Wedding Aniversary

Author : secreet fan

Main cast : So Eun,Kim Bum

Cast : omma n’ papa So Eun,wanita,Jiyeon

Genre: Romantic, misteri

Type : one shoot

Wedding Aniversary


Masih ingat kan sama cerita I Kill You Because I Love you yang dulu pernah author muat? Nah… ini lanjutan dari kisah hidup mereka(tapi ceritanya sudah lain lagi lho!)… mudah-mudahan nggak kalah seru sama cerita yang lalu,coz cerita ini singkat dan full happines… selamat membaca cmua… moga menghibur di tengah kesibukan kehidupanmu…


“Huah…bosan” So Eun menguap panjang,matanya berair karena mengantuk

“Kenapa? Tetap semangat donk detective” ujar Kim Bum sambil mengambil dua botol coca cola dari dalam lemari pendingin,So Eun menatap orang yang dicintainya itu,bibirnya mengerucut

“Gimana nggak sebel! Udah dua minggu nggak ada satu pun kasus yang masuk!” keluh So Eun

“Bagus kan? Itu berarti negara kita ini lumayan aman… dulu kan aku pernah bilang” hibur Kim Bum sambil menyerahkan satu minuman kaleng pada So Eun

“Tapi kalau begini terus semua detective di seluruh negeri bakan kehilangan job dan bangkrut!” So Eun masih sebel

“Jadi kamu mau mengorbankan keamanan negeri ini demi dapat job?” Kim Bum geleng-geleng kepala

“E…enggak sich…” jawab So Eun ragu,

“Minum dulu tuh cola nya… nanti pasti tenang”

“Dulu katanya coklat yang bikin tenang!” So Eun bingung

“Yaaahhh… cola juga bisa… minum gih,,,entar keburu nggak dingin lagi”

So Eun membuka cola nya,dan meneguknya sedikit,ia menghela nafas panjang,memutar-mutar cola di depan wajahnya,Kim Bum menatap So Eun yang loyo dari sofa,saat ia ingin bicara…

Tit…tit…tit… telefon berbunyi

“Ya…kantor detective So Eun” So Eun segera mengangkat gagang telefone

“Ini omma So Eun” ujar suara diseberang sana

“Ooohhh… omma… ada apa?” So Eun kembali lemes

“Omma ingin beri kamu job!” ujar omma nya,suarannya sedikit bergetar,So Eun jadi heran

” Tak biasanya omma begini” pikirnya

“memang nya ada apa omma?” tanya So Eun

“Omma ingin kamu menyelidiki gerak-gerik papa (maaf author nggak tau apa bahasa koreanya papa, beru tahu ya nanti!)” jawab mama So Eun

“Papa…??? memangnya kenapa dengan papa?” So Eun makin bingung,pikirannya dipenuhi dengan kebingungan

“Akhir-akhir ini dia sering diam,tak mau cerita masalahnya pada omma dan sering pulang telat”

“Haaahhh??? Tak mungkin papa…” So Eun syok setengah mati

“Bisa kamu buka pintunnya? Omma sekarang berada di pintu apartemen mu” potong mama So Eun

“I…iya…segera” So Eun meletakkan gagang telefone,dan segera membuka pintu

“Kenapa?” tanya Kim Bum,tapi So Eun tak menjawabnya,Kim Bum makin heran melihat kehadiran mama So Eun didepan pintu

“Selamat siang tante…” sapa Kim Bum ramah saat mama So Eun memasuki ruang kerja So Eun

“Lho…??? Kim Bum… kau ada disini?” tanya mama So Eun

“Yaaahhh…bantu-bantu pekerjaan So Eun sedikit” Kim Bum merendah,padahal ia digunakan So Eun sebegai pengumpul informasi,posisi yang penting juga karena kadang-kadang saksi tak mau mengatakan hal yang sebenarnya pada So Eun,dan luluh di depan Kim Bum

“Aaaahhh… kau terlalu merendah,,, tante yakin sekali kau membantu banyak pekerjaan So Eun”

“Sebenarnya,,,ada apa tante ke sini?” Kim Bum mengutarakan apa yang dari tadi memberati pikirannya

“Se…sebenarnya,,,tante ingin kalian menyelidiki gerak-gerik papa So Eun akhir-akhir ini…” ucap mama So Eun serius sambil duduk di sofa bersebrangan dengan Kim Bum,So Eun ikutan duduk,tapi disebelah Kim Bum

“Memangnya ada apa dengan paman?” Kim Bum jadi serius juga

“Akhir-akhir ini tampaknya ia ada masalah…tapi diam saja,,,dia juga sering pulang larut,hampr pagi,dan suka marah-marah tak jelas…”

“Mungkin ada masalah dalam perusaahan?” Kim Bum memberi pendapat

“Tidak…soalnya tante yang menjadi wakil direktur di perusaahan,,, keadaan baik-baik saja… lagipula akhir-akhir ini dia sering gelisah ,,, dan bahkan pernah satu kali saat dia sedang tidur ada yang menelfon,saat tante mengangkatnya suara perempuan”

“Mungkin teman bisnis nya?” Kim Bum meberi pendapat lagi

“Tidak… tante mengetahui semua teman bisnisnya,tapi tante tidak mengetahui nama itu… lagipula wanita itu…tante tak pernah mendengar namanya sebelumnya,tampaknya bukan seorang pembisnis”

“Jadi…” kata-kata Kim Bum terputus karena So Eun memotongnya

“Selingkuh!”

“He hei…So Eun…apa yang kau katakan? Jangan buat kesimpulan duluan ujar Kim Bum sambil menoleh ke arah So Eun

“Papa selingkuh! Tak akan kumaafkan! Aku akan segera menemui papa!” So Eun emosi, ia langsung berdiri dan berjalan menuju pintu

“So Eun…jangan emosi begitu! Dinginkan kepalamu dulu” Kim Bum menahan langkah So Eun sambil memegang pergelangan tangan So Eun,So Eun berhenti,ia menutup matanya dan menghela nafas panjang,lalu menatap Kim Bum

“Kau benar…aku tak boleh emosi begitu” ujarnya,dan kembali duduk di sofa

“Lalu apa rencana omma sekarang?” tanya So Eun lemes

“Kalian ikuti saja dulu papa mu kemanapun… kalian sedang libur kan? Awasi apa saja yang ia lakukan,dan kemana saja ia pergi,bersama siapa saja…jika ada yang mencurigakan,contohnya dia benar-benar selingkuh kalian bisa bertindak… omma sudah tak tahan lagi dengan sikap papa akhir-akhir ini!” keluh mama So Eun,ia memejamkan matanya, dan mengatur pola nafasnya seolah-olah ingin mengatur fikiran dan hatinya

“Omma…” So Eun merasa kasihan pada mamanya,ia tak dapat mengatakan apapun

“Tenang saja tante…kami akan menyelidikanya…berfikir optimis saja” hibur Kim Bum

Tit…tit…tit…

Hp mama So Eun berbunyi,mama So Eun segera mengangkatnya

“Hallo…”

“…”

“Ooohhh… ya… saya akan segera disana”

“…”

“Iya…bye”

Tit… telefon diputus

“Baiklah…omma serahkan pada kalian,omma akan menghadiri rapat sekarang bersama mentri perhubungan mengenai kerjasama negara dengan perusaahan kita dibidang produksi pesawat terbang”

“Baiklah…good luck omma” So Eun berusaha tersenyum,mama So Eun menatap putri tunggalnya itu dengan tatapan menyesal

“Maafkan mama memberatkan fikiranmu sayang…” ucapnya penuh penyesalan

“Ah…tak apa-apa kok omma… biasa saja” ujar So Eun

“Baiklah…Kim Bum…tante titipkan So Eun padamu” ujar mama So Eun sebelum menghilang di balik pintu apartemen So Eun

“Serahkan saja padaku tante” ucapnya sambil tersenyum.Sepeninggal mama So Eun, So Eun masih murung,tampaknya ia sangat terpukul.Kim Bum mendekati kekasihnya itu dan duduk disebelahnya

“Tenanglah…semua akan baik-baik saja” hiburnya sambil mengecup dahi So Eun, So Eun sedikit terhibur,ia tersenyum

“Ya…yang penting kau selalu ada…” ucapnya sambil menyandarkan kepalanya pada dada Kim Bum,Kim Bum mengelus rambut So Eun dengan sayang…

~ ~ ~

So Eun menyembunyikan wajah cantiknya dibawah kacamata hitam besar,dan topi. Ia memakai baju serba hitam,dan sepatu bot hak tinggi dengan warna senada.Setelah meyakinkan dirinya tak dikenali ia keluar dari dalam kamarnya

“So Eun…??? kenapa berpakaiyan seperti mau pergi ke pemakaman begitu?” Kim Bum terkejut.So Eun tak menjawab

“So Eun…” panggil Kim Bum lagi,ia membuka topi dan kacamata So Eun,tak disangka ia mendapati So Eun sedang menangis

“So Eun…kau tak apa-apa?” Kim Bum terkejut

“A…aku…aku tak pernah membayangkan papa tega melakukan hal semacam ini pada mama dan aku…tak pernah sekalipun terfikir papa punya perempuan simpananan, aku nggak mau melihat mama sedih,nggak mau papa jahat…aku…” So Eun tak melanjutkan kata-katanya lagi, suaranya yang bergetar-getar itu hilang dibalik isakan tangis,Kim Bum memeluk kekasih yang sangat dicintanya itu,dan berkata

“Kau pasti masih ingat kasus di sekolah kita enam bulan yang lalu… apa kau mau kesalahpahaman antara Seung Ho,Kim Joon,dan Na Ra terulang di keluargamu? Tidak kan? Makanya kita harus menyelidikinya terlebih dahulu,aku yakin mama mu pasti tabah dan sabar,jadi kau juga harus begitu” hiburnya

“Kau benar… aku bersyukur sekali mempunyai kekasih sepertimu…” So Eun balas memeluk Kim Bum,menyandarkan kepalanya diatas dada Kim Bum yang bidang,tempatnya selalu menupahkan segala tangis,bahagia,gelisah,dan semua rasa yang menyesaki dada nya…Ia bersyukur sekali bisa bersandar pada dada yang bidang ini… mereka terus begitu sampai So Eun benar-benar tenang

“Baiklah…aku siap..!!” So Eun melepas pelukannya dan menatap wajah Kim Bum,ia sedikit mengadah karena tingginya hanya sampai dada Kim Bum

“That my girl” ujar Kim Bum senang

“Tapi tunggu dulu…” ucap So Eun lagi

“Kenapa…???” Kim Bum heran

“Rasanya malu juga pakai baju kayak gini ke luar…aku tukar dulu ya…??? nggak lama kok! Cuma lima menit”

“Baiklah…” Kim Bum tersenyum sambil geleng-geleng kepala saja melihat tingkah So Eun

~ ~ ~

“Heeemmm… target lima meter didepan,arah barat daya…” ucap So Eun sambil mengarahkan teropongnya,sekarang mereka sedang bersembunyi dibalik tembok di tepi jalan

“Target masuk ke dalam mobil! Ayo kita ikuti!” So Eun langsung masuk ke dalam mobil Kim Bum,begitupun Kim Bum,mereka segera memacu mobil itu mengikuti mobil papa So Eun.

“Pukul 12:00 siang waktu Seoul,target meninggalkan rumah” So Eun mencatat semuanya dalam buku catatan kecil,Kim Bum asyik mengawasi mobil papa So Eun sambil mempertahankan jarak yang pas antara mobilnya dengan mobil papa So Eun. Tiba-tiba saja mobil Kim Bum berhenti

“Kenapa…???” tanya So Eun heran

“Papa mu berhenti dan masuk ke toko parfum itu” ujar Kim Bum sambil menunjuk toko parfum yang berjarak satu toko dari tempat mereka berhenti.So Eun segera melepas sabuk pengamannya,dan berlari ke toko itu,Kim Bum mengikutinya

“Tampaknya target tidak ingin membeli parfum…lalu untuk apa kesini?” So Eun heran

“Mungkin menemui wanita pemilik toko ini” ujar Kim Bum sambil menunjuk seorang wanita yang keluar dari pintu dalam toko ini dan langsung mendekati papa So Eun

“Ah…mungkin itu selingkuhan papa!” pandangan So Eun agak mengeras,ia berusaha menahan hatinya yang ingin meledak.Tapi tiba-tiba saja wanita yang mendekati papa itu menoleh ke arah mereka,spontan saja Kim Bum mengambil satu parfum dan menyemprotkannya pada So Eun,So Eun yang mengerti maksud Kim Bum tertawa kecil, seperti mereka adalah pelanggan yang ingin membeli parfum,akting mereka bagus sekali lho (wajar donk… mereka kan aktris n’ aktor… abaikan saja)

Wanita itu kembali berbincang dengan papa So Eun,terlihat akrab sekali,sesekali diselingi tawa…Dan saat-saat tertentu setelah wanita itu mengucapkan sesuatu pipi papa So Eun memerah,So Eun bertambah marah,tapi Kim Bum berhasil menahan So Eun yang hendak menghampiri mereka

“Jangan emosi begitu…kita bisa ketahuan dan rencana kita jadi berantakan…” bisiknya, So Eun hanya mengangguk,sudah beribu kali rasanya Kim Bum mengatakan hal itu padanya . Setelah itu terjadilah hal yang mengejutkan,Jiyeon keluar dari pintu di dalam toko dan menghampiri papa So Eun dan wanita itu,ia terlihat ceria sekali,tapi wajahnya tetap saja pucat,sesekali ia tertawa dan meloncat-loncat kegirangan setelah mendengar perkataan papa So Eun

“Dia mengetahiu sesuatu…besok kita harus menemuinya” bisik So Eun pada Kim Bum,dan Kim Bum merasa tak perlu menjawab karena So Eun pasti sudah tahu apa jawabannya.

Setelah keluar dari toko parfum itu,ternyata papa keluar dengan wanita itu,Kim Bum dan So Eun kembali mengikutinya,papa So Eun kembali berhenti disebuah butik terkenal dan masuk kedalamnya bersama wanita itu! Tentu saja Kim Bum dan So Eun ikut masuk

“Menurutmu bagaimana yang ini…??? aku menyukainya” ucap papa So Eun pada wanita itu

“Ahhh…indahnya…kau memang memiliki selera seni yang bagus…” tampaknya wanita itu terpesona dengan keindahan gaun yang papa So Eun pilihkan

“Kalau begitu cobalah dulu apakah cocok atau tidak… aku hanya ingin membelikan yang terbaik” ujar papa So Eun lagi

“Baiklah…tunggulah sebentar…aku akan mencobanya” ujarnya,lalu keluar lagi dengan memakai gaun itu

“Memang sangat indah…” papa So Eun terlihat senang dan terkesan sekali,ia menatap lekat gaun itu,atau mungkin wanita itu?

“Baiklah…sekarang mari kita pilih gaun pernikahannya!” usul wanita itu

“Tentu saja setelah aku menukar gaun ini dengan bajuku lagi” lanjutnya sambil tersenyum. So Eun dan Kim Bum mendengarnya karena mereka bersembunyi di balik gantungan baju, So Eun geram dan kesal and marah juga syok setengah hidup mendengar apa yang papanya dan wanita itu katakan…Apalagi gaun pernikahan? Apa maksudnya? Dan kenapa pipi papa bersemu merah begitu? Berjuta pertanyaan menggantung di benak So Eun,rasanya saat itu ia ingin menjarit sekuatnya memarahi papa dan wanita itu,papa mau nikah lagi? Oh God! Kenapa papa setega ini? Air mata keluar dari sudut mata So Eun,Kim Bum yang melihatnya langsung mengusap air mata itu dengan lembut

“Sudahlah…penyelidikan kita masih panjang…jangan pesimis begitu” ia sangat prihatin dengan kekasihnya ini

“Apa lagi yang harus kita selidiki? Papa dan wanita itu akan menikah…kau juga mendengarnya kan?” suara So Eun bergetar

“Kita belum memastikanya…bersabarlah…” lagi-lagi Kim Bum menenangkan So Eun, membuat So Eun makin menyayanginya

“Terima kasih…my dear…” bisiknya di telinga Kim Bum.Kim Bum menatap So Eun dalam

“Akhirnya kau mau memanggilku begitu…aku juga akan memanggilmu my dear…” ucap Kim Bum senang,So Eun tersenyum,pipinya tersipu malu,ini perkembangan dalam hubungan mereka,dan mereka kembali membuntuti

“Bagaimana menurutmu gaun ini?” papa So Eun menunjuk sebuah gaun pengantin yang kembang sekali

“Ah…memang indah,,,tapi tak cocok lagi dengan orang yang seumuran kita… bagaimana kalau gaun itu saja? Modelnya indah,dan yang memakainya juga bisa terlihat lebih muda” wanita itu menunjuk gaun pengantin yang tidak terlalu kembang,berhias bunga-bunga,tapi memang tak kalah cantik dengan yang ditunjuk papa

“Kau benar…aku beruntung sekali mengajakmu kesini” puji papa So Eun,wanita itu tersipu

”Soalnya dua hari lagi adalah hari yang sangat special…aku ingin semua yang terbaik” ucapnya.

“Baiklah…setelah ini apa yang akan kita lakukan?”

“Eeemmmm…bagaimana kalau pergi membeli perhiasan…??? cincin atau kalung?”

“Kalung saja…kesannya lebih romantis” ujar papa So Eun

“Ah…kau memang pintar sekali memilih” wanita itu memuji papa,lalu mereka pergi memanggil pelayan toko untuk mengambil gaun pengantin tadi

“Hu uh…! dasar orang tua! Pake acara romantis-romantisan lagi!” So Eun makin sakit hati

~ ~ ~

Selanjutnya mereka pergi ke toko perhiasan…

“Eeemmm… bagaimana menurutmu kalung itu…??? aku sangat menyukainya” ujar papa So Eun.Wanita itu menoleh

“Benar…beli yang itu saja…tapi aku khawatir harganya akan sangat mahal”

“Tidak apa-apa… lagipula dua hari lagi adalah hari yang sangat amat special bagiku… seperti katamu tadi,aku juga menginginkan yang terbaik”

“Baiklah…”

“Hari yang sangat special bagaimana? Pernikahan kedua? Itu sangat tidak special! Pasti hari itu aku akan merusak segalanya!” tekad So Eun,tapi Kim Bum diam saja,ia sedang memikirkan sesuatu

“My dear,do you know something?” tanya So Eun sambil menoleh pada Kim Bum

“Ah…tidak…rasanya aku pernah bertemu dengan wanita itu…tapi aku tak begitu yakin”

“Apa? dimana? Ingat-ingatlah!” desak So Eun

“Rasanya…ah…iya… Aku ingat… saat itu Jiyeon baru masuk sekolah…sebenarnya dia itu murid baru,dia masuk sebulan setelah penerimaan siswa baru.Wanita itu yang mengantarnya ke kelas” terang Kim Bum

“Heemmm… kita memang harus menyelidiki Jiyeon juga”

“Bagaimana kalau sekarang kita pulang? Sudah  malam begini,,,dari siang kita belum makan juga”

“Ya…begitu pun mereka,,,kita harus ikuti sampai papa pulang”

“Baiklah… jangan terlalu memaksakan diri ya… I’ll always with you dear…”

“Thanks for everything you give to me…”

“It’s all because I love you…” percakapan mereka terhenti mendengar papa So Eun mulai bicara lagi

“Bagaimana kalau setelah ini kita makan malam? Aku sangat berterima kasih hari ini kau mau menemaniku membeli segala sesuatunya”

“Tak usah…nanti kau pulang telat lagi….istrimu pasti sangat khawatir”

“Tak usah risau…dia tak curiga sama sekali padaku kok!”

“Aku ikut kau saja” kata wanita itu akhirnya,sesudahnya So Eun dan Kim Bum terus mengikuti wanita itu dan papa So Eun,mereka rupanya pergi ke sebuah restoran mewah di pusat kota Seoul

“Waaahhhh…papa… hari ini sudah terlalu banyak mengeluarkan uang demi wanita itu! Setelah kuhitung seluruh belanjaan nya dan datang kerestoran ini semua berjumlah sekitar satu milyar dollar! Kenapa papa menjadi begitu boros! Sebelumnya tak pernah!” keluh So Eun,kini ia dan Kim Bum sedang duduk di meja yang berjarak tiga meja dari papa dan wanita itu duduk

“Sudahlah…kita juga harus pesan makanan,,,kau lapar kan my dear?” tanya Kim Bum lembut

“Nggak kok! Sama sekali nggak…” kata-kata So Eun berhenti karena perutnya langsung berbunyi…kriuk…kriuk…ia terdiam,malu.Kim Bum tertawa mendengarnya

“Tampaknya cacingnya udah pada konser tuh… makan ya?” tawarnya geli mendengar suara perut So Eun

“Eh…ya…baik lah…sebenarnnya aku benar-benar lapar” ia jujur,dan Kim Bum langsung memanggil pelayan

“Dear…kau pesan apa?” tanya Kim Bum pada So Eun

“Eeemmm…ah…” So Eun membuka daftar menu

”Jus jeruk dan spagetti aja dech” ujarnya setelah berfikir sejenak

“Jangan jus jeruk! Kau kan sudah telat makan dear,jangan minum yang asam-asam… bisa sakit mag” cegah Kim Bum

“Kalau begitu aku harus pesan apa donk?”

“Eeeemmm….gimana kalau jus apple orcad? Kudengar vitamin c nya tidak merusak lambung yang belum diisi” saran Kim Bum

“Kalau begitu apple orcad aja dech minum nya”

“Jus apple orcad dua,dan spagetti dua ya” ucap Kim Bum pada pelayan itu,pelayan itu mengangguk sambil menuliskan pesanan pada selembar kertas

“Makanan penutup?” tanya pelayan itu

“Puding dan ice cream” sahut So Eun cepat-cepat,takut Kim Bum tak memesan ice cream

“Kan udah malam…masa makan ice cream…nanti kau demam drear” protes Kim Bum

“Nggak kok! Tenang aja…” So Eun tersenyum semanis mungkin sehingga Kim Bum tak bisa menolaknya lagi

“Baiklah…” ucapnya akhirnya,lalu pelayan itu pergi mengambilkan pesanan,sepeninggal pelayan itu So Eun dan Kim Bum hanya sibuk dengan pikiran masing-masing,tiba-tiba mereka mendengar papa So Eun berkata

“Apa yang harus kukatakan pada isteri ku?”

“Eeeemmm… kau katakan saja yang sebenarnya” saran wanita itu

“Bagaimana ya? Akhir-akhir ini aku sudah bersikap dingin padanya dan suka marah-marah…”

“Eh…??? kenapa?”

“Aku hanya ingin buat dia terkejut”

“Tapi itu kejam juga!”

“Yaaahhh…sudah terlanjur”

“Apa kau juga akan mengundang putrimu?”

“Yaaa…aku inginnya begitu…dan juga kekasih putriku,aku ingin semua menyaksikan hari bahagia itu”

“Wah wah… kau ini”

“Aku sudah sangat tidak sabar”

“Kau harus sabar…jangan terbawa emosi begitu…”

Pesanan datang,konsentrasi So Eun dan Kim Bum berpindah ke makanan,apalagi mereka sudah sangat lapar

“Selamat makan!” ujar So Eun pada Kim Bum dan langsung meminum jus apple orcad nya,setelah meneguk nya sedikit ia langsung melanjutkan memakan spagatti nya,ia benar-benar sangat lapar rupanya,sekali lagi,Kim Bum hanya geleng-geleng kepala… Tanpa mereka sadari papa So Eun dan wanita itu sudah pergi.Setelah mereka selesai makan…

“Hah? Papa udah nggak ada lagi!” So Eun terkejut melihat meja yang tadi ditempati papanya sudah ditempati orang lain

“Pemisi,apa anda lihat seorang bapak-bapak bersama seorang wanita yang tadi duduk di sini?” tanya Kim Bum pada pelayan

“Oh…mereka sudah keluar lima menit yang lalu”

“Terima kasih…” ucap Kim Bum,ia meletakkan uangnya di atas meja dan menarik tangan So Eun keluar dari restoran itu,segera mereka masuk ke dalam Kim Bum,dan mobil mereka melaju kearah yang mungkin dilalui papa So Eun dan wanita itu,tapi sia-sia… mereka tak menemukan mobil papa So Eun lagi,akhirnya mereka memutuskan kembali ke apartemen So Eun

“Kenapa dear?” tanya Kim Bum yang melihat So Eun yang termenung di ujung sofa

“Ah…nggak apa-apa kok! Cuma agak capek aja” So Eun berusaha tersenyum

“Jangan begitu…aku tahu kamu sedang memikirkan tentang orang tua mu…” Kim Bum mendekati So Eun dan duduk di sebelahnya

“Yaaahhh…apa yang harus kukatakan pada omma? Papa selingkuh dan akan menikah dua hari lagi…tanpa memberi tahu kami…kelurgaku kan berantakan,mama pasti sangat syok dan sedih…aku…” So Eun menenggelamkan wajahnya pada bantal yang ada dipangkuannya. Kim Bum mengelus rambut So Eun sayang

“Dear…kamu harus tetap optimis…besok kita akan memastikannya pada Jiyeon”

“Ya…tapi aku ragu…” So Eun menggantung kalimatnya

“Rasanya So Eun yang aku kenal dulu adalah anak yang ceria dan selalu optimis…bahkan merelakan nyawanya untuk mengungkap kasus karena ia yakin tak akan mati sebelum waktunya” ujar Kim Bum menerawang,So Eun menoleh pada Kim Bum,Kim Bum melirik So Eun sambil tersenyum

“Ternyata itu masih kamu ya…” ujarnya menggoda

“Tentu saja! Aku optimis kok papa nggak selingkuh! Mungkin wanita itu mau menikah dan minta saran pada papa!” So Eun berusaha menghibur dirinya sendiri

“Itu baru So Eun yang kukenal…” ucap Kim Bum

“Sekarang tidurlah…jangan terlalu lelah” lanjutnya dan mengecup dahi So Eun

“Selamat malam…” ujarnya dan berjalan menuju pintu apartemen

“Malam dear…” balas So Eun,sepeninggal Kim Bum,So Eun langsung menuju kamar dan tidur…ini hari yang melelahkan baginya…

~ ~ ~

“Jiyeon,hari ini aku dan Kim Bum akan makan siang di cafe victory, kau mau ikut nggak?” tanya So Eun di telefone

“Eeemmm…gimana ya? Aku takut menggangguk kalian berdua” jawab suara diseberang sana

“Apaan sich… kamu kan teman kami juga… lagipula selama libur ini aku belum bertemu dengan sahabatku…kangen…!” ucap So Eun dengan nada sedikit lemes

“Yaudah dech…jam berapa?”

“Gimana kalau jam 13:00 nanti?”

“Wah…dua jam lagi donk!”

“Nggak apa-apa kan?”

“Nggak kok! Tapi…aku udah janji sama omma akan pergi jam segitu”

“Pergi ke mana?”

“Katanya mau ke bakery… beli kue tart yang besar”

“Hah? Untuk apa? kamu kayak anak-anak aja”

“Bukan untuk aku! Udah seminggu ini ada seorang paman yang sering main ke rumah… dia sering keluar sama omma… orangnya baik banget lho! Kemaren aja aku dibeliin boneka kelinci sampe aku loncat-loncat kegirangan! Mudah-mudahan bisa jadi pengganti papa!” ujar Jiyeon berharap

“Kamu punya toko parfum ya?”

“Iya…tapi baru jalan satu bulan…semenjak papa cerai sama omma” jelas Jiyeon

“Kok tau sich?” lanjutnya bingung

“Ah…nggak…nebak aja”

“Gitu…”

“Yaudah dech…kamu datangnya kapan-kapan aja…entar aku ganggu jadwal kamu lagi”

“Maaf ya So Eun…”

“Nggak apaa-apa kok…bye…”

“Bye…”

Tit… telepone diputus

“Well,,,Jiyeon bilang apa dear?” tanya Kim Bum

“Ternyata memang papa…” So Eun lemes

“Huwaaa….!!! aku akan jadi saudara tiri sama Jiyeon! Aku nggak mau!” jerit So Eun tiba-tiba

“Hah? Apa maksudnya?” Kim Bum terkejut

“Wanita itu omma Jiyeon… omma nya baru cerai sama papa nya sebulan yang lalu… seminggu ini papa emang sering kesana bahkan membelikan Jiyeon hadiah! Nggak mau! Nggak mau!” pekik So Eun,Kim Bum menenangkan

“Udah…jangan berfikiran macam-macam dulu…”

“Papa aku akan menikah dengan omma Jiyeon besok! Mana bisa aku tenang… dear… kamu ngerti kan perasaan ku? Wajar kan aku gelisah begini?” cercau So Eun,dadanya turun naik. Kim Bum menyodorkan sebatang coklat pada So Eun

“Obat penenang…” ujarnya,So Eun langsung mengambil coklat itu membuka bungkusnya dan langsung melahapnya

“Tidak bisa! Tak akan kubiarkan! Aku akan merusak pernikahan itu!” ujarnya emosi sambil terus mengunyah coklat pemberian Kim Bum,tiba-tiba saja Hp Kim Bum bergetar,Kim Bum memang hanya memasang getar tanpa nada pada Hp nya

“Hallo…” ujarnya

“…”

“Hah? Apa benar?”

“…”

“Baiklah…”

“…”

“Ya…aku akan memastikannya…”

“…”

“Serahkan saja padaku…”

“…”

“Ya…bye…”

Tit… sambungan diputus

“Siapa dear?” tanya So Eun

“Ah…nggak…Cuma teman… untuk nenangin diri besok ke dermaga yuk!” ajak Kim Bum tiba-tiba saja

“Hah? Besok kan kita harus merusak pernikahan papa” ujar So Eun

“Sudahlah…untuk apa? lagipula nggak buruk kan bersaudara dengan Jiyeon? Dia anak yang baik” ujar Kim Bum enteng

“Apa katamu? Bagaimana dengan mama? Papa dan kamu sama saja! Aku benci!” So Eun segera mengambil tasnya dan berjalan meninggalkan Kim Bum

“Dear…jangan salah sangka dulu..aku Cuma…” kata-kata Kim Bum langsung dipotong So Eun

“Udah! Diam! Kalau kamu nggak mau bantu biar aja! Aku nggak butuh bantuan kamu kok! Aku bisa sendiri!”

“Bukan begitu…hanya…”

“Nggak ada hanya-hanyaan!(hah…apaan tuh maksudnya?)” So Eun kesal pada Kim Bum yang menganggap enteng persoalan keluarganya.Kim Bum menghela nafas panjang,ia tahu sulit untuk menjelaskan pada So Eun jika sedang emosi begini,jadi ia hanya diam,mereka berdua berada dalam diam sekarang

“A…aku pergi dulu” So Eun meninggalkan Kim Bum sendiri,di apartemen So Eun…

“Sial! Apa sich maksud Kim Bum? Membiarkan begitu saja? Mana bisa!” gerutunya sepanjang jalan,ia menyesal juga pergi dari apartemennya,seharusnya ia menyuruh Kim Bum keluar,bukan ia yang keluar,tiba-tiba telephonnya berdering

“Hallo?” sapanya

“…”

“Oh…omma…”

“…”

“Maafkan aku omma…tapi papa ternyata benar-benar…”

“…”

“Sudahlah ma… kita pasti bisa hidup tanpa papa… jika hal itu benar-benar terjadi omma bisa pindah ke apartemen ku”

“…”

“Tidak…tidak apa-apa”

“…”

“Bye…”

Tit… telephone diputus,So Eun menghirup udara dalam-dalam… hati dan fikirannya kacau, semua nya telah dirampas oleh mama Jiyeon,ia tak akan memaafkan wanita itu! Tekadnya

~ ~ ~

Seharian So Eun hanya berjalan saja tak tentu arah…Kim Bum pun tak mengubunginya sama sekali,Kim Bum dan papa benar-benar keterlaluan! Pikirnya,setelah kakinya sangat-sangat capek,dan matanya berkunang-kunang,juga perutnya yang tak bisa berhenti menyenyi menjerit,ia ambruk…tak tahu apa yang akan terjadi lagi…

So Eun mengerjap-ngerjamkan matanya,silau… dimana ini? Pikirnya,matanya langsung mengamati sekeliling…

“Hah? Dimana ini?” tampak wanita-wanita yang sibuk memijat-mijat bahunya

“Ahh…aku dimana?” tanyanya pelan,tapi tak ada yang menjawabnya,selanjutnya ia disuruh mandi dulu dengan bunga-bungaan(mandi kembang…ikh…apa apa nich? Mau dipersembahkan ke jin ya? Abaikan…),dan setelah itu orang-orang tadi sibuk memilihkan gaun yang cocok untuknya.Akhirnya pilihan dijatuhkan pada gaun berwarna biru muda, yang sangat cantik(cantik nya nggak bisa digambarkan)…Setelah semua ritual itu selesai ia disuruh berjalan sendiri menuju dermaga,saat ia keluar dari ruangan itu rupanya haru telah gelap, apa ia pingsan seharian? Ia tak peduli,ia tetap berjalan ke arah dermaga,dari jauh  samar-samar terlihat dua orang yang tengah berdansa,ia menyipitkan matanya berusaha memperjelas pandangan,tapi sia-sia karena hari sudah gelap,jadi ia berjalan lagi ke arah dua orang itu…

“Papa! Omma?” jeritnya tertahan mengetahui kedua orang itu,keduanya menoleh

“So Eun…kau sudah bangun…lama sekali pingsannya” sapa mamanya,ia bingung

“Kenapa kalian pakai gaun pernikahan?” tanyanya

“Karena hari ini adalah ulang tahun pernikahan kami yang ke dua puluh lima” jawab papanya sambil memeluk pinggang mama dari belakang,tampak pipi mama bersemu merah,ia bertambah bingung

“Kim Bum akan menjelaskan semuanya” lanjut papanya lagi,saat itu ia baru menyadari Kim Bum yang duduk di kursi yang ada dibawah pohon dekat mereka berdiri,ia menatap Kim Bum penuh tanda tanya,saat itu mengaalunlah nyanyian christian bautista dengan judul The Way You Look At Me, papa dan omma So Eun kembali berdansa,So Eun masih menatap Kim Bum dengan tatapan bingung,Kim Bum tersenyum melihatnya

“Apa kau bingung my dear?” tanyanya sambil berjalan mendekati So Eun,So Eun tak perlu menjawabnya karena Kim Bum pasti mengetahui jawaban So Eun dari tatapan matanya… Kim Bum meraih tangan So Eun

“Aku akan mejelaskannya sambil berdansa denganmu…” ucapnya, merekapun menyatu dalam alunan music dan suara Christian bautista yang lembut…

THE END

Catatan Author : Gimana ceritanya? Author nggak perlu ngelanjutin cerita karena author tahu para reader pasti sudah menebak penjelasan dari Kim Bum dari alur cerita dan judul ceritanya kan? Well… mudah-mudahan menghibur… casih commen,saran and kritik ya?

Tags: , ,

About bumssoindo

We are fanbase of BUMSSO (Kim Bum and Kim So Eun) from Indonesia

11 responses to “Wedding Aniversary”

  1. bumssoindo says :

    gak author.. reader g ngerti apa yg mau dijelaskan kimbum.. hahahaha *bilang ada nyuruh bikin lanjutannya lagi* hahhaahahahaha

    good job

    papa itu bahasa koreanya appa….

    -rahmi-

  2. Monik says :

    Agak sedikit binggung dgn ff ini..hehehe … Atw aq nya yg lelet ya…
    Tp, buat author ttp semangat ya.. N ff selanjutnya d tunggu..
    Keep spirit.. Fighting..^^

  3. rosiyani 'oci' says :

    wuaaaa ternyata… hahaha…
    dikira dari judulnya yg mau nikah itu bum ma eunnie. hhe..
    ya bagus author🙂

  4. danish Ashley Eun says :

    ehhmmm .. ne mw jwban jujur ato bohong ?? *jujur aja kali y*
    ceritanya biasa aja …. gk kyk yg i kill you because i love you

    tapi utk cerita yg ne lucu …. *smpe guling2 baca ny …. lebay*
    hahahahahaha ….. pa lgi liat kim bum sm so eun ….

    n gk terlalu bikin penasaran krn reader dah bsa nebak jalan ceritanya kyk mn
    heheheh *sekedar kritik n saran* clu gk suka abaikan aja author, mianh#

  5. bismania luph bumsso says :

    critax bguzzz,…..
    agak gantung sich, tpi gmna yh,biarpun tw penjelasan kim bum,
    ttp aj pengen ad lanjutanx,…………
    lanjutin ff lainx y author,…!!!!
    ~ _ ^
    BN~

  6. Indah_ELF says :

    Susah d’jlaskan …
    Q msh bingung sama Jlan cerita’a

  7. anies says :

    eum bagus kok..
    tapi gk terlalu bikin penasaran author ^^v *hanya kritik dn saran*
    tapi bagus kok, ditunggu karya selanjutnya

  8. Ina BeQi Soeulmates says :

    baguuuussss baguuuuussss
    waaaaaahh bumsso romantis ya,,
    panggol dear..
    wkwk

  9. secreet fan says :

    aaahhhh…. maaf ya klw mengecewakan… tapi author senang kok ada yang mau meng kritik,,, kritik itu kan membangun…
    ya dech… inyaAllah ff nya dilanjutin tapi dengan judul lain,akan diterbitin di category misteri ini juga… thanks semua buat saran and comment and kritk ny!…. ^_^

  10. VayTeuKey says :

    hahaha . . . jd pa2 so eun minta tl0ng sma ma2 x jiye0n wat nyari hadiat u ma2 x so eun y. wah curiga z sech. . . .

  11. Femilda nengsih says :

    Bagus bgt tp aku gak tau apa yg di jlskan bum pd so…bikin part special lagi dong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: