Memories In Christmas Eve (Story 6)

Author: ashillach  (gladisapr)

Cast: Kim So Eun, Kim Bum

Other Cast: Kim Joon, Park Shin Hye, Gook Ji Yeon, Jang Geun Suk, Park Ji Yeon, Lee Min Ho, Jung Il Woo

Genre: friendship, family, romantic

Type: sequel

 

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

 

Cerita yang ditulis hanyalah fiktif belaka. Apabila ada kesamaan merupakan hal yang tidak disengaja.

 

 

Annyeong chingu! Please welcome: Story 6 ^^

Enjoy the story. Here we go >>>>>>>>>>>>>>>>

                                               

 

################

Desember

 

“Kim So Eun”

ada yang memanggilku?

“Kim So Eun”

suara itu lagi. Aku tahu siapa dia, tapi entah kenapa tubuhku memerintahkanku untuk tidak membiarkan otakku menyadarinya

Ada yang memegang bahuku dari belakang. Aku menoleh, itu bocah malam natal.

Kusadari bibirku menyunggingkan rsenyum, dia balas tersenyum padaku “Kim So Eun” panggilnya dengan nada datar, persis seperti suara Kim Bum Sonbae saat  memanggilku

Tunggu! Kim Bum Sonbae?!

“KIM SO EUN!” kepalaku langsung tegak secara otomatis. Kusadari suara yang ini berasal dari dunia nyata. Aku langsung celingak-celinguk mengelilingi ruangan kelasku, mencari sumber suara itu.

“Kim So Eun, di sini! Apa yang –tepatnya- kau lakukan dari tadi?! “ Tanya guru fisikaku dengan tajam.

Kudengar ada bunyi cekikikan di sekitar kelas. Awas saja kalian yang tertawa, istirahat nanti akan kucekik sampai kalian tidak mampu mengeluarkan suara kalian lagi, ancamku dalam hati.

Aku menatap ibu-ibu tua yang kira-kira berusia 40-50 tahunan itu dengan tatapan bersalah. Aku tertidur ‘lagi’ di kelas. Dan karena Shin Hye yang biasanya duduk di sebelahku dan selalu menjadi alarmku tiap aku tertidur di kelas sedang tidak masuk, aku harus siap meneguk nasib sial hari ini

“ Miyanh…..” guru fisikaku  langsung memotong kata-kataku dengan kasar

“Ini sudah untuk yang ke-3 kalinya kau tertidur di kelasku, Kim So Eun. Dan yang kau katakan selalu maaf, maaf, dan maaf. Kali ini aku tidak akan mengampunimu. Keluar dan pergi ke perpustakaan! Berani-beraninya kau meremehkan pelajaranku!” dia mengusirku.

Aku mendesah dan berdiri keluar dari mejaku. Aku sempat melihat Yoona yang menatapku prihatin. Aku mengatakan ‘Gwenchana’ tanpa suara padanya supaya dia tidak mengkhawatirkanku, Yoona balas tersenyum.

Aku berjalan lemas menuju perpustakaan. Aku mendesah pelan. Entah kenapa beberapa minggu terakhir ini aku sering sekali tertidur di dalam kelas. Aku kesal dengan diriku. Kenapa aku bisa tertidur dalam kelas? Tidurku tiap malam cukup –menurutku- kenapa paginya aku sering sekali mengantuk?

“So Eun? Kau mau ke mana? Sedang bolos ya?” Tanya seorang senior ketika aku sedang berjalan sambil melamun menuju perpustakaan.

Aku tersenyum “Aniyo, Ji Yeon Sonbae, aku mau ke perpustakaan” jawabku. Dia mengangguk dan tersenyum sambil melambaikan tangan padaku dan berlalu.

Ji Yeon yang kumaksud tadi bukan ‘Park’ Ji Yeon ketua anti fans Kim Bum. Yang tadi adalah ‘Gook’ Ji Yeon, seniorku dan dia adalah fans Kim Bum. Beberapa bulan yang lalu, ketika aku baru masuk sekolah dan menimbulkan masalah dialah salah seorang fans Kim Bum yang mengintimidasiku dan hampir menamparku #baca Story 2# sebelum akhirnya dicegah oleh Kim Bum-nya sendiri.

Beberapa bulan ini, aku sudah mulai bisa mengakrabkan diri dengan senior dan teman seangkatanku yang lain. Di antaranya, juga termasuk fans Kim Bum. Dibantu oleh Shin Hye, aku menjelaskan pada mereka bahwa kejadian itu tidak sengaja dan aku juga minta maaf duluan (yang seharusnya merekalah yang duluan minta maaf).  Yang membuatku terkejut, mereka menerimanya saja.  Mereka juga cerita bahwa awalnya, kejadian jus wortel itu tidak terlalu mengusik mereka, hanya beberapa di antara mereka saja. Tapi mereka marah karena secara kebetulan aku masuk kelas tambahan yang sama dengan Kim Bum. Mereka pikir kejadian jus wortel itu dan kelas tambahan adalah akal-akalanku untuk mencari perhatian. Karena itulah mereka marah dan merasa terganggu. Dan akhirnya, mereka juga minta maaf padaku. #gitu dong! Damai ^^# jadi menurutku aku tidak perlu lagi kan menjelaskan kehidupan SMA-ku beberapa bulan terakhir? Kalian pasti sudah mengerti kehidupanku yang sekarang #ayo, coba tebak~haha~#

Aku masuk ke perpustakaan dan berjalan menuju ujung perpustakaan, memandang keluar jendela. Sekarang hampir semua rumah, toko dll dipenuhi dengan ornament2 natal, karena memang sebentar lagi akan natal. Dan juga sekarang, hampir di semua sudut kota Seoul dihiasi dengan warna putih lembut salju. Aku senang dengan suasana itu ©

Aku melangkah pelan menuju rak buku dan menelaahnya satu persatu dengan tanganku. Aih, serius, aku benar-benar tidak bermaksud untuk tidur di kelas, itu tidak sengaja. Coba saja aku tidak tidur di kelas, mungkin aku masih bisa mengikuti pelaja…..

“Hei” seseorang mengejutkanku dari belakang

“Wa” teriaku spontan, aku menoleh dan kulihat wajah tanpa ekspresinya Geun Suk Sonbae berada tepat di belakangku. Serius, dia benar-benar pintar membuatku takut dengan ekspresinya itu.

“Sonbae” desisku pelan dengan nada kesal. Bukan sekali ini saja dia melakukan hal yang sama denganku. Sudah sangat sering! Apalagi kalau aku sedang bersama Shin Hye, intensitas kemunculannya jauh lebih sering. Mungkin Shin Hye tidak merasa terganggu, tapi jantungku selalu hampir keluar dari tempatnya tiap kali dikejutkan olehnya =_=

“ Miyanh, mana Shin Hye?” itu lagi, pertanyaan yang selalu ditanyakannya setiap aku sedang tidak bersama Shin Hye. Dia pikir aku ini ibu bebek yang selalu diekori Shin Hye kemana-mana? –atau mungkin sebaliknya, aku anak bebek yang selalu mengekori Shin Hye kemana-mana-  sehingga setiap ada aku, harus ‘pasti’ ada Shin Hye?

“Bukannya Sonbae bertetangga dengan Shin Hye? Tahu kan dia sedang sakit?” jawabku malas

seolah baru mengingat kenyataan itu, dia mengerjapkan mata beberapa kali –tetap dengan muka datarnya- “Oh, iya aku baru ingat. Miyanh” ujarnya dan langsung berjalan meninggalkanku.

Aku mendesah amat keras kali ini. Aku kembali berjalan menyusuri rak buku dengan malas. Dan kali ini pun, aku terganggu….

“Miyanh…” sebuah suara lemah memegang bahuku yang kontan membuatku terkejut untuk yang kedua kalinya

“Wa..” teriakku lagi dan menoleh ke belakang dengan tatapan kesal. Si pemilik suara lemah yang ternyata teman seangkatanku dari kelas 10-A langsung menatapku ketakutan. Aku lupa siapa namanya, tapi yang pasti aku ingat dia karena dia adalah satu-satunya anak yang memiliki suara terkecil di kelas tambahanku.

“Miyanh, So Eun-ssi, aku tidak berniat mengganggu….” Jawabnya takut-takut dengan mata berkaca-kaca. Aku jadi tidak tega…

“Kenapa?” tanyaku akhirnya dengan nada biasa “Bisa tolong ambilkan buku yang ada di situ? Tentang anatomi, aku tidak bisa mengambilnya….” Dia menunjuk ke atas rak yang berada di sampingku. Aku melihatnya dan memang –bukan menghina- karena badannya pendek, aku yakin dia tidak akan bisa mengambilnya.

Aku mengambilkannya dan memberikannya padanya “Gomawo” dia menunduk tanda terima kasih dan segera pergi seolah takut aku akan menatapnya dengan kesal lagi. Fiuh, untunglah.

Aku kembali ke kegiatanku tadi >berjalan menyusuri rak buku dengan malas. Aku benar-benar tak punya nafsu membaca sama sekali sekarang. Pikiranku melayang kemana-mana tanpa arah yg jelas. Aku membayangkan soal mimpiku di kelas tadi. Aku jadi takut. Rasanya merinding mengingatnya.

“Ya, So Eun, kenapa kau bisa tertidur di kelas?” tanyaku pada diri sendiri

“karena aku ngantuk”

“YA! Babo, tidurmu tiap malam kan cukup, kenapa masih ngantuk?” tanyaku lagi

“aku tidak tahu, tapi biasanya kita tertidur kalau ngantuk kan?”

“lalu kenapa kau bisa membayangkan kalau kau mendengar suara orang itu?” lanjutku masih belum puas

“aku juga tidak tahu”

aku mendesah mendengar jawaban itu. Jawaban yang benar-benar dan amat sangat mengecewakan. Bisa tidak sih orang yang menjawab pertanyaanku itu berbohong dgn mengatakn….

Tunggu! ‘Orang yang menjawab pertanyaanku?’

Aku langsung menoleh ke belakang, dan harus kukatakan sekali lagi, aku terkejut. Amat sangat terkejut, malahan. Tapi aku tidak bisa berteriak, soalnya kalau aku berteriak, pasti bakal gawat.

Karena sekarang, ada wajah seseorang yang berada tepat –dalam arti sesungguhnya- di depanku #tapi gk kena, kok# aku bisa melihat mata orang itu berada tepat di depan mataku. Kira-kira mungkin ada sedikit jarak, sekitar em…. 2 cm? pokoknya kalau aku berteriak, mungkin saja, nanti bertabrakan jadi…. Yah, -jujur- aku tidak mau ada sesuatu yang mengenai bibirku #ngerti gk? Di sini ceritanya Onni lagi malu nih…. Jadi kuwakilin aja, dia enggak mau sampe ‘ciuman’ sama si orang itu gara2 bibirnya kena secara gk sengaja#

Serius, aku menahan nafas dan rasanya tdk enak lo. #siapa sih, yg blg nahan nafas enak? ~miyanh, nganggu trs dari tadi :P~#

Untunglah, orang itu segera menjauhkan wajahnya dariku, dan barulah aku mengetahui siapa itu. Kim Joon Sonbae “Sonbae” desisku cukup kesal

“Miyanh” jawabnya cengar-cengir

Aku memasang tampang jutek. Aku kesal karena dari tadi dikejutkan terus. Dan kalau ditambah dengan yang ini, 4 kali. Di kelas oleh guru fisikaku, Geun Suk Sonbae, si anak kelas 10-A tadi dan sekarang… Kim Joon Sonbae =_=’’

Dia masih saja cengar-cengir tanpa rasa bersalah sedkit pun. Akhirnya, mau tak mau bibirku pun secara otomatis menyunggingkan senyuman.

“Akhirnya, tersenyum juga” ucapnya.

“Sonbae sedang apa di sini?” tanyaku

“Aku disuruh guruku mengambil buku paket dari perpustakaan” jawab Kim Joon Sonbae

“Lalu bukunya sudah ketemu?” tanyaku lagi

“Sudah”

“Kenapa tidak langsung ambil dan pulang lagi saja, Sonbae? Nanti kena marah baru tahu” kataku

“Niatnya memang begitu. Tapi sayangnya, waktu aku mau mengambilnya dari rak, seorang gadis terlihat sedang melamun dan bergumam tidak jelas sambil menempel di rak itu. Jadi, tak jadi deh” jelas Kim Joon Sonbae

Aku langsung melihat ke sebelahku, aku baru sadar bahwa tadi aku melamun dan menyender di rak. Kali ini aku yang cengar-cengir. “Ah, miyanh Sonbae. Akan kuambilkan, yang mana? Buku paket kelas 12 yang di atas situ ya?…” aku menggerakan tanganku ke atas dan bermaksud mengambilnya, sblm dicegah oleh Kim Joon Sonbae

“Ah, tidak usah, itu….” Ucapnya sambil menggenggam tanganku menariknya ke bawah. Seketika itu juga jantungku meloncat lagi. Kulihat Kim Joon Sonbae jadi gugup. Dan kami berdua jadi canggung selama sekian detik

Dia berdehem, satu kali, dua kali “Ah, bukan yang itu. Biar aku saja yang ambil” lanjutnya. Aku diam saja, aku masih berusaha menenangkan jantungku sekarang.

Bel pelajaran pertama habis. Berarti pelajaran fisikaku selesai, hukumanku juga sudah selesai dan aku bisa kembali ke kelas lagi “Em…. Sudah ya, Sonbae. Aku mau ke kelas lagi” kataku masih agak sedikit gugup dan perlahan berjalan meninggalkannya

Aku keluar dari perpustakaan. Entah apa yang harus kukatakan. Kesal dan senang, mungkin? Sekalipun menyebalkan dikejutkan berkali-kali, tapi aku suka yang bagian terakhir ©

“So Eun-ah” teriak seseorang. Dari suaranya aku tahu itu Kim Joon Sonbae

aku menoleh melihatnya “Kenapa Sonbae?” tanyaku

“Ah, ini. Aku hanya ingin memberi tahumu, mulai besok aku akan tidak masuk. Aku mau tur dengan T-Max. mungkin hanya sekitar 2 minggu” katanya

“Oh, ya. Hati-hati ya, Sonbae. Jangan sampai kelelahan” pesanku

dia tersenyum “Gomawo So Eun” dia mengusap pelan kepalaku dan pergi

aku terus memperhatikan kepergiannya sampai akhirnya dia hilang dari pandangan. Dan sekali lagi, aku tersenyum senang.

Author POV

 

RingDingDong….. RingDingDong…. (bunyi bel) #bunyi belnya keren, pake lagu SHINee- RingDingDong, kekekkek#

“Baiklah anak-anak. Sekian pelajaran hari ini. Jangan lupa tugas kalian” ketika guru fisika itu keluar dari ruangan kelas 10-B, semua anak menghembuskan nafas lega. Guru fisika kelas 10 memang terkenal merepotkan karena cerewet

“Fiuh, akhirnya. Kupikir sebentar lagi aku bakal muntah gara-gara disuruh menghafal rumus ini, untunglah dewa bel langsung datang” gumam Yoona

“Bodoh, menghafal rumus seperti itu saja, kau sudah mau muntah. Apa-apaan itu?” ledek Seung Ho yang duduk di sebelah Yoona

“YA! Jangan samakan aku denganmu. Aku tahu kau memang pintar, tapi tidak usah begitu ya!” balas Yoona

“Terserah” Seung Ho mengambil buku bahasa dari tasnya, karena pelajaran sehabis fisika memang bahasa

“ngomong-ngomong, kenapa So Eun-ssi sering sekali tertidur di kelas akhir-akhir ini? Apa dia kurang tidur? Kau saudaranya kan, Yoona, apa kau tahu?” Tanya Seung  Ho

Yoona mendesah “Aku juga tak tahu. Orang yang jarang tidur kan biasanya karena banyak pikiran. Tapi anehnya, belakangan ini, Eunnie tidak terlihat sedang punya masalah. Tidurnya juga cukup Dia kenapa ya?”

“Sok pintar dan sok tahu kau ini. Seolah-olah kau ahlinya saja. Memangnya orang kurang tidur cuman gara-gara itu saja? Kan bisa saja ada yang lain” jawab Seung Ho

Yoona menatap Seung Ho dengan kesal. “Memangnya kau tahu, hah?”

“ya, kan bisa saja orang itu kurang tidur karena tidur malam sehabis nonton bola, mungkin”

Yoona langsung menjitak kepala Seung Ho “YA! Kau yang sok tahu! So Eun tak suka nonton bola”

Seung Ho mengusap kepalanya yang sakit habis dijitak “Kan hanya perumpamaan. Kau ini suka sekali ya, menjitak kepala orang?” Seung Ho berniat membalasnya

Tapi Yoona menghindar dan menahan tangan Seung Ho. Seung Ho jadi kesal dibuatnya. Yoona menjulurkan lidah dan tertawa. Seung Ho pun ikut tertawa. Lalu mereka mulai berusaha saling menjitak dan tertawa bersama

“Kalau denganku, dia tidak pernah beggitu. Dasar! Seung Ho jelek!” gumam Ji Yeon kesal yang mengintip dari jendela kelas 10-B sambil menjijit.

“Lo, Ji Yeon? Sedang apa?” Tanya So Eun yang sudah berada di depan kelas dan menatap aneh kea rah Ji Yeon

Ji Yeon terkesiap dan terkejut “Ah, ani, aniyo, So Eun-ah. Sudah ya, Annyeong” Ji Yeon buru-buru kembali ke kelasnya. So Eun melambaikan tangan dengan bingung. Kenapa dengannya? Pikir So Eun

So Eun langsung masuk kelas dan berjalan menuju tempat duduknya yang kini berada di deretan pinggir paling belakang dan tepat di belakang Yoona dan Seung Ho. “ah, Sso-ah, akhirnya kau datang. Dasar tukang tidur” ledek Yoona saat So Eun berjalan menuju tempat duduknya

So Eun segera menjitak kepala Yoona “Dasar kau ini.” So Eun langsung duduk di tempat duduknya

Yoona mendengus sementara Seung Ho tersenyum penuh kemenangan “Gomawo, So Eun. Kuanggap yang jitakan tadi perwakilan bagianku juga” ujarnya

So Eun tidak mengerti apa yang dikatakan Seung Ho, jadi dia biarkan saja “Oh, iya tadi aku sempat melihat Ji Yeon di luar kelas.”

“Ji Yeon? Kenapa dia bisa ada di luar kelas kita?” Tanya Seung Ho penasaran

“Entahlah, aku juga tidak tahu. Tadi dia mengintip kelas kita. Mungkin kau yang dilihatnya” lanjut So Eun

“dasar, kenapa sih? Apa ada yang ingin dikatakannya ya?” gumam Seung Ho heran

Yoona menatap Seung Ho dengan tatapan aneh. Seung Ho yang menyadarinya merasa tidak nyaman “Kau kenapa, melihatku seperti itu?” tanyannya

“Kalian ini seperti orang pacaran tidak jadi. Sikap Ji Yeon itu seperti seolah-olah seperti sikap pacar yang protektif dan mengawasi pacarnya dari jauh” jawab Yoona santai

“Iya, aku juga heran Seung Ho-ssi. Kalian itu sebenarnya pacaran atau tidak?” So Eun ikut-ikutan bertanya

Seung Ho langsung terlihat gugup dan merona “Aish, kalian apa-apaan sih? Jelas tidak. Aku dan Ji Yeon tidak pacaran sama sekali. Kami hanya teman” elaknya

“Tapi kau suka padanya kan? Dasar pemalu kalian berdua” ledek So Eun

“Huh, jangan mengejek orang So Eun. Kau juga seperti itu kan dengan Kim Joon Sonbae? “ cibir Yoona

So Eun langsung tersipu “Aih, apa maksudmu? Aku? Tidak kok. Tapi ngomong-ngomong soal itu, aku tadi bertemu dengan Kim Joon Sonbae” lanjut So Eun

“oh ya? Apa yang kalian bicarakan?” Tanya Yoona penasaran. Seung Ho tidak ikut pembicaraan mereka lagi. Dia malas ikutan masalah wanita

“Tidak ada apa-apa. Dia hanya memberi tahuku kalau dia akan tur dengan T-Max selama kurang lebih 2 minggu dan aku mengatakan padanya untuk hati-hati” jawab So Eun polos

Yoona langsung tersenyum mencurigakan “Sikap Kim Joon Sonbae tadi seperti seorang suami yang akan pergi jauh saja. Hehe, jangan2 kalian…” Yoona menggoda So Eun

So Eun tambah memerah wajahnya “Ah, kau ini apa-apaan sih?” ujar So Eun

“Ya, benar apa kata So Eun-ssi, apa maksudmu Yoona? Suaramu berisik sekali, ak mau baca buku. Bukannya itu lebih mirip hubungan kakak adik?” celetuk Seung Ho yg merasa terganggu karena dari tadi Yoona berisik. So Eun mengangguk-angguk setuju dengan perkataan Seung Ho

“Aish, kau ini, blgnya tdk mau ikutan lagi. Lalu kenapa memangnya? Lagipula dia kan si bocah malam natal itu, ya sudah. Apa susahnya sih kalian pacaran?” Tanya Yoona santai

“Aku tidak memberikan jawaban apapun saat itu, lagipula kau dengan Ki Bum Sonbae juga begitu kan?” balas So Eun

Yoona langsung memerah “Apa-apaan maksudmu Eunnie? Aku dan Ki Bum Oppa tidak….” Elak Yoona

So Eun langsung tersenyum “Hehehe, yang benar? Kau saja memanggilnya Oppa, mencurigakan sekali Yoona…” goda So Eun

“Ah, tidak kok. Aku…” belum sempat Yoona melanjutkan, guru bahasa sudah masuk ke kelas

“Selamat pagi, anak-anak” ujarnya dengan sumringah

“Awas kau istirahat nanti, Sso-ah” ancam Yoona sebelum akhirnya berbalik mengahadap depan lagi. So Eun cekikikan sendiri melihat sikap saudaranya

RingDingDong….. RingDingDong….

Bel istirahat berbunyi. Guru bahasa itu langsung keluar kelas. Dan semua anak pun langsung berhamburan keluar kelas.

Ketika Seung Ho keluar kelas, dia melihat Ji Yeon juga keluar kelas. Seung Ho langsung berjalan ke tempat Ji Yeon berdiri “Ji Yeon-ah, tadi kau di depan kelasku ya? Ada apa?” Tanya Seung Ho

Ji Yeon menatap kesal kea rah Seung Ho, dan Seung Ho pun jadi heran. Kenapa Ji Yeon kesal dengannya?

“Dasar, Seung Ho jelek!” jawab Ji Yeon dan memajukan bibirnya lalu segera pergi meninggalkan Seung Ho yang menatapnya heran

“~Hah?~ aku jelek? Apa-apaan sih maksudnya?” gumamnya heran

Di tempat lain, 2 orang sahabat tampak berjalan santai di sepanjang koridor tanpa memperdulikan junior-junior mereka yang menatap kagum karena ketampanan dan aura yang dipancarkan keduanya

“Hei, apa sih yg dititipkan bocah itu?” tanya Lee Min Ho pada Jung Il Woo

“Surat, aku tidak tahu apa isinya. Tapi, dari sifatnya, paling isinya tidak penting” jawab Il Woo menanggapi pertanyaan Min Ho

Min Ho terkekeh “Heh, dasar bocah! Caranya norak sekali sih! Pake acara kirim surat segala, haha” ujar Min Ho

Il Woo ikut tersenyum “Dia itu benar-benar aneh. Di depan orangnya, sok cool begitu. Coba saja si penerima surat itu tahu, kalau orang yang mengirimi dia surat ini benar-benar orang yang iseng dan tidak punya kerjaan sampai mau repot-repot buat surat begini”

“Sangat tidak punya kerjaan, lebih tepatnya. Tapi kalau masalah iseng, aku jauh lebih hebat darinya. Jangan sekalipun kau membandingkanku dengannya, Il Woo” ucap Min Ho bangga

Il Woo hanya mengangguk-ngangguk “Terserah kau sajalah”

End Author POV

“So Eun-ah, Il Woo Sonbae dan Min Ho Sonbae mencarimu” kata Seo Hyun memberi tahuku.

Aku agak heran. Mereka sahabatnya Kim Bum kan? Ada apa ya?

Aku berjalan menuju pintu kelas dan kulihat Il Woo Sonbae dan Min Ho Sonbae sedang berdiri menungguku di samping pintu kelasku

“Hello, So Eun-ssi” sapa Min Ho Sonbae padaku. Aku membalasnya dengan sedikit menunduk

“Annyeong  So Eun. Kami tidak menganggumu kan?” Tanya Il Woo Sonbae

“Aniyo Sonbae. Ada apa?” tanyaku langsung

“Kau pasti sekarang sudah tahu kan tentang Kim Bum? Bukan Kim Bum Soo. Sahabat kami. Kau sudah tahu kan? Kim Sang Bum?”Tanya Min Ho Sonbae

wah, ini peledekan secara tidak langsung nih. Tapi aku mengangguk

“Dia menitipkan sesuatu padamu” lanjut Il Woo Sonbae dan mengeluarkan sebuah amplop dari saku jasnya

“Surat?” tanyaku heran. Aku belum pernah menerima surat apapun dari seorang pria

“Ya, baca saja sendiri. Sudah ya” kata Il Woo Sonbae

“Annyeong So Eun” kata Min Ho Sonbae

aku mengangguk “Gomawo Sonbae” kataku. Mereka tersenyum dan pergi. Aduh, beruntung sekali aku, baru saja istirahat, sudah dapat senyuman segar dari 2 orang tampan. J

Aku menatap heran amplop yang kini ada di genggamanku itu. Kok aku deg-degan ya?

Aku tidak mau Yoona bertanya macam2 perihal surat ini. Jadi aku langsung bergegas menuju toilet perempuan dan berjalan menuju salah satu pintunya dan menguncinya. Aku melihat surat itu dengan tegang. Kira-kira apa ya, isinya?

Aku membukanya secara perlahan dengan deg-degan. Aku tidak berharap isinya macam-macam, tapi tak tahulah. Kenapa aku jadi gugup begini ya?

Tapi, memang seharusnya aku tidak mengharapkan hal-hal lain kalau mengetahui sifat Kim Bum Sonbae yang selalu mengatakan sesuatu secara singkat dan tidak jelas.

Di kertas yang kupegang itu, hanya terdapat satu kalimat di tengah suratnya, yaitu:

Jangan lupa kembalikan bukuku kalau aku pulang”

 

                                                                                    Kim Sang Bum

Menegangkan ya, isinya? Benar, sangat menegangkan. “Aih, jinja. Apa-apaan sih maksud orang ini?!!!!!” jeritku di wc itu dengan kesal

Arghhhhhhh!!!!! Awas kalau kau pulang nanti Kim Sang Bum!

###################

Sekarang aku sudah jam pulang. Aku menatap benda yang berada di genggaman tanganku sekarang, handphone.

Tepat setelah bel pulang tadi, ada satu pesan masuk, dari Kim Joon Sonbae. Isinya:

From: Kim Joon Sonbae

Begitu aku pulang nanti, ada yang mau kukatakan padamu

 

Aku tidak membalasnya. Aku bingung mau jawab apa.

“Hah, aku tidak tahu” gumamku pelan dan mendesah. Sekarang aku sedang berada di TKP #hayo, masih inget gk itu tempat apa?# aku memandang ke atas. Membosankan. Hanya ada langit

aku melihat ke sampingku. Terdapat setumpuk buku. Itu adalah buku-bukunya Kim Bum Sonbae. Aku sudah membelinya beberapa minggu yang lalu. Fuh, setelah aku mengembalikan buku ini, urusanku selesai.

Aku mengeluarkan Ipad-ku. Kemarin benda ini dipinjam Seohyun, teman sekelasku. Katanya sih ada lagu yg mau dipintanya, jadi kupinjamkan saja. Sebagai gantinya, dia mengisikan banyak lagu kpop baru di situ. Sebetulnya aku tidak terlalu sering berbagai kpop yg baru, aku lbh senang dengar lagu kpop lama, tapi karena sudah dikasih, apa boleh buat.

Aku melihat daftar playlistnya. Aku memilih lagunya secara acak. Kudengarkan lagu pertama, kedua dan seterusnya, bagus juga. Entah sudah berapa lama waktu yang kulalui sendiri, aku tidak peduli. Ini memang hal yang kusukai, menyendiri.

Sampai akhirnya aku sampai di satu lagu. Aku tidak terlalu peduli sih, siapa penyanyinya, dan lagi lagunya bahasa Jepang, tambah malas. Tapi entah kenapa, suaranya terdengar tidak asing di telingaku. Ku ulang berkali-kali lagu itu.

“Ini suara siapa sih?” gumamku. Aku langsung melihat layar Ipadku dan melihat lagu apa yang sedang diputar. Aku tercekat. Lagunya Kim Bum.

Cepat-cepat kumatikan. “Mengerikan” ucapku. Kupandangi lagi tumpukan buku di sampingku. Aku butuh teman sekarang, tapi bukan Yoona karena dia terlalu cerewet.

Aku mengambil buku itu dan memasukannya lagi ke tasku dan berdiri. Lebih baik aku ke rumah Shin Hye saja.

Aku beberapa kali memencet bel rumah Shin Hye, sampai akhirnya ibunya datang dan membukakan pintu untukku

“Annyeonhaseyo, Ahjumma” sapaku

“Oh, So Eun, masuklah. Mau melihat Shin Hye ya? Langsung saja ke atas, dia sedang di kamarnya” sambut ibu Shin Hye. Aku tersenyum dan mengangguk lalu melangkahkan kakiku ke dalam rumah Shin Hye

ketika aku membuka pelan pintu kamar Shin Hye, kulihat dia sedang memainkan gitarnya dan bernyanyi

Without a word tears fall
Without a word my heart breaks down
Without a word I wait for love
Without a word I hurt because of love
I zone out, I become a fool because I cry looking at the sky
Without a word farewell finds me
Without a word the end comes to me
I think my heart was surprised to send you away without any preparation
It came without a word
Without a word it comes and leaves
Like the fever before, maybe all I need to do it hurt for a while
Because in the end, only scars are left

 

#Translation of Without Word by Park Shin Hye/ 9th Street, You Are Beautiful Ost.#

 

Tatapannya terlihat sendu sekali menatap keluar jendela. Kusadari kemana tatapannya itu mengarah. Rumah Geun Suk Sonbae.

“Kalau kau sudah bisa bernyanyi begitu, kupikir kau sudah bisa masuk ke sekolah besok” ujarku

Shin Hye melihatku dan tersenyum “So Eun, kau datang. Masuklah ” ucapnya gembira

Aku melangkahkan kakiku masuk ke kamar Shin Hye “Aku sial terus seminggu ini tidak ada kau” kataku sambil cemberut

Dia tersenyum menatapku “Salahmu sendiri sering tertidur di kelas.” Cibirnya

Aku cengar-cengir “Buah tangan yang kubawa hari ini adalah hasil ulangan matematika-mu dan catatan pr fisika” kataku dan meletakan selembar kertas dan buku di atas meja belajar Shin Hye. Lalu aku berjalan mendekati kasurnya dan duduk di tepinya

“Buah tangan yang bagus” katanya.

“kau sudah sehat?” tanyaku

“Sudah jauh lebih baik daripada 2 hari yg lalu ketika aku di rumah sakit” jawab Shin Hye

“Kau sih, terlalu kelelahan pemotretan di Jeju dan tidak bawa oleh-oleh untukku, makanya kena karma” kataku berusaha menghiburnya

Shin Hye tertawa “dasar, ada kok. Tapi waktu itu aku lupa bawa. Nanti kalau aku masuk kubawakan itu, sekarang oleh-olehnya ada di kamar ibuku”

“Hehe, sebetulnya tidak apa-apa sih. Oh, iya tadi Geun Suk Sonbae bertanya ‘lagi’ tentangmu”

“Pertanyaan yang seperti kemarin?” Tanya Shin Hye

aku mengangguk. Dia hanya tersenyum tipis dan berkata “oh”

aku menatapnya dengan tatapan bertanya “Kalian bertengkar?” tanyaku

Shin Hye langsung terkesiap “oh, kami tidak bertengkar kok. Orang seperti Geun Suk Oppa susah diajak bertengkar” jawab Shin Hye

Aku terkekeh “Ya, kau benar” dia ikut tertawa. Dan setelah itu kami mengobrol panjang sampai lupa waktu, dan akhirnya jam 5.00 sore aku baru pulang

##################

25 Desember

 

Aku melihat kalender kamarku. Sudah tanggal 25. hari ini aku memutuskan untuk pergi ke makam orang tuaku.

“Titip salam ayah pada papamu ya. Katakana maaf karena aku tidak bisa datang mengunjunginya hri ini” pesan ayah ketika aku berpamitan

aku mengangguk “Aku pergi dulu” kataku sambil melangkah berjalan keluar rumah.

Sebelum tinggal di Busan, aku sebetulnya tinggal di Seoul, barulah setelah aku bersama keluarga baruku, aku pindah ke Seoul.

Makam orang tuaku dekat dengan rumahku yang lama. Dan pengurusku ketika aku masih kecil juga tinggal di lingkungan itu. Jadi, selesai berkunjung ke makam orang tuaku, aku pergi ke tempat pengurusku itu.

Aku melewati rumah lamaku, tempat dulu aku bersama orang tua kandungku. Aku memandangnya dari seberang jalan

“Aku juga bahagia kok sekarang dengan rumah baru” gumamku.

Tiba-tiba ada butiran putih melintas di depanku. Aku menatap ke atas, salju turun. Aku tersenyum senang. Aku menadahkan tanganku dan menangkap satu butiran salju yang turun itu. Dan setelah itu kulepaskan lagi.

Aku terus melakukan itu sambil berjalan. Tanpa sadar, kakiku membawaku ke tempat yang sangat kurindukan, tepi Sungai Han. Aku menatap sungai itu dan mengeluarkan kalungku. Aku sudah tahu siapa pria itu, tapi entah kenapa aku masih merasa menunggu sesuatu tiap melihat kalung ini. Tapi entah apa yang kutunggu. Bocah itu sudah kutemukan, aku bersamanya dan aku menyukainya. Apa lagi yang kutunggu?

Sayup-sayup aku mendegar sebuah suara. Aku melihat di depanku ada seorang pria sedang duduk menghadap sungai. Aku berjalan mendekatinya, dan barulah kutahu apa yang dibicarakan pria itu. Dia sedang bernyanyi ternyata

Baby, Holy night
From bottom of my heart
Fall in love, I love you
Feel my heart, It’s like burning
Oh my love

Baby, Holy night
Let’s stop the hands of a clock
We two snuggled up close
And looked up at Christmas Eve’s sky
Holy night

Even if time passes and we get older
We will walk together hand in hand

Holy night, It’s more certain than words
Fall in love, I just look on your smiling face
Feel my heart, It’s overflowing
Oh my love

Baby, Holy night
It’s connected to our future
Let’s look up at Christmas Eve’s sky
Holy night

 

# Translation of Christmas Eve Sky by Kim Beom#

aku mendengarnya. Aku mengenal suara ini. Suara nya sama persis dengan suara penyanyi yang lagunya sering kudengar belakangan ini.

“Kim Bum Sonbae?” gumamku tidak yakin

Orang itu langsung menoleh dan aku tahu tebakanku benar “Kau….” Katanya terkejut

“Tak usah terkejut begitu, Sonbae. Aku juga terkejut mendapati kenyataan bahwa aku melihat seoarang penyanyi terkenal sedang duduk di pinggir sungai Han seperti seorang gelandangan” ujarku dan duduk di sampingnya

dia mendengus “mana ada gelandangan yang memakai baju sebagusku dan setampanku? Bodoh” ujarnya.

Aku menatapnya aneh, pd sekali orang ini. Kami berdua terdiam. Aku bingung mau bilang apa. ‘Halo Sonbae sudah lama tidak bertemu denganmu’? Basi. ‘Senang bertemu denganmu lagi’? aku malah lebih senang tidak bertemu dengannya.

“Aku juga lebih suka tidak bertemu denganmu. Bertemu denganmu di sini benar-benar mengerikan” jawabnya seperti biasa, seperti membaca pikiranku

“Kapan sonbae pulang ke Korea?” tanyaku basa-basi. Setidaknya lebih baik memulai pembicaraan daripada tidak sama sekali.

“Kau tidak perlu repot-repot bertanya padaku. Lihat saja di tv atau tabloid, ada kok” jawabnya cuek

aku mendengus “Masih lebih baik, daripada seseorang, hanya untuk menagih bukunya saja, sampai kirim surat segala. Norak sekali” sindirku

“terserah” jawabnya tidak peduli

aku mendengus. Ini nih, yg paling sering membuatku kesal bersama dengannya, cuek sekali jadi orang. Lalu kami berdua diam lagi. Aku bosan, jadi aku mendengar lagu saja dari Ipadku

“Untuk apa repot-repot mendengar lagu kalau ada penyanyi di sebelahmu?” tanyanya melihatku

“Kalau begitu bernyanyilah” suruhku

dia menadahkan tangannya “Bayarannya?” aku mencibir. Enak sekali sih orang ini tinggal minta saja.

“Ya, orang-orang harus membayar mahal untuk melihat konserku. Sedangkan kau yang termasuk golongan anti fans mau seenaknya saja mendengarkanku bernyanyi dengan gratis? Enak saja” katanya. Tuh kan, dia selalu pintar membuatku kesal di dekatnya.

“Kau habis dari mana?” tannyanya

“Mengunjungi makam orang tuaku” jawabku pelan

dia terdiam sebentar, seolah berusaha mengingat sesuatu. Dan mengangguk “Oh, iya. Benar juga” jawabnya

“kalungmu bagus” katanya tiba-tiba. Aku menatapnya “hah?” tanyaku heran karena tidak terlalu mendengarkannya, aku sedang mendengarkan lagu

“Kalungmu bagus, dasar tuli” ejeknya. Aku jadi menyesal ikut duduk di sini bersamanya

“Kalau mau basa-basi, tak usah repot-repot” jawabku

“Memang sih. Tapi jujur saja, kalungmu memang bagus, tidak pantas orang sepertimu memakainya” ledeknya lagi.

Aku langsung menyembunyikan kalungku “Bayarannya?” kataku

“hah?” tanyanya heran

“Tidak semua orang kubiarkan melihat kalungku ini. Sonbae yang termasuk segelintir orang yang menyebalkan bagiku tidak bisa seenaknya saja melihat kalungku ini. Jadi bayar” kataku

Dia mendengus tidak peduli “Heh, kalau mau mengisengi orang itu kreatif sedikit. Jangan cuman bisanya mengcopy-paste saja” katanya.

“Ya sudah kalau begitu” kataku ketus dan berdiri. Lebih baik aku pulang saja sebelum terlanjur khilaf mendorongnya ke sungai Han karena kesal.

“Jangan lupa” katanya ketika aku berdiri

“Apa?” tanyaku heran

“bukuku besok” jawabnya lagi. Aku mendesah keras. Menyebalkan sekali sih orang ini

“yayayayaya” kataku asal

dia tidak beranjak sedikit pun dari tempatnya. Dasar laki-laki gila! Apa dia tidak merasa kasihan melihat seorang wanita berjalan pulang sendirian di tengah salju? Normalnya kan, seorang pria yang punya akal akan mengantarkan si wanita pulang? Ini? Tidak sama sekali. Kata-kata ‘Selamat malam’ atau ‘Selamat natal’ saja tidak ada sama sekali.

“Tunggu! Kenapa sepertinya aku berharap dia mengantarku pulang? Mengerikan sekali sih otakku ini” kataku sambil bergidik.

Jam istirahat. Pasti sebentar lagi orang itu datang. Aku sudah menyiapkan sesuatu yang sudah pasti akan ditagihnya. Buku

“Dengan ini selesai masalahku dengannya hari ini” gumamku. Dan benar saja, karena setelah itu Seohyun memanggilku dan mengatakan bahwa Kim Bum Sonbae memanggilku.

Aku membawa buku-buku itu dan berjalan keluar kelas.

“Mana?” tanyanya ketika aku sudah ada di luar kelas

“Ini. Kunci lokerku?” tanyaku

dia memeriksa buku-buku yang barusan kuberikan “Kan sudah kubilang, sampai aku keluar sekolah ini. Sabar saja setengah tahun lagi” katanya tidak peduli

Sudahlah, dia memang gila. Aku berbalik dan berjalan untuk masuk kembali lagi ke kelas

“Ya, So Eun” aku terkejut. Ini pertama kalinya dia memanggilku begitu. ‘So Eun’ bukan ‘kim So Eun’ dengan nada datar atau teriakan seperti biasa.

Aku berbalik dan menatapnya dengan gugup. “Kau ini ‘Bummies’ ya?” tanyanya sambil tersenyum mencurigakan

“Hah? Apa itu Bummies?” tanyaku heran

“Bodoh! Sebutan penggemarku” jawabnya

“Jelas saja bukan, aku ini Anti Fans-mu Sonbae” balasku dan menjulurkan lidah

tapi dia malah tersenyum lagi “Yang benar?” tanyanya dan mengeluarkan sesuatu dari sakunya

dia berjalan ke arahku dan berbisik “Kau mendengar laguku sampai 15 kali kan, kemarin?” katanya dan memberikan sesuatu padaku lalu berjalan melewatiku.

Aku melihat apa yang diberikannya padaku. Ipad? Kok bisa ada padanya? Aku berlari mengejarnya

“Sonbae apa maksudmu? Kenapa ini bisa ada padamu?” teriakku ketika berlari ke arahnya

Dia berbalik melihatku “ Kemarin kau meninggalkannya, ceroboh.” Jawabnya santai

Aku baru sadar. Pantas saja kemarin aku merasa ada yang kurang ketika pulang.

“Kau mendengar laguku sampai 15 kali, benar-benar Bummies” katanya sambil tersenyum mengejek

Wajahku terasa panas “Sonbae melihatnya ya?” tanyaku cemas

Dia mendekatkan wajahnya padaku. “Kalau kau memang fansku, sebaiknya mulai sekarang kau bersiap-siap” katanya, lalu dia melakukan sesuatu yang jauh lebih mengerikan dibandingkan melihat wajah tanpa ekspresinya Geun Suk Sonbae.

Kim Sang Bum, si penyanyi gila itu, di tengah koridor yang sedang ramai karena sekarang jam istirahat, mencium pipiku.

Aku merasa meleleh. 1 detik, 2 detik bibirnya terus menempel di pipiku. Sebelum akhirnya dia melepaskannya

“Waw, uri chingu….” Kata Min Ho Sonbae, aku yakin itu suaranya

“Ya, Kim Bum. Baru datang sudah…. Haha” ujar suara yang sepertinya Il Woo Sonbae

seketika itu juga koridor itu langsung sepi terdiam dan tatapan mereka terarah padaku dan Kim Bum Sonbae. Badanku rasanya kaku dan membeku

dia lalu berjalan meninggalkanku. Aku melihat ke arahnya, dia berjalan menuju tempat dua sahabatnya. Tapi bukan itu yang membuatku terkejut.

Di belakangnya, aku melihat Kim Joon Sonbae terdiam mematung sama sepertiku sekarang dan menatap tepat ke arahku……..

TO BE CONTINUED

 

I’ll be back (nyanyi lagu 2PM)

 

Akhirnya, setelah melalui waktu yang cukup panjang, aku mendapatkan mood lagi untuk melanjutkan ff ini. (sebetulnya author mood bikin lagi gara2 kepanassan ngeliat ilsoo di JIFF).

Sumpah, part ini paling berat kubuat. Tapi untuk next part dst mungkin bisa sdkt lbh cepat (Amin) soalnya uda ada bahan ceritanya, dan aku bener-bener terima kasih sama teman sebangkuku yang seorang ELF, Showels, fans 2PM dan BigBang (aku gk tw sebutan penggemarnya) dan pastinya kpopers juga, Gladis Aprilla Rizki yg membantuku untuk ide cerita part ini dst. Acc twitternya @gladisapr (ini pesenan dia utk ngepromosiin nya :P)

Makanya kutulis authornya aku dalam kurung nama dia, dan mungkin sampe part terakhir ff ini, karena ide ceritanya adalah gabungan anatara aku dan dia. (tapi masih tetap saya yang menulisnya) ya, bisa dibilang dia partner saya, hehe.

Jeongmal Gomawo untuk temanku itu. Dan jeongmal miyan haeyo utk semua readers karena butuh waktu yg lama bgt utk aku update partnya. Hehe maaf ya……

Hehe, aku punya satu petunjuk bagi yang penasaran cerita selanjutnya: bakal ada satu tokoh tidak terduga yang akan memegang peran penting. Hehe, siapa ya? Tebak sendiri😛 kekkekekk

 

Don’t forget to leave a comment, suggestion, critical, etc chingu

See you next story. Gomawo all!!!!!!!!!!!!!!!! .

Tags: , , , , , , , ,

About bumssoindo

We are fanbase of BUMSSO (Kim Bum and Kim So Eun) from Indonesia

22 responses to “Memories In Christmas Eve (Story 6)”

  1. Meika says :

    Ne part bumsso x dkit amatt…
    Nextx bnyakin bumssox y!!!
    n jgn lma2 y!!!

  2. Atin says :

    Bagus,suka aq juga panas liat jiff ,secara ilu oppa suami saya dipasangin ma so eun hehehe
    Author request chae won euni di ff ini,aq sk bgt ma chaewoo (chae won – ilwoo) couple ke 2 setelah bumsso yg paling qsk biarpun ga mngkin jadian di dunia nyata,maka-nya pngen liat mereka di ff/drama *malah jd curhat*
    Kim bum d tanda2 sk tu ma so eun,ayo ciuman,eh jadian dink maksudq..xoxoxo
    bumsso knp xan membuat mates/bumssonians stresss LOL
    Dtunggu part selanjutnya..

  3. dhiyah says :

    wow , , Kim joon oPpa pzTi cmbru tuh ??? tP tnang z oPpa , , kn msih da q yg slLu sTia d smPing mu . . . ^^ *pLeeetttaakkk*
    tP,,,,,, kLo d cWo yg Lbih gnTeng Lg q g janji ea . . . cckckckck *pLakk / dsar g stia!!* *bis mta q ska gTel kLo Lyat cWo gnTeng ??? / g d yg nanYa*

    cPet d Lnjut ea . . q dah pNsaran bgt . . . ^^

  4. amauminie says :

    Aaaa kereen bgt!!!
    Tapiii tetep ya, kerjaan author mengantungkan cerita biar readers pada penasaran haha🙂
    Ih, Ama udah geregetan nih . Pengen cepet-cepet baca saat kim bum sama so eun saling tau kalau mereka itu bocah saat natal ,
    Ahhh, jangan lama-lama deh thor. Penasaran nih!?^^/

  5. Chiby says :

    Mm. . . . Bumsso na krag pnjang. . .
    Eonni lcu bgt jadi org yg gmpng ngantug. . . . . . Lanjt author. . .

  6. merli says :

    jelas aja kim bum ragu orang bukan dia anak laki-laki di malam natal itu ….
    hwwwaaaaaaa senengnya kim bum cium soeun , aku yakin banget laki-laki itu kim bum dan kim bum juga pasti tau kalo cewe itu soeun tapi pura-pura cuek aja !!!!

  7. Sary aj0w says :

    Nie ff tu ‘S0 fresh s0 c0ol’ (lagu bigbang!)…gud st0ry..0y0 kritikQ cuma itu fans bigbang tu pANggilannya VIP..hahaha c0z aQ ini VIP..

  8. dwilovebumsso says :

    krenz bgt,,, d tunggu part slanjutnya…jgn lm2 y!!!!!!!!

  9. leuni says :

    bumsso kok dxt bgt.
    pnsran ma kalung so eun mang bnr pmbrn kim joon, aq hrp bukan tp klu kim bum kok ga mengnali’a.
    tgu part sljt’a

  10. bismania luph bumsso says :

    baxkin sma kim bumx dunk,….
    mkin ksal aj aq sma kim joon,…..
    huhh,…sebeeeeeellll!!!!!!!

  11. Putri says :

    AkhIr’a lanjuTan’a dAtang juga. . .
    Makin seru ajj cerita’a. .
    V part kimbum ma soeun’a dikit . .
    TambAhIn lgI d0nq admin #maksa#
    aiGoO. . . .
    Kimbum cium pipi’a soeun. .
    BAgus”. .
    Hahaha. . .
    Aq tUngGu next part’a ea auThor. .🙂

  12. qinqin says :

    mudah mudahan cepet bertemu dengan bocah natalnya ya,udah ga sabar nih

  13. rosiyani 'oci' says :

    hyaaaaaaaaaaaaa sukaaa… haha…
    huaaa si bum dah tau tuh kalo eunnie orang yg dia tolong waktu malem naal itu.. ehh tapi bener bum kan yg ngasi kalung itu.. hhe, ini kan belum terbukti ya masi tebak-tebakan. hhi..
    huaaaa asikkkk deh so eun dapet cium dari bum..
    suks suka suka.. lanjut ya chingu part lanjutannya. jangan lama2 okeee🙂

  14. rizkyapratiwi says :

    kereeeennnn …. wow makin panas ne critanya
    makin penasaran jadinya sama part selanjutnya ….

    kim bum emang lah ….. hahahahah
    bikin kom joon cemburu ,,,,,

    di tunggu next part nya …

  15. lowonganterbaik says :

    NUMPANG INFO YA BOS… bila tidak berkenan silakan dihapus:-)

    LOWONGAN KERJA GAJI RP 3 JUTA HINGGA 15 JUTA PER MINGGU

    1. Perusahaan ODAP (Online Based Data Assignment Program)
    2. Membutuhkan 200 Karyawan Untuk Semua Golongan Individu yang memilki koneksi internet. Dapat dikerjakan dirumah, disekolah, atau dikantor
    3. Dengan penawaran GAJI POKOK 2 JUTA/Bulan Dan Potensi penghasilan hingga Rp3 Juta sampai Rp15 Juta/Minggu.
    4. Jenis Pekerjaan ENTRY DATA(memasukkan data) per data Rp10rb rupiah, bila anda sanggup mengentry hingga 50 data perhari berarti nilai GAJI anda Rp10rbx50=Rp500rb/HARI, bila dalam 1bulan=Rp500rbx30hari=Rp15Juta/bulan
    5. Kami berikan langsung 200ribu didepan untuk menambah semangat kerja anda
    6. Kirim nama lengkap anda & alamat Email anda MELALUI WEBSITE Kami, info dan petunjuk kerja selengkapnya kami kirim via Email >> https://lowonganterbaik.wordpress.com/

  16. Ameliana says :

    ihhh ….. seruuuuuuuuu .. =D
    jdi pnasaran , si kim bum itu bcah mlem natal itu kan ??
    trus dy udh liat kalung.a eunni mkin seru ni crita.a ..
    lanjutkan .. jgn lma” yh thor ..
    oia , bumsso.a byakin dong … =)

  17. rini says :

    makin seru aj,,
    wah kim bum cium soeun d,dpan bnyak orng,,
    paanas tuh kim joonnyya.

    lanjutannya jgn lma” ya!!

  18. Bummiearab says :

    Siiiapaaaaa yo tokoh tambahan itu???
    .makin seru tambah penasaran
    tepati janji ya chingu. Ingat jgn lama. Aku selalu dukung dan bantu lewat doa hhe.

    . Yakkk kimbum ud.dc berani nyium so’eun. Ayoooo ada apa tuch.. Xixixixixixixi

    next part panjangin a.k.a banyakin ttg part bumsso nya ya..
    Bikin yg lebihhhhhhh romantic.
    O.ke
    see you
    hwaiting !!

  19. RiriAngels says :

    Kyaaaaaa Kereeeeen
    Next part ditunggu y
    Jangan LamaLama xD

  20. Ina BeQi Soeulmates says :

    ya ambruuuuuukkk kim bum nyium pipi so eun di depan bnyak orang,,
    whoaaaaaaaaaaaaaaa daebaaaaaakkk laaahh^^
    makin seruuuuuuu nih,,
    lanjuuuuuuuuttttttt^^

  21. Indah_ELF says :

    Woww …
    Kim bum nyium so eun …
    Kim joon Liat lgh …
    Ayo lanjutt …
    Penasaran …

  22. SintiaBumsso/@SintiaBumsso17 says :

    Uahh kereeeen bocah kecil itu siapa yaa kira2 ?? Hmm penasaran mungkinkah kimbum? Tpkok g sadar sama kalung sso? Hahah bum bnran cium pipi sso😀.. Penasaran lanjut baca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: