Terrible Love part 2

Author : Secreet fan (dhia fsn)

Main cast : Kim Bum, So Eun

Cast : Kim Joong, Kibum, Yoon, Yi Jung, Sin Hye, Ji Ho, Dong Hae

Category : Misteri

Type : Sequel (end)

Nah… ini dia lanjutan ff_Q yang udah ditunggu-tunggu… (hah? Emang siapa yang nunggu, dasar author yang selalu ke GR_an…) nah karena semua udah pada nggak sabaran (siapa bilang?) langsung aja ya… ini lah dia… selamat menikmati….(emang makanan apa?)

“Ada apa? kenapa ribut-ribut?” Kim Joon berlari menerobos kamar Sin Hye

“So Eun… ada apa? kau baik-baik saja?” tanya Kim Bum dan Yi Jung serempak sambil berlari menghampiri So Eun,

Eh…??? mereka saling bertatapan, lalu membuang muka, huh!. So Eun tak peduli,ia tetap kaku memandang ke depan.Yoona datang dan mengikuti arah pandangan So Eun, seketika wajahnya berubah pucat, hiii…

“Kyaaaa…!!!” jeritnya kencang dan mencengkram baju Kibum yang berdiri tepat didepannya

“Heemm… korban adalah Park Sin Hye, berusia duapuluh tiga tahun… mahasiswa kedokteran tingkat satu universitas Seoul, yang sedang pergi berlibur bersama teman-temannya”inspektur Takagi membaca keterangan yang diserahkan bawahannya

“Huh! Dasar… kalau mau membunuh mengapa pergi ke negara orang lain! Merepotkan saja!” gerutu inspektur itu

“Dan yang pertama menemukan korban adalah… anda Kim So Eun…” inspektur itu menatap So Eun yang masih pucat tajam

“I…iya…” ucap So Eun terbata

“Apa kau pelakunya?” tanya inspektur muda itu penuh selidik

“Yang benar saja! Kenapa ia harus membunuhnya sedangkan mereka baru kenal kemarin!” bela Kim Bum

“Benarkah?” tanya inspektur itu memastikan

“I…iya… kemarin kami kebetulan bertemu di pantai, karena ada teman kami yang sangat mirip, dan kami sama-sama orang Korea jadi kami memutuskan untuk berlibur bersama saja” terang So Eun

“Ya… kau tak perlu mencurigai kami… yang perlu kau curigai hanya mereka, teman yang sejak awal bersama mereka, yaitu Dong Hae, Ji Ho, dan… Yi Jung yang disana…” ucap Kim Bum, matanya tajam menatap Yi Jung

“Eh…??? apa maksudmu mencurigai kami?” tanya Ji Ho tak terima

“Wajar saja kan… kita yang membawanya kemari” ujar Dong Hae tenang

“Huh…tampaknya kau mencurigaiku sekali ya Kim Bum” Yi Jung menyandarkan tubuhnya di dinding

“Tidak… aku hanya tak suka kau terlalu dekat dengan pacarku” ucap Kim Bum tajam pada Yi Jung

“Apa salahnya? Kau tak keberatan kan, So Eun… aku dekat dengan mu?” Yi Jung menatap So Eun sambil tersenyum tipis

“Ka… kau…” Kim Bum bertambah jengkel

“Sudah…sudah… pokoknya kalian semua berkumpullah dulu di lobby… jangan pergi kemana-mana, kami akan menyelidiki kasus ini” inspektur Takagi menegahi, mereka segera pergi menuju lobby hotel

“Oh… liburanku hancur! Kacau!” keluh Yoona

“Yaaahhh… apa boleh buat kan, ini semua sama-sama tidak kita harapkan” Kim Joon hanya menghela nafas panjang

“Seharusnya kita tak bertemu mereka!” sesal Yoona

“Apa maksudmu Yoona… kau menyesal betemu dengan kami?” tanya Dong Hae

“Tentu saja, karena Sin Hye mati, kami ikut terlibat!”

“Sudahlah… sekarang tenangkan saja dulu kepala kalian, polisi akan menyelidikinya… So Eun.. kau juga tenangkan dirimu… bukankah kau adalah detective? Masa lihat mayat saja takut begitu?” Kim Bum menoleh pada So Eun disebelahnya

“Thanks Kim Bum…” ujar So Eun sambil tersenyum kecut, lalu menutup matanya dan menghirup nafas perlahan, tenanglah So Eun… lagipula ini adalah kasus yang menarik… ucapnya dalam hati, Kim Bum menggenggam tangan So Eun erat, seakan hendak berkata ‘aku akan selalu menjagamu… jangan takut!’. So Eun tersenyum, ia menatap Kim Bum lembut menandakan terima kasihnya. Kini So Eun sudah agak tenang, ia mulai serius memikirkan kasus

“Heeemmm… jam sembilan tadi malam kami masih bersamanya, dan berpisah sekitar jam sepuluh lewat lima belas. Tadi pagi mayat ditemukan jam tujuh lewat empat. Perarti perkiraan waktu pembunuhan adalah antara jam sepuluh lewat lima belas sampai jam tujuh lewat empat. Sial… kalau waktunya selama itu akan susah menyelidiki albi yang dimiliki oleh tersangka” dahi So Eun berkerut, ia memegang kepalanya seakan mencoba berfikir lebih keras

“Permisi…” ucap inspektur Takagi sambil berjalan ke arah mereka, semua menoleh

“Ada apa inspektur?” tanya Ji Ho

“Saya akan mengintrogasi kalian semua sekarang, sebutkan kegiatan kalian antara jam sepuluh lewat lima belas sampai jam tujuh lewat empat” inspektur itu mulai membuka buku catatan kecilnya

“Yang benar saja! Saat itu kami pastinya sedang tidur kan!” ujar Ji Ho kesal

“Apa benar setelah berpisah dengannya kalian semua langsung tidur?”

“Tentu saja!” ujar Ji Ho pasti

“Aku akan mengintrogasi kalian berurutan, karena kau sudah emosi, dimulai dari mu saja!” inspektur Takagi menunjuk Ji Ho

“Siapa namamu?” tanya inspektur itu

“Namaku Lee Ji Ho”

“Apa tujuanmu datang kemari?”

“Tentu saja pergi menghabiskan liburan dengan teman-temanku!”

“Benarkah? Tak ada maksud terselubung?”

“Hah? Apa maksudmu?”

“Maksudnya tak ada rencana untuk membunuh?”

“Tentu saja! Untuk apa aku membunuh pacarku sendiri!” ujarnya kesal

“Pa…pacar? dia pacarmu?” tanya inspektur Takagi memastikan

“Ya… kami sudah berpacaran selama tiga tahun terakhir… tapi dia sering aneh…”

“Maksudmu?”

“Nampaknya dia lebih dekat pada Dong Hae dari pada denganku!” ujar Ji Ho kesal

“Hah? Bangaimana bisa?”

“Entahlah… kurasa diantara mereka ada hubungan khusus!”

“Heemmm… begitu…jadi kau punya motif!”

“Apa maksudmu?”

“Ya… bisa saja kamu kesal dan cemburu pada sikapnya itu dan membunuhnya!”

“Jangan membuat kesimpulan bodoh seperti itu!” Ji Ho terlihat sangat kesal

“Lalu…kalian kenal dimana?”

“Di klub pecinta alam… kami dikenalkan oleh Dong Hae… karena sama-sama menyukai alam, dan kebetulan belajar di universitas yang sama kami jadi dekat, dan berpacaran, tapi setahun yang terakhir dia lebih dekat pada Dong Hae dari pada denganku! Aku sebenarnya kesal sekali, tapi aku diam saja, masih berfikir Dong Hae itu sahabat Sin Hye, wajar mereka akrab, tapi seminggu lalu dia pernah bilang, jangan salahkan aku jika aku berbalik mencintai seseorang” jelas Ji Ho dengan pandangan tajam, dahinya berkerut

“Huh… aku harus berterima kasih pada orang yang membunuhnya… wanita seperti itu…” pandangan Ji Ho berubah agak sedih, mungkin ia sebenarnya masih mencintai Sin Hye

“Baiklah… selanjutnya kamu, siapa namamu?” insperkur itu beralih menatap Dong Hae

“Eh… aku Han Dong Hae

“ Tujuanmu kemari?”

“Sama dengan Ji Ho”

“Benarkah? Tak ada maksud terselubung?”

“Hah?”

“Apa hubunganmu dengan korban?”

“Kami pacaran sejak SMA, tapi kami putus begitu aku mengenalkannya dengan Ji Ho…”

“Hah? Kalian pernah pacaran?” Ji Ho terkejut

“Ya… dan kalau bukan gara-gara kamu pasti hubungan kami masih mulus!”

“Apa hanya itu?”

“Karena sebelum bertemu Ji Ho kami adalah pasangan yang bahagia, dan mempunyai banyak minat yang sama, akhirnya kami memutuskan untuk masuk universitas yang sama dengan bidang studi yang sama…”

“Ketika kau putus dengannya tak ada dendam sedikitpun?”

“Awalnya sich aku sangat marah dengan keputusannya… tapi ia berkata walaupun tetap bersamaku ia akan sangat menderita karena hatinya sudah ada pada Ji Ho, akhirnya aku pasrah memutuskannya… tapi sekitar satu tahun yang lalu ia kembali berkata’ternyata aku masih mencintaimu dan tak bisa lepas’ jadi kami menjalin hubungan diam-diam tanpa diketahui oleh Ji Ho…”

“Kalian mengkhianatiku?” Ji Ho terlihat amat kesal

“Apa salahnya? Aku hanya merebut kembali pacarku yang sudah kau rampas!”

“Apa katamu? Sin Hye sendiri yang mau padaku!”

“Dan dia sendiri pula yang mau balikan denganku!”

“Eh… jangan bertengkar dulu!” inspektur Takagi menegahi

“Kau juga punya motif Dong Hae”

“Hah? Kok begitu?”

“Bisa saja kau ingat penghianatannya padamu tiga tahun yang lalu, dan ber inisiatif untuk membunuhnya”

“Mana mungkin! Dia sudah kembali padaku setahun yang lalu!”

“Tapi hanya sebagai selingkuhan! Kau hanya selingkuhannya, mungkin karena itu kau kesal dan membunuhnya”

“Aku bukan seorang pembunuh!” Dong Hae kesal sekali, sampai urat-uratnya menegang

“Huh… sudahlah… kemudian kau…” inspektur itu menunjuk Yi Jung

“Apa yang perlu kau ketahui dariku?”

“Namamu?”

“Yi Jung…”

“Itu saja?”

“Sang Yi Jung

“Hubunganmu dengan wanita itu?”

“Teman dekat”

“Tak ada yang special?”

“Dia bukan tipe ku…”

“Yang lainnya?”

“Kami mahasiswa kedokteran universitas yang sama…”

“Apa kau punya keinginan untuk membunuhnya?”

“Tidak ada… mana mungkin, kalau begitu Ji Ho pasti sudah memutilasi ku duluan”

“Wah… aku tak sekejam itu…” ucap Ji Ho, Yi Jung tertawa

“Aku hannya bercanda…” ucapnya

“Baiklah… kau tak punya motif, yang kucurigai hanya Ji Ho dan Dong Hae…”

“Huh! Kalau curiga curiga saja! Aku tak membunuhnya!” Dong Hae mengomel sendiri

So Eun memperhatikan ketiga tersangka, tunggu… orang itu tadi mengatakan sesuatu yang ganjal…So Eun berfikir serius

“Kalian benar-benar baru bertemu dengannya kemarin?”

“Ya… kami bahkan belum mengetahui nama panjangnya” ucap Kibum

“Walaupun begitu kalian belum boleh pergi ke mana-mana!”

“Baiklah…” Yoona sedikit kesal

“Huh! Apa untungnya membunuh Sin Hye! Merepotkan saja!” Yoona mengomel

“So Eun… apa kau mencurigai seseorang So Eun?” tanya Kim Bum

“Yaaahhh…”

“Aku agak curiga pada  Dong Hae… soalnya dia bilang tadi…”

“Ssssttt…” So Eun meminta Kim Bum untuk diam,ia serius mengamati ketiga tersangka

“Huh… tampaknya nona detective ini tak dapat diganggu dulu…” ucap Kim Bum sambil tersenyum

“Kau hanya akan merepotkan pacarmu itu, Kim Bum…” sahut Kim Joon

“Hah? Apa maksudmu?”

“Banyak orang yang menyukainya… kalau kau tak hati-hati menjaganya ia bisa berpindah hati, akhirnya karena kesal kau bisa tak sengaja membunuhnya!” ujar Kim Joon tenang, Kim Bum kesal sekali

“Dengar ya… aku mencintainya, dan walaupun ia tak bersamaku, asal dia bahagia bagiku sudah cukup! Dan aku tak kan pernah membunuhnya!” ia menarik kerah baju Kim Joon

“Kalau begitu bagaimana kalau dia merasa senang didiekatku? Kau kan menyerahkannya padaku?” Kim Joon masih tenang

“Kau ini…” Kim Bum hampir meledak ketika So Eun langsung memengang lengannya

“Kim Bum… jangan marah pada Kim Joon… aku yakin dia hanya bercanda…” ucap So Eun lembut

‘Eh… apa maksudnya? Kenapa So Eun membela Kim Joon…’ semuanya berputar dalam kepala Kim Bum, jangan-jangan…

‘Kalau kau tetap seperti ini aku khawatir pada hubungan kita kedepannya’ kata-kata So Eun kembali tergaing dalam benak Kim Bum

‘Jangan-jangan dia memang berniat untuk memutuskanku…?’ Kim Bum hanyut dalam fikirannya, Kim Joon yang melihatnya hanya tersenyum kecil

Saat itu aku melihat Sin Hye tergeletak berlumuran darah, disebelahnya ada… So Eun teringat sesuatu, tanda itu! Tanda itu adalah petunjuknya! Ia segera berlari menuju kamar Sin Hye,

“Hei… hei… kau mau kemana?” inspektur Takagi mengejar So Eun, begitupun dengan Kim Bum, dan Kim Joon.

Sesampainya di kamar Sin Hye, So Eun langsung mengamati tanda disekitar mayat Sin Hye, walaupu putus-putus ia bisa melihatnya dengan jelas, tanda yang ditulis dengan darah itu berbentuk kepala singa, dibawahnya tergambar sesuatu yang lain, seperti dua pasang kartu yang berdempet

fffff.pngSumber : buatan aktor( jangan ketawa ya… kalau       gambarnya jelek!)

Huh… ini yang kubutuhkan… So Eun tersenyum dingin, ia sampai pada puncak penyelesaian kasus ini…

“Hei! Apa yang kau lakukan! Jangan sembarangan masuk ke TKP!” ucap inspektur Takagi kesal

“Tenang saja… karena jika kau mengizinkan aku untuk berada lebih lama disini, aku bisa membuktikan… bahwa dia pelakunya…” ucapnya tenang

“So Eun…” Kim Joon terpaku didekat pintu masuk, Kim Bum hanya diam, entah memikirkan apa…

“Apa yang bisa kau bantu?” inspektur Takagi berubah serius

“Mencari tanda yang sepert ini… diruangan ini…” ucap So Eun sambil menggambarkan apa yang dilihatnya dari tetesan darah Sin Hye, di dalam buku catatan kecil

“Ini… ini seperti gambar redial di telfon kamar ini…” ucap inspektur muda itu

“Begitukah… thanks!” ucap So Eun dan segera menuju telfon, kemudian menekan tombol redial itu

Tit… tut… tiiiittt…. terbentuklah beberapa angka disana

147*5148635*1583*147*36985*1478965*7412369*52369*

“Hah? Apa ini? Seperti ulah iseng anak-anak…” dahi inspektur Takagi mengerut, tapi wajah So Eun berubah tegang

“I…ini…”  ia segera mencatat deretan nomor-nomor itu di dalam buku kecilnya, kemudian menggambar sketsa nomor di telfon itu

trik.pngSumber :Karya author

“Apa menurutmu ini hal yang penting?” inspektur itu menetap gambar So Eun sambil mengerutkan dahinya,

“Ya… tentu saja…” ucapnya sambil tersenyum… kemudian berlari lagi ke lobby hotel

“Apa maksud So Eun…??? lari-lari begitu?” Kim Joon bingung dengan sikap So Eun

“Tenang saja… ia tahu apa yang ia lakukan…” ucap Kim Bum yakin sambil tersenyum, Kim Joon menatap Kim Bum dengan tatapan aneh juga

“Kalian memang pasangan aneh…”ucapnya sambil geleng-geleng kepala

“Eh…??? tanggal lahir kami?” Ji Ho bingung

“Ya… tanggal lahir kalian… boleh kan, aku tahu?”

“Baiklah… aku tanggal 23 April 1987” ucap Dong Hae

“Aku tanggal 7 Oktober  1985” ucap Ji Ho

“Dan aku tanggal 8 Juni 1988” ucap So Eun

“Hem… begitu… kalau begitu kalain semua, berkumpulkah di kamar Sin Hye sekarang…”ucapnya dan berjlan mendahului, ia sama sekali tak mengerti mengapa, tapi tampaknya karena hal itu…

“Hei! Kenapa kalian semua berkumpul disini?” inspektur Takagi marah

“So Eun yang memintanya…” sahut Yoona

“Kenapa kau menyuruh mereka ke mari So Eun?” tanya inspektur Takagi meminta penjelasan

“Tenanglah…  aku akan segera membuktikan siapa pelaku sebenarnya diantara mereka…” ucap So Eun tenang

“Benarkah? Kau sudah tahu pelakunya?”

“Ya…” ucapnya pelan dan berjalan lebih maju ke depan, menatap tersangka satu per satu

“Cepat katakan, siapa pelakunya!” ucap inspektur Takagi tak sabar

“Pelakunya adalah… orang yang disebutkan Sin Hye dalam pesan kematiannya…”

“Iya… tapi siapa orangnya?” inspektur itu kesal

“Dia adalah seseorang yang dilambangkan oleh gambar singa, dan orang yang dicintainya sampai selalu menuliskan namanya dimanapun, termasuk di telfon!” jelas So Eun, ketiga tersangka tegang

“Dia adalah… kau… Yi Jung!” ucapnya sambil menatap Yi Jung tajam, semua orang dalam ruangan itu terkejut

“Yang benar saja! Yi Jung pelakunya? Apa buktinya” tanya Yoona emosi

“Tanggal lahirnya 8 Juni… orang yang lahirnya tanggal segitu mempunyai zodiak Leo, dan Leo dilambangkan dengan… Singa…”

“Mana yang menunjukkan pelakunya berzodiak Leo di ruangan ini?” Yoona masih tak terima

“Disebelah mayat ada garis putus-putus dari darah… walaupun tak jelas, jelas itu gambar singa… dan lagi dibawah gambar kepala singa itu ada gambar yang persis sekali dengan gambar yang ada di redial telfon kamar ini…”

“Mungkin itu bertanda kita harus mekenekan tombol redial…” ucap Kibum asal

“Ya… dan kalau kita menekan tombol redial akan muncul nama pelaku di telfon” ujar So Eun tenang, Kim Joon segera menekan tombol redial

“Hah? Hanya sederetan angka yag aneh…”

“Bukan aneh… coba angka-angka itu kita susun  berdasarkan tempatnya, di telefon, akan menghasilkan kalimat bukan…” So Eun tetap tenang, inspektur Takagi segera menyusunnya dengan menuliskan pada buku catatan kecilnya

“I… ini…”

“Ya….jika disusun akan menjadi kalimat I         Yi Jung…mungkin ia selalu bermimpi menjadi kekasih Yi Jung, dan karena itu ia menuliskan kalimat itu dimana saja… saat Yi Jung membunuhnya mungkin ia teringar pada apa yang pernah dituliskan di telfon ini, dan menggambarkan tombol redialnya didekat mayatnya…”

“Ta…tapi apa ada bukti? Senjata pembunuh nya saja belum ditemukan!” Yoona masih membela Yi Jung

“Ya… mungkin dia sudah membuangnya di tempat yang tak mungkin dijangkau, entah di lau, entah di mana, tak ada yang bisa membuktikannya, bukti musnah… tapi ada yang dilupakannya…”

“Apa itu?” Kibum tertarik

“Ia tak mungkin masuk ke ruangan ini dengan memakai sarung tangan karena Sin Hye pasti mencurigainya… dilihat dari mayat, dan bau mulut mayat, mungkin korban dibuat mabuk dulu sebelum dibunuh… jika korban mabuk, mungkin mereka berdua minum-minum dulu di kamar ini, ia pasti tak terfikirkan untuk membuang botol minuman mereka ke tempat yang jauh karena mungkin tak berpengalaman dan dalam keadaan setengah mabuk… kita lihat saja dalam tong sampah kamar ini…” penjelasan So Eun berakhir

“Ta…tapi…” Yoona tak dapat membela lagi, ia menatap Yi Jung minta dukungan

“Sudahlah Yoona… aku mamang membunuh Sin Hye…” ucap Yi Jung tenang

“Aku harus balas dendam atas kematian pacar yang sangat kucintai… karena ia membunuh  orang yang sangat kucintai, jadi ia harus mati juga! Ya… dia harus mati ditanganku!” ucap Yi Jung bergetar

“Jangan-jangan… karena kematian Ga Eul…” ucap Ji Ho

“Ya… saat itu aku sudah curiga ia yang membunuhnya, karena setelah kematian itu ia pernah kudengar berkata begini ‘tembok penghalang antara aku dengan Yi Jung sudah kuhabisi… sekarang ia hanya kan jadi milikku!’”

“Tapi itu tak membuktikan ia pembunuhnya kan… lagipula Ga Eul meninggal kecelakaan”

“Ya… aku juga berusaha berfikir seperti itu… tapi tadi malam saat aku memancingnya untuk bicara ia berkata ‘Cih…!!! aku memang mebunuh orang tak berguna itu demi mendapatkanmu… sekarang tak apa lagi jika aku mengatakannya padamu karena kamu telah menyetujui jadi kekasihku… biar saja gadis bodoh itu tinggal di neraka selamanya…’ aku sangat tak bisa menerima kata-katanya itu! Aku sangat ingin membunuhnya!” wajah Yi Jung mengeras

“Kau membunuhnya demi rasa cintamu pada Ga Eul…?” tanya So Eun

“Ya….”

“Itu bukan rasa cinta lagi… kau membunuhnya karena benci dan dendam… bukan karena cinta pada Ga Eul… pasti Ga Eul tidak menyetujui sikapmu ini… dia pasti kecewa padamu… Yi Jung…” ucap So Eun tenang, pandangan matanya lembut mentap Yi Jung, Yi Jung yang melihatnya tak mampu berkata-kata lagi, ia hanya menunduk, seperti gelombang laut yang tenang, sesaat sebelum pergi bersama polisi ia berkata pada Kim Bum

“Kau harus menjaga dengan baik So Eun… karena gadis itu sangat mirip dengan Ga Eul… dia juga wanita yang sangat baik… jangan biarkan ada orang yang menyakitinya… dengan begitu aku bisa merasa seperti memutar waktu dan memperbaiki semua yang pernah terjadi, karena kau sangat mirip denganku dan Ga Eul sangat mirip dengan So Eun… kurasa kalian adalah kami yang dalam bentu lain… janga dia ya…”

Kim Bum menatap So Eun yang menunduk di sofa

“Kau tak apa-apa So Eun…???” tanya Kim Bum

“Ya… aku tak apa-apa… bagaimana jika kita pulang saja ke Korea…”

“Kita ke tempat lain saja… yang bisa menenangkan dirimu…”

“Kim Bum…”

“Maafkan aku So Eun… aku tak bermaksud membohongimu saat itu… aku hanya ingin acara ulang tahun pernikahan appa dan omma mu menjadi sebuah kejutan yang menyenangkan bagi kalian… jangan menyukai laki-laki lain ya?” ujar Kim Bum berharap

“Bukan itu yang membebaniku Kim Bum… aku akan selalu setia padamu… aku janji… yang membuatku terkejut sekaligus sedih adalah  Cung Ga Eul itu…” ucapnya

“Hah? Kenapa dengannya?”

“Sebelum pergi Yi Jung menyerahkan ini padaku…dia itu… seperti ini…” ucap So Eun sambil menyerahkan sebuah foto pada Kim Bum. Kim Bum menatap foto itu… ini…

kimsoeun.jpg

Sumber : Google image, diedit oleh author

The End…

Catatan author : Gimana ceritanya? Seru nggak? Yang terakhir agak nggak nyambung ya? Nggak usah dipikirin ya? Yang penting cerita siquel pertama ku selesai juga… yaaahhh… wlaupun Cuma dua siquel sich… naaahhh… sekarang tolong isi daftar hadir ya…??? comment, saran, and kritiknya please…

Tags: , , , , , , ,

About bumssoindo

We are fanbase of BUMSSO (Kim Bum and Kim So Eun) from Indonesia

16 responses to “Terrible Love part 2”

  1. Silvi Anggraini says :

    NUMPANG INFO YA BOS… bila tidak berkenan silakan dihapus:-)

    LOWONGAN KERJA GAJI RP 3 JUTA HINGGA 15 JUTA PER MINGGU

    1. Perusahaan ODAP (Online Based Data Assignment Program)
    2. Membutuhkan 200 Karyawan Untuk Semua Golongan Individu yang memilki koneksi internet. Dapat dikerjakan dirumah, disekolah, atau dikantor
    3. Dengan penawaran GAJI POKOK 2 JUTA/Bulan Dan Potensi penghasilan hingga Rp3 Juta sampai Rp15 Juta/Minggu.
    4. Jenis Pekerjaan ENTRY DATA(memasukkan data) per data Rp10rb rupiah, bila anda sanggup mengentry hingga 50 data perhari berarti nilai GAJI anda Rp10rbx50=Rp500rb/HARI, bila dalam 1bulan=Rp500rbx30hari=Rp15Juta/bulan
    5. Kami berikan langsung 200ribu didepan untuk menambah semangat kerja anda
    6. Kirim nama lengkap anda & alamat Email anda MELALUI WEBSITE Kami, info dan petunjuk kerja selengkapnya kami kirim via Email >> http://uangtebal.wordpress.com/

  2. Aryanti says :

    So eun hebat dh..
    tp koq yi jung yg bunuh?ga rela akh…

  3. rosiyani 'oci' says :

    huaaaa dah duga kalo yg bunuh si yi jung dari awal mang anehh.. haha
    menegangkanlahhhh.

  4. merli says :

    aku dah duga pembunuhnya yijung , walaupun aku ga tau motifnya apa …
    author kurang bikin lagi !!!!!!
    ff nya keren ada lucunya juga kalo baca kim bum yang posesive sama soeun hahaha .

  5. Danish Ashley Eun says :

    hahahaahahha

    Da inspektur takagi lucu kali
    Knp gk d tmbh konan nya aja?? Hehehehe *abaikan*

    Kn ne cerita bumsso kog jd konan

    Keeerrreeennn author…
    Di tunggu cerita nya yg laen

  6. Kimmify says :

    keren author! aku suka deh ide ceritanya
    wah jadi pembunuhnya si yijung tapi karena ngebelain gaeul
    aku suka adegan bumsso disini apalagi pas kimbum jealous sama soeun
    bikin lagi ya author hehehe

  7. Chandra Syifa W says :

    Bangapseumnida author.. New reader on your ff in here.. ^^
    FF nya bagus loh author. Saya selalu kagum sama author atau pengarang yg buat cerita tentang misteri atau mengaharukan. Krn imajinasi mereka bagus2.. *bukan berarti yg bikin ff ga sedih atau ga misteri ga bagus lhoh*

    Kalo sempet, saya mau baca + komen lagi..
    Khamsa~

  8. dhia says :

    aaahhh… syukurlah kalau semuanya puas n’ senang…
    thanks buat comment n’ baca ff Q ini…
    he he, kalau Conan datang juga So Eun kalah donk…???
    makanya yang datang cuma Takagi…

  9. Atin says :

    Kug yi jung yg bunuh?Ga seru,aq + semua pd bs nebak.maka-nya qblg pelakunya ob biar beda.susah ditebak.xoxoxo *digampar author*
    Tp bagus,keren bs buat crta detective.aq sk..

  10. Ina BeQi Soeulmates says :

    laaaahhh pada main bunuh”an nih,,,
    ternyata yi jung pelaku.a,,
    hmmmmmm…
    bagus cerita.a^^

  11. Indah_ELF says :

    Seru …
    Detektif nich crita’a sRasa nonton conan he2x …
    Tpi koq poto’a d’hp qu gg ada gmbar’a yaa …
    Ywdh d’tngu part brikut’a …

  12. vidya dina says :

    ko endingnya aku krg jls ya mksdnya ?
    tapi bagus kuuk

  13. nike lov smile says :

    kok trakhrnya buntuu ne?

  14. Unhy junet junartimansur juny says :

    Walaupn hnya 2 siquil., tpi critax kren abis…ceritax hidup n bisa membngunkan emosi sipembca…:D

  15. SintiaBumsso/@SintiaBumsso17 says :

    Kernn uahhh keren bangett sukkaaa alurnya ala ala detective gituhh hehe😀

  16. Margaretha says :

    Membingungkan.. Masa bulan juni termasuk zodiak Leo?? Setahuku Leo itu akhir juli – awal agustus karena zodiakku Leo dan yah cerita nya menarik dan ada beberapa kasus yg kurang paham dgn maksud’a karena terkesan terburu” dan lagian disini Soeun seorang detective tp kenapa inspektur itu tdk mengenal Soeun .. Seharus’a mereka saling mengenal walau berbeda negara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: