Don’t Go [sequel The Kiss Again]

Author                 : hanie_kim

Main cast            : Kim Bum, Kim So Eun

Cast                       : Kim Ki Bum (SuJu), Jang Geun Suk, Park Shin Hye, Moon Geun Young, Yoo Seung Ho, Jessica, Kim Sang Joo/Lim Hye Joo (kim bum’s sister), Tiffany, Kim Hyun Joong

Genre                    : friendship, romance, love

Type                     : One Shoot

Annyeong haseo mates….

Karena banyak yang minta The Kiss Again ada sequelnya, maka author buatkan sequelnya. Maaf ya kalau makin gaje dan aneh. Author ngebut ngebikin, soalnya. Padahal awalnya nggak dibikinin sequel lowh… mianhae kalau mengecewakan para readers…*banyak omong nih author*..ya sudah silahkan membaca…owh ya, mianhae kalau pict-nya nggak nyambung.hehehe…

Jangan lupa tinggalkan jejak selesai membaca ya….

Happy reading…..

NB                          : FF ini murni milik author. Jika ingin copas, mohon ijin terlebih dahulu. Don’t Be Plagitor!

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita. Apabila ada kesamaan judul, itu merupakan hal yang tidak disengaja.

***

Kim Bum POV

Aku mulai hariku tanpa ada dia di sisiku. Aku merasa biasa. Aku tak merasa kehilangan sedikit pun. Lebih tepatnya aku tak merasa kehilangan sosok kekasih seperti dia. Tapi aku kehilangan untuk kedua kalinya sosok adik seperti adikku, kim sang joo. Aku memang keterlaluan menganggapnya sebagai adikku. Padahal ia begitu mencintaiku. Lebih keterlaluan lagi saat aku tidak merasa kehilangan sedikitpun.

Sudah 1 bulan sejak dia memutuskanku. Aku tak merindukannya. Aku berjalan menelusuri lorong sekolah. Sudah sepi memang. Karena para siswa sedang serius belajar di dalam kelas. Lalu kenapa aku masih berkeliaran disaat jam masuk? Untuk pertama kalinya seorang ketua OSIS sepertiku terlambat masuk sekolah. Sial sekali aku! Aku sudah terlambat 30 menit. Tapi sepertinya aku bukan satu-satunya yang terlambat hari ini. Aku menoleh ke belakang saat mendengar langkah kaki yang terburu-buru.

“gara-gara oppa aku jadi telat hari ini”

Samar-samar aku dapat mendengar suaranya. Kami berpapasan sesaat. Tapi dia tak memandangku sama sekali. Biasanya aku merasa biasa saja saat dia bersikap seperti itu. Kali ini ada rasa kecewa yang aku rasakan. Apa dia sudah benar-benar melupakanku? Biarkanlah. Mungkin itu dapat membuatnya lebih baik. Aku melanjutkan langkahku menuju kelas.

End Kim Bum POV

***

Kim So Eun POV

Sial! Hari ini aku terlambat ke sekolah. Ini gara-gara hyun joong oppa yang bangun kesiangan. Menyebalkan sekali. Aku mengambil langkah cepat. Di lorong sekolah aku melihat seorang yang ku kenal. Ya. Si Ketua OSIS itu. Aku tak berharap bertemu dengannya hari ini. Sudahlah. Namun aku akui, aku sungguh merindukannya.

Sejak saat itu. Semuanya berubah. 2minggu setelah aku putus dengannya, ternyata Shin Hye juga putus dengan Geun Suk sunbae. Shin Hye yang memutuskan Geun Suk sunbae. Aku juga tidak tahu kenapa. Yang jelas sekarang aku menjadi dekat Geun Suk sunbae dan Shin Hye membenciku. Bahkan tidak mau berbicara denganku. Mungkin karena gossip itu. Aku digosipkan berpacaran dengan Geun Suk sunbae. Padahal aku dan dia lebih kepada hubungan adik dan kakak atau teman.

End Kim So Eun POV

***

Kriiiiiiiinnnnnnnnnnnngggggggggggg………

Jam pulang sekolah berbunyi. Para siswa SMA itu berhamburan keluar kelas. Kim Bum berjalan beriringan dengan Seung Ho. Sesekali ia bersenda gurau. Langkahnya terhenti melihat So Eun yang terlihat akrab dan dekat dengan Geun Suk.

Seung Ho : kau kenapa?

Kim Bum : anio.

Seung Ho : lalu kenapa kau melihat mereka dengan tatapan begitu? Apa kau cemburu?

Kim Bum : buat apa aku cemburu.

Seung Ho :  ku dengar So Eun dan Geun Suk pacaran.

Kim Bum : bukan urusanku.

Kim Bum berjalan mendahului Seung Ho yang tampak bingung dengan sikapnya. Apa dia benar cemburu? Kim Bum masih tidak mau mengakui pada dirinya sendiri tentang itu. Mungkin saja iya, mungkin juga tidak. Ia berjalan sampai ke parkiran. Lagi-lagi ia melihat pemandangan yang tidak menyenangkan. Dilihatnya So Eun yang sedang dibonceng oleh Geun Suk. So Eun melingkarkan tangannya ke pinggang Geun Suk yang membuat Kim Bum jadi panas(?) melihatnya.

***

“akhirnya sampai juga…” gumam So Eun. Ia turun dari motor Geun Suk dan langsung masuk ke halaman rumah yang tampak asri itu.

Ting…tong…

“kenapa lama sekali sih?” gerutu So Eun.

“mungkin sedang ada di belakang” Geun Suk menanggapi.

Beberapa menit kemudian. Pintu rumah itu terbuka juga. Pelayan yang membukakan pintu itu pun menyilahkan kedua tamu majikannya ini masuk. “nona ada di taman belakang. Kalian bisa langsung ke sana” kata pengurus. “ne, gamsahamnida ahjumma”. So Eun dan Geun Suk pergi ke taman belakang rumah itu. Terlihat seorang wanita cantik sedang duduk tenang di kursi rodanya. Setiap kali Geun Suk melihat wanita itu hatinya bergetar. Ingin sekali ia dapat selalu ada di samping wanita itu. Wanita yang terlihat lemah dan rapuh namun sungguh tegar. Soo eun langsung merangkul wanita itu dari belakang.

“eonnie-ah….”

“kau selalu mengejutkanku So Eun” ucap wanita itu lembut. So Eun duduk di kursi yang ada di samping kursi roda itu sambil tersenyum. Wanita yang duduk di kursi roda itu adalah Moon Geun Young. Wanita yang dikenal So Eun saat di rumah sakit setahun lalu.

“kau dengan siapa So Eun?” Tanya Geun Young.

“aku bersama Geun Suk sunbae, eonnie” So Eun tersenyum sambil mengalihkan pandangannya pada Geun Suk yang sedang berdiri tidak jauh dari mereka. Geun Young mengikuti arah pandangan So Eun dan tersenyum..

“kenapa kau hanya berdiri disitu? Kemarilah..” ajak Geun Young. Geun Suk ikut duduk di samping So Eun.

“kali ini apa lagi?” Tanya Geun Suk pada Geun Young.

“hmm… tentang seseorang yang menanti cinta”

“lalu?”

“Saat cinta itu datang dan ia menemukan belahan jiwanya. Ia harus melepaskan orang itu untuk orang lain. Tapi pada akhirnya ia menemukan cinta yang sejati dalam hatinya. Ia sadar. Yang ia tunggu selama ini bukanlah cinta melainkan orang yang mencintainya dan ia cintai”

“bukan happy ending?”

“happy ending, tentu saja. Ia tidak lagi menunggu cinta itu lagi Karena ia sudah memiliki cinta dalam hatinya. Cinta yang abadi. Ia bahagia menjalani hidupnya”

“menurutku itu bukan happy ending”

“begitukah?”

“ne. alangkah baiknya jika seseorang itu menemukan pengganti”

“kelihatannya menarik. Dapat aku pertimbangkan” So Eun cemberut karena tidak dipedulikan. Lalu tiba-tiba ada yang memanggil Geun Young.

“noona…noona…kau dimana?”

“itu pasti dongsaengku” gumam Geun Young.

“oh, rupanya ada tamu”

“kemarilah..” adik Geun Young itu mendekat ke Geun Young.

“So Eun, Geun Suk, kenalkan ini adikku Kim Ki Bum”

“annyeong haseo.. Kim Ki Bum imnida”

So Eun sempat terpana melihat Ki Bum ini. Ganteng juga ya… batin So Eun. Ki Bum ikut bergabung dengan mereka. Kelihatan sekali ia mudah akrab dengan orang baru. So Eun juga terlihat nyaman dengannya.

“tunggu dulu. Kata eonnie, kalian adik kakak. Tapi koq seperti sebaya ya?” Tanya So Eun. Ki Bum tertawa kecil.

“aku lahir 3 menit setelah noona lahir” jawab Ki Bum.

“tapi kenapa kau memanggilnya noona? Kalian kan memang sebaya” Tanya So Eun lagi.

“aku senang memanggilnya seperti itu. Jadi kan aku terlihat jauh lebih muda darinya…hehehe” Geun Young hanya geleng-geleng kepala mendengarnya.

***

Kim Bum sedang asyik bermain dengan laptopnya ketika temannya datang. Itu adalah yoo Seung Ho. Mereka memang janjian untuk mengerjakan tugas dari guru bersama. Setelah selesai mereka memutuskan untuk bermain game untuk menyegarkan pikiran.

“menurutmu kabar itu benar atau tidak?” Tanya Seung Ho.

“kabar apa?” Kim Bum malah balik bertanya.

“aish! Kau ini! Tentang Geun Suk dan So Eun lah”

“apa hubungannya denganku?”

“kau kan mantannya So Eun”

“hanya mantan. Lagipula kau antusias sekali membahas tentang ini mengapa?”

“hanya ingin tahu saja apa tidak boleh? Aku kan juga penasaran dengan kebenarannya”

“kebenaran apa maksudmu?”

“Shin Hye dan Geun Suk putus karena So Eun. Juga kabar tentang kau dan So Eun putus karena So Eun selingkuh dengan Geun Suk. Apa itu benar?”

“tidak tahu. Yang jelas aku dan So Eun putus bukan karena So Eun selingkuh. Arasseo?”

“ne,ne, arayo. Tentang Geun Suk dan Shin Hye bagaimana?”

“mana aku tahu. Tanya saja pada Geun Suk”

Seung Ho manyun mendengar jawaban Kim Bum. Sementara Kim Bum juga memikirkan apa benar tentang So Eun dan Geun Suk itu pacaran. “itu pilihannya. Aku tak mau menyakitinya dengan mengganggu hidupnya lagi. Jika memang benar…” batin Kim Bum.

***

Kim So Eun pulang diantarkan oleh Ki Bum. Sedangkan Geun Suk langsung pulang ke rumahnya. Ki Bum mengantarkan So Eun dengan mobil kesayangannya.

“gomawo” kata Ki Bum dan So Eun bersamaan.

“huh? Untuk apa?” Tanya So Eun yang bingung.

“kau membawa saudaraku kembali” jawab Ki Bum sambil tersenyum. Entah apa yang membuat So Eun jadi membayangkan jika yang tersenyum padanya adalah Kim Bum. Tapi ia segera tersadar.

“apa maksudmu?”

“kau tidak tahu kan bagaimana Geun Young dulu? Ia tidak punya  semangat menjalani hidupnya sama sekali. Ia mengikuti terapi dengan setengah hati. Tapi semua berbeda saat ia bertemu denganmu”

“berbeda?”

“ya. Ia bilang padaku bahwa ia sudah punya teman. Tentunya selain aku. Ia sangat bahagia. Selama ini Geun Young tidak punya teman sama sekali. Memang ia sengaja menghindar karena ia tidak ingin orang berteman dengannya karena kasihan. Itu berbeda denganmu yang benar-benar tulus menjadi temannya. Kau tak melihatnya dengan tatapan kasihan. Tapi dengan tatapan kasih dan ketulusan seorang teman yang menyejukkan. Itu yang Geun Young katakan padaku”

“hehe. Aku tidak tahu jika aku punya tatapan seperti itu. Sepertinya ku harus menjaga tatapanku yang seperti itu” Ki Bum tertawa kecil.

“kau yang berhasil membangkitkan semangatnya menjalani terapi itu. Kau berhasil membuatnya semangat lagi untuk melanjutkan novelnya. Aku tidak tahu bagaimana nasib karya-karya itu jika saja Geun Young tidak mau melanjutkan”

“sebenarnya tentang novel itu…bukan aku. Geun Suk sunbae yang meminta eonnie untuk melanjutkan karyanya itu. Ya karena karyanya memang bagus. Terbukti novel eonnie banyak disukai orang”

“jeongmal? Aku tak menyangka. Sepertinya cerita novel kali ini adalah kisahnya sendiri”

“maksudnya?”

***

Hari ini, Geun Suk dan So Eun berangkat bersama ke sekolah. Awalnya memang So Eun yang ingin berangkat bersama Geun Suk. Alasannya jelas karena hyun joong oppanya yang sering bangun kesiangan. Lagipula jarak rumah Geun Suk ke rumah So Eun hanya 10 menit jika mengendarai motor. Di jalan, Geun Suk dan So Eun melewati bis sekolah. Yang ternyata ada Shin Hye di sana. Shin Hye menatap So Eun benci. “munafik kau!” batin Shin Hye.

@school

“gomawo, sunbae!” ucap So Eun sambil menyerahkan helm yang ia pakai tadi pada Geun Suk. Mereka sudah sampai di sekolah tepatnya di parkiran.

“nanti jadi kan?” Tanya Geun Suk.

“ne. jemput aku di rumah saja sunbae” jawab So Eun.

“kenapa tidak pulang sekolah saja langsung?”

“anio. Sudah ada kabar yang tidak benar tentang hubungan kita, sunbae”

“biar saja. Kalau ada yang tanya kau tak usah menjawabnya”

“huft -_- tapi tetap pulang sekolah aku dijemput oppa saja”

“terserah kau”

So Eun berjalan santai ke kelasnya. Lega dia hari ini tidak terlambat lagi. Jelas saja sudah seminggu dia berangkat dan pulang sekolah bersama Geun Suk yang selalu tepat waktu. Tapi kabar tentang mereka berdua pacaran semakin jelas saja. So Eun sampai jengkel dibuatnya. Ia juga merasa bersalah dengan Geun Suk. Kenapa? Karena So Eun pernah keceplosan bicara pada temannya soal ada yang pernah bertanya padanya tentang hubungannya dengan Geun Suk. Teman-temannya mengira memang benar adanya jika So Eun dan Geun Suk pacaran. Kebanyakan dari temannya mendukung dan senang. Tapi tidak dengan 2 orang ini. Kim Bum dan Park Shin Hye. Untuk melampiaskan kekesalannya, Kim Bum berpacaran dengan Tiffany. Namun rupanya pagi ini ia sudah beralih pada Jessica. Sedangkan Shin Hye dekat dengan Lee Hong Ki. Siswa dari sekolah lain. So Eun tak sengaja melihat orang yang dikenalnya berada di taman. Tidak sendiri melainkan dengan seorang wanita. Ada rasa sakit di hatinya. “tuhan kuatkan aku..” batin so eun. Ia lalu melanjutkan langkahnya menuju kelas.

“oppa, nanti sore kita nge-date ya?” ucap Jessica manja.

“baiklah” Kim Bum mengalihkan pendangannya. Tertangkap bayangan wanita yang dikenalnya sedang berjalan pelan menunduk. Ingin sekali ia menghampiri dan memeluknya. Tapi rasanya sekarang itu tak mungkin. “sekarang aku akui… aku merindukanmu. Aku ingin memelukmu seperti dulu lagi. Aku ingin ucapkan kata yang dulu tak sempat ku ucapkan padamu. Jangan pergi…” batin kim bum.

“oppa, kau kenapa?” Tanya Jessica. Kim Bum menggeleng pelan sambil tersenyum terpaksa.

***

Istirahat makan siang adalah yang ditunggu oleh para siswa. Seung Ho menghampiri bangku Kim Bum. “kau makan sebanyak ini?” Tanya Seung Ho pada Kim Bum. Ya, banyak bekal dari para fans Kim Bum. Ada 3 kotak makan siang. Dan satu lagi dari Jessica. Kalau dihitung ada 4 bekal yang diterima Kim Bum. “kalau kau mau ambil semuanya. Kalau tidak mau buang saja” Kim Bum pergi setelah berkata begitu pada Seung Ho. “Kim Bum-ah!!!Gomawo!!!” kata Seung Ho sedikit berteriak.

Langkah kaki Kim Bum membawanya pergi ke atap gedung sekolah. Langkahnya sempat terhenti. Ia melihat So Eun di tempat itu juga. Kim Bum berniat untuk menghampirinya. So Eun masih belum sadar jika Kim Bum ada di belakangnya. Ia terlalu terpesona dengan pemandangan mungkin. Atau sedang memikirkan sesuatu. Namun ia tersadar saat ada tangan yang memeluknya dari belakang.

“5 menit saja. Biarkan aku memelukmu seperti ini” bisik Kim Bum di telinga So Eun. Kim Bum memejamkan matanya. Rasanya sangat nyaman. So Eun tidak menolak. Tapi matanya basah. Ia menangis tanpa suara.

“aku seperti bermimpi. Kim Bum… memelukku. Hangat dan nyaman…yang aku rindukan. Ingin aku hentikan waktu agar ia dapat selalu memelukku” batin So Eun. Ia kemudian melepaskan pelukan Kim Bum dan menatapnnya dalam.

“wae? Kenapa kau lakukan ini?!!” So Eun berkata setengah berteriak. Kim Bum mendekatinya tapi So Eun mundur.

“jangan dekati aku!” ucapnya.

“belum 5 menit” ucap Kim Bum santai. Ia kembali memeluk So Eun. Tak peduli So Eun menolak. Lagi-lagi So Eun mendorong Kim Bum. Namun tenaganya tak sebanding dengan tenaga Kim Bum.

“diamlah!!!” tegas Kim Bum. “apa salahnya aku memelukmu? Aku hanya ingin memelukmu. Itu saja”

Beberapa menit kemudian…

“lepaskan…” ucap So Eun dengan suaranya yang agak serak. Kim Bum masih tidak mau. Lagi-lagi So Eun mendorongnya.

“lupakan aku!” itu kata yang di ucapkan So Eun sebelum akhirnya ia pergi dari tempat itu.

“sekarang akan aku akui. Aku merindukanmu… So Eun…”

***

Seperti biasa, setiap sore, Geun Young berada di taman rumahnya untuk mencari inspirasi. Ya, dia seorang novelis. Sayangnya, ia tak pernah mau untuk memakai nama aslinya. Song Eun Jo adalah nama samarannya. Geun Young tak punya teman. Ia juga tak bersekolah lagi.  Seharusnya ia sudah kuliah semester 3, sama dengan Ki Bum. Sayang sekali, kejadian 1.5 tahun lalu telah mengubah hidupnya. Geun Young mengidap kanker sum-sum tulang belakang. Ia masih dapat bertahan karena menjalani kemoteraphy. Geun Young dan Ki Bum hanya tinggal berdua. Orangtua mereka lebih mementingkan pekerjaan di Italy daripada mereka. Terbukti sudah 2 tahun orangtua mereka tidak pernah pulang ke Korea.

“eonnie!!!!!!!” panggil seorang yeoja dari arah belakang yang tak lain adalah Kim So Eun. Geun Young tersenyum manis melihatnya. Di belakang So Eun ada Geun Suk yang juga sedang tersenyum.

“eonnie, bagaimana kalau kita jalan-jalan? Mumpung suasananya sedang mendukung” usul So Eun. Geun Young terlihat berpikir.

“baiklah” kata Geun Young akhirnya.

Geun Suk mendorong kursi roda Geun Young sepanjang jalan. Sesekali mereka bercanda dan tertawa. “aku suka senyum itu” batin Geun Suk saat melihat Geun Young. Tidak berapa lama kemudian mereka bertiga sampai di tepi sungai. Pemandangan yang sangat indah. Gemericik air sungai itu menambah suasana menjadi lebih tenang. Geun Suk menurunkan Geun Young dari kursi roda. “kau pasti bisa” bisik Geun Suk pada Geun Young. Ya, Geun Suk dan So Eun ingin membantu Geun Young berjalan lagi. So Eun menatap Geun Young sambil tersenyum. Seolah-olah tatapan itu adalah tanda semangat, Geun Young akhirnya mau mencoba. Ia berkali-kali jatuh dan nyaris putus asa. Tapi So Eun dan Geun Suk terus memberinya semangat.

“aku lelah…” ucap Geun Young.

“kita istirahat dulu” Geun Suk menanggapi.

Mereka –Geun Young dan Geun Suk– duduk di bawah pohon sambil memandang ke arah sungai. Lalu dimana So Eun? Dia sedang jalan-jalan sendiri. Senyum yang tadi tampak, kini hilang digantikan wajahnya yang terlihat murung. So Eun merasa lelah. Jadi ia memutuskan untuk duduk di tepi sungai sambil memasukkan sebagian kakinya ke air*tau maksud author kan?*

Kim So Eun POV

Kenapa akhir-akhir ini masalahku banyak sekali? Dimulai dari gossip tentang aku dan Geun Suk sunbae, masalahku dengan Shin Hye, cinta segitiga antara Geun Suk sunbae, Geun Young eonnie dan Shin Hye, lalu tadi Kim Bum sunbae yang tiba-tiba memelukku. Satu lagi. Yang paling baru adalah Shin Hye yang tiba-tiba melabrakku.

Flash back…

@so eun’s school

Jam pulang sekolah sudah berbunyi. Semua teman-temanku sudah pulang. Tinggal aku yang pulang paling akhir. Aku keluar kelas dan mendapati Shin Hye yang sedang menungguku. Aku senang. Ku pikir dia sudah tidak marah lagi karena alasan yang tidak jelas.

“ikut aku!” kata Shin Hye sambil berjalan mendahuluiku.

Aku tak menjawab. Hanya saja aku tetap mengikutinya dengan perasaan bingung juga sedikit takut. Langkah kakinya berhenti saat kami sudah berada di taman belakang sekolah. Cukup sepi di tempat itu.

“ada ap…” plAKKKK….

Belum sempat aku selesai bicara, Shin Hye sudah menamparku. Aku memegang pipiku yang sakit karena tamparan Shin Hye yang cukup sakit menurutku. Aku memandangnya tajam. Tapi ia juga memandangku tak kalah tajam.

“apa-apaan kau ini!!!!” aku sedikit berteriak.

“kau benar-benar munafik” ucapnya sinis.

“mwo? Aku tidak mengerti maksudmu”

“jangan pura-pura! Aku tak menyangka kau selicik itu. Kau merebutnya dariku setelah kau putus dengan Kim Bum sunbae. Apa kau ingin cari sensasi lagi hah??!!!”

“dengar penjelasanku…” dia memotong.

“kau tahu aku masih mencintai Geun Suk oppa kan? Kau tahu itu?!! Tapi sekarang kau berpacaran dengannya. Sahabat macam apa kau ini?!! Aniy, kau bukan sahabatku lagi”

“shin Hye-ah… aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Geun Suk sunbae. Sunggguh!”

“kau pikir aku percaya? Jangan harap! Kau itu pengkhianat!”

“mwo?” aku hampir menangis. Dia bukan Shin Hye yang aku kenal.

“jadi benarkan?! Kau putus karena kau selingkuh dengan Geun Suk oppa. Lalu? Apa yang kau berikan pada Geun Suk oppa sampai dia memutuskanku? Aku tahu. Kau murahan! Kau memberikan tubuhmu iya kan??!!!!!”

“cuukup!! Kau tidak tahu apa-apa tentang hubunganku dengan Kim Bum sunbae. Jadi jangan bicara sembarangan!! Satu lagi! Aku tidak ada kaitannya dengan putusnya hubunganmu dengan Geun Suk sunbae!!” Shin Hye mencibir. Aku melanjutkan ucapanku.

“kau yang membuat dia memutuskanmu. Bukan karena aku! Kau kira aku tak tahu penyebabnya?!! Kau putus dengan dia karena kau tertangkap basah berselingkuh bahkan berciuman dengan namja lain kan??!!!”

“tutup mulutmu!” Shin Hye nyaris menamparku lagi. Untung saja ada namja yang tiba-tiba datang.

“apa-apaan ini?!!!”

Seketika aku melihat namja itu. Aku terkejut begitupun Shin Hye. Dia, Kim Bum sunbae sedang berjalan ke arahku. Ia masih mengenakan pakaian seragam sekolah. Mungkin dia belum pulang. Shin Hye langsung pergi saat melihat Kim Bum sunbae. Aku masih mematung. Airmataku jatuh. Dia langsung memelukku. Hangat dan nyaman. Aku masih terisak sampai akhirnya aku melepaskan pelukannya dan berlari menjauh.

End Of Flashback

Aku merasa ada yang menyentuh pundakku. Ku lihat ada Ki Bum oppa. Tapi sejak kapan dia di sini? Ki Bum mengikuti apa yang aku lakukan. Dia duduk di sampingku.

“ternyata kau di sini. Kami mencarimu” katanya sambil tersenyum menatapku. Terlihat dia sangat khawatir.

“mianhae, oppa. Aku…”

“kau ada masalah?”

“anio. Aku hanya ingin jalan-jalan saja tadi”

“selama itu?” aku melihat jam tanganku. Omo?! Sudah sejam lebih aku duduk di sini. Pantas saja hari sudah mulai gelap. Ku kira tadi mendung. Hhe

“ini kenapa?” Ki Bum oppa menyentuh pipiku bekas tamparan Shin Hye tadi.

“aw?!” tidak sakit sih. Aku reflex begitu.

“sakit?”

“anio. Aku hanya reflex saja”

“ini kenapa memang?” aku diam. Ki Bum oppa berkata lagi.

“aku sangat khawatir. Ceritakanlah semua masalahmu agar tidak menjadi beban nantinya” aku menghela nafas. Akhirnya aku menceritakan semuanya pada Ki Bum oppa. Dia juga merespon dengan baik apa yang aku ceritakan. Aku merasa punya sahabat lagi.

End Kim So Eun POV

****

Kim Bum POV

Hmmm… hari ini sangat melelahkan sekali. Benyak tugas yang harus ku kerjakan tadi di sekolah. Ya, yah… secara aku kan ketua OSIS. Untuk menyegarkan pikiranku, aku pergi bersepeda. Sore-sore begini memang waktu yang pas untuk bersepeda di tepi sungai. Aku hentikan sepedaku di tepi sungai. Ku lihat sekeliling. Pandanganku berhenti pada seorang yeoja yang tengah duduk di tepian sungai. Ia tak terlalu jauh dariku. Sekitar ya…100 meter mungkin. Rasanya aku mengenalnya. Omo?! Dia itu So Eun. Aku ingin menghampirinya tapi sudah ada namja yang terlebih dulu mendekatinya. Mereka terlihat akrab sekali.  Aku belum pernah melihat namja itu. Aaarggghhhh… aku tidak suka melihatnya. Pakai peluk So Eun pula. Aku tidak suka….

@kim bum’s house

 

Aku masuk ke kamarku. Ku rebahkan tubuhku di tempat tidurku. Aku memandang foto yang terpajang indah di meja samping tempat tidur. Foto Sang Joo yang terbingkai indah dihiasi dengan senyumannya. Aku selalu merindukan senyuman itu.

Kim Sang Joo…

Kalau saja kau masih di sini bersamaku.

Kalau saja kau masih hidup.

Kita pasti dapat bahagia bersama.

Aku mencintaimu sebagai seorang yeoja.

Kau pun mencintaiku sebagai seorang namja.

Kau memang adikku..

Tapi bukan adik kandungku…

Flashback…

 

“oppa…ayo lihat kemari..” kata Sang Joo sambil terus membidikkan kameranya padaku. Aku masih sibuk menyiapkan BBQ.

“ya!!oppa! lihatlah kemari..jebal..” kata Sang Joo lagi. Aku kesal lalu memandangnya.

Klik!

“hahaha.. muka oppa lucu sekali kalau sedang kesal. Wkwkwkwk” Sang Joo menertawaiku sambil melihat hasil jepretannya a.k.a foto. Aku tidak terima dan mengejarnya. Jadilah kami berdua kejar-kejaran di taman belakang rumah. Aku menangkapnya dan mengolesi wajahnya dengan mentega yang terletak di meja.

“oppa…sudah…”

“ini hukumannya..” tiba-tiba ia menahan tanganku dan menatap lurus ke mataku.

Aku dan Sang Joo duduk di tepi kolam renang. Sang Joo menyandarkan kepalanya pada pundakku. Wajahnya sedikit pucat karena kelelahan.

“oppa, kau tahukan kalau aku mencintaimu?” tanyanya.

“ne” jawabku singkat.

“apa kau mencintaiku juga?”

“hmm… tentu saja. Kau kan adikku”

“maksudku sebagai seorang yeoja” aku tak terlalu terkejut. Sudah ku duga ia akan mengatakan hal ini. Aku sudah tahu Sang Joo mencintaiku sebagai namja lama. Tapi aku tak terlalu menghiraukan itu.

“menurutmu?” aku bertanya padanya.

“ne, kau juga mencintaiku. Jika lusa aku meninggal, aku juga akan tetap mencintaimu. Jadi aku juga ingin oppa seperti itu juga”

“jangan bicara seperti itu. Kita akan selaluu bersama” aku tak yakin dengan ucapanku barusan. Eomma dan appa belum tahu tentang ini. Aku takut menyakiti hati mereka.

Beberapa hari kemudian…

Aku tak menyangka jika ucapan Sang Joo  menjadi nyata. Aku melihat Sang Joo meninggal dengan mataku sendiri. Ia tertabrak mobil saat hendak menyebrang untuk menemuiku. Aku sangat terkejut saat itu. Sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya, ia sempat berkata bahwa ia akan selalu mencintaiku.

End Of Flashback

 

Rasanya kemarin aku masih mendengar suara Sang Joo. Tapi tidak terasa sudah setahun lebih dia pergi. Jujur aku masih ragu, apa benar aku mencintainya sebagai yeoja? Tapi aku benar-benar menyayanginya. Sungguh. Sampai akhirnya So Eun masuk dalam kehidupanku. Membuatku berwarna lagi. Aku menyukainya, tentu saja. Sama seperti aku menyukai Sang Joo. Semua yang aku rasakan pada So Eun sama seperti yang aku rasakan pada Sang Joo. Kecuali satu hal. Aku selalu merasa sakit ketika melihat So Eun dengan namja lain. Itu yang tak pernah ku rasakan pada Sang Joo. Kim Sang Joo, tidak. Itu bukan nama aslinya. Dia adalah Lim Hye Joo.

End Kim Bum POV

***

Keesokan harinya…

@school

Jessica dan Park Shin Hye terlihat sedang berbicara serius. Lalu Tiffany menghampiri mereka. Mereka bertiga membicarakan sesuatu. Tapi kelihatan bahwa Tiffany tidak menyukai pembicaraan itu. Terbukti bahwa Tiffany meninggalkan Shin Hye dan Jessica yang tampak tak peduli pada Tiffany.

@mall

Sepulang sekolah, So eun sudah dijemput oleh Ki Bum. Padahal So Eun masih mengenakan seragam sekolah. Mereka pergi ke pusat perbelanjaan a.k.a mall. Ki Bum ingin membelikan hadiah untuk Geun Young. 1 minggu lagi  adalah ulang tahun Geun Young. Ki Bum ingin membelikannya hari ini karena selama 3 hari kedepan ia ada urusan keluar kota. Setelah berkeliling mencari benda yang cocok, pilihan Ki Bum tertuju pada hiasan berbentuk sepasang cangkir yang lucu.

“So Eun-ah, bagaimana kalau ini saja?” Tanya Ki Bum sambil menunjukkan sepasang cangkir.

“hmmm…” So Eun memerhatikan cangkir itu dengan seksama. Sepasang cangkir yang indah juga lucu. Berwarna putih dengan motif Teddy Bear dan itu tinggal satu.

“bagaimana?” Tanya Ki Bum lagi.

“ini lucu. Aku jadi ingin beli..”

“ya!! Itu untuk Geun Young”

“huft. Ya sudah yang itu saja. Sepertinya Geun Young eonnie akan menyukainya”

“semoga saja. Dia suka sesuatu yang simple dan lucu. Ini kan tidak terlalu berlebihan kan? Atau terlalu sederhana?”

“aku rasa eonnie akan menerima apa pun pemberian oppa. Eonnie tidak pernah menilai sesuatu dari harga bukan?”

“hehe.. kau benar” Ki Bum tersenyum seraya mengacak lembut rambut So Eun.

****

@so eun’s house

So Eun langsung istirahat setelah menemani Ki Bum belanja. Mungkin karena kelelahan, So Eun tidur masih mengenakan seragam sekolah. 3 jam kemudian, samar-samar terlihat seseorang masuk ke kamar So Eun. Orang itu menyalakan lampu kamar dan geleng-geleng kepala melihat So Eun yang masih tidur mengenakan seragam sekolah. Bahkan sepatunya pun belum dilepas. “ckckckck, ya ampun… Dongsaengku kalau tidur ternyata parah sekali. So Eun sayang bangun…” ucap Hyun Joong sambil membelai So Eun.

“eeeerrrghh..” erang So Eun lalu kembali tidur. Hyun Joong tersenyum geli melihatnya.

“So Eun… Ayo bangun…” Hyun Joong mencium pipi So Eun dan ttak berapa lama So Eun terbangun.

“oppa… koq ada di sini?” Tanya So Eun.

“hmm… aku menunggumu untuk makan malam tapi kau tidak juga turun. Jadi ya aku ke kamarmu. Ternyata eh ternyata kau masih tidur. Masih pakai seragam sekolah pula” kata Hyun Joong.

“hehehe. Aku mandi dulu oppa. Nanti baru ke bawah”

“ya, sudah. Oppa tunggu”

Hyun Joong menunggu di ruang makan. 20 menit kemudian So Eun ikut menyusul. Mereka hanya makan malam berdua. Orangtua mereka sibuk bekerja sampai-sampai sekedar sarapan atau makan malam bersama pun tidak sempat. So Eun duduk berhadapan dengan oppanya. Sejenak ia memandangi sekeliling. “selalu seperti ini” batin So Eun. Terlihat sekali bahwa ia sangat kecewa. Namun So Eun & Hyun Joong sudah terbiasa dengan suasana seperti itu.

“kenapa?” Tanya Hyun Joong yang melihat dongsaengnya ini tak nafsu memakan makanan di hadapannya. “apa makanannya tidak enak? Atau???”

“aniy. Makanannya enak koq oppa” jawab So Eun sambil tersenyum paksa.

“lalu kenapa tidak kau makan?”

“nih…aku makan koq”

Dengan susah payah So Eun berusaha menelan makanan itu. Ia benar-benar tidak nafsu untuk makan sesendok pun. Baru dua sendok So En menghentikan aktifitas makan–paksa–nya. Hyun Joong tahu sifat dongsaengnya ini. Jika memang tidak suka, So Eun memang tidak dapat bohong. Ia tidak dapat memaksakan dirinya untuk menyukai sesuatu.

“makanlah sedikit lagi, biar kau tidak sakit” ujar Hyun Joong.

“oppa, apa eomma dan appa sudah makan malam?” Tanya So Eun. Hyun Joong meletakkan sendok dan garpu yang dipegangnya lalu menatap So Eun.

“kenapa kau tidak menelepon mereka saja?” Hyun Joong tersenyum diikuti So Eun. Ya So Eun terlihat senang. So Eun mengambil handphonenya di kamar lalu kembali ke ruang makan lagi. Pertama ia menelepon nomor eommanya. Tapi… So Eun memandang Hyun Joong kecewa. Nomor eommanya mailbox. Tapi ia juga tidak menyerah. Ia menelepon nomor appanya.

“yeoboseyo…”

“appa…”

“ada apa So Eun?”

“mmm… appa sudah makan malam?”

“belum. Kau sudah makan?”

“sudah dengan oppa”

“owh..”

“appa nanti pulang jam berapa?”

“appa lembur lagi. Jadi pulang larut”

“lalu bagaimana dengan eomma?”

“appa tidak ada urusan dengan eomma kalian”

“appa…”

“sudah ya… appa masih harus bekerja. Jangan tidur terlalu malam. Appa menyyangi kalian”

Tut…tut…tut…

So Eun kembali sedih. Hyun Joong menyadari hal itu. “bukankah kau harus belajar? Ayo oppa temani” ucap Hyun Joong lalu mengikuti So Eun yang sudah jalan terlebih dulu ke kamarnya. Hyun Joong jadi ikutan sedih saat melihat So Eun yang tidak focus pada buku di depannya sama sekali. Orangtua mereka sebenarnya akan bercerai. Dan masih dalam proses persidangan.

*****

 

@atap sekolah

Setelah hampir semalaman tidak dapat tidur, So Eun memutuskan ke atap sekolah pada keesokan harinya. Ia bolos di 2 jam mata pelajaran terakhir. Kebetulan juga ada seorang siswa yang juga bolos di waktu yang sama dan berada di tempat yang sama dengan So Eun.

“ckckckck, ternyata kau bolos…” ucapnya. So Eun menoleh ke sumber suara.

“bukankah sunbae juga bolos sekarang?” sahut So Eun.

“aku hanya tidak ikut pelajaran saja”

“sama saja dengan bolos. Tak ku sangka, ternyata ketua OSIS juga bolos pelajaran”

“sekali kan juga tidak apa”

Kim Bum duduk di samping So Eun, tumben So Eun tidak menghindar. Mereka sedikit canggung karena sudah lama tidak seperti ini.

“So Eun… Mianhae… Jeongmal mianhae” ucap Kim Bum. So Ein menoleh ke arah Kim Bum. Kim Bum butuh berkali-kali meyakinkan hatinya untuk mengatakan ini.

“untuk apa?” Tanya So Eun.

“aku telah menyakiti hatimu” So Eun hanya menunduk sekarang.

“sudahlah sunbae. Itu hanya masa lalu. Bagiku, sakit itu hanya masalah waktu. Bukan hati”

“aku minta kau mendengarkan penjelasanku. Jebal…” kim Bum mengenggam tangan So Eun dan menatap dalam matanya.

Mau tak mau akhirnya So Eun bersedia mendengar alasan Kim Bum. Kim Bum mulai menceritakan tentang kisahnya. Dimulai dari ia mempunyai adik angkat. Sampai dengan kematian adiknya. So Eun sempat terkejut saat Kim Bum bilang ia menyukai adiknya Kim Sang Joo a.k.a Lim Hye Joo. Tapi kemudian So Eun mencoba mengerti.

“aku menganggapmu adikku karena aku takut mengkhianati Sang Joo. Tapi aku juga tidak dapat membohongi diriku sendiri. Aku menyukaimu sebagai adikku Sang Joo. Namun aku hanya mencintaimu sebagai Kim So Eun” So Eun terkejut dengan pengakuan Kim Bum.

“aku merasa kehilanganmu saat kau memutuskanku. Kau tahu? Bahkan aku sempat menangis seperti anak kecil saat kau pergi. Saat itu, aku sangat ingin bilang padamu untuk jangan pergi. Tetaplah di sisiku. Bersamaku. Namun lidahku terasa kelu untuk mengucapkan kata itu. Aku bodoh sekali. Mungkin sekarang aku sudah terlambat. Kau sudah dengan Geun Suk”

“apa maksud sunbae? Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Geun Suk sunbae”

“jeongmal?” So Eun mengangguk.

“semuanya menganggap aku berpacaran dengannya. Padahal aslinya tidak”

“tapi kalian…”

“aku dekat dengan dia karena dia menyukai seorang yeoja yang dekat denganku”

“Shin Hye?”

“bukan. Namanya Moon Geun Young. Aku mengenalnya sekitar setahun lalu di rumah sakit. Geun Young eonnie mengidap kanker sum-sum tulang belakang. Ia sudah dioperasi. Tapi butuh pemulihan. Aku dan Geun Suk sunbae yang selama ini memberinya semangat untuk menjalani teraphy. Mungkin karena itu Geun Suk sunbae dekat dengan Geun Young eonnie dan mulai menyukainya. Bahkan dapat dibilang mencintainya”

“jadi… Geun Suk? Shin hye?”

“ya. Mereka putus bukan karena aku. Tapi bukan juga karena Geun Suk sunbae. Intinya sekarang, Geun Suk sunbae sudah tidak mencintai Shin Hye lagi. Namun masalahnya, Shin Hye menganggapku sebagai orang ketiga dalam hubungannya”

“jadi karena itu sampai dia berani menamparmu saat itu”

“begitulah…”

“lalu? Bagaimana denganmu? Apa kau sudah mencintai namja lain?” So Eun terdiam.

“aku…aku…aku masih mencintai sunbae”

Kim Bum tersenyum senang. So Eun wajahnya terlihat memerah karena malu. Perlahan Kim Bum meraih wajah So Eun lalu mencium bibirnya. Kali ini So Eun membalas ciuman Kim Bum. Beberapa menit kemudian mereka melepaskan ciuman mereka.

“sunbae, bagaimana dengan Jessica?” Tanya So Eun sedikit panic.

“tenang saja. Aku sudah putus dengannya. Lagipula aku kan hanya mencintaimu…”

So Eun merasa tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Kemudian Kim Bum mencium bibirnya lagi.

****

2 hari kemudian…

Hubungan So Eun dan Kim Bum sudah seperti dulu lagi. Sering bertengkar sih, tapi juga cepat baikan lagi. Kurang lebih seperti masa pacaran mereka dulu. Sekarang Kim Bum mengenal Geun Young lewat So Eun. Ia sempat terkejut saat diberitahu bahwa Geun Young adalah Eun Jo pengarang novel faforitnya. Geun Young pun jadi tidak kesepian saat ditinggal Ki Bum pergi.

Hari ini So Eun, Geun Suk dan Kim Bum berniat pergi ke rumah Geun Young sepulang sekolah. Sebelumnya, So Eun mampir ke took bunga dulu. Geun Suk dan Kim Bum menunggu So Eun di seberang jalan. So Eun menyeberang jalan. Namun tiba-tiba ada mobil yang melaju kencang ke arahnya. So Eun juga tidak terlalu focus menyeberang, ia sibuk dengan bunganya. Dan…

Bruuukkkkk!!!!!!!

Mobil tersebut menabrak tubuh So Eun hingga terpental sejauh 2 meter. “So Euuuunnn!!!!!” Kim Bum dan Geun Suk terkejut dan langsung menghampiri So Eun yang tak sadarkan diri itu sementara mobil yang menabrak melarikan diri. Kepala dan hidung So Eun mengeluarkan darah. “So Eun.. bertahanlah..” Kim Bum jadi teringat akan kecelakaan yang menimpa adiknya. Ia jadi sangat takut So Eun akan meninggalkannya seperti Sang Joo. Ia menangis. Tak berapa lama ambulans dating dan So Eun dilarikan ke rumah sakit. Sementara menunggu So Eun yang ditangani dokter, Geun Suk dan Kim Bum menunggu dengan cemas.

“kim bum…”

“apa?”

“aku curiga kecelakaan itu disengaja”

“apa maksudmu?”

“terlihat sekali jika mobil itu sengaja ingin menabrak So Eun” kim bum diam. Beberapa menit kemudian, Hyun Joong datang. Ia sangat khawatir. Lalu Geun Suk yang menjelaskan pada Hyun Joong kronologis kejadiannya. 2 jam kemudian, So Eun dipindah ke kamar inap VVIP. Kata dokter, So Eun harus dirawat smpai kondisinya pulih benar. Apalagi benturan di kepalanya yang cukup keras membuatnya tak sadarkan diri cukup lama a.k.a koma.

Malam harinya, Kim Bum masuk ke kamar rawat So Eun. Ia duduk di kursi samping tempat tidur So Eun. Ia genggam tangan yeoja yang dicintainya itu. Ia pandang wajahnya. “kenapa harus kau? Kenapa bukan aku saja? Ini sungguh menyakitkanku juga. Bangunlah… aku ingin melihatmu tersenyum padaku lagi. Berapa lama lagi kau akan tertidur seperti ini? Tak inginkah kau bangun dan mendengar pengakuan hatiku yang ingin kau kembali lagi padaku? Jebal…” ucap Kim Bum lirih. Pintu kamar itu terbuka dan Hyun Joong masuk lalu menghampiri Kim Bum. “pulanglah dulu… kau pasti lelah. Biar aku yang menjaganya di sini” ucap Hyun Joong lembut. Kim Bum tidak mau tapi Hyun Joong membujuknya. Dengan berat hari, akhirnya Kim Bum pulang ke rumahnya.

****

3 hari kemudian…

“morning So Eun…” sapa seseorang yang baru sajamasuk ke kamar rawat So Eun.

“morning too, oppa” So Eun tersenyum.

Ya, So Eun sudah sadar sejak tadi malam. Orang yang barusan menyapanya ini adalah Kim Ki Bum.

“oppa sendirian?” Tanya So Eun.

“ne. mereka sedang ada urusan jadi tidak bisa menjagamu. Kebetulan sekali aku tidak ada kegiatan jadi aku yang menjagamu hari ini”

“apa oppa tidak lelah? Kata Hyun Joong oppa kan oppa baru sampai 3 jam yang lalu”

“tidak ada kata lelah jika aku bersamamu”

“oppa bisa saja”

“Sso-ah, kau tidur cepat juga ya. Sampai-sampai aku baru pulang ke Korea baru kau bangun”

“yak!! Oppa— memangnya mau ya aku tidur lebih lama lagi?” So Eun manyun.

“ya nggak-lah. Oppa kan hanya bercanda. Kau tahu? Oppa sangat khawatir begitu mendengar kabar kau kecelakaan. Rasanya aku ingin cepat pulang. Tapi sayang sekali aku tidak bisa. Mian…”

“nan gwaenchana, oppa. Oppa ada di sini sekarang saja sudah membuatku senang”

So Eun cukup senang ada Ki Bum yang menemaninya. Mereka bercerita tentang banyak hal. So Eun sangat antusias sekali saat mendengar cerita dari Ki Bum. Yang menarik adalah saat di luar kota, Ki Bum bertemu dengan cinta pertamanya yaitu Im YoonAh. So Eun tersenyum geli mendengar Ki Bum bercerita saat pertama kali jatuh cinta dulu.

“ternyata oppa juga playboy ya?”

“playboy? Tidaklah”

“tapi kata oppa tadi, oppa dulu menyukai banyak yeoja. Itu seperti playboy oppa”

“ah… sudahlah. Itu kan dulu So Eun. Sekarang aku kan sudah punya seseorang yang benar-benar aku cintai” Ki Bum membayangkan wajah seorang yeoja yang ia cintai selama ini. So Eun jadi penasaran.

“nugu? Apakah Im YoonAh?”

“bukan dia. YoonAh itu hanya cinta pertamaku saja. Aku punya yeoja yang sekarang sedang berkuliah di Jepang”

“mwo? Jeongmal?”

“ne. dia mendapat beasiswa kuliah di Universitas Tokyo. Dan sekarang aku sedang menunggunya kembali”

“siapa dia oppa? Aku benar-benar ingin tahu” Ki Bum menunjukkan foto yang ada di handphonenya ke So Eun.

“Kwon Yuri. Itu namanya. Kami berjanji setelah dia dan aku menyelesaikan kuliah nanti kami akan segera bertunangan lalu menikah”

“wah… dia cantik, oppa. Tapi oppa kan masih muda. Masa’ harus menikah secepat itu?”

“masih lama So Eun… 3-4 tahun lagi baru Yuri kembali”

“ne, ne. arasseo oppa.”

*****

Hari sudah malam. Dan Ki Bum sudah pulang dari rumah sakit. Sekarang giliran Hyun Joong yang menjaganya. Tapi kenapa Kim Bum belum kelihatan ya? Batin So Eun. Tadi siang hanya Geun Suk dan Geun Young yang datang. Tapi So Eun memaklumi jika Kim Bum tidak dating hari ini. Karena selama So Eun koma, Kim Bum yang selalu menjaga dan menemaninya. Selain Kim Bum, ada 2 orang yang selalu ditunggu oleh So Eun. Kata Hyun Joong, mereka juga tidak menjenguk So Eun sama sekali. Mereka adalah eomma dan appanya So Eun. Hyun Joong terlihat melamun dari tadi. So Eun merasa bahwa ada yang disembunyikan oleh oppanya itu.

“oppa…oppa…” So Eun memanggil Hyun Joong tapi tidak ada respon sama sekali. “aish! Oppa benar-benar tidak mendengarkanku. Oppa!!!!!!” So Eun sedikit berteriak dan itu berhasil membangunkan Hyun Joong dari lamunannya.

“oh..oh..ada apa So Eun?”

“apa oppa ada masalah?”

“tidak ada koq. Kenapa memangnya?”

“oppa bohong!”

“anio. Sebaiknya kau istirahat sudah malam”

So Eun merasa aneh dengan sikap oppanya itu. Tapi ia tak berani bertanya lagi.

****

@cafe

 

Seorang yeoja sedang menunggu gelisah seseorang. Berkali-kali ia melihat arlojinya. Sudah 2 jam ia menunggu. Tapi dalam hati, ia tetap yakin bahwa orang itu akan datang. 5 menit kemudian…

“Tiffany, jeongmal mianhae aku terlambat”

“tak apa Kim Bum. Duduklah”

“sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan?”

“aku…” Tiffany terlihat ragu untuk mengatakannya. Dia bingung.

“katakanlah…”

“sebenarnya…sebenarnya…tentang kecelakaan So Eun itu..”

“apa… jangan-jangan kau yang merencanakan semua itu”

“bukan aku! Tapi Shin Hye dan Jessica” akhirnya keluar juga kata-kata itu dari bibirnya.

“mwo???!!!!”

“awalnya mereka memang mengajakku. Tapi aku tidak mau. Hubunganku dengan So Eun baik-baik saja. Aku tidak mau hubunganku dengan dia menjadi buruk hanya gara-gara ini”

“mianhae. Kau pasti sakit hati saat itu. Jeongmal mianhae”

“gwaenchanayo. Aku mengerti. Lagipula cinta itu kan tidak dapat dipaksakan” diam-diam Kim Bum kagum dengan yeoja yang ada di hadapannya ini.

“kau  pasti akan dapat pengganti yang lebih baik daripada aku”

“ne, semoga saja” mereka berdua sama-sama tersenyum. Dari kejauhan ada sepasang mata yang memperhatikan mereka.

****

Keesokan harinya…

Hari ini adalah hari minggu. Bertepatan pada hari ulang tahun Geun Young. Tengah malam tadi, Kim Bum, Geun Suk dan Ki Bum memberi kejutan pada Geun Young. Namun So Eun tidak ikut. Dia ingin tapi dokter tidak mengijinkannya keluar rumah sakit. Jadilah So Eun hanya mengucapkan selamat ulang tahun pada Geun Young lewat video yang sudah dibuatnya dengan Ki Bum.

“aku bosan sekali… tidak boleh kemana-mana. Sejak tadi pagi tidak ada orang yang menemaniku. Oppa kencan dengan yeojachingunya. Kim Bum sunbae entah kemana. Geun Suk sunbae pasti dengan Geun Young eonnie. Ki Bum oppa??? Ah tak tahulah. Huaaa… aku benar-benar bosan” gerutu So Eun.

Tiba-tiba ada orang yang masuk ke kamar rawat So Eun. So Eun sempat terkejut.

“annyeong So Eun…”

“Shin Hye???” So Eun tersenyum senang. Tak disangka jika temannya itu akan menjenguknya.

“aku kira kau sudah mati” ucap Shin Hye sinis.

“apa maksudmu?”

“apa Tiffany tidak memberitahumu?”

“memberitahu apa?”

“baiklah. Lebih baik kau tidak usah tahu!”

“apa tentang kecelakaan itu?!!” Shin Hye hanya diam dan memandang So Eun benci.

“benar kan?!!! Kau dan Jessica yang merencanakan semua itu. Bahkan aku tahu kau yang mengemudikan mobil itu” Shin Hye terbelalak. Tak menyangka jika So Eun memang tahu jika dia yang telah menabraknya.

“jika iya, memang kenapa? Aku bahkan berharap kau mati. Kau pantas mendapatkan itu!”

“apa karena Geun Suk sunbae?”

“ya! Aku masih mencintainya! Tidak ada yang boleh memilikinya selain aku”

“kau egois Shin Hye!!! Kau tidak boleh seperti itu. Geun Suk sunbae punya hak untuk memilih cintanya sendiri”

“kau mudah bicara seperti itu! Kau tidak tahu perasaanku seperti apa!”

“cinta itu tak harus memiliki. Kau masih tetap dapat mencintainya. Sampai kapan pun kau ingin mencintainya tidak ada yang melarangmu. Tapi kau juga tak harus memiliki dia seutuhnya”

“diam kau!!! Kau itu jahat! Kau telah merebut kekasihku demi perasaanmu sendiri. Kau juga egois! Kau sadar kan!!! Apa kau sudah puas sekarang huh??!!!! Kau sudah memilikinya!! Dia mencintaimu kan??!!!”

“Shin Hye-ah!!!! Dengarkan aku!! Aku tak pernah merebut kekasihmu. Aku juga tak pernah memilikinya.  Dan satu lagi. Dia tak pernah mencintaiku. Geun Suk sunbae mencintai orang lain. Kau harus tahu itu!”

“tidak mungkin… kau bohong!!”

Tiba-tiba pintu terbuka dan Ki Bum masuk dengan tenangnya berkata “sekarang terserah padamu. Geun Suk tidak pernah mencintai So Eun. Dia mencintai Geun Young saudaraku. Terserah kau mau percaya atau tidak. Lebih baik kau lihat mereka sendiri sekarang”. Sebenarnya Ki Bum sudah mendengar percakapan So Eun dengan Shin Hye sejak awal.

****

Di suatu tempat, Kim Bum dan Jessica bertemu. Kim Bum ingin Jessica menjelaskan apa maksudnya dia menyakiti So Eun.

“aku benci dia. Karena dia, oppa memutuskanku. Aku tidak terima itu. Aku masih mencintai oppa” kata Jessica.

“seharusnya kau membenciku. Bukan membenci So Eun. Karena aku yang memutuskanmu, bukan karena dia. Sejujurnya aku tak pernah mencintaimu sedikitpun. Dari dulu aku hanya mencintai So Eun” ucap Kim Bum tenang.

“ap…apa???” mata Jessica berkaca-kaca.

“mianhae Ssica. Kau hanya akan membuang-buang waktu jika terus mencintaiku” Kim Bum beranjak dari tempatnya dan meninggalkan Jessica.

“Kim Bum oppa!!” panggil Jessica. Kim Bum berhenti dan menoleh ke Jessica.

“ada orang yang labih pantas untuk kau cintai. Dia selalu mencintaimu hingga detik ini dan seterusnya” pandangan Kim Bum tertuju pada seorang namja. Jessica melihat namja yang tengah tersenyum padanya.

“Kim Hee Chul???” gumam Jessica pelan. Kim Bum tersenyum lalu melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti. Sedangkan Hee Chul mendekati Jessica yang Nampak terkejut.

“sebenarnya aku sudah mencintaimu sejak dulu. Saranghae…” ucap Hee Chul sambil mencium punggung tangan Jessica yang ia genggam. Hee Chul itu adalah sahabat sekaligus saudara jauh Kim Bum. Hee Chul mengenal Jessica sejak mereka berdua pernah satu sekolah dulu. Sekarang Hee Chul masih kuliah.

****

So Eun, Shin Hye dan Ki Bum pergi ke taman rumah sakit. So Eun memakai kursi roda karena kondisinya belum pulih benar. So Eun melihat Shin Hye yang tampak tenang namun gelisah(?). ia tahu apa yang akan ditunjukan oleh Ki Bum pada Shin Hye. Ki Bum berhenti mendorong kursi roda So Eun.

“lihatlah…” ucap Ki Bum pada Shin Hye.

Shin Hye seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ia ingin menangis karena dadanya terasa sakit. So Eun menatap Shin Hye. Ingin sekali ia memeluk sahabatnya ini. Tapi dia juga takut Shin Hye akan lebih marah padanya.

“inikah yang ingin kalian tunjukan?!!! Puas??!!!”

Shin Hye langsung pergi dari tempat itu. So Eun ingin mengejarnya tapi apa daya dia juga tidak dapat melakukan itu. Setelah itu Ki Bum membawa So Eun kembali ke kamarnya. Tanpa mereka sadari, sebenarnya Geun Suk tahu kehadiran Shin Hye di tempat itu. Ia memandang Shin Hye yang pergi sekilas.

****

So Eun kembali duduk di tempat tidurnya. Ia ditemani Ki Bum. So Eun masih memikirkan kejadian tadi. Ia ikut sedih. Bagaimana tidak? Ia pernah mengalami kejadian yang sama seperti yang dialami Shin Hye barusan*inget kan pas Kim Bum dicium ma SeoHyun?*. tak berapa lama orang yang ditunggu So Eun akhirnya datang juga*kayag reality show yg di T**ns ya? Hehehe*.

“annyeong…” sapanya. So Eun hanya menanggapinya dengan manyun. Sedangkan Ki Bum memilih untuk meninggalkan mereka berdua sendiri.

“koq manyun gitu sih?” Kim Bum mngecup pipi So Eun sekilas lalu tersenyum.

“mianhae aku baru menjengukmu” ucapnya.

“sunbae tidak datang juga tidak apa-apa” ucap So Eun dingin.

“benarkah? Kalau begitu aku pulang saja”

Saat Kim Bum akan melangkahkan kakinya, tangan So Eun memegang pergelangan tangannya. Tanpa menoleh So Eun berkata, “tetap di sini. Temanii aku…”.  Kim Bum tersenyum lalu duduk di samping tempat tidur So Eun.

“kau kenapa?” Tanya Kim Bum.

“aniy. Hanya sedikit lelah saja”

“kalau begitu ceritakan semua yang membuatmu lelah”

****

Geun Suk mengajak Geun Young jalan-jalan. Ada kabar gembira. Sekarang Geun Young sudah dapat berjalan lagi. Meski tidak dapat jalan terlalu jauh sih. Mereka berdua terlihat senang. Wajar sih kan baru jadian. Setelah puas jalan kaki, Geun Suk mengajak Geun Young bersepeda. Mereka menyusuri sungai. Geun Young yang dibonceng terlihat yang paling bahagia kali ini. Di hari ulang tahunnya yang ke 20, ia memiliki hadiah yang sangat istimewa dan berharga. Mereka duduk berdua sambil Geun Suk memainkan gitar yang dibawanya. *kapan bawanya ya?? Tau ah! Gelap!*

“mari kita tetap seperti ini” ucap Geun Suk. Geun Young tersenyum.

“aku tahu, ada yang terluka” Geun Young menanggapi. Geun Suk memandangnya. Kemudian, Geun Young melanjutkan perkataannya, “apakah yeoja itu bernama Park Shin Hye?”

****

1 minggu kemudian…

So Eun sudah diperbolehkan pulang hari ini. Ia sangat senang. Terlebih karena appanya yang berjanji untuk menjemputnya. Ia sangat merindukan sosok appanya itu karena sejak ia dirawat, appanya hanya menjenguk 3 kali saja. Namun eommanya tidak pernah menjenguknya sama sekali. Ia jadi sangat kecewa mengingat itu. 30 menit kemudian, appanya datang bersama dengan Hyun Joong dan Kim Bum tentu saja.

“annyeong So Eun… sudah siap untuk pulang???” kata appa So Eun sambil tersenyum.

“tentu saja dong appa..”

@Kim’s House

So Eun sudah sampai rumah. Tapi ada yang berbeda. Ini bukan rumah yang biasa ia tempati dengan oppanya. Rumah ini lebih dekat dengan sekolahnya. Tak mau penasaran, So Eun pun bertanya pada oppanya. Sedangkan appa dan Kim Bum sedang membereskan barang-barangnya.

“oppa, ini rumah siapa?” Tanya So Eun.

“ini rumah kita” jawab oppanya santai.

“kita pindah rumah ya? Koq aku nggak diberitahu?”

“ini namanya surprise sayang…” Hyun Joong mengacak lembut rambut So Eun.

“lalu? Eomma mana?” Hyun Joong terdiam cukup lama untuk menjawab pertanyaan So Eun. So Eun menjadi heran dengan sikap oppanya ini.

“sebenarnya… sebenarnya eomma tidak tinggal di sini”

“huh??? Lalu eomma tinggal dimana? Appa tega sekali meninggalkan eomma sendirian”

“aniy. Eomma tinggal denganku”

“dengan oppa? Apa maksudnya ini???”

“sebenarnya eomma dan appa sudah resmi bercerai. 3 hari mereka menjalani sidang. Dan keputusan hak asuhnya adalah kau tinggal bersama appa dan aku dengan eomma”

“huh??? Apa??? Aku tidak percaya. Oppa bohong kan??” airmata So Eun tumpah seketika. Hatinya benar-benar sakit. Ia tidak dapat menerima semua itu. So Eun berlari keluar rumah appanya itu. Tak peduli oppa dan appanya memanggil ia tetap berlari menjauh dari tempat itu. So Eun mungkin kelelahan yang akhirnya mengakibatkan dia terjatuh pingsan di jalan.

****

Di kamarnya, Shin Hye merenung. Seminggu ini hatinya benar-benar kacau. Butuh berulang kali berpikir tentang apa yang akan dipilihnya nanti. Ia teringat masa-masa indahnya saat bersama dengan Geun Suk. Lalu ia memandang foto dirinya dan Geun Suk yang terdapat di handphonenya.

“aku sadar sekarang. Saat itu memang aku yang salah. Aku yang terlalu egois untuk memilikinya yang sebenarnya tak pantas untuk ku miliki. Dia terlalu baik untukku. So Eun benar, cinta memang tak harus memilikinya. Aku masih tetap dapat mencintainya sampai kapan pun. Aku akan merelakan dia untuk orang lain. Mungkin dia lebih bahagia jika bukan bersamaku. Boneka darinya ini akan jadi benda berharga untukku sekarang. Aku akan menjaganya seperti aku menjaga cintaku untuknya” kata Shin Hye sambil mendekap boneka pig-rabbit dari Geun Suk.

****

 

Keesokan harinya

So Eun terbangun dari pingsannya kemarin. Ia telah mendapati dirinya di sebuah kamar yang ia yakini adalah kamar yang asing sekali buatnya. Tak berapa lama, Hyun Joong masuk ke dalam kamarnya sambil membawa sarapan untuknya.

“sudah baikan?” Tanya Hyun Joong sambil meletakkan sarapan itu di meja di samping So Eun.

“ini dimana?” Tanya So Eun balik.

“di kamarmu tentu saja”

“kamarku?”

“kamarmu yang baru” So Eun terdiam.

“So Eun, ada yang ingin appa bicarakan padamu” kata appa yang tiba-tiba muncul di balik pintu. *tsaah…emangnya hantu thor???*

So Eun dan appanya berbicara 4 mata *kayag lagunya D’Bagindas…4 mata bicara padamu..#plakk..author stress* di taman rumah. So Eun masih terdiam menunggu appanya berbicara. So Eun menebak bahwa pembicaraan ini mengenai eommanya.

“kau ingin tahu bukan, kenapa alasan eomma dan appa bercerai?” kata appa akhirnya. So Eun hanya mengangguk.

“sebenarnya…sebenarnya…eommamu…” So Eun memotong karena merasa appanya sulit untuk mengatakan kejadian sebenarnya.

“eomma berselingkuh dengan Park ahjussi bukan?”appa So Eun sangat terkejut.

“ne, mianhae Sso-ah”

“gwaenchanayo, appa. Arayo. Aku kenal Park ahjussi itu siapa. Dia adalah appanya Park Shin Hye nae Chingu”

“mwo????~~~ apa eommamu tahu tentang ini?”

“molla. Aku tak peduli. Lalu kita harus bagaimana appa? Bukankah mereka 2 minggu lagi akan menikah?”

“kau tahu darimana tentang pernikahan itu?”

“aku mendengar Shin Hye berkata seperti itu. Kita harus bagaimana? Aku tidak sanggup melihat eomma menikah dengan orang lain. Hatiku sakit, appa” So Eun ingin menangis. Tapi ia sudah lelah menangisi keadaan keluarganya sekarang. Lagipula ia tidak ingin menangis di hadapan appanya yang pasti juga sangat terluka. Appa memeluk anak kesayangannya itu dengan kasih.

“kita akan pergi”

“pergi?”

“kita akan pindah ke Jeju. Memulai hidup baru. Suasana baru. Tanpa ada rasa sakit lagi. Appa akan bekerja di sana. Di perusahaan teman appa”

“kapan?”

“seminggu lagi. Itu pun jika kau mau”

“ya. Memang kita harus pergi dari Seoul. Bagaimana dengan Hyun Joong oppa?” Hyun Joong datang tiba-tiba.

“pergilah…aku akan tetap di sini. Aku kan menemani eomma di sini”

“oppa…” So Eun berlari ke arah oppanya itu dan memeluknya.

*****

6 hari kemudian…

So Eun mengajak Kim Bum jalan-jalan hari ini. Mereka pergi jalan-jalan seharian. Untung saja hari ini sekolah libur. Mereka bermain di pantai. Bermain air, bersepeda, jalan-jalan dan bermain pasir itu sudah cukup membuat keduanya ceria. So Eun sangat menikmati ini. Paling tidak ini dapat memberikan kenangan indah untuknya sebelum besok berangkat ke Jeju. Sebelum pulang, mereka melihat sunset terlebih dulu.

“So Eun ada yang ingin aku katakan” ucap kim Bum.

“ne???”

“sebenarnya aku…aku ingin..kau..” So Eun teringat apa yang harus ia katakn pada kim Bum. Ia memotong perkataan Kim Bum yang belum usai.

“biar aku dulu” Kim Bum terdiam dan menatap So Eun. Perasaannya sungguh tidak enak.

“gomawo, selama ini sunbae mau menemani hari-hariku. Gomawo, sunbae mau untuk mencintaiku. Menyayangiku, membuat hariku lebih indah dan berwarna. Jeongmal gomawoyo, sunbae. Aku tidak akan pernah melupakan semua itu juga kebaikan sunbae yang lain padaku. Besok…aku akan pergi..”

“So Eun-ah…”

“aku dan appaku akan pindah dari Seoul. Kami ingin memulai kehidupan baru. Tanpa ada bayang-bayang rasa sakit yang telah eomma buat”

“jadi…kau…”

“mianhae, jeongmal mianhae…”

So Eun melangkahkan kakinya menjauhi Kim Bum yang masih terdiam. Ternyata di seberang jalan ada Ki Bum yang sudah menunggu So eun. Saat masuk ke mobil, So Eun masih sempat melihat Kim Bum sekilas.

“sudah kau katakan?” Tanya Ki Bum.

“sudah, oppa” jawab So Eun lemas.

“apakah harus pergi?”

“ne. aku tidak ingin appa lebih sakit lagi melihat eomma menikah dengan orang lain. Sejujurnya aku tahu, appa masih sangat mencintai eomma”

“baiklah jika itu yang terbaik. Aku tak dapat melarangmu lagi”

Mobil Ki Bum pun melaju di hari yang sudah gelap itu menuju rumah So Eun.

*****

Pukul 09.00 KST*benarkah tulisannya?*

So Eun, appanya, Hyun Joong, dan Ki Bum sudah di bandara. 15 menit lagi pesawat akan take off. Geun Young tidak dapat ikut karena harus menjalani teraphy ditemani oleh Geun Suk. So Eun sedih kenapa Kim Bum tidak datang. Sementara itu diam-diam Ki Bum membujuk Kim Bum agar mau datang. 5 menit sebelum take off… So Eun dan appanya sudah harus ke tempat keberangkatan. Sedangkan Kim Bum sedang melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi ke bandara. Dalam hati ia sungguh tak ingin So Eun pergi. “jebal…So Eun jangan pergi dulu..tunggu aku..jebal..” lirih Kim Bum.

@bandara

“So Eun jaga diri baik-baik ya..” pesan hyun Joong saat memeluk so Eun bergantian dengan appanya.

“jaga diri baik-baik..aku pasti akan merindukanmu” pesan Ki Bum saat berpelukan dengan So Eun.

So Eun tersenyum lalu berkata, “aku akan mengingat pesan kalian”.

“So Eun, sudah waktunya” kata appa So Eun.

So Eun dan appanya pun pergi ke tempat keberangkatan. Sesekali So Eun mengalihkan pandangan ke belakang hanya sekedar untuk memastikan bahwa Kim Bum benar-benar tidak datang.

Kim Bum sampai di bandara. Ia segera mencari kemana So Eun berada. Sesaat ia melihat Ki Bum & Hyun Joong. Ia menghampiri kedua orang yang dipanggilnya ‘hyung’ itu.

“dimana So Eun?” Tanya kim Bum sambil berusaha mengatuir nafasnya karena lelah sedari tadi berlarian.

“mianhae, kau terlambat” ucap Hyun Joong sambil berlalu. Kim Bum syok.

“dia sudah pergi” kata Ki Bum sambil menepuk bahu Kim Bum lalu berjalan pergi. Kim Bum masih tidak percaya. Ia kembali ke depan pintu keberangkatan. Di sana, pintu sudah tertutup rapat. Kim Bum berlutut sambul menunduk. Ia memegang dadanya yang terasa sakit.

“jebal…beri aku kesempatan sekali lagi. Aku hanya ingin mengatakan apa yang ingin aku katakana padanya. Jebal…” lirihnya. Airmatanya jatuh.

“sunbae…”

Suara itu sangat dikenal Kim Bum. Ia mendongakkan kepala dan melihat So Eun yang sudah berdiri di hadapannya. Ia langsung memeluk So Eun erat seakan tak mau melepaskan.

“aku tahu sunbae pasti datang..”ucap So Eun. Kim Bum melepaskan pelukannya.

“jangan pergi…jebal..” ucap Kim Bum.

“jeongmal mianhae. Aku tak dapat sunbae”

“kalau begitu ijinkan aku bilang sekali ini. Tak peduli dimanapun kau berada, siapapun dirimu, bagaimanapun dan apapun yang terjadi, aku hanya akan mencintaimu. Ingatlah itu. Hatiku hanya milikmu. Hari ini, esok dan seterusnya. Kau selalu di hatiku, Kim So Eun. Percayalah…” So Eun dan Kim Bum sama-sama meneteskan airmata.

“aku akan menunggumu menjemputku 5 tahun lagi, sunbae. Yeongwonhi saranghaeyo…”

So Eun mengecup bibir kim Bum sekilas lalu masuk ke tempat keberangkatan lagi. Sekarang pesawat benar-benar take off setelah sempat dicancel tadi. Kim Bum tersenyum. “nado saranghaeyo So Eun…”

-penutup-

Huaaaahhhh……

Akhirnya selesai juga….

Gimana dengan endingnya???

Masih gajekah? Anehkah? Gantungkah? Atau???

Author sangat mengharap partisipasi para reader untuk coment oke…

Don’t Be Silent Readers!!!

E-mail                  : hanie.safitri@gmail.com

FB                          : Kim Han Bumssoeulsangeun

Twitter                                : @hanie_kimchio

Gamsahamnida_

Tags: , , , , , , , , ,

About bumssoindo

We are fanbase of BUMSSO (Kim Bum and Kim So Eun) from Indonesia

27 responses to “Don’t Go [sequel The Kiss Again]”

  1. merli says :

    gantung author ….
    ada oneshoot mungkin buat 5 tahun kedepan kekekek

  2. qieqi_bumsso says :

    hwaaaa nanggung bgt ceritany,,,’
    buat sequel donk…
    yg utk 5 thn kemudian,,,
    please author..

  3. Kimmify says :

    yaaaaah author, gantung banget nih
    tapi seruuuu1 aku suka deh konflik2 nya menegangkan
    bikin sequel 5 tahun lagi *digampar reader gaktau diri*
    share more yaaaa!🙂

  4. ashillach says :

    ayo2!! bwt lanjutannya
    over all: daebak! ~^^~

  5. alika says :

    hello heloo *nyanyi ala shinee#plak*
    eoniiiiiiiiiiiiii *teriak pke toak#plak*
    ya eonni ceritanya juga gantung atuh aku pingin happy ending *bag big bug di tendang author ke kutub utara*
    ya hhhhh tak apalah mau apa lagi coba huhhhhhhh *ngambek mode.on#plak reader sarap*
    wuiiiiiiiiihhhhhhhh ya olloh kasiannya mbum oppa *sambil menitikkan air mata untung onew oppa bawa tissu#plak*
    hadowwwww pingin tak cincang tu shin hye kacak ayam potong *jiaahhhh ayam#reader yang benar benar setressss gini ni tingkah lakunya #plak banyak cincong*
    truss ni thor *sehh panggilnya* tak kira nih ya kimbum ma soeun bakal nikah hadeuwwww ternyata tidak sesuai dengan dugaan ckckckckck..
    woooowww kim ki bum ma yuri couple baru ni cihuyyyyy *ceilah*
    nah gitu dong sekali kali geun shuk ma geun young *sambil senyum ke arah author#plak*
    sukkie guk guk *angjing kali yeeee#palk*haha bercanda harusnya panggil geun shuk oppa hahaha widihhhh oppa katanya sulle ya ni PRIKITIWWWWWWWW *jiahhhh sulle ikut nimbrung*
    author author aku gemez deh ma bumsso di sini haduwwwww gemes deh heh … kapan ya happy ending sama menikah *lirik authornya hehe*
    sama punya anak *kalau ini lansung lirik bummie oppa#plak reader yadong*sorryyyy..#plak emangnya lagu suju yang sorry sorry (?)*
    duh moga moga aja *sambil memohon kepada author*nah loh (?)*nih cerita bisa happy ending *aminnnnn* punya anak *aminnnnn* sehat jasmani dan rohani *aminnnnnn* moga moga lagi authornya di tendang mates bumsso ke korea *wah kalau nih authornya yang kesenangan hahaha*
    hahahaha haduwwww tak terasa aku sudah mengungkapkan isi hatiku *jiaahhhh mau nembak kalinya sampe ngungkapkan isi hati*
    hahaha author tetep semangat 45 tetep memperjuangkan kemerdekaan indonesia *loh loh kok jadi kemerdekaan bukannya sudah merdeka ya #plak*
    maksud ku ceilah tetep memperjuangkan kreatifitas *jahh bahasanya kurang di mengerti ckckck*
    ohy ya thor 1 gy ni 1 cerita aja ya lagi *mohon mohon sambil narik narik baju author ampe robek#plak lansung di jitak ma eonni hahaha kaburrrrrrrrrrrr*kan nanggung bentar lagi happy ending oce oce..
    ya sudah lah cukup sampai di sni perjumpaan kita sore hari ini (?)saya alika anaknya appa mbum n omma soeun *di tendang mates ke kutub selatan haha*
    sudahlah jangan banyak basa basi lagi *bukannya aku yang dari tadi banyak cincong ma basa basi ya*hahaha author sampai di sini ya comen ku maaf kalau ada kata kata yang kurang enak di dengar oleh eon jangan di masukin hati ya hanya cukup di masukin ke mulut *makanan kali yeee* hehehe maaf kalau comennya terlalu sedikit hahaha🙂
    tetp semangat ya author di tunggu kareya karya lainnya🙂
    oh ya satu lagi KST itu salah seharusnya KTS thor haha.. salam kenal🙂

  6. larasrahmaa says :

    Wah, seru nih sequelnyaa
    Walaupun rada gantung dikit, tp msh mending dsini bumsoo bisa bersatu *cielah
    Sumpah deh bener” gak suka ama jessica, dia peran jahat mulu ya *kesian
    Akhirnyaa bum bisa mengungkapkan isi hatinyaa
    Haha
    author dibuat lanjutannya pas 5 thn kemudian yaaaaa, itu kan banyak yang mintaa, yayaya please, haha :p
    Yaudah deh ditunggu karya selanjutnyaa aja yaa😀

  7. dhia says :

    author…
    kim bum so eun jangan dipisahkan donk…

  8. Ina BeQi Soeulmates says :

    haisssssssshhh jessica ma shin hye bnr” dah nyelakain so eun,, untung gak knp”,,,
    yaaaaahhh so eun pergi??? hmmmmm….
    bikin lanjutan.a lg author biar bisa liat bumsso stlh so eun balik ke korea,,
    hehe

  9. Viqa_BumsSoeulindo says :

    swetttttttttttttt, ,wlau krang happy ending . .hehe

    fighting !!!!!

  10. charlotte says :

    aaaa. keren banget ka! aku gak bisa ngebayangin kalo ini dijadiin film beneran! KEREENN

  11. aghy says :

    sukaaaaaaaaaaa banget!!!
    geun suk ama geun young!
    jarang ada nih!!

  12. VayTeuKey says :

    wah keren banget ceritanya. aku kira ceritanya bakal hampir samaan sama dram They Kiss Again. alnya, judulnya sama sech. akhirnya setelah banyak rintangan hubungan mereka balik lagi. sebel banget sama seo hyun yang seenak jidatnya cium2 kim bum di depan so eun. hihihi . . .
    shin hye juga, gak mikir apa. emang dia salah kan. makanya geun suk mutusin dia. bikin lagi kelanjutannya dong!! seru nih . . . pengen tahu setelah 5 tahun terpisah bakal kaya gimana??

  13. stefani chance says :

    aduh kok geung suk ama geunn young !!!!!!
    seharus nya kan ama shin hye
    kim bum ama kim so eun jagan di pisah kan yaaaa ………

  14. stefani chance says :

    aduh kok geung suk ama geun young !!!!!!
    seharus nya kan ama shin hye
    kim bum ama kim so eun jangan di pisah kan yaaaa ………

  15. vidya dina says :

    ad next partnya ga ?
    cz ceritanya gantung
    huhu q kasian sm kim beom:(

  16. nurul says :

    daebaaakkkkkk hehe x x tag q donk

  17. purna says :

    wahh.. ada lanjutannya
    seneng…
    duhhh bca ff kok pagi bngt ya
    blum tdr dr tdi karna kesenengan bca ni ff
    kalo bsa kash lanjutannya lgi y
    pliss…
    like it thorrrr….

  18. cucancie says :

    Kyknya harus ada lanjutannya lagi masih belum puas endingnya…lanjutkan!

  19. JungRaeRi7 says :

    Gantung ah.. Bikin sequelnya lagiiiii

  20. Rahmatina Fajaria Bioria says :

    Bagus ceritanya, tapi nanggung ):
    Buat lagi dong thor cerita tentang bumsso 5 tahun yang akan datang… Biar sempurna ceritanya…

  21. vonnysumali says :

    kisahnya agak berbelit-belit… baca sampai tdk sempat pakai perasaan sudah ganti adegan babak baru, komunikasi main cast tdk banyak, kebanyakan tokoh, kadang sebuah cerita hidup karena percakapan main cast nya, perasaan main cast nya. padahal yang pertama bagus, walau endingnya sedih, tapi alurnya jelas… harusnya ketika kimbum balik dengan soeun di alinea pertama sdh boleh tamat. nah kalo author mau buat cerita lain lagi yang soeun kecelakaan ganti di judul lain dan harus ff kali ya spy tdk buru2….. author ditunggu berikutnya ya….

  22. Zaily says :

    Akhrny KB sdar jg logh dia cnta ma SE, mski sdkit mmbngungkan krn KB yg msh lbil n krng peka

    Msh krng endingny thor:-(
    Buat lg squelny, dtnggu ya logh author bkn squelny
    Hwating:-)

  23. Ikfina says :

    Bagus ceritanya..
    Tp kenapa endingnya gantung kek gini..
    Semoga aja ada cerita kelanjutannya.,
    #berharap😀

  24. Ferina kurnia says :

    Ceritanya bagus
    Tapi kok akhirnya gitu
    Semoga masih ada lanjutanya
    Ku tunggu lanjutannya

  25. Mia says :

    Kurang mereka blum menikah

  26. mia says :

    aku tidak sangguo melihat perpusahan mereka

  27. nurul hidayah says :

    Waaahh kq bukan happy ending masih gantung yah …
    5 th lama ya hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: