My Lovely Bodyguard part 1

Author : Evi Riana

Main Cast: Kim Bum , So Eun

Cast: Park Jiyeon, Yoo Seungho, Byun Hee Bong, Go Hyesun, Lee Minho, Yoona, Ki Bum, Jessica, Cho Kyuhyun

Genre: Romantic/Family/Friendship/mystery

Type: Sequel

Ini adalah FF keduaku..

Semoga kalian suka…


Part 1


Disebuah kota tepatnya di Busan hiduplah, seorang detektif wanita dan anaknya yang bernama kim so eun. Ayah So eun sudah lama meninggal saat so eun berusia 5 tahun. Sekarang so eun sudah berusia 17 tahun, ia gadis yang kuat dan mandiri.

“So Eun, chukae. Kau berhasil memenangkan medali kejuaraan karate tingkat nasional. Eomma bangga dengan prestasimu” ucap ibu so eun.

“gomawo, eomma. Dengan ini pasti appa disurga akan bangga denganku” ucap so eun senang.

“tentu saja, appamu akan senang. Bagaimana kalau kita merayakan kemenanganmu ini. Eomma akan mentraktirmu makan iga sepuasnya” ujar ibu so eun.

“ahh, aku senang sekali. Ahh, apa eomma tidak menangani kasus?” tanya so eun.

“eomma lagi tidak ada kasus. Makanya, eomma mengajakmu makan” jawab ibu so eun.

“ahh, baiklah kalau begitu kita langsung pergi kerestaurant iga” ucap so eun girang.

So eun dan eommanya pun pergi ke restaurant iga. Tanpa, mereka sadari ada sesosok pria yang mengamati mereka daritadi.

“aah, kenyangnya” ucap so eun setelah menghabiskan iga sapinya.

“so eun, ibu punya berita baik untukmu” ucap ibu so eun.

“apa itu eomma?” tanya so eun penasaran.

“kita akan pindah ke seoul” jawab ibu so eun senang.

“seoul? Weo eomma? Aku sudah senang tinggal di busan. Lagipula, aku sudah cocok dengan sekolahku disini” tanya so eun tak senang.

“aaiissshhh…kenapa kau tidak senang seperti itu. Seharusnya kau senang karena kita bisa ke seoul. Disana banyak sekolah yang bagus dari pada disini” jawab ibu so eun.

“kenapa mendadak sekali sih memberitahunya. Memangnya ibu mendapat pekerjaan disana?” tanya so eun lagi.

“sebenarnya, ibu mendapat sebuah tawaran kasus yang sangat besar. Makanya kita harus pindah kesana. Ibukan tak mungkin meninggalkanmu dibusan seorang diri” ucap ibu so eun.

“kasus apa memangnya? Apakah itu sangat sulit untuk diselidiki. Ibu ini kan detektif handal” tanya so eun

“ibu juga belum pasti mengerti tentang kasusnya. Yang ibu tahu, ibu harus harus menyelidiki orang-orang yang selalu bertindak kasar dan sering mencelakakan cucu dari seorang konglomerat” ucap ibu so eun.

“konglomerat? Berarti ibu menangani kasus orang kaya?” tanya so eun.

“betul itu. Makanya, ibu mengambilnya selain itu, bayarannya juga lumayan” ucap ibu so eun.

“hoh. Tapi, walaupun konglomerat tetap saja tidak enak nyawanya selalu dalam bahaya” ucap so eun.

“kau benar. Itulah, resikonya. Sudah, sebaiknya kita segera pulang dan berkema-kemas untuk mengurusi kepindahan” ujar ibu so eun.

So eun dan ibunya pun pergi dari restaurant itu dan pulang menuju rumahnya. Mereka masih belum menyadari daritadi ada seorang pria yang memerhatikan mereka. Pria itu lalu menelfon seseorang.

“halo, bos. Saya sudah mendapat info tentang detektif kim itu” ucap pria itu.

“info apa yang kau dapat?” tanya bos pria itu ditelfon.

“yang saya dengar detektif kim dan putrinya berencana untuk pindah ke seoul. Sepertinya, mereka akan segera pindah dari busan besok” jawab pria itu.

“seoul? Heh. Tak akan ku biarkan mereka selamat sampai di seoul. Aku mempunyai rencana yang bagus….” ucap bos pria itu ditelfon.

“baik, bos. Saya akan menjalankan rencana bos itu” ucap pria itu menutup telfonnya.

****

Sementara itu, di seoul tepatnya dirumah konglomerat…

“pak byun, saya sudah mendapat kabar dari detektif kim. Beliau mengatakan menyetujui untuk menangani kasus ini” ucap pelayan pak byun.

“benarkah itu? aku senang mendengarnya. Aku sudah sering mendengar kabar tentangnya mengenai keberhasilannya menangani kasus sulit. Aku harap dia bisa menjalankan tugasnya dengan baik” ucap pak byun senang.

“detektif kim akan tiba di seoul bersama putrinya, pak” ucap pelayan itu.

“kalau begitu kau suruh pelayan lain untuk menyiapkan kamar untuk detektif kim dan putrinya itu” ucap pak byun. “Pak Han, dimana kim bum sekarang?” tanya pak byun.

“tuan muda sedang ada dikamarnya. Sepertinya tadi ada orang yang ingin mencelakakan tuan muda. Untung saja ada teman tuan muda, lee minho yang menghajar pria-pria itu. Tapi, pria itu langsung pergi jadi, kami kehilangan jejaknya lagi” ucap pak han.

“yasudah, kalau begitu kau bisa pergi sekarang” ucap pak byun.

“saya permisi, pak byun” ucap pak han keluar ruangan.

Setelah, pak han keluar pak byun mengeluarkan selembar foto dan menatap foto sepasang suami istri dan anak laki-lakinya. Pak byun meneteskan air mata saat memandang keluarga kecil itu didalam foto.

“maafkan, ayah. Karena ayah kim bum harus menjadi anak yatim piatu dan hidup dengan penuh bahaya” ucap pak byun sedih.

****

Esok harinya, so eun dan ibunya langsung berkemas-kemas dan pergi menuju stasiun kota untuk pergi ke seoul.

“eomma, kau benar konglomerat itu akan memberikan kita tempat tinggal?” tanya so eun saat didalam bis.

“ya, konglomerat itu bernama Byun Hee Bong. Dia terkenal sebagai konlomerat yang ramah dan berjiwa besar wajar saja keluarganya sering dalam bahaya karena banyak yang tidak suka dengan kebaikannya” ucap ibu so eun.

“ohh, cucu pak byun itu laki-laki atau perempuan?” tanya so eun penasaran.

“laki-laki. Kenapa kau bertanya seperti itu? apa kau tertarik dengan cucunya?” goda ibu so eun.

“ahh, eomma ini. Aku hanya penasaran. Semoga saja cucunya itu baik dan tidak sombong” harap so eun.

“hahaha.. kau ini sungguh lucu so eun. Eomma sayang sekali denganmu” ucap ibu so eun

“aku juga” jawab so eun.

Merekapun tertawa senang tanpa mengetahui bahaya yang akan segera melanda mereka. Tiba-tiba, bus yang mereka tumpangi tidak bisa untuk diberhentikan.

“rem nya blong” teriak supir bus itu.

“so eun, kau tetap peluk ibu ya” ucap ibu so eun memeluk anaknya.

“ya, eomma”

Penumpang didalam bus itu sudah berteriak histeris ada yang memeluk pasangannya masing-masing, ada juga yang menangis dan berdoa semoga bus yang mereka tumpangi selamat. Tapi, apa daya bus mereka jatuh kedalam jurang.

*****

Kim So Eun Pov

Kepalaku sakit, dimana aku ini sekarang. Ahh, aku ingat aku berada di bus dengan eomma sebelum bus itu jatuh kedalam jurang. Apakah aku disurga? Apa aku bisa bertemu dengan appa sekarang? Ahh, jangan bodoh so eun. Dimana eomma sekarang? Apa ia juga ada disurga denganku? Aku mencium bau-bau obat. Apa aku ada di rumah sakit? Berarti aku selamat begitu juga dengan eomma. Aku mendengar ada yang memanggil namaku. Aku akn berusaha membuka kedua mataku ini.

“nak so eun? kau sudah siuman?” tanya laki-laki berkaca mata itu.

“d..dimana a..aku?” tanyaku. Tenggorokanku kering.

“anda jangan banyak bicara dulu.  Sekarang kau ada di rumah sakit” jawab laki-laki itu.

“eomma? Dimana eomma? Aku ingin bertemu dengannya” tanyaku.

Tapi, laki-laki itu hanya diam saja dan tidak menjawab pertanyaanku.

“dimana eomma?” tanyaku lagi.

“so eun, kau harus tabah menerima ini semua. Aku turut berduka cita. Eomma mu tidak bisa diselamatkan” jawab laki-laki itu.

“eomma? Meninggal?” tanyaku lagi kali ini air mata menetes dipipiku.

Laki-laki itu hanya mengangguk. Tapi, aku berontak ingin bertemu eomma dan laki-laki itu menenangkanku agar tidak bangun dari tempat tidr. Tapi, aku tidak peduli dengan keadaanku, aku ingin bertemu dengan eomma sekarang juga.

“DOKTER…. cepat kesini” teriak laki-laki itu.

Dokter dan suster langsung datang dan menahanku untuk bangun dari kasur. Aku melihat dokter menyuntikku hingga mataku terasa berat lagi. Seketika, itu aku tidak sadarkan diri.

Kim So Eun Pov END

“Pak Han, bagaiman keadaan putri detektif kim?” tanya hee bong begitu sampai dirumah sakit.

“kim so eun sudah sadar. Ia cukup memberontak untuk bangun saat ia menanyakan keadaan ibunya, pak. Sekarang dokter sudah memberikannya suntikan penenang. Mungkin, dia akan bangun begitu obat penenang itu hilang” ucap pak han.

“kasihan sekali dia itu. aku jadi teringat dengan kim bum dulu saat mengetahui kedua orangtuanya meninggal” ucap hee bong lirih.

“ya, pak. Kasihan dia. Sekarang dia sebatang kara” ucap pak han

“aku akan membawanya kerumahku. Aku tidak bisa melihatnya kalau hidup sendirian di kota sebesar ini” ucap hee bong. “apa kau sudah tahu penyebab bus itu kecelakaan?” tanya hee bong.

“saya sudah menyuruh orang untuk menyelidikinya. Ternyata penyebab kecelakaan itu karena rem bus itu rusak dan rusaknya itu seperti disengaja, pak” ucap pak han.

“apa? Jadi, ada orang yang sengaja merusak rem bus itu?” tanya hee bong lagi.

“sepertinya, begitu. Menurut saya motifnya kecelakaan itu seperti dendam dengan detektif kim, pak” ucap pak han menyimpulkan.

“kalau begitu, hidup so eun juga dalam bahaya. Kalau orang yang merusak rem bus yang ditumpangi so eun dan detektif kim itu tahu kalau so eun masih hidup kemungkinan besar dia akn berusaha membunuh so eun” ucap hee bong khawatir.

“untuk lebih detailnya, saya akn menyuruh org lain lagi untuk menyelidiki tentang kasus-kasus yang pernah di tangani detektif kim. Siapa tahu ini berhubungan” ujar pak han.

“ya, aku percaya padamu kalau begitu. Aku ada rapat sebentar lagi, beritahu aku begitu so eun sudah siuman. Aku ingin bicara padanya” ujar hee bong.

“baik, pak”

****

Sementara, itu cucu Byun Hee Bong, Kim Bum merasa jenuh karena tidak diijinkan pergi oleh kakeknya. Sehingga, teman-temannya lah yang datang kerumah kim bum.

“ahh, bosan aku disini terus” teriak kim bum.

“kami kan sudah disini. Jadi, kau tidak usah bosan” ucap teman kim bum.

“hey, seungho kau tidak tahu betapa bosannya aku disini. Untuk keluar rumah saja aku seperti ingin kabur dari penjara saja” omel kim bum.

“itulah, susahnya hidup sepertimu yang selalu dalam bahaya. Tapikan, ini demi kebaikanmu juga, bum. Setidaknya, kau akan aman berada dirumah” ucap minho.

“apa yang dikatakan minho itu benar” sahut salah seorang teman kim bum yang bernama ki bum.

“ya, aku tahu. Hey, ki bum kau hari ini tidak pergi dengan yoona?” tanya kim bum.

“tidak. Yoona sedang kemall” jawab kibum.

“dasar, wanita. Pasti pergi berbelanja” ujar minho.

“tentu saja, itulah kebiasaan wanita kalau tidak berbelanja pasti kesalon. Aku paling malas dengan wanita seperti itu” ucap kim bum sambil memutarkan bola basketnya.

“kau ini terlalu pemilih jadi pria. Kau tak lihat si jessica itu selalu mengejar-ngejarmu terus” ucap seungho.

“ahh, dia itu bukan tipe wanita yang kusuka” ujar kim bum.

Teman-teman kim bum hanya menatap sahabatnya ini sebagai sosok orang yang benar-benar aneh.

****

Sementara itu, dirumah sakit so eun mulai sadar dari pengaruh obat penenangnya. Saat, ia bengun ia melihat wajah seorang laki-laki yang sudah tua sedang menatapnya.

“anda siapa?” tanya so eun begitu sadar.

“maafkan, aku kalau aku belum memeperkenalkan diri namaku Byun Hee Bong. Dan ini asistenku Pak Han kau bisa memanggilnya begitu” ujar hee bong.

So eun langsung teringat akan nama Byun Hee Bong yang pernah diucapkan ibunya. So eun mulai teringat ibunya lagi.

“eomma..” ucap so eun menangis.

“so eun, aku minta kau untuk tabah. Eomma mu sekarang sudah hidup tenang” ucap hee bong menenangkan so eun yang menangis.

“aku ingin eomma..” rengek so eun.

“so eun, sabarlah dulu. Eomma mu pasti bersyukur kau masih hidup sekarang. Jadi, kau jangan sedih lagi. Biar pemakaman ibumu aku yang urus” ucap hee bong.

“terima kasih, pak byun. Eomma benar saat dia bilang kau ini orang yang baik” ucap so eun.

“aku senang eomma mu bilang seperti itu tentangku. Oh ya, kau bisa panggil aku kakek sekarang” ucap hee bong.

So eun hanya tersenyum sambil menghapus air matanya yang terus mengalir kalau ingat tentang ibunya lagi.

“pak byun, sebaiknya kita harus membiarkan so eun ini untuk istirahat. Sepertinya, hari ini hari yang benar-benar melelahkan untuknya” ujar pak han.

“ya, kau benar. So eun, sekarang aku dan pak han akan pulang dulu. Aku akan menyuruh suster untuk mengawasimu 24jam. Kau harus janji kau akan sembuh” ucap hee bong tersenyum.

“aku janji, kek” ucap so eun.

Hee bong dan Pak Han pun keluar dari kamar so eun dan membiarkan so eun beristirahat. Didalam kamar so eum menangis saat mengingat masa-masanya bersama dengan ibunya. Ia tertidur setelah matanya lelah mengeluarkan air mata.

****

Sementara itu, dirumah kim bum langsung menghadap kakeknya karena kebosanannya dirumah.

“kakek, aku ingin bicara dengan kakek” ucap kim bum.

“bicaralah, sekarang” ucap hee bong.

“aku bosan hidup seperti ini terus, kek. Aku juga ingin pergi keluar bebas seperti teman-temanku yang lain” ucap kim bum.

“kakek, mengerti keadaanmu kim bum. tapi, tolong kau juga mengeri tentang bahaya yang akan kau alami jika kau keluar dengan bebas. Banyak orang yang ingin selalu mencelakaimu” ucap hee bong.

Kim bum hanya terdiam mendengar ucapan kakeknya, ia tak bisa melawan kakeknya. Maka dari itu ia segera pergi kekamarnya dengan kesal. Hee bong hanya perihatin dengan keadaan cucunya yang selalu mengeluh untuk pergi bebas keluar. Ia bingung bagaimana caranya agar kim bum bisa pergi keluar. Dulu, ia sudah menyuruh beberapa pengawal untuk menjaga kim bum tapi, pengawal itu selalu lengah dan hampir saja kim bum dalam bahaya untung saja teman kim bum ada yang jago bela diri sehingga langsung menolong kim bum.

****

Pagi harinya, dokter mengijinkan so eun untuk boleh pulang, so eun senang karena bisa keluar tapi, ia bingung ingin pulang kemana. Tidak mungkin ia kembali ke busan, sedangkan rumahnya yang dibusan saja sudah terjual. Tiba-tiba, hee bong dan pak han masuk kekamar so eun.

“so eun, aku sudah dengar dari dokter bahwa kau sudah diijinkan pulang. Aku senang kau menepati janjimu untuk lekas sembuh” ucap hee bong senang.

“aku juga senang bisa keluar, kek. Tapi, aku bingung pulang kemana. Rumahku yang ada dibusan sudah dijual sedangkan, aku tidak mengenal tentang seoul” ucap so eun lirih.

“kau tenang saja, so eun. aku sudah menyiapkan kamar untukmu dirumahku. Kau bisa tinggal di rumahku” ucap hee bong.

“benarkah itu? apa aku tidak merepotkanmu kek? Kau sudah bersikap baik dengan mengatur pemakaman ibuku sekarang, kau menawariku tempat tinggal dirumahmu” tanya so eun

“hahaha… aku ikhlas membantumu. Lagipula, kau dan ibumu pindah kesini karena ibumu bekerja untukku. Sudah sewajibnya aku membantumu” ujar hee bong.

“aku benar-benar berterima kasih kepadamu, kek” ucap so eun.

Hee bong, Pak Han dan so eun pun keluar dan pergi keluar rumah sakit tanpa mereka sadari ada pria yang membawa pisau hendak menusuk hee bong dari belakang, so eun langsung menyadari gerak-gerik orang yang membawa pisau itu. saat, pria itu ingin menusuk hee bong, so eun langsung mencegahnya dan mengahajar pria itu sampai babak belur, tapi, pria itu keburu kabur sebelum dilaporkan ke polisi.

“terima kasih, so eun. aku berhutang nyawa darimu” ucap hee bong

“tenang saja, kek. Aku tidak bisa membiarkan pria itu menusuk kakek yang baik ini. Tapi, aku juga minta maaf karena telah membiarkannya lolos” ucap so eun.

“tenang saja. Sepertinya kau ini jago bela diri ya?” tanya hee bong.

“ah, iya. Aku pernah menjuarai lomba karate tingkat nasional” jawab so eun malu-malu.

“wah, kau ini hebat sekali. Aku kagum dengan wanita sepertimu” ujar hee bong.

****

Sesampainya, dirumah hee bong…

“wah, ini benar-benar rumahmu kek?” tanya so eun tak percaya.

“ya, sekarang kau bisa menganggap rumah ini sebagai rumahmu juga” jawab hee bong.

“benarkah itu? rumah kakek benar-benar besar sekali” ujar so eun takjub melihar rumah hee bong yang besar.

“hahha… ayo, kita masuk” ajak hee bong.

So eun lebih takjub lagi melihat isi rumah hee bong. Isi rumahnya begitu luas, mewah. So eun merasa ia bermimpi bisa tinggal dirumah sebesar ini.

“so eun, pelayan akan membawamu kekamarmu sekarang karena kau baru keluar dari rumah sakit lebih baik kau segera istirahat” ucap hee bong.

“b..baik, kek” ujar so eun. so eun pun pergi bersama pelayan yang menuntunnya kekamarnya.

“ini kamarmu, nona. Jika, kau butuh apa-apa kau bisa panggil aku” ucap pelayan itu.

“iya, terima kasih” ujar so eun malu saat ia dipanggil nona.

Saat, so eun membuka kamarnya ia terlihat senang karena kamarnya begitu indah seperti kamar tuan putri dikerajaan. So eun langsung merebahkan tubuhnya dikasur.

“ahh, kasurnya empuk sekali” gumam so eun pelan.

Sementara itu, hee bong duduk diruangannya sambil berbicara dengan Pak Han. Hee bong berencana untuk meminta So Eun menjadi bodyguard kim bum.

“jadi, anda berniat merekrut so eun menjadi bodyguard tuam muda, pak?” tanya Pak Han

“ya, aku takjub melihatnya saat menghajar pria tadi. Ia langsung menyadari gerak-gerik orang itu dan langsung menghajarnya habis-habisan” ujar hee bong.

“ya, kau benar. So eun benar-benar cerdik. Ia berbeda dengan bodyguard yang dulu pernah anda pekerjakan untuk menjaga tuan muda” ucap Pak Han.

“maka dari itu aku ingin meminta so eun menjaga kim bum. Lagipula, mereka ini sebaya. So eun bisa menjaga kim bum saat disekolah” ucap hee bong.

****

Sementara itu, so eun yang penasaran dengan isi rumah hee bong pergi keluar dari kamarnya untuk melihat-lihat. So eun begitu takjub melihat perabotan yang ada di rumah hee bong.

“ini pasti mahal sekali harganya. Kalau aku memecahkannya, aku bisa tidak makan selama 1 tahun” gumam so eun sambil memerhatikan sebuah guci antik.

Saat, so eun ingin pergi kekamarnya ia tersesat. Ia belum hapal tentang denah rumah ini. Ia kebingungan melihat banyak ruangan, tapi tetap saja ia tidak menemukan kamarnya.

“adduh, aku lupa. Bagaimana ini?” gerutu so eun.

So eun melihat sebuah pintu yang persis dengan pintu kamarnya. So eun langsung berinisiatif membukanya. Ia berharap kali ini ia tidak salah lagi. Saat, so eun membuka kamarnya ia kaget karena ada seorang laki-laki yang baru keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk.

“aaaahhhhhhhh…….” teriak so eun.

Laki-laki itu juga refleks teriak saat melihat kehadiran wanita dikamarnya saat ia sedang memakai handuk.

“aaaaaahhhhhhh….” teriak kim bum.

So eun langsung menutup pintu kamar kim bum dan lari dilorong untuk mencari kamarnya. Sementara itu, kim bum yang terkejut langsung buru-buru mengenakan pakaiannya dan mengejar so eun.

“hey, tukang ngintip mau kemana kau?” teriak kim bum.

“gawat, dia mengejarku…” ucap so eun. sialnya, saat sedang berusaha menghindar so eun tersandung dan terjatuh dilantai. Kim bum langsung menghampiri so eun.

“hey, tukang ngintip. Kau berusaha kabur dariku ya?” bentak kim bum.

“apa? Tukang ngintip? Jaga omonganmu. Siapa juga yang mengintipmu” teriak so eun.

“kalau kau bukan tukang ngintip untuk apa kau ada dikamarku?” tanya kim bum.

“a…aku salah masuk kamar” jawab so eun.

“salah masuk kamar. Memangnya kau ini siapa? Kau inikan tidak tinggal disini. Pasti kau ini maling” ujar kim bum.

“maling? Enak saja kau bilang aku maling. Aku ini bukan maling” bentak so eun.

“pokoknya, aku tak mau tahu. Sekarang kau ikut aku, aku akan membawamu kekantor polisi” omel kim bum sambil menarik tangan so eun turun ke bawah.

“hey, lepaskan aku. Sudah berapa kali ku bilang kalau aku bukan maling” ucap so eun.

“tolong, tolong..” teriak so eun.

“dasar bodoh, untuk apa kau berteriak minta tolong. Tidak ada yang mau menolong maling dirumah ini” ucap kim bum tetap menarik so eun. Tiba-tiba, ia berhenti begitu melihat kakeknya dan Pak Han.

“ada apa ini ribut-ribut?” tanya hee bong.

“heh. Kena kau. Kakek, aku memergoki wanita ini ada dikamarku. Sepertinya, ia maling kek. Ah, kebetulan kau ada disini Pak Han, sekarang kau bawa wanita ini ke kantor polisi” ucap kim bum.

“jaga bicaramu itu kim bum. so eun ini sekarang akan jadi bodyguard mu” ucap hee bong geram dengan kelakuan kim bum.

“Apppaaaaa????” teriak kim bum dan so eun bersamaan.

Kim bum dan so eun langsung betatapan satu sama lain saking kagetnya.

-bersambung-


Semoga kalian suka dengan FF ku yang kedua ini…

Jangan lupa kritik dan sarannya…

Okok…

Tags: , , , , , , , , , ,

About bumssoindo

We are fanbase of BUMSSO (Kim Bum and Kim So Eun) from Indonesia

24 responses to “My Lovely Bodyguard part 1”

  1. sary aj0w says :

    Bguuuuz..ketemu prtama lgsg ngintip..hahaha

  2. anies says :

    wah, keren
    unnie jago karate euy..
    diminta jagain oppa lg..
    cinta bersemi dh xD

    pagi pagi sblum ujian, jadi baca ff dulu xD
    lanjutkn author

  3. rosiyani 'oci' says :

    wahhhh seruuu… hahaha.. kocak nih masa eunnie tar yg jadi bodyguard bum .. ga kebalik tuh.. hihi…
    asiiiik bakal seru nih kayanya.. lanjut deh author part berikutnya…
    tapi tapi jangan dilupain jg FF yg satu lagi jg mesti diselesaiin. hhi…
    semangatttt !!!

  4. vanka says :

    daebak…dtnggu next partnya..GPL>>>>>>>>>

  5. Danish Ashley Eun says :

    hahahaahahah

    Keren FF nya… Author hebat

    Gokil, bagian yg pas so eun masuk k kamar kim bum n kim bum ngira so eun maling tuh lucu banget
    smpe kekeh bacanya …..

  6. merli says :

    wahh seru seru seru banget ……..
    lucu banget waktu soeun di bilang ngintip kim bum😀

    lanjut ya aku penasaran !!!!!!!!!!!!

  7. Indah_ELF says :

    Haaaa …
    Suka q .sdi mamah so eun meningal … Ky’y seru bgt nich Lanjuttt q penasaran …

  8. kimmify says :

    seruuu banget! aku suka!
    penasaran pas si onni jadi bodyguardnya kimbum
    lanjut yaaa! penasaran banget.
    fighting!!!!!

  9. bismania luph bumsso says :

    bguzzzzzzzzzz bgets,
    n so psti seru abizzzzzzz,………..
    lanjutin author,……….
    ~ _ ^
    BN~

  10. chiby says :

    keren chingu. . . so eun hbt bgt jga kshn ditnggal eommanya. . .
    lanjt. . . ditnggu. . . .

  11. seororoevilkyu says :

    keren,keren,,
    lanjut,,lanjut..

  12. krista says :

    keren2 ini critanyaa !! wahh penasaran bgt sm kelanjutannya chingu
    di tunggu part berikutnya yaa😀

  13. ditamal soeulmates says :

    wah aku sk kl cerita nya
    kerenz eunni pandai karate

    pst seru cerita lanjutan nya
    dilanjut kan ya

  14. Bummiearab says :

    Lanjutttttttttttt
    sungguh tak sabar menantiiii
    semoga bukan penantian panjang ya thor. Intinya next part ngebutttttttt o.ke

    aza..aza..aza fighting

  15. Mii-kun says :

    Hmmmmmm…….ceritanya bagus kok…… ^-^
    Tapi ada kemiripan dgn FF yg dulu pernah aq baca di blog lain……… ~_~ ceritanya So Eun jadi bodyguard Kim Bum gitu…….

    Lanjutkan yaa~

  16. Atin says :

    Iy qkaya dah pernah baca ff seperti nee,tp beda-nya ortu so eun 2-2nya meninggal., sepertinya agak2 lp.tp seru kug crtanya.,🙂

  17. dini ramadhani says :

    ceritanya seru n kocak,mau lanjut ke next part ya

  18. dhia says :

    hahahaha…
    wah…kesan pertamanya ajj udah jelek,gimana selanjutnya ya…???
    makin penasaran nich!

  19. niiz says :

    Kayag udh pernah bca di epep. Emg bda.bda dikitlah ma epep sbelumnya.

  20. BoeLboeL says :

    waaahhh,,,,seru nih kayak’nya???!!!
    Lsg lanjut baca ahh,,asikkkk g pake nunggu lama,,,xixixixi

  21. HalcaliGaemKyu says :

    Bagus chingu
    tp maunya baca ff yg cast utamanya kyu
    tp bagus kok
    gumawo

  22. tyas27 says :

    haha soeun dituduh maling wkwk

  23. clara says :

    so eun jadi bodyguardnya kimbum..hahhahahaa..

  24. Melsyana says :

    Wah, kim so eun jadi bodyguard kim bum. Gak bisa dibayangi kayak mana wajah kimbum, karna bodyguardnya cewek.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: