My Lovely Bodyguard part 4

Author : Evi Riana

Main Cast: Kim Bum , So Eun

Cast: Park Jiyeon, Yoo Seungho, Byun Hee Bong, Go Hyesun, Lee Minho, Yoona, Kim KiBum, Jessica, Cho Kyuhyun

Genre: Romantic/Family/Friendship/mystery

Type: Sequel

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

Cerita yang ditulis hanyalah fiktif belaka. Apabila ada kesamaan merupakan hal yang tidak disengaja.

Sampai juga di part 4….

Semoga kalian makin suka membacanya…

Thx atas kritik dan sarannya…

Author sangat menghargainya….


Part 4

BRAK~~

Hee bong dan Pak Han kaget begitu mereka melihat orang yang membuka pintu ruang kerja hee bong tiba-tiba.

“so eun..” ucap hee bong terkejut.

“apa maksud kalian tadi? Ayahku dibunuh? Dan kecelakaan bus itu disengaja?” tanya so eun.

“so eun, kakek bisa menjelaskannya nanti” ucap hee bong.

“aku tidak mau nanti. Aku butuh penjelasan kakek sekarang juga” ucap so eun.

“baiklah, kakek akan menjelaskannya kepadamu. Mungkin ini memang saatnya kau tahu tentang kebenarannya” ucap hee bong.

So eun duduk dan mendengar penjelasan hee bong dan Pak Han. So eun sangat syok mendengar bahwa orang tuanya meninggal karena dibunuh. Ia menangis saat mendengar tentang keadaan jenazah ayahnya. Ibunya tak pernah menceritakan tentang kematian ayahnya kepada so eun sampai sekarang.

“aku tidak akan mengampuni orang-orang yang sudah membunuh kedua orang tuaku” ucap so eun emosi sambil menangis.

“so eun, tenanglah. Pak Han saat ini sedang menyelidiki lagi dalang dari pembunuhan orang tuamu. Kau tahukan hal seperti ini tidak gampang untuk diselidiki. Kasusmu sama seperti kim bum. Kedua orang tuanya juga dibunuh dalam suatu kecelakaan” ucap hee bong ikut sedih.

“apa yang harus so eun lakukan, kek? Apa aku harus duduk diam sementara orang yang membunuh orang tuaku bisa bebas berkeliaran diluar sana?” tanya so eun kesal.

“kakek mengerti perasaanmu, so eun. kakek akan segera mengabari hal ini lagi kalau Pak Han mendapat informasi terbaru” ujar hee bong.

So eun kembali tenang dan memilih masuk kekamarnya. Didalam kamar so eun mengais sejadi-jadinya. Ia merasa kesal kenapa eomma nya tidak memberitahukan masalah ini semasa hidupnya.

“eomma, appa..” ucap so eun sambil menangis.

Keesokan paginya, so eun sangat kelihatan tidak bersemangat seperti biasanya. Kim bum yang melihat so eun sangat terkejut.

“kenapa matamu itu? matamu seperti mata panda yang banyak lingkaran hitamnya” tanya kim bum.

So eun tidak menjawab pertanyaan kim bum dan hanya diam menuju ruang makan. Pelayan mengatakan kalau hee bong berangkat pagi-pagi ke bandara untuk dinas ke luar negri beberapa hari. Kim bum dan so eun sarapan dalam suasana hening dan damai.

Sesampainya, disekolah tak seperti biasanya begitu sampai disekolah so eun yang mengikuti kim bum dibelakang malah jalan dengan cepat dan meninggalkan kim bum. Kim bum hanya menatap so eun dengan tatapan aneh sambil berjalan.

“selamat pagi, so eun” sapa yoona.

“pagi..” sapa so eun lesu.

Yoona terkejut dengat sapaan so eun yang lesu, so eun yang biasanya ceria kenapa bisa terlihat murung seperti ini.

“kim bum, ada apa dengan so eun hari ini? Ia kelihatan tidak bersemangat untuk hidup” tanya yoona.

“entahlah, aku juga tak tahu. Dari, pagi ia sudah terlihat aneh seperti itu” jawab kim bum.

“hey, bum apa yang terjadi dengan bodyguardmu itu? apakah kau mengancamnya akan memecatnya?” tanya minho.

“enak saja kau bicara sembarangan seperti itu. aku tak punya wewenang untuk memecatnya. Kau tanyakan saja kepadanya sendiri” ujar kim bum.

Kim bum, yoona dan minho langsung menoleh kearah so eun yang sedang lesu,sambil mencoret-coret kertas kosong.

Saat, pelajaran biology guru mereka menugaskan murid-muridnya untuk membedah ikan dan kodok. So eun sangat tidak bersemangat untuk membedah hewan seperti ini, ia hanya bertopang dagu saat gurunya menjelaskan tahap-tahap membedah.

Saat so eun melihat teman-temannya membelek perut ikan, ia hanya memandang ikan tersebut sambil berfikir “apakah orang itu juga gampang membunuh eomma dan appa seperti membunuh ikan itu?”.

“kyaaaaa… kodoknya masih bernafas padahal aku sudah membedahnya. Tolong…” teriak jessica.

CLEEPPPP…..

Jessica langsung berhenti berteriak saat so eun tiba-tiba datang kemejanya dan langsung menancapkan pisau bedah kekodok itu. *OMG, I can’t see this* . Teman-temannya langsung memandang kearah so eun.

“YA… hanya masih bernafas saja kau berteriak. Memangnya kodok itu ingin memakanmu? Apa susahnya hanya membedahnya lagi” bentak so eun.

“kenapa kau membentakku seperti itu. Akukan tidak menyuruhmu untuk menancapkan pisau ketubuh kodok itu” omel jessica.

“hey, kalian sudah-sudah jangan berselisih lagi. So eun kembali ketempatmu sekarang” omel guru biologi.

So eun segera balik ketempatnya dan langsung tertunduk lesu lagi. Kim bum dan yoona sangat heran dengan sikap so eun sekarang. Saat pelajaran olah raga sepak bola, so eun tidak bersemangat untuk bermain tapi, gurunya memaksa so eun untuk masuk kelapangan dan bermain. so eun sangat lesu saat menggiring bola menuju gawang.

“hey, kim so eun kau ingin mendapat nilai jelek ya. Main yang benar” teriak guru OR nya. So eun yang daritadi mencoba bersabar atas omelan guru OR nya ini langsung kehilangan kesabaran dan berlari sekencang-kencang saat menggiring bola, saat sudah didepan gawang so eun langsung menendang bola itu hingga memantul ketiang gawang.

Teman-temannya langsung terkejut saat so eun menendang bolanya, masalahnya bola yang ditendang so eun memantul gawang sampai kempes. So eun langsung keluar lapangan dan tertunduk lesu lagi. Kini teman-teman kim bum benar-benar heran dengan sikap so eun.

Saat, istirahat so eun lebih suka menyendiri dibangku taman sambil bersedih dan mengingat eomma dan appanya.

“kau menyuruhku untuk mencoba tersenyum tapi kenyataannya saja kau tidak tersenyum hari ini” ucap jiyeon tiba-tiba yang duduk disamping so eun.

“aku sedang tidak berniat untuk tersenyum” ujar so eun.

“baiklah, aku tidak akan mengganggumu” sahut jiyeon sambil membaca buku. So eun langsung memandang jiyeon.

“jangan melihatku seperti itu, aku tidak suka ada orang yang memandangiku seperti ini. Lanjutkan saja acara kemurunganmu itu” ucap jiyeon datar.

“jiyeon, aku sangat sedih hari ini. Aku sedang tidak ingin bersenang-senang ataupun tertawa seperti biasanya” ucap so eun.

“kau harus segera balik ke asalmu sana. Apa kau sedang mencoba meniru kebiasaanku?” tanya jiyeon.

“hah? Kau ini benar-benar, jiyeon. Seharusnya kau mencoba menghiburku” ucap so eun.

“tidak” jawab jiyeon cuek. So eun langsung cemberut dan berjalan meninggalkan jiyeon membaca buku. Jiyeon hanya menatap kepergian so eun sambil tersenyum simpul. Ia kembali melanjutkan membaca bukunya sampai seungho datang kearahnya.

“kenapa kau sering sekali membaca buku?” tanya seungho.

“bukan urusanmu. Dan, berhentilah bertanya yang macam-macam” jawab jiyeon.

“oke. Aku akan diam kalau begitu” ucap seungho. Jiyeon tetap melanjutkan membaca bukunya dan mendiami seungho yang duduk disampingnya.

“kau ini benar-benar mengingatkanku dengannya” ucap seungho dalam hati sambil memandang kearah jiyeon. Jiyeon yang sadar akan tatapan seungho langsung berdiri dan kembali kekelas meninggalkan seungho sendiri ditaman.

Sementara itu, kim bum yang tak tahan dengan sikap so eun sekarang langsung menghampiri so eun saat sedang berjalan lesu.

“apa yang sebenarnya terjadi denganmu? kenapa kau banyak diam seerti ini” tanya kim bum.

“untuk apa kau bertanya seperti itu. Bukannya, kau senang karena hari ini aku diam dan tidak mengawasimu kemana-mana” sahut so eun menuju kekelas.

“aissh… dasar perempuan aneh” gumam kim bum.

Saat, pulang sekolah so eun berjalan lebih cepat dan meniggalkan kim bum dibelakangnya. So eun berjalan sambil menunduk kebawah dan tidak memerhatikan jalannya sampai ia menubruk seorang laki-laki. Laki-laki itu sangat terkejut saat so eun menabraknya. Ternyata, laki-laki itu adalah jang yang sedang menunggu jessica dan jiyeon.

“maafkan, aku” ucap so eun membungkukan badannya.

“hey, so eun. apa-apaan sih kau ini sampai menubruk orang segala, kau ini tidak memperhatikan jalanmu ya” omel kim bum. “maafkan temanku ini, pak” ujar kim bum.

“i..iya, tak apa-apa” ucap Pak Jang.

“Kim bum, sedang apa kau dekat dengan supirku? Kau ingin pulang bareng denganku?” tanya jessica menghampiri kim bum.

“untuk apa aku pulang bareng denganmu. buang-buang waktu saja” ucap kim bum sambil menarik so eun masuk kedalam mobilnya.

“iihh, apa-apaan sih kim so eun itu. kenapa kim bum sampai perhatian seperti itu dengannya” omel jessica kesal.

“Kim So Eun. Berarti benar itu putri detektif kim” ucap Pak Jang dalam hati.

*****

Sesampainya, dirumah so eun langsung masuk kekamarnya dan mengurung diri didalam kamar sampai jam makan malam. Kim bum yang cemas karena so eun tidak turun keruang makan menyuruh pelayannya membawa makanan kekamar so eun.

“kenapa kau membawanya turun lagi?” tanya kim bum saat melihat pelayannya membawa kembali makanan untuk so eun.

“nona so eun bilang tidak nafsu untuk makan, tuan. Dia malah menyuruh saya yang memakannya” jawab pelayan itu.

“apa? Dasar kim so eun itu tidak tahu diri masih untung dikasih makan” omel kim bum. “sini, berikan padaku biar aku yang memberinya makan” ucap kim bum sambil membawa makanan kekamar so eun.

“sudah kubilang aku tidak ingin makan” ucap so eun.

“YA.. kau ini tidak tahu untung. Masih, untung kakek mau memberimu tempat tinggal dan makan dirumah ini. Sekarang, kau malah menolak makanan ini” omel kim bum.

“aiiissshhh.. kau ini benar-benar berisik. Sini, berikan padaku makanannya” ucap so eun sambil menarik piring makanan yang dibawa kim bum.

Kim bum menunggui so eun sampai so eun menghabiskan makanannya.

“kau puas aku makan sekarang. Kau lihat ini aku makan nasi dan udangnya” ucap so eun sambil melahap makanannya. Ternyata, so eun memang beneran lapar makanya ia sangat menikmati makanannya dan menghabiskannya.

“apa harus seperti ini untuk memberimu makan? Dengan cara dipaksa seperti ini kau baru mau makan” tanya kim bum.

“bawel, sekarang kau keluar. Akukan sudah melahap habis makan malamku. Sekarang kau mau apa lagi?” tanya so eun.

“sekarang, katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi denganmu?” ucap kim bum.

“tidak ada”

“tida ada? Kau ini bodoh sekali saat berbohong.  Mana mungkin tak ada, seharian ini kau bersikap sangat aneh, kerjaanmu itu hanya murung dan marah-marah. Dasar wanita memang aneh” ucap kim bum.

“hey, kalau keperluanmu itu hanya menceramahi dan mengejekku itu artinya kau membuang waktumu disini. Sudah sana keluar” usir so eun emosi.

Kim bum hanya menatap kesal kearah so eun, ia langsung keluar dari kamar so eun. didepan kamar so eun, kim bum menggerutu sendiri. Tiba-tiba, hpnya bergetar dan ia segera mengangkatnya.

“yoboseyo..”

“kim bum, ini aku kakek. bagaimana keadaan disana? Baik-baik saja kan?” tanya hee bong.

“baik apanya, buruk sekali kek” jawab kim bum.

“apa? Buruk? Apa maksudmu?” tanya hee bong.

“so eun menjadi pemurung, kek. Ia terlihat bersemangat untuk hidup” jawab kim bum.

“benarkah, seperti itu. kasian so eun. Pasti ia masih berat menerima kenyataan itu” ungkap hee bong.

“kenyataan apa yang kakek maksud?” tanya kim bum tak mengerti.

Hee bong pun menjelaskan semuanya tentang so eun. kim bum terkejut karena so eun senasib dengannya, ia mengerti mengapa so eun menjadi pemurung sekarang ini.

“kakek harap setelah menceritakan hal ini kepadamu kau bisa menghibur so eun agar tak bersedih lagi, bum” ujar hee bong.

“aku akan berusaha” ucap kim bum mengakhiri percakapannya.

****

Sementara itu, dirumah jessica. Pak Jang segera menghadap Jung diruangannya…

“anak perempuan yang saya lihat benar-benar putri detektif kim, bos. Saya sudah yakin 100%” ungkap Pak Jang.

“jadi, benar anak itu masih hidup. Sialan” gumam jung kesal.

“apa tindakan bos selanjutnya?” tanya Pak Jang.

“aku ingin kau mencari tahu tentang anak itu. Dimana ia tinggal dan mengapa ia bisa bersekolah di seoul school” perintah jung.

“baik, bos. Saya akan mencari tahu segera. Kalau begitu saya permisi” ujar Pak Jang keluar ruang kerja jung.

Diam-diam, jiyeon bersembunyi dibelakang tembok saat Pak Jang keluar dari ruangan Jung.

“apa yang sedang direncanakan ayah dan Pak Jang sekarang?” gumam jiyeon.

****

Keesokan harinya, karena sekolah libur kim bum memutuskan mengajak so eun jalan-jalan agar bisa menghiburnya.

“jalan-jalan? Untuk apa aku ikut denganmu. Hari ini aku ingin diam dirumah seharian” ucap so eun.

“YA… kau lupa kau ini siapaku. Kau ini bodyguard kim sang bum. Kau tak lupa akan tugas dan kewajibanmu untuk menjagaku kemana saja aku pergikan” omel kim bum.

“aiya, aku tidak pernah ingat mempunyai kewajiban menjaga laki-laki menyebalkan sepertimu. Aku akan bersiap-siap” ucap so eun.

So eun segera masuk kekamarnya dan bersiap-siap. Sementara itu, kim bum senang karena bisa mengajak so eun jalan-jalan.

“kenapa kau membawaku kesini?” tanya so eun.

“memangnya kenapa? Aku suka kok disini” ujar kim bum.

“sekarang kita ngapain di taman bermain ini? Aku tidak mood untuk naik wahana yang menegangkan” ucap so eun datar.

“mood atau tidak mood kau harus ikut aku” ucap kim bum menarik tangan so eun. kim bum menarik so eun untuk naik jet coaster. Saat penumpang yang lain berteriak, so eun hanya diam dan tidak tertarik bersenang-senang.

“aku lelah. Ayo, kita pulang” ajak so eun.

“enak saja pulang. Kita disini baru bentar masa buru-buru amat pulangnya” ucap kim bum.

So eun hanya pasrah saja saat kim bum menariknya naik berbagai macam wahana yang menegangkan atau tidak. Hampir 2 jam mereka disitu, kim bum tetap menolak diajak pulang oleh so eun. dia ingin pulang kalau so eun bisa kembali seperti dulu.

“kau mau ice cream tidak?” tanya kim bum.

“chocolate” jawab so eun. kim bum dan so eun segera pergi ke toko ice cream. Saat sedang memakan ice creamnya tiba-tiba so eun teringat kenangan bersama ibunya dibusan dulu saat ibunya membelikannya ice cream rasa chocolate. Tanpa so eun sadari menangis saat sedang memakan ice creamnya.

“hey, kenapa kau menitikkan air mata seperti itu?” tanya kim bum.

“eomma…” ucap so eun mengelap air matanya.

“eomma? Kau ingat dengan eomma mu ya?” tanya kim bum. so eun hanya mengangguk sambil terus memakan ice creamnya.

“eomma mu juga senang dialam sana. Eomma mu juga akan lebih senang lagi kalau ia bisa melihat anak nya kembali ceria dan tidak pemurung seperti dulu” ujar kim bum.

“bagaimana bisa kau tahu eommaku senang disana?” tanya so eun.

“tentu saja aku tahu. Kakek pernah bilang padaku kalau eomma dan appa ku juga senang dialam sana kalau melihatku senang juga” jawab kim bum.

“pembunuh kedua orangtuamu pasti akan segera tertangkap. Kau hanya harus bersabar untuk menunggunya” sahut kim bum.

“bagaimana kau tahu tentang orangtuaku?” tanya so eun kaget.

“kakek menceritakannya kepadaku. Apa ini penyebab kau berubah menjadi aneh?” tanya kim bum. so eun hanya diam dan terus memakan ice creamnya.

“sepertinya itu jawabannya” ucap kim bum.

“aku tidak bisa mengampuni pembunuh itu hidup bebas berkeliaran” ucap so eun kesal.

“kau pikir aku mengampuni orang-orang yang membunuh orangtuaku? Tentu saja tidak. Tapi, aku hanya menunggu waktu datang untuk mempertemukanku dengan pembunuh kedua orangtuaku” ungkap kim bum. So eun menatap kim bum dan tersenyum.

“yah, kau benar. Tapi, aku tidak akan tinggal diam duduk manis. Aku akan berusaha sekuat tenagaku untuk mencari pembunuh kedua orangtuaku” ucap so eun tersenyum kearah kim bum.

“sepertinya, so eun yang dulu bawel dan sok kuat telah kembali” gumam kim bum. “ayo, kita pulang” ajak kim bum. So eun pun menuruti dan pulang bersama dengan kim bum.

Sementara itu, jiyeon mulai penasaran tentang rencana antara jung dan Pak Jang. Mumpung, sekarang ia sendirian dirumah karena jessica sedang berbelanja dan Pak Jang mengantarnya ia bisa diam-diam masuk keruang kerja jung tanpa diketahui orang.

“aku harus mencari tahu apa yang mereka rencanakan” gumam jiyeon. Jiyeon mencari-cari hal-hal yang bisa dijadikan petunjuk dimeja ruang kerja jung. Ia membuka satu persatu map-map kerja jung dan laci-lacinya. Tapi, jiyeon tidak menemukan sesuatu yang bisa dijadikan petunjuk. Tiba-tiba, matanya tertuju kepada suatu lemari kecil disamping meja ruang kerja jung, ia lalu berinisiatif membuka lemari kecil itu tapi, lemari itu dikunci dan digembok oleh jung.

“JIYEON…. cepat bantu aku bawa belanjaan ini” teriak jessica.

Jiyeon yang kaget karena jessica sudah pulang berbelanja langsung membereskan kekacauan dimeja jung.

“kenapa kau lama sekali sih?” tanya jessica kesal.

“maaf, aku terlalu asyik membaca buku dikamarku” jawab jiyeon.

“yasudalah, ambil belanjaanku dimobil dan taruh dikamarku. Aku lelah dan ingin beristirahat” ucap jessica. Jiyeon segera kemobil mengambil belanjaan jessica saat, sedang mengambil belanjaan jiyeon bertemu dengan Pak Jang.

“sini saya bantu, nona jiyeon” ucap Pak Jang.

“ne.. gomawo” ucap jiyeon. Jiyeon memandang Pak Jang dengan tatapan aneh ia merasa Pak Jang yang ia kenal bukanlah orang yang jahat.

“kenapa nona melihat saya seperti itu?” tanya Pak Jang.

“ahh, tidak. Sini biar aku saja yang membawanya kedalam” ucap jiyeon lalu masuk kedalam rumah.

****

Sementara itu, saat sedang dalam perjalanan pulang mobil kim bum dihadang oleh mobil jeep berwarna hitam. Kim bum terkejut karena mobil jeep itu berhenti mendadak didepan mobilnya. Kim bum yang kesal segera menghampiri mobil itu.

“hey, kau gila ya berhenti mendadak seperti itu” omel kim bum.

Penumpang mobil jeep itupun keluar dari mobilnya, laki-laki itu menghampiri kim bum dengan tersenyum licik.

“jadi kau yang bernama kim sang bum itu” ucap laki-laki itu.

“kau siapa? Kenapa bisa kenal denganku?” tanya kim bum.

“tentu saja aku mengenalmu karena kami telah ditugaskan untuk menghabisimu” ungkap laki-laki itu.

“kami?” gumam kim bum. Tiba-tiba, 4 orang laki-laki bertubuh besar keluar dari mobil jeep itu. so eun yang merasakan ada keanehan langsung terkejut saat melihat 4 orang laki-laki bertubuh besar menghampiri kim bum.

“jangan-jangan, mereka itu adalah…” gumam so eun. ia lalu turun dari mobil dan menghampiri kim bum.

“wah wah, ternyata kau mengajak pacarmu bersamamu, kim bum” ujar salah satu laki-laki itu.

“apa? Pacar? Sembarangan kalau bicara. Kalau bicara itu hati-hati, paman” omel so eun tak terima dibilang pacarnya kim bum.

“dasar bodoh, untuk apa kau turun? Mereka ini bertubuh besar kau tidak akan sanggup melawan mereka semua” bisik kim bum.

“hey, bisik-bisik apa kalian. Sungguh romantisnya. Tapi, sayang kim bum kau harus segera mengucapkan salam perpisahan untuk pacarmu yang manis itu” ucap laki-laki itu.

“hey, kim bum saat aku berhitung 1,2,3 kita serang mereka. Aku kiri dan kau kanan. Oke?” ucap so eun. kim bum menatap so eun dan menganggukkan kepalanya.

“1..2…3…” ucap so eun. Saat hitungan ketiga kim bum dan so eun segera menghajar laki-laki itu. 5 orang itu ternyata lumayan kuat, kim bum dan so eun sampai sekuat tenaga untuk melumpuhkan mereka tapi tidak berhasil. So eun menendang wajah dari salah satu laki-laki itu sampai mimisan dan terjatuh.

“hey, kim bum kau lihat kan aku berhasil melumpuhkan salah satu dari mereka” ucap so eun senang.

“hey, belakangmu itu” ucap kim bum sambil mengelak pukulan salah satu laki-laki tersebut. So eun pun menoleh kebelakngnya dan melihat lakilaki yang tadi ia tendang ingin memukulnya untung so eun gesit dan langsung menendang lagi laki-laki itu sampai pingsan. Setelah hampir 30 menit bertarung dengan 5 laki-laki bertubuh besar itu kim bum dan so eun berhasil melumpuhkan mereka sampai terkapar.

“fiuhh~~ selesai juga. Mereka ini benar-benar kuat sekali” ucap so eun.

“ayo, kita pulang. Daripada mereka nanti mengejar kita” ajak kim bum.

Saat, kim bum dan so eun pergi meninggalkan 5 laki-laki itu terkapar dijalanan salah satu dari 5 laki-laki itu masih setengah sadar dan menelfon seseorang.

“apa kau sudah membereskannya?” tanya suara laki-laki dari telfon.

“maafkan saya. Mereka berhasil lolos, mereka benar-benar kuat sekali apalagi perempuan yang selalu dekat dengan kim bum” ucap laki-laki itu lemas.

“apa? Gagal lagi. Perempuan yang dengan kim bum. siapa itu?” tanya laki-laki dalam telfon.

“kami juga tidak tahu. Perempuan itu sangat kuat dan gesit. Kami harus berhati-hati saat ingin menghajarnya” ungkap laki-laki itu.

“dasar bodoh, melawan perempuan saja kalah. Kalau begitu, cepat kalian pergi. Aku takut kim bum melaporkan kalian kekantor polisi” ucap laki-laki itu memutuskan telfon.

Laki-laki itu memutuskan telfon dengan kesal.

“sialan, selalu saja aku gagal menghabisi kim sang bum itu. Perempuan? siapa yang dia maksud? Beberapa ank buahku juga mengatakan tentang seorang perempuan yang selalu bersama kim bum dan menghajar semua ank buahku sampai babak belur. Aku harus mencari tahu tentang ini” ucap laki-laki itu kesal.

“Pak Cho ada yang mencari anda diluar? Bolehkan saya mengjinkannya masuk kedalam?” tanya sekretaris laki-laki itu.

“suruh masuk saja” suru laki-laki itu yang bernama Cho jae ill.

Seorang laki-laki masuk kedalam ruangan kantor cho jae ill. Jae ill sangat terkejut saat melihat laki-laki itu datang.

“kyuhyun…” teriak jae ill.

“hay, paman…” sapa kyuhyun.

Jae ill langsung memeluk keponakannya dengan senang.

“kanapa kau tidak memberitahukan kepada paman kalau kau akan pulang kekorea?” tanya jae ill.

“aku ingin memberi kejutan. Selain itu, sebentar lagi adalah peringatan kematian 12 tahun kedua orang tuaku” ucap kyuhyun.

“yah, kau benar. Tak disangka sudah 12 tahun eomma dan appamu meninggalkan kita. andai saja, keluarga byun hee bong tidak menghancurkan keluarga kita. pasti kedua orangtuamu masih hidup” ucap jae ill emosi.

“paman, sudahlah. Aku tidak ingin membahas masalah tentang keluarga kita dengan keluarga konglomerat itu” ujar kyuhyun.

“ya, kau benar. Tapi, paman tidak akan bisa tinggal diam. Paman akan selalu berusaha membalaskan dendan orangtua mu kepada keluarga byun hee bong itu” ujar jae ill penuh amarah.

“paman, hentikan. Tidak cukupkah hanya dengan mencelakakan anak dan menantu byun hee bong itu paman bisa puas” bentak kyuhyun.

“paman tidak akan puas sebelum cucu dari byun hee bong itu mati ditanganku. Paman senang karena cucu byun hee bong itu bisa bernasib sama denganmu menjadi anak yatim piatu saat masih kecil setidaknya, ia merasakan hal yang sama sepertimu dulu” gumam jae ill.

“jadi, paman belum berhasil menghabisi cucu dari hee bong itu? aku pikir paman sudah menghabisinya” tanya kyuhyun.

“belum. Kau tahu paman sudah mengeluarkan banyak orang hebat untuk menghabisinya tapi, selalu saja gagal karena seorang perempuan yang selalu membantu kim bum” ungkap jae ill.

“perempuan? Heemmm… menarik. Siapa perempuan itu?” tanya kyuhyun penasaran.

“entahlah, paman belum mencari tahu tentang perempuan itu yang pasti anak buah paman sudah banyak yang mengatakan kalau perempuan itu kuat dan gesit” uap jae ill. Kyuhyun sepertinya tertarik dengan perempuan yang diceritakan pamannya kepadanya, ia jadi semakin ingin tahu tentang perempuan yang selalu dekat dengan cucu byun hee bong itu.

“paman, biar aku saja yang menyelidiki perempuan itu. mungkin dia satu sekolah dengan cucu byun hee bong itu” usul kyuhyun.

“apa? Jadi, kau ingin membantu paman?” tanya jae ill senang.

“tapi, aku tidak ingin terlibat dalam pembunuhan paman. Aku hanya akan mencari tau tentang perempuan itu” gumam kyuhyun.

“paman akan selalu mengandalkanmu, hyun. Kalau begitu paman akan segera mengurus surat ijin pindahanmu ke seoul school” ujar jae ill. Kyuhyun hanya tersenyum senang mendengar pamannya akan mengurusi surat pindahannya.

Jae ill tersenyum puas dan merasa kalau rencananya untuk membalaskan dendamnya kepada keluarga byun hee bong akan segera terwujud.

-bersambung-


Jangan lewatkan part selanjutnya….

Jangan lupa kritik dan sarannya ditunggu….

Thx~

Tags: , , , , , , , , , ,

About bumssoindo

We are fanbase of BUMSSO (Kim Bum and Kim So Eun) from Indonesia

19 responses to “My Lovely Bodyguard part 4”

  1. merli says :

    ternyata yang bunuh orang tua bumsso itu masih keluarganya ….
    ceritanya makin seruuuuuu , soeun aneh ya di bilang pacarnya kim bum malah marah seharusnya kan dia jingkrak-jingkrak kesenengan hahahaha …

    lanjuuuuuuuuuuut !!!!!!!!!!!!

  2. Bummiearab says :

    Makin seru .
    N’gk sabar nunggu next part.
    Aku ttp dukung
    hwaiting

  3. amauminie says :

    Aaahhhh akhirnya kyu keluar juga haha
    Aihhhh bumssi kompak bgt menghabisi musuhnya ya?
    Bumsso sama kyu sama bgt ya, ortunya pada dibunuh sama orang yg berkaitann ..
    Hmmm, makin penasaran nih .
    Bakal ada cinta segitiga antara bumsso sama kyu kga ya?
    Aaah kyu sama minnie aja thor! #abaikan!

    Ditunggu kelanjutannya thor!^^/

  4. bismania luph bumsso says :

    waishhhh,………..
    kereeeeen,…………
    tp kykx kyu hyun akan mndkti so eun,…*jgn sampe*
    lanjutin author,….;!!!!
    jgn lma” yh,…….
    ~ _ ^
    BN~

  5. chiby says :

    hmm…. ada kyuppa….
    makin penasaran ne….
    di tnggu lnjtane author…. semangat!!!

  6. rini says :

    makin seruuuuuuu ne,,
    ad kyuhyun lagi,,
    nanti kyuhyun dekatin soeun lagi

    part selanjutnya jgn lma” ya!!

  7. Elza says :

    huwaaa~~~!! *treak2 dr atap rumah tetangga o,O’
    Kyuhyun akn merusak hubungan bumso yg muai deket..?!
    tak akan ku biarkan!! *reader gaje =_=’

    ayow, lanjutkan author..!! Fithing!! ^^

  8. dhia says :

    aiiihhh………….. kenapa belum puas juga bunuh orang?

  9. rosiyani 'oci' says :

    aishhhh ini bingung sebenernya yang mau ngebunuh bum tuh siapa aja sihhh??? ayahnya jesica atu itu jae ill ??? masi belum ngerti nih sebenernya bales dendamnya karna apa??? hmmm…
    mana sekarang ada kyuhyun jg lagi.wahhhh mudah2an kyu ga ikut2an deh kan kyu anak baik.. hhi…
    lanjut deh aku makin penasaran soalnya.

  10. MEGA says :

    LANJUTKAAAAANNNNNNNNNNN !!! #triakmaketoa#
    kasian eunnie , huaa
    oke , ditunggu loh next partnya :D:D

  11. qinqin says :

    wah ini ada 3 kubu ya chingu (sok tau).lanjut ya

  12. Mii-kun says :

    Aigooooooo~
    Semakin banyak aja nih yg mau bunuh Kim Bum & So Eun….

    Kayaknya Kyuhyun bakalan jatuh cinta nih sama So Eun……kekekekek……..Kim Bum ada saingan…..wkakakaka *pletakkkkk*

    ASAP yaa author, saya tunggu part selanjutnya~
    ^-^

  13. Ina BeQi Soeulmates says :

    huwaaaaaaa kasian bumeun banyak yang pngn bunuh,,
    ngumpet d.rmh aq aj… ehehe..
    makin seruuuuu…

  14. Danish Ashley Eun says :

    kereeeennn …. seerruuuu

  15. niiz says :

    Deg.degan aku bacanya aplg dtmbah ada kyu >.<

  16. tyas27 says :

    banyak bett musuhnya-,-

  17. clara says :

    wahhh ada kyu, wah kejem bgt pamannya kyu, ngincer kimbu, oiya jangan2 kyu mau buat so eun terpesona..hemm lanjut

  18. Ayusep_ASA says :

    Keeeeeeeeerrrrrrrrrrrrrreeeeeeeernnnnnnnnnn!.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: