My Love, My Darling part 9

Author : Evi Riana

Main Cast: Kim Bum , So Eun

Cast: Park Jiyeon, Yoo seungho, Lee Joon, Lee Tae Min, Suzy, Son Dambi, Uhm Ki Joon, Lee Yoon ji, Byun Hee Bong

Genre: Romantic/Family/Friendship

Type: Sequel

Thx yang sudah setia menunggu kelanjutan FF yang aneh ini…

Author juga mengucapkan terima kasih kepada kalian yang sudah memberikan kritik atau saran sebelumnya…

Part 9

So eun masih terlihat sedih saat bekerja. Ia merasa kesepian dirumah karena kim bum yang selalu pulang malam. Tiba-tiba, yoonji memberi kejutan dengan datang ketoko so eun.

“bibi, tumben sekali datang kesini. Aku pikir bibi sedang sibuk” ucap so eun

“aku kesini karena aku rindu denganmu. Kitakan sudah jarang bertemu” ucap yoonji. “kenapa kau terlihat sedih?” tanya yoonji yang melihat wajah so eun yang sedih.

“belakangan ini kim bum selalu pulang malam. Bibi tahukan aku ini kesepian dirumah” jawab so eun lesu.

“oh, jadi begitu. Tenang saja, setelah pekerjaan kim bum selesai ia pasti banyak meluangkan waktu untukmu. Kau tahukan saat ini kim bum sedang bekerja keras untuk keberhasilan perusahaan shinwa” hibur yoonji.

“ya, aku mengerti kok, bi. Kim bumkan memang pekerja keras” ucap so eun.

“sudah jangan sedih lagi. Bibi kesini ingin mengajakmu pergi jalan kemall” ucap yoonji

“terima kasih bi. Ayo, kita segera pergi” ucap so eun.

Merekapun pergi kemall dan berbelanja. So eun senang karena bisa pergi dengan bibinya, ia merasa rasa sedihnya bisa sedikit terobati sedikit.

****

Sementara itu, seung ho dan ji yeon pergi merayakan hubungan mereka. Sebenarnya, mereka sudah mengajak suzy dan taemin juga untuk merayakan hubungan mereka. Tapi, mereka menolaknya dan ingin membiarkan jiyeon dan seungho menghabiskan waktu bersama.

“jiyeon, kau tahu hari ini aku senang sekali” ucap seung ho sambil menggandeng tangan jiyeon.

“aku juga senang karena kesalahpahaman kita sudah terselesaikan” ucap jiyeon sambil tersenyum.

“oh, ya. Bagaimana kalau kita ke photo box itu. aku belum punya foto saat kita berdua” ajak seungho sambil menarik tangan jiyeon masuk kedalam photobox. Jiyeon hanya menuruti seungho mengajaknya ke photo box. Mereka sangat menikmati saat berfoto bersama.

“aku simpan dua dan kau juga simpan dua” ucap seungho sambil memberikan hasil foto mereka.

“aku akan menjaga foto ini supaya tidak hilang” janji jiyeon sambil memasukan fotonya kedalam dompet. Merekapun melanjutkan acara jalan-jalannya.

****

Sementara itu, kim bum baru selesai meeting dan kelihatan sangat lelah.

“kim bum sepertinya kau kelihatan sangat lelah. Aku tahu ini pasti sangat berat untukmu karena harus pulang malam terus” ucap ki joon.

“aku baik-baik saja kok, paman. Aku hanya kurang tidur saja karena harus pulang malam dan berangkat pagi” ujar kim bum

“ya, kau benar. Anggap saja sebagai salah satu pengalamanmu. Hal ini juga akan terbiasa untukmu” ucap ki joon.

Tiba-tiba, hee bong dan datang memberi kabar bahwa proposal yang mereka buat distujui klien mereka.

“kim bum, ki joon. Aku senang sekali dengan hasil pekerjaan kalian. Aku tak menyangka proposal kita bisa distujui hampir semua klien kita” ucap hee bong sambil tersenyum senang.

“aku juga ikut senang, ayah. Kerja keras kita membuahkan hasil untuk perusahaan ini” ucap ki joon yang juga senang.

“kita harus merayakan hal ini. Besok kita harus makan malam bersama untuk merayakan hal ini. Kim bum kau jangan lupa ajak so eun” ucap hee bong

“baik, kek” ucap kim bum.

“yasudah, kalau begitu kalian lanjutkan segera pekerjaan kalian” ucap hee bong sambil kembali keruangannya bersama ki joon.

Kim bum segera menelfon so eun…

“halo, so eun. aku punya kabar baik untukmu” ucap kim bum senang ditelfon.

“oh, ya. Apa itu?” tanya so eun penasaran.

“aku akan menceritakannya sesampainya aku pulang. Hari ini aku akan makan malam dirumah” ucap kim bum

“banarkah? Kalau begitu aku akan menyiapkan makan malam segera” ucap so eun senang

“aku tunggu kau dirumah. Bye” ucap so eun sambil mengakhiri percakapannya.

“bye..” ucap kim bum menutup telfonnya.

“kenapa aku senang bisa makan malam lagi dirumah?” tanya kim bum dalam hati. “apa karena so eun?” tanyanya lagi heran. “ah, lebih baik aku segera pulang” gumam kim bum.

****

So eun begitu senang begitu kim bum menelfonnya dan memberi tahu bahwa ia akan makan malam dirumah. So eun langsung masak dengan ceria didapur, ia tak sabar untuk menunggu kim bum pulang dari kantor.

Hampir 1 jam so eun menunggu kim bum. Hidangan makan malam yang sudah disiapkan so eun hampir dingin. Tapi, so eun tetap setia menunggu kim bum pulang sampai ia tertidur dimeja makan.

“so eun, apa kau tidur?” tanya kim bum membangunkan so eun yang tertidur dimeja makan.

“Mmmmm… kau sudah pulang. Ayo, makan makanannya hampir dingin” ucap so eun begitu dibangunkan kim bum.

“mianhae, so eun. Tadi, ban mobilku kempes dijalan makanya aku telat pulang” ucap kim bum menyesal.

“sudahlah, melihatmu pulang dan bisa makan disini saja aku sudah merasa sangat senang” ucap so eun. kim bum yang mendengar so eun berkata seperti itu terkejut.

“ah, maksudku aku senang kau bisa pulang dan bisa makan masakanku. Kan sayang, kalau tidak ada yang memakan masakanku” koreksi so eun yang sadar ia keceplosan.

“mmm.. aku makan” ucap kim bum yang mengerti ucapan so eun. so eun melihat kim bum makan dengan perasaan senang dan lega karena bisa melihat kim bum pulang dan makan dengannya lagi dirumah.

“kenapa kau tidak makan?” tanya kim bum heran

“ah, iya. Ini aku makan” ucap so eun sambil melahap nasinya.

“oh, ya. Hampir saja aku lupa memberitahumu besok, kakek ingin kita makan malam dirumahnya untuk merayakan keberhasilan perusahaan” ucap kim bum.

“baiklah, aku akan datang” ujar so eun senang.

****

Esok malamnya, kim bum dan so eun datang makan malam dirumah kakeknya. Saat, sedang makan malam ki joon mempunyai pengumuman penting.

“b-begini, sebenarnya, aku sudah ingin memberitahu kabar ini jauh-jauh hari, sebelumnya. Tapi, berhubung kita semua telat makanya aku menunggu kesempatan ini untuk memberikan kalian kabar bahagia” ujar kijoon.

“kabar baik apa, paman?” tanya seungho penasaran.

“aku ingin meresmikan hubunganku dengan yoonji. Kalau tidak ada arah melintang aku ingin menikahinya 2 bulan lagi” ucap kijoon lantang.

“benarkah itu, bi?” tanya so eun dan jiyeon.

“i-iya, maaf ya kalu bibi tidak memberitahu kalian” ucap yoonji senang.

“selamat paman. Akhirnya, paman bisa menikah juga” ucap seungho memeluk pamannya.

“aku juga senang mendengarnya, paman. Dengan begini kan kakek tidak usah menyindirmu terus-terusan karena belum menikah” sindir kim bum kekakeknya.

“kau ini bisa saja kim bum. kakekkan sengaja menyindir pamanmu agar ia cepat mencari calon istri. Aku senang mendengar hubungan kalian. Selamat datang kekeluarga kami, yoonji” ucap hee bong senang

“terima kasih, pak” ucap yoonji senang.

“sekarang kau jangan memanggilku pak lagi. Panggil aku, ayah” pinta hee bong

“baiklah, ayah” ucap yoonji malu-malu.

“daripada menunggu 2 bulan lebih baik pernikahan kalian dipercepat saja. Bulan depan saja. Aku akan mengurusi semuanya” ucap hee bong senang.

“a-ayah, itu terlalu cepat. Kami kan juga butuh waktu untuk mengurusi semuanya” ujar kijoon.

“tenang saja. Aku yang akan mengurusi semuanya. Aku sudah tak sabar untuk mendapatkan cucu lagi. Kali ini harus perempuan” ucap hee bong.

“ayah ini. Belum menikah sudah menginginkan cucu perempuan” ucap kijoon malu-malu. Begitu juga dengan yoonji.

“biarkanlah, aku ini kan sudah tua. Wajar kalau aku punya banyak keinginan. Daripada, aku menunggu seorang cicit” sindir hee bong sambil melirik kim bum dan so eun yang mulai salting.

“kakek ini” ucap kim bum sambil geleng-geleng dengan ucapan kakeknya.

Setelah, selesai makan kim bum dan so eun pamit pulang. Setibanya, dirumah so eun langsung merebahkan tubuhnya diisofa. Kim bum pun ikut duduk disebelah so eun.

“so eun, kau tidak memikirkan ucapan kakek tadi kan? Aku sudah mengira pasti kakek akan membahasnya lagi kalau kita datang” tanya kim bum.

“t-tidak. Aku tak memikirkannya kok. Tenang saja” ucap so eun gugup sambil tersenyum simpul.

“oiya, sepertinya kita sudah lama…” ucap kim bum sambil tersenyum jail ke soeun. “terakhir kali, sejak dihotel jaeju” sambung kim bum sambil pura-pura berfikir.

“L….lama ap? Apa maksudmu dengan di jaeju?” tanya so eun terkejut. Ia kembali teringat saat kim bum menciumnya dihotel. Seketika itu mukanya langsung memerah.

“hhmmpphhh..” kim bum menahan ketawanya melihat wajah so eun yang memerah. Kim bum pun mendekat kepada so eun. So eun yang kaget karena kim bum tiba-tiba mendekat kepadanya hendak berdiri dan kembali kekamarnya tapi, kim bum menahannya.

“a-aku mau kembali kekamar, kim bum” ucap so eun gemetaran.

“nanti saja” ucap kim bum sambil mencium so eun lembut. So eun diam dan menikmati saat kim bum menciumnya. Kim bum pun melepaskan ciumannya sambil tersenyum.

“sepertinya, kau akan meledak. Mukamu sangat merah, so eun” ejek kim bum.

“tentu saja, kau selalu menciumku tiba-tiba. Kau tahu kalau aku kaget” ujar so eun sambil memegang pipiya yang merah.

“hahaha. Kau ini memang lucu” ucap kim bum sambil tertawa.

“huh. Terserah apa katamu sajalah mau bilang apa padaku. Aku mau kembali kekamar” ujar so eun sambil cemberut.

“heh. Begitu saja marah. Yasudah, aku akan membawamu kekamar sekarang” ucap kim bum sambil menggotong so eun.

“YA… kim bum turunkan aku sekarang” teriak so eun.

Kim bum pun tak menghiraukan kata-kata so eun dan tetap menggotongnya kedalam kamar. Setelah, sampai dikamar baru kim bum menurunkan so eun. So eun langsung jalan menuju tempat tidurnya dan kim bum menahannya lagi.

“ya Tuhan, kim bum. Mau apa lagi sih ?” tanya so eun.

Kim bum hanya tersenyum dan membisikannya sesuatu.

“so eun, saranghae” bisik kim bum.

So eun shock mendengar pengakuan kim bum tiba-tiba.

“kim bum, kau bilang apa tadi?” tanya so eun shock.

“kau ini tuli ya” omel kim bum. “saranghae, kim so eun” sahut kim bum.

So eun yang merasa benar-benar mendengar kata-kata kim bum hanya terdiam mematung. Ia tak menyangka kim bum mencintainya. Berarti, apa yang dambi katakan padanya benar.

Kim bum hanya bingung melihat ekspresi so eun yang terdiam. Kim bum pun mencium so eun lagi, kali ini lebih lama. So eun pun terkejut saat kim bum menciumnya lagi.

“kim bum, kau selalu saja mengagetkanku” teriak so eun.

“siapa yang menyuruhmu diam saja. Kau ini lama-lama seperti patung” ucap kim bum.

“a-aku hanya mencerna ucapanmu tadi” ujar so eun.

“benarkah itu?” tanya kim bum sambil tersenyum jail.

“i-iya, untuk apa aku bohong denganmu. Sudah, aku mau tidur” jawab so eun. kim bum menahan so eun lagi.

“aku belum dengar tentang perasaanmu” ucap kim bum.

“hah? A-aku? Untuk apa kau mengetahuinya?” tanya so eun gugup.

“tentu saja, aku perlu tahu. Bodoh” ucap kim bum. “aku akan terus menahanmu sampai kau bilang padaku” ancam kim bum.

“kau kan sudah tahu jawabannya. Untuk apa kau masih menungguku mengatakannya padamu” ucap so eun tersenyum.

Kim bum yang mendengarnya hanya tersenyum. Kemudian, ia mencium so eun dan….. *pikir sendiri*.

****

Saat sedang sarapan, hee bong memberitahu kijoon dan yoonji bahwa hari ini mereka harus datang ke butik untuk fitting baju pernikahan dan segera mengurus undangan pernikahan mereka.

“ayah ini selalu saja terburu-buru” ucap kijoon.

“tentu saja. Ayah kan ingin melihatmu cepat-cepat menikah dan memberikanku seorang cucu” ujar hee bong.

“dasar, ayah ini. Kita kan masih punya banyak waktu untuk mengurus ini semua. Tidak perlu secepat ini” ucap kijoon lagi.

“pokoknya, aku tak mau tahu. Hari ini kalian harus datang untuk fitting baju. Kalau kau tidak menuruti perkataan ayah, ki joon. Kau akan menerima akibatnya” ancam hee bong.

“B..baik ayah. Aku akan menuruti kata-kata ayah” ucap kijoon yang ketakutan.

“bagus-bagus. Aku senang mendengarnya” ucap hee bong. Kemudian, ia melirik seungho dn jiyeon yang sedang sarapan.

“kapan kalian akan menyusul paman dan bibi kalian?” tanya hee bong iseng.

“KAKEK” teriak seungho dan jiyeon bersamaan.

“kenapa kalian berteriak bersamaan. Kakekkan hanya bertanya” ujar hee bong.

“untuk apa kakek bertanya hal yang masih jauh seperti itu” omel seungho

“b-benar itu, kek. Aku dan seungho kan belum lulus SMA, belum lagi kami harus kuliah” ucap jiyeon panjang lebar.

“tentu saja kakek tahu itu. Setelah kalian lulus juga tak apa-apa. Kakek dengan senang hati mengurusnya” ucap hee bong sambil tertawa.

“KAKEK” teriak jiyeon dan seungho bersamaan.

Seungho langsung mengajak jiyeon berangkat sekolah. Seungho sudah malas jika kakeknya membahas masalah ini. Ia tahu sikap kakeknya yang tak sabaran dan segalanya harus serba cepat-cepat.

“maafkan, kakek jiyeon. Kakek itu memang orang yang tidak sabaran” ucap seungho ketika sampai diparkiran sekolah.

“tenang saja, aku memaklumi kakek kok” ucap jiyeon.

Saat, mereka sedang dikelas mereka melihat teman-temannya mengeremuni papan pengumuman. Jiyeon dan seungho yang melihatnya penasaran dengan isi pengumuman tersebut.

“suzy, apa yang mereka kerumuni? Sepertinya heboh sekali” tanya jiyeon.

“mereka mengerumuni pengumuman lomba fashion show untuk acara ulang tahun sekolah 3 hari lagi” jelas taemin.

“fashion show? Hanya lomba seperti itu saja mereka heboh sekali” ucap seung ho heran.

“tentu saja mereka heboh. Jika, menang diacara fashion show itu sekolah akan memberikan hadiah spesial bagi pemenang fashion show itu” ucap suzy.

“oh. Aku tak tertarik mengikuti lomba seperti itu walaupun dikasih hadiah” ucap jiyeon setelah mendengar penjelasan suzy.

“aku juga tak tertarik” sambung seungho.

“kalian ini memang pasangan aneh. Mumpung fashion show diselanggarakan secara berpasangan kami berniat mengikutinya. Betul itukan?” ucap suzy sambil merangkul taemin.

“betul itu. kalian harusnya ikut berpartisipasi juga” sahut taemin.

“tidak akan” ucap jiyeon dan seungho serentak.

Taemin dan suzy memandang jiyeon dan seungho dengan tatapan aneh. Kemudian, mereka menatap satu sama lain sambil tersenyum licik. Mereka pun pergi meninggalkan jiyeon dan seungho yang asik mengobrol tentang pelajaran nanti. *anak rajin*

****

Sementara itu, kim bum terbangun dari tidurnya dan mendapati bahwa so eun masih tertidur dipelukannya. Kim bum tersenyum melihat so eun tidur sambil mengelus rambut so eun dan mencium keningnya.

“sampai kapan kau akan terus tidur, so eun?” bisik kim bum ditelinga so eun.

“mmmm…. sebentar lagi. Aku mengantuk” ucap so eun.

Kim bum hanya tersenyum kecil.

“kalau kau tidak bangun aku akan menciummu” ancam kim bum. So eun yang mendengarnya langsung bangun dan menutup wajahnya, kelihatan sekali wajahnya memerah setelah mendengar ancaman kim bum.

“bodoh” gumam so eun.

“haha. Siapa suruh kau tidak mau bangun juga” ucap kim bum.

“aku kan sudah bilang sebentar lagi bukannya aku bilang tidak mau bangun” ucap so eun.

“kau ini memang benar-benar menggemaskan” ucap kim bum sambil mencubit pipi so eun.

“adduh, kim bum” omel so eun sambil memegang pipinya yang dicubit kim bum. tiba-tiba, kim bum mendekatkan wajahnya hendak mencium so eun. So eun langsung menutup matanya dan sialnya, hp kim bum berbunyi. Kim bum langsung mengangkat hp nya.

“yoboseyo.. siapa ini?” tanya kim bum ditelfon.

“ini aku lee joon, bum. Maaf mengganggumu pagi-pagi begini” jawab lee joon.

“kau, ada apa menelfonku?” tanya kim bum. So eun hanya memerhatikan kim bum bicara ditelfon.

“sebenarnya, dambi ingin bertemu denganmu dan so eun. Aku tak tahu apa yang ingin dia bicarakan tapi, sepertinya ini sangat penting” jelas lee joon.

“baiklah, kapan aku bisa bicara dengannya?” tanya kim bum

“Mmmmm… bagaimana kalau d coffee shop langganan kita dulu. Aku akan menunggumu dan so eun disana sekitar jam 11” ucap lee joon ditelfon.

“oh, baiklah. Aku akan segera kesana dengan so eun” ucap kim bum sambil menutup telfonnya.

“siapa yang menelfonmu?” tanya so eun penasaran.

“Lee joon. Dia bilang dambi ingin bertemu dengan kita” jawab kim bum.

“benarkah?” ucap so eun kaget.

“Sebaiknya kita segera bersiap-siap” ujar kim bum.

****

Sementara itu, dambi dan lee joon menunggu kehadiran kim bum dan so eun di coffee shop.

“apa yang ingin kau bicarakan dengannya?” tanya lee joon.

“banyak sekali yang ingin kubicarakan dengannya. Aku ingin hidup tenang saat kita pindah ke USA nanti” ucap dambi sambil menyeduh kopinya.

“ahh, itu mereka datang” tunjuk lee joon kearah kim bum dan so eun yang baru datang.

“bum, so eun sini” teriak lee joon.

Kim bum dan so eun langsung berjalan menuju meja lee joon dan dambi. Mereka pun segera duduk.

“apa yang ingin kau bicarakan?” tanya kim bum dingin.

“pertama-tama aku ingin meminta maaf kepadamu bum tentang perbuatanku di masa lalu yang telah menyakitimu. Aku tahu aku salah dan aku sangat menyesal. Dan, kedua aku ingin meminta maaf terhadapmu so eun, awalnya aku berniat mengahancurkan kehidupanmu dan juga kim bum. Kau tahu aku sangat marah dan kesal saat aku mengetahui bahwa kau sudah menjadi istri kim bum. aku sempat berfikir bahwa kim bum menikahimu hanya untuk melupakanku tapi, ternyata aku salah. Setelah, aku melihat kim bum menyelamatkanmu di pulau jaeju aku sadar begitu besar rasa cinta kim bum terhadapmu. Karena itu aku sangat memohon agar kalian bisa memaafkan kesalahan atas sikap dan pikiranku terhadap kalian” ucap dambi panjang lebar.

“tenang saja, dambi. Aku dan juga kim bum juga sudah memaafkan kesalahanmu” ujar so eun sambil tersenyum.

“ya, aku sudah melupakan kesalahanmu di masa lalu” ucap kim bum.

“terima kasih, dengan begini aku bisa tenang meninggalkan korea” ucap dambi dengan perasaan lega.

“memangnya kalian mau kemana? Kok meninggalkan korea?” tanya so eun.

“begini, aku dan lee joon berniat membuka lembaran hidup kami yang baru di USA” jawab dambi.

“jadi, kalian akan pergi ke USA?” tanya kim bum.

“ya, rencananya kami akan pergi besok pagi penerbangan pertama” jawab lee joon.

“oh… kalau begitu aku mendoakan kalian hidup bahagia disana” ucap kim bum tersenyum.

“aku senang melihatmu sudah memaafkan kami, bum. Aku juga turut mendoakan kehidupan rumah tangga kalian akan selalu bahagia” ujar lee joon.

“aku hargai doamu” ujar kim bum.

****

Setelah, mereka selesai berbicara dengan lee joon dan dambi mereka segera pamit pulang. Tapi, mereka tidak langsung pulang kerumah.

“sekarang kemana kita akan pergi? Aku bosan kalau dirumah terus” tanya so eun.

“mmmm… ah, bagaimana kalau kita kencan?” ajak kim bum.

“kencan? Kau pikir kita sedang masa-masa berpacaran pakai kencan segala. Kau tak lihat cincin pernikahan ditangan kita masing-masing. Kau ini seperti remaja saja” ucap so eun.

“YA… kita kan tak pernah berkencan, kau lupa kalau kita ini dijodohkan. Aku kan juga mau pergi berkencan seperti seungho dan jiyeon” omel kim bum.

“hahaha… jadi, kau ini iri dengan seungho dan jiyeon karena mereka sering pergi berkencan?” ledek so eun.

“aku tak iri. Aku hanya ingin bisa seperti mereka pergi berkencan. Itu kan tidak salah” ujar kim bum.

“baiklah, aku turuti perkataanmu. Hari ini aku akan menjadi pacar yang baik untukmu. Sekarang kita pergi kemana?” tanya so eun.

“mmmm… bagaimana kalau kita pergi nonton dibioskop. Aku dengar banyak film baru disana” ajak kim bum.

“Ok. Kita kesana sekarang. Lets go!!” ucap so eun sambil tersenyum.

****

Sementara itu saat istirahat, seungho dan jiyeon makan bersama dikantin. Mereka terlihat heran dengan teman-temannya yang heboh dan berinisiatif mengikuti lomba fashion show.

“ada apa dengan mereka itu? Hanya mengikuti lomba fashion show saja senang sekali” ujar seungho sambil melahap mie gorengnya.

“entahlah, aku juga bingung mereka senang sekali. Seperti tidak ada kegiatan yang lain saja. Daritadi, aku mendengar para gadis mengobrol tentang lomba fashion show itu. Mereka berharap bisa kompak dengan pasangan mereka nanti dilomaba itu” ucap jiyeon panjang lebar.

“dasar orang aneh” ucap seungho dan jiyeon serentak.

“hey,hey.. siapa yang kau bilang aneh itu? maksudmu anak-anak yang akan mengikuti lomba itu?” omel suzy begitu datang bersama dengan taemin.

“siap lagi yang kami maksud kalau bukan mereka dan termasuk kalian juga” sindir seungho sambil menatap kearah suzy dan taemin.

“cih, kami ini tidak aneh. Kami ini sangat antusias dengan diadakannya lomba seperti ini” ujar taemin sambil mencomot mie goreng seungho.

“YA, taemin. Mie ku kenapa kau ambil?” omel seungho.

“ini aku sudah mendaftarkan kalian diacara fashion show itu” ucap suzy sambil menaruh formulir pendaftaran.

“apa? Pendaftaran?” teriak seungho dan jiyeon yang terkejut mendengar ucapan suzy.

“apa maksudmu mendaftarkan kami diacara lomba itu?” omel seungho

“memangnya kenapa? Seharusnya kau berterima kasih kepada kami karena telah mendaftarkan kalian. Kalian ini adalah satu-satunya pasangn yang benar-benar tidak berpartisipasi dengan lomba ini” jelas suzy.

“suzy, tapi kan kami sudah bilang pada kalian kalau kami benar-benar tidak niat mengikuti lomba ini” ucap jiyeon

“aku tak mau dengar lagi. Pokoknya kalian harus ikut. Kalau kalian tidak mau ikut jangan harap aku mau berteman denganmu lagi, jiyeon” ucap suzy cemberut.

“tapi, suzy…” jiyeon berhenti bicara. Ia tak mungkin melawan keinginan suzy, ia sudah menganggap suzy sebagai sahabat sekaligus keluarganya ia tak mungkin memutuskan persahabatannya hanya karena lomba ini.

“baiklah, kami akan ikut” sambung jiyeon.

“benarkah? Ah, jiyeon kau ini memang sahabat yang baik. Aku sayang sekali denganmu” ucap suzy sambil mencium pipi jiyeon. “kalau begitu aku pergi dulu. Bye” pamit suzy girang.

“jiyeon, kau ini. Kenapa bilang akan ikut?” tanya seungho heran.

“seungho, mianhe. Aku tidak mungkin mengecewakan suzy. Dia itu sahabatku satu-satunya yang aku punya. Aku mohon kau juga mengerti” ucap jiyeon.

“heh. Baiklah, aku mengerti” ujar seungho.

“gomawo, seungho” ucap jiyeon sambil tersenyum.

****

Sementara itu, yoonji dan kijoon beserta hee bong datang ke butik untuk fitting baju pernikahan. Sebenarnya, kijoon tidak suka dengan rencana hee bong yang selalu terburu-buru. Tapi, ada daya ia menuruti perkataan ayahnya dengan baik.

“mari, calon mempelai segera berganti baju untuk mencocokkan baju pernikahan” ajak pelayan butik itu.

Yoonji dan kijoon hanya manggut-manggut begitu disuruh berganti baju diruangan ganti.

Kijoon yang pertama kali keluar dari ruang ganti, ia memakai setelan jas yang bagus dan elegan dan membuatnya gagah, ia bergaya layaknya aktor profesional yang sedang menelfon. *wkwkwk*

“wah, kali ini kau sangat tampan mengenakan setelan jas pernikahan itu. Ayah akui kali ini kau terlihat tampan dibandingkan waktu jung woo akan menikah” puji hee bong.

“ah, ayah ini bisa saja. Oh, ya kenapa yoonji lama sekali?” tanya kijoon heran.

“entahlah, namanya juga wanita pasti lama kalau berganti” ujar hee bong.

“mempelai wanita sudag siap” teriak pelayan butik itu. Hee bong dan kijoon segera menoleh begitu melihat sosok yoonji dengan gaun pengantin. Yoonji terlihat cantik saat memakai baju pengantin. Kijoon sempat terpana melihatnya.

“apa aku terlihat aneh?” tanya yoonji malu-malu.

“tentu saja tidak. Kau ini sangat cantik saat memakai gaun ini” puji kijoon sambil tersenyum.

“hahaha. Apa ayah bilang kalau ayah yang mengurusnya pasti kalian akan suka” ucap hee bong bangga. Kijoon dan yoonji hanya tertawa melihat hee bong membanggakan dirinya.

****

Sementara itu, kim bum dan so eun menikmati kencan mereka. Mereka terlihat menikmati saat nonton dibioskop. So eun menonton film sambil menyenderkan kepalanya dibahu kim bum.

“hooaamm.. selesai juga menonton film. Sekarang kita kemana?” tanya so eun begitu film yang mereka tonton berakhir.

“kau mau ice cream?” tanya kim bum.

“mau, ayo, kita pergi membeli ice cream” ucap so eun senang.

Kim bum pun membelikan ice cream rasa coklat untuk so eun dan vanilla untuknya. Mereka mencicipi ice cream mereka satu sama lain.

Saat mereka sedang jalan-jalan, tak sengaja mereka berpapasan dengan suzy dan taemin.

“ah, so eun unnie. Bagaimana kabar kalian?” sapa suzy.

“baik-baik saja. Kalian sedang apa disini? Kok tumben tidak dengan jiyeon?” tanya so eun.

“ah, unnie ini. Jiyeonkan sekarang perginya dengan seungho. Betulkan taemin?” ucap suzy. F

“ne.. itu benar” jawab taemin.

“oh ya, hyung. Bagaimana kalau kalian kami undang untuk datang ke acara ulang tahun sekolah kami. 3 hari lagi kami akan mengadakan acara ultah untuk sekolah kami. Aku harap hyung akan datang bersama unnie. Soalnya seungho dan jiyeon akan berpartisipasi dalam acara ini” ajak taemin.

“seungho? Tumben sekali dia mau ikut berpartisipasi dalam acara sekolah. Memangnya seungho dan jiyeon ikut apa?” tanya kim bum.

“mereka ikut lomba fashion show lho. Kami sendiri yang mendaftarkan mereka ikut dilomba itu. Mereka juga sudah setuju ikut” ucap suzy senang.

“benarkah? Wah, aku jadi penasaran dengan lomba fashion show itu” ucap so eun.

“aku juga. Kalau begitu aku dan soeun akan datang keacara ultah sekolahmu, taemin” janji kim bum.

“aku senang mendengarnya, hyung. Kalau begitu kami pergi duluan ya” pamit taemin.

Setelah suzy dan taemin pergi, kim bum dan soeun segera jalan-jalan lagi.

****

Sementara itu, seungho sedang duduk ditaman belakang rumahnya. Jiyeon yang merasa bosan dirumah karena bibinya belum pulang juga karena sibuk mengurusi pernikahannya tak sengaja melihat seungho duduk ditaman. Jiyeon segera menghampiri seungho.

“seungho..” panggil jiyeon.

“jiyeon, sini duduk” ajak seungho. Jiyeon pun duduk disamping seungho.

“apa yang sedang kau lakukan disini?” tanya jiyeon

“aku hanya sedang duduk saja. Habisnya, aku tidak ada kerjaan juga” jawab seungho.

“M..mmm seungho, kau tidak marah padaku kan karena menyetujui lomba itu? kalau kau marah aku bisa kok membatalkan lomba itu dan aku akan menjelaskannya kepada suzy pasti ia akan mengerti” ucap jiyeon.

“marah? Aku tidak mungkin marah padamu hanya karena lomba itu. aku sudah menerimanya juga kok. Asalkan aku mengikuti lomba itu denganmu saja aku sudah senang” ucap seungho sambil tersenyum memandang jiyeon.

“kalau begitu aku lega. Kupikir kau marah padaku” ujar jiyeon

“mana bisa aku marah pada gadis semanismu jiyeon” ujar seungho sambil mengelus rambut jiyeon. Wajah jiyeon langsung memerah saat seungho mengelus rambutnya.

“wajahmu lucu saat wajahmu memerah” ledek seungho.

“seungho.. kau ini. Aku mau kembali kekamarku saja” ucap jiyeon malu. Tapi, seungho langsung menarik tangan jiyeon sebelum ia sempat pergi. Wajah mereka kini saling berdekatan, jantung jiyeon berdetak semakin kencang begitu seungho mendekatkan wajahnya lagi, seungho pun mencium bibir jiyeon.

“jiyeon..” ucap seungho.

Tapi, jiyeon hanya diam dan tidak merespon panggilan seungho. Ia masih kaget karena seungho menciumnya untuk pertama kalinya.

“jiyeon, kau tak apa-apa?” tanya seungho cemas.

“hah? A..aku tak apa-apa. Engg.. aku mau kekamar dulu” jawab jiyeon gugup.

Seungho hanya tersenyum melihat jiyeon pergi. *mirip banget ama hyungnya*

Jiyeon langsung masuk kekamarnya, ia memegang bibirnya yang habis dicium seungho dan merasakan jantungnya terus berdetak kencang.

****

Sementara itu, kim bum dan soeun merasa sangat lelah setelah acara kencan mereka.

“hari ini aku benar-benar lelah. Tapi, aku menikmati kencan kita” ucap soeun.

“aku juga menikmatinya”ujar kim bum tersenyum. Lalu, ia memeluk so eun dan menciumnya, so eun begitu menikmati saat kim bum menciumnya. Setelah, beberapa detik kim bum melepaskan ciumannya.

“sebaiknya, kita segera tidur. Besok aku harus berangkat kekantor”ajak kim bum sambil merangkul so eun.

****

Esok paginya, dirumah hee bong….

“hari ini sebaiknya kalian pergi melihat gedung resepsi dan memilih dekorasinya” ucap hee bong.

“ya, ayah” ujar kijoon.

“memangnya kalian sudah menentukan tanggal pernikahan?” tanya jiyeon.

“ah, masalah tanggal itu bisa kapan saja begitu persiapannya selesai mereka akan langsung menikah. Benar begitu kan?” tanya hee bong senang.

“ya, ayah. Terserah apa yang ayah katakan saja” ujar kijoon.

“hahaha… aku senang mendengarnya” balas hee bong girang.

****

Sementara itu, seungho dan jiyeon datang kekelas dan melihat suzy dan taemin menunggu mereka didepan kelas.

“datang juga, kalian” ucap suzy.

“ada apa? Pagi-pagi sudah menunggu orang didepan pintu” tanya seungho.

“aku hanya ingin memastikan jawaban kalian untuk mengikuti lomba ini” jawab suzy. “kalian benar-benar ikut kan?” tanya suzy.

“iy, suzy. Aku dan seungho sepakat kami akan mengikuti lomba ini” balas jiyeon.

“ah, aku benar-benar senang mendengarnya” ucap suzy.

“ini persyaratan untuk mengikuti lombanya. Kalian baca sendiri” ucap taemin sambil memberikan selembar kertas yang berisi selembaran persyaratan lomba.

“kalau begitu kami pergi dulu” ujar suzy meninggalkan seungho dan jiyeon yang sedang membaca persyaratan lomba.

“mwo? Sebanyak inikah persyaratannya? Aneh-aneh semua isinya” ucap seungho.

“kau benar. Kalau begitu aku akan bacakan persyaratan ini untukmu” ucap ji yeon. Jiyeon pun membacakan isinya:

  1. Peserta lomba harus berpasangan + berstatus pacaran.
  2. Peserta harus kompak dengan pasangannya masing-masing.
  3. Peserta harus mengenal lebih jauh tentang pasangannya satu sama lain.
  4. Tidak boleh bermain curang, harus jujur.
  5. Saat, lomba peserta disarankan untuk tidak pernah berdebat.
  6. Busana yang harus dipakai saat fashion show adalah busana pengantin.

“mwo? Pengantin? Tidak salah?” teriak seungho terkejut saat jiyeon membacakan persyaratan terakhir.

“I…iya. jadi, kita harus mengenakan busana pengantin nanti” ucap jiyeon.

“cih, benar-benar lomba yang aneh. Kenapa fashion show harus memakai gaun pengantin? Kenapa tidak pakai seragam saja” ujar seungho.

“ne.. kau benar. Kalau begini sepertinya kita harus membeli busana pengantin untuk acara fashion show ini” ucap jiyeon menyarankan.

“kalau begitu, aku akan bicara dengan taemin mengenai busana ini” ujar seungho.

“kalau begitu aku bicara dengan suzy” ucap jiyeon.

Mereka pun bertatapan dan menyesal menyetujui lomba ini. Sementara, itu suzy dan taemin mengintip dari balik tembok saat seungho dan jiyeon membahas busana fashion show.

“aku yakin mereka pasti sedang berdiskusi tentang busana nanti” ucap suzy.

“ne, kau benar. Mereka pasti sedang bingung dengan busana nanti” ujar taemin.

“YA… mereka sedang menuju kearah kita. ayo, kita berpura-pura tak tahu” ajak suzy.

Taemin dan suzy pun segera memencar ke arah yang berbeda agar tak diketahui jiyeon dan seungho yang mengintip mereka diam-diam. Seungho yang melihat ara taemin pergi langsung menyusulnya. Sedangkan, jiyeon berjalan kearah suzy.

“YA… Bae Su Ji” teriak jiyeon. *bae su ji alias suzy*

“adduh, jiyeon. Kenapa sih kau teriak-teriak?” tanya suzy.

“kau masih tanya kenapa? Kenapa busana fashion show ini harus memakai gaun pengantin?” omel jiyeon.

“bagus dong kalau memakai gaun pengantin. Lagipula, nanti jugga kau akan memakainya waktu kau menikah dengan seungho kelak” ledek suzy.

“YA… aku serius. Kau tahu kalau aku tidak punya gaun pengantin. Mana pernah aku memakainya” ucap jiyeon.

“tenang saja, jiyeon. Kau lupa kalau ibuku mempunyai butik pernikahan? Kita bisa memakai gaun pengantin dibutik ibuku” ujar suzy.

“oiya, kau benar” ucap jiyeon lega. “ahh, tapi, tetap saja merepotkan. Kau tahu kalau kakek seungho tahu tentang fashion show ini? Kakek pasti akan terus meminta kami untuk segera menyusul  so eun unnie dan kim bum hyung” omel jiyeon.

“hahaha… kakeknya seungho pasti tahu. Kemarin, aku bertemu dengan kakakmu dan menceritakan tentang acara ini. Mereka juga bilang mereka akan datang untuk melihatmu” ucap suzy senang.

“mwo? ” teriak jiyeon kaget. “kenapa kau tak bilang padaku. Seharusnya, kau tidak usah bilang. Bagaimana nanti kalau seluruh keluarga seungho dan keluargaku datang?” omel jiyeon.

“mana aku tahu kalau aku tak perlu bilang. Aku kan tak sengaja bertemu dengan kakakmu. Yasudah, aku bercerita kepadanya” ujar suzy girang.

“ahhh, aku bisa gila memikirkan ini” teriak jiyeon sambil menjitak kepalanya sendiri. Suzy hanya tersenyum geli melihat tingkah jiyeon.

“Lee Tae Min, mau kemana kau?’ tanya seungho mengejar taemin.

“kau memanggilku? Mianhe, aku tak mendengar” ucap taemin pura-pura.

“cih, kau ini mengelak saja bisanya. Aku ingin membicarakan masalah busana fashion show nanti. Kau bisa kan bantu aku mencarikan pakaian fashion show ini. Ini benar-benar merepotkan” pinta seungho sekaligus mengeluh.

“sehabis pulang sekolah, aku dan suzy berencana pergi ke butik ibunya suzy. Kau tahukan kalau ibu suzy mempunyai butik yang isinya busana pernikahan. Makanya, aku ingin kesana” jelas taemin.

“yasudah, aku ikut denganmu kesana. Aku tak tahu harus memakai apa nanti.” Ucap seungho.

-bersambung-

Sampai sini dulu ya chingu..

Jangan lupa kritik dan sarannya…

Tetap lanjut untuk terus baca FF ini ya…

Okok…

Thx~

Tags: , , , , , , , , , ,

About bumssoindo

We are fanbase of BUMSSO (Kim Bum and Kim So Eun) from Indonesia

23 responses to “My Love, My Darling part 9”

  1. afri says :

    makin seru,
    akhirnya kse sama kb saling jujur…
    keren chingu

  2. yankyu says :

    bgs lnjtkan chingu.

  3. kikey says :

    Kyaaaaa, kim bum blg cinta ke so eun.senengnyaaa..banyakin part tentang bumsso dong thor *reader banyak maunya* lanjutkan!😀

  4. rosiyani 'oci' says :

    asiiiik bum ma so eun dah saling jujur.. bisa cepet buat anak nih.. hahaha.. keinginan kakek bisa terkabul nih….
    aihhhhh ini kenapa lomba fashion show anak sma mesti pake baju pengantin,,ckckck…
    tapi seru kali ya,, hhe penasaran jg…
    lanjut ayooo part berikutnya ditunggu🙂

  5. Danish Ashley Eun says :

    weesssshhh ….. Seru

    Ceritanya bahagia ….

    D tunggu next part nya

  6. anya says :

    horrraiii… kim bum ma so eun dah tahu klo mereka sama2 cinta. tambah serruuu ceritanya, aq tggu part selanjutnya sist😀

  7. sarangworld says :

    asikkkk… kim bum ma soeun dah mau jujur klo sama2 cinta… tor,, tanbahin bagiannya kim bum ma so eun donk.. n kelanjutanya jangan lama2…

  8. Elza says :

    Kim bum yang mendengarnya hanya tersenyum. Kemudian, ia mencium so eun dan….. *pikir sendiri*.
    >> reader: apanya yg dirpikir sendiri, thor?! *garuk2 kepala yg penuh tandatanya
    >> author: kya~~!! dasar reader bego’!! #plakk *author nampar reader pake tahu. readernya cengar-cengir gaje.hehe^^

    wah, part ini kim bum dan kim so eun terlalu bersemangat buat……..~NC :p

    reader jg jd smangat baca.xixixixiii.. d tunggu segera next part’na y, thor.. FITHING!! ^__^

  9. bismania luph bumsso says :

    horeeee,…………
    kim bum n so eun udah ngakuin perasaanx,…
    yeeeesss,…!!!!!
    lanjutin!!!
    tinggal 1 part kan,,, fighting !!!!!
    jgn lma” yh,…………
    ~ _ ^
    BN~

  10. merli says :

    kim bum dan so eun akhirnya mengucapkan kata cinta , author sampai soeun hamil dong aku pengen kim bum dan soeun punya anak !!!!!!!!

    author aku seneng sama semangat kamu setiap hari post ff , juga buat admin juga yang rajin kekekek …..

  11. leuni says :

    tmbah keren n seru aja.
    lanjut……..

  12. rini says :

    asiiiiikkkkkk kimbum ma soeun udh jujur sma perasaannya masing,,
    seneng deh liat mereka b,2an,,
    wah jiyeon ma seungho mw fasion show pke bju pengantin,, pasti seru tuh aplgi kimbum ma soeun mw dtang ngeliat mereka,,
    trus paman n bibi mereka mw nikah,

    d,tunggu k,lanjutannya!!

  13. ashillach says :

    next part full bumsso bisa gk? hehhe, kyknya cerita mereka seru nih,… (aduh, byk maunya..)
    wah, author…. ada bagian nc nih…. gawat dong klo readers yg di bwh umur memikirkan hal itu.. wkwkkwk (termasuk aku)😛
    over all : two thumbs up to author
    daebak! ~^^~

    • evi says :

      sorry…
      nnt ad part specialnya…
      tunggu aja ya..
      tpi bkalan lama d postnya…
      sbuk belajar…

  14. qinqin says :

    author adegan yang rada dewasa,diminimin ya soalnya aku reader dibawah umur

  15. RiriAngels says :

    Wow makin seruu thor xD
    Next part ditunggu
    Banyakin bumsso.a y!

  16. Atin says :

    Bumsso keren,panas dingin baca-nya.hayo hayo ngapain itu.hahaha
    Yoonji tu yg main jd dokter/ahli gizi di drama sepak bola gt bukan? *lp nama dramanya* aq baru ngeh liat fotonya,bnr ga?Kl iy aq ngefans ma dy.xoxoxo
    Dtunggu endingnya🙂

  17. citra anisa aprilia says :

    haiaaaaaaaaa kim bum so eun😀
    ayo buat dede yg lucu hehe seperti keinginan kakek🙂

    ji yeon sama seungho lucu ya, mereka nikah muda aja udah abis lulus

    author, kereeeennnn… lanjut ya ya ya🙂

  18. dianibumsonelflames says :

    hahaha, cepet2 buat anak dong oppa biar aku dapet ponakan #plak
    keren chingu !

  19. Kimmify says :

    author! makin seru ceritanya. apalagi adegan bumsso makin bikin melting
    cepet di update ya lanjutannya
    gak sabar hehe
    fighting!

  20. Ina BeQi Soeulmates says :

    cieeeeeee bumsso uda ngungkapin peasaan mereka.
    horeeeeeeeee……
    seung ho ma jiyeon mau ikutan fashion show..
    huwaaaaaa seruuuuuu
    kereeeennnn
    cerita.a^^

  21. steffanie valenzia says :

    hhhhhhhhaaaaaaaaaaaaaaaaa lucu muka so eun memerah imut and so sweet

  22. cucancie says :

    Makin penasaran sm akhir ceritanya nih…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: