Confusion in My Mind 4

Author             : Ammolite

Main Cast        : So Yi Jeong, Chu Ga Eul

Cast                 : Geum Jan Di, Yoon Ji Hoo, Gu Jun Pyo, Song Woo Bin, Madam Kang

Genre              : Period/ Romance

Type                : Sequel

Confusion in My Mind 4  

Sorry for long update, kehidupan nyata mengalihkan duniaku hehe ( maklum, derita seorang mahasiswa),

“Lima buah lumbung beras kita telah berhasil mereka rebut, ditambah kantor pajak yang sekarang berhasil mereka kuasai, kuharap kau dan pasukanmu memiliki strategi yang cukup baik untuk membereskan  semua kekacauan ini Tuan So” Seorang pria berwajah persegi bicara dengan nada meremehkan, ia duduk di sebuah meja yang dikelilingi orang-orang berpakaian rapi. Hari ini di kediaman keluarga Gu tengah diadakan pertemuan para bangsawan untuk membahas situasi yang tengah mereka hadapi dan memberikan beberapa gambaran kondisi di kota itu pada Yi Jeong dan pasukannya.

“Kalian tenang saja, kami pernah menghadapi situasi yang lebih buruk” Jung yang sedari tadi berdiri di sebelah Yi Jeong angkat bicara

“Jangan berkata besar tuan, kau tidak akan tau apa yang akan kalian hadapi” pria lain berbicara

“Apakah kau meremehkan kemampuan kami tuan?” Jung mulai meninggikan suaranya

“Sudahlah Jung, kita tidak perlu pengakuan dari orang yang bahkan tak bias menjaga lumbung berasnya sendiri” Yi Jeong mendapat pandangan sinis dari bangsawan di perkumpulan itu saat mengucapkannya.

Pertemuan hari itu berjalan cukup lama untuk membahas rencana yang akan mereka jalankan. Perdebatan terjadi di sana-sini, namun kedua belah pihak masih cukup sabar untuk tidak saling menghunus pedangnya. Pertemuan itu memutuskan bahwa mereka akan mulai melakukan perlawanan satu minggu setelah hari itu karena masih ada beberapa hal yang harus mereka persiapkan.

Siang itu selepas pertemuan Yi Jeong memutuskan untuk berjalan-jalan di pasar untuk melihat beberapa barang seni yang dijual di kota itu. Meskipun hidup dalam dunia yang keras ia merupakan penikmat seni sekaligus seniman yang sangat baik. Bahkan salah satu gerabah buatannya telah dibeli oleh seorang pedagang Cina untuk dihadiahkan kepada kaisar Cina yang saat itu tengah berkuasa. Saat tengah mengamati Celadon buatan seorang pengrajin local tiba-tiba Yi Jeong dikagetkan oleh suara keras orang yang tengah bertengkar, dilihatnya sebuah keranjang berisi berbagai macam tanaman obat jatuh berserakan di tanah. Disebelahnya seorang gadis dengan hanbok hijau sibuk membereskan barangnya yang terjatuh, sedangkan di sisi lain seorang pria tengah beradu mulut dengan seorang wanita berhanbok biru.

“Yah, berani sekali kau menabrakku. Berjalanlah dengan benar, apakah orang miskin tidak menggunakan mata saat berjalan dan menabrak orang lain seenaknya” Teriak pemuda bernama Gu Jun Pyo itu

“Apa kau bilang? Kau yang menabrak kami dan kau malah menyalahkan kami! Dasar menyebalkan” gadis itu lalu mengangkat sedikit hanboknya dan melayangkan sebuah tendangan kearah kepala Gu Jun Pyo yang membuatnya terjatuh dan membuat orang-orang yang melihat ‘pertunjukkan’ itu tersenyum

“Yah, kau kurang ajar sekali , Apakah kau tidak tau siap diriku? Aku adalah Gu Jun Pyo, pewaris klan Gu, aku bias menghancurkanmu karena hal yang kau lakkan tadi”

Gadis berhanbok hijau yang sedari tadi sibuk membereskan keranjangnya kini berdiri menghadapi Jun Pyo, ia menutup matanya sambil menarik nafas panjang sebelum kemudian bicara “ Memangnya kenapa kalau kau Gu Jun Pyo pewaris klan Gu? Kami tidak takut padamu,,kau memang pantas ditendang oleh Jan Di dasar bangsawan otak udang, rambut keriting menyebalkan” katanya dalam satu kali tarikan nafas membuat Gu Jun Pyo dan orang-orang yang mendengarnya terheran-heran, bahkan Jan Di sahabatnya tidak mengedipkan matanya melihat kejadian itu.

“ Sudahlah Jan Di, kaja” Ga Eul menarik tangan Jan Di untuk segera meninggalkan tempat itu, namun Jan Di menghentikan langkah mereka kemudian berbalik menghadapi Jun Pyo yang masih kaget

“Dengar ya bangsawan kriting, otak udang menyebalkan, kami benar-benar tidak takut padamu! kami bekerja di kantor kesehatan milik keluarga Yoon itu sedikit informasi jika kau benar-benar ingin menghancurkan hidup kami” Teriak Jan Di di depan wajah Jun Pyo lalu segera berbalik pergi.

Yi Jeong tersenyum kecil melihat dua orang rakyat biasa yang berani melawan seorang bangsawan semenyebalkan Jun Pyo. Ia lalu pergi meninggalkan Jun Pyo yang masih berdiri diam mencoba memahami hal yang baru pertama kali terjadi dalam hidupnya itu.

***

“ Yah, Geum Jan Di kenapa kau harus mengatakan hal itu padanya” Ga Eul berkata kesal kepada teman di sebelahnya

“Huh? Berkata apa maksudmu Ga Eul?”

“Maksudku mengapa kau harus mengatakan kepada tuan muda otak udang itu dimana kita bekerja dan menantangnya menghancurkan hidup kita?” katanya sambil terus berjalan bersebelahan dengan Jan Di

“ Aish, Ga Eul, ini semua salahmu”

“Mwo? Kenapa  sekarang jadi salahku”

“Tentu saja salahmu tiba-tiba saja kau berteriak kepada orang itu, membuatku menjadi lebih bersemangat untuk melawannya”

“Aish, Pabo!!bagaimana kalau dia benar-benar datang? Apa yang harus kita lakukan?” Kini Ga Eul menghentikan langkahnya sambil menarik tangan sahabatnya. Dibelakang mereka seorang pria tertawa kecil melihat tingkah kedua gadis itu. Mendengarnya Jan Di lalu berbalik dan berteriak “ Yah, siapa kau, kenapa kau mengikuti dan menguping pembicaraan kami?”

“Kalian itu aneh sekali, beberapa saat yang lalu kalian berteriak berani di hadapan pria tadi dan kini kalian khawatir dan ketakutan”

“Siap maksudmu yang ketakutan? Kami hanya sedang berbicara saja” Jan Di menambahkan, sedang Yi Jeong tersenyum meragukan

“Yah, tuan kau yang kemarin mengambil gelangku kan?” Tiba-tiba Ga Eul bicara padanya

“Ternyata ingatanmu sangat bagus nona. Songpeyon buatanmu sangat enak”

“Gara-gara kau aku harus membuatkan songpeyon untuk Woo Bin sunbae agar tidak marah padaku! Tentu saja aku tidak akan melupakanmu!” Ga Eul menjawab kesal

“ Aku memang tidak berniat membuatmu melupakanku nona” Katanya sambil tersenyum

“Huh?” Ga Eul tertegun. Kini giliran Jan Di yang menarik tangan Ga Eul sambil menariknya pergi “ Ga Eul, apa yang kemarin kita lakukan? Mengapa kita harus bertemu dua pria aneh dalam satu hari. ayo kita pergi” Mereka lalu berlalu meninggalkan Yi Jeong yang masih tersenyum

***

Keesokan paginya Jun Pyo menerobos masuk kedalam kediaman para pemberontak.

“Aku minta salah seorang dari kalian menjadi pengawalku hari ini” teriaknya

“Maaf tuan tapi kami bukanlah pengawal bangsawan manja sepertimu, lagi pula bukankah kau memiliki puluhan pengawal yang bias kau perintah?” Jung menanggapi kesal. Mereka memang pasukan bayaran, namun mereka masih memiliki kehormatan untuk tidak diperintah seenaknya oleh orang lain.

“Apa kau bilang? Dengar ya, aku bukan pria manja, aku bahkan dapat mengalahkanmu dengan mudah jika aku mau” Teriaknya lagi

“Benarkah? Lalu kenapa kau meminta kami mengawalmu?” Tanya Jung kesal

“Aku ingin membuat perhitungan dengan dua orang gadis. Tapi aku tidak mau menghancurkan reputasiku dan keluargaku. Jadi aku membutuhkan kalian untuk melakukannya, karena tidak akan ada yang tau jika kalian bekerja kepada keluarga kami” Jawabnya enteng

“Apa kau piker kami serendah itu?” Jung sudah siap mengangkat tangannya untuk memukul Jun Pyo sebelum sebuah tangan lain menahannya

“ Aku akan melakukannya” Yi Jeong berkata sambil menurunkan tangan Jung

“Yi Jeong, apa yang kau lakukan?” Tanyanya Jung kesal

“ Sudahlah Jung, kurasa tuan muda ini benar-benar membutuhkan bantuna kita. Bukan begitu tuan?” Tanya Yi Jeong dengan senyum menyindir

“Sudahlah ayo kita pergi”

Keduanya lalu pergi menuju kediaman Yoon, tentu saja tanpa diberitahu oleh Gu Jun Pyo Yi Jeong sudah mengetahui tujuan mereka, karena sesungguhnya ia pun sudah tak sabar untuk pergi ke tempat itu.

***

Seperti kebanyakan rumah tradisional Korea milik para bangsawan, kediaman keluarga Yoon terbagi menjadi  bagian dalam (anchae), bagian untuk pria (sarangchae), ruang belajar (sarangbang) dan ruang pelayan (haengrangbang). Melihat ukurannya Yi Jeong dapat mengetahui bahwa keluarga ini memiliki kekayaan yang tidak jauh dari yang dimiliki keluarga Gu.

“Kau, apa yang kau lakukan di sini?” Seorang gadis menyambut mereka dengan teriakan

“Aku mau buat perhitungan denganmu” Balas Jun Pyo. Adu mulut diantara mereka pun dimulai (dan sepertinya tidak akan segera berakhir). Yi Jeong mengurut keningnya mendengar pertengkaran mereka dan segera pergi meninggalkan halaman depan rumah keluarga Yoon. Tak jauh dari kediaman keluarga Yoon terdapat lapangan tempat anak-anak bermain, dilihatnya seorang gadis yang tidak asing tengah bermain dengan anak-anak di lapangan itu..

“Ga Eul unnie, ayo terbangkan layang-layangnya” Seorang anak merengek sambil menarik hanbok merah gadis itu

“Min Jae-ya sabarlah kau kan tau aku tidak bisa menerbangkan layangan, kita tunggu Jan Di unnie, arasso?” Ga Eul berlutut untuk sambil mengelus kepala anak tadi

“Temanmu itu tidak akan datang” Yi Jeong yang tiba-tiba datang angkat bicara

“Mwo? Darimana kau tau dia tidak akan datang?” Ga Eul bertanya dengan nada kesal

“Salahkan temanku yang sedang beradu mulut dengannya” Yi Jeong menjawab tenang

Anak laki-laki yang sedari tadi mendengar pembicaran mereka lalu merengek pada Ga Eul “Unnie ayo terbangkan laying-layangku sekarang, sekarang” katanya dengan nada hamper menangis

“Baiklah aku akan mencobanya, jangan menangis lagi ya” Ga Eul lalu menarik-narik benang layangan dengan putus asa mencoba menerbangkannya

Melihat hal itu Yi Jeong lalu merebut benang layangan dari tangan Ga Eul, “Kau harus mengarahkannya ke arah datangnya angina dan jangan menariknya terlalu kuat” Layang-layang yang dipegang Yi Jeong kini mulai terbang.

“Hore, layang-layangnya terbang” anak tadi meloncat kegirangan dan Ga Eul menepukkan kedua tangannya “Min Jae lihat layanganmu terbang” ia berteriak senang, tidak lama anak-anak lain berkumpul di sekeliling mereka, entah siapa yang memulai tiba-tiba saja mereka mulai berlarian saling mengejar sambil tertawa lepas. Anak-anak berlarian dengan cepat hingga salah seorang dari mereka menabrak Ga Eul yang menjadi kehilangan keseimbangan. Ia menutup matanya mengira akan jatuh di tanah yang keras, namun tanpa ia duga ia mendarat tanpa rasa sakit, sesaat ia mengira bahwa ia sedang bermimpi, lalu perlahan membuka matanya, dan dilihatnya seorang pemuda terjatuh karena menahan berat tubuhnya, tanpa sengaja tatapannya bertemu dengan tatapan pemuda tadi, suara anak-anak di sekelilingnya menjadi tidak terdengar, tubuh kecil mereka menjadi kabur, dan waktu seakan berhenti bergerak bagi keduanya. Untuk beberapa saat mereka menikmati moment yang baru pertama mereka alami itu dan seolah tidak mau terbangun darinya. “ Unnie, layangannya” seorang anak berteriak membangunkan keduanya. Benang layang-layang yang sedari tadi digenggam erat Yi Jeong kini terlepas dan terbang menjauhi keduanya, salah tingkah, Ga Eul segera bangkit dan mengejar layang-layang tadi, namun tangan-tangan kuat milik Yi Jeong lebih dulu menangkapnya. Ia lalu menyerahkannya pada Ga Eul sambil tersenyum “ Peganglah dengan kuat agar ia tidak terlepas dan pergi” kemudian dengan gayanya yang tenang ia pergi meninggalkan Ga Eul yang masih berdiri terpaku mencoba menguasai dirinya.

***

Malam itu di ruang penyimpanan obat Jan Di dan Ga Eul mengerjakan tugasnya memilih tanaman yang akan mereka jadikan obat, sedari tadi Jan Di terus bercerita tentang pertengkarannya dengan Gu Jun Pyo pagi tadi, sedang Ga Eul masih memikirkan kejadian yang baru saja dialaminya.

“Jan Di-ya apakah kau pernah merasakan waktu seakan berhenti?” Ga Eul memotong celotehan sahabatnya yang terus menceritakan hal yang sama

“Huh? Tentu saja pernah. Saat aku sedang menunggu waktu terasa berhenti dan berjalan sangat lambat” katanya polos

“Aniyo, bukan itu maksudku”

“Apakah maksudmu waktu terasa berhenti, orang-orang disekitarmu terasa pergi dan suara disekitarmu menghilang?” Seorang lelaki memasuki ruangan itu

“Benar sekali, apakah kau pernah merasakannya Woo Bin sunbae?” Tanya Ga Eul penasaran

Tentu saja aku pernah merasakannya, aku selalu merasakannya setiap kali melihatmu Ga Eul’ ia ingin sekali mengatakan hal itu, namun entah mengapa ia malah mengatakan hal lain “ Aku pernah membacanya dari buku sastra, mereka menggambarkan orang yang sedang jatuh cinta dengan kata-kata itu” Woo Bin berbohong, sesungguhnya ia sama sekali tidak pernah menyentuh buku semacam itu. “ Apa kau merasakan itu Ga Eul” Ia mulai khawatir jika Ga Eul merasakan hal itu. Ia takut Ga Eul mengalami moment itu dengan orang lain dan bukan dengan dirinya.

“ Aniyo sunbae, aku juga baru saja membacanya” Ga Eul menutupi perasaannya

“Jan Di-ah Ji Hoo ingin bicara denganmu, ia menunggumu di ruang membaca” Woo Bin menyampaikan pesan yang dititipkan sahabatnya.

“ Ga Eul –ah aku pergi dulu” Jan Di meninggalkan pekerjaannya

“Pergilah, dan  sebaiknya kau segera kembali Jan Di-ah”

“Arsso, aku akan segera kembali jika sudah selesai bicara dengan Ji Hoo”

Ga Eul melihat sosok sahabatnya yang hilang dibalik pintu, kemudian bertanya pada pria yang kini duduk di tempat yang tadi ditempati Jan Di sambil memilih beberapa tumbuhan obat

“Sunbae, kau tidak pergi bersama Jan Di?” tanyanya bingung

“Neh, aku disini saja menemanimu” Ia tersenyum ke arah Ga Eul, keduanya melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda sambil mengobrol dan bercanda seperti biasanya.

***

Jan Di memasuki ruang baca dengan hati-hati, di dalamnya Ji Hoo tengah berdiri menatap langit dari jendela ruangan itu.

“Emm, Ji Hoo” Jan Di berdehem membuyarkan lamunan Ji Hoo. Tanpa peringatan Ji Hoo berbalik dan memeluk Jan Di

“Jan Di-ah, jangan pergi, jangan tinggalkan aku” katanya sambil mengeratkan pelukannya

“Eh? Apa maksudmu?” Jan Di yang merasa bingung dengan sikap Ji Hoo yang tiba-tiba, kedua tangannya mengepal erat di depan dadanya

“Berjanjilah padaku kau tidak akan meninggalkanku. Kau tau betapa aku sangat membutuhkanmu. Berjanjilah padaku”

Jan Di tersenyum mendengar pengakuan Ji Hoo, jika bukan karena status social yang berbeda keduanya mungkin sudah bersama dalam ikatan pernikahan. Namun keduanya tidak mau menyerah, masih menjalankan hubungan mereka secara rahasia untuk menghindari pemberitaan dan penghinaan yang akan terjadi dalam masyarakat mereka.

“Aku berjanji tidak akan meninggalkanmu, dan kau juga harus tahu betapa aku sangat membutuhkanmu” Jan Di kini melingkarkan lengannya pada tubuh Ji Hoo, membalas pelukannya.

Hal ini bukanlah diri Ji Hoo yang biasanya, namun entah mengapa saat ia melihat Jan Di bertengkar dengan Jun Pyo ia merasakan sesuatu yang aneh. Ia benar-benar takut, ia bertekad untuk tidak akan pernah melepaskan gadis dipelukannya itu, setidaknya di kehidupan ini.

***

“Yi Jeong, apa yang sedang kau pikirkan?” Jung duduk di sebelah Yi Jeong yang tengah menatap miniatur kota Hanseong sambil memindahkan posisi tiruan prajurit; menyusun strategi.

“ Jung, apa yang kau rasakan saat bertemu dengan Eun Su?” Yi Jeong tiba-tiba bertanya pada Jung

“Kenapa tiba-tiba kau bertanya bagaimana perasaanku saat bertemu istriku?” Tanyanya aneh

Yi Jeong hanya terdiam sambil memindah-mindahkan posisi prajurit mainannya

“Saat pertama melihat Eun Su aku merasa semua orang disekitarku menghilang, aku merasa ingin selalu bersamanya dan melihat wajahnya meskipun aku baru bersamanya beberapa jam sebelumnya. Aku selalu merasa ingin membuatnya tersenyum. Aku membenci diriku saat tidak bisa berbicara dengannya dan melindunginya” Jung berbicara panjang lebar

Sedang Yi Jeong hanya mendengarkan, menyadari semua yang dirasakan Jung tengah ia rasakan dalam hatinya.

Continued

I’hope Chapter 5 will be come soon.

Tags: , , , , ,

About bumssoindo

We are fanbase of BUMSSO (Kim Bum and Kim So Eun) from Indonesia

16 responses to “Confusion in My Mind 4”

  1. amauminie says :

    Aiihhhh .. Kisah cinta yi jeong sama ga eul belummm mulai nih thorrr ..
    Awwww ji hoo so sweet, udah jan di sama ji hoo aja jgn sama jun pyo #plak!
    Belum perang nih, kapan perangnya? Haha🙂
    Over all keren!
    Ama tunggu lanjutannya thor!^^/

  2. Elza says :

    prok.. prok.. prok… *reader tepuk tangan ngajakin seluruh warga se RW ^0^

    author debeak..!!pnter banget bikin cerita kolosal kaya gini, dr awal ampe sekarang, saya selalu puas dan gak sabar nunggu lanjutannya..^^

    jangan lama2 ‘lagi’ y thor, next part’na.. penasaran banget nich ma kelanjutan kisah cinta SoEul.. ^^

  3. Sary aj0w says :

    Gud j0ob..bneran trasa ar0ma jaman d0el0e nya…kereeen th0r..amazing kal0 kate mister tukul,i laik it kalo kate riyanti…hahaha,gesit 4 the next..

  4. Bummiearab says :

    Iya…
    Bener kta chingudeul yg laen
    . Author yg satu ini emang deabakk. Imajinasi nya tinggi bgt dhc..

    O.ke lanjut
    dan jgn lama..

  5. rizkyapratiwi says :

    bagus … keluar juga akhirnya part yang ne

    wah2 …. dah keliatan ne kyknya cinta segitiganya ..

    ups .. dah gak sabaran n penasaran banget

    di tunggu next part

  6. Meika says :

    Ayo,part 5 nya,jgn kelamaan kya nunggu part 4 x ne…
    Klo bsa ngebut bkinx,okeyy???

  7. rosiyani 'oci' says :

    asiiiik ada yg lagi falling in love nih si ga eul ma yi jeong.. suit suittt..
    moga ga ada halangan yg berarti gitu.. huhu…
    waduuuh jan di ternyata pacaran ma ji hoo toh.. aduhh tar jun pyo gmn ???hhe, ngarepnya jan di ma jun pyo. hha …
    wahhh tar bisa perang nih antar kerajaan.
    asiiik ditunggu part selanjutnya nih :p

  8. saripah ariyani says :

    ff nya seeerruuuu…..
    Ayo,part 5 nya jgn lama2….
    Pengen tw kelanjutanx nehh….
    Hwaiting y!!!

  9. dhiyah says :

    wwwwwooooaaahhhh , , ko dkit bgt crTa y ??? pdahaL kn q dach nGgu Lma bgt , , jauh sbLum Candi Borobudur ada ????!!! *pLeetaakk / mna d internet d zaman bgitu ??!!*

    cPet d Lnjut ea ,, sbLum q jd tambah cantik . . . ^^ *??!! / pLeettakkk / kga nYmbung !!*

  10. yukaloveJC says :

    kren bnget crtanya author.ff ni slh 1 favoriteq.dtnggu klanjutn crtanya y….tp lmyan lma jg y.oy sory author,pertama kli q ngebc jdulnya,q gak trllu tertarik utk bc ni fanfic.tp ternyta stlah dbca,q jtuh cnta bnget ma fanfic ni.gak sbar pngen bc part slnjutnya.semangat y…

  11. yukaloveJC says :

    q jtuh cnta ma ni fanfic terutma ma couple crtanya,hehehe,,,dtnggu klnjutn crtanya y…

  12. Asmaa says :

    Wuidiiiihh… 2 kata = kereeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeen bangeeeeeeeeeeet !!!!!!
    Lanjutin donk author…, udah ga sabar nih…..😀

  13. sukma says :

    kereeeeeeennnnnnnnnnnn!!!!!!!!!!

    part 5 udah di post blon thor????
    jangan lama2 ya…….
    penasaran nie…:)

  14. Diyah Ramadhani says :

    Author mana part 5 nya…
    Penasaran bangat sma kelanjutannya🙂

  15. SintiaBumsso/@SintiaBumsso17 says :

    Kerenn thar part 5 ada dmn yaa? Di library sampe part 4 aja🙂

  16. Jannah says :

    Wahh seruu banget,di tunggu next part nya,jgn lm2 yya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: