My Lovely Bodyguard part 3

Author : Evi Riana

Main Cast: Kim Bum , So Eun

Cast: Park Jiyeon, Yoo Seungho, Byun Hee Bong, Go Hyesun, Lee Minho, Yoona, Kim KiBum, Jessica, Cho Kyuhyun

Genre: Romantic/Family/Friendship/mystery

Type: Sequel

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

Cerita yang ditulis hanyalah fiktif belaka. Apabila ada kesamaan merupakan hal yang tidak disengaja.


Author ngucapin makasih banget…

Atas respon yang kalian berikan utuk FF nie…

Maaf kalo ceritanya rada aneh…

Hehehe…

Part 3


Saat tengah malam, so eun merasa tidak bisa tidur, ia memutuskan untuk pergi ke taman. Saat, duduk ditaman ia merasa sedih karena rindu dengan eomma nya. Ia merenungi nasibnya yang harus menjadi anak yatim piatu dan menjadi bodyguard kim bum.

“eomma, aku rindu denganmu. Karena kau telah tiada aku sekarang menjadi bodyguard cucunya kakek hee bong” ucap so eun sambil bersedih.

“kau ini gila ya? Tengah malam bicara sendiri” ujar kim bum tiba-tiba.

“apa yang kau lakukan disini?” tanya so eun terkejut.

“tidak ada urusannya denganmu. Inikan rumahku, jadi aku bebas berada disini” ucap kim bum cuek.

So eun hanya menatap kesal kearah kim bum sambil berharap orang yang ingin menculiknya segera insyaf agar ia bisa bebas dari kim bum.

“aku sudah dengar dari kakek tentang kematian ibumu. Aku turut berduka cita. Setidaknya, kau senang karena bisa menghabiskan hidupmu selama 17 tahun dekat dengan ibumu” ucap kim bum lirih.

“kenapa kau berbicara seperti itu? memangnya kau tidak bersama dengan orang tuamu dari kecil?” tanya so eun.

“heh. Kedua orang tuaku sudah meninggal dalam kecelakaan dari aku kecil” jawab kim bum. “tapi, mereka meninggal karena dibunuh. Heh, ironis sekali hidup mereka” sahut kim bum.

“dibunuh? Maksudmu kecelakaan orang tuamu itu bukan kecelakaan biasa tapi kecelakaan yang disengaja?” tanya so eun. “kau tahu darimana?” tanya so eun lagi.

“aku tak sengaja mendengar percakapan kakek dan Pak Han waktu itu. Kakek mengatakan bahwa kemungkinan orang-orang yang selalu mencelakaiku adalah orang yang sama yang membunuh kedua orangtuaku” jawab kim bum.

“benarkah itu? oh, aku ingat sebelum eomma meninggal eomma sempat bilang bahwa ia mendapatkan tawaran kasus dari kakek untuk menyelidiki orang-orang yang selalu mencelakaimu” ucap so eun.

Tiba-tiba, kim bum dan so eun mendengar ada suara yang aneh yang asalnya dari taman belakang. Mereka segera memeriksanya untuk mencari tahu sumber suara berasal.

“tidak ada apa-apa disini” ucap kim bum.

“ya, kau benar. Tapi, kenapa kita mendengar ada suara orang yang masuk kesini” gumam so eun.

“entahlah, aku mau tidur. Kalau kau masih ingin menyelidikanya silahkan saja” ujar kim bum.

“yasudah, pergi sana” usir so eun.

So eun pun memeriksa disekitar taman, ia merasa ada yang ganjil. Ia melihat jejak kaki yang terinjak tanah yang basah menuju kedalam rumah. So eun langsung sadar dan segera menyusul kim bum.

“penasaran sekali sih dia itu. Padahal, suara itu pasti berasal dari kucing nakal” gumam kim bum.

Kim bum merasakan ada yang mengikutinya dibelakang, perasaanya jadi tak enak. Ia segera melangkahkan kakinya lebih cepat untuk masuk kedalam rumah. Tapi, dibelakang kim bum ada sesosok pria yang membawa tongkat dan mengarahkannya kekepala kim bum.

jjjddddaakkkk~~~

Kim bum kaget mendengar suara hantaman keras dibelakangnya, ia menoleh kebelakang dan terkejut melihat pria yang memegang tongkat terkapar ditanah.

“kim bum, kau baik-baik saja kan? Tidak ada yang terluka kan?” tanya so eun cemas.

“tidak. Kau yang menghajarnya?” tanya kim bum kaget.

“iy. Aku melihat pria ini sedang mengayunkan tongkatnya kearahmu, aku segera berlari dan memukulnya” ucap so eun.

“hoh, begitu ternyata. Kalau begitu kita segera panggil satpam untuk membawanya keluar dari sini” ajak kim bum.

“ayo, keburu dia sadar dari pingsannya” ujar so eun.

Pagi harinya, saat sedang sarapan hee bong menanyakan kejadian tentang pria yang masuk kedalam rumah diam-diam kepada kim bum dan so eun.

“tenang saja, kek. Aku sudah membereskannya. Lagipula, satpam sudah membwanya kekantor polisi” ucap so eun.

“syukurlah, kakek lega mendengarnya. Setidaknya, kalian tidak terluka  satupun. Nanti kakek akan menyuruh para polisi untuk mengintrogasi pria itu” ucap hee bong.

****

Sesampainya, disekolah so eun dan kim bum berpapasan dengan jessica dan jiyeon yang baru sampai. Seperti biasa, jessica langsung dekat-dekat dengan kim bum. So eun langsung gerah dan menyingkir dari jessica, ia segera jalan dengan jiyeon. Tapi, so eun melihat ada yang aneh dengan jiyeon, mukanya lebih kelihatan sedih dan lesu seperti banyak pikiran.

“jiyeon, kau sakit?” tanya so eun.

“annio. Aku baik-baik saja” jawab jiyeon lesu.

“mukamu sangat pucat, jiyeon” ujar so eun.

“so eun…” teriak yoona sesampainya mereka dikelas.

“ya, yoona. Aku disini” ucap so eun.

“benarkah kau ini bodyguard kim bum?” tanya yoona.

“apa? Bagaiman kau tahu?” tanya so eun kaget.

“kibum tak sengaja menceritakannya padaku. Aku benar-benar kaget ternyata gadis semanismu itu adalah bodyguard kim bum. Berarti kau jago bela diri?” ucap yoona panjang lebar.

“ahahaha… tapi, kau jangan bilang siapa-siapa ya. Cukup kau dan teman-teman kim bum saja yang tahu” ucap so eun.

“ya, aku janji denganmu” janji yoona.

“tepati janjimu. Guru sudah datang sebaiknya kita segera duduk” ucap so eun.

Saat pelajaran bahasa inggris, jiyeon tidak memerhatikan apa yang dikatakan gurunya didepan. Ia hanya memikirkan perkataan ayah angkatnya dengan Pak Jang kemarin malam. “Pokoknya kali ini tidak akan biarkan anak itu hidup dengan bahagia. Kalau perlu aku yang akan membunuhnya dengan tanganku sendiri” kata-kata itu terus terngiang-ngiang dipikirannya. Ia tak percaya orang yang selama ini mengadopsinya bisa bicara seperti itu, padahal ia menganggap ayah angkatnya sudah seperti ayah kandungnya sendiri. Jiyeon terus memikirkannya dan tanpa menyadari bahwa gurunya meneriaki namanya namun, jiyeon hanya diam saja dan tidak memberi respon.

“jiyeon…” ucap so eun menyenggol kursi jiyeon. Jiyeon langsung sadar dari lamunannya begitu so eun menyenggol bangkunya.

“Park JiYeon, mengapa kau tidak memerhatikan pelajaranku?”  omel guru itu.

“maafkan, saya pak” ucap jiyeon.

“kali ini saya maafkan, lain kali kau akanku keluarkan dari kelas kalau berani mengulanginya. Sekarang kau baca hal:75” suruh guru itu.

Jiyeon, segera menuruti perkataan gurunya dan membaca cerita singkat dalam buku dengan bahsa inggris yang lancar. Sementara itu, seungho memandangi jiyeon saat membaca.

Saat sedang istirahat dikantin, hyesun datang dan memberikan surat undangan pesta ulang tahunnya.

“kalian jangan lupa, datang ya. Pokoknya kalian harus datang, kalau kalian tidak datang akan kukutuk kalian” ancam hyesun.

“baik” ucap semua serentak.

So eun hanya membaca surat undangan dari hyesun, ia terkejut karena didalam undangan itu diwajibkan memakai gaun. So eun bingung karena ia tidak mempunyai gaun untuk pergi kepesta semacam ini.

“kau kenapa, so eun?” tanya yoona.

“ah, tidak. Aku hanya bingung mau pakai apa. Disini tertulis harus memakai gaun. Aku saja tidak punya gaun” ucap so eun.

“ahh, kalau begitu gampang. Besok, sepulang sekolah kau pergi kemall denganku belanja membeli semua kebutuhanmu” ajak yoona.

“benarkah? Terima kasih, yoona. Ahh, aku tidak mungkin bisa. Aku kan harus mengawasi kim bum mana boleh kakek mengjinkanku pergi sendiri sementara, kim bum tidak ada yang mengawasi” ucap so eun sedih.

“heemmm… kau ajak saja kim bum. Nanti aku akan mengajak kibum juga. Jadi, selama kita pergi berbelanja kibum dan kim bum bisa jalan-jalan” usul yoona.

“heemm, sepertinya bagus. Yasudah, besok aku akan minta ijin dengan kakek” ujar so eun senang.

****

Malam harinya, so eun meminta ijin hee bong untuk pergi ke mall berbelanja pakaian.

“kau tidak perlu ijin kakek, so eun. Itukan hak mu untuk berbelanja. Kau juga butuh refreshing sehabis menjaga kim bum” ucap hee bong.

“jadi, kakek mengjinkanku pergi?” tanya so eun senang

“ya, kakek mengjinkanmu” ujar hee bong tersenyum.

“baiklah, kalau begitu aku akan menelfon yoona. Terima kasih, kek” ucap so eun sambil pergi kekamarnya dan menelfon yoona.

“yoona, kakek mengijinkanku pergi denganmu besok” ucap so eun senang

“aku senang mendengarnya. Kalau begitu kita akan pergi sehabis pulang sekolah” ucap yoona ditelfon sambil mengakhiri percakapannya ditelfon.

Sementara itu, jiyeon masih duduk dikamarnya dan merenungi perkataan ayah angkatnya. Tiba-tiba, ada yang mengetuk kamar jiyeon.

Tok tok tok….

“masuk saja” ujar jiyeon.

“jiyeon, boleh ayah masuk?” tanya jung.

“ayah, ada perlu apa kekamarku?” tanya jiyeon.

“ayah, hanya ingin menanyai keadaanmu saja. Kau tahukan ayah sibuk dikantor sampai tidak memerhatikanmu” ucap jung.

Jiyeon semakin tidak percaya dengan apa yang ia dengar kemarin malam. Jung yang ia kenal adalah sosok orang yang penyayang dan baik tidak mungkin ia tega membunuh seseorang.

“jiyeon, kau baik-baik saja?” tanya jung khawatir.

“aku baik-baik saja. Aku hanya lelah” jawab jiyeon.

“kalau begitu kau beristirahatlah. Ayak keluar dulu” ucap jung.

“ayah..” panggil jiyeon.

“ya, kenapa?” tanya jung.

“aku hanya penasaran kenapa ayah memilihku dipanti asuhan itu. Mengapa bukan anak-anak lain yang ayah pilih?” tanya jiyeon.

“karena kau spesial untuk ayah dan kau berbeda dari mereka-mereka semua yang ada dipanti asuhan” ucap jung.

“aku senang mendengarnya” ucap jiyeon tersenyum.

“kalau begitu, ayah keluar sekarang. Kau beristirahatlah” ucap jung.

Setelah jung keluar dari kamar jiyeon, ia pergi keruang kerjanya dan membuka agendanya didalam salah satu halaman agendanya terselip foto seorang wanita yang sedang menggendong seorang anak perempuan.

“aku mengadopsimu karena kau adalah anak dari perempuan yang kusayangi, jiyeon. Kau benar-benar mirip dengannya. Walaupun kau bukan anak kandungku tapi, aku menyayangimu seperti aku menyayangi ibumu” ucap jung lirih.

jung kembali menatap wajah ibu jiyeon didalam foto. Ia tersenyum dan kesal.

“seandainya saja kau tidak menikah dengan laki-laki itu, pasti kau hidup bahagia denganku” ujar jung lirih. “tapi, kau malah memilihnya dan melahirkan seorang putri yang benar-benar mirip denganmu sehingga aku sayang dengannya. Kau tahu aku rela membunuh orang yang berusaha menghalangiku memilikimu?” ucap jung kesal.

Kemudian, ia tertawa senang dan tersenyum pahit.

“papa, bolehkan aku masuk?” tanya jessica.

“boleh, sayang” ucap jung kembali menyelipkan foto tersebut dihalaman agendanya.

“aku besok ingin pergi ke mall karena aku mendapat undangan perayaan ulang tahun Goo HyeSun. Makanya, aku akan pulang telat” ucap jessica.

“pergilah, belanjalah yang banyak. Sebaiknya, kau juga ajak jiyeon pergi denganmu” usul jung.

“papa, untuk apa aku mengajaknya. Jiyeon itu tak kenal fashion, dia itu selalu berkutat dengan buku-buku dikamarnya mana sempat ia mempunyai waktu untuk berbelanja” ucap jessica.

“jiyeon juga butuh pakaian untuk pergi, jes. Sekali-kali kau ajaklah saudarimu itu jalan-jalan” ujar jung.

“baiklah, aku akan mengajaknya. Kalau begitu aku kembali kekamarku dulu” ucap jessica kesal. “ah, aku hampir lupa jiyeon itu bukan saudariku” ujar jessica keluar ruangan jung.

Jung mengerti dengan sikap jessica yang tidak mau menganggap jiyeon sebagai saudaranya. Sejak, jiyeon di adopsi jung, jessica selalu menunjukkan sikap yang tidak suka dengan jiyeon. Ia selalu menolak kalau jung menyuruhnya untuk pergi dengan jiyeon. Jung hanya geleng-geleng kepala karena jessica sangat mirip dengan mendiang istrinya, ibu jessica yang sudah wafat sebelum, jung mengadopsi jiyeon.

****

Seoul school….

“aku senang karena kita bisa berbelanja bareng hari ini” ucap yoona girang.

“kau ini antusias sekali, yoona” ujar so eun.

“hahaha… tentu saja. Oiya, kibum bilang akan menemani kim bum saat kita berbelanja” ucap yoona.

“jadi, kim bum akan ikut dengan kalian berbelanja?” tanya jessica.

“iy, memang kenapa?” tanya yoona

“ah, kalau begitu aku ikut kalian. Jadi, aku bisa dekat dengan kim bum” ucap jeesica senang.

“terserah kau saja, ikut atau tidak” ujar yoona.

Sehabis pulang sekolah, so eun segera pergi kemall dengan yoona, kibum dan kim bum termasuk juga jessica dan jiyeon.

“kalau begitu aku dan kim bum akan main-main disekitar sini. Kalian para wanita bisa berbelanja sekarang” ujar ki bum.

“apa? Jadi, kim bum tidak akan menemaniku berbelanja?” tanya jessica kesal.

“tentu saja aku tidak pergi berbelanja apalgi denganmu” omel kim bum. kibum dan kim bum pun segera pergi ke tempat lain. Sementara, itu jessica kesal dan memilih berbelanja sendiri tanpa ditemani jiyeon.

“dasar si jessica itu. dia itu hanya mau kesini kalau ada kim bum” omel yoona.

“sudah, sudah. Setidaknya, sekarang ia sudah pergikan. Jiyeon kau tak apa-apa ditinggal jessica?” tanya so eun.

“tidak apa-apa” ucap jiyeon.

Yoona segera memilihkan gaun untuk so eun sekaligus jiyeon juga. Yoona senang karena bisa memilihkan maca gaun untuk mereka berdua. So eun dan jiyeon hanya diam melihat yoona kerepotan mau memilih gaun yang mana yang harus dicobai so eun dan jiyeon. Setelah, hampir 2 jam memilih gaun. Akhirnya, mereka memutuskan untk membeli salah satu gaun yang dipilihkan yoona untuk mereka.

“ahh, aku jadi tidak sabar melihat kalian berdandan dan mengenakan gaun ini dipesta hyesun nanti” ucap yoona senang.

“yasudah, sebaiknya kita susul kibum dan juga kim bum. mereka pasti menunggu kita” ujar so eun.

Mereka bertiga pun menyusul kibum dan kim bum di game centre, ternyata ada minho dan seungho yang menemani kibum dan kim bum selagi mereka bertiga berbelanja.

“kalian sudah selesai?” tanya kibum.

“sudah dong. Hohoho” jawab yoona senang.

“kau tahu aku hampir bosan menunggu kalian berbelanja. Untung saja minho dan seungho menyusul kemari” omel kibum.

“maaf, habis aku susah memilihkan gaun yang cocok untuk jiyeon dan seungho” ucap yoona.

“yasudah, yoona kalau begitu aku dan kim bum pulang dulu. Terima kasih ya telah membantuku” ujar so eun sambil berpamitan dan pulang. Minho juga ikut pamit pulang karena masih ada urusan.

“jiyeon, kau sudah ingin pulang? Kau sudah menghubungi jessica?” tanya yoona.

“aku akan pulang naik taxi. Jessica sudah pulang dari 15 menit yang lalu” ucap jiyeon.

“apa? si jessica itu benar-benar berwatak jelek” cibir yoona.

“kalian bisa pulang sekarang” ucap jiyeon.

“baiklah, kalau begitu aku dan kibum pulang dulu ya, jiyeon. Hati-hati dijalan” ujar yoona. Setelah, yoona dan kibum pulang sisa seungho dan jiyeon yang masih berada di game centre.

“jiyeon, tidak baik seorang wanita pulang malam-malam begini sendirian. Kalau boleh aku ingin mengantarmu. Bolehkan?” tanya seungho malu-malu.

Jiyeon menatap seungho dan berfikir tentang ajakan seungho.

“baiklah, kau bisa mengantarku” ucap jiyeon datar.

****

Sementara itu, so eun dan kim bum yang baru sampai dirumah langsung disuruh bertemu dengan hee bong diruang kerjanya.

“kenapa kakek mencari kami?” tanya kim bum.

“begini, Pak Han memberi kabar tentang pria yang menyusup kemari kemarin malam. Saat polisi menanyai pria itu, pria itu hanya menjawab bahwa ia hanya disuruh seseorang untuk masuk kedalam rumah ini dan mencelakaimu, bum” ujar hee bong.

“apa laki-laki itu kenal dengan orang yang menyuruhnya?” tanya so eun.

“sayangnya tidak. Ia hanya mendapat surat yang berisikan alamat rumah ini dan foto kim bum dan sejumlah uang” jawab hee bong.

“mereka pasti sudah mengira pria itu akan tertangkap” gumam kim bum.

“ya, kau benar. Pria itu sepertinya juga ukup ceroboh karena meninggalkan jejak kaki yang basah disekitar taman dan lagi membuat suara-suara aneh saat menyusup” ujar so eun sambil berfikir.

“sebaiknya, kalian segera pergi beristirahat dan berjaga-jaga” ucap hee bong.

“ya, kek” ucap so eun dan kim bum.

*****

“terima asih telah mengantarku, seungho” ucap jiyeon dingin.

“ya, sama-sama” ucap seungho. Saat, jiyeon ingin membuka pintu mobil, tiba-tiba seungho menahannya.

“ada apa lagi?” tanya jiyeon.

“apa kau ingat dengan teman masa kecilmu dulu?” tanya seungho. “mmm… maksudku teman-temanmu dipanti asuhan mungkin?” sambung seungho.

“tidak, aku tidak mengingatnya satupun” jawab jiyeon. “untuk apa kau menanyakannya?” tanya jiyeon.

“ahh, tidak. Aku hanya ingin tanya saja” ucap seungho. Jiyeon hanya diam mendengar ucapan seungho dan segera kelar dari mobil seungho dan masuk kedalam rumahnya. Diam-diam, jiyeon mengamati mobil seungho pergi dari jendela rumahnya.

“aku hanya ingat satu orang” gumam jiyeon pelan.

“kau sudah pulang jiyeon?” tanya jung.

“ya, ayah. Maaf aku pulang telat” ujar jiyeon.

“tak apa-apa. Jessica sudah bilang pada ayah kalau kau keasyikan berbelanja jadi, jessica pulang dulu” ucap jung. Jiyeon tahu bahwa jessica sengaja mencari alasan seperti itu, ia tidak mungkin bilang bahwa jessica meninggalkannya di mall.

“aku ingin kekamarku. Selamat malam, ayah” ucap jiyeon pergi kedalam kamarnya.

****

Saat tiba, hari ulang tahun hye sun….

Yoona sengaja datang kerumah kim bum bersama dengan kibum. Yoona sudah mengira bahwa so eun pasti tidak bisa berdandan. Benar saja, so eun tak mengerti apa yang harus ia dandani didirinya. So eun mengira hanya memakai gaun langsung bisa pergi ternyata harus pakai dandan dulu.

“yoona, apa yang kau poleskan diwajahku?” tanya so eun.

“sudah, jangan banyak bicara. Aku akan mempermkmu habis-habisan” ucap yoona.

“hah? Kau kira aku ini apa yang bisa kau bisa permak” omel so eun.

“aihh, kubilang diam dan tunggu hasil akhirnya” ujar yoona sambil membedaki so eun.

Hampir 30 menit kim bum dan kibum menunggu so eun dan yoona.

“heh… sampai kapan kita harus menunggu mereka?” tanya kim bum.

“sabarlah, kim bum. kau ini tidak mengerti tentang wanita yang sedang berdandan” ucap kibum.

“tapi, ini hampir 30 menit. Tak bisakah mereka cepat” omel kim bum.

“kami sudah selesai kok” ujar yoona turun dari tangga.

“selesai juga akhirnya kalian” ukar kim bum.

“yoona, kenapa kau turun sendirian? Dimana so eun?” tanya kibum.

Itu dia turun, kau akan bangga dengan hasil make up ku” ucap yoona bangga sambil menoleh ketangga.

So eun turun dari tangga dengan hati-hati, ia takut jatuh karena tidak terbiasa memakai high heels. Kim bum takjub melihat so eun. so eun yang biasanya apa adanya telah disulap menjadi berbeda.

“kenapa kau melihatku seperti itu?” tanya so eun risih.

“gpp. Kau aneh” ejek kim bum.

“mwo??? Sialan kau kim bum. belum pernah dipukul dengan hak sepatu ini ya” omel so eun tak terima.

“aduh kalian ini, bertengkar terus. Sudah, sebaiknya kita segera berangkat kasian hyesun pasti menungg kehadiran kita” ucap kibum mendamaikan kim bum dan so eun.

Mereka pun segera berangkat menuju ultah hyesun. So eun takjub melihat acara ultah hyesun yang sangat mewah. So eun merasa menghadiri sebuah acara penghargaan awards saat berjalan di red carpet.

“akhirnya, kalian datang juga. Aku sudah menunggu kalian daritadi” ucap hyesun.

“maaf ya, hyesun kami datang tidak tepat waktu” ujar yoona.

“gpp kok. Aku memakluminya, acara potong kuenya baru saja akan dimulai” ucap hyesun senang.

“kim bum….” teriak jessica.

“dateng juga si pirang itu” gerutu so eun.

“kim bum, kau sangat tampan malam hari ini. Aku semakin menyukaimu” ucap jessica.

“simpan pujianmu itu aku tak butuh mendengarnya” ujar kim bum cuek.

“syukurin” gumam so eun pelan.

Saat, acara potong kue, hyesun memberikan kue pertamanya untuk minho. Minho yang senang mendapat potongan kue pertama dari hyesun langsung menerima dan memakannya langsung. Saat acara berdansa minho mengajak hyesun untuk berdansa dengannya.

“kim bum, ayo kita berdansa juga” ajak jessica.

“aku tidak suka berdansa. Kau saja pergi dansa sendiri” ucap kim bum dingin. Jessica langsung ngambek begitu kim bum menolak mengajaknya berdansa dan kim bum langsung pergi ketaman dan so eun pun mengikuti kim bum.

“kenapa kau mengikutiku?” tanya kim bum.

“kau ini lupa tugasku. Tugasku kan mengawasimu” jawab so eun.

“oiya. Heh, merepotkan sekali” ujar kim bum.

“memang” gumam so eun pelan.

Saat, kim bum sedang berjalan ditaman so eun melihat seseorang yang sedang memegang senapan dan mengarahkannya ke kim bum.

“kim bum, menunduk cepat” teriak so eun.

“apa? Untuk apa?” tanya kim bum.

“cepat kau menunduk” perintah so eun sambil membuka shigh heelsnya dan melemparnya ke arah senapan yang dipegang orang mencurigakan. Senapan itu jatuh ketanah dan orang itu saking terkejutnya langsung melarikan diri.

“YA.. kau mau kemana?” teriak so eun berlari. Tapi, ia tak bisa mengajarnya karena hanya memakai sebelah high heels. So eun melepas high heels sebelahnya dan melemparkannya kearah orang mencurigakan itu. tapi, orang itu malah menangkap sepatu so eun dan melemparnya keluar taman.

“hey, so eun mau sampai kapan kau mengejarnya?” tanya kim bum.

“tentu saja aku harus mengejarnya. Kau tak lihat senapan itu? dia hampir ingin membunuhmu dengan senapan itu” ucap so eun.

“kau mau mengejarnya dengan pakaian seperti ini dan bertelanjang kaki?” tanya kim bum heran.

“ahh, iya. Benar juga apa katamu. Aku hampir lupa diri” ucap so eun. “ahh, sialan. Sepatuku kelempar kemana saja tadi?” tanya so eun.

“mana ku tahu. Lagipula, kenapa kau harus melemparnya dengan sepatumu itu. aneh-aneh saja” ujar kim bum.

“aku kan tidak tahu harus mau ngapain untuk mencegahnya. Yang bisa digunakan sebagai senjata hanya sepatu itu” gerutu so eun.

“dasar. Kau mau kembali kedalam pesta dengan bertelanjang kaki begini? Bikin malu saja. Lebih baik kita segera pulang” ajak kim bum.

“enak saja bikin malu. Yasudah, kalau begitu kita pulang saja. Nanti aku akan bilang kepada yoona kalau kita pulang lebih awal” ujar so eun.

****

Sementara itu, didalam pesta jiyeon hanya duduk diam sambil termenung. Ia merasa tidak nyaman dengan pesta ini. Ia merasa pesta seperti ini bukanlah kesukaannya, ia lebih suka membaca buku dikamarnya saja.

“kenapa kau selalu duduk termenung seperti itu?” tanya seungho yang menghampiri jiyeon.

“karena aku suka” jawab jiyeon dingin.

“kau ini benar-benar aneh” gumam seungho pelan dan pergi meninggalkan jiyeon. Jiyeon menatap kepergian seungho dengan aneh.

Sesampainya dirumah hee bong kaget melihat so eun pulang tanpa memakai alas kaki.

“so eun, apa yang terjadi denganmu? kenapa kau pulang dengan bertelanjang kaki seperti ini?” tanya hee bong bingung.

“dia melempar sepatunya saat sedang melihat orang mencurigakan ditempat ultahnya hyesun” ucap kim bum.

“apa orang mencirigakan?” tanya hee bong kaget.

“ya, kek. Seperti biasa orang itu pasti orang suruhan yang ingin mencelakai keluarga kakek” ujar so eun.

“semakin kelewatan saja, orang-orang itu. aku akan menyelidikinya lebih lanjut” gumam hee bong.

Hee bong segera pergi ke ruang kerjanya dan memanggil Pak Han untuk segera datang.

“apa kau sudah mendapatkan tentang informasi orang-orang itu?” tanay hee bong.

“saya belum mendapatkan informasi mengenai mereka. Tapi, saya mendapat beberapa informasi tentang keluarga so eun” jawab Pak Han.

“apa yang kau dapat?” tanya hee bong.

“saya menyelidiki ke busan dan bertanya kepada tetangga lama so eun dibusan. Tetangga mereka menceritakan bahwa ayah so eun telah meninggal saat so eun berusia 5 tahun. Tapi, ada yang aneh dengan kematian ayahnya, pak” ujar Pak Han.

“keanehan? Apa maksudmu?” tanya hee bong penasaran.

“beberapa tetangga mereka mengatakan bahwa ayah so eun itu yang bekerja sebagai polisi ditemukan meninggal dengan keadaan jenazahnya penuh dengan luka tembak” ujar Pak Han.

“jadi, maksudmu itu ayah so eun dibunuh seseorang?” tanya hee bong.

“sepertinya, begitu pak. Dan, ada kemungkinan lagi kalau pelaku yang membunuh ayah so eun adalah orang yang sama yang merusak rem bus yang ditumpangi so eun dan ibunya saat kesini” ucap Pak Han.

BRAK~~

Hee bong dan Pak Han kaget begitu mereka melihat orang yang membuka pintu ruang kerja hee bong tiba-tiba.

“so eun..” ucap hee bong terkejut.

“apa maksud kalian tadi? Ayahku dibunuh? Dan kecelakaan bus itu disengaja?” tanya so eun.

…..

-bersambung-


Sampai sini dulu ya chingu…

Jangan lupa untuk kritik dan sarannya…

Tags: , , , , , , , , , ,

About bumssoindo

We are fanbase of BUMSSO (Kim Bum and Kim So Eun) from Indonesia

21 responses to “My Lovely Bodyguard part 3”

  1. afri says :

    keren, makin seru chingu

  2. dian permata says :

    keren. lanjut ya author. tapi ada yg salah. di bagian “maaf, abis susah mencarikan gaun untuk jiyeon dan seungho”ucap yoona. emang seungho pake gaun? hahahaha. cuma sekedar mengingatkan~^^v

  3. amauminie says :

    Hwaaahhh …
    Makin seruuu nih, jangan-jangan orang yg membunuh orang tua soeun sama kimbum itu orang yg sama ya?
    Ahhh ayooo jiyeon kok dingin sama seungho sih😦
    Iyaaa, minho sama hyesun itu udah jadian belum sih? Hmmm ..
    Oia, kyuppa jadi siapa nih?
    Aaaaa lanjutkan thor! ^^/

  4. chiby says :

    waduh. . . waduh. . . so eun shock. . . hhe. . sotoy ne. . .
    emm. . . sneg bgt ngebyngn wkt kim bum terpesona lihat so eun. . .

  5. rosiyani 'oci' says :

    aishhhh so eun marah nih…
    hmmmm ceritanya ni penuh dengan balas dendam kayanya.
    makin seru sih, ya udahhh lanjut hayoooo🙂

  6. rini says :

    tanbah seru aj ,,

    d,tunggu k,lamjutanya!!

  7. evi says :

    “maaf, habis aku susah memilihkan gaun yang cocok untuk jiyeon dan seungho” ucap yoona.

    kesalahan author..
    mohon dimaafkan…
    harusnya: “maaf, habis aku susah memilihkan gaun yang cocok untuk jiyeon dan so eun” ucap yoona.

    Maaf ya…
    T.T

  8. Merli Rosyana says :

    nasib bumsso hampir sama ya ..
    author seharusnya ada 1 cowo yang suka ngejar-ngejar soeun biar lebih seru gitu kekeke ..
    dari bumsso belum ada tanda-tanda mereka jatuh cinta , wah hyesun galak sama minho ternyta cinta juga sama minho .

  9. kimmify says :

    waaaaaah makin seru aja chingu
    aduh, masa pak jung dendam juga sama keluarga soeun
    keren deh si seoun watu nyelametin kimbum pake heels hehe
    penasaran part selanjutnya
    update soon!

  10. bismania luph bumsso says :

    hohoh,….
    apa lgi ini,….???? ayahx so eun d bunuh ????
    smkin pnsaran,………..
    lanjutin!!!!
    n jgn lma” yh,……….
    ~ _ ^
    BN~

  11. Yova says :

    Ceritanya bagus seru bgt
    tp ad yg kurang , stuju dg Merly lbih seru kalau ad cow yg ngejar so eun
    ditunggu lanjutannya

  12. dini ramadhani says :

    makin mbulet*bhs apaan tu*,apa maunya si pembunuh itu sih?
    penasaran,next part ditnggu

  13. danish Ashley Eun says :

    keereeenn …
    makin seru

    di tunggu lanjutan nya

    tpi kn author ngomong2 soal ji yeon dy kasin banget sih …..

  14. Mii-kun says :

    So Eun keren~
    nyelamatin Kim Bum pake high heels…..kekekeke….

    ASAP yaa uthor~ ^-^
    Klo bisa tambahin satu cwo yg ngejar2 So Eun biar Kim Bum cemburu….kekekeek >_<

  15. ashillach says :

    nice-nice, aku pnsrn. just wait and see next part🙂

  16. Indah_ELF says :

    So eun
    mendengar percakapan kakek’a kim bum
    gmNa tuch reaksi so eun …
    Q udh gg sbar nich kim bum kpan pnya rsa sma so eun yaa

  17. niiz says :

    “kalian jangan lupa, datang ya. Pokoknya kalian
    harus datang, kalau kalian tidak datang akan
    kukutuk kalian” ancam hyesun >>>> wkwkwkwkwkwk ada ya orang ga dateng ke acra ultah truz dkutuk😀

  18. Azizy says :

    Maaf kalo mw liat lanjutannya gmana sih ? Aku gk tau caranya gmana ?
    Hehehehe

  19. BoeLboeL says :

    jd makin penasaran,,,seru,,seru,,serasa nonton film hehe

  20. tyas27 says :

    wah dari dulu keluarga soeun udah diteror ya .-.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: