Lovely Cat part 4

Author : Rachima Sofiani

Main Cast : Kim Bum, Kim So Eun, Kooni

Cast : Go Ara, Jung Il Woo, Moon Chae Won, Kim Sang Hee, Jung Yun Ho

Genre : Romance, Friendship, Family, Comedy

Type : Sequel

~^^~

Karena banyak yang bilang lucu, jadi author tambahin genre comedy kekeke~

Jadi walaupun gak lucu reader harus ketawa, ya!!*maksa* #PLAK!!!

Sebelumnya makasih untuk semua mates dan reader yang udah baca, komen dan vote di part sebelumnya ^^ . jugan yang udah kasih saran, aku tamping dulu ya sarannya😀

Mianhae, kemarin banyak yang protes kependekan ya? Semoga sekarang panjangan lagi (?)

Langsung aja yaaaaaa…….

~^^~

So Eun dan Kim Bum sampai di rumah Kim Bum. Terlihat Sang Hee yang menunggu mereka di teras.

Sang Hee memeluk Kim Bum, matanya sangat basah.

“Oppa~ huweeeeeee~~~~” ucap Sang Hee di sela tangisnya.

“Sudahlah, jangan menangis terus menerus. Kita pasti kan menemukan Kimmy. Apa kau sudah mencarinya?”

“Sudah~ hiks.. sekarang paman dan bibi Lee masih mencari Kimmy. Huweee~~”

“Kalau begitu, oppa akan mencarinya juga. Tenangkan dirimu. Kau tunggu di sini, mungkin Kimmy pulang.”

Sang Hee hanya mengangguk.

Kim Bum pun kembali menjalankan motornya. Sedangkan So Eun menghampiri Sang Hee, ia lalu mengelus kepalanya.

“Bagaimana kucingmu bisa hilang?” Tanya So Eun lembut.

“Aku tidak tau, hiks.. tapi sejak pulang sekolah aku tidak melihatnya. Hiks hiks..”

“Begitu, ya. Baiklah, aku juga akn mencari Kooni. Kau tunggu di sini, ya!”

Sang Hee mengangguk lagi. *Sang Hee anak penurut yaa~ :D*

So eun menaruh tasnya dan pergi mencari Kooni.

Sedangkan Sang Hee masih terus menangis. Tangisnya sekarang bertambah kencang.

“Huweeeeeeeeeeee~~!! Hiks hiks hiks… huhuhuhu.. hahihuheho!! Ngoooook~~”

~^^~

So Eun memutuskan untuk mencari Kooni di rumahnya sendiri. Bisa saja kan Kooni ada disana?

Tapi ternyata So Eun salah, tak ada Kooni di sana. ia sempat bertanya pada ibunya. Tapi memang Kooni tidak ada.

So eun tak kehilangan akal. Ia mencari Kooni di taman ketika ia bertemu Kooni. Berharap ia menemukan Kooni lagi disana.

Nihil, setelah setengah jam So Eun mencari Kooni di taman ia belum juga menemukan Kooni. Ia merasa sangat lelah dan memutuskan untuk beristirahat. Ia memilih beristirahat di bawah pohon yang rindang. So Eun mengibas-ibaskan tangannya.

“Meong~” samar-samar So Eun mendengar suara kucing. Awalnya So Eun tak menghiraukan suara itu. Tapi suara kucing itu tak juga berhenti. Akhirnya So Eun mencari sumber suara itu.

Betapa terkejutnya So Eun ketika melihat seekor kucing yang sejak tadi ia cari, berada di atas pohon.

“Yaa! Kooni, sedang apa kau di atas pohon? Ayo cepat turun!! Semua orang sedang mencarimu!!”

“Meong~”

“Jangan mengeong terus. Cepatlah turun!!”

“Meong~ meong~ meong~~”

“Aish! Jangan-jangan Kooni tidak bisa turun? Bagaimana ini? Aish~” batin So Eun.

“Kooni, lompatlah! Aku akan menangkapmu!!”

Namun Kooni sama sekali tak bergeming.

“Kau mau aku yang naik dan menurunkanmu?”

“Meong~ meong~”

“Ba-baiklah!!”

So Eun terlihat sedikit ragu melihat pohon yang tinggi itu. Tapi ia meyakinkan hatinya. “Demi Kooni!! Aja aja!!”

Sedikit demi sedikit So Eun mulai menaiki cabang pohon itu. Kakinya sedikit bergetar, sangat takut. Tapi cepat-cepat So Eun menghilangkan rasa takutnya itu.

“Fiuuuuh~~” So Eun bernafas lega ketika ia berhasil memanjat pohon itu. Tapi kelegaannya menghilang ketika ia melihat ke bawah. Pohon itu benar-benar tinggi!!

“Pantas saja kau takut sekali untuk turun. Tapi bagaimana kau naik?” Tanya So Eun.

“Meong~~”

“Bagaimana aku bisa menurunkanmu? Aku saja takut, bagaimana ini?”

“Meong~~”

“Tapi kita harus turun!!” So Eun mengangkat Kooni ke pundaknya. Ia pun kembali meyakinkan dirinya.

Dengan takut-takut, So Eun menuruni cabang pohon itu. Belum setengah jalan, Kooni sudah melompat turun. Itu membuat So Eun kehilangan keseimbangannya.

BRUK!!!!!

So Eun terjatuh, “Ouch!! Aaarrrghhh!!” ringis So Eun. Kakinya terasa nyeri.

“Sial! Sakit sekali~” keluh So Eun, airmatanya jatuh saat itu juga.

“Meong~~” Kooni menjilati luka So Eun.

Setelah itu Kooni berlari meninggalkan So Eun.

~^^~

Kim Bum telah kembali ke rumah. Ia beristirahat sebentar sambil masih menenangkan Sang Hee yang tak juga berhenti menangis.

Tiba-tiba…

“Meong~”

“Kimmy!!” ucap Sang Hee kaget beserta senang.

“Meong~ meong~” Kimmy malah menggigit celana Sang Hee dan menarik-tariknya.

“Sepertinya Kimmy ingin kita mengikutinya.” Ucap Kim Bum.

“Meong~ meong~” Kimmy pun berlari diikuti Sang Hee dan Kim Bum.

~^^~

Kim Bum dan Sang Hee terkejut melihat So Eun menangis dan terlihat kesakitan. So Eun berkali-kali mencoba berdiri, tapi gagal.

“So eun-aa/So Eun onni!!” ucap Kim Bum dan Sang Hee bersamaan.

“Apa yang terjadi padamu? Kenapa bisa seperti ini?” Tanya Kim Bum panic So Eun tak menjawab, ia malah terus manangis menahan rasa sakitnya.

“Naiklah!!” ujar Kim Bum dan berjongkok di depan So Eun.

So Eun memandang Kim Bum yang membelakanginya, ia tak mengerti.

“Naik ke punggungku. Kau tidak mau di sini terus, kan?” jelas Kim Bum.

So Eun pun menurut, dengan sedikit ragu ia menaiki punggung Kim Bum.

“Lihat? Mereka sangat cocok, kan?” bisik Sang Hee.

“Meong~ meong~”

~^^~

“Pabo! Bagaimana bisa ceroboh begini? Lihat apa akibatnya! Kau kan bisa meminta bantuan orang lain untuk memanjat pohon itu. Kau juga bisa menelfonku dulu, kan?” ucap Kim Bum cerewet ketika So Eun selesai menjelaskan kenapa ia sampai terluka.

So Eun hanya diam sambil sesekali mengaduh ketika Kim Bum mengobati lukanya.

“Sebaiknya kita kerumah sakit.” Ucap Kim Bum yang merasa luka So Eun sangat parah.

“Mwo? Jangan! Tidak perlu! Ini hanya luka kecil, hanya perlu waktu sebentar untuk sembuh.” Tolak So Eun.

“Yaa!! Kau ingin lukamu membusuk dan bertambah parah? Kau bilang ini luka kecil?! Lihatlah keadaanmu!! Berdiri saja kau sulit!” ucap Kim Bum sedikit berteriak.

So Eun menunduk, tak menyangka akan dibentak Kim Bum dalam keadaan seperti ini.

“Jangan keras kepala disaat seperti ini!! Cepat naik! Sebelum aku berubah pikiran untuk membantumu.” Ujar Kim Bum sedikit melembut, ia kembali berjongkok di depan So Eun.

Perlahan So Eun memeluk leher Kim Bum setelah itu Kim Bum menggendongnya. *Tak gendong, kemanamana. Tak gendong kemanamana~~ enak to? Blablabla~ #lupa lirik*

So Eun takut Kim Bum membentaknya lagi, maka ia lebih baik menurut.

Kim Bum merasa baju belakangnya basah. Ia yakin So Eun sedang menangis. Ia merasa sedikit bersalah telah membentaknya.

“Maaf sudah membentakmu.” ucap Kim Bum. Tapi, So Eun tidak menyaut. “Ini juga untuk kesehatanmu.”  Sambung Kim Bum.

So Eun tetap tidak menjawab, ia malah sesegukan.

PS :: disini Sang Hee lagi kasih makan Kimmy, abis nyolong daging ayam Onew oppa plus Ipin jadi gak muncul kekeke #gakpenting!! *diuber Onew oppa plus Ipin and the genk*

~^^~

Di mobil, terjadi keheningan antara Kim Bum dan So Eun. Mereka sama-sama diam, larut dalam pikiran masing-masing. Kim Bum sibuk menyetir, sementara So Eun terlihat lelah dan memilih untuk mengarahkan pandangannya keluar jendela. Sekali-kali ia meringis tanpa suara karena kakinya yang nyut-nyutan.

Sampai di rumah sakit, Kim Bum memarkirkan mobilnya. Ia melihat So Eun yang ternyata tertidur. Awalnya Kim Bum bingung, tapi kemudian ia berinisiatif untuk menggendong So Eun tanpa membangunkannya *gendonganya bukan ala alm mbah surip, ya. Tapi kayak pangeran . kekeke~*

Kim Bum membawa So Eun ke dokter Hyun Joong. Awalnya dokter mengira So Eun pingsan. “Dia hanya tertidur, dok. Yang mengalami masalah adalah kakinya, kaki sebelah kanan.” Jelas Kim Bum. Dokter Hyun Joong hanya mengangguk tanda mengerti. Setelah itu dia memeriksa kaki So Eun.

“Tulang kakinya retak. Perlu waktu yang lama untuk menyembuhkannya. Tapi untung saja kau cepat mengobatinya dan membawanya kemari. Jadi, kemungkinan hanya satu bulan untuk menyembuhkan kakinya.” Jelas dokter Hyun joong.

“Apa perlu terapi?”

“Tidak, hanya saja kakinya perlu di gips dan So Eun harus memeriksa kakinya satu minggu sekali.”

Kim Bum mengangguk. Lalu berkata, “Dokter bisakah aku menitip So Eun sebentar? Aku perlu ke suatu tempat.”

“Ne~ lagi pula aku juga masih harus mengobati So Eun.”

“Terima kasih, dok.”

*mianhae karena authornya belum ngerti tentang cara ngobatin tulang retak, jadi author asal aja tuh ngasih pengobatannya -___-*

Kim Bum meninggalkan kamar rawat So Eun, dan menuju kamar rawat nomor 501 di rumah sakit yang sama, yaitu kamar rawat Ara.

“Bum-ah…” sebut Ara ketika melihat Kim Bum masuk kamar rawatnya. Semua –Chae Won, Yun Ho dan Il Woo – menengok ke arah pintu.

“Bagaimana keadaanmu?” Tanya Kim Bum basabasi.

“Lumayan, sekarang udah mendingan.” Jawab Ara.

“So Eun tidak ikut?” Tanya Chae Won yang sedang mengupas buah untuk Ara.

“Sebenarnya….~” Kim Bum memberi tahu semuamuanya yang dialami So Eun hingga dia dirawat di rumah sakit.

“Aish! Anak itu benar-benar ceroboh!!” komentar Ara.

“Lalu sekarang bagaimana keadaannya?” tanya Chae Won.

“Sekarang mungkin dia sedang tidur dan menjalani pengobatan oleh dokter Hyun Joong di kamar 99.”

“Kalau begitu kita jenguk So Eun saja sekalian.” Usul Il Woo.

Semua setuju, tak terkecuali Yun Ho yang mulai akrab dengan Ara dan kawan-kawan.

~^^~

Panas terik matahari pagi membangunkan So Eun dari tidurnya. So Eun mengucek matanya, sambil sesekali menguap. Dia melihat kakinya yang dibalut perban dan gips. Lalu tersenyum miris.

Dok-dok-dok!!

Seseorang mengetuk pintu kamar So Eun.

“So Eun, ibu masuk, ya!”

Tanpa menunggu jawaban, ibu masuk ke kamar So Eun sambil membawa nampan yang diatasnya ada semangkuk bubur lengkap dengan susunya. So Eun mengernyitkan keningnya.

“Apa yang ibu lakukan?” heran So Eun.

“Ibu membawakanmu makanan.” Ucap ibu sambil tersenyum.

“Mwo? Tidak biasanya~” cibir So Eun.

“Aish kau ini! Kakimu kan sedang sakit. Jadi ibu bawakan makanan untukmu.”

“Ibu berlebihan. Ini kan sakit biasa, bu. Ibu tak usah repot-repot.”

“Aish kau keras kepala. Sudahlah makan saja, ibu suapi, ya?”

“Ibu~~ aku bukan anak kecil. Yang sakit kan kakiku, buka tanganku. Jadi aku bisa makan sendiri.”

“Sudah jangan membantah! Kau ini keras kepala sekali.”

“Aku keras kepala kan turunan ibu juga~”

Setelah berdebat sekian lama, So Eun pun menurut. Lalu makan sambil disuapi ibu.

~^^~

“Pokoknya kalau ada apa-apa kau hubungi ibu!!”

“Iya ibu, aku mengerti. Aku berangkat, yaaa~”

Butuh perjuangan keras bagi So Eun untuk membujuk ibunya agar ia diperbolehkan kuliah. Walaupun ibu tak kalah keras kepalanya dengan So Eun, akhirnya ia memperbolehkan anak semata wayangnya itu kuliah, walaupun sebenarnya ia sangat khawatir.

So Eun menghentikan langkahnya ketika ia melewati sepedanya. Dilirknya sepeda miliknya itu.

“Mulai hari ini, kau bisa cuti sementara. Kau lihat? Kakiku terluka~” ucap So Eun lirih pada sepeda kesayangannya itu.

So Eun berjalan disertai tongkat disebelah kananya. Tujuannya adalah rumah Ara. Kemarin So Eun dan Ara sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Sebenarnya So Eun tak yakin Ara mau kuliah.

So Eun hampir sampai di rumah Ara. Namun langkahnya terhenti ketika melihat Ara bersama seorang pria. Tak salah lagi, pria itu Yun Ho. So Eun terus memperhatikan mereka sampai mereka menaiki sebuah mobil mewah dan pergi dari rumah Ara.

“Aku kalah cepat rupanya.” Gumam So Eun, ia mengangkat bahunya.

So Eun hendak meninggalkan tempat itu. Namun ia terkejut ketika membalikkan badannya. Ia melihat Kim Bum sedang bersandar di mobil berwarna hitam, berbeda dengan mobil yang biasanya dibawa Kim Bum yang berwarna orange. Kim Bum melambaikan tangannya sambil tersenyum.

“Se-sejak kapan ada disini?” Tanya So Eun.

“Euummm…” Kim Bum melirik jam tangannya. “Sejak tiga menit lalu.”

“Apa yang kau lakukan? Mau apa kau kesini?”

“Awalnya aku mau menjengukmu, tapi kau malah pergi kuliah. Ya! Kau itu benar-benar tidak lihat keadaanmu sendiri! Kau masih sakit, tapi masih saja memaksakan untuk kuliah.”

“Jangan mulai menceramahiku! Lagi pula aku tidak memaksakan diri, tapi aku memang mampu! Kuliah saja apa susahnya?”

“Keras kepala! Tapi kau mengkhawatirkan orang lain, ibumu saja sampai menitipkanmu padaku.”

“Kalau memang keberatan lebih baik tidak usah menyanggupi. Lagipula aku bukan barang yang bisa dititip-titip, jadi kau tidak perlu repot-repot menjagaku.”

“Memang siapa yang menyanggupi? Sudahlah, aku lelah berdebat denganmu. Lebih baik kita berangkat sekarang!”

“Aku memang sudah mau pergi.”

So Eun pun pergi meninggalkan Kim Bum. Kim Bum mendengus kesal lalu mengejar So Eun.

“Ya! Maksudku kau pergi bersamaku.” Ucap Kim Bum

“Tidak mau! Aku bisa sendiri.” Tolak So Eun.

“Tapi-“ perkatan Kim Bum terpotong karena tiba-tiba sebuah mobil melintas dan berhenti di depan mereka.

“Inikan mobil Il Woo?” batin Kim Bum.

Sang pemilik mobil pun menrunkan kaca spionnya. Benar saja, Il Woo berada dalam mobil itu. Lalu ia melambaikan tangannya pada So Eun dan Kim Bum. Tanpa disangka, lambaian tangan Il Woo disambut oleh So Eun.

“Sedang apa kalian?” Tanya Il Woo.

“Aku baru saja mau pergi kuliah.” Jawab So Eun ramah.

Kim Bum menaikkan sebelah alisnya, “Kenapa berbeda sekali dengan sikapnya padaku?” batinnya.

“Kalian mau pergi ke kampus bersamaku?” tawar Il Woo.

“Bolehkah?” Tanya So Eun.

“Tentu saja! Lagipula kakimu kan belum sembuh. Cepat naik!” jawab Il Woo mempersilahkan.

Tanpa basa-basi lagi, So Eun menaiki mobil Il Woo.

“Kau tidak ikut?” Tanya Il Woo pada Kim Bum.

“Tidak, aku bawa mobil, kok!!” ucap Kim Bum lalu segera pergi dari hadapan mereka.

Il Woo mengangkat bahunya. “Ada apa dengan anak itu?”

Sementara di dalam mobil, So Eun terlihat mesem-mesem. Biasanya selalu ada Chae Won, tapi kali ini mereka hanya berdua. So Eun merasakan lagi detakan cepat pada jantungnya.

Sementara itu, Kim bum masih belum beranjak dari mobilnya. Ia terlihat sangat kesal. Berkali-kali ia menyalakan mesin mobilnya, tapi selalu dimatikan lagi.

Kim Bum mengacak rambutnya sendiri. “Gadis keras kepala yang menyebalkan!! Memang apa bedanya pergi denganku atau Il Woo? Kenapa sikapnya begitu menyebalkan?! Dia bahkan bisa bersikap manis dihadapan Il Woo!! Kenapa dihadapanku mengesalkan sekali? Padahal aku yang telah menolongnya. Apa dia tak tau berterimakasih? Aish!!”

~^^~

Sementara itu, masih dengan Il Woo dan So Eun.

So Eun melihat sesuatu yang menarik perhatiannya didalam mobil Il Woo.

“Wuaaah, manis sekali!! Ini punyamu?” Tanya So Eun sambil mengambil sebuah gelang yang berada di mobil Il Woo. Terlihat sekali gelang itu baru, karena masih dibungkus oleh plastic.

“Haha, yang benar saja? Mana mungkin aku memakai gelang seperti itu?”

“Lalu punya siapa?”

Il Woo menggaruk kepalanya. “Euum, sebenarnya aku… ingin memberikan gelang itu pada Chae Won.” Jawabnya jujur “Dia sangat suka mengoleksi gelang. Lalu waktu aku melihat gelang itu, aku jadi ingat pada Chae Won. Aku belikan saja untuknya. Apa menurutmu itu bagus? Kira-kira Chae Won suka tidak, ya?” Tanya Il Woo.

Bukannya menjawab, So Eun malah terdiam. Hatinya kaget bercampur sakit. “Ini sangat bagus, aku yakin Chae Won pasti menyukainya.” jawabnya lirih.

“Kau.. menyukai Chae Won?” Tanya So Eun hati-hati, ia menatap Il Woo dengan tegang, takut jawaban Il Woo tak seperti harapannya.

“Hehehe, terlihat,ya? Kau bisa jaga rahasia, kan? Euuum, sebenarnya aku menyukai Chae Won sejak lama. Tapi aku memendamnya, tak ada yang tau kecuali aku. Kau adalah orang pertama yang kuberi tau. Jadi kumohon jaga rahasia ini, ya?” ucap Il Woo, terlihat sekali ia sangat malu dan bahagia ketika mengungkapkan bahwa ia menyukai Chae Won.

Berbeda dengan So Eun, kini hati So Eun terasa sangat sakit, ia patah hati. Sangat sakit, bahkan melebihi sakit dikakinya. “Kumohon jangan menangis disini.” Batinnya. Ia menggigit bibir bawahnya, berharap dapat menahan airmatanya yang akan mengalir. Tapi sia-sia, kini airmatanya mengalir dari mata indahnya. “Aku sudah berusaha untuk tidak menangis!!”

Il Woo yang heran karena So Eun tak menjawab pertanyaanya, akhirnya melirik ke arah So Eun. Betapa terkejutnya ketika ia meliha So Eun yang sedang menangis, sekatika ia panic.

“So Eun-aa, ke-kenapa kau menangis? Apa aku menyakitimu? Atau.. atau kakimu sakit lagi? Katakanlah, jangan menangis..” ucapnya panic, karena baru kali ini Il Woo menghadapi wanita yang menangis.

“Tidak apa-apa~ aku… aku hanya terharu!” jawab So Eun asal. Ia menghapus airmatanya yang semakin deras mengalir.

“Terharu? Kenapa terharu?” heran Il Woo.

“Tentu saja terharu, hiks. Siapa saja wanita yang mendengar ceritmu pasti menangis terharu hiks hiks. Kau sangat mencintai Chae Won. Itu sangat mengharukan!” jawab So Eun diantara tangisnya.

“Benarkah? Aku kira kau kenapa. Tapi kau benar, aku memang sangat mencintai Chae Won.” Jelas Il Woo.

“Chae Won pasti menyukai gelang darimu. Dia sangat beruntung dapat dicintai oleh pria baik sepertimu.” Ucap So Eun masih berlinang air mata.

“Kau terlalu memuji~ aku yakin kau juga pasti akan mendapatkan pria yang jauh lebih baik dariku.”

“Semoga saja begitu~” ucap So Eun sambil berusaha untuk tersenyum.

Suasana kembali hening.

“Tapi yang aku cintai adalah kau..” batin So Eun lirih. Ia memegangi dadanya yang terasa sangat sakit. Sangat sesak.

To be continued~

Wuaaaaa So Eun onni broken heart ><

Siapa yang mau ikut saya buat ngehibur onni?? Kita barengan nyanyi chaiya chaiya!! #PLAK

Eeeeh jangan dulu pergi!! Masih ada ceria tambahan nih….

Behind the scene::

And the special cast :: Doraemon

Kenapa Kooni bisa ada di atas pohon?

Ternyataaaa…. Kooni adalah temennya Doraemon! Jadi, setiap gak ada Sang Hee dan Kim Bum di rumah, dan pembantu lagi lengah ngawasin Kooni. Kooni rajin keluar rumah tanpa sepengetahuan siapapun. Kayak hamtaro gitu deh~. Kooni sering janjian ama Doraemon di taman itu dan di atas pohon itu. Biasanya Kooni selalu dianter pulang sama Doraemon pake baling-baling bambu atau pintu kemana saja. Tapi sial bin apesnya, waktu itu doraemon langsung kabur gara-gara ngeliat tikus naek pohon (?) padahal belom sempet nganter Kooni pulang. Alhasil, si Kooni gak bisa turun dari pohon deh -________- *sarap tingkat akut >o<*

Yah!! Sekian cerita gaje sayaa!!!!

I love Bumsso, all mates and readers ^^

Tags: , , , , , ,

About bumssoindo

We are fanbase of BUMSSO (Kim Bum and Kim So Eun) from Indonesia

20 responses to “Lovely Cat part 4”

  1. ninda says :

    ceritanx keren thor,,
    kasian bgt kim bum dicuekin ma so eun#oppa ma aq aja*digampar*
    lanjutkan!!!ditunggu part selanjutnx ya!! :DD

  2. rosiyani 'oci' says :

    hahaha.. author bisa ngelawak jg…
    asikkk il woo oppa suka ma che won. aku setuju nih…
    hmmm..so eun patah hati ini minta dihibur ma bummie aja. huaaaa dari saling bertengkar tar jg tumbuh tuh benih2 cinta. hahaha. lebay.

    basuuuusss author . lanjut deh part berikutnya🙂

  3. Danish Ashley Eun says :

    hahahahah ….. Lucu bgt ceritanya kooni bsa nyangkut d pohon

    So eun-ssi jgn bersedih …. msh kim bum kog
    ntar juga kerasa cintanya …. Hehehe

  4. bismania luph bumsso says :

    eonnie gk usah sdih,bummie sll ad kok,….(barenk aq_*plakkk)
    aq sma bummie oppa bkal hibur eonnie kok,…

  5. Bummiearab says :

    Ngakak mode on..
    Itu.tu cerita kehidupan kooni kok nyambung ke doraemon huakakakakakakakak
    imajinasi author kelewat tinggi !!

    . Aku luchu dech ngebayangin sang he nangis.
    ” huweeeeeeeee~~!! Hiks hiks hiks
    huhuhuhu ngokkk ” * ya seperti itulah *
    ngakak pas adegan itu..

    . Wow bumpa ama eunnie main gendong gendong.an
    ap sensasi nya ya (??)

    oke lanjutttttttttttt
    ya chingu
    GPL !!

  6. niiz says :

    Ceelah unni patah hati hahaha :d unni tnang aja kan ada bumppa ^^ next partnya ngebut ya thor ^^

  7. krista says :

    seru bgt ffnyaa !! aiihhh ksian soeun , uda sie sm kimbum aja !!
    ditunggu kelanjutannya .. jgn lama2 yaaaa🙂

  8. ninda says :

    FFnx bgus!! dpet bgt kesan comedynx apalagi ada doraemonnx!!hahaha#gg bsa ngebayangin#
    ditunggu kelanjutannx ya!!cepet gg pke lma#maksa bgt# hehehe:D

  9. Putri says :

    Wahh auThor bwa ayam’a oNew oppa aq. . .
    Ckckck. . .
    AuThor nangIs’a luchu bngetz ea. . .
    Hahaha. . . (ngakgak bCa’a).
    Itwh bumpa. .
    Kasian bngetz ea d tingGalin ma euni. . .
    (sbAr”)
    makin sRu ajj crita’a. .
    Jangan lma” ea kLanjuTan’a. . .

  10. rini says :

    yaampun soeun ngapaen sedi kn udh ad kimbum yg jagainn,,
    kasiand tuh kimbum,a d,cuekin , ,
    lanjutan,a jgn lma” ya!!

  11. Elza says :

    yg ini masih pendek thor~~~!! lanjutnya wajib d panjangin lg ya~~~!! *reader maruk* -_-‘

    g sbr nie pngen cpet2 bc lanjutannya n ngkak2 smbil d suapin ayam ma Onew oppa.hehe #plakk :p

  12. meerable says :

    astaga… So Eun nagis patah hati tau Il woo suka chae won…
    tapi so eun pinter bgt ngelees nya..dengan alasan “terharu”…
    patah hati emg gak enak… ckckckck..
    buat author…aq suka critanya,,,, aq nunggu part 5 nya… cayooo…!!!
    ini lagu pemberi semangat buat author:
    chall cayo-cayo cayo cayoo… chal cayo cayoo cayoo… *sambil jingkrak-jingkrak nari india*🙂

  13. Atin says :

    Hwaaaaa,bagus crtanya..enak bgt digendong ma kim bum.mau donk..
    So eun patah hati,gpp ma kim bum z..oppa ayo deketin eunie.,hehe
    Seneng ilwoo ma chae won,suka karakter chae won yg dewasa di ff nee.buat adegan mereka ciuman donk.ga sengaja misalnya ilwoo yg inisiatif.bumsso jg gt., pasti romantiss *reader mntanya aneh2 dech y* hehe
    Suka suka semangat lanjutannya y ^^

  14. ashillach says :

    di part ini, ada bagian yg bikin ketawa, ada yg bikin kesel,
    tapi aku tetep seneng ^^
    mohon cepet update aja ya! ^^

  15. kimmify says :

    ceritanyaaaaa keren! aku suka🙂
    kasian disini soeun harus patah hati karena ilwoo😦
    tapi benih benih sama kimbum kayaknya mulai ada nih hahahaha
    banyakin bumsso nya dong di part 5 hehehehe
    ayo update!

  16. Ina BeQi Soeulmates says :

    huwaaaaaahhhhhhh so eun patah hati,,
    sabar eun,, itu masih ad kim bum nganggur,,
    ahaha
    makin seruuuuuuu
    lanjuuuuutttt^^

  17. Indah_ELF says :

    Kooni Lucu nich …
    Kim so eun ptah hti tenang aza coz ada kim bum hehehe

  18. syawalia febriani says :

    yah lnjutin donk
    jdhi pnasaran nih😦

  19. Kim Ra rA says :

    Kayanya waktu di atas pohon abis berantem dech sama Doraemon RebUtan Dorayaki, tuh kan il woo suka sama Chae woon tapi yang aku takut kan yach chae woon suka ma kim bum duh jangan sampe dech,,, d lanjut dong tor!!!

  20. sanylisany says :

    Kooni, eh kimmy, eh maksudny kooni, aduhh yg bener namany siapa sih, pokony itulah,, haha 😄 kooni temenny doraemon(?)
    Keren bgt ff ny ka!! Lanjut dong,, jgn bikin penasaran 😒,, semoga aja ff selanjutny lebih lucu and keren ya kaa.. Fighting!!✊👍🙌🙏😍

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: