Love from Spring and Winter 5

Author : phoelfish

Main Cast: Kim Bum , So Eun

Cast: Jung Somin, Kim Hyunjoong

Genre: Romantic/Family/Friendship

Type: Sequel

Disclaimer : semua cast di sini belongs to God and theirselves, kecuali Super Junior Donghae resmi punya author *ditendang elfish ke taiwan

Warning : typo(s), OOC, abal, garing, gaje

Foreword : stelah sekian lamanya author hiatus gara-gara UNAS dan gara-gara stuck gak nemu ide cerita, akhirnya author sarap ini balik lagi. Author mohon doa reader semua biar bisa lulus unas dengan hasil memuaskan. Mian kalo ff di bawah nggak sesuai harapan. Mian juga updatenya super lambreta. Special part ini aku panjangin. Enjoy read!

Pagi ini Soeun berangkat kuliah kembali diantar Hyunjoong. Sebenarnya Hyunjoong kuliah siang, tapi ia memaksa untuk berangkat bersama Soeun. Soeun hanya mendesah berat. Ia sudah pasrah. Padahal hari ini ia ingin mengajak Kimbum ke prom night.

“Masuklah! Kalau sudah selesai, tunggu aku di kesekretariatan.” Pesan Hyunjoong sambil mengelus puncak kepala Soeun.

Tidakkah ini semakin berlebihan? Hyunjoong sampai mengantar Soeun hingga depan kelas. Cukup banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka. Penyakit sister complex Hyunjoong sudah makin parah ternyata.

“Arraseo, oppa. Sudah pergi sana!” usir Soeun geram. Ia sangat tidak enak kepada teman-teman sekelasnya.

“Aish, bagaimana aku bisa mengajak Kimbum ke prom night? Bertemu saja susah.” Soeun tidak berhenti menggerutu dalam hatinya. Sepanjang kelas ini ia juga tidak terlalu memperhatikan. Sebagian pikirannya melayang pada Kimbum dan yang sebagian lagi pada Hyunjoong. Baru kali ini berpikir lama tentang pria.

~@.@~

Soeun menghela napas lega karena tidak menemukan sosok Hyunjoong saat ia keluar dari kelasnya. Pasti Hyunjoong sudah masuk kelasnya sendiri. Kuliah di fakultas Kedokteran memang susah. Hoho! Ternyata ada untungnya juga. Soeun bisa bebas selama beberapa waktu ini.

Senyum Soeun tidak berhenti merekah saat ia memutuskan untuk mencari Kimbum dan mengajaknya ke prom night nanti.

Tapi, langkah Seoun terhenti. Ia menyipitkan matanya yang sudah sipit.

“Bukankah, itu Jung Somin?” Soeun bergumam pada diri sendiri.

Gadis dengan rambut dikuncir dua itu memang benar-benar Jung Somin. Orang yang mengajak Hyunjoong ke prom night kemarin. Hari ini ia tampak tidak bersemangat. Pasti karena ditolak Hyunjoong. Belum lagi, tatapan sinis yang mengarah padanya. Sama seperti tatapan sinis yang didapat Soeun.

“Dasar oppa!” geram Soeun, masih mengintip Somin yang tampak dihibur oleh dua orang temannya.

“Hey!”

Soeun berjengit kaget dan terhuyung saat badannya ditepuk seseorang. Jantungnya langsung berdebar cepat sekali.

“Kimbum? Jangan mengagetkanku!” teriak Soeun sambil memegangi dadanya.

“Mianhae.” Kimbum mengucap maaf sambil tersenyum manis, membuat debaran jantung Soeun bertambah cepat.

“Gwaenchanha.” Soeun menundukkan wajahnya, menyembunyikan pipinya yang sudah memerah.

“Kau sedang apa? Tidak kuliah?”

“Kelasku baru saja selesai lima menit yang lalu.”

“Mana Hyunjoong?”

“Entahlah. Mungkin sedang ada kelas. Kau sendiri?”

“Kelasku juga baru selesai. Masih ada sejam sebelum kelas yang lain.”

“Hmm, apa kau bisa membantuku?”

Kimbum menautkan kedua alisnya, “Apa yang harus kulakukan?”

“Lihat wanita yang ada di sana?”

Soeun menunjuk ke arah Jung Somin dengan telunjuknya. Kimbum menyipitkan matanya, pandangannya mengikuti arah telunjuk Soeun.

“Yang dikuncir dua itu?”

“Ne.”

“Jung Somin?

“Kau mengenalnya?”

“Hanya sekedar tahu saja. Ada apa dengannya?”

“Dia menyukai oppaku.”

“Jangan bilang kalau dia orang yang mengerjaimu!”

“Tidak, bukan begitu. Dia mengajak Hyunjoong oppa pergi ke prom night, tapi oppa menolaknya.”

“Lalu?”

“Apa kau mengenalnya?”

“Sudah kubilang hanya sekedar tahu saja.”

“Bisa kau ceritakan apa saja yang kau tahu padaku?”

“Untuk apa?”

“Hanya ingin tahu saja.”

Kimbum mendesah sambil menatap Soeun yang tidak sabar menunggunya buka suara.

“Dia itu mahasiswa keperawatan. Satu angkatan denganmu. Ayahnya pemilik restoran mie. Dia gadis yang baik, ceria, ramah, sekaligus ceroboh. Dan agak bodoh.”

Alis Soeun mengernyit saat Kimbum berkata bodoh. Memang Somin bodoh seperti apa dan dalam hal apa?

“Oleh karena itu aku tidak akin dia yang mengerjaimu. Dia gadis yang polos.” Lanjut Kimbum.

Soeun masih menatap Kimbum yang sudah selesai bercerita. Sedikit menyeruak perasaan aneh di hatinya. Perasaan yang disebut cemburu. Ia agak kesal karena Kimbum mengetahui cukup banyak tentang Jung Somin.

“Soeun-ah?” Kimbum melambaikan tangannya di depan mata Soeun.

“Ah, n-ne?”

“Kau melamun? Aku tahu aku tampan, tapi tidak usah terpesona seperti itu.”

Soeun mencibir dan meninju bahu Kimbum yang tiba-tiba berubah narsis. Ia memang terpesona dengan ketampanan Kimbum.

“Hanya Hyunjoong oppa dan appa pria paling tampan di dunia.”

Kimbum terkekeh. Soeun masih melayangkan tinjunya ke arah tubuh Kimbum yang lain. Kimbum mengaduh berpura-pura kesakitan, membuat Soeun terus meninjunya.

“Oh, ya.bagaimana kau bisa tahu tentang Jung Somin? Kau kan mahasiswa seni.”

“Hmm, dari teman. Kenapa kau ingin tahu tentang dia?”

“Aku benar-benar tidak enak gara-gara Hyunjoong oppa menolaknya kemarin. Wajahnya terlihat muram sekali. Dia pasti sangat sedih.”

“Ya, itu salah satu kebodohannya.”

“Kau tidak tahu bagaimana oppa menolaknya. Padahal dia gadis yang baik. Seperti katamu.”

“Dia memang baik.”

“Jadi, Kimbum-ah, bisakah kau membantuku?”

“Apa yang harus kulakukan?”

“Aku ingin dia pergi dengan Hyunjoong oppa ke prom night nanti.”

“Bukankah dia sudah ditolak?”

“Tidak ada salahnya kan mencoba lagi? Lagipula, aku suka padanya. Dia terlihat cocok dengan Hyunjoong oppa. Sikap jutek oppa pasti hilang kalau dengan gadis seperti dia.”

“Lalu kau mau melakukan apa?”

Soeun menoleh ke arah Kimbum yang menunggu jawabannya. Soeun mau melakukan apa? Entahlah. Memang apa yang bisa Soeun lakukan?

“Molla.”

Tatapan Kimbum berubah tajam. Ia menyentil dahi Soeun pelan.

“Kau ini bagaimana sih, Soeun-ah?”

“Maka dari itu aku butuh bantuanmu.” Soeun mengusap dahinya yang nyeri.

Kimbum memutar bola matanya dan mendecak kesal. Sepertinya Soeun hanya ahli di bidang fotografi saja. Dia bodoh kalau sudah bicara masalah asmara.

“Bagaimana kalau tanyai Somin dulu?”

“Ne, benar juga. Jangan-jangan dia sudah tidak bernyali gara-gara penolakan kemarin.”

Kimbum mengangguk senang karena Soeun cepat tanggap dengan maksudnya.

Tanpa menunggu instruksi selanjutnya dari Kimbum, Soeun berjalan ke arah Somin yang sedang bercanda dengan kedua temannya di salah satu bangku taman.

“Anneong Somin-ssi!” sapa Soeun ramah.

Yang dipanggil menatapnya kaget. Ia menoleh ke arah dua temannya yang mengapitnya di samping kanan-kiri. Ada apa adik Hyunjoong tiba-tiba menghampirinya?

“Ne?”

Soeun mengulurkan tangannya, “Kim Soeun imnida.”

“Jung Somin.” Somin berusaha tetap bersikap ramah walaupun ia shock dan dalam hati terus bertanya-tanya dengan kedatangan Soeun.

“Aku minta maaf atas sikap oppaku kemarin. Dia memang tidak sopan. Tapi, sebenarnya dia baik kok.”

“Ne, gwenchanha. Aku yang salah karena mengajaknya tiba-tiba seperti itu.”

“Jung Somin-ssi, apa kau masih mau pergi ke prom night dengan Hyunjoong oppa?”

“AKU MAU!!!” pekik Somin tanpa sadar. Ia langsung membekap mulutnya yang keceplosan. “Tentu aku mau.” Somin memelankan suaranya.

“Syukurlah.” Gumam Soeun di sela-sela kekehannya. Gadis di hadapannya ini sangat lucu ternyata.

“Tapi, Hyunjoong kan sudah menolakku.” Nada suara Somin berubah sedih.

“Tenang saja aku akan membantumu bicara dengan oppa.”

“Jincayo?!”

Soeun mengangguk mantap sambil tersenyum. Mungkin ia bisa membujuk oppanya pulang kuliah nanti. Pulang kuliah? Bicara tentang pulang kuliah, jam berapa sekarang? Gawat kalau kelas Hyunjoong sudah selesai dan ia tidak menemukan Soeun di kesekretariatan.

“KIM SOEUN!!!”

Tubuh Soeun mendadak beku mendengar teriakan yang memanggil namanya. Tidak perlu menoleh untuk memastikan itu siapa. Soeun sangat-sangat mengenali suara ini. Kim Hyunjoong.

“Kenapa kau ada disini? Bukankah aku menyuruhmu untuk menunggu di kesekretariatan?”

“Mianhae oppa.” Ucap Soeun sambil menunduk. Takut sekaligus malu.

“Kim Hyunjoong! Kenapa kau membentak adikmu?”

Kali ini Soeun mendogak menatap tidak percaya ke arah Somin yang membelanya.

“Aku kan sudah memperingatkanmu untuk tidak berkeliaran di tempat lain tanpa aku. Sedang apa kau disini?” Hyunjoong terus mengomel pada Soeun tanpa menghiraukan teriakan Somin barusan.

“Kim Hyunjoong!” teriak Somin lagi. Berhasil. Kali ini Hyunjoong menatap ke arahnya.

“Jangan ikut campur!” desis Hyunjoong disertai tatapan tajam.

“Oppa, jangan seperti itu.” Bisik Soeun. Jangan sampai oppanya berbuat keterlaluan lagi pada Somin.

“Sedang apa kau disini? Ini bukan fakultasmu.” Tanya Hyunjoong lagi. Ini daerah fakultas keperawatan.

“Begini oppa….” Soeun menarik napas panjang. Tidak sanggup melanjutkan kata-katanya.

Hyunjoong masih menatap Soeun, menunggunya mengutarakan maksudnya.

“Aku ingin oppa pergi ke prom night dengan Somin-ssi. Bagaimana? Oppa mau kan?” tanya Soeun dengan suara sedikit bergetar karena ragu.

“Mwo? Pergi ke prom night dengan gadis bodoh ini? Bahkan menyuntik pun dia tidak bisa. Apanya yang mahasiswa keperawatan?” ledek Hyunjoong dengan suara jutek khasnya.

“APA? Kau bilang aku bodoh?” kali ini Somin yang bereaksi.

“Ne, kau memang bodoh. Selesaikan dulu tes menyuntikmu besok. Baru kupertimbangkan mau pergi denganmu atau tidak.”

Mata Soeun berbinar dengan ucapan Hyunjoong barusan. Itu artinya Hyunjoong memberi Somin kesempatan.

“Oppa, kau tidak akan menarik kata-katamu kembali kan?” tanya Soeun.

Hyunjoong menatapnya dengan pandangan bingung. Tapi, kemudian ia menggeleng. Membuat senyum Soeun merekah lebar.

“Somin-ssi, berusahalah untuk tesmu besok. Hyunjoong oppa mau pergi ke prom night denganmu.”

“Mworago?” pekik Hyunjoong.

“Jeongmal?”

Soeun mengangguk menanggapi pertanyaan Somin barusan. “Oppa, kau sendiri yang bilang tidak akan menarik kata-katamu.”

Hyunjoong mendengus kesal dan membuang muka. Terkadang Soeun bisa berubah licik dan perkataannya tidak bisa dibantah sama sekali.

“Baiklah aku akan berusaha.” Ujar Somin senang.

“Ne, berusahalah! Aku mendukungmu. Fighting!” teriak Soeun memberi semangat sebelum ia ditarik Hyunjoong pulang.

~@.@~

“Oppa, sampai kapan kau mau menyeretku? Memang aku anjing apa?” protes Hyunjoong.

“Jangan banyak bicara. Kuantar kau pulang. Kuliahmu sudah selesai kan?”

“Ne, memang kuliah oppa sudah selesai.”

“Aku ada shift di klinik mahasiswa setengah jam lagi, makanya ayo kuantar pulang! Daripada kau berkeliaran dengan Kimbum.”

Kimbum? Astaga, Soeun lupa kalau tadi ia bersama Kimbum. Ia bahkan tidak mengucapkan selamat tinggal pada Kimbum tadi. Dan yang paling parah. Ia belum mengajak Kimbum ke prom night. Padahal acaranya besok malam. Kalau begini ia tidak akan punya kesempatan.

“Oppa, aku tidak mau pulang. Aku mau di sini dulu. Aku akan menunggu oppa. Di kesekretariatan kok.”

“Shiftku lima jam. Kau mau menunggu selama itu?”

Soeun tercengang mendengar jawaban Hyunjoong. Lima jam? Sekarang masih jam sebelas. Itu artinya Soeun akan pulang sore.

“Hmm… gwaenchanha. Aku tidak keberatan. Tidak masalah.” Jawab Soeun. Sebenarnya ia ragu, tapi demi Kimbum apa yang tidak?

“Terserah kau saja. Tapi, kau harus menungguku di klinik juga.”

“Geurae.” Soeun mengangguk menyetujui syarat Hyunjoong. Mungkin nanti ia bisa mencuri waktu untuk kabur menemui Kimbum.

~@.@~

Hyunjoong tersentak kaget saat ia masuk ke klinik dan melihat siapa asistennya hari ini. Calon perawat yang bahkan menyuntik saja ia tidak bisa.

Hyunjoong mengabaikan Somin, sementara Soeun memekik senang melihat Somin ada di sana.

“Somin-ssi, kupikir aku akan mati bosan.” Ujar Soeun sambil duduk di dekat Somin yang sedang sibuk dengan teddy bear super size.

“Untuk apa kau membawa boneka ke klinik?” tanya Hyunjoong dengan nada sinis.

“Latihan menyuntik. Aku kan ingin pergi ke prom night denganmu.” Jawab Somin tanpa menoleh.

“Kalau latihan dengan benda seperti itu mana ada gunanya?”

Somin tidak menghiraukan ucapan Hyunjoong. Ia terus menyuntikkan jarum di tangannya ke lengan teddy bear itu. Soeun bisa melihat tangan Somin yang bergetar hebat saat jarum suntik itu mengarah ke lengan teddy bearnya. Soeun sampai takut sendiri.

“Somin-ssi? Gwaenchanha?” tanya Soeun melihat keringat sebesar jagung yang bercucuran di kening Somin.

Somin menatap Soeun sekilas dan tersenyum. “Gwaenchanha. Aku pasti bisa!”

“Hwaiting!” pesan Soeun sebelum ia mengambil kamera di dalam tasnya dan keluar klinik untung hunting foto. Dengan seizin Hyunjoong pastinya.

~@.@~

Lensa kamera Soeun terbidik ke berbagai objek yang menurut pemiliknya menarik. Mulai dari pohon ek besar di depan klinik, sampai burung-burung yang bersarang di atas sana tidak lepas dari jepretan Soeun. Dan hasilnya tampak bagus sekali.

Mata Soeun menyipit saat melihat seekor kucing yang memanjat lincah ke atas pohon. Dengan sigap, ia sudah mengalihkan lensanya ke kucing gembul abu-abu itu. Menekan shutternya berkali-kali, tapi kamera itu merosot dari tangan Soeun saat hewan lucu itu tergelincir dan meluncur ke tanah setelah tersangkut beberapa ranting.

BRUKKK!

Bunyi debam itu cukup keras di telinga Soeun. Dengan segera Soeun menghampiri kucing malang itu.

“Omona, pussy kau terluka!”

Jelas kucing itu terluka cukup parah. Kulit abu-abunya bebercak merah. Sebagian bulunya mengelupas. Kucing itu meraung dengan eongan yang keras. Ia pasti kesakitan, tapi berdiri saja dia tidak sanggup.

“Soeun-ah, apa yang terjadi?” tanya Somin yang memekik kaget melihat binatang kecil di hadapannya terluka.

“Kasian kucing ini! Bawa ke klinik!”

Tanpa banyak cakap lagi, Somin langsung menggendong kucing malang itu. Tidak peduli bajunya yang kotor atau lengannya yang terluka karena kucing itu terus berontak berusaha melepaskan diri.

Untung klinik sedang sepi hari ini. Jadi, tidak ada suara protes karena Somin membawa kucing yang berisiknya minta ampun. Hyunjoong juga entah berada dimana.

Somin sangat kewalahan karena sedikit saja ia menyentuh salah satu bagian tubuh kucing itu, kucing itu akan mengeong dengan keras dan berusaha lari.  Cakarnya merusak semua yang ada di sekitarnya.

“Diamlah kucing manis! Biarkan aku mengobatimu!” pinta Somin yang nyaris menyerah. Lengannya benar-benar perih karena terkena cakar tajam kucing itu.

“Kenapa tidak dibius saja?” usul Soeun yang prihatin melihat Somin.

“Ah ne, kau benar!” Somin menerima usul Soeun. ia segera beranjak ke rak berisi obat-obatan dan mengisi suntikannya dengan cairan berwarna kuning pucat.

“Sabar ya kucing manis, sebentar lagi tidak akan terasa sakit lagi.” Gumam Somin lembut. Ia memegang kaki depan kucing itu perlahan dan menyuntikkan obat bius tadi. Dalam sekejap, kucing itu menjadi tenang.

Soeun menatap Somin lekat. Masih heran dengan apa yang dilihatnya barusan. Ia terus memperhatikan Somin selagi yeoja menyelesaikan tugasnya.

“Sudah selesai! Akhirnya.” Somin menghela napas lega. Ia menatap kucing itu kemudian mengelus kepalanya yang sekarang botak.

Soeun mengerjap beberapa kali, “Kau melakukannya Somin-ssi!” pekik Soeun sambil mencengkram lengan Somin, membuatnya meringis.

“Apa?” tanya Somin bingung.

Mata Soeun berbinar sambil memasang senyum lebar. Dipeluknya Somin dengan sangat erat. Somin semakin bingung dengan tingkah Soeun.

“Kau melakukannya!!!”

Somin masih memandang Soeun penuh tanda tanya. Memang apa yang sudah ia lakukan? Somin mengobati kucing itu? Sudah sewajarnya kan? Lalu apa yang salah?

“Hya! Kalian kenapa berisik di sini?”

Soeun langsung melepas pelukannya dan berlari menyambut suara omelan tidak menyenangkan dan tatapan marah Hyunjoong.

“Oppa, Somin-ssi melakukannya!” jerit Soeun girang sambil meloncat seperti anak kecil.

“Melakukan apa?” tanya Hyunjoong dengan dahi berkerut. Sesekali ia melirik ke arah Somin yang masih bingung.

“Dia menyuntik kucing itu oppa! Dia berhasil! Berhasil!” jawab Soeun masih dengan menjerit.

“Aku menyuntik?” kali ini Somin yang bertanya keheranan.

“Ne, Somin-ssi. Kau berhasil melakukannya! Masa kau tidak sadar?” ucao Soeun yang benar-benar senang.

“Jeongmalyo?” Somin melirik kucing gembul yang sedang terlelap di ranjang klinik. Setengah jam yang lalu kucing itu memberomtak hebat. Ia tersenyum, tidak percaya dengan apa yang dilakukannya tadi.

“Ini belum apa-apa. Tesmu besok yang menentukan!”

Suara Hyunjoong barusan menghilangkan kegembiraan sesaat Somin. Ini memang bukan apa-apa. Lagipula yang ia suntik adalah kucing bukan manusia. Itu artinya sama saja ia belum berhasil.

“Gwaenchanha, Somin-ssi. Ini permulaan yang bagus!” ujar Soeun sambil menggenggam lengan Somin erat. Lagi-lagi Somin meringis.

“Apo,” erang Somin sambil menarik lengannya.

“Gwaenchanhayo?” Soeun menarik tangan Somin untuk melihat apa yang menyebabkan Somin meringis.

Terlihat banyak baret-baret berwarna merah bekas cakaran kucing tadi di sana.

“Aigo, lenganmu terluka!” pekik Soeun. Somin hanya tersenyum sambil menahan sakit.

Tiba-tiba ada sebuah lengan kekar yang menarik pergelangan tangan Somin, mendudukkan Somin di salah satu kursi dan mengobati lengan Somin.

“Kau ini kenapa ceroboh sekali sih? Berhasil mengobati kucing itu, tapi membiarkan dirimu sendiri terluka.”

Somin tersenyum mendengar omelan Hyunjoong. Ternyata namja ini perhatian padanya. Ia memang jutek dan bersikap menyebalkan, tapi setidaknya Somin sudah selangkah lebih maju.

Soeun menyandarkan tubuhnya ke tembok dan memainkan shutter kameranya. Ia mengarahkan lensanya ke pemandangan baru di hadapannya. Untuk pertama kalinya hal ini terjadi. Hyunjoong memperhatikan yeoja lain selain dirinya dan eomma mereka.

“Terima kasih pussy!” Soeun mengelus kucing di sampingnya yang sudah mulai membuka mata dengan penuh sayang.

“Nanti aku akan memberimu sarden.” Janji Soeun pada kucing itu.

~@.@~

Entah kenapa Soeun was-was pagi ini. Padahal seingatnya, ia sama sekali tidak melewatkan atau ada jadwal yang penting. Apa hari ini ada ujian mendadak? Bukankah ujian fakultasnya sudah selesai minggu lalu? Kalau begitu ini ujian apa lagi?

Soeun mengangguk menemukan jawabannya saat ia melihat Hyunjoong yang baru keluar dari kamarnya. Hari ini adalah hari penentuan apakah Somin bisa pergi ke prom night dengan Hyunjoong atau tidak.

“Oppa, bagaimana perasaanmu hari ini?” tanya Soeun saat sarapan.

“Baik. Hari ini aku tidak bisa makan siang denganmu. Aku harus mengurusi prom night nanti.”

“Ne, gwaenchanha. Aku bisa makan siang sendiri atau dengan yang lainnya.” Ujar Soeun tanpa menyebut nama Kimbum. Takut Hyunjoong tiba-tiba bad mood.

“Hari ini ada prom night?” tanya eomma yang baru datang sambil membawa buah dari dapur.

“Ne. Hari ini anniversary universitas, eomma.” Jawab Soeun sambil mengambil pisang.

“Whoa, jadi ingat zaman kuliah. Eomma jadi queen lho!”

“Jinca?”

“Ne, eomma sangat cantik waktu muda dulu.” Eomma berkata sambil mengenang masa lalunya dulu. Perkataan eomma yang singkat tadi, bisa jadi dongeng panjang kalau Hyunjoong tidak menarik tangan Soeun dan segera berangkat.

~@.@~

“Kenapa oppa tiba-tiba menarikku? Eomma kan belum selesai bicara.” Protes Soeun begitu mereka tiba di kampus. Ia tidak sempat protes di jalan karena takut mengganggu konsentrasi menyetir Hyunjoong.

“Kau mau telat ke kampus hanya gara-gara cerita tak berujung eomma?”

Soeun menggeleng. Benar juga apa yang dikatakan Hyunjoong. Malas sekali kalau pagi-pagi sudah tambah sarapan celotehan panjang eomma.

“Oppa, menurutmu apa Jung Somin bisa melewati tesnya hari ini?” tanya Soeun.

“Molla dan aku tidak peduli.” Jawab Hyunjoong cepat sambil berjalan dengan langkah lebar mendahului Soeun.

Soeun hanya memanyunkan bibirnya. Sifat galak oppanya kembali lagi. Haish!

~@.@~

Masih ada setengah jam sebelum Soeun masuk kelas. Untung Hyunjoong ada kelas pagi, jadi ia bisa berkeliaran di fakultas keperawatan sekarang.

Mata bulat Soeun sibuk mencari-cari dimana sosok Somin. Ia hanya ingin memberi Somin semangat.

“Kim Soeun?”

Soeun berlari menghampiri yeoja berambut cokelat bergelombang yang sedari tadi ia cari-cari.

“Sedang apa kau di sini?” tanya Somin.

“Ottohke? Kau tidak gugup kan? Aku yakin kau bisa lulus tes ini, Somin-ssi.” Ucap Soeun sambil menepuk pundak Somin.

“Ne, gomawo.”

“Kau pasti bisa. Kau melakukannya dengan baik kemarin. Kucing itu pasti juga mendoakanmu.”

Somin tersenyum mendengar candaan Soeun. jantungnya yang tadi berdegup kencang, sekarang sudah lebih tenang.

“Ne, aku harus masuk sekarang!” pamit Somin.

“Masuklah! Kita bertemu saat makan siang. Hwaiting!” Soeun memberi semangat terakhir sebelum Somin masuk ke kelasnya.

Ia kembali was-was. Semoga Somin bisa melakukannya dengan baik.

~@.@~

Soeun cukup heran karena beberapa hari ini banyak sekali hal-hal yang membuatnya kurang konsentrasi ke pelajaran di kampus. Mulai dari Hyunjoong, Kimbum, dan sekarang Somin. Soeun sangat cemas dengan hasil tes Somin.

Ia sampai mendapt lemparan kapur gratis yang tepat mengenai kepalanya karena kedapatan melamun di kelas.

“Jangan melamun, Kim Soeun! aku tahu nanti malam prom night dan kau tidak perlu meratapi nasibmu yang belum punya pasangan!”

Blush! Ucapan Park Songsaem benar-benar menusuk. Ia sangat malu sekarang. Wajahnya terasa panas sekali. Belum lagi gelak tawa yang meledak di seluruh kelas. Membuat Soeun semakin menunduk.

Ia memang belum mengajak Kimbum pergi ke promnight itu. Sebenarnya ia ingin mengatakannya kemarin, tapi tidak ada kesempatan. Hari ini adalah kesempatan terakhirnya. Jangan sampai Kimbum sudah diajak pergi oleh yeoja lain.

Pikiran Soeun tersita kepada Somin dan Hyunjoong, ia sampai tidak sempat memikirkan dirinya sendiri.

~@.@~

Soeun sangat lega karena bisa bebas tanpa Hyunjoong seharian ini. Tidak ada lagi orang yang akan melarangnya pergi menemui Kimbum. Jadi, di sinilah Soeun sekarang. Tersenyum lebar menatap Kimbum yang sedang memainkan gitar elektrik di studio fakultas seni musik.

“Kim Soeun!”

Soeun menoleh dengan perasaan kecewa ke arah orang yang memanggilnya.  Tapi, ia tersenyum begitu tahu itu Somin.

“Kau kucari kemana-mana!” ujar Somin dengan napas ngos-ngosan.

“Ada apa, Somin-ssi?” tanya Soeun penasaran. Ada apa gerangan sampai Somin menyusulnya ke sini?

“Ini tentang tesku!” Somin mengacungkan amplop coklat di depan Soeun.

Mata Soeun langsung melebar mendengar kabar yang dibawa Somin kali ini. Bagaimana hasil tes Somin?

“Eotte?” nada bicara Soeun langsung berubah gugup.

“Kau lihat saja sendiri!”

Soeun langsung meraih kertas dari tangan Somin dan membukanya dengan tidak sabar. Di hadapannya Somin masih mengatur napasnya dan tampak menunggu ekspresi Soeun.

“KYAAA!”

Soeun langsung memekik senang dan menghambur memeluk Somin yang juga tersenyum di hadapannya. Mereka berdua saling berpelukan sambil melompat-lompat, menimbulkan kehebohan mendadak di sepanjang koridor. Band Kimbum sampai menghentikan latihan mereka.

“Kau lulus! Selamat ya?”

“Ne, kamsa hamnida.”

“Kau hebat Somin-ssi.”

“Ini semua gara-gara kucing itu. Entahlah, aku juga tidak tahu kenapa bisa melakukannya.”

“Kau harus segera memberi tahu Hyunjoong oppa!” perintah Soeun. Ia menyerahkan kembali amplop cokelat itu pada Somin.

“Ne, aku sudah mencari ke kelasnya, tapi tidak ketemu.”

“Ahh, Hyunjoong oppa sedang sibuk untuk persiapan prom night. Tenang saja. Akan kupastikan ia memnjemputmu nanti malam.”

Somin mengangguk sambil terus mengembangkan senyumnya. “Aku pergi dulu. Annyeong!”

Soeun melambaikan tangannya pada Somin yang semakin menjauh. Perasaan Soeun sedikit lega sekarang. Tapi, jantungnya kembali berdetak cepat dan disergap dengan perasaan was-was begitu melihat Kimbum yang menghampirinya dengan raut bingung.

“Ada berita bagus?” tanya Kimbum.

Soeun mengangguk. “Somin berhasil lulus tes menyuntik. Ia bisa pergi ke prom dengan Hyunjoong oppa nanti malam.”

“Whoa! Aku ikut senang. Gadis itu memang pantang menyerah.”

Terselip secuil perasaan iri saat Kimbum memuji Somin. Soeun juga mau dipuji seperti itu.

“Soeun-ah, gwaenchanhayo?” Kimbum menepuk pelan pipi Soeun yang menatapnya dengan pandangan yang sendu.

“Ne.” Soeun mengangguk. Pipinya merona karena disentuh Kimbum tadi. Kalau saja ia maniak, maka ia tidak akan cuci muka.

“Kau tidak sakit kan? Atau kau dikejar fans brutal lagi?”

Kali ini Soeun senyum Soeun merekah karena mendengar kekhawatiran pada nada bicara Kimbum. Ternyata Kimbum perduli padanya.

“Aniyo. Kimbum-ah, apa kau akan datang ke prom juga?” ada seulas keraguan dan rasa gugup saat Soeun bertanya pada Kimbum.

“Ne, tentu saja. Bandku akan tampil.”

“Bandmu akan tampil?”

“Ne, kau datang juga kan?”

“Hmm, tapi….”

“Mau kujemput jam berapa?”

Mata Soeun membulat mendengar pertanyaan Kimbum. Apa ini artinya Kimbum mengajaknya ke prom?

“Eh?” Soeun masih tidak bisa memutuskan. Memang prom akan dimulai jam berapa?

“Baiklah, kujemput kau jam enam. Bagaimana?”

Soeun hanya mengangguk tanda setuju. Ia terlalu senang sampai lidahnya menjadi kaku.

“Dandanlah yang cantik Soeun-ah!” pesan Kimbum sambil mengacak rambut Soeun pelan sebelum ia kembali berlatih.

Soeun sempat bengong selama beberapa detik. Ia hanya mengedipkan matanya sambil merapikan poninya yang sedikit acak-acakan. Beberapa detik berikutnya ia lari sambil bersorak senang. Ia harus menemukan semua perlengkapan untuk prom nanti malam.

~@.@~

Mianhae, jeongmal mianhae kalo mengecewakan *author bungkuk smpe kejedot lantai* bener-bener stuck pas nulis part ini. Tapi, author tetep butuh komen dari readers supaya bisa memperbaiki kekurangan untuk part selanjutnya. Authot terharu dan berterima kasih banget kalo masih ada yang sudi baca ff ini. Gomapseumnida yeorobuuun!

Tags: , , ,

About bumssoindo

We are fanbase of BUMSSO (Kim Bum and Kim So Eun) from Indonesia

33 responses to “Love from Spring and Winter 5”

  1. krista says :

    makin seru nie critanya, author !! gag sabar nunggu part berikutnya !!🙂

  2. JustAqilla says :

    Wah, keren kok thor^^ lanjut yaaa🙂

  3. Danish Ashley Eun says :

    hahahahaha

    So eun seneng bgt krn kim bum ngerti clu so eun ngajak k prom

    Ceritanya makin seru author ,
    Kereeennnn ….
    Gk sabar nunggu part selanjutnya

    Tp sekedar saran, konfliknya gk muncul2 ya
    Jdi kyk gk jelas gitu ceritanya …

    Bkin konfliknya yg panas y,,, *hahaha,, abaikan*cm becanda

    Part selanjutnya cepetan y

  4. bismania luph bumsso says :

    hebatttttttt, kereeeeeeeeeeeeeen,,……………
    akhirx d lanjutin jga,……
    kan pnasaran,coz critax seru,………….
    syg klo gak d lanjutin,………
    next part cpetan yh,…………..
    q tunggu !!!!
    ~ _ ^
    BN~

  5. larasrahmaa says :

    waaaaaaaaaa, so min sama hyun joong ke promnite bareng waa *ikutanheboh
    KB juga ke promnite brng KSE, waaaaa, haha
    author, part ini gak mengecewakan kok, bener deh
    malahan bikin seneng, haha
    aku bantuin doa deh semoga lulus UN nya, trs semoga cepet dpt inspirasi buat bikin part selanjutnyaa
    yaudah deh ditunggu aja kelanjutannya
    jgn lamalama ya authorrrr😀

  6. merli says :

    hwaaaaaaaaaaaaaaaaa ga sabar liat bumsso di prom nite …..

    aku pikir si hyun jung suka sama somin tapi dia munafik !!!!!!!!
    lanjutkan makin seruuuuuu

  7. dini ramadhani says :

    aduh thor,gak usah bungkuk ampe kejedot lantai sgala wkwkwkwk
    wahahaah sblum soeun ngajak,kim bum udh lbh sigap ngajakin soeun ke prom night
    next part bumssonya dbikin lbh deket ya?*maksa*

  8. chiby says :

    hmm… aqu juga mau ikut,,, hahahaha…
    gag sabar nunggunya…. lanjut ya author………

  9. rosiyani 'oci' says :

    ahhhhh asiiik adegan hyunjoong ma somin jadi inget playfull kiss. hhu..
    tapiii suka mang mereka cocok.. hoho..
    aishhh bum tau aja kalo so eun cari temen buat ke prom, hho, jangan2 bum dah ada rasa nih ma so eun. cihuuuuy..
    suka suka suka.
    lanjut ya aothor🙂

  10. kikey says :

    Huaaaa, ga bisa dibayangin gmn gantengnya kim bum. Mau dong jd so eun *plakkkk* makin seru thor,hyun joong nya udah mulai luluh nih, kirain dia emang suka sm so eun *reader sok tau* sip deh, part selanjutnya jangan lama2 yaaaa😉

  11. anies says :

    hahaha..
    keren deh..
    asek, asek, prom bareng ni
    cihuy…!!!

  12. rini says :

    kerenn , ,
    mereka k,prom bareng , ,
    d,tunggu k,lanjutan,a!!

  13. kimmify says :

    asikkkkk si oppa tau aja soeun mau ngajak ke prom
    padahal blm bilang loh hahaha aku penasaran nih promnya
    masih absurd sama hyunjoong
    aku suka part yg ini
    update soon!

  14. Mii-kun says :

    Kyaaaaaaaaaaaaaaaaa~ *teriak dari balkon istana inggris*
    Kim Bum langsung straight to the poin, “mau ku jemput jam berapa?” Aigooooooooooooo…………
    Kim Bum mulai ada rasa nih sama So Eun….kekeekek…..

    Part selanjutnya cepet yaa author, banyakin juga…..*maruk*
    Aq doa’in semoga author lulus UN dgn nilai yg memuaskan……

  15. Indah_ELF says :

    Bagus . . .
    Gmana ntu nNti Acara fRoM nIgHt’a pNsaRan ?
    LnJu UdAh gg sBaR

  16. Bummiearab says :

    Siip..!! Makinnn
    seruuuu author
    lanjutya..

  17. adelia yeobony donghae says :

    putri…………………..
    critany bgus bgt….
    daebak!!
    daebak!! lanjutkan!!!

  18. Yova says :

    Bagus critanya
    hyun joong munfk bgd , ngremehin so min gi pdhl mnrut ku lagian lbh gampang injeksi ( mnyuntik ) mnusia drpd kucing aplg injeksi intra musculer ( pglmn)
    lanjutkan

  19. Atin says :

    Somin yg main play full kiss?Ada kan yg lebih cantik buat hyun joong?? Aq misalnya?Jujur kurang suka ma somin *disambit fans-nya somin* kabuuuuur
    Bagus crtanya,tp bumsso kurang bnyk di part nee., *reader cerewet* hehe
    Iy didoain kug author,tenang z.mg lulus dg baik.amin🙂

  20. Elza says :

    Aq suka part akhir’na ( iy lah, nie adegan bumso’na yg agk bnyk cuma dsni ):

    “Kau tidak sakit kan? Atau kau dikejar fans brutal lagi?”

    Kali ini Soeun senyum Soeun merekah karena mendengar kekhawatiran pada nada bicara Kimbum. Ternyata Kimbum perduli padanya.

    “Aniyo. Kimbum-ah, apa kau akan datang ke prom juga?” ada seulas keraguan dan rasa gugup saat Soeun bertanya pada Kimbum.

    “Ne, tentu saja. Bandku akan tampil.”

    “Bandmu akan tampil?”

    “Ne, kau datang juga kan?”

    “Hmm, tapi….”

    “Mau kujemput jam berapa?”

    Mata Soeun membulat mendengar pertanyaan Kimbum. Apa ini artinya Kimbum mengajaknya ke prom?

    “Eh?” Soeun masih tidak bisa memutuskan. Memang prom akan dimulai jam berapa?

    “Baiklah, kujemput kau jam enam. Bagaimana?”

    Soeun hanya mengangguk tanda setuju. Ia terlalu senang sampai lidahnya menjadi kaku.

    “Dandanlah yang cantik Soeun-ah!” pesan Kimbum sambil mengacak rambut Soeun pelan sebelum ia kembali berlatih.

    >> Kim bum taw aj, maksud eunie.. taw gni knp g ngjak dlu aj dr awal!! jd kan eunie g kcian tuch mkirin ampe kena lmparan kaur d klz’na.hehe
    next part banyakin bumso’na y, author~!! ^^

    Q stju ma Atin. Q lebih rela Atin aj yg jd psngan hyujoong drpd Somin. * mav’ buat fans2’na _BOW_ reader cuma mau jujur.hehe ^^
    dulu pngen liat drama plyfullkiss’na hyujoong tp krn taw ce’na jd g trtaring lnjutin liat. jd mpe skrg g nnton. >,< g da yg nanya *curcol

    y udah y, thor.. ampe sini dulu coment gaje saya. tetep d tunggu next part'na. ^_____^

    semoga author lulus dgn nilei yg memuaskan. amiiiinn~~~~!! ^______~

  21. Silvi Anggraini says :

    NUMPANG INFO YA BOS… bila tidak berkenan silakan dihapus:-)

    LOWONGAN KERJA GAJI RP 3 JUTA HINGGA 15 JUTA PER MINGGU

    1. Perusahaan ODAP (Online Based Data Assignment Program)
    2. Membutuhkan 200 Karyawan Untuk Semua Golongan Individu yang memilki koneksi internet. Dapat dikerjakan dirumah, disekolah, atau dikantor
    3. Dengan penawaran GAJI POKOK 2 JUTA/Bulan Dan Potensi penghasilan hingga Rp3 Juta sampai Rp15 Juta/Minggu.
    4. Jenis Pekerjaan ENTRY DATA(memasukkan data) per data Rp10rb rupiah, bila anda sanggup mengentry hingga 50 data perhari berarti nilai GAJI anda Rp10rbx50=Rp500rb/HARI, bila dalam 1bulan=Rp500rbx30hari=Rp15Juta/bulan
    5. Kami berikan langsung 200ribu didepan untuk menambah semangat kerja anda
    6. Kirim nama lengkap anda & alamat Email anda MELALUI WEBSITE Kami, info dan petunjuk kerja selengkapnya kami kirim via Email >> http://uangtebal.wordpress.com/

  22. Afia says :

    Part selanjutnya belum ada?????

  23. Junre says :

    Wah bgs2 crtany. kekekeke

  24. syawalia febriani says :

    lanjutin yah🙂

  25. Vally says :

    Makin seru ini ceritanya , ditunggu part selanjutnya lagi author

  26. JungRaeRi7 says :

    Mana lanjutannya thor? Aku penasaraaannn

  27. SintiaBumsso/@SintiaBumsso17 says :

    Keren thor makin daebakkkkkk uahh mau tanya part 6nya dmn yaa? Di library BSI sampe 5 part ? Hehe kekekeerrreeennnn

  28. anisa says :

    dimana kelanjutannya???gk sabar laginih..apa jadi hyun joong pergi bersama jung so min!semoga kelanjatannya ada ya!!!

  29. pramitha says :

    Keren bgt , ayo lanjut..,

  30. AJENG K says :

    wow bagus banget ikut ikutan bengong pas rambut so eun di acak sama kim bum hehehe.terus senyum senyum juga pas hyun joong perhatian sama so min,karena so min bedarah,hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: