My Love, My Darling part 8

Author : Evi Riana

Main Cast: Kim Bum , So Eun

Cast: Park Jiyeon, Yoo seungho, Lee Joon, Lee Tae Min, Suzy, Son Dambi, Uhm Ki Joon, Lee Yoon ji, Byun Hee Bong

Genre: Romantic/Family/Friendship

Type: Sequel

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

Cerita yang ditulis hanyalah fiktif belaka. Apabila ada kesamaan merupakan hal yang tidak disengaja.

Masih setia menunggu kelanjutan FF ini kan?

Pastinya, kalian masih menuggunya…

2 part lagi selesai nie FF…

Daripada makin penasaran langsung aja deh..


Part 8

Kim bum dan so eun segera pulang kerumah mereka. Sikap kim bum terhadap so eun berubah semenjak kejadian yang menimpa so eun di jaeju. Dia semakin perhatian dengan so eun, mereka juga jarang berdebat saat perjalanan pulang.

“sebaiknya, kau segera istirahat. Wajahmu itu kelihatan lelah sekali” ucap kim bum.

So eun hanya mengangguk dan menuruti ucapan kim bum dan pergi menuju kamarnya. So eun segera menghempaskan tubuhnya dikasur. Ia memandang boneka pemberian kim bum saat mereka pergi ke festival malam sambil tersenyum dan tertidur.

Esok paginya, so eun bangun dan segera turun menyiapkan sarapan. Ia kaget melihat kim bum tidak ada ditempat tidur.

“tumben sekali dia sudah bangun pagi-pagi” gumam so eun .

So eun mendengar ada orang yang sedang memasak didapur. Saat ia tiba didapur ia terkejut melihat kim bum sedang menyiapkan sarapan.

“kau sudah bangun. Cepat duduk aku sudah menyiapkan sarapan untukmu” ucap kim bum

Kim bum lalu memberikan sarapan yang ia telah buat kepada so eun.

“bagaimana rasanya?” tanya kim bum penasaran saat melihat so eun mencicipi masakannya

“lumayan. Yah, walaupun masih enak masakanku kemana-mana” ejek so eun sambil tersenyum.

“Sombong sekali kau, so eun. Inikan pertama kalinya aku membuatkan sarapan untukmu. Seharusnya kau memujiku lebih bagus” ujar kim bum sambil melahap makanannya

“baiklah. Masakanmu ini sangat enak. Aku tak pernah menyantap sarapan selezat ini” puji so eun sambil tersenyum.

“begitu dong. Cepat kau habiskan sarapanmu itu. Jangan sampai tidak kau habiskan” ucap kim bum. So eun menuruti ucapan kim bum sambil menyantap sarapannya.

****

Sementara itu, saat sedang sarapan ki joon menceritakan tentang trauma so eun terhadap hee bong. Hee bong yang mendengar cerita ki joon pun menyesal karena telah merencanakan bulan madu untuk kim bum dan so eun ke jaeju.

“apakah mereka masih di jaeju?” tanya hee bong.

“sepertinya mereka sudah kembali ke seoul, ayah” jawab ki joon. Hee bong berniat mengunjungi so eun kerumahnya untuk menyampaikan permintaan maafnya.

“kakek, bolehkan aku ikut denganmu mengunjungi so eun onnie?” pinta ji yeon

“tentu saja kau boleh ikut mengunjungi kakakmu” ucap hee bong

“kalau begitu aku ikut juga” sahut seung ho.

“yasudah, kalau begitu nanti kita akan mengunjungi so eun” ujar hee bong

Sementara itu dirumah bumsso…

“kim bum, ada yang ingin aku tanyakan” ucap so eun.

“apa yang ingin kau tanyakan?” tanya kim bum.

“apa kau sudah bertemu atau berbicara dengan dambi lagi setelah kejadian di jaeju?” tanya so eun ragu-ragu.

“tidak. Tapi, aku bertemu dengan lee joon saat dihotel. Ia menyampaikan permintaan maaf dambi terhadapmu” ucap kim bum datar.

“benarkah? Padahal, ia tak perlu meminta maaf kepadaku. Aku jadi merasa bersalah dengannya” ucap so eun

“so eun, apa maksudmu tidak perlu kau lupa dia mendorongmu sampai jatuh kelaut. Lagian, kenapa kau merasa bersalah dengannya jelas-jelas dia memang salah” omel kim bum

“tentu saja aku merasa bersalah dengannya. Dia itu tak suka melihatmu jika dekat denganku makanya ia mengajakku bicara. Kejadian itu mungkin tak ia sengaja, dia kan tak bermaksud seperti itu” ujar so eun

“kau ini terlalu baik so eun. Aku heran ada orang sepertimu” ucap kim bum

“apa kau masih menyukainya?” tanya so eun

“tidak” jawab kim bum dingin

“benarkah?”

“benar”

“yakin?”

“yakin sekali. Memangnya kenapa?” tanya kim bum.

“aku hanya bertanya saja” jawab so eun.

“aku sudah berhenti menyukainya sejak kami putus” sahut kim bum.

“hah? Benarkah? Kukira kau masih memendam rasa suka dengannya sampai sekarang” ujar so eun.

“untuk apa aku masih memendam rasa dengan wanita yang sudah mengkhinatiku. Kau pikir aku ini laki-laki macam apa” ucap kim bum.

“jadi kenapa kau bersikap dingin terhadapnya? Aku kira kau sengaja menghindar darinya untuk menutupi rasa yang masih kau simpan untuknya” tanya so eun.

“aku berusaha menghindar darinya karena aku tahu lee joon masih menyimpan perasaannya terhadap dambi. Lagipula, aku tak suka sikapnya itu yang memintaku kembali padanya jelas-jelas aku tidak suka dengannya lagi” jelas kim bum.

“jadi kau mengetahui perasaan lee joon terahadap dambi sekarang setelah mereka putus?” tanya so eun lagi.

“tentu saja. Untuk apa dia menemuiku menyampaikan permintaan maaf dambi untukmu. Kenapa tak suruh saja dambi sendiri yang meminta maaf langsung dihadapanmu. Itu ia lakukan karena ia pedulu dan sayang dengannya. Aku kan juga pria makanya mengerti” ucap kim bum panjang lebar.

“prok, prok… kata-katamu hebat kim bum. aku sempat terpana mendengar ucapanmu itu” ucap so eun sambil bertepuk tangan.

Tiba-tiba, so eun mendengar bunyi bel rumahnya.

“oh, sepertinya ada yang datang. Biar aku buka” ucap so eun sambil menuju pintu. Saat membuka pintu ia terkejut karena melihat kedatangan hee bong, ji yeon dan seung ho.

“onniee..” sapa jiyeon .

“jiyeon, kakek, seungho ayo masuk” ucap so eun sambil mempersilahkan mereka masuk.

“kakek, ada apa kakek kemari?” tanya kim bum

“kakek kesini karena kakek sudah mendengar perihal soeun dari ki joon. Kakek ingin meminta maaf kepadamu so eun. Kakek menyesal merencanakan bulan madu untukmu ke pulau jaeju” ucap hee boong sambil meminta maaf.

“kakek, kau tidak usah meminta maaf. Aku tak apa-apa kok” ucap so eun sambil memberikan secangkir teh untuk hee bong.

“kau ini memang orang yang baik, so eun” ucap hee bong sambil menyeduh tehnya.

Sementara itu, seung ho melihat ji yeon sedang duduk ditaman rumah so eun ia segera menghampirinya.

“ji yeon, ada yang ingin aku tanyakan padamu” ucap seungho.

“apa itu? tanyakan saja” ujar jiyeon.

“mmm… apakah kau benar-benar menganggap semua teman laki-laki mu sebagai teman?” tanya seungho.

“i-iya. Kenapa kau bertanya seperti itu?” tanya jiyeon.

“aku hanya penasaran. Kalau begitu apa kau menganggapku sebagi temanmu juga?” tanya seungho

“i-itu…” ucap ji yeon gugup. Ia bingung kenapa seung ho tiba-tiba menanyakan hal seperti kepadanya. Ia belum siap menjawab ini.

“ji yeon, seung ho. Kakek mengajak kalian pulang sekarang” teriak so eun

“i-itu, unnie memanggil kita” ajak ji yeon sambil masuk kedalam.

“ji yeon, kau kan belum menjawab pertanyaanku” gumam seung ho pelan.

Sementara itu, di restaurant kijoon gugup saat akan mengungkapkan perasaannya terhadap yoon ji. Ia takut ditolak yoon ji.

“maaf ya kalau aku sedikit lama ditoilet” ucap yoon ji.

“tidak kok. Kau tak lama disana” ujar ki joon

“oh ya. Apa yang ingin kau katakan padaku? Sepertinya penting sekali” tanya yoonji.

“b-begini, kitakan bukan anak muda lagi. Eeeemmm…. sebenarnya aku ingin mengatakan kepadamu bahwa aku menyukaimu sejak lama. Perasaanku terhadapmu lebih dari perasaan seorang teman laki-laki kepada teman wanitanya. Karena itu aku harap kau mengerti perasaanku padamu” ucap ki joon lega setelah jujur dengan perasaannya

“a-aku juga merasakan hal yang sama sepertimu, ki joon” ucap yoon ji gugup. Ki joon yang mendengarnya terlihat senang. Merekapun berpandangan sambil tersenyum satu sama lain.

Esok harinya, di korea internasional school…

Ji yeon merenung ditaman sambil memikirkan pertanyaan yang dilontarkan seung ho untuknya. Ia bingung terhadap perasaannya terhadap seung ho. Semenjak itu, Ji yeon selalu menghindar jika bertemu seung ho ia takut kalau seung ho akan bertanya-tanya. Suzy yang melihat ji yeon merenung langsung menghampirinya.

“ji yeon, kenapa kau terlihat murung hari ini?” tanya suzy

“suzy…” teriak ji yeon sambil memeluk sahabatnya

“hey, ada apa denganmu?” tanya suzy khawatir.

Jiyeonpun menceritakan tentang pertanyaan seung ho dan perasaannya terhadap seung ho.

Suzy yang mendengar cerita ji yeon hanya tersenyum geli.

“apa kau masih belum menyadari perasaanmu sendiri, ji yeon?” tanya suzy

“apa maksudmu? Aku tak mengerti” ucap jiyeon bingung.

“kau masih tak menyadari perasaanmu terhadap seung ho? Kau ini menyukainya” ucap suzy

“apa?” ucap ji yeon kaget

“tentu saja. Terlihat dari cara kau saat menceritakannya. Lebih baik kau segera mengungkapkan perasaanmu itu” ujar suzy

“tapi, bagaimana kalau ia tidak menyukaiku?” tanya ji yeon

“jangan berpikiran seperti itu. kau harus jujur terhadap perasaanmu sebelum ada yang merebutnya darimu” ucap suzy

“baiklah, aku akan menemuinya” ucap ji yeon percaya diri. Ia langsung bangkit berdiri.

“suzy, terima kasih ya. Kau ini memang temanku yang paling baik” ucap ji yeon.

Saat, jiyeon mencari seung ho tiba-tiba ia langsung teringat kalau seung ho biasanya ada dilapangan basket bersama teman-temannya. Ji yeon segera memberanikan diri menemui seungho. Langkahnya terhenti saat ia melihat seung ho sedang berbicara dengan seorang wanita yang sepertinya adik kelasnya. Ia melihat seung ho memberikan hadiah kepada adik kelasnya sambil tersenyum. Jiyeon memandang mereka dengan tatapan sedih, ia merasa sakit dihatinya tanpa sadar ia menangis.

Seung ho yang menoleh kearah ji yeon kaget melihat ji yeon menangis. Ji yeon yang sadar seung ho melihatnya langsung lari dan pergi.

“ji yeon…” teriak seung ho.

“ada apa dengannya? Kenapa ia menangis?” gumam seungho.

“sunbae, jadi kau menolak pemberianku ini?” tanya adik kelas seung ho

“iya, maaf ya aku tak bisa menerima hadiah darimu. Aku sudah mempunyai orang yang kusuka” ungkap seung ho.

*Ternyata ada sedikit kesalahpahaman nie. Sebenarnya, seung ho itu tadi sedang mengembalikan hadiah yang diberikan adik kelasnya. Bukannya sih seung ho yang ngasih hadiah*

Seung ho pun meninggalkan adik kelasnya dilapangan basket. Ia memikirkan ji yeon yang tiba-tiba menangis. Saat sedang jalan menuju ruang kelas tanpa sengaja seung ho berpapasan dengan suzy dan taemin.

“wah, seung ho. Bagaimana?” tanya taemin dengan tersenyum jail

“apa maksudmu bagaimana? Aku tak mengerti” ucap seung ho bingung

“bukannya ji yeon sudah mengatakan sesuatu kepadamu?” tanya suzy yang balik bingung dengan reaksi yang diberikan seung ho.

“jiyeon? Apa yang ingin dikatakannya padaku? Tadi, aku bertemu dengannya tapi, ia langsung lari saat melihatku” ucap seung ho

“apa? Jadi, dia belum mengatakannya” ujar suzy heran.

“apa yang sedang kalian bicarakan sih daritadi?” tanya seung ho

“enggg… pokoknya kau cari ji yeon segera” ucap suzy

Seung ho segera mencari ji yeon. Diperpustakaan pun ia juga tak ada, dikelas atau dikantin juga seung ho tetap tidak menemukan ji yeon. Seung ho langsung teringat taman belakang tempat ia dan ji yeon membolos waktu itu. Seungho segera berlari menuju taman belakang. Benar saja, ketika ia sampai ditaman belakang ia melihat ji yeon sedang duduk dan menangis.

“ji yeon, ada apa sebenarnya denganmu?” tanya seungho cemas.

Ji yeon yang terkejut mendengar suara seung ho langsung bangkit berdiri dan mengelap air matanya.

“untuk apa kau menemuiku?” tanya ji yeon ketus.

“aku mencarimu daritadi. Kata suzy ada yang ingin kau katakan denganku” ujar seungho.

“tidak ada yang ingin kukatakan denganmu” ucap ji yeon. Ia lalu berjalan meninggalkan seung ho. Seungho langsung menahan tangan jiyeon.

“jiyeon, apa yang sebenarnya terjadi denganmu? Kenapa kau tiba-tiba marah denganku?” tanya seung ho.

“minggir seung ho, aku ingin kekelas” elak ji yeon.

“jawab dulu pertanyaanku” ucap seung ho

“tidak ada yang perlu kujawab. Aku tidak mau lagi bicara denganmu” ucap ji yeon sambil menangis lalu pergi meninggalkan seung ho yang terdiam.

Ji yeon pulang sendiri kerumah tanpa diantar seung ho. Setibanya dirumah, ia langsung masuk kekamar dan mengunci dirinya dikamar. Seung ho yang pulang langsung menanyakan ji yeon ke bibi yoon ji.

“bi, ji yeon sudah pulang belum?” tanya seung ho

“ji yeon sudah pulang dari 15 menit yang lalu. Ia langsung masuk kekamarnya” jawab yoon ji

“oh, yasudah kalau begitu” ucap seung ho

*****

Didalam kamar ji yeon menangis sejadi-jadinya. Hatinya sangat sakit saat melihat seung ho memberikan hadiah untuk adik kelasnya.

“aku benci seung ho” ucap ji yeon sambil menangis.

Tok tok tok….

“ji yeon, kau dengar aku? Kita perlu bicara” ucap seung ho sambil mengetuk pintu kamar ji yeon

“tidak ada yang perlu kubicarakan denganmu. Tinggalkan aku, aku ingin sendiri” teriak ji yeon.

Seungho langsung berhenti mengetuk pintu kamar jiyeon. Ia lalu pergi kekamarnya.

*****

Dirumah bumsso….

“so eun..” teriak kim bum

“ada apa?” tanya so eun

“ayo, kita pergi” ajak kim bum

“pergi? Kemana?” tanya so eun

“belanja bahan makanan. Kau tak lihat bahan makanan kita mulai menipis” ucap kim bum sambil membuka kulkas.

“ahh, kau benar. Aku lupa belanja tadi siang” ucap so eun sambil menepuk dahinya.

Merekapun pergi kesupermarket membeli bahan makanan. Saat sedang menuju parkiran, kim bum dan so eun berpapasan dengan dambi dan lee joon. Setelah, kejadian di pulau jaeju kim bum dan so eun sudah jarang bertemu dengan dambi dan lee joon.

“kim so eun..” ucap dambi

“hai, sudah lama kita tidak berjumpa. Bagaimana kabar kalian?” sapa so eun

“kami baik-baik saja” jawab lee joon.

“so eun, ayo kita pulang” ajak kim bum dingin.

“sebentar, ada yang ingin kubicarakan dengan so eun. Bolehkan aku meminjam so eun sebentar kim bum?” pinta dambi

So eun pun menatap kim bum dengan tatapan memohon.

“hanya sebentar. Aku beri kalian waktu 15 menit” ucap kim bum dingin sambil menuju keparkiran mobilnya. Lee joon segera masuk kesupermarket begitu disuruh dambi. Ia ingin bicara dengan so eun secara serius.

“so eun, aku minta maaf atas kesalahanku karena mendorongmu waktu itu” sesal dambi

“aku sudah memaafkanmu kok. Tenang saja” ucap so eun santai.

“aku benar-benar menyesal. Awalnya, aku kesal melihat hubungan kim bum denganmu. Aku masih belum bisa menerima bahwa kim bum telah melupakanku secepat itu. aku tahu kalau kim bum pasti akan benci denganku karena penghianatanku. Tapi aku terlalu egois, so eun. aku sangat menyesal” ucap dambi penuh penyesalan.

“aku mengerti kok dengan keadaanmu. Perasaan seseorang itu bisa berubah, dambi. Kita tidak bisa memaksakan perasaan orang lain” ujar so eun

“aku tahu itu. Aku sadar bahwa kim bum benar-benar melupakanku. Aku melihatnya saat menolongmu tenggelam waktu itu. Wajahnya benar-benar khawatir seakan takut kehilangan benda yang berharga. Ia terus berusaha meneriaki namamu sampai kau sadar, kalau saja kau lihat wajahnya mungkin kau tidak mungkin menyangka kim bum yang selalu bersikap dingin bisa berubah menjadi cemas saat melihat orang yang dicintainya dalam bahaya” ungkap dambi.

“a-aku?” tanyaku shock

“ya, aku bisa melihat bahwa kim bum benar-benar menyayangimu lebih dari nyawanya sendiri” ujar dambi tersenyum pahit.

“apa? Kim bum khawatir melihatku saat tenggelam. Dan lagi tadi dambi bilang bahwa kim bum mencintaiku?” ucapnya dalam hati masih terkejut.

“sudah 15 menit. Sampai kapan kau akan terus meminjam so eun, dambi” teriak kim bum

“kim bum sudah memanggilmu. Lebih baik kau segera menyusulnya. Kalau begitu aku pergi dulu kasian lee joon menungguku didalam” ucap dambi sambil berpamitan dengan so eun.

So eun yang masih terkejut dengan ucapan dambi masih tak percaya.

“so eun, ayo masuk. Apa lagi yang kau tunggu?” tanya kim bum

“i-iya” ucap so eun gugup.

“apa yang ia katakan padamu?” tanya kim bum.

“ia hanya meminta maaf padaku dan bilang bahwa ia benar-benar menyesal telah mendorongku” ucap so eun.

“kau yakin ia hanya bicara seperti itu?” tanya kim bum lagi

“iya, percaya saja padaku. Aku tak bohong kok” ucap so eun. Ia tak mungkin berani bertanya kepada kim bum tentang apa yang diucapkan dambi.

****

Sementara itu, dambi menyusul lee joon yang menuggunya disupermarket.

“jadi kau sudah bicara dengan so eun?” tanya lee joon.

“sudah. Aku lega ternyata ia sudah memaafkanku” ucap dambi.

“kau sudah mengikhlaskannya dengan so eun?” tanya lee joon.

“untuk saat ini aku akan berusaha mengikhlaskannya. Karena itu aku minta tolong kepadamu untuk membuatku mengikhlaskannya pergi” ucap dambi tersenyum.

Lee joon yang terkejut mendengar ucapan dambi langsung senang. Itu, artinya dambi mulai membuka hatinya untuk lee joon.

“aku selalu siap membantumu” ucap lee joon tersenyum senang.

****

Saat makan malam, hee bong bingung melihat ji yeon tidak ada dimeja makan.

“kenapa aku tidak melihat ji yeon hari ini?” tanya hee bong.

“ji yeon bilang bahwa ia sedang tak ingin makan mungkin ia sedang tak enak badan” ucap yoon ji.

“benarkah. Seungho, kau tahu jiyeon sakit apa?” tanya hee bong

“entahlah, kek. Aku juga tak tahu ia sakit apa” jawab seung ho sambil terus mengaduk supnya. Ia masih memikirkan kondisi ji yeon yang daritadi terus mengurung diri dikamar.

Tok tok tok…

“siapa?” ucap ji yeon

“ini aku seung ho. Aku tak tahu kenapa kau marah padaku yang jelas aku tak ingin kau sakit jadi, aku taruh makanan ini didepan pintu kamarmu. Terserah kau ingin makan atau tidak” ucap seung ho.

Ji yeon terus saja diam. Seung ho yang tidak mendengar jawaban dari ji yeon langsung pergi kekamarnya. Ternyata, ia mengumpat dibelakang tembok sampai, ji yeon membuka pintu kamarnya dan mengambil makan malam yang telah di taruh seung ho.

Ji yeon yakin kalau seung ho sudah pergi dari pintu kamarnya, ia memegang perutnya yang lapar dan berinisiatif membuka pintu. Ia membuka pintu kamarnya dan menengok kekanan dan kekiri takut ada seung ho yang melihatnya. Setelah, ia rasa cukup aman ia mengambil makanan yang ditaruh seung ho didepan kamarnya dan membawanya kekamarnya. Diam-diam, seung ho melihat saat ji yeon mengambil makanannya ia lalu tersenyum dan kembali kekamarnya.

****

Sementara itu, so eun masih penasaran apakah kim bum benar menyukainnya atau tidak.

“itukan hanya pendapat dambi saja, belum tentu benar” ucap so eun dalam hati.

“kenapa tingkahmu jadi aneh setelah, dambi bicara denganmu? Apa benar iya tidak bicara yang aneh-aneh denganmu?” tanya kim bum.

“kim bum, kau ini mengagetkanku saja. Apa maksudmu? Tingkahku memang selalu seperti ini” ucap so eun.

“ya, kau benar. Kau inikan selalu bertingkah aneh”  ejek kim bum

“kau meledekku ya?” omel so eun.

“aku tidak meledekmu. Aku bicara yang sebenarnya” ujar kim bum santai sambil tersenyum jail.

“lebih baik aku pergi tidur sekarang daripada aku mendengarmu meledekku terus-terusan” ucap so eun sambil jalan menuju kamarnya.

Kim bum hanya tertawa melihat so eun pergi sambil cemberut.

***

Esok paginya, hee bong kembali heran karena tak melihat jiyeon ikut sarapan pagi.

“kemana ji yeon? Apa ia belum bangun?” tanya hee bong.

“ia sudah berangkat duluan, ayah. Tadi pagi aku melihatnya sudah berangkat sekolah. Aku pikir dia sedang terburu-buru makanya aku tak memanggilnya” ungkap ki joon.

“kenapa kau tak ikut dengan jiyeon, seungho?” tanya hee bong sambil menatap seungho.

“aku saja tak tahu ia berangkat sekolah duluan” ucap seung ho datar sambil melahap sarapannya. Ia tahu mengapa jiyeon pergi duluan. Dia pasti menghindar bertemu dengan seungho.

Sesampainya, disekolah seung ho langsung mencari ji yeon dikelas tapi, teman-temannya mengatakan ia tidak melihat ji yeon didalam kelas. Hanya ada tasnya yang sudah ada dikelas.  Seung ho langsung menyadari kemana jiyeon pergi pasti ketaman belakang.

Seungho melihat jiyeon duduk, wajahnya kelihatan pucat dan murung.

“apa yang kau lakukan disini?” tanya ji yeon begitu menyadari kedatangan seung ho dibelakngnya.

“aku mencemaskanmu, jiyeon. Kau ini belum sarapankan dari pagi. Mukamu terlihat pucat” ucap seung ho.

“itu bukan urusanmu. Urus saja adik kelas yang kau sukai itu” ucap jiyeon.

“hah? Adik kelas? Apa yang kau bicarakan? Aku tak mengerti apa yang kau bicarakan” tanya seung ho yang bingung.

“tak usah berlagak tak mengerti. Aku melihatnya dengan kedua mataku sendiri” ungkap ji yeon dingin.

“memangnya apa yang kau lihat? Aku semakin tak mengerti” ucap seung ho yang semakin bingung.

“sudahlah, aku capek berbicara denganmu” ucap jiyeon bangkit berdiri dan jalan meninggalkan seung ho yang masih kebingungan. Tiba-tiba, kepalanya pusing seketika itu ia langsung pingsan. Untung, seung ho langsung memegangi ji yeon begitu ia pingsan.

“ji yeon..” teriak seung ho khawatir. Ia menyentuh dahi ji yeon. Betapa kagetnya ia saat menyentuh dahi ji yeon yang panas. Tubuhnya juga panas. Seung ho langsung menggotong ji yeon dan membawanya ke UKS.

Saat sadar dari pingsannya, orang pertama yang ia lihat adalah suzy. Mukanya cemas sekali tapi, ia langsung senang begitu melihat ji yeon membuka matanya.

“ji yeon, kau sudah sadar. Kau tahu aku kaget sekali saat melihatmu  digendong seung ho menuju UKS” ucap suzy

“apa? Seung ho yang membawaku kesini?” tanya jiyeon masih setengah pusing.

“iya, dia kelihatan khawatir sekali saat membawamu kesini. Ia takut terjadi apa-apa denganmu” ucap suzy.

“kau belum menyatakan perasaanmu terhadapnya, ya?” sahut suzy

“belum” ucap ji yeon datar.

“kenapa belum? Kemarin kau kelihatan percaya diri sekali saat akan menemui seung ho” tanya suzy

Jiyeon pun menangis dan menceritakan apa yang ia lihat dilapangan antara seungho dan adik kelasnya.

“kau yakin dengan yang kau lihat?” tanya suzy tak percaya

“tentu saja aku yakin dengan apa yang kulihat. Kau pikir aku buta” ucap ji yeon.

“pasti ada salah paham diantara kalian. Aku tak percaya seung ho memberikan anak kelas 10 itu hadiah. Seperti bukan seung ho saja” ujar suzy tak percaya.

“sudahlah, aku tak mau membahas masalah ini. Lebih baik kau segera kembali kekelas aku akan beristirahat” ucap ji yeon

“baiklah, aku kembali kekelas dulu. Bye” pamit suzy

****

Seung ho yang melihat kedatangan suzy dikelas langsung menghampirinya.

“bagaimana keadaan jiyeon?” tanya seungho.

“dia sudah sadar dan sedang beristirahat. Mungkin saat jam pelajaran ke4 dia baru masuk kekelas” ujar suzy.

“baguslah kalau dia sudah sadar. Aku turut senang mendengarnya” ucap seung ho lega

Suzy yang melihat ekspresi wajah seung ho masih tak percaya apa yang dibicarakan jiyeon tadi padanya. Suzy yakin pasti ada kesalahpahaman yang terjadi karena ia bisa melihat dengan jelas kalau seungho menyukai jiyeon.

****

Sementara itu ki joon dan yoon ji sedang mencari waktu yang tepat untuk memberi tahu keluarganya tentang hubungan mereka.

“kapan kita memberi tahu mereka?” tanya yoon ji.

“aku sedang mencari waktu yang tepat. Kau kan tahu sendiri ayah sedang sibuk begitu juga dengan kim bum. kita harus menunggu mereka punya waktu luang” jelas ki joon

“ya kau benar. Aku begitu gugup akan reaksi mereka saat mendengarnya” ucap yoon ji

“tenang saja, mereka pasti menerima hubungan kita” ujar ki joon sambil tersenyum memandang kekasihnya itu.

****

Saat jam pulang sekolah suzy dan ji yeon jalan bersama. Ji yeon meminta suzy menemaninya karena ia tidak mau pulang dengan seung ho.

“ji yeon, mau sampai kapan kau menghindarinya?” tanya suzy

“aku tidak tahu. Mungkin selamanya” ucap jiyeon cuek

“apa? Selamanya? Kau lupa kalau kau ini dijodohkan dengannya” ucap suzy

“aku tidak peduli” ujar ji yeon. Tiba-tiba, ia berhenti mendadak, suzy yang kaget begitu ji yeon tiba-tiba berhenti berjalan hanya heran.

“ahhh, gadis itu…” teriak ji yeon sambil menunjuk gadis yang memakai seragam sekolah yang sama dengannya ekspresinya langsung dingin begitu melihat gadis itu.

“gadis itu? itu kan anak kelas 10. Adik kelas kita. Kenapa? Kau mengenalnya?” tanya suzy.

“gadis itu yang diberikan hadiah oleh seung ho” ucap ji yeon kesal saat mengingat kejadian itu lagi.

“jadi, itu gadis yang kau ceritakan” ujar suzy.

Setelah, itu mereka tetap melanjutkan perjalanan pulang mereka kerumah masing-masing dan mengabaikan adik kelasnya.

****

Sementara itu di flowers shop…

So eun duduk sambil cemberut. Ia kesal karena belakangan ini kim bum selalu lembur sehingga mereka tidak bisa makan malam bersama. Tapi, ia juga mengerti kesibukkan kim bum dikantornya apalagi, mereka sedang mengerjakan proyek baru.

“heh… hari ini aku pasti makan malam sendiri” ucap so eun cemberut sambil memainkan bunga-bunganya.

Tiba-tiba, hp nya bergetar..

Ia melihat ada panggilan masuk ke handphonenya…

“halo…” ucap so eun malas-malasan.

“ada apa dengan suaramu itu?” tanya kim bum

“ahh, kau ternyata. Tidak apa-apa. Kenapa kau menelponku?” tanya so eun

“aku hanya ingin mengabari kalau hari ini aku tidak bisa makan malam dirumah. Aku harus lembur” ujar kim bum ditelfon

“yasudah, selamat bekerja” ucap so eun sambil menutup telefonnya.

****

Kim bum yang mendengar suara so eun hanya bingung.

“mengapa ia terdengar lesu sekali” gumam kim bum saat mengakhiri percakapannya ditelfon.

“kim bum, ayo kita segera meeting. Klien sudah menunggu kita” ucap hee bong.

“baik, kek. Aku akan segera kesana” ucap kim bum.

****

Saat makan malam, ji yeon memberanikan dirinya untuk makan diruang makan walaupun, ia akan bertemu seung ho nanti. Tapi, ia heran melihat seung ho tak ada dimeja makan. Ia terpaksa makan sendiri karena paman dan bibinya belum pulang dari kantor.

Sementara itu, seung ho sedang berkumpul dengan taemin di cafe langganannya.

“tumben kau masih disini. Kau tidak pulang” tanya taemin.

“tidak. Aku sedang malas pulang” jawab seungho datar.

“ada apa denganmu? Semenjak ji yeon pindah kerumahmu kau jadi jarang keluar main kenapa kau jadi sering kemari. Oiya, sepertinya kau dan ji yeon sudah hampir tak pernah jalan bersama lagi saat datang atau pulang sekolah dengannya, apa kau sedang ada masalah dengannya?” tanya taemin lagi.

“entahlah, wanita itu memang sulit dimengerti” jawab seung ho datar.

Taemin hanya heran menatap seung ho yang sedang kelihatan tidak bersemangat.

****

So eun terlihat kesal saat sedang menyantap makan malamnya, ia tidak selera makan hari ini. Tentu saja penyebabnya karena kim bum lembur lagi. Selain itu, saat sarapan pagi tadi juga kim bum tidak langsung menyantap makanannya dirumah, ia langsung mengambil makanannya dan memakannya sambil menyetir karena ia takut telat datang meeting dengan kliennya. Itu membuat so eun sedih, ia jadi jarang bertemu kim bum.

So eun segera menyudahi makan malamnya. Ia langsung menyender disofa dan menonton tv untuk menghilangkan rasa kesalnya. Tapi, ia tertidur sampai kim bum pulang dan terkejut melihat so eun tertidur disofa. Karena, kim bum tak tega membangunkan so eun yang tertidur pulas, ia segera menggendong so eun ketempat tidurnya dan menyelimutinya.

Pagi harinya, so eun terkejut saat bangun dari tidurnya, ia terkejut karena ia sudah ada ditempat tidur padahal, seingatnya ia tertidur disofa. Tapi, ia langsung berfikir bahwa kim bum yang membawanya. Saat, ia ingin menyiapkn sarapan ia menemuka memo yang bertulikan:

“aku pergi kerja duluan. Maaf karena tidak memberi tahumu sebelumya aku tak enak hati membangunkanmu. Aku akan sarapan dikantor”

So eun hanya menatap memo sambil bersedih. Hari ini ia tidak bisa lagi bertemu dengan kim bum.

****

Sementara itu, suzy yang penasaran dengan cerita ji yeon itu menyelidiki adik kelas yang diberi hadiah oleh seung ho itu. ia tahu bahwa gadis itu bernama ji eun ia anak kelas 10-B. Saat sedang mencari kelas 10-B secara, kebetulan suzy berpapasan dengan ji eun. Suzy segera mengajak ji eun bicara.

“ada apa kakak mengajakku bicara?” tanya ji eun heran.

“aku hanya ingin bicara tentangmu dan seung ho. Apa benar kau dan seung ho mempunyai hubungan khusus?” tanya suzy.

“aku dan seungho sunbae? Hubungan? Tidak, memang aku sempat naksir dengannya karena ia tampan dan juga baik tapi, ia menolakku” jawab ji eun

“apa? Seung ho menolakmu? Bukankah seung ho memberimu hadiah?” tanya suzy yang heran.

“tidak, ia tak pernah memberiku hadiah. Justru, saat aku mengungkapkan perasaanku padanya aku memberikan hadiah untuknya tapi, ia mengembalikannya dan mengatakan padaku bahwa ia sudah menyukai seseorang” jawab ji eun sejelas-jelasnya.

“oh, ya. Kalau begitu aku pergi dulu. Terima kasih sudah memberi tahuku” ucap suzy sambil lari mencari ji yeon. Dugaannya tepat, ia memang yakin kalau jiyeon sepertinya salah paham dengan seungho. Saat, suzy pergi kekelas ia tak menemukan ji yeon, ia hanya melihat seung ho yang baru datang.

“seung ho, dimana ji yeon?” tanya suzy

“ji yeon? Aku tak tahu. Hari ini dia berangkat duluan” jawab seung ho. “kenapa kau mencarinya?” sambung seung ho

“ada yang ingin aku beritahukan kepadanya” ujar suzy. “ah, lebih baik kau saja yang langsung bicara padanya” sahut suzy.

“apa yang harus kubicarakan dengannya? Melihatku saja ia tak mau” ucap seung ho.

“maka dari itu, kau harus menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi antara kau dan ji yeon agar ia tak marah lagi denganmu” ucap suzy.

“salah paham? Memangnya kau tahu kenapa ji yeon marah padaku?” tanya seung ho yang kebingungan.

“adduh, seung ho. Jiyeon itu marah padamu karena ia melihatmu bersama dengan ji eun dilapangan waktu itu. Ia melihat kau sedang memberikan ji eun hadiah padahalkan sebaliknya kau justru mengembalikan hadiah yang diberikan ji eun padamu” ucap suzy menjelaskan.

“apa? Jadi ia mengira aku mempunyai hubungan dengan ji eun? bodoh, sekali aku tak menyadarinya” ucap seung ho memukul dahinya.

“sebaiknya, kau segera menjelaskan semuanya kepada ji yeon agara tidak ada salah paham lagi antara kau dengannya” ucap suzy.

“baiklah, aku akan bicara padanya” ucap seung ho sambil lari mencari suzy.

Seung ho langsung mencari ji yeon ditaman belakang. Karena, tidak ada lagi tempat untuk ji yeon bersembunyi selain taman belakang yang jarang diketahui banyak orang.

“ji yeon, aku ingin bicara padamu” ucap seung ho. Jiyeon menoleh dan melihat seungho berdiri dibelakangnya.

“aku tidak ingin bicara padamu” ucap ji yeon sambil berjalan kearah gedung sekolah tapi, tangannya langsung ditahan seung ho.

“dengarkan aku dulu. Kau ini salah paham, semua yang kau lihat waktu aku dan ji eun dilapangan hanya salah paham” ucap seung ho.

“apa? Aku tak mengerti maksudmu. Lepaskan aku sekarang” ucap ji yeon sambil berusaha lepas dari seung ho.

“aku tidak memberinya hadiah justru aku mengembalikan hadiah yang ia berikan padaku saat dia menyatakan perasaannya pada ku” ucap seung ho dengan keras agar ji yeon mengerti.

Ji yeon yang mendengar perkataan seung ho hanya terdiam, ia sulit mencerna perkataan seungho padanya.

“kau tahu aku jawab apa saat ia menyatakan perasaannya? Aku langsung mengembalikan hadiahnya dan bilang padanya bahwa aku sudah mempunyai orang yang kusuka” sambung seung ho.

“o-orang yang kau suka? Siapa?” tanya jiyeon ragu-ragu.

Seungho diam beberapa saat dan ia langsung menarik nafasnya dan menghembuskannya. Setelah, ia siap ia mulai bicara..

“siapa lagi kalau bukan orang yang dijodohkan denganku” jawab seungho.

“seungho… maksudmu aku?” tanya ji yeon yang shock mendengar jawaban seung ho.

“tentu saja, bodoh. Siapa lagi orang yang dijodohkan denganku kalau bukan kau, jiyeon” tegas seung ho.

Ji yeon pun menangis karena ia tak percaya bahwa seung ho ternyata menyukainya juga. Ia juga merasa bodoh karena telah salah paham dengannya.

“mianhae, seung ho. Aku ini memang bodoh. Aku langsung berfikiran yang bukan-bukan saat melihatmu dan ji eun dilapangan itu” ucap ji yeon sambil menghapus air matanya.

“sekarang kau harus jawab pertanyaanku dulu, ji yeon. Apa aku bagimu hanya seorang teman saja?” tanya seung ho

“bagiku, kau ini lebih dari temanku atau sahabatku” jawab ji yeon gugup

“jadi itu artinya kau…”

“iya, aku menyukaimu seung ho” ucap ji yeon dengan kepala tertunduk saking malunya. Seung ho yang mendengarnya pun langsung tersenyum senang dan memeluk ji yeon. Ji yeon yang kaget dipeluk seung ho hanya bisa diam dalam pelukan seung ho sambil tersenyum.

-bersambung-


Sampai sini dulu ya

Cape banget nie…

Semoga kalian senang dengan hubungan ji yeon and seung ho ini..

Mohon maaf kalau di part ini verita bumssonya sedikit

Soalnya, author ngebut bikin cerita tentang hubungan seungyeon ini byar cepat selesai…

Jangan lewatkan part selanjutnya….

Jangan lupa untuk saran & kritik nya…

Jangan lupa untuk nge-vote juga ya…

Maaf ya klo gmbar yang disediain gk nyambung..

Thx~

Tags: , , , , , , , , , ,

About bumssoindo

We are fanbase of BUMSSO (Kim Bum and Kim So Eun) from Indonesia

25 responses to “My Love, My Darling part 8”

  1. anisa says :

    wah, bngun” udh da ff ..
    .
    untng akhrx dpart ni ji yeon sma seung ho udh mngatakan prsaanx .. keren .
    .
    tp ksian so eun dtnggal sma kim bum trus ..
    so eun onnie FIGTHING

  2. yankyu says :

    bgs tp lain x bnykin crt bumssonya ya

  3. kikey says :

    Pagi-pagi udah ada lanjutan ff aseeeekk. Wah udah mau selesai ya ff nya.yaaah *reader sedih* tp gapapa, pingin tau akhirnya juga. Kim bum sm so eun udah mulai akur nih asik asik.hwaiting author buat lanjutannya😀

  4. Merli Rosyana says :

    Seungho benar-benar ga peka ya kalo jiyeon cemburu hahaha ..
    Kasian banget soeun sering ditinggal kim bum !

    wah cepetnya udah mau end kekeke makin seru author .

  5. rere aditya says :

    hai. Hai.
    Lam knal smua… Aku rider bru….
    Keren ff nya tpi aq msh bngung al.a blum bca yg sbelum nya…
    Ku tnggu part slanjutnya…
    Aku mw bca yg part s’belum.a dlu deh…🙂

  6. rini says :

    makin seru aj ne,,
    aduh seung ho gk peka lg law jiyeon cemburu ma dy,,
    kasiand soeun d,tinggal kimbum kerja trus,,
    part selanjutnya jgn lma” ya!!

  7. bismania luph bumsso says :

    hebat,kereeeeeeen bgtz,….
    lanjuti !!!!

  8. kimmify says :

    makin seruuuu partnya
    makin penasaran hubungan bumsso. banyakin dong author bumssonya
    tapi disini jadi jelas hub jiyeon dan seungho
    akhirnya mereka jadian juga
    update soooon1 fighting!

  9. Bummiearab says :

    Keren author
    . O.ya aku jdi kasian dech ama eunnie yg di tinggal bumpa..

    . Intinya eunnie n’gk bisa hidup tanpa bumpa ahahahahah

  10. chiby says :

    kasian so eun di tinggal terus… sini saja onni tak temenin gosip biar gag kesepian… hhe…
    lanjutin author.. semangat!!!!!

  11. qinqin says :

    keren,ga sabar untuk menunggu

  12. rosiyani 'oci' says :

    asiiiik sengho ma ji yeon dah adian. hihi…
    aishhhh si bum napa lembur mulu sih kan kasian tuh eunnie. huhu…
    tapi nih so eun ma bum masi aja gengsi2an nih padahal saling suka. hihi…
    lanjut author ampe tamat dehhhh🙂

  13. RiriAngels says :

    Ahaha
    KEREEEEN NEXT PART DITUNGGU ..

  14. ashillach says :

    nice~ aku suka, tp part selanjutnya bykin bag bumsso ya!
    ~^^~

  15. rizkyapratiwi says :

    makin keren aja ceritanya …

    cerita tenteng ji yeon sm seung ho juga gk kalah seru

    malah semakin menarik ..

    part selanjutnya di tunggu

  16. larasrahmaa says :

    Makinnn seru author
    Wah udh pgn end aja gak kerasa yaa,
    yeyeye seungho ama jiyeon udh nyatain perasaannya tinggal bumsso nih
    Eunnie kesepian ua ditinggal lembur bummie, uh ksian biar aku temenin aja ya, haha /plakk
    Author ngebut next partnya yaa
    Aku tunggu lohh😀

  17. citra anisa aprilia says :

    wuow… aku suka cerita ini.
    mianhe aku baru baca marathon dari part 1 hari ini hehehe
    habis saya habis un sih *lahcurhat? heeeee

    ah so eun kasian kangen sama kim bum. huhu aku kalo punya suami kayak kim bum jg pasti kangen deh di tinggal kerja mulu *inireaderkenapajdikut2an??? *maafkan saya

    asyik ji yeon seung ho sudah jujur ttg perasaan mereka😀
    ah author lanjut, jgn lama lama hehe

  18. leuni says :

    uah… akhirnya ji yeong n seung ho jdan, paman n bibi’a jg.
    kpn nih giliran kim bum n so eun?!
    lanjut…………..

  19. Indah_ELF says :

    Seruu
    lanJutt …
    Seungho udh nyatain cnta k’jiyeon #akhir’a#…
    Kpan Eunnie pnya anak nich ?
    D’tngu k’LanJutan’a
    Penasaran

  20. Mii-kun says :

    Cie~cie~cie \(^_^)/
    Ji Yeon akhirnya jadian ma Seung Ho~ *tumpengan*

    Kim Bum semakin baik & perhatian aja ma So Eun, udah jatuh cinta tuh………..kekekekeke…….

  21. dini ramadhani says :

    uhuuhu asli part ini bkin saiia senyum2 ndiri
    bumsso makin deket,dambi jg udh baikan,seung ho n ji yeon jg g klah seru
    next part dtunggu

  22. Ina BeQi Soeulmates says :

    waaaaaaaaa kasian so eun d.tinggal lembur mulu nih ma bum..
    kesepiaaaannnnn eunnie,, bummie gak nyadar juga uda telantarin istri,,
    ahahaha

    seung ho ma jiyeon akhir.a jadian dan gak salah paham lagi..
    alhamdulillah……
    makin seruuuuuuuuuuuuuuu………

  23. chyntiadantia says :

    seru seru yee jiyeon akhirnya sma ji yeon ayo lanjtin terus!

  24. chyntiadantia says :

    seru seru,yee jiyeon akhirnya sma seungho ayo lanjtin terus!

  25. cucancie says :

    Lanjut..lanjut…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: