantin, kulihat ada Kim Bum Sonbae, Il Woo Sonbae, dan Min Ho Sonbae keluar dari kantin bersama. Kim Bum Sonbae melihatku ketika aku sedang menatapnya. Buru-buru aku membuang muka dan kembali mendengarkan cerita Kim Joon Sonbae.

Aku tampaknya terlalu sibuk mendengar cerita Kim Joon Sonbae sampai aku tidak menyadari ada yang memegang lenganku “So Eun latihan” kata Kim Bum Sonbae yang tiba-tiba sudah ada di sampingku. Kulihat Il Woo Sonbae dan Min Ho Sonbae hanya diam melihat ini. Orang ini kenapa sih? Tidak lihat orang mau makan makanya ke kantin?

“Sonbae, aku makan dulu ya? Nanti kalau sudah selesai aku akan menyusul Sonbae ke ruang musik” pintaku sambil menunjuk kantin

“Ya, biarkan dia dulu. Ini kan masih jam istirahat, jadi….” Kim Joon Sonbae ikut menolongku dari ancaman penculikan seenaknya lagi ini.

Tapi tanpa peduli kata-kata Kim Joon Sonbae, dia langsung menarikku pergi “So..Sonbae” ujarku

Il Woo dan Min Ho heran melihatnya “ada apa dengan anak itu? Ngotot sekali ya?” tanya Il Woo heran, Min Ho hanya mengangkat bahunya

Kim Joon memperhatikan hal itu dari jauh. Tidak kalah heran dengan 2 sahabat Kim Bum yang lain. #bagian yang ini, author yang lagi cerita#

Begitulah. Seminggu ini setiap hari dia menculikku seperti kemarin. Entah ketika sedang pelajaran atau ketika istirahat. Bahkan saat aku sedang bersama Kim Joon Sonbae. Orang itu benar-benar menganggu.

Ini hari Sabtu, bisa dibilang jadi hari terakhir kami latihan karena hari Senin nanti sudah akan dipraktekan.

Aku senang juga sih, akhirnya aku bisa bebas dari penculikannya.

“Aku jauh lebih senang daripada kau. Tidak perlu lagi menarikmu. Menarikmu itu melelahkan tahu. Dan lebih bersyukur lagi karena beberapa bulan stelah itu aku tidak akan melihatmu” jawabnya seperti biasa, seperti membaca pikiranku.

Aku sempat mencibir “memangnya Sonbae mau ke mana? “ tanyaku penasaran

“ aku dalam rencana membuat single Jepang pertamaku, jadi beberapa bulan nanti aku ke Jepang. Itu kan beritanya sudah ada di tabloid, kau tidak baca ya?” sindirnya

“Untuk apa membaca artikel tentang orang menyebalkan seperti Sonbae? Buang-buang waktu” balasku tak kalah sengit

aku menghembuskan nafas lega “Wah, kalau begitu baguslah. Sekalian saja Sonbae, pindah sekolah jadi aku tidak harus repot-repot melihat Sonbae lagi” sambungku

dia mendelik “Seharusnya kau yang memanfaatkan kesempatan itu untuk pergi dari sini agar sekolah ini bisa tenang dan aman” balasnya

aku menatapnya dengan tatapan membunuh. Dia –seperti biasa- hanya menjulurkan lidahnya. Argh, menyebalkan!

 

Author POV

Rumah Kim Joon & Kim Bum

Kim Joon baru sampai di rumahnya. Saat itu rumahnya sedang kosong. Dia melihat ada tumpukan surat di atas meja ruang tamu. Tampaknya masih baru. Dia melihat satu persatu surat itu dan membaginya. Karena ada beberapa di antaranya ada yang untuknya, ayahnya, ibunya dan Kim Bum

Milik orang tuanya dia taruh di meja kerja ayahnya. Dia naik ke atas dan masuk ke kamarnya. Dia meletakan surat miliknya dan Kim Bum di atas meja. Dia berganti baju. Ketika akan mengambil satu majalah baru dari meja belajarnya, dia melihat tumpukan surat milik Kim Bum dan memutuskan untuk menaruhnya di kamar Kim Bum terlebih dahulu.

Kim Joon masuk ke kamar Kim Bum dan meletakan suratnya di atas meja belajarnya. Dia melihat sebuah sampul novel berjudul ‘Snowing at Christmas’ Joon mengambilnya dan bergumam ”Ini kan buku yang dibaca So Eun waktu itu”

Tiba-tiba ada sehelai kertas jatuh. Kim Joon mengambil kertas itu. Huruf Jepang? Dia membacanya, seperti lirik sebuah lagu.

“Sedang apa kau di sini?” tanya Kim Bum yang kini sudah berdiri di dalam kamarnya sendiri.

Kim Joon mengacungkan tumpukan surat itu “Hanya meletakan surat” jawabnya

“Lalu untuk apa kau memegang buku dan kertasku ?” tanya Kim Bum lagi dengan sinis

“Ini bukan bukumu kan? Ini buku perpustakaan. Ngomong-ngomong ini lirik lagu terbarumu ya? Kenapa di taruh di buku pinjaman?” Kim Joon mengacungkan kertas itu

“Letakan kertas itu, urusanku mau kutaruh di mana” jawab Kim Bum melemparkan tasnya ke kasur. Kim Joon mencibir

“Lirik untuk lagu barumu kan?” tanya Kim Joon masih pensaran

Kim Bum duduk di kasurnya sendiri “Ya, kutaruh di buku itu karena aku membuatnya berdasarkan cerita di buku itu”

“Memangnya tentang apa?”

“Kenangan di malam natal. Entah kenapa, aku merasa seperti pernah mengetahui cerita itu sebelumnya dan membacanya aku merasa… De Javu? Aku merasa pernah mengalaminya. Makanya aku tertarik menjadikannya lagu, dan…….” Kim Bum menghentikan dirinya sendiri. Merasa bodoh kenapa menceritakan hal itu pada orang dianggapnya ‘bukan’ siapa-siapa

sedangkan Kim Joon langsung terpaku mendengarnya. Dia ingat percakapannya dengan So Eun kemarin. Sebuah pikiran langsung terbersit. Jangan-jangan Kim Bum….

 

End Author POV

Aku menatap keluar jendela koridor sekolah. Hari ini aku aman sekali tanpa bolos sekalipun karena Kim Bum Sonbae sudah pergi kemarin setelah pulang kelas tambahan. Mengenai praktek kemarin, ‘lancar’ sekali. Fans Kim Bum seperti menari kegirangan ketika mengetahui lagu sindiran itu murni dibuat oleh Kim Bum. Mendadak mereka langsung 180 derajat berubah baik padaku.

Kusadari aku kesepian juga karena hari ini tidak ada yang mengajakku bolos lagi. Mungkin kemarin aku malu mengakuinya, tapi menurutku bolos bersamanya menyenangkan juga. Ya, sudahlah. Aku harus bisa terbiasa lagi dengan keadaan ini.

Hari ini aku pulang bersama Yoona, tapi dia masih ada urusan sebentar jadi aku menunggunya di koridor. Aku mengeluarkan kalungku dan menatap keluar jendela. Sekarang sedang hujan.

“So Eun, di sini kau rupanya” kata sebuah suara yang sangat akrab denganku. Kim Joon Sonbae. Selama 1 minggu terakhir aku jarang sekali bisa mengobrol dengannya karena sering diculik Kim Bum -_-

“Ada apa Sonbae?” tanyaku heran karena dia seperti sedikit panik

Dia memegang kedua bahuku dan menatap tepat lurus ke mataku. Aku yakin ada hal penting yang ingin dikatakannya. Dan kata-kata itu benar-benar membuat pikiranku seketika kacau

“So Eun, apa kau percaya kalau aku bilang ‘aku’ adalah anak waktu itu? Yang memberikanmu kalung? Apa kau percaya kalau aku bilang aku bilang : Aku bocah malam natal itu?”……

 

 

TO BE CONTINUED

 

 

Kalau kalian percaya enggak? Kalau aku (enggak ada yg nanya) sejujur-jujurnya enggak seratus persen percaya. Haha……

Menurutku dengan kalimat Kim Joon barusan berarti udah dianggap resmi kalau part selanjutnya udah masuk klimaks. YEY! Plok plok plok

Untuk yang part ini aku udah usahain ngebut banget, tapi klo masih harus menunggu lama miyanh ya.

Oh, iya aku mau ngasih tahu. Buku  ‘Snowing at Christmas’ itu cuman karangan doang ya! Kalian cari di gramedia, kharisma atau dimana pun gk bkl ketemu. Karena itu hanya khayalan saya semata. ^^

Oke, kayak biasa: Please leave comment, suggestion, and critic ^^

See You Next Story!! Gomawo All >>>>>>>>>><<<<<<<<<<<<

Tags: , , , , , , ,

About bumssoindo

We are fanbase of BUMSSO (Kim Bum and Kim So Eun) from Indonesia

37 responses to “Memories In Christmas Eve (Story 5)”

  1. kikey says :

    Aku juga ga percaya thor hehe.huaaaa, makin seru.ga sabar baca part selanjutnya. Lanjutkan yaaaa.ditunggu😀

  2. Putri says :

    ChIngu crita’a makin seru ajj. .
    ><
    cinta segI tiga ini mah. . . . .
    Cz kLiatan'a kimbum jga udah mulai suka sma soeun. . .
    Aq gx sbr bwat bCa part selanjUt'a. .
    ^^

  3. Farrah says :

    ga p’cya dan ga sabar buat nunggu part slanjutnya…!!! lbih ngebut lgi chingu….!!!🙂

  4. rahmi says :

    author g percaya ya?? *author yg aneh* /plakkk

    hahhhahah aku jg g percaya.. menurut analisa ku pas baca ini.. *tsaaahhhhhh* bocah itu kimbum… ketauan kok.. *sotoy*
    kj cuma memanfaatkan kesempatan dlm kesempitan tuh (?)

  5. Sary aj0w says :

    yAAAAAAAAAAAAAAh UNBELIEVEBLE LAh…NOt Kim Joon buT kim BUMMM…wekekeke…tp tu bummie kyak rada ilang ingatan yaw ttg malam natalnya???…Yah sudahlah…ngebuuuuuud thor…..

  6. Ameliana Paisley says :

    Gg percaya .
    Jgn mau prcaya so eun ama kim joon .

    Kira” kpan yh kim bum liat kalung.a so eun ??
    Gg sbar deh tnggu crita slanjut.a .
    Part selanjut.a ngebut yh thor . Hhe =)

  7. Danish Ashley Eun says :

    waaahhh … Makin keren, makin seru aja ceritnya

    Waaahhh … Kim joon boong ??? *eh … Tp gk tw denk#asal nebak aja*

    Di tunggu part selanjutnya …

  8. larasrahmaa says :

    wehwehweh seruuuu
    haha eunnie jgn percaya bocah malam natal itu tuh kim bum, haha sotoy
    cie cie lama” eunnie kesenengan juga bolos brng kb, haha😛
    author lanjutannya jangan lama” yaaaaaa😀

  9. dhiyah says :

    what ??!!! Oppa Kim Joon bocah mLam nTal tu ??!! g prcya gw . . .

    crTa y sru bgt , , Cinta sg3 ??? kpan ea q bNer” bsa ngLamin tu ??? *q pngen d rbutin cwo” kya so eun eonni* *pLetakkkk/ ngreppp*
    Author cpet d Lnjut ea . . . ^^

  10. ci_ndajlek says :

    yayy .. yayy .. LanJutkaNn .. !!
    makin seru z ..
    jngan Lama -lama .. hoho ..

  11. vanqueen says :

    wachh…tmbah serru nie crtanya…jdi pnsran part slnjutnya ngebuut ea…🙂 hwaiting

  12. seororoevilkyu says :

    annyeong aq new reader lam knal,,,

    ceritax seru chingu,,,

    lanjut ya ditunggu,,,!!!!!!!!

  13. bismania luph bumsso says :

    critax seruuu,cma jgn smpe kim joon jadian ma so eun yh,….
    so eun cma mlik kim bum,………..
    sebeeeeeeeeeeeeellllllllllllllll sma kim joooooonnnn,….
    gk akan q maafin,bsa” x ngaku sbgai bocah mlam natal,dsar jlek,………….
    kim joooonnnn jleeeekkkkkkkkkk,..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    :-(((
    BN~

  14. Bummiearab says :

    Kok gittu sich..
    Kj ngaku.ngaku tuch..
    Aku yakin anak itu pasti kb
    yakin bgt !!
    Makin seru ceritanya
    lanjutttttttttttt
    ngebutttttttt truzzzzz aku mau part selanjt.na panjang kyak part ini ya klo bisa panjangin lgi *bnyk mau nya nich reader * hhe.hhe.hhe
    hwaiting ^^

  15. Elza says :

    seperti biasa, selalu debeak tiap part’na… ^ ^
    author, ini adlh slh satu ff yg selalu saya tunggu. saya sangat senang membacanya dan selalu tak sabar menanti kelanjutan’na. ayo author, lanjutkan~~~!! fithing~~~!! \(^o^)/

  16. dian permata says :

    jangan kim joon dong. kim bum HARUS jadi bocah malam natal. lanjutinnya yg cepet yah author. tadi aja pas mau baca udah aga lupa. *apa aku yg pikunan yah #plaakk!
    fighting author!

  17. rachimasofiani says :

    KEREN!!!!!

    huaaah masa joon bocah malam natal sih???
    kayanya ngaku ngaku doaang deh …

    nice FF
    sukaaa!!
    lanjutkan author ^^

  18. niiz says :

    GA YAKIN SERIBU PERSEN ! Ku getok kepala kim joon bru tau, gretan aku bacanya >.< ngebut tor next partny.

  19. anassaneun says :

    wah bagus2 …

    bkn! so eun onnie jngn prcya ya,bocah mlm natal it kim bum oppa , bkn kim joon oppa

  20. rini says :

    cerita,a makin seru aj ne . .
    wah jgan” kimjoon mw pura” ngaku jd ank yg ngasi kalung tu ,
    aduh jgn smpai soeun kpengaruh.
    ksiand kimbum,a.
    lanjutan,a jgan lma” ya chingu!!

  21. rosiyani 'oci' says :

    ahhhhhh bum pergi. hhu😦
    ishhhhh ga percaya aku kalo kim joon oppa bocah pas malaem natal itu. hmmmm dasar awas ni kim koon oppa kalo macem2 …
    karna aku yakinnya si bocah itu adalah bummie karna dia udah merasa kalo dia pernah ngalamin peristiwa sama kaya dicerita novel itu… huaaaa semoga saja..
    nahh eunnie jg pasti ga percaya kan kalo kim joon oppa yg menghibur eunnie pas malem natal 10th yg lalu??? pasti dia amat ga percaya.. hahaha provokator nih aku…

    wahhh author mantappp dah.. ayooo lanjut dehhhh. moga ga lama2 ngpost lanjutannya. ditunggu ya🙂

  22. MEGA says :

    bagus bagus bagus…..
    waaa, udah mau ending yah😦
    yaudadeh , di tunggu next part nya ya :D:D:D

  23. Atin says :

    Huaaaaa panjang aq suka,lumayan lama ga baca ff jd bngung mo komen apa.,hehe
    Ada klmt yg qsk bahwa kehidupan drama bs tjd di dunia nyata hanya u/org yg beruntung.benar bgt..
    Perasaan?Aq jg kaya soeun sering bngung,tp kl cnta tu pasti pngen buat orang yg qt sayang tu senyum terus.membahagiakan dy gt,sotoy.,hihi
    Part terakhir y..yeeyeye author girang y?-kl gt reader mo mnta di part akhir di munculin ilwo ma chae won donk.aq sk pasangan nee..hihi
    Dtunggu part selanjutnya..

  24. RiriAngels says :

    SAYA G PERCAYA *geleng2 kepala* lol
    Author Cerita.a MAKIN SERU MAKIN KEREEEEEN haha
    Bumsso.a jg tambh seru ribut.a xD
    #plak
    Hahaha
    Next part jgn lamalama y thor!

  25. Kim Han Yeol says :

    andweee…
    eunnie ga boleh suka dan percaya ma joon oppa… *teriak histeris* eunnie kan udah punya bummie..
    joon oppa punya aku..!!! *ngotot* *plakk*
    hahh, gak sabar nunggu lanjuta’y.. lanjuttt authooor..
    hwaiting..

  26. Indah_ELF says :

    Makin seru …
    Waw kim bum k’Jepang gy ?
    Kim joon koq ngoMong gtuh k’so eun wah mkin pNasaran d’tngu klanjutan’a …

  27. ashillach says :

    we…. makasih ya, bwt yg udah mau komen…
    cmn mau ngebenerin, belum part terakhir kok…. cmn masuk klimaksnya doang… hehe.. :p
    makasih ya… bwt yg uda mau baca plus komen🙂

  28. Pricilla says :

    hmm ashillach , memories in christmas eve karya kamu lumayan menarik tapi .. jujur aja yaa kenapa format cerita kamu kayak manga jepang ? yang judulnya ..🙂 no offence yaa mates dan author ^^

    • ashillach says :

      iya ya? mungkin iya juga kali ya ~haha~ karena emang aknya bwt ini habis baca komik dgn maksud iseng😛, tpi malah keterusan…
      tapi makasih ya, ud baca sm komen ^^

      • Pricilla says :

        author : makasi ya udah mau bales comment aku hehe btw memangnya author waktu itu abis baca komik apa ?

  29. Ina BeQi Soeulmates says :

    huwaaaaaaaaaaaaaa kim bum kim bum,,, selalu aj ya bikin so eun kesel,,,,,,
    hadeeeeeeeehhh mrka ud kyg tom jerry,,
    tp seruuuuuuu yaaaaa berantem.a,, pasti bikin kangen itu ntr,,
    haha

    MWOOOOOOO…???????????? kim joon ngaku” jadi anak kecil itu??
    andweeeeeeeee andweeeeeee joonppa bener” keterlaluaaaaaaaann
    *jambak kim joon*
    jangan percaya eun,,,,, jangaaaaaaaaaaannnnnn
    *tereak pke toa dpn muka so eun*

    KEREEEEEEEEEEENNNNNNNN
    KEREEEEEEENNNNNNNNNN
    lanjuuuuuuuttttttttt^^

  30. Pricilla says :

    author : makasi ya udah mau bales comment aku hehe🙂 btw memangnya author waktu itu abis baca komik apa ?

  31. himawari^^ says :

    keren , keren ^^
    aku suka bgt kalau ada cinta segitiganya ^-*
    ditunggu lanjutannya🙂

  32. Meika says :

    Mang ne part 6x??
    Lama bnget!!!

  33. SintiaBumsso/@SintiaBumsso17 says :

    Uahhh kira2 siapa yg ngaku ke sso anak di mlam natal itu?? Lanjut baca🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: